Malangnya Donny van de Beek di Manchester United

  • Whatsapp
Malangnya Donny van de Beek di Manchester United
Malangnya Donny van de Beek di Manchester United

Pada 2020 lalu, Manchester United resmi kedatangan salah satu bintang muda paling berbakat di Eropa, Donny van de Beek. MU resmi memboyong van de Beek dari Ajax Amsterdam dengan nilai transfer sebesar 45 juta euro atau setara 693 miliar rupiah. Kedatangan sang bintang asal Belanda itu disambut meriah oleh banyak penggemar Setan Merah. Mereka merasa bahagia karena klub kesayangan berhasil merekrut salah satu pemain muda paling potensial di Eropa.

Dari sudut yang berbeda, Donny van de Beek juga tak ketinggalan untuk meluapkan kebahagiaan nya setelah diresmikan sebagai pemain MU.

“Aku tak bisa menjelaskan betapa luar biasanya kesempatan ini untuk bergabung dengan klub yang memiliki sejarah luar biasa. Aku berterima kasih kepada Ajax, aku tumbuh di sana dan selalu memiliki ikatan spesial dengan klub tersebut,”

“Aku kini siap untuk memijak langkah berikutnya dalam karier dan tampil di level tertinggi. Tidak ada standar yang lebih tinggi ketimbang Manchester United,” kata Van de Beek. (via laman resmi MU

Namun, semua itu hanya menjadi sebuah harap yang tenggelam dalam gelap. Kiprah Donny van de Beek tak ubahnya menjadi sebuah kisah yang sejatinya tidak diinginkan oleh siapapun. Dia mendapat pengalaman tak terduga, yang lebih banyak memaksanya menonton pertandingan dari bangku cadangan.

Kepiluan yang dialami Donny van de Beek lantas mendapat perhatian dari legenda Manchester United, Gary Neville. Gary tidak pernah mengerti apa yang terjadi dalam diri Donny van de Beek. Dia juga tidak mengetahui pasti apa yang kemudian membuatnya jadi pemain yang tak diinginkan.

Pada musim lalu, Donny hanya membuat sebanyak 19 penampilan di liga dan cuma mencetak sebiji gol hiburan di laga melawan Crystal Palace. Meskipun sang pemain dipuji karena pergerakan tanpa bolanya yang luar biasa. Tetap saja, semua itu tampak tak berguna pada pertandingan yang dijalani Setan Merah selanjutnya.

“Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengannya. Dia pasti sedang merasakan tekanan luar biasa,” ujar Gary Neville.

Ini bukan pertama kali Gary bingung dengan situasi Donny di Old Trafford. Ketika sang pemain didatangkan untuk pertama kali ke Manchester, Gary juga mengkritik pergerakan MU dalam melakukan tersebut. Dia menyebut bila pembelian ini seharusnya tidak dilakukan. Meski kemudian ia mulai berpikir kalau akan ada pemain MU yang bakal pergi selepas kedatangan Donny van de Beek.

Polemik Donny van de Beek di MU

Apa yang disampaikan Gary memang sedikit banyak ada benarnya. MU, saat mendatangkan Donny sudah memiliki banyak gelandang. Namun pada akhirnya tidak ada juga gelandang yang dilepas di bursa transfer dimana dia resmi didatangkan.

Dalam hal ini, banyak yang kemudian mengarahkan sorotan pada sosok Ole sebagai pelatih Manchester United. Semua mengaku bingung mengapa pelatih asal Norwegia itu tak kunjung memberi kesempatan pada Donny. Padahal, di awal perekrutannya, jelas-jelas Ole menyebut bila Donny menjadi bagian dari rencananya untuk ditempatkan di lini tengah.

Inkonsistensi Ole dan manajemen Setan Merah lainnya juga lantas terlihat, setelah mereka berusaha untuk mendatangkan sosok gelandang seperti Declan Rice, Wilfred Ndidi, dan Eduardo Camavinga. Padahal, mereka sudah memiliki sosok Donny van de Beek yang kemampuannya tentu bisa diuji.

Ketika masih membela Ajax Amsterdam, Donny van de Beek telah berhasil mempersembahkan gelar Eredivisie Belanda, KNVB Cup, Johan Cruyff Shield, dan sekali masuk ke partai final Europa League. Bahkan, ketika Die Amsterdammers tampil di kompetisi Liga Champions Eropa pun, nama Donny van de Beek banyak menarik perhatian usai menampilkan performa gemilang di lini tengah.

Selain dalam hal rencana perekrutan gelandang lain, langkah Ole dalam memperlakukan Donny van de Beek juga lantas mendapat kritik, usai dalam beberapa laga, dia seolah sengaja menempatkan bintang muda asal Belanda itu di bangku cadangan.

Dari beberapa gelandang seperti Fred, Scott McTominay, sampai Nemanja Matic, nama Donny van de Beek selalu menjadi yang terbelakang. Padahal bila melihat kualitasnya, dia seharusnya bisa menyingkirkan nama Nemanja Matic yang terbilang sudah berumur dan pergerakannya mulai melambat.

Di laga melawan Southampton beberapa minggu lalu, Ole sempat menyebut kalau McTominay akan diistirahatkan karena cedera. Namun bukannya Donny van de Beek yang disiapkan sebagai starter, nama Matic lagi-lagi dipanggil untuk mengisi tim utama. Belum cukup sampai disitu, Fred yang melakukan kesalahan untuk kemudian ditarik keluar juga malah digantikan McTominay, yang jelas-jelas disebut Ole masih mengalami cedera.

Meski Matic menunjukkan performa gemilang sepanjang laga pra musim, tetap saja, keputusan itu banyak mengundang pertanyaan dari berbagai pihak.

Mengundang Banyak Kritik

Secara keseluruhan, dari pergerakan Ole yang seolah tidak menginginkan Donny van de Beek dalam skuadnya, telah berhasil menarik perhatian beberapa legenda, seperti Edwin van Der Sar dan juga Dimitar Berbatov. Van Der Sar yang merupakan mantan kiper terbaik asal Belanda mengaku prihatin dengan kondisi dan situasi Donny di Old Trafford.

Mulanya, dia sempat membiarkan ini semua dengan mengatakan kalau Ole akan memberinya kesempatan. Namun, dia kemudian khawatir dengan berujar kalau pemain seperti Donny van de Beek sangat layak mendapat menit bermain.

Berbatov, yang menjadi saksi dari kehebatan MU di era kejayaan juga berpendapat bahwa Donny van de Beek tergolong ke dalam pembelian gagal. Bukan karena performanya yang jauh dari harapan, namun karena menit bermain yang tak kunjung diberikan.

“Situasi yang ada saat ini sungguh aneh, mengecewakan sekaligus mengejutkan. Mereka (Manchester United) mengeluarkan dana sebesar 35 juta poundsterling (sekitar Rp 690 miliar) untuknya dan membayar pemain yang tidak memulai banyak pertandingan, tidak masuk akal,” ucap Berbatov (via Betfair)

Tak hanya dari kalangan legenda, namun para penggemar juga meminta Ole untuk segera membenahi lini tengah yang dianggap kurang maksimal, dengan memberi kesempatan kepada Donny van de Beek.

Situasi Donny sendiri kian pelik setelah dia gagal mendapat kesempatan tampil bersama timnas Belanda di ajang Piala Eropa 2020 karena cedera. Padahal, ajang tersebut bisa menjadi kesempatan buatnya untuk membuktikan kualitas.

Bisa Seperti Depay Bila Tidak Segera Mendapat Tindakan

Bila situasi semacam ini terus dibiarkan, maka bukan tak mungkin bila nasib Donny van de Beek akan sama seperti Memphis Depay, yang dulu diacuhkan MU, tapi, setelah memilih hengkang, Depay justru bersinar di klub lain untuk kemudian bergabung dengan FC Barcelona.

Dengan berbagai pertanyaan hingga kritik yang terus disampaikan, Ole diminta untuk segera sadar, agar bakat seperti Donny van de Beek tak hilang begitu saja. Akan lebih menyakitkan bila pada akhirnya sang pemain putuskan hengkang, dan berhasil merajut angan bersama tim baru yang dibelanya.

Namun menariknya, merespon perlakuan sang pelatih yang selama ini dianggap salah, Donny sendiri malah masih mau bersabar. Dia ingin bertahan karena Ole terus mengatakan pada dirinya kalau pelatih asal Norwegia itu masih membutuhkan dia dalam skuadnya.

“Aku berbicara dengan manajer tentang hal itu [minat dari Everton] dan klub. Mereka jelas menginginkan ku bertahan di sini,”

“Manajer sangat positif tentang ku dan ia berkata: ‘Aku membutuhkanmu dan aku ingin membuatmu tetap bertahan di sini’.” ujar van de Beek. (via goal)

Menarik dinanti, apakah Ole bisa membuktikan ucapannya dengan memberikan Donny van de Beek kesempatan untuk tunjuk kualitas? Atau ini hanya menjadi kalimat penghibur di tengah kepiluan yang dialami sang pemain?

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *