Mengapa Real Madrid Merayakan Gelar di Patung Dewi Cibeles?

spot_img

Manakala Air Mancur Cibeles berdiri di pusat Kota Madrid di Spanyol, pada tahun 1782, tidak ada yang menyangka kalau berabad-abad kemudian, tempat tersebut menjadi titik berkumpulnya para fans Real Madrid.

Mereka akan berduyun-duyun dan menyemut di sekitar air mancur dan patung Dewi Cibeles ketika Real Madrid memenangkan gelar penting, termasuk salah satunya tentu saja La Liga.

Melalui situs resmi klub, perayaan gelar La Liga musim ini, kendati sempat diterpa isu pandemi yang memungkinkan tidak ada perayaan, ternyata tetap dirayakan. Para pemain dan fans Real Madrid merayakan gelar La Liga ke-35 di Air Mancur Cibeles.

Mereka berbondong-bondong datang ke Plaza de Cibeles. Sang kapten Real Madrid, Marcelo mendapat kesempatan mendandani patung Dewi Cibeles dengan atribut Real Madrid, sebagaimana tradisi mereka sebelum-sebelumnya.

Pertanyaannya, sejak kapan tradisi ini dilakukan para pemain dan madridista? Apa yang mendasari mereka berkumpul di Air Mancur Cibeles, dan mendandani patung Dewi Cibeles dengan atribut Real Madrid?

Lebih Dulu Lahir daripada Real Madrid

Air Mancur Cibeles atau Plaza de Cibeles, dalam sejarahnya, lebih dulu hadir daripada Real Madrid itu sendiri. Air mancur itu berdiri pada sekitar abad ke-18, tepat ketika arsitek berkebangsaan Spanyol, Ventura Rodriguez mendesain sketsa pertama patung tersebut.

Sketsa tersebut menggambarkan dewi Yunani kuno, Cybele yang menunggang kereta api, yang ditarik oleh dua singa. Dewi Cybele sendiri merupakan dewi tanah dalam mitologi Yunani. Nah, para pematung pun akhirnya mewujudkan sketsa tersebut.

Patung itu sendiri kabarnya berbahan marmer putih. Ia diletakkan di persimpangan antara Istana Buenavista, Istana Linares, Bank Spanyol, dan Gedung Komunikasi. Awalnya lokasi air mancur itu adalah titik pusat air sebelum airnya dialirkan ke penduduk sekitar.

Atletico Madrid yang Mengawali

Tak banyak yang tahu, meski sekarang Air Mancur Cibeles bersama patung Dewi Cibeles-nya adalah titik kumpul para penggemar Los Galacticos, ternyata justru Atletico Madrid yang memulainya.

Sekitar tahun 1953, Atletico Madrid merayakan ulang tahun ke-50. Untuk merayakan itu, mereka menggelar laga bersama Athletic Bilbao. Hadiahnya piala berbentuk patung Cibeles. Nah, dari situlah, orang-orang di Kota Madrid mengenal Dewi Cibeles.

Sementara itu, Real Madrid pada tahun 1977, merayakan hari jadinya ke-75 dengan catatan buruk. Para pendukung kala itu membenci pelatih kepala, Miljan Miljanic. Meski begitu, perayaan hari jadi tetap digelar.

Kala itu, walikota Madrid memberikan hadiah untuk Santiago Bernabeu berupa replika perak murni patung dari air mancur Neptunus. Nah, air mancur Neptunus sendiri jaraknya kurang lebih satu mil dari Cibeles.

Tepat sekali. Awalnya, Real Madrid justru kerap dikaitkan dengan air mancur Neptunus. Sedangkan air mancur Cibeles lebih dekat pada penggemar Atletico Madrid. Sebab dari tahun 1953, mereka kerap merayakan gelar di sana.

Seperti ketika Atletico Madrid mengalahkan Fiorentina di final Piala Winners Eropa musim 1961-1962. Para pendukung kala itu langsung berkumpul ke Plaza de Cibeles untuk merayakan kemenangan. Sementara itu, Real Madrid baru dikaitkan dengan Cibeles pada 1986.

Piala Dunia 1986

Tahun 1986, nuansa Real Madrid di skuad Timnas Spanyol yang berlaga di Piala Dunia terasa benar. Ketika itu, La Furia Roja dilatih mantan kapten Real Madrid, Miguel Munoz.

Pada pertandingan 16 besar, saat Spanyol menghadapi Denmark mereka berhasil mengemas kemenangan telak 5-1. Emilio Butragueno, pemain Real Madrid mencetak empat gol di laga itu. Demi merayakan kemenangan itu, pendukung Spanyol di Kota Madrid pun berpesta pora.

Mereka berduyun-duyun datang ke Patung Cibeles di Plaza de Cibeles. Para fans berkumpul bahkan mandi di sana. Cita rasa Madrid yang begitu kentara di skuad Spanyol, membuat seolah-olah warga Spanyol tengah merayakan kemenangan Real Madrid.

Kemenangan Dramatis Melawan Munchen

Patung Dewi Cibeles serta air mancurnya itu makin terkait dengan Real Madrid usai tragedi comeback yang mengagumkan atas Bayern Munchen. Pada Piala Eropa edisi 1987-1988, Real Madrid tampil klinis, cerdas, dan tangkas ketika menghadapi Bayern Munchen di perempat final.

Los Merengues memang kalah atas Die Roten di pertandingan pertama di Jerman dengan skor 3-2. Namun, saat pertandingan kedua di Madrid, pasukan Los Blancos mengamuk dengan menyarangkan 2 gol ke gawang The Bavarians, tanpa satu pun terbalas.

Fans Madrid gembira sekali atas kemenangan itu. Dengan ingatan kemenangan Spanyol atas Denmark yang masih segar, para penggemar Real Madrid kembali menyatroni Plaza de Cibeles untuk merayakan kemenangan di sana.

Real Madrid pada kenyataanya merekam memori-memori indah pada pertengahan tahun 1980-an. Los Galacticos memenangi gelar-gelar penting, termasuk trofi La Liga Santander lima kali berturut-turut dari tahun 1985 sampai 1990.

Saat Real Madrid Tsunami Trofi, Atletico Tidak

Sayangnya, pada periode itu, Atletico Madrid tak mengalami tsunami trofi sebagaimana Real Madrid. Sebaliknya, Los Rojiblancos boleh dibilang kekeringan trofi pada pertengahan tahun 1980 sampai 1990. Atleti baru bisa menang lagi pada tahun 1991 dan 1992, yaitu trofi Copa del Rey.

Kegagalan meraih trofi juga berimbas pada fans mereka. Para penggemar Los Rojiblancos, saat ingin merayakan gelar sudah tidak bisa lagi di Plaza de Cibeles, atau di patung Dewi Cibeles. Sebab, pendukung Real Madrid kadung menguasai tempat tersebut.

Alhasil, pendukung Los Rojiblancos memindahkan perayaan mereka ke air mancur Neptunus, atau di Neptune’s Fountain, yang patungnya juga dirancang oleh Ventura Rodriguez. Pendukung Atletico Madrid secara eksklusif menyerahkan Plaza de Cibeles untuk pendukung Los Merengues.

Sang Kapten Mendapat Kehormatan Merias Dewi Cibeles

Sejak 1990, pendukung Los Rojiblancos merayakan kemenangan di patung Neptunus, sedangkan pendukung Real Madrid sudah nyaman mengerubuti Plaza de Cibeles ketika El Real memenangi gelar prestisius. Selain berkumpul dan berpesta pora di air mancur Cibeles, ada tradisi unik di setiap kali perayaan.

Sang kapten Real Madrid mendapat kehormatan untuk merias Dewi Cibeles dengan atribut Real Madrid. Apa pun itu bentuknya. Tahun ini, Marcelo mendapat kesempatan berharga mendandani Dewi Cibeles. Sebelum pemain Brazil berkepala kribo itu, Sergio Ramos juga sudah pernah melakukannya.

Dari tahun 2015 sampai 2021, manakala Real Madrid menjuarai gelar-gelar bergengsi, Ramos mendapat kesempatan merias Dewi Cibeles. Ia, tentu saja bahagia ketika melakukan tugas sakralnya tersebut. “Ini adalah cinta platonis sejati,” kata Ramos.

Bagi Ramos, mendandani Dewi Cibeles dan menghabiskan waktu dengannya, seperti berjumpa dengan ibu sendiri. Perjumpaan yang sangat manis, karena sudah tidak bertemu selama satu hingga tiga bulan lamanya.

https://youtu.be/9pGBV7CYRgY

Sumber referensi: TheRealChamps, TribalFootball, HindustanTimes, Detik

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru