Sial Banget! Pemain Ini Batal Pindah Klub di Deadline Day

spot_img

Deadline Day transfer Januari 2023 meledak. Pasar pembelian dan penjualan pemain riuh, bak pasar rakyat. Para klub berjudi mempertaruhkan uang dan masa depan performa timnya.

Bisingnya Deadline Day transfer tersebut tak pelak memunculkan cerita rumit tentang beberapa pemain yang terkena nasib apes karena tak jadi pindah klub di masa-masa akhir jendela transfer itu ditutup. Tentu banyak alasan yang melatarbelakanginya. Nah, berikut pemain yang sial karena tak jadi pindah klub.

Nicolo Zaniolo

Pemain Timnas Italia, Nicolo Zaniolo awalnya ngotot untuk meninggalkan AS Roma. Akan tetapi, sang pelatih Jose Mourinho juga awalnya enggan melepasnya.

Laporan dari Sky Sports mengatakan, Roma akhirnya frustrasi dengan sikap pemain yang ingin hengkang tersebut. Roma pun mengambil tindakan tegas dengan membekukan Zaniolo dari skuad. Benar saja, Zaniolo sudah tidak tampak di tempat latihan Roma. Kabarnya sang pemain pulang ke La Spezia.

Sikap Zaniolo itu membuat para ultras Giallorossi berang. Para pendukung Roma garis keras sampai-sampai melabelinya sebagai pengkhianat. Zaniolo pun sampai harus melaporkan kejadian kecaman keras itu ke kepolisian setempat untuk mendapatkan perlindungan.

Untuk meredakan suasana, akhirnya dicari jalan tengah antara kedua belah pihak. Roma dan Mou pun akhirnya sepakat, jika ada yang menawar Zaniolo seharga 30 juta pounds, ia akan dilepas. Akhirnya datanglah Bournemouth yang ngaku mampu membayar Zaniolo. Giallorossi sudah sepakat dengan Bournemouth, namun si Zaniolo yang justru ogah.

Alasannya, Bournemouth adalah tim papan bawah. Dari pada situasi makin keruh, menurut laporan Gianluca Di Marzio, Zaniolo pun luluh dan akhirnya kembali membuka pintu bagi Bournemouth. Namun apesnya, giliran Bournemouth-nya yang menolak. The Cherries merasa sudah cukup berbelanja di musim dingin ini.

Isco

Pemain yang kedua adalah pengangguran dari Spanyol, Isco. Gelandang flamboyan eks Madrid itu kini juga sial nasibnya. Usai berpisah dengan Sevilla pada Desember 2022 silam, ia kebetulan ditawari kesepakatan baru dengan klub Jerman, Union Berlin.

Pihak Isco pun lantas melakukan negosiasi dengan Union Berlin. Sampai-sampai ia sudah berada di Berlin dan segera melakukan tes medis. Isco pun lolos seleksi medis, dan tinggal menunggu kesepakatan akhir diteken saja. Bahkan perkenalan kepada publik pun sudah dipersiapkan Union Berlin.

Namun apa yang terjadi setelahnya? Pihak Union Berlin mengubah kesepakatan awal. Union Berlin beralasan punya keterbatasan finansial dan pajak, sehingga harus mengubahnya. Direktur olahraga mereka, Oliver Rohnert mengatakan transfer Isco tidak terwujud karena telah melampaui batas kesepakatan kontrak awal.

Sementara perwakilan Isco, Gestifute mengatakan bahwa pembicaraan dengan pihak Union Berlin tidak lagi berjalan sesuai rencana awal. Kedua perwakilan tersebut pun tampak saling melempar kesalahan.

Kegagalan transfer itu akhirnya membuat Isco saat ini jadi pengangguran lagi. Nasib Isco yang sudah terlanjur di Berlin seketika berubah sore itu juga waktu Berlin. Menurut informasi BILD, Isco akhirnya bertolak ke bandara lebih cepat setelah kesepakatan itu runtuh. Isco akhirnya terlihat langsung pergi meninggalkan Berlin dengan jet pribadi malam itu juga.

Sofyan Amrabat

Sofyan Amrabat, bintang lini tengah Timnas Singa Atlas di Piala Dunia itu juga mengalami nasib sial di Deadline Day transfer Januari ini. Awalnya, klub Amrabat, Fiorentina hanya mau melepasnya dengan status pembelian permanen atau peminjaman dengan kewajiban membeli sebesar 40 juta euro di musim panas.

Masalahnya, klub yang menawar Amrabat itu, tak lain dan tak bukan adalah Barcelona. Klub yang dicurigai pihak Fiorentina akan mengkhianati perjanjian itu karena masih memiliki masalah finansial yang rumit.

Awalnya Amrabat pun tampak senang bukan kepalang mendengar adanya bujuk rayu dari klub besar La Liga itu. Dirinya bahkan sempat mangkir dari sesi latihan Fiorentina dan terciduk di Camp Nou menonton partai Barca melawan Getafe.

Menurut, Fabrizio Romano, Barcelona awalnya telah menawar biaya peminjaman Amrabat sebesar 3 juta euro yang disertai opsi beli senilai 37 juta euro. Namun, kubu La Viola tetap tak mau menerimanya. Presiden dan direktur klub Fiorentina pun dikatakan marah dengan Barca dan Xavi yang berulang kali terlihat membujuk pemainnya secara paksa untuk hengkang.

Transfer itu pun akhirnya kandas. Pihak Barca pasrah atas keputusan Fiorentina. Dari sisi Amrabat, ia tampak sangat menyesal tak jadi hengkang ke Barca. Ia kini serba salah dengan kondisinya yang kadung kisruh dengan pihak Fiorentina.

Akhirnya, ia pun dilaporkan Sky Sports telah meminta maaf kepada pihak klub setelah Deadline Day berakhir. Menurut laporan itu juga, Fiorentina telah menerima permintaan maaf sang pemain. Jadi Amrabat akan tersedia untuk pertandingan Fiorentina berikutnya.

Moises Caicedo

Pemain berikutnya yang sial adalah Moises Caicedo. Gelandang Brighton asal Ekuador yang jadi buah bibir karena diperebutkan banyak klub besar Inggris macam Chelsea maupun Arsenal.

Dengan adanya tawaran beberapa kali dari Arsenal maupun Chelsea, Caicedo pun akhirnya memutuskan untuk mempertimbangkan hal itu dengan pihak agennya. Ia bersikap seolah ingin hengkang di musim dingin ini, selagi tawaran menggiurkan dari klub besar itu menghampiri.

Ia akhirnya menunjukan sikapnya dengan mangkir dari sesi latihan Brighton. Ia pun juga telah curhat kepada sang pemilik klub, Tony Bloom di media sosial pribadinya. Intinya berisi bahwa ia ingin segera hengkang dan pihak klub harus segera merelakannya.

Namun, penawar paling getol, Arsenal diketahui berhenti di penawaran 60 juta pounds untuk Caicedo. Kendati begitu, Brighton tetap dengan prinsip awal, jika Caicedo akan dilepas dengan harga 70 juta pounds. Arsenal enggan menaikkan tawarannya.

Alih-alih berharap Chelsea-nya Boehly akan mau menebus 70 juta pounds, dan kembali menikung Arsenal, eh malah The Blues lari ke Enzo Fernandez. Arsenal sendiri justru mengangkut Jorginho yang justru berharga lebih murah, yaitu 11 juta euro saja.

Dengan begitu nasib Caicedo akhirnya terlantar. Tak ada lagi yang mau mengejarnya. Sudah kadung pede ingin hengkang, eh malah dia kini harus kembali lagi berlatih bersama Brighton.

Hakim Ziyech

Pemain lainnya yang tak kalah apes yakni Hakim Ziyech. Nasib bintang Maroko yang satu ini cukup tragis berkat kesalahan sepele dua belah pihak, yakni PSG dan Chelsea. Awalnya, segalanya sudah disepakati. Ziyech pun sudah siap dikenalkan ke publik Paris sebagai pemain baru PSG. Ia bahkan terciduk sudah seharian berada di Paris.

Namun, pada menit-menit akhir transfer itu tiba-tiba gagal. Masalahnya berkat adanya keteledoran dari pihak Chelsea. Lho kok bisa?

Keteledoran The Blues ini tak tanggung-tanggung, mereka bukan hanya sekali melakukan kesalahan tapi tiga kali, entah itu sengaja atau tidak disengaja. Dilaporkan dari RMC Sport, kronologi keteledoran pihak Chelsea ini dimulai dari kesalahan pertama yakni melewatkan empat kali panggilan telepon dari PSG.

Pihak PSG ketika itu menelepon Chelsea bermaksud mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengirimkan proposal berisi dokumen peminjaman Ziyech. Kejadian itu bermula pada jam 21.40 waktu Paris. Perlu diketahui bahwa penutupan bursa transfer terjadi pada pukul 23.00. Namun, pihak Chelsea tak kunjung menerima panggilan dari PSG tersebut.

Chelsea baru menerima panggilan PSG pada pukul 22.55. Dan akhirnya, Chelsea pun menerima dokumen tersebut. Nah berikutnya, kesalahan kedua Chelsea juga tergolong fatal. Yakni tidak menyertakan tanda tangan pengesahan dalam dokumen tersebut. Sehingga PSG mengembalikannya lagi ke Chelsea supaya dilengkapi.

The Blues lalu mengembalikannya lagi pada pukul 22.58. Namun, di sinilah letak kesalahan ketiga Chelsea, yang ternyata mengembalikan dokumen itu dalam versi yang salah. Chelsea dicap kurang teliti.

Versi dokumen yang benar baru diterima 3 menit setelah bursa transfer ditutup yakni pada pukul 23.03. PSG pun akhirnya mengunduh dokumen tersebut, tapi sayangnya waktu tenggat sudah lewat.

Menurut Fabrizio Romano, dilaporkan bahwa PSG sedang berusaha mencari solusi dan akan mengajukan banding. Petinggi PSG pasti marah besar atas kasus ini. Ziyech pun akhirnya kini hanya bisa pasrah menerima nasib tetap berseragam biru Chelsea, bukan biru PSG.

https://youtu.be/1h7OxQiQu2c

Sumber Referensi : dailymail, bild, footballitalia, theathletic, skysports

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru