Klub Sepak bola Tak Mendapat Keuntungan Banyak dari Penjualan Jersey

  • Whatsapp

Ketika seorang mega bintang berlabuh ke sebuah klub, orang cenderung beranggapan biaya yang dikeluarkan klub untuk sang pemain tak seberapa dibandingkan penjualan jersey nantinya. Mitos yang muncul adalah klub akan mendapatkan lebih banyak keuntungan dari penjualan jersey sang pemain.

Cristiano Ronaldo yang mudik ke Manchester United pun tak bisa terlepas dari mitos tersebut. Bahkan saat CR7 resmi menandatangani kontrak bersama Manchester United, desas-desus keuntungan berlipat berkat penjualan replika kaus Ronaldo pun menggeliat. MU dianggap bakal untung banyak.

Hal itu setali tiga uang dengan Lionel Messi. La Pulga yang dibeli Paris Saint-Germain juga dianggap bertuah dan mampu mendatangkan keuntungan bagi PSG. Penjualan replika jersey Messi nomor punggung 30, dalam bayangan semua orang bakal laris dan menambah finansial klub secara fantastis.

Menurut beberapa laporan, penjualan jersey Ronaldo versi Manchester United laku sampai senilai 181 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,5 triliun. Sementara hasil penjualan jersey Messi nomor punggung 30 di PSG senilai 103 juta poundsterling atau sekitar Rp 2 triliun. Tapi perlu dicatat, itu baru hasil penjualan, bukan keuntungan.

Keuntungan Klub Sedikit

Faktanya, baik PSG maupun Manchester United tidak mendapat keuntungan banyak dari penjualan jersey. Tulisan Michael Hincks di laman INews memperkirakan kalau PSG hanya untung 7 pounds atau Rp 138 ribu per kaus bertuliskan Messi nomor punggung 30. Hal itu didasari oleh penulis The Price of Football, Kieran Maguire.

Sementara, keuntungan Manchester United dari hasil penjualan Ronaldo mustahil mencapai angka 10 pounds atau Rp 197 ribu per kausnya. Dosen senior keuangan olahraga dari Universitas Sheffield Hallam, Dan Plumley mengatakan sudah ada kesepakatan khusus antara MU dan apparel Adidas. Jadi, MU hanya akan mendapatkan keuntungan sekitar 5 poundsterling saja per kaus atau sekitar Rp 98 ribu.

Seumpama kaus Ronaldo di MU hanya terjual 1 juta kaus, MU hanya mendapat keuntungan 5 juta poundsterling atau Rp 98 miliar. Jika MU ingin menutup pengeluaran dari hasil pembelian Ronaldo dari Juventus, mereka mesti menjual setidaknya 2.850.000 kaus. Jumlah tersebut nilainya setara dengan transfer Ronaldo sebesar 12,9 poundsterling atau Rp 254 miliar di awal.

Sedangkan, jika PSG hanya mampu menjual jersey Messi sebanyak 1 juta pcs pun, mereka hanya mendapat 7 juta poundsterling. Apabila menginginkan uang 29,9 juta pounds dari hasil pembelian Messi kembali, PSG harus menjual 4.300.000 jersey dengan perkiraan keuntungan yang didapat 31 juta pounds atau Rp 612 miliar. Jumlah yang kelihatan sangat banyak, apalagi kalau kita tahu bahwa di situs PSG, total jersey Messi yang terjual hanya 150 ribu pcs saja per 13 Agustus 2021.

Apparel Lebih Diuntungkan

Ketika Manchester United mendapat kontrak 10 tahun dari perusahan apparel Adidas sejak 2014 senilai 750 juta poundsterling atau Rp 4,7 triliun, Adidas memberikan keuntungan 10 persen untuk The Red Devils. Kendati pada akhirnya nggak sampai segitu.

Sementara, PSG yang menandatangi kontrak dengan perusahaan apparel Nike hingga 2032, diperkirakan hanya akan mendapat 7 persen saja dari hasil penjualan kit. Nike yang punya peran memproduksi dan mendistribusikan jersey ke seluruh dunia tentu mendapat mayoritas penjualan yang lebih banyak. Di situs resmi Nike, jersey Messi di PSG dijual seharga 82,95 pounds-117,95 pounds atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 1,6 juta-Rp 2,3 juta.

Sifat Penawaran Jersey

Banyak orang yang salah mengira kalau perjanjian kerjasama antara klub dan perusahaan kit seperti Nike, Adidas, Puma, dan lain-lain adalah perjanjian sponsorship. Padahal, kata seorang pengacara olahraga, Jake Cohen, perjanjian yang terjalin antara klub dan apparel adalah mengenai lisensi. Hal itu memungkinkan bagi produsen kit memakai lisensi klub untuk setiap kit atau produk buatannya yang dijual.

Klub tak memiliki fasilitas untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dagangan, termasuk jersey. Sebaliknya, klub membutuhkan perusahaan apparel untuk mendapat keuntungan dari lisensi yang mereka berikan. Besar kecilnya keuntungan yang bakal diperoleh klub ada di tangan perusahan pabrikan kit. Keuntungan pun akan diberikan ke klub setiap tahunnya.

Beberapa klub Premier League rata-rata memperoleh keuntungan sebesar 7,5 persen dari hasil penjualan jersey. Namun begitu, ada satu klub yang nilai keuntungannya lebih tinggi dari yang lainnya. Nike memberi keuntungan 20 persen ke Liverpool dari hasil penjualan jersey.

Begitulah football lovers. Pada kenyataanya, klub memang tidak mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan jersey. Tapi jelas pula kalau keuntungan klub bukan berasal dari penjualan jersey semata.

Sumber referensi: bleacherreport.com, punditarena.com, mancherstereveningnews.co.uk, inews.co.uk

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *