Beranda blog Halaman 532

Mario Balotelli, Timnas Italia, dan Sepenggal Kisah EURO 2012

0

Sepanjang karirnya, potensi Mario Balotelli memang tak pernah mencapai level maksimal. Namun, tahun 2012 jadi pengecualian bagi pemain yang dikenal susah diatur ini. Di tahun tersebut, Super Mario menunjukan kualitas permainan yang berbeda.

Performa ciamik Balotelli bersama Manchester City mengantarkannya masuk ke dalam jajaran skuad Timnas Italia di ajang Euro 2012 yang untuk pertama kali diselenggarakan di dua negara sekaligus, yaitu Polandia dan Ukraina.

Tepat sepuluh tahun lalu, Mario Balotelli yang melanjutkan kegemilangannya bersama timnas, berhasil mengantarkan Italia meraih satu tempat di partai final kompetisi empat tahunan itu. Well, untuk sedikit melempar memori manis Balotelli bersama Gli Azzurri, berikut sepenggal kisah tentang Balotelli dan Euro 2012.

Performa Apik Membawa Balotelli ke Timnas

Meski dikenal dengan sifat buruknya, hal itu tak menampik bahwa ada bakat yang luar biasa dalam diri Mario Balotelli. Seorang striker sejati yang dibekali kecepatan, kekuatan fisik dan teknik untuk mencetak semua jenis gol. Entah dengan kaki atau kepala, semua mampu ia lakukan dengan baik.

2012 jadi tahun yang baik bagi si anak bengal. Balotelli menunjukan permainan yang paling konsisten selama hidupnya baik di level klub maupun tim nasional. Super Mario memainkan peran penting dalam kesuksesan gelar liga pertama bagi Manchester City, di bawah asuhan allenatore yang juga berasal dari Italia, Roberto Mancini.

Musim 2011/2012, Balotelli mencetak 13 gol di Premier League hanya dalam 23 pertandingan. Dan momen berharga ketika itu adalah ketika melawan QPR di laga penentuan juara.

Pada waktu itu, Balotelli yang masuk dari bangku cadangan, memberikan suntikan energi yang luar biasa. Ia memberikan satu-satunya assist yang ia punya kepada Sergio Aguero untuk mencetak gol ikonik dan memastikan gelar Premier League. 

Melihat performa luar biasa Mario Balotelli, Cesare Prandelli menganggap Balotelli sebagai kekuatan tambahan yang sempurna bagi Timnas Italia. Balotelli pun bergabung dengan pemain-pemain kelas dunia macam Gianluigi Buffon, Antonio Cassano, Andrea Pirlo hingga Antonio Di Natale berangkat ke Polandia.

Start Yang Buruk

Di Euro 2012 Italia masih dihantui kegagalan di ajang Piala Dunia 2010. Gli Azzurri yang saat itu masih dilatih Marcello Lippi bahkan tak mampu lolos dari babak penyisihan grup. Jadi, Timnas Italia tak begitu diperhitungkan dalam ajang kali ini

Sementara di Timnas Italia sendiri, Mario Balotelli hanya dianggap bocah kemarin sore. Disejajarkan dengan striker-striker top macam Cassano dan Di Natale, Balotelli diperkirakan hanya menjadi pelengkap.

Nyatanya, anggapan itu tak sepenuhnya benar. Tergabung dalam Grup C bersama tim unggulan Spanyol, Kroasia, dan Republik Irlandia, Balotelli justru langsung menjadi andalan Prandelli di match pertama kontra Spanyol.

Sayangnya, Balotelli yang berduet dengan Cassano belum menunjukan permainan yang diinginkan Prandelli. Balotelli tampil buruk dan digantikan oleh Antonio Di Natale di menit ke 57. Sialnya lagi, Di Natale justru yang mencetak gol penyeimbang di laga yang berakhir dengan skor 1-1 itu.

Melihat dampak yang diberikan Di Natale, beban di pundak Balotelli pun kian berat. Prandelli yang menyadari itu memberikan Balotelli waktu istirahat dan menggantikannya dengan Di Natale di laga pamungkas kontra Republik Irlandia. 

Panggung Super Mario

Saat lawan Republik Irlandia, Balotelli justru membuka keran golnya melalui bangku cadangan. Super Mario masuk dan menggantikan Di Natale di babak kedua. Keadaan tim sedang unggul 1-0 saat itu, jika Italia tak mampu mempertahankan keunggulan, mereka terancam tak bisa lolos ke babak berikutnya. 

Masuk di menit 75, Balotelli tampil brilian. Menahan bola, melakukan sepakan-sepakan akurat dan sesekali melakukan pergerakan yang menyulitkan bek lawan sehingga menghasilkan tendangan bebas bagi Italia. 

Pucuk dicinta ulam pun tiba, Balotelli berhasil mencetak gol pertamanya di turnamen tersebut dengan mengkonversi tendangan sudut Alessandro Diamanti menjadi sepakan voli cantik pada menit ke-90.

Gol Balotelli mengunci kemenangan 2-0 atas Irlandia dan mengantarkan Gli Azzurri finis di posisi kedua klasemen Grup C di bawah Spanyol. Meski demikian, Italia tetap lolos ke babak perempat final, dan menantang tim kuat lainnya yaitu Timnas Inggris yang lebih dulu lolos ke babak fase gugur.

Gol itu juga yang membuat Balotelli kembali ke skuad utama kala bertemu Inggris. Dalam laga tersebut, Balotelli menjalankan tugasnya sebagai seorang penyerang tengah. Ia menjadi pemain paling berbahaya di lapangan. Super Mario beberapa kali menciptakan peluang untuk dirinya sendiri dan rekan satu tim lainnya.

Sayang, penampilan cemerlangnya tak diakhiri dengan sebuah gol. Hingga 120 menit skor kacamata masih tersaji di papan skor. Akhirnya laga pun berlanjut ke babak adu penalti, dan Balotelli tampil sebagai penendang pertama. 

Pemain yang hampir tidak pernah gagal mencetak gol melalui titik putih itu pun dengan mudahnya menaklukan kiper Inggris sekaligus rekan satu timnya di Manchester City, Joe Hart. Tendangan Balotelli membuat Italia memimpin.

Setelah disamakan oleh Steven Gerrard, tendangan panenka Andrea Pirlo tampaknya menjatuhkan mental anak asuh Roy Hodgson. Italia berhasil unggul 4-2 dan melaju ke semifinal untuk melawan Jerman, yang lagi-lagi tim kuat di turnamen kali ini.

Momen Epic Mario Balotelli

Match melawan Inggris adalah penampilan yang bagus bagi Balotelli, tapi di pertandingan semifinal melawan Jerman, Super Mario benar-benar menunjukkan betapa briliannya ia sebagai ujung tombak Gli Azzurri.

Jerman sendiri berstatus sebagai tim unggulan bersama Spanyol. Jutaan pasang mata juga sudah menantikan final impian mereka antara Jerman dan Spanyol. Namun, Super Mario tampaknya hadir untuk merusak ekspektasi penonton.

Jerman memulai pertandingan dengan mendominasi laga. Namun, memanfaatkan kelengahan pemain belakang Jerman, Balotelli hadir sebagai mimpi buruk Der Panzer. Dengan sedikit bantuan dari Antonio Cassano yang mengirim umpan dari sisi kiri, Balotelli membawa Gli Azzurri unggul di menit ke-20 melalui sundulan kerasnya.

Selepas Balotelli membawa Italia unggul, Der Panzer kian gencar memburu gol penyeimbang. Italia tak gentar, selagi Balotelli masih berdiri di lapangan, pasukan Joachim Loew tak mampu menghindari mimpi buruknya. 

Tak butuh waktu lama, Balotelli menggandakan keunggulan Italia di menit ke-37. Menyelinap di antara bek lawan, pergerakan Super Mario tak terdeteksi oleh Philip Lahm. Menerima umpan matang dari Riccardo Montolivo, Balotelli yang berhadapan langsung dengan Manuel Neuer, berhasil melesatkan tembakan keras yang membuat kiper Bayern Munchen itu tak berkutik.

Momen emosional pun tak terhindarkan, selebrasi buka bajunya jadi yang paling diingat dari Euro 2012. Jerman hanya mampu membalas satu gol saja melalui Mesut Ozil di penghujung laga. Skor 2-1 sudah cukup bagi Balotelli untuk mengantarkan Italia ke partai puncak.

Sialnya, Balotelli CS dihajar habis-habisan 4-0 oleh generasi emas Spanyol di laga Final. Meski begitu, tiga gol Balotelli dan penampilan keseluruhannya membuat dia terpilih dalam tim terbaik turnamen Euro 2012.

Sumber: Planetfootball, Givemesport, Transfermarkt, Goal, 90min

Cerita Kebencian Van Gaal pada Manchester United

0

“Orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti”. Kutipan itu menjadi buah bibir ketika film Joker tayang di bioskop. Selain itu, kutipan tersebut juga menjadi penguat nilai dalam film yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Sebab, Arthur Fleck yang menjadi bajingan Joker sejatinya adalah orang baik.

Barangkali karena terlalu banyak yang relate, kutipan tersebut masif didengungkan. Apalagi orang jahat yang lahir dari orang baik yang tersakiti, entah bagaimana itu ada dan nyata sekali. Meskipun dalam satu titik tertentu, kita juga tidak bisa memastikan seseorang baik atau jahat.

Louis Van Gaal barangkali adalah sosok Joker dalam dunia sepakbola, khususnya bagi penggemar Manchester United. Van Gaal dulu menjadi sosok Arthur Fleck bagi Manchester United, namun sekarang ia sudah jadi public enemy bagi masyarakat Theater of Dream.

Dulu, ketika menjadi manajer The Red Devil, Van Gaal yang membuat kebijakan klub. Mulai dari ke arah mana ia menyetir Manchester United, bagaimana ia menyusun rencana tim, pemain, dan skema dalam membawa MU ke mahligai juara.

Namun kini justru berbalik. Rencana apa pun yang ingin diwujudkan Manchester United, oleh Van Gaal seperti dihalang-halangi. Entah melalui komentar sinisnya maupun kekuasaan yang ia miliki.

Van Gaal: Manchester United Klub Komersial

Louis Van Gaal dalam minggu-minggu terakhir ini selalu menjadi seperti SJW bagi Manchester United. Beberapa langkah yang coba ditempuh The Red Devil hampir selalu mendapat dampratan dari Van Gaal. Tak jarang bahkan dampratan itu membuat rencana MU gagal.

Umpamanya ketika Manchester United berniat untuk mencari manajer baru. Sementara, Erik Ten Hag, pelatih Ajax yang juga rekan senegara Van Gaal masuk dalam daftar sosok pelatih yang diinginkan Manchester United. Kala itu, Van Gaal langsung membentuk opini pedas terkait rencana tersebut.

Dilaporkan media Mirror, Louis Van Gaal blak-blakan memperingatkan Erik Ten Hag untuk tidak menerima tawaran Setan Merah. Meskipun, Van Gaal juga tidak menampik bahwa curriculum vitae Ten Hag cocok dengan Manchester United. “Ten Hag pelatih hebat. Itu bagus untuk Manchester United,” kata Van Gaal.

Namun, pernyataan Van Gaal tidak berhenti di situ. Pada kalimat berikutnya, ia terus terang memperingatkan Ten Hag untuk berhati-hati menerima tawaran Manchester United. Menurutnya, MU adalah klub komersial dan itu akan membuat Ten Hag kesulitan.

Lebih lanjut, Van Gaal mengatakan bahwa Ten Hag semestinya memilih klub profesional, bukan klub komersial. Pernyataan Van Gaal ini ia dasari pada pengalamannya ketika menukangi Manchester United. Ia mengeluhkan soal aktivitas Manchester United di luar lapangan.

Baginya, Manchester United sering melakukan hal-hal yang berkaitan dengan sisi komersil. Dan itu sangat berpengaruh dalam performa Manchester United di lapangan.

“Harus menempuh jarak jauh, harus banyak terbang, juga mengalami jet lag. Itu sangat tidak positif untuk persiapan yang baik,” kata Van Gaal yang mengomentari soal tur Manchester United yang terkadang hanya untuk kepentingan komersil.

Van Gaal Cegah Pemain Ajax ke Manchester United

Sinisme Louis Van Gaal terhadap Manchester United tak hanya sampai pada menyebut Manchester United sebagai klub komersial, dan memperingatkan Ten Hag untuk tidak menerima tawaran melatih MU.

Namun, karena Erik Ten Hag akhirnya mau mengambil tawaran melatih MU sekaligus menerima konsekuensi, kini Van Gaal juga mengomentari hal lain. Giliran rencana Ten Hag yang ingin mendatangkan pemain baru untuk Manchester United yang, tak luput dari ancaman Van Gaal.

Demi membangun Manchester United, Erik Ten Hag ingin membawa bek tengah Ajax yang berprospek cemerlang di Eredivisie, Jurrien Timber. Ten Hag sangat tahu kualitas seorang Timber. Dan ia yakin pria 21 tahun itu akan menjadi solusi di lini belakang United.

Jurnalis Belanda, Marcel Van der Kraan, seperti dikutip Metro mengatakan bahwa sang pemain sudah siap. Agen Jurrien Timber telah mengunjungi kantor Manchester United, dan telah melakukan pembicaraan. Bahkan tidak ada hambatan soal uang sama sekali.

Akan tetapi, di tengah-tengah rencana itu muncul seorang Louis Van Gaal. Eks manajer Manchester United tersebut benar-benar ‘menghalangi’ Timber untuk ke Old Trafford. Van Gaal mengatakan, Timber mesti bertahan di Ajax, karena kalau hengkang, ia bisa saja tidak masuk dalam daftar skuad Timnas Belanda.

Entah ini masuk dalam ranah ancaman atau tidak. Yang jelas, status seorang Louis Van Gaal kini adalah pelatih Timnas Belanda. Sementara, Timnas Belanda akan bermain di Piala Dunia 2022, dan Van Gaal ada di balik kemudi.

Benarkah Omongan Van Gaal Terkait MU?

Keberanian Louis Van Gaal yang menyebut Manchester United adalah klub komersial patut kita apresiasi. Tapi, apakah benar Manchester United demikian? Sulit untuk menerawang hal itu. Sebab, hanya internal Manchester United yang tahu betul betapa bobroknya MU.

Namun, di sisi lain komentar Van Gaal yang cenderung menghina Manchester United itu, pernah mendapat tanggapan dari mantan manajer Setan Merah, Ralf Rangnick. Ia yang kini justru melatih Timnas Austria, menepis ocehan Van Gaal dan menyebutnya sebagai ungkapan yang hipokrit.

Sebab, kata Rangnick, Van Gaal sendiri merupakan pelatih berpengalaman. Ia tentu memikirkan masak-masak ketika dulu menandatangani kontrak dengan United. Kalau Van Gaal tahu MU klub komersil, kenapa ia dulu mau menandatangani kontrak sebagai manajer? Begitu kira-kira yang disampaikan Rangnick.

Ralf Rangnick menegaskan bahwa tidak ada klub sepakbola yang tidak komersial. Sepakbola adalah bisnis, titik. Artinya, omongan Van Gaal itu nggak keliru-keliru amat. Terlebih ketika misalnya, melihat perilaku klub yang mendatangkan Cristiano Ronaldo dengan narasi “Pahlawan yang Kembali”, yang tak bisa lepas dari kepentingan komersil.

Van Gaal Pernah Dikhianati MU

Seperti Joker, jika dilihat ke belakang Van Gaal ini ternyata menyimpan kegusaran terhadap Manchester United. Dalam hasil wawancara dengan Van Gaal yang terbit di The Guardian, menunjukkan betapa Van Gaal mengakui sendiri bahwa dirinya telah dikhianati.

Sebelum dipecat Manchester United, Van Gaal sudah tahu akan hal itu. Ketika menelan tiga kali kekalahan, Van Gaal berbicara pada Ed Woodward, CEO lama United. Ia berterus terang bahwa dirinya siap dipecat.

Namun, Woodward pada waktu itu mengatakan Van Gaal tidak akan dipecat. Tetapi menyedihkan, karena kenyataannya perkataan Woodward kembang lambe belaka. Van Gaal bagai seorang wanita yang diberi janji manis oleh pria hidung belang yang ingin menikahinya, eh malah selingkuh dengan wanita lain.

Van Gaal tegas mengatakan, “Saya dikhianati”. Barangkali pengkhianatan, bagi Van Gaal, sulit untuk dimaafkan. Tapi kalau mau diambil hikmahnya, ia jadi tahu, betapa Manchester United adalah klub yang sulit untuk diperbaharui. Meski begitu, pelatih yang membawa MU juara Piala FA itu tidak menyesal menghabiskan waktunya untuk Manchester United.

Sumber referensi: The Guardian, TheSportsMan, Metro, Mirror

Dilema Lini Tengah Liverpool, Bisakah Solid Tanpa Amunisi Baru?

The Kop kini sudah mulai menatap musim depan. Darwin Nunez, Calvin Ramsey, sampai Fabio Carvalho, semuanya sudah “here we go” ke Anfield. Kini tinggal kesiapan dan kematangan skuad dengan menjalani latihan pra musim maupun tur pra musimnya.

Namun apakah sepede itu Liverpool akan kesiapan skuadnya? Lini belakang sudah, lini serang sudah, lalu lini tengah bagaimana kabarnya? Menarik untuk melihat lini yang satu ini di Liverpool. Lini yang dianggap remeh ketika Trio Firmansyah dan kokohnya tembok Van Dijk menutupi peran penting beberapa gelandang Liverpool.

Lini Penyeimbang

Kalau melihat Liverpool bermain, fokus utama pasti akan tertuju pada lini penyerangan. Baik itu didominasi oleh atraksi dua bek sayapnya Trent Alexander-Arnold dan Robertson maupun atraksi tiga trisula mautnya di depan. Jarang sekali fokus itu tertuju pada peran tiga gelandang Klopp. Memang sih, pola permainan Klopp seperti tampak menihilkan peran seorang gelandang. Padahal sebenarnya gelandang ini perannya cukup penting.

Gelandang dalam sistem Klopp jarang memiliki kualifikasi yang stylish dan meliuk-liuk. Para gelandang Klopp dituntut untuk tidak menguasai bola terlalu lama. Klopp selama ini memilih seorang gelandang yang bisa bekerja secara tim, mampu kolektif dan rajin pressing. Maka tak jarang Klopp memilih para gelandang bertipe petarung.

Terlihat selama Klopp melatih, para gelandang Liverpool ini bermain dengan sirkulasi bola cepat dengan sekali sentuhan. Namun ternyata itu saja tidak cukup, taktik selalu bergerak dinamis. Atas dasar itulah kenapa Klopp membawa Fabinho dan Thiago. Klopp sadar selain perlu gelandang petarung, ia juga butuh gelandang pengumpan yang handal supaya tak ketergantungan dari umpan TAA maupun Robo.

Namun keberadaan Fabinho dan Thiago saja belum lengkap. Ia harus juga dibimbing oleh para seniornya di klub, macam Henderson maupun Milner. Dengan begitu lini tengah Liverpool makin terjamin keseimbangannya. Lalu, bagaimana stok gelandang yang lainnya?

Riwayat Cedera Yang Menghantui

Stok gelandang Liverpool kali ini memang sudah overload. Total ada 9 gelandang terdapat di skuad Klopp. Termasuk rekrutan barunya Fabio Carvalho, jika dia jadi difungsikan sebagai gelandang serang.

Namun masalah terbesar yang bernama “cedera” mesti harus diperhitungkan musim depan oleh Klopp. Liverpool bagaimanapun tak tau kapan cedera melanda skuadnya. Kita ingat bagaimana keteterannya mereka ketika kehilangan beberapa pemain di musim 2019/20.

Di musim ini saja kita tahu dari 8 gelandang yang dipunyai Klopp silih berganti masuk meja perawatan dengan cedera kambuhannya. Di sinilah dilema terjadi, ketika Klopp surplus gelandang akan tetapi disisi lain sering dihantui cedera yang tak pasti.

Siasat membeli Fabio Carvalho mungkin jitu bagi Klopp dan direktur olahraga mereka yang baru, Julian Ward. Meskipun begitu, untuk menaruh beban di pundak Carvalho maupun pemain muda lainnya macam Curtis Jones maupun Harvey Elliott rasanya belum saatnya. Sesekali untuk dijadikan supersub mungkin jadi solusi.

Proyek Regenerasi

Kembali pada permasalahan dilema. Bagaimanapun kini struktur kekuatan lini tengah Liverpool sudah jelas komposisinya. Fabinho, Thiago dan Henderson adalah trio andalan utama Klopp musim ini, bahkan mungkin musim depan. Merekalah trio yang paling sering tampil yakni sebanyak 11 kali musim ini. Disusul kombinasi Jones-Fabinho-Henderson dan Henderson-Fabinho-Keita masing-masing tampil 5 kali.

Di samping itu, dari segi kontribusi penyerangan, trio utama Henderson Fabinho dan Thiago yang paling menonjol. Fabinho dengan 8 gol 1 assist, Henderson dengan 3 gol 6 assist dan Thiago dengan 2 gol 5 assist. Di bawah itu ada Naby Keita dan Oxlade Chamberlain dengan 3 assist dan 3 golnya.

Sebenarnya dengan torehan merata seperti itu mampu sedikit melegakan hati Klopp. Nah, tapi masalahnya, beberapa dari mereka sudah menjelang uzur usianya. Artinya untuk jangka pendek alangkah baiknya Klopp butuh amunisi satu gelandang lagi yang siap pakai dengan umur dan pengalaman yang sudah matang.

Fabinho kini sudah berusia 29 tahun, Henderson 32 tahun, serta Thiago sudah 31 tahun. Klopp seharusnya sadar itu, dan berdoa agar mereka musim depan sehat-sehat saja tiap pekannya. Ditambah Milner yang baru saja memperpanjang kontraknya selama setahun yang usianya sudah menginjak 37 tahun. Rata-rata umur gelandang Liverpool kini tak muda lagi. Adapun yang muda seperti Elliot 19 tahun, Jones 21 tahun, maupun Carvalho 19 tahun, tapi akankah mereka mampu tampil selalu konsisten di tengah kompetisi yang padat?

Kedalaman Skuad Sebagai Kunci

Kini hitung-hitunganya untuk bisa membawa satu gelandang lagi terletak pada siapa yang akan dilepas di antara 8 gelandang yang tersedia. Mungkin yang paling berpeluang hengkang antara Oxlade Chamberlain ataupun Curtis Jones.

Chamberlain yang kontraknya hanya sisa satu musim, jika dilepas sekarang sebenarnya memungkinkan daripada dilepas musim depan dengan gratis. Dan bandrolnya pun tak terlalu besar hanya sekitar 10-15 juta pounds. Selain itu, Curtis Jones juga sedang diincar klub promosi Nottingham Forest dengan opsi pinjaman. Kalau dua gelandang itu jadi pergi, otomatis mendatangkan gelandang extra menjadi diperlukan.

Bagaimanapun kedalaman skuad selalu menjadi kelemahan Liverpool beberapa tahun terakhir. Ketika beberapa pemain inti cedera, Liverpool bermain keteteran. Hal itu karena yang menjadi pelapis juga tak sepadan performanya. Ketergantungan pada pemain inti inilah yang harus bertahap dihilangkan oleh Liverpool. Liverpool sebagai tim besar harus mempunyai kedalaman skuad yang mumpuni dan sepadan secara kualitas

Liverpool harus ingat kegagalan musim ini. Ketika mereka sampai last minutes bahkan bisa berpeluang meraih Quadruple. Tapi apa hasilnya? Dua gelar penting mereka yakni Liga Inggris dan Liga Champions lepas di saat-saat terakhir.

Maka dari itu, masalah di lini tengah ini harus segera diselesaikan. Sekarang Liverpool harus pandai-pandai menghitung peran para gelandangnya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Nama-nama gelandang calon penghuni Anfield pun kini bermunculan seperti Bellingham, Barela, Sangare, maupun Luka Sucic.

Klopp sebenarnya juga telah mengincar Tchouameni, namun permasalahan hargalah yang menggagalkannya. Tau sendiri lah pemilik Liverpool dibawah FSG (Fenway Sports Group) perhitungannya soal uang seperti apa. Hal itulah juga yang mungkin sulit untuk mendapatkan Bellingham musim panas ini. Pasalnya ia dibanderol Dortmund hampir 100 jutaan.

Kini, apakah masih bersama 9 gelandang yang ada, ataupun dengan pemain baru, Klopp lah yang tau kebutuhan tim. Bagaimanapun dilema komposisi lini tengah ini akan terus terjadi, sampai adanya keputusan yang pasti dari pihak klub. Bagi para fans The Reds, sebenarnya Liverpool butuh atau tidak sih gelandang baru?

https://youtu.be/pDiSE2aPcL4

Sumber Referensi : theathletic, fourfourtwo, goal.com

Juara Liga Turki Setelah 38 Tahun, Trabzonspor Berpesta!

0

Semenjak Bursaspor membuat keajaiban di musim 2009/2010, tak ada klub dari luar kota Istanbul yang mampu mengulang kesuksesan mereka menjuarai Super Lig Turki. Sejak musim 2011 hingga 2021, gelar juara Liga Super Turki selalu jatuh kepada tim-tim yang bermarkas di kota Istanbul.

Selama periode tersebut, klub asal kota Istanbul begitu mendominasi dan saling bergantian menjuarai Super Lig. Galatasaray jadi yang terbanyak dengan 5 kali juara, disusul Besiktas dengan 3 kali juara, serta Fenerbahce dan Istanbul Basaksehir dengan masing-masing 1 kali juara.

Mengakhiri dominasi klub-klub asal Istanbul di Liga Turki memang sangat sulit. Namun, pada akhirnya, hegemoni klub-klub asal Istanbul berhasil kembali dipatahkan. Untuk pertama kalinya dalam 12 musim, trofi juara Super Lig Turki akhirnya keluar dari kota Istanbul.

Trabzonspor Juara Liga Super Turki 2022

Klub yang mematahkan dominasi tersebut sekaligus mengulang kesuksesan Bursaspor adalah Trabzonspor. Klub asal kota Trabzon itu berhasil keluar sebagai kampiun Super Lig Turki musim 2021/2022.

Meraih 23 kemenangan, 12 kali memetik hasil imbang, dan hanya kalah sebanyak 3 kali dalam 38 pertandingan, Trabzonspor berhasil mengumpulkan 81 poin. Koleksi poin tersebut tak mampu dikejar pesaing terdekat mereka, Fenerbahce.

Bagi Trabzonspor, gelar juara Liga Turki musim lalu terasa begitu spesial. Tak hanya berhasil mematahkan dominasi klub-klub asal Istanbul, Trabzonspor meraih kembali gelar juara Liga Turki setelah menanti selama 38 tahun.

Lalu, seperti apa kisah perjuangan Trabzonspor dalam meraih gelar juara Liga Turki musim 2021/2022?

Akhiri Penantian 38 Tahun, Begini Perjuangan Trabzonspor Juara Liga Super Turki

Ada anggapan bahwa keberhasilan Trabzonspor menjuarai Liga Super Turki tak lepas dari buruknya performa tim-tim asal Istanbul. Memang, tak seperti biasanya, di musim 2021/2022, tim-tim Istanbul gagal menguasai 3 besar klasemen liga.

Juara musim sebelumnya, Besiktas menjalani musim yang buruk dan terlempar ke posisi 6 klasemen. Nasib yang lebih menyedihkan dialami Galatasaray. Runner-up Liga Turki musim 2020/2021 itu tampil sangat buruk dan hanya mampu finish di peringkat 13.

Hanya Fenerbahce yang sanggup menyelesaikan liga di posisi 3 besar. Namun, poin yang mereka kumpulkan hanya sanggup membuat mereka finish di peringkat kedua.

Jadi, bila ada anggapan yang menyebut kalau keberhasilan Trabzonspor menjadi juara tak lepas dari buruknya performa tim-tim asal Istanbul, sebetulnya tidak sepenuhnya salah. Namun, terlepas dari itu, gelar juara Liga Super Turki musim lalu juga merupakan buah dari kecerdasan Trabzonspor membangun skuadnya.

Trabzonspor mengawali musim 2021/2022 dengan mempertahankan pelatih Abdullah Avci. Sebelumnya, Avci yang menggantikan Eddie Newton di pertengahan musim 2020/2021 berhasil mengantar Trabzonspor finish di peringkat 4 Liga Super Turki dan membawa klub berjuluk the Black Sea Storm itu menjuarai Piala Super Turki pada Januari 2021.

Selepas itu, Trabzonspor bergerak cerdas di bursa transfer pemain. Di bursa transfer musim panas 2021, Trabzonspor menghabiskan dana 6,12 juta euro untuk membeli beberapa pemain baru.

Berbeda dengan klub besar lainnya, Trabzonspor lebih memilih mendatangkan pemain berpengalaman yang sudah malang melintang di level atas Liga Eropa. Kebetulan, kebanyakan pemain yang mereka datangkan adalah jebolan Serie A, seperti Andreas Cornelius, Stefano Denswil, Gervinho, Bruno Peres, hingga Marek Hamsik.

Sementara di bursa transfer musim dingin kemarin, Trabzonspor kembali menghabiskan dana hingga 8,5 juta euro untuk membeli 9 pemain baru, salah satunya Edin Visca. Winger kanan asal Bosnia itu yang dibeli dari Istanbul Basaksehir dengan harga 4,30 juta euro.

Nama-nama tadi semakin menambah ngeri skuad Trabzonspor yang sebelumnya sudah diisi oleh beberapa pemain asing, seperti Vitor Hugo, Anastasios Bakasetas, dan Anthony Nwakaeme.

Selain mereka, Trabzonspor juga dihuni oleh beberapa jebolan timnas Turki, seperti Abdulkadir Omur, Berat Ozdemir, Dorukhan Tokoz, dan kiper Ugurcan Cakir. Dengan skuad demikian, bisa dibilang bahwa Trabzonspor memiliki skuad yang komplet dan sangat mumpuni dibanding kontestan lain di Liga Super Turki.

Didukung dengan taktik Abdullah Avci yang mengusung formasi menyerang 4-1-4-1 atau 4-2-3-1, Trabzonspor tampil begitu ampuh dan efektif. Tim Badai Laut Hitam keluar sebagai salah satu tim yang paling produktif sekaligus jadi tim dengan pertahanan terbaik.

Dalam 38 pertandingan, Trabzonspor berhasil menghasilkan 69 gol dan hanya kebobolan 36 gol. Andreas Cornelius keluar sebagai top skor tim dengan torehan 15 gol dan 3 asis, disusul Anthony Nwakaeme yang menorehkan 13 gol dan 10 asis. Menyusul kemudian ada Djaniny yang sukses mencetak 10 gol dan 3 asis. Sementara itu, Edin Visca yang baru bergabung di paruh kedua berhasil menyumbang 5 gol dan 4 asis.

Tajamnya lini depan Trabzonspor didukung dengan penampilan solid Ugurcan Cakir di bawah mistar gawang. Kapten Trabzonspor itu mampu membuat 120 saves dan 11 clean sheet sepanjang musim. Oleh The Analyst, Cakir bersama dengan Cornelius, Visca, dan Nwakaeme masuk dalam susunan 11 pemain terbaik Liga Super Turki musim 2021/2022.

Berkat performa apik para pemainnya itulah, Trabzonspor berhasil melaju mulus sepanjang musim. Bahkan, sejak pekan pertama Liga Super Turki, laju Trabzonspor begitu sulit dihentikan. 23 kemenangan berhasil mereka kumpulkan dalam 38 pertandingan. Selama periode tersebut, klub kebanggan kota Trabzon itu hanya memetik 11 kali hasil imbang dan hanya merasakan 3 kekalahan.

Performa itulah yang membuat Trabzonspor tak pernah tergusur dari puncak klasemen sejak pekan ke-9. Trabzonspor akhirnya keluar sebagai kampiun Super Lig musim 2021/2022 setelah sukses mengumpulkan 81 poin dalam 38 pertandingan. Hebatnya, mereka mampu memastikan menjadi juara saat liga masih menyisakan 3 pertandingan.

Trabzonspor Juara, Para Fans Menggelar Pesta Spektakuler!

Seperti yang sudah disinggung di awal, titel juara Super Lig musim 2021/2022 bukanlah gelar juara biasa bagi Trabzonspor. Menilik dari prestasi yang sudah mereka raih, tim yang bermarkas di Medical Park Stadium itu adalah tim nomor 4 di Turki setelah “The Big Three” alias Galatasaray, Fenerbahce, dan Besiktas.

Sebelum ini, Trabzonspor sudah meraih 6 trofi Super Lig. Namun, antara gelar keenam dan ketujuh yang baru saja mereka dapatkan jaraknya sangat jauh, yakni 38 tahun. Maka dari itulah, ketika Trabzonspor dipastikan menjadi kampiun Liga Turki, penduduk kota Trabzon dan para pendukung Trabzonspor menggelar pesta yang begitu spektakuler.

Puluhan ribu penggemar Trabzonspor turun ke jalanan kota Trabzon. Mereka berkumpul dan bernyanyi sambil melambaikan ponsel secara bersamaan dengan lampu yang menyala. Diiringi dengan musik yang dipimpin langsung oleh seorang DJ, para penggemar Trabzonspor berpesta! Ya, apa yang kita lihat ini bukanlah konser musik, melainkan perayaan juara sebuah klub sepak bola.

Menariknya, tak lama setelah itu, para pemain, staff, dan pendukung Trabzonspor melakukan pawai juara yang begitu unik. Dengan menaiki beberapa kapal, para penggawa Trabzonspor melakukan pawai juara di sekitaran pantai Laut Hitam.

Sekadar informasi, kota Trabzon memang terletak di tepi Laut Hitam. Oleh karena itulah, Trabzonspor dijuluki “Karadeniz Fırtınası” alias “Black Sea Storm” yang artinya Badai Laut Hitam.

Pesta mereka tak berhenti sampai di situ. Saat menjalani laga kandang terakhir di pekan ke-37, Trabzonspor menerima trofi juara Liga Super Turki musim 2021/2022. Sekali lagi, Trabzonspor dan para pendukungnya kembali menggelar pesta meriah.

Gelar juara yang didapat Trabzonspor itu juga didapat di waktu yang tepat. Pasalnya, pada 3 Juni 2020, Trabzonspor secara mengejutkan dijatuhi hukuman oleh Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA. Mereka dinyatakan melanggar aturan UEFA Financial Fair Play dan dilarang tampil di kompetisi Eropa untuk musim 2020/2021 dan 2021/2022.

Dengan selesainya masa hukuman tersebut, maka musim depan Trabzonspor dapat kembali mengikuti kompetisi Eropa. Sebagai kampiun Super Lig, Trabzonspor mendapat tiket ke babak playoff Liga Champions.

Selamat atas prestasinya Trabzonspor!

https://youtu.be/dxBX5yStBBs
***
Referensi: Tirto, Transfermarkt, The Analyst, Skor, SkySports, FBref.

Berita Bola Terbaru 1 Juli 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

AC MILAN SAINGI INTER MILAN DEMI PAULO DYBALA

Melansir laman Football Italia, niat AC Milan untuk memboyong Paulo Dybala bukan hanya isapan jempol. Klub berjuluk I Rossoneri kabarnya sudah melakukan negosiasi dengan perwakilan mantan bintang Juventus itu. Milan membuktikan siap menjadi pesaing kuat Inter Milan dalam perebutan striker asal Argentina tersebut. Hanya saja, Milan kemungkinan akan mengaji Dybala kurang dari 7 juta euro atau Rp 109 miliar bersih per musim.

MILAN MENGINCAR PEMAIN PSG ABDOU DIALLO

Juara bertahan Liga Italia, AC Milan dikabarkan akan mencoba merekrut bek Abdou Diallo dari Paris Saint-Germain pada bursa transfer pemain musim panas ini. Dikutip dari Football Italia, Tim Setan Merah akan mempersiapkan dana hingga 15 juta euro atau sekitar Rp 232 miliar untuk meyakinkan PSG agar mau melepas Diallo. Milan punya peluang besar mendapatkan pemain yang tidak masuk rencana PSG itu.

LAZIO MUNCUL SEBAGAI OPSI BAGI RIQUI PUIG

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez mengakui telah memberi tahu gelandang muda itu bahwa dia diizinkan pergi. Xavi juga telah memberi tahu Puig bahwa dia tidak perlu memulai latihan pramusim dengan tim. Kini, dilansir Football Espana, Lazio dikabarkan berminat untuk menampung gelandang muda tersebut. Lazio sedang membutuhkan sosok gelandang teknis dan ofensif, dan mereka menginginkan Puig dengan status pinjaman.

REAL MADRID DAN LIVERPOOL BERSAING UNTUK DAPATKAN BELLINGHAM

Dua klub raksasa Eropa, Liverpool dan Real Madrid sedang bersaing mendapatkan mutiara Borussia Dortmund, Jude Bellingham. Jalan kedua klub untuk memboyong Bellingham terbuka lebar setelah Borussia Dortmund menetapkan harga jual bagi gelandang Inggris tersebut. Kabarnya Dortmund siap melepas Bellingham dengan bandrol 103 juta pounds atau Rp 1,8 triliun. Harga itu dirasa pantas karena gelandang 19 tahun itu digadang-gadang bakal jadi salah satu gelandang terbaik di dunia di masa depan.

MARQUEZ KEMBALI KE BARCELONA UNTUK LATIH TIM B

Sergi Barjuan tidak akan lagi melatih Barcelona B musim depan. Dia akan berganti posisi di susunan klub Barcelona B itu, meski tidak disebutkan tugas apa yang akan ia emban. Melansir dari AS, posisi Barjuan sebagai arsitek Barcelona B akan digantikan oleh Rafael Marquez, eks bek Barcelona di era kepelatihan Pep Guardiola. Mantan pemain internasional Meksiko ini memiliki hubungan yang sangat baik dengan presiden Joan Laporta dan dia dianggap sebagai legenda di klub. 

CRISCITO IKUTI JEJAK INSIGNE GABUNG TORONTO FC

Mantan veteran Genoa, Domenico Criscito resmi bergabung dengan klub MLS Toronto FC dengan kontrak satu tahun. Seperti yang diumumkan oleh Toronto, bek tengah Italia berusia 35 tahun telah menandatangani kontrak dengan klub Kanada yang berlangsung hingga akhir 2023, bergabung dengan mantan bintang Napoli, Lorenzo Insigne di MLS.

XAVI BERTEMU LEWANDOWSKI DI IBIZA, ADA APA?

Masa depan Robert Lewandowski belakangan ini dipenuhi drama, seiring minat Barcelona terhadapnya. Pada Rabu (29/6), mantan Presiden Bayern, Uli Hoeness bahkan mengatakan kepada pers bahwa Barcelona tidak perlu repot-repot mengajukan tawaran karena pasti ditolak. Beberapa jam setelah pernyataan Hoeness, Lewandowski justru terlihat bersama Xavi Hernandez di Ibiza.  Namun, tampaknya pertemuan itu tidak disengaja karena keduanya ditemani oleh teman-teman mereka. Toh, situasi ini dipercaya bisa dimanfaatkan keduanya untuk membicarakan soal transfer.

KROOS ENGGAN TEKEN KONTRAK BARU DI REAL MADRID?

Dikutip AS, muncul tanda tanya tentang masa depan Toni Kroos di Real Madrid. Di tengah sisa kontrak yang tinggal setahun, Kroos dikabarkan tidak merespons pendekatan pendekatan El Real untuk melakukan pertemuan dengan tujuan membahas kontrak barunya. Kroos memilih untuk tidak meneken apa pun untuk sekarang. Kroos berencana menghabiskan kontraknya dulu dan setelah itu baru melihat situasinya. Madrid sendiri menginginkan memberi Kroos kontrak jangka pendek berdurasi setahun sampai 2024. 

ATLETICO MADRID PERTAHANKAN ANTOINE GRIEZMANN

Atletico Madrid berharap Antoine Griezmann bertahan di klub. Sebagai informasi, Griezmann masih berstatus pemain pinjaman dari Barcelona. Los Colchoneros bakal memiliki kewajiban untuk membeli, jika sang penyerang memainkan sejumlah pertandingan pada musim depan. Pemilik Wanda Metropolitano harus berpikir keras untuk mengurangi jumlah tagihan upah skuadnya.

ULTIMATUM CRISTIANO RONALDO PADA MANCHESTER UNITED

Superstar Manchester United, Cristiano Ronaldo memberikan ultimatum pada klubnya agar segera mendatangkan pemain berkualitas di bursa transfer. Dia ingin melihat ambisi dari klub sebelum memutuskan masa depannya. Selama pemain yang diincar belum juga didapat, Ronaldo pun masih gelisah akan keseriusan MU menatap musim baru di bawah arahan Ten Hag. CR7 bisa jadi akan memilih pergi dari Old Trafford jika MU tak serius di bursa transfer. MU hingga kini memang belum merekrut satu pemain bintang pun, meski ada kemungkinan Frenkie de Jong bakal didatangkan.

PSG RESMI BOYONG VITINHA

Klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain merekrut pemain baru pertamanya di bursa musim panas 2022 ini. PSG resmi menggaet gelandang muda Portugal Vitor Ferreira “Vitinha” dari FC Porto. Pemain 22 tahun itu berlabuh di Paris setelah PSG mengaktifkan klausul pelepasannya sebesar 40 juta euro atau setara dengan (Rp 619,7 miliar). Di klub barunya itu Vitinha menyepakati kontrak berdurasi lima tahun, alias sampai 2027.

SEPAKAT SOAL HARGA, TOTTENHAM SEGERA DATANGKAN RICHARLISON

Tottenham Hotspur Selangkah lagi bisa mendapatkan tanda tangan dari penyerang Everton, Richarlison. Seperti dikabarkan Sky Sports, Richarlison telah menjalani tes medis di London. Hal itu menyusul disepakatinya mengenai proses transfer sang pemain dari The Tofess. Sebagai mahar, Tottenham Hotspurs akan membayar 50 juta pounds di awal dengan tambahan 10 juta pound.

INTER RESMI DATANGKAN KRISTJAN ASLLANI DARI EMPOLI

Klub berjuluk I Nerazzurri resmi mendatangkan gelandang Albania, Kristjan Asllani dari Empoli. Dilansir dari Sempreinter, Inter mendatangkan Asllani dengan status pinjaman. Nerazzurri meminjam sang pemain dengan biaya 4 juta euro plus kewajiban tebus 10 juta euro. Gelandang berusia 20 tahun tersebut dikontrak sampai Juni 2027 dan akan mengenakan kostum bernomor punggung 14.

PESEPAKBOLA GAY INI TAKUT MAIN DI PIALA DUNIA 2022

Josh Cavallo, pesepakbola Australia yang mengaku gay, mengaku ingin sekali tampil di ajang Piala Dunia 2022. Namun, aturan di Qatar membuatnya berpikir-pikir lagi. Seperti diketahui, negara timur tengah itu punya aturan ketat soal LGBT. “Jika saya mewakili Australia di Piala Dunia, dan bisa mengerahkan segalanya, itu akan jadi kehormatan besar. Tapi di waktu bersamaan, terbentur hukum,” katanya.

RAMAI TAGAR TUTOVERRO DARI FANS, AKANKAH CR7 MENUJU AS ROMA

Isu transfer Cristiano Ronaldo ke AS Roma menyeruak sejak beberapa hari lalu. Ini tidak lepas dari sang agen, Jorge Mendes yang menawarkan CR7 ke Roma. Kini, fans AS Roma yang dikenal karena kreativitas dan semangat riang justru bercanda tentang kemungkinan kedatangan Ronaldo ke Stadio Olimpico dengan tagar #Tuttovero atau yang berarti semua benar. Sebuah akun satire, Roma Schickposting, adalah yang memulai meluncurkan #Tuttovero untuk menanggapi rumor ini.

SCAMACCA MENDEKAT KE PANGKUAN PSG

Penyerang bintang Sassuolo, Gianluca Scamacca, dilaporkan menjadi target utama PSG. Kans Les Perisiens mendaratkan Scamacca kini ditentukan manajemen Sassuolo. Pasalnya, Football Italia melaporkan Scamacca sudah sepakat dengan proposal yang diajukan Les Parisiens. Namun, mereka tidak menyebut berapa durasi kontrak yang ditawarkan PSG.

JUVENTUS DAN BARCELONA INGIN TUKAR BALIK ARTHUR-PJANIC

Langkah aneh sepertinya akan diambil oleh Barcelona dan Juventus pada bursa transfer kali ini. Yaitu menukar balik Miralem Pjanic dan Arthur Melo. Pelatih Juventus Massimiliano Allegri yang menawarkan Arthur kembali ke Catalan. Kebetulan, pelatih Barcelona, Xavi sebenarnya menyukai permainan Arthur. Jika mendapat kesempatan, dia pun tidak ragu untuk memulangkan Arthur, dengan menyertakan Pjanic sebagai bagian dari kesepakatan.

PSG BELUM BUAT TAWARAN UNTUK RENATO

Presiden Lille, Olivier Letang menegaskan jika PSG tidak membuat penawaran untuk Renato Sanches, tetapi mengisyaratkan minat AC Milan dengan kalimat “Ada klub besar Eropa yang tertarik padanya”. Sebelumnya memang sempat tersiar kabar kalau Renato Sanches berada di Paris untuk menyelesaikan transfer. Namun pada kenyataannya PSG belum membuat penawaran apapun kepada Lille.

MALDINI AKHIRNYA SEPAKAT PERPANJANG KONTRAKNYA DI AC MILAN

Direktur teknis Paolo Maldini resmi menandatangani kontrak baru dengan AC Milan hampir satu jam tersisa sebelum kontrak lamanya berakhir. Menurut berbagai sumber, termasuk Sempremilan, Maldini menghabiskan beberapa jam di markas Milan dengan pengacaranya membahas rincian akhir kontrak yang baru dikirim Kamis (30/6) pagi waktu setempat. Kesepakatan itu kabarnya akan berjalan hingga Juni 2024.

DEMBELE RESMI BERSTATUS AGEN BEBAS

Kontrak Ousmane Dembele dengan Barcelona telah berakhir pada 30 Juni. Kini pemain asal Prancis itu telah resmi menjadi agen bebas dan tidak memiliki klub. Artinya, winger timnas Prancis itu secara teknis bukan lagi pemain Barcelona. Masalah gaji diyakini menjadi penyebab Dembele tak mau memperbarui kontraknya di Camp Nou. Sejumlah laporan menyebut Blaugrana tak sanggup memberikan gaji besar yang diinginkan Dembele.

FERNANDES REDAM SPEKULASI MASA DEPAN RONALDO

Cristiano Ronaldo menjadi satu di antara pemain yang dikaitkan akan meninggalkan Manchester United. Bahkan belakangan ini pemain berusia 37 tahun itu kencang dikaitkan dengan Chelsea, yang diketahui menggelar pertemuan dengan agennya, Jorge Mendes. Akan tetapi, berita tersebut dibantah Bruno Fernandes yang baru saja menjalin komunikasi dengan CR7. Ia meyakini Ronaldo akan bertahan.

CHIELLINI RESMI DIPERKENALKAN LAFC

Los Angeles FC resmi perkenalkan eks palang pintu Juventus dan timnas Italia, Giorgio Chiellini sebagai pemain barunya di Stadion Banc of California di Los Angeles, California (29/6). Raksasa Major League Soccer (MLS) itu resmi mendatangkan Giorgio Chiellini dari Juventus dengan status bebas transfer. Chiellini bakal dikontrak hingga 2023 mendatang.

NEYMAR JR DIASINGKAN PSG, SANTOS FC SIAP BAWA PULANG

Masa depan Neymar Jr di PSG belum jelas. Eks bintang Barcelona itu dikabarkan sudah tidak mendapat tempat di Parc des Princes. Presiden Santos FC, Andres Rueda pun ingin memulangkan Neymar ke klubnya. Meski demikian, Rueda tak mau berbicara banyak mengenai hal itu. Neymar sendiri memang pernah bermain di Santos FC pada periode 2009-2013. Penampilan memukaunya membuat Barcelona tertarik untuk mendatangkannya pada tahun 2013.

BAYERN KEMBALI TOLAK TAWARAN BARCELONA UNTUK LEWY

Bayern Munchen kabarnya telah menolak tawaran terbaru Barcelona untuk Robert Lewandowski, yang merupakan penawaran ketiga untuk merekrut sang striker asal Polandia. El Barca dikabarkan mengajukan penawaran mahar senilai 40 juta euro secara tunai, diikuti dengan 5 juta euro sebagai bonus untuk sang pemain. Namun, The Bavarian kembali menolaknya karena masih di bawah dari permintaan harga yang ditetapkan, yang kabarnya bernilai 50 juta euro.

JUVENTUS UMUMKAN KEPERGIAN BERNARDESCHI, DYBALA DAN MORATA

Hari Kamis (30/6), Juventus mengkonfirmasi kepergian tiga pemain yang begitu melekat dengan nama tim yaitu Paulo Dybala, Federico Bernardeschi dan Alvaro Morata. Kepergian ketiganya lantaran habis kontrak dan kini bisa bebas pergi ke tim lain. Kontrak Dybala dan Bernardeschi sendiri habis per 30 Juni. Sementara Morata meninggalkan Nyonya Tua setelah menjalani periode peminjaman selama dua musim dari Atletico Madrid. Bianconeri dikabarkan tidak akan mempermanenkan status Morata. 

Apa yang Harus Dilakukan Ten Hag Pada Sektor Pertahanan MU?

0

“Saya tak sabar melihat apa yang akan dilakukan Erik Ten Hag terhadap pertahanan Manchester United musim depan”. Kalimat Rio Ferdinand yang dikutip dari channel youtube pribadinya itu adalah ungkapan yang berangkat dari kenyataan sekaligus harapan dari para penggemar.

Sebab musim lalu United memiliki catatan kebobolan yang sangat buruk. Mereka kebobolan sebanyak 57 gol di Premier League. Mirisnya lagi, mereka finis di posisi keenam dengan nol selisih golnya. Artinya, Pasukan Theatre of Dream mencetak gol yang sama dengan jumlah kebobolan.

Dilansir Daily Mail, itu jadi performa terburuk Manchester United sejak 1990 silam. Padahal jantung pertahanan United dikawal oleh bek termahal dunia, Harry Maguire dan pemain berpengalaman seperti Raphael Varane. 

Dengan situasi seperti ini, sektor pertahanan jadi PR utama Erik Ten Hag musim depan. Lantas apa yang sebaiknya ia lakukan untuk memperbaiki sektor tersebut?

Melakukan Latihan Khusus

Selain latihan teknik, pemain belakang Manchester United harus melakukan latihan untuk meningkatkan massa otot guna meningkatkan kekuatan mereka saat berada di situasi adu fisik dengan striker lawan.

Kita ketahui beberapa bek United memiliki tubuh yang tak proporsional. Seperti Victor Lindelof, Raphael Varane, dan Aaron Wan-Bissaka yang dirasa terlalu kurus sehingga mudah jatuh ketika duel. Sedangkan Luke Shaw yang kelebihan berat badan membuatnya kewalahan saat menerima serangan balik.

Nah, untuk mengatasi permasalahan ini, Ten Hag mungkin bisa mengadopsi metode latihan yang digunakan oleh Bayern Munchen. Beberapa tahun belakangan, football lovers pasti ingat dengan foto perubahan otot Leon Goretzka, Alphonso Davies, atau Robert Lewandowski? Itu adalah buah dari latihan khusus bersama staf kepelatihan.

Bahkan Philippe Coutinho yang hanya berstatus sebagai pemain pinjaman dari Barcelona, tubuhnya juga disulap jadi kekar berisi oleh tim kepelatihan Bayern Munchen. Rahasianya ada pada Dr Holger Broich, yang telah menjabat sebagai kepala departemen kebugaran Die Roten sejak 2014.

Klub sepakbola Jerman memang terkenal kerap mempekerjakan staf ahli untuk mendongkrak performa tim dari berbagai sektor. Salah satunya Dr. Holger, yang bertanggung jawab atas transformasi fisik pemain Bayern dan menerapkan pola latihan fisik dengan pendekatan sains.

Dr. Holger juga melakukan pendekatan pribadi kepada para pemain sehingga ia bisa memberikan porsi latihan angkat beban dan pengaturan asupan gizi yang sesuai untuk kemampuan tiap pemain. Mungkin Ten Hag bisa mendatangkan staf ahli seperti Bayern untuk mengurus hal semacam ini.

Meningkatkan Mental Pemain

Sama halnya dengan fisik, yang tak kalah penting adalah meningkatkan mental para pemain bertahan. Terutama mentalnya Harry Maguire yang musim lalu jadi bulan-bulanan netizen lantaran performanya yang jauh dari harapan. 

Bahkan beberapa media meyakini teror bom di rumah Maguire beberapa bulan lalu adalah ulah dari oknum fans yang tak terima melihat buruknya performa Maguire di lapangan. Rangkaian peristiwa itu pasti sangat mengganggu pikiran Maguire.

Namun persoalan pertahanan MU bukan hanya Maguire saja, secara keseluruhan mental dan kepercayaan diri para pemain belakang United wajib dibenahi. Ten Hag perlu membangun pondasi yang lebih kuat secara fisik dan mental untuk mengarungi persaingan Premier League yang semakin berat.

Untuk beberapa pemain, rasa percaya diri dan ketenangan sepenuhnya merupakan anugerah tuhan untuk mereka. Namun bagi banyak pemain lainnya, hal tersebut harus diperoleh dan terus dipoles sama seperti mereka melatih kekuatan nafas dan otot-ototnya.

Itulah mengapa beberapa klub terbaik di dunia mempekerjakan psikolog olahraga untuk mengajarkan berbagai kecakapan mental kepada pemain, mulai dari self talk yang positif, manajemen emosi, sampai keterampilan untuk fokus dengan cepat dalam pertandingan. 

Ten Hag harus berkolaborasi dengan Sport Psychologist klub untuk mencari cara terbaik meningkatkan mental, kepercayaan diri dan gairah bermain sepakbola pada para pemain bertahan Manchester United. Mengingat mereka telah menjalani beberapa musim yang buruk.

Menyingkirkan Pemain Yang Tak Perlu

Tak dapat dipungkiri, membangun kembali skuad Manchester United memanglah tak semudah membalikan telapak tangan. Bongkar pasang lini pertahanan yang sudah dilakukan pun belum menunjukan tanda-tanda membaiknya sektor pertahanan tim.

Maka dari itu, di era baru Manchester United, Ten Hag harus berani menyingkirkan pemain belakang yang dirasa tak memiliki kontribusi signifikan untuk klub. Ia bisa membersihkan beberapa pemain tak berguna warisan Ed Woodward.

Phil Jones salah satunya. Ten Hag harus pandai-pandai membereskan pemain lawas yang kurang diminati klub lain sepertinya. Dalam beberapa tahun terakhir, ia bak kayu mati bagi skuad United. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan lantaran cedera daripada bermain di lapangan. Selama dua musim terakhir saja, ia hanya bermain sebanyak 13 kali.

Kemudian ada Eric Bailly yang nasibnya mirip seperti Jones. Mungkin jika dihitung, ia lebih sering bermain untuk Pantai Gading daripada Manchester United musim lalu. Cedera kambuhan telah mengganggu performanya di lapangan. Tampil konsisten jadi hal yang sulit bagi Bailly.

Rata-rata, Bailly tampil kurang dari 20 kali di klub dalam enam musimnya bersama United. Klub seharusnya menjual Bailly dan Jones tahun lalu. Tapi anehnya kontrak Bailly justru diperpanjang hingga 2024. Memang agak aneh manajemen MU ini, kalau akhirnya tak dimainkan ngapain diperpanjang? Menginvestasikan uang pada mereka ibarat investasi bodong.

Membeli Pemain Sesuai Kebutuhan

Jika segala upaya dari internal dirasa kurang, Ten Hag bisa memperbaiki sektor pertahanan dari eksternal yaitu membeli pemain belakang baru yang sesuai dengan kebutuhan tim. Tentu MU tak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan menginvestasikan uangnya pada pemain yang salah.

Setelah mendapat kabar dari Fabrizio Romano bahwa MU selangkah lagi mendapatkan bek kiri Feyenoord bernama Tyrell Malacia, PR Ten Hag tinggal menemukan bek cerdas yang piawai melakukan build up permainan dari belakang. 

Kita bisa melihat salah satu faktor kesuksesan Liverpool dalam beberapa tahun lalu adalah adanya sosok Virgil Van Dijk sebagai pemain yang mampu membangun serangan dari sektor pertahanan. Oleh karena itu, Ten Hag tengah berusaha mendatangkan dua mantan anak asuhnya di Ajax Amsterdam yaitu Lisandro Martinez.

Di bawah arahan Ten Hag, Martinez tampil luar biasa musim lalu. Ia bukanlah bek tinggi terbesar, ia juga bukan yang paling agresif. Namun ia menggunakan kecerdasan untuk memberikan kontribusi defensif yang efektif. 

Selain itu, cara lain untuk menilai kemampuan pemain bertahan dalam menguasai bola adalah dengan melihat akurasi passing mereka. Dilansir Whoscored, Martínez memiliki akurasi passing di angka 88,9% statistik itu menjadikan Martinez sebagai pengumpan terbaik keenam di Eredivisie.

Jika United berhasil mendatangkan Martinez, MU akan memiliki suntikan bek kreatif yang selalu aktif dalam build up serangan. Toh dengan pernahnya Martinez bekerjasama dengan Ten Hag, adaptasi bukan jadi masalah lagi baginya.

https://youtu.be/edP0sYDogK4

Sumber: Setan Merah, Football Tribe, Whoscored, Totalfootballanalys, Mirror

Siapa yang Memilih Wasit dalam Setiap Pertandingan Sepakbola?

0

Tidak ada yang benar-benar adil dalam dunia. Bahkan kredo tersebut juga berlaku bagi seorang wasit atau pengadil di atas lapangan, termasuk tentu saja wasit dalam sepakbola. Wasit pertandingan akan selalu menjadi sorotan.

Mengingat wasit adalah orang yang memberi keputusan akhir. Misalnya, ketika ada pelanggaran, kontak fisik, offside, dan aturan-aturan lain yang biasanya tercantum dalam law of the game.

Wasit di sepakbola akan selalu jadi perhatian pelatih, pemain, dan tentu saja penggemar. Mereka akan selalu diawasi. Karena keputusan wasit yang sepersekian detik itu akan berpengaruh pada kontrol dan jalannya permainan. Sayangnya, seperti kredo tadi.

Bahwa wasit pun terkadang tidak dianggap adil. Mantan manajer Wolverhampton Wanderers, Nuno Espirito Santo bahkan pernah dibuat kecewa dengan keputusan wasit di Premier League.

Bukan hanya itu, Steve Cooper, pelatih Nottingham Forest yang sempat melatih Swansea City juga menolak penunjukkan Andy Woolmer, wasit yang akan memimpin pertandingan Swansea vs Sheffield Wednesday tahun 2020. Well, sebetulnya siapa sih orang yang berhak memilih seorang wasit dalam setiap pertandingan?

Otoritas Seorang Wasit

Sebelum menjawab pertanyaan tadi, kita ulas dulu bagaimana otoritas seorang wasit itu. Wasit juga bekerja pada hukum dan semangat permainan yang berlaku. Soal di Liga Indonesia berbeda, itu urusan lain. Yang jelas, liga mana pun, kompetisi apa pun akan memiliki aturan permainan, dan wasit bertugas untuk menegakkan itu.

Karena keputusan wasit adalah keputusan final, maka ia juga harus bersifat bijaksana. Selain tugasnya sebagaimana umumnya, di sisi lain tak selamanya wasit yang ditunjuk benar-benar bisa dipercaya. Nah, lho!

Dalam laporan The Athletic, wasit yang memimpin pertandingan di Premier League, misalnya, itu terbagi menjadi dua kriteria. Ada wasit yang benar-benar diidentifikasi sebagai wasit yang dapat dipercaya, dan ada yang tidak.

Pengidentifikasian ini berdasarkan atas otoritas seorang wasit. Di kompetisi liga seperti Premier League, seorang wasit bisa mendapatkan akses klasemen dari suatu klub. Bahkan tak hanya itu, wasit juga diberikan keleluasaan untuk tahu bagaimana kemungkinan suatu klub naik di peringkat berapa dalam setiap putaran pertandingan.

Selain itu, wasit juga tahu apakah suatu klub bisa berpotensi memuncaki klasemen, menyalip, atau mendekam di zona degradasi.

Penunjukkan Wasit untuk Liga

Sebab keputusannya yang bisa berpengaruh dalam pertandingan. Bahkan bisa menentukan nasib sebuah klub, wasit mesti ditunjuk secara hati-hati. Dalam pertandingan di kompetisi berformat liga, wasit biasanya dipilih atau ditunjuk oleh otoritas yang disebut komite wasit.

Setiap liga, tak terkecuali mungkin Liga Indonesia, pasti memiliki yang namanya komite wasit. Namun soal kinerjanya, bisa jadi berbeda. Maka dari itu, kita ambil contoh misalnya di Premier League.

Penunjukkan wasit di Premier League biasanya melalui mekanisme tertentu, dan lumayan pelik. Professional Game Match Offcials Board atau Dewan Ofisial Pertandingan adalah pihak yang berwenang menunjuk wasit dalam setiap pertandingan di Premier League.

Dewan Ofisial Pertandingan dalam memilih wasit Premier League, juga mempertimbangkan banyak sekali faktor dan kriteria khusus. Mulai dari pengalaman wasit secara keseluruhan, seberapa sering wasit itu menjadi wasit klub yang sedang bermain, performa wasit tersebut saat ini, sampai kecenderungan tim mana yang didukung wasit.

Melalui website resmi Premier League, wasit yang ditunjuk oleh Dewan Ofisial Pertandingan biasanya akan diumumkan setiap Hari Senin dalam setiap pekannya. Namun, apabila pada Hari Senin masih terdapat pertandingan, maka pengumuman penunjukan wasit dilakukan pada Hari Selasa, dan seterusnya.

Penunjukkan Wasit untuk Liga Champions Eropa

Lalu, bagaimana dengan penunjukkan wasit untuk Liga Champions Eropa? Pada dasarnya, penunjukkan wasit untuk pertandingan Liga Champions, hampir sama dengan penunjukkan wasit untuk pertandingan liga domestik.

Bedanya, wasit yang bakal memimpin Liga Champions ditunjuk oleh Komite Wasit UEFA. Namun, tidak sembarang wasit bisa memimpin pertandingan Liga Champions Eropa. Dalam situs resmi UEFA, hanya wasit yang namanya muncul di daftar wasit resmi FIFA yang memenuhi syarat yang bisa memimpin pertandingan Liga Champions.

Akan tetapi, ketika final Liga Champions penunjukkan wasit tidak langsung oleh komite wasit. Ada fase penunjukkan wasit khusus untuk final Liga Champions Eropa. Kita ambil contoh pada final Liga Champions 2018. Nah, sebelum final itu dihelat, Komite Wasit UEFA pertama-tama melakukan seleksi terlebih dahulu.

Siapa yang diseleksi? Hanya wasit yang pernah memimpin pertandingan Liga Champions saja yang punya kesempatan memimpin laga final. Lalu, karena pada waktu final mempertemukan Liverpool dan Real Madrid, maka wasit yang bakal memimpin pertandingan bukanlah wasit dari Inggris atau Spanyol.

Pada waktu itu, Komite Wasit UEFA yang dikepalai Pierluigi Collina untuk menunjuk wasit final Liga Champions, mesti melakukan penelitian atau studi terlebih dahulu terhadap kinerja para wasit yang sudah pernah memimpin laga di Liga Champions.

Selain itu, Komite Wasit UEFA ini menyusun serangkaian daftar kontroversi yang pernah terjadi ketika wasit itu memimpin suatu pertandingan. Nah, wasit yang pernah bertanggung jawab pada laga di fase gugur akan menjadi sorotan khusus.

Komite Wasit UEFA pada akhirnya akan menunjuk wasit mana yang banyak pengalamannya dan paling minim melakukan kesalahan. Pada final Liga Champions 2018 itu, wasit yang ditunjuk adalah Clement Turpin asal Prancis.

Penunjukkan Wasit untuk Kompetisi Internasional

Bagaimana dengan penunjukkan wasit di kompetisi internasional? Jawabannya tentu diserahkan pada komite wasit masing-masing konfederasi. Itu kalau kompetisi setingkat Piala Konfederasi, macam AFC, AFCON, Copa America, sampai EURO.

Nah, kalau Piala Dunia, termasuk di dalamnya Piala Dunia kelompok umur dan kualifikasi, itu berbeda lagi. Khusus kompetisi yang berkaitan dengan antarnegara beda konfederasi, termasuk olimpiade, pihak yang berhak memilih wasit adalah Komite Wasit FIFA.

Itu pun melalui seleksi yang sangat ketat. Wasit yang akan masuk ke daftar seleksi untuk pertandingan antarnegara, hanyalah wasit yang berkualifikasi tinggi. Kebugaran fisik dan persiapan para wasit itu akan dievaluasi terlebih dahulu dalam fase seleksi.

Selain itu, wasit yang masuk daftar seleksi juga akan diuji lagi teknik dan penerapan mekanika wasit, serta pengetahuan mereka tentang hukum dan interpretasinya. Mereka yang melewati batas penilaian berhak lolos sebagai wasit FIFA dalam pertandingan antarnegara beda konfederasi dan diawasi dengan ketat.

Wasit-wasit itulah yang akan dipantau lagi untuk bisa masuk jajaran wasit di Piala Dunia. Nah, pada saat Piala Dunia digelar, Komite Wasit FIFA akan menunjuk wasit mana yang memimpin jalannya satu pertandingan.

Setiap fase, dari kualifikasi, fase grup, sampai knock-out spesifikasi wasitnya berbeda-beda. Dan itu bergantung pada kualitas, kemampuan, dan bagaimana sang wasit bisa menghindari konflik kepentingan. Bagaimana? Tidak mudah bukan penunjukkan seorang wasit itu?

Sumber referensi: Quora, RookieRoad, Football-Stadium, Viva

Pengaruh Aroma Samba yang Menyengat di Tubuh Arsenal

Arsenal kini lebih beraroma wangi akan talenta Negeri Samba. Meriam London akan kedatangan beberapa pemain asal Brazil musim depan. Arsenal ingin memberi warna tersendiri bagi permainannya musim depan.

Tapi cerita itu tak cukup sampai di situ. The Gunners ini dalam perjalannya ternyata banyak dihuni para pemain asal Brazil yang datang dan pergi. Mereka tak sedikit memberikan pengaruh positif maupun hanya angin lalu.

Pemain Brazil Pertama Di Arsenal

Flashback ke musim 1999/00 ketika Arsene Wenger mendatangkan seorang bek kiri dari Brazil yakni Sylvinho. Kita tak pernah tau bahwa Sylvinho ternyata orang Brazil pertama yang menginjakan kakinya di klub asal London Utara tersebut.

Sylvinho datang dari Corinthians pada tahun 1999. Ia didatangkan sebagai kompetitor sekaligus menjadi calon penerus masa depan Nigel Winterburn, bek kiri yang sudah lama menjadi andalan Arsenal. Sylvinho menjelma sebagai pemain agresif yang selalu mendapat kepercayaan dari Wenger. Sampai-sampai pernah masuk dalam tim PFA Of The Year Liga Inggris musim 2000/01.

Namun seiring berjalannya waktu, ketika muncul bek kiri macam Van Bronckhorst maupun Ashley Cole, posisinya mulai terancam. Akhirnya dia pun pergi dari Arsenal pada musim 2001/02. Dan ternyata keluarnya dia membawa berkah bagi dirinya. Ia pernah berhasil bersama Barcelona dengan meraih dua gelar Champions League.

Edu Dan Gilberto Silva Paling Berpengaruh

Langkah Sylvinho diikuti oleh Edu Gaspar. Edu yang sekarang menjadi direktur teknis Arsenal merupakan pemain kedua dari Brazil yang bergabung di Arsenal. Ia juga ditebus dari Corinthians. Sejak kedatangannya, Edu benar-benar bermain penuh untuk Arsenal pada musim 2001/02.

Menjadi gelandang penyeimbang di tengah, peran Edu sangat meyakinkan Wenger. Meskipun harus menjadi pelapis bagi Ray Parlour maupun Patrick Vieira sekalipun. Pengaruhnya bahkan menjadi salah satu kesuksesan Arsenal merengkuh titel juara Liga Inggris pada musim 2001/02.

Melihat kesuksesan yang dicapai Edu, Arsenal kembali mengincar talenta dari Brazil lainnya. Pilihan itu jatuh pada seorang gelandang bernama Gilberto Silva. Dengan kondisi Ray Parlour yang sudah menua, kedatangan sosok gelandang baru dibutuhkan Wenger untuk melengkapi duet di lini tengah dengan Vieira maupun Edu.

Gilberto tampil moncer membawa Brazil juara dunia di Piala Dunia 2002. Hal itulah yang membuat Arsenal kepincut dan segera menebusnya dari Atletico Mineiro. Di musim pertamanya bahkan ia langsung dipercayakan sebagai starter bersama Vieira sebagai double pivot Arsenal. Sebagai pemain debutan, Gilberto mampu beradaptasi dengan baik secara cepat sebagai pemain inti. Meskipun di musim 2002/03 itu, Arsenal gagal mempertahankan gelar Liga Inggris.

Akan tetapi, cerita berubah musim berikutnya. Kedua talenta samba tersebut, baik Edu maupun Gilberto performanya sangat berpengaruh bagi kesuksesan Arsenal untuk kembali merebut gelar Liga Inggris yang dirampok oleh MU. Mereka berhasil menjadi bagian dari kisah manis “Invincible” Arsenal.

Wenger Beberapa Kali Mengagumi Pemain Dari Brazil

Dari beberapa kesuksesan kebijakan transfer dengan membawa talenta dari negeri samba tersebut, membuat Wenger merasa ketagihan. Sama halnya seperti ia ketagihan dengan para pemain Prancisnya ketika itu.

Pada musim 2006/07 Wenger benar-benar ingin mengincar lagi talenta lainnya yang mumpuni dari Brazil. Ia kesengsem dengan cara bermain Julio Baptista yang bermain apik di timnas Brazil dan Real Madrid. Baptista sudah lama diidamkan Wenger ketika dibutuhkan untuk memperkuat serangan dari sektor lini tengah sepeninggal Patrick Vieira. Di musim yang sama juga Wenger mendatangkan wonderkid asal Brazil bernama Denilson.

Begitupun setelah Wenger kehilangan sang maestro mereka, Thierry Henry yang hijrah ke Barca pada musim 2007/08. Arsenal pun kekurangan stok striker. Mereka kembali merekrut pemain dari Negeri Samba yakni Eduardo dari Dinamo Zagreb. Meskipun Eduardo memilih berkewarganegaraan Kroasia, namun sejatinya dia adalah talenta asli keturunan Brazil.

Wenger bagaimanapun banyak mengagumi para talenta Brazil tak terkecuali gaun muda. Dan tak jarang dari beberapa nama pemuda itu hanya numpang lewat. Seperti apa yang pernah ia lakukan dengan pembelian Juan Maldonado di musim 2001/02, Pedro Botelho di musim 2007/08 maupun Wellington Silva di musim 2010/11.

Wenger juga kadang berspekulasi membayar para pemain dari Brazil yang tak diduga-duga. Seperti ia menebus Andre Santos dari Fenerbahce di musim 2011/12 maupun Gabriel Paulista bek Brazil dari Villareal di musim 2014/15. Untuk penebusan bek kiri Andre Santos, Wenger berdalih itu bertujuan untuk pengganti Gael Clichy yang pergi ke City.

Akan tetapi, penampilannya di bek kiri juga kurang mengesankan. Dan kedatangan Gabriel Paulista pun sama. Ia juga tak mampu menjamin amannya lini belakang Arsenal bersama Mertesacker maupun Koscielny.

Era Baru Bisnis Transfer Arsenal di Bawah Edu

Setelah Wenger menyatakan pensiun, Arsenal dalam mengarungi lembar barunya diawali dengan menunjuk mantan pemainnya yang seorang Brazil yakni Edu Gaspar sebagai direktur teknis pada Juli 2019. Ia akan bekerja sama dengan pelatih baru yakni Unai Emery untuk membangun Arsenal di era baru pasca Wenger.

Edu diberi amanah untuk mengkoordinir tim pelatih utama, akademi, tim pencarian bakat serta rekrutmen pemain. Hal itu supaya bertujuan untuk bisa berjalan searah dan satu tujuan. Tak dipungkiri Edu saat itu dipercaya penuh oleh petinggi klub termasuk Kroenke maupun Sanllehi.

Salah satu proyek Edu di Arsenal adalah membawa beberapa talenta Brazil ke Emirates. Wangi aroma samba di Arsenal tak dipungkiri adalah buah bisnis dari Edu. Beberapa kali Edu menunjukkan gelagat itu dengan mendatangkan beberapa talenta seperti David Luiz dan Gabriel Martinelli di musim 2019/20. Musim berikutnya 2020/21, Edu kembali beraksi dengan mendatangkan Willian, Pablo Mari, dan Gabriel Magelhaens.

Pola itu ternyata masih dipertahankan Edu sampai sekarang bersama Mikel Arteta. Pengaruh Edu dalam membawa talenta negeri samba berlanjut musim baru 2022/23. Ketika dua talenta Brazil didatangkan sekaligus yakni Marquinhos dan Gabriel Jesus.

Meskipun Willian dan David Luiz sudah pergi dari Emirates, peran pemain tersisa buah bisnis Edu seperti Martinelli maupun Gabriel di musim ini tercatat masih sangat berpengaruh terhadap performa Arsenal. Apalagi musim depan dua lagi temannya akan segera bergabung.

Tapi bagaimanapun, masih belum ada talenta Brazil di Arsenal yang menyamai prestasi pendahulunya seperti Edu maupun Gilberto Silva. Dan kini, Edu berharap koneksi Brazil yang dibentuknya sekarang benar-benar mampu berpengaruh bagi kesuksesan Arsenal ke depannya. Walaupun soal waktunya, kita tak tahu kapan.

https://youtu.be/BbdanFLTE0w

Sumber Referensi : thefootballfaithful, bleacherreport, planetfootball