Beranda blog Halaman 45

Indonesia vs Bahrain: Misi Raih Tiga Poin Hari Raya

Sydney benar-benar jadi neraka bagi Patrick Kluivert. Laga debutnya membesut timnas Garuda 20 Maret lalu diwarnai insiden yang tragis. Lima gol dengan mudah bersarang di gawang milik Maarten Paes. Semua harapan, puja-puji, dan sorak-sorai yang muncul sebelum laga dibuka, seolah sirna begitu saja. Indonesia tergelincir dan disalip Arab Saudi yang selang beberapa jam setelahnya menang atas tim tamu, Tiongkok. 

Namun, pembantaian tak berdarah dari Australia bukanlah akhir perjuangan Indonesia di Grup C. Harapan lolos ke Piala Dunia belumlah pupus, mengingat Rizky Ridho cs masih akan bermain di laga selanjutnya di hadapan puluhan ribu penonton di Gelora Bung Karno. Lawannya adalah Bahrain, negara yang bikin penduduk Sabang sampai Merauke mencak-mencak karena bermain tidak fair saat pertemuan pertama di Oktober 2024. 

Lantas, bagaimana kesiapan Indonesia dan Bahrain menyongsong duel di Jakarta rabu ini? Mari kita bahas. 

Sama-Sama Kalah

Laga menghadapi Australia benar-benar antitesis buat Indonesia. Optimisme yang diangkat tinggi-tinggi jatuh dalam waktu 90 menit saja. Pertahanan Indonesia kocar-kacir dibobol lima gol Jackson Irvine dan kolega. Indonesia sendiri cuma mencetak satu gol hiburan dari Ole Romeny. Kekalahan 5-1 ini tak pelak menyulitkan langkah Indonesia ke babak selanjutnya.

Posisi Tim Garuda digusur Arab Saudi. Musuh yang akan dihadapi selanjutnya adalah Bahrain. Musuh yang sebenarnya tidak terlalu sulit, namun mungkin akan menjadi sulit bagi Patrick Kluivert yang kita lihat hampir sepanjang pertandingan kemarin hanya bengong dan senyum-senyum nggak jelas di pinggir lapangan.

Untungnya, ketika kemarin Indonesia dihajar Australia, di tempat lain Bahrain juga menelan pil pahit. Menghadapi Timnas Jepang yang mengusung misi lolos otomatis, anak asuh Dragan Talajic sebenarnya mampu menahan gempuran. Terbukti di 45 menit pertama tak ada satu pun sepakan dari anak asuh Hajime Moriyasu menjebol gawang Ebrahim Lutfalla. Gol baru tercipta di babak kedua lewat aksi Takefusa Kubo dan Daichi Kamada.

Bahrain memang kembali kalah atas Jepang di kualifikasi, tapi hasil di Saitama setidaknya menunjukkan peningkatan dibanding saat pertemuan pertama kedua tim di Riffa. Kala itu, Jepang terlalu perkasa dan menggunduli Bahrain dengan skor 5-0. Laga yang membuat Dragan Talajic harus melakukan klarifikasi langsung kepada warga Bahrain layaknya youtuber Indonesia yang doyan minta maaf. 

Berbeda dengan Kluivert yang menyesali atas kekalahan timnya, Talajic justru menganggap tumbangnya Bahrain sebagai sebuah pembelajaran baru untuknya. Pria 59 tahun itu akan melakukan analisis penampilan anak didiknya di Jepang guna menyiapkan formulasi baru menghadapi laga ke depan. 

Do’s And Don’ts Jelang Ladeni Bahrain

Sekarang kita menuju persiapan kedua tim jelang bentrokan di Jakarta. Mulai dari Indonesia dulu. Ada dua kabar yang saling mengiringi kepulangan timnas ke tanah air. Kabar baiknya, Indonesia sudah bisa diperkuat oleh dua tenaga yang baru bebas dari hukuman akumulasi kartu. Mereka adalah Justin Hubner dan Ragnar Oratmangoen. Kembalinya mereka, Kluivert bisa punya opsi alternatif lain untuk menyusun starting line up

Kabar buruknya, Indonesia hampir dipastikan kehilangan Mees Hilgers dan Sandy Walsh akibat cedera. Uniknya, bang brewok Walsh yang masuk menggantikan Hilgers di babak kedua juga kena apes ikutan cedera. Dokter Timnas Indonesia, Alfan Nur Asyhar, telah membeberkan kondisi terkini kedua pemain tersebut. 

Terdapat kemungkinan kalau Hilgers dan Walsh akan menjalani pemeriksaan melalui MRI jika dirasa ada gejala lanjutan yang mengkhawatirkan. Diketahui Hilgers ditarik karena masalah pada bagian selangkangan, sedangkan Walsh mengalami benturan keras setelah tertimpa pemain Australia, yang mengakibatkan nyeri di daerah dada bagian depan dan belakang.

Terlepas dari dua kabar tersebut, Kluivert dan Alex Pastoor yang dianggap sebagai otaknya timnas perlu untuk merombak formasi 4-3-3 dengan pertahanan tinggi yang kemarin jadi bulan-bulanan. 

Siapapun yang nantinya dipilih mengisi posisi bek, satu hal yang pasti adalah wajib hukumnya untuk menduetkan Jay Idzes dengan Rizky Ridho. Kekacauan yang disebabkan oleh kurang padunya bang Jay dengan Hilgers tidak boleh terulang jika tidak mau kecolongan. Jadi, Kluivert jangan lagi tutup mata dengan kuatnya chemistry antara Jay dan Ridho yang sudah terbukti kokoh tak tertandingi. 

Kluivert dan Pastoor bisa eksperimen dengan mengkombinasikan taktik 3-1-2 di depannya. Tiga pemain yang berdiri di depan kuartet pertahanan dapat diisi trio Dean James, Profesor Thom Haye atau bisa mencoba Joey Pelupessy, dan Eliano Reijnders. Ole Romeny yang tampil gahar lawan Australia bisa kembali menempati posisi gelandang serang. Sedangkan dua pemain di depan jadi milik Ragnar Oratmangoen yang baru comeback serta Rafael Struick.

Anti Gentar-Gentar Club

Beralih ke pihak musuh. Bahrain yang sudah mendarat di Soekarno-Hatta akan tampil dengan sedikit skuad yang rumpang. Penyebabnya karena salah satu bek kunci mereka, Hamad Al Shamsan, mengalami cedera saat berhadapan dengan Jepang. Shamsan sendiri terpaksa ditarik keluar pada menit ke-82. Mengutip dari Kooora, Shamsan yang merupakan bek kanan andalan timnas Bahrain diragukan bisa turun bermain melawan Indonesia.

Meski begitu, Indonesia tidak boleh bersikap jumawa akan hal ini. Pasalnya, Kluivert dan para asistennya perlu mewaspadai beberapa player to watch yang masih dimiliki Bahrain dan akan bahaya jika sampai diremehkan. Dari sektor belakang, Bahrain punya Waleed Al Khayam dan Amine Bennadi. Waleed memiliki keunggulan duel satu lawan satu yang kuat, sementara Amine Bennadi jago dalam hal pertahanan udara. 

Masuk ke lini tengah, ada nama Ali Madan dan Mohamed Marhoon. Pada pertemuan pertama Oktober 2024, keduanya sering kali tampil merepotkan barisan belakang Indonesia dan pandai dalam urusan counter attack. Bahkan Marhoon mampu menjaringkan dua gol di laga tersebut melalui tendangan bebas dan skema corner kick.

Sementara di bagian penyerangan, Talajic akan menjagokan ujung tombak tajam seperti Ismail Abdullatif, Mahdi Abdul Jabbar dan Mohamed Al Romaihi. Trio ini bisa menjadi momok bagi deretan bek timnas apabila tidak dikawal dengan baik. Ismail bahkan adalah top skor Bahrain sejauh ini dengan torehan 48 gol. 

Jelang menghadapi skuad Garuda, Dragan Talajic mengirimkan psywar dengan mengatakan bahwa ia akan menjadikan laga kontra Indonesia sebagai pelampiasan usai kalah dari Jepang. Talajic juga meyakini dengan faktor rasa kepercayaan diri yang tinggi, timnya bisa membungkam seisi Gelora Bung Karno.  

Jauh sebelum mendekati hari pertandingan, pelatih yang menangani Bahrain sejak Februari 2024 ini mengaku sudah memantau perkembangan terbaru seputar timnas Indonesia, termasuk dengan datang tiga pemain keturunan. Namun, ia merasa tak takut sama sekali dengan kekuatan Indonesia jika Kluivert menurunkan pemain keturunan tersebut. 

Mohamed Marhoon juga ikut-ikutan bersuara jelang laga. Pemain milik klub Kuwait SC ini mengatakan kalau ia dan segenap tim Bahrain akan tampil fokus sepanjang 90 menit guna mencuri poin. Marhoon juga tak gentar dengan dukungan suporter timnas Indonesia yang dikenal fanatik dan dikabarkan siap meneror dengan koreo dan chants dari kursi tribun. 

Apapun itu, yang pasti Gelora Bung Karno dipastikan akan full house oleh lautan Merah-Putih. Dengan dukungan masif dari 60 ribu suporter, sudah sepantasnya kalau timnas Indonesia memberikan THR pada masyarakat. THR yang mimin maksud di sini adalah Tiga Poin Hari Raya mengingat laga ini hanya terpaut lima hari sebelum lebaran. 

Jadi, sambil kita semua mendukung aksi jagoan lapangan baik dari stadion maupun dari mana saja, mimin sarankan untuk dibarengi dengan doa yang terbaik untuk timnas mumpung sekarang masuk 10 hari terakhir Ramadan. Jika football lovers sudah melakukannya, maka tinggal serahkan pada Yang Maha Kuasa. Work hard, pray hard, and leave the rest to God

Berita Bola Terbaru 23 Maret 2025 – Starting Eleven News

0

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup I, Norwegia menang telak atas Moldova dengan skor 5-0. Gol dicetak bergantian oleh Julian Ryerson, Erling Haaland, Thelo Aasgaard, Alexander Sørloth, Aaron Dønnum. Dengan hasil ini, Norwegia memuncaki Grup I. Sedangkan Moldova berada di dasar klasemen.

Dari Grup J, ada Wales yang menang 3-1 dari Kazakhstan. Gol Wales dicetak oleh Daniel James, Ben Davies, dan Rabbi Matando. Sedangkan satu gol dari Kazakhstan lahir dari aksi sepakan penalti Askhat Tagybergen. Dengan hasil ini, Wales naik ke urutan kedua klasemen sementara di bawah Makedonia Utara.

Sementara dari Zona Afrika, ada Senegal yang justru ditahan imbang Sudah dengan skor 0-0. Dengan begini, Sadio Mane cs masih tertahan di urutan ketiga klasemen sementara Grup B. Mereka baru mengumpulkan sembilan poin, selisih dua poin dari Sudan yang dengan mengejutkan justru memuncaki klasemen.

Di laga uji coba biasa, ada Swedia yang menelan kekalahan dari Luxembourg dengan skor 1-0. Meski memiliki banyak striker papan atas, Swedia kesulitan untuk menembus pertahanan Luxembourg. Alih-alih menang, mereka justru kalah melalui gol Seid Korac menit 23.

RESPON RONALDO SOAL HOJLUND YANG TIRU SELEBRASINYA

Masih seputar berita internasional, ada Cristiano Ronaldo yang memberikan respon terhadap Rasmus Hojlund yang meniru selebrasinya beberapa hari lalu. Dilansir Metro, Ronaldo cukup kalem menyikapi momen ini. Ia merasa bahwa tindakan yang dilakukan Hojlund bukan sesuatu yang menunjukan rasa tidak hormat kepadanya. Ronaldo justru memaklumi. Apalagi, yang dilakukan Hojlund bukan bermaksud mengejek, itu bentuk kekaguman Hojlund pada sang mega bintang.

KOEMAN SPILL TAKTIK UNTUK HENTIKAN YAMAL

Jelang pertemuan leg kedua perempat final Nations League melawan Spanyol, pelatih Belanda, Ronald Koeman beberkan taktik jitu untuk meredam kehebatan Lamine Yamal. Dilansir Football Espana, Koeman akan memberikan instruksi khusus kepada bek kirinya nanti. Ia mengatakan bahwa timnya percaya bisa menekan Yamal. Tapi, ia juga mengakui bahwa menghentikan Yamal jadi PR yang sulit. Mengingat pemain Barcelona itu memiliki kecerdasan untuk membuka ruang dan menciptakan permainan di sekitarnya. 

LEGENDA LIVERPOOL MENANG ATAS LEGENDA CHELSEA

Bergeser ke Liga Inggris, ada pertandingan amal yang mempertemukan Liverpool Legend dan Chelsea Legend. Dilansir Sky Sport, meski ini jadi pertandingan khusus bapak-bapak, laga tetap berjalan seru. Liverpool keluar sebagai pemenang setelah menundukan Chelsea dengan dua gol tanpa balas. Menariknya, yang mencetak dua gol tersebut adalah Peter Crouch. Tak lupa, ia menampilkan selebrasi robot yang ikonik itu di hadapan penonton yang hadir di stadion.

MUDRYK BAKAL NYUSUL ANTONY KE LA LIGA

Dari London, ada Chelsea yang sedang mencari jalan keluar untuk menyelamatkan karir Mikhaylo Mudryk. Saat ini, pemain asal Ukraina itu sedang menghadapi masa-masa sulit setelah gagal menjalani tes doping Desember lalu. Dilansir Sport, Chelsea ingin meminjamkan Mudryk ke klub lain untuk menjaga kondisinya. Ada kabar bahwa klub La Liga, Sevilla ingin menampungnya. Mereka bersedia memakai jasa Mudryk sebagai pemain pinjaman. Jika ide ini terwujud, maka Mudryk akan kembali bersaing dengan GOAT yang lain, Antony.

TAK ADA TEMPAT LAGI UNTUK RASHFORD DI MU

Masih dari Inggris, ada Manchester United yang kabarnya sudah menutup pintu untuk Marcus Rashford. Dilansir Goal, Ruben Amorim tak mau memberi pemain yang sedang dipinjamkan ke Aston Villa itu harapan. Ruben merekomendasikan kepada klub untuk melepasnya saja. Pihak United pun kabarnya setuju dengan ide itu, mengingat Rashy adalah pemain dengan gaji tinggi di klub. Menurut laporan, United mematok 60 juta pound untuk siapapun peminat Rashford.

MOTTA SEGERA DIPECAT, JUVE TUNJUK TUDOR

Dari Inggris, kita ke Italia untuk membahas masa depan pelatih Juventus, Thiago Motta. Sempat tersiar bahwa Zinedine Zidane yang akan menggantikannya, kini Football Italia justur mengabarkan bahwa Igor Tudor lah kandidat paling masuk akal untuk saat ini. Kabarnya, Juventus menghubungi Igor dan Roberto Mancini. Semuanya diseleksi dan dinego. Namun, Igor jadi pihak yang bersedia menandatangani kontrak jangka pendek hingga akhir musim ini. Faktor sebagai mantan pemain Juve pun jadi nilai plus dari Igor Tudor.

MILAN DAPAT SPONSOR BARU

Sementara dari AC Milan, Football Italia mengabarkan bahwa klub telah menerima suntikan dana segar dari sponsor baru. Menurut laporan yang sama, Milan akan segera menandatangani kontrak baru berjangka panjang dengan pihak sponsor, Emirates. Kesepakatan ini kabarnya tercapai usai CEO Giorgio Furlani baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan pihak sponsor di Dubai. Kabarnya, Furlani menyepakati kontrak baru yang akan membuat Emirates menyuntikan dana segar sebesar 100 juta euro yang akan dibagi dalam lima tahun kedepan.

MADRID INCAR VITINHA

Italia sudah, kini kita membahas sepakbola Spanyol. Real Madrid kabarnya sudah mengidentifikasi dua gelandang baru untuk bursa transfer musim panas mendatang. Selain Martin Zubimendi, nama Vitinha dari PSG pun masuk dalam daftar. Dilansir Football Espana, Vitinha dinilai memiliki kreativitas yang sedang dicari oleh Madrid. Ia bisa jadi penambal lubang yang ditinggalkan oleh Toni Kroos. Namun, pihak Madrid percaya bahwa menggoda Vitinha bukan suatu hal yang gampang. PSG pasti akan mati-matian mempertahankannya.

NASIB OLMO DI BARCA SEGERA DIPUTUSKAN

Semenyara dari sang rival Barcelona, nasib Dani Olmo akan segera ditentukan pekan ini. Dilansir Football Espana, Barcelona diizinkan untuk mendaftarkan nama Dani Olmo di skuad mereka untuk sementara. Setidaknya, sampai Dewan Olahraga Tinggi, atau CSD selesai meninjau perkara ini dan mengambil keputusan. Dan sekarang, presiden Dewan Olahraga Tinggi, Jose Manuel Rodríguez Uribes, telah mengonfirmasi bahwa keputusan akhir akan segera dibuat. Paling cepat minggu ini dan paling lambat adalah tanggal 7 April mendatang. Jika keputusannya “tidak”, maka Olmo bisa hengkang secara gratis dari Barca.

NEUER ALAMI KENDALA DALAM PEMULIHAN CEDERA

Mampir ke Jerman, legenda hidup Bayern Munchen, Manuel Neuer kabarnya mengalami kendala dalam proses pemulihan cedera. Dilansir situs resmi Bundesliga, awalnya cedera betis yang dialami Neuer dianggap tidak terlalu parah. Namun, baru-baru ini Munchen mengabarkan kalau Neuer cukup kesulitan untuk mengembalikan kondisi otot pahanya. Yang mana, itu akan membuat kapten Bayern Munchen itu absen lebih lama dari perkiraan awal. Mungkin faktor usia mempengaruhi ya Bang Neuer?

KAKI RIBERY TERNYATA HAMPIR DIAMPUTASI

Masih berhubungan dengan Bayern Munchen, ada mantan pemain, yakni Franck Ribery yang menceritakan duka di menit-menit akhir karirnya sebagai pesepakbola profesional. Mengutip dari Goal, kepada L’Equipe, Ribery menceritakan bagaimana struggle-nya berjuang dengan cedera lutut yang dialaminya. Bahkan, di musim terakhirnya bersama Salernitana, Ribery hampir kehilangan kakinya lantaran operasi lutut yang dilakukan secara terus menerus. Operasi yang dilakukan secara berkala itu memunculkan infeksi yang bisa menggerogoti daging kakinya. Jika tidak ditangani dengan tepat, amputasi kaki jadi satu-satunya jalan. Namun, syukurnya hal itu tidak terjadi padanya. 

HILGERS DIPULANGKAN KE BELANDA!

Sudah berkeliling Eropa, kita kembali ke Tanah Air untuk melihat persiapan Timnas Indonesia jelang menghadapi Bahrain. Dilansir Goal, Mees Hilgers dipastikan absen melawan Bahrain karena harus menjalani perawatan lebih lanjut. Oleh karena itu, Hilgers dipersilahkan untuk pulang ke Belanda untuk menjalani pemeriksaan di klubnya, FC Twente. Sedangkan menurut CNN Indonesia, kondisi ini menimbulkan pertanyaan, siapa yang akan menggantikannya. Karena Sandy Walsh juga cedera, kabarnya Rizky Ridho akan kembali diduetkan dengan Jay Idzes di laga melawan Bahrain nanti.

LONJAKAN RANKING FIFA JIKA INDONESIA MENANG LAWAN BAHRAIN

Masih soal Indonesia, CNN Indonesia melaporkan bahwa ranking FIFA Skuad Garuda bisa melonjak jika mengalahkan Bahrain nanti. Menurut laporan, jika mampu mengalahkan Bahrain, tim asuhan Patrick Kluivert berpeluang meraup poin ranking FIFA yang sangat besar. Ketika menang, Timnas Indonesia akan mendapatkan poin ranking FIFA hingga 16,57. Itu berarti, jumlah poin Indonesia yang awalnya 1133,41 menjadi 1149,98. Dengan poin segitu, Indonesia akan melesat ke urutan 122 dunia. Menyalip lima negara termasuk India, Niger, dan Estonia.

NWANERI BAKAL DITAWARI KONTRAK BARU OLEH ARSENAL

Daily Mail melaporkan bahwa Mikel Arteta terkesan dengan performa pemain muda Arsenal, Ethan Nwaneri musim ini. Oleh karena itu, Arteta meminta klub untuk memberikan apresiasi berupa kontrak jangka panjang. Menurut laporan, pihak klub setuju dengan rekomendasi Arteta. Mereka akan mempertimbangkan untuk memperpanjang kontrak Nwaneri dalam waktu dekat. Kontrak barunya nanti kabarnya akan berdurasi lima tahun. Negosiasi dengan pihak Nwaneri pun sedang berjalan.

SPURS HARUS BAYAR SEGINI UNTUK AIT-NOURI

Masih dari London, ada Tottenham Hotspur yang kabarnya serius untuk menggaet bek kiri Wolves, Rayan Ait-Nouri. Keseriusan ini pun sudah diungkapkan ke pihak Wolves. Dilansir Football Insider, Wolves tidak menutup pintu untuk Spurs. Namun, mereka mematok harga yang cukup tinggi untuk pemain asal Aljazair itu. Menurut laporan, Wolves meminta setidaknya 40 juta pound jika Spurs berniat memboyongnya. Itu angka yang sepadan, mengingat Rayan merupakan pilar penting di skuad Wolves saat ini.

BONUS BESAR MENANTI EDDIE HOWE JIKA LOLOS UCL

Eddie Howe kabarnya akan mendapat bonus besar dari klub musim ini. Namun, bonus itu akan cair bukan karena gelar juara Carabao Cup, melainkan dengan syarat tertentu. Dilansir The Telegraph, bonus sebesar 3 juta pound itu akan jadi milik Eddie jika mampu membawa Newcastle United finis di urutan empat besar musim ini. The Magpies saat ini berada di urutan keenam dengan mengoleksi 47 poin. Itu selisih dua poin dengan Chelsea yang berada di urutan keempat. Target ini masih masuk akal karena Newcastle masih menyimpan satu laga. Tugas Eddie adalah terus menjaga performa Newcastle agar terus stabil.

ASTON VILLA HINGGA MANCHESTER UNITED SIAP TAMPUNG FERRAN

Masih dari Liga Inggris, ada klub-klub Inggris yang kabarnya siap menampung pemain Barcelona, Ferran Torres. Seperti yang diwartakan oleh Fichajes, Barcelona kabarnya akan melepas Torres di akhir musim nanti. Meski tak begitu nyetel di Barca, Ferran tak sepi peminat. Menurut laporan, Aston Villa, Liverpool, dan Manchester United tertarik untuk mendatangkannya. Dari ketiga tim itu, Villa jadi yang terdepan untuk mendapatkan Ferran. Mereka sudah mengirimkan tim scouting untuk memantau sang pemain di Barcelona.

TERNYATA, BARCA SEMPAT MENGINCAR BERGVALL

Ngomong-ngomong soal Barcelona, Football Espana baru saja mengungkap fakta menarik tentang rumor transfer klub Catalan tersebut. Menurut laporan, Barca ternyata pada Februari 2024 sempat bersaing dengan Spurs untuk menggaet Lucas Bergvall. Itu diungkapkan oleh Bosse Andersson selaku direktur olahraga klub lama Bergvall, Djurgardens. Ia mengatakan Bergvall dinilai sebagai pemain berbakat oleh Barca. Maka dari itu, klub asal Catalan itu merasa cukup kecewa saat Bergvall justru memilih Spurs.

ATLETICO ALAMI KENDALA SAAT DEKATI BAENA

Masih dari La Liga, ada Atletico Madrid yang kabarnya akan mendapat kendala untuk menggaet bintang Villarreal, Alex Baena. Dilansir Football Espana, itu karena Atletico akan mendapat banyak pesaing. Sejauh ini, Atletico jadi yang terdepan untuk mendatangkan Baena dengan mahar 60 juta euro. Namun, menurut laporan, beberapa klub Liga Inggris juga sudah menghubungi Villarreal. Jika tawaran dari mereka lebih menarik, bisa saja The Yellow Submarine lebih memilih untuk melepasnya ke Inggris.

PEMAIN KETURUNAN INDONESIA PERPANJANG KONTRAK DI AJAX

Masih dari Eropa, tapi kali ini membahas pemain keturunan Indonesia. Tristan Gooijer dikabarkan baru saja teken kontrak baru dengan klubnya, Ajax Amsterdam. Mengutip website resmi Ajax, bek berusia 20 tahun itu telah menandatangani kontrak baru yang berdurasi hingga Juni 2029. Ini cukup mengejutkan, mengingat Tristan sedang dalam kondisi cedera yang cukup parah. Menurut pernyataan Direktur Teknik Ajax, Alex Kroes, perpanjangan kontrak ini jadi salah satu bentuk komitmen Ajax terhadap talenta yang dimiliki Tristan. Dengan begini, ia juga bisa fokus pada pemulihan cederanya.

DIHAJAR AUSTRALIA, KLUIVERT GANTI FORMASI?

Kembali ke Indonesia, muncul pertanyaan tentang persiapan Skuad Garuda jelang menghadapi Bahrain. Dengan hasil yang buruk di Australia, apakah Patrick Kluivert akan mengganti skema bermainnya? Dikutip dari CNN Indonesia, dengan kegagalan skema tiga bek dan garis pertahanan tinggi yang gagal saat menghadapi Australia, Timnas Indonesia berpeluang membuat perubahan saat melawan Bahrain. Isunya, Patrick akan kembali ke skema andalannya, yakni empat bek. Namun, masih belum bisa dipastikan siapa yang akan dimainkan di posisi bek nanti. Rizky Ridho kemungkinan akan masuk menggantikan Mees Hilgers yang kemarin cedera.

PENAMPAKAN KONDISI RUMPUT GBK JELANG LAGA VS BAHRAIN

Stadion Gelora Bung Karno akan dipakai Timnas Indonesia untuk melawan Bahrain. Dan baru-baru ini akun Instagram Gelora Bung Karno, @love_gbk mengunggah penampakan lapangan dan rumput stadion. Dilansir Bola.com, menurut foto yang diunggah, rumput GBK terlihat lebih segar dan menjanjikan. Minim tambalan dan rumput yang menguning. Ini disebabkan karena Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) kembali menyerahkan pemugaran lapangan kepada vendor lama, Lestarindo Soccerfield.

KIPER CHINA MULAI SESUMBAR LIHAT KONDISI INDONESIA

Melihat kondisi Indonesia yang belum stabil, kiper Timnas China pun sesumbar. China memang menjadi calon lawan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 kali ini. Mereka akan bertandang ke Indonesia pada Juni mendatang. Dilansir Superball, usai laga China melawan Arab Saudi, kiper Tiongkok, yakni Wang Dalei optimistis dengan peluang timnya di babak kualifikasi usai melihat Timnas Indonesia dan Bahrain menelan kekalahan di pekan yang sama. Ia yakin bahwa China bisa mencuri poin di GBK nanti.

Berita Bola Terbaru 22 Maret 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Inggris berhasil meraih kemenangan atas Albania dengan skor 2-0. Gol The Three Lions dicetak oleh Myles Lewis-Skelly menit 20 dan Harry Kane menit 77. Kemenangan ini membuat Inggris memuncaki klasemen sementara Grup K. Ini juga jadi kemenangan perdana bagi Thomas Tuchel, selaku pelatih baru Inggris.

Di laga lain, ada dari Grup G di mana Polandia menang 1-0 atas Lithuania. Gol Robert Lewandowski jadi satu-satunya yang tercipta di laga ini. Kemenangan ini membawa Polandia naik ke urutan kedua klasemen sementara Grup G.

Sementara dari lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL, ada Argentina yang menundukan Uruguay dengan skor tipis, 1-0. Sempat tanpa gol di babak pertama, Thiago Almada jadi pemecah kebuntuan di menit 68. Sayangnya, kemenangan ini harus dinodai dengan kartu merahnya Nicolas Gonzalez di akhir pertandingan.

INGGRIS MENANG, GORDON CEDERA

Masih seputar jeda internasional, kemenangan Inggris atas Albania tampaknya harus dibayar mahal. Salah satu pemain yang sedang naik daun, yakni Anthony Gordon harus ditarik keluar lantaran cedera. Dilansir The Athletic, Gordon dilaporkan mengalami cedera pinggul dan harus ditarik keluar pada menit ke-74. Menurut penuturan Thomas Tuchel, cedera yang dialami Gordon terlihat cukup mengkhawatirkan. Ia akan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu agar tim dokter Inggris bisa mengeluarkan diagnosa separah apa cederanya.

PROYEK PIALA DUNIA 2034 DI ARAB SAUDI SUDAH MAKAN KORBAN

Masih dari kabar internasional, meski Piala Dunia 2034 masih lama, namun proyek pembangunan stadion baru di Arab Saudi sudah dimulai. Dilansir The Guardian, proyek persiapan itu bahkan sudah memakan korban jiwa. Seorang pekerja migran dari Pakistan meninggal saat bekerja di stadion baru yang sedang dibangun. Muhammad Arshad terjatuh dari lantai atas hingga tewas selama pembangunan Stadion Aramco di kota timur Al Khobar. Ini jadi kematian pekerja migran pertama di proyek persiapan Piala Dunia 2034.

UNITED INCAR BINTANG DORTMUND

Beralih ke berita klub, ada Manchester United yang kabarnya telah menunjukan ketertarikan kepada bintang muda Borussia Dortmund, Felix Nmecha. Dilansir Mirror, Ruben Amorim jadi penggemar utama dari gelandang berusia 24 tahun itu. Kabarnya, Dortmund akan menjual beberapa pemain pilarnya di akhir musim nanti jika gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Dan Nmecha jadi salah satu nama yang akan dilepas. United pun akan mempersiapkan strategi untuk jadi yang terdepan mengamankan tanda tangannya. 

GIGGS RAGU STADION BARU MU BISA TEREALISASI

Masih soal Manchester United, rencana klub yang akan segera membangun stadion baru telah memancing beberapa pihak untuk berkomentar. Salah satunya dari mantan pemain, Ryan Giggs. Legenda hidup Manchester United itu justru skeptis dengan proyek yang dicanangkan oleh INEOS ini. Seperti yang diwartakan The Sun, Giggs ragu bahwa proyek ini benar-benar akan terealisasi. Menurutnya, jika benar dibangun, stadionnya tidak akan sama persis dengan desain yang dipublikasikan. Pasti, ada beberapa penyesuaian dengan struktur kota.

EVERTON DAN LEICESTER DITUDUH LANGGAR PERATURAN PREMIER LEAGUE

Masih dari Liga Inggris, Everton dan Leicester City dikabarkan mendapat tuduhan dari badan anti perjudian telah melanggar peraturan yang sudah ditetapkan Premier League sebelumnya. Dilansir The Athletic, Liga Inggris sudah melarang klub Inggris untuk mempromosikan dan bekerjasama dalam bentuk apa pun dengan perusahaan judi online. Namun, Everton dan Leicester kabarnya telah melanggar aturan itu. Kedua klub itu kabarnya masih memajang logo salah satu perusahaan di jersey mereka. Jelas, itu sebuah pelanggaran, karena itu sama saja mempromosikan. Namun, belum jelas apa hukuman yang bisa didapat oleh kedua klub tersebut.

CUBARSI CEDERA DAN DIKEMBALIKAN KE BARCA

Bergeser ke Spanyol, ada kabar buruk dari pemain muda Barcelona Pau Cubarsi. Bek Spanyol itu mengalami cedera pergelangan kaki saat bermain imbang 2-2 melawan Belanda. Melansir ESPN, pelatih Timnas Spanyol, Luis De La Fuente pun mempersilakan sang pemain untuk kembali ke Barcelona. Itu karena cederanya dirasa bisa berpotensi lebih parah dari apa yang muncul dalam pemeriksaan awal. Jika dipulangkan ke Barca, maka klub bisa lebih fokus untuk menangani cederanya.

RUDIGER MASUK RADAR AL-NASSR

Masih dari Spanyol, ada berita dari 90min yang menyebutkan kalau Al-Nassr sedang berburu bek baru di pasar sepakbola Eropa. Setelah muncul nama Gabriel Magalhaes, kini Al-Nassr kabarnya telah memasukan nama Antonio Rudiger sebagai target selanjutnya. Menurut laporan, Al-Nassr merasa ini jadi waktu yang tepat, mengingat usia Rudiger sudah 32 tahun. Namun, sang pemain kabarnya tidak begitu memperdulikan ketertarikan dari klub Arab Saudi itu. Bek tengah Real Madrid itu menegaskan bahwa ia tidak berniat meninggalkan klub dalam waktu dekat.

FALKENBERG, CALON DIREKTUR OLAHRAGA MILAN

Spanyol sudah, kini kita bergeser ke Italia untuk membahas kandidat baru untuk Direktur Olahraga AC Milan. Setelah beberapa nama telah bermunculan, kini muncul lagi nama baru untuk mengisi jabatan tersebut. Dia adalah Kim Falkenberg. Dilansir Football Italia, dirinya kini masih menjabat sebagai direktur sepakbola di Bayer Leverkusen. Dia jadi salah satu sosok penting dibalik kesuksesan Bayer Leverkusen musim lalu. Dan kini, Falkenberg kabarnya akan mengadakan pembicaraan dengan CEO Milan, Giorgio Furlani minggu depan. 

ZIDANE JADI OPSI PENGGANTI MOTTA DI JUVE

Jika AC Milan mencari kandidat direktur olahraga, maka Juventus kabarnya mulai mencari calon pelatih baru untuk menggantikan Thiago Motta. Dilansir Gazzetta.it, ada satu nama menarik yang diminati oleh Juventus. Dia adalah Zinedine Zidane. Namanya muncul sebagai “kandidat impian” di kalangan direksi klub. Namun, belum ada komunikasi apa pun dengan pria keturunan Aljazair itu. Selain Zidane, La Vecchia Signora kabarnya juga memasukan nama Roberto Mancini dan Igor Tudor sebagai opsi.

FABREGAS KETEMU ANCELOTTI, ADA APA?

Masih dari Italia, pelatih FC Como, Cesc Fabregas dikabarkan telah mengadakan pertemuan khusus dengan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti. Namun, dalam rangka apa pertemuan tersebut? Football Italia mengabarkan bahwa topik utama dari pertemuan ini adalah membahas Nico Paz. Fabregas ingin mendengar apa rencana Madrid untuk Nico. Sebab, Madrid dikabarkan tertarik untuk mengaktifkan klausul buy back di akhir musim. Fabregas bernegosiasi dengan Ancelotti agar mau mengundur rencana tersebut. Ia ingin Nico Paz bermain untuk Como setidaknya satu tahun lagi. Dan Ancelotti pun kabarnya sepakat untuk opsi ini.

FC LEON DICORET DARI PIALA DUNIA ANTARKLUB 2025

Mampir ke Meksiko sebentar, ada FC Leon yang dicoret dari daftar peserta kompetisi Piala Dunia Antarklub 2025. Dilansir BBC, klub Meksiko yang kini dibela oleh James Rodriguez itu telah dikeluarkan FIFA dari turnamen setelah gagal memenuhi peraturan turnamen mengenai kepemilikan multi-klub. FC Leon ternyata berada dalam kepemilikan yang sama dengan kontestan lain, Pachucha. Kedua klub tersebut dimiliki oleh Grupo Pachuca. FIFA melarang adanya dua klub dalam kepemilikan yang sama di turnamen ini. FIFA pun mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengganti Leon akan diumumkan segera.

BAHRAIN ALAMI KRISIS BEK JELANG LAWAN INDONESIA

Dari Meksiko, kita kembali ke Indonesia untuk mengintip persiapan calon lawan Indonesia, Bahrain. Dilansir Bola,com, Bahrain tampaknya menghadapi sejumlah tantangan yang besar menjelang duel melawan Timnas Indonesia. Sebab, mereka harus kehilangan sejumlah pemain pemain bertahan. Yang pertama ada Amin Benadi. Bek tengah berusia 31 tahun itu harus menepi karena sanksi akumulasi kartu. Selain itu, ada juga Hamad Al-Shamsan yang terancam absen karena mengalami cedera. Celah ini bisa saja dimanfaatkan oleh Marselino Ferdinan cs.

INFLUENCER DILARANG GANGGU PEMAIN INDONESIA LAGI

Manajer Timnas Indonesia, Sumardji dengan tegas melarang kehadiran para influencer yang berpotensi mengganggu konsentrasi pemain jelang lawan Bahrain. Dilansir CNN Indonesia, Sebelumnya, sekelompok influencer yang didukung sponsor melakukan wawancara ke dalam hotel di Australia. Mereka juga mengambil video wawancara di area penginapan pemain. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Sumardji menerapkan pengamanan lebih ketat di sekitar penginapan pemain Indonesia. “Kita sudah menerapkan standar keamanan yang sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, di masing-masing depan lift kita sudah siapkan keamanan dan masing-masing lantai pemain kita siapkan pengaman. Termasuk di lobi juga kita siapkan pengamanan,” kata Sumardji

OVERCONFIDENCE JADI BUMERANG BELANDA 

Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman mengakui bahwa overconfidence jadi bumerang bagi timnya. Melansir dari Bolasport, Koeman, kecewa timnya hanya memetik hasil imbang dengan Timnas Spanyol di leg pertama perempat final UEFA Nations League di Rotterdam. Sejak awal laga, Belanda merasa di atas angin dengan unggul segalanya atas tim tamu, sebelum akhirnya musibah datang. Konsentrasi langsung buyar usai Jorrel Hato diganjar kartu merah. 

ROBERTO MARTINEZ AKUI PERMAINAN TERBURUK PORTUGAL

Roberto Martinez mengakui bahwa timnya bermain buruk saat dikalahkan Denmark. Mengutip dari Bolasport, Usai pertandingan, pria asal Spanyol ini tak ragu menyebut laga tandang ke Kopenhagen sebagai permainan terburuk timnya. Portugal tercatat hanya memproduksi 8 tembakan yang 2 di antaranya menuju tepat sasaran. Adapun tuan rumah, Denmark menghasilkan 23 tembakan dengan 9 tepat sasaran di sepanjang 90 menit pertandingan.

ITALIA TAMBAH LAGI CATATAN REKOR BURUK

Beralih ke Timnas Italia, kekalahan atas Jerman menambah lagi catatan rekor buruk bagi Gli Azzurri. Melansir dari Bola.net, Kekalahan dari Jerman di kandang sendiri kali ini menjadi yang pertama bagi Italia sejak 1986. Selain itu, kekalahan atas juara dunia empat kali itu semakin menambah daftar catatan negatif Italia di Nations League. Sebelumnya, mereka juga kalah dari Prancis dengan skor 1-3 di ajang tersebut. Ini jadi kekalahan beruntun pertama Italia sejak era Cesare Prandelli di Piala Dunia 2014.

DESCHAMPS JANJI AKAN MATI-MATIAN DI LEG KEDUA

Dari Timnas Prancis, pelatih Didier Deschamps berjanji kepada fans akan mati-matian di leg kedua. Mengutip dari BeinSports, Deschamps yakin Prancis dapat membalikkan keadaan di perempat final Nations League melawan Kroasia setelah kalah 2-0 di leg pertama. Mantan pemain Marseille ini akan melakukan segalanya untuk membalikkan keadaan dengan taktik yang ia punya demi mempertahankan asa Prancis. 

JEPANG SEGEL TIKET TANPA VERSI TERBAIK

Sekarang kita beralih ke Asia. Timnas Jepang berhasil menyegel tiket Piala Dunia 2026 tanpa versi terbaik skuad mereka. Melansir dari Bolasports, Samurai Blue melakukan pencapaian impresif ini dengan kondisi tim yang masih memiliki banyak kekurangan.  Hal itu disampaikan oleh Kaoru Mitoma yang mengamini kalau performa timnya dirasa belum ideal, meskipun sudah memastikan lolos kualifikasi. 

JEPANG TAK NGOTOT SAAT MELAWAN INDONESIA

Masih dari Jepang, lolosnya mereka dari kualifikasi membuat Hajime Moriyasu diprediksi tak turunkan pemain bintang saat lawan Indonesia. Mengutip dari CNN Indonesia, Pelatih yang sudah menangani Jepang sejak 2018 itu menyatakan bakal tetap bermain serius dalam tiga laga sisa, namun ia tak menutup kemungkinan untuk menurunkan pemain muda demi kelanjutan masa depan tim. Jadi bisa saja Jepang main tak begitu ngotot saat melawan Indonesia Juni nanti. 

PEMAIN THAILAND RAMAI-RAMAI MENGUNDURKAN DIRI

Dari Timnas Thailand, dikabarkan para punggawa tim Gajah Putih ramai-ramai mengundurkan diri dari tim. Mengutip dari DetikSports, para pemain Thailand ada yang mundur dan tidak mau memperkuat timnasnya pada agenda FIFA Matchday bulan ini. Pelatih Masatada Ishii membenarkan hal tersebut jelang pertandingan persahabatan kontra Afghanistan dan melawan Sri Lanka dalam ronde ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027. 

INDONESIA BEBAS AKUMULASI KARTU LAWAN BAHRAIN

Kita menuju Timnas Indonesia. Saat laga kandang kontra Bahrain, beberapa pemain sudah bebas dari akumulasi kartu. Mengutip dari CNN Indonesia, tidak ada pemain Timnas Indonesia yang bakal absen lawan Bahrain akibat akumulasi kartu. Pemain yang sebelumnya absen karena menerima hukuman akumulasi adalah Justin Hubner dan Ragnar Oratmangoen. Dengan begini, kedua pemain telah memenuhi syarat untuk membantu Skuad Garuda meraih tiga poin di GBK.

DRAGAN TALAJIC DOAKAN YANG BURUK UNTUK INDONESIA

Sementara dari Timnas Bahrain, Dragan Talajic mendoakan hal yang buruk bagi timnas Garuda. Melansir dari Bolasport, Talajic mendoakan agar Timnas Indonesia juga menelan kekalahan dari Jepang nantinya. Pria asal Bosnia-Herzegovina itu mengatakan demikian karena ia ingin timnya bisa melaju mulus dan masih ada peluang menuju piala dunia.

STRIKER BAHRAIN TAK GENTAR TEKANAN ATMOSFER GBK

Masih seputar Timnas Bahrain, salah satu pemainnya, yakni Mohamed Marhoon, menegaskan, timnya tidak gentar menghadapi tekanan atmosfer di GBK. Mengutip dari Indozone, ia yakin Bahrain akan menghadapi Timnas Indonesia di Jakarta dengan mental baja dan kepercayaan diri tinggi. Marhoon juga siap berjuang hingga titik darah penghabisan. Dan menegaskan bahwa Bahrain tidak takut menghadapi siapapun, termasuk tekanan suporter fanatik Timnas Indonesia. 

Semua Karena Pemain Ini! FIFA Terpaksa Ubah Aturan

0

Terkadang, perubahan besar dalam dunia sepak bola datang dari hal-hal kecil yang tidak terduga. Salah satunya terjadi berkat aksi seorang pemain. Aksi para pemain ini ternyata mengubah pandangan FIFA terhadap aturan yang sudah lama diterapkan. 

Gara-gara para pemain ini, FIFA akhirnya memutuskan untuk melakukan perubahan yang cukup signifikan dalam aturan permainan. Aturan ini tentu mempengaruhi cara tim berlaga di lapangan. Siapa saja pemain ini dan bagaimana pemain ini bisa mengubah aturan yang sudah berlangsung bertahun-tahun tersebut?

Namun, sebelum itu kamu bisa klik tombol subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi terlebih dahulu agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven.

Emiliano Martinez

Yang pertama ada Emiliano Martinez. Kiper asal Argentina ini seketika menjadi bintang di Piala Dunia Qatar 2022. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa Argentina mungkin tidak akan memenangkan turnamen paling bergengsi tersebut tanpa kiper Aston Villa ini. 

Laga final Piala Dunia 2022 yang mempertemukan Argentina melawan Prancis ini berlangsung sangat dramatis. Waktu 120 menit pun tak cukup bagi kedua negara ini untuk membuktikan siapa yang lebih hebat. Penyelamatan krusial Martinez terhadap sepakan Randal Kolo Muani di detik-detik terakhir membuat Argentina tetap dalam persaingan dan memaksa pertandingan harus berlanjut ke babak adu penalti.

Lewat babak adu penalti ini, Messi dan kawan-kawan sukses membabat habis skuad Prancis yang dikomandoi oleh Mbappe. Kiper Argentina, Emiliano Martinez menjadi bintang, dengan menepis tendangan dari Kingsley Coman dan punggawa Real Madrid, Aurelien Tchouameni.

Seperti yang sudah diduga, Martinez membuat mental para pengambil penalti Prancis goyah. Kiper Aston Villa ini melakukan segala cara yang dapat ia lakukan untuk membuat lawan-lawannya terpecah konsentrasinya. Ia membuang bola dan mencoba mengecoh para pengambil penalti Prancis dengan komentar-komentar seperti “Saya melihatmu!”.

Tak hanya itu, Martinez juga berselebrasi dengan liar setiap kali ia berhasil melakukan penyelamatan. Hal ini mendorong Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) membuat aturan baru bernama ‘anti-Emi Martinez’. Aturan ini memastikan bahwa penjaga gawang tidak boleh mengalihkan perhatian pengambil penalti ataupun menyentuh tiang gawang. Aturan baru tersebut mulai berlaku pada awal musim 2023-24.

Frank Lampard

Selanjutnya, ada gol hantu Frank Lampard ketika melawan Jerman di Piala Dunia 2010. Gol kontroversi Lampard ini tercipta saat Inggris tertinggal 2-1. Mantan gelandang Chelsea ini mengira dirinya telah mencetak gol lewat sepakan kerasnya itu. 

Sudah sempat merayakan selebrasi, namun ternyata wasit berkata lain. Pemimpin pertandingan ini tidak mengesahkan gol Lampard dengan alasan bola belum melewati garis. Padahal jika dilihat dari tayangan ulang, bola jelas sudah melewati garis gawang yang dijaga Neuer. 

Rupanya, gol yang tidak dianggap ini berpengaruh ke hasil akhir. Alhasil, tim asuhan Fabio Capello harus menyerah dengan skor 4-1. Pertandingan ini menjadi momen yang melekat di benak fans Inggris. Insiden ini membuat banyak orang mempertanyakan keakuratan keputusan wasit dan semakin mendesak kebutuhan akan teknologi untuk membantu memastikan keputusan yang lebih tepat dalam sepak bola.

Akibat insiden ini, FIFA akhirnya semakin terbuka terhadap penggunaan teknologi garis gawang untuk membantu wasit dalam membuat keputusan yang lebih tepat. Sebagai respons terhadap protes publik, FIFA memutuskan untuk menguji dan mengadopsi teknologi garis gawang pada tahun 2012. Sistem ini meliputi Hawk-Eye dan Goal Control yang kini telah banyak digunakan di berbagai kompetisi besar, termasuk Piala Dunia dan Liga Champions.

Neymar

Pada tahun 2010, Neymar Jr sering menggunakan taktik nyeleneh saat menendang penalti yang kerap merugikan penjaga gawang. Pemain yang saat itu membela Santos selalu berhenti sesaat sebelum menendang bola ketika penalti. 

Tindakan Neymar tersebut menarik begitu banyak perhatian saat itu. Pasalnya, tindakan ini sangat merugikan kiper. Sebab, kiper yang berjaga di gawang sudah pasti bergerak lebih dulu. Alhasil Neymar dengan gampang menceploskan bola ke gawang lawan.

Melihat kejadian ini, FIFA memutuskan untuk mengubah aturan penalti dan melarang jeda di akhir lari pemain sebelum menendang bola. Setelah kejadian Neymar, eksekutor penalti yang melakukan praktek tersebut dianggap melanggar peraturan dan termasuk tindakan yang dianggap tidak sportif. 

Putusan FIFA tersebut mengatakan bahwa pemain harus bergerak maju setiap kali berlari untuk mengambil penalti. Perubahan ini mulai berlaku di Piala Dunia Afrika 2010. Namun belakangan banyak pemain yang mengubah tipuan ala Neymar ini menjadi lompatan kecil seperti yang dilakukan Jorginho dan Bruno Fernandes.

Selama di Santos, ikon Brasil ini berhasil mencetak 11 dari 14 penalti yang diambilnya untuk Santos. Neymar setidaknya telah mencetak lima gol dari titik putih menggunakan jurus terlarang ini.

Diego Forlan

Perubahan aturan selanjutnya berasal dari bintang Uruguay yakni Diego Forlan. Mungkin sebagian kita mengingat Diego Forlan sebagai penyerang pirang yang dikenal karena gol-golnya bersama Atletico Madrid. Atau sebagai pemain yang mencetak gol-gol menakjubkan di Piala Dunia 2010 bersama Uruguay. Namun, sebelum itu semua, Forlan ternyata pernah punya memori unik di Manchester United. 

Pada tahun 2002, Manchester United menyelesaikan transfer Diego Forlán yang berusia 22 tahun dari Independiente Argentina. Ia menjadi pemain pertama dari Uruguay yang bermain untuk Setan Merah. Saat memulai debut di Liga Premier, Forlan menjalani 23 pertandingan tanpa mencetak satu gol pun. Sehingga memunculkan pertanyaan dari para penggemar dan media mengenai reputasinya di Setan Merah.

Namun, pada laga ke-12 Liga Primer musim 2002/03, Diego Forlán masuk sebagai pemain pengganti pada menit-menit terakhir melawan Southampton. Ia dipasang Sir Alex untuk menjadi pemecah kebuntuan dalam upaya mendapatkan tiga poin.

Dalam laga yang sedang imbang 1-1. Forlan masuk dan mencetak gol kemenangan dalam pertandingan tersebut. Gembira dan heboh, pemain Uruguay ini lantas melepas bajunya dan menjadi liar dengan selebrasinya. 

Namun, belum sempat memakai baju, pertandingan sudah keburu berjalan. Forlan sepertinya tidak tahu akan hal itu hingga akhirnya ia bermain dengan telanjang dada. Jerseynya malah ditenteng sambil berlari mengejar bola. Forlan bahkan sempat membuat tekel tanpa memakai bajunya. Setidaknya butuh tiga orang untuk akhirnya membantunya memakai baju Setan Merah kembali.

Semenit tanpa baju adalah semenit yang terlalu lama bagi orang-orang di kantor FIFA. Momen klasik ini akhirnya tersiar sampai ke kantor FIFA. Mengetahui itu, FIFA pun  menetapkan aturan yang melarang pelepasan baju setelah selebrasi karena insiden Diego Forlan tersebut. 

Usut punya usut, ternyata alasan pemain tidak diizinkan merayakan gol dengan cara mencopot baju dinilai tidak sopan dan mengulur-ulur waktu. Sebab mau tidak mau wasit harus menunggu pemain untuk memakai bajunya kembali sebelum memulai kick off.

Hal itu tertuang dalam pasal 12 Laws of The Game FIFA. Larangan ini mulai diterapkan pada 1 Juli 2004 setelah disetujui oleh IFAB (International Football Association Board) atau badan yang bertugas membuat aturan permainan sepak bola.

Peter Schmeichel

Selanjutnya ada Peter Schmeichel. Legenda kiper Denmark ini memiliki peran penting dalam perubahan aturan FIFA. Lebih dari 30 tahun yang lalu, kiper bisa menangkap bola dari umpan rekan setimnya. Pada era awal 90 an, taktik itu adalah suatu hal yang lazim. 

Sejak Piala Dunia 1990, FIFA telah mengkaji aturan backpass ini dan berniat melarangnya. Namun, keputusan baru muncul setelah Euro 1992. Sebab, kala itu Schmeichel yang masih berstatus kiper Timnas Denmark memainkan taktik ini demi mengantarkan negaranya juara Euro 1992 usai unggul 2-0 atas Jerman di laga final.

Pertandingan yang membosankan ini membuat FIFA mengambil keputusan untuk melarang menggunakan taktik backpass ini. Laga terakhir di mana aturan ini masih diperbolehkan yakni pada 23 Juli 1992 saat El Salvador menang 5-1 atas Nikaragua di kualifikasi Piala Dunia 1994. Sehari berselang atau pada 24 Juli 1992, taktik backpass ini menjadi ilegal. 

Mau siapapun kipernya, haram hukumnya untuk menyentuh bola hasil backpass rekannya sendiri. Dan jika kiper tersebut melanggarnya, timnya dikenakan hukuman tendangan bebas tidak langsung.

Jean-Marc Bosman

Berbicara mengenai pengubahan aturan, tak afdol rasanya jika tak menyebut Jean-Marc Bosman. Pemain yang satu ini adalah tokoh penting dalam perubahan peraturan di dunia sepak bola, khususnya terkait transfer pemain. Bosman mengubah aturan FIFA karena terlibat dalam kasus hukum yang dikenal sebagai “Bosman Rule,” yang memiliki dampak besar terhadap aturan transfer pemain dan status pemain.

Pada tahun 1990, Jean-Marc Bosman, berada dalam situasi yang sulit. Saat itu, ia bermain untuk klub Belgia, RFC Liège. Dan kontraknya dengan klub tersebut hampir habis. Bosman ingin pindah ke klub Prancis, Dunkerque. Tetapi klub Liège menuntut biaya transfer yang tinggi, meskipun kontraknya akan berakhir.

Bosman menentang keputusan tersebut dan membawa kasusnya ke pengadilan. Pria asal Belgia ini berargumen bahwa aturan FIFA yang membatasi kebebasan pemain untuk pindah ke klub lain setelah kontrak berakhir, melanggar hak-hak pekerja. Bosman menggugat aturan FIFA dan UEFA yang mengharuskan pemain untuk membayar biaya transfer meskipun kontraknya sudah habis.

Setelah lima tahun perjuangan, gugatan ini akhirnya disetujui oleh pengadilan. Pada tahun 1995, Pengadilan Eropa (European Court of Justice) memutuskan mendukung Bosman. Pengadilan menyatakan bahwa aturan FIFA dan UEFA yang membatasi kebebasan pemain untuk pindah ke klub lain setelah kontrak berakhir melanggar prinsip kebebasan yang dijamin oleh Uni Eropa. 

Berkat Bosman Rule, para pemain menjadi bebas untuk bernegosiasi dengan klub mana pun saat kontraknya memasuki enam bulan terakhir. Mereka tidak lagi terikat pada izin dari klub lamanya, sehingga memperbesar peluang pemain untuk mendapatkan klub baru.

Tak hanya itu, pemain juga mendapatkan bargaining power yang lebih tinggi untuk meminta gaji dan fasilitas yang lebih baik. Mereka juga dapat memanfaatkan situasi ini dengan memberikan tekanan kepada klub lama agar segera memperbarui kontrak mereka atau melepas mereka secara gratis.

Itulah dia ulah para pemain yang justru melahirkan peraturan baru di sepakbola. Mana paling unik menurutmu, football lovers?

Lupakan Kekalahan, Fokus ke Depan! Peluang Indonesia ke Piala Dunia 2026 Masih Terbuka

0

Persaingan di grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia semakin sulit bagi Indonesia. Timnas Indonesia yang semula terbuka peluangnya untuk menempati posisi 2, kini seakan mustahil. Kekalahan 5-1 atas Australia mengubah semuanya. Berkat kekalahan ini, posisi Indonesia di Grup C turun dari yang semula peringkat 3 kini menjadi peringkat 4.

Indonesia kini berada di peringkat 4 dengan perolehan 6 poin. Namun, yang punya enam poin bukan cuma Indonesia. Bahrain, dan Tiongkok juga memiliki poin yang sama. Lantas, persaingan yang semakin sulit ini, masih mungkinkah Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026? Bagaimana hitung-hitungannya?

Kekalahan yang Menyakitkan

Kekalahan telak melawan Australia ini jadi kado menyakitkan bagi para penggemar Timnas Indonesia. Pasalnya, peluang untuk menempati posisi ke 2 grup harus pupus akibat kekalahan ini.

Sejatinya di awal pertandingan, timnas Indonesia bermain baik. Skuad Garuda bahkan mendapat peluang emas pada menit ke-7 lewat tendangan penalti Kevin Diks. Akan tetapi, Kevin Diks gagal memanfaatkannya. Andai yang menendang Kevin Kaks, mungkin lain lagi ceritanya.

Sebenarnya, tidak hanya kesalahan Kevin Diks. Banyak juga kesalahan lain yang pemain Timnas lakukan. Salah satunya adalah kesalahan Nathan Tjoe-A-On. Gelandang mager ini membuat pelanggaran di kotak penalti sendiri yang akhirnya membuka keunggulan bagi Australia. 

Faktor lain penyebab kesalahan ini adalah lini belakang yang lengah. Beberapa kali pemain di lini pertahanan skuad Garuda gagal menghalau serangan cepat Australia hingga akhirnya berbuah gol demi gol. Tak hanya itu, Timnas Indonesia juga sangat tidak efektif dalam memanfaatkan peluang. Padahal, ada sederet peluang emas yang didapat untuk mencetak gol.

Kesalahan taktik dan pertahanan yang mis koordinasi ini menyebabkan Patrick Kluivert dan tim asuhannya harus dipaksa menenggak anti depresan lagi. Selepas pertandingan, Patrick Kluivert mengaku kecewa dengan hasil yang diraih. Eks pemain Barcelona ini mengakui bahwa gagalnya penalti Kevin mengubah jalannya pertandingan.

Respon Erick Thohir

Meski dibabat habis oleh Aussie, Erick Thohir selaku Ketua PSSI menilai Indonesia masih memiliki peluang lolos ke Piala Dunia 2026. Erick mencurahkan isi hatinya lewat sosial media pribadinya. Kekalahan tersebut memberatkan langkah Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, Erick berjanji akan terus memberikan dukungan penuh untuk Timnas Indonesia. 

“Saya tetap dukung Tim Nasional sepak bola Indonesia di saat kalah ataupun menang. Karena saya mencintai bangsa ini seutuhnya,” tulisnya. “Saya akan tetap kerja keras membangun Tim Nasional ini untuk menembus Piala Dunia. Kepada para pemain, tetap tegakkan kepala kalian. Peluang itu masih ada,” lanjut Erick.

Lawan Berikutnya

Namun, apakah benar demikian? Apakah Indonesia benar-benar memiliki peluang untuk lolos meski kalah dari Australia? Tentunya. Indonesia masih punya tiga pertandingan untuk diperjuangkan demi memperbaiki posisi di klasemen Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di pertandingan selanjutnya, Skuad Garuda bakal hadapi Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sementara pada Juni 2025, Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk laga melawan Tiongkok. Dan di laga pamungkas, Skuad Garuda akan melawat ke Negeri Sakura, guna menantang pasukan The Blue Samurai.

Dengan tiga pertandingan tersisa, Indonesia masih punya peluang secara matematis untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Tapi, jalan yang ditempuh anak asuh Kluivert ini agaknya sangat terjal. Sebab, kini Indonesia mempunyai poin yang sama dengan Bahrain, dan China, yakni enam. Sementara itu, Australia yang ada di posisi kedua unggul empat poin dari Indonesia. Meski sulit, tak ada yang mustahil di industri sepakbola. 

Wajib Menang di Laga Kandang

Jika mau berbicara hitung-hitungan, jalur yang paling realistis untuk ditempuh oleh Indonesia ya lewat ronde keempat. Yang mana, mereka harus finis di urutan ketiga atau keempat. Untuk mewujudkan itu, kemenangan melawan Bahrain dan Tiongkok adalah sifat yang tidak bisa ditawar lagi.

Apalagi, di dua laga tersebut Timnas Indonesia bermain di kandang sendiri. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Jay Idzes dan kawan-kawan untuk memperoleh 3 poin. Toh, dari segi kualitas pemain, bisa dibilang anak asuhan Patrick Kluivert lebih baik ketimbang Bahrain dan China. 

Memang di laga sebelumnya melawan Bahrain, Indonesia seakan dicurangi. Namun laga kandang tentunya akan berjalan berbeda. Jika masih dicurangin lagi sih kebangetan ya. Skuad Garuda sangat bisa mempermainkan mental para pemain Bahrain. Soal bagaimana caranya, mungkin bisa kita serahkan pada Ultras Garuda dan La Grande Indonesia. Perkara menjatuhkan mental lawan, mereka sudah tak perlu diajari lagi. 

Dari sudut pandang pelatih, Patrick Kluivert harus waspada terhadap lini belakang Timnas yang sering lengah. Permainan Total Football yang berusaha diterapkan seringkali malah memberikan celah kosong yang bisa dieksploitasi oleh lawan. Apalagi jika dilihat High Defensive Line yang dilakukan Calvin Verdonk cs seperti belum sempurna. Sepertinya, sudah saatnya Kluivert berpikir realistis. Ini bukan Barcelona bung!

Indonesia saat ini sudah mengumpulkan 6 poin. Jika meraih enam poin di dua partai kandang, Indonesia akan mengumpulkan 12 poin. Jumlah ini sepertinya cukup untuk membawa Indonesia ke putaran keempat. Itu dilihat dari kualifikasi Piala Dunia di edisi sebelumnya. Di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022, dengan jumlah poin yang sama, Uni Emirat Arab sudah bisa melaju ke putaran keempat.

Skenario Langsung Lolos Piala Dunia

Tapi, jika kalian mengira itu satu-satunya cara untuk lolos ke Piala Dunia, kalian salah besar. Lagi-lagi, secara matematis Indonesia masih berpeluang untuk finis di dua besar dan lolos otomatis ke Amerika Serikat.

Lalu, bagaimana skenarionya? Peluang lolos otomatis memang masih terbuka, tetapi sangat sangat kecil. Garuda harus menyapu bersih tiga laga tersisa dengan kemenangan. Itupun dengan catatan bahwa Australia telan tiga kekalahan di tiga laga sisa.

Australia tinggal menyisakan laga melawan China, Jepang, dan Arab Saudi. Katakanlah skuad asuhan Tony Popovic hanya memperoleh kemenangan saja saat melawan China dan tumbang di tangan Arab Saudi serta Jepang. Maka Australia maksimal hanya memperoleh 13 poin. Jika Indonesia berhasil sapu bersih kemenangan, Indonesia akan mengoleksi 15 poin. Itu cukup untuk menggusur Australia dari peringkat kedua.

Tapi tunggu dulu. Sapu bersih di 3 laga terakhir juga hal yang mustahil bagi skuad asuhan Patrick Kluivert. Sebab, disitu ada Jepang. Fans Indonesia baiknya berharap saja pada Hajime Moriyasu untuk menurunkan kekuatan lapis kedua di laga pamungkas. Jika itu benar terjadi, maka Indonesia punya kesempatan untuk mencuri poin. Tapi yakali Jepang bakal kalah di kandang sendiri? Yaaa, minimal imbang lah ya, Australia aja bisa kok menahan imbang Jepang di kandangnya sendiri. 

Skenario ini juga tidak mudah mengingat Saudi juga menyisakan tiga laga yakni melawan Australia, Jepang, dan Bahrain. Sesuai rencana sebelumnya, jika Australia kalah dari Saudi, jelas Saudi akan mendapatkan 3 poin. Dan itu jadi poin tambahan yang hanya boleh diperoleh Arab. Jika Arab menang lawan Bahrain, ya skema ini otomatis gugur. 

Bukan bermaksud untuk mengobral janji apalagi ekspektasi. Tapi skenario itu memang benar adanya. Melaju ke putaran keempat merupakan pilihan yang paling logis dan realistis bagi Timnas, mengingat itu juga merupakan target PSSI. Lagipula, jika gagal di 2026, masih ada kesempatan di edisi 2030, bukan? Chill. Apakah Garuda bisa bangkit dan menjaga asa menuju Piala Dunia? Mari kita kawal bersama. Itu pun kalau kalian masih percaya sama PSSI dan Patrick Kluivert.

Selalu 4-3-3! Apa yang Bikin Luis Enrique Tak Mau Ganti Formasi?

“Hanya sedikit pelatih di dunia yang lebih baik daripada Luis Enrique.”

Itulah salah satu sabda dari Pep Guardiola soal rekan seperjuangannya, Luis Enrique. Sebagai pelatih, pria kelahiran Gijon itu dianggap Pep sempurna soal kepribadian dan karakter.

Identitas Enrique sejak menjadi pelatih, memang jarang berubah. Mungkin hanya ada beberapa sentuhan yang membuatnya jadi sedikit berbeda. Pria 54 tahun itu bukan sosok yang plin-plan soal keyakinan strateginya. Formasi 4-3-3 baginya ibarat kitab suci yang tak bisa diusik. Lantas, selama ini apa yang bisa ditorehkan Luis Enrique dengan formasi fanatiknya itu?

Konsisten Sejak Barcelona Athletic

Kegandrungan Enrique terhadap sepakbola menyerang sama seperti Pep. Ia memiliki pemikiran yang sama soal sepakbola menyerang, begitupun soal taktik 4-3-3. Namun dalam prakteknya saat menjadi pelatih, mereka berbeda. Pep lebih identik dengan gaya penguasaan bola yang lebih intens, sedangkan Enrique lebih bermain direct, dan tak melulu berbasis penguasaan bola.

Keyakinan taktik Enrique itu, sudah dipraktekan sejak ia membesut Barcelona Athletic. Enrique mengawali debut kepelatihannya cukup baik di musim 2008/09. Ia mampu membawa Barcelona Athletic menduduki peringkat lima Segunda Division B Grup 3. Bahkan nih, di musim keduannya ia langsung bisa membawa Barca Athletic promosi ke Segunda Division setelah sebelas musim lamanya absen.

Tak hanya soal pencapaian. Enrique juga meninggalkan legacy di tim ini. Dari konsep bermain 4-3-3 yang diterapkan, Enrique banyak menelurkan pemain. Khususnya di posisi gelandang dan penyerang. Saat itu bermunculan gelandang tangguh seperti Oriol Romeu maupun Sergi Roberto. Sementara di lini serang, muncul pemain seperti Jeffren Suarez, Jonathan Soriano, maupun Nolito.

Identitas Gelandang Dan Penyerang

Dalam keyakinan Enrique, taktik 4-3-3 berfokus pada keseimbangan lini tengah dan daya gedor tiga pemain di depan. Baginya, satu kesatuan itu adalah senjata utama untuk menjalankan taktiknya.

Lihat saja ketika ia menangani Barcelona Athletic. Sosok Oriol Romeu yang berperan sebagai gelandang bertahan, tak dibiarkan bertugas sendirian dalam bertahan. Ia menyuruh gelandang pekerja keras seperti Sergi Roberto untuk membantu tugas Romeu. Di situlah tercipta keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Nah, kalau untuk urusan mencetak gol, ia menugaskan secara khusus trio lini depannya secara optimal. Trio lini depan dituntut untuk bisa menggedor pertahanan lawan dari berbagai sisi. Nolito, Jeffern, dan Jonathan Soriano adalah beberapa pemain yang ia beri tugas saat itu.

Masa Singkat Di Roma Dan Celta Vigo

Identitas Luis enrique tersebut sebenarnya berlanjut ketika membesut AS Roma dan Celta Vigo. Di AS Roma, ia sudah mencoba memberikan warna baru dengan taktik 4-3-3-nya. Itu adalah hal yang baru, mengingat musim sebelumnya Giallorossi di bawah pelatih Claudio Ranieri maupun Vincenzo Montella, jarang memakainya.

Secara komposisi pemain, Enrique juga berusaha membentuk identitasnya seperti di sektor gelandang dan penyerang. Terbukti dari perekrutannya, Enrique mendatangkan gelandang macam Miralem Pjanic untuk menemani Daniele De Rossi sebagai gelandang bertahan. Lalu di sektor lini serang, ia coba mendatangkan Dani Osvaldo dan Bojan Krkic, untuk disiapkan menjadi trio bersama pangeran Roma, Francesco Totti. Namun sayang, belum juga mengunduh hasilnya, baru satu musim ia sudah meninggalkan Roma.

Hampir mirip ceritanya ketika ia di Celta Vigo. Enrique tetap berusaha untuk menancapkan legacy dengan identitas permainan 4-3-3-nya. Untuk bisa mewujudkannya, Enrique mengangkut gelandang seperti Rafinha maupun penyerang seperti Nolito.

Celta Vigo mampu diubahnya bermain lebih agresif daripada musim sebelumnya di bawah pelatih Paco Herrera. Di zaman Paco Herrera, Celta Vigo hampir terdegradasi lho, karena finish di posisi 17 La Liga. Bandingkan ketika sudah ditangani Enrique. Celta Vigo bisa finish di posisi 9 La Liga di musim 2013/14. Nolito dan Rafinha benar-benar jadi sosok penting kebangkitan Celta Vigo saat itu. Khususnya Nolito yang berhasil menjadi top skor tim dengan 14 gol.

Rakitic Dan Trio MSN

Masa singkat di Roma dan Celta Vigo bukanlah kiamat bagi karier Enrique. Ia justru naik kelas di musim 2014/15, setelah dipercaya menangani Barcelona menggantikan Gerardo Tata Martino.

Momen pulang kampung Enrique, sudah banyak dinanti publik Catalan. Mereka rindu Barcelona bermain seperti era Pep. Namun Enrique telah memilih jalan berbeda dengan Pep. Kalau Pep identik dengan tiki-taka, penguasaan bola, serta umpan-umpan pendeknya, Enrique lebih memainkan variasi serangan dengan umpan panjang, crossing, serta bola-bola direct yang cepat.

Barcelona era Enrique tak seperti era Pep yang terkadang bereksperimen menggunakan striker palsu atau false nine. Enrique tetap yakin pada identitas permainan 4-3-3-nya.
Salah satu keberhasilan Enrique saat itu adalah menemukan peran gelandang yang bisa membantu Sergio Busquets menjalankan fungsi bertahannya.

Enrique jeli membeli seorang Ivan Rakitic. Gelandang petarung asal Kroasia yang punya power. Tujuannya agar lini tengah tetap seimbang dalam bertahan maupun menyerang. Yang tak kalah spektakuler, Enrique mampu menciptakan trio ganas nan mematikan di lini depan, yakni Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar. Siapa sih di sini yang belum pernah dengar Trio MSN?

Tak terhingga prestasi yang sudah dicatat Barca di era trio maut ini. Termasuk gelar UCL terakhir Barca di musim 2014/15. Kalau kalian masih ingat, di final Berlin melawan Juventus, tak hanya Trio MSN saja lho yang berkontribusi. Ivan Rakitic juga punya kontribusi lewat satu golnya.

Timnas Spanyol

Tak berhenti sampai di Barcelona. Identitas 4-3-3 Enrique berlanjut di Timnas Spanyol. Debut Enrique melatih La Furia Roja di Euro 2020, adalah buktinya. Spanyol diantarkannya hingga semifinal. Hal yang tak bisa dicapai Fernando Hierro di Piala Dunia 2018 maupun Vicente del Bosque di Euro 2016.

Tak hanya itu, Enrique juga mampu memberikan warna seperti halnya di Barcelona. Enrique tak membiarkan Sergio Busquets bekerja bertahan sendirian. Ia memberinya partner seorang Koke, gelandang binaan Diego Simeone di Atletico Madrid yang bertipe petarung.
Spanyol saat itu jadi tampil solid dan tak pernah kalah di Euro 2020. Mereka hanya apes, kandas lewat babak adu penalti oleh Italia di semifinal.

Oh iya, jangan lupakan juga saat Enrique membentuk trio penyerang baru Spanyol, yakni Ferran Torres, Pablo Sarabia dan Alvaro Morata. 13 gol yang dihasilkan La Furia Roja di Euro 2020, sebagian besar disumbangkan oleh mereka.

PSG

Setelah didepak oleh La Furia Roja akibat kegagalannya di Piala Dunia 2022, Luis Enrique mencoba membawa identitas permainannya itu ke Paris. Saat melatih PSG, ia mendapat dukungan besar dari pemilik Nasser Al Khelaifi untuk menerapkan identitasnya itu.

Nasser rela PSG tak lagi “bling-bling” penuh bintang, demi sebuah identitas permainan. Terbukti, satu per satu bintang seperti Lionel Messi, Neymar hingga Kylian Mbappe, dilepas oleh Nasser.

Enrique makin nyaman dan mulai membangun tim dengan apa yang ia yakini. Identitas 4-3-3-nya coba ia terapkan. Ia tak terpengaruh melihat pelatih lainnya yang berhasil dengan taktik yang berbeda dengannya. Seperti misal Pep di City. Enrique tak meniru Pep yang berhasil menjuarai UCL dengan taktik 3-2-4-1.

Berkat kesetiaannya terhadap identitas 4-3-3-nya, ia perlahan mulai menuai hasilnya bersama Les Parisiens. PSG jadi makin ngeri di musim ini, meski tanpa bintang besar. Enrique justru mampu menciptakan trio gelandang dan penyerang baru yang lebih mematikan musim ini.

Vitinha, Joao Neves, dan Fabian Ruiz, adalah trio gelandang yang sempat bikin Liverpool frustrasi di Anfield. Sementara itu, tanpa bayang-bayang Mbappe, trio Bradley Barcola, Ousmane Dembele dan Desire Doue, menjelma menjadi trio baru yang sangat produktif. Bayangkan saja, hingga bulan Maret, total 55 gol telah mereka ciptakan.

Ya, pada akhirnya jelas terjawab, itulah mengapa Enrique selalu yakin pada identitas 4-3-3-nya. Ia tak pandang bulu pelatih lain bereksperimen mengubah-ubah taktik. Bagi Enrique, kesetiaan dan konsistensi menjadi yang utama. Toh ia nyaman kok menjalankannya. Dan yang paling penting, identitas itu nyatanya telah banyak berhasil.

Sumber Referensi : bleacherreport, transfermarkt, coachesvoices, bleacherreport, nytimes, sportkeeda

Tak Butuh Mbappe! Kecerdikan Luis Enrique Poles Pemain PSG Jadi Gacor

Pernahkah kalian mempunyai barang bekas yang tak terpakai di rumah, lalu membuangnya tanpa berpikir mencari cara untuk memanfaatkannya? Namun terkadang yang tak kita sadari, biasanya barang yang kita anggap bekas dan tak layak pakai itu, justru bisa bernilai tinggi jika kita pandai mengolahnya.

Analogi tersebut tepat jika kita kaitkan dengan kecerdikan pelatih PSG, Luis Enrique dalam memoles pemain. Pemain warisan pelatih sebelumnya, lalu pemain baru yang ia datangkan, perlahan mampu ia sulap menjadi pemain berharga di Les Parisiens. Mau bukti? Let’s go kita bahas.

Vitinha

Di zaman pelatih Christophe Galtier, PSG pernah membeli mahal gelandang mungil dari FC Porto, Vitinha. Pemain berpostur 1,72 meter ini sangat energik, serta punya akurasi umpan yang ciamik sebagai seorang gelandang penyeimbang.

Sayang, ketika hijrah ke PSG, ia mendapat banyak kendala yakni persaingan. Stok lini tengah di zaman Galtier menumpuk, dan ia terus mengalami rotasi. Dari mulai Fabian Ruiz, Marco Verratti, Renato Sanches, Carlos Soler, maupun Warren Zaire Emery.

Namun setelah kedatangan Luis Enrique, Vitinha langsung dipercaya jadi anak emasnya. Dilansir dari The Guardian, Luis Enrique sempat menyebut Vitinha adalah gelandang sempurna yang jago dalam menguasai bola. Dibawah gemblengan Enrique, ia diberi kebebasan lebih untuk berkreasi di kotak penalti lawan.

Sebagai hasilnya, keterlibatan golnya jadi meningkat. Ketika bersama Galtier, ia hanya menciptakan 2 gol dan 4 assist. Namun saat diubah perannya oleh Enrique, ia jadi tambah subur dengan 9 gol dan 5 assist.

Memoles Vitinha jadi lebih produktif, tampaknya tak cukup bagi Enrique. Pelatih kelahiran Gijon itu punya cara lain untuk memoles Vitinha. Musim ini Enrique menyulap lagi Vitinha menjadi gelandang yang lebih bertahan setelah Manuel Ugarte pergi ke MU.

Hebatnya, ia terbukti berhasil mengemban tugas baru tersebut. Sebagai bukti, ia menjadi pemain paling berpengaruh di lini tengah PSG, ketika berhasil membungkam Liverpool di UCL.

Nuno Mendes

Sementara itu, rekrutan lain Galtier yakni Nuno Mendes, juga terlihat berkembang pesat sejak ditangani oleh Luis Enrique. Lihat saja, di zaman Galtier bek kiri asal Portugal itu juga menghadapi masalah yang sama dengan Vitinha, yakni persaingan.

Bek kelahiran Lisbon itu menit bermainnya sering terbagi dengan Juan Bernat, maupun Presnel Kimpembe. Ketika Enrique masuk, ia juga tak langsung dipercaya sebagai bek kiri utama. Nuno Mendes kembali kalah saing dengan pembelian mahal dari Munchen, Lucas Hernandez.

Di tengah ketidakpastian menjadi bek kiri utama, Nuno Mendes tetap setia menanti. Sampai akhirnya di musim ini, kesempatan itu pun tiba. Nuno Mendes dipercaya sepenuhnya menggeser Lucas Hernandez yang performanya terganggu pasca sembuh dari cedera ACL.

Kepercayaan Enrique itu tak ia sia-siakan. Mendes menjawabnya dengan performa mentereng. Termasuk ketika dua kali mampu mengantongi pemain sekaliber Mohamed Salah.

Fabian Ruiz

PSG pernah membeli pemain dari Napoli, bernama Fabian Ruiz. Gelandang berpostur 1,89 meter itu, terlihat kaku sekali dalam debutnya bermain di bawah arahan Galtier. Fabian Ruiz ini tipe gelandang yang tak selincah rekan-rekannya.

Namun ketika bertemu Enrique, Fabian Ruiz merasa lebih nyaman bermain. Ia tak lagi kaku sebagai gelandang, saat diberi peran baru untuk lebih bisa berkreasi dan terlibat dalam fase penyerangan. Sebagai bukti, tingkat pemberian assist-nya lalu meningkat. Dari tiga assist di zaman Galtier, lalu menjadi tujuh assist di zaman Enrique.

Ya, polesan Enrique itu terbukti mampu membuat Fabian Ruiz naik level. Masih ingat ketika Timnas Spanyol meraih gelar juara Euro 2024? Salah satu punggawa penting La Furia Roja di lini tengah saat itu adalah Fabian Ruiz. Luis de la Fuente harusnya sih berterima kasih pada Enrique.

Pasca juara Euro 2024, ia makin menjadi pemain yang tak tergantikan di lini tengah PSG. Dengan partner barunya yakni Joao Neves, Fabian Ruiz mampu berbagi peran dengan baik. Mereka berdua berkolaborasi dengan baik, dengan membentuk trio maut bersama Vitinha.

Bradley Barcola

Luis Enrique musim lalu pernah berjudi membeli pemain muda dari Lyon, Bradley Barcola dengan harga yang cukup mahal, yakni sekitar 45 juta euro. Apalagi di posisi Barcola yakni penyerang sayap kiri, masih bercokol sosok Kylian Mbappe. Sang superstar yang tak mungkin bisa diusik posisinya.

Meski ada Mbappe, Barcola perlahan diberi menit bermain oleh Enrique. Ia kerap dipaksakan bermain di posisi sayap serang kanan. Empat gol serta tujuh assist dalam debutnya, terbilang cukup menjanjikan.

Musim ini, ketika banyak yang meragukan PSG setelah kepergian Mbappe, Barcola justru tampil gemilang dan mengisi kekosongan tersebut dengan sangat baik. Performanya yang konsisten membuatnya menjadi bintang baru di Parc des Princes. Bayangkan, anak muda kelahiran 2002 itu sudah bisa mengemas 18 gol dan 12 assist hingga bulan Maret.

Ousmane Dembele

Sama halnya dengan Ousmane Dembele. Pemain berlabel “pecah belah” dari Barcelona itu diboyong Enrique ke Paris musim lalu. Namun ketika datang ke PSG, ia masih berada di bawah bayang-bayang kebintangan Mbappe. Sinar kebintangan itu membuat Dembele tak terlalu mencolok.

Namun di saat Mbappe pergi, Dembele justru menemukan sentuhannya. Ia tak lagi terbebani harus melayani Mbappe. Enrique pun sadar akan kondisi itu. Ia cerdik memanfaatkan kemampuan Dembele musim ini untuk menjadi tumpuan gol.

Tak heran jika Enrique berani bereksperimen menjadikan Dembele sebagai penyerang tengah musim ini. Hasilnya tokcer. Eksperimen itu berbuah manis. Keran gol PSG sebagian besar berasal dari Dembele. Ia kini jadi top skor tim dengan 30 gol hingga bulan Maret. Saking bangganya, Enrique sampai memuji Dembele sebagai pemain PlayStation dengan cahaya di atas kepalanya.

Desire Doue

Sebagai pelengkap Barcola dan Dembele, Enrique cerdik memboyong pemain kurang terkenal dari Rennes, Desire Doue. Pemain yang sebenarnya berposisi sebagai penyerang sayap kiri itu, sengaja dipoles Enrique untuk bersinergi membentuk trio bersama Dembele dan Barcola, sebagai penyerang sayap kanan.

Formula Enrique itu perlahan menuai hasil. Pemain muda berusia 19 tahun itu mampu memberi variasi serangan baru di sisi sebelah kanan penyerangan Les Parisien. Doue makin nyaman dan produktif bermain dari sisi kanan. Terbukti 7 gol dan 11 assist, sudah ia ciptakan hingga bulan Maret.

Berkah bagi Doue. Setelah moncer dipoles Enrique, pemain kelahiran Angers itu lalu mendapat panggilan Timnas Prancis untuk pertama kalinya di bulan Maret. Tak lupa ia banyak mengucapkan terima kasih pada Luis Enrique, karena telah mewujudkan mimpi kecilnya untuk bisa berseragam Les Bleus.

Lucas Beraldo dan William Pacho

Luis Enrique tak hanya cerdik memoles lini serang. Lini belakang PSG yang dianggap sudah cukup usang, ia juga permak. Salah satu bukti Enrique melakukan peremajaan skuad di lini belakang, yakni membuang beberapa pemain senior seperti Sergio Ramos, Milan Skriniar, maupun Danilo Pereira.

Daun muda yang didatangkan seperti Lucas Beraldo dari Sao Paulo, serta William Pacho dari Frankfurt, perlahan telah membuahkan hasil. Beraldo sebelum dibeli PSG, siapa yang tahu? Ia hanyalah wonderkid asal Brasil biasa, yang belum terbukti kemampuannya di level Eropa.

Sementara William Pacho, performanya musim lalu di Frankfurt juga tak terlalu mentereng. Buktinya Frankfurt termasuk tim yang kebobolan paling banyak di Bundesliga (50 gol). Frankfurt juga kandas mengenaskan di Conference League atas Union Saint-Gilloise.

Namun hebatnya, musim ini Pacho terlihat bak bek mahal dan handal. Duetnya dengan Marquinhos, terbukti berhasil menjadi bek yang kokoh. PSG menjadi tim yang kebobolan paling sedikit di Ligue 1 hingga Maret (25 gol). Solidnya duet tersebut juga mampu memakan korban di UCL, yakni Liverpool.

Sumber Referensi : transfermarkt, goal, transfermarkt, idntimes, transfermarkt, planetfootball, transfermarkt, bola.net, transfermarkt

Tangisan STY Jadi Panggilan Perjuangan! Lawan Bahrain, Indonesia Harus Menang

Sydney, 20 Maret 2025, menjadi hari yang pilu bagi Indonesia. Hanya beberapa jam setelah disahkannya revisi UU TNI, raut wajah kekecewaan juga terpancar dari fans merah putih hari itu. Tak hanya yang ada di Sydney, begitupun yang ada di tanah air.

Patrick Kluivert dan gerbong barunya, ternyata belum bisa menebus ekspektasi yang teramat tinggi dari fans. Banyak blunder sana-sini yang menjadi catatan besar bagi Kluivert. Sampai-sampai, Shin Tae-yong tak kuasa untuk menahan bibirnya untuk berkomentar. Lantas, apa kesalahan besar yang telah dilakukan oleh Kluivert? Mampukah mereka bangkit melawan Bahrain?

Ekspektasi

Jika melihat euforia jelang laga melawan Australia, buset. Timnas Indonesia seakan-akan diatas angin bisa meladeni tuan rumah Australia, yang notabene negara langganan Piala Dunia.

Wajar aja sih, mengingat Indonesia mempunyai sebuah harapan baru, yakni gerbong kepelatihan yang dipimpin sosok Patrick Kluivert. Tak hanya itu, Indonesia juga kedatangan banyak pemain naturalisasi baru. Apalagi market value Timnas Indonesia, secara mengejutkan lebih tinggi dari Timnas Australia.

Situasinya pun lagi pas, Indonesia baru aja ngalahin Arab Saudi di GBK. Hal itu membuat ekspektasi fans Indonesia makin berapi-api. Berbeda dengan kondisi Australia. Boro-boro berharap lebih, mereka justru sedang dihujam berbagai hujatan di negeri sendiri. Legenda mereka Tim Cahill bahkan memandang remeh skuad yang dipanggil Tony Popovic.

Fans The Socceroos juga kesal dengan kebijakan Tony Popovic yang tidak membawa beberapa pemain kuncinya. Namun The Socceroos santai menghadapi situasi itu. Mereka hanya fokus pada kondisi timnya sendiri. Popovic hanya memikirkan bagaimana caranya mengatasi hilangnya banyak pemain andalan karena cedera.

Elemen Kejutan Kluivert

Setelah ekspektasi itu makin menjadi-jadi, tibalah saatnya pada sebuah kenyataan. Jelang laga, rasa penasaran fans terhadap era baru Kluivert terjawab. Alih-alih menggunakan taktik andalannya yakni empat bek, ia justru mengadopsi pola tiga bek.

Selain penggunaan pola tiga bek, ada juga beberapa elemen kejutan lain. Seperti tentang pemilihan line up. Salah satu yang bikin gemes adalah memasang Nathan Tjoe-A-On sebagai partner Thom Haye sebagai double pivot. Begitu juga Dean James, yang diposisikan lebih menyerang daripada Calvin Verdonk.

Di lini depan, ada juga sentuhan baru dengan menempatkan Ole Romeny yang lebih bergerak dari sisi kanan, menemani Rafael Struijk. Formula baru itu membuat rasa penasaran fans jadi makin nggak karuan.

Momentum

Setelah peluit wasit Adham Makhadmeh dibunyikan, ternyata Indonesia bermain sangat berbeda dengan era sebelumnya. Indonesia berani ambil inisiatif banyak memegang bola untuk membangun serangan. Terlihat sekali, basis penguasaan bola menjadi ciri khas permainan Indonesia di 15 menit pertama.

Sampai akhirnya, gaya permainan tersebut berbuah peluang emas lewat penalti Kevin Diks. Namun sayang seribu sayang, tendangan penalti pemain Copenhagen itu gagal. Kak Kev keluar dari kebiasaan. Biasanya ambil bola bawah untuk menipu kiper, kemarin malah berani mengarahkan bola ke atas. Merasa tertekan? Jelas, tapi tak ada toleransi bagi sang spesialis sepertinya.

Pada akhirnya sepakbola itu sering dipengaruhi oleh momentum. Kegagalan penalti itu seketika merubah segalanya. Secara mental dan mood bermain jadi berantakan. Konsentrasi para pemain pun tak kalah berantakan dari kondisi negeri konoha. Situasi ini pun dimanfaatkan oleh anak asuh Popovic.

Penalti dibalas penalti. Nathan kedapatan melanggar pemain Aussie di kotak penalti sendiri. Hal itu akhirnya berimbas pada terjadinya penalti bagi Australia yang mampu dieksekusi dengan baik oleh Martin Boyle.

Tertinggal membuat Timnas Indonesia makin terburu-buru dalam membangun serangan. Celakanya, Australia tak kalah cerdas menyikapi permainan Indonesia. Mereka menumpuk pemainnya di lini belakang. Jika Kluivert merasa timnya bermain seperti singa, maka Australia bermain bak seekor buaya. Sabar, menunggu, hingga mangsa pun masuk dalam jebakan.

Garis Pertahanan Tinggi

Pemain Timnas Indonesia kelimpungan mencari celah membongkar pertahanan yang digalang Cameron Burgess. Itulah yang menyebabkan pemain kita hanya sibuk bolak-balik passing di area sendiri.

Nah, di fase kelimpungan itu, Australia menghukum lewat gol kedua. The Socceroos memanfaatkan garis pertahanan tinggi yang diterapkan Indonesia. dengan gol yang dicetak oleh Nissan Velupillai. Lihat saja posisi bek Indonesia saat kejadian gol itu. Semuanya ketinggalan, gara-gara terlalu jauh dari kotak penalti.

Strategi garis pertahanan tinggi yang dijalankan Kluivert ternyata jadi bumerang. Pemilihan pemain untuk menjalankan strategi itu juga kurang tepat. Kluivert tak menyadari bahwa Jay Idzes jadi jago di Venezia, karena tak pernah memainkan strategi garis pertahanan tinggi.

Begitu juga Mees Hilgers. El Nyengir bahkan terbukti belum fasih bermain dengan pola tiga bek. Kekompakan duet Jay Idzes dan Rizki Ridho di beberapa laga timnas sebelumnya, justru luput dari perhatian Kluivert.

Gelandang Dieksploitasi

Tak hanya soal garis pertahanan tinggi, pemilihan komposisi di posisi vital yakni gelandang double pivot juga tak tepat. Duet Thom Haye dan Nathan beberapa kali keteteran dan mudah dieksploitasi The Socceroos.

Thom terbukti tak bisa diduetkan dengan tipe pemain seperti Nathan. The Professor harus dilindungi oleh gelandang petarung yang punya kecepatan. Yang jadi pertanyaan besar, kemana hilangnya Joey Pelupessy? Pemain yang diminta langsung oleh Kluivert untuk dinaturalisasi itu, justru tak dimainkan sama sekali.

Dimainkanya Nathan justru jadi hujatan. Bagaimana bisa pemain yang hampir tak pernah muncul di skuad Swansea, bisa bermain selama 80 menit. Disinilah Kluivert mengkhianati ucapannya sendiri, bahwa pemain yang mempunyai banyak menit bermain itu penting.

Kesalahan penempatan Nathan sangat terlihat. Yang pertama yakni ketika ia membuat pelanggaran yang tak perlu ketika terjadinya penalti bagi Australia. Lalu yang kedua, saat terjadinya gol ketiga Australia. Saat itu Nathan telat untuk menutup pergerakan pemain lawan.

Antisipasi Bola Mati

Sebenarnya tak hanya Nathan saja yang jadi biang kerok. Masih ada banyak lagi kesalahan, termasuk antisipasi bola mati yang buruk. Lihat saja ketika dua gol The Socceroos lahir lewat skema tendangan pojok. Pemain Indonesia seperti kebingungan soal penjagaan Man to Man Marking saat situasi ini. Pemain seolah memberi karpet merah bagi pemain lawan untuk menyundul bola.

Ole Romeny Kurang Dukungan

Setelah dibedah satu per satu, lima gol yang bersarang ke gawang Maarten Paes berasal dari kesalahan sendiri. Namun selain banyaknya kesalahan, ada juga lho secercah harapan dari apa yang disuguhkan Ole Romeny. Tak hanya soal sumbangan satu golnya, namun pemain Oxford United itu secara permainan cukup memukau diantara yang lain.

Sayangnya, peran Romeny tak mendapat banyak dukungan dari rekan-rekanya. Jarang ada umpan yang memanjakan seorang striker sepertinya. Beberapa kali ia justru terlihat sibuk mencari bola sendiri, mengolahnya sendiri, dan menciptakan peluangnya sendiri.

STY Maklumi Kluivert

Well, Kluivert memang banyak PR. Namun ini adalah laga pertamanya. Ia sudah berusaha mengubah cara bermain timnas dengan pendekatan yang lebih menyerang. Tapi yang menjadi catatan, ia lupa bahwa sepakbola tak hanya soal menyerang. Aspek bertahan yang baik, juga penting. Ngapain unggul di semua statistik tapi secara hasil akhir justru dibantai?

Terlepas dari banyaknya kesalahan, usaha Kluivert dimaklumi oleh mantan kesayangan, Shin Tae-yong. Ikut kegiatan nobar di daerah Jakarta, Coach Shin memaklumi Kluivert yang tak punya waktu persiapan lebih. Meski kecewa berat, Coach Shin tetap percaya indonesia bisa bangkit saat melawan Bahrain. Dengan catatan, strategi menyerang yang digunakan Kluivert harus lebih efektif.

Oke, kekalahan telak ini memang memalukan. Tagar Kluivert Out pun mulai dikumandangkan. Namun apakah ini menjadi akhir dari segalanya? Hey bung, asa menuju Piala Dunia 2026 itu masih ada. Apakah kita mau nyerah begitu saja? Sang mantan aja masih mau dukung, masak kamu enggak?. Ayo! Menang melawan Bahrain adalah harga mati.