Beranda blog

MENGERIKAN! Klub Ini Juara Liga Beruntun Terlama

0

Musim lalu persaingan sengit terjadi di Liga Inggris. Manchester City dan Liverpool seperti petarung kelas berat yang mati-matian untuk merebut gelar juara. The Citizen akhirnya keluar sebagai juara dengan mengumpulkan 93 poin. Liverpool tak kuasa menyalipnya dengan hanya finis di peringkat kedua, mengumpulkan 92 poin.

Saling tikam hingga akhir biasa di Liga Inggris. Meski dalam dua musim terakhir, Manchester City mendominasi. Namun, sampai hari ini City hanya bisa menjadi juara Liga Inggris dua kali beruntun, tidak lebih. Musim ini saja, gelar juara City sangat berpeluang direbut Arsenal.

Meski terkenal ganas, Liga Inggris masih bisa menghasilkan juara beruntun dalam waktu yang lama. Pun liga-liga lainnya yang juga pernah menghasilkan para juara beruntun terlama. Berikut adalah klub yang bisa menjuarai liga beruntun terlama.

Manchester United

Liga Inggris sulit didapatkan? Sir Alex Ferguson mungkin tak pernah berpikir demikian. Manajer yang buku otobiografinya terjual lebih dari 115 ribu eksemplar dalam kurun seminggu itu adalah manajer Manchester United paling sukses. Kegalibannya bahkan diakui dunia.

Sir Alex mengantarkan MU juara beruntun terlama. Bahkan dalam dua periode yang berbeda. Periode pertama, United di tangan Fergie juara tiga musim beruntun dari 1999-2001.

Pada musim 1998/99, United bahkan mengawinkan gelar Liga Inggris dengan Piala FA usai mengalahkan Newcastle di final. Fergie mengandalkan beberapa pemain hasil peremajaan skuadnya di periode itu. Salah satunya Peter Schmeichel yang tak tergantikan.

Fergie juga mendatangkan Fabien Barthez. Kiper Prancis yang eksentrik itu turut mengantarkan MU juara tiga musim beruntun pada musim 2000/01. Fergie pun mengulangi kesuksesan itu dengan juara dari 2007-2009.

United diperkuat generasi terbarunya, termasuk Cristiano Ronaldo. Sang Siu memainkan peran utama, mencetak 42 gol kala itu. MU yang diperkuat Nani, Owen Hargreaves, Tevez, dan Anderson menggondol trofi Liga Inggris musim 2006/07 yang hampir direbut Chelsea.

Musim berikutnya, United superior di beberapa kompetisi. Setan Merah juara Liga Champions musim itu, plus menambah koleksi trofi Liga Inggris. Musim 2008/09, United memang takluk atas Barcelona di final Liga Champions. Tapi Gary Neville kembali mengangkat trofi Liga Inggris.

Olympique Lyonnais

Kisah paling menakjubkan pernah terjadi di Liga Prancis. Bukan PSG yang jadi aktornya, melainkan Olympique Lyon. Hebatnya lagi kisah itu dimulai dengan kekecewaan. Penggemar Lyon kecewa karena gelar Liga Prancis musim 2000/01 direbut oleh Nantes.

Akan tetapi, kekecewaan itu hanya bertahan semusim. Musim berikutnya, Les Gones langsung tancap gas. Melesat ke peringkat kedua. Di pertandingan terakhir Ligue 1, kala menghadapi pemuncak klasemen, RC Lens, Lyon bisa menang. Kemenangan itu merobohkan Lens di puncak klasemen.

Setelah itu, kegagalan tidak lagi jadi nama tengah Lyon. Sebab enam musim setelah itu, trofi Liga Prancis selalu merapat. Les Gones bertubi-tubi mengumpulkan gelar Ligue 1. Memastikan bahwa tim lain, termasuk PSG hanya jadi penghias saja.

Keperkasaan Les Gones berkat pemain yang mereka hasilkan dan datangkan. Seperti Juninho Pernambucano dengan kekuatan tendangan bebasnya yang mematikan. Lyon dalam kurun waktu itu juga tak pernah kekeringan mesin gol.

Sonny Anderson, Peguy Luyindula, sampai Karim Benzema adalah penyerang berdarah dingin yang memperkuat Lyon kala itu. Tidak hanya itu, ada Eric Abidal, Sylvain Wiltord, serta Hatem Ben Arfa.

Tujuh musim dominasi Lyon di Liga Prancis itu dikenal orang sebagai kisah “Magnificent Seven”. Sayangnya, pada musim 2008/09 gelar di tangan Lyon lepas. Girondins Bordeaux menyitanya. Sejak saat itu sampai hari ini Lyon hancur. Les Gones belum meraih trofi Liga Prancis lagi.

Juventus

Juventus adalah tim yang paling banyak meraih gelar juara Serie A beruntun. Meski Bianconeri remuk setelah skandal Calciopoli 2006. Juventus terdegradasi ke Serie B. Sejak 2007 mereka berjuang mati-matian untuk kembali ke Serie A. Sepanjang tahun 2007-2011, Juventus menampilkan performa di atas rata-rata klub Serie B.

Si Nyonya Tua pun naik lagi ke Serie A. Saat mulai bermain lagi di Serie A musim 2011/12, Bianconeri langsung menggebrak. Antonio Conte ditunjuk sebagai pelatih. Allenatore yang juga mantan pemain itu mengejutkan banyak orang.

Juventus langsung juara setelah kembali ke Serie A. Bermodal pemain-pemain seperti Giorgio Chiellini, Claudio Marchisio, dan Andrea Pirlo, ia memberikan lagi dua trofi pada tahun 2013 dan 2014.

Usai tak lagi dilatih Conte, Juve mempekerjakan mantan pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri. Pria 52 tahun yang membantu Rossoneri mengklaim gelar Serie A pada 2011 itu ditunjuk sebagai pelatih Juventus pada tahun 2014. Di tangan Allegri, Si Nyonya Tua memborong lima trofi Serie A beruntun dari 2015-2019.

Mantan pelatih Chelsea, Maurizio Sarri adalah pelatih berikutnya yang melanjutkan estafet Serie A Juventus. Sarri menukangi Bianconeri tahun 2019. Namun, saat Sarri datang ke Juventus, ia mendapat tekanan besar. Juve yang dilatihnya keok di tangan Lazio di Supercoppa Italia. Tidak hanya itu, di kompetisi Coppa Italia pun Sarri gagal menyabet gelar juara karena di final kalah dari Napoli.

Tetapi, Sarri bukan sosok pelatih yang mentalnya gampang hancur karena tekanan. Ia masih punya kesempatan untuk memberikan sekali lagi trofi Serie A, untuk menggenapi 9 musim beruntun Juventus raih scudetto. Sarri pun berhasil.

Bayern Munchen

Jika membicarakan raja liga yang sesungguhnya, Bayern Munchen bolehlah masuk pilihan. Die Roten adalah satu-satunya klub di lima liga top Eropa yang bisa menjuarai liga domestiknya selama satu dekade berturut-turut. Ya, benar, selama 10 tahun. Wow!

Bayern memulai supremasinya pada musim 2012/13 saat dilatih Jupp Henyckes. Die Roten menyabet gelar juara Bundesliga dalam 10 musim beruntun dengan 6 pelatih yang berbeda. Selain Jupp Heynckes, ada Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, Niko Kovac, Hansi Flick, dan terakhir Julian Nagelsmann.

Dengan kata lain, meski bergonta-ganti pelatih, Munchen tetaplah konsisten. Dominasi mereka memang seperti monopoli. Namun, harus diakui kekuatan Bayern Munchen dari masa ke masa memang tak pernah surut.

Ada beberapa pemain yang ikut membuat Munchen mendominasi Bundesliga. Salah satu yang paling senior adalah Thomas Muller. Selain itu ada David Alaba yang masuk 2010, Manuel Neuer dan Jerome Boateng yang masuk tahun 2011, serta Javi Martinez yang bergabung pada 2012.

Kelima pemain itu sangat brilian. Mereka membantu Bayern Munchen meraih treble dan sextuple, terutama Thomas Muller. Ia adalah satu-satunya manusia yang mengangkat trofi Bundesliga sebanyak 11 kali. Muller juga mencetak setidaknya 200 gol dan asis secara keseluruhan dari 600 penampilan untuk Die Roten.

BATE Borisov

Meski Bayern Munchen adalah rajanya liga domestik, tapi kalau kita bicara Eropa secara keseluruhan, BATE Borisov adalah yang paling layak disebut raja. Sebab, tim dari Belarusia ini sudah juara liga domestik selama 13 musim beruntun. Membuat tim ini disebut-sebut sebagai tim tersukses di Liga Belarusia.

BATE mendominasi sejak 2006-2018. Menjadikan mereka klub yang bisa menguasai separuh lebih perjalanan Liga Belarusia. Liga Utama Belarusia sendiri mulai pada 1992. Namun, BATE belum hadir kala itu. Tim ini baru terbentuk tahun 1996. Namun, BATE bisa meraih 15 trofi liga.

Klub ini sejatinya berdiri tahun 1973 di era Uni Soviet. Akan tetapi, BATE Borisov hilang dari peredaran karena pada 1984 klub ini dibubarkan. BATE Borisov kemudian bangkit lagi tahun 1996 atau tepatnya 12 tahun kemudian.

Mulai dari situ, mereka bersaing di papan atas. Pesaing terberatnya adalah Dinamo Minsk yang telah menoreh 7 gelar Liga Belarusia. Tim yang pernah mengalahkan Bayern Munchen tahun 2012 itu mengungguli tim-tim lain di liga top Eropa.

Di periode ketika BATE juara 13 musim beruntun, di Liga Italia dan Inggris ada tiga pemenang yang berbeda. Sementara itu, di Liga Jerman ada 4 tim yang juara, dan di Liga Spanyol ada tiga tim. Bahkan di Liga Prancis pun, pada periode itu ada tujuh tim yang juara.

Selain tim-tim tadi sejatinya masih ada Dinamo Zagreb yang berhasil menjuarai Liga Kroasia selama 11 musim beruntun. Sementara itu di dataran Spanyol, Real Madrid adalah penguasa yang sesungguhnya. Los Blancos juara dalam 5 musim beruntun sejak 1960/61-1964/65; 3 musim beruntun dari 1966/67-1968/69; dan 5 musim beruntun dari 1985/86-1989/90.

Sumber: AA, TheseFootballTimes1, DreamTeamFC, Bundesliga, ManUTD, GlobalTimes, CroatianSports, TheseFootballTimes2

Berita Bola Terbaru 25 November 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan La Liga pekan ke-13, Espanyol menang 2-1 atas Sevilla. Gol Espanyol disarangkan oleh Pere Milla menit 48 dan Roberto Fernández menit 84. Sevilla hanya membalas sekali lewat gol Marcao menit 86. Kemenangan ini bikin Espanyol naik ke urutan enam klasemen sementara. Kemenangan ini menjaga asa Espanyol untuk menembus zona Eropa musim depan.

Bergeser ke Serie A, ada Como yang menang 5-1 di kandang Torino. Gol Como dicetak oleh Jayden Addai menit 36 dan 52, Jacobo Ramon menit 71, Nico Paz menit 76, dan Martin Baturina menit 86. Sedangkan tim tuan rumah hanya membalas sekali lewat penalti Nikola Vlasic menit 45. Tambahan tiga poin bikin Como naik ke urutan enam klasemen sementara menggusur Juventus. 

Di pertandingan lain, ada klubnya Jay Idzes, Sassuolo yang tahan imbang Pisa 2-2. Gol Sassuolo dicetak Nemanja Matic menit 6 dan Kristian Thorstvedt menit 90+5. Sedangkan dua gol Pisa lahir dari M’Bala Nzola menit 4 dan Henrik Meister menit 81.

10 PEMAIN EVERTON KALAHKAN MU DI OLD TRAFFORD

Dari Inggris, ada kekalahan memalukan yang dialami oleh Manchester United. Tampil di kandang sendiri, pasukan Ruben Amorim justru kalah 1-0 dari Everton yang hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit awal. Dilansir BBC, Idrissa Gueye diusir dari lapangan setelah menampar rekannya sendiri, Michael Keane menit 13. Ini jadi pemain ketiga dalam sejarah Premier League yang diusir keluar lapangan karena melakukan pelanggaran terhadap rekan setimnya sendiri. Namun, setelah kehilangan satu pemain, Everton justru makin bringas. Mereka berhasil mencetak gol lebih dulu melalui Kiernan Dewsbury-Hall. Setelah itu, MU yang unggul jumlah malah kebingungan dan gagal menembus pertahanan Everton.

PALMER SUDAH KEMBALI LATIHAN

Jelang menghadapi Barcelona di Liga Champions, Chelsea merilis kabar bahagia. Dilansir Sport Illustrated, pemain terbaiknya, Cole Palmer sudah mulai latihan bersama tim. Kembalinya Palmer ke kamp latihan disambut tawa bahagia oleh para pemain yang lain. Kabarnya, di sesi latihan itu, Palmer menggunakan sepatu khusus untuk mempercepat pemulihan cederanya. Sepatu tersebut dianggap bisa memberikan bantalan lebih pada area yang cedera. Meski sudah latihan, Enzo Maresca belum bisa memastikan apakah Palmer akan diturunkan di laga melawan Barca atau tidak.

FRANK HADAPI PEMECATAN

Masih dari London, ada kabar yang muncul ke permukaan kalau Thomas Frank dalam tekanan pemecatan. Dilansir Team Talk, isu pemecatan ini muncul setelah para fans ramai-ramai menekan klub untuk segera bertindak saat melihat performa tim yang tak kunjung membaik. Fans merasa alasan dan permintaan maaf Frank seusai kekalahan atas Arsenal mulai tak masuk akal. Meski begitu, pihak klub akan mengkaji lebih dalam soal bagaimana proyeksi masa depan bersama Frank. Mereka tak mau terburu-buru dalam mengambil keputusan.

REKOR BURUK YANG BIKIN ISAK JADI AIB LIVERPOOL

Bergeser ke Liverpool, ada rekor buruk yang dicatatkan oleh sang bomber baru, Alexander Isak. Dilansir Bein Sport, kekalahan atas Nottingham Forest kemarin jadi momen terjadinya rekor memalukan ini. Isak menjadi pemain pertama dalam sejarah Liverpool yang kalah dalam empat penampilan perdananya di Liga Inggris. Saat ini, sang pemain juga tak kunjung mencetak gol di Premier League. Dengan banderolnya yang selangit, Isak kini dikelilingi oleh kritik dan ketidakpuasan oleh fans.

CITY SIAP BAYAR DESIRE DOUE 180 JT EURO

Fichajes melaporkan kalau Manchester City mulai tertarik untuk memboyong bintang Manchester City, Desire Doue. Menurut laporan, ketertarikan ini sudah masuk kategori serius. Karena City sudah menyusun rencana proposal senilai 180 juta euro untuk membawa sang pemain ke Etihad Stadium. Para direktur teknik City yakin Doue adalah profil yang tepat untuk meningkatkan serangan tim. Pep Guardiola yakin Doué memiliki semua yang ia cari dalam diri seorang pemain sayap modern: kecepatan, teknik, dan kepribadian. Namun, semua tergantung PSG. Apakah mereka mau melepasnya ke City atau tidak.

PUJIAN HANSI FLICK UNTUK RASHFORD

Bergeser ke Spanyol, ada Hansi Flick yang memuji kinerja Marcus Rashford jelang menghadapi Chelsea di ajang Champions League. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, Flick happy dengan keberadaan Rashford di Barca. “Saya selalu terkesan dengan kualitasnya dan kemampuannya di kotak penalti, dan dia menunjukkannya di Barcelona,” kata Flick. Sang pelatih juga berkesimpulan kalau Rashy merasa nyaman dan bahagia di Barca karena sang pemain memainkan sepakbola yang fresh. Itu dibuktikan dengan senyuman yang selalu mekar setiap hari.

YAMAL SALAHKAN BARCA ATAS CEDERANYA

Sementara itu, hubungan Lamine Yamal dengan Barcelona mulai retak. Sang pemain kabarnya mulai menyalahkan klub soal cederanya yang tak kunjung membaik. Dilansir Football Espana, kini terungkap bahwa Lamine Yamal sangat tidak puas dengan penanganan klubnya terhadap pemulihan cederanya. Yamal mengeluh kepada Barcelona. Yamal menjelaskan bahwa ia tidak senang dengan cara proses pemulihannya ditangani oleh departemen medis klub, yang dipimpin oleh Julio Tous. Kini, Yamal dan Barcelona sedang mencari jalan terbaik untuk penanganan cederanya.

PEMAIN MADRID MINTA XABI DIPECAT

Bergeser ke Real Madrid. Bak gunung merapi aktif, ruang ganti Real Madrid sudah siap meletus. Para pemain yang dipimpin oleh Vinicius Jr dan Jude Bellingham kabarnya sudah menghubungi pihak klub. Mereka semua kehilangan kepercayaan pada Xabi Alonso. Para pemain kabarnya sudah menekan klub untuk segera memecat sang pelatih, meski klub sedang di puncak klasemen. Xabi dituduh telah memecah belah sebagian besar anggota tim. Itu tidak baik untuk ekosistem permainan. Madrid pun tak mau terburu-buru untuk mengambil keputusan. Mereka akan turun sendiri untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.

ROMA IKUT PERBURUAN MATETA

Spanyol udah, kini geser ke Italia. Kabarnya, AS Roma ikutan ngejar striker Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta. Dilansir Foot Italia, meski performa tim sedang baik, Roma kesulitan dalam urusan mencetak gol. Gian Piero Gasperini ingin mencari amunisi baru di lini depan dalam waktu dekat. Mateta muncul sebagai opsi. Namun, tak akan mudah untuk menggaetnya. Sebab, AC Milan dan beberapa klub Liga Inggris juga tertarik pada striker asal Prancis tersebut.

JELANG LAGA UCL, JUVE KENA BADAI CEDERA

Menjelang tampil di Liga Champions untuk menghadapi Bodo/Glimt, Juventus dikabarkan sedang bermasalah dengan cedera. Luciano Spalletti kabarnya tidak akan membawa lima pemain pentingnya ke laga tersebut. Dilansir Football Italia, kelima pemain itu adalah Gleison Bremer, Daniele Rugani, Federico Gatti, Carlo Pinsoglio, dan Arkadiusz Milik. Dari pemain-pemain ini, Gatti jadi yang paling disayangkan. Ia bagian penting dari lini pertahanan Juve. Kabarnya, ia belum pulih dari demam dan flu.

CELTIC SEGERA PUNYA MANAJER BARU

Mampir sebentar ke Skotlandia, ada Celtic yang kabarnya telah menemukan pelatih baru musim ini. Dilansir BBC, Celtic sedang dalam tahap akhir untuk merekrut Wilfried Nancy sebagai manajer baru musim ini. Pelatih asal Prancis itu kini masih menjadi pelatih di klub MLS, Columbus Crew. Negosiasi berjalan baik dan Nancy kabarnya bersedia pindah ke Skotlandia. Jika Nancy pindah ke Celtic, maka itu akan jadi klub Eropa pertama baginya. 

RIZKI YANG DIDUGA JADI TPPO AKHIRNYA PULANG

Dari Indonesia, ada kabar bahagia datang dari Bandung. Dilansir Sport Detik, Rizki Nur Fadhilah, pesepakbola muda korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), sudah pulang ke Bandung dengan disambut haru keluarganya. Berbagai pihak, yang salah satunya Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), sempat berjanji mengupayakan pemulangan Rizki ke Indonesia. Tidak lama setelah itu, Rizki langsung diproses kepulangannya melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja. Pihak keluarga langsung mengucapkan terima kasih kepada Polresta Bandung, Kemenlu, KBRI Kamboja, BP3MI Provinsi Jabar, Pemkab Bandung telah membantu kepulangan Rizki.

HAYE SENTIL PIHAK SOK TAU YANG MEMPERKERUH SUASANA TIMNAS

Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, angkat bicara soal banyaknya pihak-pihak yang berbicara aneh setelah kegagalan skuad Garuda melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Dilansir CNN Indonesia, Haye menyayangkan munculnya kegaduhan di publik dan menilai ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan momen sulit ini untuk memecah belah tim. Menurutnya, hal tersebut tidak membantu proses kebangkitan timnas. “Jadi ada banyak orang yang tidak terlibat dalam hal apapun tentang sepakbola. Dan kemudian entah dari mana munculnya, orang-orang itu merasa jadi paling paham,” kata Thom. Ia juga mengaku heran dengan fenomena banyaknya pihak yang tiba-tiba merasa paling tahu tentang kondisi tim tanpa memiliki pengalaman ataupun pemahaman mendalam mengenai sepakbola.

CHELSEA DAN BARCA GANGGU ARSENAL YANG DEKETIN MURILLO

Arsenal sudah lama mengincar bek andalan Nottingham Forest, Murillo. Namun, pergerakan Meriam London tampaknya tidak akan semudah itu. Sebab, Chelsea dan Barcelona kabarnya juga menginginkan bek asal Brazil itu. The Gunners melihatnya sebagai pemain yang dapat memberikan dampak instan dan memperkuat kedalaman lini belakang mereka. Namun, Barca dan Chelsea juga demikian. Chelsea ingin mencari bek EPL proven. Sedangkan Barca ingin mencari pengganti Ronald Araujo dan Andreas Christensen. Forest sendiri belum pasang harga untuk beknya itu. 

SANCHO MINTA DIBALIKIN KE DORTMUND LAGI

Jadon Sancho sepertinya juga tidak betah di Aston Villa. Ia tidak ingin tinggal secara permanen. Sancho kabarnya punya ide lain untuk memulihkan karirnya. Dilansir Mirror, kembali ke Borussia Dortmund untuk ketiga kalinya adalah ide yang sedang digodok oleh Sancho. Ia merasa hanya Dortmund yang bisa memaksimalkan performanya. Hanya di Dortmund ia merasa nyaman dan bahagia. Dortmund terbuka, tapi mereka sudah memperingati Sancho. Jika ingin kembali ke Signal Iduna Park, Sancho harus menurunkan jumlah gajinya yang sangat tinggi itu.

SLOT DIBERI WAKTU HINGGA AKHIR TAHUN

Setelah mengalami kekalahan dari Nottingham Forest, Liverpool kabarnya telah memberikan ultimatum pada Arne Slot. Dilansir Mirror, beberapa sumber mengatakan kalau Liverpool memang tak akan memecat sang pelatih dalam waktu dekat. Karena pelatih asal Belanda itu masih diberi waktu oleh The Reds. Namun, waktunya cukup singkat. Pihak klub hanya memberi waktu hingga akhir Desember. Jika tak kunjung membaik, Liverpool akan mulai mengevaluasi performa sang pelatih.

BARCA PANTAU PEDRO NETO

Bergeser ke Spanyol, ada Barcelona yang kabarnya sedang mencari pemain sayap baru tahun depan. Dilansir Fichajes, nama terbaru yang masuk radar La Blaugrana adalah pemain Chelsea, Pedro Neto. Menurut laporan, Direktur Olahraga Barca, Deco yakin penyerang Portugal ini dapat memberikan dorongan kualitas yang sangat dibutuhkan lini serang tim. Terutama karena Barca sedang mencari pemain yang mampu beradaptasi di berbagai posisi penyerang. Neto nantinya bisa menggantikan peran Raphinha yang berpotensi hengkang atau jadi pelapis Lamine Yamal yang mulai diganggu cedera.

PEREZ KONFIRMASI KALAU MADRID BAKAL TUNTUT UEFA

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, membahas sejumlah topik dalam Sidang Umum klub pada akhir pekan lalu. Salah satu pembahasannya adalah soal Liga Super Eropa. Dilansir Football Espana, secara khusus, Perez membahas penolakan yang diterima UEFA terhadap proyek tersebut. Dan pada Oktober kemarin, Madrid diisukan akan menuntut UEFA soal ini. Namun, banyak yang beranggapan kalau itu adalah rumor belaka. Tapi, kini Perez telah mengkonfirmasi hal tersebut benar adanya. Kasus yang melibatkan Real Madrid dan UEFA pasti akan memakan waktu lama. Tetapi jika Madrid menang gugatan, mereka bisa menerima ganti rugi hingga 4,7 miliar euro.

ULTRAS MILAN BIKIN KOREO PAKAI FLASHLIGHT HP

Dari Spanyol, kita bergeser ke Italia. Ada AC Milan yang menunjukan konsep baru dalam hal membuat koreo di tribun. Dilansir Football Italia, ultras Milan menyalakan flashlight di handphone untuk membuat koreo di laga derby melawan Inter Milan. Larangan membawa spanduk yang diberlakukan oleh otoritas publik lah yang mendasari munculnya ide cerdas ini. Koreo itu bertuliskan ‘Sodalizio’, yang merupakan singkatan dari salah satu kelompok ultras Milan.

SPALLETTI SIAP BANTU GATTUSO LOLOSKAN ITALIA KE PIALA DUNIA

Masih dari Italia, tapi kali ini tentang tim nasional. Luciano Spalletti telah menimbulkan kehebohan setelah menawarkan bantuan kepada Gennaro Gattuso karena Italia gagal mengamankan kualifikasi otomatis ke Piala Dunia 2026. Namun belum jelas bantuan apa yang akan diberikan. Entah itu nasehat atau semacam diskusi soal skema permainan. Meski begitu, menurut Foot Italia, keterlibatan Spalletti di tim nasional tidak disukai oleh fans. Mereka merasa Spalletti punya sentuhan yang buruk. Maka dari itu, pendukung akan menentang keterlibatan manajer Juventus itu lagi di tim nasional.

DIARRA JADI PENYEBAB KENAPA RAMBUT MOURINHO BERUBAN

Mampir ke Portugal sebentar, ada Jose Mourinho yang dengan jenaka mengungkap penyebab rambutnya yang kini dipenuhi uban. Dilansir Telegrafi, Lassana Diarra jadi salah satu penyebab kenapa uban sangat cepat tumbuh di kepala Mourinho. “Saya melatih Lassana Diarra di Real Madrid dan Chelsea. Semua uban di kepala saya ini berkat Lassana dan agennya,” kata Mourinho. Jika Diarra bermain 90 menit dan tampil bagus, agennya akan datang keesokan harinya dan meminta kontrak baru dan gaji yang lebih tinggi. Jika Diarra di bangku cadangan dan tidak bermain, agennya akan datang pada Senin pagi untuk meminta pertemuan karena Lassana ingin pergi. Siklusnya begitu terus dan itu membuat Mourinho mumet. 

GEYPENS BATAL GABUNG SKUAD SEA GAMES

Masih dari Eropa, tapi kali ini datang dari pemain abroad Indonesia. Dilansir Suara, saat Timnas Indonesia U-22 berjuang keras menemukan performa terbaiknya jelang misi mempertahankan medali emas SEA Games, sebuah ironi justru datang dari kasta kedua Liga Belanda. FC Emmen kabarnya enggan melepas Tim Geypens ke tim nasional. Belum jelas apa masalahnya. Tapi, yang paling masuk akal adalah karena SEA Games bukan ajang resmi FIFA. Sementara itu Tim merupakan pemain penting di klub. Jadi, pihak Emmen tak mau mengambil resiko. Bek berusia 20 tahun ini telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia sejak Februari 2025. Namun, belum pernah sekalipun mengenakan seragam Merah Putih di level manapun. 

NATHAN MASUK BEST XI DI LIGA 2 BELANDA

Masih dari kasta kedua Belanda, ada Nathan Tjoe-A-On yang kian apik di Willem II. Dilansir CNN Indonesia, Tjoe-A-On, sukses masuk dalam daftar Best XI Eerste Divisie pekan ke-16 setelah tampil impresif dalam pertandingan melawan VVV Venlo. Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Willem II, Nathan memberikan kontribusi penting sebagai bek kiri. Nathan Tjoe-A-On bermain penuh sepanjang pertandingan, tampil solid di lini belakang dengan komitmen yang tinggi untuk menjaga pertahanan tim. Berkat penampilan impresif tersebut, ia berhasil masuk dalam Best XI Eerste Divisie pekan ke-16. Masuknya Nathan dalam tim terbaik menunjukkan bahwa performanya kian menjanjikan.

Apa Untungnya Indonesia Kalau Ngikut Jepang Bikin Konfederasi Baru?

0

Beberapa hari lalu Starting Eleven Story membahas tentang Jepang yang dikabarkan sedang menggodok ide untuk keluar dari AFC dan mendirikan konfederasi tandingan. Dalam pembahasannya, Jepang akan mengajak negara-negara Asia Timur untuk mengupgrade EAFF yang semula cuma sub-konfederasi menjadi konfederasi utuh.

Selain negara Asia Timur, Jepang konon akan menggoda negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia untuk join dalam proyek ini. Selain karena butuh anggota tambahan, mengajak negara-negara Asia Tenggara adalah sebuah misi jangka panjang untuk menenggelamkan AFC yang dirasa sudah terlalu korup dan mudah disetir oleh negara-negara tertentu.

Namun, apakah proyek konfederasi baru ini realistis? Seberapa besar peluang Jepang untuk mewujudkan ini? Selain itu, apa untungnya keluar AFC dan menciptakan konfederasi baru, terutama untuk Indonesia yang berstatus sebagai negara undangan? Dan berikut adalah plus minus bagi Indonesia jika ngikut Jepang di EAFF.

Kenapa Indonesia Diajak?

Sebelum membahas plus minus yang didapat, muncul satu pertanyaan penting. Kenapa harus Indonesia? Sebagai informasi tambahan, Indonesia bukan satu-satunya negara ASEAN yang berpotensi mendapat undangan. Ada Vietnam dan Thailand. Tapi, dari banyaknya negara di Asia Tenggara, kenapa Indonesia yang diajak dalam proyek konfederasi baru ini? 

Kenapa bukan Brunei Darussalam yang punya sumber daya kekayaan yang luar biasa? Kenapa juga bukan Malaysia yang sedang tampil apik meski terus diterpa masalah sepanjang tahun 2025? Jepang punya seribu alasan untuk mengajak Indonesia. Namun, mimin tak akan menyebutkan semua. Kebanyakan.

Kita spill beberapa saja. Kalau dilihat dari sisi bisnis dan pasar, alasan Jepang melirik Indonesia sebenarnya sangat masuk akal. Basis fans Indonesia sangat besar. Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia saat ini. Dan lebih dari 150 juta orang Indonesia adalah penggila sepakbola.

Dari Sabang sampai Merauke, sepakbola bukan cuma olahraga, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup. Selain gila sepakbola, masyarakat Indonesia adalah pecandu media sosial. Jadi, bagi Jepang Indonesia adalah pasar sekaligus media partner gratis untuk mempopulerkan konfederasi baru.

Relate

Namun, itu baru faktor-faktor pendukung. Alasan utama Jepang mengajak Indonesia adalah karena adanya semangat dan emosi yang sama. Sama halnya dengan Jepang, Indonesia juga sudah muak dengan beberapa keputusan AFC yang dirasa kurang adil. Sempat dibahas di konten sebelumnya, Jepang tak habis pikir tentang keberpihakan AFC kepada Arab Saudi dan Qatar. Nah, Indonesia tuh sama.

PSSI merasa bahwa keputusan hosting, format kompetisi, dan hak siar di bawah AFC kurang transparan atau kurang adil. Contoh, menurut Football Tribe, ketika AFC menunjuk Qatar dan Saudi Arabia sebagai tuan rumah babak 4 kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk wilayah Asia. Padahal, di ronde tersebut ada Qatar dan Arab, kenapa nggak di tempat netral saja?

Tentu, hal-hal semacam ini sangat mengganggu laju Indonesia yang sedang berusaha menembus batas kemampuan. Indonesia selama ini punya ambisi besar untuk membangun sepakbola yang benar-benar maju dan mandiri. 

Pemerintah, PSSI, bahkan publik sama-sama punya mimpi agar Indonesia bisa sejajar dengan negara besar di Asia, seperti Jepang atau Korea Selatan. Namun, di dalam sistem AFC yang seakan menganaktirikan Indonesia, langkah kita kadang terasa berat.

Untungnya Apa?

Lantas, apa keuntungan Indonesia jika ikut serta membelot dari AFC? Tentu banyak. Salah satunya adalah kontrol. Dengan konfederasi baru yang lebih kecil dan kalcernya lebih berpihak, Indonesia bisa memiliki suara yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. Misalnya nih, soal penentuan jadwal, pembagian hak siar, pembagian pendapatan sponsor, atau format kompetisi.

Selain itu, dengan konfederasi yang lebih kecil, Indonesia akan lebih sering menghadapi Jepang atau Korea Selatan, baik di ajang uji coba atau ajang kompetitif nantinya. Dengan begini, secara tidak langsung performa Indonesia akan ikut terkerek. Karena pasti ada transfer ilmu yang terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk Indonesia yang ingin mempercepat pengembangan liga, infrastruktur, dan eksposur internasional, ini adalah ide bagus. konfederasi baru bisa menciptakan jalur cepat untuk menarik perhatian negara-negara di luar Asia, sponsor, bahkan media. Nggak keluar AFC aja Indonesia sudah disorot ESPN dan The Guardian, apalagi bikin gebrakan?

Jika sudah mendapat sorotan yang semakin terang, PSSI akan sangat terbantu untuk mewujudkan misi Garuda Mendunia. Jika engagement sudah didapat, ilmu yang daging semua dari Jepang sudah diserap, maka Indonesia tinggal memanennya. Dalam bentuk apa? Prestasi, pengakuan dunia, bahkan hingga finansial.

Ya, bergabung dalam blok baru yang dipimpin atau didukung Jepang bisa meningkatkan daya tarik komersial. Dengan partner seperti Jepang, Indonesia bisa “naik kelas” dari segi branding dan daya tarik internasional. Hal ini bisa pemain keturunan, pelatih kelas dunia, serta sponsor besar. Jadi, tak heran kalau nanti apparel Timnas Indonesia tuh Adidas bukan Erspo lagi.

Masih dari sisi keuangan, Indonesia juga bisa lebih berhemat dalam hal biaya akomodasi dan logistik. Nggak ada lagi tuh perjalanan belasan jam menuju Qatar atau Arab Saudi yang menguras tenaga. Laga-laga tandang akan lebih dekat karena paling ke Jepang, Australia, atau Thailand.

Ada Kerugiannya

Tapi Indonesia tak boleh terlena dengan iming-iming kesuksesan instan. Karena setiap keputusan ada resikonya. Dan keputusan sebesar ini akan datang sepaket dengan resiko yang juga tak kalah besar. Salah satu yang paling merugikan adalah hilangnya akses terhadap fasilitas dan kompetisi AFC.

Selama ini, AFC menjadi pintu utama bagi Indonesia untuk tampil di level Asia dan terhubung langsung ke FIFA. Melalui AFC, klub-klub seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, atau Bali United punya kesempatan ikut kompetisi besar seperti Liga Champions Asia dan dua kompetisi Asia lainnya. Kompetisi-kompetisi ini tak kalah pentingnya dari sekadar uji coba lawan Jepang.

Yang makin parah, jika melepas keanggotaan AFC, maka Indonesia yang sudah susah payah lolos langsung ke Piala Asia 2027 akan dicoret dari daftar keikutsertaan. Bukan cuma di edisi 2027 saja, bahkan selamanya. Indonesia cuma bisa ikut kompetisi-kompetisi yang nantinya akan diadakan konfederasi baru. Itu pun kalau ada.

Selain itu, meski berstatus tim undangan dari Jepang, Indonesia tak mendapat jaminan akan diberi porsi atau kontrol yang lebih. Karena nanti di konfederasi baru rencananya ada negara-negara macam Australia dan Korea Selatan. Negara-negara dengan kekuatan sepakbola kuat pasti lebih didengarkan oleh Jepang sebagai sang inisiator. Sedangkan Indonesia? Hanya dianggap bagian kecil untuk menunjang ide gila Jepang.

Secara finansial juga berdampak. Memang, Indonesia bisa menghemat biaya akomodasi dan meraup banyak sponsor. Tapi, biaya yang dikeluarkan pun akan lebih besar. Jepang, pasti ingin mematok standar tinggi bagi anggota blok baru. Entah itu dari fasilitas, akses, atau pengembangan usia dini. Untuk mencapai standar itu, PSSI pasti bakal keluar dana banyak.

Seberapa Besar Peluangnya?

Tapi bentar, sebelum ngawang-awang kejauhan, sebenarnya seberapa besar peluang Negeri Matahari Terbit bisa menciptakan konfederasi baru? Jika berbicara potensi, akan selalu ada. Karena sebuah kemungkinan tak akan pernah berada di titik nol. Namun, seberapa besar? Kenyataannya sih tidak terlalu besar peluangnya. 

Idenya menarik, tapi untuk mewujudkannya tak semudah beli garam di warung madura. Mendirikan konfederasi baru bukan soal duit dan keyakinan saja, tapi soal politik olahraga yang sangat rumit.  Jepang harus keluar resmi dari AFC dulu, lalu mengajukan pengakuan ke FIFA agar konfederasi barunya diakui secara sah. Konon, hal-hal gini butuh biaya yang nggak sedikit.

Selain mahal juga ribet. Karena FIFA cuma mengakui satu konfederasi per benua. Kalau Jepang bikin konfederasi tandingan, otomatis akan bentrok langsung dengan AFC. Mereka butuh dukungan dari banyak negara lain agar konfederasi itu dianggap punya legitimasi. Minimal 10 negara. Mau ngajak siapa lagi coba? Kepulauan Mariana Utara?

Di luar keribetan ini justru ada berita yang kian memperkecil peluang proyek ini terjadi. Mengutip CNN Indonesia, JFA melalui juru bicaranya menyebut rumor Jepang ingin keluar dari AFC hanya sebuah informasi yang tidak masuk akal. Tapi belum jelas, ini beneran rumor belaka atau Jepang emang ingin bekerja di balik layar. 

AWAS! Alex Pastoor Bisa Menusuk Timnas Indonesia Dari Belakang

0

Wajar jika perpisahan meninggalkan sebuah kesan yang negatif. Ibaratnya, kalian pasti pernah dicurhatin temen kalian yang baru putus sama pacarnya. Bukannya fokus pada permasalahan, mereka kadang membicarakan keburukan para mantannya. Maklum, mungkin itu efek emosi sesaat dan mencari pembenaran.

Namun, mimin tak menyangka hal-hal semacam ini juga terjadi di sepakbola Indonesia. Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor baru-baru ini jadi perbincangan di media sosial soal pernyataan kontroversialnya. Mantan pelatih FC Emmen itu cuap-cuap soal kesepakatan kerjanya dengan PSSI.

Ia membongkar poin-poin penting dalam kesepakatan itu. Namun, yang paling menyita perhatian adalah komentarnya soal mimpi seluruh masyarakat Indonesia tentang Piala Dunia. Sang pelatih menyebut mimpi Indonesia untuk tampil di Piala Dunia tidak masuk akal. Pernyataan ini pun menimbulkan respons beragam dari publik. Terlebih, itu adalah pernyataan yang tak selaras dengan apa yang pernah ia janjikan dulu. Lho, kok bisa?

Ikutan Dipecat

Meskipun Patrick Kluivert dianggap sebagai pemegang tanggung jawab utama atas kegagalan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026, Alex Pastoor tetap kena getahnya. Ia juga turut dipecat oleh PSSI. Pemecatan ini menjadi sorotan karena meskipun bukan kepala pelatih, namun Pastoor memiliki peran penting sebagai staf kepelatihan yang bertanggung jawab atas hasil buruk di kualifikasi Piala Dunia.

Meskipun dalam perjanjian kerjanya Pastoor tidak memegang jabatan utama, kegagalan Timnas Indonesia meraih hasil positif dalam kualifikasi memunculkan tekanan besar kepada semua pihak yang terlibat dalam tim pelatih. Jangankan Pastoor yang bekerja di tim senior, PSSI juga memberhentikan Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen yang bertanggung jawab atas Skuad Garuda Muda.

Pastoor tetap memiliki tanggung jawab sebagai salah satu pembimbing utama tim, terutama dalam hal pengembangan pemain dan strategi permainan. Pemecatan Pastoor bersama Kluivert dan staf lainnya adalah bagian dari upaya PSSI untuk memperbaiki dan menyegarkan kembali program tim nasional.

Respons Pastoor gimana? Ia tidak merasa terkejut dengan keputusan PSSI. Karena dalam dunia sepakbola, perubahan seperti ini sudah menjadi hal yang biasa. Pastoor menyebut bahwa PSSI mungkin memiliki proyek jangka panjang yang lebih besar daripada sekadar mengejar Piala Dunia.

Wawancara Media Belanda

Awalnya sih narimo ing pandum. Karena pemberhentian kerja sama itu dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, yang mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depannya. Tapi setelah itu, Alex Pastoor justru curcol di salah satu wawancara dengan media Belanda.

Dikutip dari CNN Indonesia, Alex yang diwawancarai oleh media Belanda, Voetbal International mengungkapkan tiga target utama yang sempat disepakati bersama PSSI. Tiga target itu yang kabarnya jadi pegangan Patrick Kluivert dan tim kepelatihan sebelum berakhirnya kontrak kerjasama.

Target pertama adalah ambisi besar Indonesia untuk tampil di Piala Dunia. Target kedua berkaitan dengan pengembangan tim usia muda Indonesia. Rencananya, Gerald Vanenburg sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23 dan Frank Van Kempen yang menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20 akan mengumpulkan pemain-pemain berbakat.

Sementara itu, target ketiga bersifat jangka panjang, yaitu meningkatkan kualitas pemain kompetitif di Indonesia yang memiliki populasi penduduk 280 juta jiwa. Jordi Cruyff ditunjuk sebagai penasihat dan Alexander Zwiers sebagai direktur teknik. Kedua orang itulah yang akan menyusun rencana jangka panjangnya. 

Pernyataan Kontroversial

Namun, dari penyampaian tiga poin itu, yang paling menarik perhatian adalah tanggapan Alex Pastoor soal mimpi berlaga di Piala Dunia. Pastoor menyebut target meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 merupakan hal yang tidak realistis. “Tim peringkat 119 dunia mencapai Piala Dunia adalah hal yang tidak realistis. Itu tidak berjalan dengan baik dan situasinya menjadi jelas dengan cepat,” ucap Pastoor.

Mungkin, bagi Pastoor pendapatnya adalah sebuah bentuk analisis yang realistis. Namun, bagi sebagian fans Indonesia, pernyataan tersebut dapat dianggap meremehkan mimpi dan harapan besar terhadap timnas. Bagi banyak orang Indonesia, sepakbola lebih dari sekadar olahraga. Itu adalah simbol kebanggaan nasional dan harapan. 

Masyarakat Indonesia tentu ingin melihat tim nasional mereka berkompetisi di panggung terbesar sepak bola dunia, Piala Dunia. Apalagi, materi pemain dan komposisi tim kepelatihan sudah ditingkatkan sedemikian rupa. Jadi, berharap itu wajar dong? Karena ketika sudah lolos ronde 4, langkah ke Piala Dunia hanya berjarak 180 menit saja.

Di luar itu, Alex Pastoor juga merasa bahwa kinerja dan perjuangan tim kepelatihan seperti tak pernah dihargai. Dilansir TVOnenews, Alex Pastoor sedikit menyentil bagaimana jerih payahnya dan Patrick Kluivert selama menukangi Timnas Indonesia sama sekali tidak pernah dibahas. Yang dibahas selalu kesalahan dan keburukan.

Berbanding Terbalik

Kembali ke soal mimpi yang tidak realistis katanya, itu mengingatkan mimin pada pernyataan Alex Pastoor saat masih menukangi tim Indonesia. Dilansir Bola.com, beberapa hari sebelum kick off Ronde 4 dimulai, juru taktik berusia 58 tahun itu mengakui apabila peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 memang cukup terbuka. 

Salah satu alasan Pastoor menyimpan keyakinan ini ialah catatan pertemuan skuad Garuda menghadapi Arab Saudi. Pada putaran ketiga lalu, skuad Garuda bisa bermain imbang di kandang lawan, lalu menumbangkan Green Falcons di Jakarta. Dengan unggul head to head, Pastoor bahkan menyebut lolos Piala Dunia adalah sebuah hal yang realistis. 

Menurut sumber yang sama, Alex juga merasa nyaman dan enjoy bekerja di Indonesia. Ia menikmati masa-masa kerjanya sebagai staf pelatih Timnas Indonesia. Dia senang bisa membantu pekerjaan Patrick Kluivert bersama sejumlah staf lainnya, seperti Denny Landzaat dan Gerald Vanenburg.

“Fantastis, dalam segala hal. Ini tantangan yang fantastis dari perspektif olahraga, sesuatu yang sama sekali tidak biasa saya alami. Kami memiliki staf yang fantastis dengan banyak potensi,” ujarnya.

Respons DPR

Hal kontradiktif ini pun menimbulkan respons yang beragam dari publik Indonesia. Salah satu yang keras menanggapi adalah anggota DPR RI sekaligus penasehat Semen Padang, Andre Rosiade. Well, meskipun orangnya agak kontroversial, tapi kadang yang disampaikan tuh mewakili perasaan netizen.

Dilansir dari VIVA, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @andre_rosiade, politikus asal Sumatera Barat itu menumpahkan kekesalannya terhadap kinerja tim pelatih. Serta, pihak-pihak yang terlibat dalam persiapan skuad Garuda selama kualifikasi berlangsung, terutama Alex Pastoor.

“Bagaimana mau lolos Piala Dunia? Kalau selama di Saudi simulasi taktik dan latihan game plan aja enggak pernah ada,” tulis Andre dengan nada tegas. Ia bahkan menantang pihak PSSI dan Badan Tim Nasional, dalam hal ini Sumardji untuk membantah ucapannya jika dianggap tidak benar.

Banyak yang menilai pernyataannya mewakili kekecewaan para pecinta sepak bola Tanah Air terhadap performa Timnas Indonesia yang gagal memenuhi ekspektasi. Itu bisa dilihat dari jumlah like dan komentar di postingan Andre.

Fans Gimana?

Lantas, bagaimana respons para fans Timnas Indonesia? Terpecah. Ada yang kecewa dan hilang respect pada Alex Pastoor. Padahal, awalnya fans sangat berharap pada kualitas Pastoor. Fans bahkan menganggap bahwa ilmu kepelatihannya dapat mengcover Patrick Kluivert yang minim pengalaman.

Tapi, ternyata mainnya nusuk dari belakang. Pas masih di tim nasional ngomongnya yang baik-baik, tapi pas udah pisah malah mencari seribu alasan. Di sisi lain, ada juga fans yang merasa bahwa omongan Alex Pastoor memang ada benarnya juga. Ibarat menuju Piala Dunia itu pake tangga, ya Indonesia harus menapaki satu per satu. 

Minimal, jangan terlalu ngandelin pemain diaspora. Minimal, bangun blueprint dan sistem pengembangan bakat muda yang jelas. Minimal, perbaiki dulu kualitas Liga Indonesia. Minimal, urusin tuh klub-klub yang demen nunggak gaji. Dan, minimal PSSI kelarin dulu deh kasus Kanjuruhan. Baru boleh main Piala Dunia-Piala Dunia-an.

Sumber: Sport Detik, Superball, TV One, VIVA

Berita Bola Terbaru 17 Oktober 2025 – Starting Eleven News

0

JELANG HADAPI LIVERPOOL, BRUNO NGILANG DARI LATIHAN

Kabar kurang mengenakan datang dari Manchester United. Jelang menghadapi Liverpool, Bruno Fernandes dilaporkan tak muncul di sesi latihan terakhir. Dilansir Manchester Evening News, Bruno bergabung dengan empat nama lain, yakni Amad Diallo, Casemiro, dan Matheus Cunha yang juga tak muncul dalam sesi latihan. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah empat pemain itu tak akan jadi andalan di laga vs Liverpool? Namun, menurut laporan, tak ada masalah apa pun untuk keempat pemain itu, Ruben Amorim hanya memberikan waktu istirahat tambahan pasca jeda internasional.

TIBA-TIBA MU INGIN REKRUT RETEGUI

Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba nama Matteo Retegui dikaitkan dengan Manchester United. Dilansir Sportsmole, United kini sedang memantau situasi Retegui di Al-Qadsiah. Manajemen United ingin menjadikan Retegui sebagai pengganti Joshua Zirkzee yang kabarnya akan segera kembali ke Serie A. Meski Retegui mempunyai kontrak hingga 2028 dengan Al-Qadsiah, potensi transfer ini tetap ada. Kabarnya, United menyiapkan dana sekitar 52 juta pound untuk memboyong striker Timnas Italia itu ke Old Trafford. Namun, belum tahu, apakah Al-Qadsiah terbuka dengan kesepakatan ini.

PACAR SANCHO TERLIBAT SKANDAL

Bergeser ke pemain Aston Villa, Jadon Sancho. Daily Mail melaporkan kalau Sancho pacarnya yang bernama Diamonte Harper terlibat sebuah skandal dengan eks manajernya. Menurut laporan, keduanya diduga memiliki sejumlah utang kepada mantan manajernya itu. Sancho dan pacarnya yang berprofesi sebagai penyanyi itu gagal membayar biaya perjalanan dan biaya-biaya perawatan lain selama penampilan internasional dan saat perjalanan ke Afrika Selatan. Tidak disebutkan berapa hutangnya. Namun dengan adanya tuntutan ini, Sancho dan pacarnya masih bungkam. 

VAN DIJK PESIMIS LIVERPOOL BAKAL JUARA PREMIER LEAGUE LAGI

Ke Liverpool, timbul keraguan di hati Virgil van Dijk soal kualitas timnya musim ini. Dilansir Mirror, Van Dijk mengakui bahwa geliat transfer Liverpool di awal musim sangat luar biasa. Namun, menurutnya itu cuma cukup untuk menambal posisi-posisi yang ditinggalkan. Ia merasa pemain-pemain yang meninggalkan Liverpool kemarin juga punya kualitas yang tak jauh berbeda. Itu berarti, ini bukan sebuah upgrade yang signifikan. Dengan komposisi skuad sekarang, Van Dijk pun masih ragu apakah timnya bisa mempertahankan gelar Premier League. Menurutnya, itu jadi hal yang sulit dilakukan. 

SAH, PICKFORD TEKEN KONTRAK BARU DI EVERTON

Dengan diskusi yang cukup cepat, Jordan Pickford akhirnya resmi menandatangani kontrak baru di Everton. Dilansir BBC, kiper berkebangsaan Inggris itu kontraknya akan habis tahun 2027. Namun, kini ia telah menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun lagi. Itu artinya, ia akan tetap jadi bagian The Toffees hingga tahun 2029 atau hingga usianya menginjak 35 tahun. Pickford sendiri bahagia bisa terus membersamai Everton. Kontrak ini jadi momen spesial untuknya dan keluarga. 

BARCA BERENCANA LEPAS RAPHINHA KE ARAB SAUDI

Dari Inggris kita bergeser ke Spanyol. Kabarnya, Barcelona ingin menjual Raphinha. Tapi, bukan ke sesama klub Eropa, melainkan ke Arab Saudi. Dilansir Fichajes, Raphinha pun sudah terbuka dengan kesempatan ini. Ia telah berbicara pada klub bahwa ada tawaran dari klub Arab Saudi yang cukup menggodanya. Dengan menjual ke Arab Saudi, Barca bisa mematok harga tinggi, yakni 90 juta euro. Itu akan membantu perekonomian klub. Nantinya, uang penjualan Raphinha juga dialokasikan untuk mencari pemain sayap baru. Kenan Yildiz jadi salah satu target Barca saat ini.

KEJUTAN, ATLETICO DEKATI LEWY

Masih dari Barcelona, setelah Inter Milan dan Fenerbahce, kini sesama klub La Liga juga masuk dalam antrian untuk mendapatkan Robert Lewandowski. Meski umurnya sudah tua, namanya masih jadi yang teratas dalam urusan mencetak gol. Dilansir Barca Blaugranes, klub La Liga yang memantau Lewy adalah Atletico Madrid. Klub asal Madrid itu memang punya riwayat menampung striker-striker veteran dari Barca. David Villa dan Luis Suarez. Menariknya, mereka juga kerap meraih kesuksesan ketika dibela striker bekas Barca. 

MADRID BERENCANA JUAL SAHAM KLUB

Bergeser ke Madrid, Florentino Perez tengah menggodok ide baru soal sistem kepemilikan klub. Dilansir Sport Illustrated, Perez tak lagi ingin hanya berfokus pada socios saja. Ia ingin menjual sebagian saham Madrid ke investor luar. Diskusi ini pun sedang berlangsung. Perez merasa, hal seperti ini bagus bagi klub. Karena nantinya akan terbagi menjadi dua, sisi sepakbola dan sisi bisnis. Siasat ini bisa membuat Madrid bersaing dengan klub-klub Eropa lain yang didanai oleh saudagar kaya yang dananya melimpah. Namun, ide ini tak bisa diputuskan secara sepihak oleh Perez. Ia akan melakukan voting internal terlebih dahulu. 

JUVE BERPOTENSI DISANKSI UEFA

Spanyol sudah, kini kita beralih ke sepakbola Italia. Ada kabar mengejutkan dari Juventus. Kabarnya, mereka sedang diselidiki oleh UEFA terkait pelanggaran peraturan finansial. Dilansir The Athletic, klub yang bermarkas di Turin itu telah menerima pemberitahuan dari UEFA bulan lalu. UEFA mengatakan bahwa proses penyelidikan telah dibuka untuk periode tiga tahun dari musim 2022/23 hingga musim 2024/25. Hasil penyelidikan diharapkan rampung pada tahun 2026. Nah, jika ditemukan sebuah pelanggaran dan Juve terbukti salah, maka Bianconeri bisa dijatuhi sanksi oleh UEFA.

KIM MIN-JAE MASUK RADAR MILAN

Sementara itu, Kim Min-jae dikabarkan sedang melihat potensi untuk kembali ke Serie A dalam waktu dekat. Dilansir Football Italia, bursa transfer Januari akan dimanfaatkan Kim untuk mencari klub baru. Ia ingin hengkang dari Bayern Munchen karena kesulitan mendapat menit bermain reguler. Kabarnya, AC Milan jadi salah satu klub yang berminat untuk menampungnya. Mereka bersedia untuk melayangkan tawaran pinjaman terlebih dahulu sebelum akhirnya dipermanenkan di akhir musim. Namun, Milan dapat saingan yang sulit. Juventus juga kabarnya sedang mencari bek baru guna menggantikan peran Gleison Bremer. Terlebih, Juve masih aktif di Liga Champions. Itu jadi nilai plus bagi Kim. 

LUKAKU MASUK RADAR MADRID

Bergeser ke Napoli, striker mereka yakni Romelu Lukaku ternyata masuk radar Real Madrid. Hal itu diungkapkan langsung oleh agen sang pemain, Federico Pastorello. Dilansir Football Italia, Lukaku sudah masuk daftar striker baru Madrid sejak 2023. Saat itu, Carlo Ancelotti sangat menginginkan Lukaku. Ancelotti senang dengan kekuatan dan ketajaman Lukaku di Italia. Bahkan, namanya sempat diprioritaskan setelah Madrid beberapa kali gagal merekrut Kylian Mbappe. Namun, karena Lukaku lebih memilih stay di Italia, Madrid pun kembali berusaha mendatangkan Mbappe. Dan akhirnya, mereka mendapatkan sang pemain setahun kemudian.

FIGC TIRU SIASAT INDONESIA DEMI DUKUNG TIMNAS ITALIA

Masuk ke kabar sepakbola internasional, tapi masih dari Italia.  Timnas Italia tengah menghadapi situasi pelik jelang babak akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski performa di bawah Gennaro Gattuso cukup menjanjikan, posisi Azzurri di klasemen sementara belum cukup aman. Situasi ini membuat federasi sepakbola Italia ingin meniru skema Indonesia demi mendukung persiapan tim nasional di jeda internasional berikutnya. Dilansir Bola.net,  Presiden FIGC, Gabriele Gravina, mulai memikirkan langkah drastis. Ia membuka peluang untuk menunda jadwal Serie A demi memberi waktu tambahan untuk tim nasional. Langkah yang sama sudah lebih dulu dilakukan PSSI yang sepakat menunda pekan ke-8 Liga Indonesia demi persiapan tim nasional. Sayang, hasilnya tidak sesuai harapan.

SEGINI UANG PESANGON PATRICK KLUIVERT

Kembali ke Timnas Indonesia, perpisahan dengan Patrick Kluivert yang lebih awal dari kesepakatan membuat sang pelatih mendapat hak kompensasi dari PSSI. Dilansir Liputan6, biaya kompensasi atau dana pesangon Kluivert sangat tinggi. Menurut laporan yang ada, dalam kontrak Kluivert, ia mendapat gaji sekitar Rp1,3 hingga Rp1,5 miliar per bulan, setara Rp18 miliar per tahun. Dengan gaji segitu, Liputan6 berasumsi  PSSI setidaknya menanggung biaya kompensasi sebesar Rp33,8 miliar hingga Rp39 miliar. Dan angka tersebut belum termasuk klausul tambahan seperti penalti pemutusan kontrak, bonus loyalitas, maupun biaya administratif lain yang kerap melekat dalam kontrak pelatih asing.

PELATIH BELANDA YANG DIRUMORKAN GANTIKAN KLUIVERT

Di sisi lain, Bola.net merilis beberapa nama pelatih Belanda yang bisa menggantikan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Menurut laporan, nama-nama yang tersedia dan punya peluang pun nggak sembarangan. Nama pertama adalah Mark Van Bommel. Ia pernah jadi asisten pelatih di Australia dan Arab Saudi. Semasa melatih di Royal Antwerp, Bommel menghadirkan gelar juara Belgian Pro League. Nama kedua adalah  Philip Cocu. Ia merupakan salah satu pelatih kenamaan asal Belanda. Ia sempat membawa PSV Eindhoven mendominasi Eredivisie dari tahun 2014-2018 silam. Dan yang terakhir adalah mantan pelatih Manchester United, Erik Ten Hag. Ia masih nganggur usai dipecat Bayer Leverkusen. Meski begitu, statusnya masih jadi salah satu yang terbaik di Belanda. Sayangnya, ia minim pengalaman menangani tim nasional 

BOCOR! STY 80% BALIK TANGANI INDONESIA

Di luar nama Belanda, Shin Tae-yong masih jadi yang terfavorit untuk menukangi Timnas Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Tribunnews yang mengutip laporan dari salah satu akun Instagram bernama Forum Wasit Indonesia. Menurut penuturan akun tersebut, mereka mendapat informasi dari orang dalam soal kemungkinan STY melatih tim nasional Indonesia lagi. Orang dalam tersebut mengatakan bahwa peluang Shin Tae-yong comeback ke Timnas Indonesia adalah 80%. Namun, angka tersebut belum bisa kita rayakan karena masih ada 20% kemungkinan bahwa STY menolak pinangan PSSI.

MU SIAP RENOVASI LAPANGAN DEMI MENGHINDARI CEDERA

Manchester United kabarnya sedang merencanakan untuk merenovasi pinggir lapangan Old Trafford. Jika dilihat, lapangan terlalu tinggi sehingga pinggir lapangan terlihat sangat curam. Itu bisa membahayakan pemain lawan dan bahkan pemain Manchester United itu sendiri. Dilansir The Sun, langkah renovasi ini diambil pasca kasus meninggalnya pemain muda Arsenal, Billy Vigar yang mengalami cedera otak serius setelah menabrak tembok beton yang ada di pinggir lapangan. United enggan hal-hal semacam ini bisa terjadi di Old Trafford karena curamnya pinggir lapangan.

CAICEDO BERSELISIH DENGAN AGEN, CHELSEA AMBIL SIKAP

Gelandang Chelsea, Moises Caicedo kabarnya sedikit berselisih paham dengan mantan agennya, Manuel Sierra. Perselisihan ini menyebabkan Caicedo keluar dari manajemen Sierra. Kini, Sierra bukan lagi perwakilan Caicedo dalam setiap negosiasinya. Dilansir Goal, perpisahan pemain dan agen ini dikhawatirkan akan mengganggu status kesepakatan Caicedo dan Chelsea. Namun, Chelsea telah sepakat. Chelsea tak khawatir kalau agen baru Caicedo akan mencarikan klub baru atau menuntut banyak dari klub. Caicedo sendiri punya kontrak hingga 2031. Dalam tahap ini Chelsea masih percaya bahwa Caicedo akan tetap menghormati kontrak yang ada.

MARESCA CUMA DAPET 1X LARANGAN TANDING

Masih dari Chelsea, putusan sanksi untuk kartu merah Enzo Maresca di laga melawan Liverpool sudah dirilis. Seperti yang diwartakan BBC, Maresca kabarnya hanya akan menjalani larangan mendampingi dari pinggir lapangan sebanyak satu kali. Itu berarti dia tidak akan berada di ruang ganti Chelsea saat The Blues bertandang ke City Ground untuk menghadapi Nottingham Forest asuhan Ange Postecoglou. Selain larangan mendampingi, Maresca juga harus membayar denda sebesar 8 ribu pound.

PEMAIN PREMIER LEAGUE BAKAL BERLUTUT LAGI SEBELUM KICK OFF

The Athletic melaporkan kalau para pemain Premier League akan melakukan aksi berlutut lagi sebelum kick off pertandingan. Hal ini disampaikan langsung oleh CEO Premier League, Richard Masters. Gerakan anti-rasis merupakan bagian dari kampanye liga “Tidak Ada Ruang untuk Rasisme”, yang akan disorot pada pertandingan kedelapan dan kesembilan. Masters mengatakan bahwa para pemain akan menampilkan gerakan tersebut pada pertandingan liga mendatang, seraya menambahkan bahwa gerakan tersebut tidak wajib dan merupakan hak masing-masing individu.

KEVIN MUSCAT TERDEPAN JADI PELATIH BARU RANGERS

Setelah memunculkan nama calon pelatih baru macam Michael Carrick dan Steven Gerrard, kini Rangers kabarnya sedang dalam pembicaraan dengan Kevin Muscat. Dilansir Daily Record, Muscat saat ini berada dalam urutan pertama untuk menggantikan peran Russel Martin di kursi kepelatihan. Proses kepindahan Muscat ke Skotlandia akan sedikit merepotkan karena ia masih berstatus pelatih SH Port di Liga China. Kabarnya akan ada biaya kompensasi yang tak sedikit untuk menyegel kesepakatan.

ATALANTA KEJAR PEMAIN GALATASARAY

Dari Britania Raya, kita ke Italia untuk membahas Atalanta yang sudah menyiapkan langkah di bursa transfer musim dingin mendatang. Dilansir Foot Italia, Atalanta dikabarkan tengah memantau bintang Galatasaray, Yunus Akgun. Keputusan untuk mendekati Akgun karena Ivan Juric masih ragu dengan komitmen Ademola Lookman. Yang jadi masalah adalah Akgun baru saja menandatangani kontrak berdurasi empat tahun di Galatasaray. Negosiasi dengan klub Turki pasti tak akan mudah.

ROMA DAN JUVE PANTAU GELANDANG BOLOGNA

Daily Post melaporkan bahwa Bologna sedang bernegosiasi soal perpanjangan kontrak dengan Remo Freuler. Namun, jika perpanjangan kontrak itu gagal, ada dua klub yang sudah bersiap untuk menampung Remo. Menurut laporan, dua klub itu adalah Juventus dan AS Roma. Keduanya sangat menggemari pemain Bologna itu. Keduanya akan berusaha mengejar Remo yang akan berstatus bebas transfer musim panas mendatang. 

BELLINGHAM TAK DAPAT JAMINAN DI TIMNAS INGGRIS

Mampir ke Spanyol sebentar, ada Jude Bellingham yang baru saja mengadakan pertemuan dengan pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. Dilansir Sky Sport, Tuchel membicarakan tentang kondisi kebugaran pemain. Sang pelatih ingin memasukan nama Bellingham di jeda internasional berikutnya. Namun, Tuchel belum bisa memastikan siapa saja yang akan dipanggil. Bahkan, Bellingham sendiri belum mendapat jaminan posisi di skuad Inggris pada jeda internasional bulan depan. Bellingham diminta untuk terus meningkatkan kinerja di lapangan dan kondisi kebugaran pasca operasi.

BEPE: HATI-HATI SAAT BEROPINI SOAL TIMNAS

Legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas angkat bicara soal kegaduhan di tim nasional. Legenda sepakbola Indonesia itu mengajak publik untuk berhati-hati dalam menyampaikan opini tentang Indonesia. Bepe, panggilan akrabnya, berharap suporter tetap mendukung Timnas Indonesia apapun keadaannya. Ia menilai, dukungan publik dapat jadi suntikan motivasi pemain untuk tampil lebih baik. “Menurut saya ini adalah waktu yang paling krusial bagi kita semua untuk mendukung tim nasional. Karena tidak saat mereka di atas kita mendukung mereka, tapi saat-saat ini kita wajib hadir untuk memberikan support,” kata Bepe kepada CNN Indonesia.

BELA ERICK THOHIR, IDZES MALAH KENA HUJAT

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, membela Erick Thohir karena setelah mengetahui ujaran negatif yang mengarah ke sosok ketua PSSI tersebut. Dilansir CNN Indonesia, Idzes menyampaikan, banyak yang tak diketahui publik tentang kejadian dibalik layar Timnas Indonesia. Ia menegaskan komitmen PSSI untuk memastikan kebutuhan para pemain terpenuhi dengan baik. Namun, sikap Idzes ini direspon berbeda oleh sejumlah fans. Menurut mereka, Idzes dimanfaatkan sebagai tameng oleh Erick yang seharusnya jadi sosok yang paling bertanggung jawab atas kegagalan ini. Beberapa yang lain merasa kalau pernyataan ini terlalu dibuat-buat hanya untuk melindungi Erick.

Kenapa Klub Kecil Sulit Juara Liga Champions?

0

Setiap kali musim Liga Champions Eropa bergulir, selalu ada tim kecil yang mencuri perhatian. Mereka datang tanpa beban, bermain dengan penuh semangat dan sesekali, dengan satu keajaiban yang datangnya dari Tuhan, mengalahkan tim raksasa. Contohnya Qarabag yang sudah menaklukkan Benfica musim ini.

Pertanyaan menggelitik pun muncul: bisakah tim-tim kecil menjuarai Liga Champions? Jika pertanyaan itu diajukan sebelum milenium baru, tentu sangat mungkin. Tapi kalau pertanyaan tersebut dicarikan jawabannya sekarang, hampir pasti tidak mungkin. 

Tim-tim kecil mungkin bisa mengalahkan tim besar, melenggang ke babak gugur, tapi untuk juara, entar dulu. Dan di situlah misterinya. Kenapa klub kecil sulit sekali menjuarai Liga Champions? Di video ini kita akan bedah kenapa mimpi agung itu begitu sulit diwujudkan.

Terakhir Porto, Setelah Itu Tidak Ada

Untuk memperjelas konteksnya yang sedang kita bicarakan, mari menengok ke belakang. Kira-kira 20 tahun lalu, tepatnya pada musim 2003/04, sebuah klub kecil di kota yang luasnya kurang dari 50 kilometer persegi, menjuarai Liga Champions untuk kali pertama. Klub itu adalah Porto dengan aktornya, Jose Mourinho.

Sebagian dari kalian mungkin marah jika Porto disebut tim kecil. Tapi percayalah, di tengah gumpalan tim-tim raksasa musim itu, Porto hanyalah remah-remah. Ia ditemani klub kecil lain, AS Monaco di final. Monaco bukan hanya kecil, tapi klub yang sampai mencari suaka ke Prancis untuk terlibat dalam sepak bola.

Bagi Porto, itu final kedua mereka, sedangkan buat AS Monaco inilah pertama kalinya mereka ke final. Karena status keduanya bukan tim raksasa, siapa pun yang menang akan menetap dalam ingatan penggemar bola lebih dari dua dasawarsa.

Kemenangan Porto musim itu, kelak, terbukti menjadi kemenangan terakhir tim kecil di ajang Liga Champions. Malahan tak ada lagi tim kecil yang berada di final Liga Champions sejak 2004. Silakan kalian melihat sendiri daftarnya. Mulai musim 2004/05, tim yang melenggang ke final selalu berasal dari lima liga top Eropa.

Era 1970-1990an

Musim 2003/04 pada gilirannya menjadi tapal batas tim-tim kecil menjuarai Liga Champions. Sebelum musim itu Liga Champions adalah kompetisi yang sulit ditebak pemenangnya. Apalagi di era 1970-an hingga 1990-an. Contoh saja nih, pada tahun 1979, Nottingham Forest menjuarai Liga Champions. Sesuatu yang mereka ulangi lagi pada musim berikutnya.

Forest saat itu memang salah satu kekuatan Inggris. Hanya saja final 1979 adalah final Liga Champions pertama Forest. Kala itu Inggris belum banyak mengirim wakilnya ke final.  Hanya Liverpool, Manchester United, dan Leeds United yang pernah ke final sebelum Forest.

Memasuki era 1980-an, tim kecil masih sanggup menjuarai Liga Champions. Bahkan pernah terjadi dua tahun beruntun, yakni tahun 1982 dan 1983. Aston Villa dengan Peter Withe-nya menaklukkan Bayern Munchen pada 1982.

Hamburger SV di final 1983 membekuk Juventus yang diperkuat Michel Platini. Sang pencetak gol di final ini, Felix Magath, kelak membawa Wolfsburg menjuarai Bundesliga pada 2009.

Era 1980-an boleh dibilang eranya tim kecil juara. Hanya berselang dua musim setelah Hamburger SV juara, tim kecil menjuarai Liga Champions lagi. Ya, pada musim 1985/86 saat Steaua Bucharest mengalahkan Barcelona di final dengan hanya mengandalkan pemain lokal.

Memasuki tahun 1990, sepak bola Eropa juga dikejutkan dengan keluarnya Red Star Belgrade sebagai juara Liga Champions. Dua tahun berselang, giliran Olympique Marseille, wakil Prancis pertama menjuarai Liga Champions.

Final yang Juga Variatif

Bukan hanya juaranya yang nggak ketebak, yang masuk final Liga Champions era itu sangat variatif. Ketika Nottingham Forest juara untuk pertama kalinya itu saja, mereka menghadapi Malmo yang seumur-umur belum pernah ke final Liga Champions. Lalu, kalian mengenal Panathinaikos, bukan?

Panathinaikos pernah ke final pada tahun 1971. Mau tahu yang mengejutkan lagi? Leeds United dan Saint-Etienne, ya, Saint-Etienne, ternyata lebih dulu mencicipi final Liga Champions ketimbang Liverpool. Leeds ke final 1975 dan Saint-Etienne di tahun berikutnya, sedangkan Liverpool baru ke final Liga Champions musim 1976/77.

Masih ada yang mengejutkan lagi? Ada. Partizan Belgrade, Stade de Reims, hingga Eintracht Frankfurt mendahului tim-tim Inggris ke final Liga Champions. Tim Inggris pertama yang ke final Liga Champions adalah Manchester United pada tahun 1968, sedangkan tiga tim tadi sudah ke final sebelum itu.

Sekarang pertanyaannya, mengapa pada era itu, klub-klub kecil bisa menjuarai Liga Champions? Kenapa pada era itu pula, banyak tim kecil melangkah ke final?

Tidak Memakai Format Fase Grup

Jawabannya karena format turnamen. Sejak pertama kali digelar pada tahun 1955 hingga memasuki 1990-an, Liga Champions tidak memakai format fase grup. Fase grup baru diperkenalkan pada musim 1991/92. Pada era tersebut, Liga Champions menggunakan format fase gugur. Hal itu membuat tim mana pun bisa tereleminasi dalam satu pertandingan.

Inilah yang memungkinkan lebih banyak kejutan. Bisa saja tim besar keok dari tim kecil. Selain format, di era tersebut jumlah peserta Liga Champions tidak banyak, yaitu 16 tim pada 1955 dan 32 tim pada 1980 hingga 1990. Khusus yang kedua, bahkan tidak mesti selalu 32 tim yang berpartisipasi.

Hanya juara liga yang berhak berpartisipasi dalam turnamen. Ini mengurangi jumlah klub papan atas yang terlibat. Semakin sedikit klub papan atas terlibat, semakin besar peluang klub lain di luar liga papan atas terlibat. Hal ini berbeda dengan Liga Champions modern, di mana setiap liga bisa mengirim lebih dari satu wakil, dan itu biasanya tim raksasa semua.

Tragedi Heysel

Selain soal teknis ada pula faktor di luar teknis. Tragedi Heysel pada 29 Mei 1985 ternyata juga turut memengaruhi. Hal itu karena setelah tragedi tersebut, UEFA membanned seluruh tim Inggris di kompetisi Eropa. Dan itu bukan cuma semusim, tapi lima musim. 

Alhasil, sejak 1985/86 hingga musim 1989/90 tidak ada tim Inggris di Liga Champions. Tim Inggris yang langganan ke final sebelumnya, seperti Liverpool dan Manchester United terpaksa hanya menerima kabar Liga Champions. Ini memberi kesempatan tim-tim kecil tidak pernah diunggulkan untuk juara.

Lihat saja, saat pertama kali pelarangan itu diberlakukan, Steaua Bucharest bisa merengkuh gelar. Padahal sebelumnya, tidak pernah ada wakil Rumania di final. Kesempatan juga dimanfaatkan oleh Porto yang meraih Liga Champions pertamanya pada 1987.

Finansial yang Utama

Kembali ke pertanyaan awal. Kenapa sekarang tim kecil malah sulit juara? Jawabannya karena format. Format fase grup yang dipakai sejak 1991/92, memungkinkan keterlibatan peserta lebih banyak. Karena peserta semakin banyak, pertandingan juga kian banyak. Tim yang berpartisipasi juga dipaksa memainkan lebih banyak laga.

Tim kecil tak mampu melakukan itu. Apalagi tim kecil kerap kali tidak memiliki finansial yang kuat. Pendapatan mereka, baik dari sponsor, siaran TV, hingga penjualan pemain, tak sebanyak tim-tim raksasa. Karena pendapatan sedikit, tim kecil kesulitan membangun skuad yang sustain, solid, dan kuat dalam mengarungi musim.

Kenapa itu perlu? Karena dalam semusim, tim tidak hanya bertarung untuk Liga Champions saja, tapi juga kompetisi domestik. Hanya tim yang punya finansial kuat dan kedalaman skuad yang bisa bertahan dan, melangkah jauh sampai menjadi juara. Dan itu seringnya tim-tim besar atau tim yang berasal dari liga top.

Lho, Porto gimana? Porto yang juara pada 2004 adalah hal lain. Sulit dijelaskan. Tapi satu yang mungkin jadi alasan: Jose Mourinho. Kala itu, taktik bung Jose terbilang baru di sepak bola. Banyak tim lain belum menemukan obat penawarnya.

Liga Champions: Yang Kaya Makin Kaya

Mirisnya, perkara finansial ini yang sekarang dikejar oleh UEFA. Kalau boleh jujur, format baru yang dikenal sebagai format Swiss membuat Liga Champions kurang kompetitif dan hanya akan menguntungkan tim-tim besar. Sekalipun membuka kesempatan klub yang sebelumnya kurang dikenal seperti Pafos terlibat.

Kenapa? Karena dalam format baru, tim-tim kecil tersebut hanya akan menjadi santapan tim-tim besar. Mereka seolah hanya akan dijadikan lumbung poin bagi tim besar. Dengan begitu, tim yang kaya akan tetap kaya, sementara tim yang melarat makin nelangsa.

Langkah UEFA untuk menaikkan hadiah Liga Champions musim 2025/26, justru akan membuat kondisi lebih parah. Bukan hanya tim kaya akan tetap kaya, tapi malah makin kaya. Betul bahwa setiap tim yang lolos ke fase liga, termasuk tim seperti Pafos akan mendapatkan 18,62 juta euro. Mereka juga akan mendapatkan 2,1 juta euro untuk tiap kemenangan di fase liga.

Namun, apakah tim kecil bisa memetik kemenangan jika lawannya tim-tim mapan? Ambil contoh, Kairat Almaty akan menghadapi Arsenal. Jelas 99% Arsenal yang menang, dan mereka akan ambil uangnya. Kalaupun Kairat sanggup menahan imbang Arsenal, mereka hanya akan mendapat 700 ribu euro.

Tim kecil juga sulit merangsek ke papan atas. Mereka hanya akan berkutat di papan bawah. Dan itu membuat mereka hanya mendapatkan 275 ribu euro. Sementara tim raksasa macam Liverpool yang berpeluang finis lebih tinggi, bonusnya amat jauh lebih banyak, yaitu 9,9 juta euro.

Alasan-alasan tadi membuat tim kecil sulit juara. Ketika semua orientasinya pada uang, jangan harap Liga Champions akan menghasilkan kejutan, di mana tim kecil seperti Qarabag, keluar sebagai juara.

Sumber: BBC, Quora, ESPN, SkySports, BBC, beinSPORTS

GOKIL! Musim Baru Mulai, Penyerang Baru Tim Liga Inggris Ini Udah Nyetak Gol

0

Liga baru mulai, rumput stadion masih hijau bau pupuk, tapi para penyerang anyar ini langsung bikin gol. Biasanya seorang pemain itu butuh adaptasi, tapi para striker ini langsung mencetak gol seperti orang lokal yang sudah hafal jalur kereta bawah tanah.

Kalau kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”. Namun, di dunia sepak bola terkadang tak perlu kenal untuk bisa langsung sayang. Fans baru bertemu kemarin sore sama si penyerang, tapi sudah cinta mampus gara-gara satu gol yang dia buat.

Berikut ini penyerang baru tim-tim Liga Inggris yang sudah mencetak gol saat musim baru dimulai. Siapa saja mereka? Eh, tapi disclaimer dulu, kamu jangan cari yang nggak ada ya.

Callum Wilson (West Ham)

Kita mulai dari Callum Wilson. Namanya tidak asing di telinga penggemar Liga Inggris. Musim lalu adalah musim terakhirnya di Newcastle United. Wilson tidak memperpanjang kontrak dan memilih pergi secara gratis ke West Ham United. West Ham butuh penyerang baru.

Niclas Fullkrug yang ompong giginya ternyata juga ompong dalam mencetak gol. Sementara, keuangan The Hammers sedang tidak baik-baik saja. Ditambah aturan FFP dan PSR yang ada seperti petugas bank plecit. Akhirnya, Wilson jadi opsi karena gratis.

Wilson datang dengan keraguan yang besar. Penggemar tidak yakin melihatnya sebagai mesin gol. Terlebih Wilson tak mencetak sebiji gol pun musim lalu. Namun, keraguan itu keliru. Wilson membuktikan kapasitasnya di Premier League saat West Ham meraih kemenangan pertama di liga musim ini. Ia menyumbang satu gol saat melawan Nottingham Forest.

West Ham sudah unggul 2-0 atas Forest hingga memasuki menit ke-90. Mereka mendapat kesempatan melakukan serangan balik, dan di situ, El Hadji Malick Diouf menyisir sisi kiri, lalu melepas umpan diagonal ke kotak penalti lawan. Umpan itu disambut Callum Wilson.

Viktor Gyokeres (Arsenal)

Masih dari kawasan London. Arsenal memulai Liga Inggris musim ini menghadapi lawan paling sulit umat manusia di dunia. Ya, setan. Tepatnya setan berwarna merah. Di laga ini, fans MU bangga karena timnya udah main cantik, padahal yang beneran cantik, Laura Basuki. Fans MU bangga banget karena timnya bisa menyulitkan Arsenal.

Ini ibarat Timnas Indonesia bertemu Prancis. Main apik dan bisa menyulitkan lawan saja, rakyatnya udah seneng pol. Padahal selain cuma bisa main apik, MU cuma bisa menahan Viktor Gyokeres biar tidak mencetak gol debutnya ke gawang mereka. Kalau sampai Gyo mencetak gol debutnya di Liga Inggris dan itu ke gawang MU, bisa malu 10 turunan fansnya!

Di laga tersebut Gyo lebih sibuk benerin rambut ketimbang mengancam gawang Altay Bayindir. Arsenal memang menang, tapi gol tidak berasal dari kaki pemain Swedia tersebut. Karena ini Gary Neville punya bahan untuk mengkritik striker baru Arsenal itu. Tapi kritik Neville hanya bertahan sepekan.

Brace Gyokeres ke gawang Leeds United berhasil menyumpal mulut sosok yang tak becus melatih Valencia itu. Gyokeres lalu mencetak gol lagi di laga melawan Nottingham Forest.

Joao Pedro (Chelsea)

Berbeda dengan dua nama sebelumnya, Joao Pedro tidak datang di jendela transfer musim panas. Pemain Brighton itu merapat ke Chelsea sewaktu jendela transfer khusus jelang Piala Dunia Antarklub. Tepatnya 2 Juli lalu, Joao Pedro menandatangani kontrak senilai 55 juta poundsterling, yang akan membuatnya bertahan hingga 2033.

Enzo Maresca memainkan Pedro di perempat final di Piala Dunia Antarklub, saat Chelsea menang atas Palmeiras. Lalu tak butuh waktu lama Joped mencetak gol pertamanya untuk The Blues, ketika Chelsea mengalahkan wakil Brasil lainnya, Fluminense di semifinal.

Chelsea menang 3-0. Joped mencetak gol terakhir ke gawang Fluminense. Itu gol pertamanya buat Chelsea, namun Joped tidak melakukan selebrasi. Fluminense adalah tim masa kecilnya. Tim yang turut menempanya. Tidak elok rasanya merayakan golnya ke gawang tim masa kecilnya itu.

Ia baru merayakan golnya ketika menjebol gawang Gianluigi Donnarumma di final. Sejak itu, Maresca tak mengabaikan Joao Pedro. Bukan hanya karena insting mencetak gol, tapi juga fisik dan pergerakannya yang berani. Di Liga Inggris musim ini, dua gol sudah ia ciptakan.

Dominic Calvert-Lewin (Leeds United)

Masih ingat nama Dominic Calvert-Lewin? Pemain yang akan sungkem wolak-walik kalau ketemu sama Carlo Ancelotti. Sebab pelatih Italia itulah yang membuat kian tajam sebagai penyerang. Calvert-Lewin identik sama Everton, tapi musim ini menyeberang ke Leeds United.

Agak jauh ya nyebrangnya? Tapi begitulah sepak bola. Penyerang 28 tahun ini pindah dengan status bebas transfer. Ia memberi opsi Daniel Farke di lini depan. Penyerang kelahiran Sheffield ini diturunkan saat melawat ke markas Wolverhampton Wanderers.

Di situlah ia mencetak gol debutnya untuk Leeds United. Calvert-Lewin menyundul umpan silang yang dikirim Jayden Bogle. Ini juga gol pertamanya di Liga Primer sejak Januari. Dengan kata lain, sudah sekitar delapan bulan Lewin tidak mencetak gol di Liga Primer.

Leeds pun mengakhiri laga dengan kemenangan 3-1. Selain Calvert-Lewin, Anton Stach dan Noah Okafor juga mencetak gol pertamanya untuk Leeds United di laga tersebut.

Hugo Ekitike (Liverpool)

Demi mendapat penyerang baru, Liverpool merogoh kocek dalam-dalam, seperti kuli bongkok yang memecahkan celengan untuk membeli motor N-Max. Penyerang pertama yang dibeli, Hugo Ekitike. Sang pemain semula mengaku fans Manchester United dan akan menerima pinangan Setan Merah. Tapi lain di hati, lain di bibir.

Bukan ke MU, Ekitike malah menerima tawaran 79 juta poundsterling yang disodorkan sang rival. Banyak yang sinis pada transfer ini. Tak sedikit pula yang bilang Ekitike kemahalan. Liverpool cuma dikadalin Eintracht Frankfurt yang terkenal hobi bersilat lidah. Tapi…. Ekitike secepat mungkin menjawab keraguan itu.

Bahkan cuma butuh 228 detik buatnya untuk mencetak gol debut, dan bikin fans The Reds jatuh cinta setengah mampus. Gol itu tercipta bukan di Liga Inggris, melainkan di Community Shield menghadapi Crystal Palace. Ini membuktikan bahwa Ekitike merupakan pemain yang luar bisa buat The Reds.

Usai itu, Ekitike hanya tidak membobol gawang Burnley dan Arsenal di kancah domestik. Bournemouth, Newcastle, dan Southampton menjadi korban. Ditambah Ekitike juga berhasil untuk pertama kalinya mencetak gol ke gawang Everton di Derby Merseyside. Ngeri kali bah pemain ini. MU mana punya?

Alexander Isak (Liverpool)

Sudahlah punya penyerang lincah macam Ekitike, Liverpool membeli “pemburu gelap” di kotak penalti yang dipelihara Newcastle, Alexander Isak. Semua mengira, setelah punya Ekitike, The Reds tidak lagi mengejar Isak. Mau sang pemain ngambek, nggak peduli. Eh, lha kok ternyata, 125 juta poundsterling dikeluarkan untuk Isak.

Arne Slot tidak langsung memainkannya. Isak baru turun di laga melawan Atletico Madrid. Sayang, Isak yang turun di babak kedua, gagal mencetak gol. Walau begitu, Pak Arne maklum. Lagi pula Isak bukan Benjamin Sesko.

Benar saja, tak butuh menunggu berminggu-minggu, Isak sudah mencetak gol debutnya bersama Liverpool. Itu terjadi di Carabao Cup. Tak seperti dua laga sebelumnya, Isak bermain sejak menit awal, sementara Ekitike diparkir. Berawal dari kesalahan pemain belakang Soton, Chiesa sukses merebut bola. Mantan pemain Fiorentina ini lalu memberikan umpan pada Isak yang tinggal tap in.

Menariknya, Ekitike yang menggantikan Isak di babak kedua juga mencetak gol. Pusing… pusing dah tuh Arne Slot. Eh, malah mungkin nggak pusing, wong punya dua penyerang sama tajamnya kok bingung? Yang pantas pusing Ruben Amorim, punya pemain kok ngablu semua.

Nick Woltemade (Newcastle)

Terakhir, pengganti Isak di Newcastle, Nick Woltemade. Kehadirannya ke St. James Park cukup mengejutkan. Stuttgart sebelumnya ogah melepas pemain Jerman itu setelah tiga kali menolak tawaran Bayern Munchen. Tapi Eddie Howe ngebet mendatangkan striker baru, dan Nick salah satu yang memikatnya.

Nick dianggap sebagai pemain ideal yang dapat dibentuk Howe. Ia bukan hanya memiliki kemampuan finishing yang baik, tapi juga cerdas secara taktis. Harga yang menyentuh 75 juta euro pun tak jadi halangan. Uang sebanyak itu toh cuma separuh lebih sedikit, dari uang penjualan Isak ke Liverpool.

Tapi, banyak pengamat menilai Nick Woltemade kemahalan. Die Roten saja cuma mentok menawar 60 juta euro. Namun, buat Newcastle yang baru menciptakan rekor penjualan pemain, Nick tidaklah kemahalan. Alih-alih, pemain 23 tahun itu justru membuktikan dirinya kapabel dengan sistem Eddie Howe.

Betapa tidak? Nick mencetak gol pertamanya di Premier League di laga debutnya di kompetisi tersebut. Ngeri kan? Setelah mencetak gol itu, Nick malah disebut-sebut sebagai penandatanganan yang lebih baik dari Benjamin Sesko. Lah! MU lagi yang kena ini?

Mau gimana lagi, dari banyaknya penyerang baru yang didatangkan tim-tim Liga Inggris, terutama di tim besar, cuma Sesko yang belum nyetak gol. Sesko bahkan kalah dari Jaidon Anthony, penyerang baru Burnley yang bersaing di papan top skor. Mari doakan Sesko segera mencetak gol debutnya. Kalau dia sudah nyetak gol, bilang di kolom komentar yaaa….

Sumber: WestHamZone, SportBible, Yahoo, beinSPORTS, SkySports, Goal, ESPN, TheAthletic

Hilang dari Skuad Real Madrid, Eduardo Camavinga Kemana?

0

Sesuatu yang hilang biasanya bikin geger. Dompet hilang, motor hilang, sampai kemanusiaan yang hilang. Nah, kalau ini bukan barang yang hilang, tapi Eduardo Camavinga, pemain Real Madrid. Saat Los Galacticos berjaya di awal musim. Ketika setiap pemain mulai menggoda hati Xabi Alonso, Camavinga seakan hilang ditelan bumi.

Memang, Camavinga tak sepenuhnya hilang. Kemarin, pemuda yang satu ini masuk di laga melawan Levante. Tapi hanya beberapa menit menginjak rumput. Tak sampai satu sebatan rokok. Para suporter tentu bingung. Ada apa dengan Camavinga? Mungkinkah pemain yang satu ini tak disukai oleh Xabi Alonso?

Cedera April 2025

Waktu ditangani Carlo Ancelotti, Eduardo Camavinga selalu kebagian jatah bermain. Ia selalu diandalkan Don Carlo. Bukan hanya sebagai gelandang, tapi terkadang juga turun ke belakang menjadi seorang full back. Total sang gelandang tampil 34 kali bersama Los Blancos musim lalu. Jumlah laga yang sebenarnya juga tidak bisa dibilang banyak. 

Sayangnya, mendekati akhir musim kemarin, Eduardo Camavinga dihantam cedera saat menghadapi Getafe, sekitar April 2025. Real Madrid lalu memberi pengumuman bahwa sang gelandang menderita cedera pangkal paha yang cukup serius. Otot tendon kiri di pahanya mengalami masalah. Dan kabar buruknya otot tersebut dikonfirmasi robek.

Camavinga terpaksa mengakhiri musim lebih cepat, karena pemulihan cedera otot yang robek tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kehilangan Camavinga saat itu menjadi pukulan telak bagi Los Merengues. Apalagi selang beberapa hari kemudian, Real Madrid harus melakoni final Copa del Rey menghadapi musuh bebuyutan, Barcelona.

Kita tahu akhir dari cerita itu. Real Madrid gagal memenangkan laga. Justru anak asuh Hansi Flick lah yang berhasil membawa pulang trofi Copa del Rey usai membungkam Los Galacticos lewat skor tipis 3-2.

Cedera Lagi Jelang Musim Baru

Musim itu Los Blancos tidak meraih gelar seperti Copa del Rey, Liga Champions, maupun La Liga. Namun, mereka meraih UEFA Super Cup dan FIFA Intercontinental Cup. Don Carlo lalu pergi, bernegosiasi dengan Federasi Sepak Bola Brasil untuk menjadi pelatih tim Samba berikutnya.

Sementara Real Madrid di sisi lain, sudah memesan Xabi Alonso. Bayer Leverkusen, tim yang dilatih Alonso, tak bisa mencegah pelatihnya itu pergi ke Santiago Bernabeu. Sang pelatih memiliki semacam klausul bahwa apabila ada mantan timnya ingin merekrutnya sebagai pelatih, Leverkusen harus melepasnya.

Xabi Alonso pun datang ke Real Madrid dan memimpin latihan jelang Piala Dunia Antarklub. Namun, Eduardo Camavinga tidak terlibat. Sang pemain masih dalam tahap pemulihan akibat cedera yang sudah menumpuk. Sepanjang musim lalu, eks pemain Rennes ternyata menabung cedera. Mulai dari otot, lutut, robekan otot aduktor, hingga hamstring.

Maka dari itu, kita tidak melihat Camavinga ambil bagian di Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat. Pemain Timnas Prancis itu baru bergabung ke latihan Real Madrid jelang musim dimulai.

Namun sebelum benar-benar terlibat latihan, Camavinga mengalami cedera engkel dan tak bisa ikut berlatih. Ia pada akhirnya tidak masuk ke daftar susunan pemain atau DSP saat Los Blancos melakoni laga pertama melawan Osasuna.

Absen Lagi di Laga Kedua

Setelah laga pertama La Liga itu, Camavinga juga masih belum kelihatan. Saat tim mempersiapkan diri untuk pertandingan kedua melawan Real Oviedo, Camavinga tidak terlihat di Valdebebas. Sang pemain tampaknya masih belum pulih betul dari cedera. Ini membuat semua pihak khawatir. Entah itu fans maupun Xabi Alonso sendiri.

Camavinga yang tak lekas sembuh dari cedera menimbulkan kecemasan di lini tengah. Apalagi Jude Bellingham juga mesti menjalani operasi bahu dan diperkirakan absen hingga Oktober. Sejak ditinggal Luka Modric ke AC Milan, opsi lini tengah Real Madrid pun menyusut.

Musim ini, tim mendatangkan pemain depan seperti Franco Mastantuono dan sejumlah pemain belakang seperti Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, dan Alvaro Carreras. Namun, Los Blancos tak punya gelandang baru. Ketika Camavinga dan Jude cedera, Alonso cuma bisa mengandalkan Dani Ceballos, Federico Valverde, hingga Aurelien Tchouameni sebagai gelandang tengah.

Alonso Butuh Camavinga, Tapi….

Menurut Xabi Alonso, Camavinga memiliki potensi yang besar. Sang pemain punya kualitas untuk bergabung ke proyek Alonso. Namun mantan pelatih Real Sociedad B itu cukup hati-hati dengan Camavinga yang, selama 12 bulan sudah mengalami lima kali cedera.

Alonso membuat rencana khusus untuk Camavinga. Sang pemain semula direncanakan bakal kembali ke skuad Real Madrid di pertandingan kompetitif, yaitu saat menghadapi Espanyol, 20 September lalu.

Sebelum laga melawan Espanyol, sang pemain dikabarkan sudah kembali ke Valdebebas. Hanya saja, Camavinga tidak berlatih secara tim, melainkan jalani latihan individu alias terpisah. Meski begitu, Xabi Alonso yakin tim medis akan mengizinkan Camavinga bermain di laga melawan Espanyol.

Tapi masalahnya bukan cuma apakah secara fisik Camavinga siap untuk merumput lagi, melainkan apakah sang gelandang kembali ke level tim utama setelah berminggu-minggu tidak merumput. Istilah lainnya match fitness atau tingkat kebugaran seorang pemain dalam olahraga beregu.

Apakah Eduardo Camavinga sudah memiliki match fitness yang cukup untuk diintegrasikan dengan tim? Xabi Alonso mengerti, mengembalikan match fitness bagi seorang pemain yang telah lama cedera dan absen tidak semudah memasak Indomie goreng pakai telur.

“Kami mesti merancang rencana khusus untuk Camavinga. Dia butuh pramusim yang memungkinkannya memulihkan ritme dan kepercayaan dirinya,” kata Xabi Alonso.

