Seribu Macam Alasan Kenapa PSG Mengobral Neymar

spot_img

Seperti layaknya obral diskon akhir tahun di sebuah mall. Itulah yang menggambarkan nasib Neymar di PSG kali ini. Neymar bagaikan seorang yang tak berarti, sehingga layak untuk diobral. Seorang superstar yang tak seharusnya menerima perlakuan seperti ini.

Neymar sudah dipersilakan yang dipertuan agung, Nasser Al-Khelaifi untuk meninggalkan PSG jika ada tawaran yang cocok. Berkaca pada performa dan kebintangan sosok Neymar, sikap PSG yang mendadak seperti ini kepada Neymar tentu ada penyebabnya.

Performa Neymar Kurang Meyakinkan

Salah satu alasan yang dikemukakan PSG yakni tentang performa Neymar dari musim ke musim yang cenderung menurun. Performa Neymar kini bahkan sudah tertutup oleh kebintangan seorang Mbappe maupun Messi. Dari segi performa musim ini, Neymar tercatat hanya mencetak 13 gol dan 6 assist dari 28 pertandingan di semua kompetisi.

Performa Neymar yang buruk pada musim ini sama sekali berbanding terbalik dengan Neymar ketika baru datang ke PSG. Padahal ketika ia datang ke PSG pada musim 2017/18, Neymar sudah menjadi magnet permainan PSG. Bahkan ia pada waktu itu menyumbangkan 28 gol dan 16 assist dari 30 pertandingan di semua kompetisi. Sebuah catatan fantastis yang dibayar seorang Neymar, mengingat harga transfer yang dibayar PSG dari Barcelona sangatlah mahal.

Namun seiring waktu berjalan, terutama ketika kedatangan Mbappe dan Messi, seolah nama Neymar tenggelam. Apalagi Neymar kerap dibekap cedera. Ia sering keluar masuk meja perawatan musim ini karena cedera engkel yang terus kambuh. Total, Neymar sudah absen sebanyak 22 kali sepanjang musim ini. Hal itulah yang membuat PSG sedikit muak terhadap Neymar.

Tak Peduli Sepakbola

Masalah cedera yang sering diderita Neymar ada kaitannya dengan sikap kepribadian seorang Neymar. Dengan gaya hidup yang kadang seenaknya sendiri dan sikap yang sering indisipliner, membuat Neymar kurang memperhatikan kondisi fisiknya.

Neymar yang bergaji tinggi memilih kehidupan glamor ibarat artis ibukota. Mumpung masih dalam masa kejayaan, Neymar berfoya-foya dengan kehidupannya. Sampai-sampai ia bahkan dianggap tidak berkomitmen sebagai pemain PSG. Ia pun tak bisa lepas dari sindiran Al-Khelaifi.

“Kami ingin pemain muda, berbakat, berkomitmen, dan dengan mentalitas pemenang. Kami juga ingin menjadi lebih kuat secara kolektif, bermain sebagai tim dan klub berada di atas segalanya,” kata Nasser yang membuat Neymar tersindir.

Karena Mbappe?

Namun apakah hanya itu saja alasan PSG ingin mengobral Neymar? Tentu tidak. Hal yang mengejutkan sekali dan tak habis pikir adalah Neymar diminta keluar oleh temannya sendiri, yaitu Mbappe. Sebuah hal yang jika benar adanya, karena seorang pemain bisa menentukan arah kebijakan klub, berarti ada masalah serius dengan Paris Saint-Germain.

Seperti kita tahu, Mbappe mau memperpanjang masa pengabdiannya di Paris ketika mendapat tawaran fantastis dari Madrid. Mbappe yang akhirnya memperpanjang kontraknya itu ternyata juga diberi hak khusus oleh PSG. Sebuah kesepakatan yang tak masuk akal selama ini yang terjadi di dunia sepakbola.

Namun tak dipungkiri, tanda-tanda kebenaran adanya hak khusus pada Mbappe ini mulai terlihat. Pertama yakni dengan terdepaknya Leonardo dan pelatih Mauricio Pochettino. Dan kemudian apa yang terjadi dengan penunjukan penasihat olahraga Luis Campos yang notabene adalah orang yang menemukan bakat, sekaligus membesarkan Mbappe ketika di Monaco.

Kini giliran isu Mbappe yang katanya akan mendepak Neymar. Menurut media, El Pais, Mbappe dikatakan telah memberi tahu pemilik PSG bahwa dia merasa Neymar tidak disiplin untuk masuk ke dalam sistem taktis atau permainan kolektif tim. Mbappe juga mempertanyakan kekhawatiran tentang rutinitas pemulihan cedera yang sering kambuh dari seorang Neymar. Jikalau semua tanda-tanda itu terwujud, maka ungkapan teman makan teman cocok menggambarkan situasi ini.

Proyek PSG Baru

Selain faktor Mbappe, ada alasan lain yang dikemukakan PSG terkait diobralnya Neymar. Itu adalah soal uang dan proyek baru PSG. Tak dipungkiri PSG sedang memulai proyek baru seperti apa yang dikatakan Nasser.

PSG kini tak mau jor-joran lagi dan tidak akan terlalu mencolok musim depan. Les Parisiens akan merestrukturisasi keuangan klub termasuk melepas para pemain yang kurang berkontribusi plus bergaji mahal. Hal inilah yang sedang dilakukan PSG bersama Luis Campos.

Untuk itu, kini nasib Neymar masuk dalam radar evaluasi PSG. Karena seperti diketahui, Neymar memiliki gaji yang cukup besar sekitar 40 juta euro per tahun atau 600 ribu euro per pekan. Ditambah kini perannya dalam tim tidak lagi sesuai dengan gajinya.

Neymar sendiri terikat kontrak hingga 2025, dengan kesepakatan akan diperpanjang secara otomatis hingga 2027. Namun, terlepas dari itu, akan sangat membantu jika PSG bisa menjualnya sebelum itu. Sayangnya, di sisi lain, ayah Neymar tak tinggal diam mengancam dan mengatakan jika ingin melepas anaknya, PSG harus membayar dulu sisa gaji Neymar karena sudah terlanjur memperpanjangnya 2021 lalu.

Sementara PSG sadar betul bahwa yang meminati untuk membeli Neymar tidaklah banyak, mengingat faktor usia yang tak lagi muda dan beban gaji yang terlalu mahal. Oleh karena itu, beberapa solusi pun sudah direncanakan. Salah satunya adalah menaruh Neymar di opsi peminjaman dengan klub menanggung beban gaji mayoritas.

Atas sikap PSG yang mengobralnya ini, Neymar merasa dipermalukan. Dan ia berniat untuk membuktikan kepada PSG bahwa mereka salah jika melepasnya. Kalau benar keadaanya, Neymar harus segera ancang-ancang sedini mungkin untuk mencari klub baru.

Ke Mana Dia Seharusnya?

Dengan umurnya yang masih 30 tahun, Neymar masih dalam pick performance. Lagi pula Neymar juga masih menjadi tumpuan di timnas Brazil. Tak dipungkiri banyak klub besar yang masih membutuhkan jasanya. Terutama mereka yang berani membayar gaji Neymar yang tinggi.

Kini yang paling berpeluang mendapatkan servis Neymar adalah Chelsea, Newcastle, Real Madrid, Barcelona, sampai Juventus. Dari klub tadi, Chelsea tampaknya akan lebih berpeluang. Mengingat di sana ada Thiago Silva dan Thomas Tuchel yang pernah bekerja sama dengan Neymar. Belum lagi dengan pemilik baru, Chelsea bisa jadi akan membuat gebrakan usai kehilangan Lukaku di lini depan.

Kemungkinan terbesar kedua yakni Juventus. Mereka juga sangat berpeluang ketika ada pertemuan Allegri dan Luis Campos akhir-akhir ini. Pertemuan itu dikaitkan dengan pemilihan calon pelatih PSG. Meskipun justru Luis Campos lebih memilih Galtier sebagai calon pelatihnya musim depan.

Lantas ada yang mengatakan bahwa pertemuan itu sebenarnya hanyalah untuk menawarkan Neymar dengan kesepakatan tertentu termasuk gaji. Hal yang masuk akal ketika Juventus sedang kehilangan Dybala.

Kini semuanya akan kembali lagi pada Neymar. Kalau situasinya sudah kadung sakit hati seperti ini, bukan tidak mungkin Neymar akan benar-benar marah dan pergi. Kalau benar terjadi, barangkali Mbappe lah yang pertama kali tertawa lebar.

Sumber Referensi : foottheball, thesun, si.com, sportsjoe

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru