Beranda blog Halaman 220

Berita Bola Terbaru 18 Januari 2024 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PIALA ASIA

Timnas China belum mampu meraih kemenangan di grup A Piala Asia 2023. Melawan Lebanon di laga kedua, China hanya bisa bermain imbang dengan skor kacamata. Kedua tim tak mampu memaksimalkan setiap peluang yang ada. Atas hasil ini, China kini menempati posisi runner up grup dengan dua poin. China berada di bawah Qatar, yang di laga lain menekuk Tajikistan dengan skor 1-0, Kamis dini hari tadi, di Stadion Al Bayt. Gol kemenangan Qatar dicetak oleh Akram Afif. Hasil ini membawa Qatar lolos ke babak 16 besar Piala Asia.

TIMNAS MAROKO HAJAR TANZANIA

Dari ajang Piala Afrika 2024 grup F, Timnas Maroko menggilas lawanannya yakni Tanzania dengan skor telak 3-0. Maroko perlu menunggu hingga setengah jam untuk membuka keunggulan. Romain Saiss menyambar bola rebound untuk membawa Maroko unggul 1-0. Dua gol lainnya dicetak oleh Azzeddine Ounahi di menit ke-77, dan Youssef En Nesyri di menit ke-80.

NOTTINGHAM DAN EVERTON MELAJU KE PUTARAN KEEMPAT PIALA FA

Nottingham Forest dan Everton melaju ke putaran keempat Piala FA pada Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. Forest menaklukkan tim strata ketiga Blackpool dengan skor 3-2 setelah perpanjangan waktu, sedangkan Everton menang 1-0 atas Crystal Palace pada laga ulang putaran ketiga. Di babak keempat Piala FA, Everton akan melawan klub Premier League lain, Luton Town. Sedangkan, Nottingham akan bentrok kontra Bristol City pada 27 Januari nanti.

MU SIAP PECAH REKOR DEMI ANGKUT VINI JR DARI MADRID

Manchester United dikabarkan akan merekrut Vinicius Jr. Sang pemain kabarnya bakal dilepas Real Madrid demi memberikan tempat kedatangan Kylian Mbappe. Tim Setan Merah diberitakan oleh Goal siap menggelontorkan dana hingga 130 juta pounds atau setara Rp 2,5 triliun demi membajak pemain Brasil itu dari Real Madrid. MU berpeluang untuk mendatangkan Vinicius. Pasalnya mereka kini mendapat suntikan dana dari investor baru yakni Sir Jim Ratcliffe.

JORDAN HENDERSON SEGERA RESMI KE AJAX

Pintu keluar Al Ettifaq tampaknya sudah di depan mata bagi Jordan Henderson. Ia disebut sudah meninggalkan lokasi pemusatan latihan klubnya. Kabar dari BBC menyebutkan Henderson akan menuntaskan kepindahan ke Ajax. Kabar awal menyebut bahwa sejumlah klub Jerman, Italia, dan Inggris yang tertarik merekrut Jordan Henderson. Tapi yang terlihat sungguh-sungguh serius untuk meminang mantan kapten Liverpool tersebut adalah Ajax.

DE ROSSI HANYA PERLU 10 MENIT UNTUK MENERIMA TAWARAN AS ROMA

Dalam konferensi pers perdananya sebagai pelatih Roma, Daniele de Rossi mengaku tak perlu waktu lama bagi dirinya untuk menerima tawaran sebagai pelatih AS Roma menggantikan Jose Mourinho. De Rossi mengaku ditelepon oleh pihak Roma. “Anda segera menyediakan diri Anda untuk bertemu dengan mereka, berbicara dengan mereka dan membuat mereka paham dalam pembicaraan yang mungkin berlangsung selama 10 menit.” Ujarnya. 

INTER HAMPIR CAPAI KESEPAKATAN DENGAN TAREMI

Striker Porto Mehdi Taremi telah mengambil keputusan untuk bergabung dengan Inter Milan dengan status bebas transfer pada akhir musim. Menurut laporan Football Italia, pemain internasional Iran berusia 31 tahun itu telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Nerazzurri. Inter akan membayar komisi pendaftaran, meski belum bisa dipastikan berapa besarnya. Dan Inter telah menetapkan kontrak berdurasi tiga tahun senilai sekitar €3 juta bersih per musim. Ini akan berisi opsi untuk mengakhiri kontrak satu tahun lebih awal.

DIHUJAT KARENA LEBIH PILIH MU DARIPADA PIALA AFRIKA, ONANA BUKA SUARA

Andre Onana akhirnya buka suara usai dihujat karena lebih memilih Manchester United daripada bermain di Piala Afrika 2023. Sebelumnya, Onana memilih untuk telat datang ke Timnas Kamerun karena harus bermain membela MU dulu. Menjawab kritikan tersebut, Onana tegas mengatakan bahwa membela negara adalah sebuah kehormatan. “Saya di sini untuk mewakili negara saya, benua saya. Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk berada di sini bersama negara saya,” ucapnya.

KARIM BENZEMA GUGAT MENDAGRI PRANCIS

Penyerang Al Ittihad, Karim Benzema, resmi menggugat Menteri Dalam Negeri Prancis, Gérald Darmanin, pada Selasa (16/01), setelah pejabat itu menuduhnya terkait dengan organisasi Ikhwanul Muslimin. Tudingan Darmanin ini menyusul cuitan Benzema pada Oktober 2023, yang menyuarakan dukungan moral kepada warga Palestina di Gaza. Pengacara Benzema, Hugues Vigier, mengatakan bahwa Benzema tidak pernah punya hubungan apapun dengan organisasi Ikhwanul Muslimin.

SERGIO REGUILON DIPINJAMKAN TOTTENHAM KE BRENTFORD

Bek kiri Tottenham Hotspur asal Spanyol, Sergio Reguilon, bergabung dengan Brentford dengan status pinjaman pada Rabu (17/1). Ia akan membela Brentford sampai akhir musim ini setelah gagal tampil mengesankan di Manchester United. Manajer Brentford Thomas Frank mengatakan bahwa Reguilon memiliki pengalaman yang dibutuhkan timnya untuk melengkapi anggota skuad lainnya dan pemain asal Spanyol itu adalah karakter yang baik.

CHRISTOPHER NKUNKU TIDAK LAMA LAGI COMEBACK

Sebuah kabar baik datang bagi Chelsea. Christopher Nkunku, striker mereka, diberitakan tidak lama lagi akan comeback di Chelsea. Cedera paha yang dideritanya dikabarkan relatif membaik. Ia mendapatkan perawatan intensif dari tim medis Chelsea. Sehingga proses penyembuhannya berjalan cepat. Ia bahkan dikabarkan sudah bisa berlatih bersama Chelsea di tengah pekan ini, jika kondisinya benar-benar sudah membaik. Menurut laporan Goal, Nkunku juga berpotensi untuk menjalani comeback di pekan depan.

XAVI MUNDUR JIKA TAK LAGI DIBUTUHKAN PEMAIN BARCA

Xavi Hernandez angkat bicara soal rumor keretakan hubungannya dengan pemain Barcelona. Menurut Xavi, kondisi tim baik-baik saja dan para pemain tetap mendukung penuh dirinya. Xavi baru akan meninggalkan jabatannya jika Barcelona memang memecatnya. Xavi mengungkapkan bahwa Barcelona memang terluka usai kekalahan dari Madrid. Barca harus memulai lagi dengan kondisi tidak bagus, tapi para pemain yakin dengan apa yang pelatih lakukan.

RONALDO DISEBUT GAGAL PENUHI EKSPEKTASI DI JUVENTUS

Mantan CEO dan Manajer Umum Olahraga Juventus, Giuseppe Marotta, percaya merekrut Cristiano Ronaldo adalah sebuah kesalahan. Hal itu dia sampaikan dua setengah tahun setelah kepergian Ronaldo. Kontribusi Ronaldo disebut tidak sesuai dengan ekspektasi tinggi yang petinggi Juventus miliki saat CR7 tiba. Smentara mantan rekan setimnya Gianluigi Buffon yakin mereka kehilangan “DNA tim” setelah kedatangan Ronaldo.

ALASAN SUWON FC REKRUT PRATAMA ARHAN

Pelatih Suwon FC, Kim Eun-jung membeberkan alasan memilih mantan pemain PSIS Semarang untuk bergabung dengan timnya. Ternyata, Arhan bukanlah rekomendasi dari Shin Tae-yong pada Suwon FC. Arhan berhasil menarik perhatian Kim Eun-jung dan mengajaknya bergabung dengan klub. Menurutnya, pemain yang musim lalu membela Tokyo Verdy ini memiliki kemampuan mumpuni seperti melakukan umpan silang, menggiring bola dan mengoper.  Bahkan pelatih baru Suwon FC ini mengakui telah memantau Arhan sejak masih di Timnas Indonesia usia muda. 

PREVIEW TIMNAS INDONESIA VS VIETNAM

Timnas Indonesia akan berhadapan melawan Vietnam pada matchday kedua fase grup D Piala Asia 2023, Jumat (19/1) pukul 21.30 WIB. Melawan Vietnam bisa dibilang jadi satu-satunya cara Ivar Jenner dkk lolos ke babak 16 besar. Sebab jika kembali kalah, maka pintu menuju fase gugur hampir dipastikan tertutup karena bakal melawan Jepang di laga terakhir. Saat laga melawan Vietnam nanti nampaknya para punggawa timnas harus lebih berjuang dan tampil spartan lagi. Sebab dari statistik yang ada Indonesia belum pernah menang atas Vietnam pada lima pertemuan terakhir. Shin Tae Yong wajib memutus rekor buruk lawan Vietnam dan masyarakat percaya skuad Garuda akan menumbangkan Vietnam.

NASIB XAVI BAKAL DITENTUKAN OLEH 3 PERTANDINGAN

Barcelona tidak akan langsung memutus kontrak Xavi Hernandez seiring hasil-hasil kurang bagus di musim ini. Xavi tetap mendapat kesempatan untuk memperbaiki hasil yang diraih Barcelona. Namun, seperti dilansir Football Espana, Xavi tinggal memiliki tiga kesempatan untuk memperbaiki diri. Sang pelatih harus membawa tim asuhannya bangkit saat menghadapi Unionistas de Salamanca pada babak 16 besar Copa del Rey. Setelah itu, Barcelona akan berhadapan dengan Real Betis di Liga Spanyol. Dan partai melawan Napoli di Liga Champions disebut sebagai laga menentukan bagi nasib Xavi di Barcelona.

GIORGIO CHIELLINI JADI STAF PELATIH LAFC

Pensiunan bek Italia Giorgio Chiellini akan melanjutkan karir pasca bermainnya di Major League Soccer dengan LAFC sebagai Pelatih Pengembangan Pemain mereka. Jadi dia tidak akan kembali ke Juventus. Lelaki plontos berusia 39 tahun itu gantung sepatu pada 1 Januari usai membawa Los Angeles FC ke Piala MLS edisi 2023. Chiellini kini akan bekerja membantu pelatih kepala Steve Cherundolo dan staf.

OSIMHEN UNGKAPKAN AMBISINYA MAIN DI LIGA INGGRIS

Victor Osimhen dikaitkan dengan sejumlah klub Premier League. Penyerang Napoli itu mengakui punya mimpi main di Inggris dan akan mewujudkannya. Tapi, tidak untuk sekarang, melainkan suatu hari nanti. “Tentu saja suatu hari nanti, pastinya. Tapi untuk sekarang saya punya rencana-rencana lain dalam karier saya yang saya nantikan. Ketika tiba waktunya nanti, semua orang akan tahu,” ujar Osimhen dikutip Football Italia.

DORTMUND BAKAL JUAL REYNA

Borussia Dortmund siap melepas Giovanni Reyna dengan biaya antara 15 dan 20 juta euro, menurut Sky Germany. Media Jerman tersebut juga melaporkan bahwa selain Real Sociedad, Sevilla dan Olympique Marseille juga tertarik pada pemain internasional AS tersebut. Kemungkinan keluar pada bulan Januari semakin besar bagi Reyna, yang diberitakan tidak senang dengan kurangnya kesempatan bermain di tim utama Dortmund musim ini.

MU IKUT PERBURUAN JOSHUA ZIRKZEE

Rumor ketertarikan Manchester United terhadap Joshua Zirkzee nampaknya bukan isapan jempol belaka. Dikutip Football Italia, Setan Merah dikabarkan akan tampil all-out untuk merekrut sang striker dari Bologna. Laporan yang sama juga mengklaim bahwa United awalnya berencana merekrut Zirkzee di musim dingin ini. Namun mereka harus menunda rencana mereka hingga musim panas nanti. Situasi ini disebabkan Bologna tidak mau berpisah dengan sang striker di bursa transfer januari ini.

ARMANDO BROJA DIBIDIK WOLVES, CHELSEA KIAN GENCAR BURU STRIKER BARU

Kabarnya, menurut laporan Goal, Chelsea mencari penyerang baru. Niatan tim asuhan Mauricio Pochettino untuk merekrut striker baru pun kian serius, sebab salah satu striker mereka, Armando Broja, dibidik Wolverhampton Wanderers. Dari kabar yang beredar, Wolves besutan Gary O’Neil ingin meminjam Broja dan memberinya jam bermain. Pasalnya, saat ini Broja tidak banyak bermain dan menjadi pelapis bagi Nicolas Jackson di Chelsea.

MOURINHO DIPECAT, CAPELLO KRITIK ROMA

Keputusan mengejutkan AS Roma memecat Jose Mourinho secara mendadak jadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta sepakbola dunia. Kabar tersebut menimbulkan kritik dari beberapa pihak, tak terkecuali dari Fabio Capello. Pelatih yang membawa Roma scudetto pada 2000/01 itu mengkritik cara Roma memperlakukan Mourinho. Capello menganggap bahwa para pemilik klub AS Roma dari Amerika Serikat memiliki tradisi yang aneh dalam mengambil keputusan.

MOURINHO DIPECAT ROMA, NEWCASTLE UNITED JADI TUJUAN BERIKUTNYA?

Jose Mourinho, yang baru saja dipecat oleh klub Italia AS Roma, telah mengungkapkan kekagumannya terhadap Newcastle United. Hal ini bisa menarik minat para penggemar seiring berlanjutnya spekulasi tentang masa depannya. Manajer asal Portugal tersebut kini mencari peran baru. Apakah Newcastle United menjadi destinasi yang sempurna untuk Mourinho? Keberhasilan Eddie Howe di Newcastle dan stabilitas yang telah dibangun klub mungkin menjadi pertimbangan bagi Mourinho dalam memutuskan langkah selanjutnya dalam kariernya.

REKOR ANYAR LIONEL MESSI

Rekor demi rekor terus dibuat Lionel Messi di dunia sepak bola. Kali ini, La Pulga punya rekor baru usai jadi Pemain Terbaik FIFA 2023. Bintang Argentina itu menjadi pemain pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sebanyak tiga kali. Messi pertama kali memenangkannya pada 2019 dan menambahnya tiga tahun berselang. Menariknya, ketiga penghargaan itu didapat bersama tiga klub berbeda. Bersama Barca pada 2019, PSG pada 2022, dan 2023 ini bersama Inter Miami. 

Pencabutan “Decreto Crescita”, Local Pride ala Sepak Bola Italia?

0

Pada pertengahan 2019, pemerintah Italia menerbitkan undang-undang pajak yang bernama “Decreto Crescita”. Decreto Crescita alias Dekrit Pertumbuhan adalah upaya pemerintah Italia untuk mengatasi fenomena “brain drain” yang merugikan perekonomian. “Brain drain” sendiri merupakan fenomena hengkangnya kaum terdidik atau ahli dari negara asalnya ke nagara lain demi mencari penghidupan atau lingkungan kerja yang lebih layak.

Sekilas, kebijakan tersebut tak terlihat memiliki hubungan dengan sepak bola. Namun, dalam undang-undang tersebut diatur bahwa, “setiap karyawan, profesional wiraswasta, atau pengusaha yang menjadi penduduk pajak Italia dan berkomitmen untuk tetap menjadi penduduk pajak Italia yang bekerja di wilayah Italia selama dua tahun ke depan, apa pun peran atau kualifikasinya, akan dikenakan pajak penghasilan Italia hanya atas 50% dari pendapatan mereka.”

Intinya, Decreto Crescita memberi keringanan pajak penghasilan sebesar 50% kepada klub-klub Italia yang merekrut pemain atau pelatih ternama, khususnya yang berstatus asing, yang mungkin sebelumnya sulit mereka gaet karena perkara pajak yang terlampau mahal. Selain menarik pendapatan pajak dan meningkatkan perekonomian, langkah tersebut juga membantu transfer ilmu ke pemain lokal.

Berkat Decreto Crescita, Serie A Makin Kompetitif

Sebelum adanya Decreto Crescita, klub-klub Italia memang cukup sulit bersaing untuk mendatangkan pemain bintang. Selain perkara gaji dan pajak yang tinggi, kekuatan finansial mereka bisa dibilang pas-pasan, apalagi jika dibandingkan dengan klub Inggris yang bahkan klub papan bawahnya saja bisa lebih kaya dari klub papan atas Serie A.

Dengan Decreto Crescita, keuangan klub-klub Serie A sangat terbantu. Misalnya begini. Sebuah tim membeli pemain asing dengan gaji 1 juta euro. Dengan keringanan pajak yang diatur Decreto Crescita, tim tersebut hanya perlu mengeluarkan total 1,5 juta euro saja dari biaya gaji. Tanpa keringanan pajak, biaya yang mesti dikeluarkan bisa lebih besar.

Di sisi lain, take home pay yang didapat pemain jadi lebih besar. Alhasil, pemain asing atau pemain bintang pun menjadi tertarik untuk merumput di Italia. Klub-klub Serie A pun jadi bisa bersaing di pasar transfer, sehingga kualitas skuad mereka pun ikut meningkat.

Sadar atau tidak, setelah Decreto Crescita terbit, klub-klub Serie A makin kompetitif. Bukti terbesarnya adalah daftar juara Serie A dalam 3 musim terakhir yang diisi oleh 3 klub berbeda. Yang pasti bukan Juventus lagi yang terus berkuasa.

Inter Milan meraih scudetto 2021 dengan bantuan pemain seperti, Romelu Lukaku, Achraf Hakimi, Christian Eriksen, hingga pelatih Antonio Conte. AC Milan di musim 2022 meraih scudetto dengan pemain asing semacam Zlatan Ibrahimovic, Olivier Giroud, hingga Mike Maignan. Napoli di musim lalu juga bisa menjadi jawara tak lepas dari kontribusi Victor Osimhen dan Khvicha Kvaratskhelia.

Beberapa nama yang disebutkan tadi bisa didatangkan ke Italia karena andil dari Decreto Crescita. Konon, Decreto Crescita juga membantu Juventus untuk menggaji Cristiano Ronaldo, memulangkan Paul Pogba, hingga merekrut Angel Di Maria. Contoh lainnya adalah Jose Mourinho di AS Roma.

Fenomena tersebut tak hanya terjadi pada klub besar aja, melainkan juga menguntungkan klub papan tengah hingga klub papan bawah Serie A. Intinya, Decreto Crescita telah membantu meringankan beban gaji klub-klub Italia. Dampak positifnya, klub-klub Italia jadi bisa merekrut pemain bintang yang membutuhkan ruang gaji yang lebih banyak.

Seiring dengan berjalannya waktu, kekuatan dan daya saing klub-klub Serie A akhirnya ikut mengalami peningkatan. Selain hasil di dalam negeri yang tak lagi didominasi Juventus, prestasi klub Serie A di kancah Eropa juga mengalami peningkatan.

Bukti termutakhirnya adalah prestasi wakil Italia di 3 kompetisi Eropa musim lalu di mana Inter Milan menjadi finalis Liga Champions, AS Roma menjadi finalis Liga Europa, dan Fiorentina yang menjadi finalis Liga Konferensi Eropa. Di musim sebelumnya, Roma bahkan keluar sebagai juara musim perdana UECL. Sementara di musim ini, 7 wakil Italia yang berlaga di Eropa, seluruhnya belum ada yang gugur.

Dengan meningkatnya kekutan dan daya saing klub-klub Italia, serta hadirnya para pemain bintang dunia, Serie A mampu menjual lebih mahal hak siar TV mereka. Modal asing akhirnya bisa ditarik lebih banyak. Investasi pun meningkat dan infrastruktur sepak bola di Italia bisa ikut digenjot.

Neo-Fasis Di Balik Pencabutan Decreto Crescita?

Decreto Crescita yang memberi dampak positif kepada industri sepak bola Italia itu sejatinya berlaku 5 tahun sejak diterbitkan. Sayangnya, belum genap 5 tahun berjalan, pemerintah Italia memutuskan untuk mencabut Decreto Crescita pada 31 Desember 2023.

Awalnya, Decreto Crescita akan diperpanjang hingga 29 Februari 2024, jadi pemain baru yang didatangkan di bursa transfer Januari ini masih mendapat keringanan pajak. Namun, pemerintah Italia memutuskan untuk tidak memperpanjang undang-undang tersebut dan mencabutnya lebih awal. Tentu saja, langkah ini dikritik dan dikeluhkan banyak pelaku industri sepak bola Italia.

CEO AC Milan, Giorgio Furlani menilai bahwa keputusan tersebut adalah sebuah langkah kemunduran. Lantas, apa alasan pemerintah Italia mencabut Decreto Crescita?

Sulit untuk tidak mengaitkan kebijakan tersebut dengan hasil pemilu Italia tahun 2022 lalu yang dimenangkan oleh partai Fratelli d’Italia (Fdl). Kemenangan Fdl kemudian membuat pimpinan mereka, Giorgia Meloni dilantik menjadi perdana menteri dan menjadi perdana menteri wanita pertama dalam sejarah Italia.

Fdl sendiri dikenal sebagai partai nasional-konservatif dan populis sayap kanan. Namun, selain itu, Fdl juga dikenal sebagai partai anti-imigran dan neo-fasis. Sulit untuk tidak suudzon kalau pencabutan Decreto Crescita juga merupakan langkah politik dari partai penguasa supaya pemain lokal dapat kembali berjaya di tanahnya sendiri.

