Beranda blog Halaman 660

Kenapa TNI dan Polri Mempunyai Klub Sepak bola?

0

Bhayangkara FC keluar sebagai juara Gojek Liga 1 Indonesia tahun 2017 untuk kali pertama. Di pertandingan terakhirnya di ajang tersebut, Bhayangkara FC mengalahkan Madura United 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan. Bhayangkara FC berhasil mengumpulkan 68 poin dan tak mungkin terkejar oleh klub lain.

Ya, benar sekali, sesuai namanya Bhayangkara FC adalah klub sepak bola yang didirikan oleh aparat kepolisian. Fyi, kata “bhayangkara” sendiri merupakan pangkat golongan tamtama dalam kepolisian di bawah bintara. Kendati begitu, jangan dibayangkan kalau pemain Bhayangkara FC semuanya adalah polisi.

Selain Bhayangkara FC, ada satu klub lagi yang lahir dari aparat, yaitu PS TNI. Tentu tanpa perlu dijelaskan dari mana asalnya, semua orang sudah tahu. Klub sepak bola besutan Tentara Nasional Indonesia itu kini sudah berubah lagi namanya menjadi Persikabo 1973 setelah merger dengan Persikabo, sebelum itu namanya TIRA-Persikabo.

Namun, kita tak perlu heran soal ketidakjelasan semacam itu. Ya kita semua tahu, kalau Liga Indonesia memang penuh ketidakjelasan.

Kehadiran klub-klub dari unsur TNI dan Polri itu, tak bisa dipungkiri menimbulkan pertanyaan. Bagaimana sebuah instansi pemerintah yang dananya tentu dari rakyat mendirikan klub sepak bola? Terlebih sepak bola adalah sebuah industri.

Bukan Barang Baru

Sepak bola adalah milik bersama. Tidak peduli tua-muda, miskin-kaya, pria-wanita, transgender, homoseksual atau heteroseksual. Semua berhak untuk bermain sepak bola. Begitu pula untuk mendirikan klub sepak bola.

Maka dari itu, instansi seperti Polri maupun TNI boleh-boleh saja untuk memiliki klub sepak bolanya sendiri. Mengenai klub sepak bola profesional, itu soal lain. Tapi perlu diketahui bahwa sebenarnya hal semacam itu sudah sangat jamak terjadi. Bahkan Indonesia boleh dibilang sedikit terlambat untuk memulainya.

Di negara-negara tetangga, klub-klub buatan angkatan bersenjata sudah banyak yang berprestasi di tingkat profesional. Sebutlah seperti di Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, dan agak jauh dikit, Korea Selatan. Di Singapura dua klub besutan tentara dan polisi sudah mulai berkiprah.

Adalah Home United dan Warriors FC yang namanya bersinar di Singapura. Warriors FC berdiri tahun 1975 yang kala itu masih bernama Singapore Armed Force FC. Mereka kini menjelma sebagai klub paling sukses di Singapura dengan total sembilan gelar telah diraih.

Sedangkan Home United sendiri berdiri pada 1940. Bermula dari Police Sport Association Singapura yang mendirikan Police Football Club. Sayangnya, sampai tahun 1996 dan S-League digelar, klub tersebut tidak pernah tampil di kompetisi profesional.

Kemudian tahun 1997 klub-klub di Kementerian Dalam Negeri dan Dinas Agraria setempat melakukan peleburan, dan Police FC turut. Jadilah tim ini berubah nama menjadi Home United dan sekarang berubah lagi namanya menjadi Lion City Sailors FC setelah diakuisisi start up lokal. Malaysia juga memiliki klub dari unsur tentara.

Angkatan Tentara Malaysia FA (ATM FA) adalah klub yang sudah ada di Malaysia sejak 1920. Klub yang umurnya sudah tua itu tak cukup baik prestasinya. Kendati tak bisa dibantah kalau ATM FA menjuarai Liga dan Piala Malaysia tahun 2012.

Kenyataannya, klub yang dibentuk oleh badan-badan kemiliteran atau kepolisian juga sudah ada di Benua Eropa. Kita tentu akrab dengan nama klub “Dynamo” bukan? Klub yang memakai embel-embel “Dynamo” di emblemnyaΒ  berarti klub tersebut dibentuk oleh polisi. Ada Dynamo Moskva di Russia, Dynamo Kyiv di Ukraina, sampai Dynamo Dresden di Liga Jerman.

Sementara jika dari unsur tentara, klub sepak bola akan dinamai CSKA, seperti CSKA Moskva. Dan khusus untuk di Rumania, biasanya dinamai Steaua, seperti Steaua Bucuresti. Jadi wajar apabila polisi maupun tentara memiliki klub sepak bolanya sendiri dan tampil di kancah profesional di negaranya.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sebagai negara berkembang yang sangat memperhatikan dunia sepak bolanya, Indonesia juga tak mau ketinggalan. Klub seperti PS TNI yang kini Persikabo 1973 dan Bhayangkara FC seolah ingin memperlihatkan ke dunia bahwa tentara dan polisi bisa berkiprah di sepak bola. Mereka tidak cukup hanya untuk mengayomi masyarakat, tetapi juga melebur dengan kegiatan masyarakat termasuk sepak bola.

Di tubuh TNI juga telah terbentuk Persatuan Sepak bola (PS) di masing-masing angkatan. Ada PSAD (Persatuan Sepak bola Angkatan Darat), PSAU (Persatuan Sepak bola Angkatan Udara), dan PSAL (Persatuan Sepak bola Angkatan Laut). Hebatnya lagi, ketiganya tidak sekadar ada di pusat melainkan ada pula di tingkat daerah.

Baik PS TNI maupun Bhayangkara FC, keduanya lahir dari kompetisi yang nggak jalan akibat dibekukan FIFA. Tepatnya sekitar tahun 2015. Uniknya kedua klub ini lahir dari rahim turnamen dalam rangka mengisi kekosongan. Bhayangkara FC saat Piala Bhayangkara, sedangkan PS TNI saat turnamen Piala Jenderal Sudirman digelar.

Perjalanan Bhayangkara FC jauh lebih berliku daripada PS TNI. Bhayangkara FC bermula dari PS Polri, tempat para anggota menyalurkan bakatnya. PS Polri akhirnya merger dengan Surabaya United untuk bisa mengikuti Piala Bhayangkara.

Dari hasil merger tersebut, PS Polri berganti nama menjadi Bhayangkara Surabaya United. Sampai saham Surabaya United bisa dibeli penuh oleh Polri dan akhirnya berganti nama menjadi Bhayangkara FC. Kalaupun namanya kemudian berubah jadi Bhayangkara Solo FC itu karena markasnya pindah ke Solo. Sementara, PS TNI awalnya dari klub Perisiram Raja Ampat yang dibeli dan sebagian pemainnya dari PSMS Medan, dan kini merger dengan Persikabo Kabupaten Bogor.

Bagaimana Mekanismenya?

Sejujurnya, sampai detik ini masih gamang soal mekanisme dan aturan mengenai TNI dan Polri yang memiliki klub. Tentu secara kelembagaan, Polri dan TNI punya batasan dan aturan-aturannya sendiri, cuma kan tidak semua masyarakat tahu. Pun klub tidak melibatkan mayoritas anggota TNI atau Polri.

Ihwal supporternya jangan dibayangkan berasal dari TNI dan Polri. Tentu kita juga mesti berharap hal itu nggak bakal terjadi. Seandainya anggota TNI atau Polri mau datang ke stadion menyaksikan sepak bola itu urusan pribadi, bukan lantas perjalanan dinas.

Lawak banget kalau sampaikan itu terjadi. Kita, rakyat biasa kalau mau menyaksikan pertandingan sepak bola di stadion mesti nabung dulu, kerja dulu, dan sebagainya. Sedangkan aparat enak-enakan dibayarin negara buat nonton bola di stadion.

Masalah perjalanan dinas ini sudah diatur di Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113/PMK.05/2012 tentang Perjalanan Dinas dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap yang menyatakan bahwa perjalanan dinas adalah perjalanan ke luar tempat kedudukan yang dilakukan dalam wilayah Republik Indonesia untuk kepentingan negara. Perhatikan dua kata terakhir, itu berbunyi “kepentingan negara” bukan “kepentingan klub”.

Permasalahan yang Muncul

Kurang afdhol rasanya kalau kehadiran klub dari unsur tentara dan polisi tidak diiringi permasalahan-permasalahan. Penulis cum pendiri Pandit Football, Zen RS menulis di laman Detikcom bahwa kehadiran klub dari unsur TNI dan Polri justru menimbulkan ketimpangan.

TNI dan Polri tentu memiliki infrastruktur yang lengkap. Jika dibandingkan klub amatir yang lahir di daerah-daerah, tentu kelengkapan fasilitasnya bagaikan bumi dan Sidratul Muntaha. Sebagian klub Indonesia di tingkat SSB atau profesional bahkan mesti meminjam fasilitas lapangan latihan sepak bola milik TNI.

Dzulfiqar B. Prasetyo menulis di laman Fandom bahwa klub-klub dari aparat akan susah menggaet sponsor. Sebab dianggap tak memiliki nilai jual yang mumpuni. Belum lagi permasalahan soal siapa supporter mereka. Maka dari itu, keduanya memilih merger dengan klub yang sudah memiliki basis supporter.

Sumber referensi: tirto.id, fandom.id, kumparan.com, football-tribe.com, detik.com

Klub Sepak bola Tak Mendapat Keuntungan Banyak dari Penjualan Jersey

0

Ketika seorang mega bintang berlabuh ke sebuah klub, orang cenderung beranggapan biaya yang dikeluarkan klub untuk sang pemain tak seberapa dibandingkan penjualan jersey nantinya. Mitos yang muncul adalah klub akan mendapatkan lebih banyak keuntungan dari penjualan jersey sang pemain.

Cristiano Ronaldo yang mudik ke Manchester United pun tak bisa terlepas dari mitos tersebut. Bahkan saat CR7 resmi menandatangani kontrak bersama Manchester United, desas-desus keuntungan berlipat berkat penjualan replika kaus Ronaldo pun menggeliat. MU dianggap bakal untung banyak.

Hal itu setali tiga uang dengan Lionel Messi. La Pulga yang dibeli Paris Saint-Germain juga dianggap bertuah dan mampu mendatangkan keuntungan bagi PSG. Penjualan replika jersey Messi nomor punggung 30, dalam bayangan semua orang bakal laris dan menambah finansial klub secara fantastis.

Menurut beberapa laporan, penjualan jersey Ronaldo versi Manchester United laku sampai senilai 181 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,5 triliun. Sementara hasil penjualan jersey Messi nomor punggung 30 di PSG senilai 103 juta poundsterling atau sekitar Rp 2 triliun. Tapi perlu dicatat, itu baru hasil penjualan, bukan keuntungan.

Keuntungan Klub Sedikit

Faktanya, baik PSG maupun Manchester United tidak mendapat keuntungan banyak dari penjualan jersey. Tulisan Michael Hincks di laman INews memperkirakan kalau PSG hanya untung 7 pounds atau Rp 138 ribu per kaus bertuliskan Messi nomor punggung 30. Hal itu didasari oleh penulis The Price of Football, Kieran Maguire.

Sementara, keuntungan Manchester United dari hasil penjualan Ronaldo mustahil mencapai angka 10 pounds atau Rp 197 ribu per kausnya. Dosen senior keuangan olahraga dari Universitas Sheffield Hallam, Dan Plumley mengatakan sudah ada kesepakatan khusus antara MU dan apparel Adidas. Jadi, MU hanya akan mendapatkan keuntungan sekitar 5 poundsterling saja per kaus atau sekitar Rp 98 ribu.

Seumpama kaus Ronaldo di MU hanya terjual 1 juta kaus, MU hanya mendapat keuntungan 5 juta poundsterling atau Rp 98 miliar. Jika MU ingin menutup pengeluaran dari hasil pembelian Ronaldo dari Juventus, mereka mesti menjual setidaknya 2.850.000 kaus. Jumlah tersebut nilainya setara dengan transfer Ronaldo sebesar 12,9 poundsterling atau Rp 254 miliar di awal.

Sedangkan, jika PSG hanya mampu menjual jersey Messi sebanyak 1 juta pcs pun, mereka hanya mendapat 7 juta poundsterling. Apabila menginginkan uang 29,9 juta pounds dari hasil pembelian Messi kembali, PSG harus menjual 4.300.000 jersey dengan perkiraan keuntungan yang didapat 31 juta pounds atau Rp 612 miliar. Jumlah yang kelihatan sangat banyak, apalagi kalau kita tahu bahwa di situs PSG, total jersey Messi yang terjual hanya 150 ribu pcs saja per 13 Agustus 2021.

Apparel Lebih Diuntungkan

Ketika Manchester United mendapat kontrak 10 tahun dari perusahan apparel Adidas sejak 2014 senilai 750 juta poundsterling atau Rp 4,7 triliun, Adidas memberikan keuntungan 10 persen untuk The Red Devils. Kendati pada akhirnya nggak sampai segitu.

Sementara, PSG yang menandatangi kontrak dengan perusahaan apparel Nike hingga 2032, diperkirakan hanya akan mendapat 7 persen saja dari hasil penjualan kit. Nike yang punya peran memproduksi dan mendistribusikan jersey ke seluruh dunia tentu mendapat mayoritas penjualan yang lebih banyak. Di situs resmi Nike, jersey Messi di PSG dijual seharga 82,95 pounds-117,95 pounds atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 1,6 juta-Rp 2,3 juta.

Sifat Penawaran Jersey

Banyak orang yang salah mengira kalau perjanjian kerjasama antara klub dan perusahaan kit seperti Nike, Adidas, Puma, dan lain-lain adalah perjanjian sponsorship. Padahal, kata seorang pengacara olahraga, Jake Cohen, perjanjian yang terjalin antara klub dan apparel adalah mengenai lisensi. Hal itu memungkinkan bagi produsen kit memakai lisensi klub untuk setiap kit atau produk buatannya yang dijual.

Klub tak memiliki fasilitas untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dagangan, termasuk jersey. Sebaliknya, klub membutuhkan perusahaan apparel untuk mendapat keuntungan dari lisensi yang mereka berikan. Besar kecilnya keuntungan yang bakal diperoleh klub ada di tangan perusahan pabrikan kit. Keuntungan pun akan diberikan ke klub setiap tahunnya.

Beberapa klub Premier League rata-rata memperoleh keuntungan sebesar 7,5 persen dari hasil penjualan jersey. Namun begitu, ada satu klub yang nilai keuntungannya lebih tinggi dari yang lainnya. Nike memberi keuntungan 20 persen ke Liverpool dari hasil penjualan jersey.

Begitulah football lovers. Pada kenyataanya, klub memang tidak mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan jersey. Tapi jelas pula kalau keuntungan klub bukan berasal dari penjualan jersey semata.

Sumber referensi: bleacherreport.com, punditarena.com, mancherstereveningnews.co.uk, inews.co.uk

Malangnya Donny van de Beek di Manchester United

0

Pada 2020 lalu, Manchester United resmi kedatangan salah satu bintang muda paling berbakat di Eropa, Donny van de Beek. MU resmi memboyong van de Beek dari Ajax Amsterdam dengan nilai transfer sebesar 45 juta euro atau setara 693 miliar rupiah. Kedatangan sang bintang asal Belanda itu disambut meriah oleh banyak penggemar Setan Merah. Mereka merasa bahagia karena klub kesayangan berhasil merekrut salah satu pemain muda paling potensial di Eropa.

Dari sudut yang berbeda, Donny van de Beek juga tak ketinggalan untuk meluapkan kebahagiaan nya setelah diresmikan sebagai pemain MU.

“Aku tak bisa menjelaskan betapa luar biasanya kesempatan ini untuk bergabung dengan klub yang memiliki sejarah luar biasa. Aku berterima kasih kepada Ajax, aku tumbuh di sana dan selalu memiliki ikatan spesial dengan klub tersebut,”

“Aku kini siap untuk memijak langkah berikutnya dalam karier dan tampil di level tertinggi. Tidak ada standar yang lebih tinggi ketimbang Manchester United,” kata Van de Beek. (via laman resmi MU

Namun, semua itu hanya menjadi sebuah harap yang tenggelam dalam gelap. Kiprah Donny van de Beek tak ubahnya menjadi sebuah kisah yang sejatinya tidak diinginkan oleh siapapun. Dia mendapat pengalaman tak terduga, yang lebih banyak memaksanya menonton pertandingan dari bangku cadangan.

Kepiluan yang dialami Donny van de Beek lantas mendapat perhatian dari legenda Manchester United, Gary Neville. Gary tidak pernah mengerti apa yang terjadi dalam diri Donny van de Beek. Dia juga tidak mengetahui pasti apa yang kemudian membuatnya jadi pemain yang tak diinginkan.

Pada musim lalu, Donny hanya membuat sebanyak 19 penampilan di liga dan cuma mencetak sebiji gol hiburan di laga melawan Crystal Palace. Meskipun sang pemain dipuji karena pergerakan tanpa bolanya yang luar biasa. Tetap saja, semua itu tampak tak berguna pada pertandingan yang dijalani Setan Merah selanjutnya.

β€œAku tidak mengerti apa yang terjadi dengannya. Dia pasti sedang merasakan tekanan luar biasa,” ujar Gary Neville.

Ini bukan pertama kali Gary bingung dengan situasi Donny di Old Trafford. Ketika sang pemain didatangkan untuk pertama kali ke Manchester, Gary juga mengkritik pergerakan MU dalam melakukan tersebut. Dia menyebut bila pembelian ini seharusnya tidak dilakukan. Meski kemudian ia mulai berpikir kalau akan ada pemain MU yang bakal pergi selepas kedatangan Donny van de Beek.

Polemik Donny van de Beek di MU

Apa yang disampaikan Gary memang sedikit banyak ada benarnya. MU, saat mendatangkan Donny sudah memiliki banyak gelandang. Namun pada akhirnya tidak ada juga gelandang yang dilepas di bursa transfer dimana dia resmi didatangkan.

Dalam hal ini, banyak yang kemudian mengarahkan sorotan pada sosok Ole sebagai pelatih Manchester United. Semua mengaku bingung mengapa pelatih asal Norwegia itu tak kunjung memberi kesempatan pada Donny. Padahal, di awal perekrutannya, jelas-jelas Ole menyebut bila Donny menjadi bagian dari rencananya untuk ditempatkan di lini tengah.

Inkonsistensi Ole dan manajemen Setan Merah lainnya juga lantas terlihat, setelah mereka berusaha untuk mendatangkan sosok gelandang seperti Declan Rice, Wilfred Ndidi, dan Eduardo Camavinga. Padahal, mereka sudah memiliki sosok Donny van de Beek yang kemampuannya tentu bisa diuji.

Ketika masih membela Ajax Amsterdam, Donny van de Beek telah berhasil mempersembahkan gelar Eredivisie Belanda, KNVB Cup, Johan Cruyff Shield, dan sekali masuk ke partai final Europa League. Bahkan, ketika Die Amsterdammers tampil di kompetisi Liga Champions Eropa pun, nama Donny van de Beek banyak menarik perhatian usai menampilkan performa gemilang di lini tengah.

Selain dalam hal rencana perekrutan gelandang lain, langkah Ole dalam memperlakukan Donny van de Beek juga lantas mendapat kritik, usai dalam beberapa laga, dia seolah sengaja menempatkan bintang muda asal Belanda itu di bangku cadangan.

Dari beberapa gelandang seperti Fred, Scott McTominay, sampai Nemanja Matic, nama Donny van de Beek selalu menjadi yang terbelakang. Padahal bila melihat kualitasnya, dia seharusnya bisa menyingkirkan nama Nemanja Matic yang terbilang sudah berumur dan pergerakannya mulai melambat.

Di laga melawan Southampton beberapa minggu lalu, Ole sempat menyebut kalau McTominay akan diistirahatkan karena cedera. Namun bukannya Donny van de Beek yang disiapkan sebagai starter, nama Matic lagi-lagi dipanggil untuk mengisi tim utama. Belum cukup sampai disitu, Fred yang melakukan kesalahan untuk kemudian ditarik keluar juga malah digantikan McTominay, yang jelas-jelas disebut Ole masih mengalami cedera.

Meski Matic menunjukkan performa gemilang sepanjang laga pra musim, tetap saja, keputusan itu banyak mengundang pertanyaan dari berbagai pihak.

Mengundang Banyak Kritik

Secara keseluruhan, dari pergerakan Ole yang seolah tidak menginginkan Donny van de Beek dalam skuadnya, telah berhasil menarik perhatian beberapa legenda, seperti Edwin van Der Sar dan juga Dimitar Berbatov. Van Der Sar yang merupakan mantan kiper terbaik asal Belanda mengaku prihatin dengan kondisi dan situasi Donny di Old Trafford.

Mulanya, dia sempat membiarkan ini semua dengan mengatakan kalau Ole akan memberinya kesempatan. Namun, dia kemudian khawatir dengan berujar kalau pemain seperti Donny van de Beek sangat layak mendapat menit bermain.

Berbatov, yang menjadi saksi dari kehebatan MU di era kejayaan juga berpendapat bahwa Donny van de Beek tergolong ke dalam pembelian gagal. Bukan karena performanya yang jauh dari harapan, namun karena menit bermain yang tak kunjung diberikan.

“Situasi yang ada saat ini sungguh aneh, mengecewakan sekaligus mengejutkan. Mereka (Manchester United) mengeluarkan dana sebesar 35 juta poundsterling (sekitar Rp 690 miliar) untuknya dan membayar pemain yang tidak memulai banyak pertandingan, tidak masuk akal,” ucap Berbatov (via Betfair)

Tak hanya dari kalangan legenda, namun para penggemar juga meminta Ole untuk segera membenahi lini tengah yang dianggap kurang maksimal, dengan memberi kesempatan kepada Donny van de Beek.

Situasi Donny sendiri kian pelik setelah dia gagal mendapat kesempatan tampil bersama timnas Belanda di ajang Piala Eropa 2020 karena cedera. Padahal, ajang tersebut bisa menjadi kesempatan buatnya untuk membuktikan kualitas.

Bisa Seperti Depay Bila Tidak Segera Mendapat Tindakan

Bila situasi semacam ini terus dibiarkan, maka bukan tak mungkin bila nasib Donny van de Beek akan sama seperti Memphis Depay, yang dulu diacuhkan MU, tapi, setelah memilih hengkang, Depay justru bersinar di klub lain untuk kemudian bergabung dengan FC Barcelona.

Dengan berbagai pertanyaan hingga kritik yang terus disampaikan, Ole diminta untuk segera sadar, agar bakat seperti Donny van de Beek tak hilang begitu saja. Akan lebih menyakitkan bila pada akhirnya sang pemain putuskan hengkang, dan berhasil merajut angan bersama tim baru yang dibelanya.

Namun menariknya, merespon perlakuan sang pelatih yang selama ini dianggap salah, Donny sendiri malah masih mau bersabar. Dia ingin bertahan karena Ole terus mengatakan pada dirinya kalau pelatih asal Norwegia itu masih membutuhkan dia dalam skuadnya.

“Aku berbicara dengan manajer tentang hal itu [minat dari Everton] dan klub. Mereka jelas menginginkan ku bertahan di sini,”

“Manajer sangat positif tentang ku dan ia berkata: ‘Aku membutuhkanmu dan aku ingin membuatmu tetap bertahan di sini’.” ujar van de Beek. (via goal)

Menarik dinanti, apakah Ole bisa membuktikan ucapannya dengan memberikan Donny van de Beek kesempatan untuk tunjuk kualitas? Atau ini hanya menjadi kalimat penghibur di tengah kepiluan yang dialami sang pemain?

 

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 15 September 2021

PEP MINTA MAN CITY KEJAR KALVIN PHILLIPS TAHUN DEPAN

Pep Guardiola dilaporkan telah memohon kepada manajemen Manchester City untuk mengejar tanda tangan Kalvin Phillips di bursa transfer musim panas 2022 mendatang. Phillips terhitung telah tampil memperkuat Leeds United di 215 pertandingan. Ia juga merupakan andalan timnas Inggris. Phillips sendiri sebenarnya saat ini masih terikat kontrak dengan Leeds hingga tahun 2025 mendatang. Namun menurut laporan terbaru yang bersumber dari Four Four Two, City disebut ingin memutus kontrak sang gelandang lebih cepat di tahun 2022 besok.

CARA DIET RONALDO MENULAR KE REKAN SETIMNYA DI MU

Efek kedatangan Cristiano Ronaldo ke Manchester United masih berlanjut. Kini, kehadirannya membuat seluruh skuad Setan Merah disebut tidak berani makan junk food. Kiper cadangan MU, Lee Grant mengatakan bahwa Ronaldo menjadi pemain paling bersih dan memiliki piring dengan makanan paling sehat yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Kondisi itu bertolak belakang dengan sebagian besar klub ketika pemainnya diberi pilihan untuk makan makanan penutup yang tidak sehat, seperti apple crumble, brownis dan es krim.

LUKAKU MINTA CHELSEA BOYONG 2 PEMAIN EKS REKANNYA DI INTER MILAN

Inter Milan wajib waspada untuk musim ini setelah Romelu Lukaku memberi saran ke Chelsea untuk membajak dua mantan rekannya di Nerazzurri. Dua mantan rekannya di Inter yang dimaksud Lukaku yakni Milan Skriniar dan Alessandro Bastoni. Kegagalan Chelsea memboyong Jules Kounde turut membuat Lukaku khawatir akan masa depan pertahanan klubnya. Di tengah belum adanya kesepakatan anyar dengan Antonio Rudiger dan menuanya Thiago Silva, membuat Lukaku menyarankan Chelsea untuk meminang dua mantan rekannya di Inter tersebut.

DOMINIC CALVERT LEWIN BAKAL ABSEN LAMA PERKUAT EVERTON

Pelatih Everton, Rafael Benitez mengkonfirmasi bahwa striker andalannya Dominic Calvert Lewin dipastikan bakal absen dalam waktu yang lama. Sang pemain alami cedera patah jari kaki dan cedera paha yang membuatnya akan menepi selama tiga pekan lebih. Artinya, Potensi penyerang timnas Inggris itu untuk tampil melawan Manchester United pada awal bulan Oktober masih diragukan. Menarik ditunggu apakah tanpa Calvert Lewin Everton sanggup melanjutkan tren positif atau tidak.

TANDEMKAN RONALDO DAN HAALAND, SARAN GARY NEVILLE KE MU

Legenda Manchester United, Gary Neville menyarankan mantan klubnya membeli penyerang Borussia Dortmund, Erling Haaland musim panas mendatang. Menurutnya, Haaland bisa jadi tandem Cristiano Ronaldo musim depan. Ada setidaknya tiga pemain MU yang diprediksi Neville bisa pergi musim panas mendatang. Mereka adalah Anthony Martial, Edinson Cavani dan Juan Mata. Dengan hengkangnya para pemain tersebut, HaalandΒ  bisa masuk sebagai salah satu pengganti. Neville percaya Haaland dan Ronaldo bisa menjadi kombinasi yang bagus.

ALASAN JURGEN KLOPP TAK SENANG RONALDO KEMBALI KE MU

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, terang-terangan mengaku tidak suka melihat Cristiano Ronaldo kembali ke Manchester United. Bagi Klopp, kembalinya Ronaldo ke Manchester United tidak membuatnya terlalu bahagia. Pelatih asal Jerman itu juga mengaku terkejut melihat Ronaldo meninggalkan Juventus. Klopp mengisyaratkan kedatangan Ronaldo akan membuat MU menjadi tim yang lebih susah dihadapi dalam pacuan juara Liga Inggris 2021/22.

TANPA MESSI, BUSQUETS YAKIN BARCELONA MASIH BISA JUARA UCL

Kapten Barcelona, Sergio Busquets, optimistis timnya bisa memenangi Liga Champions meski tanpa Lionel Messi. Busquets enggan terjebak masa lalu. Pemenang Piala Dunia 2010 bersama Spanyol itu menegaskan timnya harus mulai terbiasa bermain tanpa sang megabintang. Menurut Busquets, apa pun bisa terjadi dalam sepakbola. “Yang penting adalah kolektivitas dan kami sadar bahwa kami tidak memiliki Leo. Kami bersemangat dan menyadari akan sulitnya kompetisi ini, tetapi tim memiliki ambisi dan ingin menang,” ucapnya.

RONALDO MASA LALU JUVENTUS, SEKARANG ERANYA DYBALA

Giorgio Chiellini meminta Juventus tak berkecil hati kendati menelan kekalahan 2-1 dari Napoli dalam laga ketiga Serie A, akhir pekan lalu. Banyak yang beranggapan bahwa buruknya performa Juve hingga gagal meraih satupun kemenangan di awal musim ini adalah karena ditinggal Ronaldo, yang terbukti langsung moncer bersama MU. Chiellini memahami betul bahwa kehilangan pemain sekaliber Ronaldo memang menjadi kerugian besar bagi timnya, tapi menegaskan bahwa tim harus menatap ke depan dan mulai kembali memaksimalkan Paulo Dybala sebagai poros serangan sama seperti era sebelum kedatangan CR7.

IBRAHIMOVIC: SAYA LEBIH HEBAT DARI RONALDO DAN MESSI

Penyerang andalan AC Milan asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic dikenal sebagai pribadi yang sangat percaya diri. Ia kerap melontarkan komentar yang mengejutkan dan terkadang lucu, menggambarkan sosoknya yang seolah arogan. Teranyar, Ibra mengklaim Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi tak lebih hebat darinya. “Jauh di lubuk hati, saya benar-benar berpikir bahwa saya yang terbaik di dunia,”ucap Ibra dikutip Sportsmole. Di mata Ibra, kehebatan dan kualitas seniman kulit bundar tidak diukur dari seberapa banyak trofi bergengsi yang diraih.Β 

PSG RLIS JERSEY KETIGA MUSIM 2021/22, BEGINI TAMPILANNYA

Raksasa Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain merilis jersey ketiga mereka untuk musim 2021/22. Berbalut dominan hitam, jersey ini terlihat sederhana namun elegan. Dengan aksen garis horizontal besar abu-abu dan logo klub berwarna merah ditengahnya. Namun kali ini bukan logo Air Jordan yang terpampang di dada jersey, melainkan logo apparel asli, Nike. Desain kostum ketiga ini terinspirasi dari jersey alternatif PSG musim 1999-2001. Kostum ini dibanderol dengan harga 90 Euro atau sekitar Rp1,5 juta.

HASIL PERTANDINGAN LIGA CHAMPIONS

Manchester United menelan kekalahan dari Young Boys dalam ajang Liga Champions grup F di Stade de Suisse Wankdorf. MU lebih dulu unggul berkat gol Cristiano Ronaldo di menit ke-13. Namun setelah itu MU harus bermain dengan 10 orang setelah Wan Bissaka dikartu merah wasit. Unggul jumlah pemain, Young Boys berhasil membalikkan keadaan berkat gol dari Nicolas Ngamaleu di menit ke-66 dan Theoson Jordan di menit ke 90+5. Skor 2-1 untuk kemenangan Young Boys bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Di Grup E, Barcelona takluk 0-3 dari Bayern Munchen. Bertanding di Camp Nou, Barca dibuat tak berdaya oleh wakil Jerman tersebut. Die Roten mencetak gol melalui aksi Thomas Muller di menit ke-34, Robert Lewandowski di menit ke-56, dan gol kedua Lewandowski di menit ke-85.Β 

Sementara dari grup H, Juventus sukses menumbangkan tuan rumah Malmo FF dengan skor 3-0. Ketiga gol Si Nyonya Tua dibukukan oleh Alex Sandro di menit ke-23, Paulo Dybala di menit ke-45, dan Alvaro Morata satu menit kemudian. Pada hasil pertandingan lain, Dynamo Kiev imbang 0-0 lawan Benfica, Villarreal imbang 2-2 dengan Atalanta, Lille 0-0 Wolfsburg, Chelsea menang 1-0 atas Zenit,Β  dan Sevilla seri 1-1 kontra Salzburg.

BLUNDER JESSE LINGARD JADI PETAKA UNTUK MU

Jesse Lingard yang masuk menggantikan Ronaldo membuat blunder yang berujung kekalahan bagi Manchester United atas Young Boys. Lingard melakukan kesalahan fatal di masa injury time babak kedua. Pemain yang mendapat julukan Lord ini memberikan bola passing tanggung ke arah David de Gea yang bisa direbut Theoson Jordan. Striker Young Boys itu tanpa kesulitan menaklukkan De Gea dan sukses membobol gawang MU. Lingard pun menjadi kambing hitam atas kalahnya MU. Ia kembali jadi bahan bullyan di media sosial.

ALASAN SOLSKJAER GANTI RONALDO DAN BRUNO SAAT MU DIHAJAR YOUNGΒ  BOYS

Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, menjelaskan alasannya menarik Cristiano Ronaldo dan Bruno Fernandes saat timnya dikalahkan Young Boys 2-1. Kedua pemain Portugal itu digantikan Jesse Lingard dan Nemanja Matic pada menit ke-72. Saat itu, kedudukan masih imbang 1-1. Dikutip dari Sky Sports, Rabu (15/9), Solskjaer yang dikritik akibat pergantian ini, mengatakan, bahwa hal itu perlu dilakukan karena kedua pemain asal Portugal tersebut sudah banyak berlari pada laga sebelumnya yang digelar Sabtu 11 September di Liga Inggris. Solskjaer menambahkan, Ronaldo sudah tampil luar biasa, tapi ia harus mengistirahatkan pemain 36 tahun tersebut.

RONALDO SAMAI REKOR LIONEL MESSI DAN CASILLAS DI LIGA CHAMPIONS

Cristiano Ronaldo menyamai rekor Lionel Messi dan Iker Casillas di Liga Champions. Ronaldo berhasil menyamai rekor penampilan yang dimiliki Casillas. Sejarah mencatat Casillas memiliki 177 penampilan selama mentas di Liga Champions dengan berseragam Real Madrid dan Porto. Selain itu, Ronaldo juga berhasil menandingi Lionel Messi dalam catatan gol yang dicetak ke gawang klub berbeda di Liga Champions. La Pulga berhasil mencetak gol ke gawang 36 klub berbeda selama mentas di Liga Champions.

TENDANGAN RONALDO BIKIN PETUGAS KEAMANAN TERKAPAR

Saat pemanasan di Stade de Suisse Wankdorf jelang bertanding melawan Young Boys, mega bintang MU Cristiano Ronaldo secara tak sengaja membuat seorang petugas keamanan terkapar. Saat itu, Ronaldo melepaskan tendangan yang tak tepat sasaran dan malah mengenai seorang petugas keamanan yang berada di dekat tribune. Ronaldo pun langsung menghampiri petugas tersebut dan meminta maaf. CR7 lalu kembali ke lapangan usai menghampiri sang petugas keamanan.

HARVEY ELLIOTT SUKSES JALANI OPERASI PERGELANGAN KAKI

Gelandang Liverpool Harvey Elliott sukses menjalani operasi pada pergelangan kakinya yang cedera pada Selasa (14/9). Pemain berusia 18 tahun itu menderita patah dan dislokasi pergelangan kaki kiri gara-gara tekel brutal Pascal Struijk saat The Reds menghajar tuan rumah Leeds, Minggu (12/9). Liverpool tidak memberikan perkiraan spesifik kapan sang pemain bisa kembali, namun Jim Moxon, dokter klub, yakin Elliott bisa kembali merumput sebelum tirai musim ini ditutup.

IBRAHIMOVIC ABSEN PERKUAT MILAN VERSUS LIVERPOOL

Zlatan Ibrahimovic dipastikan absen saat AC Milan bertandang ke markas Liverpool pada pertandingan Liga Champions, Kamis (16/9) dini hari WIB. Melansir dari TheAthletic, bintang Rossoneri itu tidak akan melakukan perjalanan ke Inggris karena cedera. Striker asal Swedia itu mengalami cedera tendon achilles dan tetap berada di Italia untuk penyembuhan. Kehilangan ibra tentu saja menjadi kerugian bagi Milan, sebab Ibra merupakan striker andalan kubu merah hitam buat mencetak gol.

OPERASI TUMOR SUKSES, PELE AKAN DIPINDAHKAN DARI RUANG ICU

Legenda sepak bola Brasil, Edson Arantes do Nascimento atau yang lebih dikenal dengan nama Pele, akan dipindahkan dari perawatan intensif dalam satu atau dua hari ke depan setelah menjalani operasi tumor. Pria berusia 80 tahun ini dirawat di rumah sakit Alberto Einstein di Sao Paulo sejak awal bulan ini. Dia menjalani operasi pengangkatan tumor dari usus besarnya. Pihak rumah sakit telah memberikan keterangan terkait dengan kondisi Pele. Mereka menyampaikan bahwa sang legenda sepak bola itu pulih dengan baik pada Jumat lalu.

FIFPRO INGIN BERTEMU FIFA UNTUK BAHAS PIALA DUNIA 2 TAHUN SEKALI

Serikat pemain dunia FIFPRO akan bertemu dengan FIFA untuk membahas rencananya untuk merombak kalender internasional, termasuk proposal untuk mengadakan Piala Dunia setiap dua tahun.Β  FIFPRO merilis sebuah pernyataan pada hari Selasa (14/9) untuk mengatakan tidak akan mendukung reformasi individu seperti memperpendek jarak antara Piala Dunia dalam isolasi tanpa tinjauan menyeluruh dari kalender sepak bola pria dan wanita. Ketidaksetujuan FIFPro ini sejalan dengan pihak UEFA dan Conmebol yang juga mengecam wacana piala dunia 2 tahun sekali.

JACK WILSHERE BERPOTENSI KEMBALI BELA ARSENAL

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta memberi sinyal masih menginginkan jasa Jack Wilshere. Hal itu diketahui setelah dia menyatakan bahwa “pintunya selalu terbuka” untuk wajah yang dikenal di Emirates Stadium. Wilshere sendiri tidak bernaung dengan sebuah klub setelah kontraknya berakhir di Bournemouth pada musim lalu. Tapi sambil menunggu tawaran lain, Arsenal tetap memperbolehkannya ikut latihan bersama dengan skuad Arteta. Saat ditanya tentang sinyal yang diberikan Arteta, Wilshere pun merespons dengan positif.Β 

AKHIRNYA TRIO PSG MESSI NEYMAR MBAPPE AKAN TAMPIL BERSAMA

Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe akan menjadi starter bersama saat pertandingan Club Brugge vs PSG di Liga Champion pada Kamis dinihari. Dikabarkan, ini adalah pertama kalinya trio mematikan PSG itu bermain bersama sejak Messi tiba di PSG dari Barcelona musim panas ini. Meski begitu, belum jelas seperti apa formasi yang akan digunakan pelatih kepala PSG Mauricio Pochettino saat PSG bertandang ke Belgia.

FANS SEBUT BARCELONA SEPERTI ARSENAL VERSI LIGA SPANYOL

Barcelona mengawali langkah yang buruk di Liga Champions 2021/22 seusai kalah telak dari Bayern Munchen. Para penggemar yang kecewa pun menyebut bahwa Barcelona kini telah berubah menjadi Arsenal versi Liga Spanyol. β€œBarcelona berubah menjadi Arsenal dari Liga Spanyol. Satu-satunya perbedaan adalah tidak ada tim berkualitas yang berlebihan seperti yang ada di Liga Inggris,” cuit seorang penggemar melalui akun Twitternya, @cmutch91. Beberapa penggemar lainnya, juga menyatakan hal yang kurang lebih serupa. Seorang fans lainnya mengkritik penampilan buruk Barcelona yang selalu takluk dari Bayern di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir.

THOMAS TUCHEL SANJUNG TINGGI ROMELU LUKAKU

Romelu Lukaku menjadi pahlawan kemenangan Chelsea saat menjamu Zenit Saint Petersburg pada matchday pertama Grup H Liga Champions. Gol sundulan pemain asal Belgia itu menjadi satu-satunya gol dalam laga yang digelar di Stamford Bridge tersebut. Pelatih Chelsea Thomas Tuchel mengakui, performa Lukaku pada laga itu kian menegaskan status striker 28 tahun tersebut sebagai penyerang berkualitas dunia. Meski jarang mendapatkan peluang di laga tersebut, Lukaku dinilai tidak pernah kehilangan kepercayaan diri dan mampu mengangkat moral rekan-rekan setimnya. Lukaku juga disebut juga punya kualitas teknik yang baik.

Kepulangan Paling Sensasional Pemain Legenda Ke Klub Lamanya

Kepulangan Cristiano Ronaldo ke Manchester United benar-benar membuat dunia sepakbola heboh. Berita CR7 ada dimana-mana, khususnya di dunia maya. Kabar ini pun kian meledak usai sebelumnya sang mega bintang sempat dikabarkan bakal bergabung dengan klub rival, Manchester City.

Ronaldo resmi pulang ke MU setelah dia mendapat nasehat dari Sir Alex Ferguson. Saat pertama kali diumumkan sebagai pemain anyar MU pada musim panas ini pun, Ronaldo mengaku sangat berterima kasih kepada Fergie dan mempersembahkan kepulangannya ke MU untuk pelatih tercintanya.

Di periode pertamanya bersama MU, Ronaldo telah torehkan banyak sekali gelar, termasuk Liga Champions Eropa pada tahun 2008. Di tahun yang sama, dia bahkan terpilih sebagai pemain terbaik dunia dengan memenangkan trofi Ballon D’or pertamanya.

Setelah itu, atau tepat pada tahun 2009, Ronaldo putuskan hengkang ke Real Madrid dan sukses mengukir cerita bersejarah. Sempat bergabung dengan Juventus, Ronaldo kini kembali di Old Trafford dengan banyak penggemar yang telah menantikan kepulangannya.

Selain Ronaldo, masih ada lagi kepulangan sensasional pemain legenda lainnya ke klub yang telah membesarkan namanya. Penasaran siapa saja? Berikut kami berikan daftarnya.

Antonie Griezmann (Atletico Madrid)

Sama seperti Ronaldo, pada musim panas tahun ini Antoine Griezmann juga kembali ke klub yang sebelumnya telah membesarkan namanya. Bintang asal Prancis ini pulang ke Atletico Madrid dengan status pinjaman dari FC Barcelona. Dikabarkan, el Barca meminjamkan Griezmann selama dua tahun, atau sampai 30 Juni 2023.

Setelahnya, Barcelona menawarkan opsi pembelian permanen dengan harga dibuka mulai dari 40 juta Euro atau setara 675 miliar rupiah.

Kedatangan Griezmann tepat di akhir penutupan bursa transfer tahun ini pun kian membuat dunia sepakbola heboh. Meski masa depannya telah lama dispekulasikan, memilih Atletico sebagai jalan selanjutnya menjadi sesuatu yang dianggap mengejutkan oleh kebanyakan orang.

Pada periode pertamanya, Griezmann yang bergabung pada 2014 sampai 2019 tampil sangat cemerlang di bawah asuhan Diego Simeone. Kemudian saat bergabung dengan Barcelona selama dua tahun, dia tampil melempem, dimana itu juga lantas menjadi alasan mengapa dia akhirnya memilih hengkang.

Kini, para penggemar menanti aksi sang pemain di Wanda Metropolitano. Semua berharap bila Griezmann bisa mengembalikan ketajamannya bersama klub yang baru saja menjuarai gelar La Liga.

Paul Pogba (Manchester United)

Ronaldo bukan satu-satunya pemain yang melakukan kepulangan sensasional ke Manchester United. Paul Pogba yang saat ini jadi andalan klub pun sebelumnya sempat meniti karir di Old Trafford.

Meski benar bila periode pertama Pogba di MU tidaklah mengesankan, kedatangan Pogba ke MU pada tahun 2016 silam sukses membuat semua penggemar sepakbola terbelalak. Betapa tidak, selepas pergi dari MU secara gratis pada tahun 2012, Pogba menjelma menjadi bintang besar bersama Juventus. Disana, dia berhasil membawa Si Nyonya Tua tampil di partai final Liga Champions Eropa dan memborong sejumlah trofi Serie A.

Praktis, saat MU memulangkannya kembali, klub berjuluk Setan Merah harus merogoh kocek dalam-dalam. Kepulangan Pogba yang melibatkan dana sebesar 89 juta pounds atau setara 1,7 triliun rupiah, dinobatkan sebagai pembelian termahal pemain sepanjang sejarah saat itu.

Dari pemain buangan, Pogba menjelma menjadi pemain bintang dan mendapat banyak sekali sambutan. Sampai saat ini, Pogba masih tercatat sebagai penggawa klub dengan torehan beberapa gelar termasuk Europa League pada tahun 2017.

Thierry Henry (Arsenal)

Thierry Henry, sedari dulu dikenal sebagai legenda Arsenal. Dia menjadi bagian dari era kejayaan The Gunners, khususnya ketika tim asuhan Arsene Wenger berhasil mengangkat trofi emas Liga Primer Inggris tahun 2004. Dua tahun berselang, Henry bahkan nyaris persembahkan gelar Liga Champions Eropa untuk Arsenal.

Pada tahun 2007, Henry resmi pergi dan memilih bergabung dengan FC Barcelona. Dia lantas menjadi bagian dari tim yang sukses persembahkan enam gelar dalam satu musim kompetisi pada tahun 2009. Merasa cukup berkarir dengan el Barca, Henry lalu hengkang ke New York Red Bull dengan niat untuk habiskan karir di kompetisi Negeri Paman Sam.

Namun siapa sangka bila pada tahun 2012, bintang asal Prancis ini memiliki kesempatan untuk pulang ke Arsenal. Setelah sempat diragukan oleh para penggemar, Henry akhirnya benar-benar kembali sebagai pemain pinjaman. Dia yang saat itu telah berusia 34 tahun bisa bergabung dengan Arsenal setelah kompetisi MLS rampung dua bulan sebelumnya.

Kedatangan Henry ke Emirates juga sekaligus meresmikan patung dirinya di depan Stadion Emirates. Penghargaan tersebut memang pantas diberikan mengingat sang pemain tercatat sebagai pencetak gol tersubur sepanjang sejarah klub dengan torehan 226 gol.

Dalam masa peminjamannya ke Arsenal saat itu, Henry bahkan berhasil menambah koleksi golnya sebanyak satu buah lagi.

Gianluigi Buffon (Parma)

Gianluigi Buffon, tidak diragukan lagi menjadi salah satu penjaga gawang paling populer sepanjang masa. Pria Italia itu pertama kali muncul di laga bersama Parma. Tampil sebagai penjaga gawang, Buffon tak butuh banyak waktu untuk tunjukkan kelasnya. Kenangannya bersama Parma sangatlah luar biasa.

Dia berhasil membawa klub tersebut jadi salah satu yang terbaik di Italia, sekaligus mempersembahkan trofi Coppa Italia, Piala Super Italia, dan Liga Europa. Kemudian, Buffon melanjutkan karir di Juventus setelah tim tersebut berani menjadikannya sebagai penjaga gawang termahal di dunia.

Selama lebih dari 15 tahun membela Juventus, Buffon sukses mengukir banyak sekali rekor pribadi. Dia juga menjadi pemain yang setia bersama Si Nyonya Tua saat Italia digemparkan dengan skandal calciopoli.

Setelah dirasa cukup berkarir di Turin, Buffon yang usia telah menginjak 43 tahun diprediksi bakal mengakhiri karir sepakbolanya. Namun secara mengejutkan, dia masih tertarik untuk tampil sebagai penjaga gawang andalan.

Mendapat sejumlah tawaran, Buffon akhirnya memilih Parma sebagai destinasi selanjutnya. Dia resmi pulang ke klub yang telah membesarkan namanya, dan sekali lagi jadi andalan di bawah mistar.

Didier Drogba (Chelsea)

Sudah menjadi barang tentu bila nama Didier Drogba pantas disebut sebagai legenda. Pemain asal Pantai Gading dengan segudang talenta ini telah menjadi bagian dari sejarah Chelsea di persepakbolaan Inggris maupun Eropa. Melalui aksinya, tim yang bermarkas di Stamford Bridge berhasil meraih banyak kejayaan, tak terkecuali pada tahun 2012 ketika The Roman Emperor berhasil meraih trofi Liga Champions Eropa untuk kali pertama.

Drogba memang begitu identik dengan Chelsea. Namanya melegenda. Aksinya akan selalu dikenang. Dan tentunya, gol yang diciptakan akan selalu terbalut rapih dalam buku sejarah sepakbola.

Setelah berhasil membawa Chelsea naik ke puncak kejayaan, Drogba putuskan hengkang pada tahun 2012. Dia pergi ke China untuk kemudian bergabung dengan dengan Galatasaray pada tahun 2013.

Ketika Jose Mourinho yang merupakan mantan pelatihnya kembali menjadi juru taktik Chelsea, secara mengejutkan Drogba juga melakukan kepulangan ke Chelsea. Usut punya usut, dia telah dibujuk oleh Mourinho untuk kembali ke Chelsea. Hasilnya, dia masih tetap jadi pemain andalan dan tampil dalam 40 pertandingan di lintas kompetisi. Raihan golnya yang mencapai 7 biji pun sukses mengantarkan Chelsea naik ke panggung tertinggi kompetisi Premier League.

Alasan di Balik Keengganan Pele Tampil di Liga Eropa

0

Ketika seorang Hwang Hee-Chan mencetak gol perdananya di Liga Inggris kala bermain untuk Wolverhampton, bukan hanya dia yang melambung namanya. Sosok Evan Dimas Darmono, mantan gelandang atraktif Timnas Indonesia U-19 juga ikutan jadi bahan pembicaraan. Bedanya, jika Hee-Chan banyak disoroti kualitasnya yang makin ranum, sedangkan Evan Dimas disoroti karena melempem.

Evan Dimas yang kini bermain di liga paling masyhur dari Sabang sampai Merauke itu adalah pencetak hattrick di laga Kualifikasi Piala Asia U-19 di GBK, Oktober 2013 lalu. Kala itu, Indonesia mempecundangi Korea Selatan 3-2. Saat itu pula Timnas Korea Selatan diperkuat Hee-Chan.

Kini banyak yang mencibir kenapa malah Hee-Chan yang kualitasnya makin menjadi, bukan para mantan punggawa Timnas Indonesia kala itu? Spekulasi paling mainstream adalah karena Hee-Chan tampil di Eropa, sedangkan Evan Dimas hanya tampil di Liga Indonesia atau liga tetangga. Performanya pun mudah ditebak.

Akan tetapi, kita tidak bisa ikutan mengamini bahwa pemain sepak bola yang tak tampil di Eropa kemampuannya seujung kuku. Juga tak perlu terlalu yakin kalau para pesepakbola andal pasti ke klub Eropa. Sebab, seorang Edson Arantes do Nascimento atau kita mengenalnya Pele, tak pernah sekalipun tampil di kancah Eropa.

Meski begitu, siapa yang tak mengenal penyerang paling produktif yang pernah dilahirkan Brazil tersebut? Jelas tidak ada. Penggemar sepak bola paling cupu sekalipun akan mengenal sosok Pele. Ia boleh dibilang rajanya pencetak gol.

Pele masuk ke deretan pemain dengan pencetak gol terbanyak di level timnas. Ia mencetak total 77 gol. Meski jumlah golnya masih di bawah Ali Daei, Cristiano Ronaldo, atau Mohamed Mokhtar Dahari. Pele juga bersinar di level klub, walaupun tidak di Eropa.

Sepanjang kariernya Pele hanya bermain di tiga klub: Bauru AC di level junior; Santos dan New York Cosmos di level senior. Penampilan paling mempesona Pele adalah ketika ia tampil bersama Santos dan Timnas Brazil. Saat membela Santos, Pele tampil sebanyak 638 kali dan mengemas 619 gol. Jumlah gol yang nyaris sama dengan total penampilannya.

Pele juga mempersembahkan tiga gelar Piala Dunia untuk Brazil, yaitu tahun 1958, 1962, dan 1970. Berkat kemampuan menawannya itu, tidak sulit sebenarnya bagi Pele untuk tampil di liga-liga top Eropa. Tanpa perlu mengorbankan harga diri, Pele bisa saja tampil di klub raksasa Eropa. Bahkan klub-klub tersebut yang mengejar-ngejar Pele. Namun Pele hanya membalas tawaran itu dengan senyuman.

Tawaran Klub-klub Besar Eropa

Raksasa Spanyol, Real Madrid yang kerap melahirkan legenda sepak bola berkualitas tercatat pernah memburu tanda tangan Pele. Namun, menurut laporan Marca, Pele menolak tawaran dari Real Madrid. Ia mengaku lebih senang bermain di Santos FC. Bagi Pele, Santos adalah klub yang hebat atas kemauannya sendiri.

Tawaran bukan hanya datang dari Real Madrid. Tim-tim raksasa Eropa lainnya pernah membujuk Pele. Sebut saja seperti Napoli, Juventus, AC Milan, sampai Manchester United. Pele juga hampir saja bermain dengan Backenbauer di Bayern Munich. Tawaran-tawaran itu datang ketika Pele berusia antara 15-30 tahun.

Namun, saat pemain-pemain muda seperti Vinicius Junior hingga Richarlison memilih tampil di Eropa, Pele muda tetap bertahan di Santos FC. Lagi-lagi Pele menegaskan hubungannya dengan Santos baik-baik saja dan enggan pergi dari sana. Barangkali klub-klub besar Eropa mulai bosan sendiri karena kalau menawarkan kontrak ke Pele, pasti ditolak. Lantas apa yang membuat Pele tak pernah tampil di Eropa?

Penetapan Pele sebagai Harta Nasional Brazil

Sosok Pele boleh jadi membuat semua orang mengerti kalau sepak bola adalah sesuatu yang berharga bagi Brazil. Lantaran jasanya untuk Brazil di dunia sepak bola, Pele bahkan seperti satwa langka, dilindungi pemerintah Brazil. Brazil merasa harus melindungi Pele.

Terlebih pada saat konflik politik pada tahun 1961. Kekacauan politik saat itu entah bagaimana membuat Presiden Brazil kala itu, Janio Quadros memaksa parlemen meloloskan undang-undang untuk menjadikan Pele sebagai harta nasional dan aset berdaulat.

Undang-undang tersebut secara khusus juga mencegah Pele pergi dari Brazil di tengah konflik politik, setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun. Boleh jadi Pele punya hasrat untuk tampil di Eropa. Tapi karena situasi politik, ia tak berkesempatan hijrah ke Eropa.

Nyaman

Selain faktor politis, nyaman mungkin menjadi alasan yang paling manusiawi kenapa Pele tidak pernah hijrah ke Eropa. Di Brazil, ia sudah sangat akrab dengan lingkungannya. Ditambah lagi keluarganya tinggal di Brazil. Ia senang bisa makan masakan orang tuanya kapan pun. Saat diwawancarai Daily Telegraph, Pele mengatakan hanya Brazil dan Santos tim dalam hidupnya.

Ketika pemain-pemain hebat Eropa banyak yang pindah ke klub di benua lain, misal Amerika dan Asia untuk menghabiskan masa tuanya, Pele tidak. Saat usianya 35 tahun dan sudah terlalu lapuk untuk bermain di Santos, Pele justru masih diburu klub-klub Eropa.

Meskipun pada saat itu pula dirinya sedang mengalami krisis keuangan, Pele tetap menolak tawaran klub Eropa. Padahal mungkin saja dengan bermain di Eropa, ekonominya akan pulih. Alih-alih ke Eropa, Pele justru menerima tawaran New York Cosmos di usia tersebut.

Keputusannya itu didasari karena Pele ingin mengenalkan sepak bola ke publik New York. Ia membela New York Cosmos tahun 1975-1977. Di klub inilah Pele akhirnya memutuskan gantung sepatu dengan meninggalkan catatan 1363 pertandingan dan 1281 gol sepanjang kariernya. Pele pun dijuluki O Rei atau Sang Raja.

Bukan Soal Rasisme

Keengganan Pele bermain di Eropa acap kali memunculkan dugaan rasisme di Eropa. Namun, Pele menegaskan bahwa di Eropa tidak ada rasisme.

Kendati tak pernah membela satu pun klub di Eropa, ia pernah tampil atau sekadar datang ke Benua Biru. Pele bilang kalau di Eropa tidak mungkin ada rasisme karena tim-tim Eropa juga banyak dihiasi pemain berkulit hitam.

Sewaktu tampil di final Piala Dunia 1958 di Swedia, Pele tidak mengalami perlakuan rasisme. Kala itu hanya Timnas Brazil yang dipenuhi pemain berkulit hitam. Pele mengatakan, rasisme di Eropa hanya sebuah kontroversi untuk memenuhi kebutuhan surat kabar.

Media dan teknologi lah yang membesar-besarkan isu rasisme di Eropa. “Saya kira pemain harus berbicara, agar pers melaporkan. Sekarang hal kecil apa pun dianggap rasisme. Mereka (pers) sangat menekankan hal ini,” kata Pele seperti dikutip The42.

Soal sepak bola, Eropa boleh menjadi kiblatnya. Tapi bukan berarti semua pemain hebat berada di sana dan menikmati gaji yang tentu saja lebih banyak dari pemain di Liga BRI. Sosok Pele itu nyata, bukan fiktif bagai keadilan di Indonesia.

Sumber referensi: futbolretro.es, sportskeeda.com, primetimesportstalk.com, aljazeera.net, the42.ie.

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 14 September 2021

FERGUSON BONGKAR CARA RAYU RONALDO UNTUK BALIK KE MU

Mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, membongkar perannya dalam memulangkan Cristiano Ronaldo ke Old Trafford. Hal itu ia katakan setelah menyaksikan laga debut kedua Ronaldo bersama MU melawan Newcastle United. Fergie mengaku punya peran dalam memulangkan Ronaldo ke Teater Impian. Sebelum balik ke MU, CR7 sempat didekati Manchester City yang kemudian menarik diri dari negosiasi. Celah tersebut langsung dimanfaatkan oleh Ferguson dan kubu MU buat menggaet si pemain. Ferguson meminta pemilik MU, Keluarga Glazer, untuk membeli CR7.

LUKAKU KAPOK TIRU SELEBRASI DIDIER DROGBA

Romelu Lukaku kapok melakukan selebrasi knee slide ala Didier Drogba gara-gara terjungkal saat mencoba meniru idolanya tersebut. Pada akhir pekan lalu, setelah membuka keunggulan Chelsea kontra Aston Villa, Lukaku melakukan selebrasi berseluncur dengan menggunakan kedua lututnya. Sayang, saat melakukan hal itu, Lukaku terjungkal ke depan. Usai insiden tersebut, keesokan harinya Lukaku tampak kapok melakukan selebrasi tersebut. Dalam cuitan Twitternya, Lukaku menyatakan tidak akan lagi melakukan selebrasi meluncur dengan lutut.

SOLSKJAER TAK AKAN MAINKAN RONALDO DI SETIAP PERTANDINGAN

Penyerang Manchester United, Cristiano Ronaldo merupakan tipe pemain yang memang tidak suka bila ditarik keluar dan tak jarang menunjukkan ekspresi kekesalannya saat gagal bermain penuh 90 menit. Tapi, pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer rupanya tidak mau menuruti kemauan Ronaldo tersebut. Sebab Solskjaer melihat Ronaldo tetap pemain senior yang butuh penanganan ekstra, agar kondisi fisiknya tetap terjaga sepanjang musim. Pelatih asal Norwegia itu memastikan Ronaldo takkan bermain terus.

WESLEY FOFANA MENGAKU REAL MADRID ADALAH IMPIANNYA

Real Madrid dikabarkan tertarik ingin mendatangkan Wesley Fofana. Bek yang kini memperkuat Leicester City itu mengakui bahwa Los Blancos merupakan klub impiannya sejak kecil. β€œRumor tentang Real Madrid? Suatu kehormatan, Real Madrid adalah klub impian saya. Ini adalah klub terbesar di dunia dan impian saya adalah bermain di sana,” katanya dalam sebuah wawancara di YouTube. Peluang Fofana untuk perkuat Madrid masih sangat besar. Sebab, tim besutan Ancelotti membutuhkan pemain belakang yang tangguh setelah ditinggal pergi Raphael Varane dan Sergio Ramos.

ARTETA NYARIS KENA MENTAL GARA-GARA KRITIKAN FANS ARSENAL

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta lega melihat dukungan fans dalam kemenangan 1-0 timnya atas Norwich City pada pekan keempat Liga Inggris 2021/22, Sabtu (11/9). Namun ia mengaku sempat kepikiran setelah diterpa kritikan. Betapa tidak, Arteta berada di posisi sulit karena rentetan hasil buruk di awal musim ini. Arsenal menelan tiga kekalahan beruntun di liga, tanpa gol, kebobolan 9. Fans Arsenal sempat menyuarakan #ArtetaOut beberapa pekan terakhir. Sebab itu, Arteta merasa tidak akan mendapatkan dukungan, tapi ternyata justru sebaliknya.

ANCELOTTI BUKA SUARA SOAL KEGAGALAN MADRID REKRUT MBAPPE

Real Madrid menjadikan pemain internasional Prancis Kylian Mbappe sebagai target utama pada jendela transfer musim panas. Sayangnya, Los Blancos gagal memboyong sang pemain dari Parc des Princes. Bos Real Madrid Carlo Ancelotti mengklaim pihaknya tak kecewa meski belum berhasil mendatangkan Mbappe ke Bernabeu. Di sisi lain, mereka tak memungkiri Mbappe merupakan pemain yang hebat. Ancelotti percaya dengan skuat mereka yang sekarang pun target di berbagai ajang tetap tampak realistis.

PRESIDEN LA LIGA SEBUT FLORENTINO PEREZ ‘SANDERA’ BARCELONA

Presiden La Liga, Javier Tebas mengatakan bahwa Barcelona sedang disandera oleh presiden Real Madrid Florentino Perez. Hal tersebut ia sampaikan setelah Blaugrana bergabung dengan Madrid untuk menolak kesepakatan dengan CVC La Liga, yang ingin memberikan suntikan dana. Padahal jika berdasarkan beberapa laporan, andai Barcelona menandatangani kontrak tersebut, besar kemungkinan bintang mereka yang hijrah ke Paris Saint-Germain Lionel Messi akan tetap berada di Camp Nou.

THOMAS MULLER KURANG GAIRAH HADAPI BARCELONA TANPA MESSI

Penyerang Bayern Muenchen, Thomas Mueller mengatakan timnya kurang gairah menghadapi Barcelona tanpa Lionel Messi. FC Hollywood akan menghadapi Blaugrana di fase grup Liga Champions 2021/22 di stadion Camp Nou, tengah pekan ini. Lebih lanjut, Muller mengatakan kehadiran Messi bisa menjadi pembeda di Blaugrana. Menurutnya, tanpa kehadiran La Pulga, Barcelona akan menerapkan skema permainan bertahan. Kendati demikian, penyerang timnas Jerman itu tetap menganggap Barcelona sebagai tim yang sulit untuk dikalahkan.

JUVENTUS TAKLUK DARI NAPOLI, SZCZESNY DIHUJAT MEDIA-MEDIA ITALIA

Kiper asal Polandia, Wojciech Szczesny mendapat hujatan dari media-media di Italia usai Juventus takluk dari Napoli dalam laga pekan ketiga Liga Italia 2021/22. Szczesny dianggap sebagai biang kekalahan karena melakukan dua kesalahan. Kesalahan pertama adalah Szczesny gagal mengeblok sempurna tendangan melengkung Lorenzo Insigne dari luar kotak penalti. Bola muntah didorong di dekat gawangnya dan memungkinkan Matteo Politano untuk menyambar rebound. Lalu, Szczesny tidak bisa mengantisipasi datangnya si kulit bundar dalam proses terjadinya gol Kalidou Koulibaly yang diawali sepak pojok.

IMMOBILE HADIAH SEORANG ANAK JERSEY, USAI TAK SENGAJA DIBUATNYA MENANGIS

Kejadian unik terjadi dalam laga AC Milan vs Lazio dalam pekan ketiga Liga Italia 2021/22. Tepatnya di sesi pemanasan, striker Lazio, Ciro Immobile, kedapatan tak sengaja membuat seorang anak menangis. Kala itu, Immobile mencoba melakukan tendangan keras. Namun, tendangan tersebut secara tidak sengaja mengenai seorang anak yang berada di tribun penonton. Immobile pun langsung menghampiri anak tersebut dan sebagai bentuk permintaan maafnya, Immobile langsung memberikan anak itu jersey miliknya.Β 

HASIL PERTANDINGAN

Dari lanjutan Liga Primer Inggris, Everton sukses menekuk Burnley dengan skor 3-1. Bertanding di Goodison Park, Everton tertinggal lebih dulu lewat gol Ben Mee di menit ke-53. Namun Everton berhasil membalasnya melalui gol dari Michael Keane di menit ke-60, Andros Townsend di menit ke 65, dan Demarai Gray di menit ke-66. Dengan hasil ini Everton naik ke peringkat keempat dengan 10 poin. Sementara Burnley berada di urutan ke-18.

Di ajang Liga Spanyol, Granada harus menyerah dari Real Betis dengan skor 1-2. Betis membuka skor lewat aksi Rodri di akhir babak pertama, kemudian Luis Suarez berhasil membawa Granada menyamakan kedudukan di menit ke-66. Kemenangan Betis dipastikan berkat gol Sergio Canales di menit ke-89.Β 

FIFA 22: RATING MESSI TERTINGGI, RONALDO TURUN PERINGKAT

Lionel Messi dipastikan memuncaki tangga rating pemain di video gim FIFA 22. Pemain yang hijrah ke PSG dari Barcelona itu dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik dalam edisi video gim FIFA teranyar. Sementara itu striker Bayern Munchen Robert Lewandowski dinobatkan menjadi yang terbaik kedua di FIFA edisi teranyar itu, menggeser rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo, yang kini harus puas dengan tempat ketiga. Di posisi keempat dan kelima ada nama Kevin De Bruyne dan Kylian Mbappe.

POGBA DIYAKINI PILIH BERTAHAN DI MU BERKAT SOSOK RONALDO

Kembalinya Cristiano Ronaldo ke Manchester United berpengaruh kepada Paul Pogba. Gelandang asal Prancis itu dilaporkan berminat untuk memperpanjang masa baktinya yang tersisa satu tahun di Old Trafford. Sebelumnya muncul desas-desus bahwa Pogba sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri kontraknya di MU. Dia bisa pergi dengan status bebas transfer musim depan untuk kedua kalinya dalam kariernya. Namun dengan adanya Ronaldo, Pogba diyakini memilih bertahan di MU.

JUVENTUS TANPA CHIESA DAN BERNARDESCHI DI MARKAS MALMO

Juventus akan bertandang ke markas Malmo FF pada laga pertama fase grup Liga Champions 2021/22 tengah pekan ini. Namun Bianconeri tak akan diperkuat dua pemain sayapnya, Federico Chiesa dan Bernardeschi. Menurut beberapa laporan media lokal, Chiesa mengalami cedera hamstring yang cukup berat, sehingga memaksa dia untuk beristirahat lebih lama dari pertandingan kompetisi. Tak jauh berbeda, Bernardeschi juga mengalami cedera lutut setelah berlaga melawan Napoli.

MADRID VS INTER MILAN DI LIGA CHAMPIONS, EL REAL TANPA LIMA PILAR

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, tidak membawa lima pilar untuk menghadapi Inter Milan di Liga Champions, Kamis dinihari. Mereka yang absen melawan Inter itu adalah Gareth Bale, Toni Kroos, Dani Ceballos, Marcelo, dan Ferland Mendy. Bale mengalami cedera hamstring yang membuatnya lama absen. Kemudian Kroos, Ceballos, Marcelo, dan Mendy masih dalam tahap pemulihan. Namun, Madrid tak perlu cemas karena mereka bisa membawa sejumlah pemain lainnya yang sedang dalam kondisi on fire, seperti Vinicius, Benzema, dan bintang anyar, Camavinga.Β 

GARETH BALE CEDERA, CERITA LAMA BUAT REAL MADRID

Musim baru dimulai, Gareth Bale sudah cedera. Bale diserang cedera dalam sesi latihan terakhir Real Madrid sebelum duel kontra Celta Vigo akhir pekan kemarin. Diketahui pemain Wales itu alami cedera hamstring. Belum ada kepastian soal berapa lama Bale harus menepi. Namun, cedera hamstring biasanya membutuhkan waktu 4-6 pekan untuk pulih total. Pihak Madrid sendiri tidak terkejut dengan cederanya Bale. Pasalnya, ini sudah jadi cerita lama bagi Madrid. Bale kerap kali cedera pada beberapa tahun terakhir.

LAGA LANJUTAN NICE VS MARSEILLE DIMAINKAN 27 OKTOBER

Komisi kompetisi Liga Sepak Bola Profesional Prancis (LFP) pada Senin (13/9) mengumumkan jadwal lanjutan pertandingan pekan ketiga Liga Prancis antara OGC Nice vs Marseille. Laga lanjutan akan digelar pada 27 oktober mendatang. Arena pertandingan diumumkan menyusul, tetapi pasti akan dimainkan di tempat netral sesuai keputusan Komisi Disiplin LFP pada tengah pekan lalu. Laga kedua tim sebelumnya terhenti di menit ke-75 akibat insiden keributan pemain Marseille dengan pendukung Nice.

MANTAN PENYERANG CHELSEA DEMBA BA PENSIUN DARI SEPAKBOLA

Mantan penyerang Chelsea Demba Ba mengumumkan lewat akun twitternya pensiun dari sepak bola. Pemain Senegal itu gantung sepatu di usia 36 tahun saat berkostum Klub Swiss, Lugano. Demba Ba membela berbagai klub di sepanjang karier sepakbolanya. Setelah sukses di Chelsea dan Newcastle United, Ba membela West Ham United, Besiktas, Shanghai Shenhua, dan Istanbul Basaksehir. Sementara di level timnas, Demba Ba membela Senegal dalam 22 pertandingan.

BAKAYOKO JADI KORBAN PELECEHAN RASISME DI LAGA MILAN VS LAZIO

Tiemoue Bakayoko kembali menerima pelecehan rasis dari fans Lazio saat menjalani debutnya bersama AC Milan dalam kemenangan timnya pada giornata ketiga Serie A. Pada saat laga memasuki menit ke-61, terdengar nyanyian rasis ketika gelandang 27 tahun itu masuk menggantikan Franck Kessie. Nyanyian itu dilaporkan diulang tiga kali oleh beberapa fans Biancocelesti yang hadir di bagian tandang San Siro. Insiden itu kemungkinan akan diselidiki dalam beberapa hari mendatang dan ada kemungkinan Lazio dapat menghadapi hukuman atas insiden tersebut.

PRESIDEN LA LIGA: REAL MADRID BISA BELI MBAPPE DAN HAALAND SEKALIGUS

Presiden La Liga, Javier Tebas mengatakan Real Madrid memiliki uang untuk mengontrak Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain) dan Erling Haaland (Borussia Dortmund) pada musim panas 2022 mendatang.Β  Tebas juga mengkritisi mengapa PSG tak mau melepas Mbappe pada Los Blancos di musim panas kemarin. Tebas mengkritisi struktur finansial Ligue 1 yang membuat PSG dengan leluasa mendatangkan banyak bintang di bursa musim panas kemarin.

RIBUT MASALAH UANG, DANI ALVES KINI MENDADAK JADI PENGANGGURAN

Bek veteran Dani Alves mendadak jadi pemain bebas transfer hanya satu bulan setelah meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Pemain 38 tahun itu dipastikan meninggalkan Sao Paulo yang merupakan klubnya saat ini. Klub Brasil itu tidak mampu membayar gaji tingginya dan berhutang sebesar 2,5 juta pounds atau setara dengan Rp 49 miliar. Gara-gara hutang itu Alves tak terima dan meninggalkan Sao Paulo begitu saja. Kontrak Alves diputus atas kesepakatan kedua belah pihak.

BRAITHWAITE OPERASI LUTUT, PENYERANG BARCELONA MAKIN TIPIS

Ikon baru Barcelona, Martin Braithwaite harus menjalani operasi pada lututnya. Barcelona tak menyebut secara rinci berapa lama Braithwaite akan menepi setelah operasi. Namun, laporan yang beredar menyebut bahwa bekas pemain Leganes itu akan absen 3-4 bulan. Absennya Braithwaite membuat pilihan Barca di lini serang makin terbatas. Aguero, Dembele, dan Ansu Fati juga absen karena cedera, sementara Messi dan Griezmann sudah hengkang. Tinggal tersisa Memphis Depay, Luuk de Jong, dan Yusuf Demir yang akan jadi andalan Barca dalam beberapa waktu ke depan.

DIANGGAP ILEGAL, UEFA PAKSA AJAX UBAH DESAIN JERSEY BOB MARLEY

Jersey ketiga Ajax Amsterdam yang bernuansa legenda musik Reggae Bob Marley kena semprot UEFA. Asosiasi tertinggi di benua Biru itu menegur pihak klub dan meminta mereka menghilangkan logo tiga burung yang ada di belakang jersey tersebut. UEFA melarang tiga burung tersebut karena tidak menjadi bagian dari logo sponsor ataupun logo klub. Namun alasan tersebut dianggap tidak masuk akal oleh sejumlah pihak.

