Beranda blog Halaman 593

Apa Yang Membuat Sevilla Berpeluang Menjadi Juara La Liga 2021/2022?

Sevilla tengah jadi bahan perbincangan hangat di La Liga, menyusul performa impresifnya di musim ini. Tim ini berpeluang besar untuk meraih gelar La Liga sejak terakhir kali merasakannya pada tahun 1946.

Meskipun beberapa tahun belakangan Sevilla hanya bisa finis, mentok di posisi empat besar, tapi sekarang tim asal Andalusia itu punya peluang untuk naik ke podium teratas La Liga. Nah, pertanyaannya, mengapa demikian? Apa yang membuat Sevilla berpeluang menjadi juara La Liga musim 2021/22?

Kecakapan Dalam Bertahan

Hal yang paling mentereng dari Sevilla adalah punya rekor pertahanan terbaik di La Liga musim ini. Mereka hanya kebobolan 17 gol dalam 25 pertandingan hingga Februari 2022. Keberadaan bek seperti Diego Carlos, Jules Kounde, Marcos Acuna, dan Rekik sangat penting bagi tim saat melindungi gawang yang dijaga kiper tangguh asal Maroko, Bounou.

Sang penjaga gawang, Bounou juga menjalani musim yang mengesankan dengan sepuluh clean sheet dalam 18 pertandingan. Rata-rata pemain Maroko itu kebobolan 0,6 gol per pertandingan dan menyelamatkan 79% tembakan yang dihadapinya. Musim ini dia mungkin akan bersaing untuk menjadi kiper terbaik La Liga bersama Unai Simon maupun Courtois.

Tidak hanya bek dan kiper yang bertanggung jawab atas lini pertahanan Sevilla. Peran seorang jangkar di tengah juga sangat penting bagi kesuksesan bertahan Sevilla. Di situ ada kombinasi pemain macam Fernando, Rakitic, maupun Joan Jordan.

Konsistensi mereka membantu menutupi pertahanan selama ini. Jarang kehilangan bola, memotong arus serangan, dan akurasi umpan menjadi kunci kekuatan para jangkar tersebut.

Kecakapan dalam bertahan membuat salah satu kunci sukses Sevilla selama ini berada di posisi dua La Liga. Namun, selain bertahan yang bagus, Sevilla juga memiliki pola serangan yang variatif.

Opsi Menyerang Yang Variatif

Meski tak punya cukup gelandang yang bernaluri menyerang, Julen Lopetegui tak ambil pusing. Hal ini disiasati dengan keberadaan lini sayap dan penyerang depan yang selalu dicoba oleh sang pelatih.

Kondisi lini serang Sevilla musim ini terbilang variatif. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya opsi bagi pelatih untuk memilih mana yang akan dimainkan. Terlebih Sevilla juga memiliki stok penyerang mumpuni.

Sebut saja seperti Rafa Mir, Papu Gomez, Suso, En-Nesyri, El-Haddadi, Lamela, Ocampos maupun Martial dan Jesus Corona yang baru didatangkan. Mereka ini adalah opsi variatif menyerang Sevilla yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu.

Sevilla musim ini telah mencetak 34 gol di La Liga sampai Februari 2022. Pencetak gol terbanyak mereka di liga saat ini adalah Rafa Mir dengan sembilan gol, dan Lucas Ocampos di urutan kedua dengan tujuh gol.

Opsi variatif dengan stok pemain depan yang banyak seringkali membuat Sevilla keluar dari deadlock dalam mencetak gol. Jika satu nama pemain depan mereka mandul atau under perform di satu pertandingan, pelatih dengan mudah menggantinya dengan pemain depan lainnya yang kualitasnya sama baiknya. Itu adalah strategi tersendiri bagi Sevilla musim ini.

Opsi variatif dalam menyerang Sevilla ini tentu tidak dapat terwujud tanpa mendatangkan banyak pemain ke Sevilla. Ataupun sebaliknya, dalam mendatangkan pemain baru mereka juga dapat mempertahankan pemain lamanya. Itu semua terwujud karena faktor kebijakan transfer seorang direktur olahraganya yang terkenal, Monchi.

Kebijakan Transfer Monchi

Sejak pertama kali mengambil peran Direktur Olahraga Sevilla, Monchi telah membantu menjadikan Sevilla sebagai salah satu klub paling irit di Eropa.

Salah satu evolusi kunci dalam perekrutan ala Monchi adalah penggunaan data dan kecerdasan pemandu bakat, serta pengembangan pemain, dan pelatihan. Bahkan, Sevilla membuat departemen khusus untuk tujuan ini.

Dengan semua visi yang dipunyai Monchi, penggemar Sevilla berada dalam gelombang optimisme dan kegembiraan dengan prospek jangka panjangnya untuk mengakhiri penantian tujuh dekade gelar La Liga.

Musim ini, Monchi berniat menargetkan Sevilla meraih gelar di sisa kompetisi yang masih dihadapi. Sevilla sudah kehilangan mahkota Copa Del Rey. Mereka juga sudah tersingkir di Champions League dan hanya bermain di Europa League. Tentu di La Liga dengan performa yang cenderung konsisten mereka setidaknya bisa berharap.

Kunci sukses kebijakan transfer Monchi musim ini semakin terbukti dalam mempertahankan pilar-pilar terbaiknya. Ambil contoh ketika pilar penting di lini pertahanan, Jules Kounde yang terus diincar Chelsea pada bursa transfer Januari 2022.

Monchi terbukti mampu menjadi penghalang bagi negosiasi itu demi mempertahankan Kounde. Ada pula Diego Carlos yang ditawar oleh tim kaya baru Newcastle United di bursa transfer yang sama. Nilai kontrak yang luar biasa dari duit Arab Newcastle juga tak membuat Monchi sepakat.

Di sisi lain Monchi malah mendatangkan beberapa pemain khususnya lini depan seperti Anthony Martial dan Jesus Corona. Dengan kecerdikan seorang Monchi, bukan tidak mungkin kedalaman skuad Sevilla mampu konsisten hingga akhir musim.

Tampaknya, kemauan dan cara Monchi dalam menargetkan Sevilla untuk berprestasi lebih, tidak akan berjalan mulus tanpa keselarasan antara kebijakan dengan eksekusi di lapangan. Hal ini yang dipikirkan Monchi untuk menunjuk eksekutor lapangan yang punya visi dan misi sama dengannya. Monchi sangat tepat dalam penunjukan seorang Julen Lopetegui sebagai pelatih Sevilla.

Faktor Pelatih Lopetegui

Namun, Bos Sevilla yang ditunjuk Monchi itu sebetulnya kurang mengesankan. Ia sempat memimpin Timnas Spanyol menjelang Piala Dunia di Rusia. Namun, menjelang kompetisi itu bergulir, Lopetegui malah dipecat.

Kemudian Lopetegui ditunjuk untuk menangani Real Madrid di musim 2019/2020. Di Bernabeu terbukti ia tidak berhasil. Dia dipecat hanya tiga bulan setelah mengambil alih.

Akan tetapi, Monchi tetap mempercayakan kursi pelatih pada Lopetegui yang mulai berlabuh ke Sevilla pada Juni 2019. Dan benar saja, Lopetegui mampu membawa Sevilla juara di Europa League, sekaligus melengkapi enam gelar Liga Eropa yang diraih Sevilla.

Nah, kelihatannya Lopetegui ingin menjadi legenda di Sevilla dengan paling tidak berharap memenangkan gelar pertama mereka dalam 76 tahun di La Liga.

Akan lebih manis lagi bagi Lopetegui jika dia bisa mengalahkan Real Madrid untuk merebut mahkota La Liga. Itu akan menjadi penebusan dosa bagi pria berusia 55 tahun yang sempat diejek publik Madrid.

Taktik Lopetegui dengan karakter menyerangnya mampu diaplikasikan para pemain di lapangan. Kombinasi formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1, dengan kedalaman pertahanan yang kokoh serta variasi menyerang yang sangat banyak, membuat mereka tetap konsisten sampai sekarang.

Rotasi pemain yang dilakukan menjadi salah satu senjata Lopetegui. Kombinasi pemain junior dan senior Lopetegui juga berjalan lancar. Sosok pemimpin yang dibutuhkan mental anak asuhnya pun hadir pada sosok Ivan Rakitic yang notabene sudah sangat mengenal Sevilla.

Tidak Konsistennya Rival

Musim ini adalah kesempatan penting bagi klub-klub seperti Sevilla maupun Real Betis yang mampu merangsek ke papan atas klasemen La Liga. Tentu hal ini bisa terjadi karena klub besar di La liga seperti Barcelona, Valencia, ataupun Atletico Madrid tampil tidak konsisten dari awal musim.

Hal inilah yang harus dimanfaatkan Sevilla yang masih tertinggal 6 poin dari Real Madrid di puncak klasemen. Bukan tidak mungkin posisi Real Madrid bakal direbut Sevilla. Apalagi Real Madrid sendiri terkadang juga sering terpeleset ketika menghadapi klub papan bawah.

Artinya, Real Madrid juga kurang konsisten, apalagi fokus mereka terbagi di Champions League. Dengan kondisi sekarang yang seperti ini, bukan tidak mungkin pasukan Lopetegui bisa memanfaatkan kelengahan Barcelona dan Real Madrid seperti musim 2020/2021 lalu, di mana mahkota La Liga mampu direbut Atletico Madrid.

Sumber Referensi : laliganews, thesun, bbc, transfermarket

Berita Bola Terbaru 22 Februari 2022 – Starting Eleven News

 

KOUNDE MENOLAK BARCA DEMI CHELSEA

Jules Kounde berniat menolak pinangan dari Barcelona demi untuk bergabung dengan Chelsea. Menurut laporan, pasukan Thomas Tuchel dengan tak kenal lelah mengejar bek Prancis itu di musim panas, akan tetapi selalu ditolak pendekatan mereka oleh Monchi dan Sevilla. Namun demikian, baru-baru ini dilaporkan Kounde bersedia menolak tawaran dari klub rivalnya di Spanyol yakni Real Madrid dan Barcelona untuk bergabung dengan Chelsea, jika klub London barat itu mencoba dan mengontraknya lagi di musim panas. Dalam hal ini, direktur Chelsea Marina Granovskaia langsung dengan cepat turun tangan untuk memprosesnya kembali.

ODEGAARD BISA JADI KAPTEN ARSENAL MASA DEPAN

Bos Arsenal Mikel Arteta telah menunjuk Martin Odegaard sebagai calon kapten klub masa depan, dan mengakui bahwa dia sangat terkesan dengan etos kerja pemain asal Norwegia itu sejak bergabung dari Real Madrid. The Gunners kita tahu saat ini tanpa kapten permanen, setelah Aubameyang dicopot dari ban kapten pada bulan Desember, sebelum kepergiannya ke Barcelona. Kapten diambil sementara oleh Alexandre Lacazette sejak pemecatan Aubameyang, sementara Kieran Tierney dipilih sebagai kapten cadangan sementara dari Lacazette.

REAL MADRID INCAR WONDERKID PALMEIRAS

Target transfer Real Madrid, Felipe Endrick, telah mengungkapkan rencananya untuk tetap bersama klub saat ini Palmeiras. Los Blancos telah dikaitkan dengan kepindahan seorang striker wonderkid berusia 15 tahun, setelah jumlah gol yang luar biasa di level usia kelompok muda. Remaja kelahiran Brasilia ini bergabung dengan tim muda Palmeiras pada usia 11 tahun. Real Madrid dikabarkan telah menghubungi pemain dan orang tuanya mengenai transfer di masa depan. Namun, terlepas dari rumor tersebut, Endrick menyatakan masa depannya yang terdekat sekarang adalah di Palmeiras, karena ia lebih memilih untuk berkembang di Brasil, daripada di Eropa.

INZAGHI : INTER TIDAK BOLEH ULANGI KESALAHAN LAGI

Simone Inzaghi terlihat sangat marah dengan Inter setelah kekalahan kandang 2-0 dari Sassuolo. Sebuah tim yang ingin memenangkan Scudetto tidak bisa mendapatkan pendekatan yang salah seperti yang Inter lakukan hari ini. Nerazzurri tahu, kemenangan atas Sassuolo akan membuat mereka menggusur Milan dan merebut kembali posisi puncak Serie A. “Ini bukan pencapaian terbaik, kita akan berusaha cepat bangkit, kami menyadari kesalahan ini dan kami sudah menganalisanya. kata Simone.

POLISI SELIDIKI PEMUKULAN IBU PHIL FODEN

Polisi telah meluncurkan penyelidikan setelah sekelompok laki-laki yang terlihat memukul ibu wonderkid Manchester City, Phil Foden dalam arena pertunjukan tinju. Diungkapkan oleh The Sun, menunjukkan perkelahian pecah antara Claire Foden ibu foden dan sekelompok pria yang terdengar mengejeknya. Polisi Manchester mengatakan telah mengetahui video yang beredar di media sosial yang menunjukkan perkelahian di arena tinju tersebut. Foden, yang mengenakan hoodie biru dan celana jeans ketika itu terlihat dilerai saat dia mencoba membela ibunya yang terkena pukulan dari seorang pria. pihak Klub nampaknya dikabarkan sudah mengetahui video yang beredar di media sosial tersebut.

JUVENTUS TAWARKAN KONTRAK BARU DYBALA

Menurut laporan terbaru, Juventus siap menawarkan Paulo Dybala kontrak terbaru.
Situasi perpanjangan kontrak ini telah berlarut-larut tak kunjung menemui titik temu, karena pihak Dybala awalnya telah menyetujui kesepakatan untuk perpanjangan kontrak pada Oktober 2021. Dan klub kemudian menjadi berubah pikiran seiring masalah cedera Dybala dan kurang konsisten di lapangan selama musim lalu. Hal ini membuat kesal sang pemain, yang bisa saja berstatus free agent pada Juli 2022 karena gagal diperpanjang. Kini Juventus telah berupaya kembali secara resmi mengajukan proposal perpanjangan kontrak baru kepada Dybala dan agennya Jorge Antun.

MAGUIRE MENGAKHIRI PACEKLIK GOL MU LEWAT CORNER

Harry Maguire mengakhiri paceklik gol yang dialami Manchester United dari sepak pojok, Maguire mencetak gol sundulan pada upaya percobaan tendangan sudut ke 140 MU. Maguire mencetak gol sundulan dari sepak pojok dalam kemenangan 4-2 melawan Leeds setelah menerima umpan dari Luke Shaw. Seperti diketahui secara data setan merah telah melakukan percobaan 139 kali tendangan sudut di liga musim 2021/2022 ini, dan belum berhasil untuk dikonversikan satupun menjadi gol.

BERNARDO SILVA MEMIMPIKAN BERGABUNG DENGAN EL REAL

Gelandang Manchester City baru-baru ini sedang bicara tentang mimpinya untuk bermain di Spanyol bersama klub ibu kota Spanyol Real Madrid. Meskipun kontrak pemain berusia 27 tahun di Etihad berakhir pada 2025, pemain internasional Portugal itu pernah mengklaim ingin meninggalkan klub musim panas 2020/2021 lalu untuk mencari pengalaman dan tantangan berbeda di liga lain. Real berada di ambang potensi perubahan lini tengah mereka dan Bernardo mungkin adalah jawaban untuk perubahan itu. Playmaker Portugal itu bisa membuat dampak besar jika dia pindah ke El Real.

WASIT ASAL JERMAN PIMPIN LAGA JUVENTUS VS VILLAREAL

Wasit Jerman Daniel Siebert telah ditugaskan untuk memimpin pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Juventus dan Villarreal. Pertandingan dimulai di kandang Villareal pada hari Selasa malam. Ini adalah leg pertama babak 16 besar pertama yang dipimpin Siebert. Rekornya memimpin pertandingan bersama tim Italia adalah enam kemenangan, dua imbang dan sekali kalah. Sedangkan rekornya dalam memimpin pertandingan bersama tim Spanyol, adalah lima kali menang, dua kali seri dan lima kali kalah. Menarik untuk dinanti kiprah wasit yang satu ini.

RENATO SANCHES 100% FIT JELANG LILLE VS CHELSEA

Renato Sanches tampil bagus selama bergabung untuk Lille dan tak jarang menjadi kunci di lini tengah. Namun, punggawa timnas Portugal itu terpaksa melewatkan beberapa pertandingan karena cedera pangkal paha. Lille sebagai Juara Ligue 1 musim lalu, melaju ke babak 16 besar Liga Champions dengan memuncaki Grup G. Sang pelatih pun senang, Sanches bisa kembali dimainkan di babak 16 besar melawan Chelsea, dan yakin timnya dapat bicara banyak dalam turnamen paling prestisius di Eropa tersebut. “Anda tidak dapat menarik kesimpulan apapun dalam hal persiapan untuk pertandingan ini, karena kami akan berada dalam formasi yang sama sekali berbeda, dengan Sanches yang sudah bisa kami mainkan” ujar Pelatih Lille.

AGUERO TAKUT NONTON SEPAKBOLA LAGI

Aguero baru-baru ini membeberkan tentang apa arti komplikasi kesehatannya bagi masa depannya. setelah pensiun, Mantan bintang Manchester City itu telah mengakui bahwa dia ingin sekali menonton dan bermain sepak bola lagi, akan tetapi dia “sangat takut” dan trauma, setelah diagnosis jantungnya. Mantan striker Manchester city itu terpaksa pensiun dari sepak bola atas saran medis dari dokternya. Pemain Argentina itu berkata, “sekarang adalah waktunya untuk bersantai”, meskipun dia sudah mulai mempertimbangkan peran seperti apa lagi yang masih bisa ia berikan dalam dunia sepak bola di masa depan.

LAGI, ERIKSEN CETAK ASSIST

Eriksen tampil impresif dalam laga persahabatan dengan Rangers pada Senin 21 Februari 2022. Eriksen dalam persahabatannya melawan Rangers, bermain selama hampir 80 menit dalam hasil imbang 2-2 dan ia berperan penting, memberikan dua assist penting. Assist pertama Eriksen datang dari sepak pojok di mana ia mengirimkan umpan silang tepat. dan assist kedua melalui bola mati, Eriksen melalui tendangan bebas tak langsung melakukan umpan terukur dan berbuah gol untuk membantu menyamakan kedudukan.

TUCHEL : JANGAN KETAWAIN LUKAKU LAGI

Thomas Tuchel percaya sekarang bukan waktunya untuk tertawa atau membuat lelucon tentang Romelu Lukaku, karena striker Belgia itu terus berjuang untuk memperbaiki penampilannya. Hal itu dikatakan Tuchel ketika ditanya tentang kesulitan Lukaku pada konferensi pers hari Selasa menjelang pertandingan Leg pertama babak 16 besar Liga Champions Chelsea melawan Lille. Tuchel juga berkata bahwa chelsea adalah tim yang solid baik bertahan maupun menyerang, dan semua pemain juga harus melakukan itu, meskipun kita tau bertahan bukanlah keinginan lukaku.

KAPTEN ATLETICO MADRID DIRAGUKAN TAMPIL LAWAN MU

Kapten Atletico Madrid, Koke, dinilai diragukan untuk bisa tampil menghadapi Manchester United karena cedera. Los Rojiblancos akan menyambut MU pada 23 Februari di Leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Estadio Wanda Metropolitano. pemain internasional Spanyol itu terlihat absen dalam sesi latihan terakhir, karena masalah otot. Koke selalu tampil untuk Atletico di Liga Champions musim ini dan pemain berusia 30 tahun itu tidak pernah melewatkan pertandingan Eropa untuk Atletico sejak November 2018.

NEYMAR PINGIN KE MLS

Superstar Paris Saint-Germain Neymar Jr telah merinci dua negara tempat dia ingin bermain sebelum dia mengakhiri karirnya. Dia sudah membuat rencana untuk masa depan menjelang kontraknya saat ini berakhir pada 2025. Dia merinci dua negara yang dia akan sangat pertimbangkan untuk bermain. Pertama, kembali ke Santos dan kampung halamannya Brasil. Tapi kembalinya Brasil bukan satu-satunya langkah yang mungkin terjadi, Neymar ternyata cukup menyukai gagasan bermain di Amerika Serikat, dengan MLS menawarkan jadwal bermain yang jauh lebih bersahabat dibandingkan dengan beberapa kompetisi Eropa.“Saya bersemangat untuk bermain di Amerika Serikat, setidaknya untuk satu musim,” Ini kompetisi singkat. Anda juga dapat memiliki tiga atau empat bulan untuk liburan disana. ”Kata Neymar

JUVENTUS BERSUMPAH DEMI KEBENARAN KASUS

Juventus telah merilis pernyataan yang mengumumkan bahwa penyelidikan Kantor Kejaksaan Federal atas kasus capital gain telah berakhir, dan mereka bersumpah untuk ‘menunjukkan kebenaran tindakan mereka. ‘Bianconeri, bersama 10 klub sepak bola Italia lainnya, sedang diselidiki untuk transfer yang mencurigakan. Juventus dan 10 klub lainnya sekarang dapat mulai mempersiapkan pembelaan mereka, dengan diberikan akses ke dokumen yang relevan. Salah satu contoh dari kasus transfer yang bermasalah adalah kasus transfer Arthur ke Juventus dari Barcelona yang dikatakan bahwa nilainya terlalu dilebih-lebihkan untuk demi menyeimbangkan pembukuan klub

DE GEA SANGAT MENCINTAI UNITED

David de Gea bergabung dengan Man Utd pada 2011 dari Atletico Madrid; kontraknya akan berakhir pada 2023, tetapi klub memiliki opsi untuk memperpanjangnya 12 bulan lagi. David De Gea mengatakan dia tidak melihat dirinya akan bermain untuk siapapun selain Manchester United. Hal itu dikatakannya jelang laga menghadapi mantan klubnya Atletico Madrid di Liga Champions Pada Leg pertama babak 16 besar. “ Fakta mengatakan bahwa saya lahir di Madrid, tetapi pada akhirnya, itu hanya sebuah kota, Sekarang, saya merasa seolah-olah saya dari Manchester; Di mana Anda dicintai dan disambut bak rumah sendiri. kata De Gea.

PENGAKUAN ANCELOTTI

Carlo Ancelotti telah membuat pengakuan atas performa buruk Real Madrid selama beberapa pekan terakhir. Los Blancos tertatih akhir-akhir ini, dan hanya memenangkan satu dari lima pertandingan berturut-turut dan berpuncak pada kekalahan Liga Champions dari PSG . Real Madrid menampilkan penampilan yang sangat mengecewakan di luar kandang. “Sekarang, kami harus membaca setiap pertandingan dengan intensitas yang diperlukan, kami menyadari intensitas kami itu adalah titik lemah yang kami miliki dan kami akan memperbaikinya, kami mengalami lebih banyak kesulitan di awal-awal babak pertandingan dan para rival banyak menekan di babak pertama yang kemudian menghilangkan ritme intensitas kami” kata Ancelotti

BLUNDER OSPINA JAUHKAN SCUDETTO NAPOLI

Kiper Napoli Ospina, melakukan kesalahan fatal pada menit ke-58 dan membuat terjadinya Gol pembuka bagi Cagliari dalam pertandingan melawan Cagliari dalam lanjutan Serie A. Ospina gagal menghalau tembakan keras spekulatif lawan dari luar kotak penalti. Ospina memang menindaklanjuti kesalahannya dengan sejumlah penyelamatan sepanjang sisa pertandingan, tapi satu kesalahannya itu berakibat fatal dalam perjuangan Napoli untuk gelar liga musim ini. Dan mengakibatkan Napoli bermain seri dengan Cagliari. Padahal jika menang melawan Cagliari akan membawa mereka ke puncak klasemen.

MASON MOUNT SIAP TURUN LAWAN LILLE

Gelandang serang Chelsea, Mason Mount berpotensi masuk skuad untuk pertandingan kandang melawan Lille setelah ia terlihat terlibat dalam sesi latihan terbaru. Mason Mount mengalami cedera sejak ditarik lebih awal di final Piala Dunia Antarklub setelah ia merasa tidak nyaman dengan cedera yang dibawanya ke turnamen Abu Dhabi dari pertandingan Piala FA melawan Plymouth. “Mason Mount melakukan sesi individu yang sangat baik, saya pikir dia akan mencoba, dia cedera mungkin terlalu lama akan tetapi dia diperkirakan bisa terlibat dalam skuat”. kata Tuchel

REAL MADRID SAINGI MU DAPATKAN POCHETTINO

Real Madrid mulai bersaing dengan Manchester United dalam mengejar tanda tangan pelatih Mauricio Pochettino, yang diperkirakan akan meninggalkan PSG pada akhir musim. Menurut laporan tersebut, manajemen Real Madrid sedang mempertimbangkan untuk melakukan pergantian manajer. Karena mereka kecewa dengan kepemimpinan Carlo Ancelotti. Florentino Perez dikabarkan tidak puas dengan performa Madrid belakangan ini. Perez berencana untuk memecat Ancelotti jika situasi ini tidak kunjung membaik. Perez menilai Pochettino punya profil yang tepat untuk menangani Madrid.

TIM PAPAN ATAS SERIE A KOMPAK RAIH HASIL MINOR

Akhir pekan Serie A kali ini menarik, di mana enam tim papan atas kehilangan poin. Juventus kehilangan kesempatan untuk mengkonsolidasikan posisi empat besar mereka setelah bermain imbang melawan Torino 1-1 di kandang. Di kemudian hari, Roma menjamu Hellas Verona di Stadio Olimpico dan hanya berakhir imbang 2-2. Pemuncak Klasemen Milan menghadapi Salernitana dan hanya mampu bertahan dengan hasil seri. Sementara Inter mengalami kekalahan mengejutkan 2-0 di kandang dari Sassuolo dan gagal mengkudeta Milan di puncak. Lazio gagal memanfaatkan Juventus tersandung akhir pekan karena mereka hanya berhasil bermain imbang 1-1 melawan Udinese. Sedangkan Napoli memiliki peluang untuk berada di puncak klasemen Serie A malam ini jika mereka mengalahkan Cagliari , tetapi mereka hanya mampu bermain imbang 1-1.

KlOPP : LAWAN LEEDS PENTING BAGI LIVERPOOL

Liverpool bisa memangkas ketertinggalan poin dari pemuncak Premier League Manchester City dari enam poin menjadi tiga poin jika mereka mengalahkan Leeds dalam partai ulangan Premier League tengah pekan nanti. Jurgen Klopp telah mengatakan kepada para pemain untuk fokus. Liverpool sekarang memiliki kesempatan bagus untuk mengurangi poin.”Saya berharap dari para pemain bekerja keras bahwa pertandingan berikutnya yang kami mainkan benar-benar permainan paling penting yang pernah kami mainkan.” kata Klopp.

EMERY : JUVENTUS FAVORIT

Unai Emery memahami bahwa Juventus adalah favorit dalam pertandingan 16 besar Liga Champions. Tetapi dia yakin Villarreal-nya dapat mengatasi tim Italia tersebut.“Mereka sangat tangguh, mereka selalu bisa menjaga level mereka tetap tinggi. Mereka sangat kuat dalam fase bertahan akan tetapi juga dalam menyerang sama baiknya “Kami harus mencari skema dan ruang baru menghadapi raksasa italia ini”. kata Emery. Emery juga menaruh rasa hormatnya terhadap pelatih juventus Massimiliano Allegri

JAMES RODRIGUEZ BUKA PELUANG KEMBALI KE EVERTON

James mengatakan dalam sesi wawancaranya di media tentang “Kembali ke Everton suatu hari nanti”. “Tentu saja saya akan kembali ke Everton. Ini adalah klub yang spektakuler dengan penggemar yang luar biasa, tetapi saya menemukan pelatih yang tidak ingin mengandalkan saya.“Saya ingin bertahan di sana tetapi manajer Benitez tidak mau mengandalkan saya. James Rodriguez mengklaim dia akan terbuka untuk kembali ke Everton. Playmaker Kolombia itu melakukan perpindahan menakjubkan ke Goodison Park selama musim panas 2020, saat ia dipertemukan kembali dengan mantan manajer Real Madrid Carlo Ancelotti di Merseyside.

GOL INDAH LUIS SUAREZ DARI TENGAH LAPANGAN

Luis suarez mencetak gol yang luar biasa dari tengah lapangan dengan kaki terlemahnya kaki kiri saat Atletico Madrid mengalahkan Osasuna 3-0. Mantan bintang Liverpool dan Barcelona itu sangat mencuri perhatian lewat gol “chip” nya dengan jarak jauh yang menakjubkan untuk membantu timnya kembali ke jalur kemenangan. Proses gol itu berawal dari pergerakan serangan balik dari sepak pojok Osasuna yang gagal dan Joao Felix mampu memberikan umpan panjang ke pemain Uruguay itu. Suarez melihat kiper Osasuna keluar dari garisnya, dan sesegera melepaskan tembakan dengan kaki kirinya.

 

 

Mengapa Banyak Klub Jerman yang Bernama “Borussia”?

0

Tak dapat dipungkiri, sudah puluhan tahun, Liga Jerman hanya didominasi oleh klub yang itu-itu saja. Seakan kita lupa bahwa kontestan Liga tertinggi Jerman itu ada 18 klub, dan derby di Liga Jerman bukan hanya Der Klassiker yang mempertemukan Bayern Munchen dengan Borussia Dortmund.

Masih banyak derby-derby lain yang patut kita tonton. Contohnya Borussen Derby, derby yang mempertemukan Borussia Dortmund dengan Borussia Monchengladbach. 

Sejatinya, klub Jerman yang memakai nama Borussia bukan hanya kedua klub itu saja. Beberapa klub yang tersebar di berbagai kasta Liga Jerman juga memakai nama Borussia sebagai nama depan klub. Lantas, mengapa di Jerman banyak klub sepak bola yang memakai nama Borussia? Memang apa makna dari kata Borussia itu sendiri?

Makna Dibalik Kata Borussia

Pertanyaan ini layak untuk muncul ke permukaan, karena masih jarang orang yang mengetahui soal latar belakang klub-klub sepak bola di Jerman memutuskan untuk menggunakan nama Borussia sebagai nama depan klub. 

Kata Borussia sendiri berasal dari Bahasa Latin untuk Prusia yang memiliki arti negara Eropa yang sebagian besar terdiri atas Jerman, Polandia, Lithuania, dan Rusia. Dengan ibu kota di Berlin, Prussia menjadi kekuatan utama Eropa di abad ke-18 hingga ke-19.  

Prusia juga memiliki kekuatan militer yang sangat membantu dalam penyatuan berbagai negara Jermanik pada tahun 1871, hingga terbentuknya negara Jerman seperti sekarang. Seiring perjalanan waktu, Jerman tumbuh menjadi industri dan persatuan yang sangat erat. Jerman Barat dan Jerman timur menjadi satu dengan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. 

Selama abad ke-19, pertumbuhan Jerman sebagai negara yang baru bersatu dan maju terus berlanjut. Nasionalisme dan rasa bangga pada negaranya sendiri tumbuh menjadi sentimen yang sangat kuat. Semangat nasionalisme ini menyebar ke berbagai bidang, termasuk sepak bola.

Prusia itu sendiri memiliki arti sebagai “kerajaan”. Namun, karena kata “kerajaan” secara tata bahasa bersifat feminin, maka Prusia diganti menjadi Borussia yang bisa diartikan sebagai semangat patriotisme. Dari situlah akhirnya terbentuk beberapa kesebelasan, termasuk Dortmund dan Gladbach yang memakai nama Borussia sebagai nama depan.

Mencerminkan Semangat Patriotisme

Meski banyak yang menggunakan kata Borussia sebagai nama depan klub, tapi alasan tiap klub yang memutuskan untuk memakai nama Borussia berbeda-beda. 

Dengan pemaknaan kata Borussia yang dapat diartikan menjadi sebuah semangat patriotisme, kata Borussia kerap digunakan oleh beberapa klub sepak bola di Jerman pada jaman dahulu. Sebagai contoh Borussia Mönchengladbach dan Borussia Dortmund.

Borussia Monchengladbach berdiri dari rasa patriotisme yang kuat. Dibentuk dari sekelompok pemuda Jerman yang sedang nongki-nongki santuy di restoran Anton Schmitz yang berada di distrik Eicken Monchengladbach, pada tahun 1900. Dari perkumpulan tersebut tercetuslah sebuah ide, bahwa mereka sepakat untuk membentuk sebuah klub sepak bola baru.

Nah, agar klub memiliki aura patriotisme yang kuat, mereka menyematkan kata Borussia itu di depan nama kota Monchengladbach. Hal tersebut karena dulunya Monchengladbach juga merupakan bagian dari kerajaan di Prusia. Kerajaan Prusia identik dengan warna kebesaran hitam dan putih, sehingga Borussia Monchengladbach juga bermain dengan jersey berwarna hitam dan putih. 

Hal itu juga setali tiga uang dengan apa yang dilakukan Timnas Jerman. Mereka memilih warna hitam dan putih sebagai warna jersey utama mereka.

