Beranda blog Halaman 530

Mengapa Lukaku Buruk Ketika di Chelsea?

0

Memang geram melihat penampilan Romelu Lukaku musim lalu di Chelsea. Lukaku tak ubahnya sebagai guci yang dibeli mahal tapi hanya untuk pajangan saja. Torehan 8 gol di Premier League musim 2021-22 tidak sepadan dengan biaya pemulangannya yang mencapai 97,5 juta poundsterling (sekitar Rp1,7 triliun).

Harusnya Lukaku memiliki gol lebih banyak dari itu. Semestinya Lukaku tidak hanya menjadi seperti batang kayu yang cuma bisa berlari di lini depan Chelsea. Atau bahkan seharusnya Chelsea tidak perlu gegabah mendatangkan Lukaku dengan ongkos yang kelewat mahal.

Sekarang The Blues harus merasakan akibatnya. Tidak ada jaminan pemain yang datang bisa menjadi bagus, tak terkecuali Lukaku. Pria kelahiran Antwerpen itu memang tampil dahsyat di Inter dengan torehan 64 gol dalam dua musim. Ia juga membantu Inter meraih scudetto untuk pertama kalinya sejak sedekade terakhir.

Namun, mantranya itu sirna ketika kembali ke Chelsea. Bisa dikatakan Lukaku telah gagal lagi di Chelsea. Dulu ia dibuang, sekarang ia kembali dibuang ke Inter. Sungguh nasib yang malang. Tapi di sisi lain, Lukaku masih beruntung sebab Inter masih sudi menampungnya.

Penampilan buruk Lukaku di Chelsea tentu menimbulkan pertanyaan. Bagaimana mungkin striker yang begitu sangar saat berseragam Inter, malah menjadi striker mental piyik ketika berseragam The Blues?

Perbedaan Peran

Ketika kembali ke Chelsea, Lukaku memegang peran yang berbeda dari apa yang sudah ia lakukan ketika di Inter Milan. Alasan inilah yang boleh jadi membuat Lukaku tidak bisa tampil maksimal. Di Inter, Conte yang terbiasa dengan formasi 3-5-2 menempatkan Lukaku di sektor depan, menjalin hubungan dengan Lautaro Martinez.

Selama di Inter, Lukaku mendapat dukungan dari Lautaro Martinez. Gaya mainnya pun tidak hanya mencari ruang, tapi oleh Conte, Lukaku diubah sebagai sosok striker yang bergerak secara mobile. Hal itu berbeda ketika ia kembali di Chelsea.

Thomas Tuchel memang memiliki skema permainan yang tak jauh berbeda dari Antonio Conte, dalam artian sama-sama menggunakan pakem tiga bek. Namun, perbedaan yang mendasar adalah dalam skema menyerang.

Tuchel memaksa Lukaku untuk menjadi seorang target man. Peran yang sejatinya sudah ditinggalkan oleh Lukaku. Dengan peran itu, tugas Lukaku adalah menguasai bola dengan membelakangi gawang. Memastikan bahwa ia bisa mengirimkan umpan ke dua orang pelari di sisinya.

Lantas ia bergerak di ruang kosong untuk menerima lebih banyak umpan dari pemain sayap. Itu terkesan sangat cocok dengan postur tubuh seorang Lukaku. Hanya saja, Lukaku sendiri mengakui kalau peran itu tidak ia sukai.

“Saya tidak pernah bermain seperti itu, dan saya membencinya. Kekuatan terbesar saya ketika menghadapi gawang, saat itulah saya tidak pernah salah membuat pilihan,” kata Lukaku dikutip Sky Sports.

Catatan Buruk

Perubahan peran Lukaku di tangan pelatih berpaspor Jerman itu membuatnya mendapatkan rapor merah. Segala statistiknya bersama Chelsea musim 2021-22 tak ada yang baik sama sekali. Apalagi jika dibandingkan dengan rapornya ketika membela Inter di musim sebelumnya.

Rata-rata tembakan yang dihasilkan Lukaku ketika di Chelsea, misalnya, hanya 2,3 tembakan. Sementara ketika di Inter, rata-rata shoot Lukaku mencapai 3,0. Selama di Chelsea sentuhan Lukaku juga menurun.

Data yang dihimpun oleh Sky Sports, menunjukkan rata-rata sentuhan Lukaku per pertandingan di Chelsea hanya 31,6 sentuhan, padahal ketika di Inter rata-rata sentuhan Lukaku bisa mencapai 39,8. Karena sentuhannya juga menurun, kualitas umpannya pun ikutan melorot.

Masih dalam data Sky Sports, rata-rata umpan Lukaku per pertandingan di Chelsea hanya 18, sedangkan ketika di Inter bisa mencapai 22,9. Catatan-catatan tadi juga pada akhirnya berpengaruh pada nilai expected goal Lukaku.

Menurut FBRef, nilai expected goal (xG) Lukaku di Chelsea hanya 6,8, sedangkan ketika berada di Inter nilainya mencapai 22,7. Dengan begitu, maka wajar kalau Lukaku hanya bisa mencetak 8 gol di Premier League musim 2021-22.

Serba Salah

Nyatanya, keberadaan Lukaku di Chelsea sendiri serba salah. Perannya yang berubah di tangan Tuchel itulah yang bikin Lukaku seperti sebatang kayu. Pergerakannya di lini depan acap kali tidak tepat. Misalnya, ketika Chelsea menghadapi Crystal Palace.

Lukaku yang bermaksud bergerak ke belakang mendekati bek untuk menjemput bola, malah tidak mendapatkan bola. Sebab ketika Rudiger mulai bergerak, Lukaku justru berlari menjauh, membuat Rudiger kehilangan opsi umpan progresif. Alih-alih mengisi ruang yang memungkinkan untuk diberi umpan, Lukaku justru bergerak sebaliknya.

Itu bukan sekali saja terjadi. Karena Lukaku sering kali bergerak di posisi yang tidak tepat. Lukaku juga jarang bergerak atau berlari untuk mendapat umpan. Yang konyol, ia juga sering berada di antara para bek lawan, yang tentu saja menyulitkan rekan-rekannya memberi umpan.

Maka dari itu, tidak heran jika rekan-rekannya di Chelsea justru memilih tidak memberi umpan kepada Lukaku. Pergerakannya pun mandek dan ia tidak bisa mencetak gol. Karena itu bahkan Lukaku kalah bersaing dengan pemain lainnya, seperti Kai Havertz.

Havertz di skuad Thomas Tuchel berkembang sangat cepat. Ia menjelma seorang metronom yang bisa mengobrak-abrik pertahanan lawan. Havertz kadang juga bukan hanya menjadi pelayan, tapi ia juga menjadi sosok yang dilayani rekan-rekannya. Sementara, Lukaku kehilangan servis dan chemistry dengan rekan-rekannya di Chelsea.

Faktor Cedera

Tatkala pertama kali kembali ke London, sebetulnya Lukaku tampil luar biasa. Tiga gol ia cetak di empat pertandingan pertama The Blues. Hanya saja, apes tak bisa ia hindari. Lukaku mengalami cedera cukup parah ketika Chelsea menghadapi Malmo di Liga Champions musim 2021-22.

Lukaku absen empat pekan. Ketika kembali, striker itu turun dari bangku cadangan untuk memulihkan kebugarannya. Namun apesnya, baru empat pertandingan Lukaku justru terkena Covid-19. Lukaku harus menepi lagi untuk beberapa pekan.

Striker Belgia itu kembali ketika Chelsea menghadapi Brighton dan Aston Villa. Akan tetapi, semua sudah terlambat. Lukaku gagal menemukan sentuhannya, dan tampil sebagaimana kita saksikan. Kehadiran kembali Lukaku tidak mempengaruhi apa pun.

Tidak Bahagia di London dan Tidak Pede

Penampilan buruk Lukaku di Chelsea barangkali terpengaruh lantaran dirinya tidak bahagia di London. Melalui wawancara tidak resmi bersama Sky Sports Italia, Lukaku berterus terang masih ingin bermain di Inter. Ia tidak menemukan kebahagiaan ketika di Chelsea.

Lukaku juga menemukan dirinya tidak dalam kepercayaan diri yang penuh. Ada banyak momen ketika bermain di Chelsea, Lukaku teringat dulu saat ia bermain di Old Trafford. Kadang-kadang di Chelsea pemain seperti Mason Mount, Pulisic, dan Hakim Ziyech bekerja keras untuk memburu bola.

Sementara Lukaku di Chelsea seperti kehilangan nalurinya sebagai seorang striker. Ia jarang berlari ke arah bola. Lukaku juga sepertinya sulit sekali untuk mencari ruang yang diperlukan untuk merusak pertahanan lawan.

Sepakbola adalah perihal momentum, dan striker memegang kunci untuk memanfaatkan momentum itu dengan kepercayaan dirinya. Akan tetapi, Lukaku, si striker berharga mahal tidak memiliki kepercayaan diri semacam itu ketika berseragam The Blues.

https://youtu.be/5iRKr3S8X4o

Sumber: FourFourTwo, TheTopFlight, SkySports, SbNation, ThePrideOfLondon

Transfer Membingungkan Raphinha, De Jong, Lewandowski, Dan Ronaldo

Cerita soal bursa transfer musim panas ini memang sangat menarik. Tak seperti musim-musim sebelumnya, di mana transfer pemain berjalan mulus-mulus saja. Paling yang menarik biasanya terjadi kejutan kepindahan pemain bintang ataupun kejutan yang terjadi di deadline day.

Namun kali ini berbeda. Justru bursa transfer kali ini agak aneh. Beberapa keanehan itu terjadi ketika nama-nama besar mulai muncul di awal bursa transfer dibuka. Bedanya sekarang, ada beberapa transfer yang berbelit tidak hanya masalah harga, melainkan faktor-faktor lain.

Kasus Transfer Raphinha

Beberapa transfer berbelit itu sebagian besar melibatkan tim-tim besar seperti MU, Chelsea, Munchen maupun Barcelona. Pemain pertama yang kasus transfernya berbelit adalah gelandang Leeds asal Brazil, Raphinha. Winger eksplosif itu menjadi salah satu komoditi terpanas transfer musim panas ini.

Arsenal, Chelsea, maupun Barcelona adalah tiga tim terdepan yang serius membidik bintang Leeds itu. Leeds yang membandrol dengan harga 60 juta pounds dalam perkembangannya, kini sudah mencapai kesepakatan dengan tim yang mampu membayarnya, yakni Chelsea. Sementara, tawaran Arsenal sebelumnya juga pernah ditolak Leeds karena nilai tawarnya yang hanya 45 juta pounds.

