Bak nafsu yang sudah di ubun-ubun, Chelsea sangat menggebu-gebu dalam proses pengejaran tanda tangan bintang muda Argentina, Enzo Fernandez. Meski sempat mengalihkan pandangan ke Moises Caicedo, di menit-menit akhir jendela transfer Januari, Chelsea kembali memfokuskan target pada Enzo.
Usaha pun tak menghianati hasil. Chelsea akhirnya meluluhkan hati Benfica dan mendapatkan Enzo dengan harga 121 juta euro atau sekitar Rp1,97 triliun. Setelah klub asal Portugal itu bersikeras hanya mau berbicara soal transfer Enzo jika nilainya lebih dari klausul pelepasannya, yakni 120 juta euro.
Namun, transfer ini telah memicu beberapa pertanyaan. Selain harganya yang sangat mahal untuk ukuran pemain berusia 22 tahun. Mengapa Benfica mendadak mau melepas Enzo? Apakah hanya karena fulus?
Daftar Isi
Kemunculan Enzo di Piala Dunia
Nama Enzo Fernandez mulai dikenal saat ia membela Timnas Argentina di Piala Dunia Qatar. Meski ajang tersebut merupakan ajang internasional pertamanya, Enzo berhasil terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik usai membantu Argentina mengalahkan Prancis di laga final.
Padahal gelandang 22 tahun itu baru melakoni debut bersama Timnas Argentina pada 24 September 2022. Tepatnya pada laga uji coba melawan Honduras. Setelah itu Enzo langsung menjadi langganan starter di skuad asuhan Lionel Scaloni.
Di Piala Dunia, peran Enzo di skuad Argentina sangat vital. Di usia 21 tahun, Fernandez menjadi pemain kedua termuda setelah Lionel Messi yang mampu mencetak gol untuk Argentina di ajang internasional tersebut. Lengkungan indah dari sepakannya di laga kontra Meksiko, barangkali jadi cara paling epic untuk memperkenalkan diri di hadapan dunia.
Namun, bukan hanya golnya saja yang menarik untuk ditonton, melainkan juga permainan Enzo itu sendiri. Pria 22 tahun itu piawai dalam mengatur tempo di lini tengah. Ia adalah sosok kreator serangan yang berani mengambil resiko. Performa apik pemuda kelahiran San Martin itu pun akhirnya menarik minat klub-klub besar Eropa. Dan salah satunya adalah Chelsea.
Enzo dan Chelsea Bekerjasama
Tak mudah bagi Chelsea untuk mendapatkan tanda tangan mantan pemain River Plate itu. Selain harus bersaing dengan klub-klub lain macam Liverpool, Manchester United, hingga Real Madrid, Chelsea juga terhalang dengan harga selangit yang ditetapkan oleh Benfica.
Sang pemain dikabarkan tak pernah menolak untuk pindah ke Chelsea. Enzo bahkan dengan terbuka menyatakan kalau ia bersedia bergabung dengan klub Liga Inggris tersebut. Namun beberapa pihak, termasuk presiden klub, Rui Costa dan sang pelatih, Roger Schmidt berusaha menahan sang pemain untuk tidak pergi dari Benfica.
Awalnya, yang jadi masalah adalah 120 juta euro atau Rp1,95 triliun angka klausul pelepasan yang diminta Benfica memberatkan keuangan Chelsea saat ini. Pasalnya, musim ini klub kepunyaan Todd Boehly itu sudah mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan belasan pemain baru, termasuk Mykhaylo Mudryk yang harganya mencapai 70 juta euro atau setara Rp1,1 triliun.
Namun, Chelsea yang tak kehabisan akal pun berusaha meminta keringanan kepada Benfica. The Blues bersedia membayar klausul pelepasan Enzo, tapi dengan cara nyicil. Karena mereka tak mau bermasalah dengan peraturan Financial Fair Play (FFP).
Benfica masih saja menolak. Dengan waktu yang kian menipis, Chelsea pun meminta bantuan Enzo untuk membujuk Rui Costa agar ia mau menerima tawaran Chelsea. Menurut Sky Sport, karena Enzo yang ngotot ingin meninggalkan klub, Benfica akhirnya mau melepas Enzo dengan skema Chelsea yang mencicil sebanyak enam kali.
Enzo Fernandez pun dikeluarkan dari skuad Benfica yang akan menjalani pertandingan melawan Arouca pada Selasa malam. Menghilangnya dari skuad bertujuan memberi kesempatan pada pemain berusia 22 tahun itu untuk menjalani pemeriksaan medis di Portugal sebelum pindah ke Stamford Bridge.
Mengeksploitasi Celah FFP
Di sinilah kecerdikan Chelsea dalam mengakali Financial Fair Play. Mendatangkan pemain dengan harga mahal, klub menyiasatinya dengan metode pembayaran nyicil. Dan supaya cicilannya tak terlalu berat sehingga mengganggu laporan keuangan tahunan Chelsea, pihak klub memberikan kontrak jangka panjang kepada Enzo Fernandez.
Normalnya sebagai pebisnis, sebagai pemilik klub, Todd Boehly tak selamanya menggunakan cara bersih untuk mewujudkan proyek jangka panjangnya. langkah-langkahnya dalam mendatangkan pemain baru ke Chelsea beberapa kali menimbulkan perhatian khusus dari federasi sepakbola Eropa, UEFA. Setelah transfer Mudryk, kini Chelsea menggunakan skema yang sama pada Enzo.
Chelsea sendiri mengontrak Enzo dengan durasi 8,5 tahun. Itu sama dengan apa yang dilakukan pada Mudryk. Skema ini akan memudahkan Chelsea dalam mencicil pembayaran klausul Enzo. Karena pada neraca tahunan Chelsea, angka yang muncul valuasinya tak sampai 120 juta euro. Menurut David Ornstein, cicilan pertama sebesar 34 juta euro atau sekitar Rp553 miliar. Jadi The Blues masih memiliki selisih di batas pengeluaran per tahun mereka.
Di sisi lain, UEFA yang merasa diakali tengah menggodok peraturan tentang pemberian kontrak jangka panjang pada seorang pemain. Karena beberapa klub termasuk Chelsea sering memanfaatkan durasi kontrak jangka panjang untuk mengakali FFP. Dilansir The Sun, UEFA akan sedikit mengubah peraturan FFP agar klub hanya bisa memberikan kontrak maksimal berdurasi lima tahun saja.
Mumpung peraturan Financial Fair Play belum disahkan, Chelsea memaksimalkan peluang itu. Klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini seakan-akan mengeksploitasi celah yang ada untuk kepentingan pribadi secara masif.
Layak Dihargai 121 Juta Euro?
Persetan dengan siasat licik Chelsea dalam mengakali FFP, Enzo Fernandez tetap resmi berseragam Chelsea musim ini. Setelah melewati drama panjang, Chelsea menyegel transfer Enzo sebagai pemain termahal Liga Inggris. Transfer Enzo mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Jack Grealish saat didatangkan dengan mahar 117 juta euro atau setara Rp1,9 triliun dari Aston Villa 2021 lalu.
Namun yang jadi pertanyaan, layakkah pemain muda sepertinya dibanderol dengan harga segitu? Mengingat namanya baru muncul di Piala Dunia kemarin. Perlu diketahui, situs Transfermarkt hanya menghargai Enzo di angka 55 juta euro atau setara Rp895 miliar. Jadi bisa dibilang Chelsea telah membayar dua kali lipat lebih banyak dari harga pasar sang pemain.
Sedikit aneh mendengar pemain muda yang belum banyak pengalaman bermain di level liga top Eropa tapi sudah dihargai triliunan rupiah. Tercatat, partai final Piala Dunia barangkali jadi satu-satunya laga besar yang pernah dimainkan Enzo sampai hari ini. Beberapa pihak merasa Enzo masih kurang pengalaman. Apalagi ia akan bermain di kompetisi yang levelnya jauh berbeda dengan Liga Portugal.
Namun, Chelsea mempunyai pandangan lain terhadap Enzo. The Blues yakin sang pemain mengantongi bakat luar biasa. Sebagai gelandang tengah, Enzo bisa dibilang sebagai pemain yang lengkap. Kemampuan menyerang, dribbling keluar dari pressing lawan dan kemampuan bertahannya sangat luar biasa. Dan Todd Boehly yakin, bersama Chelsea Enzo akan mencapai potensi maksimalnya.
Tinggal kita lihat saja nanti, apakah Enzo bisa menambal lubang yang ditinggalkan Jorginho dan N’Golo Kante untuk membantu klub merangkak ke zona Liga Champions. Atau, Chelsea bakal bernasib sama seperti Liverpool yang kena tipu saat mendatangkan Darwin Nunez dari Benfica.
Sumber: Football365, The Analyst, 90min, The Sun, Sky Sport, VOI


