Beranda blog Halaman 594

Berita Bola Terbaru 20 Februari 2022 – Starting Eleven News

PATRICK SCHICK JADI PEMAIN PALING GACOR SETELAH LEWANDOWSKI

Striker Bayer Leverkusen, Patrick Schick kembali mencetak gol dalam pertandingan putaran ke-23 Bundesliga melawan Mainz. Pemain Ceko berusia 26 tahun itu telah mencetak gol ke-20 dalam pertandingan ke-20 di Bundesliga musim ini. Dalam daftar Top Score, ia berada di urutan kedua setelah Robert Lewandowski, yang sudah mencetak 26 gol dalam 22 pertandingan. Tercatat menurut data yang diambil pada tanggal 19 Februari 2022, hanya Schick dan Lewandowski yang telah mencetak 20+ gol di antara para pemain di lima liga teratas musim ini. 

IBRA ISYARATKAN BAKAL KEMBALI BERMAIN

Zlatan Ibrahimovic telah mengkonfirmasi bahwa dia akan segera kembali beraksi dan memberikan petunjuk tentang masa depannya. Kontrak penyerang Swedia berusia 40 tahun dengan Milan akan berakhir pada akhir musim ini, tetapi dia akan ditawari perpanjangan kontrak satu tahun apabila ia ingin melanjutkan petualangannya bersama Rossoneri. “Saya memiliki banyak proyek, tetapi saat ini fokus saya adalah menjadi pesepakbola. Ketika saya kembali, saya akan merobohkan seluruh stadion.” Ungkap Zlatan kepada 105 Radio. Zlatan tetaplah Zlatan.

MU, MADRID, DAN PSG AKAN MANFAATKAN SITUASI RUDIGER

Menurut Sky Sport, saat ini tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung antara Chelsea dan Antonio Rudiger mengenai kontrak baru. Sky Sport juga mengemukakan bahwa Real Madrid dan PSG akan memanfaatkan keadaan ini untuk mendatangkan pemain belakang Timnas Jerman tersebut. Namun, jangan lupakan satu hal bahwa Ralf Rangnick juga pengagum Antonio Rudiger. Jadi patut dinanti kemanakah Rudiger akan bergabung? atau malah bertahan? We will see…

MAGUIRE TANGGAPI KONFLIK RUANG GANTI MU

Mengenai drama siapa yang berhak memimpin di skuad MU masih saja ramai di media, hingga akhirnya sang kapten, yaitu Harry Maguire pun menanggapi dengan cuitan di Twitter. “Saya telah melihat banyak laporan tentang klub ini yang tidak benar, dan ini adalah hal lain. Tidak akan memulai memposting tentang semua yang tertulis, tetapi saya perlu memperjelas yang ini. Kami bersatu dan fokus pada hari Minggu. Nikmati harimu semuanya” Maguire berusaha meredam rumor-rumor sampah yang menghinggapi kubu United.

DUO MILAN DITAWARI UNTUK REKRUT BERNARDESCHI 

Menurut Football Italia, Federico Bernardeschi telah ditawarkan ke Inter dan AC Milan menjelang berakhirnya kontrak sang pemain di Juventus. Duo Milan tampaknya cukup berminat untuk memakai jasa pemain sayap 28 tahun itu. Namun, mereka masih akan mempertimbangkannya lagi, menyusul gaji Bernardeschi sekarang yang cukup tinggi yaitu sekitar 4,5 juta euro (Rp. 73 miliar) per tahun. 

CARRAGHER: MU SALAH BESAR DATANGKAN RONALDO

Legenda Liverpool, Jamie Carragher percaya bahwa keputusan Manchester United untuk mendatangkan kembali Cristiano Ronaldo dari Juventus merupakan kesalahan besar. Hal itu akan menjadi kesalahan yang lebih besar apabila United ingin mempertahankannya musim depan. Karena menurut Carragher, Ronaldo merupakan sosok yang bisa merusak kestabilan ruang ganti. Hal itu juga pernah terjadi saat ia masih bermain untuk Juventus.

AS ROMA KRISIS COVID

José Mourinho mengungkapkan sembilan pemain Roma tidak akan tersedia untuk menghadapi Hellas Verona nanti. Kabarnya empat diantara sembilan pemain yang tak tersedia dinyatakan positif COVID, lalu Nicolò Zaniolo juga diragukan untuk pertandingan karena cedera paha depan. Dengan penampilan skuad yang tak konsisten di beberapa laga terakhir, hal ini sedikit menyulitkan Jose Mourinho dalam meramu skuad terbaik jelang match melawan Hellas Verona.

BARCELONA PANTAU TERUS PERKEMBANGAN CHRISTENSEN

Menurut laporan dari Marca. La Blaugrana sedang memantau perkembangan dari pemain belakang Chelsea, Andreas Christensen sebagai opsi lini belakang Barcelona. Pasalnya, Xavi ingin memperkuat skuadnya menjelang musim 2022/23. Christensen tampil cukup apik berduet dengan Rudiger di lini pertahanan Chelsea. Namun, dengan kondisi seperti ini bukan tidak mungkin bahwa salah satu dari mereka akan pergi meninggalkan klub.

BARCELONA TENTANG PERKEMBANGAN ANSU FATI

Pihak Barcelona sudah mengambil keputusan, bahwa mereka tidak akan memaksa Ansu fati untuk pulih dengan cepat dari cedera yang ia alami beberapa hari lalu. Meski Barca sedang memperebutkan posisi empat besar, mereka menghormati keputusan Ansu Fati yang tak mengambil jalur operasi untuk memulihkan cederanya. Sesuai pilihan Ansu Fati, ia memutuskan untuk menjalani perawatan konservatif, yang akan melibatkan penguatan otot-otot di sekitar otot hamstringnya bersama tim medis barcelona.

FANS MU JADI FANS PALING TOXIC

SPORTbible mengadakan polling  mengenai fans klub mana yang paling toxic kepada para pengikutnya di Twitter. Polling tersebut melibatkan MU, Arsenal, Liverpool dan Real Madrid. Menurut hasil polling dari followers Sportbible, United menjadi fans yang terburuk dengan total 39,9% pemilih. Fans United memang cukup frustasi selepas peninggalan Sir Alex Ferguson pada tahun 2013 silam. Mereka juga dikenal sering memprotes kebijakan klub, menyoraki pemain, bahkan mengolok-olok sang pelatih.

HASIL PERTANDINGAN

Dalam Lanjutan Liga Inggris tadi malam tersaji beberapa pertandingan, berikut rangkumannya.

Ada laga big match antara Man City melawan Tottenham. Cukup mengejutkan karena  City sang pemuncak kelasemen malah takluk dengan skor 2-3 di Etihad Stadium. Pertandingan berjalan cukup sengit sehingga mereka saling berbalas gol. Spurs mencetak gol melalui  Dejan Kulusevski di menit 4 dan dua gol dari Harry Kane di menit 59 dan 90+5. Sedangkan City hanya mampu menyarangkan dua gol ke gawang spurs melalui Gundogan di menit 33 dan Riyad Mahrez lewat titik penalti di menit 90+2. Bagaikan kryptonite, Tottenham selalu mengalahkan Manchester City di dua pertemuan di Liga Inggris musim ini.

Lalu, ada Liverpool vs Norwich. Bermain di Stadion Anfield, Liverpool berhasil menang atas Norwich dengan skor 3-1. Meski sempat kecolongan di menit awal babak kedua oleh gol dari Milot Rashica. Mo Salah Cs dapat membalikan keadaan lewat gol Sadio Mane pada menit ke 64, lalu Salah pada menit ke 67 dan pemain anyar The Reds, Luis Diaz di menit 81. Hasil tersebut membuat Liverpool dapat memangkas jarak menjadi 6 poin dengan pemuncak kelasemen, mengingat hasil minor yang diterima Man City.

Sedangkan di Liga Prancis, secara mengejutkan PSG takluk di kandang Nantes dengan skor 3-1. Gol cepat Nantes dicetak oleh Kolo Muani pada menit ke 4 dan Quentin Merlin di menit 16, dan Ludovic Blas di menit 45+6. PSG hanya dapat membalas lewat satu gol dari Neymar di awal babak kedua. Sejatinya Neymar dapat memperkecil kedudukan lewat titik penalti. Namun, Neymar gagal mengkonversi peluang tersebut menjadi gol. Sepertinya penyakit Messi menular ke Neymar.

Berikut hasil pertandingan lain:

Chelsea vs Crystal Palace: 1-0

Arsenal vs Brentford: 2-1

Real Madrid vs Alaves: 3-0

Atletico Madrid vs Osasuna: 3-0

MESSI CATATKAN 800 PENAMPILAN BERSAMA KLUB

Lionel Messi kembali mencatatkan rekor individu yang fantastis. Dalam laga melawan Nantes semalam, Messi mencatatkan penampilan senior ke 800 nya bersama klub. Namun, sayangnya Messi harus menerima pil pahit dengan mengakui keunggulan Nantes 3-1.

SERGIO AGUERO IKUT PIALA DUNIA?

Sempat pensiun dini lantaran ada gangguan di jantungnya. Namun, ambisi aguero untuk tetap berkontribusi di Piala Dunia bersama Argentina tetap ada. Pria berusia 33 tahun itu masih ingin menjadi bagian dari  Argentina di Piala Dunia Qatar tahun ini dan berharap Argentina dapat menemukan peran yang cocok untuknya. “Saya akan pergi ke Piala Dunia. Kami akan mengadakan pertemuan minggu ini. Saya ingin berada di sana, ” katanya kepada Radio 10 di Argentina. Rencananya ia akan bergabung dengan staf kepelatihan Argentina. Ia merasa ide ini harus dicoba untuk melihat apakah peluang itu masih ada.

KESAN PERTAMA KULUSEVSKI

Dejan Kulusevski berbicara kepada media Italia setelah penampilan yang menakjubkan dalam laga Tottenham melawan Manchester City. Ia mengungkapkan tentang apa yang salah di Juventus dan mengapa bekerja dengan Antonio Conte adalah suatu hal yang luar biasa. “Saya sangat menderita selama beberapa bulan terakhir, saya tidak merasa seperti diri saya sendiri dan bermain seperti ini dengan awal Liga Premier pertama saya, saya tidak bisa menggambarkannya dengan kata-kata,” kata Kulusevski kepada Sky Sport Italia. Ia juga mengungkapkan bahwa ia merasa luar biasa bekerja sama dengan Conte, ia pelatih yang hanya ingin menang.

REAL MADRID KEMBALI KE JALUR KEMENANGAN

Real Madrid tak ingin larut dalam kegagalan saat berhasil dikalahkan oleh PSG di ajang Liga Champions kemarin. Mereka melampiaskan kekalahan mengecewakan dengan berhasil melumat Alaves 3-0 di La Liga. Kini Real Madrid semakin kokoh di puncak kelasemen dengan unggul tujuh poin dari Sevilla yang berada di posisi kedua. 

PERSAINGAN TITEL JUARA LIGA INGGRIS KEMBALI MEMANAS

Dengan kemenangan Liverpool dan hasil buruk yang diterima oleh Manchester City. Persaingan untuk merebutkan titel juara Liga Inggris semakin panas. Pasalnya dengan kemenangan Liverpool atas Norwich, The Reds dapat memangkas poin yang tadinya sembilan poin menjadi enam poin dengan City yang berada di puncak kelasemen. Persaingan gelar akan semakin menarik apabila Liverpool dapat kembali meraih kemenangan di laga melawan Leeds pada tanggal 24 Februari nanti. Selisih poin Liverpool dengan Man City akan menjadi tiga poin saja.

SOSOK PENTING DIBALIK KEMENANGAN ARSENAL

Dengan kemenangan Arsenal atas Brentford, kini margin dalam perebutan empat besar begitu tipis. Smith Rowe bisa dibilang jadi kunci di setiap kemenangan anak asuh Mikel Arteta, Bagaimana tidak? Gol nya ke Brentford menjadi gol ke sembilan  di Liga Inggris, yang membuatnya sejajar dengan Son Heung-min dan Cristiano Ronaldo. Dia menjadi X-factor dalam skuad Arsenal musim ini, memberikan sentuhan yang berbeda pada pola serangan yang dipakai oleh Arteta. Arsenal harus mengikatnya dengan kontrak jangka panjang apabila tak mau kehilangan Smith Rowe dalam waktu dekat.

CHELSEA KENAKAN EMBLEM BARU

Chelsea kembali beraksi di Liga Inggris dengan tampilan jersey yang baru. The Blues menjalani laga tandang ke Crystal Palace, dengan mengenakan jersey berwarna kuning, namun ada sedikit yang berbeda di bagian dada jersey tersebut. Ya, Chelsea memakai emblem juara Piala Dunia Antarklub untuk pertama kali. Hal itu mengingat mereka telah menjuarai Piala Dunia Antarklub dengan mengalahkan Palmeiras minggu lalu.

PIOLI UNGKAP KESALAHAN MILAN

Dalam hasil imbang 2-2 Milan dengan Salernitana, Stefano Pioli mengungkapkan apa yang salah dari Milan. Pioli cukup kecewa dengan hasil yang Milan dapat, Milan datang untuk menang bukan untuk menerima hasil imbang. “Tim tidak bermain bagus dalam hal teknik dan pilihan. Kami tampak kebingungan, tidak bersih dalam operan, tidak memanfaatkan ruang secara maksimal dan membayar harga yang mahal untuk beberapa kesalahan naif,” kata sang pelatih kepada Sky Sport Italia.

HARRY KANE BIKIN KESAL FANS CITY

Sundulan Harry Kane di menit akhir mengunci kemenangan Spurs atas Manchester City. Hal tersebut membuat para fans City pun kesal. Bagaimana tidak? Seperti yang kita semua tahu, bintang Inggris dan Tottenham tersebut sejatinya hampir menandatangani kontrak dengan Man CIty pada awal musim panas lalu. Namun, manajemen Spurs menolak mentah-mentah tawaran City, dan sekarang Harry Kane malah jadi mimpi buruk bagi skuad asuhan Pep Guardiola.

RAFAEL LEAO BAKAL TOLAK CITY DAN ARSENAL DEMI MILAN

Meski ada minat dari Manchester City dan Arsenal, Rafael Leao dilaporkan telah menyetujui persyaratan dasar untuk perpanjangan kontrak dengan AC Milan. Penyerang Portugal berusia 22 tahun ini dapat bermain dalam berbagai posisi, meski lebih sering tampil di sayap kiri, ia juga bisa bermain sebagai striker pendukung bahkan penyerang tengah. Menurut Calciomercato, klub dan agen Leao telah mencapai kesepakatan dasar untuk pembaruan kontrak dan diharapkan selesai dalam 10 hari ke depan.

XAVI: BARCA BUTUH KEMENANGAN INI

Xavi Hernandez tahu begitu pentingnya perjalanan Barcelona ke Mestalla untuk menghadapi Valencia di La Liga, besok. Barca kemungkinan pergi dengan skuad yang tidak komplit, tetapi Xavi tak menjadikan hal tersebut sebagai alasan. Ia menyadari betapa pentingnya tiga poin yang harus didapat untuk membantu upaya Barcelona finis di urutan empat besar kelasemen Liga.

Kisah 3 Gelar dalam 382 Hari Tuchel di Stamford Bridge

0

Selama 382 hari menangani Chelsea, Thomas Tuchel sudah mendatangkan tiga trofi ke lemari The Blues. Baru berjalan 4 bulan, ia telah membantu Si Biru mengangkat trofi Liga Champions, lalu dua bulan berikutnya Piala Super UEFA. Teranyar pria asal Jerman berhasil mempersembahkan Piala Dunia Antarklub di Abu Dhabi.

Kisah itu berawal dari Thomas Tuchel yang resmi dilantik sebagai pelatih Chelsea untuk menggantikan Frank Lampard usai dipecat sehari sebelumnya. Manajemen The Blues melakukan konferensi pers bahwa Thomas Tuchel sebagai pelatih anyar tertanggal 26 Januari 2021 hingga 30 Juni 2021  untuk menukangi Si Biru yang kini menghuni peringkat 9.

Tuchel datang ke Stamford Bridge menjadi tukang reparasi instan. Di kepalanya ada taktik “gegenpressing variasi formasi”. Pelatih yang dikenal sering gonta-ganti formasi alias “bunglon” memilih memantapkan formasi 3-4-2-1 bersama Chelsea.

Penggunaan formasi ini memberikan keleluasaan kepada dua wingback untuk melakukan akselerasi menyerang dan menjaga lebar lapangan dalam proses transisi menyerang ke bertahan. Selain itu, bentuk formasi ini mengizinkan satu dari tiga pemain belakang untuk maju ke tengah membantu sirkulasi bola saat tim lawan menggunakan pertahanan blok rendah.

Di tengah, Tuchel memaksimalkan Kante sebagai defender midfielder yang memiliki kepiawaian menghentikan serangan dan pengumpan handal, sedangkan dua kompatriotnya, Jorginho dan Kovacic bergantian menjadi jendral pengatur sirkulasi bola di area tengah bersama Si Anak Baik.

Pada sepertiga lapangan lawan tiga pemain Chelsea amat cair melakukan rotasi untuk mengeksploitasi ruang antarlini. Nama-nama seperti  Lukaku dan Werne di plot sebagai penyerang secara bergantian. “Double Ten” diisi nama-nama seperti Ziyech, Havertz, Masson Mount dan Pulisic saling bergantian. Rotasi dilakukan bertujuan merusak bentuk pertahanan lawan agar memudahkan Chelsea mencetak gol.

Lain taktik, metode latihan Chelsea di era Tuchel menitikberatkan pada differential learning. Artinya, pada setiap latihan, pemain akan diberi porsi berbagai macam tantangan yang bertujuan untuk menyesuaikan dengan kedinamisan sepak bola di lapangan.  

Salah duanya, pria asal Jerman menggunakan bola tenis yang ditaruh pada telapak tangan terbuka. Fungsinya untuk melatih keseimbangan dan jangan mudah melanggar lawan saat melakukan pressing. Kedua, mengubah garis lapangan menjadi segitiga untuk melatih kerapatan antarpemain.

Kedatangan Tuchel ke Stamford Bridge dengan formasi dan porsi latihannya membuat Chelsea masuk jajaran klub elit. Di mana hal itu terbagi menjadi tiga babak yang berbeda.

 

Babak Pertama: Juara Liga Champions

Pertama, 124 hari bermukim di Stamford Bridge, Tuchel berhasil mendatangkan gelar Liga Champions kedua bagi Chelsea di bawah rezim Abramovich.

Chelsea mempecundangi City 1-0 dalam final Liga Champions yang dipanggungkan di Do Dragao. Gol semata wayang The Blues dicetak oleh Kai Havertz di menit-menit akhir babak pertama.

Pada pertandingan itu, The Citizen  mendominasi permainan dengan penguasaan bola 59%. Pertahanan solid The Blues membuat Ilkay Gundogan dan kolega frustasi karena hanya berhasil menciptakan sebiji tendangan tepat sasaran. 

Lawannya berhasil memainkan sepak bola efisien sehingga mampu melahirkan delapan tendangan ke arah gawang dengan, dua diantaranya tepat sasaran. Artinya sebiji gol Chelsea merupakan salah satu dari dua tendangan yang mengarah ke Ederson Moraes. 

Four your information, keberhasilan menggamit gelar Liga Champions kedua dalam sejarah klub setelah memenanginya pada 2012 bersama Roberto Di Matteo. 

Bagi Tuchel gelar ini merupakan sumbangsih satu-satunya trofi Chelsea di musim 2020/2021, setelah tumbang di Final Piala FA. 

Trofi ini juga menjadi ajang balas dendam bagi Thomas Tuchel dan Thiago Silva yang gagal meraih trofi kuping besar bersama PSG musim lalu. Berkat keberhasilan ini, keduanya diperpanjang kontrak 3 tahun untuk Tuchel dan 2 tahun bagi Thiago Silva.

 

Babak Kedua: Juara Super UEFA Cup

Kedua, Piala Super UEFA 2021 yang diraih Tuchel dalam 198 hari melatih Chelsea. The Blues menahbiskan diri sebagai penguasa Benua Biru usai sukses menjungkalkan peraih gelar juara Piala UEFA Villarreal lewat babak adu penalti.

Ini merupakan gelar kedua Piala Super Eropa bagi The Blues yang terakhir kalinya diraih saat 1998.

Bagi Tuchel gelar ini amat spesial, karena melatih di Stamford Bridge belum genap setahun. Kecerdikannya untuk memasukkan Kepa Arrizabalaga menggantikan Edouard Mendy di akhir babak extra time jadi salah satu kunci kesuksesannya.

Buktinya kiper asal Spanyol menjadi pahlawan kemenangan Si Biru setelah ia menggagalkan dua eksekusi penalti Villarreal.

 

Babak Ketiga: Juara Piala Dunia antar Klub

Ketiga, hari ke-382 di Chelsea, Thomas Tuchel menjadi pelatih pertama yang membawa klub London juara Piala Dunia Antarklub. Laga final Piala Dunia Antarklub Chelsea vs Palmeiras berlangsung di Stadion Mohammed bin Zayed, Abu Dhabi pada Sabtu (12/2). The Blues sukses membungkam tim berjuluk Alviverde dengan skor 2-1.

Anak asuhan Tuchel  mampu unggul lebih dulu pada menit ke-55 lewat tandukan Romelu Lukaku menuntaskan umpan Callum Hudson-Odoi. Namun, anak asuhan Abel Ferreira mampu menyamakan keadaan sembilan menit kemudian melalui eksekusi penalti Raphael Veiga.

Kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal, sehingga memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Kesabaran Chelsea meladeni Palmeiras mampu berbuah manis usai gol penalti Kai Havertz pada menit ke-117  yang memastikan kemenangan 2-1 lewat 

Penalti di babak kedua babak tambahan usai wasit melihat VAR untuk membuktikan pemain bertahan Palmeiras, Luan terbukti melakukan handball. Pemain kelahiran Espírito Santo harus mandi lebih awal usai diganjar kartu merah di menit 120+6 setelah melakukan tekel terhadap Havertz.

Bermain dengan 10 orang, Palmeiras tidak berhasil menambah gol hingga babak tambahan berakhir. Si Biru memastikan kemenangan 2-1 atas Si Hijau Putih sekaligus menjadi kampiun Piala Dunia Antar klub 2021. 

Kemenangan itu melengkapi kisah 382 hari Tuchel bersama Chelsea, dan telah menancapkan sejarah pembeda dari manajer-manajer sebelumnya.

https://youtu.be/J_xxRMQ5eSc

Referensi : Bola, Ruang TaktikKompas, Squawka, Detik Sport,

Apa Penyebab Terpuruknya Tottenham di Awal Kepelatihan Conte?

Ada kegirangan dari pendukung Tottenham Hotspur usai manajemen menunjuk Antonio Conte sebagai manajer. Asa untuk melihat Tottenham mengakhiri paceklik gelar terlihat. Mengingat Conte punya track record impresif sebagai pelatih.

Sayang, asa para fans Spurs tampaknya harus ditahan. Conte belum bisa membawa kebahagiaan dan senyum kepada manajemen dan fans Tottenham secara instan. Sebab, start Conte tidaklah mulus di awal kedatangannya di Spurs. Lantas, Apa yang menyebabkan itu semua?

Pertahanan yang Rapuh

Start buruk Antonio Conte di Spurs yang terakhir adalah rentetan tiga kali kalah secara beruntun oleh Chelsea, Southampton, dan Wolves di Premier League yang membuat The Lilywhites kian terpuruk di papan tengah klasemen.

Kita tahu salah satu kehebatan Conte ketika menangani sebuah klub adalah membuat tim yang ia tangani sulit ditembus lawan. Dengan cara bertahan yang rapat dan agresif serta menjadikan lawan sulit untuk menyerang dan mengembangkan permainan.

Namun, Conte sejauh ini belum bisa menularkan cara bertahan seperti itu di Spurs. Intensitas pressing Tottenham pun juga tak begitu tinggi. Selama Conte berada di Spurs lini pertahanannya dibobol 21 kali dari 19 pertandingan yang dijalani di semua kompetisi.

Format tiga bek sejajar ala Conte juga kerap membuat kesalahan yang menguntungkan lawan. Mereka acap membuat kesalahan individu. Selain itu, cara mereka memposisikan diri menghadapi tekanan lawan juga masih buruk, termasuk duel one on one.

Kerapuhan lini belakang Conte adalah salah satu faktor besar hasil minor Spurs. Tampaknya, PR Conte untuk menata skuadnya makin susah. Karena tidak didukung juga oleh keberadaan lini tengah mereka untuk melindungi tiga bek Conte.

Dua gelandang Spurs macam Hojbjerg ataupun Harry Winks dan Oliver Skipp belum bisa dikatakan sebagai pemain top. Mereka juga kerap naik turun performanya dalam menjaga kedalaman lini tengah Spurs.

Kombinasi rapuhnya tiga bek dan dua pivot di tengah ini tak jarang dimanfaatkan oleh lawan sehingga lini belakang Spurs justru sering tereksploitasi, dan malah jadi kesusahan membangun serangan dan mengembangkan permainan.

PR skuad yang cenderung rapuh di belakang ini disadari oleh Conte di awal kedatangannya di Spurs. Ia mengatakan komposisi skuadnya di Spurs sekarang yang dimilikinya memang tidak merata.

Bahkan Conte secara terang-terangan pernah menyebut sendiri bahwa skuad Spurs hari ini adalah “kelas medioker”. Ia juga mengatakan bahwa skuadnya “tak punya mental pemenang”.

Beberapa cara mungkin sudah dilakukan Conte dalam menggembleng skuad mediokernya ini, terutama saat dia menyuruh pemain tetap berlatih di hari libur dan menambah porsi jam latihan.

Kerja keras Conte juga terlihat pada salah satu match di mana ia sempat terlambat melakukan konferensi pers jelang pertandingan, karena sedang melatih pemain Spurs.

Permasalahan rapuhnya lini belakang Spurs inilah yang menyebabkan Conte sampai sekarang sulit menemukan kunci permainan terbaiknya dalam menyerang dengan pola khasnya 3-5-2 atau 3-4-3.

Conte Belum Menemukan Permainan Terbaiknya

Selain karena skuadnya yang medioker, strategi yang diterapkan Conte di awal kepelatihannya di Spurs kurang berjalan. Strategi andalan Conte adalah bermain direct football dengan pakem tiga bek.

Pola tiga bek Conte ditopang selalu oleh dua wingback yang menjadi kunci sukses permainan Antonio Conte. Kita tahu selama ini wingback adalah hal yang selalu menjadi prioritas Conte dalam membangun tim. Selain bertugas menjadi penyuplai bola, imbang dalam bertahan dan menyerang, wingback Conte juga harus produktif dalam mencetak gol.

Selama Conte melatih sebuah tim, peran seorang wingback yang menunjang performa timnya. Seperti di Juventus ia memiliki Stephan Lichtsteiner dan Kwadwo Asamoah. Kemudian di Chelsea ia memilih Victor Moses dan Marcos Alonso. Dan yang terakhir di Inter Milan, ia memilih Achraf Hakimi dan Ivan Perisic atau Kolarov.

Ketika di Spurs ia hanya memiliki stok wingback yang terbatas. Kemampuan mereka juga tipis, seperti Sergio Reguilon di kiri dan Emerson Royal di kanan. Pelapisnya seperti Matt Doherty pun terlihat kurang dalam memahami pola wingback kemauan Conte.

Seiring dengan belum menemukannya problem skuad yang rapuh dan tidak merata, Kemudian belum menemukan wing back yang cocok, membuat Conte harus melaporkan hasil pengamatannya itu kepada manajemen klub.

Apa saja yang perlu dibenahi demi cepatnya progres permainan, agar tidak semakin terpuruk. Jalan satu-satunya adalah aktif di bursa transfer Januari 2022.

Conte Mengeluh Atas Kebijakan Transfer

Ketika bursa transfer musim dingin 2022 dibuka, Conte diiming-imingi angin segar untuk memilih kebutuhan pemain mana yang akan direkrut. Pihak manajemen yang diwakili oleh pemilik mereka Daniel Levy, dan Direktur Olahraga asal Italia, Fabio Paratici sedang berusaha mendatangkan pemain yang dibutuhkan Conte.

Awalnya Spurs mengincar Adama Traore dari Wolves dan Luis Diaz dari Porto. Keduanya diinginkan Conte. Conte ingin menjadikan Adama Traore khusus untuk memperkuat wingback kanan sebagai senjatanya. Sedangkan Luis Diaz akan digunakan di lini serang sayap untuk menopang variasi serangan Harry Kane dan Son Heung Min.

Keduanya sudah resmi ditawar oleh Spurs, tapi Traore dan Diaz lebih memilih klub lainnya ketimbang Spurs. Ini adalah bukti satu langkah yang gagal dari manajemen Spurs dalam kebijakan transfer.

Mengingat tidak banyak stok pemain di pasaran pada jendela transfer Januari yang cocok dengan Antonio Conte, manajemen membuat langkah “kepepet” yakni dengan peminjaman pemain di “Deadline Day”. Yang malah menunjukan lemahnya kebijakan transfer Spurs. Alhasil, Spurs mendapatkan dua pemain pinjaman yakni Rodrigo Bentancur dan Dejan Kulusevski dari Juventus.

Kedua pemain terbilang masih muda dan kualitasnya juga terbilang biasa-biasa saja. Namun, Conte mau tidak mau hanya mendapatkan dua pemain pinjaman itu di Januari 2022. Padahal di sisi lain ia juga banyak kehilangan pemain yang dilepas manajemen.

Ambil contoh beberapa pemain yang pergi seperti Tanguy Ndombele ke Lyon, Giovani Lo Celso ke Villareal, Bryan Gil ke Sevilla, sampai Dele Alli ke Everton.

Masalahnya, kedalaman skuad Conte berkurang, apalagi jika sewaktu-waktu cedera, akumulasi, sampai covid. Hal inilah yang akhir-akhir ini dikeluhkan oleh Antonio Conte. Conte tampaknya mulai geram kepada manajemen klub.

Keinginan dia dalam membangun tim ternyata tidak didukung penuh oleh manajemen. Conte juga bahkan berkata bahwa Spurs ternyata lebih mengutamakan membeli pemain muda yang bisa dikembangkan, daripada membeli pemain yang “sudah jadi” alias bintang. Conte sudah mulai menyadari hal itu, bahwa itulah filosofi transfer Spurs.

Selain mengeluhkan kebijakan transfer Spurs, Conte juga sering menyindir klubnya sendiri akibat ketidaksadaran pemilik akan kemauan dirinya. Hal inilah yang membuat posisi dirinya terlihat tidak nyaman di Spurs.

Conte sendiri dikontrak Spurs sampai akhir musim 2022/2023. Akan tetapi, ia sering tidak memberikan jawaban pasti ketika ditanya media soal keberlanjutannya di Spurs.

Imbas dari keluhan Conte tersebut bukan tidak mungkin akan berefek nyata pada klub. Tak jarang Conte selalu gagal dan bahkan mundur apabila visinya tidak sesuai dengan klub.

Sebagai contoh, ketika Conte di Chelsea pada musim setelah meraih juara, ia meminta manajemen Chelsea untuk membeli Lukaku dan Van Dijk guna mempertahankan gelar. Namun, yang didatangkan manajemen klub adalah pemain macam Zappacosta, Bakayoko, dan Drinkwater.

Apa yang dilakukan Conte di awal kedatanganya di Spurs tampaknya sudah sesuai track-nya. Akan tetapi, dengan skuad yang masih rapuh terutama lini belakang, ia belum menemukan kunci permainan di wingback serta kebijakan transfernya yang belum didukung sepenuhnya oleh manajemen klub.

Hal itu membuat kerja Conte sangat terganggu. Sekarang, semua sudah terjadi, semua tanggung jawab keberlangsungan Spurs mau tidak mau terletak pada pundak sang pelatih, Antonio Conte.

https://youtu.be/HA0ldoUU084

Sumber Referensi : eurosport, skysports, footballitalia, footballlondon, dailypost, si.com

Akhir Tragis Karier Internasional Hakim Ziyech di Timnas Maroko

0

Timnas Maroko gagal berbicara banyak di gelaran Piala Afrika 2021. Meski telah banyak memanggil diaspora ke dalam skuadnya, langkah tim berjuluk The Atlas Lions itu terhenti di babak perempat final usai tunduk dari Mesir yang akhirnya keluar sebagai runner-up.

Hasil tersebut tentu sangat mengecewakan bagi publik Maroko. Namun, jika menilik lebih dalam, hasil yang mereka raih di gelaran Piala Afrika 2021 tersebut dapat dipahami. Pasalnya, sang pelatih, Vahid Halilhodžić tak memanggil susunan pemain terbaiknya.

Ada satu pemain bintang timnas Maroko yang absen di Piala Afrika kemarin. Dia adalah Hakim Ziyech, penggawa klub Liga Inggris Chelsea. Absennya Ziyech tentu jadi hal yang sangat mengejutkan. Pasalnya, selain Ziyech, seluruh bintang Premier League yang berasal dari benua Afrika turut ambil bagian di turnamen terakbar benua Afrika itu.

Usut punya usut, nama Hakim Ziyech memang tak disertakan Vahid Halilhodžić ke dalam skuad Piala Afrika 2021. Bahkan jika kita tarik mundur ke belakang, nama Ziyech sudah tak pernah menghiasi skuad The Atlas Lions sejak terakhir kali tampil di laga uji coba melawan Burkina Faso pada 12 Juni 2021.

Tak Dipanggil Vahid Halilhodžić, Hakim Ziyech Nyatakan Pensiun dari Timnas Maroko

Tak lama setelah gelaran Piala Afrika 2021, Hakim Ziyech mengeluarkan sebuah pernyataan kontroversial. Di depan media, ia dengan tegas menyatakan pensiun dari laga internasional dan enggan membela Timnas Maroko di masa mendatang.

“Saya mengerti mereka, tetapi saya tidak akan kembali ke tim nasional Maroko dan ini adalah keputusan akhir saya. Sudah jelas bagi saya bagaimana keadaan di sana. Saya fokus pada apa yang saya lakukan, dan saat ini adalah klub saya,” kata Ziyech kepada ADSportsTV, dikutip dari Goal.

Keputusan Ziyech untuk pensiun dari timnas Maroko memang begitu mengejutkan. Bagaimana tidak, saat ini, usia winger Chelsea itu baru 28 tahun. Secara teori, Ziyech masih berada dalam usia emasnya dan masih sangat bisa berbicara banyak, baik di level klub maupun di level internasional.

Akan tetapi, seperti yang ia katakan, keputusannya untuk mundur dari timnas Maroko sudah bulat. Lalu, bagaimana duduk perkara masalah tersebut hingga Hakim Ziyech memutuskan pensiun dari Timnas Maroko?

Hakim Ziyech vs Vahid Halilhodžić

Penyebab Hakim Ziyech pensiun dari timnas Maroko bukan sekadar karena dirinya dicoret dari daftar pemain yang dibawa ke Piala Afrika 2021. Namun, inti dari perkara yang menyebabkan Ziyech mundur dari timnas Maroko adalah karena dirinya punya masalah dengan sang pelatih, Vahid Halilhodžić. Ziyech dan Halilhodžić diketahui sudah beberapa kali terlibat cekcok.

Kekisruhan antara Hakim Ziyech dan Vahid Halilhodžić pertama kali mencuat tak lama setelah laga uji coba Maroko melawan Burkina Faso pada bulan Juni 2021. Setelah laga tersebut, Halilhodžić merasa kecewa dengan perilaku Ziyech yang disebutnya tak pantas jadi panutan di timnas Maroko.

“Perilakunya dalam dua pertandingan terakhir, terutama yang terakhir, bukanlah seorang pemain tim nasional yang, sebagai pemimpin dalam tim, harus menjadi panutan yang positif. Dia datang terlambat dan setelah itu, dia bahkan menolak untuk bekerja. Tidak ada gunanya mendiskusikan masalah itu,” kata Halilhodžić dikutip dari Goal.

Selain itu, pelatih timnas Maroko itu juga menuding Ziyech pura-pura cedera untuk menghindari tampil di laga uji coba. Sikap buruk tersebut akhirnya berujung pencoretan nama Hakim Ziyech dari skuad timnas Maroko sejak September 2021.

“Untuk pertama kalinya dalam karier kepelatihan saya, saya melihat seorang pemain tim nasional yang tidak mau berlatih dan mengaku cedera, meskipun tes menunjukkan dia bisa bermain. Saya tidak akan mentolerirnya,” terang Halilhodžić dikutip dari TheChelseaChronicle.

Akan tetapi, di sisi lain, Hakim Ziyech menaggap pernyataan pelatihnya tersebut bohong. Mengutip dari TheChelseaChronicle.com, sebuah sumber dari orang dalam Chelsea malah mengklaim bahwa ketika Ziyech pertama kali tiba di Stamford Bridge, penampilannya dalam pelatihan patut dicontoh.

Entah sumber mana yang benar, tetapi yang pasti sejak dikeluarkan dari skuad timnas Maroko, Hakim Ziyech sudah tak pernah dipanggil Vahid Halilhodžić. Puncaknya, ketika namanya kembali tak disertakan di Piala Afrika 2021, Ziyech yang kecewa berat kemudian memutuskan pensiun dari timnas Maroko.

“Tentu saja, siapa yang tidak kecewa meninggalkan tim nasional. Tapi pada akhirnya itu keputusan yang dia buat dan Anda harus menghormatinya, tapi kalau kebohongan-kebohongan menyertainya, itu jelas buat saya. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya tak akan kembali ke tim nasional. Saya paham ini kabar buruk bagi orang-orang Maroko, saya meminta maaf, tapi itulah situasinya saat ini,” ujar Hakim Ziyech dikutip dari Detik.

Tak lama setelah Piala Afrika 2021, Vahid Halilhodžić kembali ditanya soal keputusannya yang mencoret Hakim Ziyech dari skuad timnas Maroko. Dengan tegas, pelatih 69 tahun itu mengatakan sudah tak sudi memanggil mantan bintang Ajax tersebut.

“Saya tidak memilih pemain yang bisa membuat tim tidak seimbang. Bahkan jika dia adalah Lionel messi. Tingkah laku Ziyech tidak sesuai dengan standar kami. Dia tidak mau berlatih, tidak mau bermain. Ia tidak mau menganggapnya serius, saya tidak akan memohon padanya untuk kembali,” terang Vahid Halilhodžić dikutip dari Goal.

Akhir Tragis Karier Hakim Ziyech di Timnas Maroko

Pensiunnya Hakim Ziyech dari level internasional tentu sangat merugikan timnas Maroko dan tentu sangat menyakitkan bagi Ziyech sendiri. Apalagi perjuangan Maroko untuk mendapat jasa Hakim Ziyech tidaklah mudah.

Ziyech lahir dan tumbuh besar di Belanda. Ia adalah produk asli akademi SC Heerenveen. Kariernya kemudian meledak bersama FC Twente sebelum akhirnya makin bersinar tatkala bergabung ke Ajax Amsterdam.

Hakim Ziyech adalah salah satu pemain muda paling berbakat di Belanda saat itu. Itulah mengapa ia selalu jadi langganan tim muda Belanda, mulai dari U-19 hingga U-21. Ziyech menerima panggilan pertamanya ke skuad senior Belanda pada bulan Mei 2015 untuk menghadapi laga uji coba melawan Amerika Serikat dan Latvia. Namun, kala itu, cedera menghalangi dirinya mendapat caps pertamanya di timnas Belanda.

Besar dan tumbuh di Belanda, bahkan nyaris membela timnas Belanda membuat langkah timnas Maroko untuk menggaet Hakim Ziyech tidaklah mudah. Ziyech punya opsi membela The Atlas Lions karena darah dari kedua orang tuanya yang merupakan imigran asal Maroko.

Setelah melewati serangkaian proses yang tidak mudah, akhirnya Maroko berhasil membujuk Ziyech. Pada bulan September 2015, Ziyech bersedia membela negara leluhurnya.

Keputusan Hakim Ziyech untuk lebih memilih membela tim nasional Maroko punya konsekuensi yang mahal. Ia musti menghadapi cacian publik Belanda yang terlanjur menaruh harap kepadanya. Beberapa orang bahkan menyebut Ziyech bodoh dan tak tahu terima kasih karena lebih memilih Maroko ketimbang Belanda yang sudah membesarkannya.

Pada akhirnya, Ziyech mampu membuktikan diri bersama timnas Maroko. Ia jadi salah satu pemain yang sangat berjasa ketika mampu membawa Maroko lolos ke Piala Dunia 2018.

Total Hakim Ziyech telah mencetak 17 gol dalam 40 capsnya bersama timnas Maroko. Sayangnya, catatan tersebut sepertinya tidak akan bertambah seiring dengan keputusan Ziyech yang memutuskan mundur dari tim nasional.

Belum diketahui apakah keputusan Hakim Ziyech ini hanya akan berlaku selama Vahid Halilhodžić menjabat sebagai pelatih timnas Maroko atau tidak. Namun yang pasti, itu merupakan sebuah keputusan yang menyakitkan bagi kedua belah pihak. Dan bagi Hakim Ziyech ini adalah sebuah akhir yang tragis bagi karier internasionalnya.

https://youtu.be/7C9Dg9zcgbs
***
Sumber Referensi: Goal, Detik, The Chelsea Chronicle, Besoccer, Punditarena, Goal.

Berita Bola Terbaru 18 Februari 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

RASHFORD BANTAH KABAR DIRINYA TAK MENYUKAI RONALDO

Baru-baru ini muncul kabar jika beberapa pemain Inggris dalam tubuh skuad Manchester United tidak menyukai keberadaan Cristiano Ronaldo. Kabar tersebut dihembuskan seorang jurnalis asal Jerman, Christian Falk, melalui cuitannya di media sosial Twitter. Falk menyebut bahwa para pemain Inggris seperti Marcus Rashford dan Harry Maguire tidak suka keberadaan Ronaldo yang seperti ingin mengambil alih ruang ganti pemain dan berharap pemain-pemain baru didatangkan sesuai dengan standarnya. Mendengar kabar tersebut Rashford pun memberikan reaksi langsung dengan membalas kutipan Falk dan meminta media untuk berhenti memecah skuad MU.

DIOGO JOTA CEDERA

Kemenangan Liverpool atas Inter Milan harus dibayar mahal. Penyerang andalan The Reds Diogo Jota cuma main sebabak karena cedera. Engkel pemain asal Portugal itu mengalami masalah usai mendapat tekel. Alhasil, Jota harus mendapat perawatan dalam beberapa hari ke depan. Liverpool bakal was-was menantikan perkembangan kondisi Jota, mengingat ada final Piala Liga Inggris kontra Chelsea menunggu 27 Februari. Ada kemungkinan Jota bakal diistirahatkan saat menghadapi Norwich City akhir pekan ini dan juga Leeds United pertengahan pekan.

DROGBA DUKUNG ROMELU LUKAKU UNTUK SUKSES DI CHELSEA

Didier Drogba berikan dukungannya kepada Romelu Lukaku untuk bisa tampil apik secara konsisten di Chelsea. Musim ini, pemain berusia 28 tahun itu baru sanggup mencetak 10 gol dari 27 pertandingan dari semua kompetisi bersama Chelsea. Bahkan Lukaku sempat diberitakan tidak senang dengan Thomas Tuchel. Drogba pun mengakui bahwa dirinya sering menjalin komunikasi dengan Lukaku hingga saat ini. Pria asal Pantai Gading itu merasa Lukaku telah berusaha untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

POGBA SIAP MENERIMA TAWARAN DARI KLUB PREMIER LEAGUE LAIN

Gelandang Manchester United yang baru sembuh dari cedera Paul Pogba dikabarkan akan terbuka untuk tawaran yang masuk dari klub Premier League yang lain. Pasalnya kontrak dengan MU akan berakhir musim panas ini. Bekas gelandang Juventus itu kemungkinan akan menjadi salah satu berita terpanas di dunia sepak bola, jika dia memilih untuk meninggalkan Manchester United, hanya enam tahun bergabungnya Pogba bersama MU setelah memecahkan rekor transfer termahal dunia.

INIESTA: SAYA AKAN SANGAT SENANG PULANG KE BARCELONA

Legenda Barcelona, Andres Iniesta, yang kini bermain di Vissel Kobe, mengaku ingin mengikuti jejak Xavi Hernandez yang kembali ke Barcelona setelah pensiun sebagai pemain. “Saya akan sangat senang kembali ke Barcelona. Saya ingin membantu institusi klub. Banyak variabel yang terlibat (dalam manajemen klub) dan sulit melihat apa yang akan terjadi di masa depan,” tutur Iniesta. Iniesta mengisyaratkan kepulangannya ke Barca bukan sebagai pemain, tetapi masuk ke dalam jajaran manajemen. 

LEWANDOWSKI MASIH PIMPIN DAFTAR GOLDEN SHOE 2021/22

Persaingan untuk memperebutkan penghargaan Golden Shoe atau Sepatu Emas Eropa musim 2021/22 kian sengit. Sederet nama striker papan atas Eropa menghiasi daftar puncak, salah satunya adalah bomber ganas nan tajam andalan Bayern Munchen, Robert Lewandowski. Sampai sejauh ini Lewandowski, pemain yang memenangkan penghargaan Sepatu Emas Eropa musim 2020/21 lalu itu, kini masih bertengger di urutan pertama setelah sukses mencetak 26 gol untuk Die Roten di Bundesliga.

AC MILAN JADIKAN VERETOUT ALTERNATIF JIKA GAGAL DAPATKAN GELANDANG LILLE

AC Milan dikabarkan telah menemukan opsi pengganti jika mereka gagal memboyong Renato Sanches dari Lille. Dilansir football Italia, AS Roma membanderol Veretout dengan harga 20 juta euro atau setara dengan Rp 324 miliar. Akan tetapi, harga tersebut masih bisa turun dalam beberapa bulan andai sang pemain tak lagi menjadi pilihan utama Jose Mourinho. Jordan Veretout sebelumnya sempat dikait-kaitkan dengan tim Liga Inggris, Tottenham Hotspur di bursa transfer musim dingin lalu.

DORTMUND INCAR HUGO EKITIKE UNTUK GANTIKAN HAALAND

Penyerang muda Reims, Hugo Ekitike dikabarkan masuk dalam daftar calon potensial pengganti Erling Haaland. Hugo Ekitike sedang diincar oleh Borussia Dortmund jika penyerang asal Norwegia tersebut pada akhirnya memutuskan hengkang. Ekitike tampil mengesankan bersama Reims di Ligue 1 musim ini dan telah mencetak sepuluh gol dalam 23 penampilan. Selain Dortmund, klub-klub seperti Chelsea, Paris Saint-Germain dan Manchester United disebut-sebut juga tertarik untuk mendatangkan penyerang tersebut. 

KETUM PSSI DUKUNG PRATAMA ARHAN BERKARIR DI JEPANG

Ketum PSSI Mochamad Iriawan mendukung bek kiri tim nasional Indonesia Pratama Arhan untuk melanjutkan karir sepakbolanya di Liga 2 Jepang atau J2 League. “Saya yakin kamu bisa sukses di Jepang. Kamu juga akan membawa nama bangsa,” ujar Iriawan, dikutip dari laman PSSI di Jakarta. Iriawan menyampaikan langsung pesannya tersebut melalui telepon video dengan Arhan. Iriawan mengatakan ia akan melepas keberangkatan sang pemain ke Jepang pada 25 Februari mendatang.

PRATAMA ARHAN DAPAT PESAN PENTING DARI STEFANO LILIPALY

Pemain Bali United, Stefano Lilipaly, mendukung langkah Pratama Arhan yang pindah ke klub Liga Jepang Tokyo Verdy. Lilipaly memuji keputusan Arhan yang berani melebarkan sayap ke panggung internasional. Menurutnya, Arhan sudah mengambil langkah yang tepat. “Ini adalah perpindahan yang baik untuk kariernya. [Jepang] adalah negara indah untuk hidup dan Jepang punya liga terbaik di Asia, sangat profesional dengan level sepak bola yang tinggi dan fasilitas yang bagus,” kata Stefano Lilipaly. Melihat ada pemain Timnas Indonesia yang merajut asa di Jepang, Lilipaly berharap kesuksesan selalu menyertai diri Arhan.

HASIL EUROPA LEAGUE

Dari Liga Europa, delapan pertandingan leg pertama playoff menuju 16 besar telah rampung, salah satunya duel Barcelona vs Napoli. Pertandingan yang berlangsung di stadion Camp Nou itu berakhir dengan skor imbang 1-1. Barcelona tertinggal lebih dulu oleh gol Zielinski sebelum mencetak gol penalti lewat pemain anyar mereka Ferran Torres.

Di laga lainnya, Porto mampu memenangkan leg pertama play-off Liga Europa, usai mengalahkan Lazio 2-1 di Estadio do Dragao, Jumat (18/2) dini hari. Sempat tertinggal 1-0 di babak pertama lewat Mattia Zaccagni. Porto mampu membalikan keadaan berkat dua gol dari Toni Martinez di menit 37 dan 49. 

FERRAN TORRES MENANGIS USAI LAGA KONTRA NAPOLI

Penyerang Barcelona, Ferran Torres, menangis setelah Barcelona dan Napoli bermain imbang dalam leg pertama play off Liga Europa. Diduga Torres kecewa dengan penampilan selama 90 menit melawan Napoli. Pemain 21 tahun itu merupakan pengoleksi peluang terbanyak bagi Barcelona. Dari 21 tembakan, sembilan di antaranya berasal dari Torres. Hanya saja tujuh dari sembilan upaya Torres melenceng dari sasaran. Torres juga membuang peluang yang bisa membuat Barcelona mengamankan kemenangan.

PSG BELUM MENAWARKAN PEMBARUAN UNTUK MBAPPE

Julien Maynard dari Téléfoot telah melaporkan kemarin sore bahwa meskipun diskusi masih berlangsung, Paris Saint-Germain belum membuat tawaran perpanjangan untuk Kylian Mbappe sampai saat ini. Sebelumnya, The Independent telah melaporkan bahwa PSG ditetapkan untuk membuat pemenang Piala Dunia itu dengan bayaran tertinggi di dunia, dengan upah lebih dari 500.000 pounds seminggu.

LIONEL MESSI DICIBIR MEDIA PRANCIS, AGUERO MURKA

Eks penyerang timnas Argentina, Sergio Aguero, dibuat murka dengan berbagai kritik media Prancis kepada Lionel Messi yang tampil buruk melawan Real Madrid. Di mata Aguero, Messi sudah menunjukkan penampilan terbaiknya meski gagal mencetak gol. “Tentu saya sangat menyayangkan kegagalannya mengeksekusi penalti. Tapi, setelah penalti itu, dia tampil luar biasa,” ucap Aguero. Lebih lanjut, Aguero mengaku sempat menolak tawaran wawancara dari media asal Prancis. Ia menolak tawaran tersebut sebagai bentuk solidaritas kepada Messi yang kerap disudutkan media.

TERNYATA DULU ALISSON SEMPAT NYARIS GABUNG INTER MILAN

Usai laga kontra Inter Milan di babak 16 besar Liga Champions, Kiper Liverpool Alisson Becker mengaku ia dulu pernah hampir bergabung dengan Inter Milan saat masih remaja, tepatnya di usia 17 tahun. Pemain internasional Brasil telah mengungkapkan bahwa dia bisa saja mendarat di Italia sebelum pindah ke Roma pada 2016. Ternyata, Alisson tidak berjodoh dengan Nerazzurri, karena ia akhirnya bergabung dengan klub Ibu Kota Italia.

JUVENTUS VS TORINO: MOMEN VLAHOVIC IKUTI JEJAK HIGUAIN DAN RONALDO

Penyerang baru Juventus, Dusan Vlahovic, memiliki momen untuk mengikuti jejak Gonzalo Higuain dan Cristiano Ronaldo saat berhadapan dengan Torino, akhir pekan ini. Gonzalo Higuain dan Cristiano Ronaldo tercatat sukses mencetak gol dalam Derby della Mole perdananya saat masih berseragam Juventus. Nah kalau Vlahovic bisa cetak gol di laga itu, ia bisa meniru jejak dua pendahulunya tersebut. Adapun Vlahovic tercatat telah mencetak 18 gol dalam 23 penampilan Liga Italia musim ini.

BERUBAH PIKIRAN, JUVE AKAN PERMANENKAN ALVARO MORATA

Raksasa Italia, Juventus berencana untuk mempermanenkan penyerang asal Spanyol Alvaro Morata. Morata yang kini berusia 29 tahun bergabung dengan Bianconeri dengan status pinjaman dari Atletico Madrid pada September 2020 lalu. Morata dipinjam selama 2 tahun dan akan habis masa peminjamannya akhir musim ini.  Meski musim ini kontribusi Morata tak sebagus musim lalu, Massimiliano Allegri tetap ingin mempertahankan bekas pemain Chelsea itu. 

DEMBELE DISORAKI FANS SAAT MASUK SEBAGAI PENGGANTI DI LAGA LAWAN NAPOLI

Nasib kurang mengenakan didapatkan pemain sayap Barcelona, Ousmane Dembele, saat bertanding di babak playoff Liga Europa, Jumat (18/2) dini hari melawan Napoli. Pemain asal Prancis itu masuk di menit ke-65 menggantikan Adama Traore. Saat masuk ke lapangan, Dembele mendapatkan sorakan dari penonton seisi stadion. Tak cuma itu, ketika Dembele menguasai bola teriakan dan siulan tetap terdengar begitu nyaring.

SPALLETTI GERAM BARCELONA DIHADIAHI TENDANGAN HUKUMAN

Pelatih Napoli, Luciano Spalletti berkomentar, Barcelona pantas mendapatkan hasil imbang di leg pertama Playoff 16 besar Liga Europa 2021/22. Namun menurutnya, mereka tidak berhak mendapatkan hadiah penalti yang merugikan timnya, hingga skor berakhir imbang 1-1. Spalletti tidak senang dengan VAR untuk penalti Barca, karena tidak ada yang memprotes pada saat itu ujung jari tangan Juan Jesus menyentuh bola. Permainan sempat berjalan sebelum wasit asal Rumania Istvan Kovacs memutuskan melihat VAR. Spalletti juga menilai arah bola tidak berubah saat jari Juan Jesus menyentuh umpan silang Adama Traore.

MARTIAL CETAK GOL UNTUK SEVILLA

Manchester United harus menyesal, karena pemain yang mereka pinjamkan, Anthony Martial tampil mengagumkan bersama klubnya saat ini, Sevilla. Martial mencetak gol debutnya bersama Sevilla dalam kemenangan 3-1 atas Dinamo Zagreb di partai leg pertama play-off knockout Liga Europa 2021/22. Berawal dari situasi serangan balik, striker pinjaman dari MU itu melepas tembakan ke tiang jauh yang gagal dibendung kiper lawan.

TANPA HAALAND, DORTMUND DISIKAT RANGERS

Tak diperkuat Erling Haaland, Borussia Dortmund hancur lebur pada leg pertama babak play-off knockout Liga Europa. Tampil di kandang sendiri di Signal Iduna Park, Die Borussen digasak Glasgow Rangers 2-4. Empat gol Rangers masing-masing dilesakkan James Tavernier lewat titik penalti, Alfredo Morelos, John Lundstram dan bunuh diri Axel Zagadou. Dortmund hanya mampu membalas dua gol. Dua gol tuan rumah dilesakkan Jude Bellingham dan Raphael Guerreiro.

CHELSEA SEGERA PERPANJANG KONTRAK MASON MOUNT

Klub Premier League, Chelsea belum siap berpisah dengan Mason Mount. Mereka berencana untuk memberikan kontrak baru kepada sang pemain dalam waktu dekat ini. Menurut laporan Fabrizio Romano, manajemen Chelsea punya agenda khusus di balik perpanjangan kontrak sang pemain. Mereka ingin melindungi sang bek dari kejaran tim lain. Kontrak Mount sendiri akan berakhir di tahun 2024. Chelsea menilai situasi ini berpotensi menimbulkan masalah. Jadi mereka ingin mengamankan jasa sang pemain.

PSG PUNYA AMBISI JUARA LIGA CHAMPIONS, BEGINI RESPON MESSI

PSG bertekad untuk mendapatkan trofi Liga Champions 2021/22, untuk pertama kalinya. Namun, penyerang Les Parisiens Lionel Messi, menyebut Liga Champions adalah salah satu gelar yang sangat sulit untuk diraih. La Pulga menegaskan bahwa kesalahan kecil saja bisa berdampak fatal bagi kesuksesan PSG meraih trofi si telinga besar. Berhasil mengalahkan Real Madrid di leg pertama 16 besar mampu membuat Messi cukup menaikan rasa kepercayaan diri timnya. Namun, ia menegaskan PSG harus tetap fokus untuk bisa menjadi pemenang.

Ketika Shaqiri Tak Mau Jadi Sorotan dan Memilih Menepi dari Eropa

0

Keputusan yang cukup mengejutkan datang dari salah satu talenta terbaik Switzerland, Xherdan Shaqiri. Minggu lalu ia memutuskan untuk meninggalkan sepak bola Eropa dan memilih bermain di Liga Amerika Serikat, bersama Chicago Fire.

Shaqiri merupakan pemain yang sudah malang melintang di kompetisi Eropa. Shaqiri tercatat telah memenangkan tujuh belas trofi selama karier profesionalnya. Ia juga sempat berstatus pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh Swiss. Kini ia sudah mengukuhkan 100 caps bersama Timnas Swiss.

Sama halnya seperti Liga Jepang, MLS juga menjadi pilihan yang masuk akal bagi beberapa pemain yang sudah memasuki masa-masa akhirnya di dunia sepak bola. Andrea Pirlo, Ricardo Kaka, hingga Wayne Rooney. Mereka pergi ke MLS untuk mencari uang pensiunan.

Namun, Xherdan Shaqiri bisa dibilang belum memasuki masa-masa akhir di sepak bola. Pasalnya usia Shaqiri masih 30 tahun, tentu angka tersebut adalah usia yang masih produktif bagi pesepakbola Eropa. Lantas apa yang menjadi motivasi Shaqiri untuk bermain di MLS bersama Chicago Fire? 

Karier Shaqiri

Sebelum kita membahas alasan Shaqiri bergabung dengan Chicago Fire, kita akan mengulas sedikit tentang perjalanan karier sang “Magic Dwarf” atau yang berarti Kurcaci Ajaib. Julukan ini disematkan kepada Shaqiri karena tubuhnya yang mungil karena mengidap kekurangan hormon pertumbuhan. Namun, memiliki kemampuan olah bola yang sangat mengesankan.

Meski mengalami keterbatasan, Shaqiri percaya selama seorang pesepakbola memiliki potensi yang besar, selalu bekerja keras dan tak kenal menyerah, bukan tidak mungkin ia bisa menjadi pesepakbola yang sukses. Tapi tentu saja Shaqiri menyadari bahwa semuanya harus dimulai secara bertahap.

Hal ini juga dialami oleh Shaqiri, ia bermigrasi dari Kosovo ke Swiss pada usia yang masih muda dan memulai kariernya di dunia sepak bola dari bawah. Ayah Shaqiri mendorong anak-anaknya untuk memulai sepak bola setelah melihat imigran muda lainnya memilih jalur sepak bola untuk segera keluar dari kemiskinan.

Shaqiri memulai karier profesionalnya bersama klub raksasa Swiss, FC Basel. Ia menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan FC Basel pada Januari 2009. Bersama Basel, Shaqiri mencatatkan sejumlah prestasi. Termasuk meraih double winner dengan menjuarai Liga dan Piala Domestik sebanyak dua kali pada 2009/2010 dan 2011/2012.

Bersama FC Basel nama Xherdan Shaqiri mulai dikenal dunia. Akhirnya, tawaran untuk bermain di Liga Jerman bersama Bayern Munchen pun datang. Ia direkrut Bayern pada tahun 2012.

Pembawa Keberuntungan

Karier Sepak Bola Shaqiri semakin meningkat tajam di Jerman. Bersama Bayern Munchen, Shaqiri kembali menorehkan prestasi. Ia telah memenangkan trofi Bundesliga dalam tiga tahun berturut-turut, yaitu pada musim 2012/2013, 2013/2014, dan 2014/2015.

Ia juga telah memenangkan DFL-Supercup pada tahun 2012, lalu DFB-Pokal pada tahun 2013 dan 2014, Liga Champions pada musim 2012/2013, Piala Super Eropa tahun 2013, hingga Piala Dunia Antarklub tahun 2013.

Sempat membela Inter Milan pada tahun 2015, Shaqiri justru pindah ke Stoke City. Kurang lebih selama dua musim Shaqiri minim prestasi. Namun, pada awal musim 2018/2019 Liverpool datang dengan minat ingin merekrut Shaqiri untuk memperdalam skuad Liverpool kala itu.

Di Anfield, Shaqiri kembali bersinar. Ia membantu The Reds mengakhiri puasa gelar selama hampir 30 tahun lamanya dengan menjuarai Liga Inggris pada musim 2019/2020. Sebelum itu, Shaqiri juga memiliki peran penting dalam mengantarkan Liverpool menjuarai Liga Champions 2018/2019. Lalu, ia juga meraih trofi Piala Super Eropa 2019 dan Piala Dunia Antarklub 2019.

Menariknya, Shaqiri yang dibeli Liverpool dari Stoke City dengan harga 13 juta euro atau sekitar Rp 211 miliar itu bak jimat keberuntungan bagi The Reds kala menjuarai Liga Champions. Pasalnya, Shaqiri datang satu musim setelah Liverpool mengalami kekalahan dari Real Madrid di final Liga Champions tahun 2017/2018.

Situasi tersebut, setali tiga uang dengan yang dialami Shaqiri di Bayern Munchen. Ia datang dari FC Basel ketika Munchen baru mengalami kekalahan dari Chelsea di Final Liga Champions musim 2011/2012.

Tak ayal jika Shaqiri kerap disebut sebagai jimat keberuntungan bagi klub yang ingin menjuarai Liga Champions, setelah mengalami kekalahan di final musim sebelumnya. Dengan segala pencapaian Shaqiri di level klub, ia dianggap sebagai pemain internasional Swiss tersukses sepanjang sejarah.

Menghindar Dari Hingar Bingar Sepak Bola Eropa

Setelah Xherdan Shaqiri malang melintang di dunia sepak bola Eropa, ia sudah menjadi salah satu fenomena dalam sepak bola yang tak bisa dilupakan begitu saja. Dengan keterbatasan fisik namun berbadan kekar, Shaqiri dapat membuktikan bahwa ia tak kalah saing dengan pemain-pemain Eropa lainya. Ia bahkan menjadi ikon bagi Timnas Swiss di berbagai kompetisi antar negara.

Kini Shaqiri lebih memilih untuk berkarier di Liga Amerika Serikat bersama Chicago Fire. Transfer ini cukup mengejutkan, karena dalam beberapa tahun terakhir ia masih tampil prima dan memenangi beberapa trofi bersama Liverpool.

Tentu Shaqiri memiliki alasan tersendiri mengapa ia meninggalkan hingar bingar sepak bola Eropa, meski usianya masih cukup produktif. Alasan utamanya adalah ia sudah lelah menjadi sorotan publik.

Tentu wajar apabila Shaqiri beralasan demikian, mengingat ia pernah membela tim seperti Bayern Munchen, Inter Milan, hingga Liverpool yang mana merupakan klub-klub papan atas di masing-masing liganya. Tentu sorotan media dan para fans tak bisa dihindarkan.

Di usia 30 tahun, sepertinya Shaqiri ingin bermain bola dengan sedikit lebih tenang, ia tak ingin selalu ada kamera dan perhatian berlebih dari media maupun para fans.  

Kawan Lama

Selain alasan tadi, ternyata ada alasan lain yang menjadi pertimbangan Shaqiri untuk melanjutkan karier sepak bolanya di MLS terutama dengan Chicago Fire. Ada faktor personal yang melandasi Shaqiri bersedia menerima tawaran dari tim asal Liga Amerika Serikat tersebut.

Itu terkait keberadaan Direktur Olahraga Chicago Fire, Georg Heitz. Dia merupakan orang yang sangat berjasa pada awal karier profesional Shaqiri di Basel.

Meski ada beberapa klub yang berminat untuk mendatangkan Shaqiri muda, ia memutuskan untuk tetap bersama basel dan bermain untuk tim cadangan dari tahun 2007 hingga 2009. 

Nah, disinilah peran besar Heitz terhadap awal karier Shaqiri. Ia melihat dedikasi dari seorang Shaqiri dan akhirnya Heitz memberikan kontrak profesional pertama untuk Xherdan Shaqiri. 

Sekarang, Shaqiri dan Georg Heitz bereuni di Chicago Fire. Mereka menebus Shaqiri dari Lyon dengan mahar 5,5 juta pounds atau sekitar Rp 107 miliar dengan durasi kontrak hingga 2024 mendatang.

https://youtu.be/O9yfz4L_BqI

Sumber: MLSSoccer, FootballParadise, Transfermarkt, Liverpoolecho

Di Tangan Pioli, Kutukan Nomor “9” Tak Mempan Bagi Giroud

Brace ke gawang Inter Milan dan Lazio jadi bukti bahwa Olivier Giroud masih gacor. Kemampuan membobol gawang lawan memberi pertanda usia 33 tahun hanyalah angka.

Hingga pertengah Februari, pria asal Perancis itu telah mengoleksi 10 gol dan sebiji asis di semua kompetisi bersama Milan. Jumlah gol nya sama dengan torehan Rafael Leao. Keduanya menjadi top skor sementara AC Milan.

Penampilan impresif Giroud mendapatkan pujian dari allenatore Stefano Pioli karena telah berkontribusi kepada Rossoneri.

“Olivier terbukti menjadi pemain yang layak dibeli untuk pemain yang berharga di lapangan. Dia menjadi pemain tangguh dalam berduel dan memberikan kontribusi hebat kepada tim,” kata Pioli

Pujian Pioli kepada Giroud menjadi menarik, sebab ia bisa cocok dengan taktik yang diterapkan oleh Pioli di lapangan.

Sepak Bola ala Pioli

AC Milan memainkan sepak bola yang energik dan cepat dalam formasi 4-2-3-1. Kebutuhan tim akan pemain dinamis dalam menyerang dengan mengandalkan kreativitas pemain seperti Frank Kessie/Brahim Diaz,  Rafael Leao, Saelamaekers, Messias. Kontribusi defensif diserahkan kepada Ismaël Bennacer dan Sandro Tonali.

4231 Stefano Pioli
4231 Stefano Pioli

Di belakang ada pilihan seperti Alessio Romagnoli, Fikayo Tomori, atau Kalulu performanya menjadi andalan dibantu Davide Calabria dan Theo Hernandez yang lebih disukai Pioli saat ini untuk menyisir sisi tepi.

Dalam hal strategi, di setiap pertandingan, mereka berupaya membangun penguasaan bola. Anak asuh Pioli saat kehilangan penguasaan bola, mereka akan menekan secara intens untuk merebut bola kembali dan berusaha melancarkan serangan ke sepertiga lapangan lawan.

Mereka berusaha untuk mendapatkan bola kala lawan sedang melakukan build-up melalui Ibrahimovic atau Giroud memiliki atribut pressing. Bola itu akan dialirkan kepada playmaker untuk dikonversi menjadi umpan progresif.

Artinya salah satu pola serang Pioli adalah saat Giroud berhasil menarik bek lawan untuk maju ke depan. Terdapat ruang antar lini (half space) yang dapat dieksploitasi oleh tiga pemain tengah dan kedua wing-back untuk menciptakan peluang.

Giroud Pressing Lawan Sejak Build-up

Stefano Pioli menginstruksikan anak asuhnya melakukan pressing ke area lawan sejak build up. Pemilihan Giroud dalam tiga pertandingan terakhir untuk AC Milan sangat tepat.

Sebagai penyerang Giroud juga nyatanya punya peran penting dalam pertahanan AC Milan. Ia akan menjadi pemain pertama dalam melancarkan pressing. Pioli memberikan tugas tambahan menjadi perebut bola.

Urusan pressing lawan, Giroud telah melakukan 196 kali percobaan dan 52 kali sukses. Sesuai dengan instruksi pelatih, Giroud diminta banyak menekan lawan sejak build up. Catatan FBref, menggambarkan bawah Giroud sudah melakukan pressing di sepertiga lawan sebanyak 106 kali percobaan, sementara 76 kali dan 14 di area tengah serta pertahanan AC Milan.

Angka ini menunjukkan kepada publik bahwa Giroud tidak sekadar striker jangkung dan gacor di depan gawang lawan. Ia memiliki kemampuan untuk merebut bola di area sepertiga lapangan lawan sebagai landasan taktik Pioli. Contohnya, dalam proses gol pertama ke gawang Inter Milan. Bagaimana hasil pressing bisa dikonversi menjadi gol?

Saat pemain belakang Inter Milan mengoper bola ke arah Alexis Sanchez, Giroud turun ke tengah untuk melakukan pressing terhadap pergerakan Sanchez. Walhasil, bola berhasil direbut lalu di oper ke Sandro Tonali lalu ke Brahim Diaz.

Sepakan Diaz yang mengenai Bastoni berhasil dimanfaatkan oleh Giroud menjadi gol dengan menjatuhkan badan untuk menjangkau bola.

Pada gol ini menggambarkan kalau Giroud adalah sosok penyerang yang lengkap. Ia mampu membaca permainan dengan cara merebut bola dari lawan lalu mengalirkannya. Giroud juga piawai memposisikan diri untuk mencetak gol.

Hal itu terlihat ketika AC Milan menghadapi Lazio di Coppa Italia beberapa waktu lalu. Giroud mengarahkan pandangan kepada pengumpan, Leao dan Theo Hernandez, lalu membuat ancang-ancang agar tendangannya bisa tepat ke gawang. Di sisi lain, ia berusaha mengelabui pemain bertahan lawan agar tekanan kepadanya menurun.

Memanfaatkan Kelebihan Giroud

Stefano Pioli tidak melulu menuntut Giroud untuk mencetak gol saban pertandingan. Bagi pelatih berkebangsaan Italia, ia meminta pemain Prancis harus memahami kelebihan yang dimiliki.

“Ia memahami sepak bola sebagai permainan tim. Peluang-peluang yang diciptakan di pertandingan adalah buah dari latihan secara tim untuk saling memahami posisi bermain,” ucap Pioli.

Terdapat tiga faktor yang membuat Giroud layak disebut penyerang komplet. Pertama, tinggi 192 cm yang dimiliki oleh Giroud dapat digunakan untuk memenangkan duel udara. Sebagai penyerang bertipikal non-antagonis, Giroud memiliki naluri melayani kawan untuk mencetak gol.

Kedua, fisik yang mumpuni ditambah dengan konsistensi dalam berlatih menjadi pemain. Ia paham posisi sehingga tahu kapan melakukan sprint, duel udara, atau pressing terhadap lawan.  

Ketiga, kecerdasan Giroud di lapangan dengan memilih kecerdasan otak ketimbang kekuatan otot. Bukan otot tidak penting, namun pada tingkat ini timing menjadi krusial bagi penyerang yang mampu memadukan dua kekuatan itu.

Tiga kemampuan Giroud mendukung pemahaman baginya, bahwa menciptakan peluang memiliki arti yang sama dengan mencetak gol.

Perbanyak Latihan Ketimbang Percaya Tahayul

Giroud memakai nomor punggung “9”, di mana sepeninggal Filippo Inzaghi nomor punggung itu keramat. Pemain yang memakai nomor itu bakal mendapat kutukan dan kesulitan mencetak gol.

Namun, Giroud tidak mau ambil pusing soal itu. Ia mengatakan kalau hal itu hanyalah takhayul. Dan Giroud tidak mempercayai hal itu.

Giroud juga sepertinya langsung membuktikan takhayul itu tidak bisa dipercaya. Sebab saat laga debutnya di AC Milan kontra Cagliari di Serie A, Giroud bahkan bisa mencetak brace.

Gol tersebut menjadi jalan pembuka 6 gol selanjutnya bersama Il Diavolo Rosso. Bahkan hingga pekan ke-26, Giroud masuk ke jajaran top skor klub dengan mengenakan jersey keramat.

Ketidakpercayaan Giroud terhadap takhayul tidak sekadar ucapan mulut semata. Latihan membangun chemistry dengan pemain tengah, depan dan wing back dilakoninya demi membentuk permainan tim di lapangan.

Pola yang Giroud terapkan ini akan memberi tahu siapa dirinya dalam kerangka permaian di lapangan nanti. Misalnya, saat berperang sebagai pemantul di lini depan selama 90 menit.

“Saya sering harus melakukan sedikit pekerjaan yang berbeda, berkorban untuk membantu tim memimpin. Faktanya, Anda memiliki lebih sedikit energi untuk menjadi penentu di sepertiga terakhir,” tutur Giroud.

Kemampuan Giroud ini justru membuat Stefano Pioli tak perlu ambil pusing andaikata Zlatan Ibrahimovic harus menepi. Giroud juga sudah nyetel dengan taktik Pioli dan jalan untuk mencetak lebih dari 10 gol makin terbuka di musim ini.

 

Referensi : FB Ref, Understat, Transfermarkt, Master Mindset, TF, FIF, Bola

Inilah Alasan Kenapa Barcelona Wajib Menjuarai Europa League

Europa League adalah realitas nyata yang harus dihadapi Barcelona. Tentu saja usai tersingkir di babak penyisihan grup Champions League.

Barcelona selama ini memiliki perjalanan sulit sejak awal musim. Mengawali La Liga dengan catatan buruk, dan masih banyak PR yang harus diperbaiki, maka adil rasanya bahwa satu-satunya target realistis terbesar yang bisa dicapai Blaugrana adalah juara Europa League.

Disamping tentu saja Barcelona juga mesti mengupayakan agar finis di peringkat empat besar di La Liga pada ujung musim 2021/22. Nah, mengapa juara Europa League wajib diraih Barcelona? Apa pula alasannya?

Sebagai Unggulan

Semua orang tahu kalau Barcelona adalah tim yang penuh prestasi. Bertanding di Europa League yang notabene kasta kedua di Eropa, tentu bikin Barca malu. Ya meskipun pada akhirnya justru Barca yang jadi unggulan di turnamen ini.

Bertarung di Europa League sebagai unggulan tentu akan menjadi beban tersendiri bagi pasukan Xavi Hernandez. Dan beban kali ini sangatlah berat. Apalagi Barcelona lebih banyak dihuni para pemain muda.

Namun, tidak pas juga jika beban unggulan itu diserahkan hanya ke pundak para pemain muda Barcelona. Xavi yang sebetulnya menanggung beban itu. Apalagi dirinya mengakui kalau Europa League ini akan menjadi ajang eksperimen skuadnya.

Xavi mengatakan bakal lebih sering melakukan rotasi di turnamen ini, terutama untuk menjaga kestabilan tim saat di La Liga. Apalagi mereka juga menargetkan supaya masuk empat besar. Para pemain muda Xavi macam Gavi, Nico, Mingueza maupun Eric Garcia mungkin akan sering diberi menit bermain di Europa League.

Melihat calon musuh Barcelona adalah Napoli yang notabene tim kuat di Europa League, tentu mengandalkan pemain muda saja sama seperti berjudi. Maka tampaknya Xavi akan mengkombinasikan skuad yang terdiri atas pemain muda dan tua di Europa League.

Xavi harus cakap dan tepat dalam menyusun taktiknya. Sebab klub punya target, dan dari target itu klub juga menginginkan peningkatan finansial seiring prestasi Barca yang mentereng di Europa League.

Di atas kertas, Barcelona tentu punya kualitas yang cukup untuk sekadar meraih trofi Europa League. Namun, Barcelona juga harus menghadapi musuh-musuh yang bisa dibilang jagoannya Europa League.

Seperti Sevilla yang konon memiliki “DNA Europa League”. Penampilan Sevilla juga tidak jelek-jelek amat musim ini, bahkan di La Liga secara peringkat berada di atas Barcelona. Selain Sevilla, masih ada tim-tim lain yang juga terlempar dari Champions League macam Dortmund dan Atalanta. Jika ingin juara, Barca harus waspada terhadap senior-seniornya di Europa League.

Pemasukan Klub

Selain karena unggulan, juara Europa League juga bisa menambah pemasukan klub. Apalagi setelah tersingkir dari Liga Champions terlalu cepat, Barcelona secara nyata mendapat pukulan terhadap pundi-pundi keuangannya.

Karena gagal lolos ke fase knockout Champions League, raksasa Spanyol itu kehilangan banyak materi pemasukan dari hak siar maupun dalam hal pertandingan. Padahal jika Barca lolos ke 16 besar UCL, akan ada 9,6 juta euro atau Rp 156 miliar mengalir ke rekening mereka. Namun karena gagal, Barcelona malah rugi 20 juta euro atau Rp 326 miliar.

Situasi ini membuat pertandingan Europa League adalah lahan yang bagus dan penting bagi Xavi dan klub untuk setidaknya meraih ganti uang yang hilang dari Champions League.

Karena setidaknya, Barcelona ketika bertanding di Europa League, mereka sudah menerima 3,5 juta euro atau Rp 57 miliar per pertandingan. Dan jika menang dalam pertandingan itu akan mendapat tambahan 1,1 juta euro atau Rp 18 miliar. Dan jika mereka memenangkan gelar Europa League, Barca akan mendapat uang sekitar 13,5 juta euro atau Rp 220 miliar. Dengan itu akan sangat membantu dalam mengurangi beban kerugian Barcelona.

Merebut Tiket Lolos Langsung Champions League

Mengamankan tempat di Champions League berikutnya adalah target mutlak Xavi. Dan jika ingin otomatis meraihnya, Barca harus menjuarai Europa League. Atau bisa juga dengan merebut posisi empat besar di La Liga.

Namun, untuk cara kedua agaknya Barca akan kesulitan. Hingga pertengahan Februari 2022 Barcelona memang masih berada di urutan keempat La Liga, 15 poin di belakang pemimpin klasemen, Real Madrid. Barca juga masih bersaing ketat dengan klub-klub di bawahnya yang berselisih poin sangat tipis seperti Atletico Madrid, Real sociedad, Villarreal, dan Athletic Bilbao.

Mempertimbangkan situasi seperti ini, tentu posisi Barca untuk mengamankan posisi empat besar masih diragukan terlebih performa skuad Xavi di La Liga kerap inkonsisten. Para pesaing di La Liga musim ini cenderung merata dan semuanya berambisi menjegal Barca di empat besar.

Jadi, pilihan sebagai juara Liga Europa adalah alternatif Blaugrana untuk merebut tiket langsung lolos Champions League. Karena sang juara berhak langsung ikut Champions League musim berikutnya tanpa melihat posisi di Liganya.

Memenangi gelar Europa League juga tak kalah penting bagi Barcelona. Terlebih, Barca belum pernah meringkus trophy itu sejak kompetisi itu bergulir.

Melengkapi Raihan Trophy

Barcelona akan kembali bermain di Europa League setelah hampir dua dekade sejak 2002. Alasan lain mengapa Barcelona harus memenangkan trophy ini adalah untuk melengkapi lemari trophy di Camp Nou yang bisa disandingkan dengan trophy macam Champions League, La Liga, dan Copa Del Rey.

Selain berusaha mendapatkan trophy yang tak ada di etalasenya, Barca wajib keluar dari keterpurukan performa dan mental juara. Ini bisa menjadi peluang untuk itu, dengan tujuan menunjukkan kepada dunia bahwa Barcelona tetaplah menjadi salah satu yang terbesar di Eropa.

“Era baru sedang dimulai, kami akan memulai dari awal dan kami akan bekerja untuk membawa Barca ke tempat yang layak. Target realistis kami sekarang adalah harus memenangkan Europa League,” kata Xavi.

Jika berhasil menjadi juara Europa League nantinya Barca juga akan mencapai final Piala Super Eropa pada Agustus 2022. Itu juga akan menambah raihan trophy di lemari Camp Nou, tapi hanya jika Xavi berhasil.

Selain itu, mengangkat sebuah trophy juga akan membantu manajer yang relatif tidak berpengalaman seperti Xavi untuk membangun kepercayaan dengan dewan serta para fans.

Mengingat Xavi sudah diberikan kesempatan dan kebebasan untuk mempelopori proses pembangunan era baru di Barcelona. Hal itu juga akan sangat membantu dalam menanamkan kepercayaan diri pribadi dan moral Xavi yang bisa berdampak positif ke dalam skuad Barcelona.

Namun, ketika Xavi dan Barcelona menggebu-nggebu mencapai target di atas, tidak jarang fans justru menganggap bahwa itu adalah sebuah kemunduran bagi Barcelona. Ketika Barca menargetkan Europa League sebagai juara, banyak fans yang mengejek Barcelona karena tak pantas menargetkan itu sebagai tim besar.

Akan tetapi, realitanya Barca sangat membutuhkan gelar ini. Barca membutuhkan pemasukan klub, pematangan skuad, tiket lolos langsung ke Champions League, dan melengkapi raihan trophy di musim ini.

https://youtu.be/7TxWZtGIVvc

Sumber Referensi : thesun, sporstkeeda, dailymail, thegoalsideview, bullfrag