Atas dasar itulah Chelsea seharusnya dapat dikatakan “here we go”, karena kedua klub sudah menyepakati nilai transfer Raphinha. Namun, tak sampai di situ. Keanehan transfer tersebut muncul ketika pribadi Raphinha menyatakan dirinya lebih ingin bermain untuk Barcelona ketimbang Chelsea.

Seperti diketahui, Barcelona juga menawar Raphinha. Tapi dengan tawaran yang hanya 50 juta pounds, membuat Leeds lebih memilih Chelsea yang lebih tinggi tawarannya. Sang agen, Deco yang notabene adalah mantan pemain Barca dan Chelsea kini menjadi bimbang.

Raphinha sendiri kini sedang berlibur dan cenderung bersikap mengulur waktu supaya Barcelona dapat meningkatkan tawarannya kepada Leeds. Gimana sih Raphinha ini? Sudah deal dengan Chelsea malah mengulur waktu.

Raphinha yang kini sedang berlibur berdalih masa depannya hanya akan ditentukan oleh agennya yakni Deco. Transfer yang berbelit ini mungkin tak tahu ujungnya akan seperti apa. Karena Barcelona sendiri dikatakan juga sedang ancang-ancang untuk memperpanjang kontrak Dembele yang notabene satu posisi dengan Raphinha. Sehingga kalau Raphinha benar-benar didapat Chelsea, Barcelona bisa mengamankan Dembele.

Kasus Transfer Lewandowski

Kasus lainnya yang berbelit juga dialami Barcelona. Kini terjadi pada Robert Lewandowski. Lewy seperti diketahui sudah menyatakan “say goodbye” dengan Munchen. Ia pun kini kesengsem untuk bergabung ke Catalan musim depan. Meskipun sebenarnya kontrak Lewandowski masih tersisa satu tahun lagi bersama The Bavarian.

Bayern pun sudah siap untuk membandrol Lewy jika ingin pergi sekarang. Melihat keinginan Lewy ingin gabung ke Barca, pihak Barca pun mencoba untuk menawarnya. Dan apa yang terjadi? Tiga kali tawaran Barcelona ke Munchen terus ditolak. Bagaimana sih Munchen ini, pemain ingin pergi malah ditolak.

Padahal secara kesepakatan verbal antara pihak Lewy dengan Barca sudah mencapai kesepakatan. Semuanya kini tergantung pihak Munchen. Mungkin Munchen ingin mengulur supaya Barcelona terus menaikan tawarannya.

Kini dengan amunisi dana segar dari kesepakatan TV Rights, Barca mungkin saja akan menaikan tawarannya. Meskipun untuk seorang 34 tahun seperti Lewy yang dibandrol seharga 45 juta euro, kelihatannya terlalu mahal. Barca sendiri kini tawarannya masih mentok di angka 40 juta euro. Menggenapi kekurangan 5 juta euro bisa saja melunakan hati Munchen. Dalam kasus ini terlihat Munchen seakan mengekang pemain bintangnya itu untuk mencari tantangan lain.

Kasus Transfer Frankie De Jong

Menuju kasus berikutnya yang sangat berbelit-belit yakni transfer Frankie De Jong. Transfer yang kembali melibatkan pihak Barcelona. Namun, kini dengan Setan Merah urusannya. Melihat peliknya transfer yang tak berkesudahan ini memang memusingkan. Sebenarnya ada masalah apa sih?

De Jong kini terus dikaitkan dengan kesepakatan deal dengan MU. Di mana Ten Hag sangat menginginkannya reuni di Old Trafford. Manajemen MU pun bergerak memanfaatkan kesulitan finansial Barca. Berulang kali dikabarkan di media massa bahwa De Jong sudah mencapai kesepakatan dengan MU dengan nilai tertentu.

Namun seiring berjalannya waktu, De Jong pribadi tak mau hengkang karena ingin tetap stay di Barcelona dan main di Liga Champions. Di sisi lain MU dan Ten Hag terus membujuk De Jong dengan iming-iming tertentu. Namun hal itu kembali lagi memunculkan penolakan. Kini presiden Barca, Joan Laporta yang sudah mendapatkan dana segar dari kesepakatan TV Rights menyatakan bahwa menjual De Jong kini bukan lagi keperluan yang mendesak.

Sungguh transfer yang membingungkan, sampai-sampai kedua fans klub pun jenuh terus dikabarkan soal transfer De Jong. Kini muncul lagi permasalahan kalau De Jong yang sebenarnya sudah deal tetapi masih terkendala permasalahan di add ons. Artinya hanya nego di masalah bonus dan gaji saja yang belum rampung.

Namun tak sampai di situ, kesepakatan di angka 65 juta pounds plus add ons itu, mungkin saja bisa gagal kalau De Jong rela menurunkan gajinya di Barca. Karena Barca sekarang menawarkan De Jong untuk stay dengan syarat harus mau menurunkan gajinya. Akan tetapi, jika tawaran gaji MU lebih meyakinkan, buat apa stay di Barca? Namun anehnya lagi pihak Barca kini beralasan susah untuk melepas De Jong karena ia masih berutang gaji sekitar 20 juta dollar kepadanya dan belum bisa terbayar. Apakah ini hanya akal-akalan Barca saja supaya De Jong bertahan di Camp Nou?

Kasus Transfer Ronaldo

Permasalah pelik lainnya kini juga melanda MU. Sudah ribet soal transfer De Jong, manajemen MU kini dipusingkan dengan nasib bintangnya Cristiano Ronaldo yang mau hengkang. CR7 menyatakan sikapnya jika ia ingin meninggalkan Old Trafford jika ada tawaran yang pas. Sontak MU pun meresponnya dengan nada tegas, “CR7 not for sale”. Kejam banget MU ini, pemainnya mau hengkang malah ditahan. CR7 ini nasibnya menyerupai Lewy di Munchen.

CR7 bagaimanapun sudah menggendong MU musim ini, dan dia di sisa karirnya sebagai pemain superstar wajar saja untuk menghabiskannya dengan sebanyak gelar dan rekor. Melihat United sekarang yang masih dalam proses pembangunan, tentu membuat Ronaldo berpikir. Ronaldo kini tak lagi mencari uang, ia sudah memiliki segalanya. Sekarang yang dipertanyakan adalah jiwa ksatrianya untuk setia bersama klub yang membesarkannya ini.

Di sini sikap Ronaldo diuji. Apakah ia akan setia seperti layaknya Del Piero dulu di Juve ketika terdegradasi, atau malah memilih meninggalkan tim yang dilihatnya kurang berprospek musim depan? Yang jelas kini agennya, Jorge mendes sudah bergerak menawarkan CR7. Ronaldo yang akhir-akhir ini absen di beberapa latihan pra musim MU pun mengindikasikan tanda-tanda keluar dari Old Trafford sudah semakin kencang. Oleh karena itu, seharusnya MU legowo, dan tidak menahannya lagi dengan perkataan not for sale.

https://youtu.be/qdInUdoetoo

Sumber Referensi : theathletic, theathletic, footballlondon, barcauniversal

Berita Bola Terbaru 6 Juli 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

MILAN MENGAJUKAN TAWARAN PERDANA UNTUK DE KETELAERE

AC Milan dikabarkan telah melayangkan tawaran untuk meminang gelandang serang Charles De Ketelaere dari Club Brugge pada bursa transfer pemain musim panas ini. AC Milan, seperti dilaporkan Football Italia, telah melakukan tawaran pembuka mereka kepada Club Brugge sebesar 20 juta euro atau sekitar Rp 312 miliar, plus beberapa tambahan. Namun, pihak Club Brugge menginginkan setidaknya 40 juta euro (sekitar Rp 624 miliar) untuk pemain berusia 21 tahun itu, dan AC Milan harus bersiap jika tawaran awal mereka akan ditolak oleh klub asal Belgia tersebut.

NEWCASTLE UNITED TERTARIK PADA MOUSSA DIABY

Newcastle United dikabarkan tertarik untuk memboyong pemain sayap Bayer Leverkusen, Moussa Diaby pada bursa transfer pemain musim panas ini. Diaby menjadi salah satu opsi pemain depan yang diinginkan The Magpies. Seperti dilansir Sky Sports, diperkirakan akan ada jarak dari biaya yang siap dibayarkan oleh Newcastle United dengan harga yang dipatok oleh Bayer Leverkusen untuk pemain berusia 22 tahun tersebut.

TINGGALKAN JUVENTUS, BERNARDESCHI DIINCAR ATLETICO MADRID

Napoli tampaknya bakal berpotensi ditikung oleh Atletico Madrid terkait dengan buruan transfer mereka yakni Federico Bernardeschi. Sang pemain kini memang berstatus free agent usai meninggalkan Juventus. Pengamat spesialis transfer pemain, Gianluca Di Marzio juga mengonfirmasi adanya ketertarikan dari Atletico Madrid kepada sang pemain. Jika benar jadi merapat, maka Atletico akan jadi klub di luar Serie A pertama yang dibela oleh Bernardeschi.

PEMAIN LIGA INGGRIS DITANGKAP AKIBAT DUGAAN PEMERKOSAAN

Metropolitan Police wilayah Greater City of London menangkap pemain Liga Inggris yang terlibat dalam kasus dugaan pemerkosaan. Pemain yang tidak disebutkan namanya ini tinggal di kawasan Barnet yang termasuk di wilayah London Utara. Metropolitan Police Service atau pihak kepolisian setempat yang berada di London mendapatkan laporan pada hari tersebut dari perempuan berusia 20-an. Ciri-ciri pemain yang ditangkap oleh kepolisian setempat adalah berada pada usia akhir 20-an.

STRIKER MESIR DAN ASTON VILLA TREZEGUET BERGABUNG DENGAN TRABZONSPOR

Juara Super Liga Turki, Trabzonspor telah mendatangkan pemain depan Mesir Mahmoud Trezeguet dari Aston Villa dengan biaya dan durasi kontrak yang tidak diungkapkan. Pemain berusia 27 tahun merupakan pemain Aston Villa yang di paruh kedua musim lalu bermain sebagai pemain pinjaman di Turki bersama klub papan atas Istanbul Basaksehir. Kini ia telah berpisah dengan Aston Villa, dengan mewariskan 9 gol dari 64 penampilan.

GUARDIOLA DISEBUT AKAN LANJUTKAN KARIR DI SERIE A

CEO Manchester City, Ferran Soriano mengatakan Pep Guardiola bisa pindah ke klub Serie A begitu waktunya habis di Manchester City.  Soriano mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers terkait pembelian mayoritas saham klub Serie B Italia, Palermo oleh City Group pada Senin (4/7). Pep sendiri bukan sosok yang asing dengan Liga Italia, sebelum menjadi manajer, Pep Guardiola sempat berkarir bersama Brescia dan AS Roma dua dekade lalu.

REAL MADRID SIAPKAN KONTRAK BARU UNTUK RODRYGO GOES

Dikutip Goal, Real Madrid akan memberikan kenaikan upah yang besar untuk Rodrygo ketika mereka menyiapkan perpanjangan kontrak untuk pemain Brasil itu di Santiago Bernabeu. Dengan kontrak saat ini yang berjalan hingga 2025, Real Madrid akan menawarkan perpanjangan masa pengabdian Rodrygo sehingga ia akan bertahan di klub dengan tambahan tiga musim lagi. Dengan demikian, Rodrygo akan mendapat kontrak baru berdurasi enam tahun sehingga ia akan bertahan di klub hingga 2028.

FIORENTINA DATANGKAN MANDRAGORA DARI JUVENTUS

Fiorentina telah mengumumkan bahwa mereka mendatangkan Rolando Mandragora dari Juventus dengan kesepakatan permanen. Sementara itu, dalam keterangannya, Juventus mengungkapkan bahwa Fiorentina mendatangkan gelandang itu seharga 8,2 juta euro, yang akan dibayar dengan cara dicicil selama masa kontraknya yang berlangsung selama tiga tahun. Biaya tambahan senilai 1 juta euro bisa ditambahkan tergantung pencapaian target penampilan Mandragora di Fiorentina.

KARENA MOURINHO, MATIC PILIH GABUNG ROMA

Nemanja Matic mengakui Jose Mourinho jadi salah satu alasannya gabung AS Roma. Seperti diketahui, Matic gabung Roma pada musim panas ini dengan status bebas transfer usai tak memperpanjang kontraknya di Manchester United. Gelandang berusia 33 tahun itu meneken kontrak sampai 2023. Matic mengaku tak bisa menolak ketika AS Roma mendekatinya. Apalagi, ia akan bereuni dengan Jose Mourinho yang pernah melatihnya di Chelsea FC dan Manchester United.

EKS PELATIH TOTTENHAM KINI MELATIH KLUB ARAB SAUDI

Mantan pelatih Wolverhampton dan Tottenham Hotspur, Nuno Espirito Santo telah diresmikan sebagai pelatih baru klub Arab Saudi, Al-Ittihad. Penunjukan pelatih Portugal berusia 48 tahun itu dikonfirmasi dalam sebuah pernyataan di akun Twitter resmi klub pada Senin (4/7) malam. Dalam pesan video singkat kepada para penggemar klub, Nuno mengatakan rasa bangganya bisa mendapat kepercayaan melatih di Al-Ittihad. “Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan klub terbesar di Arab Saudi, Ittihad. Sampai berjumpa lagi,” ujar Santo singkat.

RESMI!  PSG PECAT POCHETTINO, GALTIER AMBIL ALIH

Melalui laman resminya, Selasa (5/7), PSG mengumumkan bahwa mereka baru saja memecat sang pelatih Mauricio Pochettino. Mantan kapten PSG itu baru sekitar 18 bulan menduduki jabatan manajer Le Parisiens sejak ditunjuk Januari 2021 setelah Thomas Tuchel dipecat. Kegagalan di Liga Champions jadi faktor mengapa Pochettino dipecat. Sebagai penggantinya, PSG menunjuk Christophe Galtier, yang di musim 2020/21 membawa Lille menjadi kampiun Ligue 1.

BELUM MAU PENSIUN, IBRA PILIH PERPANJANG KONTRAK DI AC MILAN

Zlatan Ibrahimovic dikabarkan telah menentukan masa depannya. Dilansir dari Football Italia, Bomber gaek itu memutuskan untuk memperpanjang kontraknya bersama jawara Serie A, AC Milan. Ibra dan Milan hampir menyepakati kontrak baru berdurasi satu tahun. Persetujuan kontrak baru ini juga memiliki konsekuensi bagi Ibra. Penyerang 40 tahun itu diklaim akan menerima potongan gaji dengan nilai cukup signifikan.

MAN UNITED RESMI DATANGKAN TYRELL MALACIA

Manchester United telah menyelesaikan transfer pertama di era Erik ten Hag dengan mendatangkan bek kiri Tyrell Malacia. Pemain Belanda ini didatangkan dari Feyenoord dan akan segera memberikan persaingan kepada Luke Shaw yang biasa bermain sebagai starter. Malacia direkrut oleh Setan Merah dengan biaya transfer 13 juta Pounds plus nominal tambahan, yang diperkirakan sekitar 2 juta pounds, dengan kontrak empat tahun.

POGBA SEPAKATI KONTRAK EMPAT TAHUN DENGAN JUVENTUS

Gelandang berkebangsaan Prancis, Paul Pogba akan segera menjalani tes medis di Juventus pekan ini. Hal itu setelah kesepakatan tercapai antara kedua belah pihak. Menurut laporan Sky Sports, kontrak yang disepakati berdurasi empat tahun. Dan Pogba berharap waktu itu cukup baginya untuk menghidupkan kembali karirnya di Italia setelah musim yang mengecewakan bersama Manchester United.

AC MILAN UMUMKAN TRANSFER GRATIS DIVOCK ORIGI

AC Milan mengumumkan transfer Divock Origi dari Liverpool secara gratis. Kontrak berdurasi 4 tahun disepakati Divock Origi bersama AC Milan. Artinya, pemain yang pernah mencetak gol ke gawang Barcelona itu akan berseragam Milan hingga Juni 2026. Dengan resminya Origi, Milan kini fokus untuk mengejar bintang Chelsea, Hakim Ziyech, dan pemain Club Brugge, Charles de Ketelaere.

MU TAK YAKIN RONALDO IKUT TUR PRAMUSIM

Manchester United dikabarkan tidak yakin Cristiano Ronaldo dapat mengikuti tur pramusim ke Thailand dan Australia. Penilaian itu didasarkan pada ketidakhadiran Ronaldo pada sesi latihan di hari pertama, Senin dan hari kedua, selasa pekan ini. Ronaldo mangkir latihan dengan alasan keluarga, tetapi keputusan itu disebut jadi perwujudan sang pemain yang dilaporkan ingin hengkang dari Old Trafford pada bursa transfer musim panas ini.

BERNARDESCHI JOIN KE TORONTO FC

Klub Major League Soccer Toronto FC akan mendapatkan bintang internasional lainnya. Menurut Taylor Twellman dari ESPN, Federico Bernardeschi dilaporkan akan menandatangani kontrak dengan Toronto dengan status bebas transfer dari klub Serie A Juventus. Pemain internasional Italia itu akan bergabung dengan rekan senegaranya, Lorenzo Insigne dan Domenico Criscito, yang keduanya bermain di Serie A musim lalu.

ENZO MARESCA BALIK KE MAN CITY, BANTU GUARDIOLA

Enzo Maresca akhirnya kembali ke klub raksasa Liga Premier, Manchester City sebagai staf ruang belakang Pep Guardiola. Kabar itu juga dikonfirmasi langsung melalui akun resmi twitter Manchester City, Selasa (5/7). Sebagai informasi, Enzo Maresca, yang pernah menukangi tim Manchester City U23, telah dipecat oleh Parma setelah hanya 14 pertandingan musim lalu.

BEPPE MAROTTA BERI ISYARAT INTER MUNDUR KEJAR PAULO DYBALA

CEO Inter Milan, Beppe Marotta, memberikan update terbaru soal pengejaran timnya terhadap Paulo Dybala. Sang CEO secara mengejutkan bilang kalau Nerazzurri mulai mundur teratur untuk mengejar eks pemain Juventus tersebut. Dia mengatakan bahwa lini serang Inter Milan sekarang ini sudah cukup bagus dan berisikan pemain-pemain dengan kualitas luar biasa.

UMTITI SEMAKIN DEKAT UNTUK TINGGALKAN BARCELONA

Keinginan Barcelona untuk membuang pemain yang tak terpakai Samuel Umtiti semakin dekat menjadi kenyataan. Pasalnya, klub asal Prancis, Rennes dikabarkan tertarik untuk menampungnya. Rennes telah melakukan pembicaraan dengan Barcelona mengenai kepindahan Umtiti, dengan manajer mereka, Bruno Genesio, juga mengkonfirmasi bahwa klub tertarik untuk mengontrak pemain berusia 28 tahun itu.

TINGGALKAN REAL MADRID, ISCO DIINCAR AS ROMA

Klub raksasa Italia AS Roma dikabarkan tertarik mendatangkan mantan pemain Real Madrid, Isco Alarcon di musim panas 2022 ini. Untuk bisa meyakinkannya bergabung, Roma pun dikabarkan telah mengiming-imingi Isco sebagai pemain kunci. Bahkan Agen Isco, Jorge Mendes bisa memainkan peran kunci dalam pembicaraan dengan AS Roma. Pasalnya, ia memiliki hubungan yang dekat dengan sang pelatih, Jose Mourinho.

HAALAND JADI ASET MEWAH MAN CITY, PUNYA 2 KLAUSUL RILIS SUPERMAHAL

Penyerang Manchester City, Erling Haaland memiliki dua klausul rilis supermahal dalam dua tahun beruntun. Meski diberi kontrak jangka panjang hingga 2027 mendatang, City sudah mengantisipasi kepergian Haaland pada 2024. The Citizens memasang klausul rilis yang sangat mahal apabila ada klub yang mau membeli Haaland pada 2024, yakni sebesar 200 juta euro atau Rp 3,12 triliun. Jika memang tidak ada yang berminat mendatangkan Haaland pada 2024, City juga sudah menyiapkan skema klausul rilis pada 2025. Dengan kontrak yang masih tersisa dua tahun, City menetapkan klausul rilis sebesar 175 juta euro atau setara Rp 2,72 triliun.

INAKI WILLIAMS PUTUSKAN BELA TIMNAS GHANA

Striker Athletic Bilbao Inaki Williams, Selasa (5/7), mengumumkan dirinya akan membela timnas Ghana dengan harapan bisa tampil di Piala Dunia 2022. Lahir di Bilbao dari orangtua asal Ghana, pemain 28 tahun itu, sempat sekali membela timnas Spanyol di laga persahabatan pada 2016. “Saya merasa waktunya telah tiba bagi saya untuk mencari asal muasal diri saya. Saya memutuskan membela Afrika, dalam hal ini Ghana, dan itu sangat berarti bagi saya dan keluarga,” ungkap Williams di media sosial.

MAN UNITED SEGERA LEPAS ANDREAS PEREIRA KE FULHAM

Manchester United dikabarkan segera melepas gelandang mereka, Andreas Pereira ke klub promosi Premier League, Fulham.  Fulham kabarnya sudah mencapai kesepakatan dengan Pereira dan MU. Di klub London itu, Pereira akan mendapat kontrak berdurasi tiga tahun dengan opsi perpanjangan selama satu tahun. Dari penjualan Pereira ini, Setan Merah kabarnya akan mendapat uang senilai 10 juta pounds plus biaya tambahan sebesar 3 juta pounds.

GILA! ADA HASIL LAGA BOLA 95-0 DAN 91-1 DI LIGA SIERRA LEONE

Dua pertandingan divisi dua Liga Sierra Leone tengah diselidiki menyusul hasil akhir yang mencolok. Satu pertandingan berakhir dengan skor 95-0, sedangkan satu lagi 91-1. Dua laga itu mempertemukan Kahunla Rangers vs Lumbebu United dan Gulf FC vs Koquima Lebanon. Kahunla dan Gulf FC tengah berjuang meraih slot tersisa untuk tampil di kualifikasi akhir yang memperebutkan tiket promosi ke kasta teratas sepakbola Sierra Leone. Kahunla dan Gulf FC punya poin yang sama, sehingga selisih gol dalam partai terakhir yang digelar bersamaan akan menentukan. Namun apa daya, yang terjadi dalam dua laga di hari Minggu (4/7) lalu itu sulit diterima akal sehat.

Bisa Apa Gabriel Jesus di Klub Medioker Seperti Arsenal?

0

Potret Gabriel Jesus mengenakan jersey bernomor sembilan dan berlatarkan Emirates Stadium sudah terpampang di segala platform media sosial Arsenal. Mereka resmi mengumumkan kepindahan pemain asal Brazil itu, dengan kesepakatan 45 juta pound atau sekitar Rp800 miliar serta kontrak berdurasi lima tahun.

Gabriel Jesus jadi pemain keempat yang didatangkan Arsenal pada musim panas kali ini, sebelumnya klub london tersebut sudah mendatangkan Marquinhos, Matt Turner, dan Fabio Vieira. 

Mengingat The Gunners yang tengah mengalami krisis striker, mendatangkan Gabjes merupakan transfer yang dinanti-nanti. Namun, apa benar mantan pemain Manchester City itu adalah jawaban yang tepat bagi lini serang Arsenal?

Tak Menjadi Favorite di City

Talenta Gabriel Jesus tersia-siakan di Manchester City. Setelah bergabung dengan City pada tahun 2017, mantan pemain Palmeiras itu tak selalu menjadi pilihan utama Pep Guardiola di lini depan. Ia kalah bersaing dengan Sergio Aguero yang selalu tampil konsisten bersama The Citizens.

Selepas Aguero bergabung Barcelona, City tak memiliki striker murni. Namun, tetap saja. Performa Gabjes tak sedikit pun membuat Pep Guardiola terkesan. Gabjes dihadapkan dengan kefrustrasian lantaran Pep lebih gemar memainkan Raheem Sterling, Phil Foden, hingga Bernardo Silva sebagai penyerang tengah ketimbang dirinya.

Musim lalu, Gabriel Jesus hanya memainkan 28 pertandingan Premier League. Itu angka yang cukup bagus, namun hampir semua laga yang dimainkannya, dimulai dari bangku cadangan. Ia hanya memainkan 1800 menit di liga, jika dirata-rata Gabjes hanya bermain sekitar 60 menit per laga.

Tak selalu menjadi andalan lini depan City, bukan berarti Gabjes bermain buruk. Ketika diberi kesempatan untuk bermain 90 menit penuh, pemain bernomor punggung 9 itu menunjukan bahwa ia sangat berguna di lapangan. Pergerakan tanpa bola, umpan-umpan progresif, dan gol-golnya seringkali menjadi pembeda di setiap pertandingan.

Mungkin situasi Gabriel Jesus yang tak jadi favorite lini depan City, hanya soal kepercayaan Pep yang tak kunjung tumbuh padanya. Pasalnya Gabjes ini nggak jelek-jelek amat. Ketika dimainkan, ia selalu memberikan yang terbaik di lapangan.

Bermain di Arsenal Adalah Penurunan Karir?

Pindah dari klub yang mendominasi liga dalam beberapa tahun terakhir menuju klub medioker macam Arsenal memang memberikan kesan bahwa transfer ini adalah sebuah penurunan level bagi pemain sekelas Gabriel Jesus. Performa Arsenal memang sedang angin-anginan di liga. Bahkan untuk sekadar mengamankan posisi empat besar saja, mereka cukup kesulitan.

Tapi jangan salah dulu, dengan gesitnya pergerakan The Gunners di bursa transfer, bukan tidak mungkin, mereka tengah menyiapkan proyek baru guna kembali bersaing untuk mengamankan posisi empat besar musim depan.

Terlebih dengan datangnya striker kaliber Gabriel Jesus, lini depan Arsenal akan sangat terbantu. Dengan sedikit sifat egois, Gabjes merupakan sosok striker haus gol. Dan Arsenal memang tengah membutuhkan sosok seperti itu di lini depan.

Tak dapat dipungkiri, secara level klub, Arsenal jauh apabila dibandingkan City, karena Arsenal bukan klub penantang gelar macam Manchester City atau Liverpool. Tapi kalau soal kemanfaatan di lapangan, talenta Gabjes tak akan disia-siakan Arsenal. 

Gabriel Jesus akan lebih berguna di Arsenal. Atributnya sebagai striker komplit akan membantu Mikel Arteta untuk mendongkrak performa tim musim depan. Mengingat, target Arsenal musim depan adalah kembali berlaga di kompetisi tertinggi di antarklub Eropa, Liga Champions. 

Gabjes Adalah Tipikal Pemain yang Disukai Arteta

Sebagai seorang penyerang, Gabjes punya banyak keunggulan. Ia bukan striker yang malas gerak macam striker-striker pemantul bola. Kalau malas, Pep Guardiola mungkin tak akan pernah mendatangkannya ke Etihad Stadium. Gabriel Jesus memiliki kecepatan yang cukup mumpuni, entah untuk merusak bentuk pertahanan maupun menekan lawan.

Gabriel Jesus juga memiliki atribut yang disukai Arteta. Musim lalu, Arteta menggunakan Lacazette sebagai pemain yang mau turun untuk menjemput bola dan menciptakan ruang bagi pemain lain. Nah, Jesus juga sangat nyaman memainkan peran tersebut. Ia tak keberatan bergerak lebih ke dalam untuk menjadi opsi umpan apabila diperlukan.

Pergerakan tanpa bola Jesus juga terbilang mengesankan. Ketika konsentrasi bek lawan sedang tertuju pada si pemegang bola, Gabjes sering menempatkan diri di titik buta pemain bertahan lawan. Posisi ini menguntungkan Gabjes untuk menyelinap ke ruang terbuka dan meningkatkan peluang tim untuk mencetak gol.

Pergerakan tanpa bola Gabjes akan memudahkan Martin Odegaard atau Fabio Vieira di lini tengah. Pergerakan Gabjes yang liar akan menarik perhatian bek lawan sehingga menciptakan ruang dan waktu lebih bagi Odegaard dan Vieira untuk mengkreasikan peluang.

Bagaimana dengan ketajamannya di depan gawang? Tentu tak perlu diragukan lagi. Gabjes memiliki nilai expected goal (xG) berada di angka 0,49 per 90 menit. Itu sedikit lebih unggul daripada Lacazette dengan 0,40 per 90 menit pada musim lalu. 

Gabjes Adalah Pemain Versatile

Selain itu, Gabriel Jesus juga menawarkan servis sebagai pemain depan yang serba bisa. Ia mampu bermain di mana saja asal itu posisi menyerang. Hal itu dibuktikan dengan eksperimen Pep Guardiola di penghujung musim 2021/2022. Pep seakan-akan memberi tahu Mikel Arteta, bahwa calon pemain barunya itu mampu bermain di berbagai posisi.

Hasilnya sangat memuaskan, ketika Pep Guardiola memainkan Gabjes sebagai seorang sayap kanan atau kiri dalam skema 4-3-3, Ia mampu mencetak 4 gol serta 7 assist dalam 17 pertandingan bermain di posisi tersebut.

Bermain sebagai sayap, Gabjes mengandalkan kecepatan, etos kerja dan sesekali melakukan gocekan khas Samba yang menipu pemain lawan. Kepiawaian Gabjes dalam mengolah si kulit bundar dibuktikan dengan data yang dikemukakan oleh Fbref bahwa dribble sukses milik Gabjes berada di angka 65,6% musim lalu. 

Berkat eksperimen ini, Gabjes memiliki daya tarik lebih sebagai seorang striker. Kelebihan ini bisa menjadi opsi yang berguna bagi Mikel Arteta untuk mengarungi kalender kompetisi yang kian padat. Gabjes mampu menggantikan Bukayo Saka apabila cedera atau sebatas untuk variasi lini depan. 

Pembelian Tepat?

Di atas kertas, perekrutan Jesus adalah jawaban buat Arsenal. Usianya belum tua-tua amat, yaitu masih berusia 25 tahun, yang mana itu masih masuk dengan visi Arsenal untuk bermain mengandalkan pemain-pemain muda musim depan. 

Belum lagi kecocokannya dengan gaya main Arteta. Sedikit banyak Arteta juga sudah paham dengan gaya main Gabriel Jesus. Itu karena mereka sempat bekerja sama saat membela City. Saat itu Arteta menjadi asisten Pep Guardiola sejak 2016 hingga 2019.

Namun, butuh waktu untuk membuktikan itu, setidaknya sampai Gabriel Jesus benar-benar nyetel dengan permainan Mikel Arteta. Siapa tahu Gabjes memang benar-benar jawaban atas kepergian Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette.

https://youtu.be/Y-HDbNtuxj8

Sumber: The Mastermind, Total Football Analyst, The Flanker, Football Faithful

Pesepakbola yang Bangkit Setelah Terdegradasi dari Premier League

0

Beberapa pemain sepakbola bernasib kurang beruntung. Kualitasnya yang bagus harus turut terpuruk apabila ia gagal membawa timnya lepas dari degradasi. Tak sedikit pesepakbola, khususnya Premier League yang merasakan degradasi.

Persaingan yang begitu ketat, membuat degradasi adalah sebuah keniscayaan. Buruk sedikit, sebuah tim harus siap turun kasta. Para pemainnya pun ada yang tetap bertahan, tapi ada pula pemain yang beruntung bisa diselamatkan kariernya oleh klub lain.

Tak jarang pemain-pemain yang berhasil selamat tersebut justru bangkit. Mereka menemukan kepercayaan diri dan menoreh banyak prestasi. Nah, berikut ini adalah pesepakbola yang bangkit setelah terdegradasi dari Premier League.

Andrew Robertson

Andrew Robertson memulai kariernya di Premier League bersama Hull City dengan sangat hebat. Ia bahkan masuk line up di pertandingan pembuka Hull City ketika bermain tandang ke markas Queens Park Rangers pada Premier League musim 2014-15. Sayangnya, Robertson gagal mempertahankan Hull City di Premier League.

Hanya dengan 17 caps di Premier League kala itu, Hull City pun terdegradasi tahun 2015, dan Robertson masih berada di dalamnya. Robertson menjalani masa bermain di Championship musim 2015-16 dengan luar biasa. Sampai ia akhirnya sukses membawa Hull City kembali ke Premier League dengan catatan 33 penampilannya. Ironis, hanya semusim Hull City akhirnya terdegradasi lagi.

Beruntung Robertson telah menciptakan musim yang manis ketika bermain di Premier League bersama Hull City. Hal itu membuatnya dilirik oleh Jurgen Klopp, pelatih Liverpool. Klopp pun membawa Robertson ke Anfield hanya dengan mahar 8 juta poundsterling (sekitar Rp143 miliar).

Robertson pun menjawab kepercayaan Klopp. Meski itu membutuhkan waktu sekitar lima bulan. Ia datang ke Anfield pada Juli 2017, lalu bermain menjadi starter reguler untuk Liverpool pada Desember 2017. Sejak saat itulah kehadiran Robertson disambut hangat oleh publik Anfield.

Apalagi pemain berkebangsaan Skotlandia telah menjelma bek kiri terbaik saat ini. Andrew Robertson pun akhirnya bisa bangkit ketika memperkuat Liverpool. Ia meraih beberapa gelar bergengsi termasuk Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, Liga Inggris, sampai Piala Super Eropa bersama Liverpool.

James Milner

James Milner menjalani musim yang baik dan buruk bersama Leeds United. Ia adalah pemain yang luar biasa. Sayangnya kemampuannya yang impresif itu membuatnya dipinjamkan oleh Leeds ke Swindown Town. Namun, ia hanya sebentar di sana.

Milner menjalani musim 2002-03 bersama Leeds dengan catatan 30 penampilan dan tiga golnya. Waktu itu ia menjadi anak muda yang mendapat sorotan karena penampilannya. Namun, pada musim berikutnya kemampuan Milner tak cukup membuat Leeds bertahan di Premier League, dan akhirnya terdegradasi tahun 2004.

Milner pada waktu itu sejatinya enggan berpisah dengan Leeds United. Ia ingin turut berjuang bersama The Whites agar bisa kembali ke Premier League. Namun, tawaran 7 juta euro (sekitar Rp107 miliar) dari Newcastle United memaksanya pindah ke St. James Park. Bersama The Magpies kemampuannya sebagai gelandang sayap mulai terasah.

James Milner total bermain bersama Newcastle di 136 laga. Dari situ ia mengantongi 11 gol dan 19 assist. Catatan yang tidak terlalu buruk bagi seorang pemain tengah sayap. Terbukti hanya berbekal itu, Aston Villa akhirnya membeli Milner dari Newcastle seharga 15 juta euro (sekitar Rp230 miliar).

Bersama Aston Villa penampilannya makin dahsyat. Milner sudah mencatatkan 126 caps salama bermain di Villans. Jumlah assist dan golnya pun meningkat. Di Aston Villa ia mengoleksi 25 assist dan 22 gol. Performanya yang gemilang itu membuatnya dibeli Manchester City dengan banderol lebih mahal, yaitu 22 juta euro (sekitar Rp338 miliar).

Berseragam City ia pernah juara Liga Inggris dua kali, sebelum kontraknya habis dan tidak diperpanjang, Liverpool masuk untuk membeli. Bermain untuk Liverpool membuatnya makin sukses dengan satu gelar Liga Champions yang ia kantongi.

Giorginio Wijnaldum

Ketika Newcastle United terdegradasi dari Premier League tahun 2016, Giorginio Wijnaldum yang saat itu berseragam The Magpies mencari pelabuhan baru. Ia tahu bahwa untuk meningkatkan level permainannya, ia mesti tetap bermain di kasta tertinggi.

Liverpool yang sudah ditangani Jurgen Klopp melihat Wijnaldum bisa jadi sosok pemain kunci di skuadnya. Keduanya menjalin pembicaraan, dan Wijnaldum tentu senang dengan keinginan mantan manajer Borussia Dortmund untuk merekrutnya.

Klopp berhasil meyakinkan Wijnaldum untuk datang ke Anfield. Wijnaldum sendiri percaya bahwa Klopp adalah pelatih yang tepat jika ingin meningkatkan kemampuannya. Benar saja, Klopp langsung mengubah peran Wijnaldum di skuadnya.

Pemain Belanda yang ketika di Newcastle bermain sedikit menyerang itu, di bawah asuhan Klopp, bermain jauh lebih ke dalam. Dengan posisi itu, Wijnaldum bahkan membantu Liverpool memenangi empat dari enam pertandingan mereka di awal musim 2016-17.

Wijnaldum menjalani 36 pertandingan di Liga Inggris musim itu. Ia juga berhasil mengemas 11 assist dan 6 gol untuk Liverpool. Sementara, The Reds bertengger di peringkat empat.

Penampilannya di musim itu, bagi Wijnaldum tidak mengesankan. Sampai akhirnya dua musim berselang, trofi yang ia idam-idamkan datang juga. Wijnaldum membawa Liverpool juara Liga Champions musim 2018-19, dan setahun berselang ia juga turut membawa Liverpool juara Liga Inggris.

Kieran Trippier

Dari pemain-pemain sebelumnya, cuma Kieran Trippier yang meraih trofi hebatnya di luar Inggris. Ia meraih gelar La Liga bersama Atletico Madrid pada musim 2020-21. Namun, siapa menyangka, Trippier pernah terpuruk, tim yang ia bela terdegradasi.

Pada tahun 2012, Tripper bergabung dengan Burnley setelah tiba dari Manchester City sebagai pemain pinjaman. Ia memang produk Manchester City, namun The Citizen tidak pernah memasukkannya ke dalam skuad.

Trippier justru dipinjamkan ke Barnsley sebelum akhirnya dijual City ke Burnley. Ia bermain untuk Burnley di Championship dengan torehan 132 pertandingan dengan 28 assist dan 4 gol. Penampilannya itu mengangkat Burnley untuk promosi pada tahun 2014.

Tapi sayang, tahun berikutnya Burnley terdegradasi dan Trippier diselamatkan Tottenham Hotspur yang membelinya dengan banderol Rp85 miliar kala itu. Bersama Tottenham Hotspur, Trippier pernah bermain di final Liga Champions saat The Lilywhites kalah dari Liverpool.

Marcos Alonso

Marcos Alonso, bek sayap andalan Chelsea itu pernah terdegradasi dari Premier League bersama mantan klubnya, Bolton tahun 2012. Namun, perjalanannya tak berhenti sampai di situ. Ia yang akhirnya dijual ke Fiorentina, sedikit demi sedikit mulai bangkit.

Marcos Alonso bermain di 85 laga bersama Fiorentina. Ia juga mencetak 5 gol dan mengantongi 7 assist sebelum di tengah-tengah masa kontraknya dengan Fiorentina, Alonso dipinjamkan ke Sunderland.

Ia tidak terlalu bagus di Sunderland yang kelak juga terdegradasi. Marcos Alonso hanya bermain di 16 pertandingan saja di Premier League saat berseragam Sunderland. Hal itu membuatnya kembali ke Fiorentina. Sampai ia pun akhirnya dibeli Chelsea dari Fiorentina tahun 2016.

Chelsea membeli Marcos Alonso dengan ongkos 23 juta euro (sekitar Rp353 miliar). Kepindahannya ke Chelsea, menjadi titik pijak penampilan Marcos Alonso. Ia tampil bagus menjadi wing back Chelsea era Antonio Conte. Pada musim pertamanya di Chelsea, Alonso sudah mendapatkan trofi Liga Inggris.

Xherdan Shaqiri

Pada tahun 2018, Jurgen Klopp, manajer Liverpool membuat kejutan dengan mendatangkan Xherdan Shaqiri dari Stoke City. Apa yang diinginkan Klopp dari pemain depan seperti Shaqiri yang berasal dari klub yang terdegradasi waktu itu?

Mendatangkan Shaqiri saat skuad Liverpool masih penuh dengan amunisi berbakat, seperti sebuah keanehan. Apalagi Shaqiri statusnya adalah pemain The Potters yang terdegradasi. Belum lagi Shaqiri yang berposisi di lini serang, padahal lini serang Liverpool sudah penuh terisi pemain hebat.

Boleh dibilang pembelian Shaqiri oleh Liverpool ini hanya seperti penyelamatan saja. Klopp mungkin hanya ingin menyelamatkan karier Shaqiri. Terbukti selama berseragam Liverpool, Shaqiri hanya bermain sebanyak 63 kali dari musim 2018-19 sampai 2020-21.

Pemain Switzerland itu hanya mencetak 8 gol dan 9 assist. Hal itu membuat Liverpool akhirnya melego Shaqiri ke Lyon, sebelum ia akhirnya terbang ke Chicago. Terlepas dari itu, Shaqiri terbilang beruntung kariernya selamat dari degradasi dan bisa mengangkat trofi Liga Inggris dan Liga Champions.

https://youtu.be/BZRPplkHggA

Sumber referensi: DailyMail, Informationng, BR, UKNewsYahoo, HullDailyMail, Skysports, BR

Bisnis Dibalik Tur Pra Musim Klub-Klub Eropa

Libur telah usai, kini beberapa klub Eropa sudah menjalankan latihan pra musimnya demi mempersiapkan kompetisi musim depan yang sudah semakin dekat. Tak terkecuali mempersiapkan beberapa laga uji coba baik di luar maupun dalam negeri.

Untuk yang di luar negeri, para klub sudah menjadwalkan kembali tur pra musimnya yang sempat tertunda beberapa musim ke belakang karena pandemi. Namun di sisi lain jadwal yang padat musim depan karena ada piala dunia membuat pertanyaan muncul, apakah masih perlu klub Eropa jauh-jauh sampai ke Asia maupun Amerika untuk melakukan laga uji coba?

Jadwal Padat Di Musim Yang Tak Normal

Tak dipungkiri musim depan adalah jadwal yang tak normal dalam kalender sepakbola. Adanya Piala Dunia di bulan November mendatang di Qatar jadi penyebabnya. Belum lagi setelah musim rampung kemarin, masih diberondong partai Nations League yang membuat durasi libur para pemain cenderung singkat. Sementara, awal Agustus 2022 ini para klub sudah kembali ready untuk kompetisi di negaranya masing-masing.

Dari padatnya jadwal musim depan, klub dan pemain masih juga disibukkan dengan tur pra musim ke luar Eropa. Mau tak mau para pemain harus mengikuti agenda klub. Dan klub juga sebenarnya tak bisa menghindar untuk tidak mengikuti tur pra musim yang sudah dijadwalkan berkat para partner bisnis mereka, termasuk sponsor dan promotor.

Kalau di musim-musim yang normal ketika tidak ada Piala Dunia di akhir tahun, mungkin tur pra musim di Asia maupun Amerika sudah menjadi hal yang wajar adanya. Namun di musim padat seperti ini, bukankah alangkah lebih baiknya klub Eropa tak perlu jauh-jauh melancong untuk memanasi mesin mereka jelang musim bergulir?

Bisnis Setelah Pandemi

Tur pra musim ini tentu tak lepas dari yang namanya bisnis. Kita tahu selama ini dunia dilanda pandemi, dan beberapa klub mengalami pendapatan yang menurun. Di mana penurunan pendapatan itu salah satunya disebabkan oleh tidak adanya tur pra musim mereka. Misalnya saja Manchester United, dalam audit keuangannya pada 2021, mereka telah kehilangan pemasukan sekitar 50 juta pounds (Rp899 miliar) ketika tak melakukan perjalanan tur pra musimnya karena pandemi.

Maka dari itu, beberapa klub, tentu saja termasuk Manchester United dan klub-klub Liga Inggris lainnya mulai menjadwalkan pra musim mereka. Klub-klub Eropa bersiap meraup untung dari segi bisnis tur pra musimnya kali ini setelah sekian lama terjerat pandemi. Ada yang ke Amerika, ada yang ke Korea, Thailand, Singapura, maupun Australia.

Bagaimanapun, sudah menjadi rahasia umum ketika sepakbola kini sudah menjadi merek dagang yang sangat komersial bagi dunia bisnis. Bisnis sepakbola terutama di Eropa memang sudah sangat kompleks. Karena itulah sponsor bisa menentukan agenda tur pramusim sebuah klub.

Misalnya, Arsenal dengan Emirates-nya. Emirates lah yang membawa Arsenal ke tur pramusim bahkan di negeri-negeri timur tengah termasuk Uni Emirat Arab sendiri. Kemudian ada Standard Chartered yang membawa Liverpool bolak-balik tur ke AS. Dulu ketika bersponsor Garuda Indonesia, The Kop juga pernah mampir ke Indonesia. Dalam hal ini pasti terjadi mutual benefit antara kedua belah pihak, baik sponsor maupun klub untuk mendapatkan ekspos besar-besaran di depan media dan fansnya.

Klub-klub Eropa dan sponsor kini semakin sadar bahwa potensi pasar mereka sudah mengalami kejenuhan di negeri sendiri. Krisis ekonomi yang menerjang kebanyakan negara eropa beberapa tahun terakhir membuat bisnis sepakbola di benua biru mengalami stagnasi. Maka tur ke Asia maupun Amerika menjadi alternatif pengembangan pasar yang sungguh menggiurkan. Jumlah penduduk yang banyak dan tingkat pertumbuhan perekonomian negara-negara Asia maupun Amerika yang terus mengalami peningkatan menjadi sumber finansial yang potensial.

Tur pra musim dimaknai sebagai upaya menjangkau pasar seluas-luasnya untuk mengeruk keuntungan semata. Lalu bagaimana segi manfaat bagi pemain? Hal ini tidak terlalu terasa. Karena mereka hanya ngikut dengan klub dan klub juga hanya ngikut apa permintaan sponsor dan promotor.

Oh iya, promotor ini juga sebenarnya berpengaruh bagi terlaksananya tur pra musim di sebuah negara selain sponsor. Campur tangan promotor dengan membayar sejumlah nominal tertentu kepada klub, merupakan faktor penting bagi kesepakatan klub itu mau datang ke suatu negara tertentu. Dan itu ongkos nominalnya mahal.

Nah, hal itulah kenapa jarang lagi ada klub-klub Eropa mampir ke tanah air. Seperti yang dikatakan salah satu promotor di Indonesia, Mahaka Sports. Untuk mendatangkan tim besar Eropa ongkosnya tidaklah murah. Belajar dari kasus mendatangkan Liverpool, ketika itu harganya di kisaran 1,5 sampai 2 juta dolar atau sekitar Rp 20 miliar. Dan itu pun belum termasuk hotel dan segi pengamanannya. Kalau hitungannya balik modal, sepertinya sulit.

Hati Hati Cuaca, Rumput, Dan Cedera

Terlepas dari segala permasalahan bisnis yang menguntungkan itu, tur pramusim terkadang menyimpan malapetaka. Bagaimana tidak? Sering kali tragedi yang tak diharapkan seperti cedera pemain kerap terjadi di tur pra musim ini.

Perjalanan yang jauh dan suasana lingkungan yang berbeda membuat tak sedikit para pemain tak betah. Namun bagaimanapun mereka mau tak mau dipaksa untuk betah. Di sinilah bagaimana arti sebenarnya dari “bisnis berada di atas segalanya”. Ketika nasib para pemain tak dihiraukan atas nama keuntungan dengan dalih profesionalisme.

Selain itu, cuaca yang sangat berbeda dengan Eropa, terutama Asia, baik itu Asia Pasifik maupun Asia Barat cenderung tak bersahabat bagi para pemain. Ditambah struktur lapangan dan infrastruktur yang kurang memadai, membuat resiko pemain terkena cedera semakin besar.

Liburan Dan Pemanasan Tim

Karena sudah menjadi keharusan, terkadang para pemain juga tak menghiraukan masalah-masalah tadi. Bahkan mereka juga tak mau rugi untuk tidak memanfaatkan tur pra musim ini. Seperti pepatah, sambil menyelam minum air, para pemain memanfaatkan tur pra musim sekaligus sebagai bonus waktu liburan mereka.

Di samping itu, para pemain bisa menyapa para fansnya di beberapa negara. Di sini artinya para pemain tahu, meskipun dimanfaatkan dari segi bisnis, mereka tak mau rugi dan pasrah begitu saja.

Dari segi klub sendiri, selain meraup banyak keuntungan, tur pra musim bisa dimanfaatkan untuk mencoba racikan tim dengan optimal, dan menyesuaikan performa pemain. Para pemain yang baru direkrut di bursa transfer musim panas biasanya akan dicoba dalam tur pra musim ini. Selain itu, tur pra musim ini juga bisa bermanfaat untuk memberi waktu bermain lebih bagi para pemain muda.

Dari situ artinya semua pihak pun sebenarnya mendapat keuntungan. Baik pemain, klub, sponsor, promotor maupun negara yang dikunjungi. Walaupun kalau dihitung dari segi bisnis, tahu sendirilah yang untung besar siapa.

https://youtu.be/lkVUl8s_mZM

Sumber Referensi : theathletic, worldfootballsummit, dailymail

Berita Bola Terbaru 5 Juli 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

BIRMINGHAM PECAT PELATIH LEE BOWYER

Mantan gelandang Leeds, Newcastle dan West Ham Lee Bowyer meninggalkan St Andrew’s setelah 16 bulan bekerja. Dilansir dari Sky Sports, Birmingham City telah mengkonfirmasi kepergian pelatih kepala Lee Bowyer. Dia dipecat karena hasil yang mengecewakan pada musim lalu. Sejak menjabat pelatih di Birmingham pada maret 2021, Bowyer hanya bisa menempatkan Birmingham di posisi ke-20 klasemen akhir divisi Championship musim 2021/22. 

LEGENDA AS ROMA ANGKAT BICARA TERKAIT KABAR ZANIOLO KE JUVENTUS

Francesco Totti menegaskan kepada mantan timnya AS Roma, bahwa mereka tidak akan menyesal melepas kepergian Nicolo Zaniolo ke Juventus. Sebab, Giallorossi bisa merekrut pemain lain yang memiliki kualitas terbaik. Sebagaimana diketahui Zaniolo santer dikaitkan bergabung dengan raksasa Serie A, Juventus pada musim panas 2022. Akan tetapi, sejauh ini kedua tim belum menemukan kesepakatan.

VLAHOVIC DIKLAIM LEBIH BAIK DARI HAALAND

Presiden FA Serbia, Nenad Bjekovic, mengklaim striker Juventus, Dusan Vlahovic memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang bomber Manchester City, Erling Haaland. Menurutnya, variasi dan gaya menyerang Vlahovic lebih oke ketimbang Haaland, yang dianggap banyak pihak sebagai jaminan gol bagi City. Namun, yang mungkin sedikit dilupakan Bjekovic adalah sejauh ini Haaland sudah mencetak 25 gol dari 27 kali penampilannya di kompetisi Eropa. Sedangkan Vlahovic sendiri baru mengoleksi 3 gol saja, semuanya dicetak saat ia sudah berseragam Juventus.

DINO ZOFF MEMBELA DONNARUMMA

Meski menjalani musim debut yang sulit di PSG, legenda Italia Dino Zoff menegaskan bahwa Gianluigi Donnarumma adalah kiper terbaik Italia: “Dia membuat kami memenangkan Euro,” ucap Zoff. Seperti diketahui, Donnarumma bukan starter reguler di Paris karena harus berbagi tempat dengan Keylor Navas pada 2021/22. Gigio mengalami pasang surut di musim pertamanya di Paris, baik untuk klub maupun negara, tetapi Zoff masih memiliki banyak kepercayaan pada mantan kiper Milan itu.

LAZIO TOLAK TAWARAN CHELSEA DAN NEWCASTLE UNTUK SAVIC

Chelsea dan Newcastle United dikabarkan tertarik untuk mengamankan servis Sergej Milinkovic-Savic. Akan tetapi, tawaran yang diajukan tak membuat klub pemilik, Lazio puas. Pasalnya, Presiden Lazio Claudio Lotito menginginkan tak kurang dari 70 juta euro untuk pesepakbola berusia 27 tahun itu. Sementara Newcastle dan Chelsea hanya menawar di angka 55 juta euro.

KETIMBANG INTER, DYBALA LEBIH DISARANKAN GABUNG AC MILAN

Sejak beberapa bulan lalu calon destinasi berikutnya dalam karier Paulo Dybala mulai mengemuka. Nama Inter paling kencang disebut sebagai calon klub baru pemain 28 tahun tersebut. Akan tetapi, pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi menilai bahwa Dybala lebih cocok untuk bermain di AC Milan ketimbang sang rival sekota mereka di Serie A, Inter Milan. Meski demikian, ada syarat yang harus dipenuhi Dybala jika memang bermain untuk Milan. “Pemain Argentina itu perlu membuat dirinya tersedia, terlibat dalam memenangkan bola kembali dan menggunakan kecepatannya. Sepak bola modern adalah tentang pergerakan,” ucap Sacchi.

MEMPHIS DEPAY INGIN BERTAHAN DI BARCELONA

Laporan dari Football Espana, Senin (4/7) mengklaim pelatih Barcelona Xavi Hernandez telah memberitahu Memphis Depay dapat didepak karena klub ingin mendapatkan uang 25 juta euro dari penjualannya. Depay dikabarkan terluka kepada sikap klub dan merasa diperlakukan tak adil. Meskipun ada kemungkinan dijual oleh Barcelona, Depay dengan tegas berkomitmen tetap bertahan. Ia pun tak ada niat meninggalkan Blaugrana dalam beberapa pekan ke depan.

NAPOLI PERTIMBANGKAN TRANSFER KEYLOR NAVAS

Melansir laporan AS, Napoli tertarik untuk mendapatkan jasa kiper PSG ,Keylor Navas menyusul kepergian David Ospina. Tim Italia selatan secara resmi mengumumkan bahwa Alex Meret telah memperbarui kontrak, dan ingin memiliki kiper yang lebih berpengalaman untuk mengimbanginya, terutama selama pertandingan besar. Di sisi lain, Keylor tidak menikmati musim yang sangat baik di Paris. Kedatangan Donnarumma ke skuad Paris membuatnya harus berbagi menit bermain.

PIALA AFRIKA 2023 DITUNDA SAMPAI 2024 KARENA HAL INI

Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) memutuskan untuk kembali menggeser penyelenggaraan Piala Afrika edisi berikutnya ke bulan Januari 2024 dari jadwal awal Juni-Juli 2023. Pantai Gading akan tetap menjadi tuan rumah Piala Afrika edisi berikutnya, tetapi kekhawatiran terhadap cuaca di sisi barat benua Afrika pada tengah tahun berujung pergeseran jadwal yang diputuskan dalam rapat CAF di Maroko, Minggu (3/7).

STY PASTIKAN NATURALISASI JORDI AMAT LANJUT

PSSI dan pelatih Shin Tae-yong tetap memutuskan untuk melanjutkan proses naturalisasi untuk Jordi Amat. Bahkan mantan pelatih timnas Korea Selatan itu menulis langsung surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan untuk melanjutkan proses naturalisasi itu. Sebelumnya, kepindahan Amat ke klub Malaysia Johor Darul Takzim sempat menuai pro dan kontra. Namun, ia memastikan komitmen untuk terus melanjutkan proses naturalisasi hingga menjadi WNI.

RONALDO DAN NEYMAR DIKABARKAN AKAN GABUNG CHELSEA

Melansir dari Bleacherreport, Chelsea dikabarkan tengah menyusun rencana besar dalam bursa transfer musim panas, salah satunya agenda mendatangkan Cristiano Ronaldo dan Neymar. Merekrut Ronaldo dan Neymar merupakan upaya sang pemilik baru Todd Boehly untuk mengembalikan kejayaan Chelsea di Liga Inggris. Kedua perwakilan dua megabintang tersebut juga dilaporkan telah bertemu dengan Todd Boehly.

RONALDO TIDAK IKUT LATIHAN PRAMUSIM MANCHESTER UNITED

Cristiano Ronaldo absen latihan hari pertama pramusim Manchester United bersama pelatih baru Erik ten Hag pada Senin pagi (4/7). Hal itu memanaskan isu Cristiano Ronaldo yang mau hengkang dari Manchester United. Pemain asal Portugal tersebut bahkan dikabarkan sudah mengatakan keinginannya untuk pergi dari Old Trafford musim panas ini. Namun ternyata eks bintang Juventus itu tak hadir karena alasan keluarga.

ERIKSEN SETUJU BERSERAGAM MANCHESTER UNITED

Manchester United akhirnya mulai aktif bergerak di bursa transfer musim panas 2022 ini. Setelah diyakini tinggal menunggu waktu untuk merampungkan transfer Tyrell Malacia dan Frenkie de Jong, MU dikabarkan juga berhasil mengamankan servis Christian Eriksen. Seperti diklaim dua jurnalis ternama sekaligus pakar transfer, Fabrizio Romano dan David Ornstein, Eriksen telah mencapai kata sepakat dengan Setan Merah, Senin (4/7), untuk merapat dengan status free transfer. Pemain asal Denmark itu akan dikontrak sampai Juni 2025.

BERBURU DE LIGT, BAYERN MUNCHEN UNGGUL DARI CHELSEA

Bek Juventus, Matthijs de Ligt sedang dalam sorotan. Sebab, ada dua tim yang mengincarnya pada bursa transfer musim panas kali ini. Mereka adalah Bayern Munchen dan Chelsea. Chelsea telah mengajukan tawaran kedua Rp 1,2 triliun guna mendapatkan De Ligt. Sayangnya Chelsea juga bukan prioritas utama dari De Ligt. Bek berusia 22 tahun itu lebih mengutamakan tawaran yang datang dari Bayern.

ARSENAL RESMI BOYONG GABRIEL JESUS DARI MAN CITY

Melalui situs resminya, Arsenal telah mengumumkan transfer Gabriel Jesus. Meriam London merampungkan proses transfer Gabriel Jesus itu dari Manchester City senilai 45 juta pounds atau Rp 818 miliar. Pemain yang berposisi sebagai penyerang tengah itu diberi kontrak berdurasi panjang yakni lima tahun. Pesepakbola yang mengidolakan Neymar itu akan mengenakan nomor punggung 9 di Arsenal.

KALVIN PHILLIPS RESMI GABUNG MAN CITY 

Manchester City resmi mendatangkan Kalvin Phillips dari Leeds United. Gelandang 26 tahun tersebut diikat dengan kontrak enam tahun di Elland Roads. The Cityzen merekrut Phillips dengan harga 45 juta pounds atau sekitar Rp 818 miliar. Phillips akan mengenakan nomor punggung 4, ia menyatakan tekadnya untuk terus berkembang di bawah asuhan Pep Guardiola.

AC MILAN RILIS JERSEY KANDANG MUSIM 2022/23

AC Milan resmi merilis jersey kandang anyar untuk musim 2022/23. Jersey kandang teranyar AC Milan terinspirasi oleh kekayaan warisan Kota Milano, spirit generasi baru Rossoneri, dan sebuah sentuhan khas Milan yang terwakili slogan “That Milan Touch”. Ada aksen spesial dalam jersey kandang AC Milan untuk musim 2022/23. Apalagi kalau bukan emblem perisai bendera Italia alias scudetto di bagian dada.

BARCELONA RESMI REKRUT FRANCK KESSIE DAN ANDREAS CHRISTENSEN

Barcelona resmi mengumumkan Andreas Christensen dan Franck Kessie sebagai pemain baru mereka untuk musim depan. Nama Kessie lebih dulu diumumkan sebagai pemain baru Barcelona musim ini. Kessie datang dengan status bebas transfer dan diikat hingga 2026 mendatang. Christensen lalu diumumkan sebagai nama baru berikutnya yang jadi bagian tim Barcelona. Blaugrana juga mendapatkan Christensen dengan status bebas transfer.

BUKAN PINJAMAN, FIORENTINA AKAN GAET LUKA JOVIC SECARA PERMANEN DAN GRATIS

Menurut laporan Football Italia, Real Madrid merelakan striker Luka Jovic untuk bergabung secara gratis dengan Fiorentina demi melepaskannya secara permanen musim panas ini. Sang striker berusia 24 tahun akan tiba di Florence pada hari Sabtu (9/6) mendatang untuk menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. Para direktur klub tengah berusaha untuk menyelesaikan proses administrasinya pada saat ini.

FULHAM RESMI DATANGKAN JOAO PALHINHA DARI SPORTING

Klub Premier League Fulham telah merekrut pemain Sporting Lisbon, Joao Palhinha dengan mahar 20 juta pounds. Pemain internasional Portugal berusia 26 tahun telah menyetujui kontrak lima tahun, dengan opsi memberi tambahan perpanjangan kontrak 12 bulan, membuatnya tetap di Craven Cottage hingga setidaknya musim panas 2027.

PALERMO RESMI DIBELI PEMILIK MANCHESTER CITY

Pemilik Manchester City telah menyelesaikan kesepakatan untuk membeli klub Italia, Palermo. City Football Group (CFG) telah melakukan pembicaraan lanjutan dengan klub Serie B itu, untuk menjadi klub ke-11 dalam portofolio mereka. Dikutip Dailymail, Senin, CFG mengambil alih 80 persen kepemilikan saham Palermo, sementara mantan pemilik Dario Mirri mempertahankan sisanya dan akan tetap bertugas sebagai presiden klub.

ARTURO VIDAL SEGERA GABUNG FLAMENGO PADA MUSIM PANAS INI

Arturo Vidal dilaporkan akan segera bergabung dengan Flamengo pada musim panas ini. Hal tersebut setelah Inter Milan mengizinkannya untuk hengkang pada musim panas ini. Sang pemain menginginkan untuk bergabung dengan klub papan atas Brasil tersebut pada musim panas ini dan tampaknya akan mengakhiri karir profesionalnya di Flamengo.

ZANIOLO TOLAK TAWARAN PSG, JUVENTUS JADI TUJUAN BERIKUTNYA

Pemain muda Italia, Nicolo Zaniolo dilaporkan semakin dekat ke Juventus usai menolak tawaran Paris Saint-Germain. Pemain 23 tahun itu secara lisan telah setuju untuk bergabung ke Juventus. Kendati demikian, Juventus belum secara resmi melayangkan tawaran ke AS Roma. Andai serius, Juventus harus merogoh kocek sebesar 33 juta euro atau setara Rp 515 miliar untuk mendatangkan Zaniolo.

LEEDS SEGERA DATANGKAN TYLER ADAMS DARI RB LEIPZIG

Leeds United segera mengontrak gelandang timnas Amerika Serikat Tyler Adams yang bermain bersama RB Leipzig dengan biaya transfer sekitar 15 juta pound. Pesepakbola berusia 23 itu selangkah lagi pindah ke Elland Road yang akan membuatnya bersatu kembali dengan manajer Jesse Marsch yang melatihnya di New York Red Bulls dan Leipzig.

INDONESIA U19 BANTAI BRUNEI DARUSSALAM

Timnas Indonesia U-19 pesta gol saat menghadapi Timnas Brunei Darussalam dalam laga keduanya di Grup A Piala AFF U-19 2022, Senin (4/7) malam hari WIB. Pasukan Shin Tae-yong bisa membobol gawang tim lawan sebanyak tujuh kali dalam pertandingan yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga itu. Enam gol di babak pertama, dan satu gol di paruh kedua. Sebanyak 7 gol dicetak oleh Hoky Caraka yang mengemas quatrik. Sementara Arkan Fikri, Ronaldo Kwateh serta Alfriyanto Nico mencetak masing-masing satu gol. Laga selanjutnya Indonesia akan bertemu Thailand, Rabu (6/7).

Atletico Madrid Terperangkap dan Sulit Bergerak di Bursa Transfer

Adem ayem, itulah kata yang paling tepat menggambarkan Atletico Madrid di bursa transfer musim panas ini. Mereka tak ngegas di bursa transfer seperti musim-musim sebelumnya, baik dalam menjual maupun membeli pemain. Ada apa gerangan?

Menarik untuk menunggu aksi Los Rojiblancos berselancar di lantai bursa transfer kala para rivalnya seperti Real Madrid maupun Barcelona sudah curi start duluan. Apakah dengan terlambatnya aktivitas transfer Atletico ini bisa dikatakan menjadi tanda-tanda Atletico tak bisa lagi mengusik duo raksasa La Liga itu musim depan?

Terjebak Pembatasan Gaji.

Ketidakaktifan Atletico Madrid musim panas ini di bursa transfer tentu ada penyebabnya. Dan ini juga bukan berarti Atletico di bawah Simeone sudah puas dengan skuadnya saat ini. Melainkan karena tim berjuluk Los Rojiblancos itu terhalang dengan aturan pembatasan gaji yang diterapkan di La Liga.

Sebagaimana diketahui, Liga Spanyol menggunakan kebijakan pembatasan gaji pemain. Kini Atletico ikut merasakan getah dari aturan tersebut. Dilansir Marca, tuntutan gaji Atletico kini mencapai 200 juta euro (Rp3,1 triliun). Oleh karena itu, Atletico harus melepas beberapa pemain jika mau mendapatkan nama-nama baru pada bursa transfer musim panas ini.

Masalah tersebut disinyalir karena para pemain inti Atletico selalu meminta kenaikan gaji ketika menandatangani kontrak barunya. Sebagai contoh, gaji pemain seperti Stefan Savic, Jose Gimenez dan Marcos Llorente sempat dinaikkan sejalan dengan performa mereka di lapangan.

Belum lagi, gaji penjaga gawang mereka, Jan Oblak, ditambah gelandang mereka, Koke serta para striker mereka seperti Griezmann dan Suarez yang terbilang bergaji sangat tinggi. Selain itu, Diego Simeone juga merupakan pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia setelah berulang kali melakukan perpanjangan kontrak.

Presiden Los Rojiblancos, Enrique Cerezo mengakui bahwa klub kini perlu mengumpulkan setidaknya 40 juta euro dengan penjualan pemain sebelum klub bisa mulai memperkuat skuad mereka musim depan. “Anda tahu bahwa kami tunduk seperti semua klub ke La Liga. Dan kami harus memenuhi beberapa komitmen keuangan. Pasar transfer tidaklah mudah. Kami akan melihat dulu siapa yang cocok kami jual dan siapa yang kami beli,” kata Cerezo.

Kondisi semacam ini tentu terjadi karena klub telah melanggar batas gaji La Liga mereka musim lalu. Sedangkan Atletico hanya dapat menginvestasikan kembali paling banyak 33 persen dari uang yang mereka kumpulkan dari penjualan pemain musim lalu. Artinya dalam neraca keuangan, pemasukan mereka tak sebanding dengan pengeluaran mereka musim lalu.

Kini, menarik untuk dinanti tugas CEO Atletico, Miguel Angel Gil Marin, dan direktur olahraga, Andrea Berta dalam bermanuver. Tentu dalam misi utamanya yakni menormalkan kembali batasan keuangan klub selama bursa transfer musim panas ini.

Terjebak Morata Dan Saul

Akan tetapi, mereka kembali mempunyai permasalahan baru sekarang. Kembalinya Alvaro Morata dan Saul Niguez memunculkan percikan masalah baru bagi Atletico. Hal ini terjadi karena opsi pembelian permanen untuk keduanya di masing-masing klub tidak terpenuhi. Mereka pun cenderung tidak memenuhi ekspektasi di klub yang meminjamnya. Maka dari itu wajar saja kalau mereka dikembalikan.

Nah, sudah jatuh tertimpa tangga pula Atletico ini. Sudah punya masalah pembatasan gaji, eh ditambah kembalinya dua pemain dengan gaji yang tinggi pula. Posisi di starting eleven Atletico, baik Saul dan Morata pun kini bukanlah jaminan. Mengingat komposisi di tengah maupun di depan sudah menumpuk.

Di depan sudah bercokol banyak nama seperti Griezmann, Correa, Joao Felix maupun Matheus Cunha. Keberadaan Morata tentu masih menjadi pertimbangan. Begitupun Saul, di lini tengah Atletico sudah ada banyak stok seperti Marcos Llorente, De Paul, Kondogbia, Lemar, Carrasco maupun Koke. Dari segi posisi starter di lini tengah, sepertinya Saul juga dipertanyakan.

Opsi melepas Morata dan Saul kini menjadi opsi terbaik ketika keduanya juga masih mempunyai value berarti. Masalahnya kini, untuk menemukan pembelinya susah. Hal itu karena gaji mereka juga tergolong tinggi dan performanya juga tak terlalu meyakinkan. Opsi peminjaman kembali pun juga menjadi jalan ninja bagi perbaikan struktur gaji Atletico musim depan.

Kalah Start Dari Rival

Kini, saat Atletico sedang mengurusi permasalah pelik keuangan klubnya, di sisi lain para rivalnya sudah mencuri start di bursa transfer. Real Madrid dan Barcelona, dua raksasa La Liga itu sudah berbenah dengan mendatangkan amunisi barunya. Hal ini mungkin membuat Atletico Madrid ketar-ketir.

Bagaimanapun, Atletico Madrid di bawah Simeone adalah perusak hegemoni dua raksasa La Liga tersebut. Dan itu menjadi nilai jual La Liga tersendiri selama beberapa tahun terakhir. Hal ini mesti dipikirkan kembali, bisakah Atletico kembali menjadi penantang serius Madrid dan Barca musim depan?

Kini Atletico perlahan mulai membenahi permasalahanya, demi mengejar ketertinggalan mereka dari apa yang dilakukan Real Madrid dan Barca. Mereka sudah melepas gaji beberapa pemainnya seperti Suarez yang tak tau akan ke mana. Kemudian Sime Vrsaljko yang baru hijrah ke Olympiakos serta Hector Herrera yang hijrah ke MLS.

Selanjutnya Los Rojiblancos juga tak menutup kemungkinan melakukan cuci gudang demi keluar dari jebakan transfer ini. Pemain seperti Vitolo, Santiago Arias, Daniel Wass merupakan nama-nama yang mungkin akan jadi korban. Mengingat mereka juga secara value masih memungkinkan untuk pemasukan klub.

Musim depan Atletico sebenarnya sudah mengantongi satu pemain yakni Samuel Lino. Pemain sayap asal Brazil yang ditebus senilai 6,5 juta euro dari klub Portugal, Gil Vicente pada Januari lalu. Akan tetapi pemuda 22 tahun itu belum bisa didaftarkan mengingat Atletico masih dalam masalah pembatasan gaji.

Prioritas Atletico selanjutnya adalah mencari bek kanan dan juga amunisi gelandang baru. Di posisi bek kanan, kini praktis Atletico sudah ditinggal dua pemainnya yakni Trippier dan Vrsaljko. Kini, nama Nahuel Molina dari Udinese serta Emerson Royal adalah dua nama yang mencuat sebagai incaran Simeone di bek kanan. Transfer pemain tersebut tentu tak mudah ketika harga mereka tergolong mahal sekitar 30-40 juta euro (Rp462 miliar-Rp625 miliar) dan Atletico harus menjual banyak pemain dulu.

Di lini tengah juga mereka sudah memprioritaskan kedatangan gelandang Dortmund, Axel Witsel dengan status free transfer. Masalah gajinya, tentu juga menunggu klub menormalkan struktur gaji mereka. Bagaimanapun kini, Simeone tetap menunggu pihak manajemen mengatasi terlebih dahulu permasalahan keuangannya. Sambil ia merumuskan rencana realistis timnya musim depan.

Tujuan untuk kembali mengusik hegemoni Madrid dan Barca masih tetap menjadi target. Atletico bagaimanapun tetaplah Atletico, salah satu tim terkuat La Liga. Kini, tinggal tunggu tanggal mainnya saja mereka aktif lagi di bursa transfer. Segera lepaslah dari jebakan, Los Rojiblancos. Publik menunggu kejutanmu kembali musim depan.

https://youtu.be/3GPRW01xelA

Sumber Referensi : theathletic, transfermarket, marca, dailymail