Hanya 5 Klub Jerman Ini yang Sanggup Menghabisi Bayern Munchen

spot_img

Bayern Munchen boleh dibilang klub yang tak memiliki kata “terbantai” atau “dihabisi” dalam kurikulum sepak bolanya. Die Roten justru lebih sering menghabisi klub mana pun, tak peduli itu klub besar dan punya banyak penggemar. Raksasa Spanyol, Barcelona sudah terbiasa dihabisi oleh Bayern Munchen.

Namun, nasib tidak mungkin selalu di atas. Ada kalanya terjungkal. Kadang untuk membuat klub raksasa malu, bukan menjadi tugas klub raksasa juga. Tetapi, klub kecil yang berbicara.

Begitulah Bayern Munchen. Ia memang hebat, digdaya, dan punya segalanya. Tapi berhadapan dengan FC Bochum yang secara apa pun jauh di bawah, The Bavarians malah mengkis-mengkis. Tak ada ampun FC Bochum membombardir gawang Munchen dengan 4 gol, yang hanya mampu dibalas lewat dua gol Robert Lewandowski.

Kekalahan atas tim “chiki” bukan kali pertama bagi Bayern Munchen. Setidaknya, soal menghabisi FC Hollywood, klub-klub kecil jagonya. Nah, berikut ini lima klub Jerman yang sanggup menghabisi Bayern Munchen.

Fortuna Dusseldorf

Jika kamu berpikir Bayern Munchen dengan apa yang ia miliki tak pernah merasakan masa suram, kamu salah besar. Sebab di musim 1977/78 di bawah asuhan Dettmar Cramer, Bayern Munchen hanya mampu finis di peringkat ketujuh.

Penderitaan itu masih belum seberapa. Di musim berikutnya, Bayern Munchen tidak pernah menyangka bakal dikalahkan Fortuna Dusseldorf, tim yang sekarang menghuni Bundesliga 2.

Dusseldorf berhasil mempermalukan Bayern Munchen di pertandingan ke-15 lanjutan Bundesliga musim 1978/79. Kala itu, tak tanggung-tanggung Dusseldorf membantai Munchen dengan gelontoran tujuh gol, dan hanya berbalas satu.

Dusseldorf bahkan sudah mencetak gol pada menit pertama lewat kaki Klaus Allofs. Tapi untungnya Munchen segera membalas gol itu melalui bek andalannya, Augenthaler.

Namun, Dusseldorf tak puas hanya dengan hasil imbang. Dusseldorf juga bukanlah klub yang mudah memberikan belas kasihan, apalagi pada Munchen. Alhasil, enam gol kemudian bersarang ke gawang Munchen.

Satu gol dari Emanuel Gunther, sepasang gol dari Wolfgang Seel, dan satu lagi dari Gerd Zimmerman menenggelamkan Munchen. Die Roten pun harus tertunduk lesu karena kalah 7-1 atas Fortuna Dusseldorf.

Sayangnya, setelah itu Munchen dan Dusseldorf bernasib berbeda. Dan membuat kedua klub ini hanya bisa bertemu kalau Dusseldorf naik ke Bundesliga atau di DFB Pokal. Kalaupun bertemu, keadaan sudah tidak seperti dulu lagi.

Eintracht Frankfurt

Jika kisah pembantaian Munchen oleh Dusseldorf itu berlangsung sebelum era 2000-an, Eintracht Frankfurt tidak. Sebelum maupun sesudah tahun 2000, menghabisi Bayern Munchen bukanlah perkara sulit bagi Eintracht Frankfurt.

Mari kita mulai dari yang kuno dulu. Pada Bundesliga musim 1975/76 Bayern Munchen memiliki tekad kuat untuk merengkuh trofi. Buktinya, pada 14 belas pertandingan, Die Roten hanya kalah empat kali. Itu sebelum berjumpa Eintracht Frankfurt di Deutsche Bank Park.

Eintracht Frankfurt lah yang menenggelamkan kembali Munchen ke dasar bumi. Dengan Rummenigge sebagai motor serangan, The Bavarians malah kemasukan gol lebih dulu lewat aksi Rudiger Wenzel pada menit ke-8.

Alih-alih merespon dengan gol, Bayern Munchen justru kebobolan lagi. Bernd Nickel, Jurgen Grabowski, Bernd Holzenbein, dan Wili Neuberger bergiliran mencicil gol ke gawang Munchen sampai babak pertama selesai.

Silakan hitung sendiri berapa golnya. Sementara di babak kedua, Frankfurt justru menambah satu gol lagi lewat aksi Nickel. Bayern Munchen 0 Eintracht Frankfurt 6 terpampang di papan skor.

Nah, sekarang kita masuk ke era post-truth. Tahun 2019 lalu, Bayern Munchen yang sudah diperkuat Lewandowski kembali dihabisi oleh Eintracht Frankfurt. Meski kini Munchen bisa mencetak gol, pembantaian tetaplah pembantaian.

Petaka bermula ketika Jerome Boateng terkena kartu merah, dan Munchen harus bermain dengan sepuluh pemain. Pada babak pertama, Filip Kostic dan Djibril Sow membuat Frankfurt unggul, sebelum Lewandowski memperkecil ketertinggalan.

Namun, Frankfurt benar-benar bisa mengendalikan situasi. Die Roten yang tak jelas arah permainannya membuat Frankfurt kembali mencetak gol. David Abraham, Martin Hinteregger, dan Goncalo Paciencia menggenapi kemenangan 5-1 Frankfurt atas Munchen. Setelah kekalahan ini, pelatih Munchen kala itu, Nico Kovac bahkan langsung dipecat.

FC Saarbrücken

Bayern Munchen memang kesebelasan yang cukup unik, kalau tidak menyebutnya aneh. Munchen bisa membantai klub-klub raksasa, tapi oleh klub seperti FC Saarbrucken saja Munchen justru mengalami kenestapaan.

Apalagi itu terjadi saat Bayern Munchen memiliki skuad yang sangat mewah dan melegenda. Jadi ceritanya, Munchen bentrok dengan Saarbrucken di matchday 30 Bundesliga musim 1976/77.

Munchen masih memiliki nama-nama beken seperti Gerd Muller, Rummenigge, Beckenbauer, sampai Sepp Maier. Namun Munchen justru lebih dulu kebobolan dua gol dari Saarbrucken lewat aksi Roland Stegmayer. Di babak kedua Gerd Muller memperkecil ketertinggalan.

Namun, Stegmayer langsung merespon dengan tambahan dua gol lagi. Pada 10 menit menjelang bubar, Denz dan Schuser mencetak masing-masing satu gol. Bayern Munchen pun kalah 6-1 atas FC Saarbrucken. Karena Saarbrucken kini menurun drastis, sedangkan Munchen kian menggila, mungkin kita akan sulit melihat Munchen dibantai tim ini lagi.

FC Schalke

Sama seperti Eintracht Frankfurt, Schalke mampu mengemas kemenangan besar atas Bayern Munchen sebelum dan sesudah tahun 2000. Pertama, pada Bundesliga musim 1976/77.

Kala itu, Bayern Munchen menjamu FC Schalke di rumahnya sendiri dengan bekal hanya kalah sekali sebelum laga itu tersaji. Secara mental, Bayern Munchen tentu lebih diunggulkan karena sekitar 50 ribu fans mereka hadir kala itu.

Meraih kemenangan di kandang mestinya bukan urusan sulit buat Beckenbauer dan kolega. Namun, Schalke bukanlah klub yang mudah dikalahkan. Apalagi saat itu Schalke masih diperkuat Klaus Fischer, juru gedor mereka.

Dan benar saja, FC Schalke pun unggul lebih dulu lewat gol dari Fischer dan Kremers. Nah di babak kedua, Fischer melipatgandakan golnya menjadi empat.

Schalke juga ketambahan dua gol lagi dari Rudiger Abramczik dan Manfred Dubski. Munchen pun terjungkal dengan tujuh gol Schalke yang tak mampu dibalas satu pun.

Hal yang hampir sama diulangi Schalke di Bundesliga musim 2001/02. Kala itu, Olivier Kahn yang masih mengawal gawang Munchen justru tak berdaya dengan kebobolan 5 gol.

Emile Mpenza, Ebbe Sand, Jorg Bohme, Van Hoogdalem, dan Oude Kamphuis bergiliran membobol gawang Kahn. Lima gol itu hanya berbalas satu gol Bayern Munchen lewat Mehmet Scholl.

Borussia Monchengladbach

Tak perlu mengingat-ingat masa lalu supaya tahu kapan Borussia Monchengladbach mampu membantai Bayern Munchen. Musim ini saja Bayern Munchen sudah kena bantai Gladbach di ajang DFB Pokal 5-0.

Hebatnya lagi, Gladbach melakukan itu ketika Munchen tampil dengan skuad terbaiknya. Catat baik-baik, yang tampil itu skuad terbaik Bayern Munchen, bukan dari akademi.

Gol demi gol menghujam ke gawang Manuel Neuer. Kouadio Kone memulai pesta gol Gladbach di dua menit setelah kick off. 13 menit berselang Rami Bansebaini menggandakan keunggulan, dan tak lama ia mencetak gol lagi lewat titik putih.

Babak pertama berakhir dengan skor 3-0. Skor ini saja sudah sangat telak bagi Munchen. Namun, karena Gladbach sudah pernah mengalahkan Munchen 3-0 di Bundesliga musim 2018/19, maka kali ini harus lebih banyak.

Gladbach pun makin bertindak sewenang-wenang. Benar saja, Breel Embolo lantas menggenapi kemenangan Gladbach dengan dwi golnya. Para pemain Munchen pun hanya bisa memasang wajah memelas.

Dari pertandingan ini, apakah Munchen kehilangan satu pemain sehingga mudah dibantai? Tentu saja tidak. Ini murni karena saat itu, Munchen sepertinya sedang kerasukan setan Old Trafford.

https://youtu.be/HA0ldoUU084

Sumber referensi: chaseyoursport.com, footballdatabase.eu, espn.com, bundesliga.com, bleacherreport.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru