Bila melihat kehidupan para pemain sepakbola, kita pasti setuju bila kebanyakan dari mereka tergolong ke dalam manusia bergelimang harta. Beberapa hal seperti mobil mewah, rumah bertingkat, hingga aksesoris mencolok lainnya seakan menjadi penanda bahwa memang para pemain akrab dengan pundi pundi uang.
Namun begitu, meski kini sudah banyak pemain yang kaya dan terkenal, tidak sedikit dari mereka yang hadir dari keluarga miskin atau biasa-biasa saja. Bahkan ada yang sempat menjalani pekerjaan kasar sebelum terjun ke dalam dunia yang membesarkan namanya.
Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan merangkum deretan pemain hebat yang dulunya sempat menjalani pekerjaan kasar.
Daftar Isi
Peter Schmeichel
Peter Schmeichel dikenal sebagai salah satu kiper terhebat sepanjang masa. Dia menjadi penjaga gawang dengan kemampuan luar biasa ketika tampil bersama timnas Denmark. Selain itu, Peter Schmeichel juga sangat diingat oleh para penggemar Manchester United, ketika sukses meraih raihan tiga trofi dalam semusim pada 1999 silam.
Namun begitu, jauh sebelum menjadi kiper yang begitu populer di seluruh dunia, Peter Schmeichel pernah menjalani masa-masa yang terbilang sulit. Dia yang lahir dari keluarga biasa-biasa saja sempat melakoni pekerjaan kasar untuk dirinya sendiri dan sedikit membantu perekonomian keluarga.
Diceritakan, Peter Schmeichel pernah bekerja sebagai seorang buruh pabrik dan juga petugas kebersihan. Sekali lagi, hal tersebut dilakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Setelah beberapa tahun lamanya, Peter Schmeichel akhirnya baru menjalani pekerjaannya sebagai seorang kiper pada 1984, ketika dia bergabung dengan klub Hvidovre. Dia yang kemudian tampil bersama Brondby pun dilirik oleh MU dan sukses menjalani karir luar biasa disana.
Could not resist when I saw this in the bookstore by Peter Schmeichel the best goalkeeper in my opinion that @ManUtd have had in goal pic.twitter.com/7XPXI20SVQ
— Tony Swinton (@tonyswinton1) October 1, 2021
Miroslav Klose
Penyerang legendaris asal Jerman, Miroslav Klose, memiliki perjalanan karir yang akan selalu diingat oleh khalayak. Dia yang pernah berkarir bersama FC Bayern dan Lazio benar-benar akan membuat siapapun terpukau dengan permainannya.
Akan tetapi, sebelum menjadi pesepakbola yang sangat populer, Miroslav Klose pernah menjalani hidup biasa-biasa saja. Sehari-harinya, Klose menjalani hidup sebagai seorang tukang kayu di usia 16 tahun. Ketika berminat untuk bermain bola, Klose bahkan mendapat penolakan termasuk dari beberapa teman dan tetangganya.
Namun ternyata Tuhan berkata lain, ketika diberi kesempatan bermain sepakbola, Klose justru menjadi pemain yang paling menonjol diantara yang lain. Bakatnya lalu diketahui banyak orang hingga membuatnya bergabung dengan klub profesional. Meski sempat menjalani profesi sebagai tukang kayu di awal karirnya, Klose lalu menjadi pemain yang sukses kesankan banyak pihak.
Miroslav Klose – from a carpenter/7th division football player to all time top scorer of the Team Germany & Worldcup pic.twitter.com/W8c6VYAXaV
— I love donkies (@LowfatMilk78) July 9, 2014
Jamie Vardy
Penyerang milik Leicester City, Jamie Vardy, dikenal sebagai pemain yang punya kemampuan mencetak gol tinggi. Dia bahkan menjadi bagian penting dari terciptanya dongeng di Liga Primer Inggris, ketika The Foxes torehkan trofi Liga Primer Inggris untuk kali pertama dalam sejara pada 2016 silam.
Pada momen tersebut, Vardy berhasil mengoleksi sebanyak 24 gol di liga. Namun jauh sebelum jadi pemain hebat seperti sekarang, Vardy pernah mendapat penolakan dari Sheffield United pada usia 16 tahun. Dia yang tidak mau patah semangat lalu tetap berjuang dengan bergabung bersama klub amatir Halifax Town.
Ditengah profesinya sebagai pemain amatir, Vardy juga tercatat sebagai seorang buruh pabrik, dimana pekerjaannya itu sering membuat punggung nya sakit. Kendati demikian, Vardy tetap semangat menjalani profesi sebagai seorang buruh pabrik demi memenuhi kebutuhan.
Perlahan tapi pasti, pekerjaan kasarnya itu mulai ditinggalkan. Dia yang memiliki perjalanan karir luar biasa lalu bergabung bersama Fleetwood Town dan sukses menarik minat Leicester City.
Sampai saat ini, meski sudah ada banyak tawaran yang masuk, Vardy masih setia untuk berseragam klub yang bermarkas di King Power Stadium.
150 – Jamie Vardy has scored his 150th goal in all competitions for Leicester City, sitting fourth all-time in the club’s top scorers list behind Arthur Chandler (273), Arthur Rowley (265) and Ernie Hine (156). Fabric. pic.twitter.com/UN04vDkUKM
— OptaJoe (@OptaJoe) September 19, 2021
Charlie Austin
Sama seperti Jamie Vardy, nama Charlie Austin juga lebih dulu tampil bersama tim amatir di Inggris sebelum melaju hingga kompetisi tertinggi. Nama Charlie Austin mungkin tidak terlalu dikenal banyak orang. Pasalnya, dia yang kini berusia 31 tahun memang hanya tampil dengan tim sekelas Burnley, Southampton, West Brom, hingga kini membela QPR yang bermain di divisi Championship.
Namun meski menjadi pemain yang tidak benar-benar populer, perjuangan Charlie Austin dalam menjalani hidup sangat layak untuk dicontoh.
Sebelum menjadi seorang profesional, Charlie Austin lebih dulu mengalami masa yang tidak diinginkan. Dia harus bekerja membantu ayahnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sehari-harinya, dia menjalani hidup sebagai seorang tukang batu. Di usia muda, dia memutuskan untuk berhenti sekolah dan memilih untuk membantu ayahnya secara penuh.
Meski kehidupannya tergolong keras sejak kecil, Charlie Austin mengaku tetap menikmatinya.
“Dari senin sampai jumat, aku pergi bekerja untuk membantu ayah. Lalu aku akan bermain bola pada saat weekend tiba,”
OFFICIAL: QPR have re-signed striker Charlie Austin permanently from West Brom for free on a two-year contract. pic.twitter.com/QZFOmU7bmn
— Transfer News Central (@TransferNewsCen) June 2, 2021
Javier Zanetti
Siapa yang tak kenal dengan kapten luar biasa yang pernah bermain untuk Inter Milan, Javier Zanetti?
Javier Zanetti memiliki perjalanan karir luar biasa bersama I Nerazzurri. Dia merupakan tipe pemain setia yang telah sumbangkan banyak gelar untuk Inter. Akan tetapi, sebelum menjadi legenda, Zanetti pernah menjalani hidup serba kekurangan. Dia yang lahir dari keluarga miskin memiliki seorang ayah yang bekerja sebagai tukang batu.
Maka dari itu, dia seolah mendapat tanggung jawab untuk membantu perekonomian keluarga. Karena memang punya sikap peduli dengan keluarga, setiap pagi Zanetti selalu semangat mengayuh sepedanya untuk mengantar susu ke rumah-rumah. Kemudian, dia akan pergi ke sekolah dan melanjutkan kegiatan dengan menjaga toko kelontong milik sepupunya.
Bahkan, tak jarang dia membantu ayahnya dalam sebuah proyek.
Meski memiliki kehidupan susah, Zanetti punya semangat luar biasa untuk menjadi seorang pemain bola. Beruntung, kerja kerasnya berbuah manis. Perlahan tapi pasti, Zanetti yang pernah mendapat banyak penolakan karena terlalu kurus akhirnya bisa membuktikan, bahwa dirinya layak disebut sebagai pemain dengan kemampuan spesial.
The inspiring work of the recognized digital artist @javierarres has managed to capture the greatness of @javierzanetti triumph in achieving the triple championship with Inter Milan in an incomparable #NFT collection.
Last #artwork of the collection: https://t.co/6pOEku1a4l pic.twitter.com/NtOiwDpdko
— StadioPlus (@StadioPlus) October 3, 2021
N’Golo Kante
Senyum manis N’Golo Kante tak akan pernah dilupakan oleh penggemar sepakbola manapun. Dia merupakan tipe gelandang pekerja keras yang kini banyak mendapat sanjungan karena penampilannya yang luar biasa.
Sebelum menjadi seorang pesepakbola terkenal, Kante yang lahir dari keluarga miskin sempat bekerja sebagai seorang pemulung. Dia melakukan hal itu demi membantu perekonomian keluarga.
Meski berat, Kante selalu semangat mengumpulkan sampah yang bisa didaur ulang.
Ketika Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998, Kante yang masih berusia 8 tahun mendapat banyak sekali sampah yang bisa didaur ulang. Karena ikut menonton gelaran tersebut dari tayangan televisi, kemudian terbesit dalam benak Kante untuk menjadi seorang pemain sepakbola.
Akhirnya, dengan perjuangan tiada henti, Kante yang dengan sabar menapaki berbagai tantangan berhasil menjadi pemain yang mulai dikenal orang. Kini dia yang sudah sukses menjadi seorang pesepakbola bahkan tercatat sebagai pemain yang berhasil meraih trofi Piala Dunia.
Kante N’golo isn’t trending. I give up today. pic.twitter.com/nGL36UjtJT
— Onamatterpeer (@Ona___S) October 4, 2021


