Manchester United berhasil memetik kemenangan di kandang atas tamunya Brighton & Hove Albion pada Rabu dini hari kemarin. Dalam pertandingan tersebut terbukti bahwa Rangnick tetap mempercayakan Harry Maguire sebagai kapten United.
Walaupun sanggup memimpin rekan-rekannya meraih kemenangan di laga itu, Maguire tetaplah Maguire. Ia tak akan pernah lepas dari kritik tajam yang mengarah ke performanya yang tak kunjung membaik dalam beberapa pertandingan terakhir bersama United.
Contohnya saja pada laga Manchester United melawan Southampton pada pekan lalu. Maguire menampilkan performa yang sangat buruk untuk sekelas pemain langganan Timnas Inggris.
Hingga kini tercatat Maguire sudah hampir tiga musim mengemban mandat sebagai kapten di Manchester United. Namun, apabila mengingat performa buruk yang kerap ditampilkan oleh Maguire, muncul beberapa opini yang menyatakan bahwa Maguire sebenarnya tidak pantas mengenakan ban kapten.
Lantas apa alasannya sehingga Maguire dikatakan tak pantas mengenakan ban kapten di Manchester United? Benarkah Maguire tak pantas menjadi kapten MU?
Daftar Isi
Jabatan Kapten
Manchester United dikenal sebagai klub bersejarah yang selalu diisi pemain-pemain yang hebat. Oleh karena itu, dalam pemilihan kapten juga tak sembarangan. Ban kapten United kerap dipakai oleh pemain-pemain yang dituakan, berwibawa, dan dapat mencerminkan sikap kepemimpinan yang baik dalam meningkatkan motivasi tim saat bermain.
Sebut saja seperti Roy Keane, pemain yang sangat mengerikan ini dapat melakukan hampir semua hal di lapangan. Ia bermain dengan semangat Irlandia yang kuat, demi lambang Setan Merah.
Oh, what we’d give to have a captain like Roy Keane right now… 🙏❤️ pic.twitter.com/smMSXCpKl9
— OldTraffordFaithful (@OTFaithful) February 14, 2022
Pemain yang pernah jadi kapten MU lainnya, Nemanja Vidic juga merupakan bek tangguh bak monster asal Serbia. Bek petarung yang rela berdarah-darah demi menjaga pertahanan Manchester United. Nah, kalau Harry Maguire itu siapa?
Proses Harry Maguire untuk menjadi kapten United pun patut dipertanyakan. Pasalnya, Harry Maguire baru saja bergabung dengan Manchester United pada musim panas tahun 2019. Namun, hanya berselang enam bulan ia tiba-tiba langsung diangkat menjadi kapten Manchester United oleh Ole Gunnar Solskjaer.
Ole menunjuk Maguire sebagai kapten klub lantaran kapten Setan Merah pada musim itu, Ashley Young memutuskan untuk pindah ke Italia, bergabung dengan Inter Milan. Pada momen itulah Solskjaer langsung menunjuk Maguire sebagai pengganti Ashley Young.
Bahkan, Maguire juga mengaku tidak menyangka bisa menjadi kapten Manchester United hanya dalam waktu enam bulan setelah bergabung. Ia juga menyadari bahwa seharusnya tak semudah ini untuk menjadi kapten United.
Karena mengenakan ban kapten Manchester United itu merupakan sebuah kehormatan layaknya memimpin pasukan perang. Namun, ia akan berusaha memaksimalkan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Solskjaer.
Performa Buruk Harry Maguire
Harry Maguire sejatinya dapat menampilkan permainan yang cukup baik di awal-awal musimnya bersama United. Apalagi setelah ia diamanahi sebagai kapten klub, United sempat memuncaki kelasemen sementara Liga Inggris pada musim 2019/20.
Namun, performa Harry Maguire justru mengalami penurunan dan cenderung tak konsisten. Performa dari bek tengah Manchester United itu sudah menurun sejak awal musim ini. Penampilan Maguire cukup mengecewakan apalagi jika kita melihat banderol yang harus United bayar ketika menebusnya dari Leicester City.
Dalam beberapa pertandingan terakhir United pada awal tahun 2022 saja, Maguire sudah beberapa kali mencatatkan error saat mengawal pertahanan United. Maguire juga dituding sebagai biang kerok dari kegagalan Manchester United meraih tiga poin saat melawan Burnley pada 9 Februari kemarin.
Fridge Maguire vs Burnley. Just one game, countless numbers of errors.
80m well spent @ManUtd pic.twitter.com/BwCsA4nqPH— LFCTrey ✪ (@LFC__Trey) February 10, 2022
Manchester United seharusnya bisa memimpin di awal pertandingan ketika Raphael Varane mencetak gol melalui sundulan, tapi dianulir oleh VAR setelah Maguire dinyatakan offside dan diduga telah melanggar salah satu bek Burnley. Cukup aneh apabila bek tengah sekelas Maguire tak paham sistem kerja dari peraturan offside.
Paul Pogba sempat membawa Setan Merah unggul. Namun, lagi-lagi Maguire melakukan kesalahan dalam pengambilan bola di awal babak kedua yang menyebabkan Burnley dapat menyamakan kedudukan melalui Jay Rodriguez dan Burnley pun seperti mendapat angin kedua yang membuat mereka berhasil menguasai sisa jalannya pertandingan.
Nah, performa Maguire pada laga melawan Southampton kemarin malah lebih lucu lagi. Pertandingan yang menunjukan hasil akhir imbang 1-1, Harry Maguire dikritik habis-habisan karena kesulitan untuk mengawal penyerang Southampton, Armando Broja. Sebegitu kesulitannya Maguire hingga harus mengeluarkan jurus terlarang miliknya yaitu “No-looks Defending”.
Rentetan performa buruk ini mengakibatkan beberapa pihak, terutama fans merasa Maguire tidak pantas mengenakan ban kapten, dan mereka mendesak agar jabatan kapten Setan Merah milik Harry Maguire dicopot.
Tak Pantas Jadi Kapten
Inkonsistensi dari Manchester United mengakibatkan performa beberapa pemain jadi sorotan tajam, terutama sang kapten, Harry Maguire. Dengan performanya yang tak kunjung membaik, hal ini membuat publik menilai bahwa sudah saatnya Maguire diturunkan dari jabatan kapten klub.
Menurut legenda Manchester United, Rio Ferdinand, Harry Maguire dirasa terlalu cepat untuk memakai ban kapten di skuad Manchester United. Ferdinand sedikit menyayangkan keputusan untuk menjadikan Maguire kapten, padahal ia masih berstatus pemain baru di United.
“Saya pikir dia menjadi kapten terlalu cepat. Cukup sulit untuk datang ke Manchester United dan merasa nyaman dan tanpa tekanan ekstra menjadi kapten. Ini adalah tanggung jawab besar, itu menempatkan beban besar di pundak Anda,” kata Rio.
Ferdinand malah cenderung mengusulkan agar David de Gea yang menggantikan Maguire sebagai kapten klub. Hal itu mengingat sosok De Gea yang cukup vokal di lini pertahanan dan ia juga sudah sepuluh tahun lebih membela Manchester United.
Sejak Maguire menjadi kapten, ia tidak menunjukkan dampak yang sangat baik bagi klub. Bahkan Maguire lebih sering kena hujat netizen ketimbang menunjukan permainan yang bagus. Sebagian pihak juga percaya bahwa ia adalah titik terlemah di tim Manchester United. Jadi tak heran apabila fans United menuntut pemain lain agar mengambil alih ban kapten klub.
Rangnick Masih Percaya Maguire
Kritikan terhadap Harry Maguire semakin meningkat terutama selepas aksi “No-looks Defending” miliknya keluar pada match melawan Southampton. Namun, Rangnick selaku manajer sementara klub meresponnya dengan santai. Tak ada alasan baginya untuk mengganti kapten klub.
Harry Maguire, nampak angin-anginan di beberapa laga sebelumnya. Terakhir, Pemain 28 tahun ini disalahkan karena tidak bisa menjaga Wout Weghorst, saat MU kontra Burnley, Rabu kemarin.
Ralf Rangnick yakin, Maguire akan kembali bangkit saat MU kontra Southampton malam nanti. pic.twitter.com/wIFwYxxYzA
— SPORT7 (@sport7trans7) February 12, 2022
Rangnick berpikir, pemain Internasional Inggris itu membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pola permainan yang baru.
“Saya pikir setelah kembali dari cedera, Maguire mampu tampil bagus. Dia juga tampil luar biasa di pertandingan melawan West Ham” ujar Rangnick seperti yang dilaporkan Sky Sports.
Namun, Rangnick tak menampik perihal performa Maguire yang menurun di beberapa pertandingan terakhir. Dalam dua pertandingan terakhir sebelum berhadapan dengan Brighton, ia mengakui bahwa Maguire memiliki beberapa kesalahan yang mengakibatkan United harus kebobolan. Tapi Rangnick masih mempercayai Maguire, ia tak melihat alasan apa pun untuk mengubah keputusannya ini.
https://youtu.be/5khK1Pq_Fdw
Sumber: 90min, Sky Sport, SportWorld, Mirror


