Hwang Hee-chan, Dulu Pecundang di GBK, Kini Bersinar di Premier League

  • Whatsapp
Hwang Hee-chan, Dulu Pecundang di GBK, Kini Bersinar di Premier League
Hwang Hee-chan, Dulu Pecundang di GBK, Kini Bersinar di Premier League

12 Oktober 2013 jadi hari yang bersejarah untuk timnas U-19. Di pertandingan terakhir babak kualifikasi Piala Asia U-19 edisi 2014, Indonesia yang diperkuat Hansamu Yama, Ricky Fajrin, Ravi Murdianto, hingga Maldini Pali sukses mencundangi Korea Selatan dengan skor 3-2. Malam itu, Evan Dimas jadi bintang lapangan setelah sukses mencetak 3 gol alias hattrick.

Pertandingan malam itu membuat timnas U-19 asuhan Indra Sjafri menyapu bersih seluruh pertandingan babak kualifikasi dan lolos ke Piala Asia U-19. Di sisi lain, kekalahan tersebut membuat Korea Selatan harus puas mengakhiri babak kualifikasi sebagai runner-up.

Bacaan Lainnya

Di tengah hujan yang mengguyur Stadion Utama Gelora Bung Karno, para pemain Korea Selatan tertunduk lesu, salah satu yang nampak kecewa adalah Hwang Hee-chan. Namun siapa sangka, dalam hitungan tahun, ia menjadi pemain yang jauh lebih bersinar ketimbang Evan Dimas cs yang dulu mengalahkannya.

Berbakat Sejak Usia Dini, Hwang Hee-chan Langsung Hijrah ke Eropa di Usia Muda

Bakat sepak bola Hwang Hee-chan sudah terlihat sejak usia dini. Pada tahun 2008 saat dirinya masih di kelas 6 SD, ia jadi top skor Hwarang Daegi Tournament. 19 gol yang ia cetak jadi rekor gol terbanyak yang bertahan hingga detik ini. Hwang juga memenangi Dongwon Youth Cup bersama Singok Elementary School. 2 kompetisi tersebut merupakan kompetisi sepak bola untuk pemain usia dini di Korea Selatan.

Penampilan tersebut berbuah panggilan timnas Korea U-12 dan ia sukses menampilkan performa bagus saat tampil di Kanga Cup. Di turnamen internasional yang diadakan di Canberra, Australia itu Hwang Hee-chan berhasil mencetak 22 gol. Berkat performa tersebut, ia dianugerahi penghargaan Cha Bum-kun Football Award, gelar yang hanya diberikan kepada pemain muda terbaik Korea Selatan.

Hwang kemudian melanjutkan sekolahnya di Pohang Jecheol Junghaggyo, sekolah menengah pertama yang berafiliasi dengan tim U-15 Pohang Steelers. Di sana, ia berhasil memenangkan Liga Sekolah Nasional Korea dan terpilih sebagai MVP.

Selanjutnya, Hwang bergabung dengan Pohang Jecheol Godeunghaggyo, SMA yang juga berafiliasi dengan Pohang Steelers U-18. Di Liga Sekolah Nasional ia terpilih dalam 11 pemain terbaik setelah mencetak 10 gol dalam 6 pertandingan. Saat berada di kelas 2 SMA, ia bahkan sudah berhasil mengantar sekolahnya menjuarai K-League Junior dan berhasil mencetak 12 gol dalam 12 pertandingan.

Setelah lulus SMA pada 2014, Pohang Steelers berniat memberikannya kontrak profesional untuk bermain di K-League. Namun keputusan berani diambil Hwang Hee-chan yang justru menandatangi kontrak dengan klub Liga Austria, Red Bull Salzburg. Langkah tersebut sempat menimbulkan kontroversi karena dianggap transfer yang tidak sah oleh publik Korea.

Hijrah ke Red Bull Salzburg, Hwang Hee-chan Tampil Bagus di Liga Champions

Akan tetapi, Hwang tetap berangkat ke Austria. Beruntung, ia bergabung dengan Red Bull Salzburg yang akrab dengan pemain muda dan punya jaringan yang luas. Klub milik Red Bull itu juga menilai bakat Hwang Hee-chan dengan jeli. Ia dikirim terlebih dahulu ke FC Liefering, tim satelit Salzburg yang bermain di kasta kedua. Selama 2 musim, Hwang berhasil mencetak 13 gol dan 8 asis dari 31 penampilan.

Hwang kemudian mendapat debutnya untuk Red Bull Salzburg di musim 2015/2016. Ia kemudian mencatat 126 penampilan dan mencetak 45 gol dan 29 asis. Meski sempat dipinjamkan ke Hamburg SV pada musim 2018/2019, Hwang Hee-chan adalah pilar penting Salzburg. Ia berhasil mempersembahkan 4 trofi Austrian Bundesliga dan 3 trofi Austrian Cup.

Salah satu penampilan terbaiknya untuk Red Bull Salzburg terjadi di musim 2019/2020. Hwang yang berposisi sebagai winger membentuk trio menakutkan bersama Erling Haaland dan Takumi Minamino. Golnya ke gawang Liverpool di babak grup Liga Champions 2019 adalah salah satu gol terbaiknya. Hwang berhasil mengecoh Virgil Van Dijk sebelum melepas sepakan kencang yang menggetarkan gawang Alisson Becker.

Di level tim nasional, Hwang Hee-chan juga menorehkan prestasi mentereng. Ia jadi bagian skuad timnas Korea Selatan yang sukses menembus perempat final Olimpiade 2016. Bersama Son Heung-min, ia berhasil mengantar timnas Korea Selatan meraih medali emas Asian Games 2018. Ia juga jadi bagian skuad Shin Tae-yong di Piala Dunia 2018.

Di musim panas 2020, Hwang Hee-chan menapaki karier yang lebih tinggi. Ia dilego ke RB Leipzig dengan mahar 9 juta euro. Sayangnya, Hwang yang mendapat kontrak selama 5 tahun belum berhasil menampilkan performa apik untuk Leipzig. Di musim pertamanya, ia gagal mencetak satupun gol di Bundesliga Jerman. Namun, ia berhasil mencetak 3 gol di ajang DFB-Pokal dan mengantar Leipzig hingga babak final.

Kalah saing, Hwang Hee-chan kemudian dipinjamkan ke Wolverhmapton Wanderers di musim panas 2021. Sambutan meriah langsung ia dapat dari publik Molineux Stadium saat dirinya diperkenalkan sebagai pemain baru sesaat sebelum kick-off pertandingan melawan Manchester United, Minggu 29 Agustus kemarin.

Debut Untuk Wolverhampton, Hwang Hee-chan Cetak Gol Pertamanya di Premier League

Rasanya, bermain untuk tim sekelas Wolverhampton bakal menaikkan level permainan Hwang Hee-chan. Ia menjalani debut di pertandingan keempat Liga Primer Inggris kala Wolves bertandang ke markas Watford. Diturunkan sebagai pemain pengganti di babak kedua, Hwang menjawab kepercayaan pelatih Bruno Lage dengan sempurna.

Hwang menyambar bola rebound dari jarak dekat setelah tembakan Marcal terkena blok. Gol tersebut berhasil mengunci kemenangan pertama Wolverhampton di Premier League musim ini. Gol tersebut sekaligus jadi gol perdana Hwang Hee-chan di pentas Liga Primer Inggris.

“Kami tidak punya banyak waktu untuk berlatih dengannya. Dia tiba setelah penerbangan 16 jam pada hari Kamis sehingga kami tidak punya banyak waktu. Bagus baginya untuk memulai dengan sebuah gol. Dia harus terus memberikan apa yang dia lakukan hari ini.” kata Bruno Lage, manajer Wolverhampton dikutip dari The Guardian.

Mengutip dari The Korea Times, Hwang adalah pemain Korea Selatan ke-14 yang bermain di Premier League dan pemain ketujuh dari Korea yang mencetak gol di liga Inggris. Hwang adalah salah satu dari dua pemain Korea Selatan di Liga Premier Inggris musim ini setelah bintang Tottenham Hotspur Son Heung-min. Sama seperti seniornya, Hwang juga fasih berbahasa Inggris dan Jerman.

Bila mampu terus menampilkan performa apik, bukan tak mungkin Hwang akan dipermanenkan Wolverhampton. Di akhir musim nanti, Wolves punya opsi pembelian permanen senilai 13 juta euro.

“Hwang adalah pemain yang telah kami tonton selama beberapa tahun terakhir. Dia bisa bermain di semua posisi depan, striker, second striker atau wide. Dia memiliki rekor mencetak gol yang fantastis di Salzburg dan akan memberi kami pilihan bagus di lini depan. Hwang memiliki asal usul yang bagus, setelah bermain di Liga Champions dan di Piala Dunia. Dia memiliki banyak kecepatan, tenaga, dan kekuatan. Mungkin sedikit berbeda dengan apa yang kami miliki, dan kami pikir dia adalah akuisisi yang kuat untuk skuat.” kata Scott Sellars, Direktur Teknis Wolverhampton.

Perjalanan karier Hwang Hee-chan membuktikan kepada kita bahwa ada yang salah dengan pembinaan pemain di Indonesia. Hwang yang dulu jadi pecundang di GBK, nyatanya punya jalan karier yang jauh lebih cemerlang dibanding penggawa timnas U-19 yang dulu mengalahkannya.

Memutuskan hijrah ke Eropa nyatanya berbuah manis bagi karier Hwang Hee-chan. Skillnya bertambah, fisiknya tambah kuat, dan yang jelas pengalamannya tampil di pentas dunia membuat mentalitasnya jauh melebihi pemain timnas U-19 yang dulu membuatnya tertunduk lesu.

Semoga kisah Hwang Hee-chan ini bisa jadi inspirasi pemain muda Indonesia untuk berani mengambil langkah berkarier di luar negeri. Bakat dan prestasi di usia muda tak menjamin kesuksesan seorang pemain di masa mendatang. Kerja keras, disiplin, dan mental juara harus terus diasah, tentunya di asah di tempat terbaik dengan iklim dan atmosfer yang positif.

***
Sumber Referensi: Wolves, Inews, The Guardian, Korea Times, Naver, MyDaily.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *