Beranda blog Halaman 109

Berita Bola Terbaru 3 Oktober 2024 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Liga Champions pekan kedua, dengan mengejutkan Atletico Madrid justru dibantai Benfica 4-0. Gol Benfica dicetak Kerem Akturkoglu menit 13, Angel Di Maria menit 52, Alexander Bah menit 75, dan Orkun Kokcu menit 84. Dengan hasil ini, Benfica melesat ke urutan ketiga klasemen sedangkan Atleti terdampar di urutan 23 klasemen sementara.

Di pertandingan lain, Liverpool berhasil mengalahkan wakil Italia, Bologna dengan skor 2-0. Gol The Reds lahir melalui aksi Alexis Mac Allister menit 11 dan Mo Salah menit 75. Kemenangan ini langsung membawa pasukan Arne Slot naik ke peringkat lima klasemen. Sedangkan Bologna berada di urutan ke-26 klasemen sementara.

Wakil Italia lain, yakni Juventus justru berhasil menang dramatis atas RB Leipzig. Sempat tertinggal oleh dua gol Benjamin Sesko, Juventus yang bermain dengan sepuluh pemain usai Michele Di Gregorio di kartu merah menit 50 justru bangkit dan mencetak tiga gol. Dusan Vlahovic jadi inspirator kemenangan ini dengan torehan dua golnya. Hasil ini Bikin Juve naik ke urutan tujuh dan Leipzig masih di urutan ke-29.

Selanjutnya ada Dinamo Zagreb yang raih hasil imbang 2-2 atas AS Monaco. Bermain di kandang, Zagreb unggul lebih dulu melalui Petar Sucic menit 45 dan Martin Baturina menit 66. Sayangnya, Monaco justru bangkit dan menyamakan kedudukan lewat Mohammed Salisu menit 74 dan Denis Zakaria menit 90. Ini jadi poin pertama Zagreb sehingga naik ke urutan 28 klasemen sementara. 

KEJUTAN, ASTON VILLA KANDASKAN PERLAWANAN MUNCHEN

Sementara itu, wakil Liga Inggris, yakni Aston Villa justru bikin kejutan di Villa Park. Menghadapi raksasa Bundesliga, Bayern Munchen skuad asuhan Unai Emery justru menang 1-0. Dilansir Goal, Sepakan lob John Duran ke gawang Manuel Neuer jadi aksi yang dirayakan oleh semua pendukung yang hadir di Villa Park. Kemenangan ini pun mengulangi kesuksesan Villa yang pernah tundukan Munchen di final Liga Champions tahun 1982 silam.

MO SALAH LAMPAUI PENCAPAIAN DROGBA

Masih seputar Liga Champions semalam, satu gol Mohamed Salah ke gawang Bologna membuatnya berhasil mencatatkan prestasi apik. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, satu gol tambahan itu membuat Salah melampaui catatan legenda Chelsea, Didier Drogba sebagai pemain Afrika dengan jumlah gol terbanyak di Liga Champions. Drogba tercatat mencetak 44 gol, sedangkan Salah sudah mencetak 45 gol.

MENUJU PORTO, PESAWAT MU ALAMI DELAY

Manchester United akan menghadapi FC Porto dalam lanjutan pertandingan Europa League nanti malam. Namun, ketika sedang bersiap untuk berangkat ke Portugal, skuad Setan Merah mengalami sedikit kendala. Dilansir Mirror, penerbangan tim Manchester United ke Porto mengalami penundaan panjang karena cuaca buruk. Padahal United tidak memiliki waktu banyak untuk menunggu. Alhasil, skuad MU mendarat di Portugal terlambat dan mengacaukan jadwal persiapan jelang laga.

ARSENAL IKUTAN INCAR WIRTZ

Dari London, Arsenal dirumorkan sedang mempelajari kemungkinan untuk mendatangkan gelandang serang baru. Wacana ini muncul setelah melihat kondisi Martin Odegaard yang kini mulai sering diganggu cedera. Dilansir Sport Bild, Arsenal bahkan menyatakan siap masuk dalam antrian untuk mendapatkan Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen. Meriam London akan berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk sang pemain meski harus bersaing dengan Real Madrid.

FA AKUI BELUM MAU CARI PELATIH BARU

Masih dari Inggris, namun kali ini yang kita bahas adalah tim nasionalnya. Setelah banyaknya rumor tentang pelatih baru, FA pun akhirnya angkat bicara. Menurut Sky Sport, perwakilan FA mengaku belum ada kontak apa pun dengan manajer-manajer yang dirumorkan oleh media. Mereka memastikan bahwa federasi belum melakukan negosiasi dengan Graham Potter, Eddie Howe, apalagi Thomas Tuchel. Federasi ingin lebih berhati-hati dalam memilih pengganti Gareth Southgate.

MADRID KALAH, ANCELOTTI MUMET

Dari Inggris, kita bergeser ke sepakbola Spanyol. Ada Real Madrid yang baru saja menelan kekalahan dari Lille di pekan kedua Liga Champions musim 2024/25. Dilansir Football Espana, ini jadi kekalahan perdana El Real musim ini. Kekalahan itu sekaligus mengakhiri rangkaian 36 laga tak terkalahkan Madrid di semua kompetisi. Selaku pelatih, Carlo Ancelotti pun merasa frustasi dengan hasil ini. Dirinya merasa bahwa Madrid tidak bermain dengan baik saat melawan Lille. Ancelotti bahkan mengaku bahwa Lille unggul dalam segala aspek di laga tersebut.

SZCZESNY RESMI DIPERKENALKAN OLEH BARCA

Sementara itu, tim rival, yakni Barcelona baru saja meresmikan kedatangan sang penjaga gawang baru, Wojciech Szczesny. Dilansir Football Italia, eks Juventus itu bergabung dengan status bebas transfer. Sang penjaga gawang rela menunda masa pensiunnya demi kembali bermain untuk La Blaugrana. Dirinya menandatangani kontrak jangka pendek hingga akhir musim 2024/25. Eks kiper Arsenal itu didapuk sebagai penjaga gawang utama untuk menggantikan Marc-Andre Ter Stegen yang cedera.

BARCELONA SERIUS PULANGKAN NEYMAR

Setelah mendatangkan Wojciech Szczesny, Barcelona berbicara soal kemungkinan untuk memulangkan sang mantan, Neymar. Dilansir The Sun, transfer ini sangat mungkin terjadi di musim panas 2025 mendatang. Namun, Barca akan bergerak untuk Neymar dengan satu syarat. Barca akan lebih dulu mengincar Erling Haaland dari Manchester City musim depan. Jika tak bisa mendapatkannya, Barca baru akan mengalihkan fokus untuk memulangkan Neymar.

ATLETICO DIJATUHI SANKSI

Atletico Madrid dikabarkan telah dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin La Liga. Dilansir Football Espana, Atletico dianggap gagal mengkoordinasi masa atau fans yang hadir di laga Derby Madrid kemarin. Sehingga, terjadi beberapa insiden yang membuat laga sempat dihentikan sejenak. Atletico pun dihukum untuk menutup sebagian tribun selatan Metropolitano selama tiga pertandingan ke depan. Jelas ini sebuah kerugian secara finansial bagi Atleti.

UCL MUSIM DEPAN BERPOTENSI TANPA KLUB SPANYOL

Masih dari sepakbola Spanyol, UEFA dan FIFA baru saja memberikan teguran keras untuk yang kesekian kali kepada Federasi Sepakbola Spanyol. UEFA bahkan mengancam akan memblokir akses klub Spanyol agar tidak bisa berkompetisi di Liga Champions musim depan. Dilansir Football Espana, presiden federasi sebelumnya, Pedro Rocha sedang diskors sejak Juli lalu. Namun, Spanyol tak kunjung menunjuk presiden baru. Kekosongan jabatan ini membuat UEFA tidak senang. UEFA pun mengancam akan melarang Real Madrid dan Barcelona untuk berlaga di kompetisi Eropa jika Spanyol belum menunjuk presiden federasi yang baru hingga akhir tahun ini.

MOTTA INGIN TUNJUKAN SUPERIORITAS JUVE DI EROPA

Mampir ke Italia, Thiago Motta sepertinya tak main-main dalam proyek pembangunan kembali Juventus. Dirinya berambisi untuk memperbaiki citra klub Turin itu di Italia dan Eropa. Dilansir Football Italia, Motta menyebut kemenangan atas RB Leipzig kemarin adalah salah satu cara untuk mencapai itu. Menang dengan sepuluh pemain jadi tanda bahwa superioritas Juve telah kembali. Motta ingin membuktikan bahwa timnya bukan lagi tim yang sama seperti musim lalu. Juve juga bisa unggul dari segala aspek di lapangan.

MEDIA VIETNAM REMEHKAN KUALITAS ELIANO REIJNDERS

Bergeser ke Asia Tenggara, media Vietnam lagi-lagi cari masalah dengan Indonesia. Baru-baru ini, media Vietnam TheThao247 memberikan sorotan sinis kepada pemain baru Timnas Indonesia, Eliano Reijnders. Seperti yang dikutip Bolasport, media Vietnam itu cenderung meremehkan karier Eliano yang dinilai tidak cemerlang seperti kakaknya di AC Milan. Eliano dinilai cuma bisa main di liga lokal, tidak seperti kakaknya. Media Vietnam pun menyimpulkan bahwa kualitas Eliano jauh di bawah Tijjani Reijnders.

MADAM PANG AKUI KEHEBATAN ERICK THOHIR DAN TIMNAS INDONESIA

Kemarin, Erick Thohir melangsungkan pertemuan dengan Presiden Asosiasi Sepakbola Thailand, Nualphan Lamsam. Dalam pertemuan itu, keduanya mengobrol soal perkembangan sepakbola Asia Tenggara. Dilansir Bolasport, wanita yang juga dikenal dengan Madam Pang itu mengaku terkesan dengan kinerja Erick Thohir dalam memimpin sepakbola Indonesia. Ia pun mengakui kehebatan Indonesia yang jadi wakil Asia Tenggara di Ronde Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dia ikut senang dan bangga sebagai perwakilan negara tetangga.

NEWCASTLE RENCANA RENOVASI ST JAMES PARK

Manajemen Newcastle United dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk merenovasi St James Park. Dilansir Mirror, renovasi ini akan membuat markas Newcastle lebih besar dan lebar agar bisa menampung lebih banyak penonton lagi. Menariknya, pembangunan ini nanti menggunakan uang dari Arab Saudi, bukan hasil utang bank seperti kebanyakan klub lainnya. Memiliki stadion megah bertujuan untuk menunjukan bahwa sekarang Newcastle bukan klub semenjana lagi, melainkan klub elit.

CITY CARI OPSI LAIN UNTUK PENGGANTI RODRI

Sementara itu, Manchester City sedang terus mencari nama gelandang baru untuk menggantikan peran Rodri musim ini. Setelah dirumorkan sedang memantau Frenkie De Jong dan Martin Zubimendi, kini City mengantongi nama baru. Dilansir Caught Offside, dua nama baru kini dirumorkan masuk radar City. Mereka adalah Adam Wharton dari Crystal Palace dan Ederson dari Atalanta. Keduanya memang sedang naik daun musim ini. Namun, City tak terburu-buru dalam melakukan negosiasi.

SIR ALEX DUKUNG ALLEGRI GANTIKAN TEN HAG

Dari Manchester yang lain, Sir Alex Ferguson dikabarkan mendukung penuh jika Massimiliano Allegri menggantikan Erik Ten Hag sebagai pelatih yang baru. Dilansir Football Italia, menurut Fergie, Allegri adalah pelatih paling ideal untuk MU saat ini. Pengalaman dan sosoknya pas untuk ruang ganti United. Sir Alex bahkan lebih menyarankan MU untuk merekrut Allegri ketimbang Thomas Tuchel. Namun, United harus cermat. Karena kita semua tahu bagaimana kondisi MU saat terakhir kali menggunakan pelatih usulan Sir Alex, yakni David Moyes di masa lalu.

PEMAIN MU SETUJU JIKA PENGGANTI TEN HAG ADALAH NISTELROOY

Di sisi lain, para pemain Manchester United justru lebih memprioritaskan sosok Ruud Van Nistelrooy untuk menggantikan Ten Hag. Dilansir Daily Star, para pemain telah mendorong para petinggi klub untuk lebih memprioritaskan Nistelrooy ketimbang yang lain, jika Ten Hag keluar dari klub. Para pemain mengaku bahwa mereka memiliki kedekatan yang baik dengan mantan pemain Manchester United itu. Nistelrooy pun dilaporkan terbuka dengan kesempatan untuk menggantikan rekan senegaranya itu.

ALASAN MCTOMINAY PILIH NAPOLI

Dari Inggris, kita ke Italia. Scott McTominay baru-baru ini menyampaikan alasannya mengapa akhirnya lebih memilih Napoli ketimbang klub-klub Inggris lainnya. Dilansir Foot Italia, McTominay merasa sepakbola Italia lebih taktis daripada Inggris. Secara intensitas juga jauh berbeda. Selain itu, sosok Antonio Conte sebagai allenatore juga berperan penting di sini. “Permainan Conte sangat fleksibel. Anda harus belajar melakukan banyak hal dan menyerap informasi yang tepat untuk membantu rekan setim Anda meraih hasil. Saya merasa sangat nyaman dengan itu,” ucap McTominay.

TERBUANG KE TURKI, OSIMHEN MASIH SOMBONG

Masih berhubungan dengan Napoli, Victor Osimhen baru saja mengeluarkan pernyataan yang cukup menggoda kepada salah satu media di Turki. Meski dirinya terkesan seperti terbuang di Galatasaray, Osimhen merasa bahwa dirinya masih jadi salah satu striker terbaik di dunia. Dilansir Foot Italia, Osimhen membahas banderol harga yang dikaitkan dengannya. Menurutnya, dengan kondisi dan performa yang sekarang, Osimhen masih layak dihargai 100 juta euro. Komentar yang menunjukan kepercayaan dirinya itu pun langsung jadi berita utama di persepakbolaan Turki. 

SESKO ANGKAT BICARA TENTANG RUMOR KE MILAN

Sebelum menghadapi Juventus, striker RB Leipzig, yakni Benjamin Sesko berbicara sedikit soal sepakbola Italia. Dirinya juga menyinggung tentang rumor yang beredar bahwa dirinya hampir bergabung ke AC Milan pada musim lalu. Dilansir Football Italia, ketika ditanya, dirinya enggan berbicara banyak soal spekulasi transfer. Dirinya merasa bahagia di Leipzig. “Saya baru saja memperpanjang kontrak saya di Leipzig. Saya ingin meraih prestasi besar di sini,” kata Sesko 

BARCA RENCANA PERPANJANG KONTRAK CHRISTENSEN

Dari Italia, kita sedikit mampir ke Spanyol untuk membahas Barcelona yang sedang berusaha memperpanjang kontrak pemainnya. La Blaugrana dikabarkan sedang memulai negosiasi dengan Andreas Christensen soal kontrak baru. Menurut Football Espana, kontrak bek Denmark itu akan berakhir pada tahun 2026. Barca tidak mau kehilangan sang pemain dengan gratis. Maka dari itu, pembaruan kontrak akan dilakukan. Jika sang pemain menolak, maka ia akan segera dijual Januari nanti.

EX WONDERKID CELTIC RESMI KE QPR

Football Lovers masih ingat dengan wonderkid Celtic bernama Karamoko Dembele? Kini sang pemain justru mengalami hambatan karir. Dirinya baru saja menyelesaikan kepindahan permanennya ke klub medioker lain, Queens Park Rangers. Dilansir Tribal Football, sang pemain pun merasa senang, kini punya kestabilan karir. Bersama QPR, ia yakin akan ada banyak hal baik berdatangan. 

STY CORET JUSTIN HUBNER DAN RAMADHAN SANANTA

Sementara dari sepakbola nasional, Timnas Indonesia baru saja merilis skuad terbaru yang akan tampil melawan Bahrain dan China pekan depan. Menariknya, ada dua nama yang hilang dari daftar nama tersebut. Dilansir Kompas, untuk menambahkan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, Shin Tae-yong ternyata mencoret dua nama langganan. Yang jadi korban adalah Justin Hubner dan Ramadhan Sananta. Hubner dilaporkan sedang mengalami cedera, sedangkan posisi Sananta kabarnya sudah digantikan oleh Malik Risaldi.

Ditutupi Rapat, BOROK Sepak Bola Vietnam Malah Dibongkar Mantan Pelatih Sendiri

Vietnam oh Vietnam, betapa malang nasibmu kini. Di tengah kemunduran sepakbolanya, sebuah tamparan keras datang dari mantan pelatih mereka, Park Hang-seo. Pelatih nyentrik itu dengan gagah berani mengungkap tabir kebobrokan sepakbola Vietnam.

Sontak publik Vietnam dan dunia pun terperangah. Pasalnya, apa yang diucapkan Park Hang-seo tersebut ternyata banyak buktinya. Lantas, apa saja bukti kebobrokan tersebut? Namun, sebelum masuk ke pembahasan kamu bisa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya dulu agar tak ketinggalan konten menarik dan berbobot dari Starting Eleven Story.

Petuah Park Hang-Seo

Pasca ditinggal Park Hang seo, Timnas Vietnam masih saja terseok-seok meski sudah mendatangkan dua pelatih baru. Ranking FIFA mereka juga merosot tajam. Di era kejayaan Park Hang-seo, Vietnam bisa mencapai peringkat 92 FIFA. Kini per 19 September 2024, peringkatnya terjun bebas ke 116. Lalu apa yang salah dari Timnas Vietnam?

Pertanyaan itu, jawabannya justru di spill oleh mantan pelatih mereka sendiri, Park Hang-seo. Pelatih berusia 66 tahun tersebut menyebut bahwa sepakbola Vietnam mengalami masalah besar dalam hal infrastruktur maupun sistem pembinaan pemain.

Jika ditelusuri jejaknya, bukan kali ini saja Park Hang-seo mengkritik sepakbola Vietnam. Dilansir dari The Thao 247, di tahun 2022, pelatih asal Korea Selatan tersebut pernah menyebut bahwa Federasi Sepakbola Vietnam (VFF) tidak memiliki visi yang jelas soal pembinaan pemain muda. Menurut Park, jika dibiarkan terus-menerus sepak bola Vietnam tidak akan memiliki masa depan.

Ajaran Akademi Muda Vietnam

Jika ditelisik lebih jauh, ternyata bukan asal kritik belaka Park Hang-seo ini. Pendidikan dan pelatihan yang tidak memadai di level akademi sepakbola Vietnam terbukti telah menjadi penyebab.

Peneliti Thi My Dung dan Simon Gardiner dalam penelitiannya yang berjudul The Fight Against Corruption in Vietnamese Football: A Closer Look at Typical Corruption Cases, Causes and Possible Solutions, menyebutkan bahwa ketika pemain muda Vietnam dididik di akademi, mereka tidak menerima pendidikan tentang nilai olahraga dan etos kerja.

Fokus pendidikan dari akademi sepakbola Vietnam hanya menitikberatkan pada teknik pelatihan sepakbola saja. Pengenalan mengenai nilai sportivitas, lalu etika seorang pemain yang harus disiplin dan taat aturan, tidak ada.

Kasus Narkoba Dan Pengaturan Skor

Akibatnya, para pemain yang dididik sejak dini tumbuh dengan sikap yang sering menjurus ke arah negatif. Yang sudah terbukti yakni, ketika para pemain muda mereka justru pesta narkoba.

Dilansir dari VNExpress, tiga pesepakbola Vietnam yang terdiri dari eks pemain senior dan pemain kategori kelompok umur, dihukum berat akibat skandal pesta narkoba pada Mei 2024. Mereka di antaranya adalah Nguyen Ngoc Thang yang merupakan pemain Timnas Vietnam U-23, lalu Dinh Thanh Trung yang merupakan eks pemain timnas senior, serta Nguyen Van Truong yang merupakan pemain Timnas Vietnam U-22.

Selain kasus narkoba, skandal pengaturan skor juga sempat melanda para pemain muda Timnas Vietnam. Jauh di tahun 2020, dua punggawa timnas Vietnam U-19, yakni gelandang Tran Cong Minh, dan bek Vo Minh Trong dihukum berat karena kasus pengaturan skor.

Enggan Untuk Abroad

Tak cuma kelakuan buruk saja yang mengakibatkan masa depan pemain muda Vietnam bakal suram. Sikap keberanian mereka untuk belajar dan berkarier di luar negeri juga patut dipertanyakan.

Kini tak ada satupun pemain Vietnam yang berkarier di liga luar. Terakhir Nguyen Cong Phuong yang telah meninggalkan Yokohama bulan September lalu. Ia mengaku frustrasi karena jarang dimainkan.

Sebenarnya, sebelum Nguyen Cong Phuong, ada beberapa pemain yang sudah berkarier di klub luar seperti Nguyen Quang Hai di Pau FC, Doan Van Hau di Heerenveen, maupun Dang Van Lam di Cerezo Osaka. Namun, mereka gagal bersaing dan akhirnya memilih pulang kampung.

Selain karena faktor frustrasi karena tak bisa bersaing, faktor penghargaan tinggi di liga domestik juga jadi penyebab. Menurut mantan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Vietnam, Duong Vu Lam, pemain yang berlaga di liga domestik diperlakukan terlalu tinggi secara gaji dan lain-lain. Bahkan terkadang, lebih tinggi dari nilai sebenarnya. Hal tersebut semakin menyebabkan pemain Vietnam nyaman dan enggan jadi pemain abroad.

Naturalisasi Pemain

Sudah tak ada pemain abroad, tak ada pula pemain naturalisasi. Fyi, kebijakan naturalisasi di Vietnam selama ini terganjal aturan yang sangat ketat. Media Vietnam Thanh Nien pun menyesalkan hal tersebut.

Wakil Presiden VFF, Tran Anh Tu pernah menyebut bahwa federasi bukan bagian yang menangani proses naturalisasi. Proses naturalisasi di Vietnam diurus oleh pemerintah dan harus mengikuti Undang-Undang Kewarganegaraan Vietnam. Setelah memenuhi undang-undang, pemain tersebut juga harus melewati proses yang cukup panjang. Contoh kasus adalah kiper Nguyen Filip yang harus menunggu waktu lima tahun untuk proses naturalisasinya.

Vietnam kini memang telah menaturalisasi pemain Brasil, Rafaelson. Namun, sang pemain bukan yang mempunyai ikatan garis keturunan dengan Vietnam. Ia murni sudah tinggal lama di Vietnam. Kasus naturalisasi pemain asing seperti ini sebenarnya sudah lama terjadi di Vietnam sejak tahun 2007. Di mana saat itu dulu sudah ada kiper bernama Phan Van Santos dari Brasil yang dinaturalisasi.

Infrastruktur Stadion Dikritik

Selain pembinaan pemain maupun sistem, soal infrastruktur juga masuk dalam borok yang dibongkar oleh Park Hang Seo. Kalau melihat infrastruktur seperti stadion timnas maupun stadion klub, pada kenyataanya memang sempat bermasalah.

Bahkan kualitas stadion di Liga Vietnam sempat dikritik oleh pemain asing. Pada bulan Oktober 2023, pemain asal Australia dari klub Hai Phong, Martin Lo, melontarkan kritik pedas terhadap kualitas stadion di Liga Vietnam. Kritikan tersebut diucapkan pasca laga Hanoi FC vs Hai Phong yang digelar di Hang Day Stadium.

Martin kaget ketika beberapa lampu stadion tersebut mati, namun laga tetap dilanjutkan. Pasca laga usai, Martin baru diberi tahu oleh rekan-rekannya bahwa lampu mati di stadion sudah bertahun-tahun terjadi di sepakbola Vietnam.

Itu baru stadion di daerah, markas tempat Timnas Vietnam bermain di laga-laga Internasional yakni Stadion My Dinh ternyata juga bermasalah. Kualitas infrastruktur Stadion My Dinh sempat dikritik oleh media vietnam sendiri, Bongda24h, pada perhelatan Piala AFF 2022 lalu.

Saat itu terlihat kualitas rumput tidaklah layak. Sampai-sampai Park Hang-seo bilang bahwa anak asuhnya harus memakai sepatu besi untuk bermain di lapangan tersebut. Tak hanya rumput saja, kabin bangku cadangan pun terlihat tidak kokoh dan sempat disorot.

Skandal Pajak Stadion

Kualitas stadion My Dinh yang “kureng” tersebut, bisa jadi terkait dengan masalah pengemplangan pajak. Pajak Stadion My Dinh sempat menunggak hingga 869 miliar dong atau sekitar Rp 5,5 triliun pada tahun 2023.

Menurut media Vietnam, Soha, pengemplangan pajak tersebut ternyata sudah dilakukan oleh pengelola My Dinh Sports Complex sejak tahun 2019. Departemen pajak terkait sampai-sampai harus menagih paksa tunggakan pajak tersebut karena tak ada itikad baik dari pengelola.

Duh, kalau sudah seperti ini penyakitnya, susah juga ya diberesi. Yang jelas, borok yang disampaikan oleh Park Hang-seo tersebut terbukti ada benarnya. Kebobrokan memang terjadi di berbagai sektor sepakbola Vietnam. Dan bukan tidak mungkin masa depan sepakbola Nguyen FC ini benar-benar akan suram.

https://youtu.be/d6Mt43UerlU

Pemain-Pemain Aneh, Jagonya Cuma Pas Bela Timnas Doang

0

Bermain untuk tim nasional merupakan impian banyak pemain sepak bola. Oleh karena itu, para pemain akan berusaha tampil sebagus mungkin di level klub agar bisa terjaring ke dalam skuad tim nasional. Tanpa bermain bagus di klub, sehebat apapun mereka, kesempatan untuk membela tanah airnya pun ikut meredup.

Namun, hal ini tak berlaku untuk beberapa pemain berikut ini. Mereka adalah para pemain yang di klub biasa-biasa saja, tapi bisa masuk timnas. Tak sekadar masuk timnas, tapi penampilannya malah tergolong luar biasa. Lantas, siapa saja pemain yang cuma jago pas membela timnas itu?

 

Peter Crouch – Inggris

Meski dalam karirnya banyak bermain untuk klub menengah ke bawah di Premier League, Peter Crouch adalah sosok yang berbahaya jika sedang membela Tim Tiga Singa. Pria cungkring bertinggi 201 cm ini memiliki rataan gol yang cukup bagus, yakni 22 gol dalam 42 pertandingan. Artinya, Crouch bisa mencetak sebuah gol tiap dua laga membela Timnas Inggris.

Sementara di level klub, Crouch hanyalah striker kelas rata-rata. Selama bermain bola, gol jumlah tertingginya yang pernah ia cetak di Premier League hanya 12 gol saja dalam semusim. Itu terjadi saat dirinya masih membela Southampton musim 2004/05. Angka tersebut tergolong mengecewakan untuk striker berlabel Timnas.

Tahun terbaiknya membela Timnas Inggris adalah 2006. Pada tahun itu, Crouch bisa mencetak 11 gol dari 12 pertandingan. Catatan yang cukup mengerikan untuk seorang striker angin-anginan. Sayangnya, selama membela Tim Tiga Singa, Crouch tak sekali pun berkesempatan mencium sebuah trofi. 

 

Fabio Grosso – Italia

Juara Piala Dunia 2006, Fabio Grosso bisa dimasukkan ke dalam kategori pemain yang jago di Timnas ketimbang di klub. Bek kiri Italia ini baru masuk ke Timnas di usia 25 tahun pada 2003. Hal ini sebenarnya tidak mengagetkan karena 3 tahun sebelumnya saja ia masih bermain di Serie C bersama Chieti FC.

Namun, sejak bermain reguler di Timnas pada tahun 2005, Grosso malah menjadi bek kiri yang tak tergantikan. Gol legendarisnya yang menghujam gawang Jens Lehmann di semifinal Piala Dunia 2006 akan menjadi salah satu yang akan dikenang dari pemain yang menjadi penentu gelar Piala Dunia tersebut.

Sayangnya, meski tampil tak tergantikan bersama Gli Azzuri dan mengoleksi 48 caps, performanya di klub malah terseok-seok. Grosso hanya bermain reguler selama tahun 2004 hingga 2006 saat dirinya membela Palermo. Sisanya? Grosso angin-anginan di Inter, Lyon, hingga Juventus.

 

Joan Capdevila – Spanyol

Sebelum Vicente del Bosque mengambil alih kursi kepelatihan Spanyol, Joan Capdevila hanyalah bek kiri rata-rata. Memang betul dia pernah dipanggil La Furia Roja sebelum kejayaan 2008, tapi itu hanya numpang lewat saja. Lebih banyak Capdevila tak dipanggil ketimbang dirinya menjadi pemain utama. Capdevila hanyalah pemain biasa yang bermain untuk Deportivo La Coruna.

Namun, semua berubah di bawah tangan Vicente del Bosque. Capdevila yang kala itu sudah berusia 30 tahun malah tampil bagus menjegal sayap kanan para lawannya. Alhasil ia berhasil memberikan Piala Eropa untuk mengakhiri puasa gelar La Furia Roja. Impresifnya lagi, kegemilangannya ini masih berlanjut hingga Piala Dunia 2010.

Di Afrika Selatan, Capdevila bermain penuh sepanjang turnamen. Tak ada satu detik pun Spanyol bermain tanpanya. Alhasil, mereka hanya terbobol 2 kali di sepanjang turnamen. Uniknya lagi, dia adalah satu-satunya pemain yang tak bermain untuk Real Madrid ataupun Barcelona di laga final melawan Belanda.

 

Keisuke Honda – Jepang

Saat tampil membela Samurai Biru, Keisuke Honda menjelma sebagai pemain kelas dunia. Ia merupakan pemain andalan Jepang dalam tiga Piala Dunia dan berhasil membawa Samurai Biru menjadi juara Asia 2011. Dalam 98 laga bersama Jepang, Honda bertanggung jawab dalam 60 gol yang tercipta. Ia berhasil mencetak 37 gol dan 23 kali assist ia berikan ke rekan setimnya.

Namun anehnya, di level klub Honda hanya bermain bagus kala ia masih membela CSKA Moskow. Pemain yang dikenal dengan tendangan jarak jauh dan tendangan bebasnya yang akurat ini berhasil mencetak 28 gol dan 29 assist dalam 127 laga bermain untuk tim ibu kota Rusia. Sekalinya dicoba untuk bermain di level yang lebih tinggi, Honda malah loyo.

Sempat digadang-gadang akan bersinar di Serie A, karir Honda di AC Milan malah tak ada yang bisa dikenang. Skillnya saat masih bermain di Moskow seakan luntur begitu saja. Alhasil, saat kontraknya di San Siro habis, tak ada klub Eropa yang mau menggaetnya sehingga Honda harus tersisih hingga Meksiko untuk membela Pachuca.  

 

Lukas Podolski – Jerman

Performa apiknya kala menggebrak sepak bola Jerman bersama FC Koln, tak pernah bisa Lukas Podolski ulangi lagi saat bergabung ke Bayern Munchen dan Arsenal. Poldi datang ke Bundesliga pada musim 2003/04 setelah promosi dari tim junior FC Koln. Di musim itu, meski hanya 10 kali bermain, Poldi malah bisa mencetak 10 gol. Alhasil, Rudi Voller sebagai pelatih Die Mannschaft langsung menariknya ke tim senior.

Tak disangka, performanya bersama Jerman malah menjadi bagian terbaik dari karirnya. Poldi tampil dalam 130 laga dan berhasil mencetak 49 gol plus 31 assist. Torehan 49 gol ini pun membuatnya berada di posisi ketiga top scorer Jerman di belakang Gerd Muller dan Miroslav Klosen. Untungnya, karir bagus Poldi di tim nasional bisa disempurnakan dengan sebuah trofi Piala Dunia.

 

Eduardo Vargas – Chile

Kasus yang tak kalah unik terjadi pada pemain Timnas Chile, Eduardo Vargas. Pemain yang berhasil menjadi top skor sekaligus juara di Copa America 2015 dan 2016 ini memiliki karir di tim nasional yang terbilang cemerlang. 43 gol ia ciptakan dalam 114 laga bersama Chile, bahkan di tahun 2011 dia diganjar predikat Footballer of the Year di Chile.

Namun, karirnya di klub malah amburadul. Vargas tak mampu menembus skuad Napoli sejak didatangkan pada Januari 2012. Tergesernya Vargas dari I Partenopei  membuatnya menjadi musafir untuk dipinjamkan dari Gremio, Valencia, hingga Queens Park Rangers.

 

Miroslav Klose – Jerman

Mirip dengan Lukas Podolski, Miroslav Klose juga memiliki karir biasa saja saat tampil di klub. Bayern Munchen yang mendatangkannya dari Werder Bremen dengan harapan Klose bisa menjadi mesin gol, harus menelan kekecewaan. Klose angin-anginan. Maksimal dirinya hanya bisa mencetak 10 gol di Bundesliga per musim. Akhirnya, ia pun terbuang ke Lazio di Serie A.

Tapi beda cerita jika kita berbicara soal Klose di Timnas Jerman. Klose bertanggung jawab untuk 100 gol sepanjang ia bermain untuk Die Mannschaft. Ia berhasil mencetak 71 gol dan 29 assist. Bahkan, hingga Piala Dunia 2022, Klose masih jadi top skor Piala Dunia dengan 16 gol. Torehan 71 gol itu pun membuat peraih Piala Dunia 2014 ini menjadi top skor Timnas Jerman di atas Gerd Muller.

 

Sumber: 90 Min, Four Four Two, Urban Pitch, Give Me Sport, dan Bleacher Report

Liga Champions Musim Depan Terancam Tanpa Tim Spanyol?

0

Kabar tak sedap datang dari federasi sepakbola Spanyol, RFEF. Pada awal Oktober 2024 ini, RFEF terancam akan dihukum oleh FIFA dan UEFA. Ancaman tersebut terjadi karena kegaduhan yang sedang melanda mereka tak kunjung mereda dan menemukan titik terangnya.

Hukuman yang bisa dijatuhkan pun tak main-main, Spanyol bisa terancam gagal menggelar Piala Dunia 2030 dan klub-klub mereka terancam di-banned dari kompetisi Eropa. Jadi, tak akan ada lagi Real Madrid dan Barcelona di kompetisi antarklub terbaik sejagad raya. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

 

Semua Gara-gara Luis Rubiales

Semua kekacauan yang terjadi di tubuh RFEF terjadi gara-gara ulah presiden lama mereka, Luis Rubiales. Mantan Presiden RFEF itu berulah dengan mencium dan memeluk pemain Timnas Putri Spanyol, Jenni Hermoso, pada saat selebrasi kemenangan Timnas Putri di ajang Piala Dunia Wanita 2023 silam.

Aksi tersebut jelas mengundang kemarahan dari berbagai pihak. Rubiales dipaksa untuk mundur. Bahkan 81 pemain putri Spanyol, termasuk 23 pemain Timnas menandatangani janji bahwa mereka tak akan bermain untuk Timnas Spanyol jika Rubiales masih jadi presiden. Tak hanya itu, FIFPro sebagai serikat pemain sepak bola pun melakukan desakan untuk menggulingkan Rubiales.

Kasus ini awalnya berjalan cukup alot karena Rubiales selalu saja punya alasan untuk berkilah dari apa yang telah dilakukannya. Barulah ketika FIFA turun tangan, Rubiales bisa ditaklukkan. Ia akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya setelah dirinya dijatuhi hukuman.

“Setelah skors yang dilakukan oleh FIFA, ditambah tindakan yang dikenakan terhadap saya, itu bukti bahwa saya tak lagi bisa kembali ke posisi saya,” ucap Rubiales dalam pernyataan, dikutip dari BBC.

Setelah Rubiales mengundurkan diri, masalah selanjutnya pun tumbuh. Pengunduran diri Rubiales ini sebenarnya sesuatu yang mendadak. RFEF belum siap untuk mengadakan pemilihan presiden yang baru. Akhirnya, dibuatlah semacam komite sementara yang tujuan utamanya adalah mempersiapkan pemilihan presiden baru. Meski secara sementara, komite ini pula yang akan menjalankan RFEF sampai presiden baru terpilih.

Komite yang didirikan September 2023 ini diketuai oleh Pedro Rocha, orang yang ternyata dipilih oleh Rubiales. Mungkin Rubiales hanya menjadikan Rocha sebagai boneka saja. Pasalnya, dengan menjabatnya Rocha, Rubiales benar-benar bisa menjadikannya sebagai perantara untuk mengatur sepak bola Spanyol.

Meskipun hanya menjabat sebagai presiden sementara, Pedro Rocha masih bisa melakukan keputusan-keputusan penting. Salah satunya adalah memperpanjang kontrak Luis de la Fuente, yang nantinya ternyata menghasilkan sebuah trofi untuk La Furia Roja. Rocha juga ikut menjadi perwakilan Spanyol dalam pertemuan yang membahas mengenai persiapan Piala Dunia 2030. Ajang yang rencananya akan melibatkan Spanyol dalam penyelenggaraannya.

Kewenangannya untuk menjalankan RFEF seakan membuat Pedro Rocha melupakan tugas aslinya, yakni menyiapkan pemilihan presiden federasi baru. Dugaan bahwa dirinya hanyalah boneka Rubiales seakan terjawab dengan sendirinya. Alhasil, tekanan kembali tertuju pada RFEF. Publik sepak bola Spanyol menagih janji. Di titik ini, posisi Rocha sebagai boneka menjadi sama rentannya dengan sang tuan, Luis Rubiales.

 

Tak Kunjung Punya Presiden Baru

Akhirnya, tekanan secara hukum langsung diajukan oleh presiden Pusat Pelatihan Nasional Spanyol (CENAFE), Miguel Galan. Ia mengajukan tuntutan kepada Pengadilan Tinggi Olahraga (CSD) dan Pengadilan Administrasi Olahraga (TAD) untuk mengeliminasi Pedro Rocha dari posisinya. Akhirnya, TAD mendesak Rocha untuk segera memberi kepastian pada Januari 2024 lalu.

Selain itu, Galan juga mendesak pengadilan untuk mengatasi pelanggaran-pelanggaran yang telah Rocha lakukan. Pelanggaran tersebut antara lain: tak mengikuti statuta federasi untuk mengadakan pemilu dan menerima gaji untuk posisi presiden secara penuh, padahal jabatannya hanya ketua sementara.

Tak hanya itu, para calon presiden lain juga mengeluhkan tindakan Rocha mengulur-ulur waktu. Mereka menyebut Rocha tak kunjung mengadakan pemilihan karena dirinya ingin mencoba menggaet dukungan terlebih dahulu agar dirinya juga bisa maju. Dengan Rocha maju, Rubiales bisa secara tidak langsung memiliki pengaruh di RFEF untuk waktu yang akan datang.

Namun, karena kekisruhan yang tak kunjung usai ini, pemerintah Spanyol akhirnya turun tangan. Pada Juli 2024, Rocha diberhentikan oleh kekuatan pemerintah dan RFEF sementara dipegang oleh pemerintah. Nah, di titik ini seharusnya Spanyol dihukum. Pasalnya, ada campur tangan pemerintah atas federasi. Seperti yang pernah terjadi di Indonesia dulu.

Setelah hampir tiga bulan diintervensi oleh pemerintah, FIFA dan UEFA turun tangan untuk memaksa RFEF segera mengadakan pemilihan presiden sebelum tahun berganti ke 2025. FIFA dan UEFA nampaknya sudah jengah dengan apa yang terjadi di Spanyol. Padahal mereka secara tidak langsung memberi kesempatan pemerintah Spanyol untuk membereskan kekacauan ini selama tiga purnama.

Pada awal Oktober lalu, FIFA dan UEFA mengadakan pertemuan dengan pihak pemerintah Spanyol. Isi tuntutannya jelas, RFEF harus secepat mungkin memiliki presiden baru. Plus, ultimatum mengenai hukuman apabila tuntutan itu tak terpenuhi pun ikut disampaikan. Sekarang, malah seantero pelaku sepak bola Spanyol yang jadi terancam.

CSD menerima tuntutan tersebut dengan senang hati. Terlebih, FIFA dan UEFA sendiri juga yakin bahwa konflik ini akan bisa segera diatasi. Sosok Vicente del Bosque sebagai kepala Komite Normalisasi RFEF memberi mereka optimisme bahwa kegaduhan ini bisa segera tuntas. Sebab, RFEF dianggap sebagai salah satu federasi sepak bola yang penting, baik di mata FIFA ataupun UEFA.

 

Ancaman Hukuman

Lantas, apabila tuntutan tersebut tidak terlaksana, apa hukuman yang akan diterima oleh Spanyol? Hukuman yang paling jelas adalah pencabutan status tuan rumah Piala Dunia 2030. Spanyol sebagai salah satu negara yang sudah ditetapkan sejak jauh-jauh hari akan kehilangan haknya begitu saja.

Pencabutan status tuan rumah jelas menjadi sebuah kerugian tersendiri untuk RFEF maupun Spanyol itu sendiri. Bagi RFEF, kegagalan ini bisa membuat mereka kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan kucuran dana dari FIFA guna persiapan dan revitalisasi sarana yang akan dipakai untuk Piala Dunia nanti.

Sementara bagi Spanyol, kegagalan ini akan membuat mereka terancam kehilangan potensi pemasukan dari para turis yang datang untuk berkunjung. 

Di level klub, Spanyol pun terancam kehilangan hak untuk mengirimkan delegasinya untuk bertarung di kompetisi Eropa. Jadi, Real Madrid dan Barcelona tak akan bisa lagi bermain di Champions League. Hal ini tentu bencana bagi klub-klub Spanyol. Nilai tawar mereka untuk menggaet pundi-pundi dari sponsor bisa merosot tajam. 

Klub seperti Barcelona bisa menjerit keras jika hukuman ini terjadi. Mereka yang sedang berjuang mengumpulkan pundi-pundi uang dari Champions League, terancam kehilangan mata pencahariannya. Padahal uang revenue dari Champions League merupakan salah satu pemasukan pertandingan yang tergolong besar.

Jika hukuman ini suatu saat benar-benar kejadian, kalian jangan heran apabila pada akhirnya ada berita sebuah klub bubar. Apalagi klub yang sedang dilanda bencana ekonomi seperti Blaugrana.

https://youtu.be/tK-tCUldQyc

Sumber: BBC, The Athletic, Football Espana, Beinsport, dan Footboom 1

Indonesia vs Bahrain: Strategi BUNGKAM Bahrain yang Licik!

Hawa panas Bahrain National Stadium di Kota Riffa, akan jadi saksi kembalinya serdadu Garuda berjuang di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Anak asuh Shin Tae-yong bertekad membungkam sang tuan rumah Bahrain, yang konon katanya punya siasat licik.

Berbekal catatan positif di dua laga sebelumnya, dan penambahan beberapa pemain baru, Timnas Indonesia optimis mampu mencuri poin dari tanah “mutiara teluk persia”. Jadi, mungkinkah Timnas Indonesia membawa pulang tiga poin atas Bahrain? Mari kita bahas. Namun, sebelum itu jangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya agar tak ketinggalan konten terbaik dari Starting Eleven Story.

Head To Head

Kalau bicara flashback ke pertemuan terakhir Indonesia melawan Bahrain, hmmm..jadi teringat angka 10. Ya, pembantaian 10-0 di tempat yang sama oleh Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2014, bagaimanapun masih menyisakan luka perih bagi Timnas Garuda.

Namun, layaknya seseorang yang move on dari mantan kekasih, yang lalu biarkanlah saja berlalu. Toh, Timnas Garuda pernah menang juga atas Bahrain 2-1 di Piala Asia 2007. Sementara, jika dilihat head to head secara keseluruhan, memang Indonesia kalah. Di mana dari total tujuh kali pertemuan, Bahrain mampu menang tiga kali, sedangkan Indonesia baru menang dua kali. Sisanya dua kali berakhir seri.

Amunisi Baru Timnas

Tapi apalah arti sebuah head to head? Toh catatan pertemuan itu sudah lama terjadi. Kini Timnas Indonesia punya wajah yang berbeda. Ibaratnya, Timnas Garuda yang dulu, bukanlah yang sekarang. Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong prestasinya telah meroket. Bahkan levelnya sudah bukan ASEAN lagi.

Bermaterikan pemain naturalisasi, Timnas Garuda sempat menahan imbang dua raksasa langganan Piala Dunia, yakni Arab Saudi dan Australia. Ditambah jelang laga melawan Bahrain, Timnas Indonesia kedatangan dua pemain naturalisasi baru dari Eredivisie, yakni Mees Hilgers dan Eliano Reijnders.

Coach Shin telah resmi memanggil 27 punggawa Garuda yang disiapkan untuk melawan Bahrain dan China. Sebagian besar pemain yang dibawa adalah sama seperti saat melawan Arab Saudi dan Australia. Bedanya kali ini Justin Hubner tidak dibawa karena cedera. Posisinya digantikan Jordi Amat. Di lini depan juga ada pergantian yakni Ramadhan Sananta yang digantikan oleh Malik Risaldi.

Bertahan Solid Dan Serangan Balik

Dengan materi tersebut, lantas apa yang harus dilakukan Coach Shin untuk meredam tuan rumah Bahrain? Kemungkinan Coach Shin tetap akan mempertahankan komposisi serta formasi sebagaimana ketika melawan Arab Saudi dan Australia.

Memakai pola andalan 5-4-1, atau 3-4-3, Coach Shin masih akan menitikberatkan kesolidan lini pertahanan, serta sesekali mencuri peluang melalui serangan balik. Kedatangan bek yang sempat menahan imbang MU, Mees Hilgers diharapkan bisa menambah kokohnya benteng pertahanan bersama Jay Idzes dan Rizky Ridho.

Lalu apakah dengan bertahan solid saja sudah cukup? Sesekali mencari peluang untuk mencetak gol juga diperlukan. Saat bertandang ke Arab Saudi, terbukti Indonesia bisa mencetak gol melalui sepakan Wak Haji Ragnar yang terdefleksi setelah mengenai Sandy Walsh. Gol itupun akhirnya menjadi milik pemain KV Mechelen.

Dengan kata lain, memanfaatkan serangan balik serta kelengahan lawan seperti proses terjadinya gol tersebut, juga harus dilakukan. Jangan lupakan juga, kini timnas kedatangan Eliano Reijnders yang kemungkinan akan ditempatkan sebagai gelandang serang sebelah kiri.

Di Eredivisie musim ini, adik Tijjani Reijnders itu sangat tangkas dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Ia bisa melakukan dribel ciamik, melepas tembakan, maupun turut terlibat dalam meningkatkan intensitas umpan. Kemampuan Eliano inilah yang bisa membuat Indonesia akan lebih variatif dalam menyerang.

Pemain Kunci Bahrain

Selain memperkuat lini belakang dan menambah variasi serangan, Timnas juga harus mewaspadai pemain berbahaya dari Timnas Bahrain. Bek timnas patut mewaspadai “Duo Mahdi” dari Bahrain, yakni Mahdi Abduljabbar dan Mahdi Al-Humaidan. Keduanya kini sedang gacor di liga domestik bersama klub Al-Khaldiya. Mereka baru saja mencetak gol saat melibas Manama Club lima gol tanpa balas.

Mahdi Abduljabbar berposisi sebagai striker, sedangkan Mahdi Al-Humaidan berposisi sebagai sayap kiri. Keduanya bermain saat melawan Australia dan Jepang. Saat melawan Australia, satu gol bunuh diri dari Harry Souttar juga berawal dari bangunan serangan Mahdi Al-Humaidan di sisi kiri.

Tak hanya duo Mahdi saja, bek timnas juga harus mewaspadai top skor sepanjang masa Bahrain yakni Ismail Abdullatif. Penyerang kawakan 38 tahun tersebut telah comeback dari cedera. Pencetak 124 gol bagi Bahrain tersebut bahkan sudah berlatih bersama skuad Bahrain di Riffa, Minggu 29 September 2024.

Untuk mengantisipasi mereka, para pemain Timnas Indonesia harus berhati-hati dalam melakukan pelanggaran, juga mesti mengurangi kesalahan umpan. Pasalnya selain mengandalkan fisik, Bahrain juga jago memanfaatkan kelengahan atau keteledoran lawan.

Hati-Hati Siasat Licik Bahrain

Selain itu, pemain timnas juga harus mengantisipasi siasat licik pemain Bahrain. Terbukti saat melawan Australia, siasat licik tersebut sukses buat pemain Australia frustrasi. Australia sempat dibuat jengkel dengan pemain Bahrain yang hobinya guling-guling di lapangan, mengulur-ulur waktu. Sampai-sampai bek Australia Alessandro Circati gemas dengan ulah para pemain Bahrain tersebut.

Selain akting seperti bintang FTV itu, ulah suporter Bahrain juga harus diwaspadai. Saat melawan Jepang, mereka mengintimidasi pemain Jepang dengan laser. Hal itu bisa saja menyulut emosi para pemain timnas. Punggawa Garuda harus belajar sabar dari pemain Jepang yang tetap tenang dan tak terpengaruh meskipun diganggu sedemikian rupa.

Masalah Wasit

Tak selesai sampai di masalah akting dan laser saja, baru-baru ini wasit yang akan memimpin laga juga dikhawatirkan akan menjadi masalah. Pasalnya, seluruh perangkat wasit yang akan memimpin laga tersebut berasal dari negara Asia Barat, yang notabene benua tempat Bahrain berasal.

Laga tersebut akan dipimpin oleh wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf, yang akan dibantu oleh asisten wasit Abu Baker Al Amri dan Rashid Al Gathi dari Yaman. Sementara Abdullah Al Kandri dari Kuwait, bertugas sebagai wasit VAR.

Meski AFC tidak melanggar regulasi, namun penunjukan tersebut dianggap akan berat sebelah oleh publik Indonesia. Kekhawatiran publik Indonesia tersebut bukan tanpa bukti. Wasit berusia 41 tahun itu memiliki rekam jejak yang patut diwaspadai.

Salah satu momen kontroversialnya terjadi pada Piala Asia U-23 2020. Ketika itu ia memimpin laga antara Arab Saudi vs Thailand, dan memberikan penalti kontroversial bagi Arab Saudi melalui bantuan VAR. Keputusan tersebut membuat Arab Saudi yang notabene negara Asia Barat meraih kemenangan tipis 1-0.

Kondisi Dan Persiapan Jelang Laga

Namun, terlepas dari siasat licik yang coba direncanakan untuk menjegal Indonesia, Bahrain juga seserius itu menghadapi Timnas Indonesia, sehingga persiapannya dibuat sematang mungkin. Sebanyak 29 pemain Timnas Bahrain sudah berkumpul dan berlatih sejak Minggu 29 September 2024.

Sedangkan Timnas Indonesia sendiri, baru berangkat ke Bahrain tanggal 5 Oktober 2024. Bahkan tanpa melakukan latihan dahulu. Namun, terlepas dari kondisi terkini tersebut, Timnas Garuda tetap diharapkan PSSI mampu mencuri poin dari tanah Bahrain.

PSSI juga telah mematok target, yakni pulang dari Bahrain dan China meraih 4 poin. Syukur-syukur sih, bisa lebih. Selamat berjuang Garudaku. Jangan lengah, tetap fokus dan kontrol emosi. Sekali lagi, hati-hati siasat licik Bahrain.

Berita Bola Terbaru 2 Oktober 2024 – Starting Eleven News

0

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Liga Champions, Barcelona berhasil menang telak 5-0 atas wakil Swiss, Young Boys. Gol La Blaugrana dicetak oleh brace Robert Lewandowski menit 8 dan 51, serta tiga gol tambahan lain lahir dari Raphinha menit 34, Inigo Martinez menit 37, dan gol bunuh diri Mohamed Aly Camara menit 81. Dengan kemenangan ini, Barca berada di urutan ke-10 klasemen sementara.

Hasil memuaskan juga dialami Borussia Dortmund kala menghadapi Celtic. Skuad asuhan Nuri Sahin menggilas tim tamu dengan skor 7-1. Gol Die Borussen lahir dari hattrick Karim Adeyemi, penalti Emre Can, brace Serhou Guirassy, dan satu gol tambahan dari Felix Nmecha. Sedangkan Celtic hanya membalas sekali melalui aksi Daizen Maeda. Hasil ini bikin Dortmund memuncaki klasemen sementara Liga Champions.

Wakil Bundesliga lain, Bayer Leverkusen juga berhasil meredam perlawanan AC Milan dengan skor 1-0. Gol Victor Boniface menit 51 jadi satu-satunya yang tercipta di laga ini. Dengan tambahan tiga poin, Die Werkself berada di urutan ketiga dan Milan di urutan 29 klasemen sementara.

Dari wakil Italia, ada Inter Milan yang melibas Red Star Belgrade dengan skor 4-0. Keempat gol La Beneamata dicetak oleh empat pemain yang berbeda, yakni Hakan Calhanoglu menit 11, Marko Arnautovic menit 59, Lautaro Martinez menit 71, dan penalti Mehdi Taremi menit 81. Kemenangan ini bawa Inter melesat ke urutan kelima klasemen sementara.

Manchester City pun mengakhiri laga melawan Slovan Bratislava dengan skor telak, 4-0. Gol City dicetak oleh Ilkay Gundogan menit 8, Phil Foden menit 15, Erling Haaland menit 58, dan James McAtee menit 74. Tambahan tiga poin bikin City amankan posisi empat klasemen sementara Liga Champions. 

ARSENAL TUNDUKAN PSG DI EMIRATES STADIUM

Tak mau kalah dari Manchester City, Arsenal juga meraih hasil positif di pekan kedua Liga Champions musim 2024/25. Hebatnya lagi, Meriam London berhasil menaklukan raksasa Prancis, PSG dengan skor 2-0. Dilansir ESPN, Arsenal unggul dua gol cepat di babak pertama. Anak asuh Luis Enrique pun tak mampu mengejar ketertinggalan ketika menghadapi pertahanan solid The Gooners. Kemenangan ini bikin Arsenal bertengger di urutan kedelapan sedangkan PSG masih tertahan di urutan ke-18 klasemen sementara UCL.

FANS DORTMUND PROTES KE UEFA

Masih seputar Liga Champions, ada yang menarik di balik kemenangan 7-1 Borussia Dortmund atas Celtic. Bermain di kandang sendiri, Signal Iduna Park dipenuhi puluhan ribu The Yellow Wall. Fans yang hadir di stadion itu ternyata sudah menyampaikan koreo khusus untuk mengkritik kebijakan UEFA. Dilansir ESPN, fans Dortmund membentangkan spanduk besar bertuliskan “UEFA MAFIA”. Lalu di atasnya ada tulisan kecil yang berbunyi “Anda tidak peduli dengan olahraga, yang Anda pedulikan hanyalah uang!” Itu berkaitan dengan perubahan format Liga Champions musim ini. Fans merasa bahwa UEFA bahkan tidak menghiraukan kebugaran pemain. 

VILLA DIPREDIKSI JUARA LIGA INGGRIS MUSIM INI

Beralih ke Liga Inggris, ada opini yang membuat sebagian fans sepakbola Inggris terkejut. Salah satu pundit dan eks pelatih Newcastle United, Alan Pardew memprediksi bahwa Aston Villa lah yang akan menjuarai Liga Inggris musim ini. Dilansir Tribal Football, opini tersebut muncul setelah Pardew melihat performa Villa dalam dua musim terakhir. Ia merasa bahwa Unai Emery bisa membuat cerita dongeng ala Leicester City-nya sendiri. Mereka bisa jadi pesaing Arsenal dan Manchester City asalkan mampu mempertahankan keutuhan skuad dan tidak diganggu cedera hingga akhir musim.

KARTU MERAH BRUNO DIBATALKAN

Sementara itu, Manchester United melaporkan bahwa Bruno Fernandes tetap bisa bermain di pertandingan Liga Inggris selanjutnya melawan Aston Villa, meski sempat diganjar kartu merah di pekan sebelumnya. Dilansir 90min, United telah mengajukan banding terkait hukuman kartu merah langsung yang didapat Bruno di laga melawan Spurs. Asosiasi Sepakbola Inggris pun mengabulkan banding itu dan mencabut hukuman larangan main selama tiga pertandingan milik Bruno.

MANTAN ASISTEN BONGKAR KEBURUKAN TEN HAG

Masih dari Manchester, situasi yang rumit di kubu Setan Merah telah memancing mantan asisten Erik Ten Hag, Benni McCarthy. Dilansir The Sun, Benni merupakan salah satu staf kepelatihan Ten Hag dua musim lalu. Dirinya mengklaim bahwa pelatih asal Belanda itu tidak memiliki passion yang tinggi dan koneksi yang baik selama melatih United. Dirinya juga memastikan bahwa Ten Hag lah biang kerok hengkangnya Cristiano Ronaldo beberapa musim lalu. Benni merasa bahwa sikap Ten Hag yang buruk jadi salah satu penyebab mengapa skuad kurang termotivasi.

RONALDO ISYARATKAN PENSIUN?

Terkait Cristiano Ronaldo, mantan pemain Setan Merah itu kini mulai mengisyaratkan untuk mengambil langkah ekstrim dalam karirnya. Dilansir Mirror, sang mega bintang menunjukan tanda-tanda bahwa masa pensiunnya akan segera datang. Dirinya merasa sudah tidak termotivasi lagi untuk meraih gelar individu. Ia ingin menikmati apa itu bermain sepakbola lagi. Kini, dirinya justru ingin menjadi pemain yang berkontribusi penuh kepada tim, sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun. 

INIESTA PENSIUN DARI SEPAKBOLA

Senada dengan Cristiano Ronaldo, Andres Iniesta yang sempat menjadi rivalnya di sepakbola Spanyol juga sudah berada di ujung karirnya. Dilansir Goal, Legenda Barcelona dan Spanyol tersebut dikabarkan akan mengumumkan pengunduran dirinya dari sepakbola profesional. Hal tersebut dipilih usai dirinya tak kunjung menemukan klub baru. Iniesta akan mengkonfirmasi masa pensiunnya pada 8 Oktober 2024, tanggal yang sesuai dengan nomor punggung favoritnya. 

DE JONG SENANG BISA KEMBALI BERMAIN UNTUK BARCA

Beralih ke sepakbola Spanyol, Frenkie De Jong telah kembali merumput setelah absen lama karena cedera engkel. Dilansir ESPN, gelandang asal Belanda itu dimainkan sebagai pemain cadangan saat Barcelona menghadapi Young Boys tadi malam. Selepas laga, dirinya pun menyampaikan pesan yang emosional. “Para penggemar memberi saya sambutan yang baik dan saya bersyukur untuk itu.Saya tidak mengharapkannya. Tapi saya senang dengan cara saya disambut kembali,” ujar De Jong

LE NORMAND ALAMI CEDERA OTAK

Kabar kurang mengenakan justru datang dari sang rival, Atletico Madrid. Baru-baru ini, pihak klub mengumumkan update tentang kondisi Robin Le Normand yang sempat mengalami benturan kepala di laga Derby Madrid kemarin. Dilansir Football Espana, pihak klub mengatakan bahwa Le Normand mengalami cedera otak. Benturan yang dialami mengakibatkan otaknya mengalami traumatis ringan. Pihak klub pun belum bisa memprediksi kapan Le Normand akan kembali bermain.

KLARIFIKASI TOTTI SOAL DE ROSSI DAN ROMA

Dari Spanyol, kita beralih ke Italia. Di mana ada legenda Italia, Francesco Totti yang akhirnya angkat suara soal kisruh yang terjadi di mantan klubnya, AS Roma. Dilansir Football Italia, Totti sempat diisukan memiliki masalah dengan Daniele De Rossi sebelum dirinya dipecat pekan lalu. Namun, kini Totti sudah meredam rumor negatif tersebut. Dirinya menyebut bahwa itu adalah permainan media. Ia merasa hubungannya dengan De Rossi baik-baik saja. Totti bahkan mengaku sempat mengobrol panjang dengan De Rossi soal sepakbola dan kehidupan pribadi pasca dipecat.

ALASAN FIFA TOLAK MALAYSIA NATURALISASI MATS DEIJL

Setelah berkeliling Eropa, kini kita akan membahas sepakbola Asia Tenggara. Baru-baru ini sepakbola Malaysia digegerkan dengan kebijakan federasi sepakbola Malaysia dalam mengupayakan Mats Deijl untuk bisa dinaturalisasi. Namun, sekarang rencana itu hancur berantakan. Dilansir CNN Indonesia, FIFA tidak mengabulkan permohonan naturalisasi dari Malaysia. FIFA menilai Deijl tidak memenuhi syarat. Karena darah keturunannya terlalu jauh, yakni dari buyut yang lahir di Singapura saat masih bergabung dengan wilayah Malaysia.

MEDIA USA SEBUT INDONESIA LEBIH BAIK DARI TIMNASNYA SENDIRI

Sementara Timnas Indonesia tak henti-hentinya membuat masyarakatnya bangga. Layaknya klub-klub top Eropa, Skuad Garuda telah menarik perhatian media besar sekelas The Athletic. Dalam salah satu artikelnya, The Athletic memuat kisah punggawa Skuad Garuda yang mendapatkan apresiasi besar dari warga Indonesia. Media tersebut turut membandingkan jumlah pengikut media sosial Timnas Indonesia dengan timnas AS. Total jumlah pengikut pemain inti Indonesia saat menahan imbang Australia kemarin mencapai 26,9 juta followers. Sedangkan jumlah pengikut media sosial skuad timnas AS saat meladeni Selandia Baru nggak nyampe 10 juta. Soal followers dan dukungan di stadion, pemain-pemain Indonesia ternyata berada jauh di atas Timnas Amerika Serikat.

ARSENAL INCAR BEK PALMEIRAS

Dilansir dari Goal, Arsenal dilaporkan tengah mengincar bek potensial Palmeiras, Vitor Reis. Menurut laporan, Arsenal bahkan sudah menghubungi langsung agen Reis dan menanyakan harga. Namun kabarnya, pihak Palmeiras berencana pasang harga sebesar 83 juta pounds. Bek tengah berusia 18 tahun asal Brasil tersebut adalah bek potensial yang gaya mainnya banyak dinilai mirip seniornya Marquinhos maupun Eder Militao. 

JERSEY AWAY ARSENAL 2025/26 BOCOR

Masih soal Arsenal. Dilansir dari The Sun, jersey tandang Arsenal untuk musim 2025/26 telah bocor ke publik. Jersey buatan Adidas tersebut nantinya akan berwarna biru tua yang coraknya mirip dengan jersey ikonik Arsenal musim 1995/96. Jersey ikonik The Gunners pada saat itu bermotif Zig-Zag menyerupai petir dengan warna biru tua dan muda buatan Nike. Meski hampir semuanya mirip, namun Adidas mencoba menambahkan sentuhan khasnya di jersey tersebut supaya berbeda dengan desain buatan Nike dulu.

ULTRAS INTER DAN MILAN DITANGKAP

Dari kabar tentang Arsenal, kini beralih ke kabar dari sepakbola Italia. Dilansir dari Football Italia, polisi Italia baru-baru ini telah menangkap 19 orang bagian dari ultras AC Milan dan Inter Milan. Mereka dituduh memiliki hubungan kriminal dengan sindikat mafia terkenal di Italia yakni “Ndrangheta”. Jaksa Milan, Marcello Viola, mengungkapkan bahwa ada indikasi perjanjian antara kelompok kedua ultras tersebut dengan mafia untuk meraup keuntungan dari aktivitas ilegal di San Siro. Viola menyebut bahwa pendapatan yang diperoleh dari aktivitas ilegal tersebut telah ditransfer ke sindikat mafia.

BALOTELLI MENUJU LIGA SPANYOL

Lanjut ke kabar berikutnya yang datang dari mantan pemain Inter Milan dan AC Milan, Mario Balotelli. Dilansir dari footitalia, si bengal yang kini berstatus agen bebas bersiap merumput di Spanyol bersama klub Intercity Football Club. Sebuah klub divisi tiga Spanyol yang bermarkas di Alicante. Menurut laporan, Balotelli akan dikontrak hingga 30 Juni 2025, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Ini akan menjadi pengalaman pertama bagi pemain berusia 34 tahun tersebut merumput di sepakbola Spanyol. 

NOMOR PUNGGUNG SZCZĘSNY DI BARCA 

Masih dari sepakbola Spanyol. Dilansir dari Getfootballnewsspain, kiper baru Barca Wojciech Szczęsny dilaporkan akan menggunakan nomor punggung 25. Menurut laporan, Szczęsny hanya punya satu opsi nomor punggung saja. Pasalnya, sesuai peraturan La Liga, kiper harus mengenakan salah satu nomor punggun antara 1, 13, atau 25. Sedangkan di Barca musim ini, nomor punggung 1 dan 13 sudah dipakai oleh Ter Stegen dan Inaki Pena. 

CHINA UMUMKAN SKUAD, PAKSAKAN PEMAIN CEDERA 

Kabar berikutnya datang dari Timnas China. Timnas China lewat akun X Chinese FA telah resmi mengumumkan susunan 24 pemain yang akan dibawa jelang melawan Indonesia di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada tanggal 15 Oktober nanti. Ke-24 nama tersebut semuanya bermain di liga domestik China. Ada satu mantan pemain Espanyol, yakni Wu Lei. Ada juga pemain naturalisasi seperti Jiang Guangtai, A Lan, dan Fei Nanduo. Namun, dari beberapa nama tersebut, ada yang masih menderita cedera. Pemain tersebut adalah Wu Lei yang masih cedera lutut, dan A Lan yang mengalami cedera paha. Kedua pemain tersebut belum sembuh total namun dipaksakan untuk masuk skuad.

WASIT YANG PIMPIN LAGA INDONESIA VS BAHRAIN DIPROTES

Sementara itu, jelang laga Bahrain vs Indonesia di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 tanggal 10 Oktober, wasit yang memimpin sudah diprotes duluan oleh netizen Indonesia. Wasit yang akan memimpin laga adalah Ahmed Al-Kaff dari Oman. Sementara itu wasit VAR akan dipimpin Abdullah Al-Kandri dari Kuwait. Semua wasit yang notabene berasal dari negara Asia Barat tersebut, dianggap netizen Indonesia akan berlaku tidak adil. Netizen juga menganggap AFC tidak adil memilih wasit. Pasalnya, salah satu tim yang berlaga berasal dari negara Asia Barat. Netizen khawatir nantinya wasit bisa berat sebelah. 

JIKA KALAHKAN BAHRAIN DAN CHINA, BERAPA POIN FIFA INDONESIA?

Masih kabar jelang laga Timnas Indonesia melawan Bahrain dan China. Jika di laga melawan Bahrain dan China Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan, poin FIFA-nya akan bertambah total 32,44 poin. Rinciannya adalah 16,89 poin didapat ketika menang lawan Bahrain, dan 15,55 poin ketika menang atas China. Dengan begitu, total poin FIFA Indonesia akan menjadi 1.156,61 poin. Dengan poin tersebut Timnas Garuda berpotensi  naik dari peringkat 129 ke 120 FIFA, dengan menggeser beberapa negara seperti Republik Afrika Tengah, Niger, India, Sierra Leone, Zimbabwe, Cyprus, Estonia, Libya dan Sudan.

INILAH AGENDA TIMNAS NEGARA ASEAN DI JEDA INTERNASIONAL

Disaat Timnas Indonesia sibuk memikirkan persiapan laga Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, negara-negara Asean lainnya yang tak lolos malah sibuk bikin turnamen sendiri di jeda internasional bulan Oktober ini. Thailand contohnya, mereka menggelar ajang King’s Cup yang diikuti tim seperti Filipina, Tajikistan, dan Suriah. Vietnam juga bikin ajang sendiri lagi, yakni VFF Tri Nations Series yang diikuti oleh tim seperti Lebanon dan India. Lain halnya dengan Malaysia yang tidak lagi menggelar kompetisi, melainkan hanya menggelar satu laga ujicoba saja melawan Selandia Baru tanggal 14 Oktober 2024.

TIMNAS INDONESIA U-20 SEGERA BERANGKAT KE IKN

Dari timnas senior, kini beralih ke kabar dari Timnas U-20 Indonesia. Jelang persiapan, pelatih Timnas U-20 indra sjafri mengatakan bahwa ia akan memulai agenda persiapan menghadapi Piala Asia U-20 2025 dengan menggelar pemusatan latihan di Ibu Kota Nusantara (IKN) selama satu minggu. Menurut Coach Indra seluruh punggawa Garuda Muda U-20 akan diboyong berangkat ke IKN pada tanggal 7 Oktober 2024. Selama seminggu mereka akan berlatih mencoba rumput Training Center IKN. Momen berlatihnya Timnas U-20 tersebut, juga sekaligus bertepatan dengan acara seremonial peresmian Training Center IKN pada tanggal 11 Oktober 2024. 

Para Klub Penjiplak Jersey Orang, Real Madrid dan Barcelona Termasuk

0

Jersey adalah salah satu elemen vital dalam sepak bola. Tak hanya sekadar pakaian belaka, jersey sudah melekat sebagai sebuah identitas dari klub yang mengenakannya. Maka jangan heran jika ada klub yang mencoba mengganti jerseynya, mereka akan didemo habis-habisan oleh fansnya.

Namun, apakah kalian tahu jika beberapa klub ternyata memakai suatu jersey karena terinspirasi dari klub lain? Alasannya beragam. Mulai dari ekonomi hingga ingin menjiplak prestasi. Lantas, klub apa saja yang dimaksud?

 

Juventus – Notts County

Raksasa Italia, Juventus, memang ikonik dengan jersey hitam putihnya. Namun, corak zebra ini sebenarnya bukan warna jersey asli Juventus. Bianconeri mengambil warna ini dari klub tier bawah di Inggris, Notts County. Warna hitam putih ini mereka adopsi sejak tahun 1903.

Kok bisa begitu? Begini ceritanya. Warna jersey asli Juve sebenarnya adalah pink. Warna pink ini juga sebenarnya disebabkan oleh salah kirim warna jersey. Akhirnya, mereka pun memakai jersey pink tersebut. Namun, karena jersey pink tersebut luntur ketika dicuci, mereka memikirkan opsi untuk ganti jersey.

Maka, salah satu pemain asing asal Inggris bernama John Savage diminta pihak klub untuk mencari jersey di tanah airnya. Sebab, dia punya teman pengusaha konveksi. Karena teman Savage ini ternyata seorang fans Notts County, maka dikirimlah jersey hitam putih ke Turin. Sejak saat itu, jersey ini akhirnya dipakai sebagai warna resmi La Vecchia Signori.

Juventus pun mengakui bahwa warna yang mereka pakai merupakan jiplakan dari Notts County. Sampai-sampai, pada pembukaan stadion baru mereka pada tahun 2011, Notts County diundang sebagai tamu untuk laga uji coba.

 

Athletic Bilbao – Southampton

Sejak awal pendiriannya, Athletic Bilbao memang memiliki ikatan yang kuat dengan Inggris. Klub yang didirikan pada 1902 ini merupakan klub yang didirikan oleh pekerja tambang di  Kota Huelva. Jersey mereka pun sejak awal sebenarnya meniru Blackburn Rovers, yakni biru putih. Namun, karena jersey tersebut luntur setelah beberapa tahun, akhirnya mereka harus menggantinya.

Pada Natal 1909, seorang pemain mereka, Juan Elorduy, pergi ke Inggris untuk membeli jersey baru buat klubnya. Namun, Elorduy tak mendapatkan jersey biru putih yang diinginkan. Jersey ala Blackburn itu habis. Akhirnya, sebelum pulang lewat pelabuhan Southampton, Elorduy memutuskan membeli 50 jersey baru. Meskipun berwarna merah putih, sesuai dengan klub lokal di daerah tersebut.

 

Barcelona – Merchant Taylors

Karena memiliki kemiripan warna dan logo, Barcelona selalu dikaitkan dengan klub asal Swiss, FC Basel. Terlebih karena salah satu pendirinya pernah bermain untuk FC Basel, yakni Joan Gamper. Namun, anggapan ini dibantah secara resmi oleh Barca. Mereka tak menganggap bahwa jersey mereka diinspirasi oleh FC Basel, sebab Joan Gamper tak bermain lama di sana, alih-alih di Excelsior Zurich atau yang kini dikenal dengan FC Zurich.

Lantas, dari mana jersey merah biru itu berasal? Barca menyebutkan bahwa warna itu diambil dari warna klub rugbi tempat salah satu pendirinya, Frederick Arthur Witty. Witty kala itu bersekolah di Merchant Taylor, pernah berurusan dengan klub rugbi yang ada di sana. Nah, dari klub rugbi yang berasal dari Crosby, Liverpool ini lah inspirasi jersey Barcelona berasal.

 

Real Madrid – Corinthian

Mirip dengan Barcelona, Real Madrid pun mengambil warna putihnya dari klub lain, yakni Corinthian FC. Klub yang kini dikenal dengan nama Corinthian-Casuals FC tersebut merupakan klub legendaris Inggris di masa lalu. Kini, mereka terseok-seok di liga amatir.

Ide penjiplakan jersey putih ini diilhami oleh salah pendiri Los Merengues, Arthur Johnson. Pria keturunan Irlandia ini diketahui memang pernah bermain untuk Corinthian FC. Kemudian, saat dia bergabung di Madrid untuk mendirikan cikal bakal Real Madrid bernama Nuevo Sociedad, ia menyarankan agar klub ini memakai jersey warna putih. Alhasil, klub yang didirikan pada 1902 tersebut menyetujui usulan Johnson.

 

Real Betis – Celtic

Klub Spanyol lain, Real Betis Balompie, juga mendapat inspirasi jerseynya dari klub Britannia. Bedanya, mereka mendapatkannya dari klub Skotlandia, bukan Inggris. Klub yang didirikan pada tahun 1907 ini pada awalnya memakai warna biru. Namun, semua berubah kala salah satu pendiri mereka, Manuel Ramos Asensio, pergi ke tanah Britannia pada 1911.

Manuel Ramos kala itu tinggal di Glasgow untuk belajar di Sekolah Tinggi St Joseph. Saat itu, Glasgow Celtic sedang jaya-jayanya, apalagi di kalangan orang Katolik seperti Manuel Ramos. Karena teman-temannya merupakan pendukung Celtic dan Manuel Ramos yang suka sepak bola, ia pun akhirnya ikut menonton dan mendukung Celtic.

Alhasil, sepulangnya dari Skotlandia, ia mengubah warna Rela Betis menjadi hijau putih. Namun, Ia lebih memilih motif garis vertikal alih-alih motif melingkar seperti yang dipakai Celtic. Meskipun, pada Februari 2018, Real Betis pernah memakai motif jersey yang serupa dengan Celtic saat laga melawan Malaga.

 

West Ham United & Burnley – Aston Villa

Kasus lebih unik terjadi pada West Ham United, Burnley, dan Aston Villa. Kalian tahu kenapa ketiganya menggunakan warna jersey yang sama? Jawabannya karena Aston Villa. Ya, Aston Villa adalah klub pertama yang memakai warna claret dan biru muda. Karena prestasinya cukup lumayan, akhirnya warna itu diadopsi.

Pengadopsian tersebut diakui terang-terangan oleh Burnley. Klub yang didirikan tahun 1910 ini memang mengakui bahwa Aston Villa merupakan sumber inspirasi mereka. Sebab, saat itu The Villans sedang jaya-jayanya. Oleh karena itu, Burnley berharap bisa meniru kejayaan tersebut dengan memakai warna yang sama.

Sementara bagi West Ham United, ceritanya agak unik. Memang ada kabar bahwa jersey claret dan biru muda itu berasal dari Aston Villa sebagai pelunasan utang, The Hammers memiliki versi lain soal warna ini. The Hammers yang didirikan pada 1895 dengan nama Thames Ironworks memang sudah memakai jersey biru muda.

Namun, pada tahun 1900, ketika terjadi perubahan nama klub, barulah warna klaret ditambahkan. Alasannya, agar jersey mereka tak terlihat polos-polos amat.

 

Bournemouth – AC Milan

Bournemouth juga memiliki kisahnya tersendiri soal meniru jersey klub lain. Meski warna merah memang sudah mereka pakai sejak awal klub tersebut didirikan, warna hitam di jersey mereka ternyata datang dari tim lain. Pada 1899, ketika didirikan dengan nama Boscombe FC, The Cherry memakai warna merah putih. Barulah pada tahun 1971, garis hitam mulai ditambahkan ke dalam jersey mereka.

Alasannya? Mereka ingin mengikuti kejayaan AC Milan. Sebab, Rossoneri memang sedang mengalami masa kejayaan di dekade 1960-an. Lucunya, pada musim 2011/12 Bournemouth malah mengeluarkan jersey tandang berwarna biru hitam. Jersey ini tak lain dan tak bukan mirip dengan rival sekota AC Milan, yakni Inter. Meski, alasan pemakaian warna biru tersebut adalah karena warna biru merupakan warna kontras alami dari merah.

https://youtu.be/ludNm2ZS_wg

Sumber: The Football Faithful, The Guardian, Goal, Barca, The Flanker, dan The Athletic

Rasain Kena KARMA! Malunya Malaysia Gagal Tiru Naturalisasi Seperti Indonesia

Tertawa di atas penderitaan orang lain memang puas, ya. Seperti apa yang sedang netizen Indonesia rasakan saat ini. Ketika di Brussel sana, Mees Hilgers dan Eliano Reijnders sudah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), di Negeri Jiran sana publik sepakbola Malaysia sedang menanggung malu gara-gara proses salah satu pemain naturalisasinya ditolak FIFA. Duh, kasihan sekali ya nasib mereka.

Lantas, kenapa sih kok bisa sampai ditolak oleh FIFA? Apakah sudah seharusnya mereka sekarang sungkem dan berguru pada Timnas indonesia dalam hal naturalisasi pemain?

Pernah Ditolak Pemain Sendiri

Betapa jengkelnya sekarang publik sepakbola Malaysia. Betapa malunya mereka gara-gara federasi sepakbola mereka tak becus menaturalisasi pemain. Atau mungkin mereka sudah bebal dan tahan malu? Pasalnya, tidak sekarang ini saja mereka menanggung malu. Sebelumnya mereka juga sempat menanggung malu ketika satu per satu calon pemain yang akan dinaturalisasi memilih menolak.

Kalau kalian melihat video dari Starting Eleven yang berjudul “Tiru Cara Indonesia, Malaysia Malah Dicampakan Para Pemain Keturunannya”, pasti sudah tahu pemain siapa saja yang mencampakkan Malaysia.

Namun, seperti tak ada kapoknya. Demi meniru kesuksesan Indonesia, mereka lalu kepedean dengan memproses lagi pemain naturalisasi lainnya, yakni Mats Deijl. Deijl bukan pemain sembarangan. Ia adalah pemain klub Eredivisie, Go Ahead Eagles yang berposisi sebagai bek kanan.

Proses Naturalisasi Matt Deijl

Sejak Juni 2024, Deijl sudah dibangga-banggakan oleh publik Malaysia. Pemain tersebut juga sudah mengaku siap membela Malaysia sebagai tanah leluhurnya. Fyi, Deijl ini mengaku punya darah keturunan Malaysia dari sang nenek.

Lalu tanpa fafifu wasweswos, pada Bulan Agustus 2024, Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) langsung gerak cepat untuk mengumpulkan dokumen milik Deijl agar segera dikirim ke FIFA untuk proses naturalisasi. Sebelumnya, pihak FAM juga telah meminta persetujuan dari pihak klub dan agen Deijl soal proses naturalisasi ini. Bek berusia 27 tahun tersebut pun sudah memberikan semua dokumen yang diminta oleh FAM.

FAM berharap, proses naturalisasi ini segera rampung dengan cepat supaya Deijl bisa masuk skuad asuhan Pau Marti Vicente yang ditargetkan juara di Piala AFF 2024, Desember mendatang.

Ditolak FIFA

Namun, apa boleh buat, kenyataan pahit justru diterima Malaysia. Di awal Bulan Oktober, FIFA mengirim surat sakti bahwa proses naturalisasi Mats Deijl ditolak. Dalam laporannya, FIFA menyebutkan bahwa darah keturunan Malaysia yang didapat Deijl bukan dari neneknya, melainkan dari buyutnya.

Sementara itu, aturan FIFA menyebutkan bahwa sang pemain baru bisa dinaturalisasi bila memiliki garis keturunan dari kakek atau neneknya. Apabila garis keturunannya bukan dari kakek atau nenek, maka sang pemain tidak bisa membela negara tersebut. Kecuali sang pemain tinggal di negara yang dituju selama setidaknya lima tahun berturut-turut.

Dari penolakan FIFA tersebut, muncullah pertanyaan, kenapa bisa Deijl mengaku memiliki darah keturunan dari sang nenek? Wong ternyata terbukti berasal dari buyutnya? Besar kemungkinan Deijl berbohong soal garis keturunannya atau bisa juga karena ketidaktelitian dari pihak FAM. Namun yah, meski gagal, FAM tetap berterima kasih terhadap sang pemain atas minat dan tekad yang ditunjukkan untuk bisa mewakili Timnas Malaysia.

Deijl dan Netizen Malaysia Emosi

Yang menjadi menarik, setelah FAM menelpon Mats Deijl mengabarkan tentang hal ini, sang pemain justru marah-marah dan emosi. Dalam percakapannya dengan akun X @frfuturetalents, Deijl mengatakan tak terima dengan perlakuan FIFA. Ia menyebut kalau FIFA memiliki aturan yang bodoh.

Luapan emosi Deijl tersebut juga langsung diikuti oleh emosi dari netizen Malaysia. Tahu sendiri kan, netizen Negeri Upin Ipin itu hobi banget kalau emosi. Selain emosi terhadap keputusan FIFA, netizen Malaysia juga emosi melihat netizen Indonesia menertawakan kegagalan naturalisasi tersebut.

Netizen Malaysia ada yang menyebut bahwa netizen Indonesia punya bahan baru untuk ngerujak Malaysia. Ada juga netizen Malaysia yang bilang dengan gagalnya naturalisasi ini, sudah saatnya pemain local pride Malaysia tampil.

PR Besar FAM

Beberapa komentar atas kegagalan naturalisasi Mats Deijl tersebut, tentu menjadi PR besar bagi Federasi Sepakbola Malaysia. FAM harusnya malu karena mereka sudah diultimatum oleh perdana menteri untuk membangkitkan sepakbola termasuk dalam hal naturalisasi.

Di Bulan September lalu, Perdana Menteri Malaysia, Datuk Anwar Ibrahim sempat menyemprot Federasi Sepakbola Malaysia dalam suatu pertemuan. Pertemuan tersebut digelar mendadak setelah ranking FIFA Malaysia dikangkangi Indonesia.

Datuk Anwar Ibrahim marah besar dan mengungkit lagi soal kucuran dana berlebih kepada FAM. Fyi, pada awal bulan September 2024, pemerintah Malaysia sudah mengucurkan dana sebesar 15 juta ringgit atau setara dengan Rp 54,8 miliar kepada FAM untuk program pembangunan Timnas Malaysia. Lantas dengan kejadian memalukan ini, apa nggak ngamuk lagi tuh Datuk Anwar Ibrahim?

Disuruh Tiru Indonesia

Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. FAM seharusnya belajar biar tidak lagi kena semprot perdana menteri. Tampaknya, ada baiknya juga nggak usah kepedean bisa dengan mudah menaturalisasi pemain. Federasi Sepakbola Malaysia dalam kasus ini terlihat terlalu gegabah dan kurang teliti dalam menaturalisasi pemain. Pemain yang darah keturunannya belum pasti malah tetap dipaksakan diproses ke FIFA.

Kalau kata netizen Indonesia, nggak ada salahnya kok Malaysia belajar dari Indonesia kalau soal naturalisasi. Biar nantinya, proses naturalisasi berikutnya tidak ditolak lagi oleh FIFA. Pasalnya, PSSI punya cara ampuh untuk menaturalisasi pemain, dan terbukti sukses. Sebagai contoh, PSSI rela mengirim orang ke Belanda untuk membuktikan bahwa pemain yang diincar tersebut layak, dan memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.

Kena Karma?

Namun, apakah Malaysia mau belajar dari Indonesia soal naturalisasi? Itu yang menjadi pertanyaan. Netizen Malaysia pasti tak sudi Malaysia disuruh belajar dari Indonesia. Wong mereka lebih mengedepankan gengsi. Mereka bisanya cuma menjelek-jelekan Timnas Indonesia.

Masih ingat dengan ejekan netizen Malaysia di akun X @frfuturetalents? Pada tanggal 29 September, akun tersebut mengejek Indonesia terlalu sombong bisa berlaga di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia. Tak hanya itu, di postingan lainnya mereka bilang kalau program naturalisasi Indonesia hanya meniru program naturalisasi Malaysia, yang menurut klaim mereka sudah dimulai sejak tahun 1984.

Susah memang meladeni bangsa yang penuh “klaim” tersebut. Beberapa waktu lalu ketika youtuber I Show Speed datang ke Malaysia, mereka juga mengklaim lagi bahwa Batik berasal dari negara mereka. Apa nggak capek sih kerjaannya ngeklaim-ngeklaim melulu?

Bisa jadi, kegagalan naturalisasi Deijl ini adalah buah dari karma bagi Malaysia. Bukan tidak mungkin, jika mereka masih saja tak belajar dan bisanya cuma menjelek-jelekan negara lain saja, proses naturalisasi berikutnya bisa saja ditolak lagi oleh FIFA. Karena konon kabarnya, mereka tak kapok untuk berusaha menaturalisasi pemain lagi setelah kegagalan Deijl. Hmmm… kita lihat saja, apakah mereka akan berhasil atau justru akan kena karma lagi?