Lupakan Kekalahan, Fokus ke Depan! Peluang Indonesia ke Piala Dunia 2026 Masih Terbuka

spot_img

Persaingan di grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia semakin sulit bagi Indonesia. Timnas Indonesia yang semula terbuka peluangnya untuk menempati posisi 2, kini seakan mustahil. Kekalahan 5-1 atas Australia mengubah semuanya. Berkat kekalahan ini, posisi Indonesia di Grup C turun dari yang semula peringkat 3 kini menjadi peringkat 4.

Indonesia kini berada di peringkat 4 dengan perolehan 6 poin. Namun, yang punya enam poin bukan cuma Indonesia. Bahrain, dan Tiongkok juga memiliki poin yang sama. Lantas, persaingan yang semakin sulit ini, masih mungkinkah Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026? Bagaimana hitung-hitungannya?

Kekalahan yang Menyakitkan

Kekalahan telak melawan Australia ini jadi kado menyakitkan bagi para penggemar Timnas Indonesia. Pasalnya, peluang untuk menempati posisi ke 2 grup harus pupus akibat kekalahan ini.

Sejatinya di awal pertandingan, timnas Indonesia bermain baik. Skuad Garuda bahkan mendapat peluang emas pada menit ke-7 lewat tendangan penalti Kevin Diks. Akan tetapi, Kevin Diks gagal memanfaatkannya. Andai yang menendang Kevin Kaks, mungkin lain lagi ceritanya.

Sebenarnya, tidak hanya kesalahan Kevin Diks. Banyak juga kesalahan lain yang pemain Timnas lakukan. Salah satunya adalah kesalahan Nathan Tjoe-A-On. Gelandang mager ini membuat pelanggaran di kotak penalti sendiri yang akhirnya membuka keunggulan bagi Australia. 

Faktor lain penyebab kesalahan ini adalah lini belakang yang lengah. Beberapa kali pemain di lini pertahanan skuad Garuda gagal menghalau serangan cepat Australia hingga akhirnya berbuah gol demi gol. Tak hanya itu, Timnas Indonesia juga sangat tidak efektif dalam memanfaatkan peluang. Padahal, ada sederet peluang emas yang didapat untuk mencetak gol.

Kesalahan taktik dan pertahanan yang mis koordinasi ini menyebabkan Patrick Kluivert dan tim asuhannya harus dipaksa menenggak anti depresan lagi. Selepas pertandingan, Patrick Kluivert mengaku kecewa dengan hasil yang diraih. Eks pemain Barcelona ini mengakui bahwa gagalnya penalti Kevin mengubah jalannya pertandingan.

Respon Erick Thohir

Meski dibabat habis oleh Aussie, Erick Thohir selaku Ketua PSSI menilai Indonesia masih memiliki peluang lolos ke Piala Dunia 2026. Erick mencurahkan isi hatinya lewat sosial media pribadinya. Kekalahan tersebut memberatkan langkah Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, Erick berjanji akan terus memberikan dukungan penuh untuk Timnas Indonesia. 

“Saya tetap dukung Tim Nasional sepak bola Indonesia di saat kalah ataupun menang. Karena saya mencintai bangsa ini seutuhnya,” tulisnya. “Saya akan tetap kerja keras membangun Tim Nasional ini untuk menembus Piala Dunia. Kepada para pemain, tetap tegakkan kepala kalian. Peluang itu masih ada,” lanjut Erick.

Lawan Berikutnya

Namun, apakah benar demikian? Apakah Indonesia benar-benar memiliki peluang untuk lolos meski kalah dari Australia? Tentunya. Indonesia masih punya tiga pertandingan untuk diperjuangkan demi memperbaiki posisi di klasemen Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di pertandingan selanjutnya, Skuad Garuda bakal hadapi Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sementara pada Juni 2025, Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk laga melawan Tiongkok. Dan di laga pamungkas, Skuad Garuda akan melawat ke Negeri Sakura, guna menantang pasukan The Blue Samurai.

Dengan tiga pertandingan tersisa, Indonesia masih punya peluang secara matematis untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Tapi, jalan yang ditempuh anak asuh Kluivert ini agaknya sangat terjal. Sebab, kini Indonesia mempunyai poin yang sama dengan Bahrain, dan China, yakni enam. Sementara itu, Australia yang ada di posisi kedua unggul empat poin dari Indonesia. Meski sulit, tak ada yang mustahil di industri sepakbola. 

Wajib Menang di Laga Kandang

Jika mau berbicara hitung-hitungan, jalur yang paling realistis untuk ditempuh oleh Indonesia ya lewat ronde keempat. Yang mana, mereka harus finis di urutan ketiga atau keempat. Untuk mewujudkan itu, kemenangan melawan Bahrain dan Tiongkok adalah sifat yang tidak bisa ditawar lagi.

Apalagi, di dua laga tersebut Timnas Indonesia bermain di kandang sendiri. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Jay Idzes dan kawan-kawan untuk memperoleh 3 poin. Toh, dari segi kualitas pemain, bisa dibilang anak asuhan Patrick Kluivert lebih baik ketimbang Bahrain dan China. 

Memang di laga sebelumnya melawan Bahrain, Indonesia seakan dicurangi. Namun laga kandang tentunya akan berjalan berbeda. Jika masih dicurangin lagi sih kebangetan ya. Skuad Garuda sangat bisa mempermainkan mental para pemain Bahrain. Soal bagaimana caranya, mungkin bisa kita serahkan pada Ultras Garuda dan La Grande Indonesia. Perkara menjatuhkan mental lawan, mereka sudah tak perlu diajari lagi. 

Dari sudut pandang pelatih, Patrick Kluivert harus waspada terhadap lini belakang Timnas yang sering lengah. Permainan Total Football yang berusaha diterapkan seringkali malah memberikan celah kosong yang bisa dieksploitasi oleh lawan. Apalagi jika dilihat High Defensive Line yang dilakukan Calvin Verdonk cs seperti belum sempurna. Sepertinya, sudah saatnya Kluivert berpikir realistis. Ini bukan Barcelona bung!

Indonesia saat ini sudah mengumpulkan 6 poin. Jika meraih enam poin di dua partai kandang, Indonesia akan mengumpulkan 12 poin. Jumlah ini sepertinya cukup untuk membawa Indonesia ke putaran keempat. Itu dilihat dari kualifikasi Piala Dunia di edisi sebelumnya. Di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022, dengan jumlah poin yang sama, Uni Emirat Arab sudah bisa melaju ke putaran keempat.

Skenario Langsung Lolos Piala Dunia

Tapi, jika kalian mengira itu satu-satunya cara untuk lolos ke Piala Dunia, kalian salah besar. Lagi-lagi, secara matematis Indonesia masih berpeluang untuk finis di dua besar dan lolos otomatis ke Amerika Serikat.

Lalu, bagaimana skenarionya? Peluang lolos otomatis memang masih terbuka, tetapi sangat sangat kecil. Garuda harus menyapu bersih tiga laga tersisa dengan kemenangan. Itupun dengan catatan bahwa Australia telan tiga kekalahan di tiga laga sisa.

Australia tinggal menyisakan laga melawan China, Jepang, dan Arab Saudi. Katakanlah skuad asuhan Tony Popovic hanya memperoleh kemenangan saja saat melawan China dan tumbang di tangan Arab Saudi serta Jepang. Maka Australia maksimal hanya memperoleh 13 poin. Jika Indonesia berhasil sapu bersih kemenangan, Indonesia akan mengoleksi 15 poin. Itu cukup untuk menggusur Australia dari peringkat kedua.

Tapi tunggu dulu. Sapu bersih di 3 laga terakhir juga hal yang mustahil bagi skuad asuhan Patrick Kluivert. Sebab, disitu ada Jepang. Fans Indonesia baiknya berharap saja pada Hajime Moriyasu untuk menurunkan kekuatan lapis kedua di laga pamungkas. Jika itu benar terjadi, maka Indonesia punya kesempatan untuk mencuri poin. Tapi yakali Jepang bakal kalah di kandang sendiri? Yaaa, minimal imbang lah ya, Australia aja bisa kok menahan imbang Jepang di kandangnya sendiri. 

Skenario ini juga tidak mudah mengingat Saudi juga menyisakan tiga laga yakni melawan Australia, Jepang, dan Bahrain. Sesuai rencana sebelumnya, jika Australia kalah dari Saudi, jelas Saudi akan mendapatkan 3 poin. Dan itu jadi poin tambahan yang hanya boleh diperoleh Arab. Jika Arab menang lawan Bahrain, ya skema ini otomatis gugur. 

Bukan bermaksud untuk mengobral janji apalagi ekspektasi. Tapi skenario itu memang benar adanya. Melaju ke putaran keempat merupakan pilihan yang paling logis dan realistis bagi Timnas, mengingat itu juga merupakan target PSSI. Lagipula, jika gagal di 2026, masih ada kesempatan di edisi 2030, bukan? Chill. Apakah Garuda bisa bangkit dan menjaga asa menuju Piala Dunia? Mari kita kawal bersama. Itu pun kalau kalian masih percaya sama PSSI dan Patrick Kluivert.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru