Bertengkar dengan Pelatihnya, Pemain Bintang Ini Dibuang!

spot_img

Selain antar pemain, faktanya perselisihan juga kerap terjadi antara pemain dan pelatih. Namun, karena pelatih yang lebih berkuasa, terkadang pemain harus mengalah dan menuruti apa mau pelatih. Namun ceritanya akan lain apabila yang dihadapi adalah pemain-pemain bintang yang notabene memiliki ego cukup tinggi. 

Pasti selalu ada saja alasan yang membuat para pemain tersebut berani menentang sosok yang seharusnya mereka hormati. Misalnya, seperti apa yang terjadi pada bintang Manchester City, Joao Cancelo. Kabarnya, pemain Portugal itu pindah ke Bayern Munchen karena konflik internal, terutama dengan pelatihnya sendiri, Pep Guardiola.

Well, bagaimana detailnya kamu bisa menonton video sebelumnya. Nah, sebetulnya bukan hanya Cancelo yang hengkang dari klub setelah berselisih dengan pelatihnya. Berikut ini adalah pemain bintang yang bertengkar dengan pelatihnya, dan berakhir dibuang. Siapa saja mereka?

Ruud Van Nistelrooy dan David Beckham

Selain dikenal sebagai pelatih paling sukses di dunia, Sir Alex Ferguson juga dikenal dengan ketegasan dan doyan marah-marah. Untuk testimoni mungkin football lovers bisa menanyakan langsung kepada dua mantan punggawa Manchester United yang menjadi korban ketegasan Fergie, yakni David Beckham dan Ruud van Nistelrooy

Beckham jadi yang lebih dulu merasakannya. Konfliknya dengan Fergie yang mengakibatkan sepatu melayang ke pelipisnya sudah jadi rahasia umum. Awalnya, Fergie kesal dengan permainan Beckham di laga melawan Arsenal. Sang pelatih mengatakan kalau Beckham terlalu malas untuk membantu pertahanan, sehingga United kebobolan.

Di ruang ganti kemarahan sang pelatih kian memuncak. Pasalnya, Beckham yang dikritik bukannya menerima namun malah mengumpat. Sontak Fergie yang berada di dekat tumpukan sepatu langsung mengayunkan kakinya sehingga salah satu sepatu mendarat di pelipis Beckham. 

Kabarnya ini bukan satu-satunya konflik yang membuat Beckham akhirnya menerima pinangan Real Madrid tahun 2003. Karena Fergie merasa Beckham sudah banyak berubah setelah menikah dengan mantan personel Spice Girl, Victoria.

Sementara Nistelrooy yang telah mencetak 150 gol hanya dalam 215 penampilan untuk Setan Merah, mengalami musim terberat di akhir-akhir masa baktinya. Musim 2005/06 menjadi salah satu yang terburuk karena pemain asal Belanda itu berselisih dengan rekan satu tim dan Ferguson.

Kabarnya, Nistelrooy berselisih dengan Cristiano Ronaldo. Menurutnya, Ronaldo terlalu egois di lapangan, Nistelrooy yang kesal pun sempat menghina ayah Ronaldo. Perilaku tersebut membuat Fergie geram. Setelah momen itu, Nistelrooy jadi lebih sering cekcok dengan Fergie hingga akhirnya ia dijual ke Real Madrid pada tahun 2006.

Cristiano Ronaldo

Periode kedua Cristiano Ronaldo di Manchester United tak berakhir dengan baik. Menyusul beberapa perselisihan dengan klub dan Erik Ten Hag yang ia bongkar di salah satu wawancara kontroversial beberapa saat sebelum didepak dari klub.

Kegelisahan Ronaldo berawal dari ketidakmampuan Manchester United untuk mengamankan satu tempat di Liga Champions. Situasi kian memburuk setelah ia terlibat perselisihan dengan Ten Hag karena meninggalkan pertandingan sebelum peluit panjang dibunyikan. Itu menyebabkan Ronaldo dikeluarkan dari skuad utama United.

Bukannya meminta maaf dan memperbaiki hubungannya dengan sang pelatih, Ronaldo justru curhat ke Piers Morgan soal situasi sulit yang ia hadapi di Manchester United. Perkataan di wawancaranya tersebut sangat menyakiti hati Ten Hag dan jajaran direksi klub. 

Ten Hag yang tak mau ambil pusing langsung menyarankan klub untuk memutus kontrak Ronaldo. Beberapa hari kemudian, Manchester United pun mengumumkan kalau mereka tak akan melanjutkan kerjasama dengan Ronaldo. Keduanya sepakat untuk berpisah secara baik-baik.

Robbie Fowler

Nama besar Robbie Fowler di Liverpool sudah tak diragukan lagi. Namun, kisahnya di Merseyside tak selamanya indah. Sikapnya menjelang akhir tugas pertamanya di Anfield tidak sepenuhnya sesuai dengan image legenda yang selama ini disandang.

Status Fowler sebagai striker pentolan Liverpool mulai memburuk setelah kedatangan Gerard Houllier tahun 1998. Dikritik secara terbuka oleh sang manajer, Fowler merespons dengan tidak baik. 

Fowler yang ngambek minta dicopot dari jabatan kapten karena kurangnya menit bermain. Houllier lebih menggemari nama-nama Emile Heskey dan Michael Owen untuk mengisi lini depan Liverpool ketimbang Fowler.

Sang pemain pun akhirnya hengkang ke Leeds United tahun 2001. Dalam autobiografinya, Fowler bahkan menyalahkan Houllier atas kepergiannya dari Anfield. “Mudah bagi saya untuk menyalahkan Houllier atas apa yang terjadi. Ia melakukan hal curangnya untuk memaksa saya keluar,” kata Fowler.

Zlatan Ibrahimovic

Konflik dan Zlatan Ibrahimovic adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Konfliknya di Barcelona barangkali jadi salah satu yang paling menarik untuk dibahas. Pada tahun 2009 Ibra datang sebagai rekrutan termahal El Barca dengan mahar 69 juta euro atau sekitar Rp1,1 triliun dari Inter Milan. Namun, transfer ini tampaknya tak berjalan baik bagi Zlatan.

Performanya tetap oke, dia konsisten mencetak gol di setiap pertandingan. Namun, hubungannya dengan pelatihnya saat itu, yakni Pep Guardiola terkenal kurang harmonis. Zlatan kurang senang dengan beberapa keputusan sang pelatih yang terkesan memojokkan dirinya.

Keinginan sang bocah ajaib, Lionel Messi untuk peran yang lebih sentral di lini depan Barcelona membuat menit Zlatan jauh berkurang. Nah di sinilah masalahnya. Penyerang asal Swedia itu tak senang dengan cara manajemen Guardiola. Ibra bahkan menyebut pelatih asal Spanyol itu pengecut karena menuruti kemauan pemain 22 tahun.

Perseteruannya itu menyebabkan Zlatan dipinjamkan ke AC Milan setelah hanya satu musim di Spanyol. Karena sukses ia dipermanenkan oleh AC Milan. Kabarnya hubungan Zlatan dengan Guardiola tetap tak baik hingga sekarang.

Carlos Tevez

Terakhir ada Carlos Tevez. Saat masih berseragam Manchester United, namanya viral karena membelot ke Manchester City. Nah di Manchester biru ia terlibat konflik dengan pelatihnya saat itu, yakni Roberto Mancini.

Perselisihan keduanya berawal ketika Tevez menolak perintah Mancini untuk melakukan pemanasan dalam laga melawan Bayern Munchen pada September 2011 lalu. Hal tersebut kemudian memicu konflik di antara keduanya. Tevez pun akhirnya dihukum dan didenda manajemen City.

Perselisihan dengan Roberto Mancini membuat Tevez mendapatkan hukuman tak boleh bermain dan pemotongan gaji selama 2 pekan. Ia bahkan sempat kabur ke kampung halaman untuk mengasingkan diri. Merasa sudah tidak kondusif, ia pun segera mengajukan permintaan resmi kepada klub bahwa ia ingin segera dijual. Tevez pun dilepas ke Juventus semusim kemudian.

https://youtu.be/tsNrEiqKaHI

Sumber: Football Faithfull, Planetfootball, Mancity, Goal, Daily Star, The Guardian

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru