Beranda blog Halaman 110

Penduduknya Kalah Banyak dari Jaksel, Tapi Bahrain Konsisten di Asia

Laga tandang melawan Bahrain akan dijalani oleh anak asuh Shin Tae-yong dengan penuh optimis. Pasalnya, kekuatan Bahrain dianggap cukup lemah jika dibandingkan dengan skuad Timnas senior saat ini. Terlebih hasil buruk Bahrain atas Jepang semakin memperlihatkan bahwa Bahrain tidaklah istimewa.

Lantas, apakah anggapan itu benar? Sebetulnya, anggapan bahwa sepak bola Bahrain tak ada apa-apanya tak sepenuhnya benar. Loh, kenapa bisa begitu? Pengen tahu kenapa bisa begitu? Mari kita coba bahas saja seperti apa sepak bola di Bahrain.

 

Bukan Negara Kuat, Tapi Konsisten

Memang betul Bahrain bukan negara sepak bola yang kuat. Sepak bola mereka pun tak istimewa-istimewa amat. Tapi satu hal yang perlu diapresiasi dari Bahrain adalah konsistensinya. Mereka memang bukan yang terbaik, tapi mereka bisa konsisten tampil di level atas sepak bola Asia.

Sepak bola Bahrain tergolong sangat cupu sebelum masuk tahun 2000. Sejak mendapatkan kemerdekaan penuh dari Inggris pada tahun 1971, Bahrain hanya mampu sekali tembus ke Piala Asia pada 1988. Sisanya mereka gagal lolos. Baik karena cuma jadi bulan-bulanan di fase kualifikasi, ataupun mundur karena tahu diri.

Namun, semua kemediokeran Bahrain itu seketika terkikis kala dunia mulai memasuki abad baru. Cahaya cerah sepak bola Bahrain ditandai dengan keberhasilan mereka dua kali mengalahkan tetangga kuat, Iran. Pertama, pada kualifikasi Piala Asia 2000. Gol tunggal Mohamed Ahmed Salmeen menjadikan Bahrain satu-satunya negara yang berhasil mengalahkan Iran di Grup 2. Meski pada akhirnya mereka tidak lolos.

Pada kesempatan kedua, Iran kembali takluk dari tetangga kecilnya ini. Kali ini kekalahannya cukup menyakitkan karena membuat mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2002. Andai kata tak kalah 3-1 dari Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2002, Iran akan finish di puncak klasemen Grup A dan lolos otomatis ke Piala Dunia. Sialnya lagi di fase play off Iran malah kalah dari Irlandia.

Dua kemenangan tadi menjadi titik balik performa Bahrain. Pada turnamen mayor setelahnya, mereka tampil menggila di Piala Asia 2004. Tak ada yang menyangka mereka bisa tembus hingga semifinal. Andai saja keunggulan Bahrain 3-2 di menit 85 tak disamakan oleh Yuji Nakazawa, pastinya Bahrain yang tampil di final.

Di laga semifinal ini, Bahrain pada akhirnya kalah 3-4 setelah babak perpanjangan waktu. Sialnya lagi, di perebutan juara ketiga mereka malah harus bertemu Iran. Alhasil, mereka cuma jadi ajang balas dendam Iran sehingga kalah 4-2. Namun, performa gemilang ini akhirnya dihadiahi penghargaan FIFA’s Most Improved Team 2004.

Setelah kegemilangan mereka pada edisi ini, Bahrain selalu lolos pada edisi-edisi setelahnya, termasuk pada Piala Asia 2027 nanti. Meskipun paling jauh mereka hanya sampai di babak 16 besar, yakni pada edisi 2019 dan 2023.

Sementara di ajang Piala Dunia, mereka bisa dibilang lumayan. Meskipun belum pernah lolos hingga Piala Dunia, mereka pernah dua kali hanya berjarak selangkah dari Piala Dunia. Pada edisi 2006, mereka kalah di kualifikasi terakhir melawan Trinidad & Tobago. Empat tahun berselang, mereka kalah lagi di babak yang sama. Kali ini dari Selandia Baru. 

 

Rival Berat Qatar

Untuk level regional, prestasi Bahrain di Asia Barat tergolong oke. Pada tiga edisi WAFF Cup terakhir, Bahrain selalu lolos hingga babak semifinal. Pada edisi terakhir yang digelar tahun 2019, Bahrain malah keluar sebagai juara. Mereka berhasil menang tipis 1-0 dari tuan rumah, Iraq, di Karbala International Stadium.

Hal serupa pun terjadi di ajang Gulf Cup. Bahrain juga selalu lolos ke babak semifinal pada tiga edisi Gulf Cup terakhir. Pun serupa dengan WAFF Cup, mereka juga keluar sebagai juara setelah menang 1-0 di final. Bedanya, lawan yang Bahrain taklukkan adalah Arab Saudi dan venue pertandingan digelar di Qatar.

Fakta bahwa gelar tersebut diraih di Qatar juga menjadi hal yang spesial. Pasalnya, Qatar adalah rival terbesar Bahrain. Rivalitas keduanya sebenarnya terjadi dalam urusan politik dan memang sudah berlangsung sangat lama. Namun, pada akhirnya merembet pula ke lapangan hijau. Menurut data 11v11, sejak tahun 2004, Bahrain hanya baru menelan sekali kekalahan dari 18 laga melawan Qatar.

 

Tak Hanya Konsisten di Level Negara, Tapi juga di Level Klub

Tak hanya di level negara, klub-klub Bahrain pun konsisten tampil di kompetisi Asia. Pada musim 2024/25 ini, mereka berhak mengirimkan dua wakilnya di kompetisi AFC Champions League 2 atau yang dulu dikenal sebagai AFC Cup. Karena seringnya mengirim wakil di Asia, peringkat Liga Bahrain pun lumayan. Untuk tahun 2024, Liga Bahrain bercokol di posisi 16 alias 11 tingkat di atas Liga Indonesia.

Pun keberadaan klub Bahrain di Asia juga bukan sekadar sebagai tim numpang lewat. Raja Liga Bahrain, Al-Muharraq, sudah tiga kali masuk final sejak era AFC Cup digelar pada 2004. Dari tiga kesempatan tersebut, Al-Muharraq berhasil menjadi kampiun di edisi 2008 dan 2021. Sementara, klub ini masih menjadi runner-up klub pengoleksi gelar AFC Champions League terbanyak bersama klub Yordania, Al-Faisaly, yang juga mengoleksi 2 gelar.

 

Kompetisi Lokal yang Rapi

Kehebatan Al-Muharraq ini ditopang dari adanya kompetisi lokal yang rapi dan konsisten. Dengan total penduduk tak sampai 1,5 juta orang dan luas wilayah tak lebih dari 800 kilometer persegi, Bahrain memiliki total 24 klub yang terbagi dalam dua kompetisi. Tiap kompetisi berisi 12 klub. Siapa klub yang merajai kompetisi ini? Jawabannya sudah jelas, Al-Muharraq. Hingga 2024, klub ini sudah mengantongi 34 gelar liga yang terakhir diraih pada 2018.

Yang tak kalah unik, dari total 24 tim ini, Bahrain hanya memiliki empat stadion. Mayoritas laga di kompetisi Liga Bahrain digelar di stadion utama mereka, Bahrain International Stadium. Stadion yang terletak di Kota Riffa ini juga merupakan markas dari Timnas Bahrain. Pada laga melawan Timnas Indonesia tanggal 10 Oktober 2024 nanti, bakal digelar di tempat ini.

Sementara itu tiga stadion lainnya antara lain: Khalifa Sport City Stadium dengan kapasitas 15 ribu orang di Isa Town, markas Al-Ahli Stadium dengan kapasitas 10 ribu orang di Manama, dan Al-Muharraq Stadium dengan kapasitas 20 ribu orang di Arad. Untuk dua stadion terakhir, sesuai dengan namanya, keduanya merupakan milik Al-Ahli Club dan Al-Muharraq.

Mengingat fakta bahwa penduduknya bahkan kalah jauh dari Jakarta Selatan dan luas wilayah yang juga mirip dengan Singapura, sepak bola Bahrain tergolong sangat oke. Mereka bisa menggelar liga yang tak sekadar jalan, tapi juga berprestasi. Hasilnya, pemain-pemain Bahrain memiliki jam terbang yang cukup sehingga Timnas Bahrain pun mendapat manfaatnya. Sebab, konsistensi Bahrain di Asia tak bisa dilepaskan dari peran liga lokal mereka.

Sumber: RSSSF, 11v11, Transfermarkt, Footyrank, dan FIFA

Melesat Jauh, Timnas Indonesia Jadi Patokan Negara Ini

0

Bagai pohon pisang bertandan tiga yang langka, Timnas Indonesia kini menjadi perhatian hampir di seluruh penjuru dunia. Bahkan kalau saja di Merkurius ada tradisi bermain sepak bola, semerbak Timnas Indonesia niscaya akan sampai ke sana.

Saking jauhnya melesat meninggalkan para kompetitornya di Asia Tenggara, Timnas Indonesia kini menjadi patokan negara-negara di kawasan ASEAN. Mungkin hanya Thailand yang tidak menjadikan Indonesia patokan, sekalipun mereka meniru proyek naturalisasi. Kebetulan kiblat Thailand adalah Suriah dan Uni Emirat Arab.

Tapi tiada mengapa, walau tak menjadi patokan Thailand, Timnas Indonesia masih menjadi patokan negara-negara Asia Tenggara lainnya, dan bahkan dari luar Asia Tenggara.

Penasaran? Let’s go kita bahas.

Vietnam

Mari memulainya dari Vietnam. Meskipun media-media acap kali julid pada Timnas Indonesia, tapi mereka juga beberapa kali memuji. Apalagi semenjak Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Mengutip CNBC Indonesia, media Vietnam seperti BongDa menulis bahwa Indonesia telah melampaui Thailand dan Vietnam itu sendiri. Anak asuh Shin Tae-yong tampil sangat memukau di perhelatan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pandit sepak bola Quang Huy seperti dikutip Superball juga mengatakan bahwa Timnas Indonesia tak lagi bisa dibandingkan dengan Vietnam. Karena sudah tertinggal, Vietnam pun kemudian menjadikan Indonesia patokan. Mereka akhirnya gercep mengikuti jejak langkah Timnas Indonesia.

Ingat, kan, Vietnam sampai merekrut pelatih Korea Selatan, Kim Sang-sik? Vietnam juga mulai mencari-cari pemain keturunan untuk bisa dinaturalisasi. Meski yah, tak sedikit yang ternyata mereka paksakan dan hasilnya, mohon maaf, zonk.

Malaysia

Sejak rankingnya anjlok dan prestasinya seperti ban kempes, Malaysia mulai mengatur siasat dan menjadikan Timnas Indonesia tolok ukur. Harimau Malaya selalu ingin mengungguli Indonesia dalam segala hal. Di level tim nasional, mereka mulai mencoba-coba untuk mencontek cara-cara yang dilakukan Indonesia.

Legenda mereka sendiri, Azlan Johar sampai-sampai meminta Harimau Malaya untuk meniru Timnas Indonesia. Indonesia merekrut pelatih asal Korea Selatan, Malaysia lalu tiru dengan mendatangkan Kim Pan-gon. Soal pemain keturunan, Malaysia juga niru. Malahan soal ini nirunya hampir plek-ketiplek.

Indonesia banyak diperkuat pemain keturunan dari Belanda, Malaysia coba meniru mencarinya di Belanda. Konon sudah dapat, namanya Mats Deijl. Namun, pemain yang membela Go Ahead Eagles itu ternyata tak lolos persyaratan kelayakan untuk bergabung ke Timnas Malaysia.

Meski kelihatannya ingin meniru Indonesia, tapi pihak FAM sendiri sebetulnya tak yakin bisa menerapkan sistem yang dipakai Indonesia. Baginda Datuk Hamidin, sang presiden FAM, juga mengakui kalau tidak semua hal dari Indonesia bisa ditiru. Salah satunya soal peleburan pemain muda dan senior.

“Mungkin (peleburan pemain muda dan senior) cocok dengan Indonesia saat ini, tetapi tak cocok dengan Malaysia,” kata Hamidin.

Timor Leste

Negara berikutnya yang jadikan Timnas Indonesia patokan adalah Timor Leste. Setelah dua dekade lebih lepas, Timor Leste mulai menata segala hal, termasuk sepak bolanya. Belum lama ini, Timor Leste juga mengakui kalau Timnas Indonesia kini menjadi patokan perkembangan sepak bola negaranya.

Pelatih Timor Leste U-20, Gopalkrishnan Ramasamy yang menyampaikan hal itu. Jelang menghadapi Indonesia asuhan Indra Sjafri di Kualifikasi Piala Asia U-20 lalu, abah Gopal sebenarnya sudah pasrah. Namun, mereka mencoba bermain ngotot menghadapi Indonesia demi melihat sejauh mana kemampuan mereka.

Pada akhirnya, Timor Leste bahkan bisa menjebol gawang pasukan Indra Sjafri, sekaligus menjadi tim pertama yang berhasil melakukannya. Dalam konferensi pers, abah Gopal yang pernah membesut tim senior Timor Leste mengatakan bahwa bermain ngotot menghadapi Indonesia, meski kalah kelas telah menjadi kebiasaan Timnas Timor Leste.

“Kami rasa Indonesia memang telah jadi tolok ukur untuk menilai perkembangan kita,” katanya.

Filipina

Setelah melayani perlawanan Indonesia di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia lalu, Filipina kaget setengah mampus terhadap perkembangan Timnas Indonesia. “Lho, kok jadi kuat banget gini,” kira-kira begitu kalimat yang tertata di pikiran para pemain Filipina.

Setelah pertandingan tersebut pula, pelatih Filipina kala itu, Tom Saintfiet mengaku bermimpi untuk membangun tim yang bisa selevel seperti Indonesia. Ia ingin membentuk Timnas Filipina yang disegani. Tapi sayangnya, belum juga cita-cita adiluhung itu terkabul, Saintfiet malah sudah menanggalkan jabatannya.

Filipina juga tampaknya akan meniru pengembangan pemain muda di Indonesia. Pelatih Timnas Filipina U-19, Josep Ferre suatu kali pernah memuji langkah yang dilakukan Indonesia dalam pembinaan pemain usia muda. Menurutnya, Timnas Indonesia yang terus fokus pada pengembangan pemain akan berbuah baik.

Setibanya di Filipina usai Piala AFF U-19, Josep Ferre langsung mendatangi Presiden FA Filipina. Ia bilang bahwa Filipina harus memperhatikan apa yang dilakukan Indonesia dalam sepak bola.

Brunei Darussalam

Negara yang juga lumayan sering digilas oleh Timnas Indonesia, Brunei Darussalam juga menjadikan Indonesia tolok ukur. Terkait hal ini, Federasi Sepak Bola Brunei sampai-sampai mendatangkan orang yang paham sepak bola Indonesia. Ia adalah Paul Munster.

Agustus 2022 lalu, eks pelatih Bhayangkara FC itu resmi menjadi direktur teknik Brunei Darussalam. Sayangnya, Paul Munster tak cukup bagus membawa Brunei terbang tinggi. Selama menjadi direktur teknik, Brunei menghadapi Indonesia di Piala AFF tiga kali dan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Hasilnya bahkan Brunei kebobolan 19 gol. Meski bukan sepenuhnya salah Munster, namun akhirnya ia memilih meninggalkan jabatannya dan kembali ke Indonesia, melatih Persebaya Surabaya.

Bangladesh

Di luar Asia Tenggara, ada Bangladesh yang selalu penasaran terhadap Timnas Indonesia. Pada April 2022 lalu, sebelum Kualifikasi Piala Asia 2023, Bangladesh berkali-kali menyurati PSSI untuk menggelar uji coba. Mengapa demikian? Menurut FA Bangladesh, laga melawan Indonesia bisa menjadi patokan seberapa hebat Timnas Bangladesh.

Namun, PSSI tak kunjung merespons. Hingga tiga kali surat permohonan itu dikirim, barulah PSSI merespons. Alhasil laga melawan Bangladesh pun digelar. Pada 1 Juni 2022, Timnas Indonesia menggelar uji coba menghadapi Bangladesh dalam tajuk FIFA Matchday di Stadion Si Jalak Harupat.

Di laga itu, Bangladesh benar-benar memilih lawan yang tepat. Mereka kesulitan membobol gawang Indonesia. Tak ada gol yang tercipta di Soreang selama 90 menit. Skor kacamata pun menjadi hasil akhir pertandingan.

Usai laga, pelatih Bangladesh, Javier Fernandez Cabrera memuji kualitas Indonesia. Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah calon kuat tim yang akan lolos ke Piala Asia 2023. Dan apa yang dikatakan Javier benar belaka. Indonesia tidak hanya lolos, tapi juga melangkah ke babak 16 besar.

Amerika Serikat

Mengejutkan? Demikianlah adanya. Timnas Amerika Serikat memang tidak secara langsung menjadikan Indonesia patokan. Namun, media termasyhur dari Amerika Serikat yang paling sering jadi rujukan Starting Eleven, The Athletic-lah yang menjadikan Indonesia tolok ukur.

Tapi tolok ukur soal popularitas. Dalam artikel terbarunya, The Athletic membandingkan popularitas pemain Timnas Indonesia dengan Timnas Paman Sam. Hasilnya jelas kalah telak. Starting XI Timnas Indonesia waktu melawan Australia saja memiliki total pengikut 26,9 juta di Instagram.

Sementara Starting XI Amerika Serikat kala melawan New Zealand hanya memiliki total pengikut 1,5 juta di Instagram. Bayangkan, jumlah pengikut 11 pemain itu kalah jauh dari jumlah pengikut Marselino Ferdinan di Instagram. Popularitas para pemain juga mendongkrak nama klubnya, tak terkecuali klub Indonesia seperti Persija Jakarta.

Sumber: TheAthletic, Superball, Bolasport, Bolacom, OneFootball, CNNIndo, Suara, CNBCIndo

Gaji UMR Minggir Dulu, Klub Ini Paling Jor-joran Soal Gaji Pemain

0

Sebagai pelamar kerja, nominal gaji sangat sensitif. Apalagi di era sekarang. Jika kedua belah pihak tidak sepakat soal gaji, kontrak kerja bisa batal untuk ditandatangani. Pun demikian di dunia sepakbola. Besaran gaji yang diterima pemain sangat penting saat melakukan negosiasi transfer.

Jika gajinya nggak cocok, pemain incaran bisa lepas dan berakhir ditikung tim rival. Maka dari itu, banyak klub yang berani memberi gaji tinggi demi mendapatkan jasa pemain yang dibutuhkan. Tapi kebijakan ini terkadang justru bikin beban gaji membengkak. Dan berikut adalah klub top dengan beban gaji tertinggi di Eropa

Chelsea – 397 juta euro

Dari yang terendah dalam daftar, ada Chelsea. Klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini berada di urutan ketujuh dengan beban gaji di angka 397 juta euro. Ini angka yang di luar prediksi, mengingat mereka kerap mendatangkan pemain dengan biaya transfer yang gila.

Media-media ternyata hanya menyoroti nilai transfernya saja, tanpa memperhatikan kemampuan Chelsea dalam menego gaji. Pada musim 2023/24, Enzo Fernandez memang jadi pemain dengan nilai kontrak tertinggi di Liga Inggris. Tapi soal gaji, Enzo bukan yang tertinggi. Bahkan tidak ada nama pemain Chelsea dalam lima besar pemain dengan gaji tertinggi di Inggris.

Musim ini, pemain Chelsea dengan gaji tertinggi adalah Raheem Sterling. Mantan pemain Liverpool itu mengantongi 325 ribu pound per pekan. Namun, dengan status Streling yang kini dipinjamkan ke Arsenal, maka gaji tertinggi di skuad The Blues dipegang oleh Reece James dengan 250 ribu pound. Enzo justru berada di urutan keenam dengan 180 ribu pound.

Bayern Munchen – 416 juta euro

Di urutan keenam ada Bayern Munchen. Die Roten jadi satu-satunya wakil Jerman di daftar kali ini. Itu tidak mengherankan, mengingat kualitas pemain yang dimiliki The Bavarian memang jadi yang paling mewah di Bundesliga. Maka dari itu, tagihan gaji Bayern Munchen sebesar 416 juta euro.

Dengan finansial yang kuat, mudah bagi Bayern Munchen untuk menawarkan gaji tinggi pada pemainnya. Bahkan jika melihat daftar gaji pemain di Bundesliga musim 2023/24, sembilan dari sepuluh nama pertama adalah pemain Bayern Munchen. Hanya David Raum yang nyempil di urutan keenam. 

Menariknya, Munchen tidak menempatkan pemain lokal sebagai penerima gaji tertinggi di klub. The Bavarian justru memberikan status pemain dengan bayaran tertinggi kepada Harry Kane. Pemain asal Inggris itu menerima gaji lebih dari 480 ribu euro per pekan. Itu lebih tinggi 77 ribu euro dari Manuel Neuer.

Liverpool – 429 juta euro

Di urutan kelima, kita kembali memasukan nama klub Inggris, Liverpool. Klub yang kini dilatih oleh Arne Slot itu memiliki beban gaji di angka 429 juta euro. Ini jadi angka yang cukup jomplang jika melihat apa yang dimiliki Chelsea. Karena jika dibandingkan dengan Chelsea, Liverpool bukan klub yang doyan belanja pemain dengan bandrol tinggi. 

Tapi mereka ternyata berani menawarkan gaji tinggi agar pemain yang diincar mau bergabung. Mungkin keseringan ditikung sama tim rival kali ya, jadi pas ngincer pemain lain gajinya langsung dibuat tinggi biar nggak nolak lagi.

Apa pun itu alasannya, Liverpool memang rajin ngasih reward kepada pemainnya. Apalagi jika pemain itu memberikan kontribusi yang signifikan. Contohnya seperti Mohamed Salah. Menjadi tulang punggung lini serang The Reds, Salah mengantongi 350 ribu pound per pekan. Itu jadi yang tertinggi di skuad. Di bawah Salah, ada Virgil van Dijk dengan 220 ribu pound per pekan.

Real Madrid – 453 juta euro

Di atas Liverpool, ada Real Madrid. Melepas pemain-pemain bintangnya, seperti Cristiano Ronaldo, Eden Hazard, hingga Karim Benzema dalam kurun waktu lima tahun terakhir ternyata tidak membuat Madrid berhemat. Beban gaji klub Ibukota Spanyol itu masih saja tinggi. Kini, El Real memiliki tagihan gaji sekitar 453 juta euro.

Bahkan empat dari lima pemain dengan gaji tertinggi di La Liga, masih didominasi oleh pemain El Real. Dilansir Capology, pemain Madrid yang menyandang sebagai pemain dengan gaji tertinggi adalah Kylian Mbappe. Mantan pemain PSG itu mengantongi gaji sekitar 600 ribu euro per pekan.

Itu adalah jumlah gaji yang luar biasa. Bahkan gaji musim perdana Mbappe dua kali lipat dari gaji Cristiano Ronaldo di musim terakhirnya bersama El Real. Sebelum pindah ke Juventus, Ronaldo hanya mengantongi gaji 365 ribu poundsterling per pekan. Sedangkan musim lalu, saat Mbappe belum gabung David Alaba lah yang menjadi pemain dengan gaji tertinggi Madrid. Bek Austria itu mengantongi 432 ribu euro per pekannya. 

Manchester City – 554 juta euro

Posisi ketiga ditempati Manchester City yang memiliki beban gaji di angka 554 juta euro. Keberadaan City di daftar kali ini tentu wajar. Dengan saldo rekening yang tak terhingga dan memiliki bos besar dari Uni Emirates Arab, City tak keberatan untuk memberi gaji dan bonus tinggi pada pemain-pemainnya.

Bagi City, gaji tinggi mungkin bisa memaksimalkan performa pemain di lapangan. Mereka jadi lebih termotivasi untuk tampil optimal. Hasilnya? Cukup memuaskan. Dalam sepuluh tahun terakhir, The Sky Blue berhasil mendominasi Liga Inggris. Bahkan, pada musim 2022/23 mereka memenangkan kejuaraan antarklub paling bergengsi di Eropa, Liga Champions.

Meski jadi klub dengan beban gaji tertinggi di Liga Inggris, City tidak segila Real Madrid dalam menggaji pemainnya. Pemain dengan gaji tertinggi di City adalah Kevin De Bruyne. Gelandang asal Belgia itu menerima 400 ribu pound per pekan. Cuman, City memang punya banyak pemain yang gajinya lebih dari 200 ribu pound per pekan. Selain KDB, ada delapan pemain yang menerima gaji di atas 200 ribu pound. Jadi wajar, jika beban gajinya tinggi.

PSG – 617 juta euro

Klub asal Prancis itu memiliki beban gaji di angka 617 juta per awal tahun 2024 kemarin. Itu berarti, pengeluaran gaji untuk Kylian Mbappe musim lalu masih masuk laporan keuangan edisi tersebut. Sebelum bergabung Real Madrid, Mbappe memang jadi pemain dengan gaji tertinggi di PSG. Menurut Capology, gaji Mbappe musim 2023/24 berada di angka 1,3 juta euro per pekan.

Itu sangat gila. Dirinya bahkan dianggap sebagai stakeholder PSG karena gajinya yang teramat tinggi itu. Namun, setelah Mbappe pindah ke Madrid, status itu kini dipegang oleh Ousmane Dembele. Pemain sayap asal Prancis itu kini mengantongi gaji sekitar 384 ribu euro per pekan. 

Sementara di urutan kedua ada Lucas Hernandez dengan 365 ribu euro per pekan. Dengan hengkangnya Mbappe, laporan keuangan PSG akan berubah. Bisa dipastikan anggaran yang dikeluarkan PSG untuk membayar gaji pemain di akhir musim nanti akan mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Barcelona – 639 juta euro

Di puncak klasemen ada Barcelona. Pada awal tahun 2024, UEFA melaporkan bahwa Barca memiliki beban gaji sekitar 639 juta euro. Sebetulnya, jika dilihat dari daftar gaji, tak ada pemain La Blaugrana yang memiliki gaji yang wah. Paling cuma Frenkie De Jong yang menerima gaji tinggi, yakni sekitar 605 ribu pound per pekan. Sisanya sih standar lah ya.

Apalagi Barca sudah secara masif melakukan pemotongan gaji kepada setiap pemainnya selama dua musim terakhir. Lantas, apa yang membuat beban gaji Barca terus membengkak? Ternyata semua ini karena adanya tunggakan gaji dari sejumlah pemain. Beberapa pemain belum mendapat gaji secara penuh di bulan-bulan tertentu.

Contohnya saja seperti yang dialami oleh Frenkie De Jong. Dilansir Goal, Barcelona tercatat belum membayar gaji De Jong sekitar 18 juta euro. Penunggakkan gaji ini mengacu pada sejumlah gaji yang sang pemain yang ditangguhkan selama pandemi Covid-19. Mungkin kalau Barca rutin membayar gaji pemain-pemainnya, beban gaji di tahun 2024 tidak akan sebesar ini.

Sumber: 90min, Goal, Capology, Bola.com 

Percayalah, Timnas Indonesia Bisa Capai 100 Besar FIFA dengan Mudah!

0

“Saya bukan Tuhan!” Ucap Shin Tae-yong ketika diberi target oleh Erick Thohir untuk mencapai 15 poin di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Shin Tae-yong tampaknya tidak mau ambil pusing soal target yang diminta PSSI. Dirinya merasa bahwa apapun bisa terjadi di lapangan, dan itu bukan atas kuasanya.

Toh, lolos Piala Dunia 2026 bukan target utama yang diminta dalam kontrak terbarunya. Seperti yang kita ketahui, dalam negosiasi perpanjangan kontrak Shin Tae-yong beberapa bulan lalu, PSSI mengesampingkan Piala Dunia. Mereka justru memprioritaskan STY agar bisa memperbaiki ranking FIFA.

Erick Thohir meminta STY untuk mengantarkan Indonesia menembus 100 besar dunia dalam kurun waktu tiga tahun. Lantas, apakah itu sebuah target yang realistis? Tentu saja, tapi gimana caranya? 

Target Baru Untuk STY

Pada akhir April 2024, pasca membawa Timnas Indonesia ke semifinal Piala Asia U-23, Shin Tae-yong menemui Erick Thohir untuk membahas perpanjangan kontrak. Setelah pertemuan singkat itu, kedua belah pihak sepakat untuk memperpanjang masa kerjasama antara Timnas Indonesia dan Shin Tae-yong.

Namun, ada yang menarik dalam pertemuan itu. Meski sudah sepakat untuk melanjutkan kerjasama hingga 2027, ternyata Piala Dunia yang akan diselenggarakan di Benua Amerika itu bukan target utama yang disepakati. Erick justru punya program kerja lain yang harus diselesaikan oleh STY.

Dirinya meminta Shin Tae-yong untuk membantu Timnas Indonesia push rank, alias mendongkrak posisi tim di peringkat FIFA. Saat teken kontrak, Timnas Indonesia sudah menduduki peringkat 134 dunia. Namun, Erick meminta STY untuk mencapai 100 besar FIFA. Target itu harus dicapai dalam tiga tahun ke depan, entah bagaimanapun caranya.

Indonesia ingin menyaingi Vietnam yang sudah lebih dulu mencapai target itu. Sebelumnya, The Golden Stars pernah menembus peringkat 95 dunia. Selain itu, dengan menduduki 100 besar dunia, Indonesia bisa mendapat kemudahan di ajang-ajang tertentu. Seperti langsung masuk babak kedua di kualifikasi Piala Dunia berikutnya dan saat pembagian POT drawing Piala Asia.

Posisi Indonesia

Untuk menembus 100 besar dunia, Indonesia harus bersaing dengan banyak negara dari belahan dunia lain, termasuk sang rival abadi, Thailand. Per narasi ini dibuat, Chanathip Songkrasin cs sedang duduk santai di peringkat 100 dunia dengan perolehan 1223,06 poin. Naik satu tingkat setelah mendapat tambahan 4,5 poin hasil menang lawan Vietnam.

Maka dari itu, posisi Thailand bisa kita jadikan patokan untuk Indonesia. Saat ini, King Indo masih duduk di peringkat 129 dunia dengan mengumpulkan 1124,17 poin. Indonesia baru saja naik empat peringkat setelah mendulang 15,44 poin usai menahan imbang Australia dan Arab Saudi.

Dengan posisi sekarang, Indonesia berarti berjarak 29 ranking dari Thailand. Skuad asuhan Shin Tae-yong setidaknya harus menyalip 29 negara lagi dalam jangka waktu hanya tiga tahun. Itu belum termasuk perubahan poin yang dialami oleh negara-negara di atas Indonesia.

Jika negara-negara yang peringkatnya di atas Indonesia, macam India, Cyprus, Tajikistan dan Vietnam terus mendulang hasil positif di laga internasional berikutnya, tentu tantangan bagi STY akan semakin berat. Tapi kita akan mengesampingkan faktor itu. Kita akan fokus dengan skema terbaik untuk mencapai 100 besar dunia.

8-9 Kemenangan Beruntun

Jika dihitung selisih poinnya, Indonesia terpaut sekitar 98,89 poin dari negara peringkat 100. Berdasarkan hitung-hitungan poin yang dicatat oleh FIFA, Timnas Indonesia setidaknya membutuhkan sekitar delapan hingga sembilan kemenangan beruntun untuk mengejar ketertinggalan dari Thailand.

Kalau begitu, pas jeda internasional Indonesia tinggal pilih lawan yang gampang-gampang aja dong? Kayak Timor Leste atau kawan lama kita, Brunei Darussalam dan Singapura. Hmmm, bukan begitu konsepnya. Bukan asal menang yang dicari Indonesia. Skuad Garuda harus menang melawan tim-tim yang memiliki kualitas jauh di atas mereka.

Sebab, jika mengandalkan laga melawan tim yang rankingnya di bawah Indonesia, perolehan poinnya cuma sedikit. Tidak bisa mendongkrak posisi Indonesia secara signifikan. Lawan Thailand masih okelah, karena mereka adalah saingan kita di 100 besar. Tapi kalau cuma Timor Leste sih, percuma ya. Rugi di biaya operasional doang.

Apalagi Indonesia kini masih aktif di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Masih ada delapan pertandingan yang harus dilakoni. Sialnya, lawan Indonesia di ajang ini bukan main-main. Peluang Indonesia untuk meraih kemenangan praktis hanya ada di laga-laga melawan Bahrain dan China. 

Sebetulnya, jika bisa menyapu bersih melawan dua negara tersebut pekan depan, tambahan poinnya lumayan. Indonesia akan mendapat sekitar 32,43 poin. Tambahan ini membuat koleksi poin Indonesia menjadi 1.156,61. Itu bisa membawa Skuad Garuda naik ke peringkat 120 dunia. Tapi, jangan happy dulu, setelah itu Indonesia bakal lawan Jepang dan Arab Saudi. Diprediksi Indonesia akan kehilangan banyak poin dari situ.

Imbang Pun Tak Apa, Asal…

Jika mendulang sembilan kemenangan secara beruntun dirasa mustahil, Indonesia bisa mengandalkan hasil imbang. Namun dengan catatan. Indonesia harus menahan imbang tim-tim yang levelnya jauh di atas mereka. Cara ini terbukti ampuh kala Shin Tae-yong memberikan dua hasil imbang melawan Arab Saudi dan Australia pada awal September kemarin. 

Dengan dua hasil imbang, Indonesia mendapat tambahan 15,44 poin dan akhirnya menyalip Malaysia. Jika setelah melawan China dan Bahrain, Indonesia bisa menahan imbang Arab Saudi, Australia, atau bahkan Jepang, maka Indonesia akan mendapat tambahan lagi sekitar 28 poin. Dengan tambahan poin segitu Indonesia bisa menembus 110 besar dunia.

Hasil imbang lainnya juga bisa diperoleh pasca Kualifikasi Piala Dunia. Tapi ya itu tadi. Tim yang dihadapi saat melakoni FIFA Matchday levelnya harus berada di atas Indonesia. Nah, kebetulan Indonesia baru aja teken kontrak kerjasama dengan Federasi Sepakbola Belanda. Bisa kali, ngadain uji coba lawan Timnas Pusat terus kongkalikong biar hasilnya imbang aja?

Lawan Negara-negara Asean

Sebagai pengingat, Indonesia tidak hanya terfokus pada Kualifikasi Piala Dunia. Jika lolos langsung ke Piala Dunia, kita nggak bisa berharap banyak. Karena pasti ketemunya tim-tim top Eropa. Jika lolos ke ronde keempat, ya lanjut agenda kualifikasi. Kita nggak bisa milih mau lawan siapa. Tapi tambahan poin tetap bisa diupayakan. Karena tim yang lolos ke ronde keempat kualitasnya pasti tidak jauh dari Indonesia.

Sementara itu, apabila gagal lolos ke ronde berikutnya, Indonesia punya banyak waktu luang untuk mengatur jadwal pertandingan FIFA Matchday sendiri. Selain lawan Belanda, Indonesia juga bisa mengumpulkan poin dengan cara meraih kemenangan melawan tim-tim Asia atau Asia Tenggara. 

Untuk menjamin kemenangan, PSSI harus pandai-pandai memilih lawan. Kalau bisa yang rangking FIFA-nya di atas Indonesia, tapi kekuatan timnya tidak terlalu jauh dengan Skuad Garuda. Tim-tim yang bisa dipilih untuk melawan Indonesia adalah Vietnam, India, Tajikistan, atau Palestina. Malaysia? Poinnya kecil sih, tapi bolehlah ya. Kangen juga, udah lama nggak lawan si tetangga berisik.

Fokus Nomor 1

Setelah agenda Piala Dunia, Piala Asia 2027 bakal jadi kesempatan terakhir bagi Shin Tae-yong untuk mendulang poin. Tetapi kita belum bisa menakar bakal dapet berapa poin dari kompetisi itu. Karena belum tahu Indonesia bakal satu grup sama siapa. Namun, jika melihat kualitas tim yang terus meningkat, keyakinan bahwa Indonesia bisa tembus 100 besar FIFA pada tahun 2027 itu tetap ada.

Yang diperlukan sekarang adalah eksekusi yang tepat di lapangan. Anggaplah setiap laga adalah final. Agar mendapat hasil terbaik di setiap laga. Abaikan perkataan-perkataan orang syirik yang berusaha menjatuhkan tim nasional. Jika fokus, impian melihat Indonesia bertengger di 100 besar FIFA bisa segera menjadi kenyataan. Terbang tinggi Garudaku!

Sumber: CNN Indonesia, Jawa Pos, Goal, Detik

 

Berita Bola Terbaru 1 Oktober 2024 – Starting Eleven News

TEN HAG DIBERI KESEMPATAN DUA LAGA LAGI

Dilansir dari The Sun, pelatih MU, Erik Ten Hag telah diberi kesempatan oleh pemilik untuk membuktikan kepada publik di dua laga ke depan. Dua laga sebelum jeda internasional, yakni di Europa League melawan Porto, dan di Liga Inggris melawan Aston Villa, akan jadi penilaian bagi Ten Hag. Apakah Ten Hag masih layak untuk dipertahankan, atau tidak. Nama-nama calon pengganti seperti Allegri, dan terbaru pelatih Inter Milan Simone Inzaghi dilaporkan menguat sebagai calon pengganti Ten Hag jika dipecat. Kedua pelatih asal Negeri Pizza tersebut adalah impian dari para petinggi Red Devils.

RESIKO MU JIKA PECAT TEN HAG

Namun di sisi lain, jika pemilik MU memecat Ten Hag di tengah jalan, mereka berisiko membayar banyak uang kepada sang meneer. Dilansir dari Sportbible, jika MU sepihak memecat Ten Hag, mereka harus membayar uang pesangon sebesar 17,5 juta pounds. Pasalnya, Ten Hag masih terikat kontrak di Old Trafford hingga 2026 mendatang. Namun, biaya pesangon tersebut bisa berkurang apabila tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni Ten Hag mengundurkan diri atas persetujuan bersama.

HADIAH FA CUP NAIK DRASTIS

Masih dari kabar sepakbola Inggris. Dilansir The Sun, Federasi Sepak Bola Inggris atau FA resmi menaikan uang hadiah Piala FA secara signifikan pasca kebijakan meniadakan laga replay musim ini. FA memberikan tambahan 2,34 juta pounds ke setiap klub yang berlaga dari babak pertama hingga ketiga. Angka tersebut meningkat 38 persen dibandingkan musim lalu. Selain itu, klub yang kalah di babak pertama juga akan mendapat tambahan 15.000 pounds. Lalu mereka yang kalah di babak kedua akan mendapat tambahan 65.000 pounds, naik dari 41.000 pounds musim lalu. Sedangkan mereka yang berhasil mencapai babak ketiga akan mengantongi 145.000 pounds.

MBAPPE KEMBALI LEBIH CEPAT

Dari Inggris beralih ke sepakbola Spanyol. Dilansir dari Goal, Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe dilaporkan telah pulih lebih cepat dari cederanya. Tim medis El Real mengatakan Mbappe sembuh lebih cepat di luar jadwal yang diprediksi yakni pasca jeda internasional. Mbappe sudah terlihat berlatih jelang laga melawan Lille di UCL. Kabarnya bahkan ia sudah dimasukan ke skuad El Real yang akan dibawa tandang ke Lille. Jika Mbappe diturunkan di laga melawan Lille, itu akan menjadi laga pertama Mbappe bermain di Prancis sejak meninggalkan PSG.

COURTOIS CEDERA

Di saat Mbappe sudah sembuh, Real Madrid justru kehilangan kiper utama mereka, Thibaut Courtois. Dilansir dari BBC, kiper asal Belgia tersebut dipastikan akan absen pada laga UCL melawan Lille karena mengalami cedera. Courtois mengalami cedera adduktor pada kaki kirinya saat bermain imbang melawan Atletico Madrid di La Liga. Ia diprediksi tim medis Los Blancos akan absen hingga jeda internasional. Sebagai gantinya, kiper asal Ukraina Andriy Lunin akan disiapkan menjadi kiper utama El Real saat melawan Lille.

FANS ATLETICO MADRID DIHUKUM BERAT

Masih kabar soal Courtois. Dilansir dari Goal, fans Atletico Madrid yang terbukti melempar korek api gas ke arah Courtois di laga Derby Madrid minggu lalu, telah resmi dihukum. Fans tersebut telah dihukum oleh pihak Atletico Madrid untuk tidak menonton laga Atletico Madrid lagi seumur hidupnya. Hukuman berat tersebut diputuskan setelah adanya kesepakatan dari pihak Los Colchoneros dengan pihak kepolisian Kota Madrid. Pasalnya, selain melempar korek api, fans tersebut dilaporkan membawa beberapa senjata tajam di tasnya setelah digeledah oleh polisi.

GRIEZMANN PENSIUN DARI TIM NASIONAL

Kabar berikutnya datang dari Atletico Madrid. Dilansir dari Daily Mail, Antoine Griezmann telah resmi mengakhiri karier internasionalnya bersama Timnas Prancis. Pemain berusia 33 tahun itu mengumumkan keputusannya pensiun melalui Instagram pribadinya pada hari Senin 30 September 2024. Griezmann telah satu dekade membela Les Bleus. Ia debut pada Maret 2014, dan berhasil mencetak 44 gol dalam 137 penampilan bagi Les Bleus. Penampilan terakhir Griezmann untuk Tim Ayam Jantan adalah ketika ia masuk dari bangku cadangan saat menang 2-0 atas Belgia di Nations League.

BARCELONA BIDIK GREENWOOD

Masih dari kabar sepakbola Spanyol. Dilansir dari The Sun, Barcelona diam-diam telah mengajukan tawaran mencengangkan senilai 60 juta pounds kepada Marseille untuk mendatangkan Mason Greenwood di musim panas mendatang. Tawaran tersebut datang pasca pencari bakat El Barca menyaksikan langsung empat laga Greenwood sejauh ini bersama Marseille. Pemain berusia 22 tahun itu ternyata adalah salah satu prioritas Hansi Flick untuk mengisi lini serang Barca setelah gagal mendapatkan Nico Williams.

LUIS ENRIQUE USIR DEMBELE

Dari Spanyol pindah ke kabar dari sepakbola Prancis. Dilansir dari Daily Mail, pemain PSG Ousmane Dembele terlibat cekcok dengan pelatihnya, Luis Enrique pasca laga melawan Rennes di Ligue 1. Perselisihan tersebut membuat Dembele dikeluarkan dari skuad PSG untuk laga melawan Arsenal di UCL. Kepada media, Enrique mengatakan Dembele didepak karena tidak mematuhi aturan tim, serta tidak menghormati tim. Dikeluarkannya Dembele membuat Enrique mempersiapkan Bradley Barcola sebagai penggantinya di sisi sayap saat berjumpa Arsenal.

SAMUEL ETO’O DIHUKUM

Lanjut ke kabar lainnya yang datang dari Samuel Eto’o. Dilansir dari BBC, Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun (Fecafoot) tersebut, telah dijatuhi hukuman oleh panel disiplin FIFA, berupa larangan menghadiri laga internasional apapun yang melibatkan Timnas Kamerun selama enam bulan. Eto’o dijatuhi sanksi tersebut menyusul pelanggaran dua pasal kode disiplin FIFA. Eto’o terbukti melanggar pasal fair play, serta pasal berperilaku buruk pada ofisial pertandingan pada saat laga babak 16 besar Piala Dunia Wanita U-20 antara Kamerun dan Brasil pada 11 September lalu.

DELE ALLI KE SERIE A

Beralih ke kabar berikutnya dari Serie A. Dilansir dari Football Italia, Genoa dilaporkan telah mengadakan pembicaraan untuk mendatangkan mantan gelandang Spurs, Dele Alli. manajemen Genoa bahkan menunda pembicaraan dengan pemain yang sedang diincar yakni Antonio Candreva, demi merampungkan kesepakatan untuk mendatangkan Dele Alli. Jika terwujud, Alli akan datang sebagai agen bebas. Genoa kini benar-benar sedang gencar mencari pemain tengah pengganti Ruslan Malinovskiy yang mengalami cedera parah dan absen cukup lama.

KENAPA HILGERS DAN ELIANO MENJALANI SUMPAH WNI DI BELGIA?

Kabar berikutnya datang dari sepakbola nasional. Resmi sudah Mees Hilgers dan Eliano Reijnders menjadi WNI. Ia telah diambil sumpahnya sebagai WNI di Brussel, Belgia 30 September 2024. Hal itu berbeda dengan rencana sebelumnya, di mana tempat pengambilan sumpah WNI akan dilakukan di KBRI Den Haag. Mengutip Okezone, Ketum PSSI, Erick Thohir berdalih, pengambilan sumpah tersebut dilakukan di Belgia karena kedua pemain tak punya jeda waktu untuk ke Indonesia. Hal itu juga demi fleksibilitas waktu, karena dalam kurun seminggu, pihak PSSI juga sedang berada di Belgia, mencari pemain keturunan lain.

NOMOR PUNGGUNG HILGERS DAN ELIANO

Sementara itu kedatangan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, telah memakan korban pemain lain di Timnas Indonesia. Korban tersebut bukan terkait posisi, melainkan nomor punggung. Terlihat di akun instagram @timnasindonesia, Hilgers dan Eliano menggunakan nomor punggung milik Shayne Pattynama dan Marselino Ferdinan. Hilgers menggunakan nomor 20 milik Shayne, sementara Eliano menggunakan nomor 7 milik Marceng. Dengan begitu otomatis Shayne dan Marceng harus segera mencari nomer punggung baru. Menarik untuk ditunggu, nomor punggung baru pilihan Shayne Pattynama dan Marselino Ferdinan.

TIMNAS BAHRAIN SUDAH LATIHAN

Saat Timnas Indonesia sedang sibuk dengan urusan sumpah WNI Hilgers dan Eliano, calon lawan mereka di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Bahrain justru mulai berlatih. Timnas Bahrain bergerak cepat demi memantapkan tim jelang dua laga krusial melawan Indonesia dan Arab Saudi. Mereka sudah menggelar pemusatan latihan di Riffa, pada hari Senin 30 September 2024. Timnas Bahrain terlihat sudah berkumpul lengkap di bawah arahan langsung pelatih Dragan Talajic.

DEMI JEGAL INDONESIA, CHINA INCAR PARK HANG-SEO

Tak hanya Bahrain yang gercep lakukan persiapan demi kandaskan Indonesia, calon lawan lainnya, yakni China juga sedang mengatur siasat menaklukan anak asuh Shin Tae-yong. Selain memindahkan venue ke Qingdao, China dikabarkan berencana mendatangkan momok Shin Tae-yong, yakni Park Hang-seo demi menjegal Indonesia. Fyi, Shin Tae-yong selalu kesulitan ketika melawan racikan dari Park Hang-seo. Menurut media Vietnam tin the thao, Park Hang-seo serius diincar oleh Federasi Sepakbola China (CFA) untuk segera menggantikan Branko Ivankovic.

SPURS PANGKAS POSISI PENCARI BAKAT

Dilansir dari Tribalfootball, Tottenham Hotspur dilaporkan telah membatasi posisi pencari bakat. Hal itu disampaikan langsung oleh mantan pelatih interim Spurs, David Pleat. Terakhir kali Spurs mengangkat pencari bakat adalah Maret tahun 2023 lalu. Menurutnya, manajemen The Lilywhites kini tak lagi membutuhkan banyak pencari bakat, karena mereka sepenuhnya mulai beralih ke metode analisis data secara menyeluruh untuk mencari pemain berbakat.

JERSEY MU MUSIM 2025/26 BOCOR

Masih dari sepakbola Inggris. Dilansir dari Footy Headlines, jersey terbaru MU untuk musim 2025/26 telah bocor ke publik. Jersey yang akan diproduksi oleh apparel Adidas tersebut menariknya akan menggunakan warna yang sebelumnya belum pernah dipakai oleh MU. Masih dengan sponsor Snapdragon, jersey away MU musim depan terdiri dari tiga warna. yakni putih, lavender muda, serta sedikit sentuhan plum tua. Lalu untuk celananya, berwarna plum tua. Sementara untuk jersey kandang, masih tetap sesuai identitas klub yakni merah.

NEUER SINDIR TUCHEL

Dari Inggris kini beralih ke kabar dari sepakbola Jerman. Dilansir dari Goal, kiper Munchen, Manuel Neuer blak-blakan mengatakan bahwa ada perbedaan mendasar dari pelatih Munchen musim lalu dengan sekarang. Neuer menyindir apa yang dilakukan oleh Tuchel musim lalu tidak memberikan kenyamanan bermain bagi para pemain. Sebaliknya, Neuer mengatakan bahwa Vincent Kompany kini telah memberikan kenyamanan serta kepercayaan diri lebih pada para pemain. Neuer menyebut bahwa Kompany bisa membuat tim ini bermain sebagai satu tim.

KANE ABSEN LAWAN ASTON VILLA?

Masih dari kabar sepakbola Jerman. Dilansir dari Mirror, striker Bayern Munchen, Harry Kane dikhawatirkan akan absen di laga UCL melawan Aston Villa pada hari Rabu 2 Oktober mendatang. Pasalnya, Kane mengalami cedera saat ditarik keluar melawan Leverkusen di Bundesliga. CEO Munchen Jan-Christian Dreesen mengatakan bahwa Kane mengalami benturan keras di kakinya. Kondisi Kane masih akan dicek kembali pada Selasa 1 Oktober 2024.

PSG DAPAT DORONGAN BESAR JELANG LAWAN ARSENAL

Masih dari kabar soal persiapan laga UCL. Dilansir dari Getfootballnewsfrance, PSG mendapat dorongan besar jelang bertemu Arsenal, Selasa 1 Oktober 2024 di Emirates. Pasalnya, pemain yang absen membela PSG saat melawan Rennes di Ligue 1 seperti Asensio, Nuno Mendes, Vitinha, dan Donnarumma telah pulih dari cederanya, dan mulai berlatih pada hari Minggu 29 September 2024. Kembalinya mereka membuat kedalaman skuad Luis Enrique makin menjanjikan saat bertandang ke Arsenal

SPALLETTI KEMBALI KE NAPOLI

Lanjut ke kabar berikutnya dari sepakbola Italia. Dilansir dari Football Italia, pelatih Timnas Italia, Luciano Spalletti kembali ke Napoli. Namun, kedatangannya kali ini bukan untuk melatih Napoli, melainkan untuk acara amal. Pelatih berkepala plontos tersebut akan hadir dalam acara amal dan akan memberikan mobil spesialnya ke rumah sakit anak Santo Bono di daerah Napoli. Mobil spesial tersebut adalah mobil pemberian fans Napoli pada Spalletti saat Partenopei meraih scudetto.

BUFFON MENIKAH

Masih kabar dari Italia. Kabar gembira tengah menyelimuti mantan kiper Timnas Italia, Gianluigi Buffon. Dilansir dari The Sun, Buffon baru saja melangsungkan pernikahannya dengan sang kekasih, Ilaria D’Amico, yang notabene adalah mantan presenter Sky Sports. Pasangan ini ternyata sudah bertunangan sejak dari tahun 2017 silam. Sebuah pesta meriah pun dilangsungkan di daerah Tuscany pada hari Minggu 29 September 2024. Sebanyak 200 orang lebih hadir dalam pesta pernikahan tersebut. Termasuk rekan-rekannya seperti Chiellini maupun Bonucci.

JENS RAVEN MASIH TERLALU MENTAH BAGI STY

Beralih ke kabar dari sepakbola nasional. Usai laga Timnas Indonesia U-20 melawan Yaman, Shin Tae-yong menilai penyerang Timnas Indonesia U-20 Jens Raven belum layak masuk timnas senior. Meski dirinya tak pernah absen bikin gol di tiga laga Kualifikasi Piala Asia U-20, STY menganggap Raven harus bekerja lebih keras lagi. Menurut Coach Shin, Raven belum pantas jadi pemain “Nomor 9” timnas senior, butuh daya juang yang tinggi untuk mencapai kesana.

DUA PEMAIN SEGERA DINATURALISASI DAN GABUNG TIMNAS U-20

Masih seputar Timnas U-20. Pasca lolos ke Piala Asia U-20 2025 di Tiongkok nanti, Timnas Indonesia U-20 tidak puas diri dan terus berbenah. Menurut manajer Timnas U-20, Zaki Iskandar, jelang hadapi babak grup Piala Asia 2025, Februari nanti, Timnas Indonesia U-20 akan berupaya menambah kekuatan dari pemain naturalisasi. Menurutnya, ada dua pemain yang sedang diproses naturalisasi, mereka adalah bek kiri FC Emmen U-21 yakni Tim Gypens, dan bek tengah NEC Nijmegen U-21, Dion Markx. Proses naturalisasi keduanya diharapkan akan usai sebelum Piala Asia U-20 2025 berlangsung.

KABAR BURUK, HUBNER CEDERA

Sementara itu dari kabar timnas senior, Justin Hubner dilaporkan mengalami cedera. Kabar buruk tersebut langsung diungkapkan oleh Hubner di akun Instagram eksklusifnya. Dalam akun berbayarnya tersebut, Hubner terlihat mengenakan kain hitam berlogo Wolves, dan mengatakan bahwa ia kesal terhadap cedera yang sedang ia derita. Kabar cederanya Hubner ini sontak membuat fans Timnas Indonesia khawatir ia akan absen di laga melawan China dan Bahrain nanti.

Tak Bisa Dinaturalisasi! Pemain Ini Harus Pergi?

Setelah mendapatkan kabar baik bisa lolos ke Piala Asia U-20 2025, Timnas U-20 malah mendapatkan sebuah kabar tak enak. Kabar tak sedap itu datang dari pemain muda potensial, Mauresmo Hinoke. Pemain yang kini bermain di Top Oss itu dikabarkan sudah tak bisa lagi dinaturalisasi.

Kabar ini tentunya menjadi sebuah kerugian bagi tim asuhan Indra Sjafri. Hinoke sendiri seharusnya bisa jadi senjata tambahan dari skema permainan sayap yang jamak dimainkan Indra Sjafri. Lantas, mengapa pemuda keturunan Maluku ini tak bisa dinaturalisasi ke Timnas Indonesia? Mari kita bahas.

 

Sudah Melewati Batas Aturan

Proses naturalisasi Mauresmo Hinoke terancam batal karena pemain Top Oss ini dianggap sudah melewati aturan. Memangnya aturan apa yang telah dilewati Hinoke sehingga proses naturalisasinya tak bisa berlanjut? Darah Indonesia yang mengalir dalam diri Hinoke dianggap terlalu jauh.

Hinoke disebutkan sebagai generasi keempat, sementara dalam aturannya, FIFA hanya membatasi maksimal keturunan ketiga. Artinya, darah Indonesia Hinoke berasal dari buyut, sementara FIFA hanya membatasinya sampai kakek-nenek. Nah, inilah yang menjadi batu terjal yang menghalangi proses naturalisasinya. Kasus ini berbeda dengan pemain lain seperti Maarten Paes, Jay Idzes, Justin Hubner, hingga Nathan Tjoe-A-On.

Loh, memangnya harus dinaturalisasi, kan usianya masih muda? Kan bisa tinggal memilih kewarganegaraan? Sayangnya, usia Hinoke sudah tak semuda itu. Hinoke sudah menginjak 19 tahun, sementara batas akhir pemilihan kewarganegaraan bagi para keturunan adalah 18 tahun. Oleh karena itu, dia harus dinaturalisasi sebab paspor yang dipegangnya adalah paspor Belanda.

 

Komentar Indra Sjafri

Lalu, seperti apa komentar Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U-20? Sebagai pelatih, dirinya hanya bisa merekomendasikan pemain-pemain diaspora mana saja yang sekiranya ia butuhkan. Sisanya, Indra Sjafri menyerahkan prosesnya kepada pihak yang memiliki kewenangan.

“Tetapi, apakah prosesnya bisa dilanjutkan atau tidak, mungkin konfirmasinya kepada PSSI atau Badan Tim Nasional (BTN),” jelas pelatih yang sudah memberikan dua gelar Piala AFF U-19 tersebut, via Bola.

Indra Sjafri sendiri mengharapkan Mauresmo Hinoke dan dua pemain keturunan lain, yakni Dion Markx dan Tim Geypens, bisa bergabung ke skuadnya. Indra Sjafri sepertinya sudah merasakan keuntungan baik fisik dan teknik yang dibawa dari pemain keturunan. Sebelumnya, Indra Sjafri sendiri sering dianggap sebagai pelatih yang anti dengan pemain keturunan. Padahal di Piala AFF U-19 lalu, Indra Sjafri memakai jasa dua pemain keturunan, yakni Jens Raven dan Welber Jardim.

Sementara itu, Ahmed Zaki Iskandar selaku Manajer Timnas U-20 menyebutkan bahwa dirinya masih mencoba menelusuri silsilah dari Mauresmo Hinoke. “Untuk Mauresmo Hinoke, masih kami cari. Sebab, keturunannya yang keempat,” ungkap Ahmed Zaki dikutip dari Bola.

 

Profil Mauresmo Hinoke

Memangnya, siapa sebenarnya sosok Mauresmo Hinoke ini? Pemuda kelahiran Breda, 26 Februari 2005 ini merupakan penyerang serba bisa. Saat ini dia bermain untuk klub kasta kedua Belanda, Top Oss. Kedua orang tuanya diketahui memiliki darah Maluku. Sementara untuk namanya, orang tuanya terinspirasi dari nama petenis asal Prancis, Amélie Mauresmo.

Hinoke kecil bergabung dengan klub bernama Baronie Youth. Barulah pada umur 15 tahun, Hinoke bergabung ke tim junior FC Dordrecht. Nah, di klub ini, Hinoke bermain bersama dengan pemain keturunan lain, Jens Raven. Pada awal September 2024 lalu, Hinoke pergi meninggalkan Jens Raven karena digaet oleh Top Oss. 

Perpindahannya ke Top Oss ini bisa dikatakan sebagai keputusan yang tepat. Sebab, dalam keseluruhan 4 laga yang Top Oss jalani bulan September lalu, Hinoke selalu diberi kesempatan untuk tampil, meski tak sampai 90 menit. Bahkan pada laga melawan MVV Maastricht yang digelar pada 28 September, Hinoke main sejak menit pertama. Laga tersebut akhirnya berakhir seri 2-2.

 

Pernah Bermain Untuk Timnas U-20

Uniknya, meskipun kasus kewarganegaraannya ruwet, Mauresmo Hinoke ini malah sudah sempat bermain bersama Timnas U-20 di bulan Juni 2024 lalu. Pada ajang Toulon Cup 2024, nama Mauresmo Hinoke masuk ke skuad Indra Sjafri. Hinoke selalu diberi kesempatan bermain oleh Indra Sjafri. Ia melakoni total 5 laga melawan Ukraina, Panama, Jepang, Italia, dan Korea Selatan.

Tak hanya itu, Hinoke merupakan salah satu dari dua pemain yang mampu mencetak gol bagi Timnas Indonesia. Meski golnya dicetak lewat titik putih, pergerakannya yang berbahayalah yang membuat pemain Jepang akhirnya memutuskan untuk melanggarnya di dalam kotak penalti.

Setelah pertandingan tersebut usai, dirinya langsung mendapatkan apresiasi dari Indra Sjafri. Hinoke dianggap memiliki daya juang yang tinggi. Hal ini mungkin mengingatkan Indra Sjafri dengan para pemain lincah dengan determinasi tinggi yang pernah ia poles seperti Ilham Udin Armaiyn dan Paulo Oktavianus Sitanggang.

Mauresmo Hinoke sendiri pun mengaku bangga bisa membela Garuda Muda saat itu. “Saya sangat senang bisa mencetak gol pertama untuk Indonesia di turnamen ini, Suatu kebanggaan yang sangat besar bagi saya untuk mewakili negara orang tua saya,” ujar Hinoke dikutip dari Bolasport.

 

Gaya Bermain

Untuk gaya bermain, sosok Mauresmo Hinoke ini cukup unik. Meskipun posisi aslinya adalah winger kiri, Hinoke bisa dimainkan sebagai winger kanan dan gelandang tengah. Pemain serba bisa seperti ini bisa menjadi keuntungan tersendiri apabila bisa masuk ke skuad Indra Sjafri. Tak hanya itu, seperti yang sudah disebutkan oleh Indra Sjafri sebelumnya, Hinoke juga merupakan pelari dengan determinasi yang tinggi.

Statistiknya di Eerste Divisie sejauh ini juga tergolong lumayan. Setidaknya hingga bulan September 2024 lalu, FotMob mencatatkan bahwa Hinoke memiliki akurasi umpan di angka 79,8%. Angka yang tergolong cukup tinggi ini pasti bikin Indra Sjafri yang suka main dengan winger yang bisa crossing dan cut back, tersenyum lebar. 

 

Adakah Alternatif Lain?

Lalu, apakah kenyataan bahwa darah Indonesia Mauresmo Hinoke sudah melebihi dari 3 generasi membuat masa depannya dengan Indonesia pupus? Apakah tidak ada alternatif atau solusi lain? Sebenarnya ada. Namun, prosesnya cukup panjang.

Apabila Hinoke memang benar-benar tak bisa dinaturalisasi karena terhalang aturan generasi ketiga tadi, ia masih bisa melakukan naturalisasi lewat jalur konvensional. Hinoke harus tinggal 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tak berturut-turut di Indonesia. Artinya, dia harus bermain di Liga Indonesia. Tapi apakah ada yang bisa menjamin bahwa Hinoke akan berkembang pesat dengan bermain di Indonesia? Sepertinya tidak.

Sebenarnya, kasus Hinoke mirip dengan apa yang dahulu dialami oleh Marc Klok. Mantan pemain PSM Makassar tersebut mengaku dirinya punya darah Indonesia, namun jaraknya terlalu jauh, sama seperti Mauresmo Hinoke. Akhirnya, Klok memilih jalan konvensional agar impiannya bermain untuk Timnas tercapai.

Bedanya dengan Hinoke, Klok datang sudah di usia matang sehingga secara tak langsung bakatnya sudah terlebih dahulu ia kembangkan di Eropa. Sementara bagi Hinoke, keputusan untuk tinggal di Indonesia bisa menjadi pilihan yang riskan. Mengingat, kesempatannya untuk bermain di Eropa masih sangat terbuka.

https://youtu.be/OA2tOtJThII

Sumber: FotMob, Transfermarkt, Bola, Viva, Jawa Pos, Portal Jtv, Suara, dan Bolasport

Dulu Sulit, Lolos Piala Asia Kini Mudah Bagi Timnas Indonesia

0

Kita, para pencinta Timnas Indonesia, pernah memasuki era di mana berada di final Piala AFF menjadi sangat membanggakan. Harapan menjadi juara diletupkan seperti petasan di malam tahun baru. Walau justru berujung pada berderainya air mata.

Sementara kompetisi yang lebih besar lagi, seperti Piala Dunia dan Piala Asia terkesan sangat jauh. Kita hanya bisa bermimpi untuk kemudian bangun dan menghadapi kenyataan, bahwa yang tinggi adalah harga sembako, bukan prestasi Timnas Indonesia.

Namun, sesuatu yang seolah utopia belaka itu sekarang menanti di hadapan kita. Piala Dunia yang dulunya jauh, jaraknya kini seakan cuma sepelemparan batu saja. Piala Asia, kompetisi yang begitu sulit untuk diikuti Timnas Indonesia, kini menjadi semacam turnamen rutin, entah buat tim senior maupun kelompok umur. Untuk itu kita akan menjajaki perjalanan Timnas Indonesia, khususnya di Piala Asia.

Timnas Senior Selalu Lolos dari 1996-2007

Timnas Indonesia memulai perjalanan di Piala Asia pada tahun 1996. Tidak melalui jalur instan dengan menjadi tuan rumah, melainkan ikut dari babak kualifikasi. Indonesia diuntungkan setelah berhasil menjahit India dengan skor 7-1.

Sementara Malaysia, rival di Grup 4 babak kualifikasi hanya mampu menang 5-2 atas lawan yang sama. Indonesia pun lolos ke putaran final. Di putaran final, Indonesia tak kuasa meladeni badai serangan para begawan seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan.

Indonesia terhenti di fase grup akibat cuma mengoleksi satu poin. Tapi Piala Asia 1996 merupakan momen tak terlupakan, terutama bagi Widodo Cahyono Putro. Saltonya yang membuahkan gol ke gawang Kuwait menjadikannya pencetak gol terbaik Piala Asia sepanjang masa.

Setelah di edisi ‘96, Indonesia lolos lagi di Piala Asia 2000 dan 2004. Di edisi Lebanon, Indonesia lolos meyakinkan dengan tak satu pun menelan kekalahan. Tapi di putaran final Indonesia kembali menjadi juru kunci.

Kiprah Indonesia baru membaik di edisi 2004. Waktu itu, Indonesia yang lolos berkat finis di posisi kedua babak kualifikasi, mencuri tiga poin atas Qatar di putaran final. Ponaryo Astaman dan Budi Piton pemeran penting dalam kemenangan tersebut.

Di Piala Asia 2007, negara-negara Asia Tenggara yang terdiri dari Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah bersama. AFC pun menyepakatinya. Sayangnya, bermain di depan pendukungnya sendiri, Indonesia kembali hanya meraih tiga poin dan terhenti di babak grup.

Tidak Lolos

Edisi 2007 menjadi satu-satunya Piala Asia yang diadakan di lebih dari satu negara. Setelah itu format tuan rumah bersama tak dipakai lagi. Berhentinya format tuan rumah bersama juga ternyata bersamaan dengan mulai absennya Timnas Indonesia di Piala Asia.

Dimulai tahun 2011. Indonesia yang bergabung dengan Oman, Kuwait, dan Australia, gagal lolos ke Piala Asia. Banyak yang bilang, kegagalan ini adalah kemunduran. Pelatih Timnas Indonesia saat itu, Benny Dollo juga mengiyakannya.

Kegagalan di Piala Asia 2011 menjadi pintu kegagalan di edisi berikutnya. Tahun 2015, timnas gagal lagi. Kalah 1-0 atas China menutup mimpi Indonesia ke Piala Asia. Waktu itu, Indonesia yang masih diperkuat kiper I Made Wirawan dan bomber Kaka Boci tak memetik satu pun kemenangan dan hanya mencetak dua gol di babak kualifikasi.

Hukuman FIFA Bikin Nelangsa

Timnas Indonesia makin terperosok ke jurang ketika pada 2015 dihukum FIFA. Induk sepak bola dunia itu menjatuhkan sanksi karena pemerintah Indonesia dianggap ikut campur dalam organisasi PSSI. Buntutnya, selain dilarang ikut Piala Dunia 2018, Indonesia juga dilarang tampil di Piala Asia 2019.

Tidak terlibat di Piala Asia 2019, bagi Indonesia sangat menyakitkan. Sebab pada waktu itu, dua negara Asia Tenggara lainnya, Thailand dan Vietnam ikut. Gagal tiga kali ke Piala Asia membuat pendukung Indonesia beralih ke kompetisi lain, yakni Piala AFF.

Piala Asia menjadi kompetisi yang sulit untuk diraih. Bukan hanya di level senior, tapi juga di level kelompok umur. Salah satunya di level U-23. Timnas Indonesia U-23 tak pernah berpartisipasi di Piala Asia U-23, dari tahun 2013 hingga 2022.

Upaya yang Tidak Membuahkan Hasil

Meskipun Piala Asia menjadi sesuatu yang sulit ditembus, terutama bagi tim U-23 dalam konteks saat itu, PSSI berupaya susah payah mencari solusinya. Misal, ketika Timnas Indonesia mengincar satu tempat di Piala Asia U-23 tahun 2018. Segala kebijakan dimunculkan demi mencapai gol tersebut.

Selain mendatangkan Luis Milla, bekas pemain Real Madrid, sebagai pelatih, PSSI yang kala itu dipimpin baginda Edy Rahmayadi meluncurkan program-program yang mendukung Timnas U-23. Salah satunya mewajibkan klub Liga 1 untuk menurunkan pemain di bawah usia 23 tahun di kompetisi teratas Indonesia, setidaknya selama 45 menit.

Pergantian pemain yang normalnya tiga, juga diubah menjadi lima, dengan syarat dua sisanya memasukkan pemain U-23. Aturan ini pernah kontroversial, karena pemain U-23 dianggap belum matang.

Namun, langkah ini terbilang visioner karena akhirnya, memudahkan Luis Milla menjaring calon pemain Timnas U-23. Kebijakan ini lalu ditangguhkan ketika Milla sudah mengantongi nama-nama untuk Timnas Indonesia U-23. Apa yang dilakukan PSSI, mirisnya justru hancur.

Indonesia gagal ke Piala Asia U-23 2018. Kebijakan yang menghasilkan pemain muda seperti Saddil Ramdani, Gavin Kwan Adsit, hingga Osvaldo Haay luruh, walau sempat membantai Mongolia 7-0 di babak kualifikasi.

Di Pandit Football, Ardy Nurhadi Shufi menulis, kegagalan Indonesia ke Piala Asia U-23 waktu itu disebabkan para pemain belum mencapai level untuk bermain di Piala Asia. Menit bermain yang diberikan klub pada pemain U-23 hanya untuk memenuhi regulasi belaka, tidak meningkatkan level permainan.

Sebut Namanya, Shin Tae-yong!

Namun, kehidupan tak selamanya sengsara. “Habis Gelap, Terbitlah Terang,” kata Kartini. Begitulah juga Timnas Indonesia. Tak selamanya lolos ke Piala Asia sulit. Memasuki penghujung tahun 2019, api harapan bagi Timnas Indonesia memercik.

Soal ini kita tak bisa tidak memasukkan nama Shin Tae-yong di dalamnya. Datang di PSSI era Iwan Bule, Shin Tae-yong menggantikan Simon McMenemy melatih Timnas Garuda. Awalnya Tae-yong dipercaya untuk tim muda.

Tak ayal jika Tae-yong menjadi lokomotif yang menarik Timnas Indonesia untuk beregenerasi. Di tangannyalah Piala Asia kembali bisa ditembus. Tanpa banyak polemik, Tae-yong meloloskan tiga timnas sekaligus ke Piala Asia. Yang paling mengejutkan adalah Piala Asia U-23, karena menjadi pertama kali bagi Indonesia.

Pria 53 tahun itu juga menggiring tim senior ke Piala Asia 2023, setelah dengan gagah menaklukkan Kuwait. Terakhir adalah di Piala Asia U-20. Dengan hadirnya generasi baru seperti Hokky Caraka dan Rabbani Tasnim, Timnas Indonesia U-20 melanjutkan tradisi lolos ke Piala Asia U-20.

Lolos Otomatis Cuy!

Benar, ketimbang senior dan U-23, Timnas U-20 sering mewakili Indonesia di Piala Asia dalam sedekade terakhir. Bahkan edisi 2023 merupakan kedua kalinya secara beruntun Timnas U-20 lolos ke Piala Asia usai disanksi FIFA. Kini, pada Piala Asia U-20 2025, Indonesia kembali melanjutkan tradisi sekaligus mencatatkan hattrick lolos ke Piala Asia U-20.

Memang bukan Shin Tae-yong pelatihnya, melainkan Indra Sjafri. Namun, sabodo teuing, yang penting Indonesia lolos. Itu di U-20, di level U-23 juga membaik. Regenerasi berjenjang dan strategi yang disusun Tae-yong, dan tentu dukungan dari langit, membuat Indonesia tak perlu susah payah melakoni babak kualifikasi.

Indonesia otomatis ke putaran final Piala Asia U-23 tahun 2026 mendatang, setelah finis di posisi keempat di edisi sebelumnya. Di level senior, saat tim-tim Asia Tenggara lain mesti berjuang dari babak kualifikasi, Indonesia sudah otomatis lolos ke Piala Asia 2027.

Kini tinggal menunggu Timnas Indonesia U-17 menyusul kakak-kakaknya ke Piala Asia. Dengan regenerasi dan program naturalisasi yang jor-joran, kompetisi Piala Asia yang sebelumnya sulit digapai, mungkin saja kelak akan menjadi laksana turnamen rutin bagi Timnas Indonesia. Konsistensi semacam ini, kalau perlu dan memang perlu, mestinya sungguh-sungguh dirawat.

https://youtu.be/rFvCifnbLrI

Sumber: DetikSport, AntaraNews, DetikSport, BolaSport, KBR, SindoNews

Berita Bola Terbaru 30 September 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil lanjutan Liga Inggris pekan ke-6, Aston Villa hanya bermain imbang melawan tuan rumah Ipswich Town 2-2. Dua gol The Villans yang dicetak oleh Rodgers dan Watkins, dibalas oleh brace dari Liam Delap. Hasil ini membuat pasukan Unai Emery sementara berada di peringkat 5 Liga Inggris dengan 13 poin.

Sementara itu di Old Trafford, dengan 10 pemain, MU dibantai oleh tamunya Tottenham Hotspur tiga gol tanpa balas. Gol pasukan Postecoglou dicetak oleh Brennan Johnson, Kulusevski, dan Solanke. Hasil ini membuat The Lilywhites sementara berada di posisi 8 Liga Inggris dengan 10 poin. Sementara itu bagi MU, kekalahan ini membuat mereka berada di posisi 12 dengan 7 poin.

Dari Inggris terbang ke Prancis. Marseille asuhan De Zerbi mengalami kekalahan pertamanya di Ligue 1 atas tuan rumah Strasbourg 1-0. Hasil ini membuat Marseille sementara berada di posisi 3 klasemen Ligue 1 dengan 13 poin. Di tempat lain, Lyon justru berhasil meraih kemenangan keduanya di Ligue 1 atas tuan rumah Toulouse 2-1. Hasil ini membuat Lyon merangkak naik ke posisi 11 klasemen sementara Ligue 1 dengan 7 poin.

Bergeser ke hasil lanjutan Serie A giornata ke-6. Como berhasil meraih kemenangan keduanya di Serie A setelah mengandaskan Verona 3-2. Gol kemenangan Como, dicetak di menit 89 oleh Andrea Belotti. Hasil ini membuat pasukan Cesc Fabregas sementara berada di peringkat 10 Serie A dengan 8 poin.

Sementara itu di Olimpico, AS Roma juga berhasil meraih tiga poin setelah mengandaskan klub Jay Idzes, Venezia. Dua gol Giallorossi dicetak oleh Cristante di menit 75, dan Pisilli di menit 83. Kemenangan ini membuat anak asuh Ivan Juric sementara berada di peringkat 9 Serie A dengan 9 poin.

Lalu di Stadion Diego Armando Maradona, Napoli ke puncak klasemen sementara Serie A setelah berhasil mengandaskan tamunya Monza dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan Partenopei dicetak oleh Politano di menit 22, dan Kvaratskhelia di menit 33.

Dari Serie A beralih ke La Liga. Di jornada ke-8, Derby Kota Madrid yang berlangsung panas, akhirnya berakhir sama kuat 1-1. Gol dari Eder Militao di menit 64, berhasil disamakan di menit 90+5 oleh Angel Correa. Hasil ini membuat El Real sementara masih tertahan di posisi 2 La Liga dengan 18 poin. Sementara itu Los Colchoneros, berada di peringkat 3 dengan 16 poin.

RUSUH, LAGA DERBY MADRID SEMPAT DITUNDA

Derby Madrid yang berlangsung panas sempat dihentikan sementara selama 15 menit gara-gara rusuh. Dilansir dari Daily Mail, kerusuhan tersebut berawal setelah perayaan gol yang dilakukan Courtois sesaat setelah Militao mencetak gol. Fans Atletico yang merasa tak terima, lalu melemparkan benda-benda seperti korek api dan botol ke arah Courtois. Di saat laga dihentikan sementara, pelatih Diego Simeone serta pemain seperti Koke juga ikut menghimbau para fans untuk berhenti melemparkan benda-benda tersebut ke lapangan.

MBAPPE DILARANG HADIR NONTON DERBY MADRID

Derbi yang panas sudah diprediksi Real Madrid sebelumnya. Oleh karena itu, mereka mengambil langkah antisipatif. Mengutip Sportbible, pemain El Real yang masih cedera, Kylian Mbappe dilarang hadir langsung menyaksikan laga tersebut di Civitas Metropolitano. Padahal Mbappe sebelumnya sudah siap untuk berangkat ke stadion. Menurut laporan, Mbappe diberitahu langsung oleh klubnya untuk mengurungkan niatnya hadir di stadion. Hal tersebut dilakukan pihak Real Madrid semata-mata untuk melindungi Mbappe dari hal-hal yang tak diinginkan selama laga berlangsung.

SPURS KECAM NYANYIAN FANSNYA SENDIRI

Beralih ke kabar dari Liga Inggris. Dilansir dari bbc, Tottenham Hotspur dilaporkan akan mengambil sikap atas nyanyian berbau “homofobik” yang dilakukan oleh fans mereka selama laga melawan MU, di Old Trafford. Pihak Spurs tak terima dengan perlakuan sebagian kelompok fans tersebut, dan mengancam akan menghukumnya. Sikap tersebut menurut mereka tak sejalan dengan sikap klub. Pihak klub bahkan akan bekerja sama dengan polisi untuk mengidentifikasi siapa saja kelompok fans yang ikut bernyanyi.

BRUNO FERNANDES NGAMUK DI TV

Masih kabar dari laga MU vs Spurs. Dilansir dari The Sun, Bruno Fernandes yang terkena kartu merah pertamanya saat berseragam MU, terlihat mengamuk saat diwawancarai Sky Sports. Ia marah sambil mengatakan kepada Sky Sports bahwa yang dilanggar olehnya yakni James Maddison, mengakui sendiri bahwa pelanggaran itu tidak layak di kartu merah. Pakar Sky Sports seperti Jamie Redknapp, Ashley Young, dan Darren Bent, pasca laga juga sependapat dengan sikap Bruno tersebut, dan mengatakan bahwa keputusan wasit kontroversial.

BANDAR TARUHAN PREDIKSI TEN HAG AKAN DIPECAT

Sementara itu, usai dihabisi Spurs, pelatih MU, Erik Ten Hag diterpa isu buruk. Dilansir dari The Sun, ia difavoritkan oleh bandar taruhan Betfair menjadi pelatih Liga Inggris berikutnya yang akan dipecat. Betfair juga telah memperkirakan kemungkinan bahwa asisten pelatih Van Nistelrooy akan menjadi pengganti sementara Ten Hag, sebelum pemilik MU menunjuk pelatih baru. Namun, saat difavoritkan untuk dipecat, Ten Hag mengakui sama sekali tidak berpikir untuk dipecat. Ia tetap pede bahwa petinggi MU masih mendukungnya.

ALLEGRI LATIH MU?

Meski begitu kabar pemecatan Ten Hag malah kian menguat setelah justru muncul nama baru untuk menggantikannya. Dilansir dari Football Italia, mantan pelatih Juventus yang kini menganggur, Massimiliano Allegri dilaporkan menjadi impian para petinggi MU untuk menggantikan Ten Hag. Meski masih banyak yang ingin Ten Hag bertahan, sebagian petinggi MU kenyataannya tengah menjajaki opsi alternatif jika hasilnya tidak segera membaik. Kabar menguatnya Allegri disiapkan sebagai suksesor Ten Hag berhembus kencang setelah MU dibantai Spurs 3-0.

MOURINHO DIHUKUM GARA-GARA LAPTOP

Dari kabar Ten Hag dan Allegri, kini beralih ke kabar Jose Mourinho. Dilansir dari Goal, The Special One terlihat dihukum kartu kuning oleh wasit gara-gara protes berlebihan dengan laptopnya. Mou mendapat hukuman tersebut saat laga Fenerbahce vs Antalyaspor di Liga Super Turki. Mourinho saat itu protes karena tidak setuju dengan keputusan wasit yang banyak merugikan timnya. Saking muaknya, ia lalu protes sambil membawa laptop dan meletakkannya di depan kamera TV. Mou saat itu coba membuktikan bahwa keputusan wasit itu salah.

MUNCHEN INCAR ALLISON

Beralih ke kabar dari sepakbola Jerman. Dilansir Daily Mail, Bayern Munchen dilaporkan tertarik mendatangkan kiper Liverpool, Alisson Becker. Kabar ini menguat setelah laga melawan Leverkusen. Vincent Kompany berbicara bahwa akan menggantikan Neuer dengan kiper Liverpool tersebut. Kompany menilai Neuer yang sudah berusia 38 tahun bukan lagi kiper masa depan bagi Die Roten. Kompany bahkan sudah meminta pihak manajemen Munchen untuk segera melakukan pendekatan pada Alisson dan Liverpool. Sementara itu, masa depan Alisson di Anfield juga diragukan setelah kehadiran kiper baru Mamardashvili musim depan.

MESSI HINA WASIT MLS

Kabar berikutnya datang dari Lionel Messi. Dilansir dari Goal, ia baru saja dituduh melontarkan hinaan kepada wasit selama pertandingan MLS antara Inter Miami melawan Charlotte FC. Menurut laporan, tindakan tak terpuji La Pulga tersebut terjadi saat peluit akhir laga dibunyikan. Messi menyebut wasit sebagai “anak jalang yang kejam”. Wasit tersebut tampaknya marah dan tak terima. Sang wasit pun langsung memberikan kartu kuning kepada La Pulga.

PEMBAGIAN POT UNDIAN PIALA ASIA U-20 2025

Beralih ke kabar sepakbola nasional. Setelah lolos dari Kualifikasi Piala Asia U-20 2025, Timnas Indonesia asuhan Indra Sjafri kini sedang menunggu undian babak grup. Dilansir dari footy ranking, Timnas Indonesia masuk Pot 3 undian bersama Arab Saudi, Syria, dan Kirgistan. Sementara wakil Asia Tenggara lainnya, Thailand berada di Pot 4 bersama Qatar, Yaman, dan Korea Utara. Sementara itu, di Pot 1 diisi oleh China, Uzbekistan, Irak dan Jepang. Sementara di Pot 2 diisi oleh Korea Selatan, Iran, Australia, dan Yordania.

VIETNAM GAGAL LOLOS PIALA ASIA U-20 2025

Sementara Indonesia dan Thailand sedang menunggu undian Piala Asia U-20 2025, nasib nahas diterima Timnas Vietnam. Vietnam gagal melaju ke Piala Asia U-20 2025 usai kalah dari Suriah 1-0. Kekalahan tersebut membuat Australia menggeser Vietnam di peringkat runner-up terbaik, setelah menahan imbang Arab Saudi 0-0.

NETIZEN MALAYSIA PANCING EMOSI NETIZEN INDONESIA

Kabar berikutnya datang dari netizen Malaysia yang mempunyai akun X @frfuturetalents. Akun tersebut tampaknya mencari ribut dengan netizen Indonesia. Dalam salah satu tweet-nya Minggu 29 September 2024, ia menganggap fans Indonesia terlalu sombong bisa masuk Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka menganggap Timnas Indonesia juga belum tentu lolos Piala Dunia 2026. Tak hanya itu, akun tersebut juga menyinggung Timnas Indonesia yang belum meraih Piala AFF.

POTTER BERPELUANG LATIH SOTON

Teka teki masa depan Graham Potter terus berlanjut. Kali ini, mantan pelatih Chelsea itu diisukan sedang jadi incaran Southampton. Dilansir Football Insider, klub Inggris tersebut sedang mempertimbangkan untuk memecat sang pelatih, Russel Martin. Potter dinilai jadi kandidat paling tepat jika melihat nama manajer yang tersedia di pasar. Pengalamannya di Liga Inggris dirasa bisa membantu Soton bangkit dari keterpurukan.

MARESCA INGIN PEMAIN INI PERGI

Enzo Maresca dikabarkan sedang berusaha memangkas skuad Chelsea yang terlalu gemuk. Salah satu pemain yang akan dipersilahkan pergi adalah Carney Chukwuemeka. Dilansir Goal, sang pemain kurang bisa bersaing di skuad The Blues. Menurut Maresca, bermain di luar Chelsea adalah langkah paling ideal bagi Carney untuk mengembangkan karirnya. Di usianya yang masih 20 tahun, mendapat menit bermain yang cukup sangat lah penting.

WEST HAM PANTAU JHON DURAN

Masih dari Kota London, West Ham United dikabarkan sedang memantau perkembangan pemain Aston Villa, Jhon Duran. Dilansir Give Me Sport, Julen Lopetegui sangat menggemari gaya bermain Duran. Awal musim 2024/25, West Ham struggle di depan gawang. Mereka sedang mencari striker baru untuk menyelesaikan permasalahan itu. Lopetegui pun melihat Duran sebagai opsi menarik. Namun, The Hammers tidak sendirian. Chelsea pun berminat pada talenta berusia 20 tahun itu.

GORDON BUKA PELUANG BERTAHAN DI NEWCASTLE

Sebelum mencetak gol ke gawang Manchester City kemarin, pemain sayap Newcastle United, Anthony Gordon ditanya soal masa depannya Inggris. Dilansir Tribal Football, Gordon merasa bahagia di Newcastle. Dirinya merasa dicintai oleh fans Newcastle. Dirinya bahkan memastikan bahwa tawaran kontrak baru sudah ia terima. Kini, negosiasi antara agennya dan pihak klub sedang berjalan. Dan kabarnya kesepakatan akan segera tercapai dalam waktu dekat

ALASAN FLICK CADANGKAN YAMAL DI LAGA VS OSASUNA

Dari Inggris, kita ke Spanyol untuk menguak apa alasan dibalik keputusan Hansi Flick mencadangkan Lamine Yamal di laga kontra Osasuna kemarin. Dilansir AS, pelatih berkebangsaan Jerman itu memastikan bahwa Yamal tidak cedera. Dia baik-baik saja. Flick bahkan tetap memainkannya di babak kedua. Perubahan ini semata-mata karena menjaga menit bermain dan kondisi pemain muda seperti Yamal. Apalagi, Barca sedang krisis pemain. Jadi, Flick harus lebih berhati-hati dalam merumuskan line up.

DE JONG MENUJU CITY?

Barcelona kabarnya sudah kehabisan sabar pada Frenkie De Jong. Pihak klub ingin segera menjualnya di bursa transfer mendatang. Dilansir Fichajes, Manchester City jadi yang terdepan jika Barca benar-benar ingin melepasnya. City ingin menjadikan De Jong sebagai pengganti Rodri yang cedera hingga akhir musim. Gaya bermain dan kemampuan distribusi bolanya dinilai cocok untuk mengemban peran yang ditinggal Rodri.

GNONTO BERHARAP BISA DIPANGGIL ITALIA LAGI

Willy Gnonto baru saja cetak gol pertamanya untuk Leeds United musim ini. Gol tersebut jadi motivasi baginya untuk kembali membela Timnas Italia suatu hari nanti. Dilansir Football Italia, usianya belum genap 21 tahun. Maka dari itu, dirinya masih sangat bisa membela Timnas Italia senior atau Italia U-21. Namun, dirinya sudah lama tidak membela Gli Azzurri. Semenjak dirinya pindah ke Leeds, Italia tak pernah lagi memanggilnya. Kini, ketika kursi kepelatihan berganti ke Luciano Spalletti, ia menargetkan untuk comeback ke skuad utama Italia.

DIBALIK POTONGAN BOTAK ALVARO MORATA

Masih dari sepakbola Italia, Alvaro Morata tampil beda dengan potongan rambut plontos saat AC Milan menghadapi Lecce kemarin. Ternyata, gaya rambut tersebut bukan karena sang pemain sedang bosan dan ingin menjajal suasana baru. Tapi, ada niat mulai dibaliknya. Dilansir Football Italia, potongan rambut botak dipilih Morata untuk menunjukan dukungannya kepada anak-anak penderita kanker. Aksi itu untuk memperlihatkan kalau Morata berada di garis perjuangan yang sama dengan mereka.

TARGET REALISTIS STY DI KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2026

Sementara itu, dari sepakbola Indonesia ada Shin Tae-yong yang telah menentukan targetnya untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga. Dilansir TVOneNews, STY tidak muluk-muluk untuk itu. Dirinya juga enggan memberikan beban yang terlalu besar kepada pemain-pemainnya. Maka dari itu, ketimbang harus finis di urutan pertama atau kedua, Coach Shin berharap timnya bisa finis di urutan ketiga atau keempat saja. “Saya tidak ingin memberikan tekanan pada pemain dengan sesuatu yang tidak realistis, jadi saya targetkan posisi ketiga dan keempat,” kata Shin Tae-yong.

JAY IDZES DAPAT PERTANYAAN UNIK DARI FANS VENEZIA

Baru-baru ini, Jay Idzes tertangkap kamera sedang memberikan tanda tangan kepada fans-fans Venezia. Dalam momen itu, ada seorang fans yang memberikan pertanyaan unik kepadanya. Dilansir CNN Indonesia, fans Venezia itu bertanya apa arti kata “Bang” dari julukannya, Bang Jay?. Dengan sedikit tersenyum, Idzes pun menjawab bahwa Bang dalam bahasa Italia sama saja dengan “Fra” atau singkatan dari “Fratello” yang berarti Bro, atau kakak laki-laki. Sang fans pun akhirnya memahami maksud dari panggilan Bang Jay.