Sepanjang karirnya, potensi Mario Balotelli memang tak pernah mencapai level maksimal. Namun, tahun 2012 jadi pengecualian bagi pemain yang dikenal susah diatur ini. Di tahun tersebut, Super Mario menunjukan kualitas permainan yang berbeda.
Performa ciamik Balotelli bersama Manchester City mengantarkannya masuk ke dalam jajaran skuad Timnas Italia di ajang Euro 2012 yang untuk pertama kali diselenggarakan di dua negara sekaligus, yaitu Polandia dan Ukraina.
Tepat sepuluh tahun lalu, Mario Balotelli yang melanjutkan kegemilangannya bersama timnas, berhasil mengantarkan Italia meraih satu tempat di partai final kompetisi empat tahunan itu. Well, untuk sedikit melempar memori manis Balotelli bersama Gli Azzurri, berikut sepenggal kisah tentang Balotelli dan Euro 2012.
Daftar Isi
Performa Apik Membawa Balotelli ke Timnas
Meski dikenal dengan sifat buruknya, hal itu tak menampik bahwa ada bakat yang luar biasa dalam diri Mario Balotelli. Seorang striker sejati yang dibekali kecepatan, kekuatan fisik dan teknik untuk mencetak semua jenis gol. Entah dengan kaki atau kepala, semua mampu ia lakukan dengan baik.
2012 jadi tahun yang baik bagi si anak bengal. Balotelli menunjukan permainan yang paling konsisten selama hidupnya baik di level klub maupun tim nasional. Super Mario memainkan peran penting dalam kesuksesan gelar liga pertama bagi Manchester City, di bawah asuhan allenatore yang juga berasal dari Italia, Roberto Mancini.
Musim 2011/2012, Balotelli mencetak 13 gol di Premier League hanya dalam 23 pertandingan. Dan momen berharga ketika itu adalah ketika melawan QPR di laga penentuan juara.
This will forever be iconic. Agueroooo 👏 pic.twitter.com/eebU4DBBwL
— Ali (@TheBeardedRauI) March 29, 2021
Pada waktu itu, Balotelli yang masuk dari bangku cadangan, memberikan suntikan energi yang luar biasa. Ia memberikan satu-satunya assist yang ia punya kepada Sergio Aguero untuk mencetak gol ikonik dan memastikan gelar Premier League.
Melihat performa luar biasa Mario Balotelli, Cesare Prandelli menganggap Balotelli sebagai kekuatan tambahan yang sempurna bagi Timnas Italia. Balotelli pun bergabung dengan pemain-pemain kelas dunia macam Gianluigi Buffon, Antonio Cassano, Andrea Pirlo hingga Antonio Di Natale berangkat ke Polandia.
Start Yang Buruk
Di Euro 2012 Italia masih dihantui kegagalan di ajang Piala Dunia 2010. Gli Azzurri yang saat itu masih dilatih Marcello Lippi bahkan tak mampu lolos dari babak penyisihan grup. Jadi, Timnas Italia tak begitu diperhitungkan dalam ajang kali ini
Sementara di Timnas Italia sendiri, Mario Balotelli hanya dianggap bocah kemarin sore. Disejajarkan dengan striker-striker top macam Cassano dan Di Natale, Balotelli diperkirakan hanya menjadi pelengkap.
Nyatanya, anggapan itu tak sepenuhnya benar. Tergabung dalam Grup C bersama tim unggulan Spanyol, Kroasia, dan Republik Irlandia, Balotelli justru langsung menjadi andalan Prandelli di match pertama kontra Spanyol.
Sayangnya, Balotelli yang berduet dengan Cassano belum menunjukan permainan yang diinginkan Prandelli. Balotelli tampil buruk dan digantikan oleh Antonio Di Natale di menit ke 57. Sialnya lagi, Di Natale justru yang mencetak gol penyeimbang di laga yang berakhir dengan skor 1-1 itu.
Melihat dampak yang diberikan Di Natale, beban di pundak Balotelli pun kian berat. Prandelli yang menyadari itu memberikan Balotelli waktu istirahat dan menggantikannya dengan Di Natale di laga pamungkas kontra Republik Irlandia.
Panggung Super Mario
Saat lawan Republik Irlandia, Balotelli justru membuka keran golnya melalui bangku cadangan. Super Mario masuk dan menggantikan Di Natale di babak kedua. Keadaan tim sedang unggul 1-0 saat itu, jika Italia tak mampu mempertahankan keunggulan, mereka terancam tak bisa lolos ke babak berikutnya.
Masuk di menit 75, Balotelli tampil brilian. Menahan bola, melakukan sepakan-sepakan akurat dan sesekali melakukan pergerakan yang menyulitkan bek lawan sehingga menghasilkan tendangan bebas bagi Italia.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, Balotelli berhasil mencetak gol pertamanya di turnamen tersebut dengan mengkonversi tendangan sudut Alessandro Diamanti menjadi sepakan voli cantik pada menit ke-90.
Gol Balotelli mengunci kemenangan 2-0 atas Irlandia dan mengantarkan Gli Azzurri finis di posisi kedua klasemen Grup C di bawah Spanyol. Meski demikian, Italia tetap lolos ke babak perempat final, dan menantang tim kuat lainnya yaitu Timnas Inggris yang lebih dulu lolos ke babak fase gugur.
Gol itu juga yang membuat Balotelli kembali ke skuad utama kala bertemu Inggris. Dalam laga tersebut, Balotelli menjalankan tugasnya sebagai seorang penyerang tengah. Ia menjadi pemain paling berbahaya di lapangan. Super Mario beberapa kali menciptakan peluang untuk dirinya sendiri dan rekan satu tim lainnya.
Sayang, penampilan cemerlangnya tak diakhiri dengan sebuah gol. Hingga 120 menit skor kacamata masih tersaji di papan skor. Akhirnya laga pun berlanjut ke babak adu penalti, dan Balotelli tampil sebagai penendang pertama.
Pemain yang hampir tidak pernah gagal mencetak gol melalui titik putih itu pun dengan mudahnya menaklukan kiper Inggris sekaligus rekan satu timnya di Manchester City, Joe Hart. Tendangan Balotelli membuat Italia memimpin.
Setelah disamakan oleh Steven Gerrard, tendangan panenka Andrea Pirlo tampaknya menjatuhkan mental anak asuh Roy Hodgson. Italia berhasil unggul 4-2 dan melaju ke semifinal untuk melawan Jerman, yang lagi-lagi tim kuat di turnamen kali ini.
Momen Epic Mario Balotelli
Match melawan Inggris adalah penampilan yang bagus bagi Balotelli, tapi di pertandingan semifinal melawan Jerman, Super Mario benar-benar menunjukkan betapa briliannya ia sebagai ujung tombak Gli Azzurri.
Jerman sendiri berstatus sebagai tim unggulan bersama Spanyol. Jutaan pasang mata juga sudah menantikan final impian mereka antara Jerman dan Spanyol. Namun, Super Mario tampaknya hadir untuk merusak ekspektasi penonton.
Jerman memulai pertandingan dengan mendominasi laga. Namun, memanfaatkan kelengahan pemain belakang Jerman, Balotelli hadir sebagai mimpi buruk Der Panzer. Dengan sedikit bantuan dari Antonio Cassano yang mengirim umpan dari sisi kiri, Balotelli membawa Gli Azzurri unggul di menit ke-20 melalui sundulan kerasnya.
ON THIS DAY: In 2012, Mario Balotelli scored twice as Italy beat Germany 2-1 to reach the Euro 2012 final.
An iconic celebrations was born. pic.twitter.com/amvBlE1k1B
— Squawka (@Squawka) June 28, 2022
Selepas Balotelli membawa Italia unggul, Der Panzer kian gencar memburu gol penyeimbang. Italia tak gentar, selagi Balotelli masih berdiri di lapangan, pasukan Joachim Loew tak mampu menghindari mimpi buruknya.
Tak butuh waktu lama, Balotelli menggandakan keunggulan Italia di menit ke-37. Menyelinap di antara bek lawan, pergerakan Super Mario tak terdeteksi oleh Philip Lahm. Menerima umpan matang dari Riccardo Montolivo, Balotelli yang berhadapan langsung dengan Manuel Neuer, berhasil melesatkan tembakan keras yang membuat kiper Bayern Munchen itu tak berkutik.
Momen emosional pun tak terhindarkan, selebrasi buka bajunya jadi yang paling diingat dari Euro 2012. Jerman hanya mampu membalas satu gol saja melalui Mesut Ozil di penghujung laga. Skor 2-1 sudah cukup bagi Balotelli untuk mengantarkan Italia ke partai puncak.
Sialnya, Balotelli CS dihajar habis-habisan 4-0 oleh generasi emas Spanyol di laga Final. Meski begitu, tiga gol Balotelli dan penampilan keseluruhannya membuat dia terpilih dalam tim terbaik turnamen Euro 2012.
Sumber: Planetfootball, Givemesport, Transfermarkt, Goal, 90min


