Beranda blog Halaman 408

Berita Bola Terbaru 2 Februari 2023 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

HASIL PERTANDINGAN

Manchester United merebut tiket final Piala Liga Inggris 2022/23 setelah mengalahkan Nottingham Forest 2-0 pada leg kedua semifinal di Old Trafford, Kamis (2/2). Dua gol MU dicetak oleh Anthony Martial di menit ke-73 dan Fred di menit ke-76.  Klub berjuluk Setan Merah itu meraih kemenangan agregat 5-0. Dan akan bertemu Newcastle United di final Carabao Cup.

Barcelona melanjutkan tren positifnya. Melawan Real Betis di Benito Villamarin, Barca menang 2-1 berkat gol Raphinha di menit ke-65 dan Robert Lewandowski di menit ke-80. Real Betis memperkecil skor melalui gol bunuh diri Jules Kounde di menit ke-85. Atas hasil ini, Barca kukuh memimpin La Liga dengan 50 poin dari 19 laga, delapan poin dari Real Madrid di posisi kedua yang baru bermain 18 kali.

Dari ajang DFB Pokal, Bayern Munchen sukses mendapatkan satu tiket ke perempatfinal setelah meraih kemenangan dengan skor telak 4-0 atas Mainz. Adalah Eric Maxim Choupo-Moting, Jamal Musiala, Leroy Sane, dan Alphonso Davies yang menjadi pencetak gol kemenangan Bayern Munchen.

PSG berhasil meraup poin penuh ketika bertandang ke markas Montpellier dalam laga pekan ke-21 Ligue 1 alias Liga Prancis 2022/23, Kamis (2/2) dini hari WIB. Diwarnai kegagalan penalti Kylian Mbappe, PSG menang 3-1 berkat gol yang dibukukan Fabian Ruiz, Lionel Messi, dan gol pemain muda Warren Zaïre-Emery. Sedangkan satu gol tim tuan rumah dicetak Arnaud Nordin.

Cremonese melanjutkan kiprahnya di Coppa Italia. Tim juru kunci Serie A itu menang 2-1 di markas AS Roma stadio Olimpico dan lolos ke semifinal. Kemenangan Cremonese dicetak pemain bernama Dessers dan gol bunuh diri Zeki Celik. Roma hanya bisa memperkecil skor melalui Andrea Belotti di injury time babak kedua.

NOMOR PUNGGUNG ENZO FERNANDEZ TERUNGKAP

Bintang muda Argentina, Enzo Fernandez telah diresmikan menjadi pemain Chelsea pada Kamis (2/2) pagi WIB. Enzo diberi nomor punggung 5. Sebelum dikenakan Enzo Fernandez, nomor punggung ini kosong usai sang empunya, Jorginho hengkang ke Arsenal. Sebelumnya di Benfica, Enzo mengenakan jersey nomor 13.

KRITIK ENZO, BOS BENFICA: KLUB LEBIH BESAR DARI PEMAIN

Manajer Benfica, Roger Schmidt mengkritik perilaku mantan pemainnya Enzo Fernandez saat dia mendorong kepindahan sensasional senilai 107 juta pounds ke Chelsea. “Benfica jauh lebih besar dari seorang pemain. Kami hanya membutuhkan pemain yang senang bermain untuk Benfica, yang bersemangat. Kami memiliki pemain yang ingin pergi dan klub bersedia membayar klausul tersebut, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami menerima dan melihat ke depan,” katanya.

LA LIGA SINDIR BELANJA GILA-GILAAN PREMIER LEAGUE DI JANUARI

Klub-klub Premier League menghabiskan 815 juta Pound di bursa transfer Januari. La Liga menilai hal tersebut sebagai langkah curang karena uang yang dipakai membeli pemain tak berasal dari pendapatan klub, melainkan suntikan modal pemilik. Hal itu dijelaskan Corporate Director La Liga, Javier Gomez dalam sebuah video yang dibagikan Presiden Javier Tebas di media sosial. Ia pun meminta agar UEFA turun tangan menangani ketimpangan yang ada agar tak semakin parah.

ERLING HAALAND BAKAL GABUNG BARCELONA DI MASA DEPAN

Dalam komentarnya, agen Erling Haaland, Rafaela Pimenta mengatakan bahwa kliennya saat ini sangat bahagia main di The Citizens. Akan tetapi, Pimenta tak menutup kemungkinan Haaland bisa cabut dari klub tersebut. Di sisi lain, Pimenta telah mengisyaratkan kepindahan kliennya ke Barcelona di masa depan. Pasalnya, dirinya punya hubungan yang baik dengan Joan Laporta dan tidak bisa menolak permintaanya.

MBAPPE CEDERA, ABSEN LAWAN BAYERN MUNCHEN?

Kylian Mbappe apes betul di laga lawan Montpellier. Ia dua kali gagal penalti dan buang peluang emas setelahnya. Lantas kemudian tumbang karena cedera. Lutut Mbappe tampak agak terpelintir saat dilanggar di awal babak pertama. Mbappe tidak bisa melanjutkan dan digantikan Hugo Ekitike, hanya dalam 21 menit permainan. Dan kini, ia diragukan tampil untuk pertandingan PSG lawan Bayern Munchen pada 14 Februari.

USAI TERSANDUNG KASUS PELECEHAN, ALVES DIGUGAT CERAI ISTRI

Dani Alves digugat cerai sang istri, Joana Sanz. Gugatan itu dilayangkan tak lama setelah pemain Brasil itu terseret kasus pelecehan seksual. Melansir Marca, seperti dilaporkan Ana Rosa Programme, Dani Alves menerima permintaan cerai sang istri. Saat ini eks pemain Sevilla, Barcelona, PSG, Juventus, São Paulo, dan UNAM itu juga masih ditahan di penjara sebelum menjalani persidangan.

PSG KALAH BANDING DI LFP, ZIYECH DIPASTIKAN GAGAL GABUNG PSG

PSG dikabarkan telah mengajukan banding terkait masalah dalam peminjaman Hakim Ziyech dari Chelsea. Ziyech gagal gabung PSG karena Chelsea telat mengirim dokumen yang benar. PSG mengajukan banding itu ke Federasi Sepak Bola Profesional Prancis (LFP), dengan harapan Ziyech akan diberi kompensasi untuk gabung PSG. Tapi kabarnya, PSG kalah banding di LFP. Dan Hakim Ziyech pun dipastikan gagal gabung PSG.

JANJI RONALDO SAAT TINGGALKAN GRUP WHATSAPP MU

Setelah didepak Manchester United pada November silam, otomatis Ronaldo harus meninggalkan grup WhatsApp United. Kendati sudah angkat kaki dari ruang obrolan virtual khusus pemain Setan Merah, dia berjanji tidak memutus tali silaturahmi. Menurut sumber internal MU,  Ronaldo bahkan mengundang pemain-pemain The Red Devil ke rumah barunya di Lisbon dan ke Saudi untuk menontonnya. Nama pemain yang diundang CR7 diantaranya Harry Maguire, Bruno Fernandes, Casemiro, dan Raphael Varane.

EKS PELATIH TIMNAS INDONESIA BENNY DOLLO TUTUP USIA

Kabar duka datang dari sepakbola Indonesia. Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia Benny Dollo meninggal dunia dalam usia 72 tahun. Kabar duka tersebut diunggah Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) di media sosial, juga oleh mantan anak asuhnya di Persita Tangerang dan Arema, Firman Utina. Benny Dollo meninggal karena penyakit komplikasi yang dideritanya sejak Juli tahun lalu. 

RESMI! INDRA SJAFRI KEMBALI TANGANI TIMNAS INDONESIA

PSSI resmi menunjuk Indra Sjafri, alih-alih Shin Tae Yong, sebagai pelatih kepala timnas Indonesia untuk SEA Games 2023, di Kamboja. Sebagai informasi, SEA Games akan dilaksanakan pada bulan yang sama dengan Piala Dunia U-20. SEA Games digelar pada awal Mei, sementara Piala Dunia U-20 dilaksanakan pertengahan Mei, di Indonesia.

MARSELINO FERDINAN RESMI GABUNG KLUB BELGIA

Pemain Timnas Indonesia, Marcelino Ferdinan yang masih berumur 18 tahun, resmi bergabung dengan klub divisi 2 Belgia atau Challenger Pro League, KMSK Deinze. Gelandang Persebaya Surabaya tersebut diikat kontrak hingga Juni 2024 dengan opsi perpanjangan satu tahun. Marselino Ferdinand sendiri mengaku sangat gembira bisa bergabung dengan KMSK Deinze.

APESNYA NICOLO ZANIOLO DI AS ROMA

Nicolo Zaniolo apes di AS Roma selama bursa transfer Januari 2023. Dia sangat ingin pindah mencari klub lain. Roma mempersilakannya dengan catatan ada tawaran yang bagus. Bournemouth sempat menawar 30 juta euro, dan Roma sudah sepakat, tapi Zaniolo yang hanya tertarik pergi ke AC Milan, enggan merapat ke Bournemouth. Hingga akhirnya Roma frustasi dan membekukan Zaniolo dari skuad hingga akhir musim. Setelah itu, Zaniolo juga dicap pengkhianat oleh ultras AS Roma akibat keinginannya untuk hengkang tersebut.

UDINESE BOYONG FLORIAN THAUVIN

Mantan penggawa timnas Prancis kini kembali lagi ke Eropa. Thauvin sendiri sebelumnya bermain di Klub Liga Meksiko bersama Tigres. Dua tahun di benua orang dirasa sudah cukup untuk sang winger. Ia memutuskan kembali ke Eropa musim dingin ini. Akan tetapi bukan Prancis tujuannya. Florian Thauvin pindah ke Udinese dengan status bebas transfer. Bersama Le Zebre dia dikontrak sampai Juni 2025 mendatang.

AS ROMA PINJAMKAN MATIAS VINA KE BOURNEMOUTH

AS Roma meminjamkan Matias Vina ke Bournemouth di sepanjang musim ini, dengan opsi untuk dipermanenkan di musim panas. Matias Vina menjadi rekrutan ke-4 Bournemouth pada Januari ini setelah kedatangan Dango Ouattara, Darren Randolph, dan Antoine Semenyo. Selain posisi utamanya sebagai bek kiri, pemain berusia 25 tahun asal Uruguay itu juga bisa bermain sebagai bek tengah.

HARRY MAGUIRE TOLAK INTER MILAN

Inter Milan sempat ingin meminjam Harry Maguire. Transfer itu tampak memungkinkan karena Maguire sedang dalam situasi yang sulit di MU. Kendati demikian, Maguire dilaporkan menolak kepindahan ke Inter Milan. Metro mengklaim, mantan bintang Leicester City itu baru akan mempertimbangkan masa depannya di musim panas nanti jika memang Erik ten Hag tidak mau mengandalkannya lagi. Maguire sendiri masih terikat kontrak sampai 2025 dengan opsi perpanjangan setahun berikutnya.

ANGGOTA DEWAN REAL MADRID KOMENTARI TRANSFER MBAPPE

Meski telah menandatangani kontrak baru dengan sang juara Prancis, Kylian Mbappe terus dikaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid, dan kini salah satu anggota dewan klub mengomentari situasi tersebut. Catalina Minarro mengakui transfer bisa terjadi, selama presiden Florentino Perez terus tertarik dengan pemain Prancis itu. Perez adalah penggemar beratnya, dan ada semacam keniscayaan bahwa sang penyerang pada akhirnya akan mengenakan jersey putih yang terkenal itu.

NEWCASTLE KE WEMBLEY, RASAKAN FINAL LAGI SETELAH 24 TAHUN

Newcastle United lolos ke final Piala Liga Inggris 2022/23 dengan kemenangan agregat 3-1 atas Southampton. Adapun kali terakhir Newcastle lolos ke final kompetisi utama adalah pada musim 1998/99 saat mereka mencapai partai puncak Piala FA. Kini setelah 24 tahun, The Magpies kembali mencicipi pertandingan final. Pada laga final Piala Liga Inggris 2022/23 yang akan digelar di Stadion Wembley, Newcastle bakal menghadapi Manchester United.

MILAN SKRINIAR BERTAHAN DI INTER SAMPAI AKHIR MUSIM

Milan Skriniar akan bertahan di Inter Milan. Pasalnya, PSG selaku klub peminat tak beranjak dari tawaran 10 juta euro. Untuk operasi ini, Inter Milan menginginkan duit paling tidak 15 juta euro. Namun, PSG ngotot tak mau menaikkan tawaran dan sepertinya lebih menunggu mendapatkan pemain 27 tahun itu di akhir musim. Di mana mereka akan mendapatkannya secara gratis.

SAINGI NEWCASTLE, MAN CITY JUGA INGINKAN JAMES MADDISON

Gelandang Leicester City, James Maddison, diwartakan masuk ke dalam daftar belanja Manchester City pada jendela transfer musim panas mendatang. Namun The Citizens harus bersaing dengan Newcastle United yang memiliki ketertarikan serupa. Kabarnya Manchester City ingin mendatangkan Maddison sebagai pengganti bagi Bernardo Silva dan Ilkay Gundogan yang santer dirumorkan pergi di musim panas. 

BELUM GENAP SEBULAN GABUNG CHELSEA, MUDRYK SUDAH KENA MASALAH

Pemain anyar Chelsea, Mykhaylo Mudryk dihujat habis-habisan di media sosial usai sempat mengatakan kalimat rasis di media sosial TikTok-nya. Dalam video yang diunggah pada 22 Juli tersebut, Mudryk mengucapkan ‘N Word’ yang dianggap sangat rasis ketika dirinya menyanyikan lirik lagu milik Lil Baby yang berjudul Freestyle. Unggahan tersebut pun telah disaksikan oleh 214 ribu pasang mata. Atas hal tersebut, Mudryk pun menyesal. Ia mengaku tidak berniat rasis dan meminta maaf atas kesalahannya tersebut.

CEDERA HAMSTRING, FERLAND MENDY MENEPI 2 BULAN

Real Madrid mengungkapkan kabar terbaru Ferland Mendy. Diketahui bek sayap tersebut alami cedera saat pertandingan melawan Atletico Madrid pekan lalu. Setelah diperiksa, Mendy mengalami masalah hamstring pada kaki kirinya. Real Madrid belum memberikan perkiraan berapa lama Mendy harus absen, tetapi laporan dari Cadena COPE mengatakan, dia harus absen selama dua bulan ke depan, yang jelas berarti itu adalah cedera serius.

Saatnya Juara! Pentingnya Carabao Cup Bagi Manchester United

0

“Jelas, Carabao Cup berada di level yang berbeda tetapi bagi kami itu tetaplah sebuah trofi dan kami ingin memenangkannya,” kata Diogo Dalot ketika ditanya tentang pentingnya Carabao Cup bagi Manchester United. Mengingat, Carabao merupakan kompetisi yang notabene lebih sepele daripada Liga Inggris atau Liga Champions.

Dan kini, asa itu agaknya bakal terwujud setelah United mengamankan tempat terakhir di partai puncak. Setan Merah akan menantang pasukan Eddie Howe di Wembley Stadium tanggal 26 Februari mendatang.

Newcastle bakal jadi batu sandungan terakhir Manchester United di Carabao Cup musim ini. Dengan The Magpies yang juga sedang berada di performa terbaik, pertandingan ini diperkirakan bakal berjalan alot. Namun, United tetap harus membawa misi wajib menang di laga tersebut, karena gelar Carabao Cup sangat penting bagi pasukan Erik Ten Hag musim ini.

Menuju Puncak

Final Carabao jadi laga yang penting mengingat perlu menanti empat musim penuh untuk melihat Manchester United kembali mencapai partai puncak di sebuah kompetisi domestik. Terakhir kali United tampil di partai puncak kompetisi domestik adalah di era Jose Mourinho. Kala itu, manajer berkebangsaan Portugal tersebut mengantarkan The Red Devils mencapai final Piala FA musim 2017/18.

Musim ini, Manchester United berhasil menyapu bersih lima laga Carabao Cup yang telah dimainkan. Anak asuh Erik Ten Hag hanya kesulitan kala mengalahkan Aston Villa asuhan Unai Emery di ronde ketiga November lalu. Marcus Rashford cs sempat tertinggal 1-2 lebih dahulu sebelum akhirnya membalikan keadaan menjadi 4-2.

Sedangkan di laga semifinal, United berhasil menghajar Nottingham Forest dengan agregat lima gol tanpa balas. United versi Ten Hag dirasa terlalu kuat untuk menghadapi anak asuh Steve Cooper. Alhasil, MU akan bersua Newcastle di partai final. Ini bakal jadi final kompetitif pertama MU sejak ditukangi Ten Hag. Final Bangkok Century Cup kontra Liverpool tentu saja tak dihitung.

Duel MU kontra Newcastle akan berlangsung di Stadion Wembley, akhir bulan nanti. Jelang final, Setan Merah menghadapi periode krusial. Selain jadwal yang padat, tiga hari sebelum laga kontra Newcastle, David De Gea dan rekan-rekan harus menghadapi Barcelona terlebih dahulu dalam agenda leg kedua play-off babak 16 besar Europa League.

Bagus Untuk Motivasi Tim

Gelar Carabao Cup akan menjadi pelecut semangat tim di sisa musim yang ada. Karena sudah pasti, paruh kedua bakal makin sulit mengingat tim-tim lain sudah memperkuat diri dengan mendatangkan beberapa pemain anyar pada bursa transfer Januari kemarin.

Tak ada salahnya bagi United untuk memprioritaskan Piala Liga seperti Arsenal yang memprioritaskan trofi Liga Inggris. Terdengar ironis memang, tapi ini bukan suatu bentuk keputusasaan. Melainkan realitas situasi tim saat ini. 

United sangat membutuhkan trofi untuk memulai beberapa kesuksesan lain. Mereka butuh sebuah trofi “kecil” untuk menjaga tren positif yang sudah mereka bangun sejak peluit kick off pekan pertama Liga Inggris dibunyikan. Satu-satunya kekhawatiran dari laga final ini adalah apabila mereka gagal.

Sama halnya dengan yang Manchester United alami pada tahun 2018 di Final Piala FA dan  tahun 2021 di final Europa League. Kegagalan tersebut menciptakan semacam keraguan psikologis yang tidak dapat mereka lewati. Dan apabila itu terjadi musim ini akan jadi pekerjaan tambahan bagi Ten Hag.

Pembuktian Ten Hag

Memenangkan sebuah trofi di musim pertamanya memang bukan jadi target utama Ten Hag ketika diminta melatih Manchester United pada Mei lalu. Namun, bukan berarti ia tak serius menghadapi kompetisi sekelas Carabao Cup atau Piala FA. 

Dengan melihat pengeluaran klub yang mencapai 220 juta pound atau setara dengan Rp4 triliun untuk mendatangkan beberapa amunisi baru kemauan Ten Hag, meraih satu trofi rasanya akan memperkokoh kepercayaan fans dan manajemen klub yang sudah mulai terbangun. Dan itu hanya berjarak satu pertandingan lagi.

Ten Hag juga tampaknya telah membangun semangat yang berbeda. Ia ingin melampaui target yang diberikan manajemen padanya. Musim ini keinginan untuk memenangkan sebuah kompetisi sudah jelas. Erik ten Hag ingin mengangkat trofi di musim pertamanya dan mengakhiri penantian lima setengah tahun Manchester United untuk kembali mendapatkan trofi.

Apabila itu terealisasi, Ten Hag akan memulai eranya dengan manis. Trofi dapat membungkam semua orang yang ragu padanya. Apalagi kita ketahui Ten Hag memulai musim 2022/23 dengan dua kekalahan memalukan kontra Brighton dan Brentford. Tanpa disadari, trofi Carabao Cup sangat penting bagi karir Ten Hag bersama Manchester United.

Penantian Panjang

Manchester United telah dikritik oleh para penggemar mereka karena kekeringan trofi sejak era Jose Mourinho. Bersama Mou, United mengakhiri musim 2016/17 dengan memenangkan trofi Community Shield, Europa League dan Piala Liga. Namun, United telah meningkat di bawah arahan Ten Hag. Kini mereka jadi satu-satunya tim Inggris yang tetap bersaing di empat kompetisi musim ini.

Sisi positifnya lagi, manajer asal Belanda itu tengah berada di jalur yang benar untuk mengakhiri paceklik trofi yang menyakitkan tersebut. Kedua tim sebetulnya sama-sama memiliki motivasi yang besar untuk menjadi juara. Apalagi bersama konsorsium barunya, Newcastle ingin memulai dinasti baru dari gelar Carabao Cup. Namun, kembalinya kejayaan MU barangkali jadi yang paling dinanti. 

United ingin kembali ke fitrahnya sebagai rajanya sepakbola Inggris. Mereka ingin menghilangkan stigma buruk sebagai klub kaya tanpa arah yang melekat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran Erik ten Hag pada musim ini secara langsung juga mengubah mentalitas klub. Trofi Carabao Cup jadi harga mati untuk MU musim ini.

Meningkatkan Harga Jual Klub

Selain penting bagi klub dan pemain, gelar juara juga bakal berimbas pada nilai pasar klub di bursa penjualan nanti. Di awal tahun 2023, keluarga Glazer dikabarkan tengah berupaya menjual Manchester United dan itu mengundang beberapa pengusaha kaya dari berbagai belahan dunia ngantri untuk menebusnya.

Setelah bertahun-tahun akhirnya desakan dari fans United didengar oleh keluarga Glazer. Beberapa waktu lalu, tepatnya sebelum Piala Dunia 2022, perwakilan keluarga Glazer secara terbuka mengumumkan niat untuk membuka peluang investasi baru atau bahkan menjual klub sepenuhnya.

Nah, apabila United meraih trofi akhir Februari nanti, itu akan menciptakan efek domino yang positif bagi harga jual dan value tim di bursa jual. Keluarga Glazer bisa saja mendapat angka yang lebih menarik dari 6 miliar pounds (Rp110 triliun). Itu jika dan hanya jika, Manchester United menggondol Piala Carabao.

https://youtu.be/vdlFQ8Ltzcc

Sumber: Goal, The Athletic, The Sportsman, Football 365, Manutd

Kisah Stade Rennais yang Jadi Penghancur PSG

0

Perkenalkan, sebuah tim gurem yang doyan memakan raksasa yang sudah jadi hama bagi sepakbola Eropa, Paris Saint-Germain. Ya mereka adalah Stade Rennais. Nampaknya klub yang satu ini tak peduli akan berada di posisi berapa akhir musimnya, namun yang terpenting mereka bisa mengandaskan PSG.

Terbukti, PSG yang notabene tim yang bertabur bintang selalu ciut nyalinya kalau berhadapan dengan klub yang berdiri sejak 1901 tersebut.

Seperti Apa Sejatinya Klub Prancis Yang Satu Ini?

Mari terlebih dahulu sedikit mengenal seluk beluk klub kecil dari Prancis yang satu ini. Tim ini ternyata diam-diam banyak menelurkan pemain hebat. Petr Cech, Edouard Mendy, Raphinha, Camavinga, sampai Ousmane Dembele pun dulunya berasal dari klub ini.

Tapi menurut data Transfermarkt, klub ini secara pencapaian ternyata miskin gelar. Gelarnya hanya Piala Prancis (Coupe De Ligue), itu pun hanya tiga kali. Rennes sejak terakhir juara Coupe De Ligue pada tahun 1971, mereka hanyalah tim “yoyo” yang keluar masuk Ligue 1 tiap musimnya. Maka wajar saja, kalau menyebut tim ini hanyalah tim gurem di Ligue 1.

Namun sejak terakhir kali promosi pada 1993/94, mereka kini tak pernah lagi terdegradasi. Nah, kapan momen nama klub Rennes itu mencuat? Berawal dari tahun 2016, ketika mereka menjual mahal talenta emasnya Ousmane Dembele ke Dortmund.

Dari Pelatih Ke Pelatih

Momen ketika Rennes disebut sebagai salah satu pencetak talenta potensial di Eropa, digunakan mereka dengan baik. Era musim 2017/18, adalah era kebangkitan awal Rennes.

Di era itu, Rennes yang terdiri dari pemain ala kadarnya macam Diafra Sakho maupun Ismaila Sarr, mampu finish di posisi ke-5 Ligue 1. Artinya apa? Ya, tentu saja Rennes akan jadi wakil dari Ligue 1 di Liga Eropa. Itu adalah sebuah pencapaian terbaik Rennes di Eropa, setelah terakhir mereka masuk ke zona Eropa yakni pada Piala UEFA 2008/09 silam.

Namun di balik awal kebangkitan Rennes itu tersimpan lika-liku tentang pergantian pelatih.
Dari Christian Gourcuff, Sabri Lamouchi, Julien Stephan, hingga sekarang Bruno Genesio.
Pergantian pelatih Rennes ini dianggap publik Rennes sendiri sebagai langkah grusa-grusu dari manajemennya. Sebagai contoh pada tahun 2017, ketika pelatih kawakan Gourcuff masih pada tren membaik, tiba-tiba di tengah jalan digantikan dengan pelatih muda Sabri Lamouchi yang dianggap minim pengalaman.

Namun, di tengah gonta-ganti pelatih itu, banyak juga lho berkahnya. Termasuk Lamouchi, yang awalnya disepelekan menggantikan Gourcuff, namun nyatanya ia mampu membawa Rennes ke zona Eropa.

Begitupun Julian Stephen, yang mampu membawa gelar juara Piala Prancis untuk ketiga kalinya sepanjang sejarah klub. Dan yang terakhir ini ada Bruno Genesio, yang mampu membuat klub sultan macam PSG sering gigit jari.

Musuh Alot PSG Dari Era Qatar

Perlu diketahui, sejak PSG dipegang Qatar Sport Investment (QSI), ternyata menurut catatan sejarah, klub bernama Stade Rennais ini tercatat sebagai tim di Ligue 1 yang paling banyak mengalahkan PSG.

Kalau dihitung-hitung Rennes sudah 6 kali mengalahkan PSG. Sementara AS Monaco dan Lille, hanya mampu mengalahkan PSG di era Qatar sebanyak 5 kali saja.

Dan tak main-main, di era mega bintang berkumpul di PSG macam Messi, Neymar, maupun Mbappe, PSG masih saja kesulitan mengalahkan Rennes. Namun dengan catatan, kalau Rennes bermain di kandang sendiri.

Markas Rennes, Roazhon Park angker bagi PSG. Terutama di era pelatih Bruno Genesio. Pelatih asal Prancis yang ditunjuk menggantikan Julian Stephen pada Maret 2021. Di bawah Genesio, mental Rennes makin garang dan tak takut dengan tim mana pun termasuk PSG.

Tercatat di tiga pertemuan terakhirnya dengan PSG kala di kandang Rennes, Bruno Genesio selalu sukses menyulitkan klub sultan itu dengan hasil satu imbang dan dua kali meraih kemenangan. Termasuk yang terakhir terjadi pada Januari 2023.

Rekor Unik

Bahkan di era Genesio, di tiga pertemuan terakhirnya dengan PSG, Mbappe dan kawan-kawan dipaksa hanya mampu melakukan 2 tembakan tepat sasaran (shot on target). Lho kok bisa?

Menurut data Sofascore, ternyata terbukti benar adanya. Awalnya terjadi di pertemuan Oktober 2021 di Ligue 1. Berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Rennes, dan PSG tak mampu melakukan shot on target satu pun.

Kemudian di pertemuan terakhirnya Januari lalu. PSG yang kalah 1-0 itu, hanya mencipta 1 shot on target. Begitupun dalam kemenangan PSG pada Februari 2022 silam. PSG hanya mampu mencatat 1 shot on target ke gawang Rennes. Dan itu menjadi gol satu-satunya buat PSG.

Artinya, Genesio ini punya siasat unik, yang mungkin saja tak dimiliki pelatih lain di Ligue 1 untuk menghalangi para bintang PSG menggempur gawang klubnya. Di sisi lain, Genesio uniknya bahkan tak mengusung permainan dengan pendekatan bertahan.

Alih-alih parkir bus, Genesio lebih menyukai mengambil inisiatif serangan. Kendati materi pemainnya medioker. Faktor kedisiplinan dan jiwa spartan tak kenal lelah dari anak asuhnya hingga menit terakhir, sering terbukti jitu membuat serangan PSG deadlock.

Pernah Kubur Mimpi PSG Juara

Kembali ke era sebelum Genesio, Julian Stephen juga pernah memberi mimpi buruk bagi PSG. Tepatnya pada final Piala Prancis 2019/20. Di mana ketika itu Rennes menang lewat adu penalti. Mbappe yang dianggap dewa pun sempat frustrasi di laga itu dan terkena ganjaran kartu merah pada babak perpanjangan waktu.

Rennes pun menggondol gelar ketiganya di Piala Prancis. Trofi yang kembali diraih Rennes sejak terakhir kali meraihnya pada 1971 silam. Sebuah pencapaian mewah bagi klub sekelas Rennes. Dan tak tanggung-tanggung, klub yang dihempaskannya adalah klub sultan macam PSG.

Kini, Rennes masih bertarung bersama Genesio untuk kembali duduk di zona Eropa musim depan. Dengan model dan cara Genesio bermain, serta dengan materi macam Steve Mandanda, Joe Rodon, Arnaud Kalimuendo, Jeremy Doku, maupun Hamari Traore, Rennes mungkin saja masih bisa merebut satu tempat di zona Eropa musim depan.

Namun yang khas dari Rennes, tentu adalah menjaga tradisi untuk menjegal PSG di pertemuan berikutnya. PSG pun tentu kini mulai ketar-ketir jika kembali bertemu tim asuhan Genesio ini. Melihat track record-nya, klub-klub Ligue 1 lain yang ingin mengalahkan PSG, bisa juga tuh minta tutor kepada ahlinya. Sang penghancur setia PSG di Ligue 1, Stade Rennais.

Sumber Referensi : transfermarkt, sofascore, ligue 1, ligue 1, 90min

Tak Dihargai Chelsea! Jorginho Menyebrang ke Arsenal

Sosok “Regista” dalam tubuh Chelsea kini telah tiada. Sang jenderal lini tengah yang kadang tak dihargai Chelsea bernama Jorginho Frello Filho itu, kini telah berganti jubahnya menjadi merah. The Gunners dipilih sebagai pelabuhan barunya.

Banyak faktor yang menyebabkan sang jenderal memilih berganti seragam. Di balik itu semua, lantas apa sih yang diharapkan Arsenal dan Arteta untuk pemain yang umurnya sudah menginjakan 31 tahun itu?

Anak Kesayangan Sarri

Gelandang elegan blasteran Brasil dan Italia ini mengawali karirnya dari akademi Hellas Verona saat ia berusia 15 tahun, namun karirnya meningkat pesat ketika hijrah ke Kota Naples bersama Napoli.

Namun selama di Napoli sejak 2014, karirnya tak langsung mentereng. Ia sering kalah saing dengan gelandang Napoli waktu itu macam Hamsik, Gargano, Gokhan Inler, maupun Behrami.

Moncernya Jorginho tentu berkat pelatih Maurizio Sarri yang datang menangani Napoli pada 2015/16. Tak pelak ia dianggap sebagai anak kesayangannya Sarri, karena sering dipercaya mengawal lini tengah Napoli sejak saat itu.

Pada tahun 2018, Jorginho memutuskan untuk ikut diboyong Sarri ke Chelsea. Sarri membutuhkan Jorginho sebagai otak dalam penerapan “Sarriball” di Stamford Bridge.

Sering Tak Dihargai Chelsea

Akan tetapi setelah Sarri pergi, pemain berkebangsaan Italia ini malah kerap menjadi bahan cemoohan dan jauh dari kata disegani. Padahal sebagai pemain tengah yang bermain di jantung permainan Chelsea, Jorginho memiliki peran yang amat vital.

Jorginho dengan segala kelebihannya kerap dipandang sebelah mata oleh pendukungnya sendiri. Tak khayal, sejak musim panas 2020 silam, namanya santer diberitakan akan didepak seperti Sarri.

Terlebih seperti dilansir dari Football London, ketika ia dikabarkan akan cabut ke Arsenal. Banyak fans Chelsea juga yang mengatakan “waktumu sudah habis” maupun “jual saja dia”.

Artinya, dari beberapa fakta ini saja sudah cukup menyimpulkan bahwa Jorginho memang kurang disegani sejak kedatangannya dari Napoli. Bahkan Jorginho sejak hengkangnya Sarri, sering di “boo” oleh fans, karena dianggap hanya sebagai anak emas Sarri, tak lebih dari itu.

Pada tahun 2020 perasaan tak dihargai itu pun diungkapkan langsung oleh Jorginho. Ia berkata “Saya menerima banyak kritikan selama di sini. Semua orang punya opini mereka masing-masing. Dan saya terkadang tidak sepakat dengan kritikan mereka,” kata Jorginho.

Apa yang Menyebabkan Jorginho Hengkang dari Chelsea?

Empat setengah tahun sudah ia di Stamford Bridge. Termasuk kategori pemain yang awet, meskipun kontraknya memang akan habis di akhir musim 2023 nanti. Kalau ia tak dilepas sekarang ia akan berstatus free transfer. Kecuali kalau Chelsea memang berniat memperpanjang kontraknya.

Namun, usianya yang menginjak lebih dari 30 tahun, memperpanjang kontrak Jorginho bukan ide yang bagus. Apalagi Chelsea yang kini dikuasai Todd Boehly tengah mengembangkan proyek baru. Hedon mendatangkan seabrek pemain. Salah satunya mendatangkan Enzo Fernandez di menit-menit akhir bursa transfer seharga 121 juta poundsterling.

Posisinya yang sama dengan Jorginho jelas mengancamnya. Masa Chelsea tidak mau memainkan Enzo, dan memilih Jorginho yang sudah tua? Lagi pula Jorginho juga tak masuk rencana Graham Potter ke depan. Itu terbukti karena Potter jarang sekali memainkan Jorginho.

Musim ini, ia baru bermain 25 kali, itu pun tidak full 90 menit. Menurut data Transfermarkt, Jorginho lebih sering diganti di babak kedua sebanyak 7 kali, dan sering juga hanya masuk sebagai pemain pengganti sebanyak 5 kali.

Arteta Jadi Faktor Kunci Jorginho Datang Ke Emirates

Untuk itulah, win-win solution dilakukan oleh pihak Chelsea dan Jorginho. Benar saja, tak usah menunggu lama ia akhirnya hengkang lebih cepat di bulan Januari. Dan sudah barang tentu, hengkangnya Jorginho pasti sudah ada klub yang mau menampungnya.

Arsenal cerdik memanfaatkan keadaan Jorginho di Chelsea. Mereka akhirnya masuk dengan penawaran sebesar 12 juta pounds plus add ons 2 juta pounds. Dan itu disetujui oleh pihak Chelsea.

Usut punya usut, dalam wawancaranya setelah pindah ke Arsenal, Jorginho mengaku jika sebenarnya sempat beberapa kali nyaris pindah ke Arsenal. Dia menilai keberadaan Arteta sangat vital.

“Arteta memiliki pengaruh yang besar. Karena saya tahu dia beberapa kali berusaha mendatangkan saya sebelumnya. Namun, hal itu tak terjadi karena alasan lain,” kata Jorginho di laman resmi klub.

Sebagai bukti, di bawah Mikel Arteta, Arsenal sering mencoba mengontrak Jorginho. Terutama ketika Jorginho mulai tak dihargai di Chelsea sejak musim panas 2020 lalu. Arteta, ketika menjadi asisten pelatih di Manchester City, juga sempat mencoba mengontraknya pada tahun 2018. Namun ketika itu Jorginho menolak, karena ingin ikut Sarri ke Chelsea.

Kedalaman Pivot Arsenal

Setelah benar-benar hijrah ke Arsenal, lantas apa yang diharapkan Arteta pada Jorginho? Tentu yang paling utama adalah mental juara serta kedalaman skuad.

Alih-alih mendapatkan Caicedo seharga 70 juta pounds, Arsenal dalam hal transfer bertindak smart dengan sukses mengikat pemain yang lebih murah, sudah terbukti, serta punya pengalaman yang luar biasa.

Ikatan kontraknya pun cerdik, hanya sampai 2024 plus opsi perpanjangan setahun. Artinya, Arteta mengerti betul ini adalah jalan singkat untuk memperkuat timnya dengan pemain yang lebih punya pengalaman.

Untuk komparasi performanya dengan gelandang Arsenal musim ini, Jorginho juga tak kalah mentereng. Menurut Opta, dari segi intercept, Jorginho tercatat lebih tinggi dengan 21 intercept. Sedangkan Partey hanya 19, serta Xhaka hanya 9. Artinya, dari segi bertahan dan melindungi bola, kedatangan Jorginho ini akan menjamin keamanan pertahanan bagi Arsenal.

Kini untuk kedalaman skuad Arteta di posisi pivot dalam skema 4-2-3-1, hanya tersisa Xhaka dan Partey. Kita tahu, Lokonga yang melawak kala melawan City di Piala FA, sudah dipinjamkan ke Crystal Palace.

Gelandang lainnya, Elneny juga dikabarkan menderita cedera lutut yang signifikan dan tak tahu akan absen berapa lama. Sampai di titik itu, Jorginho adalah jawaban yang tepat di tengah kompetisi yang padat dan target untuk juara.

Mental Juara Jorginho

Maklum, Arsenal kini sudah kadung berharap jadi juara Liga Inggris. Arteta dan Edu pun punya hasrat yang sama dalam mendatangkan Jorginho. Ya, sama-sama berharap Jorginho bisa menularkan aura dan mental juara bagi rekan-rekannya yang tergolong muda.

Menurut Arteta, Jorginho masih punya rasa lapar untuk juara lagi. Edu pun berkata demikian, bahwa Jorginho adalah seorang profesional sejati yang mapan dengan mentalitas juaranya yang kuat.

Kini Jorginho sudah memilih jalannya sendiri. Arteta pun sudah siap dengan rencananya. Dari yang sempat tak dihargai di Chelsea, Jorginho kini akan mengais asa meraih gelar Liga Inggris bersama Arsenal, guna melengkapi trofi yang selama ini ia idam-idamkan dalam sejarah karirnya.

Sumber Referensi : theathletic, coachesvoice, skysports, footballlondon, transfermarkt

Mengapa Manchester City Tega Membuang Joao Cancelo?

0

Situasi sulit dihadapi Joao Cancelo di Manchester City. Kondisi itu memunculkan berita yang seharusnya tidak kita terima. Benar, Joao Cancelo akhirnya hengkang dari Etihad Stadium. Klub yang sebelumnya memboyong Sadio Mane dari Liverpool, Bayern Munchen menampungnya.

Die Roten meminjam Cancelo dengan opsi pembelian. Jika ingin mempermanenkannya, Bayern Munchen bisa menebus klausul seharga Rp1,2 triliun. Meski sekadar peminjaman, tapi ini bisa jadi tanda bahwa Manchester City memang hendak menyingkirkan Joao Cancelo.

Cancelo yang dilepas ke Bayern Munchen mengejutkan banyak pihak. Apalagi sang pemain sejauh ini berperan krusial dalam skuad Pep Guardiola. Persoalannya, apa yang membuat Manchester City tega membuang Joao Cancelo? Apa sudah nggak butuh?

Penurunan Performa

Joao Cancelo telah melewati banyak fase ketika bergabung ke Manchester City dari Juventus tahun 2020 lalu. Ia masuk tim utama. Tetapi belum menjadi pilihan utama. Cancelo hanyalah pilihan kedua. Pelan tapi pasti, Joao Cancelo mendadak menjadi salah satu penantang di skuad utama Manchester City.

Akan tetapi, belakangan ini, Joao Cancelo mengalami penurunan performa, terutama selepas gelaran Piala Dunia 2022. Sementara pelatih asal Spanyol akan menilai pemain berdasarkan performanya ketika bermain atau di sesi latihan.

Meski tampil apik di awal musim, tapi Cancelo meredup pada pertengahan musim. Ia terlihat kurang di beberapa kesempatan. Misalnya, ketika menghadapi Liverpool. Cancelo yang berdiri sebagai pemain terakhir di pertahanan City membiarkan Mohamed Salah mencetak gol.

Ketika menghadapi Fulham, Cancelo melakukan kesalahan yang tidak perlu dan membuatnya kena kartu merah. Hal itu bikin anak asuh Guardiola cukup kesulitan menghadapi Fulham. Walaupun untungnya bisa memetik kemenangan 2-1.

Menit Bermain yang Kurang

Pep Guardiola adalah pelatih yang memilih pemain bukan berdasarkan favorit atau sentimen. Ia memilih berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh sang pemain. Kalau bagus ya dimainkan. Sederhananya begitu. Jadi, semua terserah Cancelo.

Masalahnya, Cancelo gagal mengembalikan penampilannya seperti sebelum Piala Dunia. Maka, ia harus menerima akibatnya dengan jarang dimainkan oleh Pep Guardiola. Dalam 11 pertandingan terakhir yang dilakoni Manchester City, Cancelo hanya 4 kali menjadi starter.

Cancelo bahkan hanya menghuni bangku cadangan saat Manchester City menghadapi Everton, Tottenham Hotspur, dan Wolverhampton di Liga Inggris. Karena jatah bermainnya berkurang, statistiknya pun buruk. Musim ini bek sayap yang biasa memberi umpan itu hanya menghasilkan satu asis saja.

Di kompetisi domestik Cancelo juga jarang dimainkan. Ia hanya bermain sekali di dua laga Manchester City di FA Cup. Cancelo juga cuma bermain sekali dari tiga laga City di Piala Carabao. Bahkan ia tidak masuk skuad ketika menghadapi Chelsea di ronde ketiga.

Meskipun Joao Cancelo selalu memainkan laga Liga Champions Manchester City sebelum Piala Dunia. Dari 6 laga di fase grup, Cancelo menjadi starter 5 kali dan sekali masuk sebagai cadangan.

Perubahan Formasi Pep Guardiola

Hal yang membuat Cancelo semakin jarang bermain adalah perubahan taktik yang kerap dilakukan Pep Guardiola. Sejak menukangi The Citizens, Guardiola terkenal dengan fleksibilitas taktiknya. Tak jarang, taktiknya ini tak tertebak. Ia bisa mengubah taktiknya di tengah pertandingan.

Selain itu, ia sering merotasi pemain. Beberapa kali ia mencoba menaruh pemain tidak sesuai posisinya. Dan itu menyulitkan Joao Cancelo yang belum pulih performanya. Silakan bayangkan sendiri. Cancelo yang tengah berusaha menempa dirinya lagi, justru posisinya sudah digantikan pemain lain.

Bek kebangsaan Spanyol, Aymeric Laporte yang berkaki kiri bisa menggantikan Cancelo di posisinya, yaitu di bek kiri andai diperlukan. Tidak hanya Laporte, Nathan Ake yang sejatinya berposisi normal sebagai bek tengah juga bisa mengisi posisi Cancelo.

Ketika memainkan salah satu dari kedua pemain itu di posisi Cancelo, mereka bisa memperlihatkan penampilan impresif. Kalau sudah begini, frustrasi dipastikan menyergap perasaan Joao Cancelo.

Meningkatnya Pemain Muda

Rasa frustrasi tadi diperparah karena alih-alih menggunakan Joao Cancelo, Guardiola justru memberi kesempatan untuk pemain muda Manchester City. Pemain seperti Sergio Gomez yang datang dari Anderlecht pada Agustus lalu mulai dimainkan.

Ia bahkan mencatatkan 12 kaps sejak bergabung dari klub Belgia. Ketika performanya makin menurun, sementara Manchester City beberapa kali kehilangan poin dan membuat jarak dengan Arsenal kian jauh, Guardiola tak mau ambil resiko memainkan Cancelo.

Ada banyak opsi yang tersedia. Selain Gomez, pemain muda Rico Lewis adalah alternatif terbaik Pep saat ini. Pemuda 18 tahun itu membuktikan dirinya layak tampil reguler di skuad The Citizens. Dalam enam pertandingan terakhir City di Liga Inggris, Lewis selalu bermain. Hanya sekali ia duduk di bangku cadangan.

Berselisih dengan Guardiola

Penurunan kualitas, tak diberi jatah bermain lebih yang itu artinya kesempatannya kurang, plus Pep yang memilih pemain muda daripada ia yang berpengalaman, membuat rasa kesal Cancelo naik ke ubun-ubun. Pemain Portugal itu marah, betul-betul marah.

Kekesalannya membuncah ketika melakoni laga tandang melawan Chelsea pada 5 Januari 2023 lalu. Cancelo memang dimainkan oleh Pep Guardiola. Namun, baru mulai babak kedua ia sudah diganti. Beberapa laporan menyebut Cancelo sangat marah dengan keputusan itu.

Rekan setimnya mencoba menenangkan Cancelo. Pep Guardiola mengakui kesalahannya menggunakan Cancelo tidak sesuai posisi terbaiknya. Pep memainkannya di sayap kanan. “Saya menyesal. Saya tak memainkannya di posisi yang tidak biasa ia lakukan,” kata Guardiola.

Puncaknya adalah ketika ia benar-benar tak dimainkan oleh Pep Guardiola saat menyabet kemenangan dari Arsenal di Piala FA. Karena jarang mendapatkan menit bermain, Joao Cancelo pun protes ke Guardiola. Protes itu kabarnya menimbulkan ketegangan di ruang ganti.

Tak sedikit laporan yang menyebut Cancelo berselisih dengan Pep Guardiola. Joao Cancelo dan Pep Guardiola beberapa kali terlibat diskusi dengan ketegangan. Entah itu di tepi lapangan, ruang ganti, maupun di sesi latihan. Dilansir Daily Mail, keributan Cancelo dan Pep Guardiola dimulai sejak setelah Piala Dunia.

Selain itu, Manchester City juga sebenarnya sudah mulai berencana mencari pengganti Cancelo. Namun, opsinya tidak banyak. Tidak ideal untuk membeli pemain hanya beberapa hari sebelum bursa transfer ditutup.

Meski isunya Cancelo pindah karena cekcok dengan Guardiola, tapi sang pemain menepisnya. Dengan kalimat yang cenderung normatif, Cancelo mengatakan kepindahannya ke Bayern Munchen murni karena menit bermain.

Well, apa pun itu, Die Roten adalah klub yang tepat buat Cancelo. Kita akan menyaksikan dua pemain yang dulunya berduel, kini jadi kawan seperjuangan.

https://youtu.be/F6ZvVLT223k

Sumber: Goal, DailyMail, AS, TheSun, GiveMeSport, BitterandBlue, GiveMeSport2

Marcel Sabitzer: Si Transfer Panik MU?

Panik atau sudah terencana? Begitulah pertanyaan yang tepat diajukan guna menyelidiki kedatangan Marcel Sabitzer ke MU. Pemain berambut gondrong asal Austria itu, tiba-tiba datang ke Old Trafford di Deadline Day transfer.

Banyak yang meragukan keputusan mendadak manajemen MU ini. Namun di luar itu, banyak juga yang mengatakan ia adalah kebutuhan yang tepat bagi MU saat ini. Lantas apa yang bisa dijanjikan dari Sabitzer nantinya dalam skema Ten Hag?

Siapa Sabitzer Sebenarnya?

Siapa sih sebenarnya Sabitzer itu? Namanya juga tak terlalu mentereng. Namun setelah ditelusuri, ternyata ia adalah mantan anak buah Ralf Rangnick, mantan pelatih MU.

Ia mengawali karirnya bersama Rangnick di Salzburg. Sabitzer adalah salah satu pemain kesayangannya. Di bawah asuhan Rangnick, Sabitzer mampu mengeluarkan potensi terbaiknya. Berkat itu pula ia akhirnya turut dibawa Rangnick saat melatih RB Leipzig.

Debut pertamanya Sabitzer ketika hijrah ke Jerman bersama Leipzig diawali dari kasta kedua Liga Jerman pada musim 2015/16. Mengejutkannya, ia langsung jadi bagian kesuksesan yang membawa Leipzig promosi ke Bundesliga.

Performanya mencuri perhatian publik Jerman ketika ia debut di Bundesliga. Ia langsung bisa mencetak 9 gol dan 4 assist. Ia pun langsung mampu membawa kesuksesan bagi Die Roten Bullen finis sebagai runner up Bundesliga

Musim terbaik Sabitzer di Leipzig terjadi pada 2019/20. Ketika ia mencetak 16 gol dan 11 assist, serta mampu mengantarkan Leipzig hingga babak semifinal Liga Champions.

Transformasi Sabitzer dari Gelandang Serang Jadi Gelandang Bertahan

Nah, sejak di Leipzig itulah namanya mulai masuk radar klub-klub besar Eropa. Posisinya yang versatile di lini serang, membuat pemain itu banyak diburu.

Tak dipungkiri, Sabitzer dulunya dikenal sebagai gelandang serang yang produktif.
Namun saat dipegang Nagelsmann, ia kemudian dicoba untuk lebih berperan menjadi gelandang tengah pelindung pertahanan. Tepatnya di musim 2019/20, ia sudah sering dicoba Nagelsmann 15 kali sebagai gelandang tengah.

Sejak saat itulah transformasi Sabitzer dari gelandang serang menjadi gelandang tengah dimulai. Terbukti menurut data Transfermarkt, Sabitzer setelah itu di musim 2020/21, sudah mulai paten menempati posisi sebagai gelandang tengah selama semusim penuh.

Utak-atik Nagelsmann tersebut mampu membuahkan hasil, ketika keseimbangan lini pertahanan Leipzig lebih terjaga. Hasilnya, Leipzig di musim itu kebobolan paling sedikit di Bundesliga dengan hanya 32 gol saja.

Redup Di Munchen

Dengan transformasi Sabitzer yang sudah menjadi gelandang tengah, akhirnya membawanya sampai ke Munchen, yang ketika itu masih memerlukan gelandang tengah di bawah Nagelsmann.

Namun tak semudah yang diharapkan. Ia di Munchen selama ini hanya jadi pelapis. Performanya di bawah mantan bosnya Nagelsmann, nampak seperti kalah saing dengan para pemain Munchen lainnya. Hanya 54 pertandingan dengan 2 gol dan 2 assist, menjadikannya hanya pemanis di skuad Die Roten.

Adalah opsi terbaik bagi Munchen, ketika dirinya yang diinginkan MU sebagai opsi pinjaman. Meskipun tanpa opsi pembelian, Munchen dan Nagelsmann bisa melihat Sabitzer menempa menit bermain lebih di klub barunya, sambil mengevaluasinya di musim depan.

Kebutuhan MU Mendadak Saat Eriksen Cedera Lama

Di kubu MU, tentu jelas kenapa Ten Hag menginginkan kebijakan transfer jangka pendeknya ini. Ya, karena Eriksen. Tak dipungkiri pasangan Eriksen dan Casemiro adalah duo pivot yang mengantarkan era kebangkitan MU sekarang ini.

Dan celakanya, Eriksen mengalami cedera parah pergelangan kaki dan dapat dipastikan absen sekitar tiga bulan lamanya. Cedera Eriksen ini buat Ten Hag pusing. Pasalnya stok gelandang MU saat ini cukup terbatas. Apalagi MU punya jadwal yang sangat padat di tiga bulan ke depan. Cedera Eriksen ini benar-benar tak diperkirakan sebelumnya.

Dalam laman resmi MU, Ten Hag juga sempat mengatakan untuk bisa gerak cepat mendatangkan amunisi baru segera. Untungnya, masih ada waktu sehari, Ten hag bersama manajemen bergerak di Deadline Day transfer.

Ten Hag Pasrah

Namun, Ten Hag menyebut bahwa para fans MU tidak boleh berekspektasi terlalu tinggi terhadap pengganti Eriksen ini. “Saya rasa anda tidak pernah bisa menggantikan seorang pemain secara sempurna, karena setiap pemain memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri,” kata Ten Hag.

Ten Hag mengakui bahwa mencari gelandang di Deadline Day bukan perkara mudah. Jadi ia mempersiapkan diri dengan opsi terburuk.

Dan jangan salah, kalau pilihan Ten Hag dan manajemen itu hanyalah Sabitzer saja. Ternyata banyak juga lho pemain yang dihubungi pihak manajemen MU dan Ten Hag sebelum batas Deadline Day berakhir. Benar-benar darurat dan panik situasinya ketika itu.

Menurut laporan Express, United dikatakan sempat menanyakan kesediaan Ryan Gravenberch, namun Munchen menolak dan lebih menyodorkan Sabitzer. The Independent juga memberi kabar bahwa Ten Hag sempat menghubungi Isco. Namun keadaan Isco yang sudah berada di Berlin membuat Ten Hag cepat berpaling.

Sumber lain, Foot Mercato juga beri kabar bahwa Ten Hag mengontak Lyon untuk Houssem Aouar sebelum menghubungi Sabitzer. Namun, opsi pembelian dan gaji tinggi menjadi ganjalan. Di sisi lain, ada juga penawaran dari Atletico yang menyodorkan Yannick Carrasco. Namun untuk pemain ini, Ten Hag merasa tidak butuh. Karena ia lebih cari gelandang tengah.

Peran yang akan Diemban Sabitzer Dibawah Ten Hag

Situasi kepanikan di Deadline Day itu membuat tak sedikit yang berkomentar. Contohnya Paul Merson dari Sky Sports. “Jika Sabitzer sebagus yang diharapkan Ten Hag, tentunya ia bisa menembus tim utama Munchen. Apalagi pelatihnya adalah Nagelsmann,” kata Merson.

Merson juga membenarkan bahwa United bergerak secara panik di pasar transfer. Karena sebelumnya diketahui bahwa tidak ada ketertarikan apa pun terhadap Sabitzer sejak Ten Hag berada di United.

Terlepas dari kepenaikan itu, yang jelas kini percayakan saja pada ahlinya yang menggembleng pemain, yakni Ten Hag. Kebutuhan Ten Hag jelas untuk menambal Eriksen. Sabitzer adalah yang terbaik dari pasar transfer yang ada. Baik secara gaji maupun harga, karena hanya pinjaman.

Ten Hag mengatakan di Manchester Evening News bahwa Sabitzer nanti akan jadi teman baru Casemiro di sektor pivot MU dengan formasi andalan 4-2-3-1. Atributnya yang bisa Versatile bisa membuat Ten Hag lebih leluasa menempatkan Sabitzer.

Ia juga bisa produktif jika sewaktu-waktu difungsikan Ten Hag untuk lebih menusuk ke area depan. Namun idealnya kini, MU masih butuh menyeimbangakan lini tengah yang sudah kadung solid dikomandoi Casemiro.

Tenang saja, sama halnya seperti Weghorst, Sabitzer hanyalah opsi sementara bagi kebutuhan tim. Dan tentu, publik Old Trafford juga berharap di masa jangka pendek ini mereka bisa memberikan sumbangsih nyata seperti apa yang diharapkan.

https://youtu.be/To7wx-1aMCE

Sumber Referensi : express, MEN 1, MEN 2, skysports, dailystar, onefootball, transfermarkt

Bak Dukun, Ini 7 Ramalan Jose Mourinho yang Terbukti!

0

Tatkala melatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho berbicara kepada anak asuhnya. Mourinho membicarakan taktik yang kemungkinan besar akan dipakai musuhnya. Kala itu, Tottenham tengah menghadapi Manchester United.

Mourinho membeberkan taktik yang akan dipakai Ole Gunnar Solskjaer. Ia mengatakan bahwa Paul Pogba, yang kala itu masih berseragam MU, ketika mendapatkan bola akan menahannya. Pogba akan mengirim umpan ke depan. Opsinya ada pada Marcus Rashford.

Ketika laga dimulai lagi, apa yang dikatakan Mourinho itu benar. Pogba menguasai bola dan mengirim umpan ke Rashford. Davinson Sanchez pecicilan mengantisipasi umpan itu. Padahal sudah diperingatkan sang pelatih.

Ini bukan kali pertama Mourinho bicara, kemudian terwujud. Bagi Mourinho, seakan tak ada jarak antara imajinasi dan kenyataan. Beberapa ramalannya sering terbukti. Nah, berikut ini ramalan Jose Mourinho yang akhirnya terbukti. Ada yang masih ingat?

Ramalan Dele Alli

Pada September 2020, sebuah video dari film dokumenter bertajuk All or Nothing: Tottenham Hotspur mencuat. Ini adalah film yang membicarakan apa yang ada di balik klub London Utara itu. Salah satu adegannya adalah ketika Mourinho berbicara dengan Dele Alli.

Mourinho yang berstatus sebagai pelatih memperingatkan sang pemain. Ia melihat Dele Alli merupakan pemain potensial. Alli bisa berkembang. Namun, Mourinho melihat sang pemain sedang dalam masa pasang surut.

Mourinho menyarankan agar Alli lebih keras lagi menempa dirinya. Karena Mourinho tahu, Alli bisa lebih dari yang saat itu. Sang pelatih mengatakan, jika Alli tidak melakukannya, bisa jadi ia tak memiliki masa depan.

“Ada perbedaan besar antara seorang pemain yang konsisten dengan pemain yang memiliki momen. Itulah perbedaan antara pemain top dan pemain yang berpotensi besar. Saya tidak tahu mengapa Anda (Alli) mengalami pasang surut,” kata Mourinho.

Mourinho menduga itu karena gaya hidup sang pemain. Perkataan Mourinho itu di kemudian hari akhirnya terbukti. Dele Alli tidak berkembang. Usai melempem di Everton, ia dipinjam klub Turki, Besiktas. Namanya redup. Kariernya seolah lenyap seketika.

Arsenal Berada di Puncak Lagi di Tangan Arteta

Entah apa yang ada di benak Jose Mourinho. Kala timnya berhasil mengalahkan Arsenal 2-0 pada tahun 2020, ia justru mengatakan Arsenal akan berkembang di tangan Mikel Arteta. Mourinho sangat percaya Arteta bisa membawa Arsenal ke puncak klasemen lagi.

Barangkali ucapan Mourinho itu hanya candaan. Atau mungkin saja untuk menghibur Arteta yang baru saja kalah dari timnya. Pernyataan Mourinho itu seolah tak masuk akal. Di tengah desakan agar Arteta angkat kaki, ia justru meyakini hal yang justru seolah mustahil.

“Arteta memberi permainan yang sangat sulit. Mereka sangat bagus, terorganisir, dan para pemainnya memiliki budaya taktis yang baik. Kami memang menang karena dua gol. Tapi saya rasa, Arsenal, timnya, dan Arteta akan menjadi Arsenal lagi (maksudnya Arsenal di era kejayaannya),” kata Mourinho.

Siapa menyangka, komentar yang kelihatannya normatif itu benar-benar terwujud. Musim ini, hingga pekan ke-21, Arteta mengerek posisi Arsenal ke puncak klasemen. Sudah layakkah kita sebut Mourinho sebetulnya adalah seorang cenayang?

Kesuksesan Casemiro

Jose Mourinho mungkin adalah makhluk yang datang dari masa depan. Entah mengapa, ia seolah bisa mengendalikan keadaan sesuai dengan apa yang ia mau. Tapi, prediksinya tentang Casemiro benar-benar karena usaha sang pemain.

Begini. Saat melatih Real Madrid, kira-kira tahun 2013, Jose Mourinho pernah mengatakan pada Casemiro. Gelandang Brasil itu akan menjadi gelandang tengah terbaik yang pernah ada. Casemiro mengakui bahwa benar Mourinho mengatakan demikian.

“Dia (Mourinho) memberitahu ke saya, ‘Saya tahu kamu, kamu bagus, dan kamu akan menjadi gelandang tengah terbaik di dunia,” kata Casemiro pada Cope tahun 2018.

Biasanya orang yang dipuji semacam itu akan terlena. Casemiro pun demikian. Ia takut pujian Mourinho itu justru membunuhnya. Tapi Casemiro punya cara lain untuk mengolah pujian itu jadi sesuatu yang positif. Itu terwujud.

Selama berseragam Real Madrid, Casemiro jadi salah satu gelandang terbaik. Ia melengkapi lini tengah Real Madrid yang sudah ditopang Toni Kroos dan Luka Modric. Membentuk trio MCK. Tatkala bergabung ke Manchester United, ketika orang mengira Case hanya akan bersenang-senang di sana, ia justru tambah bersinar.

Sudah tak lagi di bawah ‘ketiak’ Modric dan Kroos, Casemiro makin moncer saja. Ten Hag tak hanya menyuruhnya sebagai ‘tukang bersih-bersih’, tapi memanfaatkan kreativitasnya. Casemiro pun tak hanya jadi palang pintu, tapi mesin gol. Perkataan Mourinho dulu, masih terbukti!

Rashford Tidak Cocok Bermain Sebagai Striker Nomor “9”

Mantan pemain Manchester United, Wayne Rooney meyakini Marcus Rashford akan menjadi seorang striker yang hebat. “Ia (Rashford) akan mendapatkan rekor dan menjadi pencetak gol untuk Manchester United,” kata Rooney kepada The Sun.

Sementara Rooney yakin Rashford bisa menjadi seorang striker, Jose Mourinho tidak. Ia tak yakin jika Rashford bisa berkembang menjadi striker nomor “9” alias striker murni. Meski peluang itu tetap ada.

“Saya tidak bilang Rashford tak cocok sebagai pemain nomor “9”. Cocok saja andai menghadapi lawan yang tidak pragmatis, atau memberikan ruang untuk menyerang. Tapi lawan yang akan dihadapi United adalah yang punya pertahanan rapat. Dia (Rashford) tak cocok sebagai striker yang membelakangi gawang. Dia bukan target man,” kata Jose Mourinho.

Rashford beberapa kali memang tak beres ditaruh sebagai striker murni. Sampai hadirlah sosok Erik ten Hag. Ia sepertinya mengikuti saran Mourinho dulu. Ten Hag tak menaruh Rashford sebagai striker murni, tapi sayap. Dulu, Mourinho bilang Rashford bagus dalam transisi menyerang.

Semua itu betulan terjadi. Rashford menggila bukan sebagai striker murni. Ten Hag sering menaruhnya di sayap kiri. Musim ini Rashford sudah mencetak 9 gol dan 3 asis dalam 20 laga di Premier League. Jumlah itu sangat berpotensi bertambah.

Manchester United Bakal Punya Bek Kelas Dunia

Saat melatih Manchester United, pada bursa transfer musim panas 2018, Mourinho merengek dibelikan bek tengah kelas dunia. Mourinho yakin, jika United memiliki bek tengah kelas dunia, itu akan sangat bagus bagi klub. Namun, sampai ia hengkang dari sana, belum ada bek tengah dunia yang merapat.

Mourinho hanya mempunyai Eric Bailly, Phil Jones, Victor Lindelof, dan Marcos Rojo. Sepeninggal Mourinho, MU mendatangkan Harry Maguire. Tidak, bukan dia bek tengah kelas dunianya. Tapi Raphael Varane yang juga didatangkan United.

Varane adalah bek tengah kelas dunia. Ia datang ke United, tapi dengan kondisi habis masa jayanya. Namun, dasar bek kelas dunia, penampilannya justru makin oke. Apalagi United di era Ten Hag kembali mendatangkan bek tengah kelas dunia.

Orang itu adalah Lisandro Martinez. Kembali lagi, omongan Mourinho terbukti. Manchester United punya bek tengah kelas dunia, dua sekaligus. Setidaknya Varane dan Lisandro adalah juara dunia. Dan benar, kehadiran dua pemain itu bikin lini belakang United makin bakoh.

Xabi Alonso akan Jadi Pelatih

Jose Mourinho yang menghadiri konferensi pers gim Top Eleven tahun 2019 berbicara nasib Xabi Alonso. Mourinho paham kualitas Alonso ketika melatihnya di Real Madrid. Sang pemain, bagi Mourinho tak hanya jago bermain bola, tapi juga punya kemampuan man management yang baik.

“Ayahnya adalah seorang manajer, jadi dia (Xabi) tumbuh seperti saya. Dia jadi pemain, tentu saja lebih hebat dari saya,” kata Mourinho.

Mourinho mengatakan, Xabi Alonso sudah pernah dilatih para manajer kelas atas. Selain dirinya, Alonso pernah dilatih Carlo Ancelotti, Pep Guardiola ketika di Bayern Munchen, dan Rafa Benitez ketika berseragam Liverpool.

Mourinho yakin, Alonso bisa menyatukan kemampuan para mantan pelatihnya. Alonso, kata Mourinho, bisa menjadi pelatih terbaik. Sekitar tiga tahun setelah celoteh Mourinho itu, Xabi Alonso ditunjuk sebagai pelatih Bayer Leverkusen menyusul pemecatan Gerardo Seoane.

Langkah Alonso jadi pelatih terbaik sepertinya sudah dimulai. Ia punya tugas untuk mengentaskan Leverkusen dari zona degradasi. Sebelum ia jadi pelatih, Die Werkself berada di peringkat 17. Tapi saat ia datang, sampai pekan ke-18 Leverkusen sudah bertengger di peringkat sembilan.

Mourinho Memprediksi Inggris ke Final EURO 2020

Pada EURO 2020 lalu, Timnas Inggris bertemu Jerman di babak 16 besar. Bagi Mourinho, itu adalah pertandingan semifinal. Siapa pun yang menang di laga itu, sudah pasti akan ke final.

Mourinho kala itu juga berharap pasukan Gareth Southgate bisa melaju mulus ke final. The Special One bahkan memprediksi Inggris bisa mengalahkan Jerman dengan skor 2-1. “Swedia, Ukraina, Denmark, Republik Ceko… Ayo, kalahkan Jerman dan melaju ke final,” kata Mourinho.

Hasilnya? Tak perlu dijelaskan lagi. Sampai di sini, jangan-jangan Mourinho selain punya kualitas taktik, ia mungkin saja adalah titisan seorang peramal terkenal dari Prancis, Nostradamus.

Berita Bola Terbaru 30 Januari 2023 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

HASIL PERTANDINGAN

Liverpool Tersingkir di ajang Piala FA usai takluk 1-2 dari Brighton and Hove Albion di babak keempat. Bertanding  di Amex Stadium, Liverpool unggul terlebih dahulu melalui Harvey Elliot di menit ke-30. Brighton menghadirkan gol penyama kedudukan sembilan menit berselang di menit ke-39 melalui Tareq Lamptey. Kemenangan Brighton akhirnya tercipta berkat Kaoru Mitoma di masa injury time.

Napoli sukses membekuk AS Roma di laga pekan ke-20 Serie A 2022/23 di Diego Armando Maradona Stadium, Senin (30/01) dini hari WIB. Gol-gol Napoli dicetak Victor Osimhen dan Giovanni Simeone. Sementara gol AS Roma dihasilkan Stephan El Shaarawy. 

Sementara di partai lain, bermain di markas sendiri, AC Milan takluk dengan skor 2-5 dari Sassuolo. Sassuolo memberondong gawang tuan rumah masing-masing lewat gol Gregoire Defrel, Davide Frattesi, Domenico Berardi, penaltinya Armand Lauriente, dan Matheus Henrique. Sedangkan dua gol Milan disumbangkan oleh Olivier Giroud dan Divock Origi.

Dari ajang La Liga Spanyol, Real Madrid harus puas berbagi angka dengan Real Sociedad. Bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos ditahan imbang 0-0. Dengan hasil ini, Madrid gagal memangkas jarak dengan Barcelona di puncak klasemen. El Real masih terpaut 5 poin dari Blaugrana.

Di Liga Prancis, Paris Saint-Germain ditahan 1-1 oleh Stade de Reims. Les Parisiens yang mengakhiri laga dengan 10 pemain gagal menang akibat gol di menit akhir. Neymar sempat membuka skor PSG di menit ke-51 sebelum disamakan oleh Folarin Balogun di injury time.

TIGA BINTANG LIVERPOOL LOLOS DARI KARTU MERAH DI PIALA FA

Andrew Robertson, Fabinho, dan Ibrahima Konate menjadi tiga bintang Liverpool yang lolos dari hukuman kartu merah saat melawan Brighton and Hove Albion dalam Piala FA di Stadion Amex, Minggu (29/1). Mereka bertiga dituding layak dapat kartu merah. Fabinho yang jadi pemain pengganti menjegal Evan Ferguson dari belakang. Kemudian Konate melanggar Mac Allister, lalu tekel keras Robertson di injury time ke Mac Allister juga hanya berbuah kartu kuning.

RESMI, CHELSEA GAET MALO GUSTO

Chelsea resmi merekrut Malo Gusto dari Olympique Lyon. Chelsea mengikat Gusto dengan kontrak sampai Juni 2030. Meski demikian, bek berusia 19 tahun itu akan menghabiskan sisa musim ini di Lyon dengan status pinjaman dan baru bergabung ke Chelsea di musim panas. Menurut laporan media-media Inggris, Chelsea mengeluarkan 26,3 juta pounds (Rp 487 miliar) plus kesepakatan tambahan untuk mendapatkan Gusto.

PETINGGI CHELSEA AKAN TERBANG MENJEMPUT ENZO FERNANDEZ

Jelang penutupan jendela bursa transfer Januari 2023, Chelsea kembali menggoda Benfica untuk melepaskan Enzo Fernandez dengan proposal senilai 120 juta euro. Kabar ini dilaporkan pertama kali oleh Cesar Luis Merlo, seorang jurnalis asal Argentina dengan menyebutkan jika The Blues kembali untuk Enzo. Bahkan, petinggi Chelsea turut dikabarkan akan melakukan perjalanan ke Portugal untuk menyelesaikan kepindahan Enzo, seperti yang mereka lakukan untuk Mykhaylo Mudryk.

NEWCASTLE RESMI REKRUT ANTHONY GORDON

Newcastle United mengumumkan pihaknya telah resmi merekrut Anthony Gordon dari Everton. Gordon diboyong ke St James Park dengan nilai transfer yang dilaporkan dapat mencapai senilai 45 juta pound (Rp 834 miliar). Pemain 21 tahun itu merupakan rekrutan pertama The Magpies pada bursa transfer Januari.

LEEDS UNITED JADWALKAN TES MEDIS UNTUK WESTON MCKENNIE

Leeds United kabarnya sudah menjadwalkan tes medis untuk Weston McKennie, yang akan bergabung dari Juventus dengan status pinjaman pada bursa transfer Januari ini. Menurut kabar dari jurnalis Gianluca Di Marzio, McKennie dikabarkan telah meninggalkan Italia untuk menyeberang ke Inggris pada Minggu (29/1) malam waktu setempat. Jika tes medis pada Senin (30/1) berjalan positif, maka McKennie akan menandatangani kontrak pinjaman selama enam bulan bersama tim Premier League tersebut.

PEDRI SUDAH TEMBUS 100 LAGA BERSAMA BARCELONA

Gelandang muda berbahaya, Pedri menjadi pilar penting di Barcelona. Sejak kehadirannya tiga musim lalu, Pedri terus menunjukkan perkembangan permainan. Saat melawan Girona di Liga Spanyol, Sabtu (28/1),Pedri mencapai laga ke-100. Dia juga menandai laga century-nya dengan satu gol kemenangan yang berarti penting untuk Barcelona.

BRIGHTON TOLAK TAWARAN RP 1,2 T ARSENAL UNTUK CAICEDO

Tawaran baru Arsenal sebesar 70 juta pounds atau sekitar Rp1,2 triliun untuk gelandang Moises Caicedo ditolak oleh Brighton. Sikap Brighton tetap tidak berubah dan sang gelandang tidak akan dijual pada bulan Januari ini.  Di sisi yang lain, Caicedo, yang mengatakan kepada situs web resmi Brighton pada minggu lalu, bahwa dia hanya fokus pada klubnya saat ini.

AS ROMA BIDIK DUSAN VLAHOVIC SEBAGAI PENGGANTI ZANIOLO

AS Roma pasrah ditinggal pergi Nicolo Zaniolo dalam waktu dekat. Sebagai penggantinya, Giallorossi dikabarkan mengincar penyerang milik Ajax Amsterdam yaitu Dusan Tadic. Dengan kontraknya bersama Ajax yang tinggal menyisakan 18 bulan lagi, Roma yakin bisa mendaratkan pemain asal Serbia tersebut ke Serie A.

PELATIH AL NASSR: RONALDO AKAN KEMBALI KE EROPA

Cristiano Ronaldo sedang memulai karirnya bersama Al-Nassr. Meskipun kontraknya sampai 2025, yang artinya Ronaldo sudah berumur 40 tahun, pelatih Al-Nassr, Rudi Garcia mengklaim Ronaldo tidak akan pensiun di Al-Nassr. Sebaliknya, Ronaldo akan kembali ke Eropa sebelum pensiun. “Dia itu salah satu pemain terbaik di dunia. Dia tidak akan mengakhiri karirnya di Al-Nassr, dia akan kembali ke Eropa,” ungkap Garcia.

RONALDO AJAK 4 PEMAIN MAN UNITED LIBURAN KE ARAB SAUDI

Di saat Al-Nassr tersingkir dari Saudi Super Cup, Cristiano Ronaldo dikabarkan akan mengundang empat rekannya di Manchester United untuk liburan di Arab Saudi. Belum ada perpisahan layak setelah CR7 meninggalkan MU disebut jadi alasan pria Portugal mengundang rekan setimnya ke Arab Saudi. Hal itu disampaikan oleh orang dalam MU yang tak disebutkan namanya. Keempat pemain tersebut antara lain Bruno Fernandes, Harry Maguire, Casemiro, dan Raphael Varane.

DUH! KEBOBOLAN 9 GOL, AC MILAN CETAK 2 REKOR MEMALUKAN

Setelah kalah 0-4 dari Lazio, AC Milan baru saja kalah 5-2 dari Sassuolo. Dua hasil minor ini meninggalkan tinta hitam dalam sejarah Rossoneri yang amat kaya nan legendaris itu. Untuk pertama kali dalam sejarah mereka, AC Milan kemasukan setidaknya empat gol dalam dua laga Serie A berturut-turut. Selain itu, ini juga menjadi kali pertama AC Milan kemasukan setidaknya lima gol di laga kandang Serie A sejak 6 April 1997 (saat dikalahkan Juventus 6-1).

AREMANIA TUNTUT MANAJEMEN TANGGUNG JAWAB TRAGEDI KANJURUHAN

Aremania menggeruduk kantor Arema FC. Kedatangan mereka sebagai aksi kekecewaan terhadap klub Arema FC atau PT AABI adalah buntut tragedi Kanjuruhan. Di depan kantor Arema, massa melakukan orasi dengan menuntut permintaan maaf manajemen Arema FC dan meminta mereka untuk bertanggung jawab karena sepakbola terhenti dan bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan. Meski sempat ricuh, amarah massa pun akhirnya bisa diredam.

DEMBELE DIRAGUKAN TAMPIL LAWAN MANCHESTER UNITED

Kemenangan Barcelona atas Girona harus dibayar mahal karena Ousmane Dembele mengalami cedera. Dilansir Football Espana, cedera otot paha yang dialami Dembele tampaknya cukup parah. Ia diperkirakan akan absen dalam beberapa pekan. Kabarnya Dembele juga diragukan untuk tampil di laga penting kontra Manchester United di ajang Europa League Februari nanti.

LEICESTER AJUKAN TAWARAN UNTUK BINTANG LEEDS

Leicester City dikabarkan telah mengajukan tawaran kepada Leeds United untuk merekrut salah satu bintangnya, yakni Jack Harrison. Dilansir The Sun, Brendan Rodgers sangat ingin memperkuat skuadnya bulan ini dan klub telah mengajukan tawaran sebesar 20 juta pounds (Rp370 miliar) untuk Harrison. Tawaran sudah di atas meja, tapi masih harus menunggu keputusan Jesse Marsch. Kabarnya sang pelatih Leeds masih membutuhkan jasa Harrison hingga akhir musim.

ATLETICO MINATI BINTANG KOREA SELATAN

Setelah mendapatkan Memphis Depay dari Barcelona, Atletico Madrid tampaknya belum puas dengan lini serangnya. Atletico kini dikabarkan tengah memantau situasi bintang muda Korea Selatan yang kini bermain untuk Real Mallorca, Lee Kang-in. Dilansir Football Espana, Los Rojiblancos tertarik dengan kemampuannya. Namun Mallorca mematok harga sang pemain di angka 17 juta euro (Rp276 miliar). Rumornya, Atleti tak sendirian, Newcastle juga berminat pada Lee.

LUKAKU DIMINATI TOTTENHAM DAN NEWCASTLE

Pemain buangan Chelsea, Romelu Lukaku telah dirumorkan sedang menjalin komunikasi dengan Tottenham Hotspurs. Dilansir Talksport, sang pemain diisukan akan bergabung dengan Spurs apabila Antonio Conte bertahan musim depan. Tapi Spurs tampaknya bukan satu-satunya klub yang tertarik dengan pemain internasional Belgia tersebut. Newcastle dan Juventus juga menyatakan berminat untuk memboyong Lukaku.

EVERTON INGIN DATANGKAN CHE ADAMS

Setelah kehilangan Anthony Gordon yang merapat ke Newcastle, Everton bergerak untuk mencari penggantinya. Dilansir Football 356, The Toffees kini tengah menjalin negosiasi dengan Southampton perihal salah satu pemainnya yakni Che Adams. Sebetulnya Everton sudah menaruh minat pada Adams sejak musim panas lalu, tapi The Saints belum mau melepas sang pemain. Kini Everton telah menghidupkan kembali minatnya pada Adams.

ASTON VILLA DAN CRYSTAL PALACE REBUTAN ISMAILA SARR

Klub-klub Liga Inggris macam Aston Villa dan Crystal Palace dikabarkan tengah berebut tanda tangan bintang Watford, Ismaila Sarr. Dilansir The Sun, Sarr yang tampil konsisten bersama Watford dirasa layak oleh Palace dan Villa untuk tampil di level tertinggi. Namun, The Hornets tak akan mudah untuk melepas sang pemain. Mereka mematok 25 juta pounds (Rp463 miliar) apabila ada klub yang serius menginginkannya.

YAYA SANOGO KINI TERDAMPAR DI KLUB ARMENIA

Mantan wonderkid Arsenal, Yaya Sanogo akhirnya telah menemukan klub baru setelah kurang lebih dua tahun nganggur. Dilansir Goal, Sanogo yang sudah berstatus tanpa klub selama 20 bulan itu akhirnya menemukan klub baru. Sanogo telah bergabung dengan FC Urartu yang berkompetisi di Divisi Utama Liga Armenia. 

CHELSEA PANTAU SITUASI DUSAN VLAHOVIC

Setelah Manchester United menyatakan mundur dari perburuan Dusan Vlahovic, kini Chelsea lah yang bergerak untuk bomber asal Serbia tersebut. Dilansir Give Me Sport, The Blues dikabarkan telah membangkitkan minatnya pada Dusan Vlahovic. Menurut laporan orang dalam Chelsea, mereka akan bergerak untuk Vlahovic di musim panas mendatang. 

SPURS PATOK ANGKA SELANGIT UNTUK KANE

Terbongkar berapa angka yang diinginkan Tottenham apabila ada yang berminat pada bintangnya, Harry Kane. Dilansir Daily Star, siapapun yang ingin mendatangkan Kane, harus menyiapkan dana sekitar 300 juta pounds atau sekitar Rp5,5 triliun. Itu sudah termasuk gaji sebesar 375 ribu pound (Rp6,9 miliar) per minggu dan biaya transfer sekitar 120 juta pound (Rp2,2 triliun) dan beberapa bonus lain.

MILAN SKRINIAR MERAPAT KE PSG

Setelah berbulan-bulan rumor beredar, akhirnya transfer bek Inter Milan, Milan Skriniar ke PSG here we go juga. Menurut cuitan Fabrizio Romano, kesepakatan antara PSG dan Inter Milan sudah tercapai. Skriniar akan berstatus pemain PSG per Juli 2023 mendatang. Skriniar bergabung dengan PSG dengan kesepakatan bebas transfer. Ia enggan memperpanjang masa baktinya di Italia.