Beranda blog Halaman 105

Berita Bola Terbaru 11 Oktober 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmebol, Kolombia akhirnya mengalami kekalahan pertamanya, setelah kalah 1-0 atas tuan rumah Bolivia. Gol dari Bolivia dicetak oleh Terceros di menit 58. Hasil minor ini membuat James Rodriguez dan kawan-kawan sementara berada di peringkat 2 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmebol dengan 16 poin.

Hasil kurang memuaskan juga diraih oleh Argentina di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmebol. Menghadapi tuan rumah Venezuela, pasukan Lionel Scaloni hanya bermain imbang 1-1. Gol dari Nicolas Otamendi di menit 13, mampu disamakan oleh Salomon Rondon di menit 65. Dengan hasil ini Albiceleste masih berada di puncak klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmebol dengan 19 poin.

Sementara itu di markas Chile, Brasil sukses meraih kemenangan tipis 2-1. Sempat ketinggalan lebih dulu oleh gol Vargas di menit 2, pasukan Dorival Junior sukses membalasnya lewat gol dari Igor Jesus dan Luis Henrique. Berkat raihan tiga angka ini, Selecao sementara berada di peringkat 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmebol, dengan 13 poin.

Beralih ke hasil dari laga Nations League A Grup 2. Prancis sukses membungkam tuan rumah, Israel dengan skor 4-1. Gol Les Bleus masing-masing dicetak oleh Camavinga, Nkunku, Guendouzi, dan Barcola. Hasil ini membuat pasukan Deschamps sementara berada di peringkat 2 dengan 6 poin.

Masih di grup yang sama, Italia yang bermain di markasnya sendiri hanya bisa meraih hasil seri 2-2 saat menjamu Belgia. Dua gol dari Gli Azzurri dicetak oleh Cambiasso dan Retegui. Sementara gol Belgia dicetak oleh De Cuyper dan Leandro Trossard. Pasukan Spalletti sementara masih memuncaki klasemen dengan 7 poin. Sedangkan Belgia, berada di peringkat 3 dengan 4 poin.

Lanjut ke laga lainnya di Grup 2 Nations League B. Secara mengejutkan Timnas Inggris menelan kekalahan di markasnya sendiri oleh tamunya Yunani dengan skor 1-2. Dua gol dari Pavlidis di menit 49 dan 90+4 membuat pasukan Lee Carsley harus puas berada di peringkat dua dengan 6 poin.

Bergeser ke hasil dari Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Jepang masih kokoh di puncak klasemen dengan 9 poin, pasca meraih kemenangan atas tuan rumah Arab Saudi dengan skor 2-0. Gol pasukan Hajime Moriyasu masing-masing dicetak oleh Kamada di menit 14, dan Ogawa di menit 81.

Masih di grup yang sama. Australia sukses meraih kemenangan atas tamunya, China dengan skor 3-1. Ketinggalan lebih dulu lewat gol dari Wenneng Xie di menit 20, pasukan Tony Popovic sukses membalas lewat gol dari Lewis Miller, Craig Goodwin, dan Velupillay. Berkat raihan tiga poin tersebut, The Socceroos sementara berada di peringkat 2 dengan 4 koleksi poin.

Sementara itu di Bahrain, kemenangan di depan mata Indonesia musnah, setelah Bahrain mencetak gol penyama kedudukan di menit 90+9 yang membuat laga berakhir seri 2-2. Ketinggalan lebih dulu dari gol Mohamed Marhoun, Timnas Garuda mampu mencetak dua gol dari sepakan Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick. Namun, gol kedua dari Marhoun di menit-menit akhir laga tersebut, membuat pasukan STY harus puas berada di peringkat 5 dengan 3 poin.

RIBUT, SHAYNE PATTYNAMA NGAMUK

Hasil imbang Timnas Indonesia kontra Bahrain menyisakan kontroversi. Keributan hebat terjadi di akhir laga akibat keputusan wasit yang belum juga memberhentikan laga meski tambahan waktu sudah berakhir. Selain manajer timnas Sumardji yang terkena kartu merah karena protes, Shayne Pattynama juga terlihat mengamuk. Bek kiri timnas tersebut terlihat mengamuk tak terkontrol, sehingga salah satu asisten STY pun membawanya menjauh dari keributan tersebut. Sebelum mengamuk, Shayne juga sempat adu mulut dengan beberapa perangkat pertandingan.

PSSI KIRIM SURAT PROTES KE FIFA

Sementara itu, akibat keputusan kontroversial wasit yang memimpin laga Bahrain vs Indonesia, PSSI memastikan akan mengirim surat protes kepada AFC dan FIFA. Kepada awak media termasuk Bolasport.com, Arya Sinulingga mengatakan bahwa PSSI kesal melihat kepemimpinan wasit yang berat sebelah. PSSI ingin AFC dan FIFA menyelidiki kepemimpinan wasit Ahmed Abu Bakar Al-Kaff. Apalagi PSSI juga kaget bahwa di laga tersebut wasit yang bertugas berasal dari federasi sepak bola yang sama.

AKUN BAHRAIN, AFC, HINGGA OMAN DIGERUDUK NETIZEN

Masih soal kontroversi laga Bahrain vs Indonesia. Netizen sepakbola tanah air berbondong-bondong menggeruduk akun Instagram PSSI-nya Bahrain @bahrainfa, akun Instagram AFC @afcasiancup, hingga akun Instagram Federasi Sepakbola Oman @omanfa, yang dianggap tidak becus melahirkan wasit. Berbagai sumpah serapah, hingga hujatan pun membanjiri ketiga akun Instagram tersebut pasca laga berakhir. Netizen tanah air nampaknya sudah muak dengan segala perlakuan wasit yang merugikan Timnas Garuda.

INSTAGRAM WASIT AL-KAF TIBA-TIBA HILANG

Sementara itu, akun Instagram wasit yang memimpin laga Bahrain vs Indonesia, yakni Abu Bakar Al-Kaff dilaporkan tiba-tiba menghilang. Terpantau, akun Instagram-nya @ahmedalkaf yang memiliki followers sekira 17.000, tidak dapat ditemukan lagi. Hilangnya akun tersebut, adalah buah dari efek report masif yang dilakukan oleh pecinta sepakbola Tanah Air. Report masif tersebut semata-mata dilakukan karena Ahmed Al-Kaff dinilai tak becus dan tak adil dalam memimpin laga Indonesia vs Bahrain.

JEJAK BERDARAH PRESIDEN AFC DARI BAHRAIN

Lanjut ke kabar berikutnya. Presiden AFC Salman bin Ebrahim Al-Khalifa, yang berasal dari Bahrain, ternyata punya rekam jejak kontroversial. Sosok Salman sudah menjadi sorotan dunia internasional. Menurut laporan dari Independent pada tahun 2013, menyebutkan bahwa Salman ditentang oleh rakyatnya sendiri saat mencalonkan diri sebagai presiden AFC. Bahkan tiga organisasi Hak Asasi Manusia Bahrain saat itu memprotes dan menuliskan surat resmi ke FIFA agar pencalonan Salman dibatalkan. Menurut organisasi HAM tersebut, Salman dianggap terlibat dalam penangkapan dan penyiksaan pemain Bahrain, setelah aksi demonstrasi pro demokrasi di Bahrain tahun 2011.

SEJARAH BARU HAALAND

Beralih ke kabar dari sepakbola Eropa. Dilansir dari Goal, Erling Haaland baru saja mencatatkan sejarah baru di Timnas Norwegia. Dua golnya ke gawang Slovenia di laga UEFA Nations League membuatnya menjadi top skor sepanjang masa Timnas Norwegia dengan koleksi 34 golnya. Ia melewati rekor 33 gol milik legenda Norwegia, Jørgen Juve, yang telah bertahan sejak 1934. Kini, Haaland akhirnya mampu memecahkan rekor yang bertahan selama 90 tahun tersebut.

MAZRAOUI KENA MASALAH JANTUNG

Kabar berikutnya datang dari pemain MU, Noussair Mazraoui. Dilansir dari Goal, bek sayap asal Maroko tersebut didiagnosa mengalami palpitasi jantung. Akibatnya, sang pemain harus menjalani operasi kecil. Setelah mengalami gangguan jantung tersebut, ia diperkirakan akan absen selama kurang lebih dua bulan. Akan tetapi, pihak United tetap berharap dan mendoakan agar sang bek bisa sembuh dengan cepat.

OLE TOLAK TIMNAS DENMARK

Lanjut ke kabar berikutnya. Dilansir dari Sportbible, mantan pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer dilaporkan menolak pinangan dari Timnas Denmark. Federasi Sepakbola Denmark telah menghubungi Ole untuk menggantikan Kasper Hjulmand yang mengundurkan diri pasca EURO 2024. Bahkan Ole sudah ingin diajak wawancara oleh pihak Federasi Sepakbola Denmark. Namun, Ole menolak pinangan tersebut dengan alasan, masih melakukan kontak untuk menjadi pelatih di salah satu klub besar.

IBRAHIMOVIC DAMAIKAN INTERNAL MILAN

Kabar berikutnya datang dari Zlatan Ibrahimovic. Dilansir dari Football Italia, penasihat Red Bird Capital tersebut dilaporkan akan berada di tempat latihan Milan selama jeda internasional untuk mengembalikan persatuan dan kepercayaan pada skuad. Zlatan berharap, kehadirannya dapat memulihkan ketenangan tim menyusuk performa Rossoneri yang sedang merosot. Menurut laporan, Ibra akan berbicara satu per satu kepada para pemain untuk memastikan bahwa mereka memperoleh dukungan.

PEMAIN FIORENTINA DIBEBASKAN DARI KASUS SEKSUAL

Masih dari sepakbola italia, dilansir dari Football Italia, pemain Fiorentina, Albert Gudmundsson telah dibebaskan oleh pengadilan Reykjavik, dalam persidangan kasus yang menjeratnya di tahun 2023 lalu. Tahun 2023 lalu, Gudmundsson digugat oleh seorang wanita yang mengaku dilecehkannya di sebuah klub malam. Namun, pasca dibebaskannya stiker Fiorentina tersebut dalam persidangan, sang penggugat masih akan mengajukan banding.

DIREKTUR OLAHRAGA GIRONA TOLAK CITY

Dilansir dari Tribal Football, Manchester City tengah gencar mencari suksesor Txiki Begiristain sebagai direktur olahraga yang baru. Selain Direktur Olahraga Sporting CP, Hugo Viana, ada juga Direktur Olahraga Girona, Quique Carcel yang diincar. Pihak City bahkan telah menghubungi langsung Carcel. Namun, sang Carcel menolak, karena masih ingin membangun Girona bersama pelatih Michel hingga kontraknya habis tahun 2027 mendatang.

TEN HAG DIBERI DEADLINE

Kabar berikutnya datang dari Manchester sebelah. Dilansir dari Football Insider, orang dalam MU yang juga mantan pemandu bakat MU era 90-an, Mick Brown mengungkapkan bahwa masa depan Ten Hag di Old Trafford akan ditentukan di periode Natal dan tahun baru. Menurut pengakuan Brown, hal itulah yang sudah diputuskan dalam rapat darurat MU pada hari Selasa 8 Oktober lalu. Jika performa Red Devils masih tetap buruk, Ten Hag bisa diganti dengan pelatih baru yang punya keleluasaan membangun skuad di masa bursa transfer musim dingin.

PEMAIN BRIGHTON PINGSAN DI PESAWAT

Beralih ke kabar berikutnya yang datang dari pemain Brighton, Julio Enciso. Dilansir dari Goal, pemain Paraguay ini mengaku sempat hampir meninggal karena tak sadarkan diri di pesawat. Enciso pingsan dalam perjalanan menuju Paraguay jelang bertugas bersama Timnas Paraguay di laga jeda Internasional. Menurut pengakuan orang yang satu pesawat dengan Enciso, pemain Timnas Paraguay tersebut terjatuh ketika hendak menuju toilet pesawat. Pasca siuman, Enciso mengaku bahwa saat itu kondisi tubuhnya sedang tidak fit, dan mengalami pusing-pusing selama perjalanan.

SZCZESNY TAK AKAN PERNAH BERHENTI MEROKOK

Lanjut ke kabar selanjutnya. Kali ini datang dari kiper baru Barcelona, Wojciech Szczesny. Dilansir dari ESPN, kiper asal Polandia ini baru saja mengungkapkan tidak akan menghentikan kebiasaannya merokok meski sudah kepala tiga. Sang pemain memang dikenal perokok aktif. Ia bahkan pernah disanksi oleh Arsene Wenger, mantan pelatihnya dulu di Arsenal. Namun, menurutnya kebiasaan itu tak mengubah penampilannya di lapangan.

KERJASAMA LA LIGA DENGAN RIYADH SEASON

Beralih ke kabar berikutnya. Dilansir dari web Laliga.com, pihak La Liga yang diwakili oleh Javier Tebas baru saja menandatangani perjanjian kerjasama sponsorship dengan Riyadh Season, yang diwakili oleh CEO General Entertainment Authority (GEA), Faisal Bafarat. Perjanjian kerjasama sponsorship tersebut berdurasi selama tiga musim. Tebas dan Duta Besar La Liga, David Villa mengklaim bahwa perjanjian kerjasama ini membuka jalan baru bagi terciptanya kolaborasi antara Spanyol dan Arab Saudi di bidang pengembangan olahraga.

ESPANYOL MODE HEMAT

Masih dari La Liga. Dilansir dari Relevo, klub asal Catalan, Espanyol dilaporkan sedang menjalani mode hidup hemat. Sikap itu dilakukan lantaran klub tersebut masih mengalami kesulitan finansial. Mode hemat yang dijalani Espanyol sekarang ini antara lain adalah menu makan para pemain yang tanpa lauk daging, yoghurt, dan buah. Selain menu makanan yang berkurang, para pemain juga sedang disuruh berhemat melakukan perjalanan tandang, dengan hanya menggunakan pesawat komersil atau bila perlu bus untuk menghemat biaya.

PEMAIN NAPOLI DIRAMPOK

Beralih ke kabar berikutnya dari sepakbola Italia. Dilansir dari Football Italia, bek Napoli, Juan Jesus baru saja menjadi korban perampokan. Ia memberi tahu kejadian tersebut dalam unggahan Insta Story-nya, @juan05jesus. Dalam unggahanya tersebut, tampak kaca mobilnya pecah dan barang bawaannya raib. Ia juga sempat curhat bahwa selepas kejadian itu, dirinya sudah merasa tidak aman lagi hidup di daerah Napoli.

FENERBAHCE HUBUNGI REAL MADRID SOAL GULER

Kabar berikutnya datang dari Liga Turki. Dilansir dari Football Espana, Direktur Olahraga Fenerbahce, Mario Branco dilaporkan telah mengontak Real Madrid untuk segera memboyong kembali Arda Guler. Pihak Fenerbahce kini tengah menjajaki opsi peminjaman untuk Arda Guler pada Januari nanti. Guler sendiri besar kemungkinan akan dipinjamkan oleh pihak El Real, mengingat Carlo Ancelotti belum percaya sepenuhnya pada Guler.

TIMNAS MALAYSIA RIBUT SENDIRI SOAL PELATIH BARU

Lanjut ke kabar lainnya soal Timnas Malaysia. “Difahamkan” bahwa kini Timnas Malaysia tengah ribut soal pencarian pelatih baru. Wakil Presiden FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi mengatakan, FAM rela mengeluarkan uang untuk menggaji pelatih hingga 200.000 ringgit atau sekitar Rp 730 juta per bulan, asal Malaysia bisa berprestasi. Namun, mantan pelatih Timnas Malaysia, Wan Jamak Wan Hassan mempertanyakan rencana tersebut. Ia melihat bahwa perkembangan sepak bola akar rumput juga patut mendapat perhatian khusus dari FAM. Bahkan Wan Hassan mengatakan rencana FAM itu ibarat “monyet tanpa bunga”. Kalau materi pemain berkualitas dari Timnas Malaysia kurang, pelatih berkelas pun jadi percuma.

TIMNAS MALAYSIA UJI COBA LAWAN KLUB

Kabar berikutnya masih soal Timnas Malaysia. Dilansir dari Cnn Indonesia, setelah ditolak oleh beberapa negara untuk uji coba, akhirnya Timnas Malaysia mendapatkan lawan untuk melakoni uji coba, yakni klub dari Selandia Baru, Auckland FC. Rencananya laga uji coba tersebut akan digelar secara tertutup pada akhir pekan ini. Laga tersebut dijadikan sebagai ajang pemanasan sebelum Harimau Malaya berlaga di laga FIFA Matchday tanggal Senin 14 Oktober 2024, melawan Timnas Selandia Baru.

Andai Legenda Timnas Indonesia Ini Eksis Di Era Shin Tae-yong, Pasti Gacor Parah

0

Dalam beberapa hari terakhir, punggawa Timnas Indonesia era Shin Tae-yong mulai dibanding-bandingkan dengan pemain Indonesia era awal 2000-an. Yang paling bikin geger ya pas netizen ramai-ramai membandingkan Boaz Solossa dan Rafael Struick. Starting Eleven Story pun sampai harus mengupas tuntas tentang perbandingan tersebut.

Ulasan selengkapnya bisa kalian tonton di konten sebelumnya. Tapi kalau boleh berandai-andai, seru kali ya kalau Boaz atau pemain-pemain jadul Timnas Indonesia lain masih eksis di era sekarang. Dengan bakat dan talenta yang dimiliki, pasti STY bisa mengeluarkan potensi maksimal mereka.

Contohnya saja seperti pemain warisan Indra Sjafri, Witan Sulaeman yang potensinya semakin terpancar setelah dipegang STY. Tapi siapa legenda yang layak masuk skuad Timnas Indonesia era STY? 

Kurnia Meiga

Dari penjaga gawang, Starting Eleven memilih sosok Kurnia Meiga sebagai pemain yang layak bersaing dengan Maarten Paes di skuad Timnas Indonesia. Terlepas dari kontroversi dan penyakit yang ia alami, Meiga tetap layak disebut sebagai salah satu yang terbaik di eranya. Zaman 2010-an, nggak ada kiper Indonesia yang lebih jago dari dia.

Secara postur, refleks, dan jangkauannya, Meiga sangat baik. Dirinya juga tergolong sebagai penjaga gawang yang memiliki ketenangan dalam menghadapi penalti. Di masa jayanya, Meiga selalu jadi andalan di bawah asuhan mendiang Alfred Riedl dan Luis Milla. Sayangnya, akibat penyakit yang mengganggu penglihatannya, Meiga harus menepi dari dunia sepakbola lebih cepat dari perkiraan.

Bayangkan jika masa jaya Meiga berada di era sekarang, ketika Shin Tae-yong sudah menangani Indonesia. Pasti STY bisa meningkatkan kualitas Meiga. Terutama dalam hal penguasaan bola menggunakan kakinya. Soal refleks dan reading the game, Meiga sudah oke. Tinggal sedikit polesan lagi, maka Meiga bisa saja menggeser Ernando Ari dari bangku cadangan.

Firman Utina

Dari kiper, kita langsung masuk ke sektor tengah. Bukan tanpa alasan, karena bek Indonesia jaman dulu mau siapa pun itu, pasti akan kewalahan jika harus bersaing dengan kedalaman pemain belakang Skuad Garuda era Shin Tae-yong. Lihat saja, di situ ada Calvin Verdonk, Jay Idzes, hingga Mees Hilgers. Pemain-pemain macam Hamka Hamzah dan Maman Abdurahman jelas tak bisa menandingi.

Maka dari itu, kita langsung menunjuk pemain tengah, Firman Utina sebagai legenda yang layak bermain di skuad Shin Tae-yong. Gelandang asal Manado ini dikenal sebagai pemain yang memiliki kemampuan operan pendek maupun panjang berakurasi tinggi. Selain itu, sebagai jenderal lapangan tengah, Firman piawai mengatur tempo permainan, memiliki kontrol bola yang oke, dan daya jelajah yang tinggi di lapangan.

Sama halnya dengan Kurnia Meiga, Firman juga telah menjadi andalan lini tengah Indonesia selama belasan tahun lamanya. Itu karena Firman juga dikenal sebagai sosok leader di ruang ganti. Tak cuma itu, Firman juga dianugerahi dengan kemampuan eksekusi bola mati yang baik. Tanpa melebih-lebihkan, kemampuan dan visi bermainnya mungkin bisa disejajarkan dengan Thom Haye. 

Zulfiandi

Masih dari lini tengah, Zulfiandi barangkali cocok dengan skema permainan Shin Tae-yong. Pemain yang dulu selalu jadi andalan Timnas Indonesia di era Luis Milla itu memiliki karakteristik permainan yang unik. Meski berposisi sebagai gelandang bertahan, Zulfiandi tergolong pemain stylish dan flamboyan. Tipikal pemain sepertinya cukup langka di Indonesia.

Luis Milla bahkan sempat melempar pujian setinggi langit pada Zulfiandi. Pelatih asal Spanyol itu menyebut Zulfiandi tak layak bermain di Indonesia. Harusnya, talenta seperti Zulfiandi bisa meniti karir di Eropa. Beberapa media lokal bahkan kerap menyamakan gaya bermain Zulfiandi dengan Sergio Busquets dan Rodri. 

Tipikal pemain tengah yang tenang, kuat, namun tetap stylish juga belum ada di skuad Shin Tae-yong. Jika dirinya masih aktif bermain, mungkin STY akan mempertimbangkan namanya. Sayangnya, Zulfiandi yang kini berusia 29 tahun memilih untuk vakum guna merawat ibunya yang sakit. Pikir Zulfiandi, ini waktu yang tepat untuk membalas budi kepada ibunya. Karir sepakbola bisa dipikirkan nanti.

Boaz Solossa

Masuk ke sektor penyerang, Indonesia zaman dulu memiliki beberapa penyerang tajam. Dan lini serang memang sedang jadi permasalahan di tim Shin Tae-yong. Nama pertama yang jelas layak masuk skuad Shin Tae-yong sekarang adalah Boaz Solossa. Di era prime-nya, Boaz adalah monster. Bek-bek lawan dibuat merinding oleh hawa keberadaannya.

Seperti yang sudah kita bahas, Shin Tae-yong menggemari penyerang versatile. Boaz? Kurang versatile apa lagi. Dirinya merupakan striker serba bisa. Bisa bermain sebagai ujung tombak, tapi juga oke jika dimainkan di sektor sayap. Dirinya bisa diandalkan dalam urusan mencetak gol atau menciptakan peluang.

Yang jadi masalah dari Boaz adalah kedisiplinan dan emosinya. Namun, jika STY bisa mengatasi hal itu, maka selesai sudah. Indonesia tak akan susah payah mencari striker versatile lagi. Siapa itu Ole Romeny dan Mauro Zijlstra? Boaz Solossa aja sudah cukup. Tinggal bagaimana STY meramu lini depannya nanti.

Cristian Gonzales

Masih kurang? Indonesia pernah punya predator berdarah dingin dalam diri Cristian Gonzales. Selama berkarir di Indonesia, pemain kelahiran Uruguay itu dikenal akan ketajamannya. Gonzales tercatat pernah jadi top skor Liga Indonesia sebanyak empat kali. Andai saja Gonzales eksis di era Shin Tae-yong, dirinya pasti akan menjadi pemain nomor sembilan utama di tim nasional Indonesia. 

Kita berandai-andai saja nih, ya. Jika masih ada Gonzales di Skuad Garuda sekarang, maka Shin Tae-yong bisa memainkan skema 3-4-3 atau 4-3-3. Gonzales akan berperan sebagai striker tengah dan STY bisa membiarkan Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick bermain di posisi terbaiknya, yakni sayap. Umpan saja bola ke Gonzales, maka dirinya akan memberikan apa yang kalian minta, yakni sebuah gol.

Bambang Pamungkas

Indonesia kan bakal menuju Piala Dunia. Di sana, mereka pasti akan menghadapi pemain dengan postur yang tinggi besar. Lantas, bagaimana jika Indonesia membutuhkan striker yang jago duel udara? Tenang, Indonesia pernah punya Bambang Pamungkas. Posturnya tidak tinggi memang. Tapi ketepatan waktu dan lompatannya luar biasa.

Tandukan kepalanya setajam sepakan kakinya. Tak jarang Bambang menang duel ketika melawan bek-bek jangkung asal Afrika di Liga Indonesia. Selain itu, football intelligence, attitude, dan kepemimpinannya di dalam sebuah tim juga jadi nilai plus. Jika dirinya berada di skuad Shin Tae-yong sekarang, pasti jadi percontohan bagi pemain lain.

Dari daftar striker yang masuk daftar ini, Bambang merupakan pemain dengan torehan gol terbanyak di Timnas Indonesia. Sepanjang membela sang merah putih di ajang internasional, pria kelahiran Semarang tersebut telah mencetak setidaknya 37 gol. Itu jadi yang terbanyak keempat dalam sejarah Indonesia.

Budi Sudarsono

Striker yang terakhir adalah Budi Sudarsono. Pemain kelahiran Kediri ini tergolong sebagai penyerang dengan atribut lengkap. Kecepatan, dribbling, serta gocekan mautnya, menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya. Maka dari itu, dirinya dijuluki Si Ular Piton karena pergerakannya licin bak seekor ular. Ingat ya, Piton, bukan Kobra. Karena kalau Kobra itu Ebel.

Tak cuma itu, beberapa media dan pengamat sepakbola bahkan sering menyamakan Budi dengan legenda Chelsea, Didier Drogba. Budi adalah Drogba-nya Indonesia. Begitu kata mereka. Selama kariernya, Budi telah mencetak 143 gol selama berseragam timnas maupun klub. Itu jadi yang terbaik kedua di bawah Cristian Gonzales. 

Itulah pemain yang layak masuk timnas era Shin Tae-yong. Menurut kalian, kira-kira siapa lagi pemain jadul yang dirasa cocok masuk skuad arahan STY?

Sumber: Suara, Indosport, Katadata, PSSI

 

Drama Telenovela Indonesia vs Wasit, Ehh… Bahrain

0

Kurang ajar beneran, dzolim tuh wasit kurang ajar. Najis gua mah…

Ekspresi kemarahan Pak Muh, ayah dari Fadil Jaidi cukup mewakili amarah fans Indonesia pasca menonton pertandingan melawan Bahrain. Lagi-lagi, kemenangan Indonesia digagalkan oleh pihak ketiga. Dalam hal ini yang dimaksud adalah pengadil lapangan.

Puncaknya ketika Bahrain mencetak gol di detik-detik akhir. Momen itu semakin mengobarkan api kemarahan publik Indonesia. Banyak yang menilai keputusan wasit tidak adil dan merugikan Skuad Garuda. Namun, selain kinerja wasit yang di bawah standar, ada intrik dan drama lain yang terjadi di pertandingan ini.

Penasaran apa saja fakta dan statistik menarik yang terjadi di drama telenovela antara Timnas Indonesia dan Bahrain ini? 

Pemilihan Starter

Hal-hal menarik di pertandingan semalam sudah terjadi satu jam sebelum pertandingan dimulai. Hal itu ketika kita disuguhkan daftar sebelas pemain pertama yang dipilih oleh Shin Tae-yong. Tak disangka, di laga sepenting ini pelatih asal Korea Selatan itu justru banyak melakukan perubahan di starting line up.

Dengan skema 5-4-1 yang dalam pengaplikasiannya bisa berubah menjadi 3-4-3, Shin Tae-yong lebih memilih untuk menurunkan Jordi Amat ketimbang Rizky Ridho untuk melengkapi trio bek tengah. Padahal sebelumnya beredar rumor kalau Jordi akan ditempatkan sebagai gelandang bertahan. Sehingga Ridho akan tetap menjadi pilihan utama di lini belakang.

Apalagi Jordi sudah lama tidak bermain untuk Indonesia. Terakhir kali Jordi tampil adalah di laga melawan Irak bulan Juni kemarin. Itu pun berakhir buruk karena Jordi harus menerima kartu merah di menit 59. Tak cuma itu, Jordi tercatat belum pernah berduet dengan Jay Idzes di lini bertahan Indonesia. Berbeda dengan Ridho yang dinilai sudah nyetel dengan Bang Jay.

Dan terbukti, ketika Ridho masuk di babak kedua, dirinya lebih berkontribusi. Bahkan menurut Fotmob, dengan menit bermain yang sama, akurasi umpan Ridho di laga melawan Bahrain mencapai 86%. Itu jauh lebih baik dari Jordi yang hanya mencapai 71%. Tak cuma di lini belakang, keberadaan Malik Risaldi di lini tengah pun cukup mengejutkan.

Alih-alih bermain sebagai sayap, pemain Persebaya itu diturunkan sebagai gelandang. Namun, di lapangan Malik bermain cukup mobile. Meski pelipisnya sempat robek, Malik tetap berusaha bermain ofensif dengan sesekali merangsak ke depan. Performanya tidak buruk, tapi masih bisa ditingkatkan lagi.

Debut Hilgers dan Eliano

Selain nama-nama kejutan, di starting line up Indonesia juga muncul nama Mees Hilgers. Dirinya langsung menjalani debut sebagai bek tengah bagian kanan. Dirinya melengkapi trio yang sebelumnya sudah diisi oleh Jay Idzes dan Jordi Amat. Sebagai debutan, penampilan Hilgers sangat solid.

Menurut laporan Fotmob, bermain selama 90 menit penuh Hilgers mengantongi rating 6.6. Itu tertinggi kelima jika dibandingkan pemain Indonesia lainnya. Dalam pertandingan melawan Bahrain, bek FC Twente itu mencatatkan 100% tekel, dua sapuan, dan memenangkan delapan duel. 

Dirinya bahkan hampir mencatatkan assist saat Ragnar Oratmangoen mencetak gol penyeimbang di penghujung babak pertama. Sayang, sentuhan tipisnya di kotak penalti tidak dihitung sebagai assist. Selain Hilgers, adik Tijjani Reijnders juga langsung jalani debut di laga melawan Bahrain. Masuk di babak kedua, Eliano bermain sebagai bek kanan. Eliano tampil cukup oke.

Namun, Eliano masih kurang terlibat dalam build up serangan Timnas Indonesia. Dirinya lebih fokus menjaga kedalaman ketimbang melakukan akselerasi atau kombinasi umpan menyerang. Karena di babak kedua Indonesia praktis selalu ditekan oleh tim tuan rumah.

Gol Debut Struick

Di babak kedua, Indonesia juga sempat berbalik unggul melalui gol cantik Rafael Struick. Menerima umpan dari Thom Haye, El Klemer dengan tenang menempatkan bola di sudut yang sulit dijangkau. Penjaga gawang Bahrain pun hanya termenung melihat bola masuk ke gawangnya sendiri. Ini adalah gol perdana Struick di level senior.

Gol ini adalah pembuktian Struick yang sempat dikritik keras sebulan terakhir. Struick dinilai belum cukup bagus untuk tim senior, bahwa dia lebih baik bermain di tim U-23 terlebih dahulu. Opini tersebut tidak sepenuhnya salah, karena Rafa memang lebih bisa berkontribusi jika bermain di jenjang kelompok umur.

Di level Timnas Indonesia U-23, Rafael Struick sudah membukukan tiga gol dari delapan pertandingan. Salah satu golnya juga dicetak dengan cara yang luar biasa. Kala itu, El Klemer menjebol gawang Korea Selatan di ajang Piala Asia U-23. Menerima bola muntah, Rafa melepaskan tembakan roket ke pojok kanan atas gawang Baek Jong-beom.

90+6 = 99???

Sayangnya, gol debut Rafael Struick masih belum cukup untuk membantu Indonesia meraih kemenangan. Gol yang teramat indah itu harus ternodai dengan performa pengadil lapangan yang dinilai tak memenuhi standar. Kemenangan Skuad Garuda seakan-akan dirampok oleh wasit asal Oman, Ahmed Al-Kaf.

Kepemimpinan wasit yang namanya mirip dengan nama franchise ayam goreng tepung itu sangat buruk dengan adanya sejumlah keputusan kontroversial. Seperti terlalu memaklumi skema guling-guling yang dimainkan oleh Bahrain. Tidak memberikan pelanggaran meski pemain Indonesia dijatuhkan. Dan masih banyak lagi.

Yang paling bikin gemes tuh soal penentuan injury time. Saat pertandingan memasuki menit ke-90, tambahan waktu pertandingan ini ditetapkan selama enam menit. Tapi Bahrain justru bisa mencetak gol penyeimbang di menit 90+9. Seakan-akan wasit menunggu sampai Bahrain mencetak gol lebih dulu, baru mau meniup peluit panjang. Bayangin, kalau Bahrain nggak bisa cetak gol. Mungkin laganya akan terus berlanjut sampai menit ke 135.

Mau marah, tapi gimana. Praktik seperti ini sudah sering terjadi. Dilansir CNN Indonesia, terkait kepemimpinan wasit yang kontroversial, Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga memastikan bakal melayangkan surat protes ke AFC. Namun, netizen ragu laporan Indonesia tidak akan digubris lantaran Presiden AFC saat ini, yaitu Salman bin Ebrahim Al Khalifa adalah orang Bahrain.

Oalaaaah, pantesan. Bahrain punya koneksi orang dalam ternyata. Tapi nggak apa. Jika Bahrain punya bekingan orang AFC, tenang, Indonesia dekengane pusat. Kita semua tahu kalau Erick Thohir punya kedekatan tersendiri dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Kalau AFC menolak laporan King Indo, langsung cepuin ke FIFA aja pak Erick!

Masih Tak Terkalahkan

Semakin tinggi pohon berdiri, maka semakin kencang juga angin yang menerpa. Jadi fans Timnas Indonesia harus disabar-sabarin, deh. Setidaknya, ada hikmah yang bisa kita ambil dari pertandingan yang ngeselin semalem itu. Indonesia bisa menyamai Jepang jadi tim yang belum terkalahkan di penyisihan Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Bedanya, jika Jepang menyapu bersih tiga pertandingan awal dengan kemenangan, Indonesia cuma bisa dapet tiga kali hasil imbang. Not bad lah ya, yang penting nggak malu-maluin. Hasil imbang melawan Bahrain juga memperpanjang rekor fantastis Jay Idzes selama membela Timnas Indonesia.

Sejak debut Maret 2024, kapten baru Timnas Indonesia itu tercatat sudah mengantongi enam caps bersama Skuad Garuda. Statistiknya pun luar biasa. El Klimis belum pernah sekalipun merasakan kekalahan dengan rincian tiga kali menang dan tiga kali imbang. Nggak salah Indonesia datengin bek level Serie A ini.

Klasemen Grup C

Imbang melawan Bahrain membuat King Indo mengantongi tiga poin dari tiga pertandingan. Itu membuat Indonesia tertahan di urutan kelima klasemen sementara Grup C. Sedangkan Bahrain hanya sedikit lebih baik di urutan keempat dengan mengoleksi empat poin. Tapi, menurut Jawa Pos, hasil imbang melawan Indonesia justru jadi kerugian bagi Bahrain.

Mengapa demikian? Selain karena kehilangan poin di kandang sendiri, Bahrain harus kehilangan poin FIFA sebesar 4,39 yang jatuh ke tangan Indonesia. Total poin FIFA Bahrain setelah pertandingan ini menjadi 1311,1. Dengan begitu, Bahrain diprediksi bakal turun dua peringkat ke posisi 78. Sedangkan Indonesia, masih stabil di urutan 129 dunia. Sekarang tinggal fokus curi poin penuh di Qingdao, China.

https://youtu.be/n3Ker1dCs_s

Sumber: Kompasiana, Bola, Jawapos, CNN

Berita Bola Terbaru 10 Oktober 2024 – Starting Eleven Story

MANTAN PEMAIN SHEFFIELD MENINGGAL DI KOLAM

Dilansir dari The Sun, kabar duka datang dari mantan pemain Sheffield United, George Baldock. Bek sayap yang kini bermain di Liga Yunani bersama Panathinaikos ini, meninggal dunia di kolam renang rumahnya. Baldock meninggal di usia 31 tahun. Awalnya, Baldock ditemukan meninggal oleh tetangga rumahnya setelah sebelumnya ia susah dihubungi oleh sang istri lewat telepon. Menurut laporan, meninggalnya Baldock ini masih diselidiki oleh polisi Yunani. Belum diketahui juga penyebab utama meninggalnya Baldock.

STONES JADI KAPTEN TIMNAS INGGRIS

Berikutnya ada kabar dari Timnas Inggris. Dilansir Sky Sports, John Stones resmi ditunjuk oleh pelatih interim Lee Carsley, sebagai kapten The Three Lions saat melawan Yunani di laga Nations League. Penunjukan bek City sebagai kapten karena Harry Kane mengalami cedera, dan akan diparkir oleh pelatih Lee Carsley. Menurut Carsley, Stones pantas menyandang ban kapten tersebut jika melihat dari segi pencapaian dan caps-nya selama ini di Timnas Inggris. Dengan pengalaman dan profesionalisme yang Stones miliki, ia diharapkan Carsley mampu menjadi teladan bagi para pemain muda Inggris.

PELATIH TIMNAS SPANYOL MENGELUH

Beralih ke kabar berikutnya dari Timnas Spanyol. Dilansir dari Goal, pelatih La Furia Roja, Luis De la Fuente dilaporkan mengeluh soal kontrak dan gajinya di Timnas Spanyol. Menurut laporan, ia mengeluh karena belum menerima kontrak baru dari Federasi Sepakbola Spanyol yang telah dijanjikan pasca menjuarai Euro 2024. Kontrak pelatih 63 tahun tersebut akan habis di Juli 2026 mendatang. De La Fuente menganggap bahwa belum diberikannya perpanjangan kontrak ini, adalah sebuah hal yang “tidak normal”. Pasalnya tak hanya masalah kontrak saja, ia juga mengeluh soal gaji. Gajinya dilaporkan lebih rendah daripada pelatih-pelatih sebelumya di Timnas Spanyol.

REAL MADRID HUBUNGI ARSENAL SOAL SALIBA

Masih dari sepakbola Spanyol. Dilansir Daily Mail, Real Madrid dilaporkan telah menelpon Arsenal soal rencananya untuk memboyong bek tengah, William Saliba. El Real melakukan kontak pertama kalinya dengan pihak Arsenal, karena menjadikan Saliba prioritas transfer di musim panas mendatang. Pihak Los Blancos mengatakan ingin segera melakukan pendekatan kepada sang pemain.

BARCA MASIH NGUTANG DENGAN BANYAK KLUB

Kalau Real Madrid sibuk bidik pemain, lain halnya dengan sang rival, Barcelona yang baru-baru ini ternyata masih ngutang dengan beberapa klub. Dilansir dari Goal, dalam laporan keuangan Barca terbaru, mereka masih berhutang 10,4 juta euro kepada Munchen saat merekrut Lewandowski. Barca juga masih berhutang lebih dari 42 juta euro kepada Leeds United saat memboyong Raphinha. Tak hanya itu, Barca juga masih ngutang dengan Sevilla sebesar 24,5 juta euro saat membeli Jules Kounde. Sementara itu, saat membeli Ferran Torres dari City, hingga sekarang Barca masih ngutang 26 juta euro.

FANS DORTMUND GERAM KLOPP GABUNG RED BULL

Beralih ke kabar berikutnya yang datang dari Jurgen Klopp. Dilansir dari BBC, bergabungnya mantan pelatih Liverpool tersebut ke Red Bull, mendapat kecaman dari fans Dortmund. Mereka menganggap Klopp telah mengkhianati perkataannya sendiri. Pasalnya, selama di Dortmund, Klopp adalah pengkritik keras model multi club ownership milik Red Bull. Namun sekarang, ia justru bergabung dalam proyek tersebut. Fans Dortmund sendiri dari dulu memang sudah membenci cara kerja klub naungan Red Bull, yang dianggap komersil dan tak taat aturan.

GEBRAKAN RED BULL, INGIN BELI KLUB LAGI

Sementara itu, beberapa jam setelah Klopp gabung ke Red Bull, perusahaan minuman berenergi tersebut kembali melakukan gebrakan. Dilansir dari Sportbible, Red Bull bekerjasama dengan perusahaan barang mewah Prancis, LVMH, akan mengakuisisi saham klub Prancis, Paris FC. Klub Liga Dua Prancis tersebut sahamnya akan diambil alih oleh Red Bull sebesar 15%, dan LVMH 55%. Sisanya, dilaporkan masih akan menjadi pemegang saham Paris FC yang sekarang, Pierre Ferraci. Untuk mengakuisisi saham Paris FC tersebut, anggaran sebesar 100 hingga 200 juta euro telah disiapkan oleh pihak Red Bull dan LVMH.

BALOTELLI KE GENOA ATAU TORINO?

Lanjut ke kabar dari sepakbola Italia. Dilansir dari Goal, mantan penyerang Timnas Italia, Mario Balotelli dilaporkan telah diperebutkan oleh dua klub Serie A sekaligus, Genoa dan Torino. Genoa asuhan Alberto Gilardino bahkan dilaporkan sudah menghubungi Balotelli, dan membahas masalah kontraknya. Namun, di tengah pembicaraan dengan Genoa tersebut, Torino masuk dengan mengajukan penawaran. Torino mengajukan tawaran kepada Balotelli karena mereka ingin segera mendatangkan striker baru untuk menggantikan peran Duvan Zapata yang mengalami cedera parah.

SIMONE INZAGHI DIPERIKSA POLISI

Masih dari sepakbola Italia. Dilansir dari The Sun, pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi dilaporkan telah diperiksa oleh polisi Italia terkait kasus kriminal yang melibatkan kelompok ultras Inter Milan. Pemeriksaan terhadap Inzaghi tersebut adalah bagian dari penyelidikan kasus penangkapan kelompok ultras beberapa waktu yang lalu. Sang allenatore diperiksa sebagai saksi. Pihak polisi menanyakan pada Inzaghi, apakah ada tekanan atau hal sejenisnya yang dilakukan oleh kelompok ultras tersebut kepadanya.

NASIB TIMNAS CHINA DI AUSTRALIA

Lanjut ke kabar berikutnya yang datang dari calon lawan Timnas Indonesia, Timnas China. Nasib memalukan dialami skuad Timnas China setibanya di Australia jelang laga Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Menurut media Nikkan Sports, Timnas China mengalami “penghinaan” saat mereka sedang transit di bandara Sydney. Mereka dikatai oleh seorang warga keturunan China sebagai rombongan sekolah yang sedang menjalani uji tanding di Australia. Kejadian itu sontak membuat media-media China mewartakan bahwa, punggawa Timnas China yang sekarang kenyataannya tidak banyak dikenal.

TV MALAYSIA SIARKAN LAGA TIMNAS

Beralih ke kabar selanjutnya. Dilansir dari Okezone, Televisi Malaysia akhirnya akan menyiarkan laga Timnas Indonesia vs Bahrain. Sebelumnya, tak ada satu pun televisi Malaysia yang menyiarkan secara langsung laga Indonesia vs Arab Saudi dan Australia. Salah satu komentator di Televisi Malaysia Astro TV 2, Aiman Roshizam, memastikan bahwa stasiun televisi tempat dirinya bekerja akan menyiarkan laga Timnas Indonesia vs Bahrain secara langsung. Dengan ini, jika ditotal dengan data yang dirilis PSSI, berarti ada 49 negara yang akan menayangkan laga Timnas Indonesia vs Bahrain secara langsung.

PEMAIN AC MILAN AKAN NONTON LAGA INDONESIA VS BAHRAIN

Sementara itu, tayangan langsung laga Indonesia Vs Bahrain ini juga terasa spesial karena akan ditonton oleh punggawa AC Milan, Tijjani Reijnders. Kepastian bahwa gelandang Rossoneri tersebut akan nonton langsung, telah dikonfirmasi oleh sang adik, Eliano Reijnders. Eliano mengatakan bahwa sang kakak mengaku sudah tidak sabar melihat debut sang adik pertama kalinya berseragam Timnas Indonesia. Tak lupa Tijjani juga mendoakan agar debut sang adik tercinta bisa berjalan sukses.

FANS RELA CUTI PEKERJAAN DEMI NONTON TIMNAS DI BAHRAIN

Masih soal jelang laga Indonesia vs Bahrain. Dilansir dari Bola, demam Timnas Indonesia kini tengah melanda Warga Negara Indonesia di Timur Tengah. Hal itu terbukti dari antusias warga di wilayah Timur Tengah seperti Arab Saudi, Yaman, maupun Qatar yang sengaja berbondong-bondong datang ke Manama, Bahrain untuk mendukung Timnas Garuda. Termasuk salah satunya adalah fans dari Arab Saudi bernama Andri Hartanto. Tak pandang biaya, ia memboyong satu keluarganya ke Bahrain demi mendukung Timnas Indonesia. Bahkan nih, Andri rela mengambil cuti kerja. Ia juga mengizinkan anak-anaknya untuk libur sekolah dulu. Menurut Andri, mendukung Timnas Garuda adalah bentuk sikap “bela negara”.

TIMNAS KEMBALI BERHARAP TUAH JERSEY PUTIH

Timnas Indonesia sendiri dipastikan akan kembali menggunakan jersey berwarna putih atau jersey away saat melawan Timnas Bahrain. Sementara itu, Timnas Bahrain selaku tuan rumah akan menggunakan jersey berwarna merah. Kembali mengenakan jersey putih seperti saat melawan Arab Saudi dan Australia, Timnas Indonesia berharap magis keberuntungan dari jersey tersebut berlanjut. Pasalnya, sejak pergantian apparel dari Mills ke Erspo pada bulan Maret 2024 lalu, Timnas Garuda tidak pernah kalah saat mengenakan seragam away.

BAHRAIN DISANKSI FIFA

Di lain tempat, sebelum laga, FA Bahrain justru harus berurusan dengan FIFA, setelah Bahrain resmi dikenai dua sanksi sekaligus. Sanksi tersebut adalah buntut dari aksi tidak terpuji suporter mereka saat laga melawan Jepang. Yang pertama adalah sanksi penggunaan laser, Bahrain diganjar denda sekitar Rp 91 juta. Lalu yang kedua adalah sanksi mengejek lagu kebangsaan Jepang. Dendanya sama dengan sanksi laser, yakni sekitar Rp 91 juta.

NICHOLAS JACKSON LOLOS DARI HUKUMAN FA

Dilansir dari Goal, striker Chelsea Nicholas Jackson dilaporkan telah lolos dari jeratan hukuman oleh FA. Sebelumnya striker asal Senegal tersebut tertangkap kamera terlihat seperti menampar seorang pemain Nottingham Forest saat keributan terjadi di laga Liga Inggris antara Chelsea kontra Nottingham Forest. Setelah diselidiki, FA menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti adanya tindak kekerasan untuk mendakwa Jackson. Meski Jackson lolos dari hukuman, Chelsea dan Nottingham Forest tetap didakwa bersalah oleh FA karena dianggap tak dapat mengendalikan pemainnya.

AGUERO TUNTUT BARCA

Kabar berikutnya datang dari mantan pemain Barcelona, Sergio Aguero. Dilansir dari Goal, pemain asal Argentina tersebut telah melayangkan gugatan terhadap mantan klubnya Barcelona. Aguero menggugat El Barca yang belum membayar biaya kompensasinya sebesar 3 juta euro saat dirinya diputus kontrak oleh Barca. Namun, pihak Barcelona mengklaim, bahwa dalam catatan keuangannya, perihal tunggakan Aguero tersebut tidak tercatat. Kini, kasus gugatan Aguero tersebut telah masuk ke ranah pengadilan sosial.

PEMILIK GENOA BANGKRUT

Lanjut ke kabar selanjutnya dari sepakbola Italia. Dilansir dari Foot Italia, pemilik klub Serie A Genoa, yakni 777 Partners dilaporkan sedang mengalami kebangkrutan. Perusahaan asal Amerika tersebut mengalami kesulitan keuangan berkat hutangnya yang terus meningkat serta kasus hukum yang melanda. CEO Genoa, Andres Blazquez baru-baru ini juga sudah memberitahu pada seluruh fans Genoa kalau klub tersebut akan segera dijual. Menurutnya, dengan kondisi seperti ini menjual klub ke pihak lain adalah hal yang paling mendesak, dan harus segera dilakukan untuk menyelamatkan klub.

LENO TOLAK PANGGILAN TIMNAS JERMAN

Dari Serie A pindah ke kabar dari sepakbola Jerman. Dilansir dari Get Football News Germany, kiper Fulham, Bernd Leno dilaporkan menolak panggilan Timnas Jerman di laga Nations League bulan Oktober ini. Menurut laporan, mantan kiper Arsenal tersebut menolak panggilan karena sudah tahu ia hanya akan menjadi cadangan. Pasalnya, Nagelsmann sudah mengatakan bahwa kiper Stuttgart Alexander Nubel, yang akan jadi pengganti Neuer dan Ter Stegen di bawah mistar Der Panzer. Untuk itu, dengan segala hormat Leno memutuskan untuk tetap bertahan di London.

JURGEN KLOPP GABUNG RED BULL

Lanjut ke kabar berikutnya yang datang dari Jurgen Klopp. Dilansir dari situs resmi minuman berenergi Red Bull, mulai 1 Januari 2025 nanti, mantan pelatih Liverpool tersebut resmi menjadi Kepala Sepak Bola Global yang baru di Red Bull. Ini akan menjadi tugas pertamanya memutuskan rehat dari sepak bola. Nantinya Klopp tidak akan terlibat dalam operasi klub-klub Red Bull, tapi akan menjadi pengawas. Ia Juga akan mendukung direktur olahraga dan memajukan filosofi sepak bola di klub-klub di bawah bendera Red Bull. CEO Red Bull, Oliver Mintzlaff mengaku bangga bisa menunjuk Klopp, dan berharap beberapa klub milik Red Bull mengalami kemajuan pesat selama diberi arahan oleh mantan pelatih Liverpool itu.

AMANDEMEN DITOLAK, PSG TAK BOLEH PINDAH STADION

Kabar berikutnya datang dari sepakbola Prancis. Dilansir dari Get Football News France, Balai Kota Paris per tanggal 10 Oktober 2024 telah menolak Amandemen Wilayah Paris, yang menjanjikan PSG lahan seluas 50 hektar untuk dibangun stadion baru. PSG menganggap bahwa Balai Kota Paris sengaja menolak amandemen tersebut supaya PSG tetap menyewa stadion Parc des Princes yang notabene milik pemerintah setempat. PSG sudah berharap untuk bisa membangun stadion baru, atau kalau tidak membeli hak milik Parc des Princes. Namun, niatan tersebut selalu ditolak Balai Kota Paris karena alasan stadion tersebut adalah bangunan cagar budaya milik pemerintah yang harus dilestarikan.

MANTAN PELATIH SPURS LATIH ANDERLECHT?

Beralih ke kabar berikutnya dari Liga Belgia. Dilansir dari The Sun, mantan pelatih interim Tottenham Hotspur, Ryan Mason dilaporkan akan segera ditunjuk sebagai pelatih Anderlecht. Mason akan ditunjuk menggantikan posisi Brian Riemer yang telah dipecat bulan lalu. Pelatih 33 tahun tersebut kini posisinya masih menjabat sebagai salah satu asisten pelatih Ange Postecoglou di The Lilywhites. Jika kepindahan Mason ke Anderlecht terwujud, ia akan kembali bereuni dengan mantan rekan setimnya ketika bermain di Spurs, Jan Vertonghen.

BARU GABUNG, DEPAY DIPUTUS KONTRAK CORINTHIANS?

Lanjut ke kabar berikutnya yang datang dari Memphis Depay. Dilansir dari Footbal Espana, pemain yang baru bulan lalu gabung Corinthians ini, kini dilaporkan terancam akan diputus kontrak. Menurut laporan, pemain yang telah tampil empat kali bersama Corinthians ini terancam diputus kontrak karena alasan keuangan. Pasalnya pihak sponsor Corinthians yang membayar gaji Depay, yakni Esportes da Sorte terlibat kasus kriminal dan kemungkinan besar akan mengakhiri kesepakatan sponsor dengan Corinthians. Hengkangnya Esportes da Sorte tersebut otomatis membuat gaji Depay tak bisa dibayar. Pihak Corinthians pun dilaporkan tak bisa menanggung gaji Depay.

KALAHKAN BAHRAIN ATAU CHINA, INDONESIA BISA CIPTAKAN REKOR

Bergeser ke kabar dari sepakbola nasional. Dilansir dari bolasport, Timnas Indonesia berpeluang mencatat rekor baru jika mampu meraih kemenangan saat melawan Bahrain atau China di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Rekor tersebut adalah sebagai tim ASEAN tersukses di Babak Kualifikasi Piala Dunia. Jika mampu mengalahkan Bahrain atau China, Indonesia akan meraih 5 poin di klasemen. Poin tersebut adalah poin terbanyak yang digapai wakil ASEAN selama berlaga di Kualifikasi Piala Dunia. Rekor poin terbanyak yang diraih tim ASEAN sebelumnya adalah 4 poin, yakni ketika Vietnam berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

BELUM KAPOK, MEDIA INGGRIS PREDIKSI INDONESIA KALAH

Sementara itu dari kabar lainnya, media asal Inggris Sportsmole kembali memprediksi jika Timnas Indonesia akan menelan kekalahan saat bersua Bahrain. Meskipun diprediksi kalah, namun menurut Sportsmole Timnas Indonesia kali ini bakal mencetak gol. Asal tahu saja, sebelumnya media Inggris tersebut pernah dua kali meleset prediksinya soal Timnas Indonesia. Ketika melawan Arab Saudi, skuad Garuda bahkan diprediksi kalah 4-0. Begitupun saat menghadapi Australia, saat itu Sportsmole memprediksi Timnas Indonesia akan dibantai 3-0.

Udah Enak-Enak Pensiun, Eh Pemain Ini Dipaksa Main Lagi

0

Setelah Toni Kroos akhir musim lalu, tanggal 8 Oktober 2024 giliran Andres Iniesta yang mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia sepakbola. Bagi sebagian fans fanatik Barcelona yang masih ingin melihat aksinya di lapangan, pasti berharap Iniesta bisa menarik ucapannya dan kembali bermain dalam waktu dekat.

Karena hal serupa pernah terjadi pada Kroos. Meski dirinya sudah memutuskan pensiun dari tim nasional, dirinya kembali masuk skuad Timnas Jerman di Euro 2024 kemarin. Kroos rela mematahkan komitmennya setelah dibujuk oleh Julian Nagelsmann.

Fyi aja nih, menunda masa pensiun bukan kali pertama terjadi. Pemain-pemain berikut ini juga pernah melakukannya. Bahkan ada yang kembali bermain padahal sudah pensiun sejak lima tahun yang lalu, lho. Penasaran? 

Paul Scholes

Pemain pertama yang memutuskan untuk kembali bermain setelah mengumumkan pensiun adalah Paul Scholes. Ya, kalian pasti sudah tak asing lagi dengan cerita ini. Setelah memutuskan pensiun pada 2011, salah satu legenda Manchester United itu membuat kejutan besar dengan kembali bermain untuk Setan Merah pada Januari 2012.

Meski sudah pensiun, dirinya tetap berlatih bersama tim cadangan untuk menjaga kebugaran. Mengapa disebut kejutan besar, karena benar-benar tidak ada yang tahu rencana ini, bahkan punggawa Manchester United sekalipun. Nike selaku brand yang menyeponsorinya pun tak diberi tahu. Alhasil, Scholes hanya memakai sepatu KW yang dibelinya di toko loak.

Kembalinya Scholes didorong oleh krisis pemain di lini tengah Manchester United. Sir Alex secara khusus meminta Scholes untuk kembali bermain. Scholes pun menyelinap ke bus skuad Manchester United yang akan menghadapi Manchester City di Piala FA. Beberapa pemain mengira Scholes cuma nebeng. Ternyata ia dimainkan di babak kedua. Seisi stadion pun terkejut dibuatnya.

Di akhir musim, Scholes menandatangani kontrak jangka pendek hingga tahun 2013. Di periode yang singkat itu, Scholes tetap bermain baik dalam 21 pertandingan di semua kompetisi. Dirinya bahkan berhasil mengantarkan Setan Merah meraih gelar Liga Inggris di akhir musim 2012/13.

Arjen Robben

Yang kedua ada Arjen Robben. Pemain sayap asal Belanda itu memutuskan pensiun dari sepak bola pada 2019. Dirinya merasa cukup dengan performa dan prestasinya bersama Bayern Munchen. Namun, kecintaannya terhadap sepakbola tidak dapat dipadamkan begitu saja. Baru beberapa bulan menganggur, Robben justru memberikan pengumuman yang menghebohkan.

Pada tahun 2020, Robben memutuskan untuk kembali merumput bersama FC Groningen. Robben merasa masih memiliki ikatan emosional dengan klub masa kecilnya itu. Robben kembali memperkuat klub Eredivisie tersebut pada usia 37 tahun. Umur yang sudah tua untuk ukuran pemain sayap.

Sayangnya, Robben tidak bisa berkontribusi banyak karena masalah kebugaran. Pemain asal Belanda tersebut hanya memainkan tujuh pertandingan sebelum kembali pensiun pada 2021. Meski begitu, setidaknya Robben sudah memberi makan ego masa kecilnya. Memulai semuanya dari Groningen dan diakhiri pula bersama Groningen.

Rio Mavuba

Masih ingat dengan pemain ini? Ya, Rio Mavuba adalah pemain yang cukup sulit jika ingin membuat akta kelahiran. Karena pemain yang satu ini lahir di tengah laut. Nama Mavuba mulai terkenal saat dirinya berseragam Lille. Berkat penampilannya bersama Lille, Mavuba bahkan bisa membela tim nasional Prancis.

Karir Mavuba sebetulnya tidak terlalu mentereng. Selain Lille, dirinya cuma membela klub-klub medioker seperti Bordeaux, Villarreal, dan Sparta Praha hingga memutuskan pensiun pada tahun 2019. Tapi setelah lima tahun menjalani masa pensiun yang adem ayem, secara mengejutkan Mavuba kembali merumput pada tahun 2024. Padahal saat ini usianya sudah 40 tahun. 

Klub yang dipilih adalah Bordeaux, klub masa kecilnya. Mavuba rela turun gunung karena melihat kondisi Bordeaux yang mengenaskan. Mereka bangkrut dan harus memulai semua dari nol. Mavuba pun menyumbangkan tenaga dan bermain dalam tiga pertandingan sebelum kembali pensiun.

Lionel Messi

Kisah yang hampir sama dengan Toni Kroos juga dialami oleh Lionel Messi. Messi pernah mengejutkan publik dengan keputusannya mundur dari Timnas Argentina setelah kekalahan di final Copa America 2016. Keputusan itu diambil karena Messi merasa dirinya sudah tidak layak untuk membawa nama Argentina di ajang internasional. 

Namun, masa rehat La Pulga tak lama. Dirinya langsung kembali bermain untuk Argentina setahun kemudian. Adalah Edgardo Bauza yang sukses membujuk Messi batalkan pensiunnya. Bauza gantikan peran Gerardo Martino yang gagal di Copa America 2016. “Keputusan pensiun saya ambil saat suasana panas karena kegagalan, tapi saya malu karena bilang ingin kembali lagi,” ujar Messi kepada salah satu media Argentina.

Bauza dan rekan-rekan seperjuangan membantu Messi untuk kembali yakin dan mau bermain untuk tim nasional. Kembali bermain untuk Albiceleste pun dirasa jadi keputusan yang tepat. Karena Messi kini bisa mengantarkan Argentina meraih dua gelar Copa America dan satu Piala Dunia pada tahun 2022.

Zlatan Ibrahimovic

Kembali memperkuat tim nasional setelah menjalani masa pensiun juga jadi keputusan yang diambil oleh Zlatan Ibrahimovic. Pasca kegagalan Swedia menembus fase gugur Euro 2016, Zlatan sebetulnya sudah enggan membela tim nasional. Dirinya lebih fokus pada perkembangan karirnya di level klub.

Namun, mantan pemain Barcelona itu memutuskan kembali ke Timnas Swedia pada 2021 atas bujukan sang pelatih, Janne Anderson. Zlatan diminta untuk menurunkan sedikit egonya demi membantu Swedia yang sedang berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Euro 2024.

Meski Ibrahimovic memenuhi panggilan tim nasional, uluran tangannya tak mampu membantu Swedia lolos ke dua ajang tersebut. Dirinya justru sering absen lantaran cedera lutut yang cukup parah. Terakhir kali Zlatan bermain untuk The Blue and Yellow kala menghadapi Belgia pada Maret 2023 sebelum memutuskan pensiun sebagai pesepakbola profesional pada Juli 2023.

Jens Lehmann

Dari sektor penjaga gawang juga ada. Salah satunya adalah legenda sepakbola Jerman, Jens Lehmann. Nama Lehmann memuncak kala mengawal gawang Arsenal awal 2000an. Dirinya bahkan jadi bagian skuad Arsenal yang menjuarai Liga Inggris musim 2003/04 dengan status invincible, atau tak terkalahkan.

Maka dari itu, ketika Arsenal kembali membutuhkannya pada tahun 2011, dia dengan senang hati datang. Padahal dirinya sudah memutuskan untuk berhenti dari dunia sepakbola pada tahun 2010. Kala itu, Meriam London menghadapi krisis kiper karena badai cedera. Arsene Wenger pun meminta bantuan Lehmann yang saat itu sudah berusia 41 tahun. 

Lehmann setuju untuk kembali. Tapi dirinya tak menjanjikan performa apik seperti di era kejayaannya. Wenger pun mengerti tentang itu. Alhasil, dirinya cuma dijadikan kiper pelapis di belakang Manuel Almunia. Lehmann akhirnya hanya tampil sekali di paruh kedua musim 2010/11. Meskipun hanya bermain sekali, kembalinya Lehmann ke skuad The Gunners adalah bukti dedikasi dan loyalitasnya terhadap klub.

Wojciech Szczesny

Yang terbaru ada kiper Polandia, Wojciech Szczęsny. Sebelas dua belas dengan Jens Lehmann, pemain yang juga pernah berseragam Arsenal itu kembali merumput dengan alasan klub sedang mengalami krisis penjaga gawang. Namun, bukan Arsenal yang mengontrak pemain yang lebih akrab dipanggil “Tek” itu, melainkan Barcelona.

Szczęsny sebetulnya sudah memutuskan pensiun setelah kontraknya tidak diperpanjang Juventus akhir musim lalu. Namun, karena Ter Stegen mengalami cedera lutut dan harus absen cukup lama, Szczęsny dipanggil untuk menjadi kiper cadangan. Robert Lewandowski berperan penting dalam transfer ini. Ia membujuk Szczęsny untuk menerima kontrak berdurasi delapan bulan.

https://youtu.be/HeGTe4z989M

Sumber: GMS, Planet Football, Squawka, Bola.com

 

Fiorentina yang Tak Membiarkan David De Gea Mati Membusuk

0

Dalam sebuah hubungan, apapun itu, kita mengenal peribahasa “Habis manis, sepah dibuang”. Peribahasa ini menggambarkan seseorang yang dilupakan oleh orang lain ketika sudah tidak dibutuhkan lagi. Dalam terminologi sepakbola, habis manis, sepah dibuang bisa disamakan dengan nasib David De Gea di Manchester United.

Setelah kurang lebih 12 tahun lamanya, David De Gea diperas habis sari-sarinya oleh Setan Merah, lalu dibuang begitu saja ketika dirasa sudah tidak dibutuhkan. Itu jadi momen yang sulit bagi seorang pesepakbola. Apalagi, kala itu De Gea sudah kepala tiga. Tak mudah baginya untuk menemukan klub baru yang cocok dengan segala kebutuhannya.

Namun, terbuang dan disia-siakan tak membuat De Gea menyerah dengan keadaan. Penjaga gawang penyuka musik metal itu move on dan mengubur dalam-dalam luka yang digoreskan oleh Setan Merah. Namun, De Gea tidak sendiri dalam melaluinya. Ketika hampir mati membusuk, Fiorentina datang memberi kesempatan kedua. Bersama La Viola, De Gea membuktikan kepada khalayak. Bahwa dirinya belum habis.

Lantas, bagaimana cara De Gea melalui masa-masa sulit itu? 

Akhir yang Menggantung di MU

Sudah menjadi rahasia umum jika David De Gea adalah salah satu warisan terbaik dari Sir Alex Ferguson. Selama bertahun-tahun, posisi De Gea sebagai penjaga gawang utama Manchester United tak tergantikan. Dirinya selalu dihormati oleh pemain dan pelatih yang silih berganti.

Namun, di masa-masa terakhir David De Gea bersama Manchester United, suasananya mulai berubah. Terutama setelah kedatangan pelatih baru Erik Ten Hag. Di mata pelatih berkepala botak itu, David De Gea mulai tidak diperhitungkan sebagai pemain penting di skuad Setan Merah. 

Sebetulnya ini hanya perihal selera. Sang manajer merupakan penggemar berat penjaga gawang yang mampu memainkan bola dengan kakinya. Ten Hag ingin memiliki kiper yang piawai mengatur ritme permainan, mau terlibat dalam membangun serangan dari bawah, dan tidak mudah panik saat mendapat tekanan dari lawan.

Sementara De Gea dikenal sebagai shot stopper. Ia bermain sebagaimana harusnya penjaga gawang. Menggunakan seluruh bagian tubuhnya untuk mencegah bola masuk ke gawangnya. De Gea salah satu yang terbaik di kelasnya. Tapi mau sebaik apa pun, kalau yang dicari Ten Hag tidak ada di dirinya, maka De Gea tetap dirasa kurang.

Tak heran ketika De Gea mendapatkan penghargaan Golden Gloves di Liga Inggris musim 2022/23 dengan catatan 17 clean sheet, itu tidak berarti apa-apa bagi Ten Hag. Padahal, seluruh pemain United bertepuk tangan dan mengapresiasi pencapaian tersebut. 

Menganggur

Meraih gelar individu tidak membuat Ten Hag terpukau akan performa David De Gea. Tujuan sang pelatih jelas. Ingin mencari penjaga gawang yang jago build up permainan dari bawah. Alhasil, perpanjangan kontrak sang penjaga gawang pun terus ditunda. Ten Hag ingin De Gea menjadi penjaga gawang kedua dan menurunkan gajinya.

Namun, De Gea tak mau menyanggupi tawaran tersebut. Penurunan gaji sih oke, tapi jadi yang kedua bukan sebuah pilihan yang ideal baginya. Setelah diskusi panjang, Ten Hag dan manajemen United pun sepakat untuk tidak memperpanjang kontrak sang pemain. 

De Gea akhirnya hanya bisa narimo ing pandum. De Gea dilepas tanpa penghormatan. Dirinya tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato di hadapan fans seperti legenda yang lain.

Kepergian De Gea dari United jadi kabar yang cukup menggemparkan. Selain karena mendadak, sang penjaga gawang sudah terlalu identik dengan klub yang berasal dari Kota Manchester itu. Meski terbuang, De Gea tak sepi peminat. Beberapa klub langsung menghubungi agennya.

Dari mulai Bayern Munchen, Valencia, Real Betis, Villarreal, hingga klub-klub Arab Saudi pun mulai berdatangan. Namun, dari banyaknya tawaran tak ada yang membuat hati De Gea tergerak. Alhasil, sang penjaga gawang pun memutuskan untuk break terlebih dahulu. Ia mengambil waktu istirahat sambil melangsungkan pernikahannya dengan sang kekasih, Edurne Garcia.

Hampir Pensiun

Selama menganggur, De Gea tak hanya berlibur dan bulan madu dengan sang istri. Dirinya juga disibukkan dengan pengembangan diri. Kita semua tahu bahwa De Gea sesekali menjadwalkan latihan mandiri di negara asalnya, Spanyol. Itu dibuktikan dengan unggahannya bersama pelatih pribadinya, Luis Maria Garcia.

Dalam video-video yang diunggahnya di media sosial, De Gea terus berusaha mempertajam insting dan refleksnya sambil menunggu tawaran yang masuk. Selain itu, De Gea juga menambah porsi latihan dengan kakinya. Umpan jarak menengah dan umpan jarak jauh jadi menu favoritnya bersama sang pelatih.

Namun, konsentrasi latihannya kadang terganggu. Tak kunjung menemukan klub baru, membuat De Gea kehilangan hasrat bermain bola. The Athletic bahkan sempat melaporkan bahwa De Gea mempertimbangkan untuk mengakhiri karirnya. Ia merasa sulit untuk kembali bermain. Dirinya masih dihantui kekesalan pada Ten Hag dan John Murtough. Keduanya ia anggap sebagai biang kerok kepergiannya dari Old Trafford. 

Fiorentina Datang

Di saat mulai putus asa, Fiorentina pun datang dengan menawarkan kesempatan kedua. Mereka menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi De Gea di Italia. Proyek yang ditawarkan Fiorentina membuatnya bersemangat. Ia dijanjikan menit bermain yang cukup dan sepakbola Eropa.

Namun, dengan catatan gajinya harus jauh lebih kecil dari sebelumnya. Alhasil, De Gea pun menyanggupi syarat itu. Penjaga gawang berusia 33 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan gaji senilai 1 juta euro per musim belum termasuk bonus. Itu gaji yang jauh jika dibandingkan dengan United yang kala itu mampu membayarnya 444 ribu euro per pekan.

Sempat Diragukan

Merekrut pemain yang sudah setahun penuh nganggur, Fiorentina tak lepas dari kritik dan pertanyaan-pertanyaan sinis. Seperti “Mengapa harus De Gea?” atau “Seperti tidak ada pilihan lain saja.” Keraguan yang hadir di benak sebagian fans dan pundit sepakbola Italia diperkuat dengan debut buruk sang penjaga gawang.

Seperti yang diwartakan The Sun, De Gea alami mimpi buruk di laga debut melawan klub Hungaria, Puskas Academy di ajang play-off Liga Konferensi Eropa. Melawan tim antah berantah tersebut, De Gea malah kebobolan dua gol dalam waktu 12 menit saja. Para penggemar pun tak tahan untuk tidak mengolok-olok sang pemain.

Beberapa fans menganggap De Gea sama saja. Tidak berubah sejak meninggalkan United. Metode latihan pribadi yang dilakukan selama satu tahun terakhir dinilai omong kosong oleh fans yang geram dengan performanya. Untungnya, La Viola terhindar dari kekalahan. Laga berakhir dengan skor 3-3.

Pembuktian

Dirasa kurang puas dengan performanya sendiri, De Gea pun bangkit di pertandingan-pertandingan berikutnya. Seperti misalnya di leg kedua melawan Puskas Academy. De Gea mampu membawa La Viola lolos ke babak berikutnya usai menang melalui adu penalti. 

Berdasarkan laporan Fotmob, penjaga gawang berusia 33 tahun tersebut jadi pemain terbaik dan sukses melakukan delapan penyelamatan dalam 120 menit. Selain itu, ia juga berhasil menepis satu tembakan lawan di babak adu penalti. Tak berhenti di situ, penampilan paling heroik ditunjukan De Gea kala menghadapi AC Milan.

Menghadapi tim kuat, De Gea menjadi pilihan utama Raffaele Palladino. Sang penjaga gawang pun membayar kontan kepercayaan Palladino. Berdasarkan statistik Fotmob, De Gea diganjar rating 9,3 karena melakukan tujuh penyelamatan krusial plus menggagalkan dua penalti Milan yang dieksekusi oleh Tammy Abraham dan Theo Hernandez. 

Berkat performa menawannya, La Viola pun menang 2-1 atas Milan. Ini sebuah kebangkitan sekaligus rekor yang fantastis. Dari biang keladi kegagalan final Europa League, kiper yang diasingkan, terbuang, hingga akhirnya terlahir kembali bersama Fiorentina. Kisah zero to hero yang terdengar biasa. Tapi nggak semua orang bisa.

Sumber: Sky Sport, ESPN, Goal, Football Italia, The Sun

Peraih 4 Gelar AFF Kini Merana, Ambruknya Timnas Singapura

0

Nasib buruk seperti penyamun ulung yang selalu mengintai. Ia licik dan siap menjatuhkan kita dari mana saja tanpa ampun, tanpa kita bisa mengelak. Di saat seperti itu, kita akan remuk redam, terseok-seok bagai seorang pesakitan di tengah mereka yang sedang bersinar. Jalan kita akan lebih lambat ketika yang lain melaju begitu cepat.

Apa yang disebut nasib buruk itu sedang memeluk erat Timnas Singapura. Salah satu raksasa di Asia Tenggara, peraih empat gelar Piala AFF, dijatuhkan begitu saja oleh nasib buruk yang tengik. Status sebagai peraih gelar Piala AFF terbanyak setelah Thailand, sama sekali tak bisa menolong Singapura.

Well, apa yang terjadi pada Timnas Singapura? Mengapa The Lions seolah ambruk hanya dalam waktu yang, kita tidak pernah menyangka, akan secepat itu? Berikut ini kisahnya.

Kejayaan Timnas Singapura

Gagal di edisi pertama Piala AFF, Singapura lalu menunjukkan tajinya di edisi kedua. Lolos untuk pertama kalinya ke final di edisi 1998, Singapura mengalahkan tuan rumah, Vietnam dan membawa pulang trofinya.

Siapa sangka, gelar pertama itu membuka jalan bagi Singapura di Piala AFF. Setelah juara di tahun 1998, Singapura lolos di tiga final lainnya: 2004, 2007, dan 2012. Singapura melibas tiga lawannya di tiga final tersebut. Indonesia dikalahkan di 2004, dan Thailand digiling dua kali di tahun 2007 dan 2012.

Kegemilangan Singapura tersebut tak bisa lepas dari Radojko Avramovic. Pelatih asal Serbia itu mempersembahkan tiga gelar Piala AFF di tahun 2004, 2007, dan 2012. Besarnya legasi yang diciptakan Avramovic, The Lions seakan sulit meloloskan diri dari bayang-bayangnya saat ia angkat kaki.

Tak Lagi Menjuarai Piala AFF

Perginya Avramovic membuat Timnas Singapura seperti mesin yang kehilangan salah satu baut terpentingnya. Gonta-ganti pelatih dilakukan, namun tidak ada yang bisa menyamai prestasi Avramovic. Setelah Piala AFF 2012, Singapura tidak lagi menjadi juara. Itu seiringan dengan mereka yang tidak pernah lagi lolos ke partai final.

Satu-satunya prestasi terbaik di AFF adalah tahun 2020, saat Singapura berhasil melangkah ke semifinal. Selain di level senior, di level kelompok umur, Singapura juga kehilangan raungannya. Dari tahun 2013, tidak ada lagi medali SEA Games yang didapat Singapura.

Ranking yang Merosot

Di level paling dasar saja bonyok, apalagi yang lebih tinggi. Singapura tak pernah lolos ke Piala Asia sejak 1984. Itu artinya, kegemilangan Singapura di Piala AFF pun tidak bisa dilanjutkan di tingkat Asia. Jadi, ketika Singapura tak lagi gemilang di AFF, tak mengejutkan apabila mereka kehabisan tenaga di kualifikasi Piala Asia.

Di Piala Dunia, Singapura masih jadi depot gol tim-tim lainnya. Ambil contoh di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Singapura melenggang ke putaran kedua, tapi di sana hanya menjadi samsak tim-tim seperti Thailand, China, dan Korea Selatan.

Singapura benar-benar kehabisan energi untuk naik ke taraf yang lebih tinggi. Di putaran kedua tersebut, The Lions hanya meraih satu poin. Hasil menahan imbang Tiongkok dengan susah payah.

Singapura pun dipaksa menerima kenyataan bahwa ranking mereka di FIFA perlahan-lahan merosot. Dari posisi 149 di tahun 2015, mereka turun ke peringkat 173 pada 2018, menjadi ranking terendah sejak bergabung ke FIFA. Ranking mereka sempat naik ke 157 di akhir tahun 2019. Tapi anjlok lagi di akhir tahun berikutnya ke 158.

Kini, per 19 September 2024, Singapura masih berada di peringkat 161. Lebih rendah dari Indonesia dan Malaysia. Itu jelas memalukan bagi peraih gelar Piala AFF terbanyak kedua setelah Thailand.

Singapura Kini

Kita memasuki Bulan Oktober 2024. Ada jeda internasional. Tim nasional dari hampir seluruh penjuru dunia mencari lawan agar bisa mengeruk poin FIFA sebanyak-banyak. Namun, alih-alih bertanding dengan sesama negara, Singapura justru menggelar uji tanding dengan klub lokal dan klub dari luar negeri.

Mirisnya lagi, bukan hasil positif yang didapat melainkan sebaliknya. Bulan lalu dihajar Johor Darul Ta’zim 3-0. Oktober 2024 ini giliran klub J1 League, FC Tokyo yang menyetrika Timnas Singapura dengan skor 4-0.

Kekalahan itu makin menegaskan ketidakberdayaan Timnas Singapura. Apa yang terjadi pada The Lions ini, tak pelak salah satunya diakibatkan oleh mandeknya proyek naturalisasi.

Proyek Naturalisasi Mandek

Di belahan Asia Tenggara lain, program naturalisasi dianggap mematikan talenta lokal. Namun, di tengah kekolotan semacam itu, Singapura pernah mendobrak melakukan proyek naturalisasi yang gila-gilaan. Kesuksesan meraih empat gelar Piala AFF juga sedikit banyak berkat proyek ini. Di tahun 2004 misalnya. Singapura diperkuat tiga pemain naturalisasi.

Baihakki Khaizan dan Daniel Bennett dua di antaranya. Ada pula Itimi Dickson dan Agu Casmir di angkatan berikutnya. Bahkan di edisi 2012, Singapura belum berhenti menaturalisasi pemain. Muncul Aleksandar Duric. Barulah setelah itu proyek naturalisasi berhenti.

Singapura memang masih memakai pemain naturalisasi, seperti Mustafic di 2016. Namun, usia senja membuatnya tak lagi berdaya. Tahun 2017, ketika Federasi Sepak Bola Singapura atau FAS dipimpin Lim Kia Tong, naturalisasi makin jarang dilakukan, seiring izin mendapatkan paspor atau hak kewarganegaraan Singapura bagi warga asing dipersulit.

Konflik FAS dan Pemerintah

Sulitnya memperoleh paspor Singapura ternyata menciptakan buih-buih masalah antara FAS dan pemerintah Singapura. Hubungan keduanya pun tidak erat. FAS dipaksa tunduk oleh pemerintah. Namun, ketika prestasi timnasnya jeblok, pemerintah bisa lepas tangan, dan seluruh dampratan mengarah ke FAS.

Salah satu contoh kasusnya menimpa Ben Davis. Sang pemain pernah diangkut Fulham dari Singapore Sports School. Impian bermain di Liga Inggris terbuka. Namun, pemerintah Singapura menghalangi kepergian Davis ke Inggris. Kementerian Pertahanan Singapura tidak mengizinkan Davis berangkat ke Inggris karena harus menjalani wajib militer.

Demikian yang ditulis Pandit Football. Karena memiliki tiga paspor: Singapura, Thailand, dan Inggris, Davis pun akhirnya meninggalkan Timnas Singapura yang sudah dibelanya sejak U-16, lalu pindah ke Thailand dan berangkat ke Inggris. Hal serupa juga dialami penggawa Lion City Tailors, Adam Suwandi. Ia dipaksa melupakan tawaran FC Metz demi wajib militer.

Pembinaan Gagal

Ketatnya aturan wajib militer ini membebani FAS. Ia seperti batu besar yang menghalangi kesuksesan pembinaan usia muda. Mengingat sebetulnya pembinaan usia muda Singapura salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Singapura pernah menjadi tempat yang sering dikunjungi para pemandu bakat dari Eropa.

Salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan adalah membentuk tim Young Lions yang isinya pemain lokal di bawah usia 23 tahun. Tim ini berkompetisi di Liga Utama Singapura. Sayangnya, pembinaan mandek sampai di sana. Ketika negara sesama ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia mengorbitkan pemainnya ke luar negeri, Singapura tidak.

Ganjalannya adalah aturan wajib militer. Hal itu diperparah dengan iklim liga yang tidak kondusif sehingga tak menjanjikan menit bermain. Sejak dulu, Liga Singapura memang sepi penonton. Bahkan oleh orang Singapura itu sendiri. Riset terbaru dari Yahoo Singapore Football Study tahun 2023, sebanyak 65% warga Singapura tidak mendukung klub lokal maupun tim nasionalnya.

Faktornya banyak. Salah satunya karena Liga Singapura dikuasai tim satelit dari Jepang, seperti Albirex Niigata. Kejayaan Timnas Singapura zaman dulu juga pelan-pelan dilupakan oleh masyarakat Singapura. Sepak bola atau bahkan olahraga secara keseluruhan, bukan lagi fokus Singapura. Konsentrasi mereka beralih ke dunia akademik dan saintifik.

Kita pun melihat Singapura maju karena itu. Sementara kalau menyaksikan sepak bolanya, seolah berhenti di tempat. Karena yang primer akademik, sepak bola tak membuat anak-anak muda tertarik. Ujungnya, mencari generasi baru menjadi persoalan pelik.

Lihat saja, Young Lions yang isinya pemain muda Singapura babak belur. di Liga Primer Singapura. Begitu pula timnas usia mudanya. Bernard Tan yang ditunjuk sebagai presiden FAS sejak 2023 juga belum mampu memberi dampak.

Sumber: StraitsTimes, ChannelNewAsia, TheMonitor, PanditFootball, Bolacom, Kumparan

Kenikmatan yang Didapat Pemain Keturunan Saat Bela Timnas Indonesia

0

Kedatangan Mees Hilgers ke Indonesia jadi kabar yang membanggakan sekaligus mengejutkan. Karena sebetulnya, nama Hilgers sudah dikaitkan dengan Timnas Indonesia sejak lama. Bahkan Hilgers muncul lebih dulu sebelum nama-nama beken macam Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Thom Haye. 

Namun, dalam prosesnya terkendala oleh beberapa hal. Salah satunya adalah potensi perkembangan karirnya di Eropa. Karena jika bergabung dengan Indonesia, Hilgers harus melepas statusnya sebagai pemain Uni Eropa. Maka dari itu, ketika dirinya tiba-tiba mau membela Indonesia, hal itu justru memunculkan pertanyaan.

Mengapa Hilgers akhirnya mau membela Indonesia? Usut punya usut, ternyata ada banyak keuntungan yang diterima pemain diaspora ketika membela Indonesia. Penasaran apa saja keuntungannya? 

Budaya Leluhur

Ya, kehadiran Mees Hilgers di skuad Timnas Indonesia bikin kita berdiri di dua sisi yang saling berlawanan. Antara bangga dan bertanya-tanya. Bahkan perasaan bingung pun tak hanya dirasakan oleh kita, melainkan juga oleh legenda Timnas Belanda, Robin Van Persie.

Dirinya merasa aneh ketika tahu Hilgers lebih pilih Indonesia ketimbang Belanda. Pemain yang gagal meraih gelar Liga Inggris bersama Arsenal itu merasa bahwa Hilgers adalah salah satu bek potensial untuk Belanda. 

Namun, berpindah kewarganegaraan tentunya bukan keputusan yang segampang memilih warna baju di lemari. Hilgers pasti sudah memikirkannya matang-matang sejak 2021 hingga akhirnya memilih Indonesia. Dan salah satu keuntungan Hilgers memilih Indonesia adalah bisa mengulik ilmu budaya dan garis keturunan leluhurnya di Manado.

Perlu diketahui, keluarga Hilgers punya hubungan baik dengan Indonesia, terutama tanah leluhurnya di Manado. Itu karena ibu Hilgers memiliki yayasan semacam panti tunanetra di Manado. Alasan yang serupa juga jadi pendorong pemain keturunan lain untuk bela Timnas Indonesia. 

Contohnya seperti Sandy Walsh yang akhirnya bisa rutin menyambangi makam kakek dan neneknya di Surabaya usai memenuhi wasiatnya untuk membela Timnas Indonesia. Lalu ada kabar yang mengatakan bahwa Calvin Verdonk jadi bisa mencari informasi tentang ayahnya yang berasal dari Meulaboh, Aceh.

Honor, Hak, dan Fasilitas

Selain mendapat nilai-nilai historis, pemain keturunan yang membela Timnas Indonesia tentu akan mendapat beberapa keistimewaan lain. Hal itu diungkapkan oleh manajer tim nasional Indonesia U-17 dan U-20, Ahmed Zaki Iskandar. Dilansir Suara.com, Zaki mengatakan secara administrasi mereka akan mendapatkan honor dan fasilitas ketika bermain untuk Timnas Indonesia.

“Kalau dia nggak masuk timnas siapa yang gaji? Iya kan dapat uang insentif kalau dia lagi gabung ke timnas,” kata Zaki. Meski begitu, Zaki tidak membicarakan berapa besaran honornya. Setiap pemain memiliki tarif yang berbeda-beda sesuai kesepakatan. Seperti yang pernah diwartakan oleh Bolasport, bahwa ada isu kalau besaran uang jadi salah satu penghambat proses naturalisasi Justin Hubner beberapa bulan lalu.

Selain uang insentif, pemain diaspora yang kebanyakan berkarir di luar negeri pasti akan mendapatkan fasilitas kelas wahid. Entah itu dari penginapan, akomodasi atau kendaraan pribadi, dan paket liburan ke Bali jika perlu. Semuanya bisa diupayakan karena mereka belum sepenuhnya tinggal di Indonesia.

Kalau udah tua mereka bisa menetap sepenuhnya di Indonesia. Mereka yang sudah memiliki status WNI tentu saja berhak membeli aset atau properti di Indonesia seperti masyarakat pada umumnya. Karena statusnya bukan WNA, mereka tidak memerlukan syarat tambahan untuk tinggal di sini.

Market Value

Pemain keturunan yang memutuskan untuk membela Timnas Indonesia biasanya sudah tidak melihat peluang untuk menembus tim nasional Belanda. Contohnya seperti Ragnar Oratmangoen, Justin Hubner, dan Sandy Walsh. Atau seperti Jordi Amat yang sudah tidak mungkin dipanggil ke Timnas Spanyol.

Dengan bergabung dengan Indonesia, mereka akan meningkatkan status mereka sebagai pemain berlabel tim nasional. Jelas, itu menjadi keuntungan dari segi market value. Menurut Transfermarkt, per Juni 2024 kemarin, beberapa pemain timnas mengalami lonjakan nilai jual yang signifikan pasca gabung tim nasional Indonesia.

Justin Hubner misalnya. Sebelum berstatus sebagai pemain Timnas Indonesia, harga pasar Hubner terpantau masih di angka Rp3,48 miliar. Namun, setelah membawa Timnas Indonesia menembus ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, harga pasar Justin melonjak hingga Rp6 miliar. Itu hampir dua kali lipat.

Selain Hubner, masih ada beberapa pemain yang mengalami lonjakan market value yang cukup signifikan. Ada Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan banyak lagi. Ulasan selengkapnya tentang pemain yang mengalami lonjakan market value bisa kalian tonton di konten Starting Eleven sebelumnya.

Popularitas

Di luar itu semua, tentu saja popularitas jadi yang paling terlihat jika seorang pemain keturunan memutuskan bermain untuk Timnas Indonesia. Fenomena mas-mas berwajah blasteran yang mengisi skuad Indonesia merupakan fenomena langka. Terakhir kali ada pemain blasteran ganteng di skuad Indonesia terjadi di era Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly.

Keberadaan pemain-pemain seperti Rafael Struick, Nathan Tjoe-A-On, hingga Justin Hubner telah membuka pasar sepakbola baru. Pemain-pemain berparas tampan telah mengundang penonton dari segmen baru. Segmen yang sebelumnya tak pernah mengikuti tumbuh kembang Skuad Garuda. 

Segmen baru yang didominasi oleh kaum hawa itu telah memberikan gelombang yang sangat besar kepada pemain-pemain keturunan. Tak heran jika pemain-pemain yang baru bergabung dijamin akan mengalami lonjakan followers di Instagram. Popularitas mereka telah sebanding dengan idol K-Pop. Fans akan dengan senang hati mengantri untuk mendapat tanda tangan dan mengoleksi merchandise tim nasional.

Keuntungan Besar dari Media Sosial

Popularitas yang terjamin ini seakan dimanfaatkan oleh PSSI untuk menambah nilai jual Timnas Indonesia. PSSI seakan meminta pemain untuk menjual konten pribadinya di Instagram. Itu terlihat saat pemain yang baru bergabung langsung menawarkan konten eksklusif berbayar di Instagram. Tarifnya pun beragam. Saat ini yang termahal adalah konten milik Mees Hilgers.

Pemain yang dijuluki El Nyengir itu awalnya memasang tarif Rp179 ribu per bulan. Namun, karena banyak netizen yang protes, harganya pun turun menjadi Rp99 ribu per bulan. Tarif konten eksklusif termahal kedua di Timnas Indonesia dipegang oleh Pratama Arhan dengan Rp39 ribu per bulan. Sisanya berbeda-beda. Contohnya Justin Hubner di Rp29 ribu per bulan.

Fitur ini akan menawarkan konten-konten terbatas yang biasanya berisi kehidupan pribadi atau keseruan antar pemain tim nasional. Konten ini jelas menciptakan situasi kedekatan emosional antara fans dan pemain. 

Ini adalah bisnis yang menguntungkan bagi pemain diaspora. Bayangkan saja, Hilgers kini punya 1 juta pengikut di Instagram. Jika 200 diantaranya konsisten membeli konten eksklusif, maka Hilgers akan mengantongi tambahan hampir sekitar Rp20 juta per bulan. Itu baru 200 orang. Bagaimana jika 20 ribu orang, atau 200 ribu orang? Cuan banyak pasti.

Pemain-pemain diaspora juga akan mendapat endorse dan kontrak eksklusif dari brand-brand ternama Indonesia. Contohnya seperti Rafael Struick dengan Le Minerale dan Nivea Men, Ragnar Oratmangoen dengan Kahf dan BSI serta masih banyak lagi. Yang terbaru, Maarten Paes jadi Brand Ambassadornya Extra Joss. Pantes ke Bahrain-nya telat, sibuk shooting iklan dulu ternyata. Btw, brand-brand tadi nggak mau pasang iklan sekalian nih di Starting Eleven?

Sisi Negatif

Namun, popularitas dan gelombang fans yang luar biasa ini tak selamanya membawa efek positif. Mereka juga bisa menghadirkan efek negatif kepada punggawa Timnas Indonesia. Itulah yang dialami Nathan Tjoe-A-On yang tak lagi memiliki privasi. Kita semua pasti pernah lihat video Nathan yang diikuti sampai ke toilet. Terus diajak selfie padahal baru bangun tidur. 

Bahkan, oknum fans sampai mengirimkan pesan melalui DM ke akun media sosial ayahnya. Hal-hal kayak gini bisa mengganggu ketenangan dan konsentrasi pemain di lapangan. Jangan ya dek ya, King Indo biar fokus ke Piala Dunia dulu nih.

https://youtu.be/5UT9MRE3RFY

Sumber: Suara, DW, Bolasport, Strootsy