Inter Milan, dalam dua pertandingan Liga Champions Eropa, masih belum juga berhasil meraih poin penuh. Setelah menelan kekalahan atas Real Madrid di pertandingan pertama, laga kedua yang mempertemukan tim asal Italia dengan Shakhtar Donetsk juga hanya berakhir imbang. Tak ada gol yang tercipta, meski keduanya sama-sama ciptakan lebih dari sepuluh tendangan.
Namun pada laga terakhir yang dijalani Inter di kompetisi Liga Champions Eropa, bukan tentang bagaimana performa mereka yang menjadi bahasan, namun justru jersey tandang mereka yang terlihat tidak seperti biasanya.
Pada peluncuran pertamanya beberapa bulan lalu, Inter yang masih didukung oleh Nike, memilih warna dominan putih di jersey tandang mereka. Selain masih disuplai dengan warna pendukung lain seperti biru dan hitam, jersey tandang La Beneamata tampak kian gahar setelah disana juga terdapat motif ular.
Jelas bahwa desain ular ini mengambil dari ikon dan julukan Inter, yakni il Biscione.
Akan tetapi pada pertandingan kedua grup Liga Champions Eropa, motif tersebut tiba-tiba hilang. Para penggemar pun banyak yang berkelakar bila ketidakberuntungan Inter di laga tersebut merupakan akibat dari hilangnya motif ular sebagai pemberi kekuatan tersembunyi.
Melansir dari Sports Joe, motif ular di jersey tandang Inter Milan tidak benar-benar menghilang. Ketika sebuah tim berkompetisi di Eropa, UEFA selaku badan tertinggi sepakbola disana memang melarang penggunaan motif yang dianggap tidak ada kaitannya dengan pertandingan.
Regulasi Peralatan UEFA, Pasal 8 ayat 9 poin A menyatakan,
“Polanya harus tidak bergambar, misalnya tidak boleh mengandung gambar, ilustrasi, atau simbol lainnya (pola apa pun yang tidak memenuhi persyaratan ini akan dianggap sebagai elemen dekoratif),”
Dalam hal ini, motif ular pada jersey Inter yang melilit dari bagian kanan, kiri, atas, dan bawah dianggap masuk dalam kategori tersebut.
Yang menarik, pada jersey tandang Inter yang digunakan pada laga Liga Champions, juga tidak terdapat lagi tulisan by Socios.com tepat di bawah tulisan Inter Fan Token.
UEFA larang Inter pakai “motif ular” di Jersey away #UCL vs Shakhtar karena melanggar regulasi UEFA. Bahwa seperti tersebut dalam regulasi peralatan UEFA, pola di Jersey Tim tidak boleh bergambar, tidak boleh mengandung ilustrasi atau simbol. (FootballItalia) pic.twitter.com/MhGDd8cxv5
— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLive) September 29, 2021
Kejadian ini sejatinya bukan hal baru dalam dunia sepakbola. Sebelum Inter Milan, klub asal Belanda Ajax Amsterdam juga pernah mendapat teguran dari UEFA karena dalam jersey yang mereka kenakan terdapat motif yang dianggap tidak ada hubungannya dengan pertandingan.
Dalam jersey bernuansa Bob Marley yang baru dirilis dan langsung mengundang perhatian itu, motif yang dimaksud adalah tiga burung kecil yang berada di bagian belakang jersey. Motif itu dianggap UEFA sebagai ekspresi berbeda dari logo klub. Oleh karena itu, mereka memilih untuk melarang penggunaannya.


