Para Lord & Manchester United, Rumah Para Lord

  • Whatsapp
Para Lord & Manchester United, Rumah Para Lord
Para Lord & Manchester United, Rumah Para Lord

Istilah Lord dalam dunia sepakbola merupakan hal yang sangat lumrah. Lord pun seperti mata pisau dua sisi. Ada yang dipandang baik, ada juga yang dipandang buruk, bahkan ada yang dipandang sangat sangat buruk. Lantas kenapa dan mengapa istilah lord ini hadir dalam dunia sepakbola.

Apabila kita tarik ke beberapa tahun ke belakang, lord yang paling fenomenal dan terangat sangat istimewa hadir dalam dunia sepakbola. Lord ini pun hadir dan bermain untuk klub yang sangat-sangat Lordable, pemain ini bernama Nicklas “Lord” Bendtner. Usut punya usut, istilah lord yang dicantumkan ke lord Bendtner adalah olokan yang dikarenakan performanya saat mentas bersama Arsenal. Namun, uniknya ia memiliki trofi liga yang lebih banyak dibanding arsenal dalam 10 tahun terakhir, dimana ia sukses menjuarai Serie A bersama Juventus pada musim 2012-2013 dan juga juara liga denmark bersama Rosenborg.

Lord yang hadir bukan karena performa namun karena gayanya pun ada di dunia ini, ia adalah pemain yang sangat setia dengan klubnya Lord Zlatan Ibrahimovic, pemain yang sudah bermain untuk beragam klub seperti Malmo, Ajax, Juventus, Inter, Milan, PSG, MU, LA Galaxy, dan balik ke Milan lagi ini biasa disebut lord dikarenakan gaya bicaranya di depan para awak media. Pendapat yang sering penulis dengar yakni “Lions don’t compare with the humans” saat ia ditanyai mengenai striker terbaik di liga inggris dan juga “saya datang sebagai raja, dan saya pergi sebagai legenda” saat ia meninggalkan PSG, dan uniknya lagi saat ia justru lebih dulu mengumumkan kepindahannya ke Manchester United, dimana umumnya klub yang meresmikan kepindahan pemain bukan malah pemain dulu baru klubnya.

Namun dalam sepuluh tahun terakhir hadir satu klub yang menaungi beragam jenis lord. Baik dari posisi defender hingga attacking midfielder. Tim ini bernama Manchester United. Seperti yang kita ketahui, tim ini sempat memiliki duo lord yang teragung yakni Lord Jonesta dan Lord Smalldini (Pelesetan dari Nesta dan Maldini). Sempat juga kita menyaksikan lord dipertuan agung Marouanne Fellaini yang bermain sangat-sangat konsisten (dalam hal yang lain tentunya). Serta yang paling baru kita menyaksikan wonderkid yang tidak beranjak dewasa, Lord Lingard dan juga sang lord yang berhasil menjadi kapten dari sang mega bintang, Lord Harry Maguire. Sebenarnya tidak hanya sampai disitu, kita pun sepertinya akan dimanjakan dengan aksi-aksi pemain yang sangat potensial untuk menjadi lord baru di tim ini, yakni Frederico Rodrigues De Paula Santos. Loh, nampak asing bukan.

Mari kita lihat kata pertamanya, Frederico. Apabila masih nampak asing perhatikan empat huruf pertama namanya, Fred. Pemain yang sebenarnya serba bisa ini akhir-akhir ini sangat sering diolok-olok oleh para Manchunian dan juga oleh fans sepakbola di seluruh dunia yang dikarenakan banyaknya blunder yang ia hasilkan. Namun, sebetulnya alasan mengenai kenapa Manchester United menjadi tim yang memiliki banyak lord ada dua, yakni popularitas klub dan ekspektasi besar para penggemar.

Apabila kita lihat sejenak, tim-tim yang memiliki popularitas yang besar akan memiliki lebih banyak potensi memiliki lord, kita bisa menyontohkan FC Barcelona dengan lord Bretwetnya, Arsenal dengan Lord Bendtner, dan Real Madrid dengan Lord Mariano dan Lord Vinicius nya, nama-nama yang telah disebutkan diatas kebanyakan memiliki masalah dalam performa di lapangan.

Namun, ada juga pemain yang dilabeli lord karena belum memenuhi level yang layak di klubnya, bisa kita ambil contoh Martin Braithwaite, sang paduka ini hanya bermain di klub-klub antah berantah liga inggris, prancis, dan spanyol. Katakanlah klub sekelas toulouse, Middlesbrough, hingga Leganes bukanlah klub besar seperti Barcelona. Mencetak 7 gol dan 4 assist dalam semusim merupakan level Braithwaite yang sesungguhnya. Namun, ada juga tim besar yang jarang memiliki lord seperti Paris-Saint Germain dan Bayern Munich, hal ini dikarenakan para pemainnya mampu bermain memenuhi ekspektasi dari para penggemar.

Faktor populeritas klub sepertinya hal yang sangat-sangat besar dampaknya terhadap karir para lord, bisa kita sebutkan banyak pemain ber-titel lord yang mampu menghindari olokan fans setelah mengasingkan diri mereka, bisa kita contohkan Smalling yang sekarang bermain di AS Roma, Marouanne Fellaini yang bermain di Liga Cina, hingga Lord Bendtner yang malang melintang di Bundesliga dan Liga kampung halamannya sendiri. Jadi, saran bagi para lord hanya ada dua. Berjuang memperbaiki penampilan di klub seperti yang dilakukan oleh Lord kita Jesse Lingard saat bermain di West Ham United musim lalu atau mengasingkan diri di klub lain agar terhindar dari olokan para penggemar dan akun meme yang tersebar di internet.

Pos terkait