Sejak diterbitkan, Decreto Crescita memang sudah menimbulkan pro dan kontra. Mereka yang kontra menilai kalau Decreto Crescita telah membuat kekuatan timnas Italia menurun.

Seiring dengan berjalannya waktu, Serie A memang semakin asing. Sebelum ada Dekrit Pertumbuhan, persentase pemain asing di Serie A cenderung stabil di kisaran 50%. Angka tersebut naik menjadi 55% di musim 2019/2020 dan terus naik dari musim ke musim, hingga musim ini persentase pemain asing di Serie A telah lebih dari 63%.

Sementara itu, dikutip dari Sky Sport Italia, pemanfaatan pemain asing di Serie A juga mengalami peningkatan. Musim ini, persentase menit bermain pemain asing di Serie A mencapai 65%, lebih tinggi dari pemain lokal. Konon, menurut data dari Opta dan CIES, persentase ini jadi yang tertinggi di Eropa.

Adanya keringanan pajak memang membuat klub Italia cenderung merekrut pemain asing dan memainkan pemain bintang yang sudah jadi, ketimbang memberi kesempatan kepada pemain lokal. Tentu saja, fakta tersebut tak disukai oleh partai penguasa yang berpaham neo-fasis. Bagaimanapun, mereka lebih suka melihat pemain lokal Italia berjaya.

Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini yang jadi tokoh kunci dibalik pencabutan Decreto Crescita mengatakan, “tidak bermoral untuk memberikan diskon kepada pesepakbola asing yang kaya”.

Lalu, apa pengaruh dari pencabutan Decreto Crescita bagi persepak bolaan Italia, khususnya Serie A?

Dampak Negatif Pencabutan Decreto Crescita

Yang paling terdampak dari keputusan tersebut tentu saja klub-klub besar Serie A dan klub yang banyak mengandalkan pemain asing. Namun, terlepas dari itu, pencabutan Decreto Crescita sangat berdampak kepada sektor teknis dan fiskal sepak bola Italia secara umum.

Mengutip dari Sky Sport Italia, penghematan yang dilakukan oleh klub Serie A dari awal musim hingga pertengahan musim ini telah mencapai hampir 140 juta euro. Dengan dicabutnya Decreto Crescita, penghematan sebesar itu tak akan bisa diulangi.

Artinya, mulai saat ini, klub-klub Serie A harus memikirkan ulang operasi transfer mereka agar pengeluaran mereka tak membengkak. Bukan berarti klub Italia sudah tak mampu membeli bintang asing. Namun, bisa jadi Serie A makin menjadi liga petani yang hanya sekadar menjadi batu loncatan, bukan menjadi sebuah destinasi.

Sementara itu, Beppe Marotta menilai bahwa akan terjadi penurunan kualitas sepak bola sebagai konsekuensi dari dicabutnya Decreto Crescita. Kata Marotta, “Produksi pemain Italia tentu saja tidak secara langsung terbantu oleh keringanan pajak ini, yang mendukung masuknya pemain asing. Namun, dengan adanya pemain-pemain berkualitas, para pemain muda kami dapat tumbuh dalam lingkungan yang berpengalaman dan oleh karena itu, saya sangat yakin bahwa para pemain lokal tidak akan mendapatkan keuntungan dari penghapusan ini.”

Pencabutan Decreto Crescita juga ditanggapi keras oleh Lega Calcio, selaku panitia Serie A. “Tidak adanya perpanjangan akan menghasilkan daya saing yang lebih rendah, berkurangnya pendapatan, lebih sedikit sumber daya yang akan dialokasikan untuk pembibitan, lebih sedikit pendapatan yang diinduksi, dan lebih sedikit pendapatan untuk Departemen Keuangan”.

Seperti halnya dampak positif Decreto Crescita yang tak bisa langsung dinikmati, dampak negatif dari dicabutnya Decreto Crescita juga tak langsung instan. Namun yang pasti, mulai bursa transfer Januari ini, klub-klub Serie A harus mengganti strategi transfer mereka dan mau tak mau harus mulai lebih banyak mengandalkan pemain lokal.

Akan tetapi, seperti yang dikatakan Beppe Marotta, apakah setelah ini pemain lokal Italia bisa bersinar? Apakah kebijakan ini akan memberi dampak positif kepada timnas Italia seperti yang diharapkan pemerintah? Selain itu, apakah klub-klub Serie A bisa menjaga daya saing mereka? Dan apakah Serie A tetap mampu menarik di mata internasional apabila di masa depan kesulitan menggaet pemain bintang?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut meninggalkan keraguan yang amat sangat terhadap masa depan sepak bola Italia. Dan hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.


Referensi: Football Italia, Viola Nation, Sky Sport, Taormina News, Europarl, Football Italia.

Saatnya Pamor Sepakbola Asia Dapat Pujian Lebih dari Dunia

Serial kapten Tsubasa mengajarkan bahwa sepakbola Asia tak bisa dianggap sebelah mata. Lihat saja karakter musuh Tsubasa, Carlos Santana maupun pelatih Tsubasa, Roberto Hongo. Sebagai orang Brazil, mereka dikisahkan sangat respect dengan Tsubasa yang digambarkan sebagai pesepakbola Asia yang berbakat.

Dari karakter fiksi tahun 80-an itu, dapat dipetik pelajaran bahwa sepakbola Asia sangat bisa bersaing dengan sepakbola dari belahan benua lain. Di era industri sepakbola yang makin gila seperti sekarang ini, sepakbola Asia tak boleh hanya dianggap sebagai alat marketing belaka. Justru dunia harus melihat bahwa pamor sepakbola Asia kini makin berkembang.

Sepakbola Asia Dicap Tertinggal

Sepakbola Asia sering dianggap tertinggal dari benua-benua lain. Dulu memang Korea Selatan sempat jadi semifinalis di Piala Dunia 2002. Namun, pencapaian itu ternodai karena mereka dianggap curang. Starting Eleven pernah membahas bagaimana sepak bola Asia tertinggal.

Di situ banyak diceritakan bagaimana aspek-aspek sepakbola Asia yang tertinggal seperti sistem pengembangan, sistem liga, maupun sampai segi fisik maupun mentalitas pemain asia.

Sadar banyak tertinggal, bukan berarti negara-negara di Asia diam saja. Mereka mulai mencanangkan program pengembangan sepakbola yang berkelanjutan. China menargetkan hingga tahun 2050 untuk meraih kesuksesan. Jepang bahkan di tahun 1992 sudah mencanangkan program 100 tahun bisa jadi juara dunia. Sementara Korea Selatan masih setia dengan program mengirimkan pemain-pemain muda terbaiknya di Liga-liga top eropa.

Pemain Asia Hanya Komersil

Mengirimkan pemain terbaik saja memang tak cukup. Karena ada stigma buruk bahwa para pemain asia yang hijrah ke liga Eropa hanya jadi alat jual jersey belaka. Ya, sudah banyak kasus pemain Asia semata-mata jadi alat dongkrak komersial klub Eropa.

Tau sendiri kan, pasar di Asia sangat seksi bagi klub-klub Eropa. Dengan adanya pemain dari Asia, penjualan jersey, merchandise, hak siar, maupun efek bisnis tur pramusim, bisa lebih menguntungkan.

Masih ingat ketika MU asuhan Fergie beli pemain asal Tiongkok bernama Dong Fangzhuo? Antusiasme penduduk Tiongkok saat itu untuk menonton dan membeli jersey MU sangat tinggi.

Pengaruh Pemain Asia

Namun stigma pemain Asia hanya bisa jualan jersey saja, kini perlahan mulai memudar. Para pemain Asia sudah mulai memberi pengaruh nyata di lapangan bagi klub yang dibelanya.
Oh iya, kebetulan tahun 2024 ini Asia sedang menggelar hajat terbesarnya yakni Piala Asia di Qatar. Para pemain yang berkontestasi di ajang ini juga sebagian besar adalah pilar penting di beberapa klub besar Eropa.

Di Korea Selatan misalnya. Tak usah ditanya lagi keberadaan Son Heung-min yang selama bermusim-musim jadi andalan Tottenham Hotspur. Bintang baru Korea yang pernah bermain melawan Evan Dimas, Hwang Hee-chan juga tak luput jadi sorotan.

Di Jepang juga ada nama pemain yang sukses di Bundesliga, seperti Hiroki Ito, Ko Itakura, maupun Ritsu Doan. Belum lagi ada andalan Jurgen Klopp di lini tengah Liverpool saat ini, Wataru Endo. Endo bahkan dipuji-puji oleh Klopp sebagai sosok pemain yang bisa membuat perbedaan bagi timnya.

Di Liga Prancis kedatangan Lee Kang-in juga mulai berdampak bagi skuad Luis Enrique musim ini. Di La Liga, Takefusa Kubo juga sedang moncer bersama Real Sociedad. Belum lagi yang jarang disorot seperti pemain Uzbekistan yang sedang membela CSKA Moscow, Abbosbek Fayzullaev. Gelandang serang 20 tahun tersebut sudah bukukan dua gol dan 9 assist bagi klub asal Rusia tersebut.

Fenomena Pelatih Asia

Tak hanya pemain asia saja, di musim ini sepakbola Asia patut berbangga karena telah melahirkan pelatih handal. Salah satunya adalah Ange Postecoglou, pelatih yang sedang moncer di Liga Inggris bersama Tottenham Hotspur.

Ya, pria 58 tahun tersebut memang tak berpartisipasi di Piala Asia. Namun, kehadiran Postecoglou di Liga Inggris saat ini membuktikan bahwa pelatih dari Asia pun bisa berbuat banyak bila diberi kesempatan. Di bawah pelatih asal Australia itu, Tottenham Hotspur berubah menjadi tim yang lebih progresif, atraktif, dan mampu konsisten bersaing di papan atas.

Pelatih yang menganut sistem “Angeball” tersebut tak dipungkiri bisa menjadi contoh yang bisa ditiru oleh beberapa pelatih Asia lainnya jika ingin sukses di liga top Eropa. Semoga saja, setelah ini akan ada Postecoglou baru berikutnya lagi yang lahir dari Asia.

Proyek Arab Saudi

Selain lahirnya Postecoglou, di belahan Asia Barat sana sedang bergeliat megaproyek sepak bola Arab Saudi. Sorotan media internasional kini tertuju di Saudi Pro League. Bagaimana tidak? Wong di sana ada mega bintang seperti Cristiano Ronaldo.

Ya, proyek mendatangkan pemain-pemain top dunia di Saudi Pro League jadi daya tarik tersendiri. Setelah CR7, pemain seperti Mane, Benzema, Firmino, Mahrez, dan masih banyak lagi ikut-ikutan meramaikan Saudi Pro League.

Dengan banyaknya bintang bertaburan, tiap pekannya kompetisi ini mengundang banyak atensi media internasional. Mereka pasti ingin tahu, apa sih yang akan dibuat oleh CR7 di lapangan? Publik Asia sendiri tentu harus berterimakasih pada proyek Arab Saudi ini. Karena terbukti bisa membantu meningkatkan pamor sepakbola Asia.

Taipan Asia

Jika bicara soal sepakbola Asia, jangan dilupakan juga deretan taipan tajir melintir yang sedang menguasai sepakbola Eropa. Sheikh Mansour yang punya City Football Group berasal dari Uni Emirat Arab. Nasser Al-Khelaifi pemilik PSG berasal dari Qatar. Steven Zhang pemilik Inter Milan juga dari Tiongkok. Belum lagi Mohammed bin Salman yang punya kerajaan bisnis PIF (Public Investment Fund).

FYI aja, secara angka Saudi Pro League yang merupakan mega proyek Mohammed bin Salman memiliki jumlah uang transfer terbesar kedua untuk beli pemain setelah Liga Inggris. yakni mencapai Rp1.530 triliun. Belum lagi fulus yang sudah dikeluarkan Sheikh Mansour, Steven Zhang, dan Nasser Al-Khelaifi selama bertahun-tahun di klubnya masing-masing.

Namun ada yang kurang sebenarnya. Alangkah baiknya kalau para taipan tersebut bisa mengembangkan klub-klub sepak bola di Asia. Jadi, jangan hanya hobi berinvestasi di klub-klub eropa saja. Bayangkan jika klub-klub asia bakal dimiliki taipan tajir seperti mereka? Hmm.. Bisa jadi sepak bola Asia pamornya makin melebihi benua-benua lain.

Sumber Referensi : theguardian, thesefootballtimes, espn, transfermarkt, cnbc

Kekejaman AS Roma dan Air Mata Mourinho

0

Tak bisa dibayangkan betapa campur aduknya emosi Jose Mourinho sekarang ini setelah dipecat AS Roma. Seperti apa yang ia posting di media sosialnya tentang keringat, darah, air mata, sukacita, kesedihan, cinta, saudara, sejarah, hati, dan keabadian.

Raut wajah pria paruh baya 60 tahun itu terlihat pucat, ketika menaiki mobil sedan keluar dari tempat latihan AS Roma. Ia tak bisa bohong menyembunyikan rasa nano-nano yang ada dalam dirinya.

Mourinho kadung dicintai publik Giallorossi. Fans tak rela jagoannya itu pergi begitu saja. Ucapan “Grazie Mister”, dan chant tentang Mourinho bahkan masih didengar The Special One di saat-saat terakhirnya.

Dituruti Dapat Trofi

Apa boleh buat, cerita romantisme Jose Mourinho di AS Roma telah tamat. Mungkin juga tak akan ada lagi series part 2 Mourinho di AS Roma yang akan kita lihat. Perginya Mourinho banyak disesali. Pasalnya banyak sudah kenangan manis yang telah ia persembahkan bagi klub ibu kota Italia tersebut.

Ketika datang ke Roma tahun 2021 lalu dengan vespa klasik yang dihadiahi pemilik, Mourinho sudah memunculkan harapan besar bagi publik Roma. Eurosport pernah mencatat bahwa sejak pelatih Portugal itu datang, animo fans yang mendatangi Olimpico meningkat dari rata-rata 40 ribuan jadi 60 ribuan.

Dengan optimisme tinggi tersebut, tak heran jika pemilik menargetkan Mourinho untuk gondol trofi buat AS Roma. Maklum, klub ini sudah puasa gelar sejak tahun 2007 silam. Ya, magis Mourinho pun benar-benar terbukti. Tak butuh waktu lama bagi pria kelahiran Setubal itu untuk mewujudkan target pemilik tersebut. Di musim debutnya, Il Lupi langsung diantarkannya juara UEFA Conference League.

Sudah Sejak Lama Dievaluasi

Senyum pemilik dan juga fans Roma di musim pertama Mourinho, sebenarnya hampir saja berlanjut di musim kedua. Bagaimana Giallorossi kembali dibawa Mourinho melaju hingga final Europa League menantang sang raja terakhir Sevilla.

Namun kegagalan menjadi juara Europa League, malah jadi titik awal evaluasi pemilik terhadap Mourinho. Pemilik seakan tak tahu rasa terima kasih kepada Mourinho yang sudah bisa membuat klub harum namanya di level liga Eropa.

Evaluasi terhadap Mourinho pasca kalah atas Sevilla diceritakan oleh Footballitalia. Pemilik AS Roma sudah mengevaluasi Mourinho sejak kekalahan atas Sevilla di final Liga Eropa musim lalu. Tidak hanya lantaran Mourinho gagal mempersembahkan trofi itu untuk para romanisti, tapi pemilik sudah kadung muak dengan sikap Mourinho, terutama tingkah buruknya terhadap wasit Anthony Taylor usai laga di parkiran.

Dana dan Performa

Ironisnya, ketika sang pemilik mengevaluasi dan muak dengan Mourinho, sang allenatore tak didukung dengan dana transfer yang cukup dari sang pemilik. Padahal di awal kedatangannya ke Olimpico, Mourinho dijanjikan dana besar untuk membangun Giallorossi. Mourinho dikhianati oleh pemilik AS Roma. Ia tentu saja geram akan hal itu.

Coba bayangkan, ia diminta membangun AS Roma, tapi musim ini pihak klub hanya mau mengeluarkan uang penuh hanya untuk satu pemain saja, yakni Leandro Paredes. Sementara sisanya, AS Roma cuma meminjam pemain dan hanya mencari pemain yang sudah habis kontraknya alias gratisan. Pemilik berdalih hal ini terjadi karena pembekakan gaji yang dialami klubnya. Ya, apa boleh buat dengan kedalaman skuad yang cethek menyulitkan Mourinho.

Yang luput dari pengamatan, hasil minor Roma musim ini juga dipengaruhi oleh pemain yang cedera, absen karena akumulasi kartu, maupun pergi dipanggil timnas ke Piala Asia maupun Piala Afrika. Di titik inilah, Mourinho pusing tujuh keliling. Apa yang harus ia perbuat?

Dikhianati Pemilik?

Sampai di sini, pemilik AS Roma sangat kejam pada Mourinho. Di tengah kondisi yang sulit, di saat Mourinho sedang mencari cara untuk keluar dari masalah, ia justru dipecat oleh AS Roma. Cerita yang beredar di Italia, para pemain yang dijadwalkan berlatih di hari pemecatan tersebut bahkan tidak tahu jika juru taktiknya diberhentikan.

Mereka datang lebih dulu ke Trigoria, tempat latihan AS Roma, dipimpin oleh Salvatore Foti, pendamping setia Mourinho di tepi lapangan. Ketika diberi kabar bahwa Mourinho dipecat, di tengah latihan, Foti dan beberapa pemain kaget bukan main. Asisten Mourinho itu bahkan hampir meneteskan air mata mendengar kabar tersebut.

Lucunya, usai memecat Mourinho secara serampangan, Friedkin justru mengatakan kalau Mourinho adalah pilihan terbaik. Hmmm…sepertinya itu bulshit, dan hanya manis di bibir belaka. Bagaimanapun Mourinho kini telah pergi. Inikah sebenarnya yang kau mau, Friedkin?

Mourinho ibarat ditusuk berkali-kali dari belakang oleh pemilik. Posisinya yang seketika diambil oleh Daniele De Rossi, bak seperti sebuah skenario yang sudah dipersiapkan. Friedkin diketahui setelah mengevaluasi Mourinho sejak musim lalu, diam-diam sudah bergerak mencari pelatih baru. Ya, mungkin beginilah skenarionya.

Apakah memang dasarnya pemilik Amerika tersebut tak sabaran? Friedkin tak berpikir memberi Mourinho kesempatan untuk bangkit di paruh musim kedua. Meski gagal di Coppa Italia, bisa jadi di Europa League mereka jadi juara dan otomatis masuk Liga Champions musim depan.

Mourinho Legowo

Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Mourinho kini hanya bisa meratapi nasibnya dengan berbagai kekecewaan. Tak peduli apa yang dirasakan pemilik, tapi ia lebih memikirkan apa yang fans AS Roma rasakan sekarang ini.

Mourinho telah berjuang dengan sekuat tenaga apa yang ia bisa berikan bagi AS Roma. Mourinho juga terlihat berbeda sikapnya ketika di AS Roma. Ia jarang lho berkonfrontasi terhadap pemilik. Saat ia tak didukung dan bahkan dikhianati, ia tak mengatakan satu pun kata negatif pada pemilik.

Mourinho bahkan bisa bersikap ksatria menerima keadaan ini. Sebelum dipecat pun ia sudah bersikap legowo. Apa pun nasibnya, baik dipecat atau pun diperpanjang kontraknya, yang terpenting bagi Mourinho adalah mengakhiri musim dengan hasil yang lebih baik.

Kepedulian Terhadap Warisan Mourinho

Sikap ksatria tersebut juga ia tunjukan ketika hendak berpisah. Hanya kata “Grazie Roma” atau terima kasih Roma yang keluar dari mulutnya. Apakah itu terbalik? Pihak klublah yang seharusnya banyak berterima kasih pada Mourinho.

Pasalnya banyak warisan yang sudah ia tinggalkan. Seperti nilai komersial klub, prestasi, dan lain sebagainya. Ah sudahlah, tak usah bicara banyak lagi soal pemilik yang tak tahu balas budi itu.

Oh iya, kepergian Mourinho ini bukan hanya disesali oleh fans Roma saja, para tokoh seperti Fabio Capello maupun mantan presiden Inter, Massimo Moratti juga ikut menyesalkan hal tersebut. Kalau orang lain saja sudah peduli dan menyesalkan hal tersebut, bagaimana dengan fans Roma?

Kecintaan Romanisti

Kecintaan fans Roma terhadap Mourinho telah berada di level dewa. Kepercayaan para fans Giallorossi terhadap Mourinho tidak pernah goyah. Ketika Mourinho kerap menyuguhkan permainan sepak bola yang buruk, dan diimbangi dengan hasil yang buruk, ia masih mendapat dukungan penuh dari fans Roma.

Seperti misal setelah dua hasil jelek di Europa League melawan Slavia Praha dan Servette. Fans Roma malah membentangkan spanduk bertuliskan kalimat puitis bagi The Special One pada laga melawan Fiorentina di Olimpico. “Mata terpesona dengan warna Giallorossi. Jiwa Mourinho diliputi Romanisme. Jose Mourinho adalah Romanisti seumur hidup!” Begitulah kurang lebih bunyi tulisan spanduk itu.

Ketulusan cinta yang ditunjukan fans Roma tersebut terbukti ditunjukan ketika peristiwa pemecatan Mourinho. Sampai-sampai mobil Leandro Paredes yang akan masuk ke Trigoria, dihadang fans Roma dan meneriaki “tak ada alasan” bagi pemecatan Mourinho.

Ya, memang masih tak ada alasan untuk menghentikan The Special One di tengah jalan. Apakah dengan begitu akan menjamin Roma akan lebih baik hingga akhir musim? So, bagaimanapun kini Mourinho telah pergi. Namun nama Mourinho sebenarnya tidak akan pergi. Nama Mourinho akan tetap terpatri di hati romanisti di seluruh dunia. Arrivederci, Mourinho.

https://youtu.be/LN2Z4snw8wc

Sumber Referensi : eurosport, footballitalia, onefootball, forbes, footballitalia, essentiallysports

RESMI Angkut Pratama Arhan, Klub Macam Apa Suwon FC?

0

Langkah berani telah diambil oleh Suwon FC saat merekrut Pratama Arhan. Bukan karena statusnya yang cadangan mati di Tokyo Verdy, melainkan bagaimana cara mereka mengumumkan sang pemain. Dengan enaknya Suwon FC menghapus nama “AZIZAH” di foto selebrasi ikonik Arhan dan menggantinya dengan desain jersey terbaru mereka. Melihat postingan itu, semoga istri El Bucin nggak bete ya. 

Anyway, selamat atas klub barunya ya Arhan. Menurut sumber yang ada, wong Blora itu direkrut Suwon FC dengan status bebas transfer setelah kontraknya tak diperpanjang oleh Tokyo Verdy. Ngomong-ngomong soal klub baru Arhan, kalian sudah tahu belum kalau Suwon FC tuh ternyata klub yang unik? Penasaran seunik apa? Mari kita bahas.

Klub Plat Merah

Usut punya usut, klub yang berasal dari Provinsi Gyeonggi ini bukan klub tradisional seperti kebanyakan klub-klub di Liga Korea. Mereka adalah klub sepakbola bentukan Pemkot Suwon pada tahun 2003. Ya, lebih muda daripada Arhan. 

Berstatus sebagai klub plat merah, presiden atau bos besar Suwon FC ya siapa pun yang menjabat jadi Walikota Suwon. Jadi, Suwon FC ini masih bergantung pada dana pemerintah. Makanya, ketika Pratama Arhan gabung, banyak netizen yang bercanda kalau transfer ini adalah satu bentuk kerjasama bilateral antara Indonesia dan pemerintah Kota Suwon. Padahal mah engga.

Saat pertama kali didirikan, klub ini bernama Suwon City Football Club. Menariknya, Suwon City tak langsung menjadi klub profesional. Mereka dikenal sebagai klub amatir yang berlaga di Liga Nasional Korea semi-profesional. Dibentuknya Suwon City ini bertujuan untuk menjaring pemain berbakat dari sekolah-sekolah sepakbola setempat sebelum menapaki karir bersama klub profesional.

Kala itu, Kim Chang-kyum jadi manajer pertama yang menangani Suwon City. Selagi masih berlaga sebagai klub semi-pro, Suwon FC sempat menjuarai turnamen semi-pro bertajuk Korean President’s Cup National Football Tournament tepat setahun setelah mereka berdiri. Delapan tahun berselang, barulah Suwon City Football Club jadi klub profesional.

Pada tahun 2012, Suwon City Football Club pun akhirnya mengganti namanya menjadi Suwon FC. Mereka mengajukan diri untuk bergabung dengan piramida sepakbola Korea Selatan. Alhasil, Suwon FC memulai kompetisi dari kasta kedua Liga Korea atau K-2 League pada tahun 2013. 

Di tahun pertama berkompetisi, Suwon FC langsung mencetak kesan positif di kalangan penikmat sepakbola di Korea Selatan. Mereka finis di urutan keempat pada musim debut. Bahkan Suwon FC adalah satu-satunya tim kasta kedua yang mencapai semifinal FA Cup Korea kala itu.

Klub Medioker di K League

Terus, Arhan main di kasta kedua dong? Tenang, bergabungnya mantan pemain PSIS Semarang itu ke Suwon FC adalah sebuah peningkatan karir. Karena klub yang bermarkas di Suwon Stadium itu kini berlaga di kasta tertinggi Liga Korea Selatan. Pada akhir musim 2015, Suwon FC berhasil promosi ke kasta tertinggi setelah melalui proses playoff.

Tapi setelah promosi, kiprah mereka gitu-gitu aja, Suwon FC nyatanya tak mampu berbicara banyak di kasta tertinggi. Di musim perdananya saja, mereka harus kembali terdegradasi ke kasta kedua karena kalah saing dengan tim-tim macam Jeonbuk Hyundai Motors, FC Seoul, dan Pohang Steelers.

Suwon FC akhirnya mau nggak mau harus kembali berjibaku lagi di K-League 2. Suwon FC setidaknya membutuhkan empat musim lamanya untuk kembali promosi ke K-League pada musim 2020 sebagai runner-up K-League 2. Setelah itu, Suwon FC tercatat belum pernah terdegradasi lagi. Lantas, bagaimana performa Suwon FC musim lalu? 

Jika harus menggambarkan performa Suwon FC dengan satu kata, jawabannya adalah “mengkhawatirkan” Karena musim lalu mereka terseok-seok di dasar klasemen K-League. Suwon harus mengakhiri musim 2023 dengan duduk di urutan ke-10 dari 12 klub. Untungnya, Suwon FC bisa lolos dari degradasi setelah menang atas Busan IPark di babak playoff degradasi.

Punya Saudara

Layaknya Manchester City, Suwon FC juga punya saudara satu kota lho. Klub tersebut adalah Suwon Samsung Bluewings, klub yang didirikan oleh perusahaan elektronik terbesar di Korea Selatan, Samsung Electronic. Secara prestasi, Suwon FC memiliki nasib yang berbanding terbalik dengan saudaranya itu.

Klub berjuluk The Blue Wings itu tercatat pernah empat kali menjuarai Liga Korea Selatan, lima kali menjuarai Korean Cup, dan enam kali menjuarai Piala Liga Korea Selatan. Di kancah Asia, Suwon Bluewings juga pernah dua kali menjuarai Liga Champions Asia. Tepatnya pada tahun 2001 dan 2002. Sayangnya, rival satu kota Suwon FC ini sudah tak berlaga di kasta tertinggi, mereka baru saja terdegradasi musim lalu.

Prestasi Suwon FC

Menjadi klub medioker yang berada di balik bayang-bayang Suwon Samsungs Bluewings, bukan berarti Suwon FC tanpa prestasi. Jika berkunjung ke Suwon Stadium, maka kalian akan melihat lemari Suwon FC yang berhiaskan beberapa trofi yang sudah diraih. Namun, sebagian besar prestasinya didapat sebelum menjadi klub profesional.

Suwon FC tercatat pernah satu kali juara National League pada tahun 2010, tiga kali juara Piala Liga Korea Selatan pada tahun 2005, 2007, dan 2012, serta delapan kali juara Gyeonggido Sports Festival pada tahun 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2011, tahun 2012. Sementara prestasi terbaik Suwon FC di K League 1 adalah finis di peringkat keenam pada tahun 2021.

Pernah Diperkuat Pemain-pemain Ini

Secara materi pemain, Suwon FC juga tak bertabur bintang seperti klub-klub papan atas Liga Korea Selatan. Selain Pratama Arhan, sejauh ini Suwon baru memiliki dua pemain asing. Mereka adalah Lachlan Jackson dari Australia dan Josepablo Monreal dari Chile. 

Jadi tak heran apabila secara market value, Suwon FC saat ini berada di urutan terakhir dengan nilai 179 ribu euro (Rp3 miliar). sebagai disclaimer saja, angka itu akan terus bertambah mengingat bursa transfer Liga Korea Selatan masih dibuka dan Suwon masih akan terus merekrut pemain baru.

Pada musim 2022, Suwon FC sempat menyita perhatian karena merekrut Shin Jae-won yang merupakan anak dari pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Namun kini Shin Jae-won sudah pindah ke klub K-2 League, Seongnam FC. Putra dari Coach Shin itu dikabarkan tak mendapat menit bermain yang cukup kala membela Suwon FC.

Selain pernah dibela Shin Jae-won, Suwon FC jadi klub terakhir dari salah satu legenda sepakbola Korea Selatan, Park Ju-ho. Buat yang belum tahu, Park merupakan salah satu pemain dari Negeri Gingseng yang cukup sukses di tanah perantauan. Berposisi sebagai bek kiri, Park pernah berseragam Kashima Antlers, FC Basel, Mainz, hingga Borussia Dortmund.

Saat ini, pemain Suwon FC yang memiliki CV mentereng adalah Lee Seung-woo. Berstatus sebagai alumni La Masia, Lee yang tak mampu menembus skuad utama Barcelona sempat berkarier di beberapa klub Eropa. Klub-klub macam Hellas Verona di Italia, Sint-Truiden di Belgia, dan Portimonense di Portugal pernah merasakan servicenya.

Suwon FC menjelma klub yang berambisi untuk meraih kesuksesan di dunia sepakbola Korea Selatan. Mereka juga membangun reputasi sebagai destinasi impian para pemain muda, termasuk Pratama Arhan dari Indonesia. Dengan begitu, harapannya Suwon FC bisa memberikan menit bermain yang cukup demi perkembangan karir Pratama Arhan. Jalbwayo Arho!

Sumber: CNN Indonesia, Transfermarkt, Medcom, Tempo

Berita Bola Terbaru 17 Januari 2024 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

SERIE A: JUVENTUS HAJAR SASSUOLO

Juventus meraih poin penuh saat menjamu Sassuolo dalam lanjutan Liga Italia. Bianconeri menang 3-0 dalam laga yang digelar di Allianz Stadium, Rabu dini hari tadi. Juventus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 lewat dwigol Dusan Vlahovic. Pada babak kedua, Juve menambah satu gol lagi lewat Federico Chiesa. Kemenangan ini membuat Juve terus menempel Inter Milan di papan atas klasemen Liga Italia.

HASIL PIALA ASIA

Timnas Thailand berhasil mengalahkan Kirgistan di grup F Piala Asia 2023, Selasa (16/01) malam WIB. Gol tim Gajah Perang dipersembahkan oleh Supachai Chaided. Striker bernomor 9 ini mengemas brace di laga ini, di babak pertama dan kedua. Pada pertandingan lainnya, Arab Saudi memetik kemenangan 2-1 atas Oman. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol penalti, Arab Saudi berhasil membalikkan keadaan di babak kedua melalui gol Abdulrahman Ghareeb dan Ali Al Bulayhi.

MOURINHO RESMI DIPECAT, ROMA REKRUT DE ROSSI

AS Roma mengumumkan pemecatan Jose Mourinho, Selasa (16/1), menyusul hasil buruk tim berjuluk I Giallorossi tersebut. Mourinho tampak sangat emosional dan terlihat air di matanya ketika meninggalkan markas Roma setelah resmi dipecat AS Roma. Tak lama kemudian, AS Roma resmi mengumumkan penunjukkan Daniele De Rossi sebagai pelatih baru. Eks gelandang Roma itu disodori kontrak jangka pendek sekitar enam bulan hingga 30 Juni mendatang.

FANS CHELSEA INGIN MOURINHO GANTIKAN POCHETTINO

Jose Mourinho akhirnya didepak oleh AS Roma setelah tiga tahun mengelola raksasa Serie A itu. Pemecatan Mourinho menimbulkan kontroversi untuk fans Chelsea lantaran menjadi pro dan kontra berharap Mou mau balik ke Stamford Bridge. Sebagian fans Chelsea yakin The Blues akan tertolong jika Mauricio Pochettino digantikan oleh Mourinho. Namun, sebagian lainnya beranggapan pelatih asal Portugal itu tidak cocok dengan skuad yang sekarang.

HENRY LEDEK TOTTENHAM DI PANGGUNG THE BEST FIFA 2023

Thierry Henry menjadi pembawa acara di gala penghargaan The Best FIFA Football Awards 2023. Ia ditemani broadcaster asal Inggris, Reshmin Chowdhury. Legenda Arsenal itu meledek Tottenham Hotspur soal trofi. Sang legenda Arsenal yang membawakan trofi untuk Messi kemudian menawarkannya kepada sesama pembawa acara, yang juga penggemar Spurs, Reshmin Chowdhury, sambil mengatakan, “Anda tidak memenangkan banyak trofi”.

LIVERPOOL SIAPKAN RP 593 M UNTUK REKRUT MBAPPE

Liverpool akan menyiapkan dana yang tidak sedikit untuk mendapatkan Kylian Mbappe. Liverpool siap menyetujui penandatanganan dengan biaya sekitar 30 juta poundsterling (Rp 593 Miliar) tetapi gajinya akan diturunkan. Mbappe sendiri santer disebut bakal cabut dari PSG pada musim panas 2024 nanti. Sebab kontraknya akan berakhir pada Juni nanti. Mbappe juga tak sudi memperpanjang kontraknya di Parc des Princes. Kini ia sudah bisa menggelar negosiasi pra kontrak dengan klub lain.

KYLIAN MBAPPE CABUT, PSG BAKAL REKRUT RASHFORD?

Pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano membocorkan rencana PSG jika mereka gagal mempertahankan Kylian Mbappe. Ia menyebut PSG mempertimbangkan untuk memboyong Marcus Rashford sebagai penggantinya. Namun Romano menekankan bahwa untuk saat ini PSG belum bergerak untuk mendapatkan jasa Rashford. Fokus mereka saat ini adalah mempertahankan Mbappe. Mereka sedang mengupayakan agar sang penyerang bertahan di akhir musim nanti.

KASUS MAN CITY LELET BANGET, INI PENJELASAN PREMIER LEAGUE

Everton menatap hukuman kedua, Nottingham Forest menantikan sanksinya, tapi perkembangan kasus Manchester City belum juga jelas. City sudah didakwa atas 115 pelanggaran selama 14 musim sejak 2009. Ancaman sanksi untuk City bisa sampai degradasi. CEO Premier League Richard Masters mengatakan, “Tapi skala dan tipe dakwaan yang ditetapkan ke Man City, yang jelas saya tak bisa bicarakan, sedang diperdengarkan di lingkungan yang benar-benar berbeda. Sudah ada tanggal yang ditetapkan untuk persidangannya, sayangnya saya tak bisa memberi tahu kapan, tapi prosesnya berjalan kok.”

BOS PGMOL AKUI LIVERPOOL HARUSNYA DAPAT PENALTI KONTRA ARSENAL

Bos PGMOL, Howard Webb, mengutarakan bahwa Liverpool seharusnya mendapat penalti kontra Arsenal pada Liga Inggris yang berakhir 1-1 pada 23 Desember 2023. Momen tersebut datang ketika tangan Martin Odegaard mengenai bola pada babak pertama laga di Anfield tersebut. Wasit di lapangan Chris Kavanagh tidak memberi penalti dan VAR David Coote tak memberi rekomendasi kepada sang wasit untuk melihat insiden tersebut di monitor pinggir lapangan.

MU MINAT PINJAM KARIM BENZEMA

Manchester United ngebet pinjam Karim Benzema, setelah eks bomber Madrid itu punya masalah di Al-Ittihad. Di bursa transfer musim dingin ini, United memang dilaporkan sedang mencari striker baru. Di paruh pertama musim 2023/24, produktivitas gol Setan Merah cukup rendah sehingga mereka merasa perlu menambah armada di lini serang mereka. Sudah ada beberapa striker yang dikaitkan dengan MU. Namun, nama Karim Benzema intens dikaitkan dengan MU dalam beberapa hari terakhir.

ALASAN MESSI TAK MENGHADIRI PENGHARGAAN PEMAIN TERBAIK FIFA 2023

Lionel Messi absen ketika dirinya mendapatkan gelar Pemain Pria Terbaik versi FIFA. Jurnalis Spanyol, Guillem Balague, melaporkan bahwa Messi lebih memilih untuk tetap di Amerika Serikat dan berlatih bersama Inter Miami. Pemain berusia 36 tahun itu membuat keputusan untuk tidak melakukan perjalanan jarak jauh yang harus ditempuh dalam perjalanan ke London, karena akan mengakibatkan hampir satu pekan latihan pramusim terlewatkan.

SON KALAHKAN CR7 UNTUK PENGHARGAAN PESEPAKBOLA TERBAIK DI ASIA

Son Heung Min mengalahkan Ronaldo dalam penghargaan Pesepakbola Terbaik di Asia untuk tahun 2023. Son meraih penghargaan ini untuk tahun ketujuh berturut-turut. Bintang Tottenham Hotspurs ini memperoleh 22,9 persen suara, mengungguli sesama pemain timnas Korea Selatan Kim Min-Jae dari Bayern Munchen (19,54 persen) dan Cristiano Ronaldo dari Al-Nassr (17,06 persen).

MARSELINO SEJAJARKAN DIRI DENGAN SON HEUNG MIN

Dilansir akun X Football Talent Scout, Marselino Ferdinand masuk jajaran pemain termuda yang mampu mencetak gol di Piala Asia. Dia berada di urutan keempat, di bawah Son Heung Min, Mohanad Ali, dan Magid Mohamed Hassan. Usia Marselino baru 19 tahun, 4 bulan, dan enam hari ketika menjebol jala Irak. Pencapaiannya memang masih kalah dari Son yang menorehkan gol di Piala Asia pada usia 18 tahun, enam bulan, dan 10 hari. Akan tetapi, lewat catatan ini, Marselino mensejajarkan dirinya dengan Son.

JIMMY NAPITUPULU SEBUT GOL KEDUA IRAK TIDAK OFFSIDE

Eks wasit Liga Indonesia, Jimmy Napitupulu, menilai keputusan wasit Tantashev Ilgiz yang mengesahkan gol kedua Irak ke gawang Indonesia sudah tepat. Dilansir Tempo, Jimmy menjelaskan ada dua hal yang mungkin menjadi dasar wasit tidak menganulir gol tersebut. Pertama, dia mengatakan bahwa gol kedua Irak berada dalam rangkaian kejadian yang berbeda dengan pelanggaran offside sebelumnya. Hal ini karena bola sempat dihalau oleh pemain Indonesia sebelum akhirnya direbut lagi. Menurut aturan VAR, kata Jimmy, permainan akan diulang lagi dari awal sehingga peristiwa sebelumnya tidak dihitung sebagai sebuah kesatuan. Jimmy menambahkan mengenai kemungkinan kejadian kedua. Sang wasit beserta jajarannya melihat bahwa Osama Rashid yang melakukan sliding tidak mengenai bola, sehingga secara teknis umpan dikirim oleh Ali Adnan dan sebelum bola dikirim Mohanad Ali masih berada dalam posisi onside.

PRATAMA ARHAN RESMI GABUNG SUWON FC

Full back kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan, resmi join Suwon FC, salah satu peserta Liga 1 Korea Selatan 2024. Kabar itu diumumkan Suwon FC di akun Instagram mereka. Sejauh ini belum diketahui berapa lama kontrak yang diterima Arhan. Satu hal yang pasti, pemain asal Blora ini didatangkan Suwon FC secara gratis. Kepindahan Arhan ke Suwon FC sebenarnya tidak mengagetkan. Sejak beberapa bulan terakhir, rumor itu berhembus kencang.

TUCHEL YAKIN KANE BAKAL PECAHKAN REKOR GOL LEWANDOWSKI

Harry Kane terus tampil mempesona di klub barunya, Bayern Munchen. 22 gol hanya dari 16 laga di Bundesliga musim ini sudah dibuatnya. Kane kini juga mengejar rekor gol Robert Lewandowski sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musim Bundesliga. Lewandowski memegang rekor tersebut usai bikin total 41 gol di musim 2020/21. Pelatih Bayern, Thomas Tuchel yakin Kane mampu memecah rekor gol Bundesliga yang dipegang Lewandowski jika terus fit. Hal ini tak lepas karena Kane mampu terus menunjukkan permainan di level tertinggi.

FLORENTINO PEREZ PRESIDEN REAL MADRID TERSUKSES SEPANJANG MASA

Real Madrid baru saja meraih trofi Piala Super Spanyol. Florentino Perez pun resmi menyandang status presiden tersukses dalam sejarah Los Blancos. Ini menjadi gelar ke-33 Real Madrid selama dipimpin Florentino Perez. Pengusaha 76 tahun itu sudah menjabat presiden klub dua kali pada 2000-2006 dan 2009-sekarang. Torehan trofi yang didapat Perez melampaui Santiago Bernabeu yang punya 32 titel selama menjadi presiden Los Blancos.

EMPOLI PECAT PELATIH KEDUA PADA MUSIM INI

Klub papan bawah Serie A Empoli, Senin (15/1), memecat pelatih Aurelio Andreazzoli, yang baru bertugas selama 4 bulan. Dua asisten pelatih Andreazzoli juga dipecat. Sang pelatih dipecat karena kinerjanya yang tidak bagus. Sebagai gantinya, Empoli telah menunjuk Davide Nicola sebagai pelatih baru. Pelatih 50 tahun itu dikontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan satu musim. Sebelum Andreazzoli, Empoli pada September silam telah memecat Paolo Zanetti.

GALATASARAY INCAR KAMADA DARI LAZIO

Menurut laporan baru-baru ini, raksasa Turki Galatasaray tertarik pada penyerang Lazio Daichi Kamada. Ketertarikan Galatasaray terhadap Kamada cukup serius sehingga mempertimbangkan untuk mengajukan tawaran pada bulan Januari. Akan tetapi, niatan Lazio adalah mempertahankan Kamada setidaknya hingga akhir musim dan kabarnya telah mengadakan pertemuan dengan sang pemain dan rombongan yang dijadwalkan pada bulan Juni, di mana mereka akan membahas apakah mereka akan memperpanjang kontrak atau tidak.

NAPOLI PANASKAN PERBURUAN POPOVIC

Remaja Serbia Matija Popovic sedang diperebutkan banyak klub Eropa. Sejumlah klub di Eropa termasuk Manchester City dan Bayern Munich tertarik untuk merekrut Popovic, yang tahun lalu bersinar di Kejuaraan Eropa U-17. Seperti laporan Gianluca Di Marzio, Napoli kini telah memutuskan untuk ikut dalam perburuan Popovic, ingin mengalahkan klub seperti Bayern dan klub lainnya untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain.

SIR JIM RATCLIFFE TARGETKAN 4 PEMAIN BESAR DATANG KE MU

Sir Jim Ratcliffe dilaporkan sedang membidik empat rekrutan besar untuk membantu mengubah tim Manchester United di musim panas mendatang. Menurut Dailymail, Ratcliffe telah mengidentifikasi No 9 baru sebagai ‘prioritas’ yang akan didatangkan, serta posisi gelandang tengah, bek tengah, dan bek kanan. Untuk striker, MU mencari striker yang bertipikal seperti Harry Kane. Setan Merah juga mengincar pemain posisi bek tengah, Jarrad Branthwaite dari Everton dan Jean Clair Todibo dari OGC Nice. Gelandang Crystal Palace Michael Olise juga dilirik MU.

JESSE LINGARD GABUNG KLUB MLS?

Jesse Lingard telah berstatus bebas transfer sejak Juni 2023 setelah Nottingham Forest melepaskannya, tetapi sekarang bisa berangkat ke AS karena agen barunya bersiap menawarkannya ke klub MLS, Portland Timbers, yang dikelola oleh Phil Neville. Pemain 31 tahun itu berharap bisa segera pindah ke klub MLS sesegera mungkin sehingga ia bisa memulai awal baru di Amerika. Tim asuhan Neville akan memulai musim baru mereka pada 25 Februari melawan Colorado Rapids.

KALVIN PHILLIPS DIMINATI EMPAT KLUB EPL

Empat klub Liga Inggris, yakni Crystal Palace, Everton, Newcastle, West Ham dan satu klub Italia Juventus semuanya tertarik pada gelandang Manchester City, Kalvin Phillips. Pemain internasional Inggris itu ada di pasaran bulan ini dan City lebih memilih untuk menjualnya – meski tidak menutup kemungkinan juga bisa meminjamkannya. City menginginkan biaya pinjaman – diperkirakan sekitar 5 juta pounds – dan sebagian besar, jika tidak seluruh, gajinya yang sebesar 135.000 pounds per minggu dibayar penuh.

GABUNG TIMNAS KAMERUN, PESAWAT ONANA SEMPAT BERMASALAH

Kiper Manchester United, Andre Onana, tidak masuk dalam skuad untuk laga pembuka Kamerun di Piala Afrika melawan Guinea, Selasa (16/1) dinihari WIB. Menurut laporan Sportbible, cuaca buruk yang mengganggu penerbangan jadi salah satu penyebabnya. Kondisi cuaca buruk di Yamoussoukro membuat Onana terdampar sekitar 240 km jauhnya, hanya beberapa jam sebelum laga dimulai. Onana berhasil tiba di Stadion Charles Konan Banny sebelum pertandingan dimulai, tapi tidak masuk dalam skuad Kamerun dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut.

PESAN ERICK THOHIR KE PEMAIN TIMNAS USAI KALAH DARI IRAK

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, angkat bicara terkait kekalahan timnas Indonesia dari Irak pada laga perdana Grup D Piala Asia 2023, Senin (15/1/2024). Erick mengatakan bahwa sebenarnya target dari PSSI kepada timnas Indonesia di laga lawan Irak adalah imbang. Erick pun berharap untuk ke depannya, para pemain timnas Indonesia bisa berpikir ulang terkait kekalahan yang dirasakan ini. Harus ada evaluasi segera agar bisa lebih tampil gacor lagi di laga selanjutnya.

Mengapa Tidak Banyak Pelatih Asing di Serie A?

0

Serie A telah menancapkan diri sebagai liga top Eropa. Ia bahkan menjadi satu dari lima liga terpenting di Benua Biru. Namun, tidak seperti liga-liga lainnya yang lebih variatif, terutama soal kewarganegaraan pelatihnya, Serie A justru seperti hanya mengakomodir pelatih-pelatih dari Italia itu sendiri.

Tidak banyak pelatih asing yang melatih tim-tim Serie A. Pertanyaannya, mengapa hal itu bisa terjadi? Mungkinkah tim-tim di Liga Italia punya semacam aliran untuk tidak mempercayai pelatih yang bukan berasal dari Italia?

Tidak Banyak Pelatih Asing di Serie A

Dalam lima musim terakhir, Serie A nyaris hanya dipenuhi oleh para pelatih lokal. Itu terhitung sejak musim 2019/20 hingga 2023/24. Musim ini sampai dengan naskah video ini dibuat, pelatih asing di Serie A cuma Ivan Juric, pelatih berpaspor Kroasia yang menukangi Torino.

Sejatinya ada dua. Tapi Jose Mourinho baru-baru ini sudah dipecat oleh AS Roma. Giallorossi menunjuk Danielle De Rossi, pelatih asal Italia untuk menggantikan Mourinho. Alhasil, 19 tim Serie A kini dilatih oleh pelatih asal Italia itu sendiri. Hal ini berbeda dengan empat liga top Eropa lainnya.

Perbandingan dengan Liga Lain

Di Liga Primer Inggris misalnya. Liga yang disebut paling menarik di seluruh dunia itu tidak banyak mengakomodir para pelatih Inggris. Musim ini, setidaknya hingga pertengahan Januari 2024, hanya ada lima pelatih asal Inggris yang melatih tim-tim Premier League.

Mereka di antaranya Chris Wilder (Sheffield), Gary O’Neil (Wolves), Roy Hodgson (Crystal Palace), Sean Dyche (Everton), dan Eddie Howe (Newcastle). Tim-tim La Liga juga sebetulnya banyak dilatih oleh pelatih lokal. Hanya saja, pelatih asing juga banyak yang melatih tim-tim Spanyol.

Setidaknya ada lima pelatih asing di La Liga hingga pertengahan Januari 2024. Mereka adalah Alexander Medina (Uruguay) yang melatih Granada, Javier Aguirre (Meksiko) pelatih Mallorca, Manuel Pellegrini (Chile) yang melatih Real Betis, Carlo Ancelotti (Italia) yang melatih Los Blancos, dan Diego Simeone (Argentina) yang melatih Atletico Madrid.

Di Bundesliga juga lumayan banyak pelatih asing. Setidaknya ada enam pelatih asing di Bundesliga saat ini. Dua di antaranya Nenad Bjelica (Kroasia) yang menukangi Union Berlin dan Jess Thorup (Denmark) yang melatih Augsburg.

Selain itu masih ada Gerardo Seoane (Swiss) yang melatih Gladbach, Pellegrino Matarazzo (USA) yang menukangi Hoffenheim, Xabi Alonso (Spanyol) yang membesut Leverkusen, dan Niko Kovac (Kroasia) yang kini melatih Wolfsburg. Sementara di Ligue 1 hampir mirip dengan Premier League. Pelatih lokal tak banyak melatih tim-tim Prancis.

Hanya delapan pelatih Prancis di Ligue 1. Mereka antara lain Pascal Gastien (Clermont), Franck Haise (RC Lens), Regis Le Bis (Lorient), Eric Roy (Stade Brestois), Patrick Vieira (Strasbourg), Julien Stephen (Rennes), Jocelyn Gourvennec (Nantes), dan Pierre Sage (Lyon).

Kesuksesan Pelatih Italia di Serie A

Dari sini terlihat bahwa memang hanya Serie A yang paling sedikit pelatih asingnya. Hal itu boleh jadi berkaitan dengan sejarah. Ya, telah banyak pelatih asal Negeri Mussolini itu sukses di negaranya sendiri. Dari tahun 2000 nyaris tidak ada pelatih asing yang mengangkat trofi Serie A.

Ya, hampir, karena cuma ada dua pelatih asing yang merengkuh gelar Liga Italia sepanjang tahun 2000 hingga 2023. Kedua pelatih itu adalah Sven-Goran Eriksson yang menyabet gelar Serie A musim 1999/2000 bersama Lazio, dan Jose Mourinho yang sukses back to back gelar Serie A musim 2008/09 dan 2009/10 bersama Inter Milan.

Hal itu berbeda dengan Premier League. Dalam rentang waktu yang sama, tidak ada satu pun pelatih Inggris yang sukses meraihnya. Ya, tidak ada satu pun. Terakhir kali pelatih asal Inggris menjuarai Premier League terjadi pada musim 1991/92. Ketika itu Howard Wilkinson membawa Leeds United juara.

Di La Liga, para pelatih dari Spanyol sering meraih trofi. Tapi banyak juga pelatih asing yang meraih titel La Liga. Dari 2000 hingga 2023 setidaknya tujuh pelatih asing pernah menjuarai La Liga. Mereka antara lain Frank Rijkaard (Belanda), Fabio Capello (Italia), Bernd Schuster (Jerman), Jose Mourinho (Portugal), Diego Simeone (Argentina), Zinedine Zidane (Prancis), dan Carlo Ancelotti (Italia).

Sama Seperti Jerman dan Prancis

Banyaknya pelatih lokal yang menjuarai Serie A sama seperti di Bundesliga maupun Ligue 1. Sejak tahun 2000, juara Bundesliga selalu pelatih dari Jerman itu sendiri. Hanya Josep Guardiola, Carlo Ancelotti, Louis Van Gaal, dan Niko Kovac pelatih asing yang menjuarai Bundesliga dalam rentang waktu tersebut.

Di Liga Prancis, sejak tahun 2000-2012, tidak ada pelatih asing yang juara. Baru pada 2013, Carlo Ancelotti mengantarkan PSG meraih gelar Ligue 1. Semenjak rentetan gelar pelatih Prancis di Ligue 1 diputus Ancelotti, sejak saat itu pula pelatih asal Prancis seperti kehilangan tajinya di Ligue 1.

Hingga 2023, hanya ada dua pelatih Prancis yang menjuarai Ligue 1. Dua orang itu adalah Christophe Galtier dan Laurent Blanc. Yang kedua cuma bisa juara di PSG, sedangkan Galtier juga pernah menjuarainya kala membesut Lille.

Serie A, Liga yang Taktikal

Balik lagi ke pertanyaan, mengapa tak banyak pelatih asing melatih tim Serie A? Mantan Direktur Sekolah Kepelatihan Coverciano yang kini menjabat Ketua Asosiasi Manajer Sepak Bola Italia, Renzo Ulivieri memberi jawaban sederhana. Menurutnya, Serie A adalah liga yang sangat taktikal.

“Kejuaraan kami adalah kejuaraan yang sulit,” kata dia. Bagi pelatih Italia, menurutnya, seni melatih harus bisa diturunkan di lapangan. Seni melatih yang dimaksud diajarkan di Coverciano. Bahwa pendekatan yang dilakukan adalah memberikan kebebasan seorang pelatih menemukan taktiknya sendiri.

Di Italia, tentunya yang dimaksud adalah Serie A, seorang pelatih harus konsisten dengan taktik yang dianutnya. Juga tidak mudah goyah dengan pengaruh luar. Di Serie A, pemilihan taktik lebih dikedepankan ketimbang gaya bermain dan ideologi.

Maka dari itu, banyak pelatih sukses di Serie A karena punya konsep taktiknya sendiri dan tidak terpengaruh dengan sepak bola luar. Sebut saja Massimiliano Allegri. Sejak 2010-2023 ialah pelatih yang paling banyak meraih gelar Serie A, dengan enam trofi.

Tidak Cocok untuk Pelatih yang Suka Coba-Coba

Karena liganya adalah liga taktikal, maka yang terjadi di Serie A adalah pertempuran taktis. Mana taktik pelatih yang akan menang dan mana yang kalah. Oleh karena itu, pelatih yang tidak punya konsep taktik yang jelas. Katakanlah suka berspekulasi, tidak cocok di Serie A.

Sebutlah misalnya Frank De Boer. Gaya De Boer yang filosofis tidak cocok dengan Serie A yang taktikal. Ia gagal total saat melatih Inter. Luis Enrique juga sama. Ia yang cenderung spekulatif dalam melatih, gagal ketika menukangi AS Roma.

Nah, Serie A cocok dengan pelatih seperti Jose Mourinho. Mou yang punya pakem taktik yang jelas dengan pragmatismenya, dan cenderung tak berubah-ubah, pernah meraih kesuksesan di Italia, terutama saat melatih La Beneamata.

Cenderung Kembali dan Lahirnya Pelatih Muda

Selain itu, ada pula tradisi di mana tim-tim Italia suka memulangkan bekas pelatih mereka ketika memecat seorang pelatih. Apalagi jika pelatih tersebut di masa lalu merengkuh kesuksesan. Misalnya, Allegri yang kembali dipercaya Juventus.

Kendati belum tentu memberikan hasil sesuai apa yang diinginkan, tapi hal semacam ini masih sering dipakai. Sangat mungkin karena persoalan taktikal tadi. Suatu klub di Italia percaya bahwa pelatih dengan konsep taktik paten lebih menjanjikan.

Kesempatan pelatih asing berkiprah di Italia juga sepertinya makin tertutup karena sudah mulai banyak para pelatih muda asal Italia yang bermunculan. Thiago Motta, Alberto Gilardino, Alessio Dionisi, hingga Raffaele Palladino membuktikan bahwa Serie A tidak akan pernah kehabisan stok pelatih asal Italia.

https://youtu.be/zEmZug6g6ik

Sumber: Rivistaundici, Labaroviola, CalcioEngland, KhelNow

Jadon Sancho Memang Layak Dibuang Manchester United!

0

Pesawat yang membawa Jadon Sancho akhirnya mendarat di Bandar Udara Dortmund. Ini jadi jawaban setelah situasinya sunyi senyap selama beberapa bulan. Jurnalis ternama asal Italia, Fabrizio Romano pun sudah bersabda bahwa jebolan akademi Manchester City itu akan segera merampungkan transfernya ke Borussia Dortmund. 

Kembalinya Sancho ke Jerman jadi episode terbaru dari drama yang selama ini bergulir. Ketegangan yang terjadi antara Sancho dan Erik Ten Hag tampaknya tak menemukan ending yang diinginkan oleh Manchester United. Lantas, apakah transfer ini merupakan langkah yang tepat atau cuma menunda masalah saja?

Awal Permasalahan

Musim ini Manchester United mungkin layak mendapat julukan FC Hollywood layaknya Bayern Munchen. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu seakan tak bisa dipisahkan dari intrik dan drama yang terjadi. Entah drama transfer pemain, perselisihan, hingga kekerasan dalam rumah tangga, semuanya memenuhi laman berita setiap pekannya.

Beberapa pemain disibukkan dengan masalah di luar lapangan, tak terkecuali ya si Jadon Sancho ini. Perpecahan berawal setelah laga melawan Arsenal pada awal Bulan September 2023. Kala itu United takluk 1-3 dan Sancho sama sekali tak muncul di daftar pemain yang dibawa Ten Hag.

Ketika ditanya mengapa, sang pelatih terbuka bahwa pemain berkebangsaan Inggris itu tak masuk skuad karena kurangnya usaha dalam sesi latihan. Ten Hag merasa Sancho tak memberikan 100% kemampuan dan dedikasinya pada Manchester United.

Lebih rincinya, The Athletic menuturkan kalau Ten Hag frustasi dengan lambatnya perkembangan Jadon sancho. Sementara rekan satu timnya juga tidak senang dengan kelakuan Sancho yang seenak jidat. Sang pemain bahkan kedapatan sering terlambat datang ke Carrington.

Mendengar pernyataan menohok itu, Sancho pun tak terima dan memberikan balasan yang tak kalah tajam. Melalui akun X-nya, Jadon Sancho mengatakan bahwa dirinya hanya dijadikan kambing hitam atas situasi sulit yang sedang dialami klub. 

Sancho Ogah Minta Maaf

Karena tindakan ini, Sancho mendapat kecaman dari berbagai pihak. Namun Ten Hag tak mau gegabah mengambil sikap. Ia masih mau memberikan kesempatan lagi bagi Sancho untuk memperbaiki ini semua. Syaratnya menghapus postingan tersebut dan meminta maaf kepadanya. 

Sayang, opsi itu tampaknya tak begitu menarik bagi pemain yang namanya mirip dengan merk minyak goreng tersebut. Pada akhirnya, Sancho memang berkenan menghapus postingan yang berisikan pembelaan tersebut. Namun, tak ada sedikit pun itikad baik dari sang pemain untuk menyelesaikan masalahnya dengan Ten Hag.

Sungguh keras kepala pemain yang satu ini. Respons itu bikin Ten Hag geram. Manajer Manchester United itu menghukum Sancho atas sikap anti-kritiknya itu dengan melarangnya ikut latihan sampai waktu yang tidak ditentukan. 

Situasi semakin memburuk saat Ten Hag meningkatkan hukumannya menjadi larangan terhadap Sancho untuk menggunakan segala fasilitas di lingkungan Manchester United, termasuk ruang makan. Jadi, saking jengkelnya pelatih berkepala gundul itu, Sancho sampai nggak dibolehin makan bareng skuad MU.

Polemik antara Sancho dan ten Hag ini membuat sejumlah pemain seperti Marcus Rashford, Harry Maguire, dan Luke Shaw sampai turun tangan. Mereka bertiga yang kebetulan sama-sama membela tim nasional Inggris membujuk Sancho agar segera minta maaf kepada sang pelatih agar masalahnya cepat selesai.

Namun, Sancho masih saja keras kepala. Dia masih menolak untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Erik Ten Hag atas sikap anti-kritiknya tersebut. Daripada jadi virus menular, pihak Manchester United pun memutuskan untuk melepas Sancho pada bursa transfer Januari 2024. Dan sang pemain pun terbuka untuk segala kemungkinan.

Kebiasaan Sejak Dulu

Ketika Jadon Sancho bersikeras kalau dirinya bukan seperti apa yang dibicarakan oleh media, beberapa bukti bahwa Sancho adalah pembawa masalah justru mulai bermunculan. Ketegangannya dengan Ten Hag sejatinya hanya puncak gunung es. Nyatanya masalah kepribadian Sancho sudah jadi bahaya laten.

Setelah Sancho dibekukan dari skuad Manchester United, pemain berusia 23 tahun itu tetap diserbu oleh pemberitaan miring. Salah satunya dari media Mirror yang memberitakan kalau sikap malas-malasan sudah jadi kebiasaan buruk sang pemain. Kabarnya, sebelum akhirnya menyepakati kembalinya Sancho, Dortmund sempat ragu.

Klub yang bermarkas di Signal Iduna Park itu sudah tahu kelakuan minus Sancho. Mantan pemain Manchester City terkenal tidak disiplin. Sancho juga sering datang ke tempat latihan dengan keadaan ngantuk karena malamnya sibuk bermain playstation dan game online hingga larut malam.

Tak hanya itu, Sancho juga sering keluyuran nggak jelas. Kadang sampai dua hari nggak ada kabar. Tindakan indisipliner sang pemain pun kerap jadi omongan oleh rekan-rekan dan tim pelatih yang kala itu dipimpin Lucien Favre. Tokoh-tokoh senior Dortmund juga dikabarkan sempat khawatir kembalinya Sancho dapat meresahkan skuad saat ini. 

Gabung Dortmund Lagi

Biar pun Borussia Dortmund sudah mengerti soal kelakuan Jadon Sancho, tampaknya mereka tetap berani untuk mengambil segala resiko yang ada. Sejak bursa transfer musim dingin dibuka, ada banyak spekulasi terkait masa depan Sancho. Dortmund bukan satu-satunya tim yang berminat untuk menampungnya. Klub-klub Arab Saudi juga sudah ngantri sambil bawa duit sekoper.

Namun, karena masih muda dan Arab Saudi bukan pilihan yang ideal untuk perkembangan karirnya, Sancho memprioritaskan klub lamanya itu. Manchester United pun mempercepat negosiasi agar Sancho lekas pergi. Menurut Fabrizio Romano, Manchester United akhirnya sepakat untuk melepas Sancho ke Dortmund namun bukan dalam kesepakatan permanen, melainkan dengan kesepakatan pinjaman selama enam bulan.

Menariknya, tidak ada klausul pembelian permanen dalam kontrak sang winger. Sebagian besar gaji Sancho pun masih MU yang bayar. Dortmund hanya membayar sebesar 4 juta euro atau sekitar Rp68 miliar untuk fee pinjaman. Itu berarti Sancho akan tetap kembali ke Old Trafford ketika masa peminjamannya berakhir.

Menyelesaikan Masalah?

Usai kesepakatan tercapai, Jadon Sancho pun langsung diterbangkan ke Jerman oleh pihak Borussia Dortmund. Pemain berusia 23 tahun itu juga terlihat sudah mengaktifkan kembali akun instagramnya. Bio dan postingannya memang kosong, tapi foto profilnya mampu menarik perhatian publik. 

Di saat transfernya belum diresmikan, Sancho justru sudah menggunakan foto profil yang menampilkan gambar kakinya yang terbalut kaos kaki kuning khas The Black Yellow. Ini menandakan kalau hati Sancho memang sudah tak berada di Manchester. Namun, apakah membiarkannya pergi ke Dortmund adalah langkah yang tepat? 

Belum tentu. Karena Sancho hanya pergi dengan status pinjaman tanpa opsi pembelian. Itu sama saja dengan lari dari masalah. Karena peminjaman tak akan menjamin hubungan Ten Hag dengan Sancho akan membaik. Maka dari itu, satu semester di Jerman akan sangat berpengaruh pada karir Sancho di Manchester.

Ada dua kemungkinan mengapa Sancho hanya dilepas dengan status pinjaman. Pertama, karena Manchester United masih percaya pada talenta sang pemain. Karena selama di Manchester, Sancho belum menunjukan potensi maksimal. Jadi, MU masih ngarep kalau Sancho mau memperbaiki semua dan bekerja lebih giat lagi.

Kedua, peminjaman hanyalah trik agar United bisa menjual Sancho dengan harga yang lebih tinggi di akhir musim. Musim ini Sancho hanya bermain selama 76 menit saja. Tentu akan sulit mendapat harga tinggi untuk pemain yang jarang main. Nah jika dipinjamkan, MU berharap Sancho sedikit menunjukan kemampuannya sehingga menarik minat para pembeli. Toh, pemain yang tak memiliki komitmen sepertinya, layak untuk dibuang.

Sumber: The Guardian, Goal, The Sun, Mirror, United in Focus