Alasan Nyeleneh

Sementara kisah Borussia Dortmund beda lagi. Didirikannya klub Borussia Dortmund bukan didasari oleh rasa nasionalisme atau semangat patriotik yang menggebu-gebu. Melainkan keputusan yang akhirnya menggunakan kata Borussia sebagai nama depan adalah sebuah kebetulan yang nyeleneh. 

Sembilan tahun berselang setelah dibentuknya Borussia Monchengladbach, klub Borussia Dortmund pun terbentuk. Tepatnya pada tahun 1909, sekelompok pemuda yang tidak menyukai situasi yang memaksa mereka harus bermain sepak bola di bawah pengawasan pendeta gereja lokal, ingin menuntut kebebasan.

Mereka pun memutuskan untuk membentuk tim mereka sendiri sebagai salah satu bentuk memprotes kebijakan tersebut. Mereka bertemu di sebuah daerah di 60 Osterholz Strasse, mereka berkumpul di bar bernama Zum Wildschutz. Akan tetapi, pertemuan tersebut cenderung spontan dan tanpa perencanaan yang matang, sehingga nama yang dipilih untuk menjadi nama klub pun tidak ditentukan secara serius.

Ya namanya juga anak muda, mereka memilih nama Borussia juga tanpa alasan pasti dan terkesan cuma ngasal saja, mereka terinspirasi dari sebuah pajangan bertuliskan “Borussia-Brauerei” yang terpasang di dinding bar. Ternyata nama Borussia-Brauerei itu sendiri merupakan sebuah tempat pembuatan bir yang terletak tidak jauh dari bar tempat mereka bertemu.

Klub Lain Bernama Borussia 

Penggunaan nama “Borussia” cukup populer di sepak bola Jerman, tak ayal banyak klub yang juga memakai nama tersebut. Meski Borussia Dortmund dan Borussia Monchengladbach merupakan dua klub yang paling populer dengan menggunakan nama Borussia. Namun, tercatat ada beberapa klub yang tersebar di berbagai level kompetisi Liga Jerman yang juga memakai nama Borussia.

Sebut saja seperti Tennis Borussia Berlin yang berada di Divisi kelima, klub sepak bola Jerman ini berbasis di wilayah Westend di Berlin. Bernama “Tennis” lantaran pada tahun pertama mereka adalah klub olahraga tenis. Namun, setahun kemudian mereka membuat tim sepakbola sendiri.

Lalu ada SC Borussia Lindenthal-Hohenlind dan Borussia Neunkirchen di Divisi keenam Liga Jerman. Borussia Neunkirchen merupakan klub sepak bola yang berbasis di Neunkirchen, Saarland. Klub ini lahir dari proses merger antara FC 1905 Borussia dan SC Neunkirchen pada tahun 1907 silam.

Ada juga di Divisi sepak bola wanita, bernama HSV Borussia Friedenstal. Tim wanita ini didirikan pada tahun 1969. Keberhasilan terbesar Friedenstal adalah mencapai kualifikasi untuk Bundesliga pada 2008-09. Kini mereka bermain di  2. Bundesliga, Divisi kedua sepak bola khusus wanita di Jerman.

Tak hanya di Jerman saja, ternyata penggunaan nama Borussia juga ditemukan di klub-klub luar Jerman, seperti Borussia Scanzano dan Borussia Aragones di divisi bawah Liga Italia.

Jadi, beberapa klub yang memakai nama Borussia ingin menunjukan bahwa klub mereka memiliki semangat persatuan dan patriotisme yang tinggi. Harapannya, semangat Borussia dapat dituangkan dengan baik oleh para pemain saat berkompetisi, demi lambang di dada. 

Mungkin makna dari Borussia sebagai nama depan klub, hampir sama dengan penggunaan kata Persatuan di tim Liga Indonesia atau kata United di belakang nama klub-klub Liga Inggris.

https://youtu.be/HMvbtCiZNe4

Sumber: Bundesliga, Supersoccer, Peluitpanjang, Groundhopper

Bagaimana Brighton Bangkit dari Situasi Nyaris Punah?

0

Brighton and Hove Albion kini berada di peringkat kesembilan Premier League. Mengungguli Southampton, Aston Villa, Leicester City, Leeds United, sampai Everton. Dan hanya kalah enam poin dari Tottenham Hotspur yang berada di atasnya.

Brighton tampak begitu digdaya daripada klub-klub lain yang acap kali menghuni 10 besar Premier League. Akan tetapi, perjalanan mereka tak seindah dan semudah apa yang dibayangkan banyak orang. Kepingan nasib moncer Brighton hari ini terbentuk dari patah hati para penggemar dan kerja keras yang melebihi apa pun.

Kita bisa melihatnya dengan mundur 25 tahun lalu. Di saat-saat Brighton mencapai fase terendah, karena nyaris saja dilupakan andai terdegradasi ke divisi non-liga. Gol bunuh diri punggawanya sendiri, Kerry Mayo nyaris membawa Brighton ke kompetisi non-liga, dan membuat klub itu nyaris punah.

Untungnya, tendangan voli Craig Maskell memantul ke rekannya sendiri, Robbie Reinelt. Dan Reinelt pun langsung menyontek bola ke gawang Hereford. Hasil imbang 1-1 kontra Hereford sudah cukup untuk mempertahankan Brighton di EFL League Two kala itu.

Pertandingan itu selain menjadi yang paling bersejarah bagi klub, juga mengakhiri penderitaan Brighton and Hove Albion. Sebab sebelum itu, para penggemar Brighton harus mengalami hal-hal yang sama sekali tak mereka inginkan.

Penjualan Goldstone Ground

The Seagulls yang sudah menghuni selama 95 tahun di Goldstone Ground harus diusir oleh pemiliknya sendiri. Brighton terpaksa meninggalkan Goldstone pada akhir musim 1995/96. Alasannya, karena sang pemilik sudah menjual markas kebanggaan The Seagulls tersebut.

Penyebabnya sudah pasti kekurangan dana. Brighton memang sanggup mencapai final Piala FA tahun 1983. Namun, 12 tahun kemudian Si Burung Camar termakan ombak dan akhirnya karam. Masalah finansial pun sulit dihindari.

Penjualan Goldstone seperti petir di siang bolong bagi para penggemar. Sebab berita penjualan stadion itu datang seketika. Tentu saja hal ini membuat penggemar naik pitam.

Tidak bisa tidak, protes adalah jalan keluar untuk menghancurkan rezim Brighton kala itu. Banyak pendukung yang tak senang dengan pemilik Brighton, Bill Archer dan kepala eksekutif, David Belloti.

Desir kemarahan para fans kepada pemilik makin terasa ketika klausul yang mencegah pemegang saham mengambil keuntungan dari penjualan aset jika klub gulung tikar dicabut. Mengutip FourFourTwo, dari pengakuan salah satu fans, Paul Samrah, ia bersama beberapa rekannya sampai membentuk Asosiasi Pendukung Independen Brighton.

Gelombang protes makin besar. Apalagi klub malah terdegradasi ke tingkat empat. Brighton harus kalah dari York FC di musim 1995/96 yang sekaligus menjadi laga terakhir mereka berlaga di Goldstone.

Saat itu juga seluruh pendukung Brighton tumpah ke lapangan. Mereka melayangkan protes di depan gedung direktur. Bahkan sampai mematahkan mistar gawang. Menurut pengakuan salah satu fans, jumlah yang melakukan aksi itu mencapai seribu lebih penggemar.

Brighton pun harus menanggung akibat dari kerusuhan yang dibuat ribuan penggemarnya itu. Brighton mendapat hukuman pengurangan tiga poin. Dan alangkah lucunya, karena ternyata laga yang berbuah kerusuhan itu bukan laga terakhir Brighton di markasnya.

Brighton diberi kesempatan untuk memainkan laga kandang di Goldstone pada semusim berikutnya. Akan tetapi, tampaknya pada musim 1996/97, penggemar Brighton masih memendam kemarahannya. Para penggemar saat itu memblokade jalan dan bahkan sampai memboikot beberapa pertandingan.

Sementara, Brighton makin terpuruk di divisi terendah. Mereka harus berjuang keluar dari zona degradasi. Namun, kerusuhan saat menghadapi Lincoln justru membuat FA mengurangi poin Brighton, dan membuat The Seagulls terpaut 11 poin dari zona aman.

Brighton pun sepertinya sulit menghindar dari degradasi ke non-liga. Tapi kedatangan eks manajer Charlton, Steve Gritt mengubah segalanya. Brighton jadi garang lagi. Brighton pun tak lagi kalah di kandang sampai musim 1996/97 tuntas.

Namun Goldstone tetap dijual. Dan Brighton harus meninggalkannya. Laga kontra Doncester pada 26 April 1997 adalah laga terakhir Brighton di kandangnya. Dua musim berikutnya, Brighton and Hove Albion harus pindah 70 mil jauhnya ke Gillingham.

Ketika itu tuntutan penggemar pun dikabulkan Archer yang akhirnya menjual Brighton. Meski dibeli oleh penggemar sejatinya sendiri, Dick Knight, tapi penjualan Goldstone tak sanggup dihentikan.

Di Bawah Pemilik Baru

Berkaca di era Archer, pemilik baru Brighton, Dick Knight mulai serius membenahi The Seagulls. Mula-mula adalah mengembalikan markasnya ke Brighton setelah dua tahun di Gillingham. Bukan di Goldstone, tapi Withdean Stadium. Sebuah kompleks olahraga yang fasilitasnya masih terbatas dan kapasitasnya juga sedikit.

Saat itu yang ada dipikiran Knight adalah bagaimana membangun stadion dengan kapasitas minimal 30 ribu penonton. Sebab kala itu, jumlah penduduk Kota Brighton saja mencapai 475 ribu jiwa. Jumlah yang lebih banyak dari Southampton atau Sunderland.

Namun, Dick Knight masih kesulitan membangun stadion idamannya itu. Walaupun sudah dibantu seorang DJ kaya, Norman Cook. Lagipula izin perencanaan pembangunannya masih bermasalah.

Pada akhirnya, Withdean hanyalah markas kecil yang menjadi saksi 4 kali Brighton promosi dalam 11 musim. Tentu promosi di sini yang dimaksud bukan ke Premier League, tapi di divisi bawahnya.

Tahun 2009, seorang penggemar Brighton seumur hidup dan pebisnis andal, Tony Bloom datang bak ibu peri. Dengan imbalan sebagai ketua, ia pun mau menjalin kerja sama dengan Dick Knight yang ketika itu jabatannya menjadi presiden klub.

Izin pun keluar. Pembangunan stadion mulai digarap dengan bantuan dana dari Bloom. Jika kalian bertanya dari mana seorang penggemar seperti Bloom mendapatkan banyak fulus. Jawabannya karena dia memiliki industri judi online, properti, dan investasi.

Uniknya, Si Bloom ini menghindari reportase berlebihan dari media yang sering membuat daftar orang terkaya. Kekayaan Bloom cukup dibuktikan ketika ia santai melihat besaran anggaran pembangunan stadion yang mencapai 93 juta poundsterling (Rp 1,8 triliun kurs sekarang)

Pengaruh Tony Bloom

Tony Bloom pelan-pelan justru menjadi orang paling berpengaruh di Brighton. Ia yang mendatangkan Gus Poyet sebagai manajer, sukses membuat Brighton meraih gelar League One pada 2011. Namun soal stadion ia belum puas betul.

