Beranda blog Halaman 595

Mengapa Fabio Carvalho Diburu Klub Besar?

Potensi Fabio Carvalho menjadi salah satu sang gelandang yang diburu pada transfer musim dingin tahun 2021. Klub-klub seperti Liverpool, AC Milan, Real Madrid, Leeds United dan West Ham secara serius memburu tanda tangan pemain berdarah Portugal itu.

Pria yang saat ini membela klub kasta kedua Liga Inggris, Championship, Fulham telah bermain sebanyak 22 kali dengan mencatatkan 8 gol dan 5 asis di seluruh kompetisi.

Penampilan yang ciamik dan kontraknya bersama The Cottagers akan berakhir pada 1 Juli 2021. The Sun menyebut jika sang pemain baru saja menolak tawaran perpanjangan kontrak dari Fulham. Kabar ini membuat tim-tim raksasa akan berfokus memburu pria berusia 19 tahun.

Pertanyaannya, mengapa Fábio Carvalho, yang usianya masih muda itu justru diminati banyak klub besar? Apa keistimewaannya?

Perjalanan Karier Fabio Carvalho

Fábio Carvalho lahir di Lisbon, Portugal. Ia telah bergabung akademi Benfica semenjak usia 8 tahun. Pada usia 11 tahun ia pindah ke Inggris.  Orang tuanya tak ingin bakat putranya berhenti, mereka memutuskan Carvalho bermain untuk Balham FC, klub muda kecil dekat rumahnya di London.

Selang lima tahun kemudian, pemain tersebut direkrut oleh tim muda Fulham. Kepindahannya pada 2018 ini jadi awal Carvalho disorot oleh para pencari bakat di Negeri Ratu Elizabeth. Performanya di lapangan bersama Fulham U-18 ciamik. Ia berhasil mencetak gol 17 dan 13 asis dalam 43 pertandingan dalam dua musim.

Di usia 16 tahun ia dipanggil ke Fulham U-23. Bakat mencetak gol dan menyumbang asisnya tak luntur. Hanya butuh 2.744 menit bagi pria berpostur 170 cm untuk membukukan 16 gol dan 6 asis.

Torehan di Liga Inggris dan Timnas Inggris

Moncer bersama klub mudanya membuat pelatih Fulham, Scott Parker memberikan kesempatan Fabio Carvalho untuk merasakan debut di Liga Inggris. Ia pun masuk menggantikan Lemina di menit ke-12 pada pertandingan tandang melawan Chelsea, 1 Mei 2021.

Keberhasilannya mentas di skuad utama Fulham di musim 2020/21 hanya pernah dimainkan 6 kali dengan menyumbangkan sebiji gol saat melawan Southampton. Di saat bersamaan, The Coathangers harus turun kasta ke Championship.

Carvalho yang resmi berusia 19 tahun pada Agustus 2022 mendapatkan kepercayaan mengisi lini tengah Fulham di bawah asuhan Marco Silva. Hingga pekan ke-32 Championship, Carvalho telah tampil regular sebanyak 21 kali dengan mencetak 7 gol dan 5 asis. Di kompetisi FA Cup, Carvalho hanya bermain dua kali dan mencetak sebiji gol.

Jumlah golnya sama dengan rekan seniornya di Fulham, macam Harry Wilson dan Neeskens Kebano. Ia hanya kalah dari top skor sementara klub, Aleksandar Mitrovic yang telah mencetak 31 gol. Namun, urusan asis Carvalho berada di lima besar klub.    

Lain di klub, kiprahnya di bersama Timnas Inggris kelompok usia juga moncer. Sejak bergabung di The Three Lions U-15,U-16,U-17, dan U-18, ia telah bermain sebanyak 29 kali dengan torehan dua gol.

Perjalan karier dan torehan gol beserta asis menjadikan Carvalho salah satu gelandang muda spesial yang bakal jadi komoditi panas di bursa transfer musim depan.

Menjadi buruan klub-klub besar di Eropa tentu terdapat sesuatu yang spesial di dalam diri Carvalho. Gelandang berusia 19 tahun itu memiliki kemampuan mencetak gol dan mengumpan sama baiknya.

Hal itu tercermin dari 22 kali dimainkan oleh Fulham, ia telah diplot menjadi gelandang serang sebanyak 16 kali dengan menyumbangkan 5 gol dan 4 asis. Saat dia dipasangkan sebagai gelandang tengah sebanyak 5 kali, ia berhasil menghasilkan 3 gol dan 1 asis. Selebihnya, Marco Silva pernah memasang Carvalho 1 kali di sayap kiri.

Pundi-pundi gol yang dihasilkan oleh Carvalho yang berperan “Nomor 10” bukanlah hal aneh. Lihat saja jumlah tendangan saat membela Fulham hingga pekan ke-32, yang mencapai 42 kali percobaan dengan jumlah tepat sasaran 23 kali. Jadi per pertandingan Carvalho bisa mencatatkan 1,43 tendangan tepat ke gawang lawan.

Fabio Carvalho Si Trequartista Modern

Di bawah asuhan Marco Silva dengan pakem formasi 4-2-3-1 memberi kebebasan kepada pemain berusia 19 tahun di berperan “Nomor 10”.

Marco memahami bahwa Fabio Carvalho memiliki kecepatan dan kelincahan saat menggiring bola yang memungkinkan dia untuk berada di sepertiga lapangan lawan. Kualitas ini yang dibutuhkan dalam sepak bola modern untuk posisi “Nomor 10”.

“Pemain “Nomor 10” memiliki kemampuan untuk pergi ke mana pun dia suka. Kehadirannya sangat berharga untuk mengejar promosi Fulham,” ungkap Marco Silva.

Formasi Marco Silva. Sumber: Whoscore
Formasi Marco Silva. Sumber: Whoscore

Dalam kerangka 4-2-3-1 Marco Silva, Carvalho menyandang peran trequartista. Pemain ini akan lebih banyak beroperasi pada seperempat akhir lapangan atau wilayah pertahanan lawan. Seiring berjalannya taktik modern, peran trequartista dituntut tidak hanya mengontrol permain yang beroperasi di belakang striker, kepiawaian mengontrol, mengoper, dan kemampuan dribel juga harus sama baiknya.

Peran trequartista ada pada diri Carvalho. Pria asal Portugal itu tidak hanya menguasai passing tetapi juga pemain yang solid dalam setiap aspek permainan. Keterampilan dalam melakukan kontrol bolanya dibarengi dengan kecepatan yang menjadi syarat “trequartista era kini” sehingga area operasinya tidak sekadar di belakang penyerang.

Ia juga memiliki kualitas umpan yang baik. Sehingga saat lawan melakukan press, operan tidak terduga sering membuat para pemain bertahan tercengang.

Sebagai gelandang serang, Carvalho memiliki kemampuan untuk menekan secara agresif di depan guna memenangkan bola saat lawan melakukan build up. Kuartet ini membantu tim untuk melakukan serangan balik secara cepat.

Visi dan kemampuan Fabio Carvalho untuk berpikir cepat membuatnya menjadi permata pemain lainnya. Usianya yang masih belia namun pemahaman Fabio terhadap permainan di sepertiga akhir membuatnya menjadi ancaman mematikan bagi gawang lawan.

Torehan gol, asis, dan cara bermain Carvalho menjadi pundi-pundi kemampuan yang ia miliki di usia muda. Tariannya di lapangan hijau akan membuat decak kagum suporter dengan syarat.

“Anak muda itu (Carvalho) terus meningkatkan permainannya secara keseluruhan. Dia akan menjadi salah satu pemain terbaik,” ungkap Direktur Akademi Fulham, Huw Jennings.

Referensi : Transfermarkt, Total Football, Goal, The Analys, The Analys, The Football,

Berita Bola Terbaru 17 Februari 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

JAKSA KOTA MILAN INGIN ADILI ROBINHO DI ITALIA 

Insiden pemerkosaan di Milan pada 2013 yang melibatkan Robinho ternyata belum usai. Menurut Football Italia, kini Jaksa kota Milan telah meminta surat perintah penangkapan internasional mantan striker Rossoneri Robinho. Mantan striker Milan dan Manchester City ini kalah dalam banding terakhirnya terhadap hukuman pemerkosaan pada Januari kemarin. Ia pun terancam mendapat hukuman sembilan tahun penjara. Jaksa kota Milan pun mendesak pemerintah Brazil untuk menyerahkan Robinho agar ia bisa segera diadili di Italia. Namun, Pemerintah Brazil belum memberikan izin.

FABIAN RUIZ AKAN MELAWAN IDOLANYA

Pertandingan Napoli melawan Barcelona pada ajang Europa League nanti bakal jadi kenangan yang tak terlupakan bagi Fabian Ruiz. Pasalnya ia sangat mengidolakan sosok Xavi, legenda Spanyol yang kini melatih tim Catalan tersebut. Fabian Ruiz akan melawan Idolanya ditengah rumor bahwa ia dikaitkan dengan Barcelona pada musim panas mendatang. Terlebih Ruiz menjalani musim yang menakjubkan bersama Napoli sejauh ini. Ia sudah mencetak lima gol serta empat assist dalam 24 penampilan di semua kompetisi.

TIELEMANS DAPAT SARAN AGAR PILIH CHELSEA KETIMBANG MU

Youri Tielemans telah disarankan untuk gabung ke Chelsea, meskipun ada minat dari klub-klub lain seperti Arsenal, Liverpool hingga Manchester United. Mantan bintang Manchester United, Kleberson mengatakan kepada Paddy Power bahwa Tielemans harus menolak tawaran dari mantan klubnya dan juga Liverpool. Bermain untuk united cukup beresiko bagi kemajuan karier Tielemans, sedangkan di Liverpool sudah ada pemain yang bertipe sama dengannya. Gaya permainan Chelsea dirasa lebih cocok untuk Tielemans.

MICHU SARANKAN HAALAND UNTUK GABUNG BARCELONA

Ternyata Haaland memiliki hubungan yang baik dengan Michu si pemain “one season wonder” ini. Haaland kerap menonton permainan Michu ketika ia masih berseragam Swansea dan Rayo Vallecano. Pada sesi wawancara dengan Cadena SER, Michu pun mengomentari tentang beberapa rumor yang menghinggapi kawannya tersebut. Michu mengatakan bahwa ia pernah membicarakan hal ini dengan Haaland. Michu berkata bahwa Haaland suka dengan Spanyol dan sedang mencari klub baru yang kuat, juga dapat bersaing di Liga Champions. “Jika Mbappe pergi ke Madrid, saya pikir Barcelona akan menjadi pilihan yang bagus bagi Haaland.” Pungkas Michu kepada Cadena SER. 

JUVENTUS BISA HINDARI KEPERGIAN DE LIGT 

Dengan rumor yang terus memberitakan bahwa De Ligt bakal keluar dari Juventus. Si Nyonya Tua pun mulai pasang badan. Menurut Football Italia, Juventus dilaporkan sedang mempersiapkan perpanjangan kontrak satu tahun untuk Matthijs de Ligt, untuk menghindari penjualannya di musim panas. Kontrak De Ligt memang berakhir pada tahun 2024. Namun direktur Juve sudah mempersiapkan langkah jangka panjang untuk De Ligt di Turin.

CASEMIRO BAKAL ABSEN DI LEG KEDUA LAWAN PSG

Real Madrid sedang dihadapkan dengan situasi yang cukup sulit. Setelah menelan kekalahan di leg pertama kontra PSG, El Real sudah dipastikan bakal kehilangan Casemiro dan Ferland Mendy di leg kedua awal Maret nanti. Kedua pilar pertahanan Real Madrid itu harus absen, lantaran terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Casemiro diberi kartu kuning setelah ia menekel Leandro Paredes di menit ke 37. Ketegangan di antara kedua pemain terlihat jelas pada laga tersebut. Bahkan, Casemiro tampak mencekik leher pemain asal Argentina itu. Ini sebuah kerugian besar bagi Real Madrid.

PICKFORD TERJEBAK DALAM PERKELAHIAN

Polisi sedang menyelidiki perkelahian di salah satu bar yang terdapat Jordan Pickford di dalamnya. Menurut Laporan bintang Everton tersebut tidak mengalami luka apapun, ia berhasil melarikan diri selepas perkelahian itu dimulai. Kemungkinan Pickford tak akan diproses apapun, karena, tampaknya orang yang sedang dicari oleh kepolisian bukanlah Jordan Pickford. 

MOURINHO INGIN REUNI DENGAN RONALDO

Roma adalah salah satu kandidat untuk mendatangkan penyerang Manchester United, Cristiano Ronaldo, jika ia meninggalkan United nanti. Menurut The Sun. Bos AS Roma, Jose Mourinho menginginkan momen reuni dengan Cristiano Ronaldo terjadi di Roma, setelah sebelumnya ia pernah melatihnya di Real Madrid. Sejatinya Ronaldo juga dikatakan dengan Paris Saint-Germain. Namun, Bayern Munich juga tertarik pada jasanya. Patut dinanti Ronaldo yang sudah mulai termakan usia akan melanjutkan karier sepak bolanya kemana.

OLE BAKAL LATIH ABERDEEN?

Aberdeen memang sedang mencari manajer baru setelah memecat Stephen Glass menyusul kekalahan pada Piala Skotlandia dari Motherwell hari Sabtu kemarin. Jack Ross, Jim Goodwin dan Paul Lambert semuanya telah dikaitkan dengan lowongan yang tersedia di Aberdeen. Namun, Charlie Nicholas mendesak mantan klubnya, Aberdeen untuk merekrut mantan manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. Nicholas percaya apabila mereka ingin melakukan perubahan, mereka harus mencoba merekrut Ole Gunnar Solskjaer untuk menjadi pelatih mereka.

TAK ADA ATURAN GOL TANDANG DI LIGA CHAMPIONS

Di ajang Liga Champions tahun ini peraturan selisih gol tandang sudah tidak berlaku lagi. Lantas bagaimana jika pertandingan berakhir imbang? Jadi mulai hari ini, semua pertandingan di fase gugur Liga Champion apabila setelah dilakukan dua leg dan tetap berakhir imbang, maka pertandingan akan dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Tambahan waktu tetap seperti biasa yaitu 15 menit per babak. Jika skor masih Imbang, permainan akan diselesaikan melalui adu penalti.

HASIL LIGA CHAMPIONS

Liverpool sukses menggulung Inter Milan pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (17/2) dinihari WIB. The Reds mencetak gol di babak kedua lewat aksi Roberto Firmino di menit 75 dan Mohamed Salah di menit 83. Skor 2-0 untuk Liverpool bertahan hingga laga bubar. 

Pada laga lainnya, FC Salzburg bermain imbang 1-1 melawan Bayern Munchen. Bertanding di Red Bull Arena, Salzburg unggul terlebih dahulu melalui Chukwubuike Junior Adamu di menit 21. Bayern kemudian sukses menyamakan kedudukan di menit-menit akhir laga melalui Kingsley Coman. 

ATLETICO MADRID DIGASAK LEVANTE

Atletico Madrid tumbang di kandang dari tim juru kunci Levante. Los Colchoneros kalah 0-1 dalam laga lanjutan La Liga di Wanda Metropolitano, Kamis (17/2) dini hari WIB. Atletico yang tampil menyerang tak mampu mencetak sebiji gol pun. Hingga petaka kemudian menghampiri mereka di menit 54. Adalah Gonzalo Melero yang mencetak gol kemenangan Levante. Atas hasil ini Atletico belum beranjak dari posisi kelima dengan nilai 39 poin.

NEYMAR SAMAKAN MARCO VERRATTI DENGAN XAVI DAN INIESTA

Mega Bintang Paris Saint-Germain, Neymar, mengakui kehebatan rekan setimnya, Marco Verratti. Verratti merupakan salah satu pemain terbaik PSG di laga melawan Real Madrid yang berakhir dengan kemenangan Les Parisiens 1-0. .Neymar sendiri sudah bermain bersama Verratti sejak dia datang ke Paris pada 2017, namun setelah melihat dia bermain di laga itu, Neymar baru sadar Verratti merupakan pemain spektakuler. Dia bahkan menyamakan Verratti dengan dua legenda Barcelona, Xavi dan Iniesta.

RAHASIA COURTOIS BENDUNG PENALTI LIONEL MESSI

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois sukses menggagalkan penalti bintang PSG Lionel Messi. Courtois mengaku sudah mempelajari gaya penalti Messi. Dia mengakui bahwa Messi melakukan banyak eksekusi penalti sehingga sejatinya sulit untuk menebak arah penalti pemain Argentina tersebut. “Tentu saja dia banyak melakukan tembakan penalti dalam satu musim jadi sulit untuk menebak. Namun dia beberapa kali gagal di sisi kanan gawang jadi saya rasa dia akan melepaskan tembakan ke sisi kiri gawang.”

PENAMPILAN IMPRESIF MBAPPE BIKIN ANCELOTTI TERKESIMA

Kinerja Kylian Mbappe yang luar biasa saat PSG bersua Real Madrid, membuat Carlo Ancelotti terkesima. Bintang PSG itu menjadi pahlawan Les Perisiens di leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan los Blancos. Pelatih Madrid tersebut memuji setinggi langit penampilan Mbappe. Ancelotti mengatakan bahwa Mbappe tak terbendung meski sudah ditempel ketat oleh bek Real Madrid.

USAI KALAHKAN MADRID, MBAPPE AKUI BAHAGIA DI PSG

Kylian Mbappe mengaku saat ini belum memikirkan perkara masa depannya bersama Paris Saint-Germain. Bahkan setelah mencetak gol tunggal kemenangan timnya ke gawang Real Madrid, klub yang paling sering diprediksi bakal jadi rumah barunya, sang penyerang Prancis tetap tenang. Mbappe semakin menggarami luka fans Real Madrid dengan menyatakan dirinya betah di PSG. Hingga akhir musim nanti ia belum akan membuat keputusan apapun perkara transfer.

HAALAND DIPASTIKAN ABSEN DI LAGA KONTRA RANGERS

Jimat Borussia Dortmund, Erling Haaland dipastikan absen untuk laga 16 besar Liga Europa melawan Rangers, Jumat (18/2) dini hari WIB, karena masih dibekap cedera meski telah berlatih kembali. “Dia tidak masuk dalam pemain yang akan diturunkan,” ujar pelatih Dortmund Marco Rose, Rabu (16/2), ketika ditanya mengenai kondisi penyerang Norwegia yang telah absen sejak 22 Januari karena cedera itu.

VAN DIJK AKUI INTER SULIT, TAPI LIVERPOOL SOLID

Liverpool harus berjuang ekstra untuk menundukkan Inter Milan dalam duel leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2021/22, Kamis (17/2). Bek Liverpool, Virgil van Dijk terpilih sebagai man of the match pertandingan ini. Van Dijk tampil tangguh di belakang, memotong aliran serangan Inter dan tangguh dalam duel-duel udara. Dia mengakui bermain di kandang Inter sulit untuk Liverpool. Meski begitu, rekan-rekannya bisa tampil solid.

XAVI TEGASKAN LAGA LAWAN NAPOLI JADI PEMBUKTIAN BARCELONA

Barcelona membidik kemenangan saat bersua Napoli dalam laga play-off fase gugur Liga Europa 2021/22. Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, pasalnya memandang laga tersebut sebagai pembuktian Blaugrana. Xavi merasa Barcelona sudah bukan lagi menjadi tim unggulan usai tersingkir dari fase grup Liga Champions. Tidak diunggulkannya dalam laga ini tentu saja karena riwayat pertandingannya yang belum konsisten. Bahkan, Barca nyaris kalah oleh Espanyol jika tidak diselamatkan Luuk De Jong dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2021/22 teranyar.

BARCELONA TERTARIK UNTUK DATANGKAN BEK NAPOLI

Barcelona dikabarkan tertarik untuk mendatangkan bek tengah milik Napoli, Kalidou Koulibaly musim panas mendatang. Seperti diketahui, Bek tengah merupakan masalah terbesar Barcelona dalam beberapa musim terakhir. Cedera dan penampilan tak konsisten menjadi penyebabnya. Saat ini Barcelona memiliki Gerard Pique, Eric Garcia, Oscar Mingueza, serta Ronald Araujo di posisi ini. Namun, Xavi tampaknya belum puas dan berencana untuk menghadirkan sosok baru, yang menurut Football Italia adalah Koulibaly.

MU TERANCAM KENA HUKUMAN DARI FA KARENA LAGA VS BRIGHTON

Manchester United menjamu Brighton, Rabu (16/2) dini hari WIB yang dimenangkan MU 2-0. Sayangnya, ada setitik noda dalam torehan apik tersebut. Hal ini berkaitan dengan sikap para pemain ketika Anthony Elanga dilanggar Lewis Dunk pada menit ke-52. Mulanya, wasit hanya memberikan kartu kuning buat Dunk. Keputusan tersebut membuat para pemain MU melampiaskan protes. Mereka ingin Dunk mendapatkan kartu merah. Karena terdesak, wasit pun meninjau ulang kejadian lewat VAR. Ia kemudian mengubah keputusannya dan memberikan kartu merah kepada Dunk. Rupanya, aksi protes pemain setan merah tidak sejalan dengan aturan FA. MU pun terancam hukuman dari FA.

MOHAMED SALAH CETAK SEJARAH DI LIGA CHAMPIONS

Mohamed Salah cetak gol saat Liverpool menang 2-0 atas Inter Milan pada leg I 16 besar Liga Champions 2021/22. Itu membuat Salah mencetak sejarah di UCL. Dilansir dari Optajoe, Salah menjadi pemain kedua yang mencetak gol ke gawang Inter Milan dan AC Milan dalam satu musim Liga Champions. Sebelumnya, Salah mencetak gol ke gawang Milan di fase grup kala The Reds menang 3-2 di Anfield. Catatan tersebut sebelumnya dicapai oleh Peter Crouch pada musim 2010/11 saat main untuk Tottenham Hotspur.

HARVEY ELLIOT LAKONI DEBUT BERSEJARAH DI UCL

Harvey Elliott mengukir debut bersama Liverpool di kompetisi antarklub elite Eropa. Pada laga kontra Inter, ia dimainkan sejak menit pertama. Debut Elliott di Liga Champions semakin terasa spesial karena ia mengukir catatan bersejarah. Pada usia 18 tahun 318 hari, Elliott menjadi pemain termuda Liverpool yang tampil sebagai starter di Liga Champions. Elliott memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh rekan setimnya, Trent Alexander-Arnold (18 tahun 354 hari), saat menjadi starter dalam laga kontra Spartak Moscow pada 2017.

MEDIA PRANCIS: LIONEL MESSI MENYEDIHKAN

Penampilan Lionel Messi di laga kontra Madrid diberi penilaian buruk oleh media ternama Prancis, L’Equipe. Tampil 90 menit, Messi membuat 8 shots, dengan hanya dua tembakan yang tepat ke gawang. Usai laga, oleh L’Equipe, La Pulga cuma diberi nilai 3 dari skala 1-10. Salah satu alasan L’Equipe memberi nilai 3 karena gagalnya Messi menendang penalti. “Ada sesuatu yang menyedihkan melihatnya seperti itu. Pada babak pertama, di posisi hampir sebagai gelandang, pemain Argentina itu beberapa kali punya aksi, namun juga gagal memaksimalkannya,” tulisnya.

HARGA JERSEY DAN NOMOR PUNGGUNG PRATAMA ARHAN DI TOKYO VERDY

Situs resmi merchandise klub Tokyo Verdy sudah membocorkan nomor punggung yang akan dikenakan Pratama Arhan di J-League 2 musim ini. Arhan bakal mengenakan nomor punggung 38 untuk tim dari kota Tokyo ini. Sepertinya, Arhan mengenakan nomor punggung tersebut karena penjumlahan kedua angka tersebut ada di angka 11, nomor yang ia pakai selama membela PSIS dan Timnas Indonesia. Harga jersey replika Tokyo Verdy sendiri di Jepang mencapai 17.050 yen (2,1 juta rupiah) untuk kostum Home dan Away.

Hal-Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Tokyo Verdy, Klub anyar Arhan

0

Seperti yang sudah-sudah, jika ada pemain lokal yang berkiprah ke luar negeri, pasti akan disambut dengan senang hati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Begitu pula Pratama Arhan yang mengejutkan banyak orang setelah direkrut klub Jepang, Tokyo Verdy.

Pratama Arhan dikontrak dua tahun oleh Tokyo Verdy, klub kasta kedua di Liga Jepang, J2 League. Ia mengikuti jejak seniornya seperti Ricky Yacobi, Irfan Bachdim, maupun Lilipaly yang pernah merasakan atmosfer Liga Jepang.

Arhan didatangkan Tokyo Verdy dengan target untuk membantu proyek lolos promosi tahun depan ke J1 League. Selain menanti kiprah Arhan di klub barunya nanti, menarik untuk melihat klub yang akan dibela Arhan. Bagaimana sebenarnya Tokyo Verdy berkiprah di Jepang?

Profil Singkat Tokyo Verdy

Berbasis di Tokyo, sejarah mencatat, Verdy ternyata bukanlah klub ecek-ecek. Di awal terbentuk pada tahun 1969 dengan nama Yomiuri FC, perlahan tapi pasti mereka mulai membangun kekuatan di kancah sepak bola Jepang.

Pada 1978, Verdy berhasil promosi ke liga tertinggi untuk pertama kalinya.
Sejak saat itu, Verdy merajut sederet kisah kesuksesan di level teratas kompetisi Jepang.

Golden era Verdy dimulai pada tahun 1983 hingga 1994. Sebelum berubah format dari Japan Soccer League (JSL) ke J League di awal 90-an, Verdy sukses menjuarai beberapa edisi JSL sebagai Yomiuri FC.

Jangan lupakan, mereka juga pernah mencicipi indahnya berdiri di podium juara Liga Champions Asia di edisi 1987.

Hegemoni mereka berlanjut di awal 90-an. Mereka mampu menyabet gelar J-League selama dua musim dari 1993-1994 saat namanya telah berubah menjadi Verdy Kawasaki.

Sayangnya, pada era krisis moneter melanda Asia pada 1998-an, Verdy Kawasaki juga tertimpa imbasnya. Mereka sempat memotong anggaran klub dan melepas bintang-bintang andalannya. Pada tahun 2004 nama klub pun berubah menjadi Tokyo Verdy hingga sekarang.

Sejak era 2000-an, kedigdayaan Verdy tinggal cerita. Mereka kemudian lebih banyak berkompetisi di kasta kedua Jepang alias J2 League sampai tahun 2022.

Kendati sekarang fans di Jepang lebih memandang mereka sebagai tim semenjana, tapi sejarah akan selalu berbicara bahwa klub satu ini adalah salah satu yang pernah menjadi raja di Jepang bahkan Asia.

Pernah Mendatangkan Hulk

Ketika Tokyo Verdy terdegradasi ke J2 League pada tahun 2006, justru klub ini mampu mendatangkan pemain berkelas. Secara mengejutkan bintang Brazil, Hulk diboyong ke Ajinomoto Stadium pada tahun 2007 dengan status pinjaman dari Kawasaki Frontale.

Bermain di J2 League di usia emasnya, Hulk tampil begitu spartan dengan mencetak total 37 gol untuk mengantar Tokyo Verdy kembali naik ke kasta tertinggi sepak bola Jepang ketika itu.

Sayangnya, Hulk hanya bertahan setengah musim di tahun keduanya. Hulk akhirnya memutuskan untuk kembali ke Eropa dan bermain untuk FC Porto. Ditinggal oleh striker andalannya, membuat Tokyo Verdy kelimpungan. Mereka akhirnya kembali terdegradasi ke J2 League di tahun 2008 dan tak pernah naik kasta sampai sekarang.

Pernah Membantai Real Madrid

Satu hal yang cukup mengesankan dan tak terlupakan dari Tokyo Verdy lainnya adalah klub ini pernah membantai Real Madrid. Madrid yang niatnya sekadar melakoni persahabat pada turnya di Jepang tahun 2005, justru mampu dibantai Tokyo Verdy.

Tokyo Verdy tidak terduga mampu mempermalukan Los Galacticos dengan skor telak 3-0. Selain kebobolan tiga gol, trio Michael Owen, Raul, dan Ronaldo juga tak mampu menggedor jala Verdy.

Gol Tokyo Verdy dicetak Daiyo Kobayashi, kemudian striker Brazil Washington, dan diperbesar Takuya Yamada. Salah satu peluang terbaik Real Madrid diperoleh Beckham ketika tendangan bebas khasnya nyaris membahayakan gawang Verdy.

Wanderley Luxemburgo, pelatih Real Madrid ketika itu mengungkapkan faktor penyebab kekalahan timnya hari ini. Ia menilai anak buahnya mulai kelelahan karena mesti berpindah-pindah tempat ketika tur tersebut.

Beckham Pernah Diludahi Pemain Tokyo Verdy

Saat pembantaian itu ada hal menarik lagi dari Tokyo Verdy. Pada pertandingan itu superstar El Real, David Beckham terlihat bersitegang dengan salah satu pemain Tokyo Verdy, Kazuyuki Toda.

Ketika itu muncul insiden David Beckham terkena cipratan ludah pemain Tokyo Verdy. Kapten Timnas Inggris itu mengaku mukanya telah diludahi gelandang Verdy, Kazuyuki Toda, saat keduanya terlihat bertengkar.

Kiriman air mulut Toda membuat Beckham, Ronaldo, dan Michel Salgado mencoba menyatroni Toda di ruang ganti pemain. Di sana mereka dilaporkan terlibat adu omongan.

Toda sendiri menyangkal, dirinya tidak sengaja meludahi Beckham. “Beckham menendang saya dan saya memarahinya. Ada ludah yang tersembur ketika saya memarahinya dengan lantang, tapi itu sama sekali tidak mengenai dia. Saya rasa gara-gara itu dia menjadi marah dan menemui saya,” Kata Toda.

Pernah Bertemu Persib Bandung

Tokyo Verdy juga pernah bertemu Persib Bandung. Saat masih bernama Verdy Kawasaki, tim ini pernah ke Indonesia dan melakoni laga melawan klub Persib Bandung di ajang Liga Champions Asia tahun 1995.

Ceritanya bermula saat Persib Bandung sukses juara Liga Indonesia musim 1994/95 yang meloloskannya ke Liga Champions Asia.

Persib yang berhasil lolos ke babak 8 besar, masuk di fase grup bersama Thai Farmers Bank, Seongnam Ilhwa Chunma, dan Verdy Kawasaki.

Namun kala itu, Persib harus kalah 3-2 dari Verdy Kawasaki yang masih diperkuat oleh legenda abadi sepak bola Jepang, Kazuyoshi Miura.

Naiknya Followers Tokyo Verdy di Sosial Media Ketika Arhan Datang

Seperti biasa, tiap kali ada pemain Indonesia yang berkiprah di luar negeri, netizen Indonesia berbondong-bondong meramaikan akun sosial media klub tersebut. Begitu pula Tokyo Verdy yang ketiban penggemar tak terduga gara-gara merekrut Pratama Arhan.

Followers Tokyo Verdy sebelum postingan kedatangan Arhan mengudara, hanya memiliki sekitar 20-30 ribu pengikut di Instagram, namun sampai dengan berita kedatangan Arhan dimuat, jumlah followers mereka sudah menyentuh angka 102 ribu. Dan pastinya akan terus bertambah.

Sangat terlihat jelas perbedaan pada postingan tentang Arhan dan postingan sebelum-sebelumnya. Netizen Indonesia berbondong-bondong menyerbu postingan kedatangan Arhan dengan berbagai komentar.

Sepertinya, Tokyo Verdy sudah berhasil masuk dalam jajaran “big four” nya J1 League secara jumlah followers di instagram. Meskipun mereka terhitung klub semenjana yang berkiprah di J2 League.

Tokyo Verdy akhirnya secara followers di instagram berhasil menyalip para klub besar di J1 League macam Urawa Reds, Kashima Antlers, dan Kawasaki Frontale.

Bahkan, Tokyo Verdy berhasil menyandang predikat sebagai jumlah followers terbanyak kedua klub liga Jepang di instagram di bawah Vissel Kobe.

Sungguh luar biasa kalau klub divisi dua akhirnya nanti benar-benar bisa menyusul jumlah followers Vissel Kobe dengan Andres Iniesta-nya, hanya gara-gara satu bek kiri dari Indonesia.

Sumber Referensi : sportdetik, bbc, libero, skorid, bolasport

Mengapa Harry Maguire Tak Pantas Menyandang Ban Kapten United?

0

Manchester United berhasil memetik kemenangan di kandang atas tamunya Brighton & Hove Albion pada Rabu dini hari kemarin. Dalam pertandingan tersebut terbukti bahwa Rangnick tetap mempercayakan Harry Maguire sebagai kapten United.

Walaupun sanggup memimpin rekan-rekannya meraih kemenangan di laga itu, Maguire tetaplah Maguire. Ia tak akan pernah lepas dari kritik tajam yang mengarah ke performanya yang tak kunjung membaik dalam beberapa pertandingan terakhir bersama United.

Contohnya saja pada laga Manchester United melawan Southampton pada pekan lalu. Maguire menampilkan performa yang sangat buruk untuk sekelas pemain langganan Timnas Inggris.

Hingga kini tercatat Maguire sudah hampir tiga musim mengemban mandat sebagai kapten di Manchester United. Namun, apabila mengingat performa buruk yang kerap ditampilkan oleh Maguire, muncul beberapa opini yang menyatakan bahwa Maguire sebenarnya tidak pantas mengenakan ban kapten.

Lantas apa alasannya sehingga Maguire dikatakan tak pantas mengenakan ban kapten di Manchester United? Benarkah Maguire tak pantas menjadi kapten MU?

Jabatan Kapten

Manchester United dikenal sebagai klub bersejarah yang selalu diisi pemain-pemain yang hebat. Oleh karena itu, dalam pemilihan kapten juga tak sembarangan. Ban kapten United kerap dipakai oleh pemain-pemain yang dituakan, berwibawa, dan dapat mencerminkan sikap kepemimpinan yang baik dalam meningkatkan motivasi tim saat bermain.

Sebut saja seperti Roy Keane, pemain yang sangat mengerikan ini dapat melakukan hampir semua hal di lapangan. Ia bermain dengan semangat Irlandia yang kuat, demi lambang Setan Merah.

Pemain yang pernah jadi kapten MU lainnya, Nemanja Vidic juga merupakan bek tangguh bak monster asal Serbia. Bek petarung yang rela berdarah-darah demi menjaga pertahanan Manchester United. Nah, kalau Harry Maguire itu siapa?

Proses Harry Maguire untuk menjadi kapten United pun patut dipertanyakan. Pasalnya, Harry Maguire baru saja bergabung dengan Manchester United pada musim panas tahun 2019. Namun, hanya berselang enam bulan ia tiba-tiba langsung diangkat menjadi kapten Manchester United oleh Ole Gunnar Solskjaer.

Ole menunjuk Maguire sebagai kapten klub lantaran kapten Setan Merah pada musim itu, Ashley Young memutuskan untuk pindah ke Italia, bergabung dengan Inter Milan. Pada momen itulah Solskjaer langsung menunjuk Maguire sebagai pengganti Ashley Young.

Bahkan, Maguire juga mengaku tidak menyangka bisa menjadi kapten Manchester United hanya dalam waktu enam bulan setelah bergabung. Ia juga menyadari bahwa seharusnya tak semudah ini untuk menjadi kapten United.

Karena mengenakan ban kapten Manchester United itu merupakan sebuah kehormatan layaknya memimpin pasukan perang. Namun, ia akan berusaha memaksimalkan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Solskjaer.

Performa Buruk Harry Maguire

Harry Maguire sejatinya dapat menampilkan permainan yang cukup baik di awal-awal musimnya bersama United. Apalagi setelah ia diamanahi sebagai kapten klub, United sempat memuncaki kelasemen sementara Liga Inggris pada musim 2019/20.

Namun, performa Harry Maguire justru mengalami penurunan dan cenderung tak konsisten. Performa dari bek tengah Manchester United itu sudah menurun sejak awal musim ini. Penampilan Maguire cukup mengecewakan apalagi jika kita melihat banderol yang harus United bayar ketika menebusnya dari Leicester City.

Dalam beberapa pertandingan terakhir United pada awal tahun 2022 saja, Maguire sudah beberapa kali mencatatkan error saat mengawal pertahanan United. Maguire juga dituding sebagai biang kerok dari kegagalan Manchester United meraih tiga poin saat melawan Burnley pada 9 Februari kemarin.

Manchester United seharusnya bisa memimpin di awal pertandingan ketika Raphael Varane mencetak gol melalui sundulan, tapi dianulir oleh VAR setelah Maguire dinyatakan offside dan diduga telah melanggar salah satu bek Burnley. Cukup aneh apabila bek tengah sekelas Maguire tak paham sistem kerja dari peraturan offside. 

Paul Pogba sempat membawa Setan Merah unggul. Namun, lagi-lagi Maguire melakukan kesalahan dalam pengambilan bola di awal babak kedua yang menyebabkan Burnley dapat menyamakan kedudukan melalui Jay Rodriguez dan Burnley pun seperti mendapat angin kedua yang membuat mereka berhasil menguasai sisa jalannya pertandingan.

Nah, performa Maguire pada laga melawan Southampton kemarin malah lebih lucu lagi. Pertandingan yang menunjukan hasil akhir imbang 1-1, Harry Maguire dikritik habis-habisan karena kesulitan untuk mengawal penyerang Southampton, Armando Broja. Sebegitu kesulitannya Maguire hingga harus mengeluarkan jurus terlarang miliknya yaitu “No-looks Defending”.

Rentetan performa buruk ini mengakibatkan beberapa pihak, terutama fans merasa Maguire tidak pantas mengenakan ban kapten, dan mereka mendesak agar jabatan kapten Setan Merah milik Harry Maguire dicopot. 

Tak Pantas Jadi Kapten

Inkonsistensi dari Manchester United mengakibatkan performa beberapa pemain jadi sorotan tajam, terutama sang kapten, Harry Maguire. Dengan performanya yang tak kunjung membaik, hal ini membuat publik menilai bahwa sudah saatnya Maguire diturunkan dari jabatan kapten klub.

Menurut legenda Manchester United, Rio Ferdinand, Harry Maguire dirasa terlalu cepat untuk memakai ban kapten di skuad Manchester United. Ferdinand sedikit menyayangkan keputusan untuk menjadikan Maguire kapten, padahal ia masih berstatus pemain baru di United.

“Saya pikir dia menjadi kapten terlalu cepat. Cukup sulit untuk datang ke Manchester United dan merasa nyaman dan tanpa tekanan ekstra menjadi kapten. Ini adalah tanggung jawab besar, itu menempatkan beban besar di pundak Anda,” kata Rio.

Ferdinand malah cenderung mengusulkan agar David de Gea yang menggantikan Maguire sebagai kapten klub. Hal itu mengingat sosok De Gea yang cukup vokal di lini pertahanan dan ia juga sudah sepuluh tahun lebih membela Manchester United. 

Sejak Maguire menjadi kapten, ia tidak menunjukkan dampak yang sangat baik bagi klub. Bahkan Maguire lebih sering kena hujat netizen ketimbang menunjukan permainan yang bagus. Sebagian pihak juga percaya bahwa ia adalah titik terlemah di tim Manchester United. Jadi tak heran apabila fans United menuntut pemain lain agar mengambil alih ban kapten klub.

Rangnick Masih Percaya Maguire

Kritikan terhadap Harry Maguire semakin meningkat terutama selepas aksi “No-looks Defending” miliknya keluar pada match melawan Southampton. Namun, Rangnick selaku manajer sementara klub meresponnya dengan santai. Tak ada alasan baginya untuk mengganti kapten klub.

Rangnick berpikir, pemain Internasional Inggris itu membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pola permainan yang baru.

“Saya pikir setelah kembali dari cedera, Maguire mampu tampil bagus. Dia juga tampil luar biasa di pertandingan melawan West Ham” ujar Rangnick seperti yang dilaporkan Sky Sports.

Namun, Rangnick tak menampik perihal performa Maguire yang menurun di beberapa pertandingan terakhir. Dalam dua pertandingan terakhir sebelum berhadapan dengan Brighton, ia mengakui bahwa Maguire memiliki beberapa kesalahan yang mengakibatkan United harus kebobolan. Tapi Rangnick masih mempercayai Maguire, ia tak melihat alasan apa pun untuk mengubah keputusannya ini.

https://youtu.be/5khK1Pq_Fdw

Sumber: 90min, Sky Sport, SportWorld, Mirror 

Hanya 5 Klub Jerman Ini yang Sanggup Menghabisi Bayern Munchen

0

Bayern Munchen boleh dibilang klub yang tak memiliki kata “terbantai” atau “dihabisi” dalam kurikulum sepak bolanya. Die Roten justru lebih sering menghabisi klub mana pun, tak peduli itu klub besar dan punya banyak penggemar. Raksasa Spanyol, Barcelona sudah terbiasa dihabisi oleh Bayern Munchen.

Namun, nasib tidak mungkin selalu di atas. Ada kalanya terjungkal. Kadang untuk membuat klub raksasa malu, bukan menjadi tugas klub raksasa juga. Tetapi, klub kecil yang berbicara.

Begitulah Bayern Munchen. Ia memang hebat, digdaya, dan punya segalanya. Tapi berhadapan dengan FC Bochum yang secara apa pun jauh di bawah, The Bavarians malah mengkis-mengkis. Tak ada ampun FC Bochum membombardir gawang Munchen dengan 4 gol, yang hanya mampu dibalas lewat dua gol Robert Lewandowski.

Kekalahan atas tim “chiki” bukan kali pertama bagi Bayern Munchen. Setidaknya, soal menghabisi FC Hollywood, klub-klub kecil jagonya. Nah, berikut ini lima klub Jerman yang sanggup menghabisi Bayern Munchen.

Fortuna Dusseldorf

Jika kamu berpikir Bayern Munchen dengan apa yang ia miliki tak pernah merasakan masa suram, kamu salah besar. Sebab di musim 1977/78 di bawah asuhan Dettmar Cramer, Bayern Munchen hanya mampu finis di peringkat ketujuh.

Penderitaan itu masih belum seberapa. Di musim berikutnya, Bayern Munchen tidak pernah menyangka bakal dikalahkan Fortuna Dusseldorf, tim yang sekarang menghuni Bundesliga 2.

Dusseldorf berhasil mempermalukan Bayern Munchen di pertandingan ke-15 lanjutan Bundesliga musim 1978/79. Kala itu, tak tanggung-tanggung Dusseldorf membantai Munchen dengan gelontoran tujuh gol, dan hanya berbalas satu.

Dusseldorf bahkan sudah mencetak gol pada menit pertama lewat kaki Klaus Allofs. Tapi untungnya Munchen segera membalas gol itu melalui bek andalannya, Augenthaler.

Namun, Dusseldorf tak puas hanya dengan hasil imbang. Dusseldorf juga bukanlah klub yang mudah memberikan belas kasihan, apalagi pada Munchen. Alhasil, enam gol kemudian bersarang ke gawang Munchen.

Satu gol dari Emanuel Gunther, sepasang gol dari Wolfgang Seel, dan satu lagi dari Gerd Zimmerman menenggelamkan Munchen. Die Roten pun harus tertunduk lesu karena kalah 7-1 atas Fortuna Dusseldorf.

Sayangnya, setelah itu Munchen dan Dusseldorf bernasib berbeda. Dan membuat kedua klub ini hanya bisa bertemu kalau Dusseldorf naik ke Bundesliga atau di DFB Pokal. Kalaupun bertemu, keadaan sudah tidak seperti dulu lagi.

Eintracht Frankfurt

Jika kisah pembantaian Munchen oleh Dusseldorf itu berlangsung sebelum era 2000-an, Eintracht Frankfurt tidak. Sebelum maupun sesudah tahun 2000, menghabisi Bayern Munchen bukanlah perkara sulit bagi Eintracht Frankfurt.

Mari kita mulai dari yang kuno dulu. Pada Bundesliga musim 1975/76 Bayern Munchen memiliki tekad kuat untuk merengkuh trofi. Buktinya, pada 14 belas pertandingan, Die Roten hanya kalah empat kali. Itu sebelum berjumpa Eintracht Frankfurt di Deutsche Bank Park.

Eintracht Frankfurt lah yang menenggelamkan kembali Munchen ke dasar bumi. Dengan Rummenigge sebagai motor serangan, The Bavarians malah kemasukan gol lebih dulu lewat aksi Rudiger Wenzel pada menit ke-8.

Alih-alih merespon dengan gol, Bayern Munchen justru kebobolan lagi. Bernd Nickel, Jurgen Grabowski, Bernd Holzenbein, dan Wili Neuberger bergiliran mencicil gol ke gawang Munchen sampai babak pertama selesai.

Silakan hitung sendiri berapa golnya. Sementara di babak kedua, Frankfurt justru menambah satu gol lagi lewat aksi Nickel. Bayern Munchen 0 Eintracht Frankfurt 6 terpampang di papan skor.

Nah, sekarang kita masuk ke era post-truth. Tahun 2019 lalu, Bayern Munchen yang sudah diperkuat Lewandowski kembali dihabisi oleh Eintracht Frankfurt. Meski kini Munchen bisa mencetak gol, pembantaian tetaplah pembantaian.

Petaka bermula ketika Jerome Boateng terkena kartu merah, dan Munchen harus bermain dengan sepuluh pemain. Pada babak pertama, Filip Kostic dan Djibril Sow membuat Frankfurt unggul, sebelum Lewandowski memperkecil ketertinggalan.

Namun, Frankfurt benar-benar bisa mengendalikan situasi. Die Roten yang tak jelas arah permainannya membuat Frankfurt kembali mencetak gol. David Abraham, Martin Hinteregger, dan Goncalo Paciencia menggenapi kemenangan 5-1 Frankfurt atas Munchen. Setelah kekalahan ini, pelatih Munchen kala itu, Nico Kovac bahkan langsung dipecat.

FC Saarbrücken

Bayern Munchen memang kesebelasan yang cukup unik, kalau tidak menyebutnya aneh. Munchen bisa membantai klub-klub raksasa, tapi oleh klub seperti FC Saarbrucken saja Munchen justru mengalami kenestapaan.

Apalagi itu terjadi saat Bayern Munchen memiliki skuad yang sangat mewah dan melegenda. Jadi ceritanya, Munchen bentrok dengan Saarbrucken di matchday 30 Bundesliga musim 1976/77.

Munchen masih memiliki nama-nama beken seperti Gerd Muller, Rummenigge, Beckenbauer, sampai Sepp Maier. Namun Munchen justru lebih dulu kebobolan dua gol dari Saarbrucken lewat aksi Roland Stegmayer. Di babak kedua Gerd Muller memperkecil ketertinggalan.

Namun, Stegmayer langsung merespon dengan tambahan dua gol lagi. Pada 10 menit menjelang bubar, Denz dan Schuser mencetak masing-masing satu gol. Bayern Munchen pun kalah 6-1 atas FC Saarbrucken. Karena Saarbrucken kini menurun drastis, sedangkan Munchen kian menggila, mungkin kita akan sulit melihat Munchen dibantai tim ini lagi.

FC Schalke

Sama seperti Eintracht Frankfurt, Schalke mampu mengemas kemenangan besar atas Bayern Munchen sebelum dan sesudah tahun 2000. Pertama, pada Bundesliga musim 1976/77.

Kala itu, Bayern Munchen menjamu FC Schalke di rumahnya sendiri dengan bekal hanya kalah sekali sebelum laga itu tersaji. Secara mental, Bayern Munchen tentu lebih diunggulkan karena sekitar 50 ribu fans mereka hadir kala itu.

Meraih kemenangan di kandang mestinya bukan urusan sulit buat Beckenbauer dan kolega. Namun, Schalke bukanlah klub yang mudah dikalahkan. Apalagi saat itu Schalke masih diperkuat Klaus Fischer, juru gedor mereka.

Dan benar saja, FC Schalke pun unggul lebih dulu lewat gol dari Fischer dan Kremers. Nah di babak kedua, Fischer melipatgandakan golnya menjadi empat.

Schalke juga ketambahan dua gol lagi dari Rudiger Abramczik dan Manfred Dubski. Munchen pun terjungkal dengan tujuh gol Schalke yang tak mampu dibalas satu pun.

Hal yang hampir sama diulangi Schalke di Bundesliga musim 2001/02. Kala itu, Olivier Kahn yang masih mengawal gawang Munchen justru tak berdaya dengan kebobolan 5 gol.

Emile Mpenza, Ebbe Sand, Jorg Bohme, Van Hoogdalem, dan Oude Kamphuis bergiliran membobol gawang Kahn. Lima gol itu hanya berbalas satu gol Bayern Munchen lewat Mehmet Scholl.

Borussia Monchengladbach

Tak perlu mengingat-ingat masa lalu supaya tahu kapan Borussia Monchengladbach mampu membantai Bayern Munchen. Musim ini saja Bayern Munchen sudah kena bantai Gladbach di ajang DFB Pokal 5-0.

Hebatnya lagi, Gladbach melakukan itu ketika Munchen tampil dengan skuad terbaiknya. Catat baik-baik, yang tampil itu skuad terbaik Bayern Munchen, bukan dari akademi.

Gol demi gol menghujam ke gawang Manuel Neuer. Kouadio Kone memulai pesta gol Gladbach di dua menit setelah kick off. 13 menit berselang Rami Bansebaini menggandakan keunggulan, dan tak lama ia mencetak gol lagi lewat titik putih.

Babak pertama berakhir dengan skor 3-0. Skor ini saja sudah sangat telak bagi Munchen. Namun, karena Gladbach sudah pernah mengalahkan Munchen 3-0 di Bundesliga musim 2018/19, maka kali ini harus lebih banyak.

Gladbach pun makin bertindak sewenang-wenang. Benar saja, Breel Embolo lantas menggenapi kemenangan Gladbach dengan dwi golnya. Para pemain Munchen pun hanya bisa memasang wajah memelas.

Dari pertandingan ini, apakah Munchen kehilangan satu pemain sehingga mudah dibantai? Tentu saja tidak. Ini murni karena saat itu, Munchen sepertinya sedang kerasukan setan Old Trafford.

https://youtu.be/HA0ldoUU084

Sumber referensi: chaseyoursport.com, footballdatabase.eu, espn.com, bundesliga.com, bleacherreport.com

Ten Haag dan Pochettino, Mana Yang Lebih Pantas Melatih MU?

Desas-desus pelatih baru Manchester United di musim mendatang mulai terendus nyata. Beberapa fans dan pemain juga telah menjajaki siapa yang paling berpeluang melatih Setan Merah musim depan.

Muncullah dua nama yang paling santer dikabarkan bakal melatih United. Mereka adalah Mauricio Pochettino yang kini masih melatih PSG, dan Eric Ten Haag yang masih melatih Ajax Amsterdam. Keduanya dikabarkan jadi calon terkuat penerus Rangnick yang masa melatihnya akan selesai di akhir musim.

Jika dilihat dari beberapa aspek yang mungkin dijadikan parameter manajemen, fans, maupun pemain, mana yang terbaik dari kedua pelatih muda tersebut? Tentu dengan melihat track record keduanya dari berbagai segi.

Dari Segi Raihan Gelar

Dari segi raihan gelar, Pochettino ketika di Spurs hanya mencapai prestasi terbaiknya dengan membawa Spurs ke final Liga Champions pada 2019. Mereka juga mencapai final Piala Liga pada musim 2014/2015, dan keduanya mengalami kegagalan.

Di Premier League, Pochettino juga pernah membawa Spurs finish sebagai runner up di musim 2016/2017. Di Spurs target utama Pochettino hanyalah membawa Spurs ke Champions League dan gelar lain hanya bonus.

Saat Pochettino menjadi suksesor Thomas Tuchel di PSG, Les Parisiens justru kehilangan gelar Ligue 1 pada musim 2020/21 dari Lille. Pochettino baru bisa meraih gelar pertama di PSG pada Piala Super Prancis di musim 2020/2021.

Namun, PSG harus tersingkir dari Liga Champions di babak semifinal dari Manchester City di musim yang sama. Nah, musim ini PSG dengan nyaman berada di jalur untuk mendapatkan kembali mahkota liga mereka.

Sedangkan Ten Haag dari segi gelar telah berbuat banyak untuk mengembalikan Ajax ke puncak dengan kemenangan Eredivisie di musim 2018/19 dan 2020/21.

Kemungkinan besar musim 2021/22 ini akan menjadi hattrick bagi Ten Haag menjuarai Eredivisie. Yang lebih mengesankan dari Ten Haag adalah perjalanan Ajax ke semifinal Liga Champions musim 2018/19.

Dilihat dari pengalaman meraih gelar rapor Ten Haag lebih cocok dari apa yang diharapkan fans United sekarang. Ten Haag paling tidak sudah mempunyai mental meraih trofi, meski lebih dominan ia raih di kompetisi domestik Belanda.

Sebaliknya, soal gelar Pochettino tak cukup baik membawa tim-tim raksasa. Namun, pengalamannya melatih Tottenham Hotspur menjadi perlu diperhatikan Manchester United. Apalagi jika MU minimal ingin mengamankan slot UCL musim depan.

Dari Segi Kebijakan Transfer

Melihat dari sejarah kebijakan transfer, Pochettino ketika di Spurs secara bertahap membangun skuadnya selama beberapa tahun dengan cara yang sistematis dan cukup sukses dengan dana yang terbatas dari sang pemilik Levy.

Eric Dier, Son Heung-min, Toby Alderweireld, Davinson Sanchez dan Lucas Moura merupakan pembelian cerdik Pochettino di Spurs.

Beberapa transfer Pochettino di Spurs juga banyak yang kurang berhasil seperti Federico Fazio, Clinton N’Jie, Vincent Janssen, maupun Fernando Llorente.

Ketika di PSG, Pochettino ketiban rejeki dari uang sang pemilik, hal yang jarang didapatkannya selama melatih. Pochettino mendapatkan beberapa kemewahan pemain.

Pochettino sepertinya adalah tipe pelatih yang tetap akan mengharapkan dana untuk membangun tim. Tetapi, dia terlihat bukan tipe manajer yang menuntut investasi besar setiap musimnya.

Sedangkan strategi transfer Ajax di bawah Ten Haag berbeda. Mereka telah lama mengembangkan pemain akademi dan menjualnya dengan harga yang sangat besar, atau merekrut pemain dengan harga yang murah, lalu mengembangkannya dan kembali menjualnya demi keuntungan.

Lihat saja contohnya seperti Frenkie de Jong dan Matthijs De Ligt yang masing-masing dibeli oleh Barcelona dan Juventus dengan harga fantastis. Kemudian Hakim Ziyech yang dibeli Chelsea, Manchester United memboyong Donny Van De Beek dan Barcelona membeli Dest.

Tapi Ten Hag juga menunjukkan kelihaian dalam hal merekrut pemain. Ia mendatangkan kembali Daley Blind dari Manchester United dan berhasil menjadi pilar pentingnya. Dusan Tadic juga menjadi salah satu yang berhasil yang didatangkan dari Southampton. Sebastien Haller juga menemukan kembali sentuhan mencetak golnya di Ajax setelah kesusahan di West Ham.

Melihat riwayat kebijakan transfer keduanya baik Ten Haag maupun Pochettino sama-sama mempunyai kelihaian dalam mencari pemain, baik dengan uang terbatas maupun lebih. Di United dengan dana yang cukup, bagi keduanya mungkin tidak akan menjadi masalah, tinggal prioritas pos mana yang akan difokuskan terlebih dahulu.

Dari Segi Permainan

Dari segi permainan keduanya hampir mirip antara Pochettino dan Ten Haag. Keduanya adalah penyuka sepakbola menyerang.

Biasanya Pochettino menyukai formasi 4-2-3-1 ketika di Tottenham. Ia menawarkan keseimbangan dalam bermain yang disesuaikan dengan kapasitas pemain yang ada.

Ketika di PSG, dia cenderung memakai pola 4-3-3 untuk memanfaatkan opsi menyerang yang lebih banyak dengan para pemain bintangnya.

Sementara, dari segi permainan, Ten Haag di Ajax juga memakai pola 4-3-3. Dengan variasi ini mereka mampu mendominasi sebagian besar pertandingan domestik yang mereka mainkan, dan mencetak banyak gol. Ten Haag lebih sering menerapkan strategi melalui penguasaan bola serta kombinasi umpan-umpan pendek yang cepat.

Dengan kemiripan pola kedua pelatih ini, Tampaknya di United tidak akan menjadi masalah, Pochettino di United mungkin tetap akan mengandalkan Bruno dan Ronaldo sebagai tumpuan. Nah, kalau Ten Haag cenderung akan lebih mengandalkan sisi pemain sayap seperti Rashford maupun Sancho.

Dari Segi Menangani Ego Pemain

Dari segi menangani ego pemain, sejak bergabung dengan PSG, Pochettino dihadapkan pada tantangan mengerikan untuk menangani beberapa ego bintang yang ada. Hal itu memang terlihat baik-baik saja. Namun, berurusan dengan sekelompok Galacticos modern di Paris tidak akan pernah mudah.

Pochettino bukanlah seorang yang spesial, tetapi pengalamannya di PSG dalam menangani beberapa ego bintang besar mampu menjadi modal.

Berbeda jauh dengan Ten Haag yang jarang berurusan dengan banyak pemain bintang dengan ego besar. Itu akan menjadi pengalaman barunya jika ia menangani United.

Ten Haag hanya melakukan pendekatan kerja tim dan menganggap semua pemain sama kuat di lapangan dengan tugas masing-masing, meski itu pemain bintang. Hal ini akan diuji di United ketika ia berhadapan dengan beberapa pemain bintang seperti Ronaldo.

Melihat pengalaman dalam menangani ego, Pochettino sudah terbukti daripada Ten Haag. Pochettino mungkin akan lebih diterima di skuad United meskipun Bruno, Pogba, dan Ronaldo masih bertahan. Bagi Ten Haag mungkin bisa mencari formula khusus guna meredam ego para bintang di United.

Dari Segi Mengembangkan Talenta Muda

Tampaknya track record Pochettino dalam memberikan kesempatan kepada pemain muda di skuad yang ia latih sangat selaras dengan tradisi di United.

Pochettino sangat mahir dalam mengorbitkan talenta muda Inggris, entah saat menangani Spurs atau Southampton. Pemain-pemain yang ia orbitkan antara lain Luke Shaw, Adam Lallana, Harry Kane, Dele Alli, Eric Dier, maupun Kieran Trippier.

Hal itu juga sebenarnya berlanjut di PSG. Pemain seperti Xavi Simons, Colin Dagba maupun Nuno Mendes sering diberikan menit bermain oleh Pochettino.

Di lain sisi Ten Haag memang terkenal sebagai pelatih yang mampu mengembangkan talenta muda. Bagaimanapun Ten Haag dan Ajax adalah salah satu maestro pencetak bakat muda akademi hingga sekarang.

Ten Haag juga pandai mengkombinasikan senior dan junior seperti Daley Blind, Dusan Tadic, Nicolas Tagliafico, Davy Klaassen maupun Ryan Gravenberch yang masih berusia 19 tahun.

Melihat pengembangan usia muda, kedua pelatih ini sama mahirnya. Ketika di United pemain seperti Elanga, Mctominay, maupun kembalinya Amad Diallo sepertinya akan menjadi modal bagi polesan Ten Haag maupun Pochettino. Bukan tidak mungkin para pemain muda ini bisa berkembang pesat seiring menit bermain yang diberikan.

Dari Segi Keinginan Fans dan Pemilik

Dari segi keinginan fans maupun pemilik ternyata akhir-akhir ini tidak menemui titik temu. Fans United terbelah menginginkan Pochettino dan Ten Haag. Di sisi lain sebagian besar pemain yang ada di United sekarang ternyata lebih mendukung Pochettino.

Sedangkan sang pemilik lewat direktur mereka yang baru, Richard Arnold lebih memprioritaskan Ten Haag. Dan hal itu juga didukung oleh pelatih interim United sekarang Ralf Rangnick yang setuju dengan penunjukan Ten Haag karena kesamaan filosofi.

Jadi Pochettino dan Ten Haag akan sama-sama memiliki PR untuk memenangkan hati para fans maupun pemilik United. Selera fans United terhadap Ten Hag dikarenakan kerinduan mereka akan permainan menyerang di era Ferguson yang sudah lama hilang. Sementara Pochettino dinilai fans juga mampu untuk membawa United ke level yang lebih baik akan tetapi ada juga yang menganggapnya hanya akan sama “seperti ole”.

Untuk sebagian fans yang tidak suka pada Ten Haag beralasan bahwa pengalaman yang kurang di Premier League dan proses adaptasi yang lama menjadi halangan, itupun kalau cocok.

Dalam kasus itu mungkin fans United dapat berkaca pada Jurgen Klopp dan Pep Guardiola ketika mereka kosong pengalaman Premier League, ketika tiba di Liverpool dan Manchester City, toh mereka juga bisa sukses.

Beberapa aspek yang dilihat dari Pochettino maupun Ten Haag, tentu ada plus-minusnya. Bagaimanapun kandidat pelatih United musim depan sudah mengerucut pada dua orang itu. Tinggal beberapa pertimbangan saja yang harus dikompromikan secara bersama antara fans, pemain, dan pemilik guna memantapkan penunjukan the real coach United musim 2022/2023.

Sumber Referensi : thesun, givemesport, football365, dailymail

Bagaimana Carlos Queiroz Membangun Timnas Mesir Jadi Tim yang Hebat?

0

Carlos Queiroz terpilih menjadi juru taktik Timnas Mesir, Kamis, 9 September 2021. Eks pelatih Real Madrid itu hanya butuh waktu enam bulan untuk merealisasikan keinginan Egypt Football Association (EFA) melihat Timnas Mesir tampil di partai puncak Piala AFCON 2021. 

Queiroz merupakan asisten Sir Alex Ferguson selama dua periode di MU. Ia juga pernah menangani tim-tim besar Eropa lain seperti Real Madrid dan Timnas Portugal, Iran, dan Kolombia. Ia dikontrak dengan durasi 1,5 tahun dengan gaji 2,3 juta euro atau 37,2 miliar rupiah.

Queiroz Datang Karena Kesamaan Visi 

Carlos Queiroz berhasil mengantarkan Mesir menjadi runner up di Piala AFCON 2021 usai kalah lewat adu penalti dari Senegal pada Senin, 7 Februari 2022 di Stadion Paul Biya, Olembe. Namun, capaian Salah dan kawan-kawan pada gelaran dua tahunan ini dianggap berhasil, karena The Pharaoh terakhir tampil di partai final Piala AFCON pada tahun 2017.

Perekrutan pelatih kelahiran Mozambik pun dianggap berhasil karena bertujuan melanjutkan tradisi Timnas Negeri Piramida sebagai salah satu raja di Piala Afrika. Timnas Mesir cukup sukses dengan torehan 7 gelar Piala Afrika, dan tiga sisanya masuk final.

Ketua EFA, Gammal Alam mengakui telah memantau Queiroz sejak membawa Timnas Iran ke Piala Dunia 2018. Kesamaan visi untuk membawa Mesir ke jalur juara jelas menjadi daya tariknya.

“Ia tertarik bekerja sama dengan Timnas Mesir untuk jangka panjang. Kami memiliki tradisi juara serta lolos piala dunia dan Carlos punya cara mengelolanya,” ungkap Gammal.

Tak heran jika tawaran Mesir diambil oleh Queiroz. Visi yang dipaparkan EFA untuk rutin tampil di kejuaraan regional dan internasional meyakinkan Queiroz melatih The Pharaoh. Dalam waktu dekat ia akan bekerja untuk memenuhi harapan publik sepak bola Mesir tampil pada babak kualifikasi Piala Dunia 2022 di Qatar. 

Harapan publik Mesir harus diwujudkan Queiroz dengan mengalahkan Senegal di dua pertemuan yang akan dihelat 24 dan 29 Maret mendatang.

Tradisi sepak bola Mesir cukup jelas untuk memenuhi tujuan-tujuan manajerialnya. Ia tahu jika berhasil memenuhi itu, kecintaan publik kepada Queiroz akan membuncah tentu dengan pencapaian lagu kebangsaan Mesir berkumandang di Piala Dunia Qatar pada 2022.

Kesamaan visi telah tercapai, mampukan Queiroz memenuhi ekspektasi itu?

Pemegang Tunggal Kontrol Tim

Visi dan misi tanpa aksi adalah halusinasi. Barangkali Queiroz memegang ungkapan itu untuk membentuk anak asuhnya menjadi tim bermental juara.

Guna melaksanakan visi dan misi EFA membawa Timnas Mesir melanjutkan tradisi juara, ia menjadi pelatih yang akan mengontrol tim tanpa intervensi asosiasi.

Tangan besinya dapat disaksikan kala Mesir akan berangkat ke Kamerun untuk mengikuti turnamen Piala AFCON 2021. Queiroz mengumumkan nama-nama pemain yang dianggap publik performanya biasa-biasa aja bersama klub.

Nama-nama itu antara lain, bek tengah Mohammad Abdelmonem dan sayap kiri Omar Kamal dari Future FC dianggap pemain yang biasa aja. Pun Pemain Stuttgart, Omar Marmoush yang baru merasakan debut bersama The Pharaoh di bawah asuhan Queiroz.

“Ketika dia menunjuk tim untuk AFCON, ada beberapa nama yang bikin mengernyitkan dahi pendukung timnas Mesir,” kata Amr Fahmy dari BeIN Sports.

Pria asal Portugal itu peduli setan dengan publik berkata apa. Ia enggan berjanji mempersembahkan trofi kedelapan untuk Mesir. Jalan yang ia pilih untuk mengantarkan anak asuhnya ke Kamerun untuk bermain secara tim.

“Tidak ada dalam kontrak (dengan EFA) yang mengharuskan saya membawa trofi Piala AFCON untuk tim. Di sana (kontrak) hanya tertulis lolos kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022,” ungkapnya.

Tak pelak gaya Queiroz sering disebut pelatih bertangan besi dengan memegang kontrol total atas tim asuhannya. Wajar bila ia mendepak pemain yang tak sesuai skemanya. 

Model kepemimpinan eks pelatih Real Madrid tak boleh ada dua matahari dalam tim, cerminannya saat ia gagal menukangi Los Galacticos karena kesulitan mengelola bintang-bintang mapan macam Figo, Ronaldo, dan Guti.

