Beranda blog Halaman 407

Siasat Bulus Chelsea Mengakali Transfer Enzo Fernandez

0

Bak nafsu yang sudah di ubun-ubun, Chelsea sangat menggebu-gebu dalam proses pengejaran tanda tangan bintang muda Argentina, Enzo Fernandez. Meski sempat mengalihkan pandangan ke Moises Caicedo, di menit-menit akhir jendela transfer Januari, Chelsea kembali memfokuskan target pada Enzo.

Usaha pun tak menghianati hasil. Chelsea akhirnya meluluhkan hati Benfica dan mendapatkan Enzo dengan harga 121 juta euro atau sekitar Rp1,97 triliun. Setelah klub asal Portugal itu bersikeras hanya mau berbicara soal transfer Enzo jika nilainya lebih dari klausul pelepasannya, yakni 120 juta euro.

Namun, transfer ini telah memicu beberapa pertanyaan. Selain harganya yang sangat mahal untuk ukuran pemain berusia 22 tahun. Mengapa Benfica mendadak mau melepas Enzo? Apakah hanya karena fulus?

Kemunculan Enzo di Piala Dunia

Nama Enzo Fernandez mulai dikenal saat ia membela Timnas Argentina di Piala Dunia Qatar. Meski ajang tersebut merupakan ajang internasional pertamanya, Enzo berhasil terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik usai membantu Argentina mengalahkan Prancis di laga final.

Padahal gelandang 22 tahun itu baru melakoni debut bersama Timnas Argentina pada 24 September 2022. Tepatnya pada laga uji coba melawan Honduras. Setelah itu Enzo langsung menjadi langganan starter di skuad asuhan Lionel Scaloni.

Di Piala Dunia, peran Enzo di skuad Argentina sangat vital. Di usia 21 tahun, Fernandez menjadi pemain kedua termuda setelah Lionel Messi yang mampu mencetak gol untuk Argentina di ajang internasional tersebut. Lengkungan indah dari sepakannya di laga kontra Meksiko, barangkali jadi cara paling epic untuk memperkenalkan diri di hadapan dunia.

Namun, bukan hanya golnya saja yang menarik untuk ditonton, melainkan juga permainan Enzo itu sendiri. Pria 22 tahun itu piawai dalam mengatur tempo di lini tengah. Ia adalah sosok kreator serangan yang berani mengambil resiko. Performa apik pemuda kelahiran San Martin itu pun akhirnya menarik minat klub-klub besar Eropa. Dan salah satunya adalah Chelsea.

Enzo dan Chelsea Bekerjasama

Tak mudah bagi Chelsea untuk mendapatkan tanda tangan mantan pemain River Plate itu. Selain harus bersaing dengan klub-klub lain macam Liverpool, Manchester United, hingga Real Madrid, Chelsea juga terhalang dengan harga selangit yang ditetapkan oleh Benfica.

Sang pemain dikabarkan tak pernah menolak untuk pindah ke Chelsea. Enzo bahkan dengan terbuka menyatakan kalau ia bersedia bergabung dengan klub Liga Inggris tersebut. Namun beberapa pihak, termasuk presiden klub, Rui Costa dan sang pelatih, Roger Schmidt berusaha menahan sang pemain untuk tidak pergi dari Benfica.

Awalnya, yang jadi masalah adalah 120 juta euro atau Rp1,95 triliun angka klausul pelepasan yang diminta Benfica memberatkan keuangan Chelsea saat ini. Pasalnya, musim ini klub kepunyaan Todd Boehly itu sudah mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan belasan pemain baru, termasuk Mykhaylo Mudryk yang harganya mencapai 70 juta euro atau setara Rp1,1 triliun. 

Namun, Chelsea yang tak kehabisan akal pun berusaha meminta keringanan kepada Benfica. The Blues bersedia membayar klausul pelepasan Enzo, tapi dengan cara nyicil. Karena mereka tak mau bermasalah dengan peraturan Financial Fair Play (FFP). 

Benfica masih saja menolak. Dengan waktu yang kian menipis, Chelsea pun meminta bantuan Enzo untuk membujuk Rui Costa agar ia mau menerima tawaran Chelsea. Menurut Sky Sport, karena Enzo yang ngotot ingin meninggalkan klub, Benfica akhirnya mau melepas Enzo dengan skema Chelsea yang mencicil sebanyak enam kali.

Enzo Fernandez pun dikeluarkan dari skuad Benfica yang akan menjalani pertandingan melawan Arouca pada Selasa malam. Menghilangnya dari skuad bertujuan memberi kesempatan pada pemain berusia 22 tahun itu untuk menjalani pemeriksaan medis di Portugal sebelum pindah ke Stamford Bridge.

Mengeksploitasi Celah FFP

Di sinilah kecerdikan Chelsea dalam mengakali Financial Fair Play. Mendatangkan pemain dengan harga mahal, klub menyiasatinya dengan metode pembayaran nyicil. Dan supaya cicilannya tak terlalu berat sehingga mengganggu laporan keuangan tahunan Chelsea, pihak klub memberikan kontrak jangka panjang kepada Enzo Fernandez.

Normalnya sebagai pebisnis, sebagai pemilik klub, Todd Boehly tak selamanya menggunakan cara bersih untuk mewujudkan proyek jangka panjangnya. langkah-langkahnya dalam mendatangkan pemain baru ke Chelsea beberapa kali menimbulkan perhatian khusus dari federasi sepakbola Eropa, UEFA. Setelah transfer Mudryk, kini Chelsea menggunakan skema yang sama pada Enzo.

Chelsea sendiri mengontrak Enzo dengan durasi 8,5 tahun. Itu sama dengan apa yang dilakukan pada Mudryk. Skema ini akan memudahkan Chelsea dalam mencicil pembayaran klausul Enzo. Karena pada neraca tahunan Chelsea, angka yang muncul valuasinya tak sampai 120 juta euro. Menurut David Ornstein, cicilan pertama sebesar 34 juta euro atau sekitar Rp553 miliar. Jadi The Blues masih memiliki selisih di batas pengeluaran per tahun mereka.

Di sisi lain, UEFA yang merasa diakali tengah menggodok peraturan tentang pemberian kontrak jangka panjang pada seorang pemain. Karena beberapa klub termasuk Chelsea sering memanfaatkan durasi kontrak jangka panjang untuk mengakali FFP. Dilansir The Sun, UEFA akan sedikit mengubah peraturan FFP agar klub hanya bisa memberikan kontrak maksimal berdurasi lima tahun saja.

Mumpung peraturan Financial Fair Play belum disahkan, Chelsea memaksimalkan peluang itu. Klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini seakan-akan mengeksploitasi celah yang ada untuk kepentingan pribadi secara masif.

Layak Dihargai 121 Juta Euro?

Persetan dengan siasat licik Chelsea dalam mengakali FFP, Enzo Fernandez tetap resmi berseragam Chelsea musim ini. Setelah melewati drama panjang, Chelsea menyegel transfer Enzo sebagai pemain termahal Liga Inggris. Transfer Enzo mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Jack Grealish saat didatangkan dengan mahar 117 juta euro atau setara Rp1,9 triliun dari Aston Villa 2021 lalu.

Namun yang jadi pertanyaan, layakkah pemain muda sepertinya dibanderol dengan harga segitu? Mengingat namanya baru muncul di Piala Dunia kemarin. Perlu diketahui, situs Transfermarkt hanya menghargai Enzo di angka 55 juta euro atau setara Rp895 miliar. Jadi bisa dibilang Chelsea telah membayar dua kali lipat lebih banyak dari harga pasar sang pemain.

Sedikit aneh mendengar pemain muda yang belum banyak pengalaman bermain di level liga top Eropa tapi sudah dihargai triliunan rupiah. Tercatat, partai final Piala Dunia barangkali jadi satu-satunya laga besar yang pernah dimainkan Enzo sampai hari ini. Beberapa pihak merasa Enzo masih kurang pengalaman. Apalagi ia akan bermain di kompetisi yang levelnya jauh berbeda dengan Liga Portugal.

Namun, Chelsea mempunyai pandangan lain terhadap Enzo. The Blues yakin sang pemain mengantongi bakat luar biasa. Sebagai gelandang tengah, Enzo bisa dibilang sebagai pemain yang lengkap. Kemampuan menyerang, dribbling keluar dari pressing lawan dan kemampuan bertahannya sangat luar biasa. Dan Todd Boehly yakin, bersama Chelsea Enzo akan mencapai potensi maksimalnya.

Tinggal kita lihat saja nanti, apakah Enzo bisa menambal lubang yang ditinggalkan Jorginho dan N’Golo Kante untuk membantu klub merangkak ke zona Liga Champions. Atau, Chelsea bakal bernasib sama seperti Liverpool yang kena tipu saat mendatangkan Darwin Nunez dari Benfica.

https://youtu.be/G13C3RhPzPU

Sumber: Football365, The Analyst, 90min, The Sun, Sky Sport, VOI

Berita Bola Terbaru 3 Februari 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Real Madrid kembali ke jalur kemenangan dengan hasil positif di kandang atas Valencia. Bertanding di Santiago Bernabeu, Jumat dini hari tadi, gol Marco Asensio di menit ke-52 dan Vinicius Junior di menit ke-54 memenangkan Los Blancos 2-0. Madrid bertahan di posisi dua klasemen Liga Spanyol dengan kini mengoleksi 45 poin, lima poin di belakang Barcelona. Sedang Valencia tertahan di urutan 14 dengan 20 poin.

Juventus sukses mengalahkan Lazio dengan skor 1-0 dalam laga perempat final Coppa Italia 2022/23 yang digelar di Allianz Stadium, Jumat (3/2) dini hari. Gol kemenangan Juventus pada laga ini diciptakan oleh Gleison Bremer pada akhir babak pertama. Berkat hasil ini, Juventus pun berhak melaju ke babak semifinal untuk menghadapi Inter Milan yang sukses mengalahkan Atalanta.

COURTOIS MINTA VINI JR DILINDUNGI USAI TERKENA TEKEL HOROR PEMAIN LAWAN

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois meminta perlindungan lebih untuk rekan setimnya Vinicius Jr yang menjadi sasaran tendangan liar dari bek Valencia, Gabriel Paulista. Paulista pun menerima kartu merah langsung. Kiper Madrid ini percaya lebih banyak yang harus dilakukan untuk mencegah pemain asal Brasil itu menjadi sasaran tekel. Tetapi Courtois senang dengan keputusan wasit untuk mengeluarkan Paulista.

BENZEMA DAN MILITAO TAMBAH DAFTAR CEDERA MADRID

Karim Benzema jadi tumbal kemenangan Real Madrid atas Valencia. Setelah pertandingan, terungkap melalui Sergio Quirante dari DAZN bahwa Benzema merasakan masalah di paha kanannya, dengan penilaian lebih lanjut akan dilakukan pada Jumat ini. Selain Benzema, Militao juga alami cedera. Ia terlihat mengeluhkan sakit pada otot pahanya. Selain keduanya, Toni Kroos juga kabarnya tengah menjalani pemeriksaan medis. Ia sempat ditarik keluar pada menit ke-66.

GREENWOOD BEBAS DARI SEMUA DAKWAAN DI KASUS PERKOSAAN

Pemain Manchester United, Mason Greenwood dibebaskan dari semua dakwaan termasuk pemerkosaan, Kamis (2/2). Sebelumnya, iia diskors Setan Merah sejak Januari 2022 lalu setelah ditangkap karena dituduh menyerang dan memerkosa pacarnya. Kini kepolisian Greater Manchester (GMP) mengatakan proses pidana terhadap seorang pria berusia 21 tahun telah dihentikan pada 2 Februari.

VARANE PENSIUN DI TIMNAS PRANCIS

Setelah sembilan tahun membela Les Bleus, bek Manchester United, Raphael Varane memutuskan pensiun dari timnas Prancis. Dalam pernyataan resminya, Varane menilai ini adalah saat yang tepat baginya untuk pensiun. Ia merasa perjalanannya bersama Les Bleus sudah cukup, terutama setelah memenangkan Piala Dunia 2018 silam. Ia juga menilai bahwa ia harus pensiun demi regenerasi di lini belakang Timnas Prancis.

CEDERA PAHA, MBAPPE DIPASTIKAN ABSEN LAWAN BAYERN MUNCHEN

Kylian Mbappe dipastikan bakal absen kala Paris Saint-Germain menghadapi Bayern Munich di Liga Champions pada 15 Februari mendatang. Cedera paha kiri memaksanya absen. Cedera paha itu dialami Mbappe setelah dilanggar pemain Montpellier kemarin. Mbappe diperkirakan absen tiga pekan. 

PAKAI NO 15 DI MU, SABITZER UNGKAPKAN HAL INI

Marcel Sabitzer dipastikan akan memakai seragam MU nomor 15, yang sebelumnya pernah dikenakan pemain-pemain macam Nemanja Vidic dan Daley Blind. “Aku ingin berterima kasih kepada ofisial di Manchester United atas kepercayaannya padaku. Aku sangat bersemangat untuk bermain di depan suporter kami yang sangat bergairah di Old Trafford dan untuk tim yang sangat besar ini dengan tradisi besarnya. Aku sudah siap!” Katanya. 

NOTTINGHAM FOREST DAPATKAN KAPTEN GHANA ANDRE AYEW

Nottingham Forest mendatangkan kapten tim nasional Ghana, Andre Ayew dengan cuma-cuma. Ayew akan dikontrak sampai akhir musim 2022/23. Ayew menjadi rekrutan ke-29 Forest sejak kembali ke divisi teratas. Sang pemain sebelumnya sempat menolak tawaran Everton sebelum bursa transfer Januari 2023 ditutup.

MARTINELLI TEKAN KONTRAK BARU ARSENAL HINGGA 2027

Arsenal telah mengamankan masa depan salah satu prospek muda terbesar dan pemain kunci mereka musim ini. Tim Meriam London mengikat Gabriel Martinelli dengan kontrak baru berdurasi empat setengah tahun hingga 2027. Sejauh musim ini, Martinelli membuat 27 penampilan di semua kompetisi sejauh ini dengan tujuh gol dan tiga assist.

LA LIGA: HANYA MADRID YANG BISA REKRUT MBAPPE DAN HAALAND

Presiden La Liga, Javier Tebas memberi sinyal kondisi keuangan Barcelona belum sehat. Dia menyeret nama Kylian Mbappe dan Erling Haaland untuk berbicara mengenai hal tersebut.Tebas mengatakan, untuk mendatangkan pemain bintang ke La Liga (utamanya Haaland dan Mbappe) saat ini, yang mungkin melakukannya adalah Real Madrid. Sementara Barcelona tidak mungkin, bahkan untuk musim depan.

PUMAS TUNTUT KOMPENSASI RP 73 MILIAR DARI DANI ALVES

Klub Meksiko, Pumas memutus kontrak Dani Alves setelah pemenjaraannya menyusul tuduhan pelecehan seksual itu. Kini Pumas menuntut kompensasi 4,5 juta euro atau Rp 73 miliar dari Dani Alves karena melanggar ketentuan perilaku yang tercantum dalam kontraknya. Pumas percaya tuduhan pemerkosaan berarti Alves telah melanggar kesepakatan dan oleh karena itu klub membutuhkan kompensasi finansial.

KONFLIK DENGAN NIKE, VINI JR PAKAI 2 SEPATU BERBEDA DI LAGA LAWAN VALENCIA

Ada yang menarik dari penampilan Vinicius Junior ketika Real Madrid berjumpa Valencia pada pekan ke-17 La Liga 2022/23. Pada laga tersebut, Vinicius memakai dua sepatu yang berbeda tiap babak. Pada babak pertama, Vinicius memakai sepatu dengan warna hitam tanpa corak. Lalu, pada babak kedua, Vinicius memakai sepatu Nike keluaran lama. Alasan Vinicius melakukan hal ini karena ia terlibat perselisihan dengan Nike soal kontrak dan beberapa hal. Pihak Vinicius ingin memutus kontrak dengan Nike akan tetapi tidak ada kejelasan soal status tersebut.

JUVENTUS DIUJUNG TANDUK, TERANCAM DIPOTONG 20 POIN LAGI

Juventus semakin terpojok. Setelah terkena hukuman pengurangan 15 poin atas manipulasi laporan keuangan terkait transfer pemain, kini hukuman berat sudah menanti lagi. Masalah ini seputar urusan gaji pemain di masa pandemi. Menurut Football Italia, Si Nyonya Tua belum membayar gaji untuk kuartal terakhir 2022 dan membutuhkan 11 juta euro atau sekitar Rp 180,27 miliar untuk menutup utang kepada pemain dan anggota staf klub. Media Italia melaporkan bahwa jaksa FIGC berencana menuntut Juventus dengan pengurangan minimal 20 poin di kasus ini.

KING KAZU KE LIGA PORTUGAL DI USIA 55 TAHUN

Pemain asal Jepang berusia 55 tahun Kazuyoshi Miura resmi gabung klub kasta kedua Liga Portugal, Oliveirense. Ia meninggalkan klub Jepang Yokohama FC dengan status pemain pinjaman sampai akhir musim 2022/23. Kedatangan striker Jepang itu dikonfirmasi melalui Twitter klub dan ini adalah kesempatan pertamanya bermain di Eropa sejak 1999, ketika ia menghabiskan waktu singkat bersama Dinamo Zagreb.

STY MINTA PEMAIN INDONESIA U20 TIRU CARA MAIN MESSI

Shin Tae Yong meminta pemain Timnas Indonesia U-20 meniru prinsip Lionel Messi dalam bermain sepak bola. Permintaan itu disampaikan dalam sesi perdana pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-20 di Jakarta, Rabu (1/2). Menurut Shin Tae Yong, Messi punya gaya berbeda saat berada di atas lapangan. Pemain berjuluk La Pulga itu bermain cerdas karena berpikir dulu sebelum mengambil keputusan. Shin pun menilai sejak sebelum mendapatkan bola, Messi berpikir di mana saja letak kawannya. Kapan ia harus mengumpan dan mendribble dan yang terpenting pandai membaca situasi.

PEMERINTAH SAUDI TAWARI BENZEMA, MODRIC, DAN RAMOS MAIN DI LIGA ARAB SAUDI

Pemerintah Arab Saudi sedang memanfaatkan momentum bergabungnya Cristiano Ronaldo ke Al-Nassr dengan terus mengajak bintang-bintang Eropa lainnya untuk merumput di Liga Arab Saudi. Laporan dari El Mundo mengungkapkan nama-nama lain yang kemungkinan berkarier di Timur Tengah. Tiga nama ini adalah rekan Ronaldo semua, yaitu Karim Benzema, Luka Modric, dan Sergio Ramos. Jika mereka mau, maka mereka bebas memilih klub.

PAUL POGBA CEDERA LAGI

Para pendukung Juventus sempat dibuat berharap saat Paul Pogba terlibat dalam pemanasan pada pekan ke-20 Liga Italia 2022/23, Minggu (29/1). Kala itu, Juve harus mengakhiri laga di kandang sendiri dengan kekalahan memalukan dari Monza (0-2). Pogba yang sudah duduk di bangku cadangan, ternyata urung mendapat menit bermain. Cedera nyeri ototnya ternyata membuat Massimiliano Allegri belum bisa memainkannya. 

GIROUD TOLAK TAWARAN EVERTON SAAT DEADLINE DAY BURSA TRANSFER

Striker AC Milan, Olivier Giroud memilih setia bersama Rossoneri dengan menolak tawaran dari tim Liga Inggris pada deadline day bursa transfer musim dingin 2023. Dikutip dari Football Italia, tim Liga Inggris yang melayangkan minat untuk membawa Giroud adalah Everton. Padahal Everton menawarkan gaji lebih banyak dengan nilai 8,5 juta euro atau sekitar Rp 138 miliar per tahunnya. Sementara di AC Milan, pemain 36 tahun ini hanya menerima bayaran 3,5 juta euro atau Rp 57 miliar per tahunnya.

BOURNEMOUTH RAMPUNGKAN TRANSFER HAMAD TRAORE DARI SASSUOLO

Klub Liga Primer Inggris, Bournemouth resmi menyelesaikan perekrutan gelandang internasional Pantai Gading, Hamed Traore dari klub Serie A, Sassuolo. Traore bergabung dengan kesepakatan pinjaman dan akan menandatangani kontrak lima tahun saat kesepakatan tersebut menjadi permanen di musim panas.

CUCURELLA KAGET JORGINHO PINDAH KE ARSENAL

Kepindahan Jorginho ke Arsenal ternyata tidak diketahui semua orang, termasuk rekannya di Chelsea Marc Cucurella. Cucurella kaget saat diberi tahu bahwa rekannya itu dipastikan hengkang ke klub rival. Momennya saat itu ia sedang melakukan sesi wawancara dengan tim dari GOAL. Pemain berusia 24 tahun itu ditanyai tentang pemain paling cerdas di dalam tim. Cucurella menjawab, “Jorginho pastinya”. Jawaban tersebut kemudian ditanggapi oleh pihak penanya yang mengatakan bahwa Jorginho bukan lagi pemain Chelsea, sehingga jawabannya tidak valid.

PULISIC DAN MCKENNIE DITAWARKAN KE MANCHESTER UNITED

Saat jendela transfer musim dingin ditutup, beberapa pemain ditawarkan ke Manchester United. Sebab tim yang diasuh Erik ten Hag itu berupaya mengamankan finis empat besar di paruh kedua Liga Premier musim ini. Menurut laporan ESPN, Weston McKennie dan Christian Pulisic termasuk di dalamnya. Tetapi McKennie kini telah resmi berbaju Leeds United, sedangkan untuk Pulisic, dia dikabarkan tidak bahagia di Chelsea. 

PRESIDEN LEICESTER CITY LUNASKAN HUTANG KLUB SEBESAR RP 3,5 TRILIUN

Presiden Leicester City, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, telah menghapus utang klub sebesar 194 juta pounds atau sekitar Rp 3,5 triliun kepada perusahaan induk King Power International (KPI). Ini merupakan kedua kalinya transfer utang ke ekuitas terjadi sejak keluarga Srivaddhanaprabha mengambil alih kepemilikan klub yang bermarkas di King Power Stadium ini. Sebelumnya utang sebesar 103 juta pounds juga dilunaskan pada 2013 lalu.

TELAT KIRIM DOKUMEN, BARCA GAGAL MEMBELI ARAUJO

Barcelona telah setuju secara verbal untuk meminjam bintang 21 tahun tersebut dengan opsi pembelian, namun transfer tersebut gagal terwujud dan kini hari tenggat transfer telah lewat. Direktur Barcelona, Mateu Alemany mengklaim kesalahan komputer menggagalkan usaha mereka merekrut Julian Araujo dari LA Galaxy. “Kami gagal tepat waktu gara-gara komputernya eror (keterlambatannya cuma 18 detik). Kita harus menunggu dan melihat bagaimana keputusan FIFA,” jelas Mateu Alemany, kepada Fabrizio Romano.

MILAN AKAN COBA DATANGKAN ZANIOLO DI MUSIM PANAS 2023

Setelah belum berhasil memboyong Nicolo Zaniolo pada bursa transfer Januari 2023, AC Milan tak menyerah. Mereka disebut akan kembali berusaha memboyong Zaniolo ke San Siro pada musim panas 2023 mendatang. Milan sendiri mungkin akan bisa mendapat Zaniolo dengan harga miring. Sebab harganya akan turun kala itu. Hal ini tak lepas dari masa kontraknya yang tersisa setahun lagi di AS Roma.

Gol Rudiger Dianulir VAR Sampai Cedera Benzema! Momen Penting Real Madrid vs Valencia

Akhirnya, kemenangan meyakinkan untuk Los Blancos. Real Madrid berhasil meraih poin maksimal setelah menang melawan Valencia tadi malam. Bermain di Santiago Bernabeu, anak asuh Carlo Ancelotti bisa menyelesaikan pertandingan dengan skor 2-0.

Gol diciptakan oleh Marco Asensio di menit ke-52 dan Vinicius Junior di menit ke-54. Juara La Liga musim lalu itu kini memiliki 45 poin, tapi masih terpaut lima poin dengan Barcelona di peringkat pertama. Mengejar Barca sepertinya akan jadi tantangan utama Ancelotti musim ini.

Sedangkan Valencia yang baru memecat Gattuso sebagai pelatih sedang tidak berada di kondisi yang baik. Sekarang mereka berada di lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Valencia saat ini berada di peringkat 14 dengan satu poin unggul dari zona degradasi. Terekam beberapa momen menarik di pertandingan tersebut.

Gol Rudiger Kena VAR

Salah satunya adalah gol sundulan Rudiger yang dianulir oleh VAR. Ini terjadi di akhir babak pertama. Sebenarnya di 45 menit pertama pertandingan berjalan alot. Real Madrid tidak bisa memaksimalkan peluang yang mereka punya. Valencia juga bisa bertahan dengan baik.

Tapi di masa injury time babak pertama, El Real punya peluang untuk membuka keran gol. Itu ketika sepak pojok Modric berhasil disundul dengan sempurna oleh Rudiger. Bek asal Jerman itu pun mencetak gol ketiganya selama berseragam Los Blancos.

Tapi itu semua dibatalkan. Gol tersebut langsung dibatalkan oleh keputusan VAR yang kontroversial. Sang wasit pun menganulir gol itu. Ternyata sebelum gol tercipta, Benzema dianggap telah melakukan pelanggaran terlebih dahulu kepada Yunus Musah. Para pemain Real melakukan protes tapi keputusan wasit sudah bulat.

Ini sudah kelima kalinya gol Real Madrid dianulir oleh VAR. Artinya Madrid adalah tim dengan gol yang dianulir VAR terbanyak di La Liga musim ini. Sebelumnya ada gol Rodrygo vs Getafe, lalu dua gol Benzema dan satu dari David Alaba ketika melawan Elche.

Sepatu Hitam Vinicius

Momen lain selama babak pertama adalah, Vinicius terlihat mengenakan sepatu berwarna hitam polos. Ini diduga ia lakukan setelah pemain Brasil itu mengakhiri kemitraannya bersama dengan merk sepatu terkenal asal Amerika, Nike.

Vinicius dan Nike telah lama bekerja sama sebelumnya. Nike telah menjadi sponsor terpenting Vinicius sejak 2013. Ketika itu usianya baru 13 tahun. Di tahun 2018 ia memperpanjang kontraknya lagi selama 10 tahun.

Tapi ia baru-baru ini memutuskan hubungan kerja sama dengan Nike. Seperti beberapa pesepak bola lainnya yang telah meninggalkan Nike sebelumnya. Diantaranya Neymar, Sterling, dan Sergio Ramos.

Tapi berbeda dengan tiga pemain itu, Vini dikabarkan masih mencari kontrak dengan merk baru. Mungkin itulah alasan kenapa ia memakai sepatu berwarna hitam tanpa polos merk di pertandingan melawan Valencia.

Namun di babak kedua ia keluar menggunakan sepatu yang berbeda, sepatu berwarna kuning. Tak lama setelah itu, tepatnya di menit ke-54 ia langsung mencetak gol kedua untuk Real Madrid. Mungkin sepatu hitam tak bermerk yang ia kenakan sebelumnya tidak terlalu nyaman dipakai.

Gol itu menjadi gol ke-50 Vini bersama Madrid di semua kompetisi. Melengkapi catatan 37 assistnya bersama klub ibu kota Spanyol itu.

Selain itu, pertandingan ini merupakan pertandingan ke-200 Vini bersama Real Madrid di semua kompetisi. Di usianya yang kini masih 22 tahun, ia jadi pemain termuda ketiga yang pernah mencatatkan jumlah pertandingan itu di Madrid. Dua pemain lainnya adalah legenda Bernabeu, Raul Gonzalez dan Iker Casillas.

Benzema Cedera

Disamping momen membanggakan Vinicius, terdapat pula momen yang bikin Madridista yang menonton was-was. Benzema terlihat tertatih-tatih di lapangan saat itu. Hingga di menit ke-60, Benzema ditarik keluar lapangan digantikan oleh Rodrygo.

Masih belum diketahui seberapa parah cedera Benzema. Tapi dikutip dari the sun, bomber asal Prancis itu menderita cedera hamstring kanan. Ini adalah cedera ketiganya di musim ini. Sebelumnya, Benzema mengalami cedera tepat sebelum Piala Dunia. Itu membuatnya tersingkir dari skuad Prancis.

Sang Manajer, Carlo Ancelotti telah mengklaim bahwa cedera yang dialami Benzema itu merupakan cedera yang sangat ringan. Ia juga berharap kalau striker andalannya itu bisa bermain di pertandingan selanjutnya.

Di pertandingan selanjutnya, Los Blancos akan bertamu ke markas Mallorca dalam lanjutan laga La Liga. Setelah itu mereka akan terbang ke Maroko untuk kejuaraan Piala Dunia Antar Klub. Real Madrid akan menghadapi Liverpool dalam babak 16 besar Liga Champions di akhir bulan Februari nanti. Don Carlo bisa saja bilang cedera Benzema itu sangat ringan. Tapi ia juga harus hati-hati, jadwal yang sangat padat seperti itu biasanya memakan tumbal.

Selain Benzema, pemain lain yang cedera di pertandingan ini adalah Eder Militao. Bek Brasil itu malah cedera lebih dulu di awal laga. Ia mengalami cedera setelah bentrokan dengan Samuel Lino. Militao pun harus ditarik keluar dan digantikan oleh Dani Carvajal di menit ke-36.

Tekel Keras Paulista ke Vinicius

Di babak kedua pertarungan antara Madrid vs Valencia makin panas. Sampai akhirnya di menit ke-70, Gabriel Paulista memberikan tendangan keras ke kaki Vinicius. Sayap Brasil itu terlempar ke tanah sambil berteriak kesakitan.

Pelanggaran yang dilakukan mantan pemain Arsenal itu memicu perkelahian massal antar pemain dari masing-masing tim di lapangan. Vinicius yang tidak terima dengan tekel kotor itu langsung menerjang Paulista, berusaha untuk melancarkan balasan langsung.

Paulista pun langsung dikenai kartu merah oleh wasit. Ia pun langsung diusir keluar lapangan. ketika dirinya keluar lapangan, Militao yang merupakan rekan senegara Paulista dan juga Vini menghadangnya di garis pinggir. Ia terlihat berbicara dengan Paulista sebelum dirinya ke ruang ganti.

Untungnya Vinicius terlihat tidak terluka dari insiden tersebut. Don Carlo bisa bernafas lega, tidak ada lagi bintangnya yang harus menepi. Vini sedang berada di performa puncaknya musim ini. Ia mencetak 12 gol dari 30 pertandingan. Ia juga jadi salah satu senjata utama Real Madrid untuk bisa menyusul Barcelona.

Sebenarnya Ancelotti masih punya satu senjata rahasia lagi. Dia adalah Marco Asensio yang menjadi starter dan mencetak gol di pertandingan tersebut. Tidak hanya itu, ia juga menjadi pemain Madrid dengan expected goals tertinggi di antara pemain Madrid lainnya di laga itu. Sayang nasibnya di Bernabeu masih bergantung tidak jelas. Kontraknya akan habis empat bulan lagi tapi belum ada tawaran kontrak baru dari Los Blancos.

Sumber referensi: ESPN, Espana, Managing Madrid, Athletic, Goal

Bertengkar dengan Pelatihnya, Pemain Bintang Ini Dibuang!

0

Selain antar pemain, faktanya perselisihan juga kerap terjadi antara pemain dan pelatih. Namun, karena pelatih yang lebih berkuasa, terkadang pemain harus mengalah dan menuruti apa mau pelatih. Namun ceritanya akan lain apabila yang dihadapi adalah pemain-pemain bintang yang notabene memiliki ego cukup tinggi. 

Pasti selalu ada saja alasan yang membuat para pemain tersebut berani menentang sosok yang seharusnya mereka hormati. Misalnya, seperti apa yang terjadi pada bintang Manchester City, Joao Cancelo. Kabarnya, pemain Portugal itu pindah ke Bayern Munchen karena konflik internal, terutama dengan pelatihnya sendiri, Pep Guardiola.

Well, bagaimana detailnya kamu bisa menonton video sebelumnya. Nah, sebetulnya bukan hanya Cancelo yang hengkang dari klub setelah berselisih dengan pelatihnya. Berikut ini adalah pemain bintang yang bertengkar dengan pelatihnya, dan berakhir dibuang. Siapa saja mereka?

Ruud Van Nistelrooy dan David Beckham

Selain dikenal sebagai pelatih paling sukses di dunia, Sir Alex Ferguson juga dikenal dengan ketegasan dan doyan marah-marah. Untuk testimoni mungkin football lovers bisa menanyakan langsung kepada dua mantan punggawa Manchester United yang menjadi korban ketegasan Fergie, yakni David Beckham dan Ruud van Nistelrooy

Beckham jadi yang lebih dulu merasakannya. Konfliknya dengan Fergie yang mengakibatkan sepatu melayang ke pelipisnya sudah jadi rahasia umum. Awalnya, Fergie kesal dengan permainan Beckham di laga melawan Arsenal. Sang pelatih mengatakan kalau Beckham terlalu malas untuk membantu pertahanan, sehingga United kebobolan.

Di ruang ganti kemarahan sang pelatih kian memuncak. Pasalnya, Beckham yang dikritik bukannya menerima namun malah mengumpat. Sontak Fergie yang berada di dekat tumpukan sepatu langsung mengayunkan kakinya sehingga salah satu sepatu mendarat di pelipis Beckham. 

Kabarnya ini bukan satu-satunya konflik yang membuat Beckham akhirnya menerima pinangan Real Madrid tahun 2003. Karena Fergie merasa Beckham sudah banyak berubah setelah menikah dengan mantan personel Spice Girl, Victoria.

Sementara Nistelrooy yang telah mencetak 150 gol hanya dalam 215 penampilan untuk Setan Merah, mengalami musim terberat di akhir-akhir masa baktinya. Musim 2005/06 menjadi salah satu yang terburuk karena pemain asal Belanda itu berselisih dengan rekan satu tim dan Ferguson.

Kabarnya, Nistelrooy berselisih dengan Cristiano Ronaldo. Menurutnya, Ronaldo terlalu egois di lapangan, Nistelrooy yang kesal pun sempat menghina ayah Ronaldo. Perilaku tersebut membuat Fergie geram. Setelah momen itu, Nistelrooy jadi lebih sering cekcok dengan Fergie hingga akhirnya ia dijual ke Real Madrid pada tahun 2006.

Cristiano Ronaldo

Periode kedua Cristiano Ronaldo di Manchester United tak berakhir dengan baik. Menyusul beberapa perselisihan dengan klub dan Erik Ten Hag yang ia bongkar di salah satu wawancara kontroversial beberapa saat sebelum didepak dari klub.

Kegelisahan Ronaldo berawal dari ketidakmampuan Manchester United untuk mengamankan satu tempat di Liga Champions. Situasi kian memburuk setelah ia terlibat perselisihan dengan Ten Hag karena meninggalkan pertandingan sebelum peluit panjang dibunyikan. Itu menyebabkan Ronaldo dikeluarkan dari skuad utama United.

Bukannya meminta maaf dan memperbaiki hubungannya dengan sang pelatih, Ronaldo justru curhat ke Piers Morgan soal situasi sulit yang ia hadapi di Manchester United. Perkataan di wawancaranya tersebut sangat menyakiti hati Ten Hag dan jajaran direksi klub. 

Ten Hag yang tak mau ambil pusing langsung menyarankan klub untuk memutus kontrak Ronaldo. Beberapa hari kemudian, Manchester United pun mengumumkan kalau mereka tak akan melanjutkan kerjasama dengan Ronaldo. Keduanya sepakat untuk berpisah secara baik-baik.

Robbie Fowler

Nama besar Robbie Fowler di Liverpool sudah tak diragukan lagi. Namun, kisahnya di Merseyside tak selamanya indah. Sikapnya menjelang akhir tugas pertamanya di Anfield tidak sepenuhnya sesuai dengan image legenda yang selama ini disandang.

Status Fowler sebagai striker pentolan Liverpool mulai memburuk setelah kedatangan Gerard Houllier tahun 1998. Dikritik secara terbuka oleh sang manajer, Fowler merespons dengan tidak baik. 

Fowler yang ngambek minta dicopot dari jabatan kapten karena kurangnya menit bermain. Houllier lebih menggemari nama-nama Emile Heskey dan Michael Owen untuk mengisi lini depan Liverpool ketimbang Fowler.

Sang pemain pun akhirnya hengkang ke Leeds United tahun 2001. Dalam autobiografinya, Fowler bahkan menyalahkan Houllier atas kepergiannya dari Anfield. “Mudah bagi saya untuk menyalahkan Houllier atas apa yang terjadi. Ia melakukan hal curangnya untuk memaksa saya keluar,” kata Fowler.

Zlatan Ibrahimovic

Konflik dan Zlatan Ibrahimovic adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Konfliknya di Barcelona barangkali jadi salah satu yang paling menarik untuk dibahas. Pada tahun 2009 Ibra datang sebagai rekrutan termahal El Barca dengan mahar 69 juta euro atau sekitar Rp1,1 triliun dari Inter Milan. Namun, transfer ini tampaknya tak berjalan baik bagi Zlatan.

Performanya tetap oke, dia konsisten mencetak gol di setiap pertandingan. Namun, hubungannya dengan pelatihnya saat itu, yakni Pep Guardiola terkenal kurang harmonis. Zlatan kurang senang dengan beberapa keputusan sang pelatih yang terkesan memojokkan dirinya.

Keinginan sang bocah ajaib, Lionel Messi untuk peran yang lebih sentral di lini depan Barcelona membuat menit Zlatan jauh berkurang. Nah di sinilah masalahnya. Penyerang asal Swedia itu tak senang dengan cara manajemen Guardiola. Ibra bahkan menyebut pelatih asal Spanyol itu pengecut karena menuruti kemauan pemain 22 tahun.

Perseteruannya itu menyebabkan Zlatan dipinjamkan ke AC Milan setelah hanya satu musim di Spanyol. Karena sukses ia dipermanenkan oleh AC Milan. Kabarnya hubungan Zlatan dengan Guardiola tetap tak baik hingga sekarang.

Carlos Tevez

Terakhir ada Carlos Tevez. Saat masih berseragam Manchester United, namanya viral karena membelot ke Manchester City. Nah di Manchester biru ia terlibat konflik dengan pelatihnya saat itu, yakni Roberto Mancini.

Perselisihan keduanya berawal ketika Tevez menolak perintah Mancini untuk melakukan pemanasan dalam laga melawan Bayern Munchen pada September 2011 lalu. Hal tersebut kemudian memicu konflik di antara keduanya. Tevez pun akhirnya dihukum dan didenda manajemen City.

Perselisihan dengan Roberto Mancini membuat Tevez mendapatkan hukuman tak boleh bermain dan pemotongan gaji selama 2 pekan. Ia bahkan sempat kabur ke kampung halaman untuk mengasingkan diri. Merasa sudah tidak kondusif, ia pun segera mengajukan permintaan resmi kepada klub bahwa ia ingin segera dijual. Tevez pun dilepas ke Juventus semusim kemudian.

https://youtu.be/tsNrEiqKaHI

Sumber: Football Faithfull, Planetfootball, Mancity, Goal, Daily Star, The Guardian

Totthenham vs Manchester City : Apa Spurs Mau, Bantu Arsenal Menjauh dari City?

Dendam Tottenham Hotspur kepada sang juara bertahan, Manchester City di pertemuan pertama akan segera diwujudkan. Tak main-main, rekor apik Spurs saat bertemu pasukan Pep di markas sendiri jadi kartu “As” bagi Conte. Pembungkaman terhadap sang juara bertahan di seisi Tottenham Hotspur Stadium pun, kini sudah mulai dipersiapkan dengan rapi oleh sang tuan rumah.

Namun di sisi lain, skenario pembungkaman ini jadi serba salah bagi The Lilywhites. Pasalnya, akan ada sangkut pautnya dengan musuh abadi mereka yang menjengkelkan, Arsenal. Lantas, apa yang harus diperbuat Spurs dengan situasi ini?

Catatan Apik Spurs Di Kandang Sendiri Ketika Melawan City

Bercerita tentang pertemuan kedua tim ketika dihelat di markas Spurs, ternyata punya magis tersendiri. Ya, magis itu berasal dari stadion baru Spurs, Tottenham Hotspur Stadium. Markas Spurs itu telah jadi malapetaka bagi pasukan Pep sejak 2019 silam.

Cerita itu berawal dari diresmikannya stadion baru berkapasitas 60 ribu lebih yang dibangun di tanah stadion lama Spurs, White Hart Lane. Spurs yang masih dipegang Pochettino ketika itu, baru merumput di stadion baru pada 3 April 2019. Salah satu partai besar yang dihadapi waktu itu, adalah menjamu Manchester City di leg pertama Liga Champions babak perempat final.

Tepatnya pada 10 April 2019, seminggu setelah stadion itu diresmikan. Spurs akhirnya mampu menenggelamkan pasukan Pep 1-0. Sebelum menempati stadion baru itu, diketahui bahwa pasukan Pep sering menjungkalkan Spurs.

Tuah stadion itu, tentu sangat membantu Spurs di musim itu. Selain menyingkirkan City, mereka mampu lolos hingga partai final Liga Champions.

Uniknya setelah kemenangan atas City di stadion baru tersebut, Spurs benar-benar menjaga tuah keramat stadionnya itu. Yakni dengan cara tak kebobolan satupun oleh pasukan Pep.

Lihat saja di empat pertemuan terakhirnya kala dihelat di kandang Spurs. Spurs mampu sapu bersih kemenangan dengan clean sheet. Satu di jaman Pochettino, dua di jaman Mourinho, dan satu di jaman Nuno Espirito. Nah sekarang, laga sarat dendam bagi Conte nanti adalah pertemuan kelima keduanya di Tottenham Hotspur Stadium.

Siasat Conte Dendam Di Pertemuan Pertama

Keangkeran stadion ini bagi City, tentu akan dimanfaatkan oleh Conte yang belum lama ini terluka ketika kalah oleh City setelah di “comeback” 4-2. Padahal mereka mampu unggul terlebih dahulu di babak pertama.

Conte tentu punya siasat lain untuk menuntaskan dendamnya di pertemuan pertama. Toh sejak dilatih Conte, Spurs juga punya catatan apik kala melawan City. Seperti kemenangan 3-2 di Etihad pada Februari 2022.

Di pertemuan pertama, pasukan Conte sebenarnya punya modal performa apik di babak pertama. Kolektivitas dan kerja tim dengan format andalan 3-4-3, berjalan dengan solid. Skor 2-0 berkat Emerson Royal dan Kulusevski pun jadi bukti.

Sekarang pertanyaannya kenapa bisa di “comeback” di babak kedua? Conte tentu sudah tahu PR besarnya. Dan mereka segera harus dievaluasi, terutama sang kiper Hugo Lloris.

Kiper finalis Piala Dunia itu kini banyak diragukan performanya. Setelah banyak melakukan kesalahan, termasuk kala melawan Arsenal, Conte harus menyiasatinya dengan tambahan pertahanan yang solid di depan Lloris.

Dier, Davies, Lenglet, maupun Romero harus dilapisi apik oleh Hojbjerg dan Bentancur sebagai pivot, kalau perlu ditambah Bissouma. Mereka harus benar-benar disiplin selama 90 menit kala menguber para pemain City yang pasti akan menguasai bola. Nah, di situ cara klasik Spurs dengan serangan balik bisa dilakukan.

Dalam memanfaatkan strategi serangan balik efektif, Conte harus maksimal memanfaatkan taji Son Heung Min. Pemain yang selalu rutin menjebol gawang City di empat pertemuan terakhirnya di markas Spurs. Oppa Korea yang satu ini sering jadi mimpi buruk pasukan Pep dengan kecepatannya memanfaatkan serangan balik.

Pemain Baru

Namun, bagi Pep tentu performa pada pertemuan pertama tetap akan dipertahankan. Mereka kini terus dalam mode tancap gas guna memepet Arsenal di puncak klasemen, tak peduli siapa pun lawannya. Namun, tim asuhan Conte, sekali lagi perlu diwaspadai. Apalagi mereka sudah mendapatkan Arnaut Danjuma.

Dengan itu, Conte punya senjata rahasia yang bisa jadi kejutan untuk menumbangkan City. Variasi serangan yang baru dari Spurs itu, diharapkan Conte bisa menambah daya gedor pasukannya supaya tak lagi dipecundangi City seperti di pertemuan pertama.

Spurs Serba Salah

Nah, ketika sudah bicara segi kekuatan, kini Spurs malah dihadapkan pada situasi yang rumit jelang laga ini. Gimana nggak rumit? Kalau mereka benar-benar menjungkalkan City, akan berdampak baik bagi musuh abadinya, Arsenal.

Selisih lima poin City dari Arsenal otomatis akan bertambah jika City kalah atas Spurs. Sementara, Arsenal akan diprediksi mengatasi tim pesakitan Everton di tempat lain.

Atas nama profesional, dan juga ambisi Spurs mengejar Newcastle dan MU di zona Liga Champions, harusnya pemikiran seperti itu tak terjadi. Apalagi kalau sampai kalah lagi, Conte tentu dipertanyakan masa depannya di tengah semua tuntutan transfer sudah dipenuhi oleh manajemen.

City Tetaplah City

Sudah banyak bicara tentang kans Spurs untuk menang, apakah segitu gampangnya akan terealisasi? Tentu tak semudah itu. City tetaplah City. City tetap diunggulkan di partai ini. Keran gol Haaland yang sudah mulai pulih, serta penampilan Mahrez dan Grealish yang kembali optimal, jadi kekuatan Pep nanti. Supersub Julian Alvarez juga jadi kartu lain yang disiapkan oleh Pep.

Ambisi perketat jarak dengan The Gunners, masih terus digaungkan Citizens. Selain itu, Pep juga tak mau dong rekor buruknya di markas Spurs terus berlanjut. Dengan segala cara, tentu Pep akan lakukan untuk putus rekor buruk itu.

Permasalahan bocornya lini belakang kala berjumpa Spurs, akan segera disiasati Pep dengan cara memasang kembali Ruben Dias maupun Laporte yang sudah 100% sembuh dari cedera.

Rekor apik Spurs di kandang kala melawan City, tentu jadi modal apik. Namun di sisi lain, yang lebih rumit adalah, apakah publik Spurs mau merelakan begitu saja Arsenal menjauh dari City? Kalau menurut Football Lovers, mana nih yang berpotensi akan unggul?

Sumber Referensi : footballondon, sofascore, sportsmole, theanalyst, bbc, foottheball

Sial Banget! Pemain Ini Batal Pindah Klub di Deadline Day

Deadline Day transfer Januari 2023 meledak. Pasar pembelian dan penjualan pemain riuh, bak pasar rakyat. Para klub berjudi mempertaruhkan uang dan masa depan performa timnya.

Bisingnya Deadline Day transfer tersebut tak pelak memunculkan cerita rumit tentang beberapa pemain yang terkena nasib apes karena tak jadi pindah klub di masa-masa akhir jendela transfer itu ditutup. Tentu banyak alasan yang melatarbelakanginya. Nah, berikut pemain yang sial karena tak jadi pindah klub.

Nicolo Zaniolo

Pemain Timnas Italia, Nicolo Zaniolo awalnya ngotot untuk meninggalkan AS Roma. Akan tetapi, sang pelatih Jose Mourinho juga awalnya enggan melepasnya.

Laporan dari Sky Sports mengatakan, Roma akhirnya frustrasi dengan sikap pemain yang ingin hengkang tersebut. Roma pun mengambil tindakan tegas dengan membekukan Zaniolo dari skuad. Benar saja, Zaniolo sudah tidak tampak di tempat latihan Roma. Kabarnya sang pemain pulang ke La Spezia.

Sikap Zaniolo itu membuat para ultras Giallorossi berang. Para pendukung Roma garis keras sampai-sampai melabelinya sebagai pengkhianat. Zaniolo pun sampai harus melaporkan kejadian kecaman keras itu ke kepolisian setempat untuk mendapatkan perlindungan.

Untuk meredakan suasana, akhirnya dicari jalan tengah antara kedua belah pihak. Roma dan Mou pun akhirnya sepakat, jika ada yang menawar Zaniolo seharga 30 juta pounds, ia akan dilepas. Akhirnya datanglah Bournemouth yang ngaku mampu membayar Zaniolo. Giallorossi sudah sepakat dengan Bournemouth, namun si Zaniolo yang justru ogah.

Alasannya, Bournemouth adalah tim papan bawah. Dari pada situasi makin keruh, menurut laporan Gianluca Di Marzio, Zaniolo pun luluh dan akhirnya kembali membuka pintu bagi Bournemouth. Namun apesnya, giliran Bournemouth-nya yang menolak. The Cherries merasa sudah cukup berbelanja di musim dingin ini.

Isco

Pemain yang kedua adalah pengangguran dari Spanyol, Isco. Gelandang flamboyan eks Madrid itu kini juga sial nasibnya. Usai berpisah dengan Sevilla pada Desember 2022 silam, ia kebetulan ditawari kesepakatan baru dengan klub Jerman, Union Berlin.

Pihak Isco pun lantas melakukan negosiasi dengan Union Berlin. Sampai-sampai ia sudah berada di Berlin dan segera melakukan tes medis. Isco pun lolos seleksi medis, dan tinggal menunggu kesepakatan akhir diteken saja. Bahkan perkenalan kepada publik pun sudah dipersiapkan Union Berlin.

Namun apa yang terjadi setelahnya? Pihak Union Berlin mengubah kesepakatan awal. Union Berlin beralasan punya keterbatasan finansial dan pajak, sehingga harus mengubahnya. Direktur olahraga mereka, Oliver Rohnert mengatakan transfer Isco tidak terwujud karena telah melampaui batas kesepakatan kontrak awal.

Sementara perwakilan Isco, Gestifute mengatakan bahwa pembicaraan dengan pihak Union Berlin tidak lagi berjalan sesuai rencana awal. Kedua perwakilan tersebut pun tampak saling melempar kesalahan.

Kegagalan transfer itu akhirnya membuat Isco saat ini jadi pengangguran lagi. Nasib Isco yang sudah terlanjur di Berlin seketika berubah sore itu juga waktu Berlin. Menurut informasi BILD, Isco akhirnya bertolak ke bandara lebih cepat setelah kesepakatan itu runtuh. Isco akhirnya terlihat langsung pergi meninggalkan Berlin dengan jet pribadi malam itu juga.

Sofyan Amrabat

Sofyan Amrabat, bintang lini tengah Timnas Singa Atlas di Piala Dunia itu juga mengalami nasib sial di Deadline Day transfer Januari ini. Awalnya, klub Amrabat, Fiorentina hanya mau melepasnya dengan status pembelian permanen atau peminjaman dengan kewajiban membeli sebesar 40 juta euro di musim panas.

Masalahnya, klub yang menawar Amrabat itu, tak lain dan tak bukan adalah Barcelona. Klub yang dicurigai pihak Fiorentina akan mengkhianati perjanjian itu karena masih memiliki masalah finansial yang rumit.

Awalnya Amrabat pun tampak senang bukan kepalang mendengar adanya bujuk rayu dari klub besar La Liga itu. Dirinya bahkan sempat mangkir dari sesi latihan Fiorentina dan terciduk di Camp Nou menonton partai Barca melawan Getafe.

Menurut, Fabrizio Romano, Barcelona awalnya telah menawar biaya peminjaman Amrabat sebesar 3 juta euro yang disertai opsi beli senilai 37 juta euro. Namun, kubu La Viola tetap tak mau menerimanya. Presiden dan direktur klub Fiorentina pun dikatakan marah dengan Barca dan Xavi yang berulang kali terlihat membujuk pemainnya secara paksa untuk hengkang.

Transfer itu pun akhirnya kandas. Pihak Barca pasrah atas keputusan Fiorentina. Dari sisi Amrabat, ia tampak sangat menyesal tak jadi hengkang ke Barca. Ia kini serba salah dengan kondisinya yang kadung kisruh dengan pihak Fiorentina.

Akhirnya, ia pun dilaporkan Sky Sports telah meminta maaf kepada pihak klub setelah Deadline Day berakhir. Menurut laporan itu juga, Fiorentina telah menerima permintaan maaf sang pemain. Jadi Amrabat akan tersedia untuk pertandingan Fiorentina berikutnya.

Moises Caicedo

Pemain berikutnya yang sial adalah Moises Caicedo. Gelandang Brighton asal Ekuador yang jadi buah bibir karena diperebutkan banyak klub besar Inggris macam Chelsea maupun Arsenal.

Dengan adanya tawaran beberapa kali dari Arsenal maupun Chelsea, Caicedo pun akhirnya memutuskan untuk mempertimbangkan hal itu dengan pihak agennya. Ia bersikap seolah ingin hengkang di musim dingin ini, selagi tawaran menggiurkan dari klub besar itu menghampiri.

Ia akhirnya menunjukan sikapnya dengan mangkir dari sesi latihan Brighton. Ia pun juga telah curhat kepada sang pemilik klub, Tony Bloom di media sosial pribadinya. Intinya berisi bahwa ia ingin segera hengkang dan pihak klub harus segera merelakannya.

Namun, penawar paling getol, Arsenal diketahui berhenti di penawaran 60 juta pounds untuk Caicedo. Kendati begitu, Brighton tetap dengan prinsip awal, jika Caicedo akan dilepas dengan harga 70 juta pounds. Arsenal enggan menaikkan tawarannya.

Alih-alih berharap Chelsea-nya Boehly akan mau menebus 70 juta pounds, dan kembali menikung Arsenal, eh malah The Blues lari ke Enzo Fernandez. Arsenal sendiri justru mengangkut Jorginho yang justru berharga lebih murah, yaitu 11 juta euro saja.

Dengan begitu nasib Caicedo akhirnya terlantar. Tak ada lagi yang mau mengejarnya. Sudah kadung pede ingin hengkang, eh malah dia kini harus kembali lagi berlatih bersama Brighton.

Hakim Ziyech

Pemain lainnya yang tak kalah apes yakni Hakim Ziyech. Nasib bintang Maroko yang satu ini cukup tragis berkat kesalahan sepele dua belah pihak, yakni PSG dan Chelsea. Awalnya, segalanya sudah disepakati. Ziyech pun sudah siap dikenalkan ke publik Paris sebagai pemain baru PSG. Ia bahkan terciduk sudah seharian berada di Paris.

Namun, pada menit-menit akhir transfer itu tiba-tiba gagal. Masalahnya berkat adanya keteledoran dari pihak Chelsea. Lho kok bisa?

Keteledoran The Blues ini tak tanggung-tanggung, mereka bukan hanya sekali melakukan kesalahan tapi tiga kali, entah itu sengaja atau tidak disengaja. Dilaporkan dari RMC Sport, kronologi keteledoran pihak Chelsea ini dimulai dari kesalahan pertama yakni melewatkan empat kali panggilan telepon dari PSG.

Pihak PSG ketika itu menelepon Chelsea bermaksud mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengirimkan proposal berisi dokumen peminjaman Ziyech. Kejadian itu bermula pada jam 21.40 waktu Paris. Perlu diketahui bahwa penutupan bursa transfer terjadi pada pukul 23.00. Namun, pihak Chelsea tak kunjung menerima panggilan dari PSG tersebut.

Chelsea baru menerima panggilan PSG pada pukul 22.55. Dan akhirnya, Chelsea pun menerima dokumen tersebut. Nah berikutnya, kesalahan kedua Chelsea juga tergolong fatal. Yakni tidak menyertakan tanda tangan pengesahan dalam dokumen tersebut. Sehingga PSG mengembalikannya lagi ke Chelsea supaya dilengkapi.

The Blues lalu mengembalikannya lagi pada pukul 22.58. Namun, di sinilah letak kesalahan ketiga Chelsea, yang ternyata mengembalikan dokumen itu dalam versi yang salah. Chelsea dicap kurang teliti.

Versi dokumen yang benar baru diterima 3 menit setelah bursa transfer ditutup yakni pada pukul 23.03. PSG pun akhirnya mengunduh dokumen tersebut, tapi sayangnya waktu tenggat sudah lewat.

Menurut Fabrizio Romano, dilaporkan bahwa PSG sedang berusaha mencari solusi dan akan mengajukan banding. Petinggi PSG pasti marah besar atas kasus ini. Ziyech pun akhirnya kini hanya bisa pasrah menerima nasib tetap berseragam biru Chelsea, bukan biru PSG.

https://youtu.be/1h7OxQiQu2c

Sumber Referensi : dailymail, bild, footballitalia, theathletic, skysports

Mengapa Banyak Pemain Kesulitan Ketika Pindah ke Liga Inggris?

0

Gerard Pique mendapati dirinya gagal saat berseragam Manchester United. Ia mengalami keterpurukan kala bermain di Liga Inggris sekitar tahun 2004-2008. Selain Pique, Angel Di Maria juga tak bisa menjumpai sentuhan terbaiknya kala membela Setan Merah.

Di Maria mengalami paceklik saat bermain di Liga Inggris. Dari 32 laga, sepanjang musim 2014/15, sang malaikat justru hanya bisa mencetak 4 gol dan 12 assist saja. Selain dua nama itu, masih ada Iago Aspas, Juan Cuadrado, Sebastian Haller, sampai Alvaro Morata yang semuanya flop ketika bermain di Liga Inggris.

Hari ini kita bisa melihat tanda-tanda yang sama pada Darwin Nunez dan Cody Gakpo. Dua pemain yang didatangkan Liverpool itu masih belum menampilkan kualitasnya. Soal Gakpo, mungkin butuh waktu. Lantas bagaimana dengan Nunez?

Sederet pemain tadi dan beberapa pemain lainnya yang gagal di Liga Inggris menunjukkan betapa bermain di liga paling kompetitif memang tak mudah. Tak sedikit pemain akhirnya kesulitan ketika pindah ke Premier League, meski sebelumnya atau bahkan setelahnya sang pemain bisa moncer lagi. Tapi pertanyaannya, mengapa?

Banyak Pemain Mahal Merapat ke Inggris

Liga Inggris sebagai barometer liga paling kompetitif membuat pemain mana pun tertarik untuk merapat ke sana. Pun begitu bagi klub-klub Premier League itu sendiri. Mereka membutuhkan amunisi untuk bertarung di Liga Inggris. Maka mengimpor pemain dari luar adalah solusinya.

Klub-klub Liga Inggris yang rata-rata memiliki kekuatan finansial tak segan untuk mengimpor pemain dari luar dengan harga yang mahal. Contoh paling dekat adalah Enzo Fernandez. Pemain Benfica yang harga pasarnya hanya sekitar 55 juta euro (Rp892 miliar), malah dibeli Chelsea dengan banderol 121 juta euro (Rp1,9 triliun).

Manchester United juga membeli Jadon Sancho dari Borussia Dortmund seharga 85 juta euro (Rp1,3 triliun). Awal musim ini, Setan Merah juga membeli Antony dari Ajax bahkan dengan uang 95 juta euro (Rp1,5 triliun). Kemarin Chelsea juga mendatangkan Mykhaylo Mudryk dari Liga Ukraina seharga 70 juta euro (Rp1,1 triliun).

Pemain-pemain tadi membuktikan klub-klub Liga Inggris tak pernah ragu untuk memboyong pemain dari liga luar. Meskipun bukan dari lima liga top Eropa. Masalahnya pemain yang didatangkan belum teruji. Hal itu mengakibatkan sang pemain justru menuai kesulitan ketika bermain di Liga Inggris.

Penyesuaian Diri

Mengapa itu bisa terjadi? Sebuah riset dari The Conversation menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan penyesuaian diri si pemain. Sebagaimana orang pindah ke negara lain membutuhkan penyesuaian dengan lingkungan baru dan asing.

Para pemain harus mencari tempat tinggal yang baru. Mereka juga perlu menjalin hubungan pertemanan yang baru. Tidak hanya dengan rekan satu tim yang baru, tapi juga hubungan pertemanan dengan penduduk sekitar. Terlihat sederhana, tapi kenyataannya tidak semudah itu.

Pemain perlu menyesuaikan budaya yang ada di klub maupun negara yang disinggahi. Karena dalam hal ini Inggris, maka harus bisa menyesuaikan dengan budaya, cuaca, dan kondisi yang ada di Inggris. Tapi bersamaan dengan itu, para pemain yang baru datang ke Premier League juga mendapat tekanan yang tinggi.

Apalagi kalau para pemain ini dibeli dengan harga yang mahal. Sudahlah harus menyesuaikan dengan lingkungan baru, mendapat tekanan pula. Ini yang membuat mereka agak kesulitan. Meski soal cuaca, sejatinya tidak jauh berbeda.

Kendala Bahasa

Selain itu, dalam urusan penyesuaian diri, pemain juga kadang mengalami kesulitan dalam urusan bahasa. Salah satu contohnya Darwin Nunez. Pemain yang datang dari Benfica itu kabarnya masih terkendala bahasa.

Ia tidak terlalu mahir untuk mencerna instruksi dari Jurgen Klopp yang sering menggunakan bahasa Inggris. Nunez pun mesti meminta bantuan rekannya untuk itu. Dan beruntungnya di Liverpool ada Thiago, ia bisa pelan-pelan belajar.

Tapi tekanan yang tinggi dengan harganya yang mahal bikin Nunez kesulitan. Sebetulnya bukan cuma Nunez. Seniornya dulu, Luis Suarez juga terkendala bahasa ketika bermain di Liverpool. El Pistolero berkomunikasi dengan mengandalkan isyarat.

Mantan pemain Chelsea dan Liverpool, Fernando Torres juga merasakan hal yang sama. Ketika pindah ke Inggris, ia merasa kesulitan dalam berkomunikasi. Meski terlihat sepele, faktor bahasa yang berbeda ini bisa menjadi masalah.

Sebab pemain yang terkendala bahasa juga akan mempengaruhi penampilannya di lapangan. Ia juga akan sulit memahami arahan staf pelatih, rekan satu tim, bahkan tim medis dan ofisial lainnya.

Pertandingan dan Latihan yang Keras

Lumrahnya liga paling kompetitif, Premier League menawarkan laga yang keras. Jangan berharap ketika bermain di Liga Inggris bisa sedikit bersantai dan berwisata, sebagaimana mungkin di Liga Arab Saudi. Kompetisi elite menyajikan pertandingan yang sulit.

Akan ada tekel-tekel keras, pelanggaran-pelanggaran yang bisa jadi mematikan karier seorang pemain, kompetisi yang sangat padat. Semua itu bisa membuat pemain mana pun cepat lelah. Para pemain akan terkuras tenaganya.

Pertandingan yang keras juga berimplikasi pada porsi latihan yang juga keras. Disamping klub-klub Premier League juga kerap memiliki pelatih dengan gaya latihan yang keras. Erik ten Hag di Manchester United itu salah satunya. Contoh lain ada Jurgen Klopp dan Pep Guardiola.

Maka dibutuhkan talenta, fisik, serta satu lagi yang tak kalah penting, mentalitas. Lihatlah bagaimana Memphis Depay kesulitan di Liga Inggris. Ia punya fisik yang mumpuni dan bertalenta, tapi tak memiliki cukup mentalitas untuk bermain di Liga Inggris.

Gaya Bermain

Pemain yang pindah ke Liga Inggris, sudi atau tidak, mesti menyesuaikan diri dengan gaya bermain di sana. Inilah yang sulit. Sebab Liga Inggris seolah punya gaya bermain sendiri. Tempo permainan di Liga Inggris cenderung cepat.

Setiap tim di Liga Inggris punya peluang yang sama. Setidaknya jika tidak berpeluang ke zona Liga Champions, berpeluang terdegradasi atau tersingkir dari perburuan zona Eropa. Pertandingan di Liga Inggris juga tak tertebak. Tim gurem kadang bisa mengalahkan tim gigantik.

Jika tak bisa menyesuaikan, siap-siap saja bakal flop. Para pemain yang pindah dari Serie A ke Premier League juga sudah merasakan hal yang sama. Nyaris tak ada pemain yang pindah dari Serie A yang sukses di Premier League. Barangkali hanya Mohamed Salah yang lumayan.

Erik Lamela, Matteo Darmian, Juan Cuadrado, Stevan Jovetic, sampai Lukaku pun sama. Khusus nama terakhir, ia sempat bermain di MU, kemudian tampil apik di Inter, tapi saat kembali ke Liga Inggris dan berseragam Chelsea, Lukaku flop lagi.

Mereka bermain di Serie A dengan tempo yang lambat, relatif sedikit tim yang bisa menekan di atas lapangan, dan taktik yang khas. Lalu masuk ke liga dengan tempo cepat dan setiap tim punya tekanan tinggi. Sudah pasti kesulitan.

Liputan Media Inggris

Para pemain yang pindah ke Inggris harus menghadapi media Inggris. Liputan media Inggris lebih intens. Pemain yang bermain di Premier League tidak hanya diawasi oleh klub tapi juga media. Kalau flop harus siap menjadi gorengan media Inggris.

Hal itu bisa menjadi tekanan ekstra bagi pemain. Apalagi mantan pemain Leeds United, Eric Cantona percaya media Inggris hobi “menggali kotoran” dan bakal mengkritik kesalahan sang pemain. Maka dari itu, jika bermain di Liga Inggris, sekali lagi, mentalitas diperlukan.

Walaupun demikian, bukan berarti setiap pemain akan kesulitan ketika pindah ke Liga Inggris. Masih ada pemain yang sukses ketika pindah ke Inggris. Misalnya, Erling Haaland. Meski belum sukses-sukses amat, setidaknya Haaland tidak flop.

Malahan sang pemain makin moncer saja. Haaland konon sudah lolos ujian di mana biasanya striker dari Bundesliga akan mengalami penurunan ketika bermain di Liga Inggris. Apakah ini karena faktor Manchester City? Mungkin saja. Tapi kita tak bisa menampik bisa jadi memang Haaland punya mentalitas yang dibutuhkan untuk bermain di Liga Inggris.

https://youtu.be/wm_IxnMt5vA

Sumber: SportingFerret, TheConversation, ESPN, DailyMail, Quora, TheFootballFaithful, talkSPORT

Kalahkan Forest dan Melaju Ke Final! Ten Hag Bertekad Buka Puasa Gelar Man United

Pendukung Manchester United patut berbahagia. Setan Merah bisa melaju ke final Carabao Cup musim ini berkat mengalahkan Nottingham Forest dengan skor agregat 5-0. Di pertandingan leg kedua yang digelar di Old Trafford tadi malam, pasukan erik Ten Hag mampu mengalahkan Forest dengan skor 2-0.

Kemenangan Telak

Meskipun sudah menang telak di leg pertama dengan skor 3-0. Nampaknya Ten Hag tidak mau main-main di pertandingan leg kedua ini. Ia tidak segan menurunkan pemain andalannya di pertandingan tersebut. Kecuali David De Gea yang diistirahatkan, digantikan oleh Tom Heaton.

Dengan tetap berfokus pada mempertahankan keunggulan di leg pertama, Ten Hag menurunkan Martinez, Varane, Luke Shaw, dan Wan Bissaka sejak menit awal. Dengan Casemiro di depan bek. Sementara untuk lini serang, Ten Hag menggunakan trio Antony, Weghorst, dan Garnacho. Sedangkan rekrutan paling anyar setan merah, Marcel Sabitzer masih harus menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.

Kedua tim saling bermain aman sampai menit akhir babak pertama. Sebelum babak pertama usai Weghorst nyaris mencatatkan namanya di papan skor kalau saja sundulannya tidak membentur tiang. Tapi sampai babak pertama berakhir, kedudukan masih imbang tanpa gol.

Masuk ke babak kedua, Ten Hag mulai fokus untuk menyerang. Ia memasukan Rashford, Martial, bahkan Jadon Sancho. Bagi Sancho ini adalah penampilan pertamanya sejak tiga bulan terakhir. Terakhir kali Sancho merumput bersama setan merah adalah pada tanggal 22 Oktober lalu.

Dampak dari pergantian pemain itu langsung terasa. Di menit ke-73 Anthony Martial mampu menyarangkan bola ke gawang Wayne Hennessey. Hanya tiga menit berselang, tepatnya di menit ke-76 Fred mampu menggandakan keunggulan United menjadi 2-0. Sampai pertandingan berakhir tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Final Pertama Ten Hag

Catatan menarik dari pertandingan ini salah satunya diciptakan oleh Marcus Rashford. Ia menorehkan dua assist di pertandingan tersebut. Dengan begitu Rashford telah terlibat dalam 25 gol di semua kompetisi. Ini adalah yang terbanyak kedua oleh pemain Premier League setelah Erling Haaland yang terlibat di 34 gol.

Manchester United sendiri telah menang di 12 pertandingan kandang secara beruntun di semua kompetisi. Terakhir kali setan merah mampu menjalani 12 pertandingan kandang tak terkalahkan adalah pada bulan Mei sampai Desember 2017. Sementara kemenangan kandang terpanjang United dalam satu musim terakhir kali terjadi adalah pada musim 2010/11. Saat itu setan merah menjalani 17 pertandingan kandang berturut-turut tanpa kekalahan.

Sementara bagi Nottingham Forest, telah kalah dalam sembilan laga terakhir mereka melawan MU. Dengan begitu, mereka memperpanjang rekor kekalahan beruntun terpanjang melawan suatu klub.

Dengan kemenangan ini, Manchester United berhak melaju ke final. Bertemu dengan Newcastle yang telah menunggu di Wembley. Ini adalah final Piala Liga ke-10 Manchester United. Hanya ada satu tim dengan jumlah final Piala Liga lebih banyak dari MU. Yaitu Liverpool dengan total 13 laga. Sementara itu ini adalah final pertama Ten Hag bersama Manchester United.

Kini hanya tinggal Newcastle yang berada di antara MU dan trofi pertama Ten Hag. Terakhir kali setan merah mengangkat trofi bergengsi adalah pada tahun 2017. Waktu itu Jose Mourinho mempersembahkan Europa League. Enam tahun lamanya tidak ada trofi tambahan di Old Trafford. Ini adalah puasa gelar terlama United sejak 40 tahun yang lalu.

Janji Ten Hag

Trofi ini sangat penting untuk MU. Selain untuk mengakhiri puasa gelar, tapi dengan trofi ini bisa menambah kepercayaan diri anak asuh Ten Hag di sisa musim. Piala Liga bisa jadi batu loncatan untuk meraih piala-piala yang lebih besar lainnya. Sama seperti yang pernah dilakukan Sir Alex dulu. Tapi tentu saja, tidak ada jaminan akan hal itu.

Meskipun begitu, harapan masih ada. United masih berharap kalau mereka bisa mengulangi kesuksesan di musim 2016/17 di bawah asuhan Mourinho. Saat itu mereka memenangkan Piala Liga dan tiga bulan kemudian, setan merah merengkuh gelar Europa League.

Setelah era itu, Ole sempat membawa United kembali ke identitas menyerang mereka. Meskipun itu tidak membuat setan merah memenangkan gelar apapun. Sampai akhirnya Ten Hag pun datang dan bertekad melakukan renovasi skuad.

Ketika Erik Ten Hag pertama kali datang ke Old Trafford, ia berjanji kepada penggemar setan merah. Dia berjanji akan mengembalikan masa kejayaan United seperti dulu. Namun ia tidak memungkiri bahwa itu membutuhkan proses.

“Meskipun saya berharap mereka bisa, tapi saya tidak bisa meminta para fans untuk bersabar. Sebab mereka ingin melihat tim yang menang, dan itulah alasan saya disini. Tapi saya harus membuatnya, dan itu membutuhkan proses.”

Itu komentar yang Ten Hag berikan ketika kalah 2-1 di kandang Brighton. Itu pertama kalinya the seagulls bisa mengalahkan United di Old Trafford. Dan pertandingan pertama Ten Hag di Liga Inggris. Ia tahu bagaimana beratnya tugas sebagai manajer MU. Ia diharapkan bisa menuntun kembali united ke jalur kemenangan.

“Ini adalah tantangan besar. Butuh waktu tapi dalam sepak bola anda tidak diberikan waktu dan itulah yang membuat ini jadi tantangan. Untuk mendapatkan kembali kejayaan seperti 10 tahun yang lalu butuh waktu yang lama dan butuh banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.”

Selanjutnya untuk United

Ten Hag juga beranggapan kalau United sudah terlalu lama tidak memenangkan trofi. Dan baginya, Piala Liga adalah batu loncatan yang cocok untuk mengembalikan United ke jalur juara.

“Saya sudah mengatakan sebelumnya kalau klub ini sudah terlalu lama klub ini tidak memenangkan trofi. Sudah seharusnya klub ini memenangkan trofi dan kami akan berusaha mengembalikan lagi ke jalurnya.”

“Dengan memenangkan piala ini, anda akan mendapatkan kepercayaan diri. Ketika telah mendapatkan satu piala, maka kita akan percaya dan tahu cara mendapatkan piala-piala yang lainnya.”

Setelah pertandingan, Ten Hag mengaku ia menantikan laga final melawan Newcastle nanti. Meskipun begitu, United masih punya banyak jadwal pertandingan penting lainnya sebelum tanggal 26 nanti.

“Tentu saja kami sangat menantikan pertandingan melawan Newcastle. Itu akan jadi final yang seru. Tapi itu masih jauh di depan kita. kami masih punya pertandingan di Premier League.”

Setelah ini, MU masih punya misi mempertahankan tempat empat besar mereka di Liga. Setan merah akan menjamu Crystal Palace akhir pekan nanti. Kemudian menjalani laga kandang dan tandang lawan Leeds. Sebelum bertempur melawan Barcelona di ajang play-off fase gugur Europa League.

Sumber referensi: ESPN, Sky, Sky 2, Standard, Express, Telegraph