Beranda blog Halaman 652

Ternyata Pemain Ini Pernah Menjalani Pekerjaan Sesusah Ini Sebelumnya

Bila melihat kehidupan para pemain sepakbola, kita pasti setuju bila kebanyakan dari mereka tergolong ke dalam manusia bergelimang harta. Beberapa hal seperti mobil mewah, rumah bertingkat, hingga aksesoris mencolok lainnya seakan menjadi penanda bahwa memang para pemain akrab dengan pundi pundi uang.

Namun begitu, meski kini sudah banyak pemain yang kaya dan terkenal, tidak sedikit dari mereka yang hadir dari keluarga miskin atau biasa-biasa saja. Bahkan ada yang sempat menjalani pekerjaan kasar sebelum terjun ke dalam dunia yang membesarkan namanya.

Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan merangkum deretan pemain hebat yang dulunya sempat menjalani pekerjaan kasar.

Peter Schmeichel

Peter Schmeichel dikenal sebagai salah satu kiper terhebat sepanjang masa. Dia menjadi penjaga gawang dengan kemampuan luar biasa ketika tampil bersama timnas Denmark. Selain itu, Peter Schmeichel juga sangat diingat oleh para penggemar Manchester United, ketika sukses meraih raihan tiga trofi dalam semusim pada 1999 silam.

Namun begitu, jauh sebelum menjadi kiper yang begitu populer di seluruh dunia, Peter Schmeichel pernah menjalani masa-masa yang terbilang sulit. Dia yang lahir dari keluarga biasa-biasa saja sempat melakoni pekerjaan kasar untuk dirinya sendiri dan sedikit membantu perekonomian keluarga.

Diceritakan, Peter Schmeichel pernah bekerja sebagai seorang buruh pabrik dan juga petugas kebersihan. Sekali lagi, hal tersebut dilakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Setelah beberapa tahun lamanya, Peter Schmeichel akhirnya baru menjalani pekerjaannya sebagai seorang kiper pada 1984, ketika dia bergabung dengan klub Hvidovre. Dia yang kemudian tampil bersama Brondby pun dilirik oleh MU dan sukses menjalani karir luar biasa disana.

Miroslav Klose

Penyerang legendaris asal Jerman, Miroslav Klose, memiliki perjalanan karir yang akan selalu diingat oleh khalayak. Dia yang pernah berkarir bersama FC Bayern dan Lazio benar-benar akan membuat siapapun terpukau dengan permainannya.

Akan tetapi, sebelum menjadi pesepakbola yang sangat populer, Miroslav Klose pernah menjalani hidup biasa-biasa saja. Sehari-harinya, Klose menjalani hidup sebagai seorang tukang kayu di usia 16 tahun. Ketika berminat untuk bermain bola, Klose bahkan mendapat penolakan termasuk dari beberapa teman dan tetangganya.

Namun ternyata Tuhan berkata lain, ketika diberi kesempatan bermain sepakbola, Klose justru menjadi pemain yang paling menonjol diantara yang lain. Bakatnya lalu diketahui banyak orang hingga membuatnya bergabung dengan klub profesional. Meski sempat menjalani profesi sebagai tukang kayu di awal karirnya, Klose lalu menjadi pemain yang sukses kesankan banyak pihak.

Jamie Vardy

Penyerang milik Leicester City, Jamie Vardy, dikenal sebagai pemain yang punya kemampuan mencetak gol tinggi. Dia bahkan menjadi bagian penting dari terciptanya dongeng di Liga Primer Inggris, ketika The Foxes torehkan trofi Liga Primer Inggris untuk kali pertama dalam sejara pada 2016 silam.

Pada momen tersebut, Vardy berhasil mengoleksi sebanyak 24 gol di liga. Namun jauh sebelum jadi pemain hebat seperti sekarang, Vardy pernah mendapat penolakan dari Sheffield United pada usia 16 tahun. Dia yang tidak mau patah semangat lalu tetap berjuang dengan bergabung bersama klub amatir Halifax Town.

Ditengah profesinya sebagai pemain amatir, Vardy juga tercatat sebagai seorang buruh pabrik, dimana pekerjaannya itu sering membuat punggung nya sakit. Kendati demikian, Vardy tetap semangat menjalani profesi sebagai seorang buruh pabrik demi memenuhi kebutuhan.

Perlahan tapi pasti, pekerjaan kasarnya itu mulai ditinggalkan. Dia yang memiliki perjalanan karir luar biasa lalu bergabung bersama Fleetwood Town dan sukses menarik minat Leicester City.

Sampai saat ini, meski sudah ada banyak tawaran yang masuk, Vardy masih setia untuk berseragam klub yang bermarkas di King Power Stadium.

Charlie Austin

Sama seperti Jamie Vardy, nama Charlie Austin juga lebih dulu tampil bersama tim amatir di Inggris sebelum melaju hingga kompetisi tertinggi. Nama Charlie Austin mungkin tidak terlalu dikenal banyak orang. Pasalnya, dia yang kini berusia 31 tahun memang hanya tampil dengan tim sekelas Burnley, Southampton, West Brom, hingga kini membela QPR yang bermain di divisi Championship.

Namun meski menjadi pemain yang tidak benar-benar populer, perjuangan Charlie Austin dalam menjalani hidup sangat layak untuk dicontoh.

Sebelum menjadi seorang profesional, Charlie Austin lebih dulu mengalami masa yang tidak diinginkan. Dia harus bekerja membantu ayahnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sehari-harinya, dia menjalani hidup sebagai seorang tukang batu. Di usia muda, dia memutuskan untuk berhenti sekolah dan memilih untuk membantu ayahnya secara penuh.

Meski kehidupannya tergolong keras sejak kecil, Charlie Austin mengaku tetap menikmatinya.

“Dari senin sampai jumat, aku pergi bekerja untuk membantu ayah. Lalu aku akan bermain bola pada saat weekend tiba,”

Javier Zanetti

Siapa yang tak kenal dengan kapten luar biasa yang pernah bermain untuk Inter Milan, Javier Zanetti?

Javier Zanetti memiliki perjalanan karir luar biasa bersama I Nerazzurri. Dia merupakan tipe pemain setia yang telah sumbangkan banyak gelar untuk Inter. Akan tetapi, sebelum menjadi legenda, Zanetti pernah menjalani hidup serba kekurangan. Dia yang lahir dari keluarga miskin memiliki seorang ayah yang bekerja sebagai tukang batu.

Maka dari itu, dia seolah mendapat tanggung jawab untuk membantu perekonomian keluarga. Karena memang punya sikap peduli dengan keluarga, setiap pagi Zanetti selalu semangat mengayuh sepedanya untuk mengantar susu ke rumah-rumah. Kemudian, dia akan pergi ke sekolah dan melanjutkan kegiatan dengan menjaga toko kelontong milik sepupunya.

Bahkan, tak jarang dia membantu ayahnya dalam sebuah proyek.

Meski memiliki kehidupan susah, Zanetti punya semangat luar biasa untuk menjadi seorang pemain bola. Beruntung, kerja kerasnya berbuah manis. Perlahan tapi pasti, Zanetti yang pernah mendapat banyak penolakan karena terlalu kurus akhirnya bisa membuktikan, bahwa dirinya layak disebut sebagai pemain dengan kemampuan spesial.

N’Golo Kante

Senyum manis N’Golo Kante tak akan pernah dilupakan oleh penggemar sepakbola manapun. Dia merupakan tipe gelandang pekerja keras yang kini banyak mendapat sanjungan karena penampilannya yang luar biasa.

Sebelum menjadi seorang pesepakbola terkenal, Kante yang lahir dari keluarga miskin sempat bekerja sebagai seorang pemulung. Dia melakukan hal itu demi membantu perekonomian keluarga.

Meski berat, Kante selalu semangat mengumpulkan sampah yang bisa didaur ulang.

Ketika Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998, Kante yang masih berusia 8 tahun mendapat banyak sekali sampah yang bisa didaur ulang. Karena ikut menonton gelaran tersebut dari tayangan televisi, kemudian terbesit dalam benak Kante untuk menjadi seorang pemain sepakbola.

Akhirnya, dengan perjuangan tiada henti, Kante yang dengan sabar menapaki berbagai tantangan berhasil menjadi pemain yang mulai dikenal orang. Kini dia yang sudah sukses menjadi seorang pesepakbola bahkan tercatat sebagai pemain yang berhasil meraih trofi Piala Dunia.

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 6 Oktober 2021

HARRY KANE JADI KUNCI MANCHESTER CITY JUARA EPL

Manchester City sempat mengincar bombes haus gol Tottenham Hotspurs, Harry Kane pada musim panas kemarin. Namun, usaha mereka tidak membuahkan hasil yang manis. Meski kehilangan Aguero dan gagal mendapatkan Harry Kane, kualitas di lini depan City tidak mengalami penurunan yang signifikan dengan sudah menceploskan 14 gol dari 7 laga di EPL musim ini. Situasi tersebut mungkin bisa berbeda kalau City bisa mendapatkan Kane. Bahkan eks MU, Gary Neville, percaya kalau the Citizens bisa menjadi juara dini kalau sampai memiliki striker timnas Inggris tersebut.

LUKAKU TAK SUKA DIANGGAP HANYA TUKANG ‘TAP IN’ SEPERTI CR7

Sejak bergabung kembali bersama Chelsea di musim ini, Romelu Lukaku sudah menyumbang tiga gol bagi The Blues dari enam laga di Premier League. Meski demikian, Lukaku ternyata membenci sebutan orang terhadap dirinya sebagai target man atau striker yang hanya memburu gol seperti Ronaldo. Menurut Lukaku, ada teknik tertentu untuk mencapai hasil tersebut. “Kekuatan terbesar saya adalah saya berbahaya ketika menghadap ke gawang, karena saat itulah saya jarang membuat pilihan yang salah,”ucap Lukaku. 

PANDORA PAPERS UNGKAP TINDAKAN KRIMINAL GUARDIOLA

Tindakan kriminal yang dilakukan oleh Pep Guardiola terungkap di Pandora Papers. Nama Guardiola secara mengejutkan muncul dalam skandal Pandora Papers, yakni laporan dari Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional dari beberapa media terkemuka. Pelatih Man City itu dikabarkan terseret kasus penggelapan uang dan pajak. Dilaporkan, Guardiola memiliki rekening bank di Andorra, yakni sebuah negara kecil di Eropa sejak 2012. Hal itu bertujuan untuk menghindari pengampunan pajak atau Tax Amnesty yang dirancang oleh pemerintah Spanyol, Mariano Rajoy.

BARCELONA PUNYA 2 NAMA YANG JADI TARGET UTAMA DI BULAN JANUARI

Barcelona kemungkinan mendatangkan pemain top seperti Raheem Sterling dan Dani Olmo di bursa transfer Januari. Blaugrana mengupayakan perbaikan tim yang mengecewakan dari awal musim. Barcelona punya kans membawa mereka, terutama jika lobi dengan ragam klausul berhasil. Football Espana menulis, Barcelona bisa mendatangkan Olmo dan Sterling ke Camp Nou setelah memiliki keharusan mengeluarkan dana belanja pemain sebesar 16 juta euro. Olmo sendiri sedang bersinar bersama Leipzig, sedangkan Sterling mulai tersingkir di skuad Man City.

GELANDANG ENERJIK AC MILAN JADI SASARAN UTAMA BARCELONA

Barcelona semakin ke sini tambah erat dihubungkan dengan sejumlah pemain. Yang paling baru seperti dilansir Football Italia, El Barca dikaitkan dengan Franck Kessie. Ada pemicu kuat sang pemain masuk dalam radar Barcelona. Alasan pertama, karena Barcelona memang butuh tenaga baru untuk lapangan tengah. Mereka sedang mencari pemain jangkar dengan tenaga kuda. Lalu yang kedua, peluang memboyongnya juga sangat terbuka. Diketahui kontrak Kessie dengan klubnya sekarang AC Milan hanya tersisa sampai Juni 2022 mendatang.

BELUM MENANG DI LA LIGA, GETAFE PECAT MICHEL

Getafe yang gagal menang di delapan laga dan terpuruk di dasar klasemen La Liga, Senin (4/10), memecat pelatih mereka Michel. Klub asal Madrid itu meraih poin pertama mereka musim ini setelah bermain imbang 1-1 melawan Sociedad, Minggu (3/10). Namun, hal itu terbukti tidak cukup untuk menyelamatkan posisi pelatih Jose Miguel Gonzalez Martin del Campo atau yang akrab disapa Michel. Padahal pelatih 58 tahun itu baru menukangi Getafe pada awal musim ini menggantikan Jose Bordalas, yang hijrah ke Valencia.

MADRID MENELAN 2 KEKALAHAN BERUNTUN, ANCELOTTI MULAI KHAWATIR

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti mengaku khawatir dengan kekalahan beruntun yang dialami timnya. Sebagaimana diketahui, Los Blancos menderita kekalahan mengejutkan dari Espanyol dengan skor 2-1 pada Minggu (3/10). Sebelumnya El Real juga secara mengejutkan ditumbangkan Sheriff di Liga Champions. Kalah beruntun dari tim yang di atas kertas berada di bawah kelas Madrid, Ancelotti pun mulai harus berpikir keras. Entrenador asal Italia tersebut bertanya-tanya mengapa sikap para pemainnya berubah.

BOCOR, BARCELONA MASIH BERHUTANG KE KLUB-KLUB LAIN RP 1.8 TRILIUN

Barcelona masih berutang sekitar 98 juta pounds atau setara Rp1,8 triliun kepada beberapa klub Eropa lainnya. Barca berutang kepada klub lain untuk urusan transfer pemain dalam beberapa tahun terakhir. Laporan sebelumnya menyebutkan total utang klub ke klub lain sudah berkurang 28,4 persen. Menurut Marca, informasi tentang utang biaya transfer bocor menjelang pernyataan resmi Presiden klub Joan Laporta dan direktur umum Barcelona Fran Reverter pada hari Rabu waktu setempat.

DAPAT UJARAN RASISME, KALIDOU KOULIBALY MARAH

Kasus rasisme kembali terjadi di dunia sepak bola. Kali ini, bek Napoli, Kalidou Koulibaly yang menerima hal tersebut ketika Napoli bertandang ke markas Fiorentina. Koulibaly mengatakan bahwa dirinya mendapat pelecehan rasisme dari suporter Fiorentina. Ia pun sangat kecewa dengan kejadian tersebut dan mendesak agar pihak yang berwenang untuk bisa bertindak lebih jauh untuk masalah ini. “Monyet sialan, begitulah mereka memanggil saya. Orang-orang ini tidak ada hubungannya dengan olahraga. Mereka perlu diidentifikasi dan dijauhkan dari stadion selamanya,” ucap Koulibaly

DONNARUMMA, RAGA MAIN DI PSG, HATI TETAP UNTUK MILAN

Gianluigi Donnarumma mengungkapkan, meski main untuk PSG, dirinya ternyata masih merupakan fans klub lamanya, AC Milan. Sebagaimana diketahui, Donnarumma akan kembali ke Milan untuk menjalani pertandingan bersama Timnas Italia melawan Spanyol dalam semifinal UEFA Nations League 2021 di San Siro, Kamis besok. Menjelang laga tersebut, pemain berusia 22 tahun itu mengatakan sangat senang kembali ke San Siro. Ia juga mengungkapkan, bahwa masih memiliki hubungan baik dengan orang-orang di Milan.

DESAIN LOGO BARU FIGC

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memutuskan untuk mengubah logo mereka. Hal ini tak lepas dari keinginan Presiden FIGC, Gabriele Gravina, yang menginginkan agar logo anyar guna mencerminkan sebuah inovasi baru dalam persepakbolaan Italia. Gravina ingin agar stigma masyarakat dunia ketika melihat logo baru Italia ini bakal mengacu terhadap prestasi yang membanggakan. Presiden Italia Independent, Lapo Elkann, tetap menjaga latar belakang biru yang identik dengan jersey Gli Azzurri. Dia juga meletakkan tiga warna bendera di atas dan di bawah huruf FIGC.

TRANSFER MBAPPE KE MADRID RAMPUNG JANUARI 2022

Real Madrid dikabarkan masih berhasrat untuk mendatangkan Kylian Mbappe pada bursa transfer mendatang. Presiden Madrid, Florentino Perez mengeluarkan statement baru-baru ini bahwa akan ada berita terbaru soal saga transfer pemain asal Prancis tersebut. Perez menyebut bahwa pada 1 Januari 2022 transfer Mbappe akan rampung. Pernyataan Perez sontak langsung ramai disorot. Tak ayal, dia langsung memberi klarifikasi soal pernyataannya dengan mengatakan bahwa proses negosiasi itu akan dimulai pada bursa transfer musim panas musim depan.

GARA-GARA MBAPPE, HUBUNGAN PSG DAN MADRID MEMANAS

Hubungan Real Madrid dengan Paris Saint-Germain memanas gara-gara Kylian Mbappe. Presiden Madrid sempat menyatakan akan merampungkan transfer Mbappe pada Januari 2022. Nah komentar Perez ini membuat kesal direktur olahraga PSG Leonardo. Leonardo marah besar karena menilai Madrid tak menghormati PSG. “Ini adalah contoh lain dari kurangnya rasa hormat terhadap PSG dan Mbappe,” ujar Leonardo dalam wawancara dengan media Prancis, L’Equipe. PSG kemungkinan akan mengambil tindakan atas aksi Perez yang dinilai tidak layak karena Mbappe masih berstatus pemain Les Parisiens.

UEFA RILIS LOGO EURO 2024, KONSEPNYA WARNA-WARNI

UEFA resmi meluncurkan logo untuk EURO 2024 pada Selasa (5/10) malam waktu setempat di Olympiastadion, Berlin, Jerman. Logo Euro 2024 didesain berdasarkan 55 warna bendera negara yang menjadi anggota asosiasi UEFA. Semua warna dikombinasikan untuk membentuk atap stadion Olympiastadion. Piala Henri Delaunay ditampilkan di tengah logo, sedangkan 24 irisan berwarna di sekeliling piala mewakili 24 tim peserta EURO. Logo tersebut dikatakan UEFA, adalah upaya untuk menggaungkan keragaman di mana semua orang diterima.

OZIL AKAN BANTU PESEPAKBOLA INGGRIS KETURUNAN ASIA

Mesut Ozil kembali menjadi sorotan karena sikap baiknya. Kali ini, Ozil mengatakan dia akan memberi pemain Inggris Asia Selatan sebuah platform untuk bersinar setelah terhubung dengan mitra termasuk Asosiasi Sepak Bola Inggris dan Bradford City untuk peluncuran Pusat Sepak Bola untuk Perdamaian Mesut Ozil. Pusat pengembangan ini bertujuan untuk menyediakan jalur ke sepak bola dan pendidikan dan akan diselenggarakan di University of Bradford, dengan sesi latihan berlangsung di tempat latihan Bradford City.

