Beranda blog Halaman 108

Berita Bola Terbaru 5 Oktober 2024 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Serie A, Napoli berhasil menang 3-1 atas FC Como. Bermain di kandang, Napoli sudah mendominasi sejak menit awal. Gol Napoli dicetak Scott Mctominay menit 1, Romelu Lukaku menit 53, dan David Neres menit 86. Sedangkan Como cuma membalas sekali lewat Gabriel Strefezza menit 43. Hasil ini bikin Napoli tetap kokoh di puncak klasemen dan Como terjerembab di urutan ke-11 klasemen Serie A

Di pertandingan lain, Bang Jay kembali harus menelan pil pahit usai Venezia kalah 2-1 dari Hellas Verona. Venezia sebetulnya unggul lebih dulu melalui Gaetano Oristanio. Namun, Verona bangkit dan mencetak dua gol melalui Casper Tengstedt menit 9 dan gol bunuh diri Jesse Joronen menit 81. Hasil ini bikin Venezia terdampar di urutan ke-19 klasemen sementara Serie A.

HUKUMAN DIKURANGI, POGBA SIAP KEMBALI BERMAIN

Masih seputar Serie A, Paul Pogba baru saja mengumumkan bahwa banding dalam kasus dopingnya telah dikabulkan oleh Pengadilan Arbritrasi Olahraga. Dilansir Sky Sport, Pogba awalnya mendapatkan hukuman empat tahun dilarang bermain sepakbola profesional. Namun, setelah banding dikabulkan, hukuman tersebut dikurangi menjadi 18 bulan saja. Dengan begitu, Pogba sudah dibolehkan berlatih dengan Juventus pada awal tahun 2025 dan bisa kembali bermain pada Bulan Maret. Pogba menyebut ini adalah akhir dari mimpi buruknya.

INZAGHI OGAH LATIH MU

Sementara itu, pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi kabarnya tak tertarik untuk melatih Manchester United dalam waktu dekat. Dilansir Sport Italia, akhir-akhir ini Inzaghi jadi nama yang dirumorkan bakal menggantikan Erik Ten Hag apabila sang pelatih dipecat. Namun, Inzaghi menolak mentah-mentah kesempatan itu. Dirinya merasa masih memiliki banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan di Inter Milan. Saat ini, jabatan pelatih di Manchester tak begitu menarik baginya.

NASIB TEN HAG DITENTUKAN USAI LAGA VS VILLA

Ngomong-ngomong soal Manchester United, manajemen klub termasuk petinggi klub, Sir Jim Ratcliffe akan melakukan pertemuan khusus setelah laga melawan Aston Villa akhir pekan ini. Dilansir Goal, pertemuan itu untuk membahas masa depan sang pelatih, Erik Ten Hag. Kabarnya, pertemuan ini sudah direncanakan sejak pekan lalu. Semua orang-orang penting seperti Omar Berrada, Jason Wilcox, hingga Sir Dave Brailsford akan hadir dalam pertemuan ini.

PEP KECAM ATURAN PIALA DUNIA ANTARKLUB

Sedangkan pelatih Manchester City, Pep Guardiola justru sedang disibukan dengan mengkritisi kebijakan FIFA dalam menyelenggarakan Piala Dunia Antarklub tahun depan. Dilansir AS, pelatih berkebangsaan Spanyol itu mempertanyakan keputusan FIFA untuk meminta setiap klub yang berpartisipasi harus membawa seluruh pemain bintangnya. Pep merasa tidak setuju karena turnamen diadakan di masa jeda kompetisi. Harusnya, di waktu itu para pemain bisa menikmati waktu istirahat. Selain itu, memaksakan pemain untuk terus bermain bisa meningkatkan kemungkinan cedera. 

LIVERPOOL MULAI ATUR STRATEGI DAPATKAN EZE

Dari Manchester kita bergeser ke Liverpool. Arne Slot kabarnya kurang puas dengan pergerakan bursa transfer musim panas kemarin. Maka dari itu, dirinya meminta klub untuk mendatangkan pemain lagi di bursa transfer Januari nanti. Dilansir Football Insider, pemain yang diincar adalah Eberechi Eze dari Crystal Palace. Klub Merseyside itu memandang Eze sebagai pemain yang lebih kreatif dan memiliki produk akhir yang lebih baik daripada Dominic Szoboszlai. Meski begitu, Palace kabarnya enggan untuk melepas Eze dengan harga murah.

MADRID RAMAIKAN PERBURUAN JOHN DURAN

Dari Inggris, kita bergeser ke sepakbola Spanyol dimana Real Madrid mulai menunjukan ketertarikan kepada bintang muda Aston Villa, John Duran. Seperti yang diwartakan oleh Football Espana, Los Blancos dikabarkan terbuka untuk mendatangkan opsi penyerang lain meskipun sudah memiliki Kylian Mbappe. Tim  scouting Madrid bahkan sudah memantau situasi Duran. Mereka merasa bahwa Duran bisa diupayakan untuk jendela transfer musim panas 2025.

BARCA MASUK ANTRIAN DAPATKAN GARNACHO

Tak mau kalah dari sang rival, Barcelona pun dilaporkan akan menyiapkan manuver jitu untuk membajak Alejandro Garnacho dari Manchester United. Dilansir Football Espana, Barca akan menawarkan menit bermain dan peluang yang lebih besar untuk meraih trofi. Meski bukan klub yang stabil dalam finansial, Barca tetap pede dengan langkah ini. Mereka akan bergerak pada tahun 2025 mendatang. Namun, bukan Barca saja yang berminat pada Garnacho. Juventus pun menaruh hati pada rekan satu tim Casemiro itu.

LAMINE YAMAL PEMAIN TERBAIK LA LIGA BULAN SEPTEMBER

Masih dari Barcelona, pemain muda berbakat Lamine Yamal dinobatkan sebagai pemain terbaik La Liga untuk bulan September. Dilansir Football Espana, penghargaan ini diberikan sebagai tanda penghargaan atas peningkatan performa yang konsisten selama bulan September. Dalam satu bulan, ia telah mencetak tiga gol dan satu assist di La Liga. Ini gelar keduanya setelah baru saja mendapatkannya di bulan Agustus. Saat ini, Yamal juga masih berstatus sebagai pencetak assist terbanyak di La Liga, dengan jumlah lima assist sama dengan Alex Baena dari Villarreal.

MALDINI JUNIOR AKHIRNYA DIPANGGIL TIMNAS ITALIA

Setelah membahas klub, kita akan membahas tentang kabar internasional. Jelang jeda internasional bulan Oktober, Italia telah merilis daftar nama pemain yang akan dibawa untuk melawan Belgia dan Israel. Dilansir Football Italia, nama-nama beken seperti Alessandro Bastoni dan Lorenzo Pellegrini pun mewarnai skuad. Namun, ada yang menarik di daftar pemain lini depan. Luciano Spalletti memanggil Daniel Maldini, anak dari Paolo Maldini. Keberadaan Daniel seakan melanjutkan tradisi keluarga Maldini yang secara konsisten membela Timnas Italia dari masa ke masa.

LUKAKU OGAH BELA TIMNAS BELGIA, KENAPA?

Sementara itu, Romelu Lukaku justru enggan membela Timnas Belgia dalam waktu dekat ini. Mengapa begitu? Dilansir Football Italia,  Lukaku telah memberi tahu federasi Belgia bahwa ia tidak akan bermain untuk tim nasionalnya hingga akhir tahun 2024. Itu karena mantan penyerang Everton itu ingin sepenuhnya fokus pada klub barunya, Napoli. Namun, sikap ini bukan semata-mata bahwa Lukaku tak mau membela Belgia lagi. Dirinya masih terbuka untuk itu tapi di tahun 2025.

SUAREZ KESAL DENGAN CARA MELATIH BIELSA

Beralih ke Uruguay, ada Luis Suarez yang secara berani mengkritik pelatih Timnas Uruguay sekarang, Marcelo Bielsa. Dilansir Sport Illustrated, sebulan setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional, Suarez mengecam mantan pelatihnya karena menciptakan lingkungan yang tidak sehat. Dirinya bahkan menyebut Bielsa kerap mengelompokan pemain-pemain tertentu. Bielsa juga dinilai kaku dan tidak sopan kepada pemain-pemain senior di tim nasional Uruguay. Itu menimbulkan perasaan yang tidak nyaman di ruang ganti.

CHINA BAKAL TUNTUT INDONESIA KE AFC

Federasi Sepakbola China dikabarkan telah mengeluarkan ancaman untuk laporkan Timnas Indonesia ke Konfederasi Sepakbola Asia. Laporan tersebut akan menyinggung soal keberadaan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders di skuad Shin Tae-yong. Dilansir Inews, China akan melaporkan Indonesia ke AFC, jika memainkan kedua pemain tersebut saat bertandang ke China pekan depan. Federasi China merasa proses naturalisasi Hilgers dan Eliano tidak sesuai prosedur. Pengambilan sumpah WNI di Kedubes Indonesia di Belgia dirasa sebuah tindakan ilegal bagi federasi sepakbola China. Benarkah demikian?

BANG PAES TERLIHAT LATIHAN BARENG FC DALLAS

Masih seputar Timnas Indonesia, ada kabar baik yang berhembus dari Amerika Serikat untuk netizen Indonesia. Maarten Paes sudah terlihat kembali latihan dengan skuad FC Dallas. Dilansir Goal, Paes sangat termotivasi untuk menghadapi Bahrain dan Tiongkok demi melanjutkan hasil bagus yang sudah diraih di dua laga sebelumnya. Maka dari itu, Paes berusaha pulih lebih cepat meski kemarin dilaporkan menderita cedera ringan di pergelangan tangannya.

FABREGAS BANYAK BELAJAR DARI CONTE

Pelatih Como, Cesc Fabregas baru-baru ini mengakui bahwa dirinya banyak belajar dari pelatih Napoli saat ini, Antonio Conte. Dilansir Football Italia, Fabregas banyak menyerap ilmu saat dirinya dilatih Conte. Momen itu terjadi saat keduanya sama-sama membela Chelsea. Menurut Fabregas, dirinya melihat banyak hal-hal baru tentang sepakbola dari metode kepelatihan Conte saat itu. Itu sangat berguna di masa sekarang, dimana Fabregas yang kini jadi pelatih.

DUA REKOR APIK THIAGO MOTTA DI JUVENTUS

Thiago Motta menjadikan pertahanan kokoh sebagai ciri khas bermainnya di Juventus. Dan itu berjalan dengan baik. Motta bahkan mencatatkan dua rekor apik di awal musim ini dengan skema itu. Seperti yang diwartakan Football Italia, Juventus asuhan Motta jadi tim pertama yang belum kebobolan hingga matchday keenam Serie A. Tak cuma itu, kemenangan atas RB Leipzig kemarin juga menjadi catatan menarik bagi klub. Untuk pertama kalinya, Juve bisa menang meski sempat tertinggal selama dua kali di Liga Champions.

MILAN INCAR TALENTA KOLOMBIA, RIOS

Masih dari sepakbola Italia, AC Milan kabarnya sedang mencari gelandang bertahan baru untuk memberikan persaingan pada Ismael Bennacer. Dilansir Foot Italia, beberapa nama telah dirumorkan masuk radar Milan. Namun, yang paling menarik adalah munculnya nama talenta Kolombia, Richard Rios. Ketertarikan Milan kepada Rios sudah muncul sejak empat bulan lalu. Penampilan Rios di Copa America semakin membuat Milan yakin bahwa sang pemain memiliki bakat yang luar biasa.

BARCA PANTAU GELANDANG PORTO

Situasi keuangan yang menimpa Barcelona ternyata tak menghentikan klub asal Catalan itu untuk terus bergerak mencari pemain baru. Itu dibuktikan dengan Football Espana yang memberitakan La Blaugrana yang sedang mengintai salah satu gelandang FC Porto, Nico Gonzalez. Nama tersebut sebetulnya bukan nama yang asing bagi Barca. Nico sendiri adalah pemain jebolan La Masia yang dilepas pada tahun 2023 lalu. Barca berniat untuk memulangkannya untuk menggantikan Frenkie De Jong yang akan dijual.

LEWANDOWSKI KUNCI TRANSFER SZCZĘSNY KE BARCA

Kiper baru Barcelona, Wojciech Szczesny mengungkapkan ada peran penting dari pemain Barcelona dalam keputusannya untuk kembali dari masa pensiun dan bergabung dengan raksasa La Liga tersebut. Dilansir 90min, pemain yang dimaksud eks kiper Juventus itu adalah Robert Lewandowski. Ya, Szczesny dan Lewy sama-sama berasal dari Polandia. Lewy menelpon Szczesny dan berusaha meyakinkannya untuk menerima tawaran dari La Blaugrana. Dan ya, kesepakatan pun terjadi

ATLETICO MADRID INCAR PEMAIN CHELSEA LAGI 

Atletico Madrid tampaknya cukup puas dengan kinerja Connor Gallagher musim ini. Buktinya, mereka dikabarkan ingin membeli satu pemain Chelsea lagi di bursa transfer mendatang. Dilansir Team Talk, Atletico kini sedang berusaha mendekati bek kiri Chelsea, Ben Chilwell. Diego Simeone memandang Chilwell sebagai pemain yang tepat untuk meningkatkan opsi di sektor kiri pada Januari mendatang. Los Rojiblancos yakin akan mendapatkan Chilwell dengan harga yang murah karena Chelsea emang ingin melepas banyak pemain musim ini.

NEWCASTLE BELUM MENYERAH KEJAR GUEHI

Meski sempat gagal mendatangkan Marc Guehi pada bursa transfer musim panas kemarin, Newcastle United kabarnya belum menyerah. Mereka ingin memulai negosiasi baru dengan rincian kontrak yang lebih menggiurkan. Dilansir Tribal Football, Newcastle berharap Guehi tidak memperpanjang kontraknya bersama Crystal Palace sebelum bulan Januari. Itu akan memudahkan The Magpies dalam bernegosiasi. Newcastle akan melakukan pendekatan yang sedikit berbeda kali ini.

MAGUIRE & RASHFORD TAK MASUK SKUAD TIMNAS INGGRIS 

Timnas Inggris telah merilis skuad untuk melakoni jeda internasional bulan Oktober. Lee Carsley selaku pelatih sementara melakukan sedikit perubahan. Seperti yang dikutip Fabrizio Romano, Dominic Solanke jadi nama baru di skuad Inggris kali ini. Namun, nama Harry Maguire dan Marcus Rashford justru hilang dari daftar. Kedua pemain itu senasib dengan James Maddison dan Jarrod Bowen yang juga dicoret dari daftar pemain pilihan Lee Carsley. Ini di luar kebiasaan. Karena biasanya Maguire adalah pemain penting di skuad Inggris asuhan Gareth Southgate.

NKUNKU KEMBALI MASUK SKUAD PRANCIS 

Berbeda dengan Maguire dan Rashford, Christopher Nkunku justru mendapat kesempatan kedua di tim nasional Prancis. Ini adalah pemanggilan pertama Nkunku sejak meninggalkan RB Leipzig. Dilansir Standard, pencapaian ini pun langsung diapresiasi oleh pelatihnya di Chelsea, Enzo Maresca. Dirinya merasa senang Nkunku bisa kembali ke skuad Prancis. “Kami semua senang. Saya mengetahui informasinya sore ini, dan saya sangat senang. Dia pantas mendapatkannya” ucap Maresca.

PSSI SUDAH HUBUNGI KEVIN DIKS

Pemain keturunan Indonesia, Kevin Diks ditanya soal kans dirinya main di Timnas Indonesia. Bek FC Copenhagen itu memberi jawaban yang bikin terkejut. Dilansir Inews, Kevin Diks pun tidak ragu ketika ada pertanyaan itu. Pemain berusia 27 tahun itu mengaku bahwa PSSI sudah menghubunginya melalui agennya. Dirinya pun merasa terhormat karena PSSI percaya bahwa Diks bisa jadi tambahan yang sempurna di skuad Timnas Indonesia. Dirinya bahkan sempat menyinggung bahwa kakek dan neneknya yang berasal dari Indonesia pasti bangga, jika ia membela Timnas Indonesia suatu saat nanti.

Berita Bola Terbaru 4 Oktober 2024 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Europa League, Tottenham berhasil menang 2-1 di kandang Ferencvaros. Gol Spurs dicetak Pape Sarr menit 23 dan Brennan Johnson menit 86. Sementara Ferencvaros hanya membalas sekali melalui Barnabas Varga menit 90. Hasil ini bikin Spurs naik ke urutan ketiga klasemen sementara.

Di pertandingan lain, Lazio berhasil mengalahkan wakil Prancis, Nice dengan skor 4-1. Gol Lazio lahir dari Pedro Rodriguez, brace Valentin Castellanos, dan Mattia Zaccagni. Sedangkan Nice hanya mencetak satu gol dari Jeremie Boga. Kemenangan ini membawa Biancocelesti memuncaki klasemen sementara Liga Eropa.

Wakil Prancis lainnya, Lyon justru menang telak 4-1 atas tim tuan rumah Rangers. Meski bermain tandang, Lyon berhasil mendominasi laga sejak menit awal. Brace Malick Fofana menit 10 dan 55, serta brace Alexandre Lacazette menit 19 dan 45 membawa Lyon unggul cepat. Sementara Rangers hanya mampu mencetak satu gol dari Tim Lawrence menit 14. Dengan tambahan tiga poin, Lyon berada di urutan kedua klasemen sementara

Sementara dari pekan pertama Conference League, Chelsea berhasil tampil dominan setelah mengalahkan Gent dengan skor 4-2. Gol The Blues dicetak oleh empat pemain berbeda, yakni Renato Veiga, Pedro Neto, Christopher Nkunku, dan Kiernan Dewsbury-Hall. Sedangkan Gent cuma bisa membalas dua gol melalui aksi Tsuyoshi Watanabe dan Omri Gandelman.

Di pertandingan lain, Fiorentina juga meraih hasil positif usai menang 2-0 atas tim Wales, The New Saints. Gol La Viola muncul dari aksi Yacine Adli menit 65 dan Moise Kean menit 69. 

MEES HILGERS TAHAN IMBANG SKUAD ASUHAN MOURINHO 

Sementara itu, pertemuan antara FC Twente dan Fenerbahce di ajang Europa League berakhir imbang dengan skor 1-1. Dilansir Bola.com, bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers berhasil bikin Jose Mourinho selaku pelatih Fenerbahce pusing tujuh keliling. Berdasarkan catatan FotMob, Hilgers bermain sangat apik dengan memperoleh rating 7.1. El Nyengir bikin penyerang Fenerbahce kesulitan dengan mencatatkan 100% tekel sukses, tiga sapuan, dan memenangkan empat duel. 

REAL SOCIEDAD VS ANDERLECHT RUSUH, 5 OKNUM DITAHAN

Ada momen kurang mengenakan di salah satu pertandingan Europa League antara Real Sociedad dan Anderlecht. Beberapa oknum fans klub Belgia itu tertangkap kamera sedang memancing emosi fans Sociedad. Dilansir Football Espana, oknum fans Anderlecht melempari penonton lain, termasuk fans Sociedad dengan patahan kursi. Mereka juga berusaha merusak fasilitas umum di stadion. Merespon hal ini, pihak keamanan setempat kabarnya sudah menangkap lima orang yang disinyalir sebagai provokator. Peristiwa ini juga dikecam oleh pemain Sociedad Mikel Oyarzabal. Menurutnya, kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi. Penonton berhak mendapat keamanan dan kenyamanan saat menonton pertandingan.

MAGUIRE SELAMATKAN MU DARI KEKALAHAN

Masih seputar Europa League, wakil Inggris, yakni Manchester United harus puas hanya membawa satu poin dari markas Porto setelah pertandingan berakhir dengan skor 3-3. Dilansir Sky Sport, pertandingan sebetulnya murni jadi milik Porto setelah Samu Omorodion membawa Porto unggul di menit 50 dan Bruno Fernandes di kartu merah menit 81. Namun, pahlawan bernama Harry Maguire pun datang. Masuk menit 78, Maguire mencetak gol penyeimbang di penghujung laga. Catatan imbang ini membuat United hanya bisa menang sekali dari sepuluh pertandingan Eropa terakhirnya.

BANYAK FANS UNITED TERDAMPAR DI BANDARA

Disisi lain, banyak fans Manchester United yang gagal melihat timnya ditahan imbang oleh Porto. Seperti yang diwartakan oleh Mirror, banyak fans United yang marah besar setelah penerbangannya menuju Porto ditunda selama sepuluh jam. Sudah ditunggu, penerbangan tersebut justru dibatalkan. Penerbangan tersebut di maskapai oleh salah satu mitra perjalanan resmi United. 180 penggemar dinyatakan tidak dapat menyaksikan pertandingan tersebut. MU pun telah merilis pernyataan dan menawarkan tiket gratis untuk pertandingan Eropa berikutnya sebagai ganti rugi.

CHELSEA INGIN DATANGKAN DE JONG

Meski skuadnya sudah gemuk, Chelsea dikabarkan belum puas dengan komposisi yang ada. Mereka ingin meningkatkan kualitas lagi di sektor gelandang. Dilansir Football Espana, nama Frenkie De Jong masuk sebagai opsi yang menarik. Chelsea memasukan nama De Jong karena ada kemungkinan bahwa sang pemain bakal dilepas Barca pada bulan Januari nanti. Jika itu benar terjadi, maka The Blues akan bergerak untuk menggoda sang pemain. Selain Chelsea, MU juga masih memantau kondisi Frenkie.

JOSE MOURINHO LATIH EVERTON?

Masih dari Liga Inggris, ada rumor yang mengejutkan beredar di media soal siapa pelatih Everton berikutnya. Football Insider pun mewartakan bahwa Jose Mourinho bisa jadi salah satu opsi yang menarik bagi The Toffees. Menurut laporan, nama Mourinho muncul usai Dan Friedkin selaku bos AS Roma merampungkan pengakuisisian klub beberapa pekan lalu. Mourinho pernah ditunjuk Friedkin untuk melatih Roma. Kini, kerjasama keduanya bisa terulang di Inggris.

AS ROMA TAKLUK DARI KLUB ANTAH BERANTAH

Dari Inggris, beralih ke Italia. Ngomong-ngomong soal AS Roma, mereka baru saja menelan pil pahit di laga Europa League semalam. Diprediksi bakal menang mudah, Roma justru kalah 1-0 di markas Elfsborg. Dilansir Football Italia, Paulo Dybala cs gagal mengembangkan permainannya di Swedia. Padahal, mereka menguasai 75% penguasaan bola. Meski begitu, Ivan Juric tetap pede kalau ini hanya sebuah kesalahan kecil. Masih banyak hal-hal positif yang bisa diambil dari laga ini.

CONTE PELATIH TERBAIK SERIE A BULAN SEPTEMBER 

Antonio Conte terpilih sebagai pelatih terbaik Serie A untuk bulan September. Dirinya dianugerahi penghargaan itu setelah membawa Napoli tampil mengesankan selama Bulan September. Tak terkalahkan dalam empat pertandingan Serie A, Napoli kini berada di puncak klasemen sementara. Dilansir Foot Italia, penghargaan bergengsi tersebut akan diberikan kepada Conte sebelum pertandingan kandang Napoli berikutnya melawan FC Como

JUVE INCAR GARNACHO DAN RAMOS

Alejandro Garnacho sejauh ini harus menghabiskan banyak waktu di bangku cadangan. Situasi ini telah memancing beberapa klub raksasa Eropa untuk mempelajari kemungkinan membawanya pergi dari Old Trafford. Dilansir The Sun, salah satu tim serius menginginkannya adalah Juventus. Mereka bahkan siap memberikan tawaran yang besar di akhir musim nanti. Selain itu, Juventus juga baru saja kehilangan bek andalan mereka, Gleison Bremer karena cedera ACL. Situasi ini memaksa Juve untuk mencari pengganti secepatnya. Nama Sergio Ramos pun muncul sebagai opsi menarik. Dirinya berstatus bebas transfer dan memiliki segudang pengalaman di sepakbola Eropa.

MADRID SUDAH HUBUNGI TAA 

Mampir sebentar ke Spanyol, Real Madrid kabarnya sangat serius menginginkan bek Liverpool Trent Alexander-Arnold. Dilansir Goal, pihak Madrid dilaporkan sudah melakukan kontak awal dengan bek asal Inggris tersebut. Usaha ini dilakukan demi mewujudkan transfer di musim panas mendatang. Apalagi, kontraknya bersama The Reds akan habis tahun 2025. Madrid berusaha menggoda TAA agar mau pindah ke Madrid dengan status bebas transfer. Metode ini dipakai juga saat mendatangkan Kylian Mbappe dari PSG.

JADWAL JENDELA TRANSFER TAHUN 2025 DIMAJUKAN 

FIFA baru-baru ini telah mengkonfirmasi rencana untuk mengubah jadwal bursa transfer di tahun 2025 mendatang. Dilansir Give Me Sport, mereka memperkenalkan jendela transfer baru yang akan dibuka pada awal Juni 2025. Itu lebih awal satu bulan dari biasanya. Periode tambahan tersebut akan memberi kesempatan kepada tim yang berkompetisi di Piala Dunia Antarklub untuk menambah pemain dulu sebelum turnamen dimulai pada tanggal 15 Juni.

SOLANKE DIPANGGIL TIMNAS INGGRIS

Striker Tottenham, Dominic Solanke telah mencetak tiga gol dalam tiga penampilan terakhirnya dan kini akan memiliki kesempatan untuk kembali tampil untuk Timnas Inggris. Dilansir Sky Sport, ini jadi kali pertama Solanke kembali ke skuad The Three Lions setelah terakhir kali tampil pada tahun 2017. Kesempatan ini tentu tidak akan disia-siakan oleh striker berusia 27 tahun tersebut. Dirinya bisa membuktikan diri jika diberi kesempatan di laga melawan Finlandia dan Yunani nanti.

PENCAPAIAN MENARIK ARNE SLOT

Kemenangan Liverpool atas Bologna kemarin ternyata telah menyisakan statistik menarik bagi sang pelatih, Arne Slot. Seperti yang diwartakan oleh Fabrizio Romano, pelatih asal Belanda itu jadi pelatih Liverpool pertama yang memenangkan delapan dari sembilan laga pertama yang dipimpinnya. Dengan begitu, Slot telah melampaui beberapa manajer legendaris The Reds seperti Brendan Rodgers dan Jurgen Klopp.

ZUBIMENDI TAK MENYESAL TOLAK LIVERPOOL

Martin Zubimendi baru-baru ini angkat bicara soal dirinya yang menolak tawaran dari Liverpool. Dilansir ESPN, gelandang asal Spanyol itu merasa tidak menyesal dengan keputusan yang diambil. Real Sociedad memang mengalami awal yang sulit di La Liga musim ini. Mereka hanya meraih dua kemenangan dari delapan pertandingan pembuka. Namun, performa yang biasa-biasa saja itu tidak membuat Zubimendi meragukan keputusannya untuk tetap bertahan di Spanyol.

EDDIE HOWE KANDIDAT PENGGANTI TEN HAG

Bursa pencarian pelatih baru Manchester United kian ramai. Setelah United dirumorkan bakal dilatih Massimiliano Allegri hingga Graham Potter, kini muncul rumor baru. Team Talk justru menyebut Eddie Howe sebagai salah satu kandidat potensial yang akan menggantikan posisi Erik Ten Hag. Nama Howe muncul karena memiliki kedekatan dengan Direktur Olahraga United, Dan Ashworth yang sebelumnya sama-sama bekerja di Newcastle United. Kabarnya, Howe sedang dalam hubungan yang kurang baik dengan Newcastle. Oleh karena itu, Howe bisa saja hengkang dari St James Park akhir musim nanti.

TEN HAG PEDE MU BAKAL SUKSES MUSIM INI

Masih dari Manchester United, Erik Ten Hag justru pede dengan posisinya di klub. Dirinya bahkan yakin bahwa United akan mengakhiri musim ini dengan manis. Dilansir The Athletic, meski menuai hasil buruk, Ten Hag tak khawatir akan dipecat. Dirinya tetap yakin bahwa Manchester United akan mengatasi kesulitan yang dihadapi saat ini dan mengembalikan performa apiknya di pekan-pekan berikutnya. Ia juga percaya bahwa tim akan meraih kesuksesan di akhir musim nanti.

UNITED KEMBALI PANTAU WONDERKID AMERIKA SELATAN, DIEGO LEON

Manchester United dikabarkan telah bergabung dalam antrian untuk merekrut pemain muda Amerika Selatan, Diego Leon. Pemain yang berposisi sebagai bek ini baru melakoni debut seniornya untuk klub Paraguay, Club Cerro Porteno pada bulan Agustus kemarin. Tetapi langsung tampil mengesankan selama beberapa bulan terakhir. Dilansir Express, penampilannya pun telah menarik perhatian United. Namun, MU harus bersaing dengan Manchester City dan Arsenal yang juga mengincar Leon.

ISAK TAK MASUK SKUAD SWEDIA UNTUK BULAN OKTOBER

Jeda internasional bulan Oktober sebentar lagi dan beberapa tim nasional sudah mengeluarkan daftar pemainnya masing-masing. Namun, ada yang menarik dari daftar pemain Timnas Swedia. Di situ tidak ada nama striker Newcastle United, Alexander Isak. Dilansir The Athletic, Isak masih harus menjalani pemulihan cedera patah jari kaki yang dialaminya saat menghadapi Wolves beberapa pekan lalu. Akhirnya, Swedia harus tampil tanpa Isak di pertandingan Nations League melawan Slovakia dan Estonia.

SETELAH 9 TAHUN, SENEGAL BERPISAH DENGAN CISSE

Masih dari berita internasional, ada kabar mengejutkan dari tim nasional Senegal. Federasi Sepakbola Senegal baru saja mengumumkan bahwa sang pelatih, Aliou Cisse telah meninggalkan jabatannya di tim nasional. Dilansir The Athletic, Cisse meninggalkan posisi itu karena kontraknya tidak diperpanjang oleh federasi. Keputusan ini sekaligus menjadi tanda berakhirnya sembilan tahun perjalanan Cisse bersama Les Lions de la Teranga. Padahal Cisse lah yang mengantarkan Senegal juara Piala Afrika tahun 2022.

MILIK JALANI OPERASI LUTUT

Mampir sebentar ke Italia, ada kabar buruk yang menimpa Juventus. Baru-baru ini, pihak klub mengkonfirmasi bahwa tim akan bermain tanpa Arkadiusz Milik dalam jangka waktu yang cukup lama. Dilansir Football Italia, itu karena Milik harus menjalani operasi di bagian lututnya. Cedera itu sudah mengganggunya sejak awal Juni kemarin. Dan kini, waktu pemulihan sang pemain akan ditentukan setelah pemeriksaan klinis lebih lanjut.

INTER MIAMI JUARA SUPORTER SHIELD CHAMPIONS

Dari Italia kita bergeser ke Amerika Serikat di mana Inter Miami baru saja menjuarai musim reguler Major League Soccer 2024. Dilansir ESPN, kepastian itu didapat setelah Inter Miami menang 3-2 atas Columbus Crew di Lower.com Field. Hasil itu membuat Miami kian menegaskan dominasinya di MLS tahun ini. Anak asuh Tata Martino menutup musim reguler dengan status juara. Inter Miami memuncaki klasemen wilayah timur dengan 68 poin.

GAWAT, MAARTEN PAES CEDERA

Masih dari MLS, FC Dallas baru saja mengkonfirmasi bahwa Maarten Paes tidak dalam kondisi baik-baik saja. Penjaga gawang kebanggaan kita semua itu sampai dikeluarkan dari skuad inti FC Dallas yang menghadapi SJ Earthquakes kemarin. Melalui akun resmi media sosial FC Dallas, mereka mengatakan bahwa Paes mengalami sedikit gangguan di pergelangan tangannya. Sebenarnya masih bisa dipaksakan, tapi Dallas memilih untuk tidak mengambil resiko. Semoga Bang Paes sudah sehat ya saat membela Timnas Indonesia nanti.

ANEH! 9 RITUAL Pesepakbola Sebelum Bertanding

Percaya atau tidak, di zaman yang sudah serba canggih ini masih banyak manusia yang mempraktekan berbagai ritual aneh yang diyakini mampu membawa keberuntungan. Tak melulu hanya di Indonesia saja, di luar negeri juga masih banyak yang melakukannya. Termasuk apa yang dilakukan pesepakbola kelas dunia.

Sejarah mencatat, beberapa pesepakbola terbukti memiliki ritual aneh sebelum bertanding. Tak jarang ritual aneh tersebut membuat fans jadi terperangah. Nah, berikut tim Starting Eleven List rangkum beberapa pesepakbola yang punya ritual aneh tersebut. Check this out.

Filippo Inzaghi

Masih ingat dengan striker yang katanya terlahir saja sudah offside? Ya, dia adalah Filippo Inzaghi. Di samping ia terkenal jadi monster menakutkan di depan gawang lawan, dirinya ternyata juga punya ritual aneh sebelum berlaga.

Ritual aneh kakak Simone Inzaghi itu dibongkar oleh rekannya, Andrea Pirlo dalam bukunya berjudul I Think Therefore I Play. Di buku tersebut, Pirlo mengungkapkan bahwa rekannya tersebut selalu membawa biskuit anaknya sebelum bertanding, dan memakannya hanya dua buah saja. Sisanya, ia taruh di ruang ganti dan tak boleh dimakan oleh rekan-rekannya.

Pirlo sempat bertanya perilah ritual tersebut pada Filippo Inzaghi. Inzaghi pun menjawab, bahwa ritual tersebut dilakukan karena selalu membuat dirinya beruntung di pertandingan.
Selain ritual makan biskuit, ada juga ritual lain dari Filippo Inzaghi yang diungkap oleh Pirlo. Ritual tersebut adalah selalu buang air besar dulu sebelum laga.

Peter Crouch

Pemainnya berikutnya yang punya ritual aneh adalah mantan striker Liverpool, Peter Crouch. Percaya atau tidak, pemain jangkung dua meter tersebut, selalu menggunakan celana dalam keberuntungan setiap hendak berlaga.

Saat tampil diwawancarai di acara Amazone Prime “Back of The Net” pada tahun 2019, istri Crouch, Abbey Clancy bercerita panjang lebar soal asal-usul celana dalam tersebut.
Menurut Clancy, Crouch memiliki sepasang celana dalam keberuntungan yang selalu dipakai selama berlaga.

Kata istri Crouch, celana dalam tersebut dibelinya bersama sang ibu seharga 600 pounds di sebuah supermarket. Abbey Clancy juga bercerita bahwa suaminya selalu mencetak gol atau assist, saat berlaga memakai celana dalam keberuntungan tersebut.

Kolo Toure

Lalu berikutnya ada mantan pemain Arsenal, Kolo Toure. Abang Yaya Toure ini juga memiliki ritual aneh, yakni selalu jadi pemain terakhir yang masuk ke lapangan jelang laga bergulir.

Saking percayanya dengan ritual tersebut, bek asal Pantai Gading ini bahkan sampai mendapat masalah. Jelang babak kedua laga Arsenal vs AS Roma di pada leg pertama babak 16 besar UCL musim 2008/09, Toure tak mau masuk lapangan dulu karena menunggu rekannya, Gallas yang sedang mendapatkan perawatan di luar lapangan.

