Beranda blog Halaman 584

Mengingat Yaya Toure, Monster Lini Tengah Milik Manchester City

0

Di Pantai Gading, tanah kelahirannya, Yaya Toure mendapat julukan “L’Ordinateur” atau yang bermakna “komputer”. Panggilan itu disematkan kepada Yaya karena ia adalah seorang ahli dalam permainan sepak bola dan memiliki visi misi bermain yang sangat brilian.

Bahkan, Roberto Mancini mantan manajernya di Manchester City, diketahui sering memanggil Yaya Toure sebagai “coach” karena ia selalu menganalisis cuplikan video pertandingan dan menuliskan hasil pengamatannya di buku catatan.

Karier Yaya Toure bersama The Citizen terbilang cukup sukses. Meski tak sempat meraih trofi Liga Champions, penampilan yang ciamik dapat mengantarkan Yaya meraih beberapa gelar prestisius bersama tim maupun sebagai individu dalam periodenya selama berseragam Manchester City. 

Oleh karena itu, mari kita sedikit bernostalgia tentang perjalanan karier serta kejayaan Yaya Toure bersama Manchester City.

Didatangkan Dari Barcelona

Manchester City mendatangkan Yaya Toure dari Barcelona pada musim 2010/11. Kala itu, Yaya Toure baru saja menyelesaikan musim yang luar biasa bersama klub Catalan. Yaya Toure menjadi bagian penting dari skuad Barcelona dalam meraih treble bersejarah dengan rincian trofi Liga Champions, La Liga, dan Copa Del Rey.

Bahkan Toure juga menambahkan tiga trofi lain yaitu Supercopa de España, Piala Super UEFA dan yang terakhir Piala Dunia Antarklub. Pencapaian bersejarah itu menjadikan Barcelona sebagai klub pertama yang meraih enam trofi dalam satu kalender musim.

Namun, musim itu menjadi musim terakhir bagi Yaya, lantaran selisih paham antara ia dengan Pep Guardiola yang kala itu juga masih melatih Barcelona tak bisa dihindari. 

Masalah jadi tambah ruwet ketika Pep lebih memilih Sergio Busquets. Padahal Busquets saat itu baru promosi dari La Masia dan tak punya jam terbang seperti Yaya Toure. Akhirnya tawaran dari klub kaya baru, Manchester City pun datang. 

City tergoda dengan penampilan ciamik yang ditunjukan Yaya Toure saat masih berseragam Barca. Dengan visi misi bermain yang sangat luar biasa dirasa cukup untuk mengisi lini tengah skuad asuhan Roberto Mancini. 

Lantas, Pep Guardiola pun tak melewatkan kesempatan itu untuk menyingkirkan Yaya Toure dari skuad Barcelona.

Awal Mega Proyek

Manchester City yang kala itu hadir dengan sang pemilik baru, seorang miliarder asal Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour ingin membawa perubahan untuk klub asal Manchester itu. Melalui Abu Dhabi United Group, Sheikh Mansour membeli Manchester City pada tahun 2008.

Dengan dana segar dari Sheikh Mansour itu, nasib The Citizens pun berubah. Klub mulai berinvestasi besar-besaran untuk membeli pemain-pemain bintang, dan mendatangkan Yaya Toure merupakan satu langkah awal evolusi Manchester City.

Yaya Toure bisa dibilang sebagai contoh pertama dari talenta kelas dunia yang berani memilih City sebagai tujuan karier mereka. Di tengah keraguan terhadap klub, Yaya akan membuktikan bahwa ia akan merangkai kisah sukses bersama City. 

Ditahun yang sama Manchester City juga mendatangkan nama-nama seperti Edin Dzeko, Mario Balotelli, James Milner hingga David Silva yang juga berasal dari klub Liga Spanyol, Valencia. Yaya Toure dan nama-nama tersebut yang mengawali kesuksesan Manchester City hingga kini dikenal sebagai salah satu klub elit Liga Inggris.

Hebatnya, di musim pertama bersama City, Yaya Toure sudah menjadi pahlawan dengan gol semata wayangnya kala berhasil mengalahkan Stoke City di final Piala FA tahun 2011. Ia mempersembahkan trofi pertama di era Manchester City yang baru.

Trofi Yaya Toure Bersama Man City

Meski sempat menjadi pemain terbuang di Barcelona, tak membuat mental Yaya Toure hancur. Hebatnya bersama Manchester City, Yaya Toure malah menjelma sebagai salah satu gelandang box to box terbaik yang pernah bermain di Liga Inggris.

Setelah trofi Piala FA pertama berhasil ia raih, dimusim berikutnya trofi-trofi lain pun semakin deras berdatangan. Musim berikutnya, Yaya Toure berhasil menghadirkan gelar paling dinanti oleh para penggemar, yaitu trofi Liga Inggris musim 2011/12.

Musim 2011/12 jadi musim paling dramatis bagi Manchester CIty. Bagaimana tidak? Pasti kalian tak pernah lupa dengan gol ikonik milik Aguero yang merubah segalanya di menit-menit akhir yang sekaligus memupuskan harapan Manchester United untuk meraih trofi Liga Inggris. 

Praktis, setelah musim bersejarah itu, Yaya Toure telah meraih dua gelar Liga Inggris lainya di musim 2013/14 dan 2017/18. Ia juga meraih tiga Piala Liga pada tahun 2014, 2016 dan tahun 2018. 

Musim Terbaik Yaya Toure

Musim terbaik Yaya Toure datang pada musim 2013/2014, Yang kala itu sudah dilatih Manuel Pellegrini. Saat itu Pellegrini menemukan ramuan sempurna di skuad City dengan mendatangkan Fernandinho sebagai tandem Yaya Toure di lini tengah.

Fernandinho yang bermain lebih bertahan memberikan ruang lebih bagi Yaya Toure untuk mengeksploitasi area pertahanan lawan. Bak monster, performa apik Yaya Toure di lini tengah pun tak terbendung. 

Dia menjadi gelandang Liga Inggris kedua setelah Frank Lampard yang berhasil mencetak lebih dari 20 gol di liga dalam satu musim. Yaya Toure bahkan menyelesaikan musim 2013/14 dengan 24 gol di semua kompetisi.

Dari mulai umpan-umpan terukur, tendangan bebas fantastis, penyelesaian melengkung dari jarak jauh, bahkan melakukan pergerakan dari second line untuk menyambut umpan matang di kotak penalti lawan. Semua dapat dilakukan dengan baik oleh Yaya Toure. Dia merupakan paket lengkap untuk seorang pemain tengah.

Performa apiknya pada musim ini, jadi modal kuat bagi Yaya Toure untuk meraih penghargaan sebagai pemain Afrika terbaik untuk keempat kali secara beruntun dalam sejarah kariernya. 

Mengapa Yaya Toure Tinggalkan City

Yaya Toure tetap menjadi andalan di lini tengah Manchester City hingga akhirnya City mengontrak Pep Guardiola sebagai suksesor Pellegrini pada tahun 2016. Ketidakcocokan Yaya dengan Pep dirasa jadi salah satu alasan ia hengkang dari City.

Bahkan di awal kedatangannya ke City, Pep sudah meminta Yaya Toure untuk pindah dari klub. Namun, sang pemain kemudian memberikan perlawanan dan menolak permintaan Pep.

Sang manajer pun kemudian mengasingkan Yaya Toure. Ia juga sempat tak memasukan nama sang gelandang di skuad Liga Champions musim 2016/17. 

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun akhirnya pada laga terakhir Manchester City musim 2017/18 melawan Brighton. Laga itu didedikasikan untuk Yaya sebagai ucapan selamat tinggal dan terima kasih atas delapan tahun pengabdiannya di klub.

Sumber: The Football Faithfull, Transfermarkt, Official Yaya Toure

Berita Bola Terbaru 14 Maret 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

MU DIKAITKAN DENGAN BEK MUNCHEN

Manchester United dikaitkan dengan bek Bayern Munchen, Lucas Hernandez. MU dikabarkan tertarik untuk memungut Hernandez ke Old Trafford. Hal itu menyangkut pertahanan Iblis Merah yang masih belum memenuhi harapan.

CUADRADO INGIN PERPANJANG KONTRAK DI JUVE

Juan Cuadrado angkat bicara soal masa depannya di Juventus. Ia mengaku betah tinggal di Turin. Pemain internasional Kolombia itu juga menegaskan keinginannya untuk bertahan di Juventus. “Saya tenang, klub dan agen saya sedang berbicara dan tidak banyak berubah bagi saya untuk melakukannya [memperpanjang] sekarang atau nanti. Saya bahagia di Turin dan Juventus adalah keluarga saya,” katanya kepada DAZN.

PENGGEMAR LIGA INGGRIS PALING MENYEBALKAN DI MEDIA SOSIAL

Survei yang dilakukan oleh sebuah perusahan judi online yang dikutip Give Me Sport, menunjukkan bahwa penggemar 20 klub di Liga Inggris menjadi yang paling menyebalkan di media sosial. Dari survei itu, penggemar Liverpool berada di urutan pertama sebagai penggemar paling menyebalkan, sedangkan penggemar Arsenal dan MU berada di peringkat 2 dan 3.

MODRIC INGIN BERTAHAN TAPI BELUM ADA TAWARAN KONTRAK BARU

Gelandang kharismatik Real Madrid, Luka Modric masih belum jelas nasibnya. Menurut laporan Marca, ia sendiri menyatakan ingin bertahan di Madrid. Namun, hingga kini Los Blancos belum mengajukan penawaran kontrak baru pada Modric, yang kontraknya bakal habis 30 Juni mendatang.

BERNARDO SILVA TIDAK AKAN PERNAH MEMENANGKAN BALLON D’OR

Manajer Manchester City, Pep Guardiola mengatakan bahwa Bernardo Silva bisa saja tidak akan pernah memenangkan Ballon d’Or. Kendati pria Portugal itu telah mendapat pujian dari legenda sepak bola kaliber Ze Roberto. Guardiola mengatakan untuk memenangkan trofi itu, pemain harus aktif di media sosial dan mencetak banyak gol. Sementara, Bernardo belum memiliki keduanya.

BARCA MULAI PEMBICARAAN DENGAN AZPILICUETA

Raksasa Spanyol, FC Barcelona dikabarkan memulai pembicaraan dengan bek Chelsea, Cesar Azpilicueta. Pelatih Barca, Xavi lah yang memulai pembicaraan itu. Azpilicueta menjadi target Barca berikutnya, menyusul situasi sulit yang sedang menimpa The Blues

KLOPP TUNGGU KEBUGARAN SALAH

Bomber eksplosif Liverpool, Mohamed Salah kabarnya mengalami ketidakberesan saat laga kontra Brighton. Salah sendiri tidak menuntaskan laga itu. Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengakui belum tahu pasti apa yang sedang menimpa salah. Disinyalir hal itu hanya berkaitan dengan kebugaran. Maka dari itu, Klopp berharap kebugaran Salah lekas membaik, mengingat Liverpool sedang dalam misi pengejaran poin dari Manchester City.

RANGNICK TAK KHAWATIR KEHILANGAN RASHFORD

Manajer sementara MU, Ralf Rangnick mempersilakan Rashford jika ingin hengkang. Striker tersebut sebelumnya dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk keluar dari Old Trafford, di mana ia telah memainkan seluruh karier profesionalnya. Manajer berkebangsaan Jerman itu, seperti dikutip Goal, tak khawatir apabila Rashford sungguh-sungguh pergi.

KESEPAKATAN BARCA DAN SPOTIFY MEMASUKI TAHAP AKHIR

Kesepakatan antara Barcelona dengan perusahaan platform musik, Spotify sudah semakin dekat. Dilaporkan Football Espana, nilai kesepakatan keduanya mencapai 300 juta euro (Rp4,6 triliun). Kesepakatan itu akan berlangsung empat tahun dan akan diumumkan beberapa minggu ke depan.

REAL MADRID KIRIM PENCARI BAKAT KE LONDON

Raksasa Spanyol yang baru saja mengalahkan PSG di UCL, Real Madrid mempersiapkan diri untuk jendela transfer mendatang. Football Espana menulis bahwa El Real mengirimkan kepala pencari bakat mereka, Juni Calafat ke London untuk mencari pemain muda potensial. Selain untuk mengincar bek Arsenal seperti Kieran Tierney, Calafat juga terkesan pada Bukayo Saka. Bek Chelsea, Reece James juga kabarnya bakal menjadi incaran baru.

HASIL PERTANDINGAN

Dari ajang Liga primer Inggris, Arsenal sukses menggulung Leicester City dengan skor 2-0, Minggu malam. Bertanding di Emirates Stadium, Thomas Partey membawa The Gunners unggul di menit 11. Kemudian Alexandre Lacazette menggenapi keunggulan sekaligus memastikan kemenangan Arsenal lewat golnya di menit ke-59. Hasil ini membuat Arsenal naik ke posisi empat dengan 51 poin, sedangkan Leicester City masih berada di peringkat ke 12. Pada laga lainnya, Leeds menang 2-1 atas Norwich City, Watford menang 2-1 atas Southampton, West Ham menang 2-1 atas Aston Villa, Wolves menang 1-0 atas Everton, dan Chelsea menang 1-0 atas Newcastle.

Dari ajang La Liga, Barcelona menang 4-0 atas Osasuna di Stadion Camp Nou. Keempat gol Blaugrana dicetak oleh Ferran Torres yang mengemas brace di menit 14 dan menit 21. Serta dari Aubameyang di menit 27, dan Riqui Puig di menit 75. Hasil ini membawa Barca masih bertahan di urutan tiga besar dengan perolehan 51 poin, sedangkan Osasuna terdepak ke posisi 11.

Di Liga Italia, Inter Milan bermain imbang dengan Torino dengan skor satu sama. Torino lebih dulu memimpin berkat gol Gleison Bremer di menit 12. Inter Milan kemudian berhasil menyamakan skor melalui Alexis Sanchez di masa injury time. Kekalahan ini bikin Inter turun ke peringkat ketiga, sementara Torino masih bertahan di urutan 11. Di laga lainnya, Roma imbang 1-1 dengan Udinese.

MESSI DAN NEYMAR DIOLOK-OLOK FANS PSG

Lionel Messi dan Neymar Jr dapat pengalaman pahit saat PSG menang 3-0 atas Bordeaux di Liga Prancis 2021/22, minggu malam. Mereka jadi korban cemoohan sejumlah fans PSG sejak awal pertandingan. Keduanya dicibir oleh fans dengan teriakan ‘boo’. Tampaknya, fans kecewa dengan gugurnya PSG dari Liga Champions karena kalah saing dari Real Madrid di babak 16 besar.

DUKUNGAN SUAREZ BUAT MESSI – NEYMAR USAI DICEMOOH FANS PSG

Luis Suarez langsung bereaksi usai Lionel Messi dan Neymar dicemooh suporter Paris Saint-Germain. Penyerang Atletico Madrid itu memposting sebuah foto di Insta Story yang menampilkan dia berpose dengan kedua mantan rekannya itu. Kemudian, ia menuliskan keterangan yang mendukung dua sahabatnya tersebut. “Selalu dengan Anda. Saya sangat mencintaimu (Messi dan Neymar),” tulis Suarez, Senin (14/3).

TUCHEL: CHELSEA AKAN KE LILLE, KALAU PERLU SAYA YANG NYETIR!

Uang menjadi masalah Chelsea sejak pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi sang pemilik klub, Roman Abramovich. Namun apapun yang terjadi, Chelsea akan tetap berkunjung ke kandang Lille untuk melakoni laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions hari Kamis (17/3) nanti. Thomas Tuchel selaku pelatih telah memastikannya. “Kalau ada pesawat, kami akan menggunakannya. Jika tidak, pakai kereta, atau bis jarak jauh. Kalau tidak, saya bakalan mengendarai mobil bermuatan tujuh penumpang. Apapun yang terjadi, kami akan ada di sana,” kata Tuchel.

MOMEN EMOSIONAL YARMOLENKO MENANGIS DI WEST HAM VS VILLA

Striker West Ham United, Andriy Yarmolenko mengalami momen emosional lantaran menangis usai membobol gawang Aston Villa di Stadion London, Minggu (13/3). Yarmolenko membawa West Ham unggul pada menit ke-70 usai menerima assist Said Benrahma. Usai mencetak gol, pria Ukraina itu berlutut dengan kedua tangan menunjuk ke langit. Tidak lama Yarmolenko memejamkan mata dan mulai menangis saat tengah berselebrasi bersama rekan satu tim.

RANGNICK AKUI RONALDO ADALAH SESUATU YANG MENANTANG

Manajer interim Manchester United, Ralf Rangnick, mengakui bahwa menjadi pelatih bagi pemain sekelas Cristiano Ronaldo memiliki tantangan tersendiri. Meski demikian, Rangnick sama sekali tak menampik bahwa Ronaldo merupakan pemain yang sangat penting dan akan menjadi andalan Setan Merah di sisa musim ini. Pemain berusia 37 tahun itu sudah bikin 18 gol. Tiga gol terakhirnya ia borong saat membantu MU menekuk Tottenham Hotspur di Old Trafford.

HAVERTZ BAWA CHELSEA KALAHKAN NEWCASTLE UNITED

Bintang muda asal Jerman Kai Havertz menjadi penyelamat Chelsea kala menekuk Newcastle United dengan skor 1-0 dalam lanjutan Liga Primer Inggris. Havertz mencetak gol tunggal di menit 90+3 setelah menerima umpan dari Jorginho. Skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Chelsea sekaligus menjaga jarak dengan Manchester City dan Liverpool di posisi dua besar.

CHIELLINI: RONALDO BUTUH DUKUNGAN REKAN SETIMNYA

Giorgio Chiellini mengingatkan semua pihak bahwa Cristiano Ronaldo butuh dukungan timnya untuk tetap tajam. Meskipun CR7 disebutnya sebagai sosok yang punya kemampuan luar biasa, Ronaldo tetap butuh rekan-rekannya. “Pada akhirnya, dia hanya seorang pemain tunggal. Jika Cristiano berada di tim yang mendukungnya dan bermain lebih baik dari yang lain, Anda bisa yakin dia akan mencetak gol,” imbuh Chiellini.

GERARD PIQUE SUDAH 600 KALI BELA BARCELONA

Kemenangan telak Barcelona atas Osasuna akan menjadi partai tak terlupakan bagi bek Gerard Pique. Pasalnya, laga di Camp Nou merupakan partai ke-600 Pique membela Barcelona. Pique mencapai angka yang mengesankan 14 tahun setelah ia kembali ke klub pada tahun 2008 setelah sempat bekerja di Inggris dengan Manchester United. Sebagian besar penampilannya di La Liga, dengan 387 pertandingan, diikuti oleh 122 pertandingan Liga Champions dan 65 pertandingan Piala Raja alias Copa del Rey.

MBAPPE TEKEN KONTRAK DI REAL MADRID PEKAN DEPAN?

Drama transfer Kylian Mbappe ke Real Madrid memasuki babak baru. Bintang Paris Saint-Germain ini baru-baru ini dikabarkan akan resmi melakukan tanda tangan kontrak dengan Real Madrid pada akhir pekan mendatang. Jika hal tersebut benar terjadi, nampaknya akan mengakhiri saga transfer pemain 23 tahun itu, yang sudah berlangsung sejak musim lalu. Dilaporkan Marca, negosiasi antara pihak Real Madrid dan agen Mbappe telah terjadi sejak Los Blancos mengalahkan PSG pekan lalu.

AUBAMEYANG SAMAI CATATAN RONALDO DAN ZLATAN IBRAHIMOVIC

Aubameyang menyumbang satu gol saat Barca menggilas Osasuna. Dengan gol tersebut, Aubameyang menjadi pemain kedelapan yang membukukan lima gol dalam enam penampilan di Barcelona. Sebelumnya, hanya ada Zlatan Ibrahimovic, Ronaldo, Johan Cruyff, Romario, Ronald Koeman, Hans Krankl, dan Sandor Kocsis yang mengukir catatan tersebut.

RUDAL JET TEMPUR RUSIA HANCURKAN STADION BERSEJARAH UKRAINA

Rudal jet tempur Rusia menghancurkan salah satu stadion bersejarah di Ukraina, Chernihiv Stadium, Jumat (11/3) waktu setempat. Dalam foto-foto yang diunggah akun Instagram resmi Federasi Sepak Bola Ukraina (UAF), stadion yang sebelumnya memakai nama astronot Uni Soviet Yuri Gagarin itu terlihat porak-poranda. Tribun penonton nampak ambruk, puing-puing berserakan, hingga sebuah lubang besar yang diduga bekas ledakan rudal terlihat menganga di lokasi.

SETIAP 15 MENIT RONALDO BISA CETAK 100 GOL

Gol Ronaldo yang diciptakannya pada menit ke-12 ke gawang Tottenham Hotspurs menorehkan catatan unik untuk Ronaldo. Berdasarkan statistik Opta Joe, gol tersebut membuat Ronaldo telah mencetak 100 gol pada setiap 15 menit pertama pertandingan dalam karir profesionalnya. Selain itu, catatan tersebut membuat distribusi gol Ronaldo semakin impresif. Kini, Ronaldo sudah mendistribusikan lebih dari 100 gol di semua enam bagian pertandingan alias per 15 menitnya.

Berita Bola Terbaru 13 Maret 2022 – Starting Eleven News

BERITA TERBARU DAN TERKINI

RANGNICK TAMPIK RUMOR TUCHEL

Beberapa hari lalu beredar kabar bahwa Thomas Tuchel akan menggantikan Rangnick sebagai manajer tetap Setan Merah. Hal itu mengingat situasi sulit yang dihadapi Chelsea dalam beberapa hari terakhir. Namun, Rangnick, melalui cuitan Fabrizio Romano menampik rumor tersebut.

HAALAND PUJI PENAMPILAN BENZEMA

Penampilan apik Karim Benzema di laga leg kedua Liga Champions kemarin mengundang perhatian Erling Haaland. Setelah mencetak hattrick pada malam itu, Benzema memposting foto di akun instagramnya dengan caption “Hala Madrid!” Lantas postingan tersebut mendapat like dari Haaland. Apakah ini sebuah kode?

ARSENAL TARGETKAN RUBEN NEVES

Rumor transfer milik Arsenal seakan tak pernah habis. Dilansir dari Football London, Arsenal menargetkan Ruben Neves pada akhir musim nanti. Hal itu untuk mengantisipasi Granit Xhaka yang kabarnya masih dibujuk Jose Mourinho untuk bermain di Italia bersama AS Roma. Arsenal harus bergerak cepat lantaran klub yang berminat untuk mendatangkan Neves bukan hanya Arsenal.

ARTETA TUNJUK KAPTEN BARU

Praktis selepas kepergian Aubameyang, Arsenal tak memiliki kapten permanen. Posisi itu kerap di isi bergantian oleh para pemain Arsenal seperti Xhaka dan Lacazette. Menurut Ally McCoist, Arteta akan menjadikan Kieran Tierney sebagai kandidat utama untuk mengisi jabatan sebagai kapten tim berikutnya.

NAPOLI JADI KLUB PALING BANYAK DAPAT PENALTI

Menurut data yang diambil tanggal 12 Maret 2022, Napoli jadi klub yang paling banyak mendapat hadiah penalti. Mereka telah dianugerahi penalti terbanyak dari tim mana pun di lima liga top Eropa musim ini, mengungguli tim seperti Manchester City, Liverpool bahkan Manchester united. Sejauh ini Partenopei telah telah mendapat 10 kali penalti di Serie A, satu-satunya tim di lima liga top Eropa yang mencetak dua digit. Di belakang Napoli ada Inter dan Fiorentina , yang masing-masing mendapat sembilan penalti.

MALINOVSKYI JADI TARGET MILAN SELANJUTNYA

Gelandang serang Ukraina milik Atalanta, Ruslan Malinovskyi menarik perhatian Milan untuk merekrutnya pada akhir musim nanti. Milan berniat ingin memperkuat lini serang di musim depan. Selain Malinovskyi, Milan juga memasukan nama-nama seperti Nedim Bajrami dari Empoli dan Noa Lang dari Club Brugge ke daftar pencarian di bursa transfer musim panas.

INTER AKAN AMBIL KEPUTUSAN UNTUK SANCHEZ

Nasib Alexis Sanchez di Inter masih belum jelas. Namun menurut Calciomercato, pihak Inter kabarnya siap untuk mengambil keputusan dalam beberapa hari mendatang. Inter akan menentukan nasib Sanchez apakah kontraknya akan diperpanjang atau tidak. Mengingat gaji Sanchez cukup tinggi, meski minim kontribusi.

LEWA JADI OPSI KEDUA BARCA JIKA GAGAL DAPATKAN HAALAND

Bukan rahasia lagi bahwa Barcelona sangat menginginkan Erling Haaland. ​Tetapi persaingan untuk mendapatkan tanda tangan pemain Norwegia itu sangatlah ketat. Barca tahu bahwa Haaland juga diincar oleh Manchester City dan Real Madrid. Apabila Barca gagal mendatangkan Haaland, mereka akan mengalihkan target kepada Robert Lewandowski. Kontrak Lewa di Bayern akan habis musim depan, namun pihak Bayern belum memulai negosiasi perpanjangan. Situasi ini pun bisa dimanfaatkan oleh Barcelona.

SEDANGKAN MADRID SEMAKIN DEKAT DENGAN MBAPPE

Beda halnya dengan Barca, Madrid justru semakin dekat dengan kesepakatan untuk mengontrak Mbappe secara gratis pada akhir musim nanti. Menurut Football Espana, Madrid berpeluang untuk mendapatkan Mbappe secara gratis dan akan menyepakatinya minggu depan.

FEDERASI UKRAINA BANNED TYMOSHCHUK DARI SEPAK BOLA UKRAINA

Mantan kapten Timnas Ukraina Anatoliy Tymoshchuk diberi sanksi larangan untuk berkecimpung di dunia sepak bola Ukraina selama seumur hidup. Hal itu karena Tymoshchuk malah melanjutkan kesepakatan untuk tetap melatih Zenit yang mana adalah klub asal Rusia. Asosiasi Sepak Bola Ukraina juga mencopot lisensi kepelatihan Tymoshchuk dan tidak akan mengakui prestasinya di lapangan.

HASIL PERTANDINGAN

Di lanjutan Liga Inggris, Manchester United sukses melumat Tottenham Horspur 3-2. Tiga gol MU diborong Cristiano Ronaldo di menit ke-12, 38, dan dan 81. Hattrick Ronaldo itu dicetak dari hasil kreasi empat rekan yang berbeda. Fred di gol pertama, Sancho di gol kedua, dan Alex Telles di gol ketiga. Sementara Tottenham mencetak dua gol belas kasihan melalui penalti yang dicetak Harry Kane dan bunuh diri Maguire. Dari hasil ini MU nyaman di posisi 4, sedangkan Tottenham bertengger di peringkat 7.

Di pertandingan lain, Liverpool sukses mengalahkan Brighton 2-0 lewat gol Luis Diaz di menit ke-19, dan penalti Mo Salah di menit ke-61. Dari kemenangan ini Liverpool meraih 66 poin dan memperpendek jarak atas pemuncak klasemen, Manchester City yang meraih 69 poin.

Sementara di lanjutan Serie A, Juventus sukses menumbangkan Sampdoria 3-1 lewat brace Morata, dan satu gol bunuh diri. Di sisi lain, Bayern Munchen justru gagal meraih kemenangan atas Hoffenheim di lanjutan Bundesliga. Die Roten ditahan imbang 1-1.

HATTRICK KEDUA CR7 BERJARAK 14 TAHUN

Cristiano Ronaldo mencetak hattrick Liga Premier keduanya dan yang pertama sejak Januari 2008 melawan Newcastle. Dua treble-nya dipisahkan oleh 14 tahun dan 59 hari, jarak terpanjang antara hattrick untuk seorang pemain dalam sejarah Liga Premier.

RONALDO CETAK REKOR LAGI

Dalam laga kontra Tottenham semalam, Ronaldo mencatatkan rekor lagi. CR7 menjadi 10 pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah FIFA. Di laga itu CR7 mencetak golnya yang ke-805, 806, dan 807. Catatan ini membuat Sang Siu memecahkan rekor Josef Bican yang mencetak 805 gol.

ROMERO TERTAWAKAN MAGUIRE KARENA BUNUH DIRI

Pemain Spurs, Cristian Romero menertawakan Maguire usai mencetak gol ke gawang sendiri di laga MU vs Tottenham semalam. Gol bunuh diri itu membuat skor imbang 2-2. Aksi itu pun viral. Namun 10 menit berselang, Romero justru gagal menghalau sundulan Ronaldo yang justru mengunci kemenangan MU 3-2 di Old Trafford.

LUKAKU MURKA SOAL KESEDIAANNYA POTONG GAJI

Romelu Lukaku diklaim sangat marah dengan laporan baru-baru ini yang menunjukkan bahwa dia siap untuk memotong gajinya agar lebih cepat pergi dari Chelsea. Dilaporkan beberapa media di Inggris bahwa Lukaku kini sudah mulai beradaptasi dengan kondisi yang ada.

ABRAMOVICH DIDISKUALIFIKASI SEBAGAI PEMILIK CHELSEA

Sanksi yang dibebankan Abramovich telah sampai pada puncaknya. Kini menurut laporan Bleacher Report, Dewan Liga Premier telah mendiskualifikasi Roman Abramovich dari direktur Chelsea setelah dia diberi sanksi oleh pemerintah Inggris.

PARATICI KANDIDAT DIREKTUR OLAHRAGA PSG

Kekalahan PSG atas Real Madrid di UCL ternyata berbuntut pada pemecatan direktur olahraga mereka, Leonardo. Pemilik PSG, Nasser Al-Khelaifi tak senang atas kinerja Leonardo dan memberi sinyal akan memecatnya, seperti laporan AS. Laporan itu menambahkan bahwa Managing Director Football Tottenham Hotspur, Fabio Paratici adalah salah satu nama pertama dalam daftar calon direktur olahraga PSG.

KALULU CETAK GOL PERTAMA UNTUK MILAN MUSIM INI

Pierre Kalulu mencetak gol pertamanya di Serie A musim ini dan memastikan kemenangan bagi pemimpin klasemen Milan atas Empoli 1-0. Di laga itu pula Pierre Kalulu juga dinobatkan sebagai Man of The Match.

LIMA PEMAIN LEICESTER BAKAL ABSEN HADAPI ARSENAL

Manajer Leicester City, Brendan Rodgers mengkonfirmasi bahwa ada sedikit masalah di skuadnya jelang laga kontra Arsenal Minggu (13/3) malam. Lima pemain The Foxes dikabarkan Football London bakal absen di laga itu. Kelima pemain yang bakal absen adalah Jonny Evans (hamstring), Wesley Fofana (COVID-19), Timothy Castagne (paha), Ryan Bertrand (lutut), dan Jamie Vardy yang juga mengalami cedera.

FANS PSG MINTA KHELAIFI PERGI

Usai kekalahan atas Madrid di UCL kemarin, para fans PSG mendesak agar Nasser Al-Khelaifi pergi dari klub itu. Perwakilan dari kelompok penggemar ultra Paris Saint-Germain telah meminta presiden Nasser Al-Khelaifi untuk segera mundur dari perannya. Hal itu menyusul PSG yang meski bintangnya banyak, selalu mengecewakan.

PEMAIN CHICAGO FIRE TAK SUDI MAIN BARENG HIGUAIN

Baru-baru ini pemain Chicago Fire dari MLS, Fabian Herbers menunjukkan ketidaksukaannya pada mantan pemain Juventus, Higuain. Pasalnya, ketika timnya imbang atas tim Higuain, Inter Miami, sang pemain yang melakukan tukar jersey tidak menyukai gestur tubuh Higuain. “Pria ini sangat menyedihkan. Seluruh bahasa tubuhnya mengerikan. Saya tidak ingin menjadi rekan setimnya,” kata Herbers pada Zee Soccer Podcast seperti dikutip Marca.

MATA LATIH MU?

Nasib Juan Mata di MU masih belum jelas. Setan Merah belum memperpanjang kontraknya di musim depan. Dilaporkan The Sun, Mata memang belum diberi tawaran kontrak oleh United. Ia juga belum menerima tawaran dari mana pun. United sendiri menginginkan gelandang Spanyol itu bertahan, namun bukan sebagai klub. Pihak MU membuka kemungkinan untuk menjadikan Mata sebagai pelatih. Dikabarkan pemain 33 tahun itu memang sudah mengambil kursus kepelatihan dan manajemen.

ROMA DAPATKAN KIPER BARU

AS Roma seperti dikabarkan jurnalis olahraga, Nicolo Schira, sudah mendapatkan kiper baru sebagai cadangan Rui Patricio. Ia adalah Mile Svilar yang didatangkan secara gratis pada Bulan Juli dari Benfica. Akhir Maret, Svilar kabarnya bakal menandatangani kontrak dengan Giallorossi hingga 2026 dengan opsi perpanjangan setahun kemudian.

Dipermalukan Real Madrid! Bukti PSG Masih “Bau Kencur” di Liga Champions

PSG bertamu ke Estadio Santiago Bernabéu pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions dengan modal keunggulan agregat 1-0. Gol Kylian Mbappe di menit ke-39 juga membuat PSG makin optimis dan percaya diri. Sayangnya, di babak kedua, anak asuh Maurico Pochettino terkena comeback menyakitkan usai Karim Benzema mencetak hattrick.

Awal dari petaka PSG diawali oleh blunder fatal Gianluigi Donnarumma di menit ke-61. Akibat berlama-lama dengan bola di kakinya, Benzema yang bertindak sebagai pressing forward berhasil merebut bola dan membobol gawang kiper timnas Italia itu.

Di menit ke-76 dan 78, Benzema kembali mencetak gol dan mengubah skor menjadi 3-1 untuk kemenangan Madrid. Hasil itulah yang mengubah agregrat menjadi 3-2 untuk kemenangan tuan rumah sekaligus memastikan PSG tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions musim 2021/2022.

Gosip Tak Sedap yang Selalu Menyertai Setiap Kekalahan PSG

Seperti biasa, setiap kekalahan PSG pasti diikuti dengan drama, rumor, dan gosip tak sedap. Setelah dipermalukan Real Madrid, Keylor Navas dikabarkan sangat marah kepada Mauricio Pochettino karena lebih memilih memasang Donnarumma ketimbang dirinya yang jauh lebih berpengalaman.

Donnarumma memang dicap sebagai biang keladi kekalahan PSG. Bagaimana tidak, blunder fatalnya di gol pertama Madrid jadi awal petaka PSG. Majalah L’Equipe bahkan menjulukinya sebagai ‘penggali kubur PSG’. Sebelumnya, ia juga dirumorkan nyaris adu jotos dengan Neymar di ruang ganti pemain. Namun, isu ini langsung dibantah oleh Neymar.

Akan tetapi, isu yang paling panas tentu saja murkanya sang presiden klub, Nasser Al-Khelaifi. Meninggalkan tribun VIP dengan wajah marah, ia dikabarkan langsung pergi ke ruang ganti wasit untuk melancarkan protes. Ia menilai bahwa gol pertama Madrid seharusnya tidak sah karena Benzema dianggap terlebih dahulu melakukan pelanggaran kepada Donnarumma.

Saking murkanya, Nasser Al-Khelaifi dilaporkan sampai berteriak seperti orang gila dan merusak peralatan wasit. Seorang staff Real Madrid dilaporkan merekam insiden tersebut. Namun, karena tindakannya itu, ia mendapat ancaman pembunuhan dari petinggi PSG itu. Direktur olahraga Leonardo juga dilaporakan terlibat dan meminta agar rekaman tersebut dihapus.

UEFA sendiri telah bertindak menanggapi kasus tersebut setelah menerima laporan dari para wasit yang bertugas di laga Real Madrid vs PSG. UEFA juga menyatakan tengah meninjau rekaman insiden tersebut untuk memutuskan hukuman yang setimpal.

Berbagai rumor dan insiden tadi menjadi bukti bahwa PSG belum dewasa sebagai klub sepak bola. Kekalahan dari Real Madrid juga jadi bukti bahwa PSG masih “bau kencur” di Liga Champions. Dana besar yang mereka keluarkan untuk membeli pemain bintang dan menggaji pelatih mahal terbukti tak cukup ampuh untuk meraih trofi “Si Kuping Besar”.

Sejak dibeli Qatar Sports Investments, PSG selalu memperkuat skuadnya dengan deretan pemain bintang dan pelatih kelas dunia yang juga digaji mahal. Namun, cara tersebut justru jadi bumerang bagi mereka.

Skuad Bertabur Bintang yang Jadi Bumerang PSG

Seperti yang terlihat di awal musim ini. PSG mengeluarkan dana nyaris 90 juta euro untuk mendatangkan Achraf Hakimi, Danilo Pereira, dan Nuno Mendes. Les Parisiens juga menampung Gianluigi Donnarumma, Georginio Wijnaldum, Sergio Ramos, dan Lionel Messi yang didatangkan secara gratis.

Karena aktivitas transfer tersebut, Fabrizio Romano sampai menyebutnya sebagai “jendela transfer terbaik yang pernah ada”. Namun, sekarang kita tahu bahwa label tersebut hanyalah omong kosong belaka! Rekrutan anyar tadi nyatanya tak memberi pengaruh yang signifikan dan hanya membebani uang gaji saja.

Sergio Ramos misalnya. L’Equipe sampai melabeli pembelian mantan kapten Real Madrid itu sebagai sebuah “kesalahan”. Sejak bergabung, Ramos baru tampil 5 kali dan lebih banyak menghiasi meja operasi dan pusat kebugaran PSG akibat banyaknya masalah cedera yang ia derita. Laporan dari Marca dan L’Equipe juga menyebut bahwa Leonardo cukup kecewa dengan Ramos yang gagal jadi seorang leader di PSG dan siap melepasnya di akhir musim nanti.

Nasib serupa juga dialami Georginio Wijnaldum. Didatangkan dari Liverpool dengan pengalaman segudang di Liga Champions, ia terbilang gagal dan kerap tampil buruk ketika menjadi starter. Kabarnya, PSG siap menjualnya di musim panas nanti setelah sang pemain juga dikabarkan tak kerasan di Paris.

Sementara itu, ada pula rumor yang menyebut bahwa para petinggi PSG sudah muak dengan Neymar Jr. Dibeli hingga memecahkan rekor transfer pemain dan dijadikan bintang terbesar PSG, kontribusi Neymar dianggap tak sebanding dengan harga belinya. Apalagi, ia juga punya banyak masalah di luar lapangan.

Pada intinya, Les Parisiens ingin merombak kembali skuadnya. Apalagi Kylian Mbappe juga semakin dekat dengan pintu keluar PSG pasca kekalahan menyakitkan dari Real Madrid. Semua itu kembali dilakukan hanya demi mengejar trofi Liga Champions yang tak kunjung mereka dapat.

Namun, apakah cara tersebut selama ini berhasil? Tentu saja tidak! Buktinya, sejak dibeli Emir Qatar pada 2011, prestasi PSG di Liga Champions Eropa hanya mentok sampai babak final di musim 2020. Di luar itu, mereka masing-masing 4 kali terhenti di babak 16 besar dan perempat final, serta sekali terhenti di babak semifinal pada musim 2021.

Dikelola Semaunya Sendiri, PSG Kerap Menyimpan Konflik Internal

PSG sebenarnya sudah berada di jalur yang benar saat mereka ditangani Thomas Tuchel. Meski mengalami pasang-surut, tetapi di bawah asuhan Tuchel, Neymar dkk. berhasil mencapai babak final Liga Champions. Meski kemudian ditundukkan Bayern Munchen, tetapi performa mereka sangat luar biasa.

Sayangnya, 4 bulan kemudian, PSG justru memecat pelatih asal Jerman itu. Ironisnya lagi, Thomas Tuchel berhasil membawa Chelsea menjuarai Liga Champions di akhir musim. Pasca dipecat PSG, Tuchel juga sempat melempar jokes bahwa ia merasa lebih seperti “politisi atau menteri olahraga ketimbang pelatih’”

Isu bintang-bintang PSG yang punya ego tinggi dan sulit ditaklukkan bukanlah isapan jempol belaka. Mungkin ini pula yang jadi alasan Les Parisiens memilih Mauricio Pochettino sebagai suksesor Thomas Tuchel. Isunya, salah satu kelompok yang paling sulit diatur adalah mereka yang berasal dari Amerika Latin. Kebetulan, Pochettino berasal dari Argentina dan ia juga merupakan mantan pemain PSG.

Akan tetapi, itu bukan satu-satunya masalah di dalam PSG. Yang jauh lebih pelik adalah fakta bahwa klub asal Paris itu menyimpan banyak konflik internal. Insiden pasca laga leg 2 babak 16 besar Liga Champions melawan Madrid adalah salah satu bukti bahwa internal PSG memang sedang tak baik-baik saja.

Sebelum terus-terusan bongkar pasang pemain, manajemen Les Parisiens perlu mengevaluasi jajaran pelatih hingga pengurus klub terlebih dahulu. Pasalnya, ada indikasi kuat bahwa selama ini PSG dikelola oleh pengurus yang kurang kompeten dan hobi menyalahgunakan kekuasaannya.

Misalnya saja Leonardo sebagai direktur olahraga. Ia disebut terlalu banyak ikut campur urusan tim dan sudah jadi rahasia umum kalau mantan gelandang AC Milan itu kerap berselisih dengan setiap pelatih PSG.

Akibat diurus oleh orang-orang yang suka berbuat semaunya sendiri, PSG memang terlihat jadi tim sepak bola yang sangat garang dengan deretan pemain bintangnya. Namun tak jarang pula mereka kerap terlihat seperti kumpulan artis yang sayangnya lebih banyak memberi hiburan di luar lapangan hijau.

Ini semua adalah imbas dari aktivitas mereka yang tak bosan mengumpulkan para pemain bintang dalam satu tim. Akibatnya, mereka jadi tak punya karakter yang kuat sebagai sebuah kesebelasan. Sejauh ini PSG juga tak punya sosok tulang-punggung yang berkarisma dan mampu menyatukan tim.

PSG boleh berbangga diri sebagai sebuah brand. Namun, bila berbicara soal prestasinya sebagai klub sepak bola, mereka masih “bau kencur”. PSG boleh saja mendominasi sepak bola Prancis dengan limpahan dana mereka yang tak terbatas, tetapi di Liga Champions Eropa cara-cara instan itu tak berlaku.

Kekalahan dari Real Madrid harusnya cukup untuk menyadarkan PSG bahwa sebelum mereka mengincar tujuan yang jauh lebih tinggi, mereka mesti membenahi dulu rumah tangganya. Sejarah juga membuktikan bahwa Les Parisiens selalu tersingkir di Liga Champions dari tim-tim yang jauh lebih kompak ketimbang mereka dan minim masalah internal.

Tak bisa dipungkiri bahwa Liga Champions memang jadi tujuan terbesar PSG. Sebab, dengan menjuarai turnamen antarklub terbaik Eropa itu mereka punya kesempatan untuk mentas ke panggung yang lebih tinggi, seperti Liga Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Namun, jika PSG tak kunjung menyadari kesalahannya, lama-kelamaan tersingkir dari Liga Champions bakal jadi suatu hal yang lumrah dan jadi bahan lelucon sepanjang masa.


***
Sumber Referensi: DailyMail, GFNF, Marca, Goal, DailyMail, AS.

Mengenang Tuah Shevchenko Bagi Timnas Ukraina

Ukraina sebagai salah satu negara tidak terlalu harum namanya di kancah sepakbola dunia. Namun, pada era 2000-an telah menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia sepak bola berkat nama seorang Andriy Shevchenko.

Andriy Shevchenko, adalah seorang striker yang akan dikenang publik seantero dunia sebagai salah satu yang berpengaruh dalam sepak bola di negeri yang sedang berkonflik tersebut. Ia kini sudah menjadi legenda di Ukraina berkat beberapa prestasi menterengnya. Bagaimana kisah perjalanan dia dan apa saja yang telah ia berikan bagi Timnas Ukraina?

Karier Bermain Shevchenko

Andriy Shevchenko pada awal karier sebagai pesepakbola di klub, memulai debutnya di tim utama Dynamo Kiev pada musim 1993/94. Dan pada Mei 1999 direkrut oleh AC Milan. Pada 2006 ia hijrah ke Inggris bersama Chelsea. Di Chelsea ia bertahan tiga tahun sampai 2009.

Pada 2009 ia memilih kembali ke Milan sebagai pinjaman, kemudian pada 2010 ia balik lagi ke Kiev, dan akhirnya pada tahun 2012 ia memutuskan untuk pensiun sebagai pemain sepak bola.

Di Tim Nasional Ukraina, Shevchenko melakukan debutnya di tim nasional senior Ukraina pada tahun 1995. Selama kariernya sebagai pesepakbola di Timnas Ukraina, prestasinya yang paling mencolok terjadi pada tahun 2006 ketika Ukraina berhasil diantarkannya lolos ke putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman.

Perempat Final Pertama Kali Ukraina 2006

Di putaran final Piala Dunia 2006, Shevchenko menjadi tulang punggung tim sekaligus pemimpin. Dalam undian grup Piala Dunia 2006, Ukraina berada di Grup H bersama Spanyol, Tunisia, dan Arab Saudi.

Tim Nasional Ukraina melakukan debutnya dalam pertandingan melawan Spanyol. Ukraina kalah 4-0 atas Spanyol berkat dua gol David Villa, Fernando Torres dan Xabi Alonso. Kekalahan telak itu tidak mematahkan semangat Shevchenko dan kawan-kawan.

Benar saja, di laga kedua melawan Arab Saudi, Ukraina mampu bangkit dan menang dengan skor telak 4-0 berkat gol Rusol, Rebrov, Kalinichenko, dan tentu saja Shevchenko.

Pertandingan yang menentukan untuk Ukraina terjadi di partai ketiga melawan Tunisia. Bagaimanapun Ukraina harus menang di partai itu jika ingin lolos ke babak berikutnya. Pertandingan berlangsung alot, kedua tim saling menyerang, namun insiden terjadi di babak kedua ketika Shevchenko dijatuhkan di kotak penalti lawan.

Tendangan penalti pun diambil sendiri oleh Shevchenko. Alhasil, kemenangan dengan skor tipis 1-0 mengantarkan Ukraina lolos dari fase grup.

Di pertandingan fase knockout atau perdelapan final Piala Dunia 2006, Ukraina sebagai runner up grup H akan bertemu Swiss sebagai pemuncak grup G.

Pertandingan cenderung berlangsung imbang. Karena kedua tim bermain sangat hati-hati. Pertandingan pun berakhir imbang 0-0 hingga extra time dan dilanjutkan dengan adu tendangan penalti. Ukraina akhirnya dapat memenangkan adu penalti tersebut dengan skor 3-0. Kemenangan itu mencatatkan rekor tersendiri, untuk pertama kalinya Ukraina mencapai perempat final kejuaraan dunia.

Di perempat final Ukraina sudah ditunggu Italia. Dengan perbedaan materi pemain yang jomplang, Shevchenko dan kawan-kawan tidak bisa berbuat apa-apa melawan keperkasaan skuad juara dunia 2006 itu. Ukraina menyerah 3-0 tanpa balas lewat dua gol Luca Toni dan satu dari Zambrotta.

Pada tahun 2012, ia kembali dipercaya menjadi kapten Timnas Ukraina untuk membimbing pasukan muda Ukraina di putaran final Piala Eropa 2012 di rumah sendiri.

Namun, kali ini secara hasil tidak berbuah manis bagi Ukraina, Ukraina tersingkir dari grup D setelah dua kali kalah oleh Inggris dan Prancis, serta hanya mampu menang sekali melawan Swedia lewat brace Shevchenko. Dan pada akhirnya pada tahun 2012 itu juga, Shevchenko secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Timnas Ukraina.

Karier Melatih Shevchenko

Pada tahun 2016, Shevchenko kembali dipanggil timnas Ukraina untuk bergabung di jajaran staf pelatih tim nasional Ukraina, di bawah pelatih kepala Mykhailo Fomenko. Debut Sheva sebagai staff pelatih terjadi di Piala Eropa 2016 di Prancis. Ketika itu Ukraina tersingkir di fase grup setelah menjadi juru kunci klasemen grup C di bawah Jerman, Polandia dan Irlandia Utara.

Setelah gagalnya pelatih Fomenko di Euro 2016, pada akhirnya di tahun yang sama, Federasi Sepakbola Ukraina menunjuk Shevchenko sebagai pelatih kepala Timnas Ukraina, menggantikan Mykhailo Fomenko.

Pada debut resmi pertama di bawah pelatih Shevchenko, Ukraina hanya bermain imbang 1-1 dengan Islandia di kualifikasi Piala Dunia 2018. Shevchenko meraih kemenangan pertamanya sebagai pelatih kepala pada di 2016, ketika Ukraina mengalahkan Kosovo 3-0.

Meskipun dia tidak mampu membawa Ukraina lolos ke Piala Dunia 2018 Rusia, tetapi ia mampu belajar dari pengalaman sebagai pelatih. Alhasil kemudian ia meloloskan kembali Ukraina di Euro 2020.

Perempat Final Kedua Ukraina 2020

Euro 2020 merupakan debutnya di kejuaraan resmi sebagai pelatih kepala Timnas Ukraina. Ukraina berada di grup C bersama Belanda, Makedonia Utara, dan Austria. Di laga pertama, Ukraina mampu memberi perlawanan kepada Belanda sebelum akhirnya kalah dengan skor 3-2.

Di laga kedua, pasukan Sheva menang 2-1 dari Makedonia Utara lewat gol Yarmolenko dan Yaremchuk. Sebelum akhirnya di laga ketiga kalah tipis dari Austria dengan skor tipis 0-1.

Lolos dengan peringkat tiga terbaik dari grup C di bawah Belanda dan Austria, Ukraina akan bertemu Swedia di partai 16 besar. Anak asuh Shevchenko bertekad mengulang prestasi mereka masuk perempat final seperti apa yang telah dicapainya pada Piala Dunia 2006.

Benar saja, Shevchenko kembali mampu mewujudkan itu, setelah Ukraina mampu mengatasi Swedia di babak 16 besar dengan skor 2-1 lewat gol Zinchenko dan Artem Dovbyk. Kemenangan ini menjadikan Shevchenko sebagai pemain dan pelatih yang mampu melejitkan Timnas Ukraina di babak perempat final kejuaraan resmi sepak bola dunia.

Di babak perempat final anak asuh Shevchenko ditunggu Inggris yang notabene menjadi favorit kala itu. Dan alhasil, Shevchenko ternyata memang hanya bisa sampai perempat final. Karena harus kalah telak atas Inggris dengan skor 4-0 lewat brace Harry kane, Maguire dan Henderson.

Dengan beberapa pencapaian itu, Andriy Shevchenko pantas disebut sebagai legenda. Sang striker sekaligus pelatih yang mampu membawa nama harum negaranya di pentas dunia lewat sepakbola. Nama Shevchenko akan selalu dikenang sepanjang masa oleh rakyat Ukraina berkat beberapa sumbangsih nyata yang telah ia berikan selama ini di persepakbolaan Ukraina.

Sumber Referensi : medium.com, sportmob, espn, dw.com

Berita Bola Terbaru 12 Maret 2022 – Starting Eleven News

BERITA TERBARU DAN TERKINI

GUIMARAES BUKTIKAN ARSENAL SALAH TAK MEREKRUTNYA

Bruno Guimaraes telah menunjukkan kepada Arsenal bahwa mereka harus menyesal tak jadi merekrutnya pada jeda musim dingin kemarin. Dalam kemenangan 2-1 Newcastle United melawan Southampton, Guimaraes menunjukan aksi ciamik khas pemain Brazil yang gemar nyekill dengan mencetak gol backheel ke gawang Soton untuk memberikan tiga poin kepada The Magpies. 

CHELSEA MASIH BISA DIJUAL, INI SYARATNYA

Setelah aset milik Roman Abramovich dibekukan, segala bentuk bisnis milik Abramovich akan dibatasi. Hal itu berimbas kepada penjualan Chelsea yang terancam gagal. Menurut Football365, Chelsea masih bisa dijual jika Roman Abramovich sepenuhnya menyerahkan proses penjualan kepada Pemerintah Inggris.

SPONSOR CHELSEA KABUR

Situasi Chelsea kian rumit. Setelah pembekuan aset milik Roman Abramovich dan beberapa penangguhan lain dalam prosesnya, kini The Blues terancam ditinggalkan sponsor utamanya, Three. Sponsor memutuskan untuk menangguhkan kerjasama hingga waktu yang belum ditentukan. Mereka juga meminta Chelsea mencopot logo Three di jersey tim dan di area sekitar Stamford Bridge.

BENZEMA: AKU TETAPLAH RAJA MADRID

Dalam laga lanjutan Liga Champions yang mempertemukan Madrid dan PSG, seluruh media membicarakan Mbappe, lantaran ia selalu dikaitkan dengan Madrid dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu mengundang Benzema untuk berkomentar kepada rapper perancis dengan berkata “PSG tak akan bisa melakukan apa-apa disini. Ini akan menjadi ceritaku.” Mungkin Mbappe bisa jadi pangeran Madrid, namun Benzema tetaplah rajanya.

CONTE TURUT PRIHATIN DENGAN CHELSEA

Tampaknya kasus yang menimpa Chelsea cukup membuat sang mantan Antonio Conte prihatin. Dalam konferensi pers pra pertandingan, menjelang pertandingan tandang Tottenham ke Old Trafford, Conte mengungkapkan kesedihannya. “Saya baru mendengar kabar itu tadi pagi. Jujur, ini sangat disayangkan, saya merasa prihatin karena saya juga pernah melatih Chelsea. Saya menikmati dua musim dan memenangkan dua gelar bersama Chelsea.” 

ITALIA MINTA STADION DIBUKA 100% SAAT LAGA PLAYOFF 

Italia akan melakoni laga play off kontra Makedonia Utara pada 24 Maret nanti, kabarnya tiket pertandingan tersebut sudah habis terjual. Oleh karena itu Federasi Sepak bola Italia telah meminta dispensasi khusus untuk Stadio Barbera di Palermo, agar dibuka dengan kapasitas full 100 persen untuk menampung lebih banyak penonton lagi.

BARCELONA TEMUKAN KANDIDAT PENGGANTI JORDI ALBA

Tampaknya teka-teki siapa yang bakal menjadi suksesor Jordi Alba di Barcelona sudah terjawab. Barcelona kini tengah memantau bek kiri milik Benfica, Alex Grimaldo. Xavi ingin menghadirkan pesaing bagi Alba, dan Grimaldo merupakan pilihan yang tepat. Dalam bursa transfer akhir musim nanti, Xavi akan memprioritaskan bek kiri dan lini depan.

PSSI UTUS HASANI ABDULGANI KE BELANDA

Kabarnya, PSSI akan mengutus salah satu anggota Komite Eksekutif, Hasani Abdulgani untuk terbang langsung ke Belanda mengurus pemain keturunan Indonesia. Hal itu dilakukan agar Hasani berbicara langsung dengan keluarga calon pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia. Siapa lagi ya pemain yang akan dinaturalisasi oleh PSSI?

POCHETTINO INGIN MEMASTIKAN BAHWA DIRINYA DIPRIORITASKAN UNITED

Drama siapa pelatih United selanjutnya belum berakhir. Nama Pochettino muncul jadi kandidat kuat pengganti Rangnick. Namun ia masih ragu dengan kesempatan itu, ia ingin pihak Manchester United datang dan meyakinkan dirinya bahwa ia adalah target nomor satu United. Hal itu karena nama-nama seperti Ten Hag dan Ancelotti juga menjadi opsi menarik bagi Setan Merah.

UNITED SIAP PERPANJANG KONTRAK DIOGO DALOT

Pihak Manchester United akan membuka pembicaraan dengan Diogo Dalot soal kesepakatan jangka panjang baru untuknya. Dalot hanya menyisakan 18 bulan sebelum kontraknya habis. United akan terus mempertanyakan apakah Dalot bersedia untuk bertahan lebih lama di Old Trafford. Namun, Diogo Dalot hanya akan menandatangani kontrak apabila ia mendapat jaminan bermain reguler di United.

HASIL PERTANDINGAN 

Dalam lanjutan Liga Spanyol, Atletico Madrid raih kemenangan tipis 2-1 dari tamunya Cadiz. Gol dicetak Joao Felix di menit ke 3 dan De Paul di menit 68. Sedangkan Cadiz hanya bisa membalas satu gol melalui Alvaro Negredo. Ini menjadi kemenangan ketiga secara beruntun yang diraih Atletico.

JOAO FELIX ON FIRE

Di Pertandingan melawan Cadiz, Joao Felix berhasil mencetak satu gol di menit-menit awal laga, itu jadi gol kelima dalam delapan laga terakhir Felix bersama Atletico. Ia telah berkontribusi dalam tujuh gol Atletico selama delapan pertandingan terakhir. Dia sedang On Fire jelang Leg kedua Liga Champions kontra MU.

SALAH TOLAK TAWARAN DARI LIVERPOOL

Masa depan dari penyerang Liverpool Mohamed Salah kembali menjadi pertanyaan. Kabarnya Salah telah menolak tawaran perpanjangan kontrak baru dari pihak Liverpool. Dengan kontrak yang akan habis pada 2023, Sejatinya Salah ingin bertahan lebih lama di Anfield. Namun perpanjangan kontrak belum menemukan titik temu. Apakah Salah akan pergi dari Liverpool? Kita lihat saja nanti.

AKUN BANK CHELSEA JUGA DIBEKUKAN

Penderitaan Chelsea tampaknya belum usai, kini kartu kredit milik Chelsea telah ditangguhkan untuk sementara waktu oleh Barclays, mengingat sanksi yang dibebankan pada Roman Abramovich. Karena itu klub tak bisa melakukan pembelian menggunakan kartu tersebut, bahkan Chelsea bakal kesulitan saat akan membeli bensin untuk bus pemain.

NICK CANDY MASIH TERTARIK MEMBELI CHELSEA

Meski keadaan Chelsea semakin sulit, pengembang properti dari Inggris, Nick Candy tetap tertarik untuk membeli klub Liga Utama Inggris itu. Dilansir dari CNN, juru bicara Nick Candy menyampaikan bahwa pihak mereka sedang mengkaji lebih lanjut keadaan Chelsea, dan segera akan mengajukan tawaran untuk membeli klub tersebut. Namun, sang jubir tak menyebutkan angkanya.

SHEVCHENKO KONFIRMASI BAHWA KELUARGANYA TERJEBAK DI UKRAINA

Dilansir dari Sky Sport, Andriy Shevchenko menggambarkan kehancuran yang memilukan di negaranya dan menegaskan bahwa beberapa keluarganya masih terjebak di negara itu. Ia bercerita bahwa Ibu dan saudara perempuannya masih menetap di sana dan mereka sulit bahan pangan dan tak ada listrik.

FORMAT BARU BALLON D’OR

Majalah France Football telah mewartakan bahwa format penilaian Ballon d’or bakal mengalami perubahan dan akan berlaku di edisi 2022 mendatang. Dari segi waktu penilaian performa pemain. Kini, penilaian pemain akan dilakukan berdasarkan musim bukan hitungan kalender seperti sebelumnya. Jadi pada tahun ini Ballon d’Or bakal digelar pada Oktober mendatang.

RONALDO SIAP TAMPIL JELANG LAGA KONTRA SPURS

Ralf Rangnick menjelaskan bahwa Ronaldo sempat mengalami cedera fleksor pinggul yang membuatnya absen pada saat Derby Manchester kemarin. Namun, klub sudah mengonfirmasi bahwa Ronaldo siap untuk bermain di laga kontra Spurs akhir pekan ini. Ronaldo pun sudah berlatih bersama tim utama Manchester United.

MASA DEPAN RASHFORD PENUH TANDA TANYA

Rashford kabarnya mulai tak betah di Manchester United, dan mempertimbangkan untuk pergi. Hal itu mengingat ia sudah jarang mendapat menit bermain di bawah Ralf Rangnick. Akhir minggu ini, United akan bertemu Spurs dalam lanjutan Liga Inggris, Rashford pun menghadapi situasi sulit. Ia ragu apakah ia masih akan menjadi pilihan utama Rangnick pada laga nanti.

SANCHO AKUI SEMPAT DIGODA UNTUK GABUNG CHELSEA

Jadon Sancho telah mengungkapkan bahwa pemain Chelsea dan Liverpool yang dipanggil ke Timnas Inggris sempat mencoba meyakinkannya untuk bergabung dengan tim mereka saat Sancho memenuhi panggilan internasional bersama Timnas Inggris. “Saya bertemu Jesse, Rashford, Harry Maguire dan Luke di tim nasional. Mereka selalu berkata ‘Datanglah ke United’. Ada juga pemain dari Chelsea dan Liverpool, yang semuanya mencoba meyakinkan saya untuk bergabung dengan mereka.” Ungkap Sancho kepada Sky Sport.

TUCHEL YAKIN CHELSEA PUNYA SOLUSI

Thomas Tuchel bersumpah bahwa Chelsea akan melakukan apa pun untuk terus maju setelah sanksi yang dijatuhkan kepada Roman Abramovich. “Selama kami memiliki cukup baju dan bus untuk pergi ke pertandingan, kami akan berada di sana dan akan bersaing keras,” kata Tuchel kepada BBC Radio.

FIRMINO IS BACK!

Jurgen Klopp mengkonfirmasi bahwa Roberto Firmino telah pulih dan akan tersedia jelang laga melawan Brighton malam ini. Liverpool cukup PD dalam menghadapi pertandingan berikutnya. Namun, Klopp juga menyampaikan bahwa kasus Covid di skuad belum hilang sepenuhnya dan Ibrahima Konte masih absen dari latihan.

CONTE INGIN BERTAHAN DI SPURS DENGAN SYARAT

Manajer Spurs Antonio Conte telah mengkonfirmasi bahwa ia bersedia untuk bertahan lebih lama bersama Tottenham. Setelah sempat ngambek dan mengancam ingin pergi akhirnya Conte menyampaikan, bahwa ia ingin bertahan musim depan dengan satu syarat. Conte mau bertahan apabila Spurs juga mau menyatukan visi dan misi dengannya.

SUSUNAN PEMAIN BARU SPURS DAPAT MENYULITKAN UNITED

Jelang pertemuan dengan United, Conte punya ramuan anyar di sisi kanan pola permainan Spurs. Tampilan baru sayap kanan Tottenham Hotspur berpotensi membuat pusing Manchester United di Old Trafford akhir pekan ini. Sisi kanan Spurs kini diisi oleh Matt Doherty di posisi bek dan Kulusevski di lini depan. Doherty sendiri sudah mengantongi empat assist dan satu gol dalam enam pertandingan terakhir.

HAALAND PUTUSKAN GABUNG CITY

Menurut Mailonline yang dikutip oleh Football London. Erling Haaland telah memutuskan untuk bergabung dengan Manchester City musim panas ini meski ada minat dari Chelsea dan Real Madrid. Haaland tampaknya akan mengikuti jejak sang ayah untuk bergabung dengan Manchester City. Kita tahu Alfe Inge Haaland pernah bermain untuk Man City pada tahun 2000 hingga 2003. Namun hal itu belum diumumkan secara resmi.

Buruknya Kebijakan Pemain Muda di Bundesliga

0

Jerman gagal total di Kejuaraan Eropa tahun 2000. Bahkan Der Panzer tak mampu lolos dari jerat fase grup. Jerman hanya mampu finis di posisi juru kunci dengan poin satu. Hasil dari imbang atas Rumania 1-1.

Kegagalan menyedihkan Jerman di Piala Eropa tahun 2000 itu tentu saja membuat federasi sepak bola Jerman berbenah. Bagaimanapun pasti ada yang salah dari sepak bola Jerman sendiri. Dan benar saja, mereka baru menyadari bahwa pengembangan bibit muda adalah suatu yang penting dalam sepak bola.

Direktur olahraga Timnas Jerman, Olivier Bierhoff, seperti dikutip Forbes, kala itu mengatakan bahwa Jerman masih memiliki kelemahan. Menurutnya, klub-klub di Jerman masih mengandalkan bakat-bakat dari luar, seperti dari Prancis, Inggris, dan Belgia.

Bierhoff mengatakan, karena itulah pemain muda Jerman tidak mendapat kesempatan mencicipi persaingan di level profesional. Hal itu pula berbuntut pada kualitas Tim Nasional yang cenderung kempes dan kurang angin. Sejak saat itu, sepak bola Jerman mulai mereformasi kebijakannya.

Reformasi itu menyangkut juga pada kebijakan pemain muda. Mulai saat itu, klub-klub Jerman diminta lebih mengutamakan pengembangan bibit muda. Kebijakan itu kemudian dipakai ketika klub-klub dari liga lainnya, seperti Inggris dan Spanyol membeli pemain mahal.

Pemain Mahal

Seiring perkembangan dunia sepak bola, harga pemain-pemain mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terutama memasuki tahun 2005 ke atas. Namun, bagi klub-klub seperti di Inggris dan Spanyol, kenaikan harga pemain bukanlah masalah rumit.

Toh, klub-klub di negara itu masih sanggup memborong pemain yang berstatus termahal. Sebut saja, Fernando Torres yang ketika pertama kali datang ke Liverpool tahun 2007 harganya mencapai 38 juta euro atau Rp594,1 miliar kurs sekarang.

Maka wajar saja, klub-klub di Inggris maupun Spanyol terpaksa mengeluarkan jutaan euro untuk sekadar mendatangkan pemain bola. Sementara di Jerman tidak begitu. Klub-klub di Bundesliga mulai tahun 2006 sudah beranjak dari sekadar menjadi konsumen ke menjadi produsen.

Klub-klub Bundesliga, di musim 2006/07 saja sudah menghabiskan setidaknya 44 juta euro atau Rp688 miliar lebih kurs sekarang untuk membangun akademi, dan menghasilkan pemain muda berbakat.

Menemui Kegagalan

Dari usaha pengembangan pemain muda, cita-cita federasi sepak bola Jerman pun pelan-pelan tercapai. Jerman mampu kampiun di ajang Piala Eropa U-17 dan U-21 pada tahun 2009. Pelatih yang pernah membawa Jerman juara Piala Dunia 2014, Joachim Loew, mengutip Deutsche Welle sangat senang atas langkah jitu ini.

Menurut Loew, Bundesliga menjadi semacam akademi elit, dan menjadi lembaga unggulan untuk menghasilkan pemain hebat. Namun, meskipun membawa prestasi bagi Tim Nasional, nyatanya pengembangan pemain muda semacam ini tak selamanya menguntungkan klub.

Alih-alih memahat prestasi, pemain-pemain muda yang mentas tak sanggup membawa klub ke satu prestasi yang cukup gemilang. Banyak klub Jerman yang justru kesulitan bersaing di kompetisi Eropa, kecuali Bayern Munchen. Klub-klub di Bundesliga lain terseok-seok di Eropa.

Pengembangan bakat muda di Bundesliga pun mengendur. Klub-klub di Jerman justru mulai melirik pemain muda dari luar. Mengapa? Karena seandainya membeli pemain yang sudah matang, biayanya tak sedikit.

Perubahan Tren

Tren klub-klub Bundesliga pun mengalami perubahan, dari yang semula menghasilkan pemain muda, menjadi pembeli pemain muda. Faktanya, talenta muda saat ini justru kebanyakan dihasilkan oleh negara Eropa lain, seperti Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa Timur.

Klub Bundesliga pun memanfaatkan pemain muda dari Bangsa Eropa lainnya. Seperti Borussia Dortmund yang memboyong Jadon Sancho dari Inggris. Eintrancht Frankfurt yang merekrut Luka Jović, sampai Alassane Pléa yang diangkut Monchengladbach.

Klub-klub Bundesliga, juga pada akhirnya mulai mengimpor pemain muda dari benua lain, misalnya Amerika. Banyak talenta Negeri Paman Sam yang merapat ke klub kenamaan di Bundesliga. Sebutlah misalnya Christian Pulisic yang merapat ke Borussia Dortmund.

Ada pula Alphonso Davies, pemain muda yang diimpor Munchen dari Kanada seharga 10 juta euro (Rp156,3 miliar). Hal itu menunjukkan bahwa pengembangan pemain muda di Bundesliga sedang kusut.

Akademi Bayern Munchen, menurut laporan Forbes, menjadi salah satu yang gagal menelurkan pemain muda berbakat secara berkelanjutan. Reputasi Jerman sebagai penghasil pemain muda pun makin meredup. Apalagi eksodus pemain Amerika di Bundesliga menemui titik sensasinya sendiri.

Selain Pulisic dan Davies, pemain-pemain asal Amerika lainnya juga turut menguasai klub papan atas di Bundesliga. Josh Sergent yang bermain untuk Werder Bremen dan Weston McKennie yang pernah bermain di Schalke adalah contohnya.

Pemain Muda Tertekan

Perubahan haluan di mana klub-klub Bundesliga justru menjual diri sebagai tempat bagi pemain muda asing, alih-alih menjadi produsen malah menciptakan semacam lingkaran setan. Kebijakan soal pemain muda yang berubah inilah yang justru imbasnya pada pemain muda asing itu sendiri.

Misalnya, ketika Jude Bellingham dan Ricardo Pepi datang ke Bundseliga, tentu akan menciptakan hype dan ekspektasi yang selangit. Resikonya, klub pun akan memberikan tekanan pada pemain muda tersebut. Hal itu pula yang terkadang justru merusak reputasi pemain muda tersebut.

Mengutip The Athletic, Direktur Dortmund, Carsten Cramer menjelaskan bahwa mendatangkan pemain muda juga artinya mempertaruhkan reputasi Bundesliga sebagai penghasil pemain. Dengan memberi tekanan pada pemain muda, menurut Cramer itu tidak efektif.

Sebab, masalah olahraga dan kesejahteraan pemain harus selalu didahulukan. Maka dari itu, klub-klub Bundesliga memiliki PR besar untuk menyejahterakan pemain muda yang mereka kembangkan ataupun rekrut.

Pemain Muda Justru Banyak yang Pergi

Strategi menjual diri untuk pemain muda dari Bundesliga nyatanya tak selamanya berhasil. Bundesliga tak selamanya cocok untuk wadah pengembangan pemain muda dari luar. Bisa jadi para pemain muda itu akhirnya justru memilih hengkang dari Bundesliga.

Misalnya, Emile Smith Rowe yang tak mendapat cukup kesempatan bermain di RB Leipzig tahun 2019 memilih pergi ke London. Di Arsenal, Smith Rowe mendapat tempat yang layak. Begitu pula Ousmane Dembele yang hengkang ke Barcelona, dan Jadon Sancho yang memilih tanda tangan kontrak dengan Manchester United.

Ketidakbetahan pemain muda di Bundesliga disinyalir karena klub-klub Bundesliga tidak sabaran. Rekan Sancho di Dortmund, Giovanni Reyna, dikutip The Athletic, mengatakan pemain muda terutama yang dari Amerika sekarang sulit untuk beradaptasi di Bundesliga.

Karena kebijakan pemain muda semacam itu, yang terkesan inkonsisten antara melahirkan atau menampung, justru membuat reputasi pemain muda Bundesliga buruk. Kita mungkin akan kesulitan menemukan hasil didikan klub Bundesliga, seperti Thomas Muller maupun Toni Kroos yang masyhur sebagai pemain berkelas.

https://youtu.be/ZbAafX50Pqw

Sumber referensi: theathletic.com, dw.com, forbes.com, debuts.eu

Ancaman Stress dan Depresi yang Mengintai Para Pesepak Bola

0

Pada 4 Januari kemarin, Davy Pröpper membuat sebuah keputusan mengejutkan ketika dirinya memutuskan pensiun dari dunia sepak bola. Mungkin hal tersebut terdengar biasa, sebab cepat atau lambat seorang pemain pasti akan gantung sepatu. Apalagi, nama Davy Pröpper mungkin terdengar cukup asing bagi sebagian penikmat sepak bola.

Akan tetapi, pandangan kita terhadap mantan gelandang Brighton ini mungkin akan berubah ketika kita mendengar alasan di balik dirinya pensiun. Sebab, Davy Pröpper memutuskan untuk mengakhiri karier profesionalnya saat usianya belum genap 31 tahun.

“Ketika saya di luar negeri, saya secara bertahap kehilangan kesenangan dalam sepak bola. Sulit bagi saya untuk menjalankan disiplin yang diperlukan untuk menampilkan yang terbaik dan hidup saya diatur oleh jadwal sepak bola yang padat. Dan krisis virus corona dan kurangnya kunjungan dari kerabat dan teman juga tidak membantu saya,” ujar Davy Pröpper dikutip dari The Guardian.

Sebelum memutuskan pensiun, performa Davy Pröpper memang terus menurun, khususnya saat ia masih berseragam Brighton. Hingga akhirnya pada musim panas kemarin ia memutuskan pulang ke PSV dengan harapan mampu mengembalikan kesenangannya dalam bermain sepak bola.

Sayangnya, Davy Pröpper sudah merasa benar-benar kehilangan passion-nya di sepak bola. Ia sudah “tak merasa nyaman di dunia sepak bola” dan menyatakan “tak ingin menjadi bagian dari sepak bola lagi.”

Alasan dan penyebab Davy Pröpper gantung sepatu tentu membuat siapa saja yang mendengarnya patut berempati. Kasus ini juga jadi bukti bahwa para pesepak bola yang biasa kita lihat begitu hebat di atas lapangan itu juga seorang manusia biasa yang bisa mengalami stress, meskipun selama ini pekerjaannya terlihat menyenangkan dan menggiurkan.

Apalagi, jika mundur ke belakang, kasus ini bukanlah yang pertama terjadi di dunia sepak bola. Hampir serupa dengan Davy Pröpper, pada 2020 lalu, Andre Schurrle juga memutuskan gantung sepatu saat usianya baru 29 tahun. Penggawa timnas Jerman di Piala Dunia 2014 itu diduga stress dan mengaku kesepian serta sudah kehilangan gairah di sepak bola.

“Keputusan ini telah matang dalam diri saya untuk waktu yang lama. Saya tidak ingin bermain sepak bola lagi. Saya benar-benar selesai,” kata Schurrle.

Stress atau bahkan depresi sudah beberapa kali menjadi alasan dan penyebab seorang pemain bola mengalami penurunan performa. Ironisnya, beberapa dari mereka yang tidak mampu mengatasi masalah tersebut hingga kemudian berakhir dengan pensiun secara tragis. Masalahnya, belakangan ini masalah tersebut semakin banyak kita jumpai.

Stress dan Depresi pada Pesepak Bola

Mengutip dari alodokter.com, stress adalah reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Pemicunya beragam, mulai dari tekanan batin, tekanan pekerjaan, hingga penyakit. Bila berkepanjangan, stress dapat mengganggu kesehatan fisik dan melemahkan daya tahan tubuh.

Masih dari sumber yang sama, depresi adalah gangguan mood yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli. Seseorang dinyatakan mengalami depresi jika sudah mengalami gejala-gejala seperti merasa sedih, putus harapan, atau tidak berharga 2 minggu berturut-turut. Bila tak ditangani, depresi bisa mengganggu produktifitas kerja, gangguan hubungan sosial, hingga yang terparah muncul keinginan bunuh diri.

Ada beberapa penyebab stress atau depresi yang kerap dialami pesepak bola. Namun, secara umum, penyebabnya dibagi ke dalam 2 faktor, yakni faktor eksternal seperti lingkungan, tekanan untuk tampil bagus, hingga keluarga dan jadwal yang terlalu padat, serta faktor internal, seperti emosi, ekspektasi yang berlebih, hingga harapan yang tidak tercapai.

Olahraga, seperti sepak bola sejatinya punya tujuan membantu memerangi stress. Namun, di sisi lain justru kerap jadi penyebab stress bahkan bisa berujung depresi. Pesepak bola yang menjadikan olahraga ini sebagai profesi adalah pihak yang paling terancam. Ini juga jadi bukti bahwa meski sepak bola menawarkan gaji dan exposure yang menggiurkan, tetapi hal tersebut tak bisa menghindarkan mereka dari ancaman masalah kesehatan mental.

Dari kasus Davy Pröpper, kita tahu bahwa jadwal sepak bola yang padat begitu menyiksa para pemain. Hal ini seharusnya jadi pertimbangan FIFA dan setiap federasi agar semakin memperhatikan kesehatan fisik dan mental para pemain. Bukannya malah membuat wacana Piala Dunia 2 tahun sekali atau mengubah format turnamen maupun kompetisi mayor menjadi lebih banyak pertandingan demi meraup keuntungan.

Memang, di tengah sepak bola yang kini sudah jadi sebuah industri, tingkat stress dan depresi di kalangan pesepak bola semakin meningkat. Dari kasus Andre Schurrle kita bisa memahami bahwa ekspektasi dan tuntutan untuk selalu tampil baik serta kritikan yang menghujani pemain bisa menjadi senjata yang membunuh karier seorang pemain.

Stress atau depresi memang bisa menjadi momok yang menakutkan bagi siapa saja, tak terkecuali pemain bola. Sebab, siapa saja punya kerentanan untuk menderita depresi. Lagipula, terlepas dari aksinya di atas lapangan hijau dan kehidupan pribadi yang mereka tampilkan di media sosial, pada akhirnya, para pesepak bola itu tetaplah seorang manusia biasa.

Lalu, bagaimana cara para pesepak bola itu mengatasi masalah ini?

Belajar Mengelola Stress dari Kasus Aaron Lennon

Kita bisa sedikit belajar dari kasus Aaron Lennon. Ya, penggawa Burnley itu diketahui pernah mengalami depresi, bahkan pada 30 April 2017, Lennon pernah ditahan di bawah Undang-Undang Kesehatan Mental Inggris.

Menurut keterangan polisi, kondisi keselamatan Lennon saat itu sudah memprihatinkan. Polisi yang mendapat laporan masyarakat mendapati Lennon dalam kondisi sangat tertekan hingga harus dibawa ke rumah sakit untuk menerima perawatan. Lalu, apa penyebab Aaron Lennon stress hingga menderita depresi?

“Anda mulai mencapai tahap di mana Anda tidak benar-benar merasa seperti pesepak bola. Anda berlatih sepanjang minggu dan Anda tidak terlibat di akhir pekan, maka itu menjadi sulit. Bagi saya, tidak bermain di akhir pekan, Anda pulang bukan sebagai orang yang bahagia dan Anda tidak menikmatinya,” kata Lennon dikutip dari The Sun.

Ya, kesempatan untuk rutin tampil di dalam pertandingan adalah sebuah hal yang sangat penting bagi seorang pemain bola. Meski terlihat simpel, tetapi hal tersebut sangat erat kaitannya dengan kebahagiaan seorang pemain bola. Aaron Lennon juga berbagi tips bagi para rekan sejawatnya agar dapat mengelola stress-nya dengan baik sebelum semuanya menjadi terlambat.

“Saya sudah berbicara dengan beberapa pemain. Mereka ingin tahu apa yang saya alami dan saya memberi mereka beberapa saran. Jika ada yang merasa seperti itu maka mereka pasti harus pergi dan mencari bantuan yang mereka butuhkan,” kata Lennon dikutip dari BBC.

Selain mencari bantuan medis, Aaron Lennon juga mengatasi masalah depresinya dengan membuat sebuah keputusan besar dalam hidupnya. Ia memutuskan pergi ke tempat lain yang mampu memberinya kebahagian lagi dalam bermain sepak bola dan itu ia temukan di Burnley.

“Pindah ke Burnley adalah salah satu keputusan terbaik yang saya buat untuk sepak bola. Saya menikmati setiap momen sejak saya tiba di sini. Saya berada di tempat yang gelap untuk waktu yang lama dan sekarang saya hanya bangun setiap hari dan bersemangat untuk datang ke pelatihan lagi dan menikmati setiap momennya. Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata,” kata Lennon dikutip dari The Sun.

Dari keputusan yang diambil Aaron Lennon kita belajar bahwa sebuah keputusan untuk hengkang ke tim yang lebih kecil bukan berarti sebuah kekalahan atau sebuah aib. Terkadang, seorang pemain mengambil keputusan tersebut untuk menghindari situasi yang menyiksa dirinya.

Intinya, cara terbaik untuk mengatasi stress dan depresi adalah dengan meminta bantuan kepada profesional. Berada dalam lingkungan yang kondusif dan dikelilingi orang-orang yang suportif juga bisa membantu para pesepak bola dalam mengatasi stress dan depresi.

Akan tetapi, jika cara-cara tersebut belum mampu mengatasi masalah, maka memang cara yang terbaik adalah dengan berhenti dan sejenak menjauh dari sumber stress. Seperti yang dilakukan Davy Pröpper, Andre Schurrle, dan banyak pemain lain yang memutuskan pensiun dengan alasan kesehatan mental. Meski terlihat pilu, keputusan tersebut bisa berarti kemenangan bagi mereka.

Respect! Itulah yang perlu kita jaga dan kita hormati sebagai penikmat sepak bola. Sebab, bagaimanapun juga, para seniman lapangan hijau itu juga manusia biasa yang rentan terhadap ancaman stress dan depresi laiknya orang biasa.

https://youtu.be/Z0_LNvAiR9Y
***
Sumber Referensi: The Guardian, The Sun, Alodokter, BBC, Koran-Jakarta.