Jadi Rebutan Tim-Tim Besar Eropa, Sehebat Apa Raphinha?

spot_img

Sejak dibuka pada 10 Juni kemarin, bursa transfer musim panas di Premier League sudah bergitu ramai. Beberapa tim sudah berhasil mendapat incarannya. Ada pula yang sedang rajin bernegosiasi dan ada pula yang belum sama sekali mendapat pemain baru.

Selain itu, sepanjang bursa transfer musim panas 2022 ini, ada beberapa pemain yang jadi primadona. Dia bahkan diminati oleh lebih dari satu tim. Bahkan, tim yang meminati jasanya tak hanya berasal dari kontestan Premier League saja.

Salah satu pemain yang masuk dalam kategori tersebut adalah Raphael Dias Belloli atau yang lebih dikenal dengan nama Raphinha. Penggawa Leeds United itu adalah salah satu komoditi terpanas di bursa transfer musim panas setelah dirinya diketahui jadi rebutan beberapa tim sekaligus.

Jadi Rebutan Bayern Munchen, Barcelona, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham, Ke Mana Raphinha Akan berlabuh?

Banyak tim besar Eropa seperti Liverpool, Manchester City, dan Bayern Munchen yang menaruh minat kepada Raphinha. Namun, salah satu yang cukup serius adalah Bayern Munchen. Raksasa Bundesliga itu bahkan diketahui sudah mencoba merekrut Raphinha sejak tahun lalu.

Akan tetapi, hingga akhir Desember 2021, tidak ada kesepakatan yang terjalin antara Bayern Munchen dan Leeds United. Menurut penuturan Fabrizio Romano, Die Roten memang meminati Raphinha, tetapi mereka baru akan melayangkan proposal resminya setelah memantau situasi Kingsley Coman.

Benar saja, tak lama setelah itu, minat Bayern kepada Raphinha perlahan memudar setelah Kingsley Coman memperpanjang kontraknya pada Januari kemarin. Rumor Bayern Munchen yang meminati Raphinha kemudian benar-benar sirna usai Bayern mengalihkan minatnya kepada Sadio Mane.

Setelah Bayern Munchen mundur, giliran FC Barcelona yang maju menawar Raphinha. Kali ini Barca jauh lebih serius. Pendekatan personal dilakukan Barca untuk meyakinkan Raphinha. Dalam hal ini, Barca sangat diuntungkan. Pasalnya, D20 Sports, agensi yang menaungi Raphinha adalah agensi pemain yang dipimpin langsung oleh mantan pemain Barca, Deco.

Hasilnya, pada Februari kemarin, Fabrizo Romano mengabarkan bahwa FC Barcelona telah mengantongi kesepakatan personal dengan Raphinha. Kontrak selama 5 tahun bahkan sudah disepakati dengan pihak Raphinha yang diwakili langsung oleh Deco. Raphinha juga dikabarkan sudah memberikan persetujuannya kepada Barcelona sebagai prioritas.

Sayangnya, langkah cepat Barca terganjal biaya. Barca menawar Raphinha dengan harga 40 juta euro, tetapi Leeds United menginginkan setidaknya 55 juta euro. Barcelona tidak menyerah. Namun, setelah tawaran pertama mereka ditolak, Barca tak kunjung melayangkan tawaran yang lebih segar.

Setelah Barcelona, terbitlah Arsenal. The Gunners juga menaruh minat serius untuk mendatangkan Raphinha ke Emirates Stadium. Berdasarkan cuitan Fabrizio Romano, Arsenal sudah bernegosiasi langsung dengan pihak Leeds United sejak bulan Maret lalu.

Belum lama ini, tim asuhan Mikel Arteta itu menunjukkan keseriusannya dengan melayangkan tawaran resminya untuk merekrut Raphinha. Mengutip dari DailyMail, The Gunners menawarkan winger 25 tahun itu dengan harga 30 juta pounds plus bonus 10 juta pounds. Sayangnya, tawaran tersebut ditolak Leeds United.

Arsenal tak sendirian. Kini, peminat Raphinha makin banyak dengan masuknya Tottenham Hotspur dan Chelsea. Menyusul bertambahnya tim peminat, Leeds United sepertinya menaikkan harga jual Raphinha. Kini, tim yang bermarkas di Elland Road itu memagari pemainnya di kisaran harga 60 hingga 65 juta pounds.

Ramainya perlombaan untuk mendapat jasa Raphinha tentu membuat kita bertanya-tanya. Sehebat apa Raphinha? Dan apakah ia pantas dihargai dengan nominal yang begitu mahal?

Sebagus Apa Raphinha?

Raphael Dias Belloli alias Raphinha lahir di Porto Alegre pada 14 Desember 1996. Karier pemain bertinggi badan 176 cm itu meroket kala membawa Rennes finish di peringkat 3 Ligue 1 Prancis musim 2019/2020 sekaligus membawa klubnya lolos ke fase grup Liga Champions.

Raphinha kemudian bergabung dengan Leeds United jelang penutupan bursa transfer musim panas 2020. Menurut transfermarkt, ia dibeli dari Rennes dengan harga 18,6 juta euro. Sementara menurut harian Yorkshire Post, Leeds yang kala itu baru saja promosi ke Premier League mesti merogoh koceknya hingga nyaris 21 juta poundsterling.

Sebuah harga yang terbilang masuk akal bagi pemain yang beroperasi di sayap kanan itu. Pasalnya, Raphinha terlihat langsung nyetel dengan skema permainan Leeds United. Buktinya, di musim pertamanya, ia langsung menyumbang 6 gol dan 9 asis dalam 30 penampilan.

Tak hanya itu, ia juga berhasil mengantar Leeds United finish di peringkat 9 Premier League musim lalu. Ini tak lepas dari kontribusinya di lini depan. Bisa dibilang, Raphinha adalah seorang kreator yang berbahaya. Penampilannya itu bahkan mendapat pujian dari Pep Guardiola yang menilai Raphinha sebagai seorang senjata yang mematikan.

Di musim keduanya bersama Leeds United, performa Raphinha makin bagus. 11 gol dan 3 asis berhasil ia hasilkan dalam 35 penampilan. Di musim 2021/2022, Raphinha bisa dibilang sebagai tumpuan utama Leeds United yang banyak berjuang di zona degradasi. Buktinya, 6 dari 9 kemenangan Leeds musim lalu diraih kala Raphinha mampu mencetak gol.

Selama 2 musim membela Leeds United, Raphinha total telah mencetak 17 gol dan 12 asis dalam 65 penampilan di Premier League. Penampilan apiknya selama membela Leeds United itu juga berbuah panggilan ke tim nasional Brasil. Sejak debut pada Oktober tahun lalu, ia sudah mengumpulkan 9 caps dan telah menghasilkan 3 gol dan 2 asis.

Keunggulan utama Raphinha adalah kemampuan olah bola dan kecepatannya. Kelincahan dan kemampuan menggiringnya adalah sebuah ancaman bagi lini bertahan lawan. Tak sedikit bek Liga Inggris yang sudah merasakan gocekan maut Raphinha.

Selain itu, Raphinha juga merupakan seorang pengumpan yang berbahaya. Kemampuan crossingnya di atas rata-rata. Musim lalu saja, ia sukses menghasilkan 90 crossing dan menempati peringkat 9 sebagai pemain dengan jumlah crossing terbanyak.

Raphinha juga menempati peringkat 9 sebagai pemain dengan jumlah tembakan terbanyak di Premier League musim lalu dengan total 85 shots. Inilah ancaman yang paling berbahaya dari seorang Raphinha. Meski ia bukan seorang pelari yang cepat, Raphinha begitu efektif mencari celah untuk menembak.

Sudut tembakan Raphinha juga luas dan tak terbatas hanya dari dalam kotak penalti saja. Buktinya, 4 dari 11 gol yang ia hasilkan musim lalu dicetak dari luar kotak penalti. Selain itu, pemain berkaki kidal itu juga berhasil mencetak 1 gol via tembakan bebas di Premier League musim lalu.

Raphinha juga tergolong versatile player alias mampu bermain di lebih dari 1 posisi. Meski lebih sering dipasang sebagai winger kanan, Raphinha juga bisa diplot sebagai penyerang atau seorang playmaker. Inilah yang membuatnya mampu berkreasi sekaligus mengacak-acak pertahanan lawan.

Catatan dari Squawka membuktikan betapa spesialnya Raphinha. Sejak awal musim 2020/2021, hanya ada 2 pemain yang mampu menghasilkan lebih dari 100 tembakan dan menciptakan lebih dari 100 peluang. Dua pemain tersebut adalah Sadio Mane dan Raphinha. Selama mengenakan jersey Leeds United, Raphinha telah membuat 155 percobaan tembakan dan menciptakan 129 peluang.

Siapa yang Akan Mendapat Raphinha?

Statistik itulah yang menjadi alasan Bayern Munchen mengejar Raphinha dan Sadio Mane. Dengan Munchen yang telah berhasil mendaratkan Mane ke Allianz Arena, bisa dibilang bahwa mereka sudah tak mengejar Raphinha lagi.

Kini, perlombaan untuk mendapat tanda tangan Raphinha makin mengerut ke beberapa tim saja. Berdasarkan situasi terkini, tim-tim yang masih bertahan dalam perebutan tersebut adalah Arsenal, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Barcelona.

Jika menilik dari kemampuan finansial masing-masing klub peminat, klub-klub Premier League adalah pihak yang paling mungkin untuk bisa memenuhi permintaan harga Leeds United. Meski sudah sepakat secara personal dengan Barcelona, tidak menutup kemungkinan Raphinha akan mau pindah ke klub Premier League lainnya.

Untuk saat ini, Arsenal tengah memimpin perlombaan. Meski sudah berhasil mendaratkan Gabriel Jesus, The Gunners kelihatannya masih berhasrat untuk merekrut Raphinha. Pasalnya, Pihak The Gunners dikabarkan akan segera menemui Deco untuk melayangkan tawaran keduanya. Di lain sisi, Spurs yang juga meminati Raphinha sepertinya punya prioritas transfer lain.

Sementara itu, meski tawaran pertamanya ditolak dan tengah mengalami krisis keuangan, FC Barcelona belum sepenuhnya terpental dari perlombaan. Mereka masih punya peluang untuk menggaet Raphinha. Senjata utamanya adalah kesepakatan personal dengan Raphinha dan Deco. Barca bisa saja menaikkan tawarannya dalam waktu dekat ini apabila sukses mendapat dana segar dari hasil penjualan Frenkie de Jong.

Akan tetapi, langkah Arsenal dan Barcelona sepertinya terlambat. Secara tiba-tiba, Chelsea muncul dan menyalip tawaran Arsenal dan Barcelona. Dikabarkan oleh Fabrizio Romano, Chelsea tinggal selangkah lagi mendapat Raphinha setelah mereka mencapai kesepakatan dengan Leeds United. Chelsea bersedia membayar di kisaran 60/65 juta pounds, sesuai dengan harga yang diminta Leeds United.

Fabrizio Romano juga mengabarkan bahwa pihak The Blues kini tinggal bernegosiasi dengan pihak Raphinha langsung terkait kesepakatan personal. Tentu ini juga bukan hal sulit. Sebab, Deco, agen dari Raphinha juga merupakan mantan pemain Chelsea.

Posisi tawar The Blues memang lebih unggul. Kondisi finansial mereka lebih sehat dari pesang lainnya. Apalagi, Chelsea juga belum belanja pemain besar-besaran seperti Arsenal. Ditambah lagi, musim depan Chelsea juga akan berlaga di Liga Champions. Ini adalah hal yang diimpikan oleh Raphinha.

Raphinha memang berambisi bermain di kompetisi Eropa musim depan. Itulah mengapa ia enggan memperpanjang kontraknya di Elland Road yang masih tersisa 2 tahun.

Kini, pembicaraan transfer Raphinha ke Chelsea telah memasuki tahap akhir. The Blues dikabarkan sudah menawari Raphinha kontrak hingga Juni 2027. Ini adalah langkah kunci sebelum proses finalisasi dan ketika hal itu terjadi, para pesaing yang gagal mendapat tanda tangannya jelas akan dibuat gigit jari.

Sekarang semuanya bergantung kepada Raphinha. Selepas ia menyetujui proposal tersebut, kepindahannya ke Stamford Bridge hanyalah tinggal menunggu waktu saja.

***
Referensi: Yorkshire Post, Squawka, DailyMail, FBref, Mirror, Premier League, BarcaBuzz, Breaking The Lines, The Athletic.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru