Beranda blog Halaman 104

Tolong Jangan Buru-Buru #STYOUT, Timnas Indonesia Masih Punya Asa Bung!

Lemas, letih, lesu, itulah yang kini dirasakan fans Timnas Indonesia di hari Rabu 16 September 2024. Tidak yang di kantor maupun di obrolan warung kopi, semuanya kecewa dengan kekalahan Timnas Garuda atas China.

Tapi sudahlah, akhiri saja penyesalan ini. Berhenti pula menghakimi sana-sini, apalagi sampai mengeluarkan #STYOUT. Jangan ya dik ya.

Terlepas dari beberapa kesalahan Timnas Indonesia, toh ini bukan akhir dari segalannya. Rasa pahit kekalahan ini harusnya jadi semangat kita untuk bangkit. Sebab perjuangan ini belum berakhir kawan.

Perubahan Line-Up

Kalau dilihat sebelum laga digelar, fans sudah dibuat heboh dengan hilangnya Eliano Reijnders dari skuad. Teka-teki penyebab Reijnders hilang juga simpang siur seiring kabar ini terus menjadi bahan pembicaraan netizen.

Baru dikejutkan dengan kabar tersebut, kita dikejutkan lagi dengan perubahan line-up timnas Indonesia. Shin Tae-yong mendadak cosplay menjadi Pep Guardiola yang tiba-tiba suka bongkar pasang pemain di setiap laga.

Empat perubahan dilakukan, yakni dengan memainkan Asnawi menggantikan Sandy Walsh di wing back kanan, Shayne Pattynama di wing back kiri dengan menarik Calvin Verdonk di tiga bek tengah. Lalu Nathan Tjoe A-On sebagai gelandang tengah serta Witan Sulaeman yang dipasang di lini depan.

Kesalahan Strategi?

Dengan perubahan 11 pertama tersebut, Indonesia tampaknya ingin mengambil inisiatif untuk menguasai bola dan melakukan serangan terlebih dahulu. Namun, yang boleh jadi tidak mereka, dan tentu saja Shin Tae-yong kira, Branko Ivankovic tampaknya sudah menebak strategi tersebut.

Alhasil, alih-alih terpancing untuk terseret pada permainan Indonesia, China malah sengaja bermain menunggu dan bertahan sangat dalam. China menjebak pemain Timnas Indonesia untuk keluar menyerang dan hanya memanfaatkan kelengahan untuk melakukan serangan balik.

Ingat bagaimana Jose Mourinho menjadi antitesis dari permainan Guardiola? Nah, begitulah yang dilakukan Branko Ivankovic. Celakanya siasat China itu berhasil. Berawal dari kesalahan Shayne Pattynama yang ragu membuang bola, The Dragons unggul lebih dulu lewat Bakram Abdulwali. Setelah ketinggalan, tak ada kata lain bagi Indonesia untuk menggempur lebih gencar lagi tembok pertahanan China.

Namun, justru di situlah China makin paham bagaimana caranya melumpuhkan permainan Indonesia. Indonesia yang terus menyerang terlena. Ada lubang di pertahanan Indonesia ketika Mees Hilgers bergerak terlalu melebar membantu serangan. Lubang itu berhasil dieksploitasi oleh Darwin Nunez-nya China, Zhang Yuning untuk menjebol gawang Maarten Paes.

Perubahan

Defisit dua gol di babak pertama membuat STY berpikir lebih keras lagi supaya bangkit di babak kedua. Eksperimennya di babak pertama dengan empat perubahan line-up terbukti gagal total.

Rizky Ridho, Thom Haye, dan Marselino Ferdinan dimasukan di babak kedua. Penguasaan bola terbukti masih menjadi milik Indonesia. Namun, lagi-lagi efektifitas serangan serta penyelesaian akhir masih menjadi PR. Tembok China juga terlalu kokoh untuk ditembus.

Merasa belum berjalan pergantian pemain yang dilakukan, pergantian pemain pun kembali dilakukan. Indonesia coba bermain oportunis dengan memasukan Pratama Arhan untuk mengambil bola lemparan jarak jauh.

Hasilnya terbukti, satu gol dari Thom Haye berawal dari lemparan ke dalam Arhan. Namun sayang, Indonesia tak punya banyak waktu untuk menyamakan kedudukan. Belum lagi pemain China mencoba memanfaatkan situasi dengan mengulur-ulur waktu.

China Tak Lebih Baik?

Ya, skor 2-1 akhirnya menjadi hasil yang harus diterima dengan lapang dada. Meski kalah, menurut Thom Haye, permainan China tak lebih baik dari Indonesia. STY juga menolak klaim beberapa media di konferensi pers, kalau permainan China lebih baik dari Indonesia.

Pembelaan Profesor Thoa dan STY tersebut masuk akal. Pasalnya, kalau dilihat dari segi statistik, Indonesia terbukti lebih unggul. Dilansir dari Fotmob, secara penguasaan bola Indonesia unggul 76% dibanding 24% milik China. Dari segi total tembakan ke gawang, unggul 14 banding 5. Lalu total shot on target juga unggul 6 banding 3.

Namun, ada satu yang perlu dicatat dan diperhatikan oleh Coach Shin. Indonesia kalah dalam hal big chances atau peluang berbahaya. Di laga tersebut dua kali China menciptakan big chances dan keduanya menghasilkan gol. Indonesia? Tak punya satu pun big chances. Artinya, China lebih efektif memanfaatkan peluang. Bagi China, kalah secara permainan dan statistik tak mengapa, yang terpenting memenangkan pertandingan.

Evaluasi

Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Timnas Indonesia gagal meraih target empat poin dari laga melawan Bahrain dan China. Pasca laga usai, Erick Thohir langsung angkat bicara. Menurutnya, Timnas Indonesia akan segera dievaluasi secara menyeluruh.

Tak hanya Ketum PSSI saja, usai laga STY akan lebih dulu melakukan evaluasi internal. Menurut STY, timnas akan dievaluasi dari segi gaya bermain, mengantisipasi kelengahan dan kesalahan sendiri, serta lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. STY tak mau kejadian seperti melawan China terulang lagi.

Meski masih fokus pada evaluasi, Ketum PSSI juga tak lupa mengingatkan bahwa kita sebagai fans harus terus mendukung Timnas Indonesia di kala menang maupun kalah. Kalimat itulah yang seharusnya terpatri di hati para fans tanah air saat ini. Jangan hanya jadi fans fomo yang senang hanya kalau melihat Timnas menang saja.

Jangan Naikan Tagar STYOUT

Apalagi para netizen yang anti pada Timnas Indonesia kini sengaja memunculkan tagar STYOUT di platform X. Hey.. Cobalah berpikir, hanya karena kalah dari China, masak STY harus out?

STY juga manusia. Toh ia juga sudah mengakui kesalahannya saat melakukan perubahan line-up dan cara bermain timnya usai laga. Kita boleh kritik STY sepedas apa pun. Namun, kalau sampai meminta STYOUT sih, sudah keterlaluan.

Kecewa boleh saja. Memang kekalahan ini membuat ekspektasi yang sudah kadung teramat tinggi dari para fans jadi sirna seketika. Timnas dan fansnya kini ibaratnya sedang diuji. Kita harusnya bersyukur diberi pelajaran berharga ini. Itu artinya Timnas Indonesia dan fansnya diingatkan harus membumi dan tak boleh terlalu jumawa.

Harus Bangkit, Masih Ada Peluang

Perjalanan masih panjang, masih ada kesempatan untuk bangkit. Next kita akan menjamu dua lawan berat yakni Jepang dan Arab Saudi di bulan November. Meski bermain di kandang, namun secara realistis peluang menangnya agak berat.

Namun. tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Contoh saja China. Meski bertubi-tubi jadi lumbung gol, mereka toh bisa belajar dan bangkit menang melawan Indonesia.

Kita mungkin akan sulit berharap bisa menahan imbang Jepang. Namun, setidaknya di laga melawan Arab Saudi satu poin bisa didapat. Walau begitu peluang Timnas Indonesia melaju ke babak berikutnya masih terbuka. Asal di dua laga kandang melawan China dan Bahrain meraup enam poin. Lalu ketika laga berat melawan Jepang dan Australia di tandang, setidaknya berharap bisa raih satu poin.

Dengan hitung-hitungan seperti itu, jika di total, poin Indonesia bakal mencapai 11 poin. Dengan poin segitu, masih sangat mungkin Timnas Indonesia menjadi peringkat 3 atau 4. Namun, itu bukan satu-satunya patokan. Semua juga masih bergantung pada hasil para rival seperti Bahrain maupun China.

Jangan Kendorkan Dukungan

Memang, dengan kekalahan ini membuat makin berat langkah kita lolos ke babak berikutnya. Media belanda De Telegraaf juga mengatakan hal yang sama. Namun bukan berarti semangat kita sebagai fans jadi kendor. Timnas Garuda tetap butuh suntikan dukungan dari fans.

Apalagi nih, masih ada empat laga kandang yang akan dihelat di Indonesia. Kita sebagai fans harus tetap membanjiri stadion untuk membuat gentar musuh. Termasuk pembalasan dendam kepada Bahrain yang harus tuntas, ya nggak?

Yang jelas tetap nyalakan optimisme. Para pemain dan pelatih tetap akan berjuang mati-matian demi lambang garuda di dada. Jalan masih panjang, Timnas Indonesia belum menyerah bung!

Sumber Referensi : okezone, bola.net, okezone, bola.com, suara, cnn, suara, cnn, fotmob, tvone, bola.com

Wasit Alkaf, Mantan Sopir Bus yang Kini Jadi AIB Sepak Bola

0

Sungguh sangat disayangkan. Tragedi kelam sepakbola terjadi pada laga Bahrain vs Indonesia di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Aib sepakbola dunia seketika tercoreng akibat ulah satu orang bernama Ahmed Al-Kaf. Wasit botak berjidat hitam tersebut kini menjadi bahan olok-olokan dunia pasca kejadian kontroversial 90+6 = 99.

Ibarat peribahasa, nila setitik rusak susu sebelanga. Ya, kelakuan busuk wasit yang dulunya adalah seorang sopir bus itu, telah membuat pihak seperti AFC, FIFA, Timnas Bahrain, hingga Oman sekalipun kena getahnya.

Sebelum membahas tragedi memalukan wasit Al-Kaf ini, football lovers jangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya dulu ya, agar tak ketinggalan konten terbaik dari Starting Eleven Story.

Jadi Olok-Olok Dunia

Kamis, 10 Oktober menjadi hari yang kelam bagi wasit Ahmed Al-Kaf. Berkat keputusan kontroversialnya di laga Bahrain vs Indonesia, ia sontak menjadi bahan olok-olokan. Beberapa media dunia bahkan menyoroti langsung aksi Al-Kaf tersebut.

Seperti halnya di media sosial, akun X seperti @433 dan @trollfootball, juga ikut mengunggah meme soal keputusan wasit Al-Kaf tersebut. Tak ketinggalan media Belanda, Voetbal International juga menyoroti sikap wasit Al-Kaf dengan menulis, kemenangan Indonesia telah dirampok wasit.

Olok-olokan media dunia tersebut, belum ada apa-apanya kalau dibanding olok-olokan dari netizen Indonesia. Dari tukang tambal ban pinggir jalan hingga artis sekalipun tak henti-hentinya mengolok-olok wasit Al-Kaf.

Bahrain, AFC, Dan Oman Kena Imbas

Olok-olokan netizen Indonesia tak hanya menyasar pada pribadi wasit botak itu saja, melainkan PSSI-nya Bahrain, AFC, maupun pihak Oman pun juga kena imbas.

Netizen sepakbola tanah air berbondong-bondong menggeruduk akun Instagram PSSI-nya Bahrain, @bahrainfa. Lalu juga akun Instagram AFC, @afcasiancup. Tak ketinggalan, akun Instagram Federasi Sepakbola Oman. @omanfa juga digeruduk. Oman dianggap netizen tidak becus melahirkan wasit terbaik. Berbagai sumpah serapah hingga hujatan pun membanjiri ketiga akun Instagram tersebut.

Sampai-sampai nih, akun Instagram @bahrainfa sengaja menutup kolom komentar postingannya. Namun, penderitaan FA Bahrain tak cukup sampai di sana saja. Beberapa hari setelah itu, akun media sosial Asosiasi Sepak Bola Bahrain giliran kena hack. Waduh ngeri ya, makanya jangan macem-macem, antum!

Selain Bahrain dan Oman, AFC juga kena geruduk. Kecurigaan netizen pada AFC semakin menjadi-jadi setelah terungkap bahwa Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, berasal dari Bahrain. Apalagi sang Presiden AFC tersebut dilaporkan kedapatan bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Swiss, sepekan sebelum laga Bahrain vs Indonesia.

Kecaman Terhadap Al-Kaf

Tak hanya hujatan dan kecaman yang menghujam Bahrain, AFC dan Oman, hujatan kepada pribadi sang wasit pun tak kalah kejam. Akun Instagram pribadi milik wasit Al-Kaf yakni @ahmedalkaf, yang memiliki followers sekira 17.000, hilang tanpa jejak. Hilangnya akun tersebut adalah buah dari efek report masif yang dilakukan oleh pecinta sepakbola Tanah Air.

Tak sampai di situ, ia juga menerima ancaman pembunuhan dan santet. Duh serem nggak sih? Hal itu dikabarkan langsung oleh media Timur Tengah, Kooora setelah netizen Indonesia heboh menyebar nomor telepon sang wasit.

Sementara itu, lewat akun Instagram @bayuwangi_hitss, terlihat wasit Al-Kaf menjadi sasaran santet. Berbagai barang perantara santet seperti telur, cabai, bawang, maupun pocong buatan terlihat di sebelah foto wasit Al-Kaf.

Petisi Hingga Kehidupan Pribadi

Namun, berbagai hujatan atau kecaman saja dianggap tidak cukup bagi netizen Indonesia. Untuk mendorong supaya sang wasit dihukum berat, netizen Indonesia membuat petisi. Petisi tersebut dibuat pada laman Change.org.

Tidak tanggung-tanggung, terdapat dua petisi yang menginginkan Al-Kaf dihukum. Yang pertama adalah petisi supaya wasit Al-Kaf dipecat dan dilarang berkecimpung di dunia sepakbola seumur hidup, dan yang kedua petisi supaya lisensi wasit Al-Kaf dicabut segera.

Selain berbagai macam hujatan, kecaman, hingga petisi yang digaungkan, kehidupan pribadi sang wasit pun sampai dikuliti habis oleh netizen Indonesia. Sampai-sampai ada satu fakta unik soal wasit Al-Kaf yang akhirnya terbongkar.

Dilansir dari akun X @Oman_Careers, Al-Kaf sebelum jadi wasit ternyata berprofesi sebagai sopir bus sekolah swasta. Bahkan sebelum menjadi sopir bus sekolah, dirinya sempat mengaku hanya menjadi pengangguran selama 12 tahun. Ia mengaku susah mencari pekerjaan, tapi juga tidak mau menjadi beban keluarga.

Rekam Jejak Kontroversial

Tak hanya kehidupan pribadinya saja yang dikuliti, rekam jejak kontroversialnya pun menjadi sasaran empuk. Satu per satu borok mantan sopir bus ini pun terbongkar. Termasuk saat dirinya memimpin di laga-laga yang melibatkan Timnas Bahrain.

Dilansir dari Transfermarkt, wasit Al-Kaf ternyata telah enam kali memimpin laga Timnas Bahrain. Dengan rincian empat kali jadi wasit utama dan dua kali sebagai wasit keempat. Menariknya, di enam laga tersebut Timnas Bahrain tak pernah mengalami kekalahan.

Ketika Al-Kaf jadi wasit utama, Bahrain tiga kali menang dan sekali imbang. Tiga kemenangan didapat atas Yaman, Uni Emirat Arab, dan Malaysia. Sementara hasil imbang diraih saat menghadapi Indonesia. Lalu saat menjadi wasit keempat, Bahrain bermain imbang atas Kuwait dan menang atas Irak.

Selain itu, wasit Al-Kaf juga pernah membuat kontroversi di laga Arab Saudi vs Thailand di Piala Asia U-23 2020. Saat itu Timnas Negeri Gajah Putih dibuat geram karena keputusan penalti kontroversial yang akhirnya memenangkan Arab Saudi.

Wasit Al-Kaf Dibela

Anehnya, meski dosa-dosa mantan sopir bus ini sudah terungkap, beberapa media Timur Tengah masih saja banyak yang bersimpati padanya. Beberapa media yang berada di Timur Tengah ikut bersuara memberikan dukungan kepada wasit Al-Kaf seperti Slaati.

Begitu pula apa yang dilakukan oleh negara tempat asal Al-Kaf, yakni Oman. Lewat akun X, Asosiasi Sepak Bola Oman mengutuk keras serangan yang tidak beralasan dan penggunaan bahasa yang mengancam serta mengintimidasi wasit Oman, Ahmed Al-Kaf dan asistennya.

Dihukum Tapi…

Kini, wasit Al-Kaf telah dihukum. Menurut laporan, Al-Kaf dilarang memimpin pertandingan Al Ain vs Al Hilal di Liga Champions Asia. Kabar ini diungkapkan langsung jurnalis sepak bola Oman, Khamis Al Balushi dalam program televisi Al Dakka.

Akan tetapi, hukuman tersebut terbilang tak seberapa. Bagi fans Indonesia yang sudah kadung memendam amarah, hukuman tersebut dinilai tak cukup. AFC dan FIFA harus tegas soal hukuman terhadap wasit botak itu. Karena bagaimanapun sang mantan sopir bus itu sudah jadi aib bagi sepakbola.

PSSI sudah kirim surat protes ke AFC dan FIFA. Sudah seharusnya dua organisasi yang terhormat itu bekerja lebih bijak dan adil dalam kasus ini. Kecuali kalau kedua organisasi ini justru kawan karib Bahrain dan sang wasit. Mudah-mudahan tidak. Eh, beneran tidak, kan, ya?

Bukan apa-apa, karena kalau melihat responsnya, indikasi keberpihakan AFC pada Bahrain menguat setelah surat protes dari PSSI malah ditolak. Dari wawancaranya kepada CNN Indonesia, manajer Timnas Indonesia, Sumardji mengatakan bahwa AFC menolak surat protes PSSI, dan meminta PSSI mengajukan surat protes ke FIFA.

Balasan dari AFC tersebut, terbilang aneh menurut Sumardji. Pasalnya, PSSI sebelumnya juga sudah mengirim surat protes ke FIFA. Selain itu, Sumardji juga mengatakan, selama ini ketika PSSI mengajukan protes ke AFC memang sering kali tidak pernah mendapat jawaban yang mengenakkan.

Sumber Referensi : suara.com, cnbcindonesia, cnnindonesia, jawapos, bola.okezone, sportdetik, suara.com, cnnindonesia, cnnindonesia

Kontroversial! AWAS, Wasit Botak Itu MERESAHKAN!

Masih ingat dengan wasit yang bernama Pierluigi Collina? Ya, dia adalah wasit panutan dengan segala ketegasan dan keadilannya di lapangan. Tak hanya soal ketegasan dan keadilan, penampilannya juga nyentrik dengan kepala botaknya yang ikonik.

Wajar saja, wasit-wasit penerusnya juga ingin meniru kesuksesan seperti Collina. Namun sayang, yang ditiru bukan soal ketegasan dan keadilannya, melainkan hanya botaknya saja. Ya, banyak kemudian muncul wasit botak namun keputusannya sering menuai kontroversi. Berikut kita bahas satu per satu wasit tersebut.

Eits, sebelum mengetahuinya kalian subscribe dan nyalakan loncengnya dulu ya, agar tak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven

Howard Webb

Mulai dari Howard Webb. Webb menjadi wasit sudah sejak tahun 80-an. Namun, ia mulai menjadi wasit di Liga Inggris baru di tahun 2003. Sebelum jadi wasit, Webb ini adalah seorang mantan sersan kepolisian Yorkshire Selatan, yang harusnya sangat disiplin dan taat aturan.

Akan tetapi, selama menjadi wasit nyatanya banyak keputusan-keputusannya yang justru berbau kontroversial. Di Liga Inggris, Webb bahkan sempat dilabeli “wasitnya MU”. Bahkan setelah pensiun, dirinya mengakui sendiri bahwa keputusannya banyak menguntungkan MU.

Tak hanya soal MU, beberapa klub maupun negara juga pernah jadi korban kontroversial keputusan Webb. Seperti di Euro 2008 ketika ia memberikan penalti kontroversial untuk tuan rumah Austria saat melawan Polandia. Sampai-sampai nih, presiden Polandia ketika itu Donald Tusk sempat ingin mencari dan membunuhnya.

Selama 12 tahun menjadi wasit, ia sempat dihukum oleh Asosiasi Perwasitan Inggris yang membuatnya turun kasta ke divisi League One pada tahun 2013. Webb sendiri akhirnya pensiun sebagai wasit pada tahun 2014.

Simon Hooper

Wasit botak kontroversial berikutnya adalah Simon Hooper. Hopper ini mengawali kariernya sebagai wasit di Liga Inggris pada tahun 2015. Selama menjadi wasit di Liga Inggris, ia kerap menuai kontroversi. Setidaknya, ada tiga dosa besar yang telah ia torehkan di Liga Inggris.

Yang pertama adalah saat memimpin laga MU vs Wolves bulan Agustus 2023. Ketika itu ia tak memberikan penalti pada Wolves, dan malah memberikan kartu merah pada pelatih Wolves, Gary O’Neil. Kejadian itu lalu membuatnya diistirahatkan sementara sebagai wasit Liga Inggris oleh PGMOL.

Lalu di laga Spurs vs Liverpool bulan September 2023. Ketika itu Hooper menganulir gol Luis Diaz, dan memberi kartu merah pada Jota. Pihak Premier League pun kembali meminta maaf atas keputusan Hooper tersebut. Hooper kembali dilarang memimpin laga, namun masih ditugaskan sebagai wasit VAR.

Lalu di laga City vs Spurs bulan Desember 2023. Hooper membuat keputusan kontroversial setelah meniup peluit saat City berpeluang cetak gol di menit-menit akhir. Erling Haaland sampai ngamuk-ngamuk di lapangan. Di sosial media Haaland juga memaki sang wasit dengan menyebut kata-kata “WTF”.

Anthony Taylor

Tak hanya Webb dan Hooper saja, wasit botak Anthony Taylor juga meresahkan. Wasit berkepala plontos ini sudah menjadi wasit di Liga Inggris sejak tahun 2010. “Keputusan kontroversial” adalah label yang melekat dalam diri Anthony Taylor, bahkan hingga sekarang.

Berkat keputusan kontroversialnya, ia bahkan sempat diturunkan menjadi wasit Championship oleh PGMOL gara-gara memberikan penalti kontroversial kepada Newcastle, di laga melawan Wolves bulan Oktober 2023.

Tak hanya itu, di laga Final Europa League 2023 antara AS Roma vs Sevilla, ia juga dianggap banyak merugikan Giallorossi. Pelatih Jose Mourinho bahkan sampai ingin mencegat sang wasit di tempat parkir usai laga. Baru-baru ini, ia juga sempat diliburkan oleh PGMOL berkat “rekor” mengeluarkan 14 kartu kuning di laga Chelsea vs Bournemouth bulan September 2024.

Mike Dean

Dari Webb, Hooper, maupun Anthony Taylor, masih kalah kontroversialnya dengan Mike Dean. Wasit botak yang satu ini selama kariernya di Liga Inggris, tercatat sebagai wasit yang “kejam”, karena banyak memberikan kartu merah dan penalti.

Wasit yang memulai kariernya di Liga Inggris dari tahun 2000 tersebut, telah mengeluarkan sebanyak 109 kartu merah dalam 523 laga. Selain itu, ia juga telah memberikan 158 penalti sepanjang kariernya sebagai wasit.

Satu hal yang menarik tentang kontroversinya adalah, ketika ia sumringah saat Tottenham Hotspur mencetak gol. Mike Dean terlihat berlari kegirangan saat Spurs cetak gol di laga melawan Arsenal pada tahun 2012 dan Aston Villa tahun 2015.

Selain itu, Dean juga tercatat melakukan aksi kontroversialnya saat memberikan kartu merah kepada pemain West Ham Tomas Soucek saat melawan Fulham, dan pemain Soton Jan Bednarek di laga melawan MU.

Namun, kartu merah yang diberikan Dean tersebut akhirnya dianulir oleh FA lewat banding. Alhasil, sikap Dean tersebut mendapat kecaman di media sosial. Sampai-sampai, ia sempat diancam akan dibunuh.

Tom Henning Ovrebo

Wasit botak meresahkan berikutnya adalah Tom Henning Ovrebo. Fans Chelsea di seluruh dunia pasti tak akan lupa dengan wasit asal Norwegia ini. Orang yang sebelumnya berprofesi sebagai psikolog ini, sebenarnya sudah menjadi wasit FIFA sejak tahun 1994 silam.

Dalam perjalanannya, Ovrebo sempat menjadi salah satu wasit terbaik di UEFA pada tahun 2008. Namun, pada tahun 2009, satu noda kontroversial telah mempengaruhi kariernya. Noda dalam karier Ovrebo tersebut datang saat ia memimpin laga Chelsea kontra Barcelona di semifinal leg kedua Liga Champions, Mei 2009. Dalam laga ini, setidaknya ada empat keputusan kontroversial Ovrebo yang menguntungkan Barcelona, yang akhirnya lolos ke final.

Pasca kejadian tersebut, reputasi baik yang sebelumnya ia miliki telah berubah 180 derajat. Setelah pensiun pada tahun 2010, ia mengakui bahwa ia telah membuat kesalahan besar di laga tersebut yang berimbas pada kariernya.

Mateu Lahoz

Wasit botak berikutnya adalah Antonio Mateu Lahoz. Terhitung sejak 2008, Lahoz mulai bekerja sebagai wasit di kompetisi kasta teratas Spanyol, dan menjadi salah satu wasit terbaik yang ada di negeri Matador.

Dalam perjalanan kariernya, ia sempat terkena noda kontroversial. Seperti saat memimpin laga Piala Dunia 2022 antara Belanda vs Argentina. Nama Mateu Lahoz saat itu mendadak jadi perbincangan dunia karena mengeluarkan “rekor” 17 kartu kuning dan satu kartu merah di laga tersebut.

Berkat keputusan kontroversialnya tersebut, akhirnya sang wasit pun dipulangkan oleh FIFA, dan tak menyelesaikan tugasnya sebagai wasit di Piala Dunia 2022. Setahun setelahnya, tepatnya di tahun 2023 ia lalu memutuskan untuk pensiun.

Ahmed Al-Kaf

Siapa yang tak kenal wasit botak mirip pala kelereng, Ahmed Al-Kaf. Ia kini adalah musuh bersama pecinta sepakbola Indonesia, karena keputusan kontroversialnya merugikan Timnas Indonesia saat melawan Bahrain.

Perlu diketahui, wasit berjidat hitam ini adalah seorang wasit AFC yang berasal dari Oman. Ia debut sebagai wasit di Liga Oman sejak 2008. Selama kariernya, ia dikenal sebagai salah satu wasit yang “ringan kartu”. Al-Kaf pernah mengeluarkan sepuluh kartu kuning saat memimpin partai leg kedua perempat-final Liga Champions Asia 2024 antara Al-Nassr vs Al Ain.

Keputusan kontroversial Al-Kaf di laga Bahrain vs Indonesia, juga bukan yang pertama kalinya. Ia juga sempat memberikan keputusan kontroversial di laga Arab Saudi vs Thailand di Piala Asia U-23 2020. Saat itu, Al-Kaf memberikan penalti kontroversial kepada Arab Saudi dan membuat Thailand kalah.

Sumber Referensi : mirror, goal, express, essentiallysports, mirror, sportsindonews

Berita Bola Terbaru 15 Oktober 2024 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan UEFA Nations League, Prancis berhasil menang 2-1 atas Belgia meski hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit 76. Gol Les Blues dicetak oleh brace Randal Kolo Muani menit 36 dan 62. Sementara Belgia hanya membalas sekali melalui Lois Openda menit 45+3. Kemenangan ini bikin Prancis tetap menduduki peringkat dua klasemen sementara Grup 2 Nations League A di atas Belgia.

Di pertandingan lain, Jerman menang tipis 1-0 atas Belanda. Gol Jamie Leweling di menit 64 jadi satu-satunya yang tercipta di laga ini. Dengan begitu, Jerman masih kokoh di puncak klasemen Grup 3 Nations League A, sementara Timnas Pusat membuntut di urutan kedua.

Sedangkan di UEFA Nations League B Grup 4, Turki berhasil mengalahkan Islandia dengan skor 4-2. Gol pasukan Vincenzo Montella dicetak oleh Irfan Kahveci menit 62, Hakan Çalhanoğlu menit 67, Arda Guler menit 88, dan Karem Akturkoglu menit 90. Sedangkan dua gol Islandia lahir dari aksi Orri Oskarsson menit tiga dan Andri Gudjohnsen menit 83. Hasil ini kian mengokohkan Turki di puncak klasemen.

DANIEL MALDINI CETAK SEJARAH BERSAMA ITALIA

Sementara di laga Italia vs Israel, salah satu punggawa Gli Azzurri, yakni Daniel Maldini telah mencatatkan sejarah baru di sepakbola Italia. Dilansir Football Italia, debut Daniel menjadi pertanda terciptanya sejarah baru. Dengan begitu, untuk pertama kali terjadi ada tiga generasi keluarga yang bermain untuk Timnas Italia. Ya, Daniel merupakan penerus trah Maldini di Timnas Italia. Sebelum Daniel, sudah ada Paolo Maldini dan Cesare Maldini.

TIM NIGERIA TERLANTAR DI BANDARA TANPA MAKAN DAN MINUM

Masih dari kabar internasional, ada berita buruk yang melanda tim nasional Nigeria. Victor Osimhen cs kabarnya ditelantarkan begitu saja di bandara internasional Libya. Dilansir Football Italia, Super Eagles tadinya dijadwalkan bermain tandang melawan Libya dalam kualifikasi Piala Afrika di Kota Baninah. Namun, pesawat yang ditumpangi skuad Nigeria justru dialihkan pendaratannya ke Al Abraq International Airport. Setelah turun dari pesawat, mereka tidak mendapat jemputan dan ditelantarkan sekitar 16 jam tanpa minum, makanan, dan akses internet. Karena tidak puas dengan sikap Libya, Nigeria meminta untuk pertandingannya dibatalkan.

PEP GUARDIOLA BAKAL TERIMA PINANGAN TIMNAS INGGRIS

Kini kita mampir dulu ke sepakbola Inggris. Manajer Manchester City, Pep Guardiola semakin santer diisukan bakal jadi pelatih Timnas Inggris yang baru. Seperti yang diwartakan Goal, Lee Carsley dipastikan tidak akan mengambil posisi tersebut. Karena FA sangat memprioritaskan Pep Guardiola sebagai kandidat pelatih Inggris. Pep pun tidak menutup kemungkinan itu. Dirinya cukup tertarik menangani Inggris yang mana berisikan pemain-pemain yang sudah ia kenali. Apalagi ia juga belum menandatangani kontrak perpanjangan di Manchester City. Jika Pep menerima pinangan Inggris, maka ia akan mulai bekerja pada akhir musim nanti.

CITY INGIN PALMER KEMBALI

Masih dari Manchester City, pihak klub kabarnya mulai menyesal telah melepas Cole Palmer ke Chelsea. Kini, mereka mempertimbangkan untuk membawa pulang sang pemain musim depan. Dilansir Caught Offside, City berniat untuk menjadikan Palmer sebagai suksesor Kevin De Bruyne yang semakin dekat dengan pintu keluar Etihad Stadium. Namun, Chelsea yang mengetahui ini tidak akan membiarkan Palmer pergi dengan harga murah. The Blues kabarnya akan mematok harga Palmer di angka 150 juta euro.

SOAL KEMUNGKINAN ZIDANE LATIH MU

Bergeser ke Manchester United, isu tahunan bahwa Zinedine Zidane bakal jadi pelatih baru klub mulai muncul lagi. Menyikapi itu, agen Zidane pun angkat bicara. Dilansir Mirror, agen Zidane, yakni Alain Migliaccio kabarnya mulai muak dengan rumor-rumor ini. Dirinya lelah melihat nama Zidane selalu dikaitkan dengan United ketika performa klub tersebut sedang goyah. Alain pun memberikan isyarat kepada publik bahwa Zidane jauh dari siap untuk menggantikan Erik Ten Hag. Pertama, Zidane lebih memprioritaskan Timnas Prancis. Yang kedua, Alain merasa sepakbola Inggris sangat tidak sesuai dengan gaya melatih Zidane. Terlebih, Zidane tidak fasih berbahasa Inggris. 

NAPOLI INCAR BEN CHILWELL

Dari Inggris, kita menyebrang ke Italia. Sang pemuncak klasemen, Napoli dikabarkan sedang mencari tambahan pemain di sektor bek kiri. Antonio Conte pun kembali berburu pemain dari Liga Inggris. Dilansir The Sun, setelah mendapatkan Scott McTominay dan Billy Gilmour dari Liga Inggris, kini Conte mengincar bek kiri Chelsea, Ben Chilwell. Napoli mendapat kabar bahwa Chilwell bersedia hengkang dari Chelsea pada Januari nanti. Itu akan jadi kesempatan baik bagi Il Partenopei. The Blues lebih terbuka dengan kesepakatan pinjaman, tapi Napoli lebih berminat untuk mempermanenkannya langsung.

BALOTELLI TERANCAM BATAL GABUNG GENOA

Mario Balotelli kabarnya akan kembali bermain di Serie A musim ini. Eks Inter Milan dan AC Milan itu saat ini dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan Genoa. Alberto Gilardino memandang Balotelli sebagai penyerang yang kenyang pengalaman di Serie A. Dirinya sangat cocok untuk menjadi tambahan di lini depan Genoa yang sedang bermasalah akibat serangkaian cedera. Namun, menurut Football Italia, kepindahan ini bisa saja batal karena Gilardino dalam posisi sulit. Sang pelatih diambang pemecatan jika Genoa tak kunjung membaik dalam beberapa pertandingan kedepan. Jika Gilardino dipecat, otomatis Balotelli akan dihapus dari daftar pencarian Genoa.

MADRID INCAR VITINHA

Mampir ke Spanyol sebelum membahas sepakbola Asia Tenggara. Real Madrid dikabarkan masih berambisi untuk menambah gelandang lagi di bursa transfer mendatang. Dilansir Football Espana, beberapa nama sudah masuk dalam daftar. Selain Florian Wirtz, ada gelandang PSG, Vitinha. Madrid merasa Vitinha adalah pemain yang kreatif dan bisa jadi otak permainan Madrid. Tapi, transfer ini kabarnya akan sulit terjadi. Karena Vitinha masih terikat kontrak hingga 2027 dan agen pemain asal Portugal itu adalah Jorge Mendes. Sosok yang memiliki hubungan buruk dengan Madrid. 

MALAYSIA DIPERMALUKAN NEW ZEALAND

Dari sepakbola Asia Tenggara, Timnas Malaysia baru saja dihajar oleh New Zealand dengan skor mencolok, 4-0. Malaysia sempat mampu menahan imbang tuan rumah tanpa gol hingga turun minum. Namun, Harimau Malaya harus kebobolan empat gol di babak kedua. Dilansir Bola.net, bagi Malaysia, hasil ini menambah kekecewaan karena sebelumnya hanya bermain imbang 1-1 melawan klub lokal yang baru berusia tujuh bulan, Auckland FC dalam laga uji coba tertutup. Netizen Indonesia pun ramai-ramai memberikan reaksinya atas performa buruk sang tetangga. Beberapa meme kocak pun mulai mewarnai timeline media sosial.

MUNCUL PETISI MINTA AL-KAF DIHUKUM SEUMUR HIDUP

Akibat banyaknya keputusan kontroversial dalam pertandingan Bahrain vs Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, wasit Ahmed Al-Kaf diminta dipecat dan diberi sanksi seumur hidup dari dunia perwasitan. Dilansir CNN Indonesia, permintaan itu disampaikan penggemar Timnas Indonesia dengan membuat petisi pada laman Change.org. Tidak tanggung-tanggung, terdapat dua petisi yang ingin Al-Kaf dipecat dari perwasitan. Dalam petisi itu bertujuan agar mematikan karir sang wasit yang dinilai tidak profesional.

OMAN MARAH, MINTA FIFA DAN AFC LINDUNGI WASIT AL KAF

Melihat masifnya ujaran kebencian dan teror kepada wasit Al-Kaf, Federasi Sepakbola Oman selaku federasi asal dari sang wasit pun akhirnya angkat bicara. Dilansir Sport Detik, mereka mengecam serangan yang diarahkan ke wasit Ahmed Al-Kaf. Dalam postingan media sosialnya, Oman menuliskan, “Federasi Sepakbola Oman mengutuk sekeras-kerasnya serangan yang tidak dapat dibenarkan serta penggunaan bahasa yang mengancam dan mengintimidasi terhadap wasit internasional Oman Ahmed Al-Kaf.” Mereka juga meminta FIFA dan AFC untuk bertindak tegas dan menjamin keamanan para wasitnya.

WASIT INDO VS CHINA UDAH KETAR-KETIR DULUAN

Jelang laga krusial antara Timnas Indonesia dan China pada matchday keempat Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, wasit yang bertugas, yakni Omar Al Ali menjadi sorotan publik Indonesia. Dilansir Tribunnews, dalam sebuah unggahan Instagram Story akun pribadinya, @omaralali2000, Omar Al Ali terlihat membagikan doa menjelang pertandingan. Unggahan tersebut seakan meminta perlindungan dari Allah SWT jelang pertandingan. Omar kayaknya udah ketar-ketir duluan karena kalau salah bikin keputusan, udah pasti diserang sama netizen. Bahkan menurut Jambione, ada netizen yang siap menyantet kalau Omar cari gara-gara.

STY BISA BIKIN PELATIH CHINA DIPECAT

Jelang melawan Timnas Indonesia, pelatih China, Branko Ivankovic berada di situasi tertekan. Tim asuhannya belum meraih satu kemenangan pun di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dilansir Bolasport, ketika performa buruk terus berlanjut, posisi pelatih Branko Ivankovic tentu saja menjadi tidak stabil. Bahkan Ivankovic bisa saja dipecat jika gagal menang lawan Timnas Indonesia. Ivankovic berpeluang jadi korban Shin Tae-yong selanjutnya setelah Graham Arnold.

MU DITOLAK CALON MANAJER BARU

Masa depan Erik Ten Hag masih belum jelas. Manchester United dilaporkan masih mencari opsi siapa yang pas untuk menggantikan manajer asal Belanda itu. The Sun melaporkan United sudah menghubungi beberapa pelatih. Namun, mereka justru mendapat penolakan. Salah satunya dari pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeness. Sang pelatih merasa ketika manajemen United menghubungi. Tapi dirinya memutuskan untuk menolak kesempatan itu. Hoeness merasa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan bersama Stuttgart.

POTENSI CEDERA BUKAYO SAKA

Hilangnya Bukayo Saka dari starting line up Timnas Inggris yang menghadapi Finlandia kemarin menimbulkan pertanyaan. Dirinya dikabarkan mengalami gangguan pada kebugarannya. Dilansir AS, Saka telah meninggalkan kamp pelatihan Inggris dan kembali ke London untuk menjalani pemindaian cedera. Tentu ini jadi kabar buruk bagi Mikel Arteta dan fans Arsenal. Karena Meriam London akan menghadapi Bournemouth dan Shakhtar Donetsk minggu depan.

GREALISH RUGI 10 JUTA GARA-GARA TAA

Masih dari sepakbola Inggris, Jack Grealish mengaku rugi lebih dari Rp10 juta cuma gara-gara Trent Alexander-Arnold cetak gol. Dilansir Goal, saat pertandingan melawan Finlandia, TAA sedang ancang-ancang untuk mengeksekusi tendangan bebas. Melihat itu, Grealish berteriak kepadanya. “Jika kamu mencetak gol tendangan bebas ini, saya akan memberimu 500 pound.” Dan TAA pun langsung meletakan bola di sudut yang sulit dijangkau oleh kiper. Alhasil, kini Grealish berhutang 500 pound kepada bek Liverpool tersebut.

JORDAN HENDERSON DIRUMORKAN KE RANGERS

Jordan Henderson yang dikabarkan sudah tidak betah di Ajax Amsterdam sedang mempelajari kemungkinan untuk hengkang pada Januari nanti. Beberapa klub telah masuk daftar sebagai opsi. Salah satunya adalah klub Skotlandia, Rangers. Dilansir Daily Record, komunikasi masih tahap awal. Belum ada diskusi serius diantara keduanya. Namun, transfer ini kabarnya akan sulit terjadi karena pelatih Ajax, Francesco Farioli tidak mengizinkan Henderson pergi. Menurutnya, pengalaman Henderson sangat penting bagi ruang ganti.

PINDAH KE RED BULL, KLOPP DIKRITIK MANTAN PEMAIN

Keputusan Jurgen Klopp untuk bekerja di bawah naungan Red Bull kabarnya membuat beberapa pihak tidak senang. Terutama, mantan pemainnya di Borussia Dortmund. Hal itu diungkapkan oleh Kevin Grosskreutz. Dirinya mengecam keputusan Klopp untuk mengisi jabatan Kepala Global Sepakbola di Red Bull. Menurut Kevin, Klopp dinilai berani untuk mengkhianati Dortmund dan bekerja dengan organisasi yang memiliki citra buruk di sepakbola Jerman. “Saat kami bertemu, saya akan mengatakan kepadanya secara pribadi bahwa menurut saya itu omong kosong karena dia melakukan hal seperti itu (bekerja di Red Bull),” kata Kevin seperti yang dikutip Goal.

OPSI KEPEPET JUVE UNTUK GANTIKAN BREMER 

Dari Jerman ke Italia, Juventus kabarnya masih saja menjajaki beberapa opsi pemain bertahan untuk menggantikan Gleison Bremer yang mengalami cedera. Dilansir Foot Italia, beberapa nama sudah muncul, seperti Jakub Kiwior dan Milan Skriniar. Sedangkan Sergio Ramos sudah dikesampingkan. Namun, kini muncul lagi opsi yang lebih realistis. Dia adalah Ardian Ismajli dari Empoli. Ardian dinilai sebagai opsi yang “lebih mudah digapai” ketimbang opsi lain.

GENOA DATANGKAN PEMAIN GRATISAN

Masih dari sepakbola Italia, meski bursa transfer sudah ditutup, Genoa dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan pemain asal Uruguay, Gaston Pereiro. Dilansir Foot Italia, pemain yang berposisi gelandang ini berstatus bebas transfer. Genoa membutuhkan tambahan pemain karena sedang mengalami badai cedera. Gaston diperkirakan bakal mendarat di Italia dalam beberapa jam kedepan untuk menandatangani kontrak. Selain itu, Genoa juga masih melanjutkan negosiasi dengan Mario Balotelli.

KOMENTAR MADRID SOAL KONTROVERSI MBAPPE DAN TIMNAS PRANCIS

Mampir sebentar ke Spanyol, Real Madrid akhirnya buka suara soal kontroversi Kylian Mbappe yang disebut sudah tak mau lagi bermain penuh untuk Timnas Prancis. Dilansir Football Espana, menurut perwakilan klub, berita itu cuma dilebih-lebihkan saja. Kecintaan Mbappe kepada Timnas Prancis sudah tidak bisa diragukan lagi. Tentu Mbappe tidak mungkin membatasi dirinya untuk membela Les Bleus. Dirinya tidak masuk skuad Prancis memang karena fokus pemulihan cedera. Prancis dan Mbappe tak mau mengambil resiko.

INDONESIA MALAH BERPOTENSI DISANKSI AFC

Dari sepakbola Tanah Air, drama pertandingan melawan Bahrain kemarin belum usai. Kini, muncul berita dari China yang memojokan Indonesia. Katanya, Indonesia justru jadi pihak yang berpotensi disanksi oleh AFC. Seperti yang dilansir CNN Indonesia, media China yang bernama Sohu mengatakan bahwa Skuad Garuda bisa mendapatkan sanksi dari AFC akibat keributan setelah menghadapi Bahrain. Bahkan Indonesia bisa saja menerima pengurangan poin akibat peristiwa tersebut. 

SEKJEN AFC BINGUNG DENGAN TUNTUTAN INDONESIA

Pihak PSSI dikabarkan sudah melayangkan protes sebanyak tiga kali kepada AFC. Namun, belum ada respon dari AFC. Baru-baru ini, Sekjen AFC justru mengaku bingung dengan keluhan Indonesia. Dilansir Bolasport, Sekjen AFC, Datuk Seri Windsor John yang berasal dari Malaysia bingung soal tuntutan Indonesia yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf dalam laga melawan Bahrain. Menurutnya, tuntutan Indonesia tidak jelas. Tidak merinci apa yang salah dan di bagian mana salahnya. Sementara itu, Arya Sinulingga telah memastikan bahwa laporan PSSI sudah jelas. PSSI mempermasalahkan soal manajemen waktu dan penunjukan wasit yang juga berasal dari Asia Barat. Udah Ketuanya orang Bahrain, sekarang Sekjen-nya orang Malaysia. Gini amat punya Timnas jago.

Dari Madam Pang hingga ‘Messi’ Doakan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026

0

Bayangkan saat kamu sedang berjuang meraih mimpi, banyak yang mendoakan. Pasti senang sekali bukan? Nah, itulah yang dialami Timnas Indonesia. Betul bahwa tak sedikit yang tak menyukai Timnas Indonesia. Tapi masih banyak kok yang senang dengan perjuangan Timnas Indonesia sekarang, terutama di Kualifikasi Piala Dunia.

Bahkan tak sedikit yang mendoakan agar Timnas Indonesia, yang belum pernah lolos ke Piala Dunia dengan nama Indonesia itu, lolos ke Piala Dunia 2026. Dan menariknya, doa-doa yang dipanjatkan ini tidak hanya berasal dari masyarakat Indonesia sendiri, melainkan juga berasal dari luar.

Siapa saja yang berdoa agar Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia? Mari kita menguliknya.

Jesus Casas

Jesus Casas salah satu dari sekian pelatih asing yang kagum pada Timnas Indonesia. Hal itu ia akui setelah Timnas Irak asuhannya meladeni perlawanan alot Timnas Indonesia. Singa Mesopotamia memang dua kali mengalahkan Indonesia di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Namun, satu pertandingan, di mana Irak hanya menang 2-0 menjadi berkesan bagi Casas. Hasil itu cukup mengejutkan. Karena di laga pertama, Irak bisa melibas 5-1 Indonesia dengan mudah. Pun di Piala Asia 2023, saat pasukan Jesus Casas menggiling anak asuh Shin Tae-yong 3-1.

Selepas laga yang berujung kemenangan Irak 2-0 itu, Casas melontarkan doa untuk Timnas Indonesia. Bekas asisten Luis Enrique tersebut memang tak berdoa Indonesia akan lolos ke Piala Dunia. Tapi setidaknya ia mendoakan Indonesia lolos ke fase berikutnya, dalam hal ini putaran ketiga. Dan Puji Tuhan, doa yang dipanjatkan Casas benar-benar terkabul.

Tom Saintfiet

Jika Casas mendoakan Indonesia lolos ke putaran ketiga, Tom Saintfiet, bekas pelatih Timnas Filipina berdoa agar Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia. Mengutip CNN Indonesia, setelah menjajal betapa ganasnya Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong, Saintfiet berharap Indonesia bisa mewakili Asia Tenggara di Piala Dunia 2026.

Dalam kacamata Saintfiet, negara Asia Tenggara juga punya kekuatan yang bisa sampai ke sana. Pelatih yang kini menukangi Timnas Mali itu menyebut bahwa Indonesia, Thailand, dan Vietnam adalah kekuatan Asia Tenggara.

Menurut Saintfiet, ketiga negara itu lolos ke Piala Dunia. Namun, kata Saintfiet, untuk sampai ke sana harus berjuang di babak kualifikasi yang tidak mudah. Di sana ada lawan-lawan tangguh seperti Iran, Australia, Uzbekistan, hingga Yordania dan Arab Saudi.

“Saya harap bisa melihat Thailand dan Indonesia di Piala Dunia 2026 nanti,” katanya. Namun, karena yang tersisa Indonesia, maka harapannya Indonesia-lah yang nantinya akan mewujudkan harapan Saintfiet.

Hajime Moriyasu

Ketika Timnas Indonesia sedang menjalani putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 tersiar kabar yang mengejutkan. Tidak, bukan soal penangkapan Harun Masiku, melainkan komentar yang penuh dengan riak-riak harapan dari Hajime Moriyasu, pelatih Timnas Jepang.

Tanpa fufufawasweswos, pelatih Jepang itu mengatakan bahwa Indonesia akan lolos langsung ke Piala Dunia menemani Timnas Jepang. Komentar itu keluar setelah ia melihat Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong sungguh-sungguh mengalami perkembangan yang amat pesat.

Komentar tersebut menjadi pemicu semangat para punggawa Timnas Indonesia. Tak menyangka Moriyasu yang membawa Jepang mengalahkan Spanyol di Piala Dunia 2022 lalu, sebesar itu keyakinannya terhadap peluang Indonesia lolos ke Piala Dunia. Padahal target PSSI sendiri hanya finis di posisi tiga atau empat.

Kalau yang bilang komentator sepak bola, atau komentator gadungan, atau orang biasa, ya ini seperti pepesan kosong. Tapi yang mengatakan adalah Hajime Moriyasu. Sosok pelatih Timnas Jepang, salah satu tim terkuat di Asia. Aminin aja nggak sih?

Tijjani Reijnders

Selain para pelatih kelas dunia yang mendoakan Indonesia lolos Piala Dunia, ada pula pemain kelas dunia yang melakukannya. Dia tiada lain adalah kakak dari Eliano Reijnders, yakni Tijjani Reijnders. Gelandang andalan Ronald Koeman di Timnas Belanda itu memberi dukungan lewat sebuah video yang di akun media sosial Instagram Oranje Indonesia.

Baik Belanda maupun Indonesia memang sedang sama-sama berjuang untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Ketika Tijjani mengatakan hal itu, sang adik, Eliano juga bertekad untuk membawa Merah Putih ke Piala Dunia. Ia bahkan mengajak Tijjani untuk bersama-sama ke Piala Dunia.

Pede banget ya, Eliano bilang gitu. Kayak timnas abangnya sudah pasti lolos ke Piala Dunia aja. Eh.

Madam Pang

Awal Oktober 2024 lalu, Ketua Federasi Sepak Bola Thailand atau FA Thailand, Nualphan Lamsam mengunjungi Ketum PSSI. Senyum Pang merekah saat kedatangannya disambut hangat oleh Erick Thohir.

Jauh-jauh datang dari Bangkok, wanita yang dikenal dengan Madam Pang itu memberi tahniah kepada Timnas Indonesia yang melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Pada kunjungannya tersebut, Madam Pang juga berdiskusi terkait kerja sama untuk membangun sepak bola, terutama di kawasan Asia Tenggara. Bagi Madam Pang, meski Thailand tak lolos ke putaran ketiga, setidaknya masih ada Indonesia yang mewakili Asia Tenggara

Setelah dikunjungi FA Thailand, giliran Erick Thohir yang melawat ke Thailand beberapa hari setelah kunjungan Madam Pang tersebut. Ini menunjukkan bahwa hubungan Thailand dan Indonesia terutama di ranah sepak bola sangat baik. Gini nih yang namanya tetangga, mendoakan, bukan mencaci maki.

Warga Thailand dan Jepang

Yang membuat warga Indonesia makin berbunga-bunga adalah doa yang dipanjatkan tidak hanya berasal dari FA Thailand, tapi juga sejumlah warganya. Hal itu bisa dilihat di salah satu unggahan AFC di Instagram tentang Indonesia. Di kolom komentar, ucapan doa dan dukungan tidak hanya berasal dari publik tanah air, tapi juga warga luar negeri, termasuk dari Thailand.

“Ayo Indonesia cetak sejarah dalam kemajuan sepak bola Asia Tenggara,” demikian tulis netizen Thailand, @khun_kalang_8989.

Selain warga Thailand, warga Irak bahkan Italia juga membanjiri kolom komentar tersebut. Sejumlah warga Jepang juga sudah mulai ikut mendoakan sebagaimana pelatih timnasnya. Misal, usai Indonesia ‘dicurangi’ wasit di pertandingan menghadapi Bahrain.

Para warganet dari Jepang berduyun-duyun memberi dukungan. Mereka bahkan mengatakan bahwa Indonesia telah naik level karena sudah bisa merasakan betapa licik dan biadabnya negara Timur Tengah. Makin salbrut alias salting brutal, nggak sih didukung banyak orang gini?

Alexis Messidoro

Doa dan dukungan juga datang dari Messi. Tentu bukan Lionel Messi, melainkan Alexis Messidoro. Pemain yang dulu pernah menyingkirkan Lautaro Martinez itu mendoakan agar perjuangan Indonesia mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2026 memperoleh hasil maksimal.

Pemain yang kini berseragam Dewa United tersebut bahkan optimis Indonesia bisa meraih tiket ke Piala Dunia 2026. Meskipun lawan-lawan yang dihadapi di fase kualifikasi tidaklah mudah. Sejauh ini, mengutip Bolasport, Messi menilai Timnas Indonesia sudah tampil sangat optimal.

“Saya harap siklus ini bisa mewujudkan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026,” kata Messidoro dikutip Bolasport.

Doa-doa sudah dirapalkan. Situasi langit sekarang sedang dibombardir doa agar Indonesia lolos ke Piala Dunia. Jangan takut tak dikabulkan. Allah Swt. toh sudah berjanji dalam Surah Gafir ayat 60 bahwa, “Ud’uuni astajib lakum” artinya “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-kabulkan!”

https://youtu.be/u3m-ibkLaMs

Sumber: Bolasport, Okezone, MediaIndonesia, DetikSport, TvOneNews, CNNIndo, Bolasport

Berita Bola Terbaru 12 Oktober 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil laga Nations League A Grup 3, Jerman sukses meraih kemenangan saat bertemu tuan rumah Bosnia Herzegovina dengan skor 2-1. Gol kemenangan dari Der Panzer diborong oleh Denis Undav masing-masing di menit 30 dan 36. Dengan raihan tiga poin ini membuat pasukan Julian Nagelsmann sementara berada di puncak klasemen dengan koleksi 7 poin.

Di grup yang sama, Belanda gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain seri melawan tuan rumah Hungaria. Laga yang diwarnai kartu merah Virgil Van Dijk ini berakhir dengan skor 1-1. De Oranje bahkan sempat ketinggalan lebih dahulu lewat gol Roland Sallai di menit 32, sebelum akhirnya Denzel Dumfries menyamakan kedudukan di menit 83. Dengan hasil ini, Belanda sementara harus berada di peringkat 2 dengan koleksi 5 poin.

RUANG GANTI MU DISADAP

Dilansir dari The Sun, ruang ganti MU dilaporkan sempat disadap oleh oknum yang tak bertanggung jawab sebelum laga melawan Aston Villa. Akibatnya, segala instruksi dari Ten Hag di ruang ganti terekam. Alat rekam yang ditemukan pihak stadion Villa Park yakni berupa telepon selular. Pihak keamanan masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Belum diketahui siapa orang iseng yang sengaja menaruh alat sadap tersebut di ruang ganti MU tersebut.

BRUNO SINDIR MU?

Kabar berikutnya masih dari MU. Dilansir dari The Sun, kapten MU, Bruno Fernandes baru-baru ini melempar isyarat bahwa ia lebih suka bermain di Timnas Portugal daripada MU. Hal itu disampaikan oleh Bruno jelang laga Portugal vs Polandia di Nations League. Setelah datang ke Kamp latihan Timnas Portugal dari MU, Bruno merasa lebih tenang dan nyaman. Ia merasa senang dan sangat menikmati saat berlatih dan bermain bersama Timnas Portugal karena lingkungannya sangat mendukung.

HUGO VIANA KE CITY

Bergeser ke kabar dari klub Manchester sebelah. Dilansir dari Goal, Manchester City telah sepakat untuk merekrut Direktur Olahraga yang baru yakni Hugo Viana. Direktur Olahraga Sporting CP tersebut sudah sepakat untuk menjadi suksesor Txiki Begiristain yang akan hengkang di akhir musim. Menurut laporan, Hugo Viana akan bergabung lebih cepat di Etihad yakni di awal tahun 2025. Tujuannya agar Begiristain dapat mengajari Viana seluk-beluk pekerjaannya di City sebelum hengkang.

VARDY TERBANG KE BAHRAIN

Masih kabar dari sepakbola Inggris. Dilansir dari Sportbible, Jamie Vardy beserta istrinya dilaporkan terbang menuju Bahrain di masa jeda internasional ini. Menurut laporan, kepergian Vardy ke Bahrain terkait dengan rumor kepindahannya ke Liga Timur Tengah. Setelah dari Bahrain, Vardy dilaporkan akan segera menuju Arab Saudi untuk bertemu dengan beberapa klub yang berminat padanya. Ada dugaan bahwa klub Liga Arab Saudi seperti Al Khaleej, Al Shabab dan Al Qadsiah telah mencoba membujuk Vardy untuk melakukan pembicaraan kontrak.

JOEL MATIP PENSIUN

Sementara itu, tersiar kabar terbaru dari mantan pemain Liverpool, Joel Matip. Dilansir dari Liverpoolecho, bek asal Kamerun tersebut telah mengumumkan pensiun dari dunia sepakbola. Matip pensiun sebagai pesepakbola di usia 33 tahun. Ia belum mendapatkan klub lagi setelah hengkang dari Liverpool pada musim panas ini. Matip kini telah tinggal menetap di Jerman bersama keluarganya, tepatnya di daerah Gelsenkirchen. Dirinya juga sehari-harinya kini disibukkan dengan memantau anaknya di sekolah sepakbola SSV Buer.

YAMAL KENAKAN NOMOR 10

Kini beralih ke kabar dari sepakbola Spanyol. Dilansir dari Goal, pemain Barca Lamine Yamal akan mengenakan seragam Timnas Spanyol bernomor punggung 10 untuk pertama kalinya. Yamal akan mengenakannya saat laga Nations League melawan Denmark. Sebelumnya, Yamal di skuad La Furia Roja mengenakan nomor punggung 19. Ia kini memakai nomor 10 yang untuk sementara ini tidak dipakai pemiliknya, yakni Dani Olmo karena sedang cedera. Namun, entah sampai kapan Yamal akan memakai nomor 10 tersebut. Apakah hanya sementara saat Olmo absen, atau justru seterusnya.

ABSEN, MBAPPE KE KELAB MALAM

Dari kabar Yamal beralih ke kabar dari Mbappe. Dilansir dari Goal, setelah absen dari Timnas Prancis, Mbappe terciduk tengah berpesta di sebuah klub malam. Kejadian tersebut bertepatan dengan rekan-rekannya di Timnas Prancis sedang berjibaku melawan Israel di laga Nations League. Mbappe terlihat bersama teman-temannya mengunjungi beberapa restoran eksklusif seperti Chez Jolie, sebelum berpesta di sebuah kelab malam di daerah Stockholm, Swedia.

TERUNGKAP, SEGINI GAJI KLOPP DI RED BULL

Lanjut ke kabar berikutnya soal gabungnya Jurgen Klopp ke Red Bull. Dilansir dari The Sun, terungkap sudah besarnya gaji yang akan diterima Klopp selama mengabdi bersama Red Bull sebagai Kepala Sepak Bola Global. Menurut laporan Klopp akan menerima sekitar 8 hingga 10 juta pounds per tahun. Dengan gaji tersebut, menunjukkan bahwa gajinya sebagai kepala sepakbola global ternyata lebih tinggi dari gaji pelatih MU, Erik Ten Hag yang hanya memperoleh sekitar 6.75 juta per tahun.

THOMAS TUCHEL NEGOSIASI DENGAN TIMNAS INGGRIS?

Dari kabar tentang Klopp beralih ke kabar tentang pelatih Jerman lainnya, Thomas Tuchel. Dilansir dari 90 min, pelatih yang sedang diisukan kuat akan menjadi suksesor Ten Hag di MU, malah dilaporkan sedang bernegosiasi untuk menjadi pelatih Timnas Inggris. Negosiasi tersebut terjadi karena sikap Asosiasi Sepakbola Inggris yang ingin segera mendatangkan pelatih baru setelah hasil mengecewakan saat melawan Yunani di Nations League. Menurut laporan, negosiasi tersebut masih terus berjalan ke arah yang positif.

DUA PEMAIN MILAN TERANCAM DIPARKIR

Lanjut ke kabar berikutnya dari Serie A. Dilansir dari Football Italia, dua pemain AC Milan yang merupakan eks Chelsea, Fikayo Tomori dan Tammy Abraham terancam akan dicadangkan di beberapa laga Rossoneri berikutnya oleh pelatih Paulo Fonseca. Fonseca dilaporkan muak dengan sikap dua pemain tersebut saat terjadinya proses kegagalan penalti saat melawan Fiorentina. Di laga tersebut, Tomori dianggap sengaja memberikan penalti tersebut untuk ditendang oleh Abraham. Padahal penendang penalti yang Fonseca mau saat itu adalah Pulisic.

MALAYSIA GAGAL MENANG LAWAN KLUB BAU KENCUR

Kabar berikutnya datang dari Timnas Malaysia. Dilansir Bolasport, Harimau Malaya gagal menang saat jalani laga uji coba tertutup melawan klub Selandia Baru, Auckland FC. Klub yang baru terbentuk bulan Maret 2024 tersebut, berhasil menahan imbang Malaysia dengan skor 1-1. Usai laga, pelatih Pau Marti Vicente mengaku belum puas dengan performa anak asuhnya. Ia mewanti-wanti anak asuhnya untuk bekerja lebih keras lagi sebelum hadapi Timnas Selandia Baru di hari Senin 14 Oktober.

KESAKSIAN SUPORTER ATAS KEJANGGALAN LAYAR STADION BAHRAIN

Lanjut ke kabar dari sisa kontroversi laga Bahrain vs Indonesia. Dilansir dari Bola.com, beberapa suporter Indonesia mengaku melihat sejumlah kejanggalan di laga tersebut selama laga berjalan. Termasuk soal layar stadion. Layar display stadion tidak pernah menayangkan ulang apa yang terjadi saat pelanggaran, maupun saat adanya tayangan pengecekan VAR. ⁠Lalu, saat perpanjangan waktu 90+6, layar timer di stadion terlihat telah berhenti. Hal itulah yang menyebabkan penonton heran kenapa laga di lapangan masih saja dilanjutkan oleh wasit, hingga akhirnya Bahrain cetak gol di menit 99.

MEDIA CHINA REMEHKAN INDONESIA

Lanjut ke kabar selanjutnya jelang laga China vs Indonesia di babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Dilansir dari Okezone, media China yakni Sohu, baru-baru ini telah menganggap remeh Timnas Indonesia. Dalam sebuah artikelnya, Sohu mengatakan bahwa, meski China belum meraih poin di grup, mereka bakal mati-matian meraih poin penuh pertamanya saat menghadapi “tim terlemah” di grup ini, yakni Indonesia. Sohu juga menulis bahwa peluang China untuk meraup tiga poin di kandang sendiri sangatlah besar.

LAWAN CHINA, HATI-HATI KARTU KUNING

Masih kabar jelang laga China vs Indonesia di babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Dilansir dari CNN Indonesia, beberapa pemain Timnas Garuda harus ekstra hati-hati saat hadapi China agar tidak terkena kartu kuning lagi. Pasalnya, ada tujuh pemain Timnas Garuda yang apabila terkena kartu kuning di laga melawan China, akan absen di laga berikutnya saat menghadapi Jepang. Tujuh pemain tersebut adalah Calvin Verdonk, Muhammad Ferrari, Maarten Paes, Justin Hubner, Ragnar Oratmangoen, Marselino Ferdinan, dan Ivar Jenner.

MU BAWA PULANG BEK SAYAP BENFICA?

Dilansir dari Tribal Football, Manchester United berencana untuk membawa pulang kembali bek sayap yang sudah pindah ke Benfica, Alvaro Fernandez Carreras pada bulan Januari mendatang. Rencana tersebut muncul karena kondisi bek sayap United yang sedang krisis setelah ditinggal Mazraoui yang alami gangguan jantung. Peluang Red Devils membawa pulang Carreras cukup besar. Pasalnya dalam kesepakatan penjualan Carreras ke Benfica, terdapat klausul pembelian kembali.

HAALAND MAU PUNYA ANAK?

Kabar berikutnya datang dari Erling Haaland. Dilansir The Sun, striker City tersebut melempar kode jika ia akan segera mempunyai anak. Kode tersebut diunggah Haaland di akun Instagramnya. Ia terlihat melakukan selebrasi dengan bola di perut, dan menghisap jempolnya saat mencetak gol ke gawang Slovenia di ajang Nations League. Caption unggahan tersebut pun bergambar emot bayi, dan kata “soon”. Fans semakin yakin bahwa kekasih Haaland, Isabel Haugseng Johansen akan segera dikaruniai momongan.

SZCZESNY SIAP TAMPIL LAWAN SEVILLA

Beralih ke kabar dari sepakbola Spanyol. Dilansir dari Football Espana, kiper baru Barcelona, ​​Wojciech Szczęsny dilaporkan akan menjalani laga debutnya di laga melawan Sevilla pada jornada ke-10 La Liga tanggal 20 Oktober mendatang. Barcelona sendiri sudah mengkonfirmasi kiper asal Polandia tersebut kondisinya sudah fit 100% untuk tampil. Szczesny sudah memiliki recovery yang cukup sejak kedatanganya, serta sudah dinilai performanya beberapa kali di sesi latihan.

REAL MADRID KORBANKAN PEMAIN INI DEMI TAA

Dari kabar Barcelona kini beralih ke kabar dari Real Madrid. Dilansir dari Fichajes, Real Madrid dilaporkan akan mengorbankan salah satu dari dua pemainnya demi mendapatkan Trent Alexander-Arnold. Pemain yang dimaksud adalah Rodrygo dan Aurelien Tchouameni. Pasalnya, selain meminta uang tunai, pihak Liverpool juga meminta salah satu dari pemain tersebut untuk dijadikan pemulus negosiasi transfer TAA. Namun, menurut laporan, yang berpotensi untuk dikorbankan pihak El Real kemungkinan besar adalah Tchouameni. Pasalnya, El Real masih ingin mempertahankan Rodrygo.

LYON KECAM LFP

Beralih ke kabar dari Ligue 1. Dilansir dari Get Football News France, Lyon dilaporkan telah mengirim surat resmi kepada LFP yang isinya kecaman terhadap dana hasil kesepakatan LFP dengan beIN Sports yang belum kunjung dikucurkan ke masing-masing klub Ligue 1. Fyi, Badan pengatur sepak bola domestik Prancis tersebut, telah menyetujui kesepakatan hak siar dengan beIN Sports yang bernilai 80 juta euro per tahun hingga 2029. Lyon bukan satu-satunya yang marah dengan sikap LFP tersebut, klub lainnya juga demikian. Namun, yang bersurat resmi kepada LFP baru Lyon.

RONALDINHO JADI PEMILIK KLUB

Lanjut ke kabar berikutnya yang datang dari legenda Barca, Ronaldinho. Dilansir dari Goal, Ronaldinho baru-baru ini bergabung menjadi salah satu pemilik klub USL, Greenville Triumph SC dan Greenville Liberty. Greenville Triumph SC adalah tim pria yang berlaga di USL League One, sementara Greenville Liberty adalah tim wanita yang bermain di USL W League. Setelah menjadi pemilik klub tersebut, Ronaldinho mengaku ingin menjadi bagian dari pertumbuhan sepakbola di AS selama beberapa tahun ke depan.

IMBANG LAWAN BAHRAIN, BERAPA POIN FIFA INDONESIA?

Beralih ke kabar sepakbola nasional. Pasca hasil imbang melawan Bahrain Timnas Indonesia mendapatkan poin FIFA tambahan. Hasil seri yang didapat dari tanah Bahrain membuat Timnas Garuda mendapat tambahan poin 4,39. Sehingga total poin Timnas Indonesia yang tadinya 1.124,17, menjadi 1.128,56. Lalu untuk peringkat FIFA, karena belum ada update terbaru, Timnas Indonesia masih berada di ranking 129 FIFA.

SEBELUM LAWAN INDONESIA, PRESIDEN AFC BERTEMU PRESIDEN FIFA

Lanjut ke kabar berikutnya. Dilansir dari Suara, terungkap bahwa ternyata Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa telah bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino sepekan jelang laga Bahrain kontra Indonesia. Tepatnya, di tanggal 3 Oktober 2024, keduanya bertemu di Zurich Swiss. Meski pertemuan itu dalam rangka rapat Dewan FIFA, namun kedekatan Shaikh Salman dan Infantino dalam pertemuan tersebut tetap saja menimbulkan kecurigaan.

LUPAKAN KONTROVERSI, FOKUS TIGA POIN DI CHINA

Sementara itu pasca laga kontroversial melawan Bahrain, Timnas Indonesia sudah harus move on. Hal itu disampaikan oleh salah satu punggawa timnas, Marselino Ferdinan. Pemain Oxford United tersebut mengatakan bahwa rekan-rekannya harus mulai melupakan kontroversi di laga kontra Bahrain. Tak lupa ia juga berjanji akan membawa pulang tiga poin saat melawan China. Dengan nada optimis Marceng mengatakan hal itu pada media jelang terbang menuju China bersama skuad Garuda. Tim asuhan STY sendiri sudah terbang ke Qingdao, beberapa saat setelah laga menghadapi Bahrain.

WASIT ASAL UEA PIMPIN LAGA INDONESIA VS CHINA

Masih seputar Timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Di laga berikutnya, Indonesia akan menghadapi China. Mengutip Okezone, laga itu akan kembali dipimpin oleh wasit asal Timur Tengah, yakni Omar Mohamed Al-Ali asal Uni Emirat Arab. Meski tak menghadapi tim Timur Tengah, penunjukkan ini tetap menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, Omar dianggap sering menguntungkan tim-tim Timur Tengah. Sebelumnya ia memberi kartu merah pemain Australia saat menghadapi Bahrain, dan akhirnya Socceros pun kalah. Sementara Indonesia kini sedang bersaing dengan dua tim Timur Tengah: Arab Saudi dan Bahrain di papan klasemen.

Kelas Dunia! Deretan Pemain Bintang yang Pernah Main Bareng Kevin Diks

0

Setelah hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Rumor tahunan sejak 2021 akhirnya mulai menampakan titik terang. KDB, alias Kevin Diks Bakarbessy yang sudah lama dikaitkan dengan Timnas Indonesia dikabarkan akan segera bergabung dengan Timnas Indonesia. Kevin diproyeksikan sebagai kepingan terakhir di lini bertahan Skuad Garuda asuhan Shin Tae-yong.

Seperti yang diketahui, Kevin bukan pemain sembarangan. PSSI tak mungkin mau bersabar selama empat tahun jika tak paham betul kualitas sang pemain. KDB telah mengantongi banyak pengalaman di Eropa. Dirinya pernah berkelana dari Belanda, Italia, hingga kini di Denmark. Di setiap jenjang karirnya itu, Kevin telah bekerjasama dengan pemain-pemain top lainnya.

Dan berikut adalah pemain top dunia yang pernah satu tim dan bermain dengan Kevin Diks. 

Nathan Ake

Sebelum memutuskan terbang ke Jakarta, Kevin Diks pernah masuk skuad Timnas Belanda di berbagai kelompok umur. Terakhir kali tampil untuk Timnas Belanda pada tahun 2018. Saat itu, Diks membela Belanda U-21. Di situlah dirinya bertemu dengan pemain-pemain muda dari Belanda lainnya.

Beberapa di antaranya bahkan jadi pemain bintang di era sekarang. Salah satu yang pernah satu tim dengan Diks adalah Nathan Ake. Pemain yang kini memperkuat Manchester City itu pernah satu tim dengan Kevin di ajang Kualifikasi Piala Eropa U-21 pada tahun 2015 dan beberapa pertandingan uji coba di tahun 2016.

Saat itu, Ake berposisi sebagai bek kiri. Dirinya juga masih berseragam Chelsea. Sedangkan Kevin berposisi sebagai bek tengah atau bek kanan. Meski pernah satu tim sebanyak empat kali, keduanya cukup jarang bermain bersama. Tercatat mereka hanya pernah sekali bermain bersama saat menghadapi Serbia U-21. 

Frenkie de Jong 

Dua musim kemudian, Kevin Diks masih dipanggil ke skuad Timnas Belanda U-21 yang dipersiapkan untuk Kualifikasi Piala Eropa 2017. Dalam skuad tersebut, banyak mengalami perubahan. Meski Nathan Ake tidak dipanggil, Kevin Diks mendapat beberapa partner baru seperti Justin Kluivert, Denzel Dumfries, dan Sam Lammers. Namun, dari berbagai nama tersebut ada satu nama yang mencuri perhatian.

Dia adalah Frenkie De Jong. Gelandang yang kini berstatus sebagai penerima gaji tertinggi di Belanda itu mengemban peran sebagai jangkar di skuad asuhan Art Langeler. Sementara Diks diplot bermain sebagai bek. Sayangnya, di kompetisi itu, Diks dan Frenkie tidak pernah berada di lapangan yang sama.

Tercatat, Kevin pernah berada dalam satu skuad yang sama dengan De Jong sebanyak tujuh kali. Itu terbagi sejak Timnas Belanda U-20 hingga U-21. Meski tak pernah main bareng, keduanya tetap menjaga hubungan baik hingga sekarang. Keduanya juga masih saling berkomunikasi melalui media sosial.

Sofyan Amrabat

Di level klub, Kevin Diks juga pernah bermain dengan beberapa pemain kelas wahid. Seperti saat memperkuat Feyenoord. Kevin pernah bermain bersama salah satu gelandang terbaik Maroko saat ini, Sofyan Amrabat. Keduanya pernah berada di skuad yang sama sebanyak 47 kali. Itu terjadi pada musim 2017/18.

Namun, keduanya cukup jarang bermain bersama. Karena saat itu, baik Sofyan maupun Kevin masih berstatus pemain muda. Giovanni Van Bronckhorst belum berani memberikan kepercayaan lebih kepada kedua pemain tersebut. Dari 47 kali masuk skuad, Sofyan dan Kevin hanya pernah berada di lapangan yang sama sebanyak 19 kali.

Setelah dari Feyenoord, Sofyan merantau ke Belgia guna memperkuat Club Brugge. Sementara Kevin kembali ke Fiorentina karena dirinya bermain di Feyenoord hanya sebagai pemain pinjaman saja. Keduanya mulai membangun karir sendiri-sendiri. Setelah masa singkat di Feyenoord, keduanya belum pernah berada di satu tim yang sama lagi. 

Steven Berghuis

Tak cuma Sofyan Amrabat, saat memperkuat Feyenoord musim 2017/18, Kevin Diks juga pernah satu tim dengan Steven Berghuis. Pemain yang berposisi sebagai sayap itu merupakan salah satu pilar utama di skuad asuhan Giovanni Van Bronckhorst. Maka dari itu, Kevin lebih sering bermain bersama Berghuis, ketimbang Sofyan.

Menurut statistik yang dikemukakan Transfermarkt, Berghuis dan Kevin pernah berada dalam satu skuad sebanyak 43 kali. Meski lebih sedikit ketimbang bersama Sofyan, secara menit bermain Kevin dan Berghuis lebih banyak bermain. Mereka pernah berada di lapangan yang sama selama 1.831 menit. Berghuis bahkan sempat mendapat assist dari Kevin di pertandingan melawan SC Heerenveen di pekan terakhir Eredivisie musim 2017/18.

Kevin Diks, Steven Berghuis, dan Sofyan Amrabat turun di pertandingan tersebut dan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-2. Hasil itu membuat Feyenoord finis di urutan keempat klasemen akhir Liga Belanda dengan torehan 66 poin. Selain itu, Kevin juga mengakhiri masa pinjamannya di Feyenoord dengan meraih dua gelar domestik, yakni Piala KNVB dan KNVB Super Cup.

Federico Bernardeschi 

Nah, saat bermain di Fiorentina pun Kevin Diks mendapat kesempatan untuk satu tim dengan pemain-pemain papan atas. Ada banyak pemain bintang yang pernah memperkuat La Viola bersama Kevin. Namun, kita akan mengambil sampel dua saja. Yang pertama adalah Federico Bernardeschi.

Pemain yang telah melanglang buana di Serie A itu pernah berada di skuad yang sama dengan Kevin sebanyak 17 kali. Namun, Bernardeschi cuma pernah main bareng Kevin sebanyak dua kali. Itu terjadi di laga melawan Cagliari dan Napoli. Kevin memang kesulitan untuk menembus skuad utama Fiorentina kala itu.

Selain karena dianggap masih terlalu muda untuk menembus skuad utama, kala itu Fiorentina masih diperkuat bek-bek berpengalaman seperti Nenad Tomovic dan mendiang Davide Astori. Tak heran jika pada akhirnya Kevin lebih sering dipinjamkan ke Vitesse Arnhem, Empoli, dan Feyenoord. 

Federico Chiesa

Masih dari klan Federico, Kevin Diks juga pernah satu tim dengan Federico Chiesa saat masih memperkuat Fiorentina. Sayangnya, pemain yang pernah menjuarai Euro 2020 ini kasusnya mirip-mirip sama Frenkie De Jong. Sering satu tim dengan Kevin, tapi keduanya nggak pernah bermain di pertandingan yang sama.

Keduanya pernah satu tim sebanyak 32 kali. Namun, sang pelatih, Paulo Sousa lebih sering memasukan Kevin sebagai pemain pengganti. Tujuannya guna mengubah taktik dari menyerang ke bertahan dan mempertahankan keunggulan. Sedangkan Chiesa lumayan jarang bermain selama 90 menit penuh. Jadi nggak ketemu. Beberapa kali, Kevin malah masuk menggantikan Chiesa. 

Momen ini pernah terjadi saat La Viola berusaha mempertahankan keunggulan 3-2 dari Napoli musim 2016/17. Sayangnya, strategi itu gagal. Napoli justru menyamakan kedudukan melalui sepakan penalti di penghujung laga. Sebagai catatan, sebetulnya ada pemain bintang lain yang pernah satu tim dengan Kevin. Tapi mereka jarang main bareng. Josip Ilicic dan Cristian Tello misalnya.

Dominic Solanke

Pemain bintang terakhir yang pernah satu tim dengan Kevin Diks adalah Dominic Solanke. Keduanya bermain bersama di klub Eredivisie, Vitesse Arnhem musim 2015/16. Jika penyerang yang kini berseragam Tottenham Hotspur itu bergabung Vitesse sebagai pemain pinjaman dari Chelsea. Maka Kevin Diks merupakan produk akademi Vitesse.

Musim 2015/16, Kevin baru saja promosi dari Vitesse U-19. Meski berstatus sebagai pemain muda, Peter Bosz, pelatih Vitesse saat itu cukup mempercayai talenta Kevin. Dirinya mendapat menit bermain yang cukup di musim tersebut. Masuk skuad Peter Bosz sebanyak 35 kali, yang mana 25 diantaranya dimainkan bersama Dominic Solanke.

Perlu diketahui, Vitesse memang sering menampung pemain pinjaman dari Chelsea. Selain Solanke, Bertrand Traore jadi salah satu pemain pinjaman dari The Blues yang juga pernah bermain dengan Kevin. Di luar itu, Kevin pernah bermain dengan beberapa pemain bintang lain, seperti Mohamed Elyounoussi, Giovanni Di Lorenzo, hingga Navarone Foor. Kira-kira siapa lagi pemain bintang yang pernah bermain bersama Kevin Diks?

Sumber: Transfermarkt, Bola, Suara

Begini Cara Pelatih Timnas Indonesia Memilih Pemain

0

Kenapa ada pemain bagus tidak dipanggil Timnas Indonesia?

Kenapa pemain ini justru yang dipanggil?

Kenapa pemain itu tiba-tiba dicoret?

Kenapa? Kenapa? Kenapa?

Pertanyaan-pertanyaan tadi mungkin ada di benakmu ketika melihat daftar pemain saat Timnas Indonesia mau bertanding. Entah itu di level kelompok umur maupun senior. Orang banyak yang bertanya, apa sih sebetulnya kriteria untuk bisa dipanggil Timnas Indonesia?

Misalnya, pada saat laga melawan Bahrain kemarin. Pemain dari Liga Indonesia, Malik Risaldi, yang sebelumnya tak pernah memperkuat Timnas Indonesia justru dipanggil untuk melakoni laga melawan Bahrain dan China. Sementara Ramadhan Sananta tidak. Bomber Persebaya itu bahkan turun sejak menit awal di laga menghadapi Bahrain.

Segala keputusan yang berkaitan dengan pemanggilan pemain, sepenuhnya menjadi hak prerogatif sang pelatih. Meski begitu, para pelatih Timnas Indonesia, terutama yang sekarang, membeberkan kriteria dan cara mereka dalam memilih pemain. Apa saja cara-cara tersebut?

Mari kita bahas. Namun, harus digarisbawahi bahwa yang akan dibahas adalah cara pelatih Timnas Indonesia yang sekarang bekerja saja. Yaitu Indra Sjafri, Nova Arianto, dan Shin Tae-yong.

Indra Sjafri Sejak 2011 Memantau Pemain

Kita mulai dari pelatih yang dua kali mengantarkan Timnas Indonesia U-19 meraih gelar Piala AFF. Tiada lain dia adalah Indra Sjafri. Dari segi pengalaman, Indra berkecimpung di tim nasional sejak tahun 2011. Waktu itu, ia dipercaya melatih Timnas Indonesia U-16, sebelum akhirnya juga diminta membesut Timnas U-19.

Sejak saat itu yang dilakukan Indra memantau pemain-pemain di Liga Indonesia. Dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier, Indra mengatakan, demi menemukan pemain untuk Timnas Indonesia, ia beserta tim memantau kompetisi dan dari pertandingan ke pertandingan.

Saat menukangi Timnas Indonesia, Indra Sjafri selalu menekankan bahwa tim nasional bukan tempat untuk pendidikan dan pelatihan. Menurutnya, yang layak dibebani tugas membentuk pemain adalah klub. Oleh karena itu, ada hal-hal yang wajib dipunyai seorang pemain tim nasional.

Kriteria Pemain Menurut Indra Sjafri

Terdapat lima kriteria yang akan menjadi bahan pertimbangan Indra Sjafri dalam memilih pemain untuk tim nasional. Kriteria pertama adalah postur. Bagi Indra Sjafri, postur pemain sangatlah penting. Terutama di posisi tertentu, seperti penjaga gawang maupun bek tengah.

Tidak ada berapa standar yang secara khusus diminta Indra Sjafri. Namun, jika berkaca pada saat menyeleksi pemain Timnas Indonesia U-17 tahun 2023 lalu, Indra membeberkan setidaknya di posisi tertentu, PSSI menetapkan tinggi badan minimal 178 cm.

Namun, apakah calon pemain yang tingginya di bawah 178 cm tidak bisa masuk tim nasional? Bisa ya, bisa juga tidak. Postur tubuh bukan satu-satunya syarat untuk bisa dipanggil Indra Sjafri ke tim nasional. Ada syarat lain yang tak kalah penting.

Indra Sjafri bilang, seorang pemain, khususnya pemain timnas, harus memiliki skill yang berkualitas. Ia juga mesti memiliki kecerdasan taktikal. Soal ini rasanya memang sangat penting. Bagaimanapun permainan di atas lapangan bergantung pada taktik, meski tidak sepenuhnya.

Kalau si pemain bisa memahami taktik, itu akan mempermudah permainan. Setelah punya pemahaman taktik, seorang pemain juga perlu mempunyai kualitas fisik dan mental. Jika melihat intensitas permainan sepak bola sekarang yang cukup tinggi, dua syarat tersebut memang sangat diperlukan.

Metode latihan yang diterapkan Indra Sjafri juga cukup keras. Saat melatih Timnas Indonesia U-20, misalnya. Indra memakai metode pelatihan ala marinir untuk menggembleng para pemain. Jelas pemain yang pinggangnya gampang sakit akan sulit masuk ke timnya Indra Sjafri. Omong-omong soal persyaratan fisik, lebih detailnya nanti kita bahas di bagian Shin Tae-yong.

Nova Arianto Mengikuti Shin Tae-yong

Sekarang kita ke Nova Arianto terlebih dulu. Ia anak mantan seorang pelatih. Namun, di dunia kepelatihan, Nova terbilang nama baru. Namanya baru melejit kala menjadi asisten Shin Tae-yong sejak tahun 2020 lalu.

Pria kelahiran Semarang ini hanya mengikuti Shin Tae-yong. Baik di level U-23 maupun senior. Namun, pada Februari 2024 lalu, Shin Tae-yong memberi kesempatan kepadanya untuk mengambil kursi pelatih utama di Timnas Indonesia U-16 atau U-17.

Setelah ditunjuk, Nova meniru cara-cara yang dipakai Shin Tae-yong dalam melatih Timnas Indonesia U-17. Namun, Nova lalu menemukan sendiri caranya, termasuk dalam memilih pemain untuk Timnas Indonesia U-17. Secara prinsip, ada dua kriteria menurut Nova Arianto.

Pertama, bahwa seorang pemain akan dilihat kemampuannya dalam bertahan, menyerang, dan transisi. Ini penting karena berkaitan dengan filosofi sepak bola yang dimiliki Nova Arianto, yakni solid dalam bertahan dan transisi cepat ketika pegang bola. Kedua, yang cukup sering ia tekankan adalah etos kerja.

Memilih Bukan Karena Background

Nova selalu melihat pemain dari etos kerjanya. Ia tidak peduli dari mana pemain itu berasal. Soal ini ada contoh kejadian yang menarik.

Suatu ketika Diego Sinathrya, anak pasangan kondang Darius Sinathrya dan Donna Agnesia mengikuti seleksi untuk Timnas Indonesia U-16 yang akan berlaga di Piala AFF U-16 2024 lalu. Namun, Diego tak lolos seleksi. Nova Arianto mencoretnya dari skuad.

Tidak ada alasan pasti mengapa Nova tak menyertakan Diego. Namun, ini menjadi semacam harapan bahwa ternyata untuk masuk tim nasional itu tidak dilihat dari latar belakang. Nova tak peduli latar belakang Diego yang, selain anaknya artis juga menempa ilmu di akademi PSG. Tentu PSG yang di Paris bukan PSG Pati.

Apa yang dilakukan Nova juga memperlihatkan bahwa semua anak, calon talenta, atau apa pun itu menyebutnya, memiliki kesempatan yang sama untuk menembus atau gagal menembus Timnas Indonesia.

Dalam memilih pemain, Nova juga tidak memberikan batasan. Dari latar belakang mana pun akan diberinya kesempatan. Setidaknya jika tidak di tim nasional, kesempatan itu datang pada saat tahap seleksi.

Shin Tae-yong, yang Utama Sikap

Setelah dari Indra Sjafri dan Nova Arianto, sampailah pada Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia senior. Karena tarafnya lebih tinggi, jangan kaget kalau Tae-yong punya segambreng persyaratan. Harus dipahami, setiap pelatih punya subjektivitasnya masing-masing. Namun, tetap ada pertimbangan matang.

Shin Tae-yong cukup sering mengedepankan sikap si pemain. Sikap ini bisa didefinisikan ke banyak hal. Selain sikap terhadap orang lain, termasuk pelatih alias Shin Tae-yong sendiri, juga sikap terhadap diri pemain itu sendiri. Shin Tae-yong ingin memiliki pemain yang mau mengorbankan diri untuk tim.

Shin Tae-yong juga tidak suka pemain yang cepat puas. Menurutnya, pemain tidak hanya perlu mengenali potensi diri sendiri, tapi juga kelemahan diri sendiri. Sehingga ia bisa memperbaikinya di kemudian hari. Pemain yang tak bisa mengenali dirinya sendiri berpotensi dicoret oleh Shin Tae-yong.

Ini juga berkaitan dengan pendekatan personal yang kerap dilakukannya. Setelah sikap, STY akan melihat teknik dan kemampuan sang pemain. Kerja keras, ya, STY juga suka pemain yang kerja keras. Selain itu, pasti ada faktor teknis lainnya, seperti kualitas fisik.

Tidak hanya berpostur tinggi, bagi pemain yang ingin membela Timnas Indonesia, harus kuat fisiknya dalam 2×45 menit dan memiliki daya jelajah 11 hingga 13 kilometer. Mengutip Bolasport, seorang pemain juga wajib memiliki VO2MAx minimal di angka 60. Karena semua anak asuh STY sekarang VO2Max-nya sudah di atas 60.

Nah, itu tadi cara-cara pelatih Timnas Indonesia sekarang dalam memilih pemain. Harapannya, sih, kalau belum ditingkatkan, standar-standar setidaknya  masih bisa diterapkan. Syukur-syukur bisa masuk kurikulum pembinaan pemain di Indonesia. Setuju?

Sumber: TvOneNews, Bolacom, CoverBothSide, Bolasport, Bolasport, OneFootball, DetikSport