“Ini Kandang Kita”. Masih ingat slogan tersebut? Ya, itulah slogan ikonik yang bergelora ketika Indonesia jadi tuan rumah Piala Asia pertama kalinya di tahun 2007. Ketika itu, bintang-bintang sepakbola tersohor di Asia mempertontonkan aksi-aksi ciamik nan menghibur di bumi Nusantara. Tak ketinggalan gegap gempita pecinta sepakbola tanah air mengiringi langkah Timnas Garuda berjuang. Kalian ada yang kangen?
Tenang. PSSI di bawah Erick Thohir kini coba mengulangi memori indah itu di tahun 2031. Sebab Indonesia resmi mencalonkan diri sebagai tuan rumah tunggal ajang empat tahunan tersebut. Indonesia juga bakal untung besar jika diterima jadi tuan rumah. Lantas apa saja keuntungan tersebut?
Daftar Isi
AFC Buka Bidding
Pada awal Desember 2024, AFC resmi membuka proses bidding atau bisa disebut proses lelang, bagi negara yang mau mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2031. Perlu diketahui, di tiga edisi sebelumnya turnamen Benua Kuning itu selalu diselenggarakan di negara Asia Barat. Meski ada bidding, selalu saja negara Timur Tengah yang akhirnya jadi tuan rumah.
Di 2019, Uni Emirat Arab jadi tuan rumah kalahkan Iran di proses bidding. Lalu di 2023, Qatar dipilih jadi pengganti Tiongkok. Lalu di 2027, Arab Saudi yang ditunjuk karena hanya jadi calon tunggal. Hmmm.. kok kayak nggak adil ya?
Nah, di edisi Piala Asia 2031, AFC kembali mengadakan bidding, namun sudah memberi tahu bahwa ajang tersebut adalah jatah bagi negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara. Artinya, Indonesia sangat berpeluang untuk bisa memenangkan hak tuan rumah.
PSSI Siap dan Berani
Akhirnya, pada 10 Desember 2024 lalu, PSSI lewat Erick Thohir dengan penuh kemantapan secara resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2031. Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang sudah mengirimkan pengajuan tersebut kepada AFC.
🚨 BREAKING 🚨
Melalui pernyataan Ketua Umum PSSI, Bpk. Erick Thohir memastikan Indonesia mengajukan diri atau turut serta dalam bidding sebagai tuan rumah Piala Asia 2031 (tuan rumah tunggal)
— . (@Indostransfer) December 10, 2024
Nggak kaleng-kaleng, Ketum PSSI optimis mengajukan menjadi tuan rumah Piala Asia 2031 secara tunggal, bukan gabungan lagi seperti di tahun 2007. Pak Erick beralasan, Indonesia sudah cukup modal dan pengalaman. Dari segi kesiapan panitia pelaksana dan fasilitas stadion berstandar FIFA juga sudah terpenuhi.
PSSI kini sudah menyiapkan rencana yang terstruktur untuk bisa memenangkan proses bidding tersebut. Misal menyiapkan beberapa stadion yang sudah berstandar FIFA. Sesuai regulasi AFC, paling tidak butuh 8 hingga 10 venue berstandar internasional yang harus dipersiapkan oleh pihak tuan rumah. PSSI sudah mulai menyiapkan beberapa stadion seperti Gelora Bung Karno, JIS, Bandung Lautan Api, Pakansari, Manahan, Gelora Bung Tomo, Kapten I Wayan Dipta, hingga Jakabaring.
3 Dec: We said Indonesia might bid to host the Asian Cup 2031.
10 Dec: PSSI confirmed bid to host the Asian Cup 2031.
Accurate. 😅💯 pic.twitter.com/ld04dpZ2EE
— football Indonesia (@footballinanews) December 10, 2024
Modal Penting PSSI
Selain soal stadion, Indonesia berani mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Asia 2031 karena sudah punya modal sukses yang bisa dijadikan acuan AFC. Modal tersebut adalah memori kesuksesan jadi tuan rumah Piala Asia 2007 maupun tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.
Meski menjadi tuan rumah gabungan di Piala Asia 2007, tetap saja Indonesia menjadi salah satu negara yang sukses karena berhasil menyelenggarakan partai final di GBK. Saat itu Indonesia bahkan dipuji oleh Presiden AFC, Mohammed bin Hammam dan Presiden FIFA, Sepp Blatter yang hadir langsung ke GBK didampingi oleh Presiden SBY.
Begitupun ketika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, eh bukan.. Piala Dunia U-17 tahun 2023. FIFA saat itu memberikan pujian atas kinerja baik Indonesia sebagai tuan rumah, terkait kesiapan venue maupun segi pelayanan dan hospitality. Pujian itu tak hanya keluar dari mulut FIFA, namun juga berdasarkan dari hasil laporan tim peserta.
Indonesia ingin menjadi tuan rumah putaran final Piala Asia untuk kali kedua setelah sukses di 2007.https://t.co/5BRqf8ejFU
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) December 11, 2024
Lolos Langsung
Dengan beberapa modal dan track record Indonesia jadi tuan rumah, harusnya AFC tak usah fafifu wasweswos, langsung saja tunjuk Indonesia jadi tuan rumah. Kalau Indonesia beneran jadi tuan rumah Piala Asia pada tahun 2031, bakal membawa keuntungan besar. Salah satunya Indonesia tak usah capek-capek ikut Kualifikasi Piala Asia 2031.
Sebagai tuan rumah, Indonesia otomatis lolos ke putaran final. Jika itu terwujud, berarti Indonesia akan menciptakan hattrick beruntun lolos ke Piala Asia, setelah sebelumnya lolos di tahun 2023 dan Indonesia yang lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan otomatis berlaga di Piala Asia 2027. Indonesia juga pernah lolos saat menjadi tuan rumah pada edisi 2007.
Terhindar dari Tim Berat
Selain lolos langsung, Indonesia nantinya akan dimasukan kedalam Pot 1 dalam undian Piala Asia 2031. Masuk Pot 1 artinya Indonesia akan ditempatkan bersama dengan negara-negara kuat unggulan seperti Korea Selatan, Jepang, maupun Arab Saudi. Jadi, potensi Indonesia bertemu tim-tim kuat tersebut di babak grup dipastikan tidak akan terjadi. Artinya, peluang lolos ke babak knockout seperti di Piala Asia 2023 jadi semakin besar.
Indonesia tentu ingin merasakan bersua tim-tim non unggulan di babak grup Piala Asia. Dulu ketika jadi tuan rumah Piala Asia 2007, Indonesia tidak sempat merasakannya, karena belum ada aturan yang membuat tuan rumah berada satu pot dengan tim-tim unggulan di Drawing. Yang ada tuan rumah dikelompokan menjadi satu pot, dan hasilnya tahu sendiri, Indonesia malah tergabung di grup neraka berisikan Arab Saudi, Korea Selatan, hingga Bahrain.
Keuntungan Ekonomi
Selain itu, keuntungan jadi tuan rumah Piala Asia 2031 juga akan mendongkrak sektor ekonomi dan pariwisata. Misal yang sudah menjadi bukti nyata, adalah saat suksesnya penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023.
Menurut laporan Menpora Dito Ariotedjo, hajatan Piala Dunia U-17 2023, sudah menghasilkan dampak besar di sektor ekonomi. Diketahui dari ajang tersebut telah menghasilkan perputaran uang sebesar Rp305 miliar. Selain itu, dalam hal nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan dari daerah penyelenggara, tercatat sebesar Rp250 miliar.
Bukan hanya perputaran uang, berbagai sektor seperti wisata, kuliner kaki lima, pedagang merchandise sepak bola, penginapan, maupun UMKM kriya, juga terkena dampaknya. Menurut pemerintah, hal ini menjadi bukti bahwa event-event olahraga besar tidak hanya dinikmati kalangan pebisnis kelas atas saja. Kalangan UMKM maupun pedagang kecil juga ikut kebagian cuan. Pedagang es teh keliling seperti pak Sunhaji juga bisa tuh meraup untung dari ajang ini dengan berjualan di stadion.
Persaingan
Nah, untuk mencapai keuntungan besar tersebut, Indonesia harus berupaya keras untuk bisa memenangkan bidding. Untuk memenangkannya bukan hal yang mudah, butuh lobi kuat ke AFC. Kini hanya Indonesia yang baru mengajukan diri. Namun tidak menutup kemungkinan negara lain di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan maupun China juga akan mengajukan.
Jika benar akan mengajukan, itu akan menjadi pesaing berat bagi Indonesia. Pasalnya, secara infrastruktur negara-negara tersebut lebih canggih dan modern daripada Indonesia. Jepang sudah lama tidak menggelar Piala Asia sejak tahun 1992. Korea Selatan lebih lama lagi, terakhir kali jadi tuan rumah di tahun 1960. China juga pastinya akan ngebet banget calonkan diri setelah gagal di tahun 2023 lalu.
Dear Jepang, Korea dan China, alangkah baiknya niat kalian mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2031, mbok ya diurungkan saja. Agar nantinya, Indonesia hanya akan jadi calon tunggal dan terpilih jadi tuan rumah, seperti Arab Saudi di 2027. Mari kita doakan dulu footbal lovers.
🇮🇩 Indonesia Officially Bids to Host the 2031 AFC Asian Cup
PSSI Chairman Erick Thohir has confirmed Indonesia’s official bid to become the sole host of the prestigious 2031 AFC Asian Cup. The proposal, signed by Thohir and PSSI Secretary General Yunus Nusi, has been submitted… pic.twitter.com/Uu4lTBTwtg
— ASEAN FOOTBALL (@theaseanball) December 11, 2024
https://youtu.be/re1nBXss5gI
Sumber Referensi : goal, tvonenews, cnn, liputan6, kemenpora, bola.okezone, bola.okezone, sportdetik, suara