TIMO WERNER MUNGKIN KE BAYERN JANUARI MENDATANG

Bayern Munich sudah mulai menjalin komunikasi untuk meraih kesepakatan dengan Chelsea terkait transfer Timo Werner. Terlepas dari performanya yang tidak stabil, Bayern dikabarkan tertarik untuk mendatangkan Werner guna menjadi pelapis bagi Lewandowski yang kini sudah berusia 33 tahun. Striker timnas Jerman itu bisa saja pindah ke Allianz Arena pada 2022 mendatang.Β 

JESSE LINGARD DIINACR LEICESTER CITY

Leicester City dikabarkan menjadi kontender terkuat untuk mendatangkan gelandang MU, Jesse Lingard. Klub berjuluk The Foxes akan mempertimbangkan untuk merekrut Lingard pada musim panas 2022 mendatang. Lingard sebenarnya diperkirakan akan meninggalkan Old Trafford musim panas ini, tapi Lingard ingin berjuang untuk masuk dalam starting lineup Setan Merah. Teranyar, Lingard berhasil mencetak gol perdananya bersama MU sejak Juni 2020 lalu, saat melawan Newcastle United akhir pekan lalu.

Hwang Hee-chan, Dulu Pecundang di GBK, Kini Bersinar di Premier League

0

12 Oktober 2013 jadi hari yang bersejarah untuk timnas U-19. Di pertandingan terakhir babak kualifikasi Piala Asia U-19 edisi 2014, Indonesia yang diperkuat Hansamu Yama, Ricky Fajrin, Ravi Murdianto, hingga Maldini Pali sukses mencundangi Korea Selatan dengan skor 3-2. Malam itu, Evan Dimas jadi bintang lapangan setelah sukses mencetak 3 gol alias hattrick.

Pertandingan malam itu membuat timnas U-19 asuhan Indra Sjafri menyapu bersih seluruh pertandingan babak kualifikasi dan lolos ke Piala Asia U-19. Di sisi lain, kekalahan tersebut membuat Korea Selatan harus puas mengakhiri babak kualifikasi sebagai runner-up.

Di tengah hujan yang mengguyur Stadion Utama Gelora Bung Karno, para pemain Korea Selatan tertunduk lesu, salah satu yang nampak kecewa adalah Hwang Hee-chan. Namun siapa sangka, dalam hitungan tahun, ia menjadi pemain yang jauh lebih bersinar ketimbang Evan Dimas cs yang dulu mengalahkannya.

Berbakat Sejak Usia Dini, Hwang Hee-chan Langsung Hijrah ke Eropa di Usia Muda

Bakat sepak bola Hwang Hee-chan sudah terlihat sejak usia dini. Pada tahun 2008 saat dirinya masih di kelas 6 SD, ia jadi top skor Hwarang Daegi Tournament. 19 gol yang ia cetak jadi rekor gol terbanyak yang bertahan hingga detik ini. Hwang juga memenangi Dongwon Youth Cup bersama Singok Elementary School. 2 kompetisi tersebut merupakan kompetisi sepak bola untuk pemain usia dini di Korea Selatan.

Penampilan tersebut berbuah panggilan timnas Korea U-12 dan ia sukses menampilkan performa bagus saat tampil di Kanga Cup. Di turnamen internasional yang diadakan di Canberra, Australia itu Hwang Hee-chan berhasil mencetak 22 gol. Berkat performa tersebut, ia dianugerahi penghargaan Cha Bum-kun Football Award, gelar yang hanya diberikan kepada pemain muda terbaik Korea Selatan.

Hwang kemudian melanjutkan sekolahnya di Pohang Jecheol Junghaggyo, sekolah menengah pertama yang berafiliasi dengan tim U-15 Pohang Steelers. Di sana, ia berhasil memenangkan Liga Sekolah Nasional Korea dan terpilih sebagai MVP.

Selanjutnya, Hwang bergabung dengan Pohang Jecheol Godeunghaggyo, SMA yang juga berafiliasi dengan Pohang Steelers U-18. Di Liga Sekolah Nasional ia terpilih dalam 11 pemain terbaik setelah mencetak 10 gol dalam 6 pertandingan. Saat berada di kelas 2 SMA, ia bahkan sudah berhasil mengantar sekolahnya menjuarai K-League Junior dan berhasil mencetak 12 gol dalam 12 pertandingan.

Setelah lulus SMA pada 2014, Pohang Steelers berniat memberikannya kontrak profesional untuk bermain di K-League. Namun keputusan berani diambil Hwang Hee-chan yang justru menandatangi kontrak dengan klub Liga Austria, Red Bull Salzburg. Langkah tersebut sempat menimbulkan kontroversi karena dianggap transfer yang tidak sah oleh publik Korea.

Hijrah ke Red Bull Salzburg, Hwang Hee-chan Tampil Bagus di Liga Champions

Akan tetapi, Hwang tetap berangkat ke Austria. Beruntung, ia bergabung dengan Red Bull Salzburg yang akrab dengan pemain muda dan punya jaringan yang luas. Klub milik Red Bull itu juga menilai bakat Hwang Hee-chan dengan jeli. Ia dikirim terlebih dahulu ke FC Liefering, tim satelit Salzburg yang bermain di kasta kedua. Selama 2 musim, Hwang berhasil mencetak 13 gol dan 8 asis dari 31 penampilan.

Hwang kemudian mendapat debutnya untuk Red Bull Salzburg di musim 2015/2016. Ia kemudian mencatat 126 penampilan dan mencetak 45 gol dan 29 asis. Meski sempat dipinjamkan ke Hamburg SV pada musim 2018/2019, Hwang Hee-chan adalah pilar penting Salzburg. Ia berhasil mempersembahkan 4 trofi Austrian Bundesliga dan 3 trofi Austrian Cup.

Salah satu penampilan terbaiknya untuk Red Bull Salzburg terjadi di musim 2019/2020. Hwang yang berposisi sebagai winger membentuk trio menakutkan bersama Erling Haaland dan Takumi Minamino. Golnya ke gawang Liverpool di babak grup Liga Champions 2019 adalah salah satu gol terbaiknya. Hwang berhasil mengecoh Virgil Van Dijk sebelum melepas sepakan kencang yang menggetarkan gawang Alisson Becker.

Di level tim nasional, Hwang Hee-chan juga menorehkan prestasi mentereng. Ia jadi bagian skuad timnas Korea Selatan yang sukses menembus perempat final Olimpiade 2016. Bersama Son Heung-min, ia berhasil mengantar timnas Korea Selatan meraih medali emas Asian Games 2018. Ia juga jadi bagian skuad Shin Tae-yong di Piala Dunia 2018.

Di musim panas 2020, Hwang Hee-chan menapaki karier yang lebih tinggi. Ia dilego ke RB Leipzig dengan mahar 9 juta euro. Sayangnya, Hwang yang mendapat kontrak selama 5 tahun belum berhasil menampilkan performa apik untuk Leipzig. Di musim pertamanya, ia gagal mencetak satupun gol di Bundesliga Jerman. Namun, ia berhasil mencetak 3 gol di ajang DFB-Pokal dan mengantar Leipzig hingga babak final.

Kalah saing, Hwang Hee-chan kemudian dipinjamkan ke Wolverhmapton Wanderers di musim panas 2021. Sambutan meriah langsung ia dapat dari publik Molineux Stadium saat dirinya diperkenalkan sebagai pemain baru sesaat sebelum kick-off pertandingan melawan Manchester United, Minggu 29 Agustus kemarin.

Debut Untuk Wolverhampton, Hwang Hee-chan Cetak Gol Pertamanya di Premier League

Rasanya, bermain untuk tim sekelas Wolverhampton bakal menaikkan level permainan Hwang Hee-chan. Ia menjalani debut di pertandingan keempat Liga Primer Inggris kala Wolves bertandang ke markas Watford. Diturunkan sebagai pemain pengganti di babak kedua, Hwang menjawab kepercayaan pelatih Bruno Lage dengan sempurna.

Hwang menyambar bola rebound dari jarak dekat setelah tembakan Marcal terkena blok. Gol tersebut berhasil mengunci kemenangan pertama Wolverhampton di Premier League musim ini. Gol tersebut sekaligus jadi gol perdana Hwang Hee-chan di pentas Liga Primer Inggris.

β€œKami tidak punya banyak waktu untuk berlatih dengannya. Dia tiba setelah penerbangan 16 jam pada hari Kamis sehingga kami tidak punya banyak waktu. Bagus baginya untuk memulai dengan sebuah gol. Dia harus terus memberikan apa yang dia lakukan hari ini.” kata Bruno Lage, manajer Wolverhampton dikutip dari The Guardian.

Mengutip dari The Korea Times, Hwang adalah pemain Korea Selatan ke-14 yang bermain di Premier League dan pemain ketujuh dari Korea yang mencetak gol di liga Inggris. Hwang adalah salah satu dari dua pemain Korea Selatan di Liga Premier Inggris musim ini setelah bintang Tottenham Hotspur Son Heung-min. Sama seperti seniornya, Hwang juga fasih berbahasa Inggris dan Jerman.

Bila mampu terus menampilkan performa apik, bukan tak mungkin Hwang akan dipermanenkan Wolverhampton. Di akhir musim nanti, Wolves punya opsi pembelian permanen senilai 13 juta euro.

β€œHwang adalah pemain yang telah kami tonton selama beberapa tahun terakhir. Dia bisa bermain di semua posisi depan, striker, second striker atau wide. Dia memiliki rekor mencetak gol yang fantastis di Salzburg dan akan memberi kami pilihan bagus di lini depan. Hwang memiliki asal usul yang bagus, setelah bermain di Liga Champions dan di Piala Dunia. Dia memiliki banyak kecepatan, tenaga, dan kekuatan. Mungkin sedikit berbeda dengan apa yang kami miliki, dan kami pikir dia adalah akuisisi yang kuat untuk skuat.” kata Scott Sellars, Direktur Teknis Wolverhampton.

Perjalanan karier Hwang Hee-chan membuktikan kepada kita bahwa ada yang salah dengan pembinaan pemain di Indonesia. Hwang yang dulu jadi pecundang di GBK, nyatanya punya jalan karier yang jauh lebih cemerlang dibanding penggawa timnas U-19 yang dulu mengalahkannya.

Memutuskan hijrah ke Eropa nyatanya berbuah manis bagi karier Hwang Hee-chan. Skillnya bertambah, fisiknya tambah kuat, dan yang jelas pengalamannya tampil di pentas dunia membuat mentalitasnya jauh melebihi pemain timnas U-19 yang dulu membuatnya tertunduk lesu.

Semoga kisah Hwang Hee-chan ini bisa jadi inspirasi pemain muda Indonesia untuk berani mengambil langkah berkarier di luar negeri. Bakat dan prestasi di usia muda tak menjamin kesuksesan seorang pemain di masa mendatang. Kerja keras, disiplin, dan mental juara harus terus diasah, tentunya di asah di tempat terbaik dengan iklim dan atmosfer yang positif.


***
Sumber Referensi: Wolves, Inews, The Guardian, Korea Times, Naver, MyDaily.