Beranda blog Halaman 533

Bruno Guimaraes: Kepingan Puzzle yang Menyelamatkan Newcastle

0

Musim lalu, Newcastle memulai liga dengan sangat buruk. Mereka terdampar di dasar klasemen bahkan tak pernah keluar dari zona degradasi hingga jeda paruh pertama musim 2021/2022. Tentu kesulitan mereka, jadi pusat perhatian lantaran mereka baru saja diakuisisi oleh konsorsium Arab Saudi pada Oktober lalu.

Pengambilalihan ini menjadikan Newcastle sebagai salah satu klub sepakbola terkaya di dunia. Jadi, sangat disayangkan apabila melihat performa klub kaya raya malah meleset dari kata mengesankan. Namun, kesengsaraan Newcastle perlahan mulai sirna ketika pertandingan liga memasuki paruh musim kedua. 

Pergantian kursi kepelatihan hingga mendatangkan beberapa pemain telah dilakukan oleh pihak Newcastle. Namun, dari nama-nama baru yang mengisi skuad The Magpies, ada satu nama yang menarik untuk dibicarakan. Dia adalah Bruno Guimarães, sang “Piano Carrier” yang memberikan warna baru di skuad Newcastle musim lalu.

Didatangkan Dari Lyon

Setelah adu sikut dengan Arsenal, Newcastle United akhirnya berhasil memenangkan perlombaan untuk mendapatkan tanda tangan Bruno Guimaraes. Bruno sendiri jadi marque signing pertama bagi Newcastle di bawah kepemilikan Arab Saudi. 

Dilansir Goal, The Magpies menginvestasikan uangnya sebesar 33 juta pound atau sekitar Rp594 miliar untuk memboyong Bruno dari Olympique Lyonnais. Ia menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang membuatnya akan bermain di St. James Park hingga 2026 mendatang.

Newcastle mendatangkan pemain macam Bruno Guimaraes ini bukan tanpa alasan. Sewaktu di Lyon, ia merupakan salah satu talenta yang menarik perhatian. Pemain asal Brazil ini menjadi pentolan lini tengah Lyon saat itu.

Ketika masih berseragam Lyon, kualitas utama dari Bruno adalah keunggulannya dalam mempertahankan bola ketika tim sedang membangun serangan. Kemampuan ini penting karena dalam fase menyerang, pemain yang sedang menguasai bola, akan menghadapi banyak tekanan dari lawan.

Dengan ketenangannya, Bruno dapat menerima bola dengan tepat dan menunggu sampai aliran bola terbuka bagi kawan-kawannya. Bahkan saat di bawah tekanan, dengan bola yang bergerak dalam kecepatan tinggi dan ia hanya memiliki sedikit waktu untuk berpikir, Bruno dapat membuat keputusan yang tepat. 

Namun, apabila dilihat dari performa dan cara bermainnya bersama Newcastle, Bruno tak hanya fokus dalam menyerang. Dari membantu serangan hingga menetralisir ancaman di area pertahanan, semua bisa ia lakukan dengan sama baiknya. Keseimbangan inilah yang dicari oleh Eddie Howe.

Menariknya, Meski Bruno adalah pemain yang Howe cari selama ini, ia tak langsung nyetel dengan permainan Eddie Howe, bahkan di awal kedatangannya ia tak menjadi pilihan utama dalam 3 pertandingan pertamanya di Premier League. Bruno baru memainkan pertandingan 90 menit full saat melawan Chelsea pertengahan Maret lalu.

Bagaimana Bruno Guimaraes Bermain di Newcastle

Secara filosofi permainan, Newcastle jauh berbeda dari Lyon. Maka dari itu, Bruno menyesuaikan diri dengan pola permainan Newcastle yang justru cenderung menunggu, alih-alih mengandalkan penguasaan bola.

Ia bermain lebih pasif di Newcastle daripada saat berseragam Les Gones. Bruno tak selalu memegang bola dan mengalirkannya untuk meningkatkan penguasaan bola. Hal itu ia sesuaikan dengan gaya bermain Newcastle yang jarang melakukan inisiatif untuk menguasai bola.

Dengan formasi 4-3-3, Eddie Howe menaruh Bruno Guimaraes di pos gelandang tengah yang beroperasi di sisi kanan lapangan. Pemain Brazil itu memegang peran sebagai gelandang box to box. Eddie Howe tahu betul bahwa Bruno memiliki kepekaan dan etos kerja.

Maka dari itu, menaruhnya sebagai gelandang box to box adalah ide yang cemerlang untuk mengeksploitasi ruang kosong di area lawan. Tugasnya sederhana, yaitu menerima umpan dan melakukan transisi dari mode bertahan ke mode menyerang. 

Perannya itu terlihat ketika Newcastle melakoni laga menghadapi Leicester di Liga Inggris musim lalu. Bruno yang melihat struktur pertahanan Leicester belum terbentuk, bergegas memanfaatkan ruang yang terbuka untuk menusuk ke kotak penalti guna menerima umpan dari Joe Willock. Ia pun berhasil mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir. 

Kehebatan Bruno Guimaraes tak cuma itu. Ia juga pandai dalam memainkan peran pivot atau gelandang bertahan tunggal yang berdiri di depan sektor pertahanan. Sebelumnya di Newcastle posisi itu diisi oleh Jonjo Shelvey. Hanya saja Shelvey beberapa kali absen. Nah di situlah Newcastle membutuhkan sosok Bruno. 

Ia mengisi ruang yang kadang ditinggal Shelvey tersebut. Dari 17 laga bersama Newcastle, Bruno mendapat kesempatan menjadi gelandang bertahan dalam empat pertandingan. Hasilnya? Tentu saja mengesankan.

Ambil contoh ketika Newcastle menghancurkan Arsenal 2-0 pada pertengahan Mei lalu. Bruno Guimaraes yang diplot sebagai gelandang bertahan mampu memperlihatkan kualitasnya di atas lapangan. Ia bermain lebih defensif sekaligus efektif. Pemain asal Brazil itu piawai dalam membaca arah bola. Pasukan The Gunners dibuat frustasi ketika ke mana pun umpan mereka, Bruno Guimaraes selalu bisa memutusnya.

Selain itu, pada laga itu, Bruno tampil tenang. Ketenangannya itu bahkan sanggup memancing pemain Arsenal untuk melakukan tekanan, dan tepat di titik itulah ruang pertahanan Arsenal terbuka. Secara sengaja Bruno pada akhirnya membuka peluang bagi rekan-rekannya di lini depan. Hebatnya lagi, dengan peran tersebut Bruno malah juga bisa mencetak gol ke gawang Arsenal.

Pembelian Tepat

Dengan penampilan Bruno Guimaraes yang terampil dan mengesankan, Newcastle pun turut terkerek performanya. Dari jadi penghuni dasar klasemen, setelah kehadiran Bruno, Newcastle mampu finis di peringkat 11. Bahkan di pekan ke-34, Bruno CS sempat menembus 10 besar klasemen Premier League.

Bruno merupakan gelandang yang komplit, visi bermainnya juga sangat membantu Newcastle apabila mereka sedang membangun serangan. Kehadiran Bruno membuat aliran bola The Magpies selalu terjaga. Bola yang masif bergerak dapat memecahkan konsentrasi pemain lawan. Apalagi Bruno jitu dalam mengumpan.

Menurut The Analyst, Bruno memiliki persentase passing di angka 85,8%. Angka itu jadi yang tertinggi dari semua pemain Newcastle. Selain itu, rata-rata tekelnya pun lumayan. Ia mencatatkan satu tekel per 24 menit. 

Yang tak kalah ciamik adalah kontribusi golnya yang jauh meningkat. Setelah hanya mencetak 3 gol dalam 71 pertandingan bersama Lyon, pemain berusia 24 tahun itu berhasil mencetak 5 gol hanya dalam 17 pertandingan bersama The Magpies.

Newcastle sudah lama tak memiliki gelandang sebagus Bruno Guimaraes sejak kepergian Yohan Cabaye tahun 2014. Pemain yang datang dan pergi hampir semuanya tak pernah menyamai level Cabaye. Dan kini, The Magpies kembali memiliki gelandang serba bisa pada diri Bruno Guimaraes. Ia memiliki segala atribut yang dibutuhkan untuk menjadi seorang gelandang hebat.

Di sisi lain, akan lebih baik jika Bruno memiliki tandem yang tepat. Hal itu bisa saja diwujudkan oleh Newcastle pada bursa transfer. The Magpies bisa mencarikan orang yang cocok bermain dengan Bruno. Menjadikannya tandem yang hebat, dan bukan tidak mungkin selain performa Bruno yang ikut terdongkrak, Newcastle pun jadi tambah perkasa.

https://youtu.be/emeRuE1CuiM

Sumber: The Athletic, The Analyst, The Flanker, Breaking The Lines, Ruang Taktik

Berita Bola Terbaru 30 Juni 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

AKSI TAK BIASA HAALAND DI PANTAI

Dalam sebuah video viral, terlihat aksi Erling Haaland yang sedang nimbrung main sepak bola pantai di tengah sekumpulan bocah. Dikutip dari Poland.Postsen.Com, aksi Haaland ini dilakukan sebelum ia gabung Manchester City. Ia berlibur lebih dulu ke Costa del Sol, kawasan liburan di Andalusia, Spanyol. Eks pemain Borussia Dortmund itu terlihat bertelanjang dada sambil melakukan juggling bola. Ia pun tampak tidak sungkan berbaur dengan bocah-bocah tersebut.

MENTERI DALAM NEGERI PRANCIS MINTA MAAF KEPADA FANS LIVERPOOL

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin yang telah menjadi pusat perhatian dengan menyalahkan penggemar Liverpool atas peristiwa di Stade de France, kini telah meminta maaf. “Haruskah semuanya dikelola dengan lebih baik di Stade de France ? Jawabannya ya. Apakah saya ikut bertanggung jawab? Jawabannya ya. Tentu saja, saya siap meminta maaf kepada semua orang yang menderita karena manajemen acara yang buruk ini,” kata Darmanin kepada radio RTL.

XAVI: MASA DEPAN DEMBELE ADA DI TANGANNYA SENDIRI

Kontrak Ousmane Dembele berakhir pada 30 Juni. Tampaknya dia tidak memiliki kesepakatan dengan siapa pun untuk musim depan saat ini. Pembaruan terbaru dari Joan Laporta adalah manajemen Barcelona sudah menyajikan tawaran di atas meja, tetapi Dembele belum menanggapinya. Pelatih Xavi selama ini selalu menaruh kepercayaan besar pada Dembele. Ia sangat ingin pemain 25 tahun itu bertahan di Camp Nou. Namun Xavi mengatakan semua keputusan ada di tangan Dembele.

KARENA INI AC MILAN SEMAKIN SULIT DAPATKAN RENATO SANCHES

Rencana AC Milan mendatangkan gelandang tengah Lille, Renato Sanches kembali menemui jalan terjal. Pasalnya, pemain asal Portugal itu telah menaikkan permintaan gaji untuk bergabung ke tim juara Serie A tersebut. Alhasil peluang Rossoneri untuk mengantongi tanda tangan Sanches semakin jauh pada musim panas 2022 ini. Maldini serta Massara dinilai harus mencari opsi lain untuk bisa mengisi kekosongan lini tengah.

EKS PEMAIN MADRID BERGABUNG KE KLUB TURKI

Mantan punggawa Real Madrid, Jese Rodriguez resmi melanjutkan karirnya bersama tim Turki, MKE Ankaragucu. Pemain asal Spanyol didatangkan secara gratis dari Las Palmas. MKE Ankaragücü merupakan tim promosi dari TFF First League, setara divisi dua. Mereka sukses keluar sebagai juara di musim lalu. Tim Super Lig Turki itu memberikan kontrak selama satu musim kepada Jese dengan tambahan semusim ke depan.

BIKIN HEBOH, GELANDANG TIMNAS ITALIA POSTING FOTO TELANJANG BULAT

Media sosial di Negeri Pizza mendadak heboh. Gelandang Gli Azzurri, Davide Frattesi memposting foto telanjang bulat di Instagram Story. Dilansir Football Italia, Frattesi benar-benar tidak mengenakan sehelai benang pun dalam foto tersebut. Terlihat, pemain Sassuolo ini selfie sambil memegang ponsel. Tak berselang lama, foto tersebut dihapus. Frattesi berdalih jika ponselnya dibajak. Meski sudah dihapus, orang-orang dengan cepat melakukan tangkapan layar terhadap postingan tersebut.

THIAGO SILVA KE NEYMAR: GABUNG CHELSEA YUK!

Thiago Silva mengajak kompatriotnya, Neymar untuk bergabung dengan Chelsea. Ajakan itu muncul di tengah rumor yang menyebut Neymar bakal meninggalkan Paris Saint-Germain. Pemain berusia 30 tahun itu memang sangat dikenal oleh Thiago Silva. Keduanya total bermain bersama dalam 138 laga bersama PSG, tim nasional Brasil, dan tim Olimpiade Brazil. Sebelumnya, memang sempat ada isu Chelsea meminati Neymar.

YAMASHITA HADAPI ‘TEKANAN BESAR’ JELANG PIALA DUNIA 2022

Perempuan asal Jepang, Yoshimi Yamashita mengakui bahwa “tekanan sangat besar” saat dia bersiap untuk membuat sejarah dengan mendobrak hambatan gender di Piala Dunia 2022. Seperti diketahui, wasit asal Jepang adalah salah satu dari tiga wanita yang dipilih oleh FIFA untuk tampil di putaran final Piala Dunia di Qatar. “Tentu saja, saya pikir tekanannya sangat besar dan saya pikir saya memiliki banyak tanggung jawab,” kata Yamashita.

TOWNSEND SINDIR KLOPP YANG ‘MERINTIH-RINTIH SELAMA BERTAHUN-TAHUN’

Winger Everton, Andros Townsend, mengkritik Jurgen Klopp. Kritikan ini terkait dengan aturan pergantian lima pemain yang bakal diterapkan musim depan di Liga Inggris. Seperti diketahui, pelatih Liverpool ini adalah salah satu pihak yang bersuara dengan sering terkait kebijakan ini. Dirinya sering mengeluh saat aturan masih 3 pergantian pemain. Townsend, di sisi lain menyebut kebijakan lima pergantian pemain hanya menguntungkan bagi tim-tim besar saja. Bahkan Townsend menyebut bahwa ocehan dan keluhan Klopp selama bertahun-tahun akhirnya terwujud.

JUVENTUS DAPATKAN REMAJA KROASIA

Klub raksasa Italia Juventus berhasil memenangkan persaingan untuk mendapatkan talenta muda prospektif milik HNK Rijeka, Ivano Srdoc. Penyerang asal Kroasia berusia 17 tahun itu menjadi pahlawan di final tim nasional U-18 terakhir mereka sehingga ia mengundang perhatian dari sejumlah pencari bakat, termasuk dari Juventus. Dilansir Football Italia, Srdoc akan meneken kontrak tiga tahun dengan Nyonya Tua dan dia akan diintegrasikan ke dalam sistem pemain muda di klub.

LUKAKU RESMI BERSERAGAM INTER MILAN LAGI

Dikutip ESPN, Inter Milan telah mengkonfirmasi perekrutan Romelu Lukaku. Striker Belgia itu sudah kembali ke Serie A setelah menjalani satu musim yang mengecewakan bersama Chelsea. Klub berjuluk Nerazzurri itu akan membayar ongkos peminjaman kepada The Blues sebesar 8 juta euro atau setara dengan Rp 124 miliar, plus bonus-bonus lain terkait performa sang pemain.

PSG MERILIS JERSEY KANDANG 2022/23

Jersey kandang PSG untuk musim 2022/23 baru saja diluncurkan. Sponsor utama baru Qatar Airways dan sponsor lengan GOAT terpampang di kostum ini. Kostum ini masih berwarna navy, merah dan putih, tetapi dengan desain garis hechter yang diperbarui. Celana pendek dan kaus kaki navy melengkapi tampilan home strip PSG 2022/23 baru dari Nike.

TOTTENHAM SELANGKAH LAGI DAPATKAN RICHARLISON

Klub Premier League, Tottenham Hotspur sepertinya tak lama lagi akan mendapat amunisi anyar. Dia adalah mesin gol Everton, Richarlison yang disebut Fabrizio Romano, telah sepakat untuk bergabung dengan tim besutan Antonio Conte itu. Romano mengungkapkan terjadi kesepakatan penuh antara perwakilan Richarlison dengan The Lilywhites secara pribadi. Kini, kepindahannya hanya tinggal menunggu penyelesaian kesepakatan dengan pihak Everton.

TOTTENHAM HOTSPURS INCAR CLEMENT LENGLET

Clement Lenglet menjadi pemain berikutnya yang dibidik oleh Antonio Conte. Barcelona kabarnya kesulitan untuk membayar gaji bek asal Prancis itu, karenanya mereka memilih meminjamkannya ke Tottenham Hotspur. Namun dikutip Sky Sports, sang bek akan mendapat gaji yang lebih rendah dari apa yang dia dapatkan saat ini di Barcelona.

BELUM MENYERAH, BARCELONA SIAP BAJAK TRANSFER RAPHINHA DARI CHELSEA

Chelsea dikabarkan telah menyetujui biaya sebesar 55 juta pounds atau setara Rp 995 miliar yang dipatok Leeds United untuk Raphinha. The Blues sekarang sedang melakukan proses untuk mendapatkan persetujuan pribadi dengan pemain 25 tahun tersebut. Meski begitu, Chelsea belum aman untuk datangkan Raphinha. Pasalnya, menurut klaim dari pakar transfer asal Spanyol, Gerard Romero, Barcelona kini tengah melakukan pertemuan dengan agen Raphinha, Deco, untuk membajak transfer tersebut.

MU DAN BARCELONA SEPAKATI HARGA TRANSFER DE JONG

Menurut laporan ESPN, Manchester United mencapai terobosan dalam upayanya menarik Frenkie de Jong setelah Barcelona menyetujui harga 65 juta euro atau setara dengan (Rp 1,01 triliun). Menurut sumber-sumber di Barca, kesepakatan masih menunggu fee dan add-ons yang pasti. Namun yang jelas harga total untuk de Jong tidak akan sampai menyentuh angka 100 juta euro (Rp 1,56 triliun).

MADRID SETUJU PINJAMKAN JOVIC KE FIORENTINA

Dilansir dari Managing Madrid, Real Madrid sudah sepakat meminjamkan Luka Jovic ke Fiorentina. Klub Serie A Italia itu hanya akan meminjam Jovic selama musim 2022/23 saja tanpa tambahan syarat lain, atau dikenal dengan istilah dry loan. Soal gaji, baik Fiorentina dan Madrid sepakat untuk patungan. Dikabarkan, Jovic akan menjalani tes medis di Florence pada pekan depan.

DANI ALVES TAWARKAN DIRI KE SPEZIA

Football Italia melaporkan bahwa Dani Alves menawarkan dirinya ke klub kecil Serie A Italia, Spezia setelah kontraknya di Barcelona berakhir. Seperti diketahui, pemain asal Brasil itu akan berstatus bebas transfer per hari ini 30 juni. Alves masih ingin bermain demi bisa memperkuat Brazil di Piala Dunia 2022. Dia dikabarkan mengirim email ke direktur Spezia untuk menawarkan dirinya, namun mereka tidak tertarik.

HAALAND PAKAI JERSEY GENOA, ADA APA?

Bintang baru Manchester City Erling Haaland masih dalam liburan musim panasnya dan dia tetap bugar bersama seorang pelatih pribadi. Dilansir Football Italia, muncul gambar dia sedang berada di gym dengan mengenakan jersey Genoa, sesuatu yang awalnya tidak diketahui tim media sosial resmi Genoa. Tentu saja, foto itu bukan berarti mengindikasikan Haaland mau membela Genoa, tapi hanya sekadar menyapa fans klub Serie B itu.

PSG JADI ALASAN AS ROMA BATAL IKUT TROFEO JOAN GAMPER

Baru-baru ini, klub asal ibukota Italia, AS Roma dikabarkan mundur dari trofeo Joan Gamper. Tindakan yang membuat Barcelona ngambek dan bakal membawa Roma ke ranah hukum. Football Espana melaporkan bahwa ada dugaan PSG ikut berperan dalam drama ini. Disebutkan bahwa hubungan dekat bos PSG, Nasser Al Khelaifi dan bos Roma, Dan Friedkin turut melatarbelakangi.

AC MILAN GANTIKAN AS ROMA DI TURNAMEN JOAN GAMPER

Dikabarkan Football Italia, Kampiun Serie A 2021/22, AC Milan akan bermain lawan Barcelona di turnamen Joan Gamper Trophy di Camp Nou pada 6 Agustus setelah AS Roma membuat Azulgrana “mengamuk” karena menarik diri. Sejauh ini, AC Milan memiliki jadwal pertandingan uji coba lawan FC Koln pada 16 Juli, Zalaegerszegi pada 23 Juli, dan Olympique Marseille pada 31 Juli.

DE LIGT KEMAHALAN DAN SKRINIAR MENUJU PSG, CHELSEA KINI BIDIK KOULIBALY

Chelsea masih berburu bek anyar usai ditinggal Antonio Rudiger dan Andreas Christensen. Bek Napoli, Kalidou Koulibaly masuk daftar prioritas Chelsea pada bursa transfer musim panas ini. Langkah untuk memboyong Koulibaly terjadi usai incaran utama mereka, Matthijs De Ligt, memiliki harga selangit, sedangkan Milan Skriniar kini dikabarkan menuju PSG.

VERRATTI KEMALINGAN DI RUMAH RONALDO NAZARIO

Nasib sial menimpa gelandang PSG, Marco Verratti yang sedang berlibur di Ibiza, Spanyol dan numpang menginap di rumah legenda Timnas Brazil, Ronaldo Nazario. Sebab ketika sedang asyik menginap, rumah Ronaldo, yang berada di kawasan Ibiza itu dibobol maling dan Verratti disebut kehilangan perhiasan dan uang tunai yang mencapai 3 juta euro atau sekira Rp 46 miliar. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami insiden tersebut.

TERUNGKAP! RAMOS MINTA BANTUAN PRESIDEN RFEF DEMI BALLON D’OR

Percakapan antara Sergio Ramos dan Luis Rubiales, Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) telah terungkap di mana Ramos tampaknya meminta bantuan untuk memenangkan Ballon d’Or. Hal itu terungkap berdasarkan rekaman audio yang dibocorkan El Confidencial yang dilansir Football Espana. Percakapan keduanya terjadi antara Juli dan Agustus 2020 “Saya ingin Anda membantu saya sebisa Anda dan menggunakan koneksi Anda ke UEFA terkait Ballon d’Or,” ujar Ramos. Rubiales menanggapi, meski memenangkan Ballon d’Or tidak bergantung padanya, dia bersedia membantu Ramos dengan cara apa pun yang dia bisa. Tapi sayangnya Ballon d’Or di tahun itu ditangguhkan.

1,8 JUTA LEMBAR TIKET PIALA DUNIA 2022 TERJUAL

Induk sepak bola dunia FIFA mengungkapkan telah menjual 1,8 juta lembar tiket Piala Dunia 2022 di Qatar. Selain Qatar, negara-negara teratas tempat penggemar membeli tiket adalah Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, India, Arab Saudi, Spanyol, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat. FIFA memperkirakan bisa menawarkan total 3 juta tiket pertandingan selama turnamen yang berlangsung 28 hari, mulai 21 November itu.

Apakah Tiki Taka Sudah Mati, Atau Justru Berubah Nama?

Ronald Koeman baru-baru ini mengatakan bahwa pola 4-3-3 Barcelona milik Xavi yang coba mengembalikan pola “tiki-taka” kini tak cocok lagi alias sudah usang. Koeman juga mengatakan bahwa Barcelona kini hidup di masa lalu. Bagaimanapun sepakbola makin berkembang, dan klub harus sadar tentang itu.

Nah, berangkat dari perkataan Koeman mengenai tiki-taka itu, apakah benar jika tiki-taka itu sudah Benar-benar usang? Pertanyaan itu akan menjadi lebih menarik ketika kita terlebih dahulu melihat era di mana istilah tiki-taka ini lahir dan bagaimana perkembangannya sampai sekarang.

Kok Bisa Disebut Tiki-Taka

Estamos tocando tiki-taka” begitu teriak mendiang Andres Montes, seorang komentator sepakbola saat mengomentari laga Spanyol kontra Tunisia di Piala Dunia 2006. Gara-gara komentar Andres di televisi itulah istilah tiki-taka kemudian masyhur.

Pertama diawali dengan sosok Luis Aragones, pelatih kawakan Spanyol yang bisa dikatakan punya jasa besar terhadap bangkitnya prestasi sepak bola negeri Matador. Aragones mengambil alih kursi nahkoda La Furia Roja pada tahun 2004 menggantikan Inaki Saez yang gagal di Piala Eropa 2004.

Ia menerapkan gaya permainan dengan sirkulasi umpan-umpan pendek seperti apa yang dijalankan Barcelona ketika itu dengan aroma Total Football-nya ala Rijkaard. Berkat cara bermain seperti itulah Spanyol akhirnya bisa merengkuh trofi Piala Eropa 2008.

Kalau bicara tiki-taka, sebenarnya apa yang dilakukan Spanyol itu adalah buah dari evolusi sepakbola Total Football Belanda era 1970-an. Adapun yang mengatakan, bahwa tiki-taka tidak hanya buah evolusi Total Football, melainkan ada campuran cara bermain “Spinning Top” milik Schalke yang sudah dulu dipraktekkan di era 1930-an.

Yang jelas, secara garis besar tiki-taka adalah menganut sepakbola menyerang. Di mana pertahanan terbaik adalah menyerang. Semua lini bisa sama-sama berkontribusi yang terbaik bagi tim, tidak hanya stagnan dalam satu posisi.

Sentuhan tiki-taka ala Spanyol menitikberatkan pada passing dan penguasaan bola. Selama mungkin memegang bola dan mengurung lawan, semakin banyak pula peluang tercipta. Dari situlah semakin banyak persentase gol yang akan tercipta. Dengan begitu lawan pun tak bisa banyak memainkan bola dan akan terus terkuras tenaganya.

Itulah dasar tiki-taka yang diperagakan. Tentu tidak sembarangan dalam memainkan gaya ini. Diperlukan pemain dengan kapasitas yang sesuai dan konsistensi.

Penyempurnaan Dan Dominasinya

Selain pemain yang sesuai, juga diperlukan pelatih yang sesuai. Dan Spanyol beruntung mempunyai seorang Pep Guardiola yang bisa menyerap ilmu dari gurunya, Johan Cruyff dengan baik. Pep membangun infrastruktur pemain melalui La Masia di Barcelona sambil belajar dari pendahulunya Van Gaal dan Rijkaard sebelum menangani Barcelona.

Nah, dari Pep inilah kemudian tiki-taka yang sudah populer sejak 2006 itu disempurnakan. Pep yang kadang overthinking itu kemudian meramu tiki-taka dengan versi yang lebih modern ketika ia ditunjuk sebagai pelatih Barcelona pada 2008.

Pep lebih bereksplorasi bermain dengan ruang kecil. Pep menitikberatkan permainan dengan mengeksploitasi sekecil apa pun ruang pertahanan lawan. Evolusi taktik itu bisa dikatakan berjalan mulus. Itulah sebabnya Barcelona bisa meraih sextuple di tahun pertamanya melatih.

Semenjak itu, tiki-taka bergelora namanya di penjuru dunia. Nama Pep terlihat menonjol sebagai peracik tiki-taka modern. Dan tak heran juga ketika itu timnas Spanyol pun mengadopsi pola permainan yang sama seperti Barcelona.

Tak dipungkiri selama ini era keemasan tiki-taka tumbuh mekar pada kurun waktu tahun 2008 hingga 2012. Seiring dengan dominasi Barcelona dan juga timnas Spanyol. Untuk timnas Spanyol, mereka setelah ditinggal Aragones mampu diteruskan dengan baik oleh Vicente Del Bosque. Del Bosque juga mengikuti cetak biru yang sama dengan pola permainan Barcelona. Tak heran sebagian besar pemain timnas Spanyol adalah pemain Barca.

Dominasi Spanyol menjadi 2 kali juara beruntun Piala Eropa, dan 1 kali Piala Dunia menasbihkan bahwa tiki-taka sedang pada masa kejayaan. Namun apakah tiki-taka akan terus berjaya? Ternyata tidak. Seperti umumnya sebuah kejayaan, pasti akan mengalami keruntuhan pula. Dan persis, beberapa antitesa untuk membendung tiki-taka pun bermunculan.

Matinya “Nama Tiki-Taka”

Beberapa antitesa pun muncul yang membuat Barcelona tak lagi perkasa. Salah satunya termasuk Inter Milan di 2010 dengan “parkir bus” racikan Mourinho. Sebuah bentuk pola Reaktif Football yang cenderung mengarah kepada Negative Football diterapkan dengan baik oleh Mourinho yang sadar akan dominasi tiki-taka Barcelona.

Hasil eksperimennya bisa dikatakan berhasil. Akhirnya banyak klub saat itu ketika melawan pola tiki-taka Barca mengadopsi antitesa yang sama dengan Mourinho. Meskipun banyak juga yang gagal karena mungkin kualitasnya belum memadai. Sejak itulah kelangsungan hidup tiki-taka pun akhirnya mulai terusik.

Dan itu terbukti pada beberapa contoh. Misal Barcelona dengan Pep yang mulai turun performanya baik di liga domestik maupun Eropa. Hal itu juga terjadi beriringan dengan timnas Spanyol, sejak juara eropa 2012, performa Spanyol perlahan mulai menurun.

Pep yang mencoba pindah ke Munchen pun bisa dikatakan kurang berhasil. Ketika itu Munchen-nya Pep dilibas Madrid di Liga Champions berkat antitesa pelatih yang katanya miskin taktik, Carlo Ancelotti. Hal itu lama kelamaan disadari sendiri oleh Pep. Pep pun kini akhirnya mengatakan bahwa ia risih disebut bermain dengan tiki-taka. Ia tak mau lagi menggunakan istilah tiki-taka dalam permainanya.

Taktik Itu Berubah Secara Dinamis

Istilah tiki-taka ini perlahan mulai hancur dan hanya tinggal sebuah nama. Seiring dengan berkembangnya era sepakbola modern seperti sekarang ini. Sepakbola kini berkembang dengan pola taktik yang dinamis. Segalanya harus disesuaikan dengan perkembangan era teknologi modern. Di mana sepakbola semakin canggih dan kini bisa diukur dengan statistik.

Muncullah varian pola baru sepakbola seperti misal, gegenpressing. Yang lebih menitikberatkan pada merebut bola secepat mungkin dari lawan dan juga secepat mungkin melakukan serangan. Hal itu menuntut banyak energi fisik para pemain yang prima dalam menjalankannya. Seperti apa yang dilakukan pelatih-pelatih Jerman seperti Klopp, Rangnick, Nagelsmann, maupun Tuchel. Akan tetapi yang perlu diingat, semuanya itu tetap berangkat dari satu filosofi yang sama yakni sepakbola menyerang.

Ada benarnya juga ketika tiki-taka dikatakan Koeman sudah usang. Namun yang perlu diingat bahwa itu hanya nama. Rohnya sampai kapan pun tak akan pernah hilang layaknya Total Football. Hanya saja sekarang lebih bervariasi dan tidak berpaku pada satu pola taktik.

Kini, Barcelona era Xavi yang dikritik oleh Koeman itu pun sebenarnya sudah jauh dari apa yang dinamakan tiki-taka. Begitupun Pep yang bertahun-tahun berhasil hidup di ketatnya Premier League. Seorang Pep sekalipun bisa tumbuh beradaptasi dengan berbagai macam pola taktik ketika di Manchester City.

Kini, apa pun itu namanya, sepakbola dengan pola seperti tiki-taka akan terus ada. Hanya saja mungkin nama, variasi, dan sentuhannya yang berbeda. Dan itu juga akan tetap terus dilawan dengan antitesanya. Semua orang berhak mengidolai tiki-taka. Akan tetapi, di sisi lain jangan juga menghujat pengagum Negative Football. Semuanya sah dalam sepak bola. Tinggal condong yang mana, yang penting jangan sampai jotos-jotosan.

https://youtu.be/QzMcLXLcuz4

Sumber Referensi : foottheball, sportskeeda, fourfourtwo

Sadio Mane: Pusat Perhatian Baru Bundesliga

0

Orang-orang terlalu fokus pada perpanjangan kontrak Mohamed Salah ketika membicarakan soal Liverpool belakangan ini. Sampai kita justru dibuat tersentak, karena bukan Salah apalagi Firmino yang akan pergi dari Anfield terlebih dahulu, tapi justru Sadio Mane.

Pria Senegal itu diboyong raksasa Bundesliga, Bayern Munchen ke Allianz Arena. Berakhir sudah hal-hal baik yang Mane torehkan selama berseragam The Reds. Harga 41 juta euro (sekitar Rp640 miliar) adalah harga yang harus ditebus The Bavarians untuk seorang pemain sayap yang nyaris tanpa celah itu.

Selama di Liverpool, Mane telah membuktikan bahwa dirinya bukan hanya pelengkap klub. Ia nyaris memiliki pelbagai atribut yang dibutuhkan seorang pemain. Posisinya yang oleh Klopp beberapa kali di taruh di penyerang tengah pun, tak lantas membuat performa Mane menurun.

Kini, Mane berada di Bayern Munchen. Sejauh ini Die Roten adalah klub yang tepat. Klub yang sangat cocok untuk Sadio Mane melanjutkan karier emasnya dan bisa jadi, tempat yang tepat pula untuk mencari fulus demi membangun kampung halaman.

Pembelian Mendadak

Kedatangan Mane ke Bayern Munchen sangat minim dibicarakan, jika tidak menyebutnya sunyi senyap. Karena pergerakan Bayern Munchen untuk mengontak Mane pun terbilang mendadak. Tepatnya terjadi dalam sebuah pembicaraan untuk perpanjangan kontrak Serge Gnabry, antara direktur teknik Bayern Munchen, Marco Neppe dan agensi Gnabry.

Hari itu, usulan soal Mane muncul. Namun usulan tersebut justru bukan berasal dari pihak Bayern Munchen, melainkan datang dari agen Gnabry, Bjorn Bezemer. Bjorn adalah agen Gnabry dan kebetulan merupakan agen Sadio Mane juga.

Pembicaraan kontrak Gnabry berlangsung, dan ketika pembahasan mengarah ke soal Mane, Bjorn mengatakan bahwa sesuatu mungkin terjadi. Mengingat situasi Liverpool yang ingin memperpanjang kontrak Mane, namun pria Senegal itu masih ragu untuk melakukannya.

Direktur Olahraga Bayern Munchen, Hasan Salihamidzic pun mengejar soal peluang mendatangkan Mane. Ia bertanya pada Bjorn Bezemer soal kemungkinan mendatangkan pria Senegal tersebut. Jadilah dua hari kemudian, Salihamidzic, Neppe, dan sang pelatih Julian Nagelsmann terbang ke Liverpool untuk sowan ke Sadio Mane.

Menjalin Hubungan Emosional

Cerdiknya, para utusan Bayern Munchen itu langsung mendatangi kediaman Mane di Liverpool. Pria Senegal itu menyambut dengan hangat dan santai. Kabarnya, Mane pada waktu kunjungan Salihamidzic dan kolega sedang beristirahat, jadi ketika menyambut kedatangan utusan The Bavarians, Mane hanya mengenakan celana pendek.

Kata berjawab, gayung bersambut. Mane melayani para utusan Bayern Munchen. Pada waktu itu, Julian Nagelsmann menjelaskan rencana dan filosofi taktisnya. Sementara, Brazzo, sapaan Salihamidzic menjelaskan kualitas Bayern Munchen di lapangan, dan bagaimana FC Hollywood begitu haus akan gelar.

Sementara, Neppe bertugas menjelaskan pengetahuan soal klub. Mulai dari budaya, penggemar, identitas olahraga, dan sebangsanya. Jadi, pertemuan itu bagaikan kursus kilat Mia San Mia. Dan kala itu, Mane menunjukkan ketertarikannya.

Negosiasi awal dengan Liverpool berjalan alot. Kedua klub masih saling tidak sepakat dengan nilai transfer. Dan untung saja, akhirnya Liverpool menyepakati transfer Mane ke Bayern Munchen di angka 41 juta euro.

Amunisi Tepat untuk Bayern Munchen

Mendapatkan Sadio Mane bagi Bayern Munchen seperti menemukan mutiara di lautan yang dalam. Namun, Die Roten tidak perlu capek-capek menyelam. Karena cukup dengan presentasi kurang lebih empat jam ke Mane, mereka bisa mendapatkan servis pemain Senegal itu.

Jika kita melihat penampilan Mane belakangan selama di Liverpool, ia sangat menonjol di lini depan. Kedatangan Luis Diaz dari FC Porto, membuat Jurgen Klopp menaruh Mane di penyerang tengah. Perubahan posisi tak membuat penampilan Mane memburuk.

Di bawah Jurgen Klopp, di tiga pertandingan di mana Mane memulainya dengan posisi itu, ia bisa mencetak empat gol luar biasa saat melawan Norwich City, Leeds United, dan West Ham. Itu posisi barunya, lalu bagaimana dengan posisi aslinya?

Daya ledak Mane di sisi sayap, tentu saja tak perlu dipertanyakan lagi. Kekuatan dan nuraninya dalam mengobrak-abrik sisi full back, bisa membuat Mane jadi andalan baru Bayern Munchen di lini sayap. Apalagi penampilan Mane sangat konsisten.

Betul bahwa Bayern Munchen memiliki pemain sayap semacam Kingsley Coman maupun Leroy Sane dan Serge Gnabry. Akan tetapi, pemain-pemain tadi tidak bisa sekonsisten Mane. Jadi, peran Mane akan sangat mungkin diperhitungkan oleh Julian Nagelsmann.

Lini Depan yang Berbahaya

Sadio Mane menjelma sosok versatile lini depan yang berbahaya. Untuk itu, tenaganya dibutuhkan The Bavarians. Bayern Munchen sudah memiliki Leroy Sane dan Kingsley Coman dengan kreativitasnya yang sanggup menciptakan peluang.

Sementara Sadio Mane di kubu Bayern Munchen seperti Serge Gnabry. Mane, walaupun sebagai pemain sayap yang juga kreatif, juga memiliki hasrat mencetak gol alami yang tinggi. Pria Senegal itu bisa menggunakan kaki maupun kepalanya untuk menembus jala lawan.

Maka, bukan mengada-ada kalau Mane, selama bermain di Premier League bersama Liverpool mengemas 120 gol. Dari situ 118 gol Mane dicetak dari dalam kotak penalti. Ini membuktikan bahwa Mane juga sangat berbahaya di dalam kotak penalti lawan.

Senjata seperti itulah yang dibutuhkan Bayern Munchen. Kalaupun Robert Lewandowski harus hengkang, Nagelsmann tak perlu khawatir. Kendati badan Sadio Mane tak seperti Lewy, soal naluri mencetak gol, Nagelsmann boleh sepenuhnya mempercayai Sadio Mane.

Yang mengejutkan, andai Robert Lewandowski justru bertahan di Bayern Munchen, sulit membayangkan betapa berbahayanya lini serang FC Hollywood.

Berapa Gaji Sadio Mane?

Bayern Munchen adalah tempat yang tepat untuk Mane. Kredo itu tak bisa diganggu gugat. Sebab Bayern Munchen jelas akan memberikan segalanya buat Mane. Ia akan menjadi superstar dan sekaligus sorotan anyar di Bundesliga.

Apalagi telah cukup lama Bundesliga tidak kedatangan sosok pemain bintang dari luar. Keberadaan Mane tentu akan jadi pusat perhatian baru Bundesliga, dan bukan sebuah hil yang mustahal kalau nantinya kehadiran Mane akan menguntungkan Bundesliga.

Di sisi lain, Mane juga mendapatkan kebahagiaan barunya di Bayern Munchen. Karena untuk membayar servis dan reputasinya sebagai bintang yang kerap jadi sorotan media, Die Roten mesti membayar mahal gaji Sadio Mane.

Melalui publikasi Jerman Bild, sebagaimana dikutip Sporting News, kabarnya The Bavarians mengontrak Mane selama tiga tahun, dan membayar sang bintang 291 ribu euro (Rp4,5 miliar) per pekan, atau sekitar 15,3 juta euro (Rp237,9 miliar) per musim.


Gaji tersebut jauh lebih tinggi dari gaji yang didapat Mane dari Liverpool. The Reds sebelumnya menggaji Mane hanya sekitar 174 ribu euro (Rp2,7 miliar) per pekan. Die Roten memberi kegembiraan baru bagi Sadio Mane.

Selain gaji yang lebih tinggi, yang bisa pula ia gunakan untuk membangun kampung halamannya, hal-hal baik lainnya pasti akan datang kepada Mane. Belum lagi Bayern Munchen memiliki status yang sama seperti Livepool, yaitu klub jaminan trofi. Well, tetap tersenyum, Sadio Mane!

https://youtu.be/ySh2hiBRKfQ

Sumber referensi: TheAnalyst, StadiumMastro, BFW, Sportsbrief, Mirror, TheFlanker

Berita Bola Terbaru 29 Juni 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

JUVENTUS JAJAKI TRANSFER GELANDANG AS ROMA ZANIOLO

Melansir laman Goal, Juventus melakukan kontak dengan AS Roma mengenai kemungkinan untuk mendatangkan gelandang timnas Italia, Nicolo Zaniolo pada bursa transfer musim panas ini. Diskusi awal sudah berlangsung antara kedua belah pihak, dengan Bianconeri kini siap untuk meningkatkan upaya mereka untuk memikat sang playmaker. Menurut kabar, klub ibukota Italia itu membanderol Zaniolo sekitar 50 juta euro atau setara dengan Rp 784 miliar.

FOWLER PREDIKSI MO SALAH TINGGALKAN LIVERPOOL PADA 2023

Legenda Liverpool, Robbie Fowler menilai Mohamed Salah tidak akan melanjutkan karirnya bersama The Reds ketika kontraknya habis pada 2023 nanti. Fowler yakin Liverpool tidak akan mewujudkan keinginan gaji tinggi dari Salah sebagai persyaratan di kontrak anyarnya. Seperti dikutip AS, Salah meminta gaji sebesar 400 ribu pounds per pekan. Masalahnya, Liverpool tidak mau membayar melebihi dari 240 ribu pounds per pekan untuk gaji pemain.

CHRISTENSEN BERI SALAM PERPISAHAN UNTUK CHELSEA

Bek asal Denmark, Andreas Christensen akhirnya menuliskan kalimat perpisahan pada semua orang di Chelsea, termasuk untuk para penggemarnya. Seperti diketahui Christensen akan meninggalkan Stamford Bridge musim panas ini. Ia mengaku tak mudah untuk memutuskan angkat kaki dari Chelsea. Christensen kemudian mengungkapkan momen-momen paling berkesan di sepanjang kariernya di Chelsea. Salah satunya adalah saat ia membantu The Blues mengalahkan Manchester City di final Liga Champions.

TERUNGKAP, DULU BARCELONA JUGA PERNAH TOLAK HAALAND

Penasihat mantan presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu,  Ariedo Braida, mengungkapkan bahwa mantan kepala klub menolak kesempatan untuk mengontrak Erling Haaland ketika muda, tepatnya ketika sang pemain masih bermain di tim U21 Norwegia. Ketika itu, Braida mengusulkan kepada Bartomeu untuk mendatangkan Haaland. Akan tetapi, Braida menyebut manajemen Barcelona saat itu tidak percaya potensi Erling Haaland itu cocok untuk klub.

GALATASARAY BIDIK EL SHARAWAY DARI AS ROMA

Klub Liga Turki, Galatasaray, dikabarkan tertarik mendatangkan penyerang sayap Stephan El Shaarawy dari AS Roma pada bursa transfer pemain musim panas ini.  Dikutip Football Italia, Selasa (28/6), Galatasaray dilaporkan telah melakukan pergerakan dengan menanyakan informasi kepada pihak AS Roma meski El Shaarawy belum tentu menjadi pilihan utama klub asal Istanbul tersebut. El Shaarawy sendiri masih memiliki kontrak di I Luppi hingga Juni 2023.

TEBAS DUKUNG LANGKAH BARCELONA REKRUT LEWANDOWSKI

Presiden La Liga, Javier Tebas berharap Barcelona bisa merekrut Robert Lewandowski musim panas ini. Belakangan ini Presiden Barcelona, Joan Laporta berencana segera mengeksekusi satu dari dua rencana strategis yang sudah disetujui majelis klub. Rencana itu akan membuat keuangan Barcelona membaik dan membuka jalan untuk merekrut pemain baru, termasuk Lewandowski. Tebas berharap langkah itu benar-benar bisa terwujud, sehingga Lewandowski bisa bermain di La Liga.

KOEMAN: BARCELONA HIDUP DI MASA LALU

Mantan pelatih Barcelona, Ronald Koeman blak-blakan mengkritik mantan klubnya, Barcelona, yang kini tengah bangkit di bawah Xavi. Koeman menyebut Barca sebagai klub kuno yang hidup di masa lalu. Koeman menegaskan bahwa tidak ada rasa kecewa untuk karirnya di Barca. Barca memang klub besar dengan tradisi kuat, khususnya sejak era Johan Cruyff. Tapi ia menilai tim yang juga pernah ia perkuat sebagai pemain tersebut gagal berevolusi dari gaya sepak bola tiki-taka.

ISCO DIKAITKAN DENGAN EMPAT KLUB BERBEDA

Isco masih tanpa klub untuk musim 2022/23 saat ia memasuki hari terakhir kontraknya dengan Real Madrid. Dikutip Football Espana, dua klub Spanyol yakni Real Betis dan Sevilla tertarik memboyongnya. Dan Isco menyukai Manuel Pellegrini dan Julen Lopetegui. Di luar La Liga, ada minat dari klub Italia, AS Roma serta raksasa Turki, Galatasaray. Belum diketahui siapa yang sedang dipertimbangkan Isco, sebagai pelabuhan berikutnya saat ini.

LIVERPOOL TERTARIK DATANGKAN OUSMANE DEMBELE

Meskipun laporan menunjukkan Ousmane Dembele akan memperpanjang kontraknya dengan Barcelona, ​​​​Liverpool dilaporkan telah meluncurkan tawaran untuk mengontrak pemain Prancis itu. Dikutip laporan Sportbible, Dembele akan dipandang sebagai pengganti langsung Mohamed Salah. Liverpool dikatakan sedang mempertimbangkan untuk menjual Salah dengan pemain Mesir itu menolak untuk membatalkan tuntutan upahnya yang besar senilai 400 ribu pounds  per minggu.

SADIO MANE ‘BIANG KEROK’ LIONEL MESSI TINGGALKAN BARCELONA?

Sadio Mane diklaim sebagai biang kerok kepergian Lionel Messi dari Barcelona. Sebab, Mane memilih untuk tetap bersama Liverpool, ketika bintang Barcelona itu memintanya untuk gabung ke Barca. Diketahui, sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi ke PSG, Messi diklaim menuntut Barcelona untuk memboyong Mane. Perekrutan Mane, yang waktu itu masih berseragam Liverpool, adalah salah satu syarat yang Messi berikan ketika menegosiasikan kontrak baru.

CHELSEA SEPAKATI TRANSFER RAPHINHA

Klub raksasa Inggris, Chelsea dikabarkan oleh jurnalis Fabrizio Romano telah mencapai kesepakatan dengan Leeds United untuk transfer Raphinha. The Blues berhasil mengalahkan Arsenal dan Barcelona karena mau mengajukan tawaran lebih besar. Chelsea akan membayar total sekitar 60 atau 65 juta pounds sekitar Rp 1,1 triliun untuk mendapatkan Raphinha. Sekarang, Chelsea tinggal mencapai kesepakatan pribadi dengan si pemain soal durasi kontrak dan hal-hal lain.

MU HAMPIR MENYETUJUI KESEPAKATAN GAET DE JONG

Kabar baik datang dari Manchester United. Dikutip Sky Sports, Manchester United disebut hampir menyetujui kesepakatan dengan Barcelona untuk gelandang Frenkie de Jong. Klub berjuluk Setan Merah mencapai kesepakatan biaya 65 juta Euro ditambah add-on terkait performa, untuk mendapatkan gelandang asal Belanda tersebut.

TYRELL MALACIA TERIMA PINANGAN MANCHESTER UNITED

Manchester United sedikit lagi akan mengesahkan transfer pertama mereka di musim panas ini. Seperti dilansir Eurosport, Setan Merah dilaporkan sudah bersepakat dengan Tyrell Malacia agar sang bek pindah ke Old Trafford. Sang bek tertarik ikut pelatih Erik Ten Hag sehingga ia menerima tawaran Setan Merah. United akan membayar uang muka sebesar 15 juta Euro untuk sang bek. Kesepakatan ini dilengkapi klausul adds on sebesar 2 juta Euro.

GABRIEL JESUS TES MEDIS DI ARSENAL

Bintang Timnas Brasil, Gabriel Jesus telah menuntaskan tes medisnya saat ia akan menyelesaikan kepindahannya senilai 45 juta euro ke Arsenal dari Manchester City. Jesus diperkirakan akan menandatangani kontrak lima tahun di Meriam London, karena dia terlihat mendapatkan waktu awal yang teratur setelah gagal mempertahankan tempat awal di bawah Pep Guardiola.

NEWCASTLE SEPAKAT KONTRAK SVEN BOTMAN DARI LILLE

Selasa (28/6), klub Sultan Liga Premier Inggris Newcastle United telah mencapai kesepakatan dengan Lille untuk mengontrak bek Sven Botman. The Magpies mengeluarkan uang 32 juta pounds atau (Rp 579 miliar) dengan tambahan 2,5 juta pounds (Rp 45 miliar) lebih lanjut. Botman telah menyelesaikan tes medisnya di Tyneside dan menyetujui persyaratan kontrak selama lima tahun.

INGGRIS KE FINAL PIALA EROPA U19

Timnas Inggris melenggang ke final Euro U-19 2022 setelah mengalahkan Italia lewat skor tipis 2-1, Rabu (29/6) dini hari tadi. Inggris U-19 arahan Ian Foster sempat dikejutkan oleh gol cepat Fabio Miretti pada menit ke-12 dalam laga yang digelar di Narodne Treningove Centrum SFC. The Young Lions baru bisa menyamakan kedudukan jelang satu jam permainan melalui Alex Scott, bahkan mereka mampu berbalik unggul berkat gol bek Liverpool, Jarell Quansah di delapan menit mendekati bubaran. Di Final, Inggris bakal bertemu Israel, yang di partai semifinal lain menekuk Prancis dengan skor 2-1.

MONACO RESMI UMUMKAN TRANSFER MINAMINO

Klub Liga Prancis, AS Monaco, resmi menggaet penyerang sayap Takumi Minamino dari Liverpool dengan biaya transfer mencapai 15,4 juta pounds atau sekitar Rp 278 miliar pada bursa transfer pemain musim panas ini. Direktur Olahraga AS Monaco Paul Mitchell mengatakan pihaknya sangat puas dapat mendatangkan Takumi Minamino dan menyambut pemain asal Jepang itu ke klubnya.

ZIDANE IQBAL PERPANJANG KONTRAK DI MU

Wonderkid Manchester United, Zidane Iqbal, resmi menandatangani kontrak jangka panjang dengan Setan Merah. Lewat situs resminya, MU mengumumkan untuk memberikan Zidane Iqbal kontrak berdurasi tiga tahun hingga Juni 2025. MU juga menyelipkan opsi perpanjangan satu tahun dalam kontrak anyar Pemain berusia 19 tahun tersebut.

NEWCASTLE RILIS JERSEY KETIGA YANG IDENTIK DENGAN ARAB SAUDI

Klub kaya raya baru Liga Inggris, Newcastle United telah merilis jersey ketiga untuk musim depan. Jersey ini memiliki lambang hijau, brand pembuat jersey warna hijau, dan trim hijau di leher dan lengan pada warna dasar putih. Juga tak ketinggalan ada kalimat ‘130 tahun’ yang dicetak, sebagai penanda peringatan 130 tahun berdirinya klub. Skema warna sangat mirip dengan seragam yang dikenakan oleh tim nasional Saudi. 

PLAY OFF SCUDETTO DIBERLAKUKAN MULAI SERIE A 2022/23

Selama ini, penentuan juara Serie A jika ada dua tim dengan poin sama adalah melalui rekor head-to-head semusim. Namun hal itu akan berubah mulai musim depan. Sebab Presiden FIGC, Gabriele Gravina baru saja menerima proposal Lega Serie A untuk memakai sistem playoff apabila kondisi itu terjadi musim depan. Format laganya adalah satu pertandingan selama 90 menit dan langsung masuk adu penalti apabila skor tetap imbang. Playoff hanya dipakai untuk menentukan juara Serie A.

IBRA DAN MILAN PERPANJANG KERJASAMA ENAM BULAN KE DEPAN

Penyerang veteran Zlatan Ibrahimovic tampaknya bakal terus bertahan di AC Milan. Dikutip Football Italia, Ibra dikabarkan menandatangani kontrak baru di Milan selama enam bulan ke depan dengan upah minimum senilai 100 ribu euro (Rp 1,56 miliar). Saat ini sang pemain sedang menjalani pemulihan pasca melakukan operasi lutut pada bulan lalu. Pemulihannya diprediksi berlangsung selama enam hingga tujuh bulan.

DI MARIA DISEBUT RESMI GABUNG JUVENTUS HARI INI

Angel Di Maria disebut resmi gabung Juventus hari ini. Menurut laporan Football Italia, winger berkebangsaan Argentina itu bakal menandatangani kontrak satu tahun. Kabarnya, Di Maria dikontrak dengan nilai 7,5 juta euro atau sekira Rp 117,2 miliar per musim. Selain itu, ada opsi perpanjangan kontrak selama satu tahun lagi dan juga ditambah dengan bonus lain yang tergantung dari performanya.

PSG SEPAKAT BOYONG 2 BINTANG INI

Penguasa domestik sepakbola Prancis, Paris Saint Germain, dikabarkan sepakat boyong dua pemain bintang, yakni gelandang Lille, Renato Sanches dan bek Inter Milan, Milan Skriniar. Football Italia melaporkan pada Rabu (29/6), raksasa Prancis itu telah menjalin kesepakatan pribadi dengan kedua pemain tersebut. Les Parisiens kabarnya mendapatkan Sanches hanya dengan bandrol 10 juta Euro atau sekitar Rp 156,2 miliar. Sementara untuk Skriniar, PSG sepakat di angka 70 juta Euro (Rp 1 triliun).

MBAPPE DESAK PSG AGAR SEGERA LEPAS NEYMAR

Dilaporkan AS, Selasa (28/6), PSG telah menegaskan kepada Neymar jika bintang Brasil itu tidak dibutuhkan untuk musim 2022/23 dan mempersilakan mantan striker Barcelona itu untuk hengkang. Kabarnya, sikap keras PSG terhadap Neymar dipicu keluhan anak emas klub, Kylian Mbappe. Mbappe mengadu ke petinggi klub jika ia tidak nyaman dengan sikap Neymar. Mbappe disebut-sebut marah dengan kurangnya profesionalisme yang ditunjukkan Neymar. 

AGEN TAWARKAN RONALDO KE INTER MILAN?

Rumor mengejutkan kembali menghampiri Cristiano Ronaldo. Sang agen yakni Jorge Mendes, diwartakan telah menawarkan kliennya itu kepada Inter Milan untuk merekrutnya pada jendela transfer musim panas tahun ini. Namun dalam laporan yang dikutip dari Be Soccer, Inter dikabarkan telah menolak tawaran Mendes. Alasannya karena kontrak CR7 per musim menyentuh angka 20 juta euro atau setara dengan Rp 312 miliar. Nilai yang dianggap terlalu tinggi bagi La Beneamata yang kondisi keuangannya tidak terlalu baik.

Pemain Ini Menyesal Gara-Gara Pindah ke Premier League

0

Para pemain yang telah merampungkan kepindahannya ke klub baru biasanya akan merasa lega dan bahagia. Alasanya pun beragam, ada yang bahagia karena mendapat lebih banyak menit bermain, ada juga yang mendapat gaji lebih besar di level klub yang lebih tinggi pula.

Klub baru seharusnya membantu pemain mewujudkan mimpinya. Namun, semua transfer tak selamanya memberikan kebahagiaan pada sang pemain. Sejumlah pemain justru menyesali kepindahan mereka, terutama ketika pindah ke Liga Inggris, liga paling kompetitif di Benua Biru. 

Di Premier League, pemain-pemain anyar ini malah frustasi lantaran mendapat berbagai persoalan di dalam dan di luar lapangan. Lantas siapa saja pemain yang menyesal setelah pindah ke Premier League itu?

Alexandre Pato

Mungkin banyak Football Lovers yang lupa bahwa Alexandre Pato pernah bermain Premier League. Ya, Pato pernah bermain untuk Chelsea pada tahun 2016. Pato sempat menyandang status sebagai bakat terbaik yang dimiliki Brazil dan AC Milan. Namun kemajuan karirnya terhambat oleh cedera berkepanjangan.

Kepindahannya ke Chelsea merupakan transfer yang mengejutkan, lantaran saat itu ia hanya bermain untuk Corinthians. Namun, sebagai pemain profesional, Pato tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia berharap dengan pindah ke Chelsea, ia bisa kembali bermain di level Eropa.

Pato pindah ke Chelsea dengan status pinjaman pada Januari tahun 2016. Namun, ia hanya membuat dua penampilan bersama The Blues. Ironisnya, setelah melakoni 6 bulan masa peminjaman ia tak kunjung dipermanenkan. 

Dilansir Daily Star, Pato kecewa dengan keputusan Chelsea. Ia tak menyangka setelah menjalani peminjaman, mereka tak mempermanenkannya. Padahal Pato merasa telah berlatih cukup baik bersama The Blues. Ia tak akan pernah mengambil tawaran itu jika ia tahu bahwa ia hanya akan dimainkan sebanyak dua kali.

Sebastian Haller

Sebastian Haller bergabung ke West Ham United dari Frankfurt dengan memecahkan rekor transfer klub. Pemain Pantai Gading itu dibeli The Hammers dengan harga 45 juta pound (Rp814 miliar) pada 2019 lalu. Namun, angka itu jadi beban tersendiri bagi Haller.

Kesepakatan ini tak berjalan baik untuk pihak mana pun. West Ham gagal mendapatkan striker haus gol, sedangkan Haller gagal membuktikan diri untuk mencapai level permainan yang layak dihargai 45 juta pound. 

Dilansir Talksport, Haller pernah mengungkapkan bahwa ia merasa frustasi dengan performanya bersama The Hammers. Meski sesekali mencetak gol indah, ia hanya mencetak 14 gol dari 54 pertandingan bersama klub. 

Musim 2020/2021 Ajax pun datang menyelamatkan karir Haller. Bersama sang juara Eredivisie itu, ia kembali menemukan ritme golnya dan menganggap West Ham sebagai pembelajaran dalam karirnya.

Angel Di Maria

Angel Di Maria didatangkan Manchester United dari Real Madrid pada tahun 2014. United rela merogoh kocek sebesar 75 juta euro (Rp1,1 triliun) untuk pemain sayap asal Argentina itu. Namun, ia hanya bertahan semusim sebelum memutuskan untuk hengkang ke PSG.

Performa Di Maria sebenarnya tak buruk-buruk amat di Manchester. Umpan-umpan dan gol-golnya kerap membantu klub. Salah satunya ketika menyumbang umpan manis pada gol salto Juan Mata, yang kala itu membuat publik Anfield terdiam.

Namun, pemakai nomor punggung 7 itu dianggap tak mampu menyesuaikan intensitas permainan sepakbola Inggris. Belum genap setahun membela United, ia menyepakati transfer dengan PSG. Di Maria juga mengakui bahwa ia tidak pernah tertarik untuk bergabung dengan United. 

Dikutip Mirror, Di Maria berkata, “Saya memulai dengan baik, tapi kemudian saya memiliki masalah dengan manajemen, saya mulai dicadangkan, dan rumah saya dirampok. Itu semua membuat saya ingin keluar dari sana secepat mungkin.” Konon kebenciannya terhadap United pun masih ada hingga sekarang.

Radamel Falcao

Selain Di Maria, Radamel Falcao juga demikian. Setelah menunjukan performa impresif bersama Atletico Madrid dan AS Monaco, ia didatangkan MU dengan status pinjaman pada tahun 2014.

Kesepakatan ini jadi pertaruhan bagi kedua belah pihak. United harus menerima sang pemain yang baru saja pulih dari cedera ligamen, dan Falcao harus bersaing dengan nama-nama besar seperti Wayne Rooney dan Robin Van Persie.

Falcao pun gagal. Ia hanya mencetak 4 gol dari 26 pertandingan bersama United. Dilansir Manchester Evening News, Falcao kecewa lantaran tak mendapat menit bermain yang cukup di MU. Kurangnya waktu bermain mempengaruhi kepercayaan dirinya. Ia merasa semuanya berjalan salah di Manchester.

Bergabungnya Falcao ke Chelsea pada musim berikutnya justru kian memperkeruh situasinya di Inggris. Bermain di Chelsea membuatnya semakin menyesal pernah bermain di Premier League.

Alvaro Morata

Alvaro Morata memang pernah bermain untuk klub-klub top Eropa seperti Real Madrid, Atletico Madrid, dan Juventus. Namun, periodenya di Inggris bersama Chelsea bisa dibilang menjadi masa terkelam baginya.

Didatangkan dari Real Madrid, Morata sempat konsisten mencetak 6 gol di 6 pertandingan awalnya bersama Chelsea. Namun ia hanya mencetak 3 gol di sisa pertandingan musim 2017/2018. Morata hanya 18 bulan di Inggris. Kran gol yang kian mampet membuatnya sepakat menjalani masa pinjaman ke Atletico Madrid pada Januari 2019. 

Dilansir Express, Morata sempat frustasi setelah dikeluarkan dari skuad utama dan hanya duduk di bangku cadangan dalam beberapa pertandingan. Morata bahkan sempat menyatakan bahwa ia menyesal pergi dari Madrid demi bergabung dengan Chelsea.

Cenk Tosun

Sebelum Cenk Tosun bergabung dengan Everton, kepiawaiannya mencetak gol di Besiktas membuatnya digadang-gadang bakal menjadi Robert Lewandowski versi Turki. Namun, setelah ia memutuskan untuk bermain di Inggris bersama Everton pada tahun 2017, gol-golnya mulai surut.

Tosun tak pernah mencetak lebih dari 5 gol dalam semusim bersama Everton. Menjalani dua musim yang buruk, akhirnya Tosun dipinjamkan ke Crystal Palace pada musim 2019/2020. Sialnya, bermain di Palace justru melengkapi penderitaannya, hanya bermain sebanyak 5 kali, ia justru mengalami cedera ligamen yang cukup parah.

Alhasil musim berikutnya ia kembali ke Everton, klub yang sudah tak menginginkannya lagi. Dilansir Planet Football, cedera ACL mengganggu performa Tosun di lapangan. Kini ia hanya bisa menyesali keputusannya. Mungkin jika ia tetap bermain di Besiktas, ia mampu terus mencetak gol dan bisa membela Timnas Turki.

Renato Sanches

Setelah meraih penghargaan Golden Boy pada tahun 2016, Renato Sanches mulai menarik minat besar dari klub-klub seperti Manchester United hingga Bayern Munchen. Namun, si bocah ajaib itu lebih memilih Bayern Munchen ketimbang Manchester United.

Sayangnya Sanches tak menemukan performa terbaiknya bersama Bayern. Akhirnya sang pemain dipinjamkan ke Inggris bersama Swansea City. Agak aneh memang, Bayern memilih Swansea menjadi klub yang mereka harap bisa mengembalikan performa Sanches.

Sejak pertandingan pertamanya di Premier League, Sanches gagal membuat fans The Swans terkesan. Ia hanya tampil dalam 15 pertandingan bersama Swansea, yang hampir semuanya ia mulai dari bangku cadangan.

Kepindahannya ke Swansea hanya memperburuk citranya sebagai pemain sepakbola. Dilansir Daily Mail, kepindahan Sanches ke Swansea ternyata bukan kemauannya. Ia terpaksa melakukannya. Dan ia menyesali waktu-waktunya di Inggris bersama Swansea.

https://youtu.be/Am5uzA1WUBo

Sumber: Daily Star, Planetfootball, SportAdda, DreamteamFC, Transfermarkt

Jadi Rebutan Tim-Tim Besar Eropa, Sehebat Apa Raphinha?

Sejak dibuka pada 10 Juni kemarin, bursa transfer musim panas di Premier League sudah bergitu ramai. Beberapa tim sudah berhasil mendapat incarannya. Ada pula yang sedang rajin bernegosiasi dan ada pula yang belum sama sekali mendapat pemain baru.

Selain itu, sepanjang bursa transfer musim panas 2022 ini, ada beberapa pemain yang jadi primadona. Dia bahkan diminati oleh lebih dari satu tim. Bahkan, tim yang meminati jasanya tak hanya berasal dari kontestan Premier League saja.

Salah satu pemain yang masuk dalam kategori tersebut adalah Raphael Dias Belloli atau yang lebih dikenal dengan nama Raphinha. Penggawa Leeds United itu adalah salah satu komoditi terpanas di bursa transfer musim panas setelah dirinya diketahui jadi rebutan beberapa tim sekaligus.

Jadi Rebutan Bayern Munchen, Barcelona, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham, Ke Mana Raphinha Akan berlabuh?

Banyak tim besar Eropa seperti Liverpool, Manchester City, dan Bayern Munchen yang menaruh minat kepada Raphinha. Namun, salah satu yang cukup serius adalah Bayern Munchen. Raksasa Bundesliga itu bahkan diketahui sudah mencoba merekrut Raphinha sejak tahun lalu.

Akan tetapi, hingga akhir Desember 2021, tidak ada kesepakatan yang terjalin antara Bayern Munchen dan Leeds United. Menurut penuturan Fabrizio Romano, Die Roten memang meminati Raphinha, tetapi mereka baru akan melayangkan proposal resminya setelah memantau situasi Kingsley Coman.

Benar saja, tak lama setelah itu, minat Bayern kepada Raphinha perlahan memudar setelah Kingsley Coman memperpanjang kontraknya pada Januari kemarin. Rumor Bayern Munchen yang meminati Raphinha kemudian benar-benar sirna usai Bayern mengalihkan minatnya kepada Sadio Mane.

Setelah Bayern Munchen mundur, giliran FC Barcelona yang maju menawar Raphinha. Kali ini Barca jauh lebih serius. Pendekatan personal dilakukan Barca untuk meyakinkan Raphinha. Dalam hal ini, Barca sangat diuntungkan. Pasalnya, D20 Sports, agensi yang menaungi Raphinha adalah agensi pemain yang dipimpin langsung oleh mantan pemain Barca, Deco.

Hasilnya, pada Februari kemarin, Fabrizo Romano mengabarkan bahwa FC Barcelona telah mengantongi kesepakatan personal dengan Raphinha. Kontrak selama 5 tahun bahkan sudah disepakati dengan pihak Raphinha yang diwakili langsung oleh Deco. Raphinha juga dikabarkan sudah memberikan persetujuannya kepada Barcelona sebagai prioritas.

Sayangnya, langkah cepat Barca terganjal biaya. Barca menawar Raphinha dengan harga 40 juta euro, tetapi Leeds United menginginkan setidaknya 55 juta euro. Barcelona tidak menyerah. Namun, setelah tawaran pertama mereka ditolak, Barca tak kunjung melayangkan tawaran yang lebih segar.

Setelah Barcelona, terbitlah Arsenal. The Gunners juga menaruh minat serius untuk mendatangkan Raphinha ke Emirates Stadium. Berdasarkan cuitan Fabrizio Romano, Arsenal sudah bernegosiasi langsung dengan pihak Leeds United sejak bulan Maret lalu.

Belum lama ini, tim asuhan Mikel Arteta itu menunjukkan keseriusannya dengan melayangkan tawaran resminya untuk merekrut Raphinha. Mengutip dari DailyMail, The Gunners menawarkan winger 25 tahun itu dengan harga 30 juta pounds plus bonus 10 juta pounds. Sayangnya, tawaran tersebut ditolak Leeds United.

Arsenal tak sendirian. Kini, peminat Raphinha makin banyak dengan masuknya Tottenham Hotspur dan Chelsea. Menyusul bertambahnya tim peminat, Leeds United sepertinya menaikkan harga jual Raphinha. Kini, tim yang bermarkas di Elland Road itu memagari pemainnya di kisaran harga 60 hingga 65 juta pounds.

Ramainya perlombaan untuk mendapat jasa Raphinha tentu membuat kita bertanya-tanya. Sehebat apa Raphinha? Dan apakah ia pantas dihargai dengan nominal yang begitu mahal?

Sebagus Apa Raphinha?

Raphael Dias Belloli alias Raphinha lahir di Porto Alegre pada 14 Desember 1996. Karier pemain bertinggi badan 176 cm itu meroket kala membawa Rennes finish di peringkat 3 Ligue 1 Prancis musim 2019/2020 sekaligus membawa klubnya lolos ke fase grup Liga Champions.

Raphinha kemudian bergabung dengan Leeds United jelang penutupan bursa transfer musim panas 2020. Menurut transfermarkt, ia dibeli dari Rennes dengan harga 18,6 juta euro. Sementara menurut harian Yorkshire Post, Leeds yang kala itu baru saja promosi ke Premier League mesti merogoh koceknya hingga nyaris 21 juta poundsterling.

Sebuah harga yang terbilang masuk akal bagi pemain yang beroperasi di sayap kanan itu. Pasalnya, Raphinha terlihat langsung nyetel dengan skema permainan Leeds United. Buktinya, di musim pertamanya, ia langsung menyumbang 6 gol dan 9 asis dalam 30 penampilan.

Tak hanya itu, ia juga berhasil mengantar Leeds United finish di peringkat 9 Premier League musim lalu. Ini tak lepas dari kontribusinya di lini depan. Bisa dibilang, Raphinha adalah seorang kreator yang berbahaya. Penampilannya itu bahkan mendapat pujian dari Pep Guardiola yang menilai Raphinha sebagai seorang senjata yang mematikan.

Di musim keduanya bersama Leeds United, performa Raphinha makin bagus. 11 gol dan 3 asis berhasil ia hasilkan dalam 35 penampilan. Di musim 2021/2022, Raphinha bisa dibilang sebagai tumpuan utama Leeds United yang banyak berjuang di zona degradasi. Buktinya, 6 dari 9 kemenangan Leeds musim lalu diraih kala Raphinha mampu mencetak gol.

Selama 2 musim membela Leeds United, Raphinha total telah mencetak 17 gol dan 12 asis dalam 65 penampilan di Premier League. Penampilan apiknya selama membela Leeds United itu juga berbuah panggilan ke tim nasional Brasil. Sejak debut pada Oktober tahun lalu, ia sudah mengumpulkan 9 caps dan telah menghasilkan 3 gol dan 2 asis.

Keunggulan utama Raphinha adalah kemampuan olah bola dan kecepatannya. Kelincahan dan kemampuan menggiringnya adalah sebuah ancaman bagi lini bertahan lawan. Tak sedikit bek Liga Inggris yang sudah merasakan gocekan maut Raphinha.

Selain itu, Raphinha juga merupakan seorang pengumpan yang berbahaya. Kemampuan crossingnya di atas rata-rata. Musim lalu saja, ia sukses menghasilkan 90 crossing dan menempati peringkat 9 sebagai pemain dengan jumlah crossing terbanyak.

Raphinha juga menempati peringkat 9 sebagai pemain dengan jumlah tembakan terbanyak di Premier League musim lalu dengan total 85 shots. Inilah ancaman yang paling berbahaya dari seorang Raphinha. Meski ia bukan seorang pelari yang cepat, Raphinha begitu efektif mencari celah untuk menembak.

Sudut tembakan Raphinha juga luas dan tak terbatas hanya dari dalam kotak penalti saja. Buktinya, 4 dari 11 gol yang ia hasilkan musim lalu dicetak dari luar kotak penalti. Selain itu, pemain berkaki kidal itu juga berhasil mencetak 1 gol via tembakan bebas di Premier League musim lalu.

Raphinha juga tergolong versatile player alias mampu bermain di lebih dari 1 posisi. Meski lebih sering dipasang sebagai winger kanan, Raphinha juga bisa diplot sebagai penyerang atau seorang playmaker. Inilah yang membuatnya mampu berkreasi sekaligus mengacak-acak pertahanan lawan.

Catatan dari Squawka membuktikan betapa spesialnya Raphinha. Sejak awal musim 2020/2021, hanya ada 2 pemain yang mampu menghasilkan lebih dari 100 tembakan dan menciptakan lebih dari 100 peluang. Dua pemain tersebut adalah Sadio Mane dan Raphinha. Selama mengenakan jersey Leeds United, Raphinha telah membuat 155 percobaan tembakan dan menciptakan 129 peluang.

Siapa yang Akan Mendapat Raphinha?

Statistik itulah yang menjadi alasan Bayern Munchen mengejar Raphinha dan Sadio Mane. Dengan Munchen yang telah berhasil mendaratkan Mane ke Allianz Arena, bisa dibilang bahwa mereka sudah tak mengejar Raphinha lagi.

Kini, perlombaan untuk mendapat tanda tangan Raphinha makin mengerut ke beberapa tim saja. Berdasarkan situasi terkini, tim-tim yang masih bertahan dalam perebutan tersebut adalah Arsenal, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Barcelona.

Jika menilik dari kemampuan finansial masing-masing klub peminat, klub-klub Premier League adalah pihak yang paling mungkin untuk bisa memenuhi permintaan harga Leeds United. Meski sudah sepakat secara personal dengan Barcelona, tidak menutup kemungkinan Raphinha akan mau pindah ke klub Premier League lainnya.

Untuk saat ini, Arsenal tengah memimpin perlombaan. Meski sudah berhasil mendaratkan Gabriel Jesus, The Gunners kelihatannya masih berhasrat untuk merekrut Raphinha. Pasalnya, Pihak The Gunners dikabarkan akan segera menemui Deco untuk melayangkan tawaran keduanya. Di lain sisi, Spurs yang juga meminati Raphinha sepertinya punya prioritas transfer lain.

Sementara itu, meski tawaran pertamanya ditolak dan tengah mengalami krisis keuangan, FC Barcelona belum sepenuhnya terpental dari perlombaan. Mereka masih punya peluang untuk menggaet Raphinha. Senjata utamanya adalah kesepakatan personal dengan Raphinha dan Deco. Barca bisa saja menaikkan tawarannya dalam waktu dekat ini apabila sukses mendapat dana segar dari hasil penjualan Frenkie de Jong.

Akan tetapi, langkah Arsenal dan Barcelona sepertinya terlambat. Secara tiba-tiba, Chelsea muncul dan menyalip tawaran Arsenal dan Barcelona. Dikabarkan oleh Fabrizio Romano, Chelsea tinggal selangkah lagi mendapat Raphinha setelah mereka mencapai kesepakatan dengan Leeds United. Chelsea bersedia membayar di kisaran 60/65 juta pounds, sesuai dengan harga yang diminta Leeds United.

Fabrizio Romano juga mengabarkan bahwa pihak The Blues kini tinggal bernegosiasi dengan pihak Raphinha langsung terkait kesepakatan personal. Tentu ini juga bukan hal sulit. Sebab, Deco, agen dari Raphinha juga merupakan mantan pemain Chelsea.

Posisi tawar The Blues memang lebih unggul. Kondisi finansial mereka lebih sehat dari pesang lainnya. Apalagi, Chelsea juga belum belanja pemain besar-besaran seperti Arsenal. Ditambah lagi, musim depan Chelsea juga akan berlaga di Liga Champions. Ini adalah hal yang diimpikan oleh Raphinha.

Raphinha memang berambisi bermain di kompetisi Eropa musim depan. Itulah mengapa ia enggan memperpanjang kontraknya di Elland Road yang masih tersisa 2 tahun.

Kini, pembicaraan transfer Raphinha ke Chelsea telah memasuki tahap akhir. The Blues dikabarkan sudah menawari Raphinha kontrak hingga Juni 2027. Ini adalah langkah kunci sebelum proses finalisasi dan ketika hal itu terjadi, para pesaing yang gagal mendapat tanda tangannya jelas akan dibuat gigit jari.

Sekarang semuanya bergantung kepada Raphinha. Selepas ia menyetujui proposal tersebut, kepindahannya ke Stamford Bridge hanyalah tinggal menunggu waktu saja.

***
Referensi: Yorkshire Post, Squawka, DailyMail, FBref, Mirror, Premier League, BarcaBuzz, Breaking The Lines, The Athletic.

Seribu Macam Alasan Kenapa PSG Mengobral Neymar

Seperti layaknya obral diskon akhir tahun di sebuah mall. Itulah yang menggambarkan nasib Neymar di PSG kali ini. Neymar bagaikan seorang yang tak berarti, sehingga layak untuk diobral. Seorang superstar yang tak seharusnya menerima perlakuan seperti ini.

Neymar sudah dipersilakan yang dipertuan agung, Nasser Al-Khelaifi untuk meninggalkan PSG jika ada tawaran yang cocok. Berkaca pada performa dan kebintangan sosok Neymar, sikap PSG yang mendadak seperti ini kepada Neymar tentu ada penyebabnya.

Performa Neymar Kurang Meyakinkan

Salah satu alasan yang dikemukakan PSG yakni tentang performa Neymar dari musim ke musim yang cenderung menurun. Performa Neymar kini bahkan sudah tertutup oleh kebintangan seorang Mbappe maupun Messi. Dari segi performa musim ini, Neymar tercatat hanya mencetak 13 gol dan 6 assist dari 28 pertandingan di semua kompetisi.

Performa Neymar yang buruk pada musim ini sama sekali berbanding terbalik dengan Neymar ketika baru datang ke PSG. Padahal ketika ia datang ke PSG pada musim 2017/18, Neymar sudah menjadi magnet permainan PSG. Bahkan ia pada waktu itu menyumbangkan 28 gol dan 16 assist dari 30 pertandingan di semua kompetisi. Sebuah catatan fantastis yang dibayar seorang Neymar, mengingat harga transfer yang dibayar PSG dari Barcelona sangatlah mahal.

Namun seiring waktu berjalan, terutama ketika kedatangan Mbappe dan Messi, seolah nama Neymar tenggelam. Apalagi Neymar kerap dibekap cedera. Ia sering keluar masuk meja perawatan musim ini karena cedera engkel yang terus kambuh. Total, Neymar sudah absen sebanyak 22 kali sepanjang musim ini. Hal itulah yang membuat PSG sedikit muak terhadap Neymar.

Tak Peduli Sepakbola

Masalah cedera yang sering diderita Neymar ada kaitannya dengan sikap kepribadian seorang Neymar. Dengan gaya hidup yang kadang seenaknya sendiri dan sikap yang sering indisipliner, membuat Neymar kurang memperhatikan kondisi fisiknya.

Neymar yang bergaji tinggi memilih kehidupan glamor ibarat artis ibukota. Mumpung masih dalam masa kejayaan, Neymar berfoya-foya dengan kehidupannya. Sampai-sampai ia bahkan dianggap tidak berkomitmen sebagai pemain PSG. Ia pun tak bisa lepas dari sindiran Al-Khelaifi.

“Kami ingin pemain muda, berbakat, berkomitmen, dan dengan mentalitas pemenang. Kami juga ingin menjadi lebih kuat secara kolektif, bermain sebagai tim dan klub berada di atas segalanya,” kata Nasser yang membuat Neymar tersindir.

Karena Mbappe?

Namun apakah hanya itu saja alasan PSG ingin mengobral Neymar? Tentu tidak. Hal yang mengejutkan sekali dan tak habis pikir adalah Neymar diminta keluar oleh temannya sendiri, yaitu Mbappe. Sebuah hal yang jika benar adanya, karena seorang pemain bisa menentukan arah kebijakan klub, berarti ada masalah serius dengan Paris Saint-Germain.

Seperti kita tahu, Mbappe mau memperpanjang masa pengabdiannya di Paris ketika mendapat tawaran fantastis dari Madrid. Mbappe yang akhirnya memperpanjang kontraknya itu ternyata juga diberi hak khusus oleh PSG. Sebuah kesepakatan yang tak masuk akal selama ini yang terjadi di dunia sepakbola.

Namun tak dipungkiri, tanda-tanda kebenaran adanya hak khusus pada Mbappe ini mulai terlihat. Pertama yakni dengan terdepaknya Leonardo dan pelatih Mauricio Pochettino. Dan kemudian apa yang terjadi dengan penunjukan penasihat olahraga Luis Campos yang notabene adalah orang yang menemukan bakat, sekaligus membesarkan Mbappe ketika di Monaco.

Kini giliran isu Mbappe yang katanya akan mendepak Neymar. Menurut media, El Pais, Mbappe dikatakan telah memberi tahu pemilik PSG bahwa dia merasa Neymar tidak disiplin untuk masuk ke dalam sistem taktis atau permainan kolektif tim. Mbappe juga mempertanyakan kekhawatiran tentang rutinitas pemulihan cedera yang sering kambuh dari seorang Neymar. Jikalau semua tanda-tanda itu terwujud, maka ungkapan teman makan teman cocok menggambarkan situasi ini.

Proyek PSG Baru

Selain faktor Mbappe, ada alasan lain yang dikemukakan PSG terkait diobralnya Neymar. Itu adalah soal uang dan proyek baru PSG. Tak dipungkiri PSG sedang memulai proyek baru seperti apa yang dikatakan Nasser.

PSG kini tak mau jor-joran lagi dan tidak akan terlalu mencolok musim depan. Les Parisiens akan merestrukturisasi keuangan klub termasuk melepas para pemain yang kurang berkontribusi plus bergaji mahal. Hal inilah yang sedang dilakukan PSG bersama Luis Campos.

Untuk itu, kini nasib Neymar masuk dalam radar evaluasi PSG. Karena seperti diketahui, Neymar memiliki gaji yang cukup besar sekitar 40 juta euro per tahun atau 600 ribu euro per pekan. Ditambah kini perannya dalam tim tidak lagi sesuai dengan gajinya.

Neymar sendiri terikat kontrak hingga 2025, dengan kesepakatan akan diperpanjang secara otomatis hingga 2027. Namun, terlepas dari itu, akan sangat membantu jika PSG bisa menjualnya sebelum itu. Sayangnya, di sisi lain, ayah Neymar tak tinggal diam mengancam dan mengatakan jika ingin melepas anaknya, PSG harus membayar dulu sisa gaji Neymar karena sudah terlanjur memperpanjangnya 2021 lalu.

Sementara PSG sadar betul bahwa yang meminati untuk membeli Neymar tidaklah banyak, mengingat faktor usia yang tak lagi muda dan beban gaji yang terlalu mahal. Oleh karena itu, beberapa solusi pun sudah direncanakan. Salah satunya adalah menaruh Neymar di opsi peminjaman dengan klub menanggung beban gaji mayoritas.

Atas sikap PSG yang mengobralnya ini, Neymar merasa dipermalukan. Dan ia berniat untuk membuktikan kepada PSG bahwa mereka salah jika melepasnya. Kalau benar keadaanya, Neymar harus segera ancang-ancang sedini mungkin untuk mencari klub baru.

Ke Mana Dia Seharusnya?

Dengan umurnya yang masih 30 tahun, Neymar masih dalam pick performance. Lagi pula Neymar juga masih menjadi tumpuan di timnas Brazil. Tak dipungkiri banyak klub besar yang masih membutuhkan jasanya. Terutama mereka yang berani membayar gaji Neymar yang tinggi.

Kini yang paling berpeluang mendapatkan servis Neymar adalah Chelsea, Newcastle, Real Madrid, Barcelona, sampai Juventus. Dari klub tadi, Chelsea tampaknya akan lebih berpeluang. Mengingat di sana ada Thiago Silva dan Thomas Tuchel yang pernah bekerja sama dengan Neymar. Belum lagi dengan pemilik baru, Chelsea bisa jadi akan membuat gebrakan usai kehilangan Lukaku di lini depan.

Kemungkinan terbesar kedua yakni Juventus. Mereka juga sangat berpeluang ketika ada pertemuan Allegri dan Luis Campos akhir-akhir ini. Pertemuan itu dikaitkan dengan pemilihan calon pelatih PSG. Meskipun justru Luis Campos lebih memilih Galtier sebagai calon pelatihnya musim depan.

Lantas ada yang mengatakan bahwa pertemuan itu sebenarnya hanyalah untuk menawarkan Neymar dengan kesepakatan tertentu termasuk gaji. Hal yang masuk akal ketika Juventus sedang kehilangan Dybala.

Kini semuanya akan kembali lagi pada Neymar. Kalau situasinya sudah kadung sakit hati seperti ini, bukan tidak mungkin Neymar akan benar-benar marah dan pergi. Kalau benar terjadi, barangkali Mbappe lah yang pertama kali tertawa lebar.

https://youtu.be/F880U02AcwE

Sumber Referensi : foottheball, thesun, si.com, sportsjoe