Kolo Toure memilih menunggu Gallas selesai dirawat dan masuk lapangan. Sampai-sampai, The Gunners sempat tanpa diperkuat dua pemain tersebut saat memulai babak kedua. Lalu setelah Gallas masuk lapangan, Toure pun akhirnya mengikutinya. Namun sayang, ia malah terkena kartu kuning karena masuk lapangan tanpa seizin wasit.

John Terry

Pemain lain yang punya ritual aneh adalah legenda Chelsea, John Terry. Dalam sebuah wawancara dengan Mirror, Terry mengakui bahwa ia memiliki beberapa ritual yang harus dijalani sebelum laga.

Terry mengaku punya ritual seperti mendengarkan lagu penyanyi Usher lewat CD di dalam mobilnya. Lalu parkir di tempat yang sama di stadion Stamford Bridge, maupun duduk di kursi yang sama di dalam bus tim. Sampai-sampai rekan-rekannya di Chelsea sudah hafal itu adalah kursi milik Terry.

Tak hanya itu, ia juga punya kepercayaan melingkarkan plester sebanyak tiga kali di kaus kakinya, serta memotong deker dengan panjang yang sama. Terry mengatakan bahwa, konsistensi melakukan ritual aneh tersebut akan membawa keberuntungan baginya.

Gary Neville

Rekan John Terry di Timnas Inggris, Gary Neville juga sama-sama punya ritual aneh. Mantan bek kanan MU tersebut sebelum laga harus duduk di toilet sekitar 15 menit sembari membaca kembali arahan pelatih.

Meski terdengar aneh, hal tersebut dibeberkan sendiri oleh penyiar Sky Sports tersebut. Dilansir dari Daily Mail, Gary Neville mengatakan bahwa ia butuh ketenangan untuk menyerap apa arahan pelatih. Selama melakukan ritual tersebut di MU, ia mengaku selalu tampil baik di lapangan.

Tak hanya masuk toilet saja, Gary Neville juga membeberkan bahwa ia punya ritual menggunakan barang-barang yang sama sepanjang musimnya bersama United. Seperti ikat pinggang, sepatu, bahkan hingga kaos kaki. Ia percaya bahwa menggunakan item yang sama, akan membawa keberuntungan yang berkelanjutan saat berkompetisi.

Shay Given

Selain pemain, seorang kiper juga ternyata ada yang punya ritual aneh. Salah satunya adalah mantan kiper Newcastle United asal Republik Irlandia, Shay Given. Shay Given pada saat bermain di Newcastle maupun Timnas Republik Irlandia, punya kebiasaan yang sulit dinalar.

Sebelum tampil, Given akan selalu membawa botol yang berisi air suci. Menurut penuturannya, air suci tersebut didapat dari kunjungan ziarah katholik-nya di daerah Lourdes, Prancis. Botol berisi air suci tersebut selalu ditempatkan di belakang gawangnya. Kepada The Guardian, ia mengaku tenang kalau selalu membawa botol air suci tersebut setiap berlaga.

Laurent Blanc

Masih ingat dengan aksi Laurent Blanc dan Fabien Barthez di Piala Dunia 1998? Aksi tersebut terbukti ikonik. Sebelum laga, Blanc yang notabene adalah bek selalu mencium kepala plontos nan licin milik kiper Fabien Barthez.

Percaya atau tidak, ritual ciuman Blanc kepada Barthez tersebut ternyata membawa keberuntungan bagi Les Bleus ketika sukses menjuarai Piala Dunia 1998. Blanc mengakui bahwa, ritual tersebut sengaja ia pertahankan karena selalu membawa keberuntungan. Ia juga mengaku nekat ketika melakukan ritual tersebut di laga Final Piala Dunia 1998, meskipun dirinya tidak bermain di lapangan.

Malvin Kamara

Selain Blanc, pemain berikutnya yang melakukan ritual aneh adalah Malvin Kamara. Ia adalah pemain asal negara Sierra Leone yang pernah bermain di klub Inggris macam MK Dons, Cardiff City, maupun Huddersfield.

Selama kariernya, sebelum bertanding Malvin Kamara mengaku harus nonton film Willy Wonka & The Chocolate Factory yang dibuat tahun 1971. Entah itu di rumah, mobil, pesawat, atau di hotel sebelum berangkat ke stadion.

Berbicara kepada The Sun, Kamara mengaku bahwa menonton film tersebut akan mempengaruhi suasana hatinya jadi lebih baik. Menurut Kamara, film itu dapat menenangkan sarafnya dan juga memberikan keberuntungan baginya. Dan ternyata, film tersebut adalah film favoritnya yang selalu ia tonton sejak kecil.

Phil Jones

Pemain berikutnya yang melakukan ritual aneh adalah mantan bek MU, Phil Jones. Pada saat membela panji-panji Red Devils, Phil Jones setiap kali mau tampil punya ritual yakni memakai kaos kaki yang disesuaikan dengan jadwal MU.

Jika MU akan bermain di kandang, maka Phil Jones akan memakai kaos kaki sebelah kanan terlebih dulu. Namun, jika MU bermain tandang, maka dia akan mengenakan kaos kaki sebelah kiri terlebih dulu. Entah apa maksud dari ritual tersebut.

Dalam wawancara dengan Mirror, ia pun mengakui bahwa ritualnya tersebut terlihat bodoh. Namun ia mengatakan bahwa kebiasaan bodohnya tersebut terbukti selalu memberinya keberuntungan di lapangan.

Pindahan! Klub Inggris Ini Ternyata Pernah Memindahkan Kandangnya

0

Tak hanya manusia, klub sepak bola juga memiliki rumah, tempat untuk pulang dan menjamu tamunya. Rumah bagi klub sepak bola berwujud sebuah stadion. Tempat ini merupakan pusat dari segala aktivitas klub digerakkan. Dari digelarnya pertandingan, kantor pusat klub, hingga penjualan merchandise umumnya digerakkan dari stadion.

Namun, apa jadinya jika sebuah klub pindah rumah? Seperti klub-klub di Liga Inggris ini. Mereka memindahkan kandangnya yang telah dihuni puluhan tahun ke tempat baru yang dianggap lebih modern. Lantas siapa saja klub yang telah pindah markas tersebut?

 

Middlesbrough – Riverside Stadium

Sebelum pindah ke Riverside Stadium pada tahun 1995, Middlesbrough berkandang di Ayresome Park. Stadion lama Boro ini sudah mereka tempati sejak tahun 1903. Saat Piala Dunia 1966 digelar, stadion ini menjadi salah satu venue yang dipakai.

Di Ayresome Park, tiga pertandingan digelar. Uniknya, dari semua pertandingan tadi, Korea Utara menjadi salah satu tim yang bermain. Negara Kim Il-sung ini bermain melawan Uni Soviet, Chile, dan sebuah kemenangan fenomenal melawan Italia.

Setelah 92 tahun bermarkas di Ayresome Park, Boro terpaksa meninggalkan markas lamanya. Pasalnya, aturan Taylor Report yang dikeluarkan tahun 1990 mengharuskan tim kasta tertinggi memiliki stadion full single-seat. Aturan ini dikeluarkan sebagai preventif agar tragedi Hillsborough tidak terulang kembali.

Boro akhirnya memutuskan untuk membangun stadion baru di tahun 1994, yakni Riverside Stadium. Proses pembangunannya tergolong cepat sehingga tahun 1995, Boro sudah bisa memakai stadion barunya ini. Sementara nasib Ayresome Park, meski sempat dijadikan tempat latihan Boro, stadion ini diratakan dengan tanah pada 1997. Kini, situs Ayresome Park telah menjadi perumahan.

 

Southampton – St. Mary’s Stadium

Setelah bermain satu abad lebih di The Dell, Southampton akhirnya pindah ke rumah barunya, St, Mary’s Stadium. Stadion baru The Saint ini dibangun pada tahun 1999 dan baru bisa dipakai di tahun 2001. Keputusan untuk pindah dari The Dell dan membangun stadion baru Soton lakukan guna menarik lebih banyak fans dan sponsor.

Padahal stadion lama mereka merupakan tempat yang cukup bersejarah di Inggris. The Dell pernah dijatuhi bom oleh tentara Jerman saat Perang Dunia II. Bom yang dijatuhkan oleh pesawat bomber Jerman ini menciptakan sebuah kawah dengan diameter 5,5 meter di atas lapangan.

Tak hanya itu, stadion dengan kapasitas hanya 15,800 orang ini merupakan stadion pertama yang memiliki lampu sorot permanen di seantero Inggris. Kini, bekas wilayah The Dell telah diubah menjadi perumahan.

 

Manchester City – Etihad Stadium

Sejatinya, Manchester City adalah satu-satunya klub yang ada di Kota Manchester. Sebab apa? Sebab hanya The Citizen yang memiliki markas di pusat kota Manchester. Berbeda dengan Old Trafford yang sebenarnya terletak di daerah pinggiran kota. Baik Maine Road maupun Etihad Stadium masih terletak dengan wilayah yang disebut sebagai Manchester.

Sebelum pindah ke Etihad Stadium sebagai upaya merevolusi klub, Man City berkandang di Maine Road selama 80 tahun sebelumnya pindah tahun 2003. Stadion lama The Citizen ini pernah menjadi pengungsian Manchester United kala Old Trafford remuk saat Perang Dunia II. Sebelum dihancurkan dan menjadi perumahan, Maine Road sempat ditawar untuk dibeli oleh klub olahraga lain termasuk Stockport County. Namun, tawaran tersebut tak ada yang sampai kepada kata sepakat.

Etihad Stadium sebenarnya merupakan stadion milik pemerintah kota. Nama aslinya adalah City of Manchester Stadium. Stadion ini dibangun pada Desember 1999 guna menyambut Commonwealth Games yang akan Inggris adakan pada 2002. Setahun kemudian, stadion ini diambil alih oleh Manchester City dengan status sewa. Setelah dipegang oleh Sheikh Mansour, pemugaran stadion beberapa kali dilakukan. 

 

Arsenal – Emirates Stadium

Pindah dari Highbury dan membangun stadion baru adalah ide gila Arsene Wenger. The Professor dengan percaya diri meyakinkan manajemen Arsenal untuk membangun stadion baru guna mendapat keuntungan besar di masa depan. Karena sudah diiming-imingi keuntungan, ide gila Wenger ini akhirnya disetujui. Tahun 2004 mereka membangun Emirates Stadium dan baru dipakai pada tahun 2006.

Sementara stadion lama mereka, Highbury, kini telah menjadi apartemen. Highbury sendiri sudah menjadi kandang The Gunners sejak tahun 1913. Perpindahan Arsenal ke tempat inilah yang menjadi salah satu akar perselisihan mereka dengan Tottenham Hotspur. Stadion ini juga pernah dijatuhi bom pada Perang Dunia II sehingga Arsenal harus numpang ke markas Tottenham Hotspur. 

 

West Ham United – London Stadium

Setelah berdiri selama 102 tahun, Boleyn Ground atau yang juga dikenal sebagai Upton Park ditutup. Penutupan tersebut dilakukan setelah laga antara West Ham United yang menggulung Manchester United 3-2 lewat gol ikonik Winston Reid di akhir-akhir laga. West Ham United sebagai pemilik stadion ini memutuskan pindah ke stadion baru sebagai usaha untuk menampung fans yang membludak.

Wajar, The Hammers merupakan salah satu klub yang selalu masuk top tiga penonton terbanyak di Inggris. Awalnya, mereka berniat untuk menambah kapasitas Boleyn Ground. Namun karena pemerintah London sedang membangun stadion baru untuk Olimpiade 2012, mereka memilih untuk mengambil alihnya.

London Stadium atau yang juga dikenal sebagai Olympic Stadium memang dibangun sebagai venue utama Olimpiade 2012. Setelah gelaran itu selesai, stadion ini dilelang hak gunanya. Dari banyak pihak yang melakukan penawaran, termasuk Tottenham Hotspur dan Leyton Orient, tawaran West Ham keluar sebagai pemenang. Sejak musim 2016/17, The Hammers pindah ke London Stadium dan stadion lama mereka diubah menjadi perumahan.

 

Tottenham Hotspur – Tottenham Hotspur Stadium

Setelah gagal menang dalam lelang hak guna London Stadium, Tottenham Hotspur akhirnya memutuskan untuk membangun ulang White Hart Lane dari awal. Mereka menghancurkan markas lama mereka pada tahun 2016. Tujuan penghancuran stadion yang sudah dipakai sejak 1899 ini adalah untuk memodernisasi fasilitas klub.

Setelah rata dengan tanah, barulah proyek stadion baru itu dimulai. Stadion yang dinamai sesuai nama klub ini baru selesai pada tahun 2019. Jadi, selama stadion baru mereka dibangun, Spurs harus mengungsi di Wembley. Namun uniknya, setelah pindah ke stadion baru pun, West Ham masih jadi pengganggu ulung.

Pada 27 April 2019, tren apik Spurs di kandang barunya pupus lewat gol semata wayang Michail Antonio. Gol semata wayang tersebut menjadi gol pertama yang menjebol gawang Spurs di rumah barunya. Tak hanya itu, kemenangan West Ham ini pula membuat mereka akan selamanya dikenang sebagai tim tamu pertama yang bisa menaklukkan Spurs di rumah barunya.

 

Everton – Bramley-Moore Dock Stadium

Musim 2024/25 akan menjadi musim terakhir Everton berkandang di Goodison Park. Musim depan mereka akan bermain di stadion barunya Bramley-Dock Stadium. Stadion baru yang terletak di pinggir laut ini dibangun sejak 2021 dan direncanakan sudah selesai total pada 2025.

Sama seperti beberapa klub sebelumnya, keputusan The Toffees untuk membangun stadion baru adalah untuk menambah kapasitas stadion dan memodernisasi fasilitas klub. Rencana ini sejatinya sudah muncul sejak 1996, namun baru terlaksana pada 2021 lalu. Setelah pindah ke stadion baru, Goodison Park akan dihancurkan dan rencananya akan dialihfungsikan sebagai kompleks perumahan dan perkantoran.

 

Sumber: Give Me Sport, Goal, Football Ground Guide, dan WHUFC

Ingin Klub Anda Terkenal? Rekrut Pemain Timnas Indonesia!

Sudah menjadi jaminan bahwa pamor klub yang merekrut pemain asal Indonesia, bakalan makin meroket. Ibaratnya nih, mau pamor klub anda naik?, rekrutlah pemain King Indo. Dijamin nggak bakalan nyesel deh. Berikut tim Starting Eleven telah merangkum, beberapa klub yang mendadak naik popularitasnya setelah merekrut pemain Indonesia.

Namun sebelum mengetahuinya, alangkah baiknya kalian subscribe dan nyalakan loncengnya dulu ya agar tak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven.

Brisbane Roar

Yang pertama ada Brisbane Roar. Pamornya melesat tajam usai merekrut Rafael Struick. Sebelum El Klemer gabung, sedikit sekali yang mengenal klub ini. Berbeda dengan klub macam Melbourne Victory atau Sydney FC yang pernah dibela Del Piero. Secara prestasi, klub ini juga nggak bagus-bagus amat. Hanya tiga kali juara Liga Australia, itupun terakhir diraih musim 2013/14.

Namun ketika mantan pemain Ado Den Haag ini datang, Wow.. seketika nama Brisbane Roar harum. Sorotan terhadap klub berlogo singa ini meningkat tajam. Seperti apa yang telah dilaporkan oleh media The West Australian.

Menurut media tersebut, kabar kedatangan Struick pada tanggal 16 September 2024, mengalahkan kabar kedatangan mantan pemain MU Juan Mata ke Western Sydney Wanderers, maupun mantan pemain Munchen Douglas Costa ke Sydney FC.

Secara jumlah followers Instagram, Brisbane Roar juga meningkat tajam. Terpantau sebelum Struick gabung, followers IG Brisbane hanya sekitar 70 ribu saja. Namun dalam dua hari, sudah bisa meningkat hingga 100 ribu lebih.

Selain jumlah sorotan media, kedatangan Struick juga menambah pengetahuan baru bagi pecinta bola tanah air. Kita jadi tau kalau Brisbane Roar adalah klub yang pernah dibela Shin Tae-yong. Kita juga jadi tahu kalau Brisbane adalah saudaranya Persija karena sama-sama dimiliki oleh Bakrie Group. Ulasan selengkapnya tentang fakta-fakta klub ini bisa kalian tonton di konten Starting Eleven sebelumnya.

FCV Dender

Klub berikutnya adalah FCV Dender. Siapa sih yang tadinya tau klub yang satu ini? Wong musim lalu saja masih berada di kasta kedua Liga Belgia. Pamornya bak bumi dan langit jika dibandingkan klub seperti Anderlecht, maupun Club Brugge.

Namun siapa sangka, berkat kedatangan Ragnar Oratmangoen pada tanggal 13 Agustus, 2024, popularitas FCV Dender langsung meningkat. Dari kedatangan Wak Haji Ragnar ini ada juga sebagian yang baru tahu bahwa pemilik klub ini adalah orang Indonesia. Dia adalah Sihar Sitorus.

Tepat sehari sebelum Wak Haji Ragnar resmi diperkenalkan FCV Dender, followers instagram klub tersebut sudah mulai meningkat. Dari yang awalnya 13 ribuan, menjadi 15 ribuan. Kini bahkan per awal Oktober 2024, followers instagramnya hampir menyentuh angka 60 ribuan.

Kepindahan Wak Haji Ragnar ke FCV Dender juga disorot oleh media Belanda, Voetbalprimeur. Media tersebut mengatakan bahwa FCV Dender melakukan langkah tepat merekrut Ragnar. Karena sang pemain bisa berguna di berbagai posisi penyerangan.

Lechia Gdańsk

Siapa yang masih ingat saat Egy Maulana Vikri mengubah klub antah berantah macam Lechia Gdansk jadi klub yang dipuja-puja oleh masyarakat Asia Tenggara, terutama Indonesia. Perubahan nasib Lechia dari segi pamor begitu signifikan usai mendatangkan Egy. Sebelum era Egy, siapa sih yang tahu Lechia? Paling cuma temen-temennya Robert Lewandowski doang.

Ketika Egy datang, beberapa media langsung menyorot transfer itu sebagai sebuah “fenomena”. Netizen Indonesia pun berbondong-bondong menyambangi akun Instagram Lechia. Sebelumnya, jumlah followers Instagram Lechia terpantau hanya sekitar 26 ribu saja. Namun setelah Egy diperkenalkan, followersnya melonjak menjadi 141 ribu.

Bahkan saat itu sudah melewati followers Instagram milik Legia Warszawa, yang hanya 137 ribu followers. Selang beberapa bulan, bahkan followers Lechia Gdansk berhasil menyentuh angka 300 ribuan. Namun, setelah Egy hengkang pada 2018, followers klub tersebut mulai menurun drastis. Dari sekitar 300 ribu, menjadi 260 ribuan.

Tokyo Verdy

Fenomena naiknya pamor klub yang dibela pemain Indonesia, juga terjadi di Jepang. Seperti ketika Pratama Arhan gabung Tokyo Verdy. Tokyo Verdy bukanlah klub yang terkenal di Jepang seperti Kashima Antlers, maupun Yokohama Marinos. Tokyo Verdy ketika kedatangan Arhan hanyalah klub yang berlaga di liga kasta kedua Jepang. Popularitasnya bahkan masih kalah dari rival sekota, FC Tokyo.

Namun setelah kedatangan Arhan pada 2022, jumlah pengikut Instagram Verdy meledak. Bahkan para pemain Tokyo Verdy seperti Koken Kato merasa kaget. Media Jepang J Football Now dalam akun X nya, menuliskan bahwa followers Instagram Tokyo Verdy meningkat dari 36 ribu menjadi 176 ribu, kurang dari 12 jam setelah kedatangan Arhan.

Ngerinya lagi, selang beberapa hari jumlah followersnya menjadi hampir 500 ribu. Itu membuat Verdy jadi klub Liga Jepang dengan followers tertinggi. Tapi ya seperti klub-klub lainnya. Ketika tahu Arhan cuma jadi penghangat bangku cadangan dan berakhir hengkang pada awal tahun 2024, pengikutnya langsung turun drastis. Itu jadi salah satu bentuk kekecewaan masyarakat Indonesia pada kebijakan Verdy.

Ansan Greeners

Berikutnya ada klub Korea yang pamornya naik gara-gara mendatangkan Asnawi Mangkualam Bahar. Klub itu adalah Ansan Greeners. Mendengar namanya, klub tersebut memang kurang terkenal bukan? Itu karena Ansan terlalu sering berlaga di liga kasta kedua Korea.

Namun, setelah Asnawi datang Januari 2021, followers instagram Ansan Greeners meningkat, dari yang tadinya 4 ribuan menjadi 10 ribuan, hanya dalam satu hari. Volume penelusuran Ansan Greeners di Google Trends juga meningkat 100 kali lipat saat Asnawi diperkenalkan Ansan Greeners.

Dallas FC

Klub MLS, FC Dallas adalah klub yang juga merasakan betapa berpengaruhnya setelah adanya pemain asal Indonesia. Ketika Maarten Paes sudah diincar untuk di naturalisasi Timnas Garuda, pamor klub asal Dallas ini makin naik. Trafiknya pun terus naik baik di X maupun Instagram.

Padahal sebelumnya, klub MLS ini tak begitu terkenal. Masih kalah pamor dengan klub MLS seperti Los Angeles Galaxy atau klubnya Bang Messi, Inter Miami. Ketika wacana naturalisasi Paes muncul, pihak FC Dallas pun ikut memanfaatkan antusiasme fans Indonesia untuk meraih engagement.

Dalam meningkatkan engagement, admin media sosial FC Dallas juga tak jarang caper kepada para fans tanah air. Seperti halnya dengan memposting gambar dengan caption berbahasa Indonesia dan mengeluarkan meme-meme kocak tentang Maarten Paes.

Media ternama Amerika seperti New York Times juga ikut menyoroti perkembangan drastis jumlah followers FC Dallas. Mereka menulis dalam satu artikel yang membahas soal fanatisme suporter Timnas Garuda kepada pemain-pemainnya yang berkarir di luar negeri, termasuk di FC Dallas.

Almere City

Terakhir ada klub baru Thom Haye. Almere City. Siapa disini yang tau klub Eredivisie berjuluk “kepala domba” ini sebelum Thom Haye datang? Mungkin hanya segelintir saja. Pasalnya, klub ini lebih sering berlaga di divisi dua Liga Belanda. Apalagi, klub ini terbilang masih muda. Almere kelahiran 2001, yang mana termasuk Gen Z.

Sejak Profesor Toha gabung pada 13 September 2024, tiba-tiba klub semenjana ini followers Instagramnya mendadak naik. Hanya sehari, followers Almere City yang tadinya 36 ribu, naik menjadi hingga 86 ribu. Namun menariknya, kenaikan ini tak serta merta diapresiasi oleh fans lokal Almere City.

Fans lokal Almere City justru mengkritik sikap berlebihan netizen Indonesia terhadap kenaikan followers Instagram klub mereka. Beberapa dari mereka juga mengaku bising klubnya dibicarakan berlebihan. Hmmm..aneh ya, kok malah nggak seneng sih klubnya jadi terkenal..

https://youtu.be/keF4z3HENSo

Lika-Liku Perjuangan Asnawi Mangkualam Di Tanah Perantauan

Teringat salah satu bait puisi “doa” karya Chairil Anwar, “Tuhanku, aku mengembara di negeri asing. Di pintumu aku mengetuk, dan aku tidak bisa berpaling”. Bait tersebut tampaknya cocok menggambarkan perjuangan gigih seorang Asnawi Mangkualam Bahar. Pemuda tanah Bugis yang berani konsisten menimba ilmu sepakbolanya di negeri orang.

Banyak sudah kisah yang telah ia lalui di tanah perantauan. Dari mulai pindah-pindah klub, hingga dipaksa menelan bulat-bulat kritikan para haters. Namun berkat keyakinan dan perjuangannya, Asnawi kini perlahan menuai buahnya. Lalu bagaimana sih kisah perjuangan Asnawi membangun karir di luar negeri?

Sebelum kalian simak perjalanannya Asnawi, baiknya kalian subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya dulu ya, agar tak ketinggalan konten terbaik dari Starting Eleven Story.

Mental Abroad Sejak 2021

Mentalitas yang dimiliki Asnawi Mangkualam Barangkali bisa dianggap cukup langka bagi pesepakbola asli Indonesia sendiri. Ya, sejak tahun 2021 lalu, Asnawi Mangkualam memberanikan diri untuk melanjutkan karier di luar Indonesia alias Abroad.

Ibarat lirik lagu band Fourtwnty, Asnawi ini “bergerak dari zona nyaman”. Tak tanggung-tanggung, Asnawi memilih Korea Selatan sebagai pelabuhan kariernya saat usianya belum genap 22 tahun.

Hal ini menjadi gambaran sederhana dari sebuah resiko yang diambil pemuda seperti Asnawi. Selain berani keluar dari zona nyaman, ia juga berani meninggalkan keluarganya, serta berani menanggung gaji lebih kecil. Ya, walaupun berkarir di negeri orang, pundi-pundi uang yang didapat Asnawi tak sebesar saat masih berkarir di PSM Makassar.

Perbedaan budaya, bahasa, serta kesempatan bermain yang tidak mudah, adalah berbagai resiko yang harus diambil oleh Asnawi di negeri orang. Tak apa, pikirnya. Karena memang harus ada yang dikorbankan demi menapaki tangga karir yang jauh lebih baik.

Perjuangan Asnawi Di Korea

Dan benar saja, tantangan menyeramkan di negeri Gingseng mulai menghantui Asnawi. Ia tampak kesulitan di Ansan Greeners. Ia mengaku faktor cuaca dan bahasa menjadi kendala. Namun bukannya mengeluh dan memutuskan untuk menyerah, pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu justru termotivasi untuk bekerja lebih keras lagi.

Meski tidak mudah, namun Asnawi nyatanya mampu membuktikan kualitas terbaiknya. Dibandingkan dengan pemain Indonesia lain yang memutuskan abroad, Asnawi terhitung mampu mencatatkan caps bermain lebih banyak. Selama di Ansan Greeners, Asnawi tercatat mampu mencatatkan total 42 penampilan dalam dua musim.

Setelah dua tahun mengabdi di Ansan Greeners, Asnawi berkesempatan naik level dengan bergabung Jeonnam Dragons. Dan lagi-lagi, Asnawi awalnya kesulitan. Ia bahkan dikritik pelatihnya sendiri karena terlalu “grasah-grusuh” dalam bermain. Sehingga hanya merugikan tim dengan pelanggaran-pelanggaran tak perlu. Asnawi pun lalu tak diperpanjang kontraknya oleh Jeonnam Dragons di penghujung tahun 2023.

Pindah Ke Thailand

Didepak dari Korea, Asnawi bimbang. Kemana ia harus berlabuh. Tawaran dari klub-klub Indonesia pun sesekali menyapa. Manajer-manajer klub Liga 1 tak jarang melakukan panggilan telepon kepadanya. Namun, tekad Asnawi yang teramat kuat untuk terus mencari ilmu di level Asia membawanya ke klub Thailand, Port FC.

Asnawi hengkang ke klub milik Madam Pang tersebut karena mengaku tawaran gajinya lebih menggiurkan. Asnawi mendapatkan gaji hingga berkisar 5,6 miliar per musim. Gaji yang jauh lebih tinggi dari yang ia dapat di Jeonnam Dragons, yang hanya berkisar 1 miliar rupiah per musim. Toh, Liga Thailand tak kalah kualitas dengan Korea Selatan. Dia paham betul bahwa Liga Thailand adalah yang terbaik di Asia Tenggara.

Tapi, mau bagaimanapun tetap saja ada yang tak suka dengan keputusan Asnawi. Beberapa netizen budiman menganggap langkah ini sebagai sebuah penurunan karir bagi Nawi. Pandit ternama Justinus Lhaksana pun juga sempat menyayangkan kepergian Asnawi ke Liga Thailand. Koci menilai, kualitas kompetisi sepakbola Thailand tak jauh beda dengan kompetisi Indonesia.

Kurang Mulus

Memang, pindah dari Korea ke Thailand adalah sebuah degradasi karir. Tapi, ini adalah salah satu bentuk usaha Asnawi untuk menyelamatkan karirnya. Jika bermain di Korea atau Jepang tapi cuma dijadikan pajangan di bangku cadangan, buat apa? Menit bermain jelas jadi prioritas pemain muda sepertinya.

jika Koci menyebut Thailand hampir sama dengan Indonesia, apakah Asnawi langsung dengan mudah mendapatkan posisi di skuad utama Port FC? Hmmm tidak semudah itu ferguso. Berjuang di Liga Thailand bukan perkara enteng. Banyak pemain Indonesia yang karirnya berakhir tragis di Thailand.

Sebagai pemain baru, Asnawi tetap harus bersaing dengan pemain lama. Sebelumnya, pelatih Port FC Rangsan Viwatchaichok sudah memiliki sosok andalan dan berpengalaman di sektor bek kanan yakni, Suphanan Bureerat. Pemain Timnas Thailand berusia 30 tahun itu adalah penghuni tetap bek kanan Port FC.

Tak cuma Bureerat saja, Asnawi juga harus bersaing dengan sederet pemain hebat lainnya seperti Pakorn Prempak dan Pathompon Charoenrattanapirom, untuk mendapatkan satu tempat di lini bertahan Port FC.

Bahkan Asnawi rela bermain sebagai bek kiri demi menembus skuad utama, sebelum akhirnya bisa mengisi pos bek kanan. Sepanjang setengah musim pertamanya bersama Port FC, Asnawi hanya bermain dalam 12 laga, yang mana sebagian besar dimulai dari bangku cadangan. Meski begitu, dia berhasil mencatatkan dua assist.

Bangkit Di Musim Kedua

Berkah kerja keras dan pantang menyerah, di musim keduanya Asnawi mulai dipercaya oleh pelatih sebagai starter di bek kanan. Tepatnya di pekan kedua Liga Thailand saat melawan Chiangrai United. Kepercayaan sang pelatih itu pun tidak disia-siakan oleh pemain asli Makassar itu. Ia berhasil mencetak satu assist di laga tersebut.

Nah, sejak saat itu lah Asnawi terus dipercaya sebagai starter oleh sang pelatih. Hebatnya, di pekan-pekan berikutnya Asnawi langsung tampil selama 90 menit penuh. Dirinya berhasil menggeser Bureerat. Kini, Bureerat lah yang dipaksa menonton aksi Asnawi dari bangku cadangan.

Kondisi ini pun sempat membuat persepakbolaan Thailand geger. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri bahwa bek senior Thailand digusur oleh pemuda asli Indonesia, Asnawi Mangkualam. Kebangkitan Asnawi pun sempat dipuji oleh media Thailand, Thai Footballs. Mereka mengatakan bahwa Asnawi adalah bek kanan terbaik di Liga Thailand musim ini. Berlebihan? Tentu tidak.

Transformasi Asnawi

Asnawi tak hanya berhasil menjadi pemain inti di Port FC. Di musim keduanya, Asnawi juga sempat ditransformasi oleh pelatihnya sebagai seorang gelandang bertahan. Posisi yang sebenarnya sudah tak asing lagi bagi Asnawi.

Asnawi dicoba pertama kali kemampuannya di posisi gelandang bertahan di laga melawan Buriram United. Hasilnya memuaskan. Dirinya mampu menjaga kesolidan lini tengah Port FC. Performa apiknya bahkan membantu Port menahan imbang 0-0 pemuncak klasemen Liga Thailand tersebut.

Oleh Fotmob, di laga tersebut Asnawi diberi rating 7,6, dengan catatan 100% tekel sukses, 1 intersep, dan 4 kali memenangkan duel. Keberhasilan cosplay Asnawi menjadi Casemiro itu pun kembali berlanjut di beberapa laga berikutnya. Termasuk ketika menang atas Persib Bandung di laga AFC Champions League 2.

Tak Mau Pulang Ke Indonesia

Namun, saat karier Asnawi mulai merangkak naik di Port FC, ia kemudian sempat digoda lagi oleh tawaran bermain di ke kompetisi Liga 1 Indonesia. Tapi sudah mantap untuk menunda kepulangannya. Dirinya ingin berkarir di Luar Negeri selama mungkin.

Ia merasa itulah jalan yang tepat baginya untuk mengembangkan potensi diri. Lagi pula, semua ini dilakukan demi Timnas Indonesia. Asnawi ingin bisa bersaing di Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong yang kini diisi banyak pemain hebat hasil naturalisasi.

Ya, secuil kisah kesuksesan Asnawi ini tentu tak luput dari hasil kerja kerasnya selama ini. Ia juga bisa dikatakan menjadi pelopor bagi pemain lokal Indonesia yang tak hanya jadi gula-gula abroad saja. Asnawi bukan tipe pemain yang sekedar didatangkan untuk menaikan followers Instagram belaka. Ia adalah seorang petarung bermental baja. Ewako Asnawi!

Numpang Lewat di San Siro, Hati Nesta Selamanya di Lazio

Belum ada olahraga yang bisa menandingi pamor sepak bola. Setidaknya hingga saat ini. Pasalnya, olahraga tim yang konon berasal dari tanah Britannia ini tumbuh liar bagaikan gulma. Saking tersebarnya permainan ini, setiap tempat sampai punya ciri khas dan gaya permainannya sendiri.

Orang Belanda yang hidup di wilayah yang sempit, memiliki tendensi untuk memanfaatkan segala ruang yang tersedia, maka lahir lah totaalvoetbal yang memiliki dogma bahwa setiap ruang harus dimanfaatkan untuk memenangkan pertandingan. 

Sementara di Italia, tanah yang sejak dahulu kala menjadi pusat peradaban Eropa, telah melampaui segala kebutuhan dasarnya. Mereka membutuhkan seni. Mereka butuh keindahan guna menyempurnakan hasratnya sebagai manusia. Oleh karena itu, kita pernah hidup dengan jargo Beauty of Serie A sebagai identitas dari sepak bola Italia.

Kala itu, Italia terkenal dengan permainan indah yang ditopang dengan lini belakang yang kokoh. Dari Giovanni Trapattoni hingga Paolo Maldini, dari Giacinto Facchetti hingga Leandro Bonucci, Italia bisa berbangga diri dengan bek-bek tangguhnya. Namun, dari semua itu, tak ada yang bisa mendekati Alessandro Nesta. Dia adalah representasi paripurna Beauty of Serie A. Sebab apa? Sebab, dia adalah satu-satunya pemain yang tak hanya kokoh, tapi juga punya tekel yang indah.

 

Darah Itu Biru, Bukan Merah!

Hari itu adalah 19 Maret 1976. Seorang bayi mungil seberat 4,1 kg telah lahir dari rahim Maria Laura di sebuah rumah sakit di Roma. Giuseppe dan dua anaknya, Fernando dan Katia, sumringah menyambut kedatangan sang anggota keluarga baru. Sebagai peresmiannya, bayi laki-laki itu dinamani Alessandro. Sejak saat itu, Sandro resmi bergabung ke keluarga kecil Giuseppe Nesta.

Keluarga Giuseppe tinggal di Cinecitta, sekitar 20 menit arah tenggara dari ikon kota Roma, Kolesseum. Dengan bekerja sebagai pegawai kereta api, Giuseppe menghidupi keluarga kecilnya. Seluruh kebutuhan keluarganya masih bisa ia tercukupi. Termasuk menyekolahkan Sandro kecil ke sekolah sepak bola terdekat, US Cinecitta. Hal ini dilakukannya sesuai anjuran dari dokter yang merekomendasikan Sandro kecil untuk aktif berolahraga.

Seperti semua warga lokal Roma lain, Giuseppe tahu ada aturan tak tertulis yang harus dipatuhi di sana. Aturan tersebut adalah memilih identitas tambahan, yakni biru atau merah. Biru artinya kamu akan menghabiskan seluruh hidup untuk mendukung Lazio, sebaliknya merah berarti kamu akan melakukan hal yang sama untuk AS Roma. Sebagai warga kota yang baik, Giuseppe mengikuti aturan tersebut dan ia memilih menjadi seorang Laziale.

Uniknya, sekolah tempat Sandro kecil belajar adalah antek dari AS Roma. US Cinecitta merupakan satu dari sekian klub yang jadi sarana para pemandu bakat I Lupi menjaring talenta. Termasuk Sandro. Ia tak lepas dari pantauan. Francesco Rocca, legenda sekaligus pemandu bakat AS Roma saat itu, mati-matian merayu Giuseppe agar mau melepas anaknya ke akademi AS Roma. Namun, jawaban Giuseppe selalu sama, darah mereka biru dan tak akan pernah berwarna merah.

Suatu ketika di tahun 1985, Giuseppe sedang membaca koran dan menemukan iklan mengenai seleksi untuk tim muda Lazio. Tanpa pikir panjang, ia membawa Sandro ke tempat seleksi diadakan, yakni lapangan San Basilio. Giuseppe memang tak pernah berekspektasi bahwa Sandro suatu saat harus menjadi pemain bola. Ekspektasinya hanya satu, selamanya Sandro harus tetap biru.

Mengikutsertakan Sandro ke seleksi Lazio adalah salah satu cara mewujudkan ekspektasinya. Setidaknya, memindahkannya dari antek AS Roma adalah upaya untuk mencegah pembelotan. Seperti ketiban durian runtuh, keinginan Giuseppe tersebut terwujud. Dari sekitar 300 anak, Sandro terpilih. Sejak saat itu, ia akan selamanya menjadi Laziale dan bahkan membuat nama keluarganya masuk dalam sejarah Lazio. Giuseppe tentu berbangga hati dengan putranya: Sandro. Alessandro, Nesta.

 

Kekecewaan Piala Dunia 1990

Setelah masuk ke akademi Lazio, Nesta sebenarnya pernah dicoba bermain di banyak posisi. Salah satunya menjadi seorang striker. Namun karena para pelatih tak melihatnya cukup garang untuk menjadi mesin gol, mereka memindahkannya ke belakang, dan ternyata cocok. Di Formello, Nesta bermain dengan beberapa pemain yang kelak akan bermain di Serie A, misalnya Marco Di Vaio dan Alessandro Iannuzzi.

Meski pada akhirnya karir Nesta jauh lebih moncer dari keduanya, Nesta pernah sangat iri dengan dua rekannya tersebut. Sebab, Nesta merasa tersaingi karena dirinya tak terpilih untuk mewakili Le Aquile untuk menjadi anak gawang di Piala Dunia 1990. 

Namun kegagalan itu malah melecut motivasi Nesta. Sejak saat itu, Nesta berbenah. Ia berlatih sebaik mungkin untuk jadi yang terbaik. Hingga pada akhirnya, 19 Maret 1993, Dino Zoff membayar kerja kerasnya untuk turun bermain dengan tim senior pada laga melawan Udinese.

 

Mencuri Perhatian Laziali

Tak hanya dari debutnya bersama Dino Zoff, sebulan kemudian Nesta kembali menjadi pusat perhatian. April 1994, bintang Lazio, Paul Gascoigne cedera. Gazza merengek kesakitan di tempat latih karena sebuah tekel dan pelakunya adalah Alessandro Nesta. Respon para fans campur-aduk. Mereka kecewa karena pemain bintangnya cedera di sesi latihan, namun juga tertarik dengan pemuda yang berhasil menghentikan Gazza. Sehebat apa sebenarnya anak ini?

Pertanyaan mereka langsung terjawab kala Zdenek Zeman datang. Pelatih yang menangani Le Aquile sejak musim panas 1994 ini mulai memberi Nesta menit bermain yang rutin. Tak hanya itu, skema bangun serangan dari belakang yang dipakai Zeman juga makin membuat Nesta tersorot. Zeman mengubah Nesta menjadi bek yang tak hanya bisa menghentikan lawan, namun juga memainkan bola. Sebuah atribut yang sangat langka di zamannya.

 

Sven-Goran Eriksson dan Mimpi yang Kesampaian

Kejeniusan Nesta makin terlihat kala Sven-Goran Eriksson datang musim panas 1997. Pelatih legendaris asal Swedia ini malah menjadikan Nesta menjadi kapten tim. Padahal usianya baru menginjak 21 tahun. Namun, keputusan mengejutkan Eriksson ini malah membuat Nesta semakin mengerikan. Kedewasaan dan ketenangannya makin terasah seiring datangnya tanggung jawab yang ia emban.

Perlahan, trofi mulai berdatangan. Golnya di Stadio Olimpico ke gawang AC Milan menutup asa Rossoneri untuk membawa pulang trofi Coppa Italia 1998. Kemenangan ini membuat Lazio berhak tampil di Piala Winners UEFA musim berikutnya. Benar saja, di Eropa, mereka akhirnya membawa pulang trofi tersebut tahun 1999. Namun, trofi itu justru kian membuat Nesta haus. Scudetto adalah harga mutlak di tahun berikutnya.

Barulah di musim 1999/00, scudetto yang diidam-idamkan itu datang. Lazio yang berisis nama-nama seperti Sinisa Mihajlovic, Marcelo Salas, Diego Simeone, Juan Sebastian Veron, Pavel Nedved, hingga Roberto Mancini, tidak akan bermain-main lagi. Pada akhir Maret 2000, Juve sebenarnya masih jadi capolista. Namun, Lazio yang sekarang memiliki motivasi yang berbeda. Terutama bagi Nesta sebagai kapten dan warga lokal.

Ketika Juve mulai menelan kekalahan di 8 laga terakhir Serie A musim itu, Lazio malah menyapu bersih 7 laga sisa dengan kemenangan dan 1 laga berakhir imbang lawan Fiorentina. Alhasil, posisi satu akhirnya dikudeta oleh Le Aquile. Jaraknya sangat tipis, cuma satu poin. Namun, setipis apa pun jaraknya, hasil itu tetap jadi modal yang cukup bagi Nesta untuk membawa pulang scudetto.

Akhirnya, mimpi Nesta untuk menjadi jawara di Italia kesampaian. Dan yang paling penting, ia melakukannya lebih cepat dari AS Roma. Di musim itu juga Coppa Italia dan UEFA Super Cup berhasil Lazio dapatkan. Setelahnya, Nesta masih memberi sebuah trofi Supercoppa Italiana 2001.

 

Kenangan Derby della Capitale

Membicarakan Lazio tak lengkap rasanya jika tak membahas Derby della Capitale. Pada masa kejayaannya duel ini, Nesta adalah representasi sempurna Lazio. Sama halnya dengan AS Roma yang sangat mengagungkan Francesco Totti. Duel keduanya lebih sempurna ketimbang Leo Messi dan Cristiano Ronaldo sekali pun. Sebab, keduanya bermain di posisi yang saling berhadapan. 

Pertemuan keduanya juga menjadi gengsi antara Formello selaku akademi Lazio dan Trigoria selaku akademi AS Roma. Bahkan, keduanya sudah sering bertemu sejak level belia. Salah satu pertemuan terseru keduanya adalah pada 2 November 1997. 

Laga itu menjadi hujan kartu dari saku Pierluigi Collina. Nesta menjadi salah satu korbannya. Namun, Le Aquile yang sudah bermain tanpa Giuseppe Favalli sejak menit ke-7 malah bisa menang 3-1. Nesta tampil apik sehingga Totti dan teman-temannya tak berkutik.

Yang lebih brutal terjadi pada 12 April 1999. Laga yang menjadi sebab dari gagalnya Lazio meraih scudetto 1999. Lazio yang kala itu menjadi capolista malah kalah 3-1 dari I Lupi. Pada laga ini, Totti jadi bintang dengan 2 assist dan sebuah gol. Laga ini berjalan sangat panas sehingga Sinisa Mihajlovic dan Paulo Sergio harus dikartu merah karena berkelahi.

Beberapa saat kemudian, Lazio yang sudah tertinggal 2-1 malah harus kehilangan Nesta yang dikartu merah juga. Alhasil, hilangnya Nesta membuat Totti akhirnya menjaringkan bola ke gawang Le Aquile. Scudetto yang Nesta impikan berhasil digagalkan oleh Totti. 

Nesta dan Totti sendiri sebenarnya memiliki banyak kemiripan. Jika Nesta diincar AS Roma, Totti pun hampir bergabung ke Lazio di masa kecilnya. Keduanya pun moncer berkat polesan Zdenek Zeman. Keduanya pun memilih mundur setelah Piala Dunia 2006, meski Nesta sempat menerima tawaran untuk kembali. 

Namun, dari semua itu, yang membuat pertemuan keduanya sangat seru adalah kenyataan bahwa mereka adalah warga lokal Roma. Sayangnya, nasib keduanya berbeda. Jika I Lupi mati-matian menjaga Totti agar tidak pergi, Biancocelesti malah harus menjual Nesta agar tidak mati karena masalah finansial yang menggerogoti.

 

Mahaguru Seni Pertahanan

Satu hal yang membuat Nesta spesial dari bek-bek lain adalah tekelnya. Dia memang tak mahir membawa bola sambil meliuk-liuk layaknya Zinedine Zidane, Ronaldo Nazario, hingga Rui Costa. Namun percayalah, tekel Nesta tak kalah indah dan memanjakan mata ketimbang aksi pemain-pemain tadi. Karena keindahan tekelnya ini pula, Nesta menjadi seorang mahaguru seni pertahanan.

Nesta memiliki perhitungan yang sangat presisi. Ia tahu kapan waktunya untuk berlari, kapan waktunya untuk menghalangi, dan kapan waktunya untuk menjatuhkan diri. Nesta mahir merebut bola dari kaki lawan tanpa sedikit pun berbuah pelanggaran. Apa sebabnya? Tekel Nesta sangat lembut, bahkan jika dibandingkan dengan sutera.

Pada Piala Eropa 2000, Nesta tanpa susah payah merebut bola dari Thierry Henry yang sudah siap menggocek sisi kiri. Di momen yang lebih genting, ketenangan Nesta menyapu bola yang kurang beberapa meter lagi masuk ke gawang Dida memberikannya sebuah trofi. 

Yang paling fenomenal, di usianya yang sudah sangat senja, Nesta mampu menghentikan Lionel Messi yang kala itu sedang gila-gilanya. Nesta yang hampir kecolongan sekuat tenaga mengejar Messi dan dengan ketenangannya, La Pulga bisa ia tundukkan tanpa membuat wasit bersusah payah untuk meniup peluitnya.

Kehebatan Nesta di lini belakang ini lah yang pada akhirnya membuat Silvio Berlusconi tergoda untuk meminangnya. Mendengar rencana ini, Carlo Ancelotti pun meringis kegirangan. Memanfaatkan keadaan yang terjadi di Lazio, transfer ini akhirnya kejadian. Meski, sebenarnya tak pernah Nesta harapkan.

 

Dekade Kejayaan

Demi menjaga Lazio dari kebangkrutan, Nesta akhirnya menerima pinangan AC Milan pada musim panas 2002. Di Milano, Nesta bergabung ke skuad superstar Silvio Berlusconi. Bayangkan saja, ada Nesta, Maldini, Costacurta, hingga Cafu di sana. Tak ayal, di musim pertamanya trofi Si Kuping Besar langsung Nesta dapatkan di AC Milan. Kita tak perlu panjang lebar untuk membahas karir Nesta di San Siro, sebab kita semua tahu bahwa karirnya di Milano sudah cukup untuk diwakilkan dengan kata “kejayaan”.

Selama 10 musim di San Siro, Nesta total mendapatkan 10 trofi, masing-masing 2 buah trofi untuk Champions League, Serie A, UEFA Super Cup, dan Supercoppa Italiana. Sementara 2 trofi sisanya adalah sebuah gelar Piala Dunia Antarklub dan Coppa Italia. Penampilan impresifnya bersama AC Milan membuat Nesta ditahbiskan sebagai salah satu bek terbaik yang pernah ada. Terlebih, di masa ini Nesta berhasil membawa Italia menjadi juara dunia. 

 

Tawaran yang Tak Pernah Datang

Meski meraih segalanya bersama AC Milan, kecintaan Nesta pada Lazio tak pernah sedikit pun berkurang. Nesta sebenarnya selalu mengimpikan kepulangannya ke Stadio Olimpico. Pada tahun 2007, Nesta pernah menyatakan keinginannya untuk pulang kepada Massimo Oddo. Curhatan ini Nesta lakukan dengan harapan bahwa Oddo, selaku kapten Lazio saat itu, bisa menyambungkannya ke pihak manajemen Biancocelesti.

Namun sayang, tawaran itu tak pernah datang. Padahal, di tahun itu kontrak Nesta bersama AC Milan akan berakhir. “Aku tak tahu apakah Oddo menyampaikannya, mungkin saja mereka merasa gajiku terlalu tinggi. Atau mungkin pesan itu memang tak pernah tersampaikan,” ujar Nesta via Football Italia.

Alhasil, Nesta pun memilih memperpanjang kontraknya dan bermain 5 musim lagi untuk Rossoneri. Setelah dekade penuh kejayaan di San Siro berakhir, Nesta melanglang buana hingga MLS dan Liga India. Sebelum pada akhirnya gantung sepatu di tahun 2015. Kisah Nesta dengan Lazio memang telah usai sejak 2002, tapi kecintaannya terhadap Le Aquile jelas tak akan pernah usai.

 

Sumber: Tripod, ESPN, Balotelli’s Barber, Football Italia, Lazio Stories, dan The Laziali

HALU BANGET! Ngebet Naturalisasi, Malaysia Ngeklaim Pemain Ini

Siapa di sini yang hobinya ngeklaim sesuatu yang bukan kepunyaannya? Mudah-mudahan tidak ada ya.. Pasalnya kalau ada, sama dong dengan hobi negeri tetangga kita Malaysia. Negeri Jiran itu memang kalap kalau soal klaim. Dari mulai batik, hingga yang terbaru pemain sepakbola dari negeri orang.

Sampai-sampai nih, netizen Malaysia sudah mencapai level halu tingkat dewa memimpikan skuad timnas mereka diisi full pemain naturalisasi. Berikut tim Starting Eleven merangkum sebelas pemain naturalisasi yang sedang diimpikan rakyat Malaysia di siang bolong. Check this out.

Eits, sebelumnya kalian baiknya subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya dulu ya, agar tak ketinggalan konten menarik dan menghibur dari Starting Eleven.

Diego Altube

Di posisi kiper, ada Diego Altube. Kiper kewarganegaraan Spanyol ini dikaitkan dengan Malaysia sejak bulan Juli 2024. Kiper 24 tahun tersebut kini bermain di klub Spanyol, Zamora CF.

Kabar mantan kiper akademi Real Madrid tersebut akan dinaturalisasi, datang dari akun instagram @frfuturetalents. Dilaporkan bahwa sang pemain sudah memiliki paspor Malaysia dan segera akan diproses naturalisasi Federasi Sepakbola Malaysia (FAM). Bahkan nih, pemain tersebut sudah diincar oleh klub Malaysia, Johor Darul Takzim.

Menurut laporan tersebut, Altube mempunyai garis keturunan Malaysia dari sang ibu. Namun, hingga kabar itu mencuat, mantan kiper Albacete tersebut masih diam seribu bahasa. Altube memang layak untuk dinaturalisasi, karena belum pernah main di timnas level manapun di Spanyol. Namun, jika ditilik dari garis keturunannya, belum ada kepastian. Pasalnya sang pemain belum bicara sendiri soal hal ini.

Dion Cools

Di posisi bek, ada Dions Cools. Nah, kalau pemain yang satu ini wajar karena pemain ini lahir di Malaysia. Meski lahir di Malaysia, namun Cools ini berdarah blasteran Belgia dari sang ayah.

Cools sendiri sudah bermain di Timnas Malaysia sejak tahun 2021. Pada 1 Juni 2021, Cools mendapatkan panggilan pertama masuk skuad Harimau Malaya di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah dokumen naturalisasinya disahkan oleh FIFA dan AFC. Ia lalu debut bersama Malaysia saat menghadapi Uni Emirat Arab pada 3 Juni 2021.

Andy Smith

Pemain berikutnya adalah bek tengah, Andy Smith. Bek kelahiran Banbury Inggris yang membela Hull City ini, menurut sumber akun TikTok @frfuturetalents mempunyai darah keturunan Malaysia dari sang nenek.

Menurut laporan tersebut, bahkan nenek Smith disebut telah meninggal dan dimakamkan di Malaysia. Namun, kebenaran berita tersebut masih simpang siur. Yang jelas hingga sekarang, sang pemain belum angkat bicara soal berita tersebut.

Meski ada kabar soal garis keturunan tersebut, namun nyatanya belum ada gelagat dari pihak federasi untuk menaturalisasinya. Di sisi lain, kalau dari segi syarat kelayakan, pemain ini masih bisa diupayakan karena belum pernah main di Timnas Inggris.

Bobby Clark

Pemain berikutnya adalah Bobby Clark. Mantan pemain Liverpool yang kini membela RB Salzburg ini, juga sempat diisukan punya darah keturunan Malaysia dari nenek. Bahkan neneknya disebut akun X, @frfuturetalents, merupakan etnis Tionghoa.

Diperlihatkan juga di unggahan akun tersebut foto Bobby Clark dengan sang nenek yang memang terlihat mirip etnis Tionghoa. Terlepas kabar itu benar atau hoax, namun pada kenyataannya hingga sekarang tak ada tindak lanjut untuk memproses naturalisasi Bobby Clark. Pasalnya kalau dilihat secara syarat kelayakan, sepertinya susah. Karena sang pemain sudah membela Timnas Inggris U-16 hingga U-20.

Aaron Zehnter

Berikutnya ada bek kiri Aaron Zehnter. Kalau pemain yang satu ini kabar naturalisasinya datang dari media Malaysia, Makan Bola. Media tersebut membangga-banggakan pemain klub SC Paderborn tersebut yang sedang tampil apik di musim ini.

Aaron Zehnter yang masih berusia 19 tahun, juga dilaporkan mempunyai garis keturunan Malaysia dari sang nenek yang konon lahir di Malaysia. Meski memiliki ikatan darah dengan Malaysia, namun tampaknya pemain kelahiran Sonderhofen ini susah untuk dinaturalisasi. Pasalnya, ia sudah pernah tampil di Timnas Jerman kelompok umur, mulai dari U-18 hingga U-20.

Dewsbury Hall

Di posisi gelandang ada nama mengejutkan yakni pemain Chelsea, Kiernan Dewsbury-Hall. Wow, nggak main-main mimpi mereka. Ngeri juga kalau beneran terjadi. Dilansir dari Thevocket, Dewsbury Hall punya garis keturunan Malaysia dari sang nenek yang berasal dari daerah Ayer Itam, Penang, Malaysia.

Namun, apakah Dewsbury Hall memenuhi syarat untuk dinaturalisasi? Jawabanya mungkin saja. Pasalnya, ia belum pernah tampil bersama Timnas Inggris di kelompok umur mana pun. Tapi dengan catatan, garis keturunannya harus jelas. Takutnya ditolak FIFA lagi seperti Matt Deijl. Akan tetapi, kalaupun garis keturunannya jelas, apa iya dirinya mau membela Malaysia? Menanggapi soal garis keturunan Malaysia-nya saja belum.

Josh Brownhill

Pemain berikutnya adalah gelandang Burnley, Josh Brownhill. Kabar naturalisasi Brownhill ini bahkan masih berhembus kencang di Malaysia setelah proses naturalisasi Mats Deijl gagal. Kabar naturalisasi Brownhill bahkan sudah dikonfirmasi oleh situs Transfermarkt. Di situ dijelaskan bahwa Brownhill dinyatakan layak untuk memperkuat Timnas Malaysia karena punya darah Malaysia dari sang ibu.

Meski lahir dan tumbuh di Inggris, namun ia sama sekali belum pernah membela Timnas Inggris di kelompok umur mana pun. Maka dari itu, kesempatan Malaysia untuk menggaetnya masih terbuka lebar. Tapi itu juga kalau sang pemain bersedia. Toh sang pemain hingga saat ini belum mau menggubris soal proses naturalisasinya tersebut.

Emile Smith Rowe

Lalu yang mencengangkan berikutnya adalah mantan gelandang serang Arsenal yang sekarang bermain di Fulham, Emile Smith Rowe. “Geger Geden” Smith Rowe punya garis keturunan Malaysia sudah berhembus sejak Juni 2024.

Menurut akun X @frfuturetalents, Smith Rowe punya darah Malaysia dari sang nenek yang berasal dari Rembau, Negeri Sembilan, Malaysia. Dari unggahan akun tersebut, ditampilkan juga secarik surat yang menyebutkan pengakuan garis keturunan Malaysia dari sang pemain.

Namun, di bagian akhir surat tersebut, sang pemain meminta maaf apabila ia tidak bisa membela Timnas Malaysia karena sudah pernah membela Timnas Inggris di beberapa level kelompok umur, termasuk di skuad senior besutan Gareth Southgate.

Lantas apakah Smith Rowe beneran punya garis keturunan Malaysia? Belum tentu. Hal itu juga perlu dikonfirmasi kembali. Lagi pula Smith Rowe juga belum mengungkapkannya sendiri. Bahkan mungkin Smith Rowe nggak tahu kalau dirinya diklaim Malaysia.

Marcus Tavernier

Di posisi sayap kanan ada pemain Bournemouth, Marcus Tavernier. Menurut sumber The Vocket, anak asuh Andoni Iraola tersebut ini memiliki garis keturunan Malaysia dari sang kakek yang berasal dari daerah Melaka. Namun, sang pemain masih bungkam soal garis keturunannya tersebut.

Malaysia tampaknya juga akan kesusahan jika ingin menaturalisasi adik James Tavernier ini. Pasalnya pemain kelahiran Leeds berusia 25 tahun tersebut, pernah bermain di level U-19 dan U-20 Timnas Inggris.

Lewis Dobbin

Di sayap kiri, ada pemain West Bromwich Albion, Lewis Dobbin. Ia diklaim oleh akun Instagram @mixed.malaysian, mempunyai garis keturunan dari sang nenek. Namun, sang pemain belum angkat bicara soal kebenaran tersebut.

Mantan pemain Everton ini juga secara syarat kelayakan untuk dinaturalisasi, tampaknya susah. Pasalnya, ia sudah membela Timnas Inggris di berbagai kelompok umur, mulai dari U-15 hingga U-19.

Ferdy Druijf

Di posisi striker, ada pemain asal Rapid Vienna berkebangsaan Belanda, Ferdy Druijf. Menurut Makan Bola, ia sudah dihubungi oleh Federasi Sepakbola Malaysia untuk ditanyai soal naturalisasi.

Menurut laporan, secara garis keturunan Druijf memiliki darah Malaysia dari sang nenek. Bahkan ia diklaim sudah mengirimkan dokumen persyaratan. Namun apa hasilnya? Hingga kini kabar tersebut menguap begitu saja. Sang pemain juga belum bersuara soal proses naturalisasinya ini. Ya…memang dasar halu Malaysia.

https://youtu.be/S9N345aT3nw