Beranda blog Halaman 82

Berita Bola Terbaru 13 Desember 2024 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Europa League, AS Roma menang 3-0 atas Braga. Gol dicetak bergantian oleh Lorenzo Pellegrini menit 10, Saud Abdulhamid menit 47, dan Mario Hermoso di penghujung laga. Kemenangan ini bikin Roma naik ke urutan 14 klasemen sementara. Sedangkan Braga masih tertahan di urutan ke-25.

Wakil Italia lain, yakni Lazio juga menang 3-1 atas Ajax Amsterdam. Gol Lazio dicetak oleh Loum Tchaouna menit 12, Fisayo Dele-Bashiru menit 52, dan Pedro Rodriguez menit 77. Sedangkan Ajax hanya membalas sekali melalui Bertrand Traore menit 47. Hasil ini membawa Lazio ke puncak klasemen sementara dengan raihan 16 poin.

Sementara wakil Inggris, Manchester United susah payah menang 2-1 dari Viktoria Plzen. Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Matej Vydra menit 48, United bangkit di 20 menit akhir. Rasmus Hojlund jadi pahlawan berkat dua golnya di menit 62 dan 88. Tambahan tiga poin bawa United naik ke urutan tujuh klasemen sementara. Sedangkan Plzen tertahan di urutan 17.

Spurs malah cuma bisa imbang saat bertandang ke markas Rangers. Tertinggal lebih dulu melalui gol Hamza Igamane menit 47, Spurs menyamakan kedudukan melalui aksi Dejan Kulusevski menit 75. Hasil ini membuat Rangers berada di urutan delapan sementara Spurs mengekor di urutan sembilan klasemen sementara Europa League.

Sedangkan wakil Spanyol, yakni Real Sociedad menang 3-0 atas Dynamo Kyiv. Gol La Real dicetak lewat brace Mikel Oyarzabal menit 19 dan 33 serta satu gol dari Sheraldo Becker menit 24. Kemenangan ini mendongkrak ranking Sociedad ke urutan 12 klasemen sementara.

AMORIM MALAH SENANG AMAD & HOJLUND RIBUT DI LAPANGAN

Masih seputar Europa League, ada pemandangan unik di pertandingan antara Manchester United vs Viktoria Plzen. Rasmus Hojlund terlihat kerap terlibat adu mulut dengan Amad Diallo. Bahkan di akhir pertandingan pun mereka sempat terlibat diskusi panas soal beberapa peluang yang dianggap Hojlund telah disia-siakan oleh Amad. Dilansir 90min, merespons insiden itu, Ruben Amorim justru senang. Amorim merasa bahwa adanya perdebatan adalah pertanda baik. Karena jika ada rasa frustrasi dan evaluasi, itu tandanya ada kemauan untuk menang dalam diri mereka. Jika menurutnya perdebatan tidak berlebihan, ia tak akan turun tangan.

MESKI PAKAI PEMAIN ANTAH BERANTAH, CHELSEA TETAP MENANG

Sementara dari Conference League, Chelsea berhasil meredam perlawanan dari klub asal Kazakhstan, FC Astana. The Blues menang 3-1 di laga tersebut. Menariknya, Enzo Maresca menurunkan pemain-pemain yang namanya asing bagi penikmat sepakbola. Dilansir The Sun, di situ ada Samuel Rak-Sakyi, Ato Ampah, Shim Meuka, Harvey Vale, dan masih banyak lagi pemain antah berantah di skuad Chelsea. Namun itu sudah cukup untuk meraih tiga poin dan memuncaki klasemen Conference League

CITY SIAP LEPAS RUBEN DIAS

Manchester City dikabarkan tengah dalam diskusi untuk melepas salah satu bek andalannya, Ruben Dias. Dilansir ESPN, Pep Guardiola ingin meningkatkan kualitas pemain belakangnya. Namun, harus ada yang dikorbankan demi menyeimbangkan keuangan klub. Maka dari itu, Dias diprediksi bakal jadi salah satu yang menjadi tumbal proyek baru Pep ini. Kabarnya, beberapa klub Inggris telah menunjukan minatnya pada Dias. Salah satunya Chelsea. Jika berhasil melepas Dias, Marc Guehi jadi salah satu opsi untuk menggantikannya.

BRIGHTON DIDENDA PREMIER LEAGUE 

Bergeser ke Brighton, klub yang berjuluk The Seagulls itu dikabarkan telah dijatuhi sanksi dari Premier League. Seperti yang diwartakan The Athletic, Brighton didenda 20 ribu pound karena melanggar aturan pengembangan pemain muda. Brighton dinyatakan bersalah karena mendekati beberapa pemain muda yang sudah teken kontrak dengan klub atau akademi lain. Kasus ini baru terungkap setelah Premier League melakukan investigasi terhadap beberapa transfer mencurigakan di tim muda Brighton. Premier League pun respect terhadap Brighton yang mau kooperatif dalam penyelidikan.

TANGGAL BARU UNTUK DERBY MERSEYSIDE 

Masih dari Liga Inggris, Derby Merseyside yang sempat ditunda telah dijadwalkan ulang pada tahun depan. Dilansir Daily Mail, Everton seharusnya mengadakan pertandingan melawan Liverpool akhir pekan lalu. Namun, karena cuaca buruk, pertandingan itu akhirnya ditunda. Namun, kini menurut laporan Premier League telah menentukan tanggal baru untuk pertandingan tersebut. Mereka akan memainkan Derby Merseyside pada tanggal 11 Februari mendatang. Namun, laga ini baru bisa terlaksana apabila sudah mendapat persetujuan dari UEFA. Karena 11 Februari adalah hari Selasa, harinya pertandingan Eropa.

FIORENTINA PESTA GOL KE GAWANG LASK

Dari Inggris, kita bergeser ke Italia untuk membahas Fiorentina yang pesta gol ke gawang klub Austria, LASK di ajang Conference League. Dilansir Viola Nations, bermain di kandang sendiri, membuat La Viola tampil mendominasi. Tujuh gol tersebut dicetak oleh enam pemain yang berbeda. Termasuk gol bunuh diri dari pemain LASK, Filip Stojkovic menit 82. Kemenangan ini membuat skuad asuhan Raffaele Palladino merangsak ke urutan ketiga klasemen sementara dengan torehan 12 poin.

MONZA TERBUKA PADA INVESTOR BARU

Masih dari Serie A, AC Monza dikabarkan bakal membuka ruang untuk hadirnya investor baru di klub. Menurut Foot Italia, CEO MFE-Mediaset, Pier Silvio Berlusconi menyatakan bahwa klub terbuka untuk mendatangkan investor baru. Hal ini dilakukan guna mendukung perkembangan Monza. “Mengenai Monza, saya dapat mengatakan bahwa niat kami adalah untuk terus berkembang dan menemukan seseorang yang dapat mendukung atau membantu tim. Sepak bola adalah dunia yang kompleks, tetapi Monza merupakan proyek penting bagi kami,” tutur Berlusconi.

BARCA SAH JADI KLUB DENGAN PENJUALAN PEMAIN TERBURUK

Italia sudah, kini kita akan membahas sepakbola Spanyol dimana Barcelona dicap sebagai klub dengan kemampuan jual menjual yang sangat buruk. Seperti yang diberitakan oleh Football Espana, CIES Football Observasi baru saja melampirkan data laba yang didapat dari hasil penjualan pemain. Barcelona jadi yang terburuk jika dibandingkan dengan klub-klub La Liga yang lain. Mereka bahkan di urutan keempat dari bawah jika dibandingkan dengan seluruh klub di liga-liga top Eropa. Mereka mengantongi saldo minus 368 juta euro.

PEREZ KESAL DENGAN KRISIS CEDERA MADRID

Sementara itu, Real Madrid dikabarkan mulai kerepotan dengan badai cedera yang dialami. Melihat situasi ini, Florentino Perez pun kesal. Dirinya kurang puas dengan kondisi skuad yang mengalami penurunan kualitas kebugaran. Dilansir World Soccer Talk, Perez tidak senang dengan jumlah pemain yang mengalami cedera. Dalam hal ini, Perez menyalahkan kinerja tim medis yang selama ini dipimpin oleh Antonio Pintus. Perez pun memberikan peringatan keras pada Pintus. Jika tak bisa memperbaiki kondisi ini, maka pemecatan adalah konsekuensinya.

KEVIN MENANG, HILGERS DITAHAN IMBANG

Masih dari Eropa, tapi kali ini membahas pemain-pemain Timnas Indonesia. Tadi malam, ada dua pemain Indonesia yang bermain di kompetisi Eropa. Mees Hilgers di Europa League dan Kevin Diks di Conference League. Menariknya, kedua pemain ini menuai hasil yang berbeda. Dilansir Tribunnews, Kevin Diks jadi bagian penting Copenhagen saat mengalahkan wakil Skotlandia, Hearts dengan skor 2-0. Kak Kev lagi-lagi mencetak gol melalui titik putih. Sedangkan Hilgers, harus puas menelan hasil imbang 0-0 saat bertandang ke markas Olympiakos. El Nyengir bahkan harus ditarik keluar di menit 37 lantaran cedera. 

DITAHAN LAOS, MEDIA VIETNAM DAN STY KRITIK MARSELINO

Sementara dari Piala AFF, Indonesia juga mendapat hasil yang kurang memuaskan saat ditahan imbang Laos 3-3. Performa Indonesia sangat buruk di laga tersebut. Namun, yang paling menarik perhatian adalah penampilan Marselino Ferdinan. Dirinya diganjar kartu merah pada menit 69. Dilansir Bola.com, performa Lino mendapat respons dari berbagai pihak. Salah satunya tentu dari sang pelatih, Shin Tae-yong. Ia bahkan tidak segan menyebut bahwa ini adalah penampilan terburuk Lino selama berada di bawah asuhannya. Tak cuma STY, media Vietnam pun ikut-ikutan menyenggol Lino. Dikutip Superball, media Vietnam TheThao247 meroasting Lino. Mereka membahas performa Lino yang jauh dari harapan. Dari mulai gagal mencetak gol di dua pertandingan, hingga harus meninggalkan perjuangan rekan setimnya jelang lawan Vietnam. Mereka menyebut kartu merah Lino adalah suatu kesalahan fatal.

INDONESIA JUARA FIFAE WORLD CUP

Masih seputar Timnas Indonesia, tapi dari cabang Esport eFootball. Timnas eFootball Indonesia kembali mencatatkan sejarah dengan berhasil menjadi juara FIFAe World Cup 2024 kategori console. Dilansir Jawa Pos, keberhasilan ini melengkapi skuad Garuda yang sebelumnya sukses menjadi juara Asia pada awal tahun. Timnas eFootball Indonesia memastikan status juara dunia setelah berhasil mengalahkan Brazil pada partai final. Tim yang diperkuat Elga Cahya Putra, Rizky Faidan, dan Akbar Paudie menang 2-0 di Riyadh, Arab Saudi. Padahal, sebelumnya Timnas eFootball Indonesia memulai laga dengan buruk. Mereka sempat tertinggal 1-0 terlebih dahulu di game pertama. Sekali lagi, selamat untuk Tim eFootball Indonesia.

UNITED PANTAU BEK MUDA PARAGUAY

Manchester United dilaporkan tengah mengincar bek muda asal Paraguay. Dia adalah Diego Leon. Pemain yang disebut-sebut sebagai salah satu talenta terbaik Amerika Selatan tahun ini. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, pihak United sedang dalam tahap negosiasi dengan klub Leon, Cerro Porteno. Kabarnya, 5 juta pound jadi angka yang cukup untuk memboyongnya ke Inggris. Jika kesepakatan ini rampung, Leon akan tetap bermain untuk Porteno hingga akhir musim nanti sebelum berangkat ke Inggris awal musim 2025/2026.

AMORIM KOMENTARI HENGKANGNYA DAN ASHWORTH

Masih dari Manchester United, Ruben Amorim akhirnya angkat bicara soal kepergian Dan Ashworth yang terkesan mendadak. Dikutip dari 90min, Amorim juga cukup terkejut dengan kabar ini. Karena di awal kedatangannya, Ashworth jadi sosok yang mendukungnya. “Namun, inilah sepak bola dan terkadang hal ini terjadi, terjadi pada pemain, pada pelatih, saya tahu ini bukan situasi terbaik, tetapi yang terpenting adalah kami terus maju dengan cara kami,” tutur Amorim. Ia meminta media dan fans agar tetap fokus pada tujuan dan laga penting di pekan depan.

WEST HAM CARI STRIKER DI JANUARI NANTI

Karena Michail Antonio harus menjalani perawatan yang cukup lama, West Ham United dilaporkan akan memprioritaskan seorang striker di jendela transfer Bulan Januari. Menurut Give Me Sport, West Ham kemungkinan akan mencari penyerang siap pakai yang bisa dipinjam. Namun, mereka juga akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap keuangan mereka. Siapa yang akan datang akan bergantung pada dana yang bisa dikeluarkan oleh klub. Itu wajar, karena The Hammers sudah mengeluarkan banyak uang di musim panas.

CHELSEA MINTA MADRID BAYAR SEGINI BUAT PALMER

Dari Inggris, kita bergeser ke Spanyol untuk membahas Real Madrid yang kabarnya mulai berpikir dua kali untuk mendatangkan Cole Palmer dari Chelsea. Dalam beberapa hari terakhir, Madrid dilaporkan tertarik untuk memboyong Palmer ke Spanyol. Namun, setelah tahu harganya, Madrid mulai ciut. Dilansir Caught Offside, Chelsea meminta setidaknya 200 juta euro untuk Palmer. Itu angka yang gila mengingat Madrid mampu mendapatkan Kylian Mbappe dengan gratis dari PSG. Meski begitu, ketertarikan Madrid masih tetap ada. Namun, mereka akan mengatur strategi terlebih dahulu sebelum bertindak.

HANSI FLICK RESPONS RUMOR KEPERGIAN DE JONG

Rumor tentang Frenkie De Jong yang akan hengkang dari Barcelona pun terus berdatangan. Hal ini membuat beberapa media mempertanyakan situasi sebenarnya kepada sang pelatih, Hansi Flick. Dilansir 90min, Flick menghargai De Jong sebagai pilar penting di skuad utama. Namun, dirinya tidak bisa mengontrol apa yang terjadi di luar lapangan, termasuk rumor yang terus muncul. Jadi, Flick tetap berharap De Jong akan menjadi bagian skuadnya musim depan. Namun, semua kembali pada keputusan klub dan pemain.

JUVE INGIN PINJAM PEMAIN CHELSEA

Dari Spanyol, kita mampir ke Italia untuk membahas Juventus yang punya rencana untuk mendatangkan salah satu pemain muda Chelsea. Pemain yang dimaksud adalah Cesare Casadei. Dilansir One Football, Juve paham dengan situasi sang pemain yang tak kunjung mendapat menit bermain stabil di Chelsea. Maka dari itu, mereka ingin mendatangkannya. Toh, kini Thiago Motta memang lebih menggemari pemain muda ketimbang veteran. Namun, pihak Juve akan lebih dulu menawarkan proposal pinjaman pada Bulan Januari nanti. 

MUNCHEN CETAK REKOR PENDAPATAN

Bayern Munchen baru-baru ini dilaporkan telah meraih omzet tertinggi dalam sejarah klub. Dilansir Forbes, Munchen menyatakan bahwa pihaknya meraup omzet sebesar 1,017 miliar euro atau sekitar Rp17 triliun pada tahun fiskal 2023-2024. Bayern mengantongi laba sebelum pajak 62,7 juta euro atau naik 15 persen dibandingkan tahun anggaran sebelumnya. Ini jadi kali pertama Munchen mengantongi omzet di atas satu miliar euro. Itu didukung manajemen yang sehat dan tak memiliki hutang.

LIONEL MESSI AKAN HADIR DI GAME FORTNITE

Sementara itu, Lionel Messi dikabarkan akan jadi atlet superstar berikutnya yang bergabung ke salah satu game paling populer di dunia, Fortnite. Dilansir Marca, Fortnite memang dikenal sebagai game yang kerap berkolaborasi dengan film, musisi, atlet, dan orang-orang terkenal di dunia. Nah, kali ini, Messi akan muncul dalam kampanye skin icon series. Jadi, nanti karakter Messi bisa dimainkan dalam game. Meski detail kolaborasi ini belum terungkap, rumor ini telah disambut baik oleh penggemar Fortnite. Messi akan mengikuti jejak Harry Kane, Neymar, dan LeBron James yang sudah lebih dulu berkolaborasi dengan game ini.

CALON STRIKER BARU TIMNAS MALAYSIA

Kembali ke sepakbola Asia Tenggara, Malaysia dikabarkan akan segera mendapatkan amunisi baru di lini serang. Pemain itu adalah Bergson Da Silva, dari Johor Darul Ta’zim. Dilansir Bola, Bergson yang kini berusia 33 tahun akan dinaturalisasi untuk mempersiapkan tim yang akan mengikuti Kualifikasi Piala Asia 2027. Selain Bergson, ada striker Sri Pahang, yakni Manuel Hidalgo yang juga akan di naturalisasi. Keduanya diprediksi bakal dijadikan short-term project skuad Harimau Malaya.

26 NAMA UNTUK TC PERSIAPAN PIALA ASIA U-20

Sementara dari Indonesia, PSSI resmi mengumumkan daftar 26 pemain Timnas Indonesia U-20. Nantinya, mereka akan mengikuti pemusatan latihan (TC) untuk Piala Asia U-20. Dilansir TVOnenews, Beberapa pemain yang selama ini menjadi andalan Indra Sjafri di skuad Garuda tidak dibawa. Mereka di antaranya Dony Tri Pamungkas dan Kadek Arel yang saat ini tengah berjuang bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2024. Selain itu, Welber Jardim pun kembali tidak dipanggil. Sebagai gantinya, Coach Indra memanggil beberapa nama dari Timnas U-17. Salah satunya, Matthew Baker.

Rizky Ridho Mau Tinggalkan Persija? Ke Klub Ini Saja!

0

Rizky Ridho sah menjadi pemain termahal di Liga Indonesia. Pemain yang saat ini membela Persija Jakarta itu harga pasarnya sudah menyentuh Rp8,69 miliar. Nilai pasar yang bahkan tujuh kali lipat lebih banyak dari nilai skuad Laos di Piala AFF 2024. Nilai pasar yang melejit bisa menggiurkan Persija Jakarta untuk melepas Rizky Ridho.

Tandem Jay Idzes di Timnas Indonesia ini juga kabarnya akan segera meninggalkan Persija. Sempat tenggelam tapi rumor Ridho akan meninggalkan Persija kembali menguat. Sejumlah klub baik dari Liga 1 maupun luar negeri, mulai menunjukkan ketertarikan pada pemain yang dulunya sempat berjualan ayam untuk menyambung hidup itu.

Lantas, ke mana Rizky Ridho akan berlabuh? Starting Eleven punya alternatif tim-tim yang bisa jadi pelabuhan berikutnya bagi sang bek. Tim-tim mana sajakah itu? Berikut ulasannya.

Port FC

Dengan talenta sebaik Rizky Ridho disayangkan kalau ia hanya berkutat di Liga 1. Ia perlu abroad. Tapi sebelum melalang buana ke berbagai negara, Rizky Ridho mungkin perlu mencoba berkarier di negara sesama Asia Tenggara terlebih dahulu. Tidak, bukan ke Liga Malaysia apalagi Liga Kamboja. Melainkan yang dimaksud adalah Liga Thailand.

Thailand mempunyai kompetisi liga yang sangat baik. Bahkan terbaik di Asia Tenggara. Di pemeringkatan kompetisi musim ini, kompetisi di Thailand menduduki peringkat kedelapan di Asia dan mengungguli Australia. Nah, Ridho bisa meneruskan karier di Liga Thailand.

Belum lama ini, Rizky Ridho juga toh pernah mengatakan kalau dirinya berambisi untuk bermain di luar negeri. Salah satu destinasi yang diinginkannya adalah Thailand. Dalam obrolannya di kanal YouTube Sport77, Ridho mengatakan bahwa ada tiga klub Thailand yang meminatinya.

Hal itu ia ketahui dari mantan pemain Timnas Indonesia, Victor Igbonefo. Selain pada Igbonefo, Ridho juga sudah bertanya ke Yanto Basna soal kemungkinan main di Thailand. Namun, masih belum tahu klub mana saja itu. Boleh jadi salah satunya adalah PT Prachuap, mantan klubnya Basna.

Selain ke Basna, Ridho juga bertanya ke Asnawi. Tidak cuma bertanya, Ridho seolah memberi kode ingin bermain di Port FC. Hm…. menarik juga kalau Ridho bermain di klubnya Madam Pang itu. Port termasuk tim yang tidak terlalu buruk, tapi juga tidak terlalu mewah di Liga Thailand.

Port FC konsisten di papan atas. Melihat apa yang terjadi pada Asnawi yang diberikan menit bermain bahkan andalan, rasanya jika Ridho bergabung ke sini soal menit bermain tak perlu dikhawatirkan.

FC Tokyo

Berikutnya FC Tokyo. Jagat media sosial digemparkan dengan rumor bahwa klub J-League itu meminati Rizky Ridho. Rumor ini pun menjadi buah bibir di kalangan netizen. Mereka pun terbelah. Ada yang berhadap rumor itu segera terwujud, ada pula yang justru menyarankan agar Ridho tak bergabung ke klub Jepang.

Yang setuju beralasan, dengan bergabung ke FC Tokyo, kemampuan dan karier Rizky Ridho bisa mengalami peningkatan. Sedangkan yang mendorong agar tak menerima tawaran itu takut kalau nasib Ridho sama seperti Pratama Arhan. Tidak mendapat banyak menit bermain, Arkho cuma memanfaatkannya sebagai alat promosi, juga mendongkrak followers Tokyo Verdy.

Namun apapun itu, sama-sama ingin yang terbaik buat Rizky Ridho. Hanya saja, kalau boleh jujur, merapat ke J-League memang lumayan berisiko. Salah satu resikonya seperti yang pernah dialami Pratama Arhan.

Persaingan juga akan sulit. Apalagi biasanya klub-klub Jepang lebih mengutamakan memberi menit bermain pada pemain muda dari hasil akademi maupun liga sekolah mereka, ketimbang pemain muda asing.

Leicester City

Nah, daripada ke Jepang, kenapa Ridho nggak coba ke Eropa saja? Mengutip media Malaysia, Makan Bola, selain diminati FC Tokyo, dua tim dari Inggris kabarnya juga tertarik merekrut kapten Persija Jakarta itu. Dua tim yang dimaksud adalah Leicester City dan Oxford United.

Kita abaikan dulu Oxford United. Yang menarik perhatian justru munculnya Leicester City dalam daftar klub yang tertarik pada Ridho. Bermain di King Power Stadium? Hm… kenapa tidak? Meski terlihat mustahil, Leicester City menjadi opsi yang sangat baik bagi Ridho yang ingin berkarier di luar negeri.

Terlepas dari gelar Liga Inggris yang diraih tahun 2016, Leicester toh bukan termasuk tim besar. Derajatnya medioker saja, sama seperti klubnya Justin Hubner. Para pemain di lini belakang juga tidak bagus-bagus. Bahkan pemain seperti Wout Faes mulai menurun.

Sisanya, pemain seperti Conor Coady dan Jannik Vestergaard usianya sudah kepala tiga melangkah. Ridho bisa menjadi penyegar di sektor bek tengah The Foxes. Postur dan kemampuan bertahan Ridho juga masuk selera Ruud van Nistelrooy. Sang pelatih menyukai bek yang bisa menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan para penyerang lawan.

Ruudtje juga menyukai bek yang nyaman ketika bola berada di kakinya dan mampu bergerak ke ruang tengah. Atribut-atribut semacam itu sudah dimiliki Rizky Ridho. Jadi, tunggu apa lagi?

Real Madrid

Terasa gila dan mengada-ada? Apa sih, masa iya Ridho bisa bergabung ke Real Madrid? Mungkin terasa mustahil. Tapi ingat, di dunia ini sebagaimana kemustahilan, ketidakmustahilan juga ada di dalamnya. Mungkin karena itulah Mohamad Prapanca, bos Persija Jakarta sampai-sampai berkelakar, kalau Real Madrid mau Rizky Ridho, silakan.

Meski cuma kelakar, itu bisa menjadi doa yang, bisa jadi akan terwujud. Karena konon sebuah candaan muncul ketika ada sesuatu yang sangat mungkin terjadi, tapi dalam mindset banyak orang mustahil. Seperti halnya Ridho dan Real Madrid.

Los Galacticos sedang mengalami krisis pemain, terutama pemain belakang. Lihat saja dalam dua laga terakhir sebelum naskah ini ditulis: melawan Girona dan Atalanta. Los Blancos sampai-sampai memasang Aurelien Tchouameni sebagai tandem Rudiger di bek tengah.

Ini kan sangat mind blowing sekali. Tchouameni yang bukan bek tengah malah ditaruh di posisi itu. Pertahanan Real Madrid pun bukan hanya tidak maksimal, tapi kekuatan lini tengah juga berkurang karena untuk posisi bek tengah, Carletto meminjam pemain gelandang.

Di laga lain Madrid sampai memanggil pemain muda, Raul Asencio untuk mengisi kekosongan di posisi bek tengah. Tentu saja tak optimal. Real Madrid kebobolan dua gol dari Athletic Bilbao dan dua gol dari Liverpool ketika Asencio turun. Sudah saatnya El Real membeli bek tengah yang berpengalaman di level senior.

Oleh karena itu, coba deh Real Madrid menghubungi Persija Jakarta. Tawar saja Rizky Ridho. Harganya toh nggak sampai 1 juta euro. Dari harga pasaran Ridho sekarang, kalau di-euro-kan paling cuma 500 ribu euro. Cincai lah.

AS Trencin

Memang belum ada rumor ketertarikan AS Trencin pada Rizky Ridho. Tapi tidak ada salahnya kan klub Slovakia ini menjadi opsi pelabuhan berikutnya? AS Trencin memang bukan tim besar. Ia berada di Liga Slovakia. Liga yang hanya masuk 30 besar ranking kompetisi di UEFA musim 2024/25.

AS Trencin pernah diperkuat pemain Indonesia. Witan Sulaeman pernah memperkuat tim ini. Malahan tidak cuma menjadi alat promosi, Haji Witan juga diberikan menit bermain. Soal persaingan, Liga Slovakia juga tidak seberat liga-liga Eropa lain dan cukup ramah bagi pemain Indonesia.

Selain Witan, Egy Maulana “Messi” juga pernah bermain di Liga Slovakia. Waktu itu, dari tahun 2021 hingga 2022, setelah cuma menjadi penarik followers bagi Lechia Gdansk, “Kelok Sembilan” merapat ke FK Senica. Di sana Egy bermain selama 20 pertandingan dan cetak dua gol.

Sayangnya FK Senica kini sudah kukut, jadi tidak bisa menjadi opsi pelabuhan Rizky Ridho berikutnya. Namun tidak dengan AS Trencin. Tim ini masih bertahan di Liga Utama Slovakia. Meski yah… masih berada di papan bawah.

Itulah tadi klub-klub yang bisa jadi opsi buat Rizky Ridho. Selain tim-tim tadi, sebetulnya ada satu lagi, yakni Venezia. Itu pelatih Venezia tidak mau nyoba menduetkan Jay Idzes dan Rizky Ridho di lini belakang apa? Di timnas sudah terbukti, lho.

https://youtu.be/OFUgTvJ3gAU

Sumber: Bolanet, Okezone, CNNIndo, Footballcoin, Goal, Jawapos

Apa Benar Jodohnya Chelsea Itu Pelatih Italia?

“Jodoh memang tak akan ke mana”. Mungkin begitulah ungkapan yang tepat bagi Chelsea dan pelatih asal Italia. Klub dengan slogan “Keep The Blues Flag Flying High” ini sepertinya sudah ditakdirkan tuhan untuk jodoh dengan allenatore dari Negeri Pizza.

Selama ini hubungan mereka erat kaitannya dengan romantisme kesuksesan yang indah. Namun yang jadi menarik dan unik, buah kesuksesan setiap pelatih asal Italia, selalu memiliki cerita, maupun identitasnya masing-masing.

Fenomena Gianluca Vialli

Persinggungan pertama kali Chelsea dengan pelatih asal Italia dimulai dari sebuah kejadian yang tak terduga. Di tahun 1998, Chelsea tiba-tiba mendepak pelatih Ruud Gullit tanpa alasan yang jelas.

Posisi meneer asal Belanda itu digantikan oleh pemain The Blues saat itu, Gianluca Vialli. Predikat player-manager pun melekat pada diri pria kelahiran Cremona tersebut. Tak hanya itu, predikat pelatih asal Italia pertama di Liga Inggris pun akhirnya ia sandang.

Pada kesempatan perdana sebagai player-manager, Vialli secara mengejutkan langsung sukses mempersembahkan Piala Liga Inggris, Piala Winners dan Piala Super Eropa.

Ya, Vialli adalah salah satu fenomena di sepakbola Inggris. Aroma Italia di Chelsea ketika itu mulai banyak disorot oleh media. Tak hanya Vialli, namun juga pemain seperti Gianfranco Zola maupun Roberto Di Matteo.

Bangunan Claudio Ranieri

Masa pengabdian Vialli pun harus diakhiri di musim 2000/01, setelah adanya friksi dengan para pemain. Namun begitu, manajemen Chelsea merasa ketagihan terhadap tuah suksesnya pelatih asal negeri Pizza. Oleh karena itu, pelatih yang sedang naik daun di Valencia, Claudio Ranieri diangkut ke Stamford Bridge. Pria Roma itu ditugaskan menjadi pewaris kesuksesan Vialli.

Tapi sayang, dalam perjalanannya, Ranieri dilanda kesulitan. Pelatih berjuluk The Tinkerman itu kesusahan mencari pemain bintang yang harganya mahal, karena amunisi dari klub yang tipis. Saat Ranieri datang, Chelsea sedang dalam keadaan bokek di bawah pemilik Ken Bates.

Beruntungnya, periode bokek Chelsea itu berakhir di tahun 2003. Taipan minyak asal Rusia Roman Abramovich datang, dan seketika mengguyur The Blues dengan uang minyak yang nggak ada serinya untuk beli-beli pemain mahal.

Ranieri senang bukan kepalang. Pemain seperti Crespo, Duff, Glen Johnson, Wayne Bridge, Makelele, hingga Joe Cole, adalah sederet pemain hasil operasi transfer Ranieri di awal kepemimpinan Abramovich.

Namun apa yang terjadi setelah belanja besar-besaran itu? Nol trofi. Ranieri meminta maaf pada publik Stamford Bridge. Ia legowo untuk mundur. Meski tak raih gelar selama di Chelsea, namun apa yang ditinggalkan oleh Ranieri sangat berpengaruh.

Ranieri bisa dibilang pelatih yang membangun pondasi skuad Chelsea, yang akhirnya bisa diunduh oleh Jose Mourinho. Pemain yang ia beli seperti Lampard, Gallas, Duff hingga Makelele terbukti jadi pemain kunci di era The Special One.

Tangan Dingin Ancelotti

Kisah romantisme Chelsea dengan pelatih Italia ternyata masih berlanjut. Setelah era pelatih seperti Luiz Felipe Scolari, Avram Grant, hingga Guus Hiddink, muncul era Carlo Ancelotti.

Dengan nama besar dan berbagai kesuksesannya di Serie A, Ancelotti diboyong oleh Abramovich pada tahun 2008. Don Carlo ditugasi untuk membawa pulang gelar juara Liga Inggris yang hilang sejak musim 2005/06.

Ancelotti pun langsung membuktikan nama besarnya. Dengan materi pemain bintang seperti Ballack, Lampard, Essien, hingga Drogba, serta ditambah dengan mental dan man manajement yang baik, Chelsea akhirnya dibawa kembali meraih gelar Liga Inggris. Nama Ancelotti pun akhirnya mengukir sejarah, sebagai pelatih Italia pertama yang sukses menggondol gelar juara Liga Inggris.

Kejutan Di Matteo

Tak berhenti sampai Ancelotti. Chelsea berharap kisah sukses dengan allenatore Italia berlanjut, ketika Roberto Di Matteo ditunjuk sebagai pelatih interim menggantikan Andre Villas Boas tahun 2012. Pelatih mirip Pak Ogah ini tercatat menjadi pelatih Italia ke-4 di buku sejarah Chelsea.

Tak ada yang menyangka, mantan asisten West Bromwich Albion ini bisa jadi pelatih Chelsea. Namun di saat ekspektasi publik Stamford Bridge rendah padanya, pria kelahiran Schaffhausen itu justru unjuk gigi.

Masih ingat ketika Chelsea dengan taktik parkir bus ketika mengalahkan Barcelona era Pep di semifinal UCL? Ya, hal itu pasti akan selalu diingat oleh fans Chelsea, selain gol gaib dari Fernando Torres.

Di UCL musim 2011/12, Di Matteo benar-benar menjadi fenomena. Secara mengejutkan ia mampu membawa The Blues ke final dan menjadi juara. Nggak kaleng-kaleng, Matteo berhasil juara di kandang lawan, yakni Allianz Arena.

Siapa yang nyangka coba? Setelah bongkar pasang pelatih di era Abramovich, ternyata pria Italia juga yang mengukir sejarah. Roberto Di Matteo akan terus dikenang sebagai pelatih Chelsea pertama yang mampu membawa pulang gelar UCL.

Revolusi Conte

Meski sudah punya gelar UCL, Chelsea rupanya masih rindu akan gelar Liga Inggris yang terakhir kali diraih di era Ancelotti musim 2009/10. Di tahun 2016, Abramovich membawa pelatih Italia lagi untuk mewujudkan itu. Pelatih itu adalah Antonio Conte.

Tugas berat pun menanti mantan pelatih Juventus tersebut. Ia pun bekerja ekstra keras untuk merealisasikannya. Conte membuat sebuah revolusi di musim pertamanya. Revolusi yang dihadirkan adalah revolusi formasi dengan menggunakan tiga bek.

Conte berani mengubah pakem dan pola bermain Chelsea. Publik Chelsea pun merasa kaget, karena sangat asing dengan pola tersebut. Namun dengan keyakinannya, Conte mampu meyakinkan para pemainnya untuk menggunakan pola tersebut.

Ada yang masih ingat, ketika Victor Moses ditarik menjadi wing back,atau Azpilicueta menjadi bek tengah? Ya, itulah beberapa trademark Conte ketika pertama kali menerapkan pola tiga beknya di Chelsea.

Revolusi itu pun berjalan mulus. Chelsea perkasa dengan gaya identitas baru ala Conte. Tugas Conte berhasil. Ia mampu membawa The Blues juara Liga Inggris lagi. Conte pun tercatat menjadi pelatih Italia kedua yang mampu menjuarai Liga Inggris.

Revolusi Sarri

Tak kapok dengan revolusi yang dilakukan oleh Conte, di tahun 2018, Abramovich kembali menunjuk pelatih asal Italia, Maurizio Sarri. Kesuksesan bapak-bapak perokok ini selama di Napoli, menjadi dasar utama Abramovich mempercayainya.

Sarri tak ubahnya Conte yang kemudian melakukan revolusi di Chelsea. Revolusi yang dibawanya adakah identitas “Sariball”. Ia berani merombak total format tiga bek warisan Conte. Sarri bahkan membawa langsung mesin Sariball-nya dari Napoli, yakni Jorginho. Dengan Jorginho, Sarri memperagakan filosofi bermain Sariball di musim pertamanya.

Revolusi yang dibawa Sarri itu pun terbukti menuai hasil. Di musim pertamanya, Chelsea mampu dibawanya membawa pulang gelar UEL untuk kedua kalinya.

Maresca Penerus Tradisi?

Pasca era Sarri, di tahun 2024 muncul lagi Enzo Maresca. Maresca tercatat menjadi pelatih Italia ke-6 di Chelsea. Di musim pertamanya, ia diuji dengan skuad Chelsea yang terbilang baru dan muda.

Namun dengan gaya mainnya yang atraktif, Maresca perlahan mampu membawa The Blues kembali bersaing di papan atas Liga Inggris. Selain itu, di ajang Eropa yakni Conference League, Maresca juga punya ada harapan besar meraih gelar. Apalagi lawannya tim yang bahkan namanya sulit disebutkan. Well, mampukah Maresca mengulang prestasi para pendahulunya asal Italia?

https://youtu.be/Fw-CyP3WkkU

Sumber Referensi : planetfootball, bleacherreport, eurosport, premierleague, themastermind, eurosport, si.com

Kejamnya Babak Grup UCL, Klub Besar Makin TERANCAM

0

Kalian masih ada yang ngikutin UCL? Hmmm…cuma nanya aja sih..Tak terasa babak Grup UCL kini tinggal menyisakan dua laga lagi untuk menentukan siapa yang berhak lolos ke fase berikutnya.

Namun di luar itu, ada pemandangan menarik yang patut untuk disimak, yakni ketika format baru babak Grup UCL musim ini ternyata begitu kejam. Kenapa kejam? karena tim-tim besar bisa terancam gugur di fase ini. Lantas siapa dan kenapa klub-klub besar itu terancam?

Format Baru Fase Grup UCL

Berubahnya format baru babak Grup UCL musim ini, membuat semua tim peserta harus adaptasi ulang. Semua tim menyusun siasat ulang bagaimana caranya untuk bisa lolos ke babak berikutnya.

Tidak lagi seperti sistem lama yang lawannya hanya itu-itu doang, kini, satu tim akan berhadapan dengan lawan yang lebih beragam. Di situlah tantangannya. Itu pun tidak ada kesempatan laga home and away seperti babak grup sebelumnya.

Hanya tim dengan peringkat 1 hingga 8 saja yang nantinya akan lolos otomatis ke 16 besar. Semua tim akan berebut menempati posisi tersebut. Mereka berusaha menghindari laga playoff yang akan digelar untuk klub berperingkat 9 hingga 24. Berlaga di babak playoff dengan dua leg hanya akan menambah jadwal tim itu makin padat.

Namun menariknya, format baru UCL ini ternyata membuat tim yang lolos ke babak berikutnya, jadi sulit ditebak. Banyak klub besar yang biasanya mudah lolos dengan sistem grup yang lama, kini kesulitan. Sebut saja PSG, City, bahkan Real Madrid. Kebalikannya, klub-klub yang di luar unggulan seperti Aston Villa maupun Stade Brestois, justru berpeluang lolos langsung ke 16 besar.

Keterpurukan City

Melihat fenomena tersebut, menarik untuk ditelusuri, memangnya kenapa sih tim-tim besar tersebut jadi letoy di fase Grup UCL musim ini? Manchester City misalnya. Secara lawan, seharusnya tidak menjadi halangan bagi pasukan Pep. Mereka hanya bertemu dengan tim berat macam Inter, Juventus, maupun PSG. Sisanya harusnya mudah untuk dilibas.

Namun apa yang terjadi? City malah terseok-seok. Pasukan Pep hanya gacor di awal-awal saja ketika melibas Slovan Bratislava dan Sparta Praha. Ketika memasuki “periode keterpurukan” di bulan November, City terbukti nggak bisa berkutik.

Faktor “periode keterpurukan” itulah, yang membuat The Citizens akhirnya dilibas Sporting, ditahan imbang menyakitkan atas Feyenoord, serta dipermalukan Juventus di Turin. Bayangkan, hingga Matchday 6 City hanya kumpulkan 8 poin saja, dan berada di peringkat 22 klasemen. Malu-maluin nggak sih?

Dilansir dari The Guardian, Pep Guardiola bahkan sudah hampir menyerah untuk mengejar tiket langsung ke babak 16 besar. Pep kini hanya berpikir bagaimana caranya memenangkan laga, dan kalau bisa lolos dari jalur playoff, berapapun peringkatnya.

City masih menyisakan dua laga sisa melawan PSG dan Club Brugge. Pep sudah menguraikan sendiri peluangnya pasca kalah melawan Bianconeri. Menurutnya, minimal hasil imbang di Paris dan kemenangan atas Club Brugge, bisa membuat City masuk babak playoff.

PSG Tak Bertaji

Tak hanya The Citizens saja yang terancam nggak bisa lolos, semifinalis UCL musim lalu PSG juga bernasib sama. Malahan, nasib anak asuh Luis Enrique ini lebih parah dari City. Les Parisiens baru kumpulkan 7 poin saja dan berada di peringkat 25 sekaligus berada di luar zona playoff 16 besar. Ada apa sebenarnya dengan PSG?

Secara lawan, PSG ini memang apes sejak undian. Mereka banyak hadapi klub besar seperti Arsenal, Bayern Munchen, Atletico Madrid, hingga Manchester City. Hal itu ditambah dengan materi pemain PSG yang tak semewah musim-musim sebelumnya. Termasuk sudah tidak ada Kylian Mbappe.

Selain faktor materi pemain, friksi internal di ruang ganti juga berpengaruh. Dilansir dari Goal, kini semakin banyak pemain PSG yang tidak puas dengan keputusan taktis Luis Enrique. Mereka menuduh entrenador asal Spanyol tersebut tidak fleksibel, dan terlalu dogmatis dalam pendekatannya terhadap tim. Hal itulah yang membuat Luis Enrique kini sedang mengalami tekanan pemecatan.

PSG hanya menang melawan Girona dan Salzburg saja dari 6 laga yang dijalani. Mereka keok saat bertemu tim besar seperti Arsenal, Atletico Madrid, dan Munchen. Lalu apa yang harus dilakukan klub Nasser Al-Khelaifi ini? Dua laga sisa menjadi kunci. Menghadapi City di Paris dan tandang ke Stuttgart memang tak mudah. Namun, itu harus jadi harga mati untuk tiga poin, apabila masih ingin lolos.

Ada Apa Dengan Real Madrid?

Bukan hanya PSG dan City, “Raja Diraja” UCL, sekaligus juara bertahan Real Madrid, juga terancam tak bisa lolos dari fase grup. Apa kata dunia kalau El Real sampai tak lolos ke babak 16 besar?

Tapi memang begitulah keadaannya. Real Madrid terlunta-lunta. Los Blancos kini masih menempati peringkat 20 dengan 9 poin. Dilansir Bein Sports, pasca laga melawan Atalanta, Carlo Ancelotti sampai menyadari bahwa timnya memang kesulitan mengamankan salah satu dari delapan posisi teratas di format baru UCL ini.

Ancelotti mengakui timnya kurang konsisten. Selain masalah cedera pemain yang silih berganti, pemain baru yang diharapkan seperti Mbappe juga malah banyak diterpa masalah internal.

Inkonsisten El Real di UCL musim ini terlihat di beberapa laga. Mereka bisa menang lawan Stuttgart di laga pertama, lalu kalah di laga kedua lawan Lille. Bahkan Los Galacticos dihajar AC Milan di markasnya sendiri. Hal-hal seperti itulah yang diakui Ancelotti membuat timnya susah naik peringkat.

Untung saja, di dua laga sisa El Real hanya akan melawan tim seperti Salzburg dan Brest. Seharusnya mereka bisa sapu bersih untuk bisa lolos. Masak iya, “King UCL” gugur duluan?

Korban Lain

Selain tim besar yang sedang terancam, kejamnya fase grup UCL musim ini juga memakan korban para wajah baru. Stuttgart yang baru mentas lagi di UCL sejak 2010, terancam gagal lolos ke babak berikutnya.

Die Schwaben yang ditinggal bomber andalannya, Sehrou Guirassy tak lagi mampu bertaji. Penyakit Stuttgart di UCL musim ini mirip dengan Real Madrid, yakni inkonsistensi performa. Lihat saja, mereka bisa menang lawan Juventus, namun kemudian dibantai Red Star.

Tak hanya Stuttgart, Bologna yang juga kembali mentas di UCL sejak 1964, terancam tak bisa lolos dari fase grup. Ditinggal pelatih Thiago Motta dan pemain seperti Zirkzee maupun Calafiori, Rossoblu musim ini jadi loyo. Dengan kedalaman skuad yang terbatas, pelatih Vincenzo Italiano mengaku sendiri bahwa timnya sulit untuk bersaing di Eropa.

Sama halnya seperti Bologna, tim Cinderella La Liga musim lalu, Girona juga melempem di UCL. Kehilangan pemain terbaiknya musim lalu juga menjadi penyebab tim ini tak bisa bersaing di level Eropa. Pemain baru yang didatangkan seperti Bryan Gil maupun Abel Ruiz, terbukti belum bisa membantu.

Yang lebih parah lagi, tim langganan lolos seperti RB Leipzig malah sudah dipastikan gugur di UCL musim ini. Tim yang pernah melangkah hingga 8 besar UCL tersebut, belum kumpulkan poin satupun dari 6 laga. Parah bukan? Ya, Leipzig telah merasakan betapa kejamnya babak grup UCL musim ini. Kira-kira, siapa yang akan jadi korban selanjutnya?

https://youtu.be/z3S1q3P0Iww

Sumber Referensi : theguardian, beinsports, bbc, eurosport, voi, barrons, espn, skysports

Berita Bola Terbaru 12 Desember 2024 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Liga Champions, Atletico Madrid menang 3-1 atas Slovan Bratislava. Gol Atletico dicetak oleh Julian Alvarez menit 16 dan brace Antoine Griezmann menit 42 dan 57. Sedangkan Slovan hanya membalas sekali melalui penalti David Strelec menit 51. Dengan hasil ini, Los Rojiblancos naik ke urutan 11 klasemen sementara. 

Wakil Spanyol lainnya, Barcelona juga menang 3-2 atas Borussia Dortmund. Mengakhiri babak pertama dengan tanpa gol, Barcelona ngamuk di babak kedua. Tiga gol dicetak oleh Raphinha menit 53 dan brace Ferran Torres menit 75 dan 85. Sedangkan Die Borussen hanya membalas dua kali lewat gol Serhou Guirassy menit 60 dan 78. Kemenangan ini bikin Barca naik ke urutan dua klasemen sementara. Sedangkan Dortmund tertahan di urutan sembilan.

Sementara itu, AS Monaco yang tampil tanpa Folarin Balogun dihajar Arsenal 3-0. Ketiga gol tersebut dicetak oleh brace Bukayo Saka menit 34 dan 78. Serta satu gol dari Kai Havertz menit 88. Hasil ini bikin Arsenal naik ke urutan ke-3 klasemen sementara.

Wakil Italia, AC Milan juga berhasil menang 2-1 atas tamunya, Red Star Belgrade. Milan unggul lebih dulu melalui Rafael Leao menit 42 dan Tammy Abraham menit 87. Red Star hanya bisa membalas satu gol saja melalui Nemanja Radonic menit 67. Tambahan tiga poin bikin Rossoneri naik ke urutan 12 klasemen sementara. 

Masih dari tim Italia, Bologna berhasil mencuri poin di kandang Benfica. Laga yang berakhir dengan skor 0-0 jadi poin kedua bagi Bologna di UCL musim ini. 

MANCHESTER CITY KEMBALI TELAN KEKALAHAN

Masih seputar Liga Champions, Manchester City kembali ke mode bapuk usai dikalahkan wakil Serie A, Juventus dengan skor 2-0. Dilansir Eurosport, City tampil dengan skuad terbaik, termasuk Erling Haaland, Kevin De Bruyne dan Ruben Dias. Namun, Juve yang bermain di kandang mampu memaksimalkan setiap peluang. Dua gol dari Dusan Vlahovic dan Weston McKennie pun menuntaskan perlawanan anak asuh Pep Guardiola. Hasil ini bikin City makin terancam di papan bawah. Mereka tidak akan lolos ke babak berikutnya jika kembali menuai hasil buruk di laga berikutnya.

PEP SPILL RENCANA USAI HENGKANG DARI CITY

Sementara itu, pelatih Manchester City, Pep Guardiola baru-baru ini membeberkan rencana masa depannya usai menangani klub Inggris tersebut. Menurut 90min, Pep Guardiola telah dibuat lelah oleh sepakbola. Ia hanya akan menghabiskan kontraknya bersama City yang telah diperbarui hingga 2027. Setelah itu, ia tidak melihat dirinya mampu melakukan hal yang sama dengan klub lain. Menurutnya, memulai dari nol lagi suatu hal yang melelahkan. Ia lebih ingin istirahat dan bermain golf. Namun, jika harus melatih lagi, dirinya justru tertarik untuk melatih tim nasional. 

RASHFORD DIDEKATI BARCELONA

Masih dari Kota Manchester, pemain kesayangan Manchester United, Marcus Rashford dikabarkan semakin dekat dengan pintu keluar Old Trafford. Berita itu dikuatkan dengan adanya ketertarikan dari klub Spanyol, Barcelona. Dilansir Team Talk, Barca yang tengah mencari pemain sayap baru cukup serius menyikapi kabar ini. Mereka tertarik dengan kecepatan dan potensi yang dimiliki oleh Rashy. Menurut laporan, Direktur Olahraga Barca, Deco sedang merumuskan tawaran terbaik untuk pemain Inggris tersebut.

WOLVES INGIN TEBUS MOURINHO DARI FENERBAHCE

Kabar mengejutkan justru datang dari tim papan bawah Liga Inggris, Wolves. Give Me Sport mengabarkan bahwa Wolves ingin mengganti pelatihnya, Gary O’Neil dengan pelatih yang lebih berpengalaman. Namun, nama yang muncul sangat mengejutkan. Tak tanggung-tanggung, Wolves mengincar Jose Mourinho. Bahkan Executive Chairman Wolves, Jeff Shi telah melayangkan tawaran di angka 5 juta pound kepada Fenerbahce sebagai kompensasi untuk memboyong Mourinho. Wolves berharap, Mourinho bisa menyelamatkan tim dari degradasi dengan pola permainan defensif miliknya.

LIVERPOOL DIKAITKAN DENGAN JOAO PEDRO

Masih dari Inggris, ada Liverpool yang dikaitkan dengan penyerang muda Brighton Joao Pedro. Kabarnya, The Reds memiliki minat yang kuat untuk memboyong Pedro ke Anfield. Ketajaman dan kreativitasnya di lapangan jadi atribut yang disukai oleh Liverpool. Namun, menurut Caught Offside, Brighton mematok harga di angka 30 juta pound jika The Reds serius meminatinya. Negosiasi belum dimulai karena Pedro bukan target utama Liverpool. Pihak klub masih menanti situasi Omar Marmoush di Eintracht Frankfurt. 

BARCELONA RELA TUKAR ENZO DENGAN 2 PEMAINNYA

Dari Inggris, kita mampir sebentar ke Spanyol. Selain Marcus Rashford, Barcelona juga menaruh minat pada gelandang Chelsea, Enzo Fernandez. Performa yang kian meningkat di bawah asuhan Enzo Maresca memancing Barcelona untuk bergerak. Dilansir Sportbible, La Blaugrana bahkan reka memasukan dua nama dalam proposal tawarannya. Dua nama itu adalah Frenkie De Jong dan Ferran Torres. Sialnya, jika Barca ingin mendatangkan Enzo, mereka harus bersaing dengan Real Madrid yang juga menaruh hati pada gelandang asal Argentina tersebut.

DANILO TAMPIK RUMOR KE NAPOLI

Spanyol sudah, kini kita bergeser ke Italia untuk membahas kapten Juventus, Danilo. Menurut beberapa media Italia, Danilo jadi target utama Napoli musim ini. Il Partenopei ingin memboyongnya pada bursa transfer Januari nanti. Namun, Danilo menampik rumor tersebut. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, Danilo sangat menghargai Juventus dan posisinya di klub. “Saya tidak ingin meninggalkan Juventus pada bulan Januari. Kapten tidak pernah meninggalkan klub di tengah jalan, saya tidak akan menjadi yang pertama melakukan itu,” tutur Danilo. 

DUA PEMAIN PENTING MILAN CEDERA

Kabar buruk justru menyelimuti rival Juventus, AC Milan. Kemenangan atas Red Star Belgrade harus dibayar mahal karena dua pemain penting Milan mengalami cedera. Menurut Football Italia, Alvaro Morata dan Ruben Loftus-Cheek mengalami cedera di babak pertama melawan Red Star. Kedua pemain akan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui separah apa cedera yang dialami. Situasi ini kian sulit bagi Paulo Fonseca. Di tengah agenda yang padat, dirinya harus kehilangan dua pemain utamanya. 

FIFA RESMI UMUMKAN TUAN RUMAH PIALA DUNIA 2030 DAN 2034

Beralih ke sepakbola internasional, FIFA baru saja mengumumkan negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 dan 2034. Dilansir AP News, dalam kongres luar biasa yang diadakan di Swiss, FIFA secara resmi mengumumkan bahwa Piala Dunia 2030 akan dimainkan di enam negara yang berbeda. Arab Saudi sebagai tuan rumah tunggal di Piala Dunia 2034. Maroko, Portugal dan Spanyol resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2030. Namun, pertandingan perayaan satu abad Piala Dunia tetap akan berlangsung di Argentina, Paraguay dan Uruguay. Sedangkan untuk Piala Dunia 2034, akan diadakan di Arab Saudi. Mereka akan jadi tuan rumah tunggal di edisi tersebut.

DITINGGAL MARSELINO, KMSK DEINZE BANGKRUT

Dari sepakbola dunia, kita bergeser ke kabar Asia Tenggara. Dimulai dari kabar mantan klub Marselino Ferdinan, KMSK Deinze. Dilansir TVOnenews, tak lama setelah tidak memperpanjang kontrak Marselino, Deinze telah resmi dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan Komersial Ghent. Hal ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan bagi media-media Belgia. Karena Deinze sudah terlilit hutang besar selama beberapa bulan terakhir. Yang makin memperkeruh masalah adalah, mereka tidak mendapat pemasukan sama sekali sejak September 2024. Imbasnya, mereka tidak bisa membayar gaji pemain dan staf sehingga dinyatakan gulung tikar.

6 PEMAIN MALAYSIA PADA BALIK KE KLUB MASING-MASING

Sementara dari Piala AFF 2024, Tim Nasional Malaysia baru saja mengumumkan kabar buruk usai menang dramatis atas Timor Leste. Mengutip dari cuitan @UpdateBolaBola, banyak pemain Malaysia yang akan absen di pertandingan berikutnya melawan Thailand. Bukan karena cedera, melainkan ada banyak pemain yang dipanggil kembali oleh klubnya. Setidaknya ada enam pemain dari Sabah dan Selangor yang dipanggil pulang. Sedangkan tiga pemain lain, seperti Darren Lok, Syafiq Ahmad, dan Fergus Tierney mengalami cedera.

SKENARIO AGAR INDONESIA BISA JUARA PIALA AFF 2024

Di sisi lain, Timnas Indonesia kabarnya punya skenario khusus agar menjadi juara Piala AFF edisi kali ini. Menurut Sport Detik, ada potensi bagi Indonesia untuk mengangkat trofi di Piala AFF 2024. Harapan Indonesia untuk bisa ke final lebih besar kalau mampu menjadi juara Grup B. Itu bisa menghindarkan Indonesia dari Thailand di semifinal. Jika berhasil menghindari Thailand di semifinal, Indonesia kemungkinan akan bertemu Thailand atau Vietnam di final. Nah, karena maju sebagai juara grup B, maka final leg pertama akan dimainkan di kandang Indonesia terlebih dahulu. Momen ini jadi kunci. Indonesia harus menang dengan selisih gol yang meyakinkan untuk menuntaskan perlawanan lawan.

UNITED INCAR LUIS CAMPOS JADI DIREKTUR OLAHRAGA BARU

Selain mengincar Dougie Freedman dari Crystal Palace, Manchester United kabarnya memantau Luis Campos untuk menggantikan Dan Ashworth yang pergi secara mendadak. Dilansir Team Talk, Campos masih bekerja sebagai penasehat sepakbola di PSG. Namun masih bisa dinegosiasikan. Entah dengan cara membayar fee atau pemutusan kontrak. Campos dipilih karena dinilai memenuhi syarat yang diminta INEOS. Apalagi, Campos merupakan orang Portugal. Jadi, diharapkan bisa cocok dengan Ruben Amorim. 

CUCURELLA TERPELESET, PUMA TERANCAM RUGI BESAR

Insiden Marc Cucurella terpeleset hingga dua kali di laga melawan Spurs kemarin ternyata berdampak cukup besar pada Puma. Cucurella memang terikat kontrak untuk menjadi brand ambassador Puma. Sepatu yang membuat Cucurella terpeleset adalah gen baru yang sedang dipromosikan oleh Puma. Sepatu itu dikampanyekan memiliki fitur adaptasi rumput, movement, dan kontrol. Namun, gara-gara bikin Cucurella terpeleset, fitur itu seakan cuma omong kosong. Daily Mail mengabarkan kalau Puma bakal rugi besar. Sepatu yang dipakai Cucurella itu dihargai 220 pound dan terancam tidak laku. 

DIISUKAN HENGKANG, SANE JUSTRU INGIN STAY DI MUNCHEN

Sempat dirumorkan masuk radar Arsenal dan Manchester United, Leroy Sane justru punya keputusan sendiri terhadap masa depan karirnya. Dilansir Bavarian Football Works, sayap asal Jerman itu tidak tertarik untuk kembali ke Inggris. Dirinya justru lebih berminat untuk tetap bertahan di Bayern Munchen. Meski pembicaraan kontrak baru tak kunjung menemui titik temu, Sane yakin bisa menjadi bagian penting The Bavarian musim depan.

OLE TOLAK PINANGAN MOLDE LAGI

Ole Gunnar Solksjaer kabarnya mulai mempertimbangkan ingin kembali melatih sebuah tim sepakbola. Namun, belum ada tawaran yang sreg di hatinya. Baru-baru ini, Mirror mengabarkan bahwa legenda Manchester United itu mendapat tawaran untuk melatih klub Norwegia, Molde. Namun, sang pelatih menolak kesempatan itu. Menurut Ole, ia dengan senang hati bisa melatih lagi. Tapi itu bukan dengan Molde. Ia ingin tantangan yang lebih besar. Beberapa klub Inggris kabarnya masih memantau situasi Ole. Menurut laporan, panggilan yang tak akan ditolak Ole adalah untuk kembali melatih Manchester United.

MU SEPAKAT LEPAS RASHFORD JANUARI

Setelah diskusi yang panjang, manajemen Manchester United kabarnya telah sepakat untuk melepas salah satu pemain pentingnya, Marcus Rashford. Dilansir Goal, Setan Merah ingin segera melepas sang pemain sebelum ia terlalu tua. Selain performa yang tak kunjung konsisten, beban gaji yang terlalu besar jadi salah satu alasannya. Jika ada tawaran yang menarik, United tidak segan untuk melepas sang pemain pada bursa transfer Januari mendatang. Sejauh ini, PSG masih jadi yang terdepan untuk mendapatkan Rashy.

FIORENTINA KONFIRMASI OPERASI BOVE SUKSES

Bergeser ke Serie A, Fiorentina beri update kabar soal operasi Edoardo Bove. Mengutip Football italia, La Viola telah mengkonfirmasi bahwa gelandang telah berhasil menjalani operasi pemasangan defibrilator internal. Sang pemain pun telah menghubungi rekan-rekannya bahwa ia sedang dalam kondisi baik-baik saja. Kabarnya, Bove sudah bisa keluar dari rumah sakit pada akhir pekan nanti. Tapi belum tahu apakah dia bisa bermain sepakbola lagi atau tidak. 

USAI MONZA, MENTAL PAPU GOMEZ BERMASALAH

Salah satu mantan pemain AC Monza, yakni Papu Gomez membagikan kisah perjuangannya menghadapi gangguan mental. Dilansir Foot Italia, Gomez mengawali ceritanya sebagai pemain yang tergabung dalam skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022 lalu. Setelah itu, perjalanan hidupnya bak roller coaster. Dirinya mengira semua akan baik-baik saja. Toh statusnya kini jadi sang juara Piala Dunia. Namun, mentalnya goyah saat dirinya tiba-tiba diputus kontrak oleh Sevilla dan kesulitan mencari klub pada tahun 2023. Terus derajatnya dinaikan lagi setelah ditampung oleh AC Monza. Hanya semusim, kini Papu berstatus tanpa klub usai di skorsing akibat doping. Papu menggambarkan hidupnya “From World Champion to nobody”

JUVE PANTAU FULLKRUG

Masih dari Serie A, namun kini soal rumor transfer. Juventus dikabarkan kurang puas dengan kinerja Dusan Vlahovic. Mereka ingin melepasnya pada bursa transfer Januari dan menggantikannya dengan penyerang baru. Dilansir Foot Italia, nama yang dipilih Juve cukup menarik. Dia adalah penyerang West Ham United, Nicklas Fullkrug. Agen sang pemain kabarnya sudah menemui pihak Juventus. Mereka terbuka untuk melakukan negosiasi pada Januari nanti. Itu demi menyelamatkan karir Fullkrug yang tak kunjung membaik di Inggris. Namun, Juve kabarnya akan meminjam Fullkrug terlebih dahulu. Jika cocok, baru dipermanenkan di akhir musim.

PSSI INGIN FANS TERLIBAT DALAM PEMILIHAN JERSEY BARU

Dari Eropa, kita kembali ke Tanah Air untuk membahas Timnas Indonesia. Menurut Tempo, Erick Thohir ingin para suporter terlibat dalam pemilihan jersey Timnas Indonesia. PSSI dan Erspo kabarnya membuka sayembara desain jersey untuk Timnas Indonesia. Dalam proyek ini, PSSI dan Erspo memberikan ruang kepada para suporter untuk memilih jersey yang akan dikenakan oleh tim Garuda dengan cara polling lewat laman kitagaruda.id. Untuk dapat menjadi pemilih, para suporter diwajibkan untuk mendaftarkan diri ke akun kitagaruda.id.

INDONESIA TAK AKAN GUNAKAN GBK DI PIALA AFF 2024

Masih seputar Timnas Indonesia, VIVA mengabarkan kalau PSSI tidak akan menggunakan Gelora Bung Karno di gelaran Piala AFF 2024. Berita ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Arya Sinulingga. Arya mengatakan Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak akan digunakan sebagai kandang meski Timnas Indonesia lolos ke semifinal. Alasannya karena GBK sedang dalam perawatan. Sebagai gantinya, ada beberapa opsi yang bisa dipilih oleh PSSI. Arya mengatakan, selain Manahan, Pakansari atau GBT bisa digunakan.

Mengapa Inter Miami Ikut Piala Dunia Antarklub Padahal yang Juara MLS LA Galaxy?

0

Baru lima bulan di Major League Soccer atau MLS, Marco Reus sudah menggondol trofinya. La Galaxy, tim yang ia bela berhasil menghancurkan New York Red Bull di partai final. Walaupun menjuarai MLS musim 2024, Reus tidak akan tampil di Piala Dunia Antarklub tahun depan. Kecuali kalau ia pindah ke Inter Miami.

Ya, alih-alih LA Galaxy, MLS justru mengirim Inter Miami ke Piala Dunia Antarklub tahun 2025. Padahal klub yang dibela Lionel Messi itu tidak menjuarai MLS maupun Liga Champions CONCACAF. Jadi, mengapa yang ikut Piala Dunia Antarklub dari MLS justru Inter Miami dan bukan La Galaxy?

Amerika Serikat Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2025

FIFA telah memutuskan Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub tahun 2025. Oleh sebab itu, MLS mendapat satu tempat di Piala Dunia Antarklub. Hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun sudah diputuskan, bahwa bukan pemenang MLS yang akan mengisi tempat itu.

FIFA telah memberikan slot MLS untuk Inter Miami. Mengapa demikian? Presiden FIFA, Gianni Infantino menganggap bahwa Inter Miami klub terbaik di Amerika dan layak mendapatkan satu tempat di Piala Dunia Antarklub. Alasan lain karena tim yang dikapteni Lionel Messi itu berhasil memecahkan rekor MLS sepanjang masa untuk poin terbanyak.

Inter Miami memenangkan Supporters’ Shield 2024 atas pencapaian total poin tertinggi tersebut. Namun poin tertinggi itu adalah poin di musim reguler. Inter Miami gagal melaju bahkan ke semifinal. Mereka kalah dari tim wildcard, Atlanta United di ronde pertama fase gugur Wilayah Timur.

Inter Miami juga tidak menjuarai Liga Champions CONCACAF atau yang pada tahun 2024 namanya berubah menjadi Piala Champions CONCACAF. Di edisi 2023 yang menjuarainya adalah klub Meksiko, Club Leon. Di tahun 2024 yang juara Club de Futbol Pachuca, juga dari Meksiko. Karena tidak menjuarai MLS apalagi Liga Champions CONCACAF dan cuma memperoleh trofi turnamen musim reguler, keputusan FIFA memilih Inter Miami berbau kontroversi.

Demi Lionel Messi?

Pemilihan Inter Miami sebagai perwakilan MLS dan bukan sang juara dikritik oleh banyak kalangan. Hal itu dinilai tidak sesuai dengan kriteria yang diterapkan FIFA pada edisi turnamen sebelumnya. Sebab biasanya, yang akan mewakili tuan rumah adalah yang menjuarai turnamen domestik setempat.

Memilih Inter Miami sebagai perwakilan ini kemudian dicurigai sebagai bentuk upaya FIFA untuk melibatkan Lionel Messi dalam turnamen tersebut. Namun pihak FIFA berdalih, pembahasan soal siapa yang akan mewakili MLS di Piala Dunia Antarklub sudah berjalan selama tahun 2024.

Ketika pembahasan itu, pemenang MLS Supporters’ Shield menjadi salah satu opsi yang diusulkan untuk mewakili MLS di Piala Dunia Antarklub. Sesuai aturan FIFA Club World Cup, pada akhirnya keputusan berada di induk sepak bola dunia itu. Di lain tempat, pihak MLS menolak bicara banyak terkait keputusan FIFA memilih Inter Miami sebagai perwakilan MLS di Piala Dunia Antarklub.

Melalui komisarisnya, Don Garber, pihak MLS menjelaskan bahwa tidak ada aturan yang mengatakan bahwa pemenang MLS harus ikut ke Piala Dunia Antarklub. Lebih lanjut Garber bilang, MLS akan mendukung segala keputusan FIFA, terutama apabila itu bisa menaikkan pamor MLS.

Pengaruh Messi

Sebagai bagian dari MLS tentu Garber iya-iya saja atas keputusan FIFA. Kapan lagi timnya memiliki wakil otomatis di Piala Dunia Antarklub? Nah balik ke Lionel Messi. Anggapan bahwa FIFA ingin melibatkan Messi di Piala Dunia Antarklub 2025 besar kemungkinan benar.

Mengutip First Post, FIFA mengharapkan pembukaan Piala Dunia Antarklub yang akan berlangsung di Hard Rock Stadium, markasnya Inter Miami bisa menjadi lebih meriah karena kehadiran Lionel Messi. La Pulga yang akan menampakkan batang hidungnya akan menarik atensi penonton sebanyak mungkin.

Karena atensinya besar, FIFA akan mendapat cuan lebih banyak. Kesepakatan sponsor dan industri penyiaran bisa tinggi berkat kehadiran Messi. Memang, selama berseragam Inter Miami, Messi memberi pengaruh besar pada pangsa pasar MLS selama ini. Ambil contoh pada laga menghadapi Atlanta United yang hasilnya Inter Miami kalah itu.

Sebanyak 150 ribu penonton Apple TV menyaksikan pertandingan tersebut. Ini memecahkan rekor penonton di MLS. Tidak cuma itu, pertandingan Inter Miami vs Atlanta United pada 25 Oktober 2024 itu juga memecahkan rekor sebagai “acara olahraga yang paling banyak ditonton” dalam sejarah Apple TV.

Komersil

Selain La Pulga, keberadaan Sergio Busquets, Jordi Alba, hingga “El Nyokot” Luis Suarez digadang-gadang juga bisa meningkatkan daya tarik Piala Dunia Antarklub. Ini senada dengan rencana FIFA yang akan menjadikan Piala Dunia Antarklub acara paling menguntungkan kedua setelah Piala Dunia Pria. Target pendapatannya sekitar 4 miliar US Dolar atau Rp63,8 triliun.

Hal itu membuat per laganya akan menjadi acara termahal dengan nilai 63,5 juta US Dolar atau kira-kira Rp1 triliun. Namun, memanfaatkan Lionel Messi untuk menarik atensi dan mengeruk cuan sebanyak-banyaknya, terutama dari hak siar bukan urusan gampang.

Nyatanya, setelah diumumkan bahwa Inter Miami akan ikut, sponsor dan perusahaan penyiaran yang diyakini Gianni Infantino akan mengantre, dalam tujuh bulan terakhir justru hampir tidak ada. Cuma satu mitra komersial yang kabarnya baru tertarik menjadi sponsor, yakni Hisense, produk elektronik dari Tiongkok.

Perusahaan tersebut pernah menjadi sponsor di Piala Dunia 2018. Sementara hak siar, setelah batal menjalin kerja sama dengan Apple TV, FIFA lalu menjalin kerja sama dengan lembaga penyiaran dari Jerman, DAZN. Nilai kesepakatannya menyentuh 1 miliar US Dolar atau sekitar Rp16 triliun.

Masih Banyak Masalah

Di samping sponsor yang masih seret, Piala Dunia Antarklub juga masih menyimpan segudang masalah. Setidaknya ada dua masalah besar. Pertama, terkait jadwal. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 14 Juni sampai 13 Juli 2025.

Di waktu yang sama, CONCACAF, konfederasi yang jadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub juga akan menggelar Gold Cup. Sementara di Eropa, EURO U-21 di Slovakia juga diadakan di waktu yang sama. Ini bukan cuma akan memecah penonton, tapi juga akan membuat klub-klub besar yang terlibat dua atau tiga turnamen senewen.

Para talenta mesti memilih, misalnya Alphonso Davies, akan bermain untuk Kanada di Piala Emas atau Bayern Munchen di Piala Dunia Antarklub. Atau Jamie Gittens yang dipaksa bimbang, memilih ikut Inggris di EURO U-21 atau membela Borussia Dortmund di Piala Dunia Antarklub.

Masalah yang kedua soal jendela transfer. Saat pertengahan Piala Dunia Antarklub, jendela transfer di seluruh dunia dibuka. Hal itu bisa saja memunculkan kemungkinan seorang pemain akan memulai Piala Dunia Antarklub sebagai pemain Benfica, tapi mengakhiri turnamen sebagai pemain Manchester City.

FIFA sepenuhnya sadar akan konsekuensi ini. Maka dari itu, mereka ngide memunculkan opsi jendela transfer ketiga. Apa maksudnya belum jelas. Tapi intinya, FIFA akan mengeluarkan aturan yang melarang seorang pemain bermain di klub yang berbeda dalam satu turnamen Piala Dunia Antarklub.

Peserta yang Tambah

Segala keriwehan ini yang mulai adalah FIFA itu sendiri. Mereka mengacak-acak konsep, kebijakan, dan aturan tentang Piala Dunia Antarklub yang mereka buat sendiri. Format diubah. Jika sebelumnya cuma tujuh tim yang ikut, tahun 2025 diperluas menjadi 32 tim.

Rinciannya dari UEFA 12, CONMEBOL 6 tim, CONCACAF 4 tim, CAF dan AFC masing-masing 4 tim, OFC satu tim, dan tuan rumah. Lebih lengkap kamu bisa menonton video Starting Eleven sebelumnya.

Nah khusus dari MLS sendiri, selain Inter Miami yang mendapat hak veto dari FIFA, juga akan diwakili oleh Seattle Sounders sebagai juara Liga Champions CONCACAF tahun 2022.

Pertanyaannya, ketika Piala Dunia Antarklub ini kembali mempertemukan Messi dengan tim-tim besar Eropa PSG, Inter, hingga Atletico Madrid, apakah kamu tertarik menontonnya football lovers?

Sumber: SportingNews, BBC, FIFA, OneFootball, TheAthletic, FOE

GAWAT Vietnam Diuntungkan AFF, Indonesia Bisa RUGI

0

Laga sarat gengsi dan berpotensi berjalan dengan tensi tinggi, akan terjadi di Viet Tri Stadium, 15 Desember 2024. Laga antara Indonesia vs Vietnam di ajang Piala AFF 2024 merupakan laga krusial yang akan jadi penentuan, siapa yang akan menjadi raja di Grup B Piala AFF 2024.

Namun sebelum laga digelar, tersiar kabar bahwa Federasi Sepakbola ASEAN (AFF) memihak salah satu tim. AFF bahkan diklaim oleh media Vietnam telah menguntungkan Timnas Vietnam dan bakal merugikan Indonesia. Lho kok bisa begitu?

Balas Dendam

Timnas Vietnam sedang punya dendam kesumat dengan Indonesia. Mereka berupaya sedemikian rupa menyusun siasat agar segera bisa menaklukan Indonesia. Mereka malu, di dua pertemuan terakhir takluk oleh Tim Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Momentum balas dendam itu akhirnya didapat oleh Vietnam, setelah undian Piala AFF 2024 yang digelar di Hanoi. Undian tersebut mempertemukan lagi mereka dengan Indonesia di babak grup. Vietnam pun jingkrak-jingkrak mendengar kabar ini. Apalagi menghadapi Indonesia, mereka akan bertindak sebagai tuan rumah.

Asal tahu saja, di ajang Piala AFF 2024 ini, tidak ada laga home and away di babak grup. Yang ada adalah, satu tim akan berlaga dua kali secara kandang dan dua kali secara tandang.

Namun yang menarik, di Grup B ini Indonesia tak mendapat jatah laga kandang ketika menghadapi pasukan The Golden Warriors. Sebagai tim yang berada di Pot 2 undian, pasukan Garuda hanya berlaga sebagai tuan rumah saat melawan Laos dan Filipina.

Melihat kesempatan menghadapi Indonesia di kandang sendiri, Vietnam pun kemudian mencari siasat. Mereka awalnya berupaya memindahkan stadion sebagai markas dari My Dinh ke tempat yang lebih jauh, yakni ke Kota Viet Tri di Phu Tho. Bagi football lovers yang ingin tau lebih soal Vietnam yang memindahkan venue laga tersebut, bisa dilihat lagi di video Starting Eleven sebelumnya.

Psywar

Selain memindahkan venue, Vietnam juga berupaya melakukan Psywar ke Indonesia jelang laga. Seperti apa yang telah mereka lakukan pasca laga pertama babak grup Piala AFF 2024.

Media Vietnam beserta pelatih Kim Sang-sik, kompak menyindir soal performa kurang meyakinkan Timnas Indonesia saat mengalahkan Myanmar. Hal tersebut tentu membuat publik sepakbola tanah air meradang.

Vietnam kini sedang sibuk menyombongkan diri setelah mampu membantai Laos 4-1. Media Vietnam yang juga sedang besar kepala seperti Soha, bahkan dengan entengnya mengatakan bahwa, Indonesia akan diatasi dengan mudah oleh Vietnam dengan kondisi seperti ini.

Jadwal

Setelah lakukan Psywar, media Vietnam lainnya, Thethao247, berani mengklaim bahwa Timnas Vietnam ini sengaja diuntungkan oleh Federasi Sepakbola Asean (AFF) jika melihat dari segi jadwal.

Ketika bertemu Indonesia, Vietnam punya jatah istirahat yang lebih panjang daripada Indonesia. Indonesia harus bentrok dulu melawan Laos di hari Kamis 12 Desember, sebelum menjamu Vietnam pada 15 Desember. Sedangkan Vietnam, mereka hanya “leha-leha” layaknya dewan yang suka tidur di ruang sidang. Pasalnya, tidak ada laga yang dijalani mereka di tengah pekan. Enak ya jadi Vietnam.

Perjalanan Dan Cuaca

Lalu soal jarak tempuh perjalanan. Indonesia juga dirugikan. Pasca capek meladeni Laos di Manahan, Solo, pasukan Shin Tae-yong harus cepat bergegas terbang ke Vietnam. Sudah begitu, venue-nya lebih jauh pula dari Hanoi. Otomatis Pratama Arhan dan kolega hanya punya waktu istirahat yang sedikit, itupun terpotong akibat perjalanan jauh.

Timnas Indonesia dijadwalkan berangkat dari Solo pada Jumat pagi, 13 Desember 2024, menuju Bali. Selanjutnya, mereka akan terbang ke Bandara Noi Bai pada sore harinya dengan penerbangan VJ 900. Setelah mendarat di Bandara Noi Bai pada pukul 17.20 waktu setempat, Rafael Struick dan rekan-rekan masih harus menempuh perjalanan darat sekitar 1 jam 30 menit untuk mencapai Kota Viet Tri. Hmmm.. capek banget nggak sih?

Sudah begitu, sesampainya pasukan Shin Tae-yong di Viet Tri, juga akan disambut dengan cuaca yang tidak bersahabat. Menurut laporan Thethao247, cuaca di kota tersebut sedang mengalami curah hujan yang lebat, dan suhu udara rendah alias sangat dingin.

Hal itu mengharuskan Marselino dan kawan-kawan untuk beradaptasi ulang. Pasalnya menurut Thethao, di dua laga sebelumnya Indonesia hanya berlaga di venue dengan cuaca yang hangat dan panas. Indonesia dianggap akan menemui kesulitan ketika berlaga di cuaca dingin.

Wasit Dan VAR

Kompleks sudah permasalahan yang dihadapi Indonesia, setelah pada Selasa 10 Desember, AFF melalui laman aseanunitedfc.com, mengumumkan bahwa wasit yang akan memimpin laga adalah wasit yang pernah merugikan skuad merah putih di ajang Piala Asia U-23 lalu. Dia adalah Abdullah Atif Abdulrhman Al Shehri.

Asal tahu saja, wasit asal Arab Saudi ini adalah sosok yang pernah memimpin ruang VAR saat Indonesia hadapi Australia di Piala Asia U-23 2024. Wasit VAR inilah yang memberikan hadiah penalti pada The Socceroos di laga tersebut.

Penunjukkan Abdullah Al-Shehri pun disambut suka-cita publik Vietnam. Mereka menyebut bahwa pemain Timnas Indonesia tidak akan bisa bermain kasar lagi karena adanya wasit tegas seperti Abdullah. Menurut laporan, wasit Abdullah ini juga dikenal kejam dan murah kartu. Hampir 6 hingga 9 kartu kuning per pertandingan keluar dari sakunya.

Pertanyaannya sekarang, apa nggak kebalik nih? Justru Vietnam-lah yang terkenal main kasar. Lihat saja track record-nya, kelakuan pemain seperti Doan Van Hau itu seperti apa. Vietnam tuh harusnya ngaca.

Toh Vietnam juga sempat merasa takut akan adanya penerapan VAR di Piala AFF 2024. Sampai-sampai, Federasi Sepakbola Vietnam (VFF) pada bulan November lalu mengumpulkan para pemain Timnas Vietnam, dan diberi pengarahan agar tak bermain kasar karena ada VAR.

Awas Terpancing

Meski sudah ada VAR dan wasit yang tegas, Indonesia tetap harus waspada. Punggawa Garuda tetap nggak boleh mudah terpancing jika pemain Vietnam coba memancing emosi dengan bermain kasar. Kalau kepancing bahaya, bisa-bisa wasit gurun pasir itu akan semena-mena menghukum.

Namun untungnya, pemain Indonesia sudah diuji emosinya saat laga melawan Myanmar. Di laga tersebut, berulang kali Marselino dan kawan-kawan kena gebok pemain Myanmar, layaknya main tarkam. Bahkan dengan peristiwa itu, PSSI sudah melayangkan surat protes ke AFF untuk memperingatkan agar pemain tidak bermain kasar karena beresiko mencederai lawan.

Dengan berbagai keterbatasan dan kerugian jelang laga melawan Vietnam, kita berharap dan berdoa agar Timnas Garuda bisa tetap kuat dan fokus. Secara peluang, menang di kandang Vietnam memang agak berat dengan kondisi seperti ini. Akan tetapi, hasil akhir siapa yang tahu. Vietnam bukan Timnas Argentina atau Spanyol bung! Mereka hanya sekumpulan mas-mas “Nguyen” biasa yang cuma terkenal main kasar.

https://youtu.be/cbt9CNZDLQQ

Sumber Referensi : superball, cnn, superball, kompas, superball, bola.net, bolasport, liputan6

Bakal UNTUNG BESAR, Andai Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2031

“Ini Kandang Kita”. Masih ingat slogan tersebut? Ya, itulah slogan ikonik yang bergelora ketika Indonesia jadi tuan rumah Piala Asia pertama kalinya di tahun 2007. Ketika itu, bintang-bintang sepakbola tersohor di Asia mempertontonkan aksi-aksi ciamik nan menghibur di bumi Nusantara. Tak ketinggalan gegap gempita pecinta sepakbola tanah air mengiringi langkah Timnas Garuda berjuang. Kalian ada yang kangen?

Tenang. PSSI di bawah Erick Thohir kini coba mengulangi memori indah itu di tahun 2031. Sebab Indonesia resmi mencalonkan diri sebagai tuan rumah tunggal ajang empat tahunan tersebut. Indonesia juga bakal untung besar jika diterima jadi tuan rumah. Lantas apa saja keuntungan tersebut?

AFC Buka Bidding

Pada awal Desember 2024, AFC resmi membuka proses bidding atau bisa disebut proses lelang, bagi negara yang mau mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2031. Perlu diketahui, di tiga edisi sebelumnya turnamen Benua Kuning itu selalu diselenggarakan di negara Asia Barat. Meski ada bidding, selalu saja negara Timur Tengah yang akhirnya jadi tuan rumah.

Di 2019, Uni Emirat Arab jadi tuan rumah kalahkan Iran di proses bidding. Lalu di 2023, Qatar dipilih jadi pengganti Tiongkok. Lalu di 2027, Arab Saudi yang ditunjuk karena hanya jadi calon tunggal. Hmmm.. kok kayak nggak adil ya?

Nah, di edisi Piala Asia 2031, AFC kembali mengadakan bidding, namun sudah memberi tahu bahwa ajang tersebut adalah jatah bagi negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara. Artinya, Indonesia sangat berpeluang untuk bisa memenangkan hak tuan rumah.

PSSI Siap dan Berani

Akhirnya, pada 10 Desember 2024 lalu, PSSI lewat Erick Thohir dengan penuh kemantapan secara resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2031. Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang sudah mengirimkan pengajuan tersebut kepada AFC.

Nggak kaleng-kaleng, Ketum PSSI optimis mengajukan menjadi tuan rumah Piala Asia 2031 secara tunggal, bukan gabungan lagi seperti di tahun 2007. Pak Erick beralasan, Indonesia sudah cukup modal dan pengalaman. Dari segi kesiapan panitia pelaksana dan fasilitas stadion berstandar FIFA juga sudah terpenuhi.

PSSI kini sudah menyiapkan rencana yang terstruktur untuk bisa memenangkan proses bidding tersebut. Misal menyiapkan beberapa stadion yang sudah berstandar FIFA. Sesuai regulasi AFC, paling tidak butuh 8 hingga 10 venue berstandar internasional yang harus dipersiapkan oleh pihak tuan rumah. PSSI sudah mulai menyiapkan beberapa stadion seperti Gelora Bung Karno, JIS, Bandung Lautan Api, Pakansari, Manahan, Gelora Bung Tomo, Kapten I Wayan Dipta, hingga Jakabaring.

Modal Penting PSSI

Selain soal stadion, Indonesia berani mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Asia 2031 karena sudah punya modal sukses yang bisa dijadikan acuan AFC. Modal tersebut adalah memori kesuksesan jadi tuan rumah Piala Asia 2007 maupun tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.

Meski menjadi tuan rumah gabungan di Piala Asia 2007, tetap saja Indonesia menjadi salah satu negara yang sukses karena berhasil menyelenggarakan partai final di GBK. Saat itu Indonesia bahkan dipuji oleh Presiden AFC, Mohammed bin Hammam dan Presiden FIFA, Sepp Blatter yang hadir langsung ke GBK didampingi oleh Presiden SBY.

Begitupun ketika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, eh bukan.. Piala Dunia U-17 tahun 2023. FIFA saat itu memberikan pujian atas kinerja baik Indonesia sebagai tuan rumah, terkait kesiapan venue maupun segi pelayanan dan hospitality. Pujian itu tak hanya keluar dari mulut FIFA, namun juga berdasarkan dari hasil laporan tim peserta.

Lolos Langsung

Dengan beberapa modal dan track record Indonesia jadi tuan rumah, harusnya AFC tak usah fafifu wasweswos, langsung saja tunjuk Indonesia jadi tuan rumah. Kalau Indonesia beneran jadi tuan rumah Piala Asia pada tahun 2031, bakal membawa keuntungan besar. Salah satunya Indonesia tak usah capek-capek ikut Kualifikasi Piala Asia 2031.

Sebagai tuan rumah, Indonesia otomatis lolos ke putaran final. Jika itu terwujud, berarti Indonesia akan menciptakan hattrick beruntun lolos ke Piala Asia, setelah sebelumnya lolos di tahun 2023 dan Indonesia yang lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan otomatis berlaga di Piala Asia 2027. Indonesia juga pernah lolos saat menjadi tuan rumah pada edisi 2007.

Terhindar dari Tim Berat

Selain lolos langsung, Indonesia nantinya akan dimasukan kedalam Pot 1 dalam undian Piala Asia 2031. Masuk Pot 1 artinya Indonesia akan ditempatkan bersama dengan negara-negara kuat unggulan seperti Korea Selatan, Jepang, maupun Arab Saudi. Jadi, potensi Indonesia bertemu tim-tim kuat tersebut di babak grup dipastikan tidak akan terjadi. Artinya, peluang lolos ke babak knockout seperti di Piala Asia 2023 jadi semakin besar.

Indonesia tentu ingin merasakan bersua tim-tim non unggulan di babak grup Piala Asia. Dulu ketika jadi tuan rumah Piala Asia 2007, Indonesia tidak sempat merasakannya, karena belum ada aturan yang membuat tuan rumah berada satu pot dengan tim-tim unggulan di Drawing. Yang ada tuan rumah dikelompokan menjadi satu pot, dan hasilnya tahu sendiri, Indonesia malah tergabung di grup neraka berisikan Arab Saudi, Korea Selatan, hingga Bahrain.

Keuntungan Ekonomi

Selain itu, keuntungan jadi tuan rumah Piala Asia 2031 juga akan mendongkrak sektor ekonomi dan pariwisata. Misal yang sudah menjadi bukti nyata, adalah saat suksesnya penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023.

Menurut laporan Menpora Dito Ariotedjo, hajatan Piala Dunia U-17 2023, sudah menghasilkan dampak besar di sektor ekonomi. Diketahui dari ajang tersebut telah menghasilkan perputaran uang sebesar Rp305 miliar. Selain itu, dalam hal nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan dari daerah penyelenggara, tercatat sebesar Rp250 miliar.

Bukan hanya perputaran uang, berbagai sektor seperti wisata, kuliner kaki lima, pedagang merchandise sepak bola, penginapan, maupun UMKM kriya, juga terkena dampaknya. Menurut pemerintah, hal ini menjadi bukti bahwa event-event olahraga besar tidak hanya dinikmati kalangan pebisnis kelas atas saja. Kalangan UMKM maupun pedagang kecil juga ikut kebagian cuan. Pedagang es teh keliling seperti pak Sunhaji juga bisa tuh meraup untung dari ajang ini dengan berjualan di stadion.

Persaingan

Nah, untuk mencapai keuntungan besar tersebut, Indonesia harus berupaya keras untuk bisa memenangkan bidding. Untuk memenangkannya bukan hal yang mudah, butuh lobi kuat ke AFC. Kini hanya Indonesia yang baru mengajukan diri. Namun tidak menutup kemungkinan negara lain di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan maupun China juga akan mengajukan.

Jika benar akan mengajukan, itu akan menjadi pesaing berat bagi Indonesia. Pasalnya, secara infrastruktur negara-negara tersebut lebih canggih dan modern daripada Indonesia. Jepang sudah lama tidak menggelar Piala Asia sejak tahun 1992. Korea Selatan lebih lama lagi, terakhir kali jadi tuan rumah di tahun 1960. China juga pastinya akan ngebet banget calonkan diri setelah gagal di tahun 2023 lalu.

Dear Jepang, Korea dan China, alangkah baiknya niat kalian mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2031, mbok ya diurungkan saja. Agar nantinya, Indonesia hanya akan jadi calon tunggal dan terpilih jadi tuan rumah, seperti Arab Saudi di 2027. Mari kita doakan dulu footbal lovers.

https://youtu.be/re1nBXss5gI

Sumber Referensi : goal, tvonenews, cnn, liputan6, kemenpora, bola.okezone, bola.okezone, sportdetik, suara