VLAHOVIC TIDAK AKAN PERBARUI KONTRAK, BANYAK KLUB MENGANTRI

Dikutip Skysports, Dusan Vlahovic, yang menjadi incaran Tottenham dan Atletico Madrid di musim panas, tidak akan menandatangani kontrak baru dengan Fiorentina. Presiden La Viola, Rocco Commisso telah merilis sebuah pernyataan resmi yang mengungkapkan bahwa striker asal Serbia tersebut telah mendapatkan tawaran beberapa kontrak baru dari pihak klub yang akan menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi di klub, akan tetapi tidak satu pun diterimanya.

VIRAL VIDEO PEMAIN INTER ARTURO VIDAL MABUK, JUNGKIR BALIK DI ATAS MOBIL

Gelandang Inter Milan, Arturo Vidal, menggemparkan media sosial setelah sebuah video memperlihatkan dirinya sedang mabuk. Ia bahkan terlihat kesulitan untuk masuk ke mobil. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, video itu diambil pada 18 Agustus lalu, tiga hari sebelum pertandingan pembuka Liga Italia 2021/22 di mana Inter melawan Genoa. Akan tetapi, cuplikan tersebut baru menjadi viral akhir-akhir ini, hampir dua bulan setelah kejadian.

POLEMIK KETIAK PICU FIFA MAU UBAH ATURAN OFFSIDE SEPAKBOLA

Dikabarkan oleh Football Italia, FIFA akan melakukan modifikasi aturan offside dan akan melakukan percobaannya di Italia selama pertandingan sepak bola U-18.  Secara singkat, gambaran modifikasi tersebut adalah memungkinkan ‘jendela’ ruang antara tubuh striker dan bek, daripada celah yang sangat tipis saat ini yang disorot oleh ulasan VAR. Hal itu terjadi setelah protes tentang apa yang disebut keputusan ‘offside ketiak’, yang menganulir gol yang tidak memiliki keuntungan nyata bagi penyerang.

ANDRE ONANA DIKLAIM SUDAH SEPAKAT GABUNG INTER MILAN

Pakar transfer Italia Fabrizio Romano, mengklaim bahwa Andre Onana telah mencapai kesepakatan pribadi dengan Inter Milan untuk bergabung di musim depan. Kontrak Onana di Ajax saat ini akan berakhir pada Juni 2022 mendatang dan kemungkinan besar tidak akan diperpanjang. Onana sendiri telah menjalani sanksi larangan tampil selama 12 bulan akibat dituding telah melakukan praktek doping. Onana sempat dihubungkan dengan kabar ketertarikan dari Olympique Lyon dan Nice. Namun sang pemain tak tertarik dan lebih memilih untuk bergabung dengan Inter.

KESAL TAK DIBERI UMPAN, MBAPPE PANGGIL NEYMAR GELANDANGAN

Penyerang PSG, Kylian Mbappe mengaku sempat menyebut Neymar sebagai gelandangan karena frustasi tak diumpan oleh rekan setimnya itu. Momen itu terjadi saat PSG bermain melawan Montpellier dalam laga lanjutan Liga Prancis, 25 September lalu. Kepada media asal Paris, L’Equipe, Mbappe mengakui bahwa dirinya memang memaki Neymar dengan kata itu. “Itu adalah sesuatu yang muncul setiap saat dalam sepak bola. Itu tak perlu diperpanjang.” Kendati demikian, Mbappe menegaskan tak ada friksi atau perpecahan yang terjadi di PSG.

KYLIAN MBAPPE INGIN PENSIUN DINI DI TIMNAS PRANCIS

Kylian Mbappe tidak senang dijadikan kambing hitam kegagalan Timnas Prancis di Euro 2020. Kala itu Mbappe mendapatkan kritikan dari publik karena gagal mengeksekusi penalti melawan Swiss pada babak 16 besar. Berbagai tekanan yang muncul saat itu rupanya sempat membuat Mbappe sempat putus asa. Dia pun berpikir untuk pensiun dini dari Les Bleus. Lebih lanjut, Mbappe juga mengaku dirinya tak menerima cukup dukungan dari pihak federasi sepak bola Prancis saat menjadi korban rasisme di Euro 2020.

BARCELONA BISA PERTAHANKAN MESSI JIKA TAK REKRUT AGUERO DAN DEPAY

Presiden La Liga, Javier Tebas belum lama ini mengatakan, Barcelona bisa saja bisa mempertahankan Messi jika mereka setuju untuk menandatangani kesepakatan dengan investor CVC Capital Partners pada Agustus lalu. Mereka setidaknya akan mendapatkan 270 juta Euro (Rp 4,45 triliun) dengan menjual 10 persen bisnisnya kepada investor. Namun Barcelona kemudian tidak setuju karena hal itu itu akan menggadaikan masa depan klub. Tebas tak menampik Barcelona mungkin bisa mempertahankan Messi jika setuju dengan adanya investor. Tebas juga mengatakan bahwa Messi bisa bertahan apabila Barcelona tak merekrut Sergio Aguero dan Memphis Depay.

ALAMI TRENT BURUK, MU TAK AKAN PECAT SOLSKJAER

Dalam beberapa pertandingan terakhir Manchester United mendapatkan hasil yang tidak menyenangkan. Meski begitu, dewan klub ternyata masih memberikan kepercayaan penuh terhadap sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer. Pria Norwegia itu tak akan dipecat untuk saat ini. Mereka sepenuhnya mendukung eks pelatih Molde itu untuk memegang kendali tim. Hal itu dibuktikan dengan dukungan dana segar untuk membeli pemain di bursa transfer musim panas lalu.

TURUN GUNUNG, ZINEDINE ZIDANE BAKAL LATIH PSG?

Sebuah kabar menarik datang dari Zinedine Zidane yang saat ini tengah menganggur. Manajer asal Prancis itu dilaporkan akan turun gunung untuk melatih PSG. Melansir Marca, manajemen PSG sedang menggodok rencana untuk memecat Mauricio Pochettino. Manajemen PSG kurang puas dengan performa tim mereka semenjak ditangani Pochettino. Dan PSG sedang menimbang-nimbang kandidat pelatih yang akan menggantikan Pochettino, salah satunya yakni Zidane. Satu alasan lainnya yang membuat PSG mengincar Zidane adalah untuk membujuk Mbappe bertahan. 

AC MILAN PUNYA STRIKER MUDA POTENSIAL, SUDAH CETAK 400 GOL LEBIH

Striker tim muda AC Milan, Francesco Camarda menjadi bahan pembicaraan di media sosial karena ketajamannya. Remaja berusia 13 tahun sejauh ini sudah mencetak 483 gol dari 87 laga dalam tiga musim terakhir. Camarda berposisi sebagai attacante atau striker di tim akademi AC Milan. Karena bakatnya berkembang pesat dia ditempatkan di skuad U-15 bersama putra legenda klub Clarence Seedorf, Denzel Miguel Viana Seedorf. Akhir pekan lalu Camarda mencetak dua gol kala AC Milan mengalahkan tim junior Hellas Verona.

Benarkah Gelandang Hebat Adalah Calon Pelatih Hebat?

0

Orang cenderung akan berpikir karier pesepakbola akan habis begitu ia memutuskan gantung sepatu. Namun pada kenyataanya, nasib mereka setelah itu boleh jadi justru masih berkutat di dunia sepak bola. Walaupun memutuskan pensiun, nyatanya seorang pesepakbola bisa saja kembali ke lapangan hijau. Tentu bukan sebagai pemain, apalagi anak gawang.

Akan tetapi, seorang mantan pesepak bola yang pensiun akan dikaitkan dengan jabatan pelatih. Entah dari mana pemikiran itu muncul. Orang akan menebak nasib berikutnya seorang mantan pesepakbola adalah menjadi pelatih. Ketika ia sudah tidak bisa mencetak gol lewat kaki, ia akan mencetak gol lewat taktik.

Begitulah. Sehingga muncul anggapan jika seorang striker pasti bisa menjadi seorang pelatih yang tokcer. Sebab ia sudah terbiasa mencetak gol. Striker mematikan bakal menjadi pelatih yang mematikan pula.

Namun, sayangnya kita kehabisan contoh. Satu nama yang bisa membenarkan hal itu hanya lah sosok Jurgen Klopp, pelatih Liverpool. Klopp adalah mantan penyerang dan ia kini menjadi pelatih. Kendati Klopp juga nggak bagus-bagus amat ketika bermain, namun dirinya telah membuktikan bahwa seorang striker andal dalam melatih.

Salah satu prestasi terbaik Klopp adalah ketika mengajak seluruh fans Liverpool buka bersama gelar Liga Inggris 2019/20 setelah puasa selama 30 tahun. Bukan hanya itu, di musim sebelumnya, Klopp membawa Liverpool menjuarai Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Selain Klopp ada nama Sir Alex Ferguson, seorang pelatih yang dikagumi seluruh fans Manchester United. Fergie adalah mantan striker klub Liga Skotlandia, Dunfermline Athletic.

Sebetulnya nasib lebih panjang dimiliki seorang gelandang. Apalagi pemain gelandang jauh lebih berpeluang menjadi seorang pelatih hebat. Kalau soal ini, kita nggak kehabisan contoh. Misalnya saja Steven Gerrard yang baru saja mengantarkan Rangers juara Liga Skotlandia; Xavi Hernandez yang bawa Al Sadd juara Liga Qatar dan sukses menyabet Piala Qatar Cup, Supercup, Emir Cup, Serta Stars Cup; Antonio Conte; Diego Simeone; Carlo Ancelotti; Pep Guardiola; Didier Deschamps; Fabio Capello; Hans-Dieter Flick; Gennaro Gattuso sampai seorang Zinedine Zidane.

Pelatih-pelatih tersebut adalah mantan pemain hebat di eranya. Dan mereka beroperasi di posisi gelandang, tidak peduli gelandang serang atau bertahan. Nah, kenapa sih pemain gelandang hebat punya potensi menjadi seorang pelatih yang hebat pula? Apa sebetulnya daya magis yang dimiliki seorang gelandang dan tak dipunyai pemain di posisi lain?

Pusat Kendali Permainan

Gelandang adalah posisi yang vital dalam sebuah permainan sepak bola. Tanpa gelandang sebuah tim boleh jadi seperti kehilangan satu kepingan puzzle yang paling berharga. Satu tim bisa jadi tidak utuh tanpa kehadiran seoang gelandang, seperti ada lubang di sana.

Gelandang mempunyai peran yang lebih kompleks ketimbang kiper, bek, sayap, dan striker. Seorang gelandang mesti mampu mengontrol permainan. Ia harus bisa melakukan transisi dari menyerang ke bertahan atau sebaliknya. Gelandang juga dituntut untuk lebih reaktif dan di satu kesempatan wajib memenangkan duel perebutan bola.

Mari kita melihat sosok seperti Sergio Busquets. Ia pemain gelandang yang ketika EURO kemarin, menjadi pemain kunci di skuad Luis Enrique. Lupakan sejenak FC Barcelona yang kini permainannya tak jauh lebih baik dari PSM Makassar. Kita tahu bahwa Busquets adalah pemain penting di Blaugrana.

Vicente Del Bosque bahkan pernah mengatakan “Anda menonton pertandingan, Anda tidak melihat Busquets. Anda menonton Busquets, Anda melihat keseluruhan pertandingan”. Pernyataan itu menunjukkan betapa krusialnya seorang pemain gelandang.

Kendati belum terlihat gelagat untuk pensiun, kita boleh jadi akan langsung berpikiran bahwa Sergio Busquets bisa menjadi pelatih hebat. Kemampuannya sebagai gelandang yang bisa mengatur jalannya permainan menjadi modal penting. Selain Busquets, sosok Zinedine Zidane dan Jose Mourinho adalah representasi yang pas untuk hal ini dan sekarang sudah menjadi pelatih.

Ketenangan

Jika kita menyaksikan raut muka Diego Simeone atau Antonio Conte, kita akan melihat wajah yang penuh optimisme. Wajah yang berbeda sekali dengan Minions di perempat final Sudirman Cup beberapa waktu lalu. Conte dan Simeone adalah tipikal pemain berwajah tenang.

Diam-diam menghanyutkan. Itulah adagium yang cocok disematkan ke dua pelatih hebat tersebut. Ketenangan itu bukan sekadar ketenangan. Namun, ketenangan yang mampu menipu lawan-lawannya.  Di balik ketenangannya itu, Conte dan Simeone adalah penganalisis jalannya pertandingan. Ia mampu membaca situasi dengan sempurna. Karena itu adalah karomah seorang gelandang.

Ketenangan itulah yang membikin gelandang seperti Simeone dan Conte mampu beradaptasi. Mereka tidak akan ikut-ikutan tegang ketika tensi permainan meningkat. Di saat itulah seorang gelandang mampu berpikir jernih.

Itu modal yang mesti dibawa untuk menjadi pelatih. Terbukti, di antara Simeone dan Conte, hanya Ole yang acap kali tak jernih dalam memutuskan. Ya karena Ole bukan mantan pemain yang beroperasi di posisi gelandang, wajar kalau miskin taktik.

Manajerial yang Baik

Pemain gelandang punya kemampuan manajerial yang bagus sekaligus cerdas. Tentu ini tidak diartikan secara harfiah seperti menyuruh-nyuruh rekannya, laiknya pelatih. Namun, gaya manajerial seorang gelandang terlihat dari cara dia mengumpan.

Sosok gelandang dituntut memahami setiap rekan-rekannya sekaligus menguasai tempo permainan. Ia akan penuh pertimbangan ketika mengumpan. Misalnya menyesuaikan kecepatan rekannya, memastikan si penerima menerimanya dengan kaki terkuat, sampai menjaga parameter dari pemain lain.

Nah, kita bisa melihat Mikel Arteta memiliki kemampuan semacam itu. Perkara Arteta tak bagus-bagus amat melatih Arsenal, itu soal lain. Setidaknya, dilihat dari keahlian memanajeri rekan-rekannya itulah, Arteta memang pantas jadi pelatih klub calon juara Championship.

 

Sumber referensi: itsroundanditswhite.co.uk, sportsadda.com

Mengapa Inter Dipaksa Melepas Motif Ular di Jersey Tandang Mereka

Inter Milan, dalam dua pertandingan Liga Champions Eropa, masih belum juga berhasil meraih poin penuh. Setelah menelan kekalahan atas Real Madrid di pertandingan pertama, laga kedua yang mempertemukan tim asal Italia dengan Shakhtar Donetsk juga hanya berakhir imbang. Tak ada gol yang tercipta, meski keduanya sama-sama ciptakan lebih dari sepuluh tendangan.

Namun pada laga terakhir yang dijalani Inter di kompetisi Liga Champions Eropa, bukan tentang bagaimana performa mereka yang menjadi bahasan, namun justru jersey tandang mereka yang terlihat tidak seperti biasanya.

Pada peluncuran pertamanya beberapa bulan lalu, Inter yang masih didukung oleh Nike, memilih warna dominan putih di jersey tandang mereka. Selain masih disuplai dengan warna pendukung lain seperti biru dan hitam, jersey tandang La Beneamata tampak kian gahar setelah disana juga terdapat motif ular.

Jelas bahwa desain ular ini mengambil dari ikon dan julukan Inter, yakni il Biscione.

Akan tetapi pada pertandingan kedua grup Liga Champions Eropa, motif tersebut tiba-tiba hilang. Para penggemar pun banyak yang berkelakar bila ketidakberuntungan Inter di laga tersebut merupakan akibat dari hilangnya motif ular sebagai pemberi kekuatan tersembunyi.

Melansir dari Sports Joe, motif ular di jersey tandang Inter Milan tidak benar-benar menghilang. Ketika sebuah tim berkompetisi di Eropa, UEFA selaku badan tertinggi sepakbola disana memang melarang penggunaan motif yang dianggap tidak ada kaitannya dengan pertandingan.

Regulasi Peralatan UEFA, Pasal 8 ayat 9 poin A menyatakan,

“Polanya harus tidak bergambar, misalnya tidak boleh mengandung gambar, ilustrasi, atau simbol lainnya (pola apa pun yang tidak memenuhi persyaratan ini akan dianggap sebagai elemen dekoratif),”

Dalam hal ini, motif ular pada jersey Inter yang melilit dari bagian kanan, kiri, atas, dan bawah dianggap masuk dalam kategori tersebut.

Yang menarik, pada jersey tandang Inter yang digunakan pada laga Liga Champions, juga tidak terdapat lagi tulisan by Socios.com tepat di bawah tulisan Inter Fan Token.

Kejadian ini sejatinya bukan hal baru dalam dunia sepakbola. Sebelum Inter Milan, klub asal Belanda Ajax Amsterdam juga pernah mendapat teguran dari UEFA karena dalam jersey yang mereka kenakan terdapat motif yang dianggap tidak ada hubungannya dengan pertandingan.

Dalam jersey bernuansa Bob Marley yang baru dirilis dan langsung mengundang perhatian itu, motif yang dimaksud adalah tiga burung kecil yang berada di bagian belakang jersey. Motif itu dianggap UEFA sebagai ekspresi berbeda dari logo klub. Oleh karena itu, mereka memilih untuk melarang penggunaannya.

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 5 Oktober 2021

GUARDIOLA MASIH MARAH DENGAN PELANGGARAN JAMES MILNER

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, belum bisa menerima keputusan wasit yang tidak memberi kartu kuning kedua kepada pemain Liverpool, James Milner, saat kedua tim berjumpa di pekan ketujuh Liga Inggris. Di menit ke-74, Bernardo Silva yang sedang menggiring bola dengan kecepatan tinggi ditekel Milner. Wasit pertandingan, Paul Tierney, sontak menyatakan pelanggaran dan tidak mengeluarkan kartu apapun kepada Milner. Beberapa saat kemudian, Guardiola tertangkap kamera sedang mencak-mencak ke arah ofisial pertandingan karena tidak terima dengan keputusan wasit.

FANS LIVERPOOL DITUDING LUDAHI STAFF MAN CITY, PEP BUKA SUARA

Duel seru Liverpool vs Man City mesti dinodai ulah tak terpuji fans The Reds yang hadir di Stadion Anfield. Dikutip ESPN, City telah mengajukan keluhan kepada Liverpool tentang seorang suporter yang diduga meludahi anggota staf backroom mereka selama pertandingan. Liverpool telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki tuduhan tersebut, yang dikatakan insidennya terjadi setelah gol pertama City. Pelatih City, Pep Guardiola buka suara terkait hal ini, ia mengaku tak melihat insidennya. Namun ia yakin Liverpool akan mengambil tindakan tegas.

GERARD PIQUE AKUI BARCELONA KEWALAHAN MUSIM INI

Bek veteran Barcelona, Gerard Pique, mengakui timnya kewalahan mengarungi musim ini. Hal itu ia katakan saat Blaugrana tumbang dua gol tanpa balas di tangan Atletico Madrid, Ahad (3/10) dini hari WIB. Barcelona tak berdaya tatkala Thomas Lemar dan Luis Suarez membombardir pertahanan. Barcelona bahkan tak mampu mencetak satu gol pun untuk membuktikan kualitasnya sebagai tim raksasa Eropa. Hal ini membuat Barcelona hanya mampu membukukan satu kemenangan dari total enam pertandingan di semua kompetisi.

TANGGAL DEBUT SERGIO RAMOS TERUNGKAP

Melansir dari Marca, Sergio Ramos diperkirakan akan melakukan debutnya di PSG setelah jeda internasional. Pemain asal Spanyol tersebut saat ini belum melakukan debut di PSG karena masalah cedera yang menderanya.  Namun, sekarang dilaporkan bahwa Ramos semakin mendekati kebugaran penuh. Ramos telah bergabung dengan pelatihan tim utama dan sekarang hanya masalah waktu sebelum dia mendapatkan kesempatannya. Ramos diperkirakan akan turun lapangan melawan Angers pada 15 Oktober.

BINTANG SPURS BRYAN GILL GANTIKAN MARCOS LLORENTE DI TIMNAS SPANYOL

Winger Tottenham Hotspur Bryan Gil menggantikan Marcos Llorente di skuad Spanyol untuk UEFA Nations League menyusul cedera yang dialami bintang Atletico Madrid tersebut. Pemain anyar Spurs senilai 22 juta pounds itu akan bergabung dengan pasukan Luis Enrique menjelang bentrok dengan Gli Azzurri. Mantan pemain Sevilla tersebut telah tampil sebanyak 6 kali di Timnas senior Spanyol. Ia juga merupakan punggawa tim matador saat meraih medali perak olimpiade tokyo 2020.

CAVANI SIAP CABUT DARI MU DEMI REAL MADRID

Edinson Cavani dikabarkan siap cabut dari Manchester United pada pertengahan musim ini demi gabung Real Madrid. Madrid disebut ingin memboyong Cavani dari MU pada pertengahan musim 2021/22 ini. Pemain asal Uruguay itu disebut akan dimanfaatkan oleh El Real untuk mengisi lini serang secara sementara. Laporan itu menyebut bahwa Cavani siap pindah ke Madrid karena ia memang sudah lama bermimpi ingin bermain bagi Los Blancos. Ia ingin mencicipi rasanya bermain di Madrid sebelum gantung sepatu.

MERASA TAK BERGUNA, ALEXIS SANCHEZ MULAI FRUSTASI DI INTER MILAN

Alexis Sanchez mengeluhkan minimnya menit bermain yang ia dapat bersama Inter Milan di bawah allenatore Simone Inzaghi. Sanchez memposting sebuah cerita di akun instagram pribadinya yang berbau kontroversi. Dengan latar mobil Ferrari yang tertutup pasir, pemain asal Chile ini menuliskan sebuah kalimat yang berbunyi: “Sadarilah bahwa anda bisa sangat berharga, tetapi jika anda berada di tempat yang salah, anda tidak akan bersinar,” tulisnya. Sadar postingannya mengundang banyak perhatian, Sanchez langsung menghapusnya. Namun, hal itu terlambat karena sudah menjadi viral di jagad media sosial.

SANG DEWA NAPLES AKAN BANGGA: INILAH RUPA NAPOLINYA MARADONA

Napoli memasuki Oktober dengan rekor tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan. Mendiang Diego Maradona tentu akan bangga dengan start sempurna ini. Sudah 31 tahun sejak Maradona memimpin tim penuh bakat untuk meraih Scudetto yang tak akan pernah terlupakan, ditandai dengan laju 16 laga tanpa terkalahkan pada kampanye Serie A Italia 1989/90. Napoli kini berada di puncak klasemen, melesatkan 18 gol dan hanya kebobolan tiga kali. Hal ini benar-benar jadi pertanda positif Scudetto akan jauh lebih terbuka untuk diperebutkan selama lebih dari sedekade.

CISSE SEBUT NEYMAR ANAK YANG MANJA

Mantan gelandang Paris Saint-Germain, Edouard Cisse melancarkan kritikan penuh kepada Neymar. Sang pemain Brazil tersebut dianggap sebagai anak manja. Diwartakan Marca, Cisse berpendapat bahwa Neymar punya performa jauh lebih baik saat berseragam Blaugrana. Bahkan, Cisse juga menerangkan bahwa Neymar bisa membentuk ‘alter ego’-nya saat berada di Barcelona. Namun, keadaan itu berubah saat Neymar berlabuh ke Paris. Menurutnya, Neymar harus menghadapi situasi yang berbanding terbalik ketika ia berada di Catalunya.

BAYERN TERUS PANTAU SITUASI WERNER DI CHELSEA

Raksasa Bundesliga, Bayern Munchen dikabarkan terus memonitor situasi Timo Werner di Chelsea sebelum merekrutnya musim panas 2022 mendatang. Pada musim keduanya di Chelsea, Werner tergusur ke bangku cadangan karena kedatangan Romelu Lukaku. Situasi ini kemudian dimonitor terus oleh pihak Bayern Munchen. Sebab mereka merasa ada kesempatan untuk bisa merekrut Werner. Bayern disebut siap untuk memboyong Werner pada musim panas 2022 mendatang jika kesempatan itu terbuka. 

BLAK-BLAKAN, MBAPPE AKUI INGIN TINGGALKAN PSG 

Dalam wawancara eksklusif dengan L’Equipe, Kylian Mbappe menegaskan dirinya ingin meninggalkan Paris Saint-Germain. “Pergi adalah langkah logis berikutnya (di musim panas),”. Penyerang muda itu berambisi hengkang dari Paris untuk bisa membela klub impiannya, Real Madrid. Mbappe merasa masa kerjanya di PSG dan Ligue 1 sudah terlalu panjang. Ia membutuhkan tantangan baru dan bergabung dengan klub lain adalah pilihan yang logis untuknya.

DEAL, SEPAKAT LATIH BARCELONA, ERIK TEN HAG MINTA 5 PEMAIN BARU

Dilansir situs Barcauniversal, Barcelona telah mencapai kesepakatan dengan Erik ten Hag untuk menjadi pelatih baru mereka. Meski demikian, laporan itu menyebut bahwa ten Hag baru akan datang pada Juni 2022 nanti atau pada akhir musim ini. Lebih lanjut, pria Belanda itu juga disebut telah meminta kepada Barcelona agar mendatangkan 5 pemain baru yang ia inginkan. Kelima pemain tersebut adalah Matthijs de Ligt (Juventus), Ryan Gravenberch (Ajax), Donny van de Beek (Manchester United), Dani Olmo (RB Leipzig), dan Erling Haaland (Borussia Dortmund).

FERGUSON SALAHKAN SOLSKJAER USAI CADANGKAN RONALDO

Keputusan Ole Gunnar Solskjaer memainkan Cristiano Ronaldo dari bangku cadangan saat MU diimbangi 1-1 Everton pada akhir pekan lalu menuai banyak kritik. Mantan bos Setan Merah, Ferguson, termasuk orang yang mempertanyakan keputusan kontroversial tersebut saat berbincang dengan petarung UFC Khabib Nurmagomedov, teman Ronaldo usai pertandingan. Ferguson menilai MU tidak menampilkan starter yang terbaik saat melawan Everton. Itu terlihat dengan dicadangkannya Ronaldo di babak pertama. Kritikan Ferguson ini bisa jadi bahan buat manajemen MU untuk memecat Solskjaer.

NEVILLE: KEMARAHAN RONALDO TEKANAN BESAR UNTUK SOLSKJAER

Legenda Manchester United, Gary Neville menilai kemarahan yang ditunjukkan Ronaldo usai pertandingan melawan Everton jadi tekanan besar buat Ole Gunnar Solskjaer. CR7 tampak marah usai peluit akhir laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut. Ronaldo langsung berjalan menuju ruang ganti sambil bergumam dan geleng-geleng kepala. Aksi tersebut dianggap Neville bisa berimbas kepada Solskjaer. Neville memahami kemarahan Ronaldo sebagai pemain. Namun, ia berharap Ronaldo bisa mengelola kemarahannya demi keutuhan tim.

CALON BINTANG MU, KAI ROONEY CETAK QUATTRICK KE GAWANG LIVERPOOL

Putra legenda Manchester United Wayne Rooney, Kai, tampil mengesankan dan mencetak empat gol atau quattrick untuk Manchester United U-12 saat bertanding melawan Liverpool. Penampilan dan ketajaman Kai Rooney memang luar biasa, meski Manchester United U-12 tunduk 4-5 dari Liverpool. Kai yang berposisi sebagai penyerang disebut-sebut akan menjadi pesepakbola yang sukses seperti ayahnya yakni Wayne Rooney.

TAMPIL CEMERLANG BERSAMA ROMA, ABRAHAM DIPANGGIL TIMNAS

Manajer timnas Inggris, Gareth Southgate kembali memanggil Tammy Abraham ke dalam skuadnya untuk jeda internasional Oktober. Pemanggilan ini tak lepas dari performa ciamik Abraham bersama Roma. Sejauh ini, Abraham telah mengemas empat gol dan 2 assist bersama Roma. Selain Abraham, bek kiri Ben Chilwell juga dipanggil Southgate. Keduanya akan bergabung dengan para penggawa Inggris lainnya di St George’s Park pada Selasa (5/10), untuk mempersiapkan diri menghadapi Andorra (9/10)dan Hungaria (12/10) dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022.

CARRAGHER: MO SALAH LAYAK NAIK GAJI

Eks pemain Liverpool, Jamie Carragher menyebut Mohamed Salah merupakan pemain penting di dalam permainan tim besutan Jurgen Klopp.  Carragher yang tak mengesampingkan kualitasnya saat ini menjelaskan, Salah layak mendapat perpanjangan kontrak dengan syarat yang ia inginkan. Bahkan, the Reds seharusnya dapat menjadikan Salah sebagai pemain dengan bayaran tertinggi. Carragher menambahkan bahwa Liverpool tidak memiliki keuangan sebanyak Manchester City dalam hal gaji yang akan diberikan pada pemain, namun Carragher percaya bahwa Salah akan sepadan dengan uang yang dikeluarkan. 

YAYA COBA TAWARKAN JASA KE BARCELONA

Yaya Toure menyatakan siap membantu Barcelona kapanpun dibutuhkan. Legenda sepak bola asal Pantai Gading mengaku miris melihat Barcelona menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Spanyol 2021/22. Di sisi lain, Toure menjelaskan bermain untuk Barcelona adalah sesuatu yang terbaik untuknya ketika ia masih muda dan belum bermain di tim besar. Ia pun berterima kasih kepada Barcelona dengan apa yang telah dicapainya semasa masih bermain dulu.

CLAUDIO RANIERI RESMI JADI PELATIH BARU WATFORD

Claudio Ranieri kembali ke Liga Primer Inggris untuk keempat kalinya, dengan sosok berusia 69 tahun ditunjuk sebagai suksesor Xisco Munoz di Watford. Ranieri, yang dikenal dengan slogan Dilly Ding! Dilly Dong!, tidak punya klub sejak meninggalkan Sampdoria di akhir musim 2020/21 kemarin. Watford lantas mendatangkan pria Italia itu karena rekam jejaknya yang mengagumkan di Leicester, yang tanpa diduga ia bawa juara lima tahun silam.

DIBUANG TOTTENHAM HOTSPURS, SERGE AURIER RESMI TEMUKAN KLUB BARU

Serge Aurier kini sudah mendapat klub baru setelah sebulan ia tanpa klub akibat dilepas Tottenham Hotspurs. Pemain internasional Pantai Gading ini sudah resmi menjadi pemain baru Villarreal. Dimana klub asal Spanyol tersebut mendapatkan Aurier secara gratis. Aurier diikat oleh Villarreal dengan kontrak berdurasi satu musim opsi perpanjangan selama dua musim hingga tahun 2024 mendatang.

PERINGATAN UNTUK RONALDO, JANGAN COBA-COBA BOBOL GAWANG JUVENTUS

Lapo Elkann, sepupu dari presiden Juventus, Andrea Agnelli, mengaku punya hubungan yang sangat baik dengan Cristiano Ronaldo. Ia berharap sang bintang tidak membobol gawang Bianconeri kalau bertemu di lapangan suatu hari nanti. Bukan tidak mungkin Ronaldo akan bertatap muka dengan mantan rekan setimnya di Juventus dulu. Namun, itu baru bisa terjadi paling cepat di 16 besar Liga Champions, mengingat MU dan Juventus tidak tergabung dalam satu grup saat ini.

RONALDO BERDUKA, SAHABATNYA MENINGGAL DUNIA

Cristiano Ronaldo kehilangan seorang teman. Bintang Portugal itu memposting unggahan berita duka di media sosial tadi malam sebelum Instagram down. Soraia, istri pesepak bola Jose Semedo, kehilangan nyawanya dan CR7 sangat terpukul dengan kepergiannya. Penyerang MU ini berteman dekat dengan pemain Vitoria Setubal itu cukup lama. Untuk mengungkap rasa kehilangan mendalam, Ronaldo memposting foto dirinya dan Georgina Rodriguez saat makan malam bersama Soraia dan Semedo.

KOEMAN LIBURKAN SKUAD BARCELONA DI JEDA INTERNASIONAL

Barcelona meliburkan sejenak para pemain yang tak tampil membela negaranya selama jeda internasional. Hal tersebut dilakukan agar kondisi mereka kembali segar saat tiba waktunya untuk kembali membela klub. Setidaknya ada 11 pemain Barcelona yang akan pergi membela timnas negara masing-masing pada pekan ini. Sisanya akan melanjutkan latihan bersama pelatih Ronald Koeman. Namun latihan tersebut hanya akan berlangsung sampai Rabu (6/10) saja. Setelah itu, Gerard Pique dkk akan diliburkan selama 4,5 hari.

5 PEMAIN BARCELONA KEMBALI DARI CEDERA USAI JEDA INTERNASIONAL

Barcelona akan mendapatkan kabar baik dalam waktu dekat ini. Sergio Aguero dan beberapa pemain Barcelona akan segera kembali dari cedera, tepatnya setelah jeda internasional awal Oktober 2021 ini. Barcelona akan memiliki kembali lima pemain yang baru pulih dari cedera saat akan menghadapi Valencia di jornada 9 La Liga pada 17 Oktober 2021. Selain Aguero, Ansu Fati, Jordi Alba, Pedri dan Ousmane Dembele juga akan kembali fit usai laga-laga antar negara pada bulan ini.

MESUT OZIL NGAMBEK DI FENERBAHCE, LEMPAR ROMPI KE ARAH PELATIH

Mesut Ozil sedang kesal dengan pelatih Fenerbahce, Vitor Pereira. Eks gelandang Arsenal itu kesal karena tak dimainkan pada laga terakhir timnya kontra Kasimpasa di Liga Turki. Menurut jurnalis Turki, Okan Beltek, eks bintang Timnas Jerman itu sampai melempar rompi ke arah pelatih. Presiden Fenerbahce, Ali Koc, sampai buka suara. Dia menyatakan bahwa tidak ada keretakan hubungan antara Ozil dan pelatih asal Portugal itu.

 

Ada Cuan di Balik Rencana FIFA Gelar Piala Dunia Dua Tahun Sekali

0

Induk sepak bola dunia, FIFA memunculkan wacana yang menggemparkan. FIFA menginginkan Piala Dunia digelar dua tahun sekali. Padahal sebelumnya, Piala Dunia adalah siklus empat tahunan. Hal itu tentu saja membuat penggemar sepak bola, federasi, dan para klub meradang. Sekalipun kita tahu FIFA dan PSSI tentu saja berbeda.

Wacana Piala Dunia dua tahun bukan hanya buah bibir. Presiden FIFA, Gianni Infantino mengatakan kalau pihaknya telah menerima usulan tersebut melalui proposal yang diajukan oleh Arab Saudi. Lewat proposal yang katanya mengesankan itu, Arab Saudi mengklaim sudah ada 166 federasi sepak bola nasional yang sepakat, sedangkan 22 lainnya mengambil sikap menolak usulan itu.

Tentu sebagai lembaga internasional yang tidak inggah-inggih saja, FIFA lantas melakukan semacam studi. Studi itu dikomandoi oleh mantan arsitek Arsenal yang kini menjabat Direktur Pengembangan Sepak bola Global FIFA, Arsene Wenger. Dari riset itu, entah bagaimana dari 210 asosiasi sepak bola nasional yang dibawah naungan FIFA, 166 di antaranya sepakat untuk menggelar Piala Dunia dua tahun sekali.

Dalam laporan studi yang diterbitkan FIFA tersebut, Wenger juga menulis kalau Piala Dunia yang digelar empat tahun sekali itu kuno. Jika FIFA ingin naik level, kualitas sepak bola harus ditingkatkan. Tapi pertanyaannya, apakah mesti dengan mengubah siklus Piala Dunia menjadi dua tahunan?

UEFA dan CONMEBOL Tidak Sepakat

Konfederasi sepak bola Asia (AFC), konfederasi sepak bola Afrika (CAF), dan konfederasi sepak bola Amerika Utara dan Tengah (CONCACAF) tampaknya menjadi tiga konfederasi yang sepakat atas usulan FIFA. Sementara, kalian harus tahu bahwa dua lainnya, yang menjadi kekuatan besar sepak bola tidak sepakat. Yup, konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) dan sepak bola Amerika Selatan (CONMEBOL) mengambil sikap untuk berseberangan.

Para fans sepak bola di Eropa merasa riset FIFA yang dipimpin Arsene Wenger itu lebih ngaco dari sepak bola Indonesia. Mereka meradang dan tak terima dengan usulan Piala Dunia dua tahun sekali. Enak saja mengklaim para penggemar sepak bola sepakat.

Kita tentu patut memaklumi mengapa dua konfederasi tersebut menolak keras usulan Piala Dunia dua tahun sekali. Semua orang tahu bahwa UEFA memiliki kalender sepak bola yang padat. Di Eropa sepak bola sudah seperti gaya hidup.

Tengoklah kompetisi-kompetisi domestik. Mulai dari liga-liga domestik yang jadwalnya begitu padat, Liga Champions Eropa, Europa League, UEFA Conference League, dan tentu saja EURO. Jadi wajar kalau UEFA menolak. Terlalu banyak kompetisi di waktu yang berdekatan bisa merugikan klub. Kebugaran para pemain tentu akan terganggu.

Begitu juga di CONMEBOL. Jadwal di sana juga tak kalah padat. Mulai dari liga domestik, Copa Libertadores, sampai Piala CONMEBOL itu sendiri. Namun, FIFA juga punya cara untuk ngeles. Arsene Wenger bilang bahwa kalender internasional bisa diatur lagi.

Menggembosi UEFA

Pada sebuah laporan dari situs olahraga, ESPN, UEFA curiga ide Piala Dunia dua tahun adalah upaya untuk menggembosi kekuatan UEFA di kancah sepak bola. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, dikutip ESPN mengatakan kalau, FIFA belum melakukan riset secara mendalam. Liga-liga top, tentu saja yang dimaksud Eropa belum tersentuh.

Ceferin pun tegas menolak proposal sekaligus riset yang dilakukan Wenger dkk. Kecurigaan ini boleh jadi benar belaka. Sebab sejak 2002, negara-negara Eropa selalu keluar sebagai kampiun Piala Dunia. Bahkan Brazil yang paling banyak mengoleksi gelar Piala Dunia pun mulai melempem sejak 2002.

Kalau ini benar, FIFA boleh jadi tengah menggali kuburannya sendiri. Bukan tidak mungkin kalau UEFA akan memberontak dan FIFA mesti siap untuk kehilangan satu kekuatan sepak bola. Sebetulnya, jika ingin persaingan menjadi ketat, konfederasi-konfederasi lain lah yang mesti berbenah untuk mengejar kualitas sepak bolanya masing-masing.

Ironisnya, UEFA bukan apa-apa tanpa pebisnis dari Qatar, Uni Emirat Arab, China, dan Amerika Serikat. Sebab tak dapat dimungkiri kalau finansial UEFA masih bergantung pada negara-negara tersebut. Dan sungguh malang nasib UEFA, negara-negara pemasok keuangan mereka justru pihak yang paling getol mendukung FIFA.

FIFA Mengincar Keuntungan yang Berlimpah

Mari kita tinggalkan dulu UEFA yang kini sedang seperti makan buah simalakama. Nah, ada satu tulisan menarik di Kumparan, ditulis Hedi Novianto. Dalam tulisannya itu, Hedi melihat ada semacam kecemburuan antara FIFA dengan UEFA. Namun, jangan dibayangkan seperti cemburunya hubungan suami istri.

Meski sama-sama menjalin hubungan, FIFA dan UEFA tak memulainya di KUA. Maka kecemburuan FIFA bukan karena UEFA selingkuh, tapi karena finansial UEFA jauh lebih banyak ketimbang FIFA. Hedi menulis, pemasukan FIFA terbanyak hanya dari Piala Dunia.

Setiap empat tahun sekali, FIFA mengantongi 4 miliar poundsterling atau Rp 77,7 triliun. Sementara UEFA, dalam kurun waktu yang sama mampu meraup 11 miliar poundsterling atau setara Rp 213,9 triliun. FIFA tentu iri dan merasa terdzolimi. Bagaimana mungkin organisasi di bawah naungannya justru mengantongi pemasukan yang lebih banyak ketimbang FIFA itu sendiri?

Sejauh ini keuntungan FIFA hanya berasal dari penjualan tiket dan hak siar saja, dan itu empat tahun sekali. Sementara tiga tahun lainnya, FIFA boleh dibilang sebatas mendapat uang receh saja. Itu berbeda dengan UEFA yang seolah memiliki kompetisi yang tak pernah libur.

Maka dari itu, kita bisa melihat jika FIFA menginginkan keuntungan lebih banyak. Dengan menggelar Piala Dunia dua tahun sekali, itu artinya FIFA tak perlu menunggu empat tahun untuk menghitung finansialnya sambil tersenyum. Bukankah cuan itu di atas segalanya?

Campur Tangan Arab Saudi

Satu hal yang menarik dari usulan ini, ada campur tangan Arab Saudi di sana. Tampaknya, memang negara-negara Timur Tengah sedang berlomba-lomba menguasai sepak bola. Arab Saudi sendiri seolah tak mau kalah dari Qatar dan UEA.

“Arab Saudi ingin sekali menjadi pemain besar dalam ranah olahraga, terutama sepak bola,” begitu kata James Dorsey, penulis buku The Turbulent World of Middle East Soccer (2016) dan peneliti dari S. Rajaratnam School of International Studies Singapura, kepada laman Dawn.

Beberapa tahun belakangan, muncul gelagat kalau Arab Saudi adalah sekutu kental FIFA. Arab Saudi diduga telah berperan penting dalam menghidupi operasional FIFA. Nah maka dari itu, mungkin saja diterimanya proposal dari Arab Saudi dengan enteng merupakan bentuk balas budi FIFA.

Apalagi meski Piala Dunia dua tahun sekali masih sebatas wacana, Arab Saudi telah bergerak cepat untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah. Jika usulan itu mendapat lampu hijau, Arab Saudi yang menggandeng Mesir akan menggelar Piala Dunia 2028 atau 2030.

Lalu, apakah rencana Piala Dunia dua tahun sekali itu baik? Tentu, kalau kita taqlid buta pada FIFA, Wenger, dan Arab Saudi. Namun kita bisa melihat siapa yang menolaknya. UEFA bukan hanya konfederasi sepak bola belaka. Ia adalah kekuatan terbesar dunia sepak bola.

Jika Piala Dunia digelar dua tahun sekali, UEFA bakal kesulitan mengatur jadwal pertandingan. Bukan hanya pemain yang dirugikan, tapi klub, organisasi penyiaran, dan fans juga bakal sama-sama merugi. Selebihnya, Piala Dunia dua tahun sekali hanya seperti usulan konyol. FIFA, bagaimanapun tak perlu lah membikin drama, karena itu tugasnya PSSI.

Sumber referensi: espn.com, forbes.com, kumparan.com

Para Lord & Manchester United, Rumah Para Lord

Istilah Lord dalam dunia sepakbola merupakan hal yang sangat lumrah. Lord pun seperti mata pisau dua sisi. Ada yang dipandang baik, ada juga yang dipandang buruk, bahkan ada yang dipandang sangat sangat buruk. Lantas kenapa dan mengapa istilah lord ini hadir dalam dunia sepakbola.

Apabila kita tarik ke beberapa tahun ke belakang, lord yang paling fenomenal dan terangat sangat istimewa hadir dalam dunia sepakbola. Lord ini pun hadir dan bermain untuk klub yang sangat-sangat Lordable, pemain ini bernama Nicklas “Lord” Bendtner. Usut punya usut, istilah lord yang dicantumkan ke lord Bendtner adalah olokan yang dikarenakan performanya saat mentas bersama Arsenal. Namun, uniknya ia memiliki trofi liga yang lebih banyak dibanding arsenal dalam 10 tahun terakhir, dimana ia sukses menjuarai Serie A bersama Juventus pada musim 2012-2013 dan juga juara liga denmark bersama Rosenborg.

Lord yang hadir bukan karena performa namun karena gayanya pun ada di dunia ini, ia adalah pemain yang sangat setia dengan klubnya Lord Zlatan Ibrahimovic, pemain yang sudah bermain untuk beragam klub seperti Malmo, Ajax, Juventus, Inter, Milan, PSG, MU, LA Galaxy, dan balik ke Milan lagi ini biasa disebut lord dikarenakan gaya bicaranya di depan para awak media. Pendapat yang sering penulis dengar yakni “Lions don’t compare with the humans” saat ia ditanyai mengenai striker terbaik di liga inggris dan juga “saya datang sebagai raja, dan saya pergi sebagai legenda” saat ia meninggalkan PSG, dan uniknya lagi saat ia justru lebih dulu mengumumkan kepindahannya ke Manchester United, dimana umumnya klub yang meresmikan kepindahan pemain bukan malah pemain dulu baru klubnya.

Namun dalam sepuluh tahun terakhir hadir satu klub yang menaungi beragam jenis lord. Baik dari posisi defender hingga attacking midfielder. Tim ini bernama Manchester United. Seperti yang kita ketahui, tim ini sempat memiliki duo lord yang teragung yakni Lord Jonesta dan Lord Smalldini (Pelesetan dari Nesta dan Maldini). Sempat juga kita menyaksikan lord dipertuan agung Marouanne Fellaini yang bermain sangat-sangat konsisten (dalam hal yang lain tentunya). Serta yang paling baru kita menyaksikan wonderkid yang tidak beranjak dewasa, Lord Lingard dan juga sang lord yang berhasil menjadi kapten dari sang mega bintang, Lord Harry Maguire. Sebenarnya tidak hanya sampai disitu, kita pun sepertinya akan dimanjakan dengan aksi-aksi pemain yang sangat potensial untuk menjadi lord baru di tim ini, yakni Frederico Rodrigues De Paula Santos. Loh, nampak asing bukan.

Mari kita lihat kata pertamanya, Frederico. Apabila masih nampak asing perhatikan empat huruf pertama namanya, Fred. Pemain yang sebenarnya serba bisa ini akhir-akhir ini sangat sering diolok-olok oleh para Manchunian dan juga oleh fans sepakbola di seluruh dunia yang dikarenakan banyaknya blunder yang ia hasilkan. Namun, sebetulnya alasan mengenai kenapa Manchester United menjadi tim yang memiliki banyak lord ada dua, yakni popularitas klub dan ekspektasi besar para penggemar.

Apabila kita lihat sejenak, tim-tim yang memiliki popularitas yang besar akan memiliki lebih banyak potensi memiliki lord, kita bisa menyontohkan FC Barcelona dengan lord Bretwetnya, Arsenal dengan Lord Bendtner, dan Real Madrid dengan Lord Mariano dan Lord Vinicius nya, nama-nama yang telah disebutkan diatas kebanyakan memiliki masalah dalam performa di lapangan.

Namun, ada juga pemain yang dilabeli lord karena belum memenuhi level yang layak di klubnya, bisa kita ambil contoh Martin Braithwaite, sang paduka ini hanya bermain di klub-klub antah berantah liga inggris, prancis, dan spanyol. Katakanlah klub sekelas toulouse, Middlesbrough, hingga Leganes bukanlah klub besar seperti Barcelona. Mencetak 7 gol dan 4 assist dalam semusim merupakan level Braithwaite yang sesungguhnya. Namun, ada juga tim besar yang jarang memiliki lord seperti Paris-Saint Germain dan Bayern Munich, hal ini dikarenakan para pemainnya mampu bermain memenuhi ekspektasi dari para penggemar.

Faktor populeritas klub sepertinya hal yang sangat-sangat besar dampaknya terhadap karir para lord, bisa kita sebutkan banyak pemain ber-titel lord yang mampu menghindari olokan fans setelah mengasingkan diri mereka, bisa kita contohkan Smalling yang sekarang bermain di AS Roma, Marouanne Fellaini yang bermain di Liga Cina, hingga Lord Bendtner yang malang melintang di Bundesliga dan Liga kampung halamannya sendiri. Jadi, saran bagi para lord hanya ada dua. Berjuang memperbaiki penampilan di klub seperti yang dilakukan oleh Lord kita Jesse Lingard saat bermain di West Ham United musim lalu atau mengasingkan diri di klub lain agar terhindar dari olokan para penggemar dan akun meme yang tersebar di internet.

Merayakan Kemenangan Perdana Salernitana di Serie A Italia

Musim ini, kompetisi Serie A Italia kedatangan beberapa tim promosi yang menarik. Salah satunya adalah Salernitana. Di luar dugaan, mereka berhasil finish sebagai runner-up Serie B musim lalu di bawah Empoli dengan koleksi 69 poin dari 38 pertandingan. Hasil tersebut sukses mengantar Salernitana promosi kembali ke Serie A setelah absen 23 tahun lamanya.

Berdiri pada tahun 1919, Salernitana hanyalah tim kecil dari kota Salerno. Sepanjang sejarahnya, klub berjuluk I Granata itu lebih banyak berkutat di divisi bawah sepak bola Italia. Prestasi terbaik mereka saja cuma menjuarai Serie B dua kali pada musim 1946/1947 dan 1997/1998.

Selebihnya, klub berlogo kuda laut itu lebih banyak memetik prestasi di liga kasta bawah atau bahkan divisi regional. Oleh karena itulah, promosinya Salernitana ke Serie A begitu dirayakan dengan sangat meriah.

Terhalang Aturan FIGC, Salernitana Nyaris Gagal Lolos ke Serie A

Promosi kembali ke Serie A setelah musim 1998/1999 adalah sebuah berkah sekaligus masalah bagi I Granata. Menjadi berkah sebab ini jadi kali ketiga Salernitana mentas di kompetisi Serie A. Menjadi masalah sebab mereka mesti mengubah struktur kepemilikan klub sebelum diizinkan berkompetisi di liga kasta teratas sepak bola Italia.

Salernitana pernah dinyatakan bangkrut pada akhir musim 2010/2011. Setelah itu, klub tersebut didirikan kembali pasca saham mayoritas mereka dibeli oleh Marco Mezzaroma dan Claudio Lotito yang masing-masing memiliki 50% saham Salernitana. Di situlah letak masalahnya. Claudio Lotito bukanlah orang sembarangan di sepak bola Italia. Ia adalah pemilik dari klub asal ibukota, Lazio. Sementara Mezzaroma merupakan saudara iparnya.

Dengan memastikan diri promosi ke Serie A, artinya Salernitana bakal satu divisi dengan Lazio. Demi mencegah timbulnya konflik kepentingan, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) telah membuat aturan yang melarang 2 klub di bawah kepemilikan yang sama bermain di divisi yang sama.

“Ini adalah aturan yang sejalan dengan aturan UEFA yang tidak mengizinkan partisipasi di lebih dari satu klub di tingkat profesional. Presiden Lotito menikmati pengecualian bertahun-tahun yang lalu. Semua orang tahu apa yang akan terjadi, saya berharap yang terbaik untuk Salernitana untuk tujuan bersejarah yang dapat mereka capai ini, tetapi aturan tetap aturan.” kata Presiden FIGC, Gabriele Gravina dikutip dari DailyMail.

Dengan begitu, Lotito mesti berpacu dengan waktu untuk menjual salah satu klubnya, yakni Lazio atau Salernitana. Akan tetapi, seperti yang dapat kita duga, Salernitana tentu yang menjadi korbannya.

Singkat cerita, FIGC menerima trust proposal dari Lotito dan mengizinkan Salernitana berkompetisi di Serie A setelah kepengurusan I Granata diserahkan kepada manajemen baru yang dipimim CEO anyar Ugo Marchetti. Komite Pengawas Klub Sepak Bola Profesional Italia (CoviSoc) juga memberi lampu hijau setelah menganalisis kondisi keuangan klub dan menyatakan bahwa finansial mereka aman hingga akhir musim. Namun, FIGC juga memberi tenggat waktu kepada Lotito untuk menemukan pemilik baru Salernitana sebelum 31 Desember 2021.

Bukti Keseriusan Salernitana: Datangkan Franck Ribery Secara Gratis!

Meski persiapan mereka sedikit terganggu, akhirnya Salernitana dapat menyambut Serie A dengan napas lega. Pasalnya, musim 2021/2022 menjadi musim ketiga I Granata di kompetisi kasta teratas sepak bola Italia. Keseriusan langsung mereka buktikan dengan merekrut nama-nama baru nan berpengalaman di bursa transfer musim panas.

Sebagai bukti, I Granata sukses mendatangkan Franck Ribery secara gratis. Ribery datang ke Salerno setelah kontraknya di Fiorentina habis di akhir musim kemarin. Kabarnya, mantan pemain timnas Prancis itu akan mendapat bayaran sekitar 1,5 juta euro selama semusim. Meski telah berusia 38 tahun, tetapi tak ada pemain sebesar Ribery yang pernah berseragam I Granata sepanjang sejarah klub tersebut berdiri.

“Saya sangat senang bisa bersama kalian. Dengan tim baru saya dan dengan pelatih baru. Kita semua punya satu tujuan, yaitu bertahan di Serie A. Saya akan memberikan yang terbaik untuk kalian semua, untuk klub dan untuk tim. Terima kasih semuanya.” kata Ribery dikutip dari transfermarketweb.

Saat diperkenalkan sebagai pemain anyar, ribuan pendukung Salernitana memenuhi Stadio Arechi untuk menyambut dan merayakan kedatangan Ribery. Oleh beberapa media lokal, perkenalan Ribery itu mengingatkan mereka kepada momen perkenalan Diego Maradona sebagai pemain anyar Napoli pada tahun 1984 yang juga sukses memenuhi Stadio San Paolo.

Selain Ribery, I Granata juga mendatangkan beberapa punggawa anyar. Seperti Vincenzo Fiorillo, Riccardo Gagliolo, Stefan Strandberg, Joel Obi, Lassana Coulibaly, hingga meminjam striker Crotone Simy yang musim lalu mampu mencetak 20 gol di Serie A. Sebagai klub kecil, Salernitana tak banyak mengeluarkan uang untuk membeli pemain anyar. Menurut catatan Transfermarkt, mereka hanya mengeluarkan dana 3,3 juta euro untuk belanja pemain di jendela transfer musim panas kemarin.

Megawali Musim dengan Performa Buruk, I Granata Sukses Memetik 3 Poin di Pekan ke-7

Musim ini, Salernitana juga masih mempertahankan allenatore Fabrizio Castori yang musim lalu sukses mengantar mereka promosi ke Serie A. Namun, meski sudah mendatangkan beberapa pemain anyar plus mempertahankan pelatihnya, performa awal musim I Granata sangat memprihatinkan.

Kurangnya pengalaman di pentas Serie A menjadi salah satu penyebabnya. Di 4 pertandingan pertamanya, Salernitana selalu takluk dari Bologna, AS Roma, Torino, dan Atalanta. Sempat meraih poin pertama di giornata kelima saat menahan imbang Hellas Verona, I Granata kembali takluk dari Sassuolo di pekan ke-6.

Akhirnya, setelah menunggu hingga giornata ketujuh, Salernitana berhasil memetik kemenangan perdananya di Serie A musim ini. Menyambut Genoa di Stadio Arechi, anak asuh Fabrizio Castori memainkan formasi menyerang 4-3-1-2 dengan menempatkan Franck Ribery di antara Simy dan Cedric Gondo.

Setelah menunggu hingga babak kedua, tepatnya di menit ke-66, I Granata akhirnya berhasil membobol gawang Genoa. Berawal dari sepak pojok Grigoris Kastanos, striker pengganti Milan Duric berhasil membawa Salernitana unggul 1-0.

Keunggulan tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit akhir dan I Granata sukses keluar sebagai pemenangnya. Kemenangan tersebut bukan cuma berarti 3 poin pertama mereka musim ini, tetapi juga kemenangan pertama I Granata di Serie A setelah menanti 23 tahun lamanya.

Tak ayal, kemenangan tersebut disambut suka cita oleh para pendukung Salernitana yang memadati Stadio Arechi. Walaupun kini mereka masih tertahan di zona degradasi, tetapi kemenangan atas Genoa sangatlah penting bagi perjalanan I Granata yang bertekad bertahan selama mungkin di Serie A.

Melihat Salernitana yang merayakan kemenangan dengan penuh suka cita layaknya menjadi juara di akhir musim adalah sebuah pemandangan yang wajar. Bagi penggemar klub besar, mendapat 3 poin alias meraih kemenangan di liga adalah sebuah hal yang biasa. Namun, bagi klub kecil dari Italia Selatan itu, sebuah kemenangan di Serie A sudah menjadi sebuah prestasi tersendiri.

Selamat berjuang I Granata!

***
Sumber Referensi: Football-Italia, The Laziali, Football-Italia 2, Transfermarketweb, Daily Mail, Detik Sport.