Kapasitas yang sudah lebih banyak, dan fasilitas kelas wahid tampaknya masih belum seberapa bagi Bloom. Ia pun memperluas kapasitas stadion dan tempat pelatihan yang tuntas pada 2014 dengan biaya tambahan 32 juta pounds (Rp 622,4 miliar kurs sekarang).

Fyi aja, pada tahun 2011 stadion ini namanya sudah berganti menjadi American Express Comunity Stadium atau Falmer Stadium, karena letaknya di sebuah desa kecil bernama Falmer bagian dari Kota Brighton. Kapasitasnya 30 ribuan lebih.

Well, kucuran dana Bloom tak sekadar untuk merenovasi stadion, tapi juga mendatangkan pemain ke Falmer. Kelonggaran aturan finansial fair play dari FA pada tahun 2014 juga memudahkan Brighton mendatangkan pemain.

Pemain seperti Jamie Murphy, Uwe Henemeier, Tomer Hemed, Elvis Manu, sampai Jack Harper didatangkan ke Brighton. Maka istilah “Premier League Ready” pun melekat pada skuad Brighton yang kala itu dilatih Chris Hughton. Kelak Brighton pun menjalani debutnya di Premier League pada musim 2017/18.

Kekuatan Akademi

Jika kamu melihat betapa hebatnya Brighton and Hove Albion musim ini, itu tidak bisa lepas dari akademi mereka yang kece. Brighton punya akademi dengan status kategori 1, yang merupakan peringkat tertinggi yang dikeluarkan Rencana Kinerja Pemain Elit Liga Premier tahun 2014.

Akademi Brighton terus menggenjot para pemainnya untuk menjadi pesepakbola profesional. Bahkan saat di usia belia. Salah satu murid terbaik yang pernah diterima adalah mantan kapten Timnas Irlandia U-17, Jayson Molumby.

Nah, kalau alumninya terdapat nama seperti Adam Lallana. Dari akademinya itu pula, Brighton punya aset pemain yang bisa dijual, seperti Alex-Oxlade Chamberlain.

Akademi Brighton juga membangun hubungan yang kuat dengan Tim Nasional Inggris. Pada 2014 silam, malah ada tiga pemain Brighton yang memperkuat Timnas Inggris U-21 di Kejuaraan Eropa. Saking hebatnya, pelatih Inggris, Gareth Southgate juga pernah memuji akademi Brighton.

Hari ini, Brighton and Hove Albion dilatih Graham Potter. Peluang untuk menyodok Tottenham di posisi delapan sangat terbuka. Jika, dan hanya jika penyakit The Lilywhites kambuh dan The Seagulls mampu menuntaskan sisa pertandingan dengan kemenangan.

https://youtu.be/d8IbzD-IJCA

Sumber referensi: bleacherreport.com, fourfourtwo.com, thetopflight.com

Berita Bola Terbaru 21 Februari 2022 / Starting Eleven News

MUNGKINKAH ICARDI BALIK KE SERIE A?

Mauro Icardi bak ditakdirkan untuk kembali ke Serie A di musim panas setelah musim yang sangat mengecewakan bersama Paris Saint-Germain. Pemain depan Argentina berusia 29 tahun ini hanya bermain 46 menit di Liga Champions musim ini, dan dia tidak senang dengan peran yang ia dapat di kota Prancis. Italia bisa menjadi opsi yang bagus bagi Icardi. Kabarnya AS Roma sempat berminat untuk datangkan Icardi, tapi mereka lebih memilih Tammy Abraham. Serie A bukan lagi kompetisi yang asing bagi Icardi, jadi, bukan tidak mungkin ia akan kembali ke Serie A dalam waktu dekat.

CHELSEA MINAT DATANGKAN GAVI

Chelsea telah bergabung dalam daftar klub yang berminat datangkan bintang muda milik Barcelona, Gavi. Ia mulai mencuri perhatian setelah melakoni debut di skuad utama Barcelona pada bulan Agustus lalu, ia juga debut di Timnas Spanyol di bulan Oktober sebagai pemain termuda di tingkat senior. Kabarnya The Blues siap untuk menyamai Liverpool dalam memenuhi klausul rilis Gavi saat ini, yaitu sebesar 50 juta euro atau Rp. 812 miliar, ditambah paket gaji besar.

QUAGLIARELLA CETAK REKOR INDIVIDU

Kapten Sampdoria, Fabio Quagliarella berhasil mencetak gol saat Sampdoria melawan Empoli kemarin, hal itu sekaligus mengakhiri puasa golnya selama 139 hari. Gol kali ini cukup spesial karena ia berhasil mencatatkan diri menjadi pemain yang dapat mencetak gol di 18 musim Serie A berturut-turut. Rentetan gol Quagliarella terbentang sejak 2005 dan berlanjut hingga 2022.

TREN POSITIF NEWCASTLE

Newcastle melanjutkan tren positif di lanjutan pertandingan Liga Inggris. Mereka mendapat hasil imbang 1-1 melawan West Ham yang sedang mengejar posisi empat besar. Newcastle menunjukkan bukti dari peningkatan bertahap di bawah Eddie Howe untuk memperpanjang rekor tak terkalahkan di Liga Inggris, menjadi enam pertandingan. Meski Newcastle masih bercokol di urutan ke 17 kelasemen sementara. Namun, ini merupakan perkembangan yang sangat bagus, mengingat The Magpies juga sedang menghindari zona degradasi.

LUIS DIAZ CETAK GOL PERTAMA, INI RESPON KLOPP

Luis Diaz berhasil mencetak gol pertamanya di Liga Inggris. Mungkin ia tertinggal 149 gol di belakang Mohamed Salah bersama Liverpool, tetapi sang juru taktik, Jurgen Klopp berharap Luis Diaz dapat mencontoh kompatriotnya itu. Ketika Klopp ditanya tentang gol ke 150 Mo Salah ia mengungkapkan “Tidak ada yang bisa memprediksi ketika dia mencetak gol pertama saat melawan Watford, dia bisa mencetak 149 gol lagi dalam waktu singkat,” kata Klopp sambil memuji Mo Salah. “Semoga Luis bisa memanfaatkan gol pertamanya dengan cara yang sama.” Tambah Klopp.

LUKAKU HANYA MENCATATKAN 7 SENTUHAN DALAM SATU LAGA

Menurut perusahaan resmi pengumpulan data liga, Opta. Saat Chelsea mengalahkan Crystal Palace 1-0 di Liga Inggris, Sabtu kemarin. Romelu Lukaku hanya menyentuh bola sebanyak tujuh kali dan salah satu sentuhan Lukaku, pada saat tendangan kick off. Jumlah itu menjadi yang terendah dalam sejarah pencatatan data oleh Opta bagi pemain yang bermain 90 menit penuh. FYI, Opta sudah mulai mencatat data pemain sejak musim 2003/2004 silam.

TANGGAPAN KLOPP TENTANG 5 KALI PERGANTIAN PEMAIN

5 kali pergantian dirasa hanya menguntungkan bagi klub-klub yang memiliki kedalaman skuad yang bagus. Namun, Jurgen Klopp tak berpikiran seperti itu. Mengingat Klopp yang menggunakan 4 kali pergantian pemain untuk mengamankan kemenangan kala melawan Inter di Liga Champions kemarin. “Itu sama sekali tidak benar bahwa 5 kali pergantian memberi Liverpool keuntungan. Saya tidak percaya hal seperti ini masih saja dibahas,” Klopp merasa belum ada bukti bahwa ada tim yang sangat diuntungkan dengan kebijakan ini.

JORGINHO BERCITA-CITA DILATIH OLEH PEP GUARDIOLA

Tak bisa dipungkiri bahwa Jorginho merupakan fans dari Pep Guardiola. Bintang Chelsea tersebut mengakui bahwa, saat momen-momen tertentu dia sempat bermimpi bisa mendapat kesempatan untuk bergabung dengan skuad asuhan Pep Guardiola. Jorginho mulai menyukai pola permainan Guardiola pada saat menonton Barcelona eranya Pep Guardiola. Ia pun berfikir betapa menyenangkannya apabila ia bermain di salah satu skuad asuhan Pep.

MU BAKAL LEPAS RONALDO

Bukan tidak mungkin MU bakal melepas mega bintang Cristiano Ronaldo di akhir musim ini. Pihak Manchester United tidak akan menghalangi jalan Ronaldo jika superstar Portugal itu menuntut untuk meninggalkan Old Trafford. Ronaldo diyakini siap meninggalkan Setan Merah di musim panas apabila mereka gagal lolos ke Liga Champions.

KURT ZOUMA DAPAT EJEKAN DARI FANS NEWCASTLE

Kurt Zouma terus mendapat ejekan oleh para fans lawan, mengingat peristiwa penganiayaan kucing peliharaanya pada minggu lalu. Yang terbaru, ia mendapat ejekan dari fans Newcastle United dengan salah satu fans membawa balon berbentuk kucing dan meneriaki Zouma dengan kalimat “Heyyyyyy, Hey Zouma, hahaha, aku ingin tahu, bagaimana kamu menendang kucing itu.”

HASIL PERTANDINGAN

Inter menjamu Sassuolo di kandang sendiri dalam lanjutan Serie A, Secara mengejutkan Inter takluk 0-2 atas Sassuolo. Gol dicetak oleh striker Sassuolo Raspadori di menit ke 8, dan Gianluca Scamacca di menit 26. Akibat kekalahan ini Inter gagal mengkudeta AC Milan dari puncak klasemen.

Di lanjutan laga Premier League, Manchester United melakukan partai tandang ke Elland Road markas Leeds United, pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi itu akhirnya dimenangkan oleh MU dengan skor 2-4. Gol Leeds masing-masing dicetak Raphinha dan Rodrigo, dan Gol MU dicetak oleh Maguire, Fernandes, Fred dan Elanga.

Sementara itu di pertandingan lainya di La Liga mempertemukan Valencia melawan Barcelona di Estadio Mestalla markas Valencia. Barca yang tampil dominan berhasil unggul 1-4, lewat “hattrick” gol debut pemain baru mereka Aubameyang serta satu gol dari Frankie De Jong. Sedangkan gol satu-satunya dari Valencia dicetak oleh Carlos Soler

Di Bundesliga Jerman, ada partai yang mempertemukan antara pemuncak klasemen Bayern Munchen dengan juru kunci Greuther Furth. Bayern secara kualitas permainan, berhasil menggilas Greuther dengan skor telak 4-1. Gol Bayern dicetak dari “brace” Lewandowski, satu gol bunuh diri pemain lawan, dan satu gol Choupo Moting. Gol Greuther sendiri dicetak oleh Branimir Hrgota.

GOL DEBUT AUBA DI BARCA : HATTRICK

Pierre-Emerick Aubameyang mencetak gol pertamanya untuk Barcelona dengan mencetak “hattrick” saat mereka memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di La Liga menjadi sembilan pertandingan dengan kemenangan di Valencia. Aubameyang pun banjir pujian atas torehannya itu. Proses Gol ketiga Auba yang dijadikan “hattrick” pertamanya itu sebenarnya sepintas terlihat seperti gol Pedri lewat tendangan jarak jauhnya, akan tetapi kamera menunjukan bahwa bola sempat berbelok arah karena terkena Aubameyang dan itupun disahkan sebagai gol milik Aubameyang.

TES SEMPURNA MU JELANG CHAMPIONS LEAGUE

Bos Manchester United Ralf Rangnick memuji tekad timnya jelang Leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Atletico Madrid. United melakukan perjalanan ke Estadio Wanda Metropolitano markas Atletico pada tengah pekan, untuk memulai kembali kampanye Champions League mereka setelah kemenangan penting 4-2 Liga melawan Leeds United yang menjadi modal penting. Pasukan Rangnick saat ini tetap berada di posisi empat besar pada akhir pekan berkat penampilan apiknya di Elland Road.

BERARDI DIBANJIRI CACIAN FANS INTER

Domenico Berardi tercatat pernah mengaku sebagai fans berat Inter, namun seketika ia dibanjiri hinaan melalui media sosial dari para penggemar Nerazzurri setelah kemenangan 2-0 atas Inter Milan. Fans Inter marah terhadap Berardi karena aksinya saat melawan Inter. Mereka meluapkan kekesalan itu dengan melempari cacian ke halaman Instagram pacarnya dengan nada pelecehan. Pacar Berardi mengungkapan beberapa hinaan pelecehan itu diterimanya di Insta Story nya dengan nada kasar yang ditujukan kepada striker Sassuolo tersebut.

SARRI : LAZIO TERGANGGU EUROPA LEAGUE

Maurizio Sarri menyatakan Lazio akan lebih mudah mencapai empat besar apabila tidak diganggu jadwal padat mereka di Europa League, hal itu muncul setelah meraih hasil imbang 1-1 dengan Udinese. Menurut Sarri dengan kedalaman skuad yang tidak imbang berpengaruh terhadap fokus mereka di Serie A. Mereka juga kehilangan banyak pemain pentingnya akibat jadwal yang padat itu, diantaranya seperti Ciro Immobile, Luis Alberto, Lucas Leiva, Francesco Acerbi dan Manuel Lazzari.

ELANGA DILEMPARI FANS LEEDS

FA telah meluncurkan penyelidikan setelah Anthony Elanga terkena objek saat Manchester United menang atas Leeds di Elland Road. Elanga tertangkap kamera dilempari benda yang sepintas mirip “koin” oleh pendukung leeds dari tribun lapangan. Kepala Elanga pun terkena dan ia merasa kesakitan. Hal itu terjadi setelah Elanga masuk di babak kedua dan mencetak gol kemenangan United. Hal itu terjadi mungkin akibat selebrasi “tutup mulut” Elanga yang ditujukan kepada fans Leeds yang mencemooh teman dekatnya Greenwood.

WILSHERE AKHIRNYA PUNYA KLUB BARU

Pemain berusia 30 tahun itu memilih untuk melanjutkan karirnya di Denmark setelah meninggalkan Bournemouth tahun lalu. Jack Wilshere telah bergabung dengan klub Denmark Aarhus. Mantan gelandang Arsenal itu telah menandatangani kontrak yang berlaku hingga akhir musim tetapi termasuk opsi untuk memperpanjang kesepakatan. Wilshere tidak memainkan pertandingan kompetitif sejak Mei 2021, ketika ia menikmati waktu singkat di tim Championship Bournemouth.

GOL FRED LEBIH BANYAK DARI MESSI

Gol yang dicetak Oleh Fred saat melawan Leeds United menjadikan Gol ketiganya selama di MU di musim ini. Raihan tiga Gol Fred itu nampaknya dibanding-bandingkan dengan raihan Gol mega bintang PSG Lionel Messi yang notabene masih berjuang adaptasi di PSG. Messi tercatat hanya mampu menorehkan dua gol hingga sekarang di Ligue 1, satu gol lebih sedikit dari capaian “Lord” Fred. Hal ini tak jarang menjadi bahan pembicaraan di linimasa karena Fred sendiri kita tahu sering menjadi bahan cemoohan fans.

RONALDO : MU BERSATU

Ada klaim bahwa bintang Portugal itu meremehkan Harry Maguire sebagai kapten tim yang tak punya wibawa. Ada juga laporan yang menunjukan terbelahnya dua kubu di ruang ganti United antara kubu kapten Maguire dengan kubu Ronaldo. Akan tetapi hal itu dibantah Cristiano Ronaldo yang mengatakan bahwa “Manchester United sudah bersatu, tidak ada yang namanya perpecahan dan pemain united semua berada di jalur yang sama untuk mendukung United”. hal itu diungkapkan Ronaldo setelah kemenangan kontra Leeds.

GUARDIOLA : PERBURUAN GELAR BELUM BERAKHIR

Sang juara bertahan Liga Inggris Manchester City kehilangan poin setelah kalah atas Spurs dan menjadikan jarak mereka dengan Liverpool menjadi sangat dekat yakni 6 poin. Pep Guardiola telah memperingatkan bahwa Manchester City harus “berjuang untuk setiap pertandingan” jika mereka ingin memenangkan gelar Liga Premier. Pep juga mengatakan yang terpenting pada media bahwa perburuan gelar ini belum berakhir dan Manchester City masih dianggapnya sebagai calon kuat untuk meraih mahkota itu.

AUBAMEYANG : MESTALLA SEPERTI RUMAH SAYA

Bintang Barcelona Pierre-Emerick Aubameyang dengan senang hati melanjutkan rekor menariknya melawan Valencia akhir pekan ini. Penampilan impresifnya hari ini seperti “de javu” ketika aksi Auba terakhirnya di Estadio Mestalla mencetak “hattrick” untuk The Gunners Arsenal dalam pertandingan semifinal Europa League musim 2018/2019. “Saya sangat senang, tetapi di atas semua itu saya senang karena kami menang, Terakhir kali saya bermain di sini, di Europa League bersama Arsenal, kami menang, Stadion ini seperti rumah saya sendiri”. kata Auba.

DYBALA ABSEN JELANG CHAMPIONS LEAGUE

Massimiliano Allegri harus bermain tanpa Paulo Dybala untuk pertandingan melawan Villarreal. Penyerang Argentina itu menjalani beberapa tes di J-Medical dan hasilnya sebagian besar positif ada gangguan, akan tetapi itu bukan cedera parah. Gangguan cedera Dybala dialami setelah dia dikeluarkan pada partai derby melawan Torino. Dybala akan diistirahatkan untuk pertandingan Champions League Leg pertama melawan Villarreal, dan memaksa Allegri untuk menemukan solusi lain di lini depan.

ALASAN MILAN TIDAK MEMAINKAN BAKAYOKO

Tiemoue Bakayoko tidak menjalani musim yang baik bersama Milan dan penampilan buruk bukan satu-satunya alasan mengapa dia saat ini absen. Gelandang Prancis berusia 27 tahun telah membuat 13 penampilan Serie A musim ini untuk Rossoneri, tetapi hanya lima dari pertandingan itu ia menjadi starter. Bakayoko tidak tampil sejak kekalahan 2-1 dari Spezia bulan lalu. Dia hanya bermain 90 menit penuh dalam pertandingan selama dua kali musim ini, dan dia tidak tampil mengesankan di kedua kesempatan itu. Salah satu alasan utama lain Milan tidak memainkan Bakayoko selama ini adalah karena klausul kewajiban membeli yang melekat pada kesepakatan pinjamannya, hal itu terkait dengan jumlah penampilan Bakayoko yang dibuat.

XAVI PUJI PEDRI

Barcelona tampil luar biasa saat mereka mengalahkan Valencia 4-1, hattrick Aubameyang dan penampilan apik Dembele mampu untuk mengobrak-abrik tim tuan rumah. Namun, setelah pertandingan, konferensi pers Xavi malah menunjukkan pujian tertinggi kepada Pedri, yang datang sebagai pemain pengganti selama 30 menit terakhir. Xavi menggambarkan pemain berusia 19 tahun itu sebagai “pemain istimewa”. ia menyebutkan kualitasnya yang menakjubkan di atas lapangan, dan menyebutnya sebagai salah satu talenta terbaik di dunia sepakbola, meskipun usianya masih muda.

Kisah Kelam Manchester City Musim 2000/01

0

Sejak diakuisisi oleh konglomerat asal Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour, Manchester City telah menjadi kekuatan baru di sepak bola Inggris. Dengan gelontoran uang yang sangat melimpah, mereka bisa bebas membeli pemain bintang.

Tercatat selama satu dekade terakhir ini, beberapa pemain dengan nama besar pernah didatangkan The Citizen. Tujuannya jelas agar Manchester City bisa berprestasi di Inggris.
Manchester City pun merekrut pemain-pemain seperti Sergio Aguero, David Silva, Kevin de Bruyne, Yaya Toure, dan Raheem Sterling. Tak hanya itu, para pelatih top juga didatangkan untuk memperkuat tim. Pep Guardiola adalah salah satunya.

Pria asal Spanyol ini terbilang sukses menukangi tim berjuluk The Citizen. Tiga kali juara Premier League, satu gelar FA Cup, dan empat trofi piala liga Inggris adalah deretan prestasi mengagumkan yang didapat Guardiola bersama City.

Sejak 2010 ke atas, Manchester City memang terbilang sebagai tim yang sangat solid. Meski mereka belum beruntung jika tampil di panggung Eropa.

Sebelum Kaya, Man City Hanyalah Klub Antah Berantah

Namun, jauh sebelum Manchester City menjadi sebuah klub yang tangguh seperti sekarang, klub ini hanyalah klub antah berantah. Pada era 2000-an City bukanlah kekuatan utama sepak bola Inggris. Jangankan menjadi jawara, berada di lima besar saja sudah menjadi pencapaian yang cukup baik bagi Manchester City kala itu.

Memang, menjadi sebuah fakta yang tidak terbantahkan bahwa dulu City adalah klub kelas karbitan. Sudah berdiri sejak 142 tahun silam, Manchester City bisa dikatakan tumbuh dengan label klub semenjana bila dibandingkan dengan Liverpool atau Manchester United.
Meski sesekali bisa mencuri perhatian lewat gelar, tapi sejarah mencatat baru di tahun 2000-an mereka benar-benar menapaki kompetisi teratas Liga Inggris.

Sejarah juga mencatat Manchester City pernah alami nasib suram kala berkompetisi di Liga Primer Inggris. Itu terjadi pada musim 2000/01, musim di mana para rival mereka saat ini, seperti Arsenal, Manchester United dan Liverpool sedang jaya-jayanya. Bahkan, Arsenal yang di era sekarang ini mendapat label klub bapuk, pada musim itu adalah tim yang keluar sebagai runner up liga.

Perjalanan Musim 2000/01

Musim 2000/01 adalah musim yang bisa dibilang penuh petaka bagi Manchester City. Karena saat itu mereka baru saja promosi ke kasta tertinggi, namun kembali harus turun kasta.

Manchester City saat bermain di Championship musim 1999/2000 berhasil menduduki peringkat kedua, di bawah Charlton Athletic, sehingga berhak mendapatkan tiket promosi ke Liga Primer Inggris.

Sebagai catatan, keberhasilan Manchester City promosi ke Liga Primer Inggris musim 2000/01 adalah yang pertama sejak empat tahun terakhir. Klub dengan corak warna biru langit tersebut sampai harus berjuang keras demi kembali ke kompetisi yang disebut-sebut sebagai yang terbaik di dunia.

Musim 1995/96 adalah terakhir kali Manchester City berkompetisi di Liga Primer Inggris. Mereka terdegradasi di akhir musim tersebut. Setelahnya, City lama berkubang di kompetisi level kedua, bahkan ketiga di sistem Liga Inggris. Barulah pada akhir musim 1999/00, ‘Manchester Biru’ bisa memastikan diri untuk kembali menghiasi langit Premier League.

Kembali ke kompetisi teratas di piramida sepak bola Inggris adalah suatu anugrah yang luar biasa. Perjuangan keras bahkan penuh keringat yang dijalani Manchester City selamat kurang lebih empat musim untuk kembali ke Liga Primer Inggris layak membuat mereka bangga. Tak mengherankan bila City sangat antusias menyambut musim 2000/01.

Klub yang kala itu masih memiliki sketsa elang emas di logonya bertekad untuk menancapkan kuku mereka selamanya di Premier League. Demi mewujudkan ambisi itu, Manchester City pun mendatangkan sejumlah pemain yang dinilai kapabel. Dengan anggaran seadanya, mereka berusaha totalitas.

Manchester City waktu itu dilatih oleh Joy Royle, juru taktik kelahiran Liverpool yang kini berusia 72 tahun. Dengan dana terbatas, Joy Royle tetap berusaha semaksimal mungkin membawa Manchester City mengarungi musim kompetisi Liga Inggris 2000/01.

Sejumlah amunisi baru didatangkan oleh City. Mereka adalah Alf-Inge Haaland dibeli dari Leeds United. Lalu, ada nama Paulo Wanchope yang dibeli dengan harga mahal seharga 3,6 juta pounds dari West Ham. Tak hanya dua nama itu, untuk menambah ketajaman di lini depan, City juga merekrut George Weah, striker ganas asal Liberia peraih Ballon d’Or 1995. George Weah kala itu didatangkan dengan status bebas transfer dari AC Milan.

Selain itu, Manchester City juga meminjam Andrei Kanchelskis, eks winger Manchester United, membeli Richard Dunne dari Everton; serta masih memiliki Shaun Wright-Phillips di sisi sayap dan Shaun Goater di posisi penyerang.

Jika melihat susunan pemain yang dimiliki Manchester City tersebut, sudah barang tentu seharusnya ada jaminan City bisa bertahan di Liga Primer Inggris. Namun kenyataan tidak demikian. Karena pemain-pemain tadi justru tak punya chemistry. Nah inilah yang dialami Manchester City musim 2000/01.

Kekalahan-kekalahan Beruntun

Sejak dimulainya musim 2000/01, Manchester City memang sudah menunjukkan performa yang kurang baik dan tidak memiliki pola permainan yang konsisten sama sekali. Dalam laga awal, tim asuhan dari Joe Royle harus menerima pahitnya dikalahkan oleh sesama tim promosi, yakni Charlton Athletic dengan skor telak 0-4.

Setelah itu, Manchester City mengalami fase menang, kalah, menang, kalah, seri, seri, kalah, menang, menang, dan kalah lagi. Hasil itu membuat mereka tercecer di peringkat 10.

Paruh pertama Liga Primer Inggris 2000/01, hasil-hasil buruk seolah memang sudah menjadi barang yang akrab dengan Manchester City, termasuk kekalahan 3-2 dari Liverpool di Anfield. Saat kalah melawan The Reds, salah satu gol City dicetak George Weah. Weah total memainkan 11 laga dan mencetak empat gol untuk City. Sayang, dia kemudian pindah usai berselisih dengan pelatih Joe Royle.

Mimpi buruk itu terus hadir menghiasi Kota Manchester, sebab tim kesayangan mereka harus merasakan kekalahan yang pahit dengan klub asal London Utara, Arsenal. Berhadapan di kandang Arsenal, Manchester City harus mengakui keunggulan The Gunners dengan skor menyakitkan 5-0.

Kekalahan dari Arsenal tersebut membuat mental para pemain Manchester City hancur lebur. Hasilnya, pada lima laga berikutnya, City selalu kalah. Man City menelan enam kekalahan beruntun dan berkutat di papan bawah klasemen. City sempat bangkit saat menang 5-0 dari Everton di Maine Road pada 9 Desember. Namun, mental tim terlanjur runtuh.

Setelah itu, Man City menjalani 10 laga beruntun tanpa kemenangan. Bahkan kemenangan kandang pertama mereka di tahun tersebut terjadi pada tanggal 28 April 2001, kala menekuk West Ham 1-0.

Pada akhirnya, The Citizen harus menerima kenyataan kurang sedap tepatnya pada pekan ke-37. Mereka kalah 2-1 dari Ipswich Town.

Sebuah hasil yang memastikan City terdegradasi ke Championship. Akan tetapi, Manchester City langsung menjuarai kompetisi level dua itu pada musim berikutnya, kembali promosi, dan belum pernah terdegradasi lagi hingga sekarang.

Nasib Menyedihkan Derby County, Klub yang Dilatih Rooney

0

Meski pernah merasakan juara kompetisi level atas Liga Inggris, secara umum perjalanan Derby County di belantika sepak bola Inggris bisa dibilang tidak terlalu istimewa. Derby kerap kali naik turun kasta. Bahkan terakhir kali mereka berlaga di ajang tertinggi, Premier League adalah di musim 2007/08.

Sebelas tahun kemudian, Derby sebenarnya punya kesempatan emas untuk kembali mendapatkan tempat di Premier League, ketika mereka mampu lolos ke babak play off promosi ke Premier League. Sayangnya Derby yang kala itu masih dilatih oleh Frank Lampard, kalah di babak play off 2018/19 dari Aston Villa. Mereka dikalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 dan impian untuk mencapai Premier League pupus.

Era Baru di bawah Wayne Rooney

Harapan para fans untuk melihat klub kesayangannya, Derby County berlaga di Premier League sempat membuncah saat klub merekrut Wayne Rooney, eks bintang Manchester United, pada Januari 2020. Tak hanya sebagai pemain, Rooney juga mengambil peran sebagai salah satu staf pelatih Derby di bawah pelatih kepala Phillip Cocu.

Malangnya, kehadiran Rooney belum mampu memberikan efek kejut untuk Derby. Derby hanya dibawanya berada di posisi ke-10 Championship musim 2019/20. Rooney sendiri hanya mampu mengemas 5 gol dari 20 pertandingan di musim tersebut.

Musim berikutnya, 2020/21, tepatnya pada bulan November 2020, Philip Cocu dipecat akibat performa tim yang buruk dan Wayne Rooney naik jabatan sebagai pelatih utama. Namun, naiknya jabatan Rooney sebagai pelatih utama diiringi juga dengan kondisi finansial klub yang tidak sehat. Ya, sama seperti beberapa klub lainnya di belahan dunia ini, Derby County mengalami krisis yang akibat pandemi Covid-19.

Awal Mula Derby Bangkrut

Permasalahan Derby County ini bukan tanpa sebab begitu saja. Masalah sebenarnya sudah terjadi sejak 2014, ketika seorang pengusaha lokal bernama Mel Morris membeli 22% saham klub. Sejak itu Morris perlahan-lahan mencaplok saham-saham yang ada di Derby hingga akhirnya, setahun kemudian, dia menjadi pemilik tunggal.

Sebagai pemilik klub, Morris punya cita-cita tinggi ingin membawa kembali Derby County berlaga di level tertinggi. Nah untuk mewujudkan impiannya itu, Morris rela merugi demi membangun skuad yang berkualitas. Menurut catatan BBC, Derby mengalami kerugian 14,7 juta pounds (Rp 287 miliar) di 2016 dan 7,9 juta pounds (Rp 154 miliar) di 2017.

Pada 2018, klub dengan jersey warna putih sebetulnya mengalami kerugian lebih besar lagi. Mestinya, dengan catatan kerugian tahun 2018 itu, Derby County sudah melanggar aturan finansial English Football League (EFL) yang hanya membolehkan sebuah klub merugi sampai 39 juta Pounds (Rp 743 miliar) dalam tiga tahun.

Akan tetapi, Derby lolos dari sanksi karena Morris membeli stadion Pride Park dengan nilai 80 juta pounds (Rp 1,5 triliun). Pembelian stadion tersebut membuat Derby mendapatkan keuntungan, meskipun yang membeli kandang mereka (Stadion Pride Park) adalah pemilik mereka sendiri.

Namun, upaya tersebut bukannya berdampak positif, tapi justru jadi senjata makan tuan. Sebab, menyusul review yang dilakukan EFL pada Januari 2020, penjualan stadion itu justru menjadi sebab Derby dikenai sanksi pelanggaran aturan finansial. Sampai akhirnya, pada 2021, Derby dinyatakan bangkrut dan harus masuk administrasi.

Morris sendiri mengalami kerugian pribadi sampai 200 juta pounds (Rp 3,8 triliun) selama menjadi pemilik Derby. Itulah yang mendasari mengapa sejak 2019, Morris sebetulnya sudah ingin melego klub kesayangannya. Sejumlah pihak dari beberapa negara sudah menjalin kontak.

Ada yang dari Swiss, ada yang dari Uni Emirat Arab, ada pula yang dari negeri paman sam Amerika Serikat. Namun, semua proses takeover itu gagal.

Dinyatakan Bangkrut

Karena tak kunjung punya pemilik baru, Derby pun masuk administrasi. Artinya, klub ini sekarang berada di bawah kendali pemerintah Inggris, meskipun sehari-harinya Derby dijalankan oleh sebuah firma bernama Quantuma.

Perusahaan tersebut akan mengupayakan berbagai cara supaya klub tidak jadi bangkrut, dengan usaha menjual aset, mencari investor, atau bahkan menjual klub ke pemilik baru.
Namun, sebelum secara resmi dijual keseluruhan, klub tersebut harus melunasi gaji pemain serta staf terlebih dahulu. Jika ada utang dengan pihak lain, harus dilunasi dulu dengan cara menjual aset atau properti yang dimiliki.

Sayangnya, di divisi Championship jika ada klub yang masuk pada “fase administrasi”, maka klub tersebut harus terkena sanksi pengurangan sebanyak 12 poin. Pengurangan 12 poin merupakan hukuman standar untuk klub yang melanggar secara administrasi.

Derby County dihukum minus 12 poin oleh English Football League (EFL) di tengah badai krisis finansial yang membuat mereka dinyatakan bangkrut. The Rams, yang dikepalai Wayne Rooney kehilangan lebih dari 1,3 juta pounds (Rp 25,3 miliar) per bulan menurut sang pemilik, Mel Morris.

Morris, yang mengklaim menggelontorkan uang hingga 200 juta pounds (Rp 3,9 triliun) dari kantongnya sendiri demi promosi ke Liga Primer, menyebut dampak finansial akibat pandemi Covid-19 sebagai biang kerok penyebab krisis keuangan klub.
Mendapat Pengurangan Poin Lagi

Pada bulan November 2021, Derby County resmi mendapat hukuman pengurangan 21 poin dari operator kompetisi sepak bola Inggris, EFL. Hukuman tersebut diberlakukan karena Derby telah mengakui kesalahan pelanggaran regulasi, sehingga EFL menjatuhkan hukuman tambahan pengurangan sembilan poin lagi disertai tiga poin yang akan ditangguhkan.

Hukuman tiga poin yang ditangguhkan akan berlaku penuh apabila Derby gagal memenuhi persyaratan anggaran yang dituangkan dalam keputusan bersama untuk sisa kampanye 2021/22. EFL menyatakan hukuman total pengurangan 21 poin sudah berlaku final dan tidak bisa diganggu gugat berdasarkan aturan berlaku.

Derby sekarang harus menemukan pembeli di tahun ini yang bersedia membayar kreditur setidaknya 25 persen dari hutang mereka untuk menghindari hukuman tambahan penalti 15 poin.

Setidaknya ada kabar bahwa mantan pemilik Newcastle United, Mike Ashley bersedia untuk membeli Derby County.

Data terkini Quantuma menyebut, bahwa penawaran dari Mike Ashley nilainya lebih besar ketimbang penawaran mantan bos klub itu, Andrew Appleby dan mantan ketua eksekutif klub, Sam Rush. Ashley kabarnya akan mengajukan tawaran senilai 50 juta pounds (sekitar Rp 973,4 miliar) untuk mengambil alih kepemilikan Derby.

Apabila sukses mengambil alih kepemilikan Derby, Ashley juga dilaporkan siap membeli hak milik Stadion Pride Park kandang klub tersebut yang saat ini atas nama pemilik klub sebelumnya, Mel Morris. Perusahaan Sports Direct kepunyaan Ashley memiliki pusat distribusi yang berbasis di kawasan industri Pride Park, hanya sepelemparan batu dari stadion tersebut.

Derby County sendiri, meskipun telah mendapatkan pengurangan 21 poin, tetapi perlahan mulai kembali mengumpulkan pundi-pundi poinnya setelah tampil cemerlang dalam beberapa pertandingan terakhir. Derby County, tercatat sampai dengan pekan ke-32 Championship, sudah mengoleksi 21 poin dan kini duduk di tangga ke-22 atau urutan ketiga dari bawah.

https://youtu.be/NlapAY-e0yQ

Mengapa Premier League Jadi Liga Terpopuler Sedunia?

0

Bukan rahasia lagi kalau Premier League adalah liga terpopuler sedunia. Selain tentu saja, persaingannya konon adalah yang paling ketat. Gampangnya, tidak ada satu klub yang mendominasi lebih dari lima musim secara berturut-turut sejak mulai bergulir tahun 1992.

Karena itulah, klub apa pun bisa meraih gelar juara. Tak peduli ia yang baru promosi seperti Leicester City, atau klub yang sudah hebat macam Liverpool. Begitu pula soal kekalahan dan kemenangan.

Kemarin saja, Manchester City yang calon kuat juara Premier League mampu tertunduk lesu di hadapan Tottenham Hotspur, tim yang lebih pantas kalah daripada menang. Hal semacam itu yang bikin Premier League makin menarik untuk ditonton.

Namun, selain soal persaingan, tentu ada hal yang membuat Premier League jadi liga terpopuler sedunia. Hmmm.. kira-kira mengapa Premier League sering disebut-sebut sebagai liga terpopuler sedunia, ya?

Waktu

Kunci dari popularitas adalah massa atau penonton. Apa pun yang menarik animo banyak orang sudah pasti bakal populer. Tapi, sebelum itu kita harus pahami dulu mengapa seseorang bisa tertarik pada satu hal.

Nah, untuk soal itu, kita akan menaruh Premier League sebagai sebuah suguhan. Entah di layar kaca maupun di layanan streaming. Sebagai suatu suguhan, tentu tidak semua orang akan mengorbankan waktu bekerja untuk menonton Premier League.

Maka pemilihan waktu yang tepat adalah kuncinya. Jika sinetron punya prime time, Premier League juga sudah mengatur jadwalnya biar kapabel dengan penikmat sepak bola, khususnya di luar Benua Biru.

Satu hal yang tak dimiliki liga-liga lain adalah pertandingan sepak bola Inggris berlangsung menggunakan waktu Greenwich Mean Time (GMT). Dan GMT adalah zona waktu yang paling sempurna untuk penyiaran skala global.

Jadi, seumpama satu pertandingan Premier League berlangsung pukul 3 sore GMT, itu artinya penikmat sepak bola yang tinggal di Benua Asia bisa menontonnya pukul 10 malam. Jam segitu, warga di Asia notabene sudah berada di rumah.

Sementara, di jam yang sama warga Amerika Utara bisa menonton Premier League sembari menikmati kopi di pagi hari, atau sebelum berangkat kerja. Karena pemilihan waktu ini pula Premier League mampu menarik 4,76 miliar penonton di seluruh dunia, atau ya… lebih dari separuh jumlah populasi di dunia.

Karena pemilihan waktu, pendapatan yang diperoleh Premier League dari penyiaran juga bikin semua orang terbelalak. Pada musim 2018/19 saja, Premier League sudah mendapatkan keuntungan dari siaran internasional sebesar 6 miliar dollar atau sekitar Rp 85,9 triliun. Pendapatan itu mendekati 10 kali lipat lebih banyak dari Bundesliga.

Investor

Karena menarik banyak penonton di seluruh dunia, Premier League juga menarik para cukong untuk berinvestasi. Maka wajar kalau investor-investor kelas kakap berduyun-duyun datang ke Premier League untuk mengambil hak klub-klub di Premier League.

Misalnya, Sheikh Mansour yang mengakuisisi Manchester City. Roman Abramovich dengan gurita bisnisnya mengakuisisi Chelsea. Mantan penjudi, Matthew Benham yang mengakuisisi Brentford. Dan tentu saja, Pangeran Arab yang turut mengakuisisi Newcastle United.

Taipan ini bukan cuma mereka yang menguasai klub-klub di Premier League, tapi juga Premier League itu sendiri. Banyak industri penyiaran dan periklanan yang berinvestasi pada Premier League.

Mereka tidak ragu untuk mengambil hak siar dan sponsorship, sebab keuntungannya bisa berlipat-lipat. Makin banyak industri penyiaran mengambil hak siar, makin banyak sponsor, maka popularitas makin mudah diraih.

Mau tahu berapa pendapatan penyiarannya? Yup, untuk periode 2022-2025 saja, jumlah pendapatan penyiaran Premier League mencapai 10 miliar poundsterling. Atau kalau dirupiahkan kira-kira Rp 194,1 triliun rupiah.

Atmosfer Pendukung

Selain yang bertalian dengan finansial, Premier League terkenal karena atmosfer pendukung yang begitu memanas. Bahkan tak jarang hooligan dari Inggris inilah yang mempengaruhi keberadaan hooligan di negara-negara lain.

Premier League masyhur sebagai liga yang menghadirkan ribuan penonton ke stadion. Jumlah rata-rata kehadiran pada pertandingan Premier League di stadion mampu menembus angka 38 ribu pasang mata.

Satu-satunya liga yang mampu menandingi Premier League hanyalah Bundesliga, yang pernah mencatatkan rata-rata kehadiran mencapai 42.700 penonton. Sementara itu, di liga lain misalnya La Liga jumlah rata-rata penonton di tribun hanya 14 ribuan.

Bertabur Pemain Bintang

Pertanyaannya, mengapa begitu banyak orang ingin menyaksikan Premier League? Jawabannya sederhana, karena banyak pemain bintang. Dari masa ke masa, Premier League bahkan menjadi tempat lahirnya para bintang lapangan hijau.

Sebut saja Cristiano Ronaldo, yang meskipun sudah berumur, tapi kharismanya masih sulit terbantahkan. Lalu, nama-nama seperti Romelu Lukaku, Mohamed Salah, Roberto Firmino, Kevin De Bruyne, Harry Kane, dan masih banyak lagi yang kini masih bermain turut membuat Premier League makin populer.

Mau yang agak jadul? Tentu kita bisa menyebut nama kaliber Steven Gerrard, Frank Lampard, Dimitar Berbatov, Didier Drogba, Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Edwin Van Der Sar, David Beckham, dan silakan menyebutkan sendiri.

Gudangnya Manajer Top

Selain pemain-pemain bintang, Premier League juga gudang para manajer top. Dari dulu sampai hari ini, Premier League seperti tidak pernah kehabisan stok manajer dengan nama besar. Terlebih hari ini.

Semua manajer top di dunia ngumpul di Premier League. Thomas Tuchel yang sukses di Dortmund kini melatih Chelsea. Senior Tuchel, Jurgen Klopp lebih dulu merapat ke Liverpool. Brendan Rodgers yang menukangi Leicester City.

Pep Guardiola, sang juru taktik paling dicintai publik Camp Nou yang merapat ke Manchester City. Lalu Antonio Conte yang direkrut Tottenham Hotspur. Dan Manchester United yang mengangkut bapak gegenpressing, Ralf Rangnick.

Tentu kamu tidak perlu bertanya yang nggak ada. Yang pasti, keberadaan manajer-manajer top inilah yang membuat banyak orang tertarik pada Premier League. Setidaknya, tak sedikit manusia yang pengin melihat bagaimana misalnya, seorang ahli gegenpressing melatih klub yang kini semrawut dan kehilangan filosofi permainannya.

Integritas

Sampai di sini apa yang membuat Premier League lebih populer ketimbang BRI Liga 1, selain faktor-faktor sebelumnya? Benar sekali, integritas. Terlepas dari keputusan wasit yang kontroversial, di Premier League minim sekali muncul skandal pengaturan skor.

Itu artinya, Premier League bisa lebih dipercaya sebagai liga sepak bola yang menjunjung nilai kejujuran. Buktinya kita kesulitan untuk memprediksi hasil setiap pertandingan Premier League.

Hal itu berbeda dengan BRI Liga 1, atau Serie A. Di kasta tertinggi Italia itu pernah muncul skandal yang mencoreng sepak bola Negeri Pizza. Orang mengenalnya calciopoli. Skandal yang menyeret klub seperti Juventus, AC Milan, Lazio, dan Fiorentina.

Nah, Premier League punya aturan ketat untuk menghindari itu. Bahkan, terkait akuisisi pun tidak bisa diakali, karena FA sudah menerbitkan aturan yang ketat. Namun, bukan berarti Premier League bersih dari segala jenis skandal, termasuk tentu saja pelecehan seksual.

Menggelar Pra-musim di Negara Lain

Selain karena masifnya tayangan internasional dan atmosfer pendukung di tribun, Premier League makin populer karena klub-klubnya banyak menggelar pertandingan pra-musim di negara-negara lain.

Cerdiknya, klub-klub itu memilih negara selain yang memiliki basis penggemar berlimpah juga negara asal pemain-pemainnya. Ambil contoh di Benua Asia. Pemain dari Jepang dan Korea Selatan sudah cukup sering menghiasi klub-klub Premier League. Maka, banyak klub-klub Premier League yang menggelar tur pra-musim di negara-negara tersebut.

Sumber referensi: soccerprime.com, sportmob.com, bleacherreport.com, dailymail.co.uk