Beranda blog Halaman 556

Bisakah Manchester City Lebih Baik Dengan Kedatangan Haaland?

Tuntas sudah teka-teki tentang Haaland akan memakai seragam warna apa musim depan. Ya, jawabanya adalah biru langit milik Manchester City. Transfer Haaland sudah tuntas dan diumumkan secara resmi detailnya sendiri oleh pihak klub.

Kedatangan seorang pemain bintang ke klub besar mungkin sudah banyak terjadi. Pada kasus Haaland ini menarik untuk dicermati. Di mana sebuah klub yang sudah mapan secara pemainan masih juga butuh seorang bintang lainnya di skuad. Lantas, apakah dengan datangnya Haaland akan menjawab semua permasalahan di City?

Harapan Haaland

Kisah perjalanan pemuda Norwegia dari Molde, ke Austria bersama Salzburg dan menyeberang ke Jerman bersama Dortmund dan sampai ke Manchester, tentu menyimpan harapan tersendiri bagi pribadi seorang Haaland. 85 gol dalam 88 pertandingan bersama Borussia Dortmund, 29 gol dalam 27 pertandingan bersama Salzburg, dan 15 gol dalam 17 pertandingan untuk Molde, cukup untuk membuat Haaland menjadi komoditi terpanas striker potensial di dunia saat ini.

Menuruti jejak ayahnya, Alf-Inge Haaland, Erling Braut Haaland memilih Manchester Biru ketimbang klub lainnya untuk menaikan level permainannya. Ayahnya, Alf-Inge Haaland, sendiri sudah lama bermain di Liga Inggris dulu. Pernah bermain untuk Leeds United dari tahun 1997-2000, kemudian Alf-Inge pindah ke City pada tahun 2000.

Selain itu, harapan Haaland untuk naik level ke liga terbaik dunia sekarang ini tak terelakan. Brand Erling Haaland secara tidak langsung makin tampak di permukaan dalam ketatnya Liga Inggris. Adapun harapan lain, jika Haaland mampu konsisten dan cepat beradaptasi di City bukan tidak mungkin dia akan menjadi pusat perhatian nantinya. Selain sebelumnya ada Aguero maupun sekarang De Bruyne yang jadi center of point di skuad City.

Keberadaan Haaland di City walaupun nantinya juga bisa merusak teamwork yang sudah terjalin lama selama ini di skuad City. Kepopuleran Aguero, Silva, maupun De Bruyne di City selama ini memang mampu melebur menjadi satu kesatuan teamwork yang berjalan apik di bawah Pep, dan itu tidak menjadi masalah. Tidak ada egoisme ataupun hal-hal aneh yang dilakukan beberapa superstar di City sebelumnya. Kalau Haaland? Semua masih serba abu-abu.

Bagaimana Dia Bermain Di City

Sekarang dengan kedatangan seorang striker murni seperti Haaland, mau di bawa ke mana permainan City? Kita tahu sekarang citizens berhasil bermain dengan tidak menggunakan striker murni setelah kepergian Aguero.

Taktik false nine City selama ini memang terbukti ampuh dijadikan alternatif. Namun pertanyaanya, apakah taktik itu selamanya tidak akan dibaca oleh lawan-lawannya? Dengan adanya pertanyaan itu, berbagai analisa dari kubu City sudah dilakukan untuk mengarungi musim depan, dan akhirnya menyimpulkan musim ini City harus menggunakan pola permainan dengan seorang the real striker.

Pola false nine dengan Jesus, Foden, Mahrez, Sterling sebagai penyerang depan menjadi pendobrak, tidak dipungkiri terkadang mengalami deadlock dalam mencetak gol. Terkadang pemain tengah seperti Gundogan, Bernardo Silva, De Bruyne sering juga ditempatkan sebagai false nine di depan.

Dengan kombinasi yang random dari pola penyerangan City inilah, kedatangan sosok seorang the real striker macam Haaland mampu memberikan variasi lebih di lini serang City di musim depan yang makin susah ditebak lawan. Peran para pemain second line City selama ini yang lebih dibebankan untuk mencetak gol, kini mungkin agak berkurang setelah kedatangan Haaland.

Haaland di City akan menempati posisi striker nomor 9 sebagai 1 pemain di depan dengan formasi 4-3-3. Ditemani oleh 2 sayap dan 3 gelandang kreatif yang akan memanjakannya di depan. Tapi apakah seorang Pep menggunakan Haaland hanya seperti itu nantinya di City?

Kita tak pernah tau apa isi kepala Pep musim depan dengan Haaland, karena terkadang ia bersikap overthinking dengan strateginya sendiri. Bisa juga kita membayangkan jika Haaland yang berpostur tinggi besar seperti itu akan bermain membuka ruang, melebar ke area sayap, semua itu mungkin saja bagi Pep.

Faktor Pep Guardiola

Pengalaman Pep dengan menggunakan pola permainan the real striker tentunya pernah dilakukannya. Artinya, dia sebenarnya tidak terlalu alergi terhadap permainan dengan menggunakan the real striker. Pep pernah dalam karirnya menandatangani pemain yang sangat mirip dengan gaya Haaland. Zlatan Ibrahimovic adalah langkah berani untuk Barcelona yang telah beroperasi dengan Lionel Messi sebagai false nine

Namun, gesekan antara Zlatan dan Pep berujung pada perpecahan. Guardiola dikatakan lebih menyukai tipe kepribadian pemain yang mencari ruang dan mobile daripada pemain yang lebih “egois” seperti Ibra. Apakah Haaland akan sama nasibnya seperti Ibra dengan Pep dulu yang gagal? Sepertinya Pep sudah belajar dari pengalaman itu dalam memilih striker.

Menarik juga mencermati ketika Pep di Bayern, dia awalnya ingin mengubah Franck Ribery menjadi false nine. Ketika itu tidak berhasil, akhirnya striker rival, Robert Lewandowski ditandatangani satu musim kemudian dari Dortmund. Begitupun ketika di City dia sudah memiliki Sergio Aguero. Dan hasilnya pun berhasil. Lewi dan Aguero masing-masing menjadi keran gol dari Pep ketika itu, tetapi tetap saja masih kurang, karena tak mampu mempersembahkan trofi Champions League.

Yang jelas kedatangan Haaland itu secara kasat mata ditujukan sebagai pelengkap kesempurnaan strategi Pep musim ini. Dengan bertambahnya varian serangan taktik Pep semakin jarang ditebak lawan. Akan tetapi jangan lupa, Pep harus menggunakannya sesuai kapasitasnya.

Haaland seolah menjadi jawaban gaya baru Pep dalam menyerang, postur tubuhnya yang tinggi menjulang serta kekuatan duelnya yang tangguh, menjadi kekuatan City musim depan di bola-bola duel udara maupun set pieces.

Kepingan Yang Hilang Bagi City

Flashback beberapa waktu yang lalu ketika Pep pernah mengatakan bahwa mencetak gol adalah hal yang paling sulit dalam sepak bola. Maka dari itu peran seorang striker pembunuh dibutuhkan dalam tim. Maka tidak heran jika manajer Manchester City gerak cepat ingin membawa the real striker segera ke Etihad.

Haaland adalah jawabnya, dia akan bergabung per 1 Juli 2022 setelah city menebus klausul pelepasannya sebesar 60 juta euro dari Dortmund. Penandatanganannya mengakhiri pencarian panjang City untuk mencari striker, setelah gagal dalam upaya mereka untuk menyegel Harry Kane dari Tottenham musim panas lalu.

Sudah cukup lama tim Pep tidak memiliki spesialis reguler di posisi itu, sejak keran gol terbanyak Pep, Aguero meninggalkan klub tahun lalu. Haaland memiliki kans besar menyamai pencapaian seorang Aguero di masa depan. Dia telah membuktikan bahwa dia dapat memberikan penampilan terbaiknya pada level tekanan tertinggi di Bundesliga.

Sekarang Haaland sudah menentukan masa depannya kini terjawab. Bagaimana dia nantinya akan bermain, tentu sepenuhnya dipercayakan kepada seorang ahlinya yakni Pep. Banyak efek positif yang berdampak dengan kedatangan Haaland.

Kelengkapan skuad, kekuatan yang bervariasi sehingga susah ditebak, kemudian citra klub yang makin populer juga akan berdampak baik pada kelangsungan finansial klub. Efek negatifnya juga bisa jadi ada, mungkin jikalau Haaland tidak sesuai ekspektasi publik, sehingga terbebani dan floop karena tekanan atmosfer yang berbeda Inggris. Apapun hasilnya, bagaimanapun kini nikmati saja dulu saga transfer ini, berbahagialah fans City.

Sumber Referensi : theathletic, fourfourtwo, sportingnews

Gagal Mulu! Mengapa Indonesia Selalu Mengirim Sepakbola di Ajang SEA Games?

SEA Games 2021 belum resmi dibuka, tapi untuk ajang sepakbola seperti biasa telah terlebih dahulu dimulai. Timnas Indonesia mengawali SEA Games, khususnya cabang sepakbola dengan kekalahan telak atas tuan rumah, Vietnam 3-0. Meski setelah itu, Indonesia berhasil melumat Timor Leste.

Tapi kita sedang tidak membahas SEA Games secara keseluruhan. Belakangan ini, perbincangan soal ajang multievent setingkat Asia Tenggara itu ramai. Sebab Indonesia, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hanya menurunkan atlet di 31 cabang olahraga (cabor).

Indonesia hanya mengirim 476 atlet. Targetnya bisa membawa pulang 15 medali emas. Mengenai hal itu, Kemenpora menuai kritik dari berbagai kalangan. Karena beberapa cabor yang punya peluang membawa pulang medali justru tidak turun. Seperti loncat indah, senam aerobik, sampai binaraga.

Namun, dari sekian cabang olahraga, Indonesia sudah pasti akan menurunkan cabor sepakbola. Kendati itu hanya sepakbola pria. Sejauh ini, sepakbola Indonesia selalu berpartisipasi di ajang SEA Games sejak tahun 1977.

Akan tetapi, yang jadi problem adalah Indonesia lebih sering gagal daripada meraih medali tertinggi SEA Games. Inilah yang menimbulkan pertanyaan. Mengapa sepakbola, yang kerap gagal memenuhi ekspektasi di SEA Games, selalu turun? Apa sebetulnya alasan di balik itu?

Gengsi

Ada beberapa kemungkinan yang melandasi mengapa Indonesia tidak pernah absen di ajang sepakbola SEA Games sejak tahun 1977. Dari hasil analisis dari berbagai sumber, alasan yang memungkinkan adalah gengsi.

Sebagai salah satu negara besar di Asia Tenggara, Indonesia merasa harus ikut andil dalam ajang SEA Games cabor sepakbola. Apalagi sepakbola memang menjadi salah satu cabang olahraga yang paling populer.

Cabor sepakbola di SEA Games tak jauh berbeda dengan kompetisi sepakbola se-Asia Tenggara lainnya, yang mulai ada tahun 1996, yaitu Piala Tiger atau Piala AFF. Sebagai benua yang kerap dianggap tertinggal di sepakbola, negara-negara di Asia Tenggara sendiri telah menciptakan persaingan di antara mereka sendiri di dunia sepakbola.

Setiap negara memiliki tekad untuk menguasai segala kompetisi sepakbola di Asia Tenggara. Indonesia, yang konon memiliki sejarah manis di sepakbola, meski itu hanya anggapan para penduduknya sendiri, merasa kurang afdol apabila tidak berpartisipasi dalam sepakbola SEA Games. Apalagi sepakbola SEA Games acap kali menjadi tolok ukur sepakbola di negara-negara di Asia Tenggara.

Indonesia punya gengsi sendiri untuk tetap bisa menjaga asa di sepakbola Asia Tenggara. Sekalipun belum pernah tampil di Piala Dunia, sebagaimana impian semua negara, belum juga mencicipi bagaimana rasanya mengangkat Piala AFF, paling tidak, dengan meraih medali emas cabang sepakbola SEA Games, sudah bisa menjadi pelipur lara seluruh pencinta Timnas.

Selain itu, minimal biar PSSI ada prestasi yang dibanggakan. Maka dari itu, tak ayal Timnas Indonesia selalu mempersiapkan dengan begitu matang sebelum terjun ke SEA Games. Kabarnya, skuad asuhan Shin Tae-yong yang berlaga di SEA Games ini sampai-sampai menjalani pemusatan latihan di Korea, yang tentu saja biayanya tidak sedikit.

Jejak Prestasi

Mengapa Indonesia selalu mengirim cabor sepakbola ke SEA Games, meski gagal mulu? Tentu jawabannya karena jejak prestasi yang ditorehkan timnas sepakbola Indonesia di pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut.

Meski sejauh ini, kekalahan demi kekalahan, kegagalan demi kegagalan menghampiri Timnas Indonesia, khususnya di ajang SEA Games, tapi setidaknya ukiran prestasi di cabang sepakbola tidak mungkin dilupakan begitu saja.

Indonesia sudah beberapa kali menggondol medali sepakbola SEA Games. Misalnya, di SEA Games 1979 dan 1981, Indonesia meraih medali perunggu dan perak. Tahun 1987, bahkan Timnas Indonesia asuhan Bertje Matulapelwa mampu mencuri medali emas SEA Games dari ajang sepakbola.

Pada edisi selanjutnya, Indonesia gagal meraih medali emas. Kendati Timnas Indonesia mempersembahkan medali perunggu sebagai hiburan. Namun, pada edisi 1991, Indonesia kembali membawa pulang medali emas SEA Games.

Walaupun selepas tahun 1991 prestasi sepakbola Indonesia di SEA Games tak begitu mengesankan, dan hanya bisa nyaris juara, namun prestasi tetaplah prestasi. Meski itu sekadar kenangan yang diulang-ulang saja oleh pendukung Timnas Indonesia, layaknya fans Manchester United.

Melalui Review

Ada beberapa faktor mengapa sebuah cabang olahraga dikirim ke SEA Games, maupun tidak dikirim. Kemenpora telah menetapkan standar khusus cabang olahraga bisa turun ke SEA Games atau tidak. Yaitu dengan melalui review terlebih dahulu.

Dilansir detikcom, Ketua Tim Review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asmawi mengatakan hal demikian. Bahwa Kemenpora dalam memutuskan cabang olahraga yaitu melalui review terlebih dahulu.

Review itu, kata Asmawi, dilakukan dengan cara wawancara setiap cabang olahraga yang hendak dikirim. Lebih lanjut dalam keterangan yang disampaikan Asmawi, Kemenpora sendiri sudah memiliki data dan track record berbagai macam cabang olahraga.

“Data tersebut dari ajang multievent yang diikuti, atau kami juga melihat track record masing-masing cabang olahraga di kejuaraan resminya,” kata Asmawi.

Asmawi mengatakan, cabang olahraga yang akan turun di SEA Games hanyalah yang berpotensi meraih medali. Entah medali perak, perunggu, atau medali emas. Nah, mengenai hal itu boleh jadi sepakbola tetap diturunkan setelah melalui hasil review. Bahwa dari cabang sepakbola pria khususnya, berpeluang meraih medali.

Keyakinan Ketum PSSI

Sepakbola memang sangat populer, dan ketika Indonesia tampil di ajang yang berkaitan dengan sepakbola, hype-nya tentu akan tinggi. Akan muncul keyakinan-keyakinan yang luar biasa. Meski itu pula berpotensi menjadi suatu hil yang mustahal.

Seperti di ajang SEA Games 2021 yang digelar tahun 2022 ini. Ketua Umum PSSI, bapak yang mulia, Mochamad Iriawan penuh optimisme menatap SEA Games 2021.

Pria yang kerap disapa Iwan Bule itu, sangat optimis Timnas Indonesia bakal meraih medali emas SEA Games 2021. Dilansir situs olahraga kenamaan, Bola, Iwan Bule meyakini hal itu setelah melihat skuad Indonesia yang bakal turun di SEA Games ini.

Pemain yang dipanggil Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia U-23 di ajang pesta olahraga se-Asia Tenggara merupakan pemain kombinasi. Terdiri dari pemain muda dan pemain uzur, bahkan ada pula pemain yang memperkuat klub luar negeri.

“Dengan persiapan yang baik, Timnas Indonesia bisa meraih emas SEA Games 2021. Dengan materi pemain yang dipanggil, disiplin, fokus, dan kerja keras, PSSI yakin bahwa hal itu bakal tercapai,” kata Iwan Bule.

Alasan-alasan tadi yang membuat Indonesia selalu mengirim cabor sepakbola di ajang SEA Games. Namun, sejatinya, apa pun itu alasannya, kita doakan saja agar Timnas Indonesia berhasil memenuhi ekspektasi di SEA Games.

Sekurang-kurang, jika Timnas Indonesia masih suka gagal di Piala AFF, medali emas SEA Games sudah lebih dari cukup menjadi penghilang dahaga gelar para pendukung sepakbola Indonesia. Meski untuk itu kita harus bersabar.

https://youtu.be/RuVPsLjdrUA

Sumber referensi: Liputan6, Kompas

Serba Nyaris, Inilah Tahun yang Tepat Timnas Juara Sea Games?

Timnas Indonesia hanya berhasil meraih medali emas SEA Games di tahun 1987 dan 1991. Dan sampai sekarang itu belum terulang lagi. Indonesia hanya nyaris juara di tahun 1997, 2011, 2013 dan 2019. Lantas bisakah timnas garuda muda menyudahi rentetan kutukan buruk tersebut di ajang ini dan meraih kembali medali emas pada SEA Games 2021?

Kenangan Manis 1987 dan 1991

SEA Games tahun 1987 dan 1991 memang selalu menjadi standar seberapa jauh Indonesia mampu melangkah. Sebab, dari 22 kali keikutsertaan tim sepakbola di ajang olahraga tertinggi Asia Tenggara tersebut, hanya dua kali Indonesia meraih medali emas.

Skuad Garuda pertama kali merebut medali emas SEA Games cabang olahraga sepakbola adalah pada 1987. Di partai puncak Indonesia menang 1-0 atas Malaysia yang digelar di Stadion Utama Senayan, 20 September 1987. Gol satu-satunya timnas dicetak oleh Ribut Waidi. Bahkan berkat kemenangan itu, sempat populer istilah “The Boys of 1987”.

Medali emas 1987 merupakan yang pertama bagi Indonesia sejak SEA Games digelar 1959 (kala itu bernama Southeast Asian Peninsula Games). Tahun itu adalah terasa istimewa karena selain pertama kalinya Indonesia meraih medali emas sekaligus menghentikan dominasi negeri gajah putih, Thailand.

Kenangan manis tahun 1987 ternyata masih berlanjut di tahun 1991. Pada perhelatan SEA Games Filipina di tahun 1991, Indonesia mempunyai cerita tersendiri disamping kemenangan merebut gelar keduanya di ajang SEA Games.

Usaha keras tanpa lelah dari pelatih asal Rusia, Anatoly Polosin membuahkan hasil. Dikenal kejam dan menguras fisik berbuah para young guns, yang lahir ketika itu seperti Widodo Cahyono Putro, Rocky Putiray maupun Perry Sandria.

Kombinasi skuad junior dan senior macam Robby Darwis, mengantarkan Indonesia melangkah hingga babak final dan mengalahkan Thailand lewat adu penalti. Timnas Indonesia tak sekalipun menelan kekalahan di ajang itu, dan berhasil meraih medali emas SEA Games untuk kedua kalinya.

Nyaris di 1997, 2011, 2013, 2019

Berkaca dari pengalaman manis di 1987 dan 1991, Indonesia dalam perjalanannya di SEA Games hampir sama nasibnya di Piala AFF. Selalu nyaris juara ketika sudah masuk final dan berakhir pedih dengan hanya menjadi runner up. Sudah 4 kali Indonesia melangkah ke final SEA Games, tapi tak sekalipun membawa pulang medali emas.

Pertama, di tahun 1997, ketika Indonesia kembali menjadi tuan rumah pagelaran SEA Games Bermain di hadapan publik sendiri, timnas bisa tembus ke final. Ketika itu Timnas dilatih pelatih asal Belanda, Henk Wullems, Dengan para pemainnya seperti Aji Santoso, Uston Nawawi, Fachri Husaini, maupun Ansyari Lubis.

Tampil luar biasa ketika fase grup, kemudian timnas Indonesia juga mampu menang dari Singapura di semifinal dan bertemu dengan Thailand di final. Bermain di hadapan publik sendiri dan jalan yang mulus di babak sebelumnya, laga sempat diprediksi akan dimenangi Indonesia. Namun naas, Indonesia malah keok lewat babak adu penalti.

Cerita serba nyaris yang kedua adalah ketika perhelatan SEA Games 2011 di rumah sendiri. Sepak bola SEA Games 2011 dibayangi konflik internal PSSI. Persiapan anak asuh Rahmad Darmawan tak mulus, walau pemain terbaik berhasil dikumpulkan.

Para pemain muda yang dipanggil ketika itu macam Egy Melgiansyah, Andik, Gunawan Dwi Cahyo, Titus Bonai sampai Diego Michiels. Tampil solid di grup, timnas hanya mampu menjadi runner up grup dan berjumpa Vietnam di partai semifinal.

Indonesia pun mengandaskan Vietnam dan kembali lagi ke partai final berhadapan lagi dengan Malaysia. Gol sundulan Gunawan Dwi Cahyo mampu disamakan oleh gol Baddrol Bakhtiar yang menjadikan skor 1-1 bertahan hingga harus diselesaikan dengan babak adu penalti.

Namun, kembali naas, timnas kita hanya mampu menjadi runner up setelah kalah adu tos-tosan dengan rival tetangga Malaysia. Hasil ini merupakan pukulan kedua bagi timnas setelah gagal di final 1997.

Dua tahun kemudian di SEA Games 2013 Myanmar. Rahmad Darmawan kembali dipercaya oleh Satlak Prima untuk menangani Timnas U-23 di ajang SEA Games dengan target juara.Tim garuda muda pun menjalani masa persiapan dengan matang. Punggawa timnas ketika itu masih diisi pemain macam Kurnia Meiga, Alfin Tuasalamony, Ramdani Lestaluhu sampai Manahati Lestusen.

Namun, penampilan timnas di penyisihan grup justru tak meyakinkan dengan persiapan yang jauh lebih matang. Anak asuh Rahmad di grup justru takluk dari Thailand dan hanya bermain imbang dengan Timor Leste. Kepastian Indonesia U-23 lolos ke semifinal juga baru didapat pada laga terakhir saat mengalahkan tuan rumah, Myanmar.

Memasuki babak semifinal, Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia melalui adu penalti. Hasil ini sekaligus pembalasan atas kekalahan pada final SEA Games 2011. Namun di final timnas kembali tertunduk, kali ini oleh Thailand. Gol semata wayang Sarawut Masuk mengubur mimpi garuda muda untuk meraih medali emas ketiganya.

Dan yang terakhir, timnas nyaris berhasil di SEA Games 2019 Filipina. Kali ini di bawah pelatih Indra Sjafri dan para pemain muda terbaik hingga saat ini macam Asnawi, Evan Dimas, hingga Egy Maulana Vikri.

Timnas lolos ke babak final SEA Games 2019 dengan perjuangan berat. Di babak penyisihan, garuda muda berstatus runner up grup. Kemudian di semifinal, armada Indra Sjafri kerja keras sampai membutuhkan babak perpanjangan waktu untuk mengalahkan Myanmar.

Kemudian, timnas berkesempatan melakukan pembalasan terhadap Vietnam dengan bertemu kembali di partai final. Sebelumnya, kedua negara sempat bertemu di babak penyisihan. Saat itu, timnas kalah 1-2.

Namun kembali lagi, untuk keempat kalinya timnas gagal di final SEA Games setelah dibantai Vietnam 3-0 di final. Namun, tidak sampai di situ, bagaimanapun pondasi skuad yang dibangun Indra Sjafri tersebut mampu menjadi prospek jangka panjang di perhelatan turnamen berikutnya. Pemain seperti Egy, Saddil, Asnawi merupakan modal penting bagi timnas di kemudian hari.

Optimis 2021

Memasuki perhelatan terbaru SEA Games 2021 Vietnam, timnas Indonesia yang sekarang dilatih Shin Tae Yong berharap tidak lagi menjadi badut runner up di ajang ini. Persiapan pun kembali matang dilakukan.

Para pemain punggawa AFF yang lalu pun sebagian besar dipanggil coach Shin ke Vietnam, minus Pratama Arhan dan Elkan Baggot. Asnawi yang diizinkan klubnya dari Korea untuk membela timnas akhirnya berangkat ke Vietnam setelah match pertama melawan Vietnam.

Marc Klok punggawa anyar bagian dari slot senior diharapkan Shin Tae Yong menjadi komando lini tengah bersama Kambuaya dan Irianto. Di depan dengan kembali dipanggilnya Saddil membuat variasi serangan lebih banyak melalui sayap.

Diharapkan di fase grup bersama Vietnam, Timor Leste, Filipina dan Myanmar. Di atas kertas peluang untuk lolos grup terbuka lebar. Meskipun nyatanya di pertandingan pertama gagal meraih kemenangan setelah takluk 0-3 dari Vietnam. Sapu bersih laga tersisa wajib diraih garuda muda jika ingin melangkah lebih jauh.

Start di turnamen tahun ini merupakan start terburuk bagi timnas di ajang SEA Games, dibanding dua ajang SEA Games sebelumnya. Timnas walaupun bersua tim alot Thailand, mereka mampu mengatasinya dengan menahan imbang di 2017 dan menang di 2019.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar bagi timnas di awal turnamen kali ini. Apakah telat panas? Mudah-mudahan layaknya Portugal di Eropa, ketika tampil buruk di awal dan mampu mengambil hikmahnya dengan berprogres konsisten hingga akhirnya menjadi juara, semoga timnas demikian.

Akan tetapi, kali ini tidak ada alasan lagi untuk gagal, sudah lama kenangan manis timnas terpendam sejak 1987 dan 1991, kita tidak mau lagi ter-php lagi.

Dengan persiapan yang matang, kini timnas sudah saatnya mendapatkan gelar ketiganya di Vietnam 2022 ini. Mimpi itu masih ada, terus berjuang, rasuki memori 1987 dan 1991, jayalah garuda muda.

https://youtu.be/cgi4NydSm7Q

Sumber Referensi : bola.com, indosport, bola.okezone

Berita Bola Terbaru 10 Mei 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

MAN CITY GODA PAUL POGBA 

Dilansir Bleacherreport, Gelandang top Manchester United Paul Pogba, dikabarkan bakal merapat ke klub rival, Manchester City akhir musim nanti. Klub berjuluk The Cityzen itu tengah mempertimbangkan langkah sensasional untuk Pogba jika dia menjadi agen bebas musim panas mendatang. Sebab kontrak pria asal Prancis itu diketahui habis pada Juni 2022 mendatang.

JUVE TIDAK TERTARIK DATANGKAN NEMANJA MATIC

Karier Nemanja Matic bersama Manchester United segera berakhir. Pemain asal Serbia itu bebas memilih klub destinasi berikutnya tanpa biaya transfer. Daily Star menyatakan pada akhir pekan ini, Matic telah memilih sebuah proposal dari Juventus untuk melanjutkan karirnya di Serie A Italia. Ia kabarnya akan mendapat bonus perekrutan dan gaji senilai 5 juta Euro per musim. Namun, sumber-sumber Italia yakin Si Nyonya Tua tidak tertarik dengan peluang mendatangkan Matic.

MOURINHO MINTA AS ROMA DATANGKAN TSIMIKAS

Pelatih kawakan Jose Mourinho telah mengintai satu nama untuk jadi pemain bertahan AS Roma di musim depan. Mourinho dikabarkan sudah meminta AS Roma untuk bisa mendatangkan Konstantinos Tsimikas dari Liverpool pada bursa transfer musim panas ini. Pemain asal Yunani itu sebelumnya pernah dikait-kaitkan dengan kepindahan ke Serie A Italia, dengan Napoli menjadi klub pemburu sebelum dia memilih bergabung ke Liverpool.

FLORENZI MINTA AC MILAN FOKUS GELAR SCUDETTO

AC Milan membutuhkan setidaknya empat poin di dua pertandingan sisa musim ini untuk memenangi scudetto. Salah satu pemain Rossoneri, Alessandro Florenzi memperingatkan AC Milan bahwa mereka tidak boleh lengah dan harus tetap fokus dalam perburuan Scudetto setelah mengalahkan Hellas Verona 1-3 yang meningkatkan harapan gelar mereka. Milan akan menghadapi Atalanta dan Sassuolo di dua laga tersisa musim ini.

RODRI AKUI SUSAH MOVE ON DARI KEGAGALAN DI UCL

Manchester City harus mengubur mimpi mereka menjadi juara Liga Champions musim ini setelah mereka disingkirkan oleh Real Madrid di babak semifinal. City tersingkir secara menyakitkan dari Los Blancos. Belakangan, Rodri kembali membahas terkait kegagalan mereka di Liga Champions. Sang pemain mengaku, hingga saat ini belum bisa melupakan kegagalan tersebut. “Itu seperti perang, pertempuran besar, pertarungan besar di otak,” ujar Rodri.

TOLAK ‘GUARD OF HONOUR’ UNTUK REAL MADRID, SIMEONE JAGA PERASAAN FANS ATLETICO

Skuad Atletico Madrid menolak memberikan guard of honour kepada pemain Real Madrid saat kedua tim bersua di Wanda Metropolitano. Sikap Atletico menolak memberikan guard of honour tentu menuai beragam reaksi. Sebagian mengecam Atletico karena tidak menunjukkan sikap sportif dalam kompetisi. Kendati demikian, Diego Simeone menegaskan bahwa timnya tetap menaruh respek kepada Madrid meski tidak memberikan guard of honour. Simeone juga tidak melakukannya demi menghormati perasaan fans Los Rojiblancos.

PAREDES BERMIMPI PINDAH KE REAL MADRID

Gelandang Paris Saint-Germain Leandro Paredes mengatakan bahwa mimpinya ialah bermain untuk Real Madrid. Saat ini, pemain Argentina itu sudah memasuki tahun terakhir kontraknya. Meskipun memiliki kontrak yang berlangsung hingga 2023 mendatang, Paredes telah dikaitkan dengan kepindahan dari PSG musim panas ini. Meski mimpinya adalah bermain di Madrid, tapi ia justru mendapatkan minat dari Juventus, AC Milan dan Inter.

BECKHAM PUJI LOYALITAS PENDUKUNG MANCHESTER UNITED

Terlepas dari hasil buruk yang diraih oleh Manchester United pada musim ini, legenda klub David Beckham tetap memberikan pujian bagi loyalitas yang ditunjukkan oleh penggemar Setan Merah di sepanjang musim ini. Beckham mengaku sangat terkesan dengan loyalitas para penggemar Setan Merah yang tetap setia memberikan dukungan di dalam stadion, meski klub kesayangannya sering tampil mengecewakan.

STEFANO PIOLI PUJI PERFORMA SANDRO TONALI

Gelandang muda Italia Sandro Tonali sukses memborong dua gol saat AC Milan mengalahkan Verona 3-1. Pelatih AC Milan Stefano Pioli pun memuji Sandro Tonali di laga tersebut. Tonali tak hanya menyumbang dua gol tapi juga menjadi motor serangan Milan. “Dia masih muda, tapi sangat kuat. Saya katakan setelah dua hari latihan pramusim, dia benar-benar berbeda dengan musim lalu,” ujar Pioli usai pertandingan. 

GERRARD INGIN COUTINHO BERTAHAN DI ASTON VILLA

Pelatih kepala Aston Villa, Steven Gerrard ingin Philippe Coutinho bertahan di klub setelah musim ini, karena Barcelona ingin menjual sang pemain. Seperti diketahui, Coutinho dipinjamkan ke Aston Villa dan kontraknya di Barcelona berakhir pada Juni 2023. Namun, untuk mengakomodasi pemain baru, Barcelona perlu menyingkirkan sejumlah pemain, yang kemungkinan termasuk Coutinho. Bersama Villa, Coutinho telah memainkan 15 pertandingan untuk Aston Villa, mencetak empat gol dan memberikan tiga assist.

SERIE A : FIORENTINA TEKUK AS ROMA

Dari laga Serie A, Selasa dinihari tadi, Fiorentina yang tampil di depan publiknya sendiri, sukses membabat AS Roma dua gol tanpa balas. Dua gol Fiorentina semuanya tercipta di babak pertama, masing-masing lewat penalti Nicolas Gonzalez di menit ke-5, dan aksi Giacomo Bonaventura di menit 11. Hasil ini membawa Fiorentina naik ke posisi 7 klasemen sementara. Sedangkan Roma masih di urutan keenam.

AS ROMA DIPERMALUKAN FIORENTINA, MOURINHO SALAHKAN VAR

Pelatih AS Roma, Jose Mourinho menyalahkan VAR dalam kekalahan timnya dari Fiorentina pada matchday pekan ke-36 Liga Italia. Mourinho menyoroti keputusan VAR terkait hukuman penalti bagi timnya hingga harus kebobolan saat laga baru berjalan lima menit. Wasit sejatinya tak menganggap tekel Rick Karsdorp yang mengenai tulang kering Nico Gonzalez sebagai penalti, lantaran kakinya lebih dulu menyentuh bola dari pada striker Fiorentina itu. Namun, setelah berkonsultasi dengan VAR, wasit Marco Guida mengubah keputusannya dan menyatakan aksi Karsdorp di kotak terlarang adalah pelanggaran.

HERE WE GO! HAALAND SEPAKAT KE MAN CITY

Kabar terbaru soal transfer Erling Haaland ke Manchester City telah disampaikan oleh pakar transfer asal Italia, Fabrizio Romano. Melalui akun instagram miliknya, Romano menyampaikan kalau Haaland telah sepakat untuk bergabung dengan Manchester City. Haaland dikabarkan juga telah menyelesaikan tes medis pertamanya bersama dengan dokter Manchester City di Belgia pada Senin (9/5) waktu setempat.

BAYERN MUNCHEN DEKATI SADIO MANE

Liverpool sepertinya harus buru-buru mengikat Sadio Mane dengan kontrak baru. Sebab Bayern Munchen kabarnya mendekati striker asal Senegal itu. Direktur Bayern, Hasan Salihamidzic sudah bertemu agen Mane Bjorn Bezemer pekan ini. Diperkirakan Salihamidzic membicarakan soal kemungkinan merekrut Mane musim panas nanti. Melihat gaji Mane di Liverpool yang “cuma” 100 ribu pound per pekan, Bayern takkan kesulitan untuk menaikkan hingga dua kali lipatnya.

MBAPPE ADA DI MADRID, INDIKASI KUAT BERGABUNG DENGAN REAL MADRID

Penyerang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe, berada di Madrid. Pemain 23 tahun ini ditemani kompatriotnya, Achraf Hakimi, serta saudara bek kanan Nabil. Kehadirannya di ibu kota Spanyol tersebut menjadi indikasi, meski dia baru akan membuat keputusan soal masa depannya dalam beberapa hari mendatang. Pemain andalan timnas Prancis tersebut dikabarkan akan bergabung dengan Real Madrid.

POGBA TAK TERTARIK GABUNG MAN CITY

Gelandang Manchester United, Paul Pogba dipastikan hengkang dari Old Trafford pada akhir musim 2021/22. Kabarnya, Pogba telah menolak mentah-mentah tawaran Manchester City. Pria asal Prancis itu lebih memilih sensasi yang berbeda. Mengingat telah menolak City, Pogba langsung didekati oleh Juventus, Paris Saint-Germain dan Real Madrid. 

KLOPP BALAS SINDIRAN MENOHOK GUARDIOLA

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp memberikan respons terhadap sindiran Pep Guardiola. Menurut Klopp, komentar-komentar pelatih setelah pertandingan adalah komentar yang terbawa oleh suasana laga. “Saya tak tahu bagaimana perasaan Pep setelah kalah di liga Champions dan Liverpool ke final. Kami bermain lawan Villarreal dan mereka lawan Real Madrid.”. Sebelumnya Guardiola mengatakan Liverpool mendapat dukungan lebih banyak untuk menjadi juara Liga Inggris. Tak sampai di situ, Guardiola juga menyoroti Liverpool yang hanya satu kali juara Liga Inggris dalam 30 tahun terakhir.

DYBALA TUNGGU TAWARAN INTER MILAN

Jelang final Piala Italia antara Juventus vs Inter Milan, masa depan Paulo Dybala menjadi perhatian. Penyerang Bianconeri ini semakin dikaitkan dengan Inter Milan. Menurut Football Italia, Dybala bahkan semakin dekat untuk bergabung dengan Nerazzurri. Belum diketahui sejauh mana detail rencana tersebut. Yang pasti, menurut laporan, Dybala telah menolak tawaran dari sejumlah klub demi bergabung dengan Inter Milan, musim depan.

CUADRADO DAN MORATA MINTA MAAF KEPADA BONUCCI

Alvaro Morata dan Juan Cuadrado meminta maaf kepada Leonardo Bonucci karena telah mengunggah foto dirinya saat sedang telanjang di ruang ganti Juventus. Cuadrado mengambil selfie di akun Instagram Morata, yang memiliki lebih dari 16,5 juta pengikut, dan dengan cepat foto itu kemudian dihapus. Sang striker kemudian mengunggah foto Cuadrado, dengan caption meminta maaf kepada Bonucci.

JUVE VS INTER, ALLEGRI DILANDA BANYAK KERAGUAN

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri punya banyak keraguan dalam menentukan starting XI-nya jelang final Coppa Italia kontra Inter Milan. Keraguan pertama adalah bingung antara memainkan Pellegrini atau Alex Sandro? Keraguan berikutnya soal lini tengah. Pulihnya Manuel Locatelli membuat Allegri harus menentukan apakah harus bermain dengan dua gelandang atau tiga. Dan sejauh ini, jika harus dengan dua gelandang, Allegri sepertinya bakal memilih duet Denis Zakaria dan Adrien Rabiot. Keraguan terakhir ada di lini belakang. Allegri diketahui sedang mempertimbangkan duet Matthijs de Ligt dan Giorgio Chiellini.

XAVI: HAALAND PILIH MAN CITY KARENA UANG

Erling Haaland santer dilaporkan hampir pasti bakal berseragam Manchester City. The Citizens dikabarkan rela mengeluarkan dana 75 juta euro untuk menebus klausul pelepasan Haaland dari Borussia Dortmund. Kabar merapatnya Haaland ke City membuat Barcelona harus gigit jari. Pelatih Barca Xavi menilai bahwa timnya tak mampu menyaingi City soal kekuatan finansial untuk mendapatkan Haaland. Ia menyebut Haaland lebih memilih hengkang ke Etihad Stadium murni karena faktor uang.

BARCELONA SEPAKAT JUAL  COUTINHO

Dilansir Forbes, FC Barcelona setuju untuk menjual gelandang Philippe Coutinho ke Aston Villa. Pemain internasional Brasil itu dikirim sebagai pemain pinjaman di jendela transfer Januari lalu. Tampil cukup apik di bawah asuhan Steven Gerrard, Aston Villa bisa mempermanenkan Coutinho dengan harga 40 juta euro atau Rp 615 miliar.

MANTAN BINTANG AJAX MENINGGAL DUNIA

Mantan bintang Ajax dan pemain internasional Kongo, Jody Lukoki, meninggal dunia pada usia 29 tahun pada Minggu (9/5). Penyebab kematiannya belum diketahui. Sebagai tambahan informasi, pemenang Eredivisie tiga kali itu dilepas oleh klub terbarunya, FC Twente, pada Februari lalu, setelah absen berkepanjangan karena cedera lutut dan masalah pribadi di luar lapangan.

UNTUK BANGKIT, MU BUTUH 15 PEMAIN BARU

Eks bomber Aston Villa, Gabriel Agbonlahor menilai hasil buruk yang didapat Manchester United saat berjumpa Brighton semakin memperkuat keharusan MU untuk melakukan perombakan besar-besaran di musim panas mendatang. Namun, Agbonlahor menilai, MU membutuhkan 15 pemain baru untuk bisa bangkit dari keterpurukan.

DIAM-DIAM, RONALDO TEMUI SIR ALEX FERGUSON

Kompetisi Liga Inggris musim 2021/22 hampir usai. Striker andalan Manchester United, Cristiano Ronaldo, diam-diam menemui Sir Alex Ferguson untuk membicarakan seputar masa depannya di klub. Sebuah laporan dari Sportbible mengklaim bahwa Sir Alex Ferguson ingin agar Ronaldo tetap berada di Old Trafford.

Hubungan Romantis Real Madrid dan Liga Champions Eropa

0

Luar Biasa! Bernabeu kembali memakan korban. Kini Manchester City yang jadi korban. Pasukan Carlo Ancelotti berhasil membalikan keadaan kala menghadapi anak asuh Pep Guardiola di leg kedua semifinal Liga Champions. El Real berhasil menumbangkan sang calon juara Liga Inggris dengan skor 3-1.

Dengan hasil tersebut, Los Galacticos kembali bertemu wakil Inggris, Liverpool yang juga telah mengamankan satu tempat di final kompetisi tertinggi di Eropa ini. Tentu dengan kesempatan ini Madrid berpeluang menambah raihan trofi Si Kuping Besar. 

Real Madrid sendiri berstatus sebagai klub paling sukses dalam sejarah Liga Champions. Dengan torehan 13 trofi Liga Champions, pengamat sepakbola sering menyebut Real Madrid sebagai klub sepakbola yang memiliki hubungan spesial dengan kompetisi Eropa khususnya Liga Champions. Namun, benarkah demikian?

Real Madrid dan Champions League

Tak bisa dipungkiri, Liga Champions dan Real Madrid adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Hal ini tak lepas dari bagaimana sejarah adanya kejuaraan antar kesebelasan Eropa itu.

Usut punya usut, ternyata Real Madrid ini salah satu klub sepakbola pencetus Liga Champions. Tepatnya pada 1955, Real Madrid yang kala itu menjuarai La Liga dua kali secara berturut-turut mengusulkan adanya kompetisi antar kesebelasan yang berhasil juara di liganya masing-masing. 

Presiden Real Madrid saat itu, Santiago Bernabeu, menjadi pionir dalam mewujudkan adanya turnamen antar kesebelasan Eropa ini atas usul seorang jurnalis media asal Perancis, L’Equipe, Gabriel Hanot.

Oleh karena itu dibentuklah kompetisi antarklub Eropa yang bernama European Cup atau yang kini kita kenal sebagai Champions League. Di masa-masa awal kompetisi ini berlangsung, European Cup diikuti oleh 16 tim termasuk Real Madrid.

Kesebelasan-kesebelasan yang berpartisipasi pun bukan sembarangan. Ada Sporting CP yang mewakili Portugal, Belanda yang diwakili PSV Eindhoven, lalu ada AC Milan dari Italia, dan Stade Reims yang kala itu menjuarai Liga Prancis.

Di lima edisi pertamanya, Real Madrid berhasil menyapu bersih dan keluar sebagai juara kompetisi tersebut. Dari sinilah Real Madrid mulai membangun reputasi sebagai tim penguasa sepakbola Eropa. Para pemain terbaik seantero negeri bahkan menjadikan Real Madrid sebagai kesebelasan idaman mereka.

Kejayaan Madrid di kompetisi Eropa pun terus berlanjut hingga sekarang. Saking seringnya menjuarai Champions League, itu menimbulkan rasa memiliki kompetisi tersebut dalam diri para fans. Bahkan beberapa fans Madrid merasa sakit hati apabila trofi Champions League tak berakhir di patung Dewi Cibeles.

Madrid Memiliki DNA Champions League

Dengan Madrid berhasil membangun reputasi sebagai klub sepakbola tersukses di Liga Champions, mereka kerap dijuluki klub yang memiliki “DNA” Eropa.

Tercatat sejak menjadi klub Spanyol pertama yang mengikuti Piala Eropa, pada tahun 1955. Real Madrid telah berkompetisi di setiap turnamen yang diselenggarakan oleh UEFA, kecuali Piala Intertoto dan kompetisi yang masih anyar, Conference League. Madrid melewatkan kompetisi Eropa hanya dua kali dalam sejarah, yaitu di musim 1977/78 dan 1996/97.

Real Madrid kini menjadi klub tersukses di Eropa dengan berhasil mengoleksi 13 trofi Liga Champions dalam sejarah keikutsertaannya. Mereka juga jadi satu-satunya klub yang berhasil meraih trofi Liga Champions lima kali berturut-turut dalam lima edisi awal.

Kesuksesan Madrid di Liga Champions yang paling terkenal ketika memasuki era kepemimpinan Florentino Perez pada awal 2000-an. Standar Real Madrid setelah diambil alih Perez menjadi sangat tinggi, yang kemudian bertahan hingga saat ini. 

Dengan program yang visioner, Perez menandai kedatangannya dengan proyek mewah, bernama Los Galacticos. Angkatan pertama Los Galacticos yang diisi oleh pemain sekaliber Luis Figo, Zinedine Zidane, David Beckham dan bintang-bintang lainnya, langsung memberikan gelar Liga Champions kesembilan bagi Real Madrid pada 2002.

3 Kali Beruntun!

Tradisi terus berlanjut bahkan ketika Zinedine Zidane, sang pahlawan Final Liga Champions 2002 menjadi juru taktik skuad El Real. Zidane yang mengandalkan trio Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Gareth Bale di lini serang, telah membangun dinasti sepakbola dengan menjuarai Liga Champions sebanyak tiga kali secara beruntun.

Tiga gelar berturut-turut Madrid dimulai dari 2015/2016, di mana Madrid menumbangkan rival sekota, Atletico Madrid di partai puncak. Meski laga di waktu normal berakhir imbang, Madrid berhasil mengalahkan Atletico melalui adu penalti.

Pada 2016/2017, Madrid kembali mengulang kejayaannya saat bertemu Juventus di partai final. Kali ini, Madrid tanpa kesulitan mampu membungkam Si Nyonya Tua dengan skor cukup telak 4-1.

Dan pada musim 2017/2018, Madrid secara perkasa mampu mengandaskan wakil Inggris, Liverpool dengan skor meyakinkan 3-1 di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Ukraina. Gareth Bale tampil luar biasa di laga tersebut dengan memborong 2 gol. Salah satu golnya dicetak dengan teknik tendangan sepeda kebalik yang membuat Karius tak berdaya.

Madrid di Liga Champions 2022

Sama halnya dengan musim-musim sebelumnya, perjalanan Real Madrid di Liga Champions musim ini cukup sensasional. Meski sedikit kewalahan di fase gugur, Madrid berhasil mengamankan satu tiket final yang mana laga tersebut bakal diselenggarakan di Prancis.

Sempat disulitkan oleh PSG di leg pertama babak 16 besar, Benzema cs berhasil membalikan keadaan di leg kedua yang dimainkan di Bernabeu. Madrid menang 3-1 yang membuat agregat menjadi 3-2 untuk keunggulan El Real. Wak haji Benzema jadi sang juruselamat Madrid melalui hattrick-nya yang luar biasa.

Ketika Madrid menghadapi juara Liga Inggris, Manchester City di semifinal, mereka juga cukup kesulitan di leg pertama, sehingga skor 4-3 untuk keunggulan City tak terhindarkan. Namun, di leg kedua, angin berpihak pada Madrid. 

Seakan tersihir oleh atmosfer Santiago Bernabeu, City asuhan Pep Guardiola dipaksa bertekuk lutut oleh pemuda asal Brazil, Rodrygo. Rodrygo yang masuk menggantikan Toni Kroos di menit 68, sukses menyarangkan dua gol sekaligus dan memberikan nyawa tambahan bagi Madrid.

Berlanjut ke babak extra time, penalti Benzema di menit 95 memupuskan harapan Pep Guardiola yang berambisi memberikan trofi Liga Champions pertama bagi The Citizen. Agregat 6-5 untuk keunggulan Madrid bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Peluang Madrid Dalam Meraih Gelar Liga Champions Musim Ini

Seperti yang diketahui, Madrid kembali akan bertemu Liverpool di partai puncak. Dua tim tersebut bakal saling sikut untuk bisa mengangkat trofi si kuping besar. 

Nah, apabila berbicara soal seberapa besar kans Madrid untuk juara, maka jawabannya, Madrid sangat berpeluang untuk kembali menjuarai Liga Champions musim ini. Terlebih  Madrid tengah dalam performa terbaiknya, hal itu dibuktikan dengan Madrid yang berhasil memastikan gelar juara La Liga musim ini.

Sedangkan dari Head to Head, Madrid juga unggul dari Liverpool. Dari lima pertemuan terakhir kedua tim di Liga Champions, El Real memiliki catatan yang sangat manis dengan empat kemenangan. 

Last but not least, faktor X yang bisa membantu Madrid untuk kembali menjuarai Liga Champions adalah Karim Benzema. Tak dapat dipungkiri bahwa Madrid bisa mencapai final Liga Champions dan bahkan merebut gelar La Liga berkat penampilan apik Benzema di musim ini. Mampukah Benzema mewujudkan ambisinya untuk mengawinkan gelar Liga Champions dengan gelar La Liga? We will see

https://youtu.be/vQGR1Sr3T_A

Sumber: The Athletic, UEFA, Real Madrid, Panditfootball

10 Pemain Bola Paling Dibenci Saat Ini

0

Sebagaimana cinta, kebencian dalam sepakbola adalah hal yang umum adanya. Jika di sana orang-orang bisa menaruh cintanya pada klub dan pemain, ia juga akan menaruh kebenciannya di sana.

Banyak di antara pesepakbola top, khususnya yang berkiprah di Eropa malah menjadi sosok pemain paling dibenci hingga saat ini. Di antara mereka baru saja menjadi objek kebencian para fans di musim ini, lantaran tingkahnya yang mengundang makian. Siapa saja pemain-pemain tersebut? Inilah 10 pemain yang paling dibenci hingga saat ini.

Luis Suarez

Kalau sudah ngomongin pemain yang paling dibenci, tentu nama Luiz Suarez tidak bisa kita lupakan begitu saja. Pemain Uruguay itu bahkan masuk menjadi salah satu pemain yang paling dibenci berdasarkan riset sebuah media kenamaan, Squawka.

Betapapun, Suarez adalah sosok yang penuh kontroversi. Ingat bagaimana Suarez menghalang-halangi gol Timnas Ghana di Piala Dunia 2010 menggunakan tangannya?

Ya, kejadian itu membuat nyaris semua orang membenci Suarez. Apalagi bagi para punggawa Timnas Ghana itu sendiri. Mereka menyimpan rasa kemarahan pada sosok striker Uruguay tersebut.

Suarez juga menjadi sosok pesepakbola yang temperamental. Ia kerap kesulitan mengendalikan dirinya sendiri di atas lapangan. Seorang Suarez bahkan pernah melecehkan Patrice Evra secara rasial. Belum lagi, mantan pemain Liverpool itu pernah melakukan aksi yang tidak patut.

Yang paling ikonik tentu saja Suarez yang hobi menggigit lawan. Entah saat bertugas di klub maupun internasional. Suarez juga kerap bersandiwara. Diving-diving yang kerap ia lakukan merugikan lawan.

Sergio Ramos

Kebencian orang terhadap pemain PSG, Sergio Ramos bukan lagi rahasia umum. Pemain yang sejatinya merupakan bek tengah terbaik Real Madrid itu, kerap menciptakan tindakan-tindakan kontroversial.

Seperti yang ditulis dalam website Squawka, pada tahun 2018, Sergio Ramos memancing kemarahan fans Liverpool kala ia masih berseragam Los Blancos. Kala itu, ia menyebabkan cederanya Mohamed Salah di final Liga Champions yang pada akhirnya dimenangkan oleh Real Madrid tersebut.

Bukan hanya membuat Salah cedera. Ramos juga sukses membuat Jurgen Klopp saat itu marah-marah. Ia terlibat bertengkar dengan Ramos, karena sang pemain mengejek Klopp beberapa kali kurang lebih dengan sebutan “miskin trofi”.

Saat memperkuat PSG, Ramos masih juga dibenci. Oleh pendukung PSG, usai ia mulai merumput sehabis cedera, Ramos justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Ia diejek habis-habisan oleh pendukung Les Parisiens.

Pepe

Jika ada Ramos di daftar ini, nama pemain yang pernah satu tim dengannya, Pepe juga tak boleh terlewatkan. Kebencian orang terhadap mantan pemain belakang Real Madrid memang bukan lagi aib yang harus ditutup-tutupi.

Pepe sekalipun menjadi salah satu bek paling tangguh kelahiran Portugal, tapi sifat nakalnya membuat hampir semua orang membencinya. Salah satu kejadian yang cukup diingat adalah ketika Real Madrid menghadapi Getafe pada tahun 2009.

Kala itu, Pepe yang masih memperkuat Los Galacticos melakukan pelanggaran dan dikartu merah. Pada saat itu pula, ketika Real Madrid kebobolan di menit-menit akhir melalui penalti, Pepe malah melanjutkan kemarahannya dengan menendang Javi Casquero dua kali.

Pepe juga gampang tersulut emosi. Oleh teman sendiri saja ia ajak berantem, seperti ketika ia memperkuat Porto. Pepe tiba-tiba mendekati rekannya di Porto, Loum Diaye ketika wasit meniup peluit panjang.

Sang bek lantas mengajak Diaye berkelahi. Belakangan diketahui bahwa perkataan Diaye menyinggung Pepe, dan membuatnya marah.

Harry Maguire

Sulit untuk tidak memasukkan nama Harry Maguire ke dalam daftar ini. Sebab bagaimanapun, Maguire adalah pemain yang selalu jadi kambing hitam ketika Manchester United mengalami kekalahan. Meski dalam pertandingan itu Maguire tidak diturunkan.

Di Manchester United, Harry Maguire mendapati dirinya menjadi musuh publik nomor satu. Penampilannya yang lebih dari konyol di jantung pertahanan Setan Merah menjadi penyebabnya. Maguire kerap melakukan kesalahan-kesalahan yang mendasar, yang semestinya tidak dilakukan pemain berharga selangit.

Kesalahan-kesalahan itu bukanlah masalah besar, andai Maguire melakukannya sekali dua kali, atau jika saja ia bukan kapten Manchester United. Tapi yang Maguire lakukan adalah ia kerap keluar dari posisinya.

Penggemar pun rasanya sulit untuk tidak membenci Maguire. Nah, puncak kebencian terhadap Maguire terjadi ketika dirinya mendapat ancaman teror bom. Sungguh malang seorang Maguire. Etapi, salah sendiri mainnya bapuk. Coba saja kalau mainnya bagus.

Romelu Lukaku

Musim 2021-2022 bisa jadi musim yang rumit bagi penyerang Belgia, Romelu Lukaku. Rujuknya bersama Chelsea, yang menelan biaya 122 juta dolar (Rp1,7 triliun) ternyata tak sesuai harapan. Ia hanya bisa mencetak 5 gol dalam 23 pertandingannya bersama The Blues.

Maka dari itu, kebencian terhadap Lukaku bukan sesuatu yang aneh dan terkesan jahat. Penggemar tidak salah, karena dengan uang segitu Chelsea masih bisa membeli striker lain yang lebih tajam. Erling Haaland misalnya. Namun, Lukaku tetap berusaha. Kendati usahanya di Chelsea masih belum memenuhi harapan.

Puncaknya, Lukaku mengaku tidak betah berada di Chelsea. Ia sendiri bahkan menyampaikan hasratnya untuk bisa bermain di Inter lagi.

Antonio Rudiger

Sosok lain di skuad The Blues yang juga menjadi pusat kebencian fans di musim ini adalah Antonio Rudiger. Bek yang kabarnya bakal hengkang saat kontraknya habis itu, sebetulnya sudah cukup lama dibenci.

Rudiger kerap terkait atas kepergian Frank Lampard ketika masih melatih Chelsea. Desas-desus yang berkembang, Rudiger menyebabkan perkelahian di ruang ganti Chelsea yang mengakibatkan Lampard pergi. Dan ia jugalah seorang pemain yang kasar.

Untuk itu, para fans menyerangnya. Mereka menginginkan bahwa Rudiger harus segera keluar. Apalagi sikap Rudiger yang seolah tidak mau memperpanjang kontraknya, dan membuatnya lepas dengan status bebas transfer, sama sekali bukan bentuk loyalitas yang harus dihargai para fans.

Neymar

Neymar adalah sosok pesepakbola hebat. Namun, ia menjadi pesepakbola paling dibenci. Apalagi ketika ia bergabung ke PSG. Serangkaian masalah cedera, pencitraan yang kerap ia tampilkan hanya untuk kebutuhan televisi, membuat Neymar bukanlah seorang profesional yang ideal.

Terlebih ketika di luar lapangan. Neymar juga kerap dicemooh pendukung PSG. Lantaran di luar kemampuannya, Neymar masih gagal mendatangkan trofi Eropa untuk Les Parisiens.

Neymar juga beberapa kali menunjukkan ketidakdewasaannya di lapangan. Dua legenda sepakbola Inggris, Alan Shearer dan Gary Lineker pernah kesal terhadap Neymar. Pasalnya, ia bereaksi berlebihan seolah-olah kakinya baru saja ditembak di Piala Dunia 2018 ketika menghadapi Meksiko.

Mario Balotelli

Julukan “Si Bengal” memang pantas tersemat pada sosok Mario Balotelli. Pemain yang kini memperkuat Adana Demirspor, di Superlig Turki terkenal sebagai pesepakbola yang sulit diatur. Sikap bengalnya membuat sesiapa membenci Balotelli, terutama pelatih yang pernah menanganinya.

Balotelli adalah pesepakbola yang provokatif. Ia tahu bagaimana caranya membuat penonton marah. Entah melalui tindakannya di permainan maupun ketika selebrasi. Beberapa selebrasinya bikin orang lain marah.

Media-media yang berideologi sayap kanan beberapa kali melancarkan kebencian terhadap eks pemain Timnas Italia tersebut. Karena kebencian terhadap Balotelli itu pula, sebuah situs web Stormfront dari Amerika Serikat, yang ada di Italia terpaksa ditutup.

Pada EURO 2012, para pendukung Kroasia dan Spanyol juga melancarkan kebencian terhadap Balotelli. Iya, sikapnya yang buruk sering membuat orang benci terhadapnya. Namun di balik itu, ia adalah sosok pesepakbola yang tangguh, dan beberapa kali justru ia sendiri yang mendapat pelecehan.

Gareth Bale

Sehebat apa pun Gareth Bale, tidak akan menutup fakta bahwa ia adalah salah satu pemain yang dibenci, terutama oleh pendukung Real Madrid dengan tempo yang cukup lama. Tidak peduli soal kualitasnya atau gol-gol yang ia ciptakan.

Kerap cedera tapi tetap mendapat gaji yang tinggi, membuat pendukung Los Merengues tak bisa untuk tidak membenci Gareth Bale. Kebencian itu makin menjadi ketika Bale tak pernah tersedia untuk Real Madrid, tapi selalu bermain ketika mendapat panggilan dari Timnas Wales.

Namun, jelas seorang Bale tidak mempedulikan hal itu. Ia tetap menjalani aktivitasnya seperti biasa, termasuk bermain golf. Ya, Bale kerap dijumpai di lapangan golf dekat dengan tempatnya tinggal.

Cristiano Ronaldo

Mengakui Cristiano Ronaldo sebagai pesepakbola paling dibenci memang sulit. Tapi kenyataannya begitu. Karena sifatnya yang egois dan kerap digambarkan tidak menyukai fans, Ronaldo dibenci para penggemar.

Ia juga menjadi pemain yang memiliki banyak haters. Bahkan bukan hanya para fans, para pemain Real Madrid kabarnya sangat bahagia ketika Ronaldo hengkang ke Juventus.

Gareth Bale dalam sebuah wawancara pernah mengatakan, bahwa Real Madrid akan lebih ramah ketika Ronaldo pergi. Persaingan sengitnya dengan Lionel Messi juga membuat para penggemar Messi menjelma haters Ronaldo.

https://youtu.be/q5CroR82A10

Sumber referensi: Sportskeeda, TheFootballLovers, Bolanet, OhMyGoal

Perjalanan Real Madrid Juara La Liga, Hebat Atau Beruntung?

Los Blancos musim ini telah dianggap beruntung dan sering dianggap sebagai juara La Liga yang tidak pantas, raja yang tidak pantas mendapatkan mahkota. Madrid telah gagal mereplikasi kesuksesan kontinental mereka di kancah domestik, dengan hanya tiga gelar dalam dekade terakhir. Namun, benarkah demikian?

Persiapan Yang Tenang

Sebagian besar musim panas Madrid dihabiskan untuk membujuk Mbappe agar meninggalkan PSG. Kerja itu ternyata tidak berhasil, Le Parisiens ternyata enggan secepat itu melepas bintangnya. El Real juga mengalami kepergian besar seorang Sergio Ramos dan Raphael Varane yang meninggalkan klub.

Hanya dua pemain yang didatangkan Florentino Perez, adalah David Alaba secara gratis dari Bayern Munchen, dan Eduardo Camavinga, pemuda 18 tahun didatangkan dari klub Prancis, Stade Rennais.

Kembalinya Carlo Ancelotti ke Bernabeu sebenarnya adalah kunci. Don Carlo yang telah menghabiskan beberapa musim terakhir melalang buana ke Napoli dan Everton.

Konsisten Ala Ancelotti

Gerak cepat di awal El Real di bawah Ancelotti tidak terlepas dari permainan yang konsisten dari laga ke laga. Dengan kekonsistenan pola yang sama dan pemain yang hampir sebagian besar itu-itu saja, sangat memudahkan Ancelotti dalam meracik timnya kecuali ada yang cedera atau absen, barulah Ancelotti memutar otak.

Mengawali La Liga dengan 7 laga tak terkalahkan sampai dengan kekalahan pertama Madrid atas Espanyol di awal Oktober 2021, membuktikan Madrid mampu beradaptasi dengan pelatih dan pemain baru. Semenjak kalah dari Espanyol, Madrid kembali bangkit di laga El Clasico di Camp Nou.

Kemenangan 2-1 atas sang rival membuat mental anak asuh Ancelotti makin tumbuh untuk semakin percaya diri meraih gelar musim ini. Sejak kemenangan atas Barca itu, kembali El Real mampu tampil konsisten menjalani setiap laganya dengan hasil positif.

10 pertandingan kembali mereka tak terkalahkan sampai akhir tahun 2021. Madrid tercatat mampu meraih 8 kemenangan termasuk mengalahkan rival lainnya, Atletico Madrid dan hanya 2 kali seri. Kekalahan atas Getafe di awal tahun 2022 pun dianggap angin lalu. Pasukan El Real kembali menatap pertandingan kedepannya dengan mental konsisten ala Ancelotti.

Hasilnya, 9 kali lagi mereka tak terkalahkan. Namun, setelah itu rekor 9 kali tak terkalahkan dipecahkan secara memalukan di kandang sendiri lewat partai El Clasico. El Real secara tak terduga dicukur habis Barcelona racikan Xavi 4-0 di Bernabeu. Ini adalah titik balik maupun efek kejut yang membuat pasukan Ancelotti diingatkan akan kekonsistenan performanya musim ini.

Real madrid akhirnya belajar dari kekalahan memalukan itu, Ancelotti rela mengakui kekalahan taktiknya dari Xavi, tapi tidak berhenti di situ saja. Ancelotti dan para pemain Madrid move on dari laga itu dan yang penting menatap laga berikutnya untuk mengamankan posisi puncaknya.

Yap, benar saja, Madrid berhasil dan membuat mereka konsisten lagi meraih kemenangan 5 kali beruntun, sampai partai melawan Espanyol pada 30 April 2022 yang sekaligus mengunci gelar La Liga ke 35 mereka di Bernabeu dengan kemenangan meyakinkan 4-0.

Kombinasi Veteran Junior Efektif

Perjalanan panjang kesuksesan El Real mengarungi musim ini yang pasti selain dipengaruhi oleh konsistensi ala Ancelotti dengan pakemnya yang selalu jarang diubah, juga kombinasi skuadnya yang berbuah manis.

Ancelotti di Madrid musim ini masih bertemu dengan pemain seperti Modric, Kroos, Casemiro, Bale maupun Benzema. Jadi tidak akan mengalami kesusahan dalam adaptasi permainan. Sebab para veteran itu sudah paham pondasi permainan yang dimau Ancelotti.

Para veteran itu perlahan menemukan sisa-sisa kekuatan terakhirnya di karir sepakbolanya, seiring dengan sentuhan magis psikologis pelatih yang veteran pula. Cocoklah sudah, pemain seperti trio gelandang mereka terutama super Benzema di depan yang moncer mampu menjadi tulang punggung Madrid meraih poin.

Tentu masalah Madrid musim ini adalah lini pertahanan, tidak performnya dua bek sayapnya yang makin menua, Carvajal dan Marcelo, serta hengkangnya dua pilar penting mentor pertahanan Madrid, Ramos dan Varane menjadi PR Ancelotti musim ini.

Terlihat benar, ketika Eder Militao, Nacho, maupun Mendy, terlihat kurang begitu menjanjikan mengawal pertahanan El Real. Meskipun Ancelotti menemukan resep bertahan ala Italia yang membuat para pemain bertahan yang serba baru komposisinya ini makin percaya diri.

Hasilnya tidak buruk-buruk amat, Madrid sampai sekarang ini hanya kebobolan 30 gol musim ini. Paling sedikit di La Liga di bawah Sevilla yang hanya kebobolan 29 gol.

Meskipun tidak sepenuhnya bergantung pada para pemain veteran, Madrid musim ini mulai percaya menggunakan para pemain mudanya dengan memberikan menit bermain lebih. Hasilnya, pemain seperti Vinicius maupun Rodrygo sering menjadi pembeda dan makin matang secara mental. Terbukti di partai-partai krusial mereka mampu meledak dan menyelamatkan El Real. Valverde dan Camavinga juga sering tampil sempurna mengisi pos tengah sebagai ancang-ancang regenerasi trio gelandang Madrid.

Faktor Performa Statistik

Namun, dengan berbagai faktor tadi, terdapat sisi lain dalam hal statistik yang banyak orang menganggapnya statistik itu tak penting. Dan angka pun membuktikannya.

Meskipun menjadi tim teratas dalam hal gol, tembakan tepat sasaran, dan akurasi tembakan, mereka telah menjadi salah satu tim dengan performa terburuk di satu departemen statistik yakni Persentase Gangguan atau BDP (Buildup Disruption Percentage) atau lebih tepatnya statistik untuk mengukur dampak tekanan tim terhadap operan pihak lawan. Jadi, misalnya, jika sebuah tim memainkan sistem tekanan tinggi yang intens, itu akan menyebabkan tim lawan mencatat lebih sedikit operan karena tekanan tinggi tersebut.

Dan Real Madrid bernasib buruk dalam metrik ini. Peringkat BDP mereka terburuk ketiga di La Liga di angka minus 3, di atas Cadiz dan Espanyol. Statistik yang mengejutkan karena tim teratas di banyak liga-liga top Eropa biasanya adalah salah satu tim dengan peringkat tekanan tertinggi. Artinya sebagian besar konsep pola permainan Madrid musim ini sering menggunakan pola menunggu lawan dan sesekali melakukan counter efektif yang mematikan lawan.

Faktor Performa Pesaing

Selain fakta statistik tadi, terpuruknya Barcelona dan juara bertahan Atletico Madrid berpengaruh pada lajunya Madrid sendirian dalam perburuan La Liga musim ini. Barcelona yang compang-camping di internal di awal musim baru bangkit setelah Xavi datang. Sedangkan Atletico di bawah Simeone terlalu bereksperimen musim ini, serta terbebani predikat juara bertahan yang menjadikannya kurang konsisten.

Madrid meskipun juga dilanda masalah dengan kepergian beberapa pilarnya di awal musim, terbukti cerdik memanfaatkan momen para musuh-musuhnya yang sedang terseok. Dengan tampil asal konsisten saja dengan menang-menang tipis, cukup bagi Ancelotti dan Madrid melaju mulus meraih gelar La Liga. Kurangnya tekanan mental dari sang rival dalam perburuan gelar menjadi pengaruh. Mental juang Madrid sama sekali tidak terganggu musim ini.

Dari perjalanan panjang Madrid menjalani musim 2021/22 ini di La Liga, gelar ke 35-nya patut diapresiasi dengan kerja keras kolaborasi semua pihak baik manajemen maupun tim. Gelar yang tak terelakan, meski banyak tuduhan gelar ini hanyalah beruntung didapat Madrid. Ketika dengan permainan yang kurang menjanjikan secara statistik maupun seiring terseoknya para rivalnya, Madrid mampu memanfaatkan itu. Dan itu adalah langkah smart sebuah klub yang sah

https://youtu.be/Kr2WSIb79vA

Sumber Referensi : foottheball, managingmadrid, sportingnews

Berita Bola Terbaru 9 Mei 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

SPURS INCAR MANTAN KIPER MU

Setelah United tak melanjutkan minatnya untuk memulangkan Sam Johnstone, sekarang Tottenham menjadi klub terdepan untuk mendapatkan jasa mantan penjaga gawang Manchester United itu. Spurs sangat membutuhkan pelapis yang sepadan untuk Hugo Lloris musim depan. Spurs memilih Johnstone lantaran performanya yang cukup konsisten musim ini. Terlebih ia bakal berstatus bebas transfer akhir musim nanti. 

FANS CHELSEA MINTA TUCHEL CADANGKAN MENDY

Fans Chelsea telah mengecam Edouard Mendy dalam penampilannya yang jauh dari harapan saat menemui hasil imbang 2-2 dengan Wolverhampton pada Sabtu malam kemarin. Para fans memberikan saran pada Tuchel agar mengistirahatkan Mendy untuk beberapa pertandingan mendatang, agar Mendy bisa intropeksi diri dan memberikan menit bermain untuk Kepa.

BRUNO SEPAKAT DENGAN EJEKAN FANS UNITED

Saat Manchester United dipaksa tunduk di kandang Brighton, fans United menyanyikan lagu yang berlirik, “You’re not fit to wear the shirt” atau apabila diartikan “kamu tak pantas mengenakan jersey Manchester United” Bintang Manchester United, Bruno Fernandes setuju dengan apa yang dikatakan oleh fans. Bruno merasa tim sedang berada di performa terburuk. Dan ketika fans menyanyikan lagu tersebut, ia merasa malu dan mengakuinya.

GAVI SIAP PERPANJANG KONTRAK DENGAN BARCA

Dikutip dari cuitan Fabrizio Romano, Gavi sudah memutuskan untuk tetap tinggal di Spanyol bersama Barcelona. Pertemuan untuk membahas masa depan Gavi akan segera dilaksanakan oleh manajemen La Blaugrana. Kabarnya Gavi akan menandatangani kontrak berdurasi hingga Juni 2026.

EDGAR DAVIDS BAKAL LATIH TIMNAS BELANDA

Dilansir Football Espana, Edgar Davids akan kembali ke lapangan hijau, namun bukan sebagai pemain, melainkan sebagai staf kepelatihan Timnas Belanda. Davids dilaporkan telah bergabung dengan mantan manajer Barcelona, Louis Van Gaal di Timnas Belanda. Davids dan Van Gaal akan bekerja sama sebagai tim kepelatihan Timnas Belanda jelang Piala Dunia 2022 di Qatar.

NANTES GULINGKAN DOMINASI PSG DI FRANCE CUP

Nantes sukses mengangkat trofi Piala Prancis tahun ini setelah mengalahkan Nice di Stade de France. Ini trofi Piala Prancis pertama bagi Nantes dalam 22 tahun terakhir. Menariknya, Nantes mendobrak dominasi klub-klub papan atas Liga Prancis seperti Monaco, Marseille bahkan PSG. Kemenangan ini juga membuat Nantes berhasil mengamankan satu tiket di Europa League musim depan.

TERIMAKASIH SCOTT BROWN!

Legenda Celtic, Scott Brown memutuskan untuk pensiun musim ini. Brown sendiri merupakan ikon tim Celtic sejak 2007. Bersama Celtic, Brown sudah memenangkan segalanya di Liga Skotlandia. Pria 36 tahun ini tercatat telah mengoleksi 22 trofi yang hampir semuanya dimenangkan bersama Celtic. Terima kasih Scott Brown, Enjoy your retirement! 

ARSENAL SEMAKIN DEKAT DENGAN YOURI TIELEMANS

Bos The Gunners, Mikel Arteta ingin meningkatkan kualitas dan kedalaman opsi lini tengahnya pada musim panas nanti. Arteta ingin Tielemans ada di skuadnya musim depan. Tielemans bakal jadi pengganti yang sempurna bagi Granit Xhaka yang masa depannya di Emirates tak kunjung menemui kata pasti. Dengan Tielemans yang menolak perpanjangan kontrak dari Leicester, ini akan jadi momentum yang tepat bagi Arsenal untuk membujuknya.

BELLERIN BERMINAT GABUNG REAL BETIS SECARA PERMANEN

Usai memenangkan Copa Del Rey bersama Real Betis, Hector Bellerin mulai kerasan dan mempertimbangkan untuk mengubah status pinjamannya menjadi permanen di Betis. Pemuda 27 tahun itu tak memiliki klausul pembelian di akhir musim. Namun, kesepakatan ini tentu bisa saja terjadi apabila Betis benar-benar membutuhkan jasa pemain yang memiliki selera fashion cukup unik ini.

HAALAND DIBUATKAN PATUNG KAYU DI NORWEGIA

Nama bintang muda Borussia Dortmund, Erling Haaland makin harum, terutama di kampung halamannya, daerah Distrik Jaeren, Norwegia. Bahkan, pemain 21 tahun itu dibuatkan patung sebagai salah satu apresiasi atas pencapaiannya di usianya yang masih belia. Dilansir dari Sportbible, Haaland dibuatkan patung dengan berbahan dasar kayu setinggi 3 meter dan berat 700 kg. Patung tersebut dibuat langsung oleh seniman lokal Norwegia, Kjetil Barane khusus untuk Haaland.

HASIL PERTANDINGAN

Atletico Madrid sukses mencuri poin penuh dari sang rival Real Madrid, Senin dini hari tadi. Bertanding di Estadio Wanda Metropolitano, pasukan Diego Simeone mampu mengalahkan sang juara La Liga itu dengan skor tipis 1-0 berkat gol dari Yannick Carrasco dari titik putih di menit 40. Dengan tambahan tiga poin, Atletico Madrid masih nyaman di posisi empat besar klasemen La Liga.

Sementara, dari ajang Serie A, AC Milan kembali ke puncak klasemen Liga Italia usai membungkam Verona 3-1. Milan tertinggal lebih dulu dari tuan rumah berkat gol Davide Faraoni di menit 38. Setelah itu Milan membalas dengan mencetak tiga gol masing-masing dua gol dari Sandro Tonali di menit 45 dan menit 49. Serta satu gol dari aksi Florenzi di menit 86. Dengan unggul 2 poin dari Inter, Milan kini diambang juara Serie A musim ini.

Di kompetisi Liga Prancis, sang kampiun PSG bermain imbang 2-2 melawan Troyes. Dalam laga yang berlangsung di stadion Parc Des Princes itu, PSG unggul lebih dulu lewat aksi bek senior Marquinhos dan penalti Neymar di babak pertama, sebelum disamakan kedudukan oleh Ike Ugbo di menit 30 dan Florian Tardieu di menit 49. 

Sementara dari ajang Bundesliga, Bayern Munchen, yang sudah mengunci gelar juara ditahan imbang Stuttgart dengan skor 2-2. Dua gol dari Stuttgart dicetak oleh Tiago Tomas di menit 8, dan Sasa Kalajdzic di menit 52. Sementara gol dari Bayern Munchen diciptakan oleh Serge Gnabry dan Thomas Muller pada babak pertama. Hasil seri ini masih belum menolong posisi Stuttgart di zona degradasi.

KALAHKAN LEEDS, ARSENAL JAGA PELUANG KE LIGA CHAMPIONS

Arsenal sukses mengalahkan Leeds United dengan skor tipis 2-1 dalam partai Premier League 2021/22 pekan ke-36 yang digelar di Emirates Stadium, Minggu malam WIB. Dua gol kemenangan Arsenal diborong Eddie Nketiah di awal babak pertama. Leeds sendiri sempat memperkecil ketinggalan melalui Diego Llorente. Berkat kemenangan ini, Arsenal menjaga peluang lolos ke Liga Champions musim depan, dengan kini berada di posisi keempat, unggul empat poin dari Spurs di posisi kelima.

MIKEL ARTETA TAK SABAR HADAPI SPURS

Mikel Arteta mengaku bahwa ia dan para pemainnya di Arsenal tidak sabar untuk segera menjalani laga penentuan perebutan posisi empat besar klasemen Liga Primer Inggris melawan Tottenham Hotspur, tengah pekan nanti. “Kami ingin bersiap dan menatap pertandingan itu seperti biasanya, dengan level antusiasme yang sama,” kata Arteta selepas kemenangan melawan Leeds.

MAN CITY DIAMBANG JUARA LIGA INGGRIS

Manchester City berada diambang Juara Liga Primer Inggris musim ini usai menang telak atas Newcastle United dengan skor 5-0 di Etihad Stadium, Minggu malam. The Cityzen mengoleksi 86 angka dan berada di puncak klasemen Liga Inggris 2021/22, unggul tiga poin dari Liverpool di tempat kedua. Satu lagi, Manchester City juga unggul selisih gol atas Liverpool, yakni +68 berbanding +64. 

GUARDIOLA: SEMUA ORANG MENDUKUNG LIVERPOOL

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola menyebut semua orang kini mendukung Liverpool juara Liga Inggris 2021/22. Hal tersebut diungkapkan Guardiola usai memimpin Manchester City menang 5-0 atas Newcastle pada pertandingan Liga Inggris. Menurut Guardiola, semua orang termasuk media mendukung The Reds karena Liverpool punya sejarah apik di Eropa. Namun Guardiola mengaku tidak masalah dengan hal itu.

LIVERPOOL GAGAL MENANG, KLOPP TAK TERKESAN DENGAN TAKTIK SPURS

Liverpool dibuat frustasi dalam perburuan titel Premier League kala menjamu Tottenham Hotspur di Anfield, Minggu (8/5) dini hari WIB. Pada pekan 36 Premier League itu laga berakhir imbang 1-1. Tak ayal Jurgen Klopp frustrasi dengan hasil imbang itu. Pria Jerman itu mengkritik permainan negatif Tottenham-nya Conte, menilai mereka seharusnya bisa bermain lebih baik dengan pemain-pemain top di dalam skuad.

DORTMUND PASRAH KEHILANGAN HAALAND

Direktur Olahraga Borussia Dortmund, Sebastian Kehl membenarkan Erling Haaland sedang menimbang masa depannya. Menurutnya, Die Borussen hanya bisa pasrah jika penyerang asal Norwegia itu memilih hengkang. Kehl mengatakan, Pihak klub tidak akan terkejut jika dia pergi pada bursa transfer musim panas 2022.

DIUMUMKAN PEKAN DEPAN, HAALAND JADI BOMBER BARU MAN CITY?

Teka-teki masa depan predator Borussia Dortmund, Erling Haaland, bakal segera terjawab. Kabarnya, pengumuman akan dilakukan pekan depan. Dortmund sudah bersedia untuk mengaktifkan klausul pelepasannya yang berkisar 75 juta euro. Kepindahan Haaland juga diperkuat oleh pernyataan Direktur Dortmund, Sebastian Kehl. Dia memberi sinyal jika sang striker akan bergabung dengan Manchester City dalam waktu dekat. City jadi klub terdepan setelah berani menggelontorkan gaji sebesar 500 ribu pounds per pekan atau setara Rp8,9 miliar.

DAVID BECKHAM DUKUNG RONALDO BERTAHAN DI MU

Kabarnya Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pemain yang akan ‘ditendang’ oleh Erik Ten Hag karena usianya yang tak lagi muda. Namun, legenda Manchester United, David Beckham, memberikan dukungan bagi Cristiano Ronaldo untuk tetap bertahan di skuad The Red Devils. Meski usianya tak muda lagi, namun Beckham menilai CR7 masih memiliki peran penting bagi Si Iblis Merah.

MAN CITY DIHANTAM BADAI CEDERA, 3 BEK ABSEN SAMPAI AKHIR MUSIM

Manchester City dapat pukulan di tengah upayanya mengejar gelar Liga Inggris. Ruben Dias, John Stones, dan Kyle Walker harus mengakhiri musim lebih awal karena cedera. Dias alami masalah otot saat City menang atas Newcastle United. Sementara itu, Kyle Walker mengalami masalah pada pergelangan kaki saat City kalah dari Real Madrid di Liga Champions tengah pekan kemarin. Sedangkan John Stones sudah absen di dua laga terakhir karena cedera hamstring.

INSIGNE SIAPKAN PESTA PERPISAHAN DENGAN PENGGEMAR NAPOLI

Lorenzo Insigne akan bermain di depan pendukung setia Napoli untuk terakhir kalinya pada pekan depan. Kapten Napoli itu akan menyiapkan seremoni perpisahan dengan para pendukung I Partenopei, tepatnya ketika mereka menjamu Genoa di Diego Armando Maradona Stadium. Insigne sendiri musim depan akan berganti kostum Toronto FC.

PIOLI BOCORKAN PIDATO INSPIRATIF IBRA

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, mengatakan pidato inspiratif Zlatan Ibrahimovic, sebelum pertandingan melecut semangat pemain jelang laga kontra Hellas Verona. Ibrahimovic mengatakan sesuatu yang luar biasa: ‘Semua orang mengingat para pemain Milan yang memenangkan Scudetto atau Liga Champions, jadi jika kami ingin diingat, kami memiliki tiga pertandingan untuk melakukannya.’

APESNYA LIONEL MESSI BERSAMA PSG MUSIM INI

Lionel Messi menjadi pemain yang cukup apes di Liga Prancis musim ini. Pemain bertubuh kecil itu menjadi pemain Liga Prancis yang mencatatkan tendangan kena mistar terbanyak di kompetisi tersebut. Menurut catatan Opta, sudah 10 kali upaya dari La Pulga menghantam mistar gawang bersama PSG di musim ini. Jumlah itu tak ada yang bisa menyamainya sejak Opta dibentuk pada musim 2006/07.

BALE TIDAK BISA BERGERAK

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti menegaskan absennya Gareth Bale pada perayaan gelar Liga Spanyol 2021/22 murni karena sang pemain tengah dibekap cedera punggung alih-alih hubungan buruk dengannya dan para pemain. Ancelotti mengatakan Bale tidak berada di dalam bus karena sakit punggung serius yang membuatnya tidak bisa bergerak, apalagi menari dan berpesta dengan anggota tim lainnya.