Menanamkan ‘Imajinasi Ancaman’ ke Timnas Mesir

Kontrol atas tim yang telah ia raih memudahkan untuk menerapkan psikologi permainan dalam menghadapi laga-laga di final AFCON 2021.

Memadukan kemampuan tim dengan semangat berapi-api selama berhadapan dengan musuh di lapangan dan meeting setelah pertandingan. Cara Queiroz mirip dengan permainan psikologis imajinasi ancaman (siege mentality) rekan senegaranya José Mourinho.

Prinsipnya siege mentality menghadirkan kekuatan luar sebagai ancaman bermusuhan untuk menumbuhkan perasaan kolektif ditindas atau diserang, yang diharapkan akan mengarah pada rasa kohesi dalam suatu kelompok.

Mentalitas Timnas Mesir terbentuk menjadi ‘kita versus mereka’ yang diciptakan berguna dalam sepak bola karena persepsi lingkungan luar yang bermusuhan dapat menimbulkan rasa persahabatan yang lebih kuat di antara para pemain.

Permainan “imajinasi ancaman” Queiroz lakukan dalam tindakan melewatkan konferensi pers menjelang perempat final melawan Maroko dengan alasan lalu lintas macet”. CAF mencurigai alasan yang aneh untuk tim yang berpengalaman dan menyelidiki lalu mendenda The Pharaoh 100 ribu dolar atau setara

Bein Sport menelusuri kejadian tersebut dan mendapatkan jawaban dari salah satu staf dalam tim dan CAF mengatakan tidak ada karena macet di jalanan, hanya Mesir yang tidak mau muncul.

Imajinasi ancaman itu dapat disaksikan dalam dua kali 45 menit.  Staf kepelatihan yang berada di bangku cadangan Mesir selalu mengeluh setiap bola yang tidak berhasil ia kuasai, berteriak pada wasit cadangan dan official match, dan melanggar area di luar bangku cadangan. Hal itu membuat asisten pelatih Wael Gomaa mendapat kartu kuning.

“Ini semua disengaja. Anda harus memahami bahwa hal-hal ini bersifat psikologis yang dilakukan oleh penghuni bench Mesir sama pentingnya dengan bermain fisik di lapangan,” tutur wartawan Kairo, Fekry.

Lagi-lagi permainan psikologis dilakukan saat Queiroz  menghentikan sesi latihan terakhir tim menjelang semifinal melawan Kamerun setelah sebuah drone muncul di lapangan. Drone yang dianggap melakukan mata-mata, membuat pria asal Portugal menginstruksikan anak asuhnya melakukan latihan bebas.

Puncaknya, dramaturgi Queiroz diusir dari bench oleh wasit karena dianggap melakukan protes berlebihan secara terus menerus kepada wasit dan official team saat memenangkan partai semifinal melawan Kamerun.

Kerja-kerja Carlos Queiroz tak bisa terhenti karena tumbang di partai final AFCON 2021. Babak playoff ke Piala Dunia Qatar 2022 di depan mata dan kita akan menonton bench Timnas Mesir diisi manusia-manusia super cerewet. 

Referensi : EG24, These Football, The Analyst, These Football, Transfermarkt, kingfull, manchesterevening,

 

Berita Bola Terbaru 16 Februari 2022 – Starting Eleven News

BERITA TERBARU DAN TERKINI

MENANTI PARA PEMINANG JACK WILSHERE

Mantan gelandang Arsenal Jack Wilshere diincar oleh beberapa klub Eropa setelah ditegaskan bahwa tidak ada tawaran dari The Gunners yang akan datang. Jack Wilshere mendapati dirinya tanpa klub di musim panas lalu setelah putus kontrak di oleh Bournemouth, dan diundang kembali untuk berlatih bersama tim Mikel Arteta.Selama waktu itu, pemain internasional Inggris itu juga menghabiskan waktu bekerja dengan tim muda The Gunners. Untuk saat ini, dia ingin terus bermain dan sepertinya Wilshere akan bergerak lebih dekat untuk menemukan tim baru. Klub Serie B Italia, Como, yang sebelumnya mencoba mengontrak Wilshere musim panas lalu, tidak dapat mengontrak mantan pemain internasional Inggris itu karena ia adalah pemain non-Uni Eropa.Wilshere juga menjadi subjek tawaran resmi dari tim Liga Super Yunani yang tidak disebutkan namanya. menarik untuk melihat kemana selanjutnya wilshere berlabuh.

CALON SPONSOR BARU AC MILAN

Milan sedang merundingkan kesepakatan sponsorship baru dengan perusahaan asuransi online Wefox. Rossoneri telah bekerja selama berbulan-bulan sekarang untuk meningkatkan jumlah pendapatan yang dihasilkan dengan perjanjian sponsorship, dan tim juga telah menjalin lebih dari 25 kemitraan sejak Agustus tahun lalu. Perusahaan asuransi online, yang berfokus pada asuransi mobil dan rumah ini didirikan berdiri sejak 2015 dan merupakan salah satu perusahaan asuransi Eropa paling terkenal di dunia. Pembicaraan antara kedua pihak berada pada tahap lanjutan dan pembaruan diharapkan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang. Selain itu juga Rossoneri juga sedang berusaha untuk menegosiasikan  kembali kesepakatan baru dengan Puma dan Fly Emirates.

MO SALAH TIDAK ASING DENGAN KANDANG INTER MILAN

Mohamed Salah kembali menghadapi Inter di San Siro untuk pertama kalinya sejak 2017. dia siap untuk mencetak gol lagi di sana. Penyerang Mesir itu menghabiskan dua setengah tahun di Serie A pada awal karirnya, menghabiskan enam bulan bersama Fiorentina dengan status pinjaman dari Chelsea sebelum menghabiskan dua tahun di ibu kota bersama Roma. Selama 30 bulan di Italia, ia menghadapi Nerazzurri lima kali. Mo Salah telah mengalahkan Inter tiga kali dalam karirnya. Dia mencetak gol dalam kemenangan 1-0 Fiorentina atas Nerazzurri di San Siro pada Maret 2015. Sekarang dia memiliki kesempatan untuk mengulangi prestasi itu lagi pada hari Rabu 16 Februari 2022 ketika Inter menjamu Liverpool di Leg pertama babak 16 besar Liga Champions. 

CANCELO BEBERKAN KASUS PERAMPOKAN 

Pemain internasional Portugal Joao Cancelo melihat rumahnya menjadi sasaran sekelompok penyusup pada bulan Desember 2021 lalu dan memaksanya untuk mencoba dan melawan mereka. Akhir akhir ini Bek Manchester City itu telah berbicara di depan khalayak umum untuk pertama kalinya tentang peristiwa perampokan “mengerikan” yang membuat keluarganya dan dia mengalami luka parah di wajahnya itu. Dia berusaha melawan empat penyusup itu di dalam rumahnya, pria berusia 27 tahun itu mengatakan dia terbiasa mengatasi tantangan itu. Cancelo berkata “Itulah hidup, ya Itu terjadi kepadaku, itu mengerikan, dan meneror keluarga saya, mereka tidak pantas melakukan itu, ada banyak rintangan dalam hidup saya dan saya harus melewatinya. betapapun banyak orang mencoba membuat saya menderita, mereka tidak akan mencapainya.”Kata Cancelo

KEDALAMAN SKUAD LIVERPOOL DITANGGAPI KLOPP

Untuk pertama kalinya dalam dua setengah tahun The Reds memiliki skuad yang sepenuhnya fit. di mana kekhawatiran terbesar adalah memilih pemain mana yang akan diturunkan, dicadangkan maupun dicoret berkat kuota. Tidak kurang dari 24 pemain senior bersaing untuk mendapatkan tempat di Liverpool musim ini. Keputusan sulit menunggu Klopp dalam mengatur tim. Di partai melawan Burnley, misalnya, ada kekecewaan bagi Joe Gomez dan Curtis Jones, yang keduanya dicoret dari skuad meskipun keduanya fit dan tersedia. Begitu pula Takumi Minamino dan Divock Origi, yang juga tidak diikutsertakan skuad. Keempatnya berkontribusi pada perjuangan Liverpool musim ini.Tapi begitulah kekuatan Klopp saat ini dan harus mulai terbiasa menjadi bagian dari kebijakan rotasi.

ARAUJO MINTA MAAF ATAS KEJADIAN DI ESPANYOL

Bek Barcelona Ronald Araujo telah meminta maaf karena mengejek pemain rival sekota mereka Espanyol, Nicolas Melamed. Ketika Melamed dikeluarkan dari lapangan, Araujo menyerangnya dengan memberi isyarat bahwa Espanyol ditakdirkan untuk mengalami degradasi lagi musim ini dengan simbol jempol ke bawah. Araujo telah mengakui tindakannya yang salah, dan dia telah memposting di media sosial pribadinya soal permintaan maafnya “Saya ingin meminta maaf kepada semua penggemar Espanyol atas sikap yang saya buat malam itu, Itu adalah produk dari ketegangan derby yang sangat kompetitif. Kata Araujo.

MAGUIRE TETAP JADI KAPTEN ! KATA RANGNICK

Ralf Rangnick menegaskan tidak perlu mencopot Harry Maguire dari kapten Manchester United meskipun mengakui dia telah melihat penurunan dari performa maguire beberapa pertandingan terakhir. Maguire telah berada di bawah pengawasan untuk beberapa penampilan. sebagian pendukung United telah menyarankan ban kapten harus diambil darinya. Kritik terhadap pemain berusia 28 tahun meningkat selama akhir pekan saat United berturut-turut bermain imbang.“Saya pikir ketika dia kembali setelah cedera, dia melakukannya dengan sangat baik. Dia memiliki performa yang sangat bagus, seperti pertandingan yang sangat bagus melawan West Ham,” kata Rangnick. Kita tahu Maguire diangkat sebagai kapten United pada Januari 2020 oleh bos sebelumnya Ole Gunnar Solskjaer, lima bulan setelah ia pindah ke Old Trafford

MOURINHO KEMBALI MENUAI KRITIKAN

Jose Mourinho mendapat berbagai kritik setelah hasil mengecewakan Roma musim ini. Giallorossi hanya mendapat satu poin melawan Sassuolo di Serie A. Sikap Mourinho yang telah secara terbuka mengkritik para pemainnya di depan media selama beberapa minggu terakhir ini mendapat kritik dari mantan pelatih AS Roma Fabio Capello. Ia menyoroti bagaimana perilaku pelatih merusak sendi-sendi Giallorossi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pekan lalu, Mourinho pun sempat menuduh para pemain Roma yang tidak memiliki kepribadian dan tanpa semangat setelah kalah 2-0 melawan Inter di Coppa Italia. Disisi lain mantan pemain senior Italia, Paolo Di Canio juga mengkritik Mourinho. Ia menyoroti bagaimana Mourinho menggunakan pendekatan yang sama selama ia melatih di Tottenham, dan itu tidak membuahkan hasil sama sekali.

BAKAL ADA STADION BERNAMA SADIO MANE DI SENEGAL

Pemain depan Liverpool Sadio Mane akan memiliki stadion dengan nama dirinya. Hal ini ditujukan untuk menghormatinya di wilayah dekat rumahnya di Sedhiou, Senegal. Menyusul kemenangan Senegal di AFCON 2021 Pemain berusia 29 tahun itu adalah salah satu bintang turnamen dan mencetak gol kemenangan penalti dalam adu penalti di final melawan Mesir untuk memberi Senegal gelar AFCON perdana mereka. “Mane telah menghormati Senegal, wilayah Sedhiou dan seluruh negara bagian,” kata walikota setempat, Abdoulaye Diop. “Saya ingin memberikan nama Sadio Mane ke Stadion Sedhiou, untuk mengungkapkan pengakuan bahwa semua putri dan putra di wilayah ini bangga terhadap seorang Mane”. Imbuh Diop.

GARY NEVILLE TAU SIAPA YANG SELALU MEMBOCORKAN AIB UNITED

Gary Neville mengaku mengetahui siapa saja yang terlibat dalam bocornya kabar internal dari Manchester United, setelah ‘rahasia’ baru-baru ini dari ruang ganti menjadi pengetahuan publik. hal-hal ini tidak berjalan dengan baik di lapangan, seperti kasus bahwa para pemain tidak menyukai metode pelatihan Rangnick, setelah mengambil alih dari Ole Gunnar Solskjaer pada bulan Desember, dengan asisten pelatih Chris Armas dilaporkan diberi julukan ‘Ted Lasso. Neville mengecam laporan tersebut, ia menyebutnya ‘tidak sopan’, dan mengklaim tim PR para pemainlah yang membocorkan informasi tersebut, Tetapi tidak menyebutkan nama para pemainnya. Agen pemain dan tim PR memberi pengarahan kepada media pada hari pertandingan tentang apa yang terjadi di dalam klub dan Itu yang terjadi di Manchester United sekarang.

HASIL PERTANDINGAN

Hasil pertandingan liga Inggris, Manchester United vs Brighton yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Manchester itu berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan skuad asuhan Ralf Rangnick. Gol dicetak oleh duo Portugal yaitu Cristiano Ronaldo pada menit ke 51 dan Bruno Fernandes pada menit ke 90+7 buah assist dari Paul Pogba.

Sedangkan dari hasil pertandingan Liga Champions, klub Manchester lainya, yaitu Manchester City, berhasil menggilas Sporting Lisbon dengan skor 5-0. Dua gol dicetak oleh Bernardo Silva pada menit ke 17 dan 44 dan Riyad Mahrez di menit 7, Phil Foden di menit 32 dan Raheem Sterling di menit ke 58.

Di pertandingan Liga Champions lainya ada pertandingan Big Match yang mempertemukan Paris Saint-Germain dengan Real Madrid. Pertandingan berjalan ketat namun dewi fortuna masih berpihak kepada PSG. Skor akhir 1-0, gol semata wayang diciptakan oleh Kylian Mbappe di penghujung laga.

MBAPPE NYEKOR LAWAN CALON KLUBNYA

Pertandingan antara PSG vs Madrid berjalan cukup sengit. Namun, PSG dapat menguasai jalanya pertandingan. Hampir sepanjang laga PSG berusaha mendobrak pertahanan Real Madrid dan akhirnya pada menit ke 90+4, yang katanya si “Calon” pemain Madrid, yaitu Kylian Mbappe pun jadi pemecah kebuntuan PSG. Dengan skill individunya Mbappe melewati beberapa pemain bertahan Madrid dan akhirnya ia dapat menjebloskan bola ke gawang Courtois dari sudut yang cukup sempit. 

RONALDO AKHIRNYA CETAK GOL LAGI 

Cristiano sempat mengalami fase-fase sulit ketika tak dapat mencetak gol di beberapa pertandingan terakhirnya bersama Manchester United. Ia nampak kesulitan, bahkan Ronaldo sempat gagal mengeksekusi penalti pada laga melawan middlesbrough. Namun, kesengsaraan Ronaldo akhirnya berakhir pada dini hari tadi saat ia membawa United unggul melawan Brighton pada menit ke-50. Di Akhir laga, United pun menang 2-0 atas Brighton 

SEDANGKAN MESSI GAGAL PENALTI

Berbeda dengan Ronaldo, Messi justru kembali gagal cetak gol lewat titik penalti. Hal itu terjadi pada menit ke 62 kala Daniel Carvajal melanggar Kylian Mbappe di dalam kotak penalti. Namun, sayang, La Pulga yang maju sebagai algojo gagal memanfaatkan momen tersebut. Ia berusaha mengarahkan bola ke sudut kanan namun bola sepakan Messi masih bisa ditepis dengan baik oleh Thibaut Courtois.

75% PEMAIN TETAP INGIN PIALA DUNIA SETIAP 4 TAHUN SEKALI

Mengenai kontroversi pelaksanaan Piala Dunia. FIFPRO sudah memaparkan hasil survey mereka terhadap lebih dari 1.000 pemain sepak bola putra tentang sistem pelaksanaan Piala Dunia. Hasil dari survei tersebut menyatakan bahwa tiga dari empat atau 75% pemain sepak bola putra ingin tetap mempertahankan pelaksanaan Piala Dunia setiap empat tahun sekali. Survei tersebut mengumpulkan pendapat para pemain dari 70 negara yang berbeda dari enam benua.

ALEXANDER-ARNOLD OPTIMIS LIVERPOOL BAKAL RAIH TREBLE 

Setelah Trent Alexander-Arnold sempat mengangkat trofi Liga Champions dan Liga Premier bersama Liverpool dalam dua tahun berturut-turut yaitu tahun 2019 dan 2020. tahun 2021 jadi tahun yang cukup kering bagi The Reds. Pasalnya mereka tak memenangkan satu trofi pun di musim lalu. Namun, Alexander-Arnold berpikir bahwa keberlanjutan mereka dalam empat kompetisi menandakan ada kesempatan yang lebih besar untuk meraih lebih banyak trofi. Bahkan Alexander-Arnold yakin Liverpool bisa mengejar jarak sembilan poin dengan Manchester City di Liga Inggris. Jadi Ia semakin yakin bahwa tahun ini Liverpool bisa meraih Treble. Well, let’s see

RESPON NASSER AL-KHELAIFI ATAS KEMENANGAN PSG

Nasser Al-Khelaifi tampak PD ketika ditanya mengenai responnya terhadap kemenangan Paris Saint-Germain atas Real Madrid semalam. “Kami memiliki permainan yang sangat bagus. Para pemain bermain sebagai tim yang hebat. Kami mengontrol permainan dari menit pertama hingga terakhir, hingga gol. Itu adalah permainan yang sempurna.” Ucap bos PSG itu pada RMC Sport.

HAALAND TAK KUNJUNG PULIH

Seperti dilansir Ruhr Nachrichten , pemain depan Borussia Dortmund, Erling Haaland melewatkan latihan bersama tim cadangan pada sesi latihan kemarin. Ia tiba di tempat latihan BVB bersama fisioterapis pribadinya John Haddad. Sesuai laporan yang ada, comeback Haaland dari cedera otot kemungkinan akan tertunda. Pemain asal Norwegia itu diprediksi tidak akan masuk dalam skuad Borussia Dortmund untuk menghadapi Rangers pada ajang Europa League kamis nanti.

KERAGUAN INZAGHI JELANG INTER VS LIVERPOOL

Meski Bastoni sudah pulih dari cedera dan bisa dimainkan saat melawan Liverpool nanti. Namun, keraguan tetap menghantui Inzaghi. Ia memiliki keraguan untuk memilih pemain di lini depan Inter. Untuk saat ini Inter memiliki tiga opsi yaitu dengan memasangkan Edin Dzeko sebagai striker tunggal atau memasang Alexis Sanchez dengan Lautaro Martinez, atau bahkan memasang ketiga striker tersebut dengan formasi tiga penyerang sekaligus. Lautaro. Patut dinanti formasi apa yang bakal dipakai Inzaghi untuk menghadapi Mo Salah Cs. 

SPIDERMAN AKAN HADIR DI LAGA INTER VS LIVERPOOL

Dengan pembatasan COVID di Italia saat ini, berarti stadion masih diizinkan hanya dibuka untuk kapasitas 50 persen. Tentu untuk masuk ke stadion memerlukan status vaksinasi dan masker tingkat medis yang baik. Pihak Inter mengundang beberapa perwakilan penting untuk menonton laga Inter vs Liverpool. Menurut Gazzetta dello Sport, di antara orang-orang penting yang akan hadir adalah pemeran karakter Spiderman, Tom Holland. Pasalnya Tom Holland sudah berada di Italia. Kabarnya ia sedang mempromosikan film barunya yang berjudul Uncharted. Selain Tom Holland, kabarnya juga ada Diego Milito dan Julio Cesar yang bakal hadir di stadion. 

LAZIO TAWAR ROMAGNOLI

Menurut Football Italia, Lazio telah mengajukan tawaran untuk mengontrak bek Milan Alessio Romagnoli sebagai pemain berstatus bebas transfer di akhir musim nanti. Kontrak Romagnoli bakal habis di akhir musim mendatang. Namun, pembicaraan untuk memperpanjang kontrak dengan milan pun sejauh ini tak menemui titik temu. Menurut Calciomercato, Lazio bisa menawarkan gaji yang lebih tinggi dari Milan. Itu merupakan tawaran yang menarik bagi Romagnoli.

MOURINHO INGINKAN LEBIH DARI ROMA

AS Roma telah menghabiskan lebih dari 100 juta euro atau (Rp. 1,6 triliun) untuk membeli pemain baru sejak kedatangan José Mourinho di ibu kota Italia. Namun, sang pelatih yang memang terkenal boros dalam pembelian pemain ini masih kurang puas dengan materi pemainnya saat ini. Ia pun merencanakan untuk merombak skuad pada musim panas nanti.

RENATO SANCHES BERI KODE BAKAL KE MILAN?

Renato Sanches kabarnya mengomentari salah satu postingan Instagram milik Mike Maignan. Yang menarik komentar tersebut dalam bahasa Italia. Hal itu pun akhirnya memicu spekulasi transfer yang mengaitkan dirinya dengan kepindahan menuju AC Milan di musim panas nanti. Mengingat Milan sedang menyiapkan diri apabila nanti kehilangan Franck Kessie yang mungkin tidak akan memperpanjang kontraknya bersama I Rossoneri.

CURHATAN AGUERO

Di salah satu laman streaming di Switch Aguero menceritakan kehidupan setelah berhenti dari aktivitas sepak bola. Dalam streaming tersebut Aguero juga berkata “Jika saya mencoba bermain sepak bola sekarang, saya kehabisan napas. Terkadang saya bertanya-tanya apakah saya bisa berlari lagi?. Saya hanya merasa jantung saya tidak bekerja dengan baik. ” Dengan alasan kesehatan, Agüero terpaksa pensiun dari permainan yang dicintainya.

PRATAMA ARHAN JOIN KLUB JEPANG

Here we go. Official akun milik PSIS Semarang sudah mengkonfirmasi bahwa mereka resmi melepas salah satu pemain muda berbakat, Pratama Arhan Alif Rifai ke klub kasta kedua Liga Jepang, Tokyo Verdy. Yoyok Sukawi selaku CEO PSIS pun menyampaikan bahwa Pratama Arhan dilepas tanpa biaya transfer.