Menit demi Menit

Strateginya, menurut Alonso, Camavinga akan dibiarkan tetap berlatih secara individu. Namun juga sesekali dikombinasikan sesi latihan ke dalam tim. Alonso tidak akan memberi banyak menit bermain langsung buat Camavinga.

Kata Alonso, yang terpenting adalah bagaimana Camavinga tiba dalam kondisi terbaik untuk pertandingan-pertandingan penting, tanpa membahayakan pergelangan kakinya. Barangkali sebab itu kita seakan-akan tidak melihat Eduardo Camavinga di skuad Real Madrid.

Berbeda dengan Vinicius Junior yang kini sesekali dimainkan sejak menit awal, Camavinga selalu diparkir oleh Xabi Alonso. Mantan pemain Liverpool itu baru dua kali memainkan Camavinga, dan itu hanya berasal dari bangku cadangan. Di laga melawan Espanyol, 20 September lalu, Camavinga memang dimainkan, tapi cuma satu menit.

Kemarin, saat Real Madrid memberangus Levante 4-1, Camavinga hanya turun sebentar. Ia masuk di babak kedua ketika laga menyisakan delapan menit di waktu normal, atau kurang dari seperminuman kopi.

Menariknya, ketika Camavinga sedang dalam masa pemulihan dan pengembalian match fitness-nya, ini justru dilihat klub lain sebagai kesempatan. Kesempatan untuk apa? Kesempatan untuk membajaknya dari Real Madrid.

Diincar Klub Inggris

Klub-klub Inggris mulai melirik Eduardo Camavinga, seperti tukang kebun yang melihat mangga ranum di pagar tetangga: tangan gatal ingin memetik walau belum tentu diizinkan. Salah satu klub Inggris yang menunjukkan minatnya adalah Manchester United.

Kebutuhan akan gelandang tengah begitu mendesak buat United. Ruben Amorim tak bisa terus mengandalkan Bruno Fernandes untuk bermain agak ke belakang, karena itu sebenarnya mematikan kemampuan sang pemain. Menurut sejumlah laporan termasuk Caught Offside, United mengincar tambahan amunisi lini tengah, dan Camavinga masuk daftar prioritas.

Selain MU, Chelsea dan Newcastle United juga melihat situasi di mana Camavinga jarang dimainkan, sebagai kesempatan untuk membawanya ke Liga Inggris. Mengutip Caught Offside, Chelsea bahkan telah menyiapkan dana khusus untuk memboyong Camavinga. Sementara itu, mengutip Defensa Central, Newcastle sudah berani melakukan pendekatan.

The Magpies menenteng 40 juta euro dan 10 juta euro dalam bentuk bonus untuk menukarnya dengan Eduardo Camavinga. Akan tetapi, hingga narasi ini ditulis, Real Madrid belum sudi melepas gelandang yang pada November mendatang berusia 23 tahun itu.

Eduardo Camavinga memang jarang dimainkan. Tapi itu murni karena cedera. Xabi Alonso juga sudah menegaskan bahwa Camavinga adalah bagian penting dari skuad. Menjualnya, bukan opsi yang akan ditempuh oleh Xabi Alonso. Sekarang, para fans tinggal menunggu comeback-nya Eduardo Camavinga, dan Real Madrid akan makin sulit buat dikalahkan.

Sumber: Madrid-Barcelona, YahooSports, ManagingMadrid, RealMadridConfidencial, Catalunyadiari, beinSPORTS, Jurnas, Fichajes, DefensaCentral, ESPN, Football5Star

Ousmane Dembele: Bukti Menikah Bukan Masalah, Tapi Bawa Rezeki

0

Orang sekarang bilang, menikah bikin rambut cepat putih, dompet mengering seperti sungai di musim kemarau. Menikah dianggap tak membahagiakan. Menikah justru bak pemerintah: merepotkan dan kalau memang tidak perlu, lebih baik tidak usah. Tapi Ousmane Dembele mendobrak anggapan tersebut.

Saat Gen Z lain takut menikah karena itu membawa masalah, Dembele menjadi bukti bahwa firman Allah Swt. dalam Surah An-Nur ayat 32 benar belaka. Lihat saja, pemain yang lahir di kawasan kecil di tepi Sungai Seine bernama Vernon ini meraih Ballon d’Or setelah mengikat janji suci pernikahan.

Dembele bahkan melampaui Kylian Mbappe berkat penghargaan tersebut. Bagaimana pemain Timnas Prancis ini menghancurkan kredo “marry is scary” dan mengubahnya menjadi “marry is happy”?

2017-2019, Talenta Menjanjikan yang Dibeli Barcelona

Kita mundur sejenak buat melongok lagi saat Dembele pertama kali tiba di Barcelona pada 2017. Klub Catalan itu mengeluarkan tak kurang dari 105 juta euro untuk mengangkut Dembele. Angka yang turut melahirkan harapan besar sekaligus beban baginya.

Berganti dari balutan kuning ke seragam biru-merah khas Barcelona, Dembele sadar dia sekarang bermain di klub yang lebih besar. Kelindan dengan itu, fans Blaugrana turut menaruh harapan tinggi padanya. Pada mulanya, harapan itu tidak keliru.

Dembele mencetak asis di laga pertamanya melawan Espanyol. Lalu sorak-sorai yang menyebut namanya pun terdengar. Sejumlah media tanpa tedeng aling-aling melabelinya The Next Neymar. Label yang tak diinginkan oleh Dembele itu sendiri. Musim 2017/18, Dembele memang memberi pengaruh.

Pemain yang saat itu masih 20 tahun mencetak empat gol dalam 24 laga. Gelar Copa del Rey dan La Liga pun didapatkannya. Pada musim selanjutnya, Dembele kembali meraih gelar La Liga. Kali ini dikawinkan dengan gelar Piala Super Spanyol. Ia menyelesaikan musim dengan 14 gol.

2019-2021, Periode Sering Cedera

Akan tetapi, Dembele seperti bertemu tembok IKN yang menghalangi laju kariernya saat musim berganti. Hamstring kirinya cedera di pembukaan musim 2019/20. Dembele terpaksa menepi selama lima pekan. Dembele lalu kembali, mencetak gol ke gawang Sevilla pada 6 Oktober musim itu.

Tapi usai itu, Dembele ternyata tidak disenangi oleh penggemar Blaugrana. Marca melaporkan, kelakuan Dembele yang sering begadang bermain video gim, membuat banyak orang resah. Dembele beberapa kali kesiangan dan melewatkan tes medis yang dijadwalkan klub. Tidak mengherankan bila cedera yang jadi kawan.

Tak lama setelah pulih dari cedera pertama, giliran pahanya yang kena. Dembele pun absen selama 10 minggu. Februari 2020, Dembele kembali berlatih, tapi cedera hamstringnya kambuh, dan untuk yang kedua ini, sangat serius. Kenapa? Karena cedera itu mengakhiri musimnya lebih cepat.

Dembele merumput lagi pada musim baru, tepatnya 27 September 2020 melawan Villarreal. Ia masuk sebagai pemain pengganti. Pada 20 Oktober, Dembele menceploskan bola ke gawang Ferencvaros. Tapi di bawah Ronald Koeman, Barcelona musim itu cuma bisa meraih gelar Copa del Rey.

Sementara nahas bagi Dembele. Cedera yang telah jadi “teman ngobrol” itu datang lagi. Untuk kesekian kalinya Dembele diterpa cedera hamstring. Kali ini sewaktu tidak membela Barcelona, melainkan Les Bleus di Piala Eropa 2020 yang digelar pada 2021.

Cedera tersebut sampai membawanya ke Turku, Finlandia, untuk operasi. Dembele pun hilang dari peredaran setelah EURO 2020. Namun saat namanya lenyap, ada kabar membahagiakan datang. Kalian pasti tahu kabar apa itu.

Menikah pada Desember 2021

Ya, Dembele rabi. Pada Desember 2021, diam-diam Dembele melangsungkan pernikahan di Maroko. Ia mempersunting Rima Edbouche, muslimah yang juga orang Prancis namun keturunan Maroko. Dembele dan Edbouche menikah dengan cara-cara tradisional Maroko.

Ini bukan pernikahan seperti di banyak drama Korea, di mana seorang pria kaya menikahi gadis miskin namun cantik. Istri Dembele bukan orang sembarangan. Rima Edbouche seorang influencer dan tiktoker. Pengikutnya di aplikasi yang sering disebut “kandang monyet” itu menyentuh 300 ribu lebih.

Perempuan kelahiran 1999 ini dikenal sebagai influencer khusus busana muslim. Beberapa teman Dembele sebetulnya banyak yang menghadiri pesta pernikahan tersebut, termasuk Dayot Upamecano. Namun tidak ada satu pun pemain Barcelona. Tidak di resepsi, tidak pula di walimatul ursy.

Gacor Setelah Menikah

Kira-kira seminggu setelah menikah, Dembele kembali ke Barcelona. Konon para pemain Barcelona kaget mendengar Dembele menikah. Coba bayangin, ada teman kamu yang menikah tapi nggak ngirim undangan. Nah, kira-kira begitu perasaan punggawa Barcelona. Tapi kita nggak akan bahas lebih lanjut. Biarlah itu urusan Dembele dan rekannya di Barcelona.

Barca toh ketiban untung. Delapan laga dilakoni Dembele setelah menikah, dan dia berhasil mencetak tujuh asis dan satu gol. Performanya cenderung stabil pada musim 2021/22. Dembele bahkan tak lagi cedera. Justru pria kelahiran 1997 ini menyelesaikan musim tersebut sebagai playmaker teratas dengan 13 asis.

Pertanyaan pun muncul. Apa pengaruhnya pernikahan dengan performa di lapangan? Ternyata sebelum gacor lagi di atas lapangan, Dembele lebih dulu gacor di atas ranjang. Tak berapa lama menikah dengan Rima Edbouche, Dembele dikaruniai seorang putri. Segalanya pun berubah setelah Dembele menjadi seorang bapak.

Mathieu Bodmer, mantan pemain PSG yang dekat dengannya bilang, ada perubahan dalam gaya hidup Dembele. Sang pemain mulai sadar akan pentingnya nutrisi dan gizi. Dembele juga mempekerjakan seorang fisioterapis pribadi yang sering memberinya perawatan untuk mencegah cedera.

Menjadi seorang bapak membuka mata dan hati Dembele. Ia mulai hidup sehat dan mempertahankannya. Dembele tak lagi begadang. Ia tak lagi main gim hingga larut malam. Kehadiran sang istri juga rupanya turut memengaruhi kedisiplinannya.

Jika sebelumnya Dembele kerap datang terlambat saat latihan, setelah menikah, dia datang lebih dulu. Malahan saat berlibur, daripada menghabiskan waktu untuk yang tidak penting, Dembele mengisinya dengan latihan. Sayangnya, saat Dembele siap bertarung lagi, Barcelona menjadikannya obat penyakit finansial.

Pergi ke PSG

Padahal Dembele, di sisi lain, ingin bertahan. Ia suka dengan kota itu, terasa nyaman dan personal. Dembele juga menyukai pelatih Xavi Hernandez yang memberinya kepercayaan. Dembele pun sebenarnya diberikan kontrak baru. Namun, kontrak itu tidak seperti upaya untuk membuatnya bertahan, melainkan justru upaya untuk mengusirnya secara halus.

Barcelona tak mau menjamin menit bermain. Sesuatu yang pada akhirnya membuat Dembele memutus kontrak dengan Barcelona. Paris Saint-Germain lalu datang membawa 50,4 juta euro untuk menukarnya dengan Ousmane Dembele. Blaugrana yang belepotan finansial, tergiur menerima tawaran itu.

Pemain yang berjuluk Si Nyamuk ini sepakat bergabung ke PSG. Paris adalah kota gemerlap, berbeda dengan Barcelona. Dan di kota yang romantis ini, Dembele bersinar. Luis Enrique yang sudah mengaguminya kala masih di Barcelona, menjadikan Dembele kelinci percobaan.

Enrique ingin memakai skema false nine saat tiba di Paris, hanya saja tidak tahu siapa orangnya. Dan ketika melihat Dembele, dan Enrique yakin sudah menemukan orangnya. Mengisi peran false nine, Dembele merespons dengan mencetak 27 gol dalam 22 pertandingan di musim dingin 2023/24 serta awal musim semi 2024/25.

Enrique pun mengasuh Dembele seperti merawat keponakan sendiri. Sang pemain kian tajam. Dulu di Barcelona, bahkan Dortmund, Dembele seperti lampu yang sebentar nyala, sebentar redup. Tetapi bersama Les Parisiens, sinar Dembele stabil. Seperti menemukan colokan yang pas, arusnya mengalir tanpa tersendat.

Dembele turut mengembalikan senyum Nasser Al-Khelaifi karena membantu timnya menjuarai Liga Champions. Trofi ini membuat PSG sejajar dengan tim-tim lain yang pernah meraih treble.

Nasser juga tak perlu merutuki Real Madrid lagi siang-malam karena kini, setelah meraih treble, timnya berada di atas Los Galacticos. Dembele juga bikin bos PSG itu tersenyum usai Ronaldinho yang tampil bak aktor Hollywood, menyebut namanya di panggung Ballon d’Or.

Akhir kata, jika Mark Zuckerberg punya Priscilla Chan di sampingnya, Emmanuel Macron punya Brigitte, dan Jokowi punya Iriana, Dembele adalah pria sukses lain yang memiliki perempuan hebat di sampingnya bernama Rima Edbouche.

Sumber: TheAthletic, AthlonSports, Marca, Forbes, Tribuna, MundoDeportivo, MoroccoWorldNews, BBC