Beranda blog Halaman 557

Warna Warni 6 Negara Di 3 Final Liga Eropa, Siapa Berjaya?

Enam klub bakal saling menusuk di final di turnamen antarklub di benua Eropa, baik itu UEFA Conference League, UEFA Europa League, atau UEFA Champions League. Uniknya, dari keenam finalis tersebut tidak ada yang berasal dari negara yang sama alias 6 tim itu adalah delegasi dari 6 negara yang berbeda.

Dengan warna warni bendera yang ada di 3 perhelatan final antarklub Eropa menunjukan meratanya kekuatan musim ini di berbagai liga. Menarik untuk melihat kontestan ke 6 klub beda negara tersebut.

Feyenoord (Belanda)

Dimulai dari ajang baru kasta ketiga eropa, UEFA Conference League. Di Final turnamen baru UEFA ini bercokol wakil negeri kincir angin, Feyenoord.

Klub asal Kota Rotterdam itu pernah merajai Eropa pada tahun 1970 setelah menjadi juara Liga Champions. Feyenoord juga pernah memenangkan Piala UEFA pada 1974 dan tahun 2002.

Pada 2021/22 ini, Feyenoord mampu tampil impresif di liga domestik maupun Liga Konferensi Eropa. Di turnamen kasta ketiga Eropa itu, klub berjuluk “De club aan de Maas” ini berpeluang besar menjadi juara setelah berhasil masuk ke partai puncak.

Penampilannya yang mentereng di Eropa juga tak bisa dilepaskan dari peran para pemain kuncinya, kendati mereka jarang terekspos. Pada musim ini, beberapa pemain berhasil menunjukkan prestasinya di bawah asuhan Arne Slot. Seperti bek Marcos Senesi, kemudian penyerang sayapnya Luis Sinisterra dan mesin gol mereka yakni striker Cyriel Dessers.

Final kali ini akan menjadi sangat penting bagi pasukan Rotterdam, rasa kangen dari tahun 2002 mencapai partai final di sebuah turnamen terobati dan sekaligus berambisi mengincar trofi Eropa keempat mereka di kejuaraan eropa.

AS Roma (Italia)

Feyenoord di final bakal menghadapi wakil Italia, AS Roma. Klub yang juga sudah cukup lama tidak merasakan partai final di kejuaraan eropa. Keberhasilan AS Roma melaju ke final UEFA Conference League merupakan capaian pertama di Eropa sejak tahun 1991. Artinya, Giallorossi harus menunggu 31 tahun untuk bisa tampil di partai puncak kompetisi antarklub di benua biru.

AS Roma terakhir kali tampil di final UEFA Cup atau Liga Europa 1991. Akan tetapi, kala itu Giallorossi kalah dari Inter Milan. Partai puncak UEFA Conference League ini akan menjadi partai final ketiga bagi AS Roma di pentas Eropa.

Sebelumnya, Giallorossi pernah tampil di final Europa Champions Club 1983/84 dan UEFA Cup 1990/91. Namun, dalam dua partai final tersebut, AS Roma menelan kekalahan. Giallorossi ditumbangkan Liverpool dan Inter Milan.

Publik Italia sepatutnya berterima kasih kepada AS Roma musim ini. Seperti diketahui, tim asal Italia hancur lebur baik itu di UCL maupun di Europa League. Muka Italia terselamatkan oleh Giallorossi yang mampu menembus partai final UEFA Conference League edisi perdana tahun ini.

Bersama The Special One, Roma diantarkannya solid dengan pakem bermain yang baru dan para pemain yang baru. Pemain yang didatangkan seperti Tammy Abraham, Rui Patricio, dan Sergio Oliveira terbukti mampu membawa Roma ke singgasana tertinggi turnamen kasta ketiga Eropa. Dengan pakem permainan ala Mourinho, AS Roma menatap trofi baru musim ini.

Eintracht Frankfurt (Jerman)

Pindah ke Final Europa League, ada wakil Jerman, Eintracht Frankfurt yang melaju ke final Europa League. Ini adalah kali pertama Frankfurt mencapai final kejuaraan Eropa, usai tidak melakukannya selama 42 tahun terakhir.

Final Liga Europa ini menjadi final kedua mereka di kompetisi resmi Eropa. Sebelumnya, Die Adler tampil di final resmi kompetisi Eropa pada 1980, yakni saat masih bernama Piala UEFA. Pada turnamen Piala UEFA itu, Frankfurt mengalahkan sang rival senegara, Borussia Monchengladbach dan menjadi juara usai unggul gol tandang dengan agregat 3-3

Performa Frankfurt di ajang Europa League musim ini memang menjadi pusat perhatian. Mereka berhasil mempermalukan tim besar macam Barcelona. Di bawah asuhan pelatih Oliver Glasner bersama pemain andalan mereka Filip Kostic, Peter Hauge, Daichi Kamada, maupun Rafael Borre. Mereka mampu bermain kolektif dengan intensitas pressing yang tinggi dan solid ala Jerman.

Meskipun masih terseok di klasemen 12 Bundesliga dan tidak akan masuk ke kompetisi eropa musim depan, gelar juara ini adalah satu-satunya jalan bagi mereka untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan. Kalau mereka mulus menjadi kampiun nantinya.

Rangers (Skotlandia)

Beralih ke lawan Frankfurt, yakni utusan dari Skotlandia, Rangers. Tim asal daratan Britania Raya ini tampil kembali ke partai puncak setelah timbul tenggelam cukup lama baik di Eropa maupun domestik.

Ini merupakan penampilan kedua Rangers di final kompetisi Eropa dalam tempo 14 tahun. Terakhir, juara Liga Skotlandia itu kalah dari Zenit St Petersburg di laga final Piala UEFA pada 2008. Jika berhasil menang atas Frankfurt di final kali ini, Rangers akan tampil untuk pertama kalinya di Liga Champions sejak terakhir mereka tampil di musim 2010.

Bersama pelatih baru asal Belanda berdarah Indonesia, Gio Van Bronckhorst, Rangers disulap menjadi tim yang lebih bermental Eropa. Meskipun ada jasa-jasa pelatih sebelumnya seperti Steven Gerrard yang sudah mampu membentuk tim ini menjadi solid.

Gio di Rangers musim ini bermaterikan punggawa macam Lundstram, Aaron Ramsey, Amad Diallo, Glen Kamara, maupun James Tavernier. Berada dibawah bayang-bayang Celtic di liga domestik, Rangers akan berusaha membuktikannya di Eropa sebagai kampiun yang membanggakan publik Skotlandia.

Real Madrid (Spanyol)

Di Liga Champions, klub langganan final Real Madrid adalah kebanggaan Spanyol dalam beberapa dekade terakhir ini sebagai cerminan kemajuan La Liga. Real Madrid kali ini kembali mampu mencapai puncak setelah terakhir mereka tampil di Final Kyiv 2018 lalu.

3 kali beruntun juara turnamen ini dari musim 2016, 2017, 2018 pasukan El Real memang punya dna tersendiri di turnamen ini. Bersama pelatih yang membawa mereka meraih La Decima di 2014 yakni Carlo Ancelotti, kini Madrid mencapai final dengan skuad yang berbeda.

Meskipun masih didasari pada pondasi pemain lawas macam trio Casemiro, Modric, Kroos maupun Benzema di depan. Kombinasinya sekarang makin beragam dengan munculnya young guns macam Vinicius, Rodrigo, Camavinga maupun Valverde.

Kini, Madrid akan menjaga marwah La Liga di muka dunia. Dengan tumbangnya Barcelona, Sevilla maupun Atletico Madrid di kancah Eropa, paling tidak Real Madrid mampu menggendong beban Spanyol untuk meraih satu trophy eropa musim ini.

Liverpool (Inggris)

Lawan Real Madrid kini datang dari liga nomor satu dunia saat ini yakni Liga Inggris. Wakil mereka yang berhasil sampai puncak kali ini adalah Liverpool. Inggris yang sebetulnya mengirimkan empat wakilnya di semifinal UCL, Europa League, dan Conference League cuma Liverpool yang mampu menembus final. Sementara, West Ham dan Leicester City, dan Manchester City tersingkir.

Final yang akan berlangsung di Paris nanti akan dijadikan Klopp dan Liverpool menjaga gengsi Premier League. Pemain seperti Mo Salah, Mane, Van dijk tentu tidak mau merelakan begitu saja trophy si kuping besar pada wakil Spanyol untuk kedua kalinya.

Pasalnya, aroma balas dendam kini merasuk dalam diri skuad Liverpool ketika mereka dikalahkan di Kyiv 2018 lalu. Kini skuad Klopp dengan kombinasi pemain barunya macam Luis Diaz maupun Diogo Jota berharap mampu membawa warna lain maupun efek kejut di final nanti.

Tidak ada All England Final, All German Final, atau All Spain Final di final 3 liga antar klub benua eropa musim ini. 3 final yang makin berwarna justru akan semakin seru dan layak dinantikan negara mana yang akan berjaya merengkuh salah satu trophy.

Sumber Referensi : mirror, sportingnews, uefa

Rodrygo: Sang Pembunuh Diam-Diam dari Real Madrid

0

Jika Squidward Tentacle di serial kartun Spongebob Squarepants mengenalkan lukisannya sebagai “tampan dan berani”, maka seorang Rodrygo Goes membuat orang tak ragu menyebut dirinya “kecil dan berani”. Tubuh pemain Brazil itu memang mungil. Bahkan bukan hanya tubuhnya yang mungil.

Perannya juga kerap kali kelihatan mungil, terutama di skuad Real Madrid. Rodrygo padam di antara pemain-pemain beken seperti Vinicius Junior, Luka Modric, Casemiro, dan tentu saja Karim Benzema. Di Los Galacticos, ketika menjuarai La Liga dan melaju ke final ke-17 mereka di Liga Champions, nama Benzema rasanya lebih ranum ketimbang Rodrygo.

Padahal, meski tubuhnya mungil, Rodrygo memiliki peran yang tak sekerdil kelihatannya. Justru ia menjadi sosok penting. Misalnya, ketika Luka Modric menciptakan umpan yang berkesenian dan begitu indah pada saat Real Madrid melakoni laga kedua menghadapi Chelsea.

Waktu itu, yakinlah, orang nggak akan mengingat umpan Modric kalau saja yang menyambutnya gagal mencetak gol. Namun, Rodrygo lah orang yang berhasil membuat umpan Modric itu masyhur dan dipuja-puji seantero jagad. Rodrygo sukses mengonversi umpan itu menjadi gol yang sebetulnya biasa saja, tapi sangat urgen.

Bukan hanya itu, ia beberapa kali menjadi sekrup penting pasukan Carlo Ancelotti. Jika Real Madrid mengalami kebuntuan, begitu Rodrygo masuk, kebuntuan itu langsung terurai.

Harga Murah, Kualitas Pas!

Kecilnya nama Rodrygo Goes di antara para bintang Real Madrid barangkali karena harganya yang relatif murah. Los Merengues menebus Rodrygo dari Santos hanya dengan biaya 40 juta euro (Rp610 miliar). Angka itu jauh lebih ekonomis dari kedatangan penyerang El Real lainnya, yang jika dirata-rata mencapai 46 juta euro (Rp702 miliar).

Tentu, jika kita mengikut logika ekonomi, harga yang murah menunjukkan bahwa kualitas juga biasa-biasa saja. Dan iya, Rodrygo memang biasa-biasa saja sebetulnya. Tapi justru dari yang biasa-biasa saja itulah kualitas Rodrygo tidak diperhitungkan lawan. Di situlah celahnya.

Kemampuan Rodrygo sebenarnya tidaklah muluk-muluk. Tetapi kita bisa mengatakan bahwa kualitas Rodrygo, untuk Real Madrid adalah pas. Dengan harga segitu, Rodrygo menawarkan dirinya sebagai seorang pemain sayap, namun belakangan sang pelatih menaruhnya sebagai sosok striker.

Hasilnya? Lebih dari apa yang orang lain pikirkan. Ketika Rodrygo menempati posisi penyerang, pergerakannya justru jauh lebih luwes. Ia tidak perlu capek-capek menyisir ruang tepi lawan. Tugas Rodrygo sangat simpel, yaitu mencari ruang. Dan itulah yang ia lakukan.

Bergerak Seperti Tikus

Peran simpelnya itu justru menjadi senjata Rodrygo untuk jadi seorang pembunuh diam-diam. Pergerakannya kerap tak terlihat. Cepat, taktis, fleksibel, efektif, mengingatkan kita pada seekor tikus. Dan iya, Rodrygo adalah hama bagi pertahanan lawan.

Lihat bagaimana hama itu benar-benar mendatangkan penyakit ke Manchester City? Pasukan Pep Guardiola sudah tinggal sedikit lagi melangkah ke final Liga Champions. Tepat setelah keunggulan 1-0 lewat gol Riyad Mahrez tak sanggup dibalas Madrid hingga menit ke-89.

Ditambah, pada leg pertama, Los Blancos lebih dulu menyerah lewat skor 4-3. Namun, sepertinya pasukan Guardiola tidak sadar bahwa si hama, Rodrygo Goes sudah masuk. Ancelotti memasukkannya pada menit 68. Bagi Rodrygo, ketika dirinya mendapatkan kesempatan bermain, maka hanya ada satu tekad, yaitu mencetak gol.

Namun, sampai jelang menit ke 90, mesin Rodrygo belum membuahkan hasil. Don Carlo mulai pasrah. Ia sudah mulai berpikir untuk menjedotkan kepala ke loker di ruang ganti, karena gagal membawa Real Madrid ke final. Tetapi, Rodrygo tak cemas sama sekali.

Ia tetap tenang, dingin, dan bermain sebagaimana mestinya. Beberapa detik sebelum menit 90, Rodrygo berada di posisi yang tepat dan di waktu yang tepat ketika Benzema kesulitan mengontrol bola, dan memilih memberi Rodrygo umpan.

Pemain Brazil itu berhadapan langsung dengan kiper Brazil. Rodrygo menaklukkan Ederson dengan sekali sentuhan. Pemain City jadi kalap, Ancelotti masih belum tenang, sedangkan Rodrygo, entah bagaimana anak ini masih saja dingin.

Belum genap satu menit dari gol pertama, Rodrygo tiba-tiba muncul di belakang Marco Asensio. Ia seolah menjadi pengcover ketika Asensio gagal mengonversi umpan indah Dani Carvajal. Dan benar saja, sekali lagi, Rodrygo membuat umpan pemain Madrid lainnya makin indah berkat sundulannya yang kembali menaklukkan Ederson.

Dua gol Rodrygo sudah cukup untuk mengangkat mental pemain dan Ancelotti. Sementara, dua gol itu pula membikin The Citizens makin kalap. Kekalapan pemain Manchester City makin kelihatan ketika Benzema justru dilanggar di kotak penalti oleh Ruben Dias, dan membuat El Real akhirnya memenangi pertandingan.

Mesin Gol Real Madrid di UCL

Sejauh ini, Rodrygo sudah mengemas 70 penampilan La Liga bersama Los Galacticos. Namun, ia baru mencetak enam gol saja di La Liga. Tapi, perolehan gol Rodrygo justru kebanyakan adalah di Liga Champions.

Dari 26 pertandingan Liga Champions yang pemain 21 tahun itu lakoni sejak berseragam Real Madrid, sudah 10 gol ia sarangkan ke gawang lawan. Golnya di Liga Champions juga bukan sekadar jumlah, terutama yang ia kemas di musim ini. Keempat gol yang ia cetak adalah gol-gol penting.

Satu gol ketika menang di menit-menit akhir melawan Inter di babak penyisihan grup. Tiga gol lainnya jadi penentu lolosnya Real Madrid di fase gugur. Satu ketika menghadapi juara bertahan Liga Champions, dan dua lagi ketika menghadapi juara bertahan Premier League. Semuanya dicetak di waktu yang tepat, dan uniknya keempat gol tadi ia cetak di atas menit ke-80.

Kata “Mereka” Soal Rodrygo

Rodrygo memang bukan pemain yang punya nama besar. Ia juga bukan sosok pemain yang berisik, tapi kalem dan begitu dingin ketika sudah menginjakkan kaki ke lapangan. Namun, keberadaannya, terutama belakangan ini, menarik perhatian banyak orang.

Legenda Manchester United yang aktif mengomentari apa pun, Rio Ferdinand memuji pergantian pemain yang dilakukan Ancelotti. Ia memuji keputusan Don Carlo yang memasukkan Camavinga dan Rodrygo sebagai langkah yang tepat. Kata Ferdinand, dilansir Mirror, itu adalah keputusan fenomenal yang berdampak.

Belakangan ini, memang, Rodrygo menjadi sosok supersub penting di kubu Real Madrid. Ia lebih kerap bermain dari bangku cadangan. Dan hebatnya, manakala Ancelotti memasukkannya, Rodrygo langsung menjawabnya dengan penampilan terbaik.

Selain Ferdinand, legenda sepakbola lainnya, Rivaldo seperti dikutip Diario AS berterus terang memuji sosok Rodrygo. Bahkan ketika Rodrygo baru datang ke Real Madrid saat usianya 18 tahun.

“Kualitas Rodrygo dan Vinicius sama. Tapi yang membedakan adalah soal penyelesaian. Dalam aspek itu, Rodrygo jauh lebih kuat,” terang Rivaldo. Lebih lanjut, Rivaldo mengatakan bahwa Rodrygo memiliki naluri pembunuh lebih baik daripada Vinicius Junior, ketika keduanya baru didatangkan Real Madrid.

https://youtu.be/akx83CUd5hs

Sumber referensi: PlanetFootball, Forbes, AS, Mirror

Sial! Tim Ini Terpeleset Saat Ketatnya Perburuan Gelar Liga Inggris

Premier League adalah kompetisi sepakbola yang sangat ketat. Semua tim berlomba untuk menjadi juara. Mereka bertarung sejak awal hingga akhir. Jadi, sangat biasa melihat gelar juara ditentukan di pekan-pekan terakhir. Musim ini, Manchester City dan Liverpool bersaing ketat untuk menjadi penguasa kompetisi elite Inggris. Meski The Citizens ada di puncak, potensi The Reds menyodok sangat besar.

Selain itu, ada banyak kasus ketika sebuah tim yang sudah memimpin klasemen Premier League harus tergelincir karena kesalahan sendiri maupun usaha lawan yang pantang menyerah. Nah, berikut ini beberapa momen sial ketika tim calon kuat juara Premier League tergelincir dalam perebutan gelar juara

Bolton vs Arsenal (2002/2003)

Setelah memenangkan Premier League musim 2001/02, Arsenal berada di jalur yang tepat sebagai juara untuk menjalani empat pertandingan terakhir mereka musim 2002/03 dengan sempurna. Di bawah asuhan Arsene Wenger, The Gunners mampu menahan pesaing gelar, Manchester United, 2-2 pada pertengahan April 2003. Hasil itu membuat mereka berpeluang besar bisa mengamankan gelar.

Tapi, United justru melaju dengan kemenangan di pertandingan lain. Itu membuat Arsenal harus memenangkan setiap pertandingannya jika ingin mengamankan gelar. The Gunners memulainya dengan berjuang melawan Bolton Wanderers. Sayang, mereka hanya mampu bermain imbang.

Segalanya memang dimulai dengan cukup nyaman, tembakan striker asal Prancis, Sylvain Wiltord dan Robert Pires tepat setelah turun minum memberi The Gunners keunggulan dua gol. Tapi, Bolton segera memperkecil skor melalui pemain Prancis lainnya, Youri Djorkaeff. Dan, saat enam menit waktu pertandingan tersisa, bek Arsenal Martin Keown secara mengejutkan mencetak gol bunuh diri.

Skor imbang 2-2 atas Bolton tersebut menjadi awal bencana bagi Arsenal. Sebab, pada pekan selanjutnya, Leeds United juga mengejutkan pasukan Wenger di Highbury dengan kemenangan 3-2. Alhasil dengan laju kemenangan United yang tak terbendung serta keoknya Arsenal atas tim-tim medioker di saat genting, membuat gelar akhirnya lari dari pangkuan Arsenal dan jatuh ke tangan setan merah.

Chelsea vs Bolton Wanderers (2006/2007)

Arsenal bukan satu-satunya tim yang terpeleset dalam perburuan gelar juara ketika melawan Bolton Wanderers asuhan Sam Allardyce. Perjuangan Chelsea pada musim 2006/07 juga dipengaruhi oleh Bolton. Terpelesetnya The Blues atas Bolton membuat mereka gagal memanfaatkan momentum ketika pesaing terdekatnya, Manchester United kehilangan poin melawan Middlesbrough.

Pada pekan terakhir pada bulan April 2007, tim asuhan Jose Mourinho bermain pada waktu yang sama dengan sang rival Manchester United. Mereka menjalani pertandingan kandang melawan Bolton sedangkan United away bertemu Everton di Goodison Park.

Pada awal babak kedua, tembakan Salomon Kalou dan gol bunuh diri kiper Bolton, Jussi Jaaskelainen membantu mereka membalikkan keadaan setelah gol pembuka mengejutkan dari Bolton datang dari Lubomir Michalik. Di tempat lain, tembakan Manuel Fernandes di Goodison Park kandang Everton membuat United sementara tertinggal 2 gol sesaat setelah babak kedua dimulai.

Tampaknya, jika kondisi tetap seperti ini,, mungkin perebutan gelar akan ditentukan oleh selisih gol saja, maupun dengan duel penentu hidup dan mati ketika kedua belah pihak masih akan bertemu di Stamford Bridge. Tapi segalanya menjadi lain, Chelsea kehilangan inisiatif dan striker Bolton, Kevin Davies menyamakan kedudukan untuk Bolton menjadi 2-2, sementara di tempat lain United membalikkan keadaan dari 2-0 menjadi menang 4-2.

Akhirnya United ada di puncak dan sudah tidak mungkin terkejar lagi akibat Chelsea terjungkal oleh Bolton. Partai penting di Stamford Bridge tidak lagi menjadi penting. United yang pergi ke Stamford Bridge memainkan para pemain cadangannya, pemain Asia seperti Dong Fangzhuo dan Keiran Lee ketika itu akhirnya diberikan guard of honour oleh juara bertahan Chelsea.

Birmingham vs Arsenal (2007/2008)

Kemudian di musim 2007/08, sebuah peristiwa yang paling diingat yakni pertandingan antara Birmingham City vs Arsenal. Selain peristiwa Martin Taylor yang mematahkan kaki striker Arsenal, Eduardo da Silva di awal babak pertama, pertandingan itu juga berpengaruh terhadap nasib Arsenal dalam perburuan gelar juara Premier League ketika itu.

Memasuki pertemuan di Emirates Stadium, Arsenal masih mengejar perburuan gelar Premier League dengan tujuan menyapu bersih pertandingan tersisa yang membuat nantinya mereka akan unggul lima poin dari rival terdekat di puncak klasemen. Tapi, semuanya berubah saat melawan Birmingham. Mereka menghadapi menit 87 dengan 10 pemain di St Andrew’s Stadium ketika itu.

Gelandang Birmingham asal Skotlandia, James McFadden memberi mereka malapetaka dengan golnya, dan mereka mempertahankan keunggulan melalui periode perpanjangan waktu babak pertama yang panjang. Tapi, dua gol cepat Theo Walcott setelah turun minum sudah cukup untuk memulihkan keadaan bagi Arsenal.

Arsenal memiliki peluang untuk menambah keunggulan. Tapi, skor 2-1 masih terjaga hingga menit terakhir perpanjangan waktu. malapetaka kembali terjadi di injury time, ketika pemain Birmingham, Stuart Parnaby jatuh di dalam kotak penalti dan wasit seketika menunjuk titik putih.

Lagi-lagi, James McFadden sukses mengeksekusi penalti tersebut dan hasil akhir seri 2-2 membuat peluang Arsenal menipis. Akhirnya, di pertandingan tersisa hingga akhir musim, Arsenal hanya mengambil tiga poin dari empat pertandingan.

Faktanya, Arsenal benar-benar tergelincir secara dramatis sehingga mampu dikudeta Chelsea yang konsisten meraup penuh poin di pertandingan tersisa, padahal ketika sebelum pertandingan arsenal melawan birmingham, selisih pemuncak Arsenal dan Chelsea terpaut 8 poin.

Manchester United vs Everton (2011/2012)

Musim 2011/12, Manchester United dihadapkan pada kenyataan dengan enam pertandingan tersisa, jarak delapan poin seharusnya tidak dapat dikejar oleh pesaingnya yakni Manchester City, meski masih ada Derby Manchester di kandang.Tapi, masih ada alasan untuk mengatakan bahwa City yang sedang berjuang mungkin mendoakan agar United dapat sewaktu-waktu tergelincir.

Awalnya, semua tampak mulus ketika MU bangkit dengan kemenangan 4-0 melawan Aston Villa. Lalu, mencetak empat gol lagi melawan Everton. Tapi, pertandingan sepakbola itu 90 menit. Tampaknya, MU sudah menganggap skor sementara 4-0 atas Everton sebagai hasil akhir.

Mereka lengah dan sepertinya sudah mempersiapkan mental untuk Derby Manchester berikutnya. Akibatnya sangat fatal. Striker Everton asal Kroasia, Nikica Jelavic dan Gelandang asal Afrika Selatan, Steven Pienaar mengambil keuntungan dengan membuat skor akhir berubah menjadi sama kuat 4-4.

Dan, saat pertandingan melawan Man City, MU benar-benar habis. Rival terdekat Setan Merah itu mengambil keuntungan penuh. Mereka memenangkan derby dengan meyakinkan di Old Trafford dengan skor telak 6-1, sekaligus membuat United gigit jari dan mentalnya semakin ciut.

Pada akhirnya, tetangga berisik Manchester City memanfaatkan momen penurunan mental skuad United yang gagal mengambil poin dari sisa pertandingan yang ada. Alhasil penentuan gelar pun terjadi hingga akhir.

United yang bertemu Sunderland sudah memastikan unggul di partai akhir dan memastikan diri di puncak setelah Manchester City di Etihad masih menuai hasil imbang. Akan tetapi keajaiban datang di Etihad dengan gol fantastis Aguero. United akhirnya benar-benar gigit jari dan merelakan gelar Premier League jatuh ke tetangga sebelah.

Crystal Palace vs Liverpool (2013/2014)

Terpelesetnya Steven Gerrard secara harfiah dan kiasan adalah momen yang menentukan dalam upaya Liverpool untuk meraih gelar pada 2013/14. Tapi, pertandingan berikutnya melawan Crystal Palace membawa kehancuran yang lebih pasti.

Momen itu terjadi setelah rasa sakit dari kekalahan melawan Chelsea. Keunggulan 3-0 setelah satu jam membuat fans The Reds mulai berpikir timnya kembali ke jalur perebutan gelar juara yang sudah lama diidam-idamkan. The Reds berharap bisa membuat tiga atau empat gol saat melawan Crystal Palace, sebelum menambah gol lagi melawan tim papan tengah Newcastle United.

Sayang, perhitungan mereka salah besar. Keunggulan 3-0 ternyata tidak bisa bertambah. Justru, mereka bermain imbang 3-3 melawan Crystal Palace. Gol dicetak Damien Delaney ditambah dua gol dari striker mereka Dwight Gayle. Sampai-sampai laga tersebut memunculkan istilah olok-olokan baru yang terkenal ketika itu bagi Liverpool yakni “Crystanbul“. Itu kata gabungan dari “Cry” (menangis), dan Istanbul (tempat final bersejarah Liga Champions yang dimenangkan Liverpool).

Hasil imbang tersebut membuat Liverpool berdoa untuk mengharap rival terdekatnya, Manchester City kalah di salah satu pertandingan kandang tersisa yakni melawan Aston Villa dan West Ham United. Tapi, sayang doa itu kurang manjur, nyatanya tim asuhan Manuel Pellegrini tersebut justru tak terkalahkan dan sukses menggagalkan gelar Liverpool.

https://youtu.be/FvpWobBym0c

Sumber Referensi : libero, dreamteam, footbalfaithfull

Berita Bola Terbaru 8 Mei 2022 – Starting Eleven News

BERITA TERBARU DAN TERKINI

MASA DEPAN RONALDO DI MU BELUM JELAS

Ketika peluit panjang laga kontra Brentford berbunyi, Cristiano Ronaldo membalas tepukan tangan para fans di Old Trafford. Tertangkap kamera, Ronaldo seperti bilang ‘I’m not finished’ yang artinya saya belum selesai. Para fans MU, menilai itu bagai sebuah kode dari Ronaldo. Ronaldo dinilai masih akan berjuang di MU musim depan alias di akhir sisa kontraknya. Namun, dalam sebuah postingan di Instagram, Ronaldo memberikan komentarnya. Ia membantah sudah mengucapkan ‘saya belum habis’ dengan menulis, “Aku tidak mengatakan hal itu.” Kini Ronaldo masih belum jelas masa depannya di MU. Ronaldo memang masih tersisa kontraknya semusim lagi tapi itu bukanlah jaminan.

KLOPP: MADRID FAVORIT DI FINAL LIGA CHAMPIONS, TAPI…

Jurgen Klopp menegaskan Liverpool lebih siap menghadapi Real Madrid di final Liga Champions musim ini. Apalagi Liverpool dalam performa terbaiknya untuk bisa mengejar empat gelar. Meski demikian, Klopp menilai Madrid lebih difavoritkan karena statusnya sebagai raja kompetisi ini. Laga final Liga Champions 2021/22 sendiri akan digelar pada tanggal 28 Mei 2022 mendatang di Paris.

GAGAL DI UCL, PEP: SAYA BELUM CUKUP BAIK

Pep Guardiola belum juga memberikan trofi Liga Champions untuk Manchester City. Mungkin memang Guardiola tidak mampu melakukannya di City. Guardiola pun meminta maaf karena dia belum bisa memberikan trofi tersebut selama enam tahun berada di sana. Prestasi terbaiknya bersama City hanyalah satu kali finalis pada 2021. “Kami ingin sekali menjuarai Liga Champions. Mungkin saja saya memang tidak cukup bagus untuk membantu tim ini mewujudkannya.”

MO SALAH BERCANDA SOAL MASA DEPAN DI LIVERPOOL

Ketika kepastian masa depannya bersama Liverpool masih menjadi pertanyaan, Mohamed Salah justru bercanda ketika mendapatkan pertanyaan mengenai hal tersebut. Candaan itu dilontarkan Mo Salah saat ia menerima penghargaan sebagai FWA Player of the Year alias pemain terbaik Liga Inggris versi para jurnalis. Ditanya wartawan soal masa depannya, Mo Salah tidak menganggap pertanyaan itu dengan serius. “Di sini di panggung atau di sini di Inggris sih? Saya akan melakukan yang terbaik untuk berada di atas panggung,” canda Mo Salah.

VIRAL TWIT LAMA GREALISH ‘HALA MADRID’ USAI MAN CITY TERSINGKIR

Bintang Manchester City, Jack Grealish merasakan jejak digital memang kejam seiring kemunculan cuitan lama di twitter miliknya yang berbunyi ‘Hala Madrid’. Di tahun 2014 lalu, Grealish sempat menuliskan ‘Hala Madrid’. Tulisan ‘Hala Madrid’ itu merujuk momen ketika Real Madrid menghadapi Bayern Munchen saat itu. Jelas twit tersebut tidak berhubungan dengan kondisi dirinya sebagai pemain Manchester City saat ini karena Grealish masih berkostum Aston Villa saat itu.

GIORGIO CHIELLINI SARANKAN SERIE A ADOPSI SISTEM PLAY OFF

Giorgio Chiellini, yang sekarang berusia 37 tahun, kemungkinan besar akan meninggalkan Stadion Allianz di musim depan. Sebelum meninggalkan Serie A, bek senior Juve itu memberikan masukan agar sepakbola Italia lebih baik lagi. Dia menyarankan Serie A untuk mengadopsi sistem play-off. Sistem ini nantinya diyakini akan membuat perebutan gelar scudetto semakin seru dan akan menarik banyak penggemar.

LIVERPOOL INCAR PENYERANG NAPOLI

Dilansir Football Italia, Liverpool memiliki ketertarikan untuk merekrut pemain sayap Napoli, Hirving ‘Chucky’ Lozano pada bursa transfer musim panas ini. Menurut laporan, Lozano telah menarik perhatian dari tim Liga Premier, yang akan bermain melawan Real Madrid di Final Liga Champions. Lozano akan berusia 27 tahun pada bulan Juli dan terikat kontrak dengan Napoli hingga Juni 2024, tetapi posisinya di Estadio Diego Armando Maradona masih jauh dari pasti.

ARAUJO BERI UCAPAN SELAMAT UNTUK REAL MADRID

Bek Barcelona, Ronald Araujo, melontarkan ucapan selamat kepada Real Madrid. Ronald Araujo memberikan selamat kepada rival klubnya itu karena Los Blancos berhasil meraih kesuksesan pada musim ini dengan menjuarai La Liga Spanyol dan lolos ke final Liga Champions. Meski demikian, Ronald Araujo pun berharap Barcelona juga bisa mendapatkan peluang dan momentum yang sama pada musim depan.

KETIKA RODRYGO TOLAK PENALTI PEMBERIAN BENZEMA

Rodrygo bisa saja mencetak hat-trick saat Real Madrid menyingkirkan Manchester City. Karim Benzema menawari Rodrygo untuk mengeksekusi penalti tapi ditolak. Dalam rekaman dari El Golazo De Gol, Benzema bertanya “apa kamu mau?” kepada Rodrygo sehingga dia bisa melengkapi penampilannya dengan hattrick. Pesepakbola berusia 21 tahun itu menolak jadi Benzema sendiri yang akhirnya mengeksekusi tendangan penalti itu.

MESSI TIDAK MASUK NOMINASI PEMAIN TERBAIK LIGA PRANCIS

Lionel Messi yang notabene pemain terbaik dunia, gagal masuk nominasi pemain terbaik Liga Prancis musim ini. Messi kalah saing dari rekan setim sendiri, Kylian Mbappe. Lalu pemain lainnya yang masuk nominasi tersebut adalah Wissam Ben Yedder (AS Monaco), Dimitri Payet (Marseille), Martin Terrier (Stade Rennais), dan Lucas Paqueta (Lyon). Tersingkirnya Messi dari nominasi akibat performa jelek La Pulga di musim pertamanya bareng PSG. Messi cuma bikin empat gol dari 24 laga di Liga Prancis.

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan Liga Inggris, Liverpool harus puas meraih satu poin ketika menjamu Tottenham Hotspur pada pekan ke-35 Liga Inggris. Gol pertama hadir dari kaki Son Heung-min di menit 56 dan Luis Diaz berhasil menyelamatkan muka Liverpool di menit 74. Tentu ini hasil yang kurang menguntungkan bagi The Reds, Akibat hasil imbang ini kans juara Liverpool makin sulit. City yang belum memainkan pertandingan pada pekan berpeluang untuk memperlebar jarak.

Sedangkan di Liga Spanyol, Barcelona kembali ke jalur kemenangan usai menumbangkan sang juara Copa Del Rey, Real Betis dengan skor 2-1. Ansu Fati yang kembali dari cedera berhasil membuka keunggulan di menit 76, sempat disamakan oleh gol Marc Bartra empat menit berselang. Jordi Alba jadi juruselamat dengan gol cantiknya di menit 90+4.

MU HANCUR LEBUR DI KANDANG BRIGHTON

Lagi-lagi, MU menampilkan permainan yang tak konsisten. Setelah menang 3-0 atas Brentford, United malah dihajar habis-habisan oleh Brighton dengan 4 gol tanpa balas. Moises Caicedo membuat tuan rumah unggul dengan gol pertamanya di Liga. Setelah itu? Brighton menguasai jalannya pertandingan dan akhirnya gol-gol lainnya pun berdatangan. Hasil ini tentu sangat merugikan United yang sedang berjuang untuk tampil di kompetisi Eropa.

RONALDO GAGAL TAMPIL DI UCL MUSIM DEPAN

Dengan kekalahan United atas Brighton, kans United untuk bermain di UCL musim depan telah tertutup rapat. Yang jadi sorotan dalam pertandingan tersebut adalah Cristiano Ronaldo. Jika Ronaldo memutuskan untuk bertahan di MU, berarti, musim depan bakal jadi UCL pertama tanpa Ronaldo dalam 20 tahun terakhir.

LAGA PEMBUKTIAN LUKAKU

Saat jumpa pers jelang laga versus Wolves, Tuchel sudah mengisyaratkan bahwa ia akan memasang Romelu Lukaku sebagai striker utama. Meski hasil laga cukup mengecewakan bagi klub London itu, namun Lukaku berhasil membuktikan bahwa keputusan Tuchel untuk memainkannya sebagai pemain nomor 9 adalah keputusan yang tepat. Lukaku memborong 2 gol sekaligus dalam laga tersebut.

AZPILICUETA SEPAKAT GABUNG BARCA

Menurut Football Espana, Barcelona telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan Cesar Azpilicueta secara gratis musim depan. Kabarnya, Azpi bakal menandatangani kontrak selama 2 tahun dengan opsi perpanjangan satu musim serta gaji sebesar 13 juta euro atau sekitar Rp198 miliar per tahun. Sepertinya tinggal nunggu peresmiannya aja nih.

POGBA PUNYA PELUANG GABUNG CITY

Menurut sabda Fabrizio Romano, Manchester City sedang melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Paul Pogba mengingat City yang sedang ingin mencari amunisi baru di lini tengah dan Pogba belum juga memperpanjang kontraknya bersama United. Selain City, PSG dan Juve juga berminat. Namun, City bakal segera mengusahakan Pogba apabila saga transfer Haaland sudah selesai.

CITY PUNYA PELUANG LEBARKAN JARAK DENGAN LIVERPOOL

Setelah pesaing utama City dalam perebutan gelar juara liga yaitu Liverpool hanya bermain imbang dengan Spurs, City berpeluang untuk memperlebar jarak mereka dengan Liverpool. City baru akan memainkan laga berikutnya pada malam hari ini. Memainkan laga melawan Newcastle, pasukan Pep Guardiola sangat diunggulkan. Jika City berhasil meraih poin penuh, bukan tidak mungkin, City bakal kembali menjuarai Liga Inggris.

SEBERAPA KAYA BOS ANYAR CHELSEA?

Chelsea yang telah mengkonfirmasi bahwa mereka sepakat akan menjual klub kepada pemilik Los Angeles Dodgers, Todd Boehly menimbulkan beberapa pertanyaan yang salah satunya, seberapa kaya sih Todd Boehly ini? Forbes mencatat Boehly, Mark Walter dan Hansjorg Wyss memiliki kekayaan gabungan sebesar 13,4 miliar dolar (Rp194 triliun). Dan jika disejajarkan dengan pemilik-pemilik klub sepakbola lainnya, bos Chelsea ini berada di urutan ke enam sebagai pemilik klub sepakbola terkaya di dunia.

REAKSI TODD BOEHLY WAKTU NONTON CHELSEA YANG DITAHAN IMBANG, VIRAL

Ada yang menarik di laga Chelsea melawan Wolves yang berakhir imbang 2-2 kemarin. Pemilik baru Chelsea Todd Boehly terlihat hadir untuk melihat calon klub barunya itu. Ia tertangkap kamera menunjukkan reaksi yang ekspresif saat The Blues ditahan imbang Wolverhampton Wanderers. Ia tampak kecewa dan menutupi mukanya seakan menyesali telah membayar mahal untuk klub yang sedang dalam performa tak konsisten.

ALBA PERCAYA MUSIM DEPAN ADALAH MUSIMNYA BARCA

Setelah mencetak gol luar biasa dalam kemenangan dramatis melawan Real Betis, Jordi Alba mengatakan kepada Movistar bahwa ia sangat yakin musim depan Barcelona akan tampil lebih baik lagi. Ia juga menyampaikan kekecewaannya ketika Barca kehilangan banyak poin di awal musim. Alba percaya Barcelona musim depan akan berbeda dengan musim ini, mereka optimis menjuarai La Liga musim depan.

ARTETA PERPANJANG KONTRAK DI ARSENAL

Arsenal tampaknya cukup puas dengan kinerja Arteta musim ini. Berhasil finis di urutan ke 4 dengan menyisakan beberapa pertandingan lagi, akhirnya Arsenal menawarkan kontrak baru pada Arteta. Ia pun menandatangani kontrak tersebut yang membuatnya bertahan di Arsenal hingga 2025. Arteta juga menegaskan bahwa ia masih memiliki visi dan misi yang sama dengan klub dan siap membantu The Gunners dalam beberapa musim kedepan.

WATFORD TEMANI NORWICH KE CHAMPIONSHIP

Watford resmi menyusul Norwich ke Championship usai gagal mengatasi perlawanan Crystal Palace. Penalti Wilfried Zaha tak mampu disamakan oleh The Hornets. Terlebih, mereka harus bermain dengan 10 orang ketika Kamara diusir dari lapangan pada menit 68. Situasi itu semakin menyulitkan Watford yang akhirnya skor 1-0 bertahan hingga akhir dan memastikan Watford kembali terdegradasi untuk kesekian kalinya. 

REKOR FANTASTIS SON HEUNG-MIN

Gol Son Heung-min ke gawang Liverpool menjadi gol ke 20 nya di Liga Inggris musim ini. Catatan yang diukir Son sangat fantastis, pasalnya Son telah menyamai pencapaian Gareth Bale yang mengantongi 20 gol dalam satu musim Liga Inggris tanpa sekalipun mencetak gol melalui titik penalti.

PRESIDEN FFF ISYARATKAN ZIDANE BAKAL LATIH PSG

Menurut Goal, Ketika Noel Le Graet selaku presiden federasi sepakbola Prancis ditanya mengenai Zinedine Zidan yang memiliki potensi sebagai suksesor Didier Deschamp di masa yang akan datang, Le Graet malah mengisyaratkan bahwa Zizou sedang berada dalam radar PSG. Ia tak menampik bahwa Zidan mungkin saja melatih Prancis, namun jangan terkejut apabila suatu hari nanti Zidan malah melatih PSG bukan Timnas Prancis.

JUVE MINATI MATIC

Menurut Daily Star, setelah Nemanja Matic mengkonfirmasi bahwa musim ini adalah musim terakhirnya bersama Manchester United. Beberapa klub menunjukan minat ingin menampung pemain internasional Serbia itu. Salah satunya raksasa Serie A, Juventus. Mereka tertarik untuk membujuk Matic agar mau bermain di Turin, terlebih, Juve bisa mendatangkan Matic secara gratis lantaran kontraknya akan habis akhir musim nanti.

Berita Bola Terbaru 7 Mei 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

PEP BAKAL TEKEN KONTRAK ANYAR

Usai kembali tersingkir dari Liga Champions, Pep Guardiola telah meyakinkan bos Manchester City bahwa ia akan berusaha lebih keras dari sebelumnya untuk memenangkan Liga Champions musim depan. Dan untuk membuktikannya, Pep siap menandatangani perpanjangan kontrak baru yang akan membuatnya bertahan di Etihad hingga 2025.

TOTTENHAM MINATI 2 PEMAIN VILLARREAL

Dilansir dari 90min, Spurs telah mengirimkan tim scouting di kedua leg pertandingan Villarreal melawan Liverpool kemarin. Tim Scouting dikerahkan untuk mengawasi dua pemain incaran Spurs yaitu Arnaut Danjuma dan bek yang selalu dikaitkan dengan Manchester United, Pau Torres. Spurs gerak cepat lantaran musim depan mereka berniat melakukan perombakan besar-besaran demi mendongkrak prestasi klub.

MARCOS ALONSO INGIN HENGKANG DARI CHELSEA

Menurut cuitan Fabrizio Romano, Marcos Alonso memprioritaskan untuk hengkang pada akhir musim nanti. Alonso ingin pulang kampung ke Spanyol dan tampaknya Barcelona juga berminat mengamankan jasanya. Alonso sendiri telah masuk daftar pencarian bek kiri Barca dalam beberapa hari terakhir.

CITY SAINGI MU DALAM PERBURUAN FRENKIE DE JONG

Manchester City telah menambahkan nama Frenkie De Jong dalam daftar pencarian pemain baru musim depan. City berniat menjadikan De Jong pelayan bagi Haaland apabila mereka berhasil mengamankan bomber Borussia Dortmund. City bakal bersaing dengan rival sekota, United dalam perburuan De Jong.

FASILITAS LATIHAN TIMNAS INDONESIA DI VIETNAM SANGAT BURUK

Ada sejumlah kendala dalam persiapan skuad Garuda di Sea Games Vietnam. Skuad Indonesia diberikan tempat latihan yang sangat jauh dari penginapan. Dikutip Kompas, Marc Klok dkk harus menempuh jarak sekira 18 kilometer untuk mencapai Stadion Bai Bang. Selain jarak tempuh latihan yang jauh, Timnas Indonesia U23 juga mendapat kondisi lapangan yang tak layak. Dilihat dari story Instagram Shin Tae-yong, ukuran lapangan cukup kecil dan tidak berstandar internasional.

MOURINHO SIAP TAMPUNG WAN-BISSAKA

Mourinho cukup sukses ketika mendatangkan Tammy Abraham ke AS Roma, ia telah mencetak 24 gol musim ini. Kini Mourinho ingin mencari bek kanan, dan nama Aaron Wan-Bissaka masuk dalam radarnya. Mou siap menampung Wan-Bissaka yang dikabarkan tak masuk dalam rencana Ten Hag musim depan.

EVERTON INGIN JUAL JORDAN PICKFORD

Di tengah situasi sulit, Everton malah berniat untuk menguangkan kiper utama mereka, Jordan Pickford. Mereka siap mendengarkan segala tawaran yang masuk meskipun mereka tetap bertahan di Premier League. Sejauh ini, baru Tottenham dan Newcastle yang menunjukan minat untuk mengontrak pemain berusia 28 tahun tersebut. 

MAZRAOUI BAKAL GABUNG BAYERN MUNCHEN

Teka-teki ke mana Noussair Mazraoui akan bermain musim depan mulai terpecahkan. Mazraoui sudah memilih Bayern Munchen sebagai klub barunya musim depan. Menurut Fabrizio Romano, Mazroui telah berbicara langsung dengan Julian Nagelsmann dan Oliver Kahn. Meskipun belum ada tanda tangan kontrak, Mazraoui dan Bayern, sudah sepakat secara personal.

CHIELLINI MINAT LANJUTKAN KARIER DI MLS

Bek ikonik milik Juventus, Giorgio Chiellini mengumumkan akan pensiun dari Timnas menyusul bentrokan “Finalissima” dengan Argentina pada 1 Juni mendatang. Selain itu, Chiellini juga mempertimbangkan untuk meninggalkan Juventus dan memainkan sisa-sisa karier sepakbolanya di MLS. Belum pasti klub mana yang akan ia bela, namun MLS dirasa cocok untuk masa tua Chiellini.

AMAD DIALLO BISA JADI SATU-SATUNYA PEMAIN MU YANG RAIH TROFI MUSIM INI

Amad Diallo bisa saja menjadi satu-satunya pemain Manchester United yang memenangkan trofi bergengsi musim ini. Hal itu karena Amad sedang menjalani pinjaman di klub Rangers yang berhasil menembus final Europa League. Meski Amad belum bermain untuk Rangers di Europa League, tapi ia masih bisa mendapatkan medali pemenang, bahkan jika dia tidak tampil di final. Karena aturan UEFA menyatakan bahwa sang juara mendapat jatah medali sebanyak 40 buah. Tentu Amad bakal kebagian jika Rangers juara nanti.

HASIL PERTANDINGAN SERIE A

Juventus gagal mendapatkan poin dari pekan ke-36 Serie A yang digelar pada Sabtu (7/5) dini hari WIB. Mereka dipaksa menelan pil pahit lantaran kalah dari Genoa di Stadio Luigi Ferraris dengan skor tipis 1-2. Juve unggul terlebih dahulu lewat aksi Paulo Dybala, sebelum di comeback oleh Genoa melalui gol-gol dari Albert Gudmundsson dan Domenico Criscito.

Pada laga lainnya, Inter Milan berhasil mengalahkan Empoli dengan skor 4-2 di Giuseppe Meazza. Inter tertinggal dua gol lebih dulu dari Empoli melalui gol Andrea Pinamonti dan Asllani. Namun, Inter berhasil comeback dengan mencetak empat gol lewat bunuh diri Romagnoli, Lautaro Martinez, gol kedua Lautaro Martinez, dan ditutup oleh gol Alexis Sanchez. Dengan kemenangan ini Inter kembali menduduki puncak klasemen Serie A, unggul sebiji poin dari AC Milan di posisi kedua yang belum memainkan laga pekan ke-36.

KEMBALI KE PUNCAK, PELATIH INTER SEMAKIN PEDE

Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi semakin percaya diri usai tim asuhannya kembali ke puncak klasemen Serie A. Klub berjuluk I Nerazzurri itu baru saja meraih tiga poin atas Empoli setelah sempat tertinggal lebih dulu. “Kemenangan setelah tertinggal melawan tim yang sangat terorganisasi ini memberi saya kepercayaan diri yang besar,” kata Inzaghi.

CHELSEA BANTAH ABRAMOVICH AKAN TAGIH UTANG

Klub raksasa Inggris Chelsea merilis pernyataan atas nama Roman Abramovich dan menegaskan bahwa dia tidak akan mengingkari janjinya untuk menghapus utang 1,6 miliar pounds (Rp 28 triliun) yang sudah ia berikan kepada klub. Sebelumnya, media-media di Eropa sempat membuat heboh dengan memberitakan bahwa Abramovich ingkar janji mengenai penghapusan utang ke Chelsea yang nilainya mencapai 1,6 miliar pounds atau sekitar Rp28 triliun.

TODD BOEHLY SELANGKAH LAGI AKUISISI CHELSEA

Masa depan Chelsea setelah ditinggal Abramovich nampaknya menemukan titik terang. Terbaru konsorsium milik pengusaha Amerika Serikat, Todd Boehly sudah menandatangani kesepakatan pembelian Chelsea seharga empat miliar pounds (sekitar Rp72 triliun). Chelsea memang telah mengkonfirmasi tawaran yang dibuat konsorsium pimpinan Todd Boehly. Tapi, proses akuisisi masih harus melewati beberapa tahap penting lain. Todd Boehly harus lebih dulu mendapat izin dari Premier League dan pemerintah Inggris.

MIKEL ARTETA PERPANJANG KONTRAK DI ARSENAL

Manajer Arsenal, Mikel Arteta resmi memperpanjang masa tinggalnya di Emirates Stadium hingga musim 2024/25. Dia memperpanjang kontrak tiga tahun bersama The Gunners pada Jumat (6/5). Usai teken kontrak baru, Arteta pun siap membuat Arsenal lebih kuat sehingga terus bersaing di papan atas sampai pengabdiannya selesai.

IBU KANDUNG MBAPPE BANTAH ANAKNYA SETUJUI KONTRAK BARU DI PSG

Ibu Kylian Mbappe membantah klaim bahwa putranya sudah sepakat memperbarui kontrak bersama Paris Saint-Germain. Pernyataan ibu Mbappe ini untuk menyangkal apa yang diberitakan Le Parisien. Surat kabar Perancis tersebut mengatakan bahwa negosiasi PSG dan orang tua sang penyerang berlangsung positif. Ibu Mbappe justru mengisyaratkan pemain 23 tahun tersebut akan hengkang dari PSG. Di mana Real Madrid menjadi opsi pertama.

KLOPP KECAM UEFA SOAL HARGA TIKET FINAL UCL

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengecam UEFA karena menetapkan harga tiket final Liga Champions 2021/22 yang terlalu mahal. Seperti diketahui, UEFA telah mengumumkan harga tiket final Liga Champions musim ini, dengan rincian 579 pounds (Rp10,3 juta) untuk kategori A, 411 pounds (Rp7,3 juta) untuk kategori B, 126 pounds (Rp2,2 juta) untuk kategori C, dan 50 pounds (Rp864 ribu) untuk kategori D. Klopp menilai, harga tiket final Liga Champions seharusnya bisa dijangkau untuk semua kalangan.

JERSEY LIVERPOOL BAKAL JADI YANG TERMAHAL DI DUNIA

Keberhasilan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir, telah mendongkrak harga barang-barang the Reds. Dikutip dari Liverpoolecho, Liverpool sedang menegosiasikan kesepakatan sponsor untuk jersey baru. Standard Chartered dikabarkan siap menggandakan nilai kontrak kerja sama dari nilai saat ini yang 40 juta pounds. Artinya, salah satu bank besar Inggris tersebut bersedia menggelontorkan 80 juta pounds (sekitar Rp1,4 triliun) dalam kerja sama baru mulai musim 2023/24. Nominal tersebut bakal membuat Liverpool tercatat sebagai klub dengan jersey termahal di dunia sepak bola.

BAYERN RILIS JERSEY KANDANG MUSIM 2022/23

Jelang laga pekan ke-33 melawan VfB Stuttgart, Bayern Munchen justru memilih untuk merilis jersey kandang terbaru mereka yang akan dipakai sepanjang musim 2022/23 mendatang. Jersey kandang Bayern yang masih diproduksi Adidas itu masih akan menggunakan dasar merah sebagai warna kebanggaan klub, ditambah adanya beberapa strip putih yang melintang secara horizontal.

LINGARD MARAH-MARAH, BEGINI REAKSI RALF RANGNICK

Ralf Rangnick mengungkap alasan kenapa dirinya tak menurunkan Jesse Lingard di laga kandang terakhir kontra Brentford. Sebelumnya, Lingard dikabarkan sangat kecewa usai dirinya tak diberi kesempatan oleh Rangnick untuk tampil saat Setan Merah menjamu Brentford pada tengah pekan ini. Rangnick mengatakan Lingard telah lebih banyak mendapatkan kesempatan bermain di bawah kepemimpinannya. Akan tetapi, keputusan untuk tidak memainkannya dikarenakan sebelum pertandingan melawan Brentford, Lingard meminta izin untuk absen dari laga melawan Chelsea karena alasan keluarga.

LIVERPOOL KETEMU MADRID LAGI DI FINAL UCL, KLOPP: SUDAH TAKDIR

Jurgen Klopp mengatakan bermain dengan Real Madrid di final Liga Champions terasa seperti takdir. Kedua tim ini pernah bertemu di final edisi 2018 di mana Madrid menang 3-1 atas The Reds. “Ketika kami kalah di final itu, solusi ideal saya adalah melawan Real Madrid lagi. Madrid sepertinya menjadi takdir kami,” kata Jurgen Klopp jelang kunjungan ke markas Spurs akhir pekan ini.

CHILE INGIN GANTIKAN TEMPAT EKUADOR DI PIALA DUNIA 2022

Chile telah membuat permintaan mengejutkan kepada FIFA. Chile meminta agar mereka diberikan tempat di Piala Dunia 2022 dengan menggantikan Ekuador, yang diduga menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam kualifikasi. Federasi sepak bola Chile meminta FIFA untuk menyelidiki bahwa pemain Ekuador, Byron Castillo sebenarnya orang Kolombia dan tidak berhak bermain di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar.

SUAREZ RELA SUNAT GAJI DEMI GABUNG BARCELONA LAGI

Melansir Football Espana, striker Atletico Madrid Luis Suarez dilaporkan siap kembali ke Barcelona. Ia juga rela gajinya dipotong untuk merapat dengan skuad Xavi Hernandez. Situasi tersebut tak lepas dari masa tinggalnya di Wanda Metropolitano. Hingga saat ini, Suarez belum juga meneken perpanjangan kontrak. Padahal, masa baktinya akan berakhir pada Juni 2022 mendatang. Menurut rumor yang berkembang, Atletico tak berniat memperpanjang kontrak Suarez. Mantan pemain Liverpool itu pun akan dibiarkan hengkang gratisan akhir musim ini.

LANGKAH SOCIEDAD TEMBUS EMPAT BESAR MAKIN SULIT

Levante mengalahkan Real Sociedad 2-1. Gol Levante dicetak Jorge Miramon dan Gonzalo Melero dari titik penalti. Satu gol balasan Sociedad dicetak oleh David Silva. Kekalahan dari Levante membuat kans Real Sociedad lolos ke liga champions semakin berat. Mereka, yang berada di urutan keenam, kini tertinggal 5 poin dari Atletico Madrid yang berada di posisi keempat.

TIMNAS INDONESIA DIKALAHKAN VIETNAM

Timnas Indonesia dipaksa menyerah 0-3 dari Vietnam pada laga perdana Grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Jumat (6/5/2022). Tanpa gol di babak pertama, Vietnam berhasil mencetak tiga gol di babak kedua lewat aksi Nguyen Tien Linh, Do Hung Dung, dan Le van Do. Di laga berikutnya Indonesia akan menghadapi Timor Leste, Selasa (10/5).

Hubungan Spesial Jose Mourinho dengan Final Kompetisi Eropa

0

Tangis bahagia mengiringi Jose Mourinho mengantarkan klub ibukota, AS Roma untuk mencapai partai final Europa Conference League edisi pertama. Gol tunggal Tammy Abraham ke gawang Leicester City menunjukan siapa serigala lapangan hijau yang sebenarnya.

Meski trofi Mourinho jauh menurun di beberapa tahun terakhir, tak menampik bahwa selama hidupnya, Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih yang ahli dalam memenangkan trofi. Bahkan, sebelum bersama AS Roma, Mourinho sendiri telah berhasil mencapai empat final utama kompetisi antarklub Eropa.

Pelatih asal Portugal tersebut tak pernah kalah di final kompetisi besar sejagad Eropa. Dari Europa League hingga Champions League semua bisa ia raih bersama tim yang ia latih.

FC Porto, Piala UEFA 2003

Kisah manis Jose Mourinho yang berhasil mencapai laga final bersama empat klub berbeda dimulai ketika ia melatih klub asal tanah kelahirannya, FC Porto tahun 2003.

Final Piala UEFA 2003 ini cukup krusial bagi Mourinho kala itu. Karena final ini jadi panggung pertama bagi Mourinho untuk memperkenalkan diri kepada publik bahwa dia datang dan akan menjadi salah satu pelatih tersukses di masa mendatang.

Piala UEFA ini sekarang lebih dikenal sebagai Europa League. Kala itu Porto asuhan Jose Mourinho harus melewati RC Lens, wakil Turki, Denizlispor, Panathinaikos dan wakil Italia, Lazio sebelum akhirnya menumbangkan Celtic di final yang diselenggarakan di Estadio Olimpico yang terletak di Kota Sevilla.

Final tersebut menjadi yang luar biasa bagi FC Porto, utamanya bagi seorang Jose Mourinho. Bermain dengan skuad terbaik, Porto justru kelimpungan menghadapi pemain Celtic, Henrik Larsson. Pemain berkebangsaan Swedia itu mampu dua kali menyamakan kedudukan melalui sundulannya. Hal itu membuat laga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Sang juruselamat FC Porto pun muncul dalam diri striker Brazil, Vanderlei Fernandes Silva, atau yang biasa dikenal dengan Derlei. Gol telat Derlei akhirnya memberikan trofi Eropa pertama bagi Mourinho.

FC Porto, Champions League 2004

Kisah ajaib Porto kembali berlanjut di musim berikutnya. Di ajang kompetisi antarklub paling bergengsi di Benua Biru, Liga Champions, FC Porto asuhan Jose Mourinho tak diunggulkan sama sekali. Bahkan dianggap sebagai tim pelengkap turnamen saja.

Namun, kenyataan berkata lain. Champions League musim tersebut memang berjalan cukup aneh. Keanehan mulai kelihatan ketika Porto tak disangka melumat Manchester United era Sir Alex di babak 16 besar. Lalu, sang juara bertahan AC Milan yang malah diobok-obok Deportivo di leg kedua perempat final.

Sehingga di semifinal hanya menyisakan empat tim termasuk Porto, Deportivo, AS Monaco dan si orang kaya baru Chelsea. Tentu dengan peta kekuatan empat tim itu, Mourinho sedikit percaya diri bahwa ia bisa mencapai final.

Porto bertemu Deportivo La Coruna di semifinal. Meski sama-sama berstatus kuda hitam, Deportivo jauh lebih difavoritkan untuk lolos ke partai puncak karena bisa mengalahkan AC Milan. Namun itu tak sepenuhnya benar. Laga justru berjalan alot.

Di leg pertama kedua kesebelasan hanya mampu bermain imbang 0-0. Sementara, di pertemuan kedua, Deportivo tampil menyerang dan melakukan tekanan sporadis kepada Deco CS. Namun anak asuh Mourinho tak tinggal diam.

Memasuki babak kedua, giliran Porto mengobrak-abrik pertahanan Deportivo. Petaka muncul ketika Deco dilanggar di dalam kotak penalti. Derlei yang mengeksekusi berhasil membawa Porto unggul 1-0 di menit 60.

Skor 1-0 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Porto berhasil menembus final Liga Champions dan menantang Monaco yang juga secara mengejutkan berhasil mengalahkan Chelsea di semifinal.

Di laga final, Mourinho menginstruksikan kepada tim untuk bermain menyerang sejak awal laga. Dan benar saja, mereka bermain dengan tensi tinggi dan membuat permainan Monaco tidak berkembang. Akhirnya, Porto menang telak 3-0 atas AS Monaco, dan Mourinho kembali memberikan trofi Liga Champions pertama sejak 17 tahun lalu ketika Porto pertama kali meraihnya.

Inter Milan, Liga Champions 2010 

Prestasinya bersama Porto, membawa Mourinho ke Liga Inggris untuk menangani Chelsea. Namun, ketika masa kerjanya di Chelsea, meski meraih trofi liga, Mourinho gagal menghadirkan satu pun trofi kompetisi Eropa untuk The Blues

Selepas membantu Chelsea di beberapa musim, pada tahun 2008 Mourinho terbang ke Italia untuk mencari tantangan baru bersama Inter Milan. Tak butuh waktu lama, Mourinho langsung menghadirkan dua trofi domestik untuk Inter di musim pertamanya.

Puncaknya, pada musim 2009/10. Inter asuhan Jose Mourinho merajut asa di Champions League dalam misi meraih treble setelah berhasil mengamankan trofi Serie A dan Coppa Italia. Lolos fase grup sebagai runner-up di bawah Barcelona, membuat Inter versi Mourinho tak begitu diunggulkan.

Sayang, anggapan itu meleset. Inter justru menghajar Chelsea di babak 16 besar. Pasukan Jose Mourinho juga membuat Barca malu menjadi juara grup karena kalah dari Inter di semifinal, lewat skor dramatis 3-2. Inter melaju ke final dan mesti menghadapi Bayern Munchen asuhan Van Gaal.

Tanpa pikir panjang, dengan mengandalkan trisula Pandev, Samuel Eto’o dan Diego Milito, Inter menunjukkan bahwa Bayern Munchen hanya sebutir debu. Tak tanggung-tanggung pasukan Mourinho berhasil menggiling anak asuh Louis Van Gaal berkat dua gol Milito yang tak mampu dibalas satu gol pun.

MU, Europa League 2017

Terbang ke Inggris untuk melatih Manchester United pada tahun 2016, Mourinho kembali ke kompetisi Piala UEFA yang sudah berganti nama menjadi Europa League untuk memperbarui trofi tersebut. 

Meski difavoritkan sejak awal, nyatanya perjalanan pasukan Jose Mourinho menuju final di Stockholm menemui jalan terjal. Dengan diperkuat pemain sekaliber Paul Pogba hingga Zlatan Ibrahimovic, MU hanya lolos fase grup sebagai runner-up di bawah Fenerbahce.

Tak sampai di situ saja. Manchester United juga kesulitan di babak 16 besar. Setan Merah hanya mampu menang tipis 2-1 atas klub Rusia, FC Rostov. Lalu, di perempat final MU juga menemui jalan berliku ketika menghadapi wakil Belgia, Anderlecht. Skuad Mourinho hanya bisa menang agregat tipis 3-2.

Lalu, MU juga mesti kerja keras ketika menumbangkan Celta Vigo di semifinal, sebelum akhirnya menantang Ajax di partai puncak. Ibra yang sedang cedera, membuat Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan keluar jadi pahlawan kemenangan United. Hasil tersebut mengukuhkan rekor Mourinho yang tak terkalahkan di setiap laga final kompetisi Eropa.

Nah, jika Mourinho kembali berhasil mengatasi Feyenoord di laga final Europa Conference League, ia bakal jadi manajer pertama yang berhasil memenangi ketiga kompetisi besar antarklub Eropa tersebut. Semoga sukses, Mou!

https://youtu.be/bZS5VLBm8JY

Sumber: Planetfootball, Sportingnews, Sportzpoint, Bola, Transfermarkt

Akhir Dari Polemik Kepemilikan Chelsea yang Baru?

Kabar tentang bagaimana penjualan Chelsea seperti belum menemui ujungnya. Terutama buat fans Chelsea sendiri. Informasi siapa pembeli mereka saja terus berganti-ganti. Seolah hanya giliran dari orang kaya satu ke yang lainnya.

Namun, kini tersiar kabar bahwa calon pemiliknya semakin mengerucut dan bahkan sudah mencapai kesepakatan dengan salah satu calon. Terlepas dari itu, beberapa polemik mewarnai nasib Chelsea ke depannya tentang pemilik baru patut untuk disoroti.

Minta Hutang Dibayar

Bagai sebuah barang yang sudah dilelang dan ada yang mau beli, alangkah senangnya bila itu segera terwujud. Namun, alih-alih ada yang sudah cocok dan menawarnya, Roman Abramovich dikabarkan malah ingin hutangnya yang dimiliki Chelsea sebesar 1,6 miliar pounds (29 triliun rupiah) yang awalnya dianggap sebagai pemberian dan akan dihapusnya sendiri, berubah menjadi hutang yang harus dilunasi oleh pemilik baru.

Hutang itu berasal dari kucuran dana perusahaan Roman yakni Camberley International Investment. Dan yang paling penting, uang dari penjualan klub itu tidak sepeser pun masuk ke kantong Roman, melainkan diberikan ke yayasan amal yang dimiliki oleh Roman. Dalam beberapa keterangan, yayasan tersebut akan menanggung korban perang Rusia-Ukraina.

Hal yang aneh terjadi ketika Roman menolak mentah-mentah hal tersebut. Dalam surat resminya yang dirilis langsung oleh Chelsea, ia mengatakan bahwa tidak pernah meminta uang tersebut dikembalikan ataupun dibayar oleh pemilik baru. Namun, ia meminta kepada owner baru bahwa ia ingin seluruh visinya di klub tetap dijalankan mulai dari akademi hingga sepakbola perempuan.

Roman juga membantah telah menaikkan harga klub pada menit terakhir kesepakatan dengan pemilik baru. Menyusul ada laporan bahwa dia meminta tambahan 500 juta poundsterling (9 trilliun rupiah) selama tahap akhir penutupan proses. Seorang juru bicara Roman mengatakan bahwa Abramovich tidak meminta apa pun. Namun, Abramovich telah mendorong setiap penawar untuk berkomitmen berinvestasi secara loyal di klub.

Ancaman Dari Pemerintah Inggris

Dengan desas-desus soal berita yang beredar mengenai polemik berkepanjangan tentang kepemilikan baru Chelsea, pihak Premier League seakan menggunakan momentumnya dengan memberi ancaman jika tidak terjual sampai tanggal 31 Mei 2022 nanti, Chelsea akan diusir dari Liga Premier Inggris.

Dengan adanya ultimatum tersebut, The Blues dituntut bergerak cepat mengumumkan pemilik baru. Diketahui, setelah Roman Abramovich mundur sebagai pemilik Chelsea, operasional klub dijalankan oleh Yayasan Chelsea.

Namun beberapa analisis yang tersebar di media Inggris menyebut, itu hanyalah permainan pihak operator dan mungkin pemerintah Inggris itu sendiri, yang ujungnya memastikan bahwa benar-benar tidak ada uang sepeser pun dari penjualan Chelsea yang mengalir ke pihak Rusia.

Ada juga tekanan yang meningkat dari Pemerintah Inggris dalam hal untuk menyelesaikan dengan segera polemik penjualan ini. Adalah Nadine Dorries, Sekretaris Negara untuk Digital, Budaya, Media dan Olahraga, secara terbuka memperingatkan bahwa Chelsea berada pada injury time untuk menentukan kepemilikan baru.

Todd Boehly Terdepan

Sejak sanksi dijatuhkan 3 Maret 2022 lalu, perkembangan soal siapa pemilik baru Chelsea seperti jalan di tempat. Padahal beberapa konsorsium atau miliuner sempat mengajukan penawaran. Namun, satu per satu mundur hingga akhirnya tersisa tiga, yakni Sir Jim Ratcliffe, konsorsium milik Sir Martin Broughton, dan grup pimpinan Todd Boehly.

Kini, akhirnya status kepemilikan baru Chelsea menemui kejelasan. Raine Group, yang bertugas untuk menjual Chelsea, akhirnya menemui kata sepakat dengan konsorsium Amerika Serikat pimpinan Todd Boehly. Boehly sudah lama tertarik ingin mengambil alih kepemilikan The Blues. Bahkan pada tahun 2019 ia sudah pernah menawar Chelsea namun ditolak Abramovich.

Tawaran pun kini sudah diterima pihak Chelsea. Siaran pers di situs web Chelsea menyatakan, Dari total investasi, senilai 2,5 miliar pounds (45 triliun rupiah) akan digunakan untuk membeli saham. Dana tersebut akan disimpan di rekening bank di United Kingdom yang rencananya akan didonasikan seluruhnya oleh Roman Abramovich. Namun, transfer dana keluar dari rekening tersebut harus berdasarkan persetujuan pemerintah United Kingdom.

Selain uang pembelian, Boehly juga akan menginvestasikan dana 1,75 miliar pounds (31 triliun rupiah) untuk operasional klub. Ini termasuk soal renovasi Stamford Bridge, akademi, tim wanita, dan juga Chelsea Foundation. Penjualan ini cuma menunggu pengesahan dari Premier League dan Pemerintah Inggris. Nantinya juga pemilik baru Chelsea itu dilarang menjual saham klub Liga Inggris tersebut setidaknya hingga 10 tahun ke depan atau 2032 mendatang.

Sebab Pemerintah Inggris kini memang masih mengambil alih sepenuhnya Chelsea, karena Chelsea telah menjadi salah satu aset Abramovich yang dibekukan. Chelsea Football Club mengkonfirmasi kesepakatan sudah tercapai dengan pemilik baru, yakni grup pimpinan Todd Boehly, Clearlake Capital, Mark Walter, dan Hansjorg Wyss. Proses penjualan diperkirakan akan tuntas akhir Mei 2022 setelah semua dokumen resmi disetujui oleh yang berwenang.

Konsorsium Boehly sekarang telah menandatangani perjanjian eksklusivitas setelah dipilih sebagai pemenang lelang oleh Chelsea, hal ini bertujuan untuk menyelesaikan persyaratan akuisisi. Tetapi pertanyaan tentang ke mana, dan kepada siapa, uang penjualan itu akan pergi, tetap menjadi faktor penting dalam proses.

Todd Boehly adalah salah satu pemilik tujuh kali pemenang Seri Dunia MLB, Los Angeles Dodgers yang terakhir meraih hadiah terbesar dalam oalhraga bisbol pada tahun 2020. Dia juga memiliki saham di 17 kali juara NBA Los Angeles Lakers dan tim bola basket wanita Los Angeles Sparks.

Tawaran terakhirnya untuk mengambil alih Chelsea telah membuat Boehly yang bekerja sama dengan sesama pemilik Dodgers, Mark Walters, pengusaha Inggris Jonathan Goldstein, miliarder Swiss Hansjorg Wyss dan perusahaan investasi AS Clearlake Capital akhirnya memenangkan pertarungan perburuan kepemilikan Chelsea yang baru.

Boehly telah mengalahkan semua penawar pesaingnya di Chelsea. Termasuk tawaran dari Sir Jim Ratcliffe, orang terkaya Inggris. Ia juga mengalahkan Stephen Pagliuca, pemilik bersama tim NBA Boston Celtics, yang sebelumnya juga ikut menawar Chelsea.

Boehly juga menyingkirkan pesaing lainnya yakni konsorsium Broughton yang merupakan mantan ketua British Airways dan Liverpool. Konsorsium Broughton juga melibatkan Harris Blitzer Sports & Entertainment, pemilik saham di Crystal Palace dan sejumlah tim olahraga di AS.

Akhirnya, pendukung The Blues sekarang sedikit agak lega dan bersemangat untuk lepas dari kisah penantian yang telah berjalan lama, dan telah menghadirkan banyak polemik baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal ini pun akan diakhiri sesegera mungkin. Sementara, mereka juga akan senang mendengar bahwa pemilik baru yang potensial memiliki rencana yang ambisius bagi kelangsungan maupun kemajuan klub.

https://youtu.be/OuJqQbOqOhY

Sumber Referensi : theathletic, goal.com, dailymail, theguardian

Mengapa Real Madrid Merayakan Gelar di Patung Dewi Cibeles?

0

Manakala Air Mancur Cibeles berdiri di pusat Kota Madrid di Spanyol, pada tahun 1782, tidak ada yang menyangka kalau berabad-abad kemudian, tempat tersebut menjadi titik berkumpulnya para fans Real Madrid.

Mereka akan berduyun-duyun dan menyemut di sekitar air mancur dan patung Dewi Cibeles ketika Real Madrid memenangkan gelar penting, termasuk salah satunya tentu saja La Liga.

Melalui situs resmi klub, perayaan gelar La Liga musim ini, kendati sempat diterpa isu pandemi yang memungkinkan tidak ada perayaan, ternyata tetap dirayakan. Para pemain dan fans Real Madrid merayakan gelar La Liga ke-35 di Air Mancur Cibeles.

Mereka berbondong-bondong datang ke Plaza de Cibeles. Sang kapten Real Madrid, Marcelo mendapat kesempatan mendandani patung Dewi Cibeles dengan atribut Real Madrid, sebagaimana tradisi mereka sebelum-sebelumnya.

Pertanyaannya, sejak kapan tradisi ini dilakukan para pemain dan madridista? Apa yang mendasari mereka berkumpul di Air Mancur Cibeles, dan mendandani patung Dewi Cibeles dengan atribut Real Madrid?

Lebih Dulu Lahir daripada Real Madrid

Air Mancur Cibeles atau Plaza de Cibeles, dalam sejarahnya, lebih dulu hadir daripada Real Madrid itu sendiri. Air mancur itu berdiri pada sekitar abad ke-18, tepat ketika arsitek berkebangsaan Spanyol, Ventura Rodriguez mendesain sketsa pertama patung tersebut.

Sketsa tersebut menggambarkan dewi Yunani kuno, Cybele yang menunggang kereta api, yang ditarik oleh dua singa. Dewi Cybele sendiri merupakan dewi tanah dalam mitologi Yunani. Nah, para pematung pun akhirnya mewujudkan sketsa tersebut.

Patung itu sendiri kabarnya berbahan marmer putih. Ia diletakkan di persimpangan antara Istana Buenavista, Istana Linares, Bank Spanyol, dan Gedung Komunikasi. Awalnya lokasi air mancur itu adalah titik pusat air sebelum airnya dialirkan ke penduduk sekitar.

Atletico Madrid yang Mengawali

Tak banyak yang tahu, meski sekarang Air Mancur Cibeles bersama patung Dewi Cibeles-nya adalah titik kumpul para penggemar Los Galacticos, ternyata justru Atletico Madrid yang memulainya.

Sekitar tahun 1953, Atletico Madrid merayakan ulang tahun ke-50. Untuk merayakan itu, mereka menggelar laga bersama Athletic Bilbao. Hadiahnya piala berbentuk patung Cibeles. Nah, dari situlah, orang-orang di Kota Madrid mengenal Dewi Cibeles.

Sementara itu, Real Madrid pada tahun 1977, merayakan hari jadinya ke-75 dengan catatan buruk. Para pendukung kala itu membenci pelatih kepala, Miljan Miljanic. Meski begitu, perayaan hari jadi tetap digelar.

Kala itu, walikota Madrid memberikan hadiah untuk Santiago Bernabeu berupa replika perak murni patung dari air mancur Neptunus. Nah, air mancur Neptunus sendiri jaraknya kurang lebih satu mil dari Cibeles.

Tepat sekali. Awalnya, Real Madrid justru kerap dikaitkan dengan air mancur Neptunus. Sedangkan air mancur Cibeles lebih dekat pada penggemar Atletico Madrid. Sebab dari tahun 1953, mereka kerap merayakan gelar di sana.

Seperti ketika Atletico Madrid mengalahkan Fiorentina di final Piala Winners Eropa musim 1961-1962. Para pendukung kala itu langsung berkumpul ke Plaza de Cibeles untuk merayakan kemenangan. Sementara itu, Real Madrid baru dikaitkan dengan Cibeles pada 1986.

Piala Dunia 1986

Tahun 1986, nuansa Real Madrid di skuad Timnas Spanyol yang berlaga di Piala Dunia terasa benar. Ketika itu, La Furia Roja dilatih mantan kapten Real Madrid, Miguel Munoz.

Pada pertandingan 16 besar, saat Spanyol menghadapi Denmark mereka berhasil mengemas kemenangan telak 5-1. Emilio Butragueno, pemain Real Madrid mencetak empat gol di laga itu. Demi merayakan kemenangan itu, pendukung Spanyol di Kota Madrid pun berpesta pora.

Mereka berduyun-duyun datang ke Patung Cibeles di Plaza de Cibeles. Para fans berkumpul bahkan mandi di sana. Cita rasa Madrid yang begitu kentara di skuad Spanyol, membuat seolah-olah warga Spanyol tengah merayakan kemenangan Real Madrid.

Kemenangan Dramatis Melawan Munchen

Patung Dewi Cibeles serta air mancurnya itu makin terkait dengan Real Madrid usai tragedi comeback yang mengagumkan atas Bayern Munchen. Pada Piala Eropa edisi 1987-1988, Real Madrid tampil klinis, cerdas, dan tangkas ketika menghadapi Bayern Munchen di perempat final.

Los Merengues memang kalah atas Die Roten di pertandingan pertama di Jerman dengan skor 3-2. Namun, saat pertandingan kedua di Madrid, pasukan Los Blancos mengamuk dengan menyarangkan 2 gol ke gawang The Bavarians, tanpa satu pun terbalas.

Fans Madrid gembira sekali atas kemenangan itu. Dengan ingatan kemenangan Spanyol atas Denmark yang masih segar, para penggemar Real Madrid kembali menyatroni Plaza de Cibeles untuk merayakan kemenangan di sana.

Real Madrid pada kenyataanya merekam memori-memori indah pada pertengahan tahun 1980-an. Los Galacticos memenangi gelar-gelar penting, termasuk trofi La Liga Santander lima kali berturut-turut dari tahun 1985 sampai 1990.

Saat Real Madrid Tsunami Trofi, Atletico Tidak

Sayangnya, pada periode itu, Atletico Madrid tak mengalami tsunami trofi sebagaimana Real Madrid. Sebaliknya, Los Rojiblancos boleh dibilang kekeringan trofi pada pertengahan tahun 1980 sampai 1990. Atleti baru bisa menang lagi pada tahun 1991 dan 1992, yaitu trofi Copa del Rey.

Kegagalan meraih trofi juga berimbas pada fans mereka. Para penggemar Los Rojiblancos, saat ingin merayakan gelar sudah tidak bisa lagi di Plaza de Cibeles, atau di patung Dewi Cibeles. Sebab, pendukung Real Madrid kadung menguasai tempat tersebut.

Alhasil, pendukung Los Rojiblancos memindahkan perayaan mereka ke air mancur Neptunus, atau di Neptune’s Fountain, yang patungnya juga dirancang oleh Ventura Rodriguez. Pendukung Atletico Madrid secara eksklusif menyerahkan Plaza de Cibeles untuk pendukung Los Merengues.

Sang Kapten Mendapat Kehormatan Merias Dewi Cibeles

Sejak 1990, pendukung Los Rojiblancos merayakan kemenangan di patung Neptunus, sedangkan pendukung Real Madrid sudah nyaman mengerubuti Plaza de Cibeles ketika El Real memenangi gelar prestisius. Selain berkumpul dan berpesta pora di air mancur Cibeles, ada tradisi unik di setiap kali perayaan.

Sang kapten Real Madrid mendapat kehormatan untuk merias Dewi Cibeles dengan atribut Real Madrid. Apa pun itu bentuknya. Tahun ini, Marcelo mendapat kesempatan berharga mendandani Dewi Cibeles. Sebelum pemain Brazil berkepala kribo itu, Sergio Ramos juga sudah pernah melakukannya.

Dari tahun 2015 sampai 2021, manakala Real Madrid menjuarai gelar-gelar bergengsi, Ramos mendapat kesempatan merias Dewi Cibeles. Ia, tentu saja bahagia ketika melakukan tugas sakralnya tersebut. “Ini adalah cinta platonis sejati,” kata Ramos.

Bagi Ramos, mendandani Dewi Cibeles dan menghabiskan waktu dengannya, seperti berjumpa dengan ibu sendiri. Perjumpaan yang sangat manis, karena sudah tidak bertemu selama satu hingga tiga bulan lamanya.

https://youtu.be/9pGBV7CYRgY

Sumber referensi: TheRealChamps, TribalFootball, HindustanTimes, Detik