Sebelum janur kuning melengkung, siapa pun masih punya peluang untuk mendapatkanya. Kira-kira begitulah perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan transfer Tyrell Malacia yang melibatkan Lyon dan Manchester United.
Lyon mengklaim sudah mencapai kesepakatan dengan Feyenoord mengenai pembelian Tyrell Malacia. Namun sang pemain belum mengiyakan tawaran tersebut. Celah ini lah yang dimanfaatkan Manchester United untuk menikung Lyon guna mendapatkan Malacia.
United yang menyodorkan uang lebih besar dari Lyon, berhasil mengubah pikiran Feyenoord. Negosiasi dengan Lyon pun dihentikan dan Feyenoord serta Malacia pun memilih United.
Fenomena macam ini tak terjadi pada Malacia saja, kegagalan transfer kerap terjadi dan alasannya pun beragam. Nah, berikut daftar kegagalan transfer paling mencengangkan yang pernah terjadi.
Daftar Isi
Malcolm Gagal ke Roma
Malcom Filipe Silva de Oliveira, atau yang kita kenal dengan Malcom adalah bakat muda milik Bordeaux yang paling diminati pada tahun 2018 lalu. Ketika Bordeaux berniat melepasnya, klub-klub top eropa pada ngantri untuk mendapatkan jasa pemain asal Brazil itu.
AS Roma jadi klub terdepan untuk mendapatkan Malcom. Beberapa media, mengklaim bahwa Roma sudah menyelesaikan segala aspek yang dibutuhkan untuk mendatangkan Malcom. Bahkan, dikutip dari laman resmi klub, Monchi yang kala itu menjabat sebagai direktur olahraga Roma, mengklaim bahwa mereka sudah mencapai kesepakatan dengan klub, agen, dan Malcom itu sendiri.
#ASRoma sporting director Monchi on the controversy surrounding #Malcom
[A thread] pic.twitter.com/VX0qBVldTu
— AS Roma English (@ASRomaEN) July 24, 2018
Namun, di saat-saat terakhir, Barcelona masuk dan mengganggu transfer Malcom. Mereka menawarkan uang yang lebih besar. Fans Giallorossi yang sudah menunggu di bandara pun merasa tertipu setelah melihat Malcom justru melakukan wawancara eksklusif dengan Barca sebagai pemain anyar.
Monchi sempat ingin membawa kasus ini ke ranah hukum, namun ketika melihat Malcom yang justru gagal bersinar di Camp Nou, itu sudah lebih dari cukup untuk memberinya pembelajaran. Mungkin Malcom kualat ya sama fans Roma.
Georginio Wijnaldum Gagal ke Barcelona
Beberapa tahun kemudian, Barcelona merasakan apa yang dirasakan AS Roma. El Barca ditikung PSG dalam perebutan Georginio Wijnaldum dari Liverpool. Wijnaldum yang berstatus bebas transfer pada tahun 2021, membuat Barca yang sedang kesulitan finansial, tertarik untuk mendatangkannya.
Joan Laporta bahkan sudah menyiapkan kontrak untuk ditandatangani sang pemain, dan Wijnaldum pun dianggap sudah menyepakati tawaran yang diajukan Barca. Namun, PSG tiba-tiba datang dengan tawaran gaji yang jauh lebih tinggi.
Dilansir De Telegraaf, Gini akan mendapatkan gaji sebesar 10 juta euro (Rp156 miliar) per tahun apabila bergabung dengan PSG. Ia pun berpaling dan akhirnya meninggalkan Barca. Sayangnya, Gini justru gagal di PSG, ia jarang dimainkan dan kini dirumorkan akan segera meninggalkan klub.
Dimitar Berbatov Gagal ke Manchester City
Selanjutnya Dimitar Berbatov. Transfernya ke Manchester United termasuk transfer paling kontroversial yang pernah terjadi dalam sejarah Liga Inggris. Hal ini karena bergabungnya Berbatov ke MU hanya didasari dengan rasa iri dan kecemburuan United pada rivalnya, Manchester City.
Awalnya, Berbatov yang tampil gacor bersama Tottenham selangkah lagi bergabung dengan Manchester City. Namun, United yang tak ingin sang “tetangga berisik” bertambah kuat, akhirnya melakukan manuver dengan mengajukan tawaran yang sama persis, yakni 30 juta euro (Rp467 miliar).
Melihat sejarah dan sepak terjang Manchester United lebih mentereng ketimbang City, pemain asal Bulgaria itu akhirnya memilih United. Di menit-menit akhir bursa transfer musim 2008/2009 Berbatov menandatangani kesepakatan dengan MU dan menjadi pentolan lini depan Setan Merah dalam beberapa tahun.
John Obi Mikel Gagal ke MU
Kegagalan transfer John Obi Mikel ke Manchester United mungkin jadi kegagalan transfer paling aneh. Pada April 2005, Manchester United telah mengumumkan ke publik bahwa mereka telah mendapatkan seorang gelandang muda bernama John Obi Mikel dari klub Norwegia, FK Lyn.
Throwback to when John Mikel Obi ‘signed’ for Manchester United for like…2 hours. 😂😂😂 pic.twitter.com/yOaXj0u7Oj
— Deji Faremi (@deejayfaremi) July 21, 2016
United bahkan sudah melakukan konferensi pers, penandatanganan kontrak, dan Mikel sudah mengenakan jersey MU dihadapan para wartawan. Semua tampak baik-baik saja, kecuali satu, tak seperti pemain-pemain lain, Mikel menandatangani kontrak tak didampingi oleh sang agen.
Beberapa hari kemudian, Chelsea datang mengklaim transfer Mikel. Mereka mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan agen dan klub lama Mikel. Merasa ada yang tak beres, kedua belah pihak sepakat membawa kasus ini ke pengadilan arbitrase khusus olahraga.
Hasilnya Chelsea setuju untuk membayar kompensasi sebesar 12 juta pound (Rp217 miliar) kepada United dan 4 juta pound (Rp72 miliar) kepada pihak FK Lyn. United pun akhirnya menyerahkan hak registrasi Mikel kepada Chelsea, dan John Obi Mikel resmi berseragam The Blues pada Juli 2006.
Steven Gerrard Gagal ke Chelsea
Pada tahun 2005 silam, Chelsea sempat mengupayakan negosiasi untuk mendatangkan Steven Gerrard dari Liverpool. Namun, kesepakatan itu gagal lantaran fans terlalu mencintai Gerrard dan Gerrard terlalu mencintai Liverpool.
The Blues datang dengan uang 32 juta pound (Rp580 miliar) untuk mengontrak kapten Liverpool itu. Awalnya Liverpool akan menolak tawaran tersebut, namun Gerrard sempat menekan pihak klub untuk menerima tawaran itu.
Setelah Gerrard menyatakan ingin keluar dari Liverpool, fans pun kecewa dan melayangkan protes kepadanya. Dalam kurun waktu 24 jam, Gerrard akhirnya menarik keputusannya itu. Dilansir Planetfootball, Gerrard menganggap saat itu ia dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Namun teriakan fans membuatnya sadar betapa berartinya Liverpool baginya.
Beberapa hari setelah itu, Gerrard menandatangani perpanjangan kontrak bersama The Reds. Ia bermain untuk Liverpool hingga 2015 dan meninggalkan klub sebagai seorang legenda.
Kylian Mbappe Gagal ke Real Madrid
Berbulan-bulan dirumorkan akan bergabung dengan Real Madrid, Kylian Mbappe justru memilih bertahan di Paris bersama PSG. Ini adalah kegagalan transfer paling mencengangkan musim 2021/2022.
PSG berhasil meyakinkan sang striker untuk berkomitmen dengan kesepakatan yang tak masuk akal untuk seorang pesepakbola. Selain menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dan akan mendapat gaji sebesar 50 juta euro atau Rp781 miliar per tahun, Mbappe juga mendapat hak-hak istimewa selama berseragam PSG.
“I don’t understand why Mbappe doesn’t want to stay at PSG and play with Messi?”
Kylian Mbappe: pic.twitter.com/5EFZ5su7m7
— Filipe Orlando (@MrFilipeOrlando) August 25, 2021
Mbappe menggadaikan mimpinya untuk bermain bersama Real Madrid demi uang dan kekuasaan yang diberikan oleh sang juara Liga Prancis tersebut. Keputusan ini banyak menuai kecaman dari beberapa pihak terutama fans Real Madrid.
Harry Kane Gagal ke Manchester City
Sebelum drama transfer Mbappe viral, awal musim lalu, drama yang melibatkan Harry Kane dan Manchester City jadi trending topic. The Citizens bahkan sudah mengajukan tawaran resmi sebesar 100 juta poundsterling (Rp1,8 triliun) pada Juni 2021, namun Tottenham langsung menolaknya.
Kane yang benar-benar lelah dengan performa Spurs yang gitu-gitu aja sangat menginginkan kepindahan ini. Bersama City, ia yakin bisa melengkapi perjalanan karirnya dengan beberapa trofi bergengsi.
Dilansir 90min, City yang belum menyerah akhirnya mengajukan tawaran kedua sebesar 127 juta pound (Rp2,3 triliun) Namun, bos Spurs, Daniel Levy tampaknya enggan melepas sang bomber ke Manchester City. Spurs pun kembali menolak tawaran itu, dan kesepakatan ini tak pernah terjadi hingga sekarang.
Sumber: Sportskeeda, Planet Football, Foot The Ball, 90min, Transfemarkt
