Masih ingat dengan wasit yang bernama Pierluigi Collina? Ya, dia adalah wasit panutan dengan segala ketegasan dan keadilannya di lapangan. Tak hanya soal ketegasan dan keadilan, penampilannya juga nyentrik dengan kepala botaknya yang ikonik.
Wajar saja, wasit-wasit penerusnya juga ingin meniru kesuksesan seperti Collina. Namun sayang, yang ditiru bukan soal ketegasan dan keadilannya, melainkan hanya botaknya saja. Ya, banyak kemudian muncul wasit botak namun keputusannya sering menuai kontroversi. Berikut kita bahas satu per satu wasit tersebut.
Eits, sebelum mengetahuinya kalian subscribe dan nyalakan loncengnya dulu ya, agar tak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven
Daftar Isi
Howard Webb
Mulai dari Howard Webb. Webb menjadi wasit sudah sejak tahun 80-an. Namun, ia mulai menjadi wasit di Liga Inggris baru di tahun 2003. Sebelum jadi wasit, Webb ini adalah seorang mantan sersan kepolisian Yorkshire Selatan, yang harusnya sangat disiplin dan taat aturan.
Akan tetapi, selama menjadi wasit nyatanya banyak keputusan-keputusannya yang justru berbau kontroversial. Di Liga Inggris, Webb bahkan sempat dilabeli “wasitnya MU”. Bahkan setelah pensiun, dirinya mengakui sendiri bahwa keputusannya banyak menguntungkan MU.
Tak hanya soal MU, beberapa klub maupun negara juga pernah jadi korban kontroversial keputusan Webb. Seperti di Euro 2008 ketika ia memberikan penalti kontroversial untuk tuan rumah Austria saat melawan Polandia. Sampai-sampai nih, presiden Polandia ketika itu Donald Tusk sempat ingin mencari dan membunuhnya.
Selama 12 tahun menjadi wasit, ia sempat dihukum oleh Asosiasi Perwasitan Inggris yang membuatnya turun kasta ke divisi League One pada tahun 2013. Webb sendiri akhirnya pensiun sebagai wasit pada tahun 2014.
Simon Hooper
Wasit botak kontroversial berikutnya adalah Simon Hooper. Hopper ini mengawali kariernya sebagai wasit di Liga Inggris pada tahun 2015. Selama menjadi wasit di Liga Inggris, ia kerap menuai kontroversi. Setidaknya, ada tiga dosa besar yang telah ia torehkan di Liga Inggris.
Yang pertama adalah saat memimpin laga MU vs Wolves bulan Agustus 2023. Ketika itu ia tak memberikan penalti pada Wolves, dan malah memberikan kartu merah pada pelatih Wolves, Gary O’Neil. Kejadian itu lalu membuatnya diistirahatkan sementara sebagai wasit Liga Inggris oleh PGMOL.
Lalu di laga Spurs vs Liverpool bulan September 2023. Ketika itu Hooper menganulir gol Luis Diaz, dan memberi kartu merah pada Jota. Pihak Premier League pun kembali meminta maaf atas keputusan Hooper tersebut. Hooper kembali dilarang memimpin laga, namun masih ditugaskan sebagai wasit VAR.
Lalu di laga City vs Spurs bulan Desember 2023. Hooper membuat keputusan kontroversial setelah meniup peluit saat City berpeluang cetak gol di menit-menit akhir. Erling Haaland sampai ngamuk-ngamuk di lapangan. Di sosial media Haaland juga memaki sang wasit dengan menyebut kata-kata “WTF”.
Anthony Taylor
Tak hanya Webb dan Hooper saja, wasit botak Anthony Taylor juga meresahkan. Wasit berkepala plontos ini sudah menjadi wasit di Liga Inggris sejak tahun 2010. “Keputusan kontroversial” adalah label yang melekat dalam diri Anthony Taylor, bahkan hingga sekarang.
Berkat keputusan kontroversialnya, ia bahkan sempat diturunkan menjadi wasit Championship oleh PGMOL gara-gara memberikan penalti kontroversial kepada Newcastle, di laga melawan Wolves bulan Oktober 2023.
Tak hanya itu, di laga Final Europa League 2023 antara AS Roma vs Sevilla, ia juga dianggap banyak merugikan Giallorossi. Pelatih Jose Mourinho bahkan sampai ingin mencegat sang wasit di tempat parkir usai laga. Baru-baru ini, ia juga sempat diliburkan oleh PGMOL berkat “rekor” mengeluarkan 14 kartu kuning di laga Chelsea vs Bournemouth bulan September 2024.
Mike Dean
Dari Webb, Hooper, maupun Anthony Taylor, masih kalah kontroversialnya dengan Mike Dean. Wasit botak yang satu ini selama kariernya di Liga Inggris, tercatat sebagai wasit yang “kejam”, karena banyak memberikan kartu merah dan penalti.
Wasit yang memulai kariernya di Liga Inggris dari tahun 2000 tersebut, telah mengeluarkan sebanyak 109 kartu merah dalam 523 laga. Selain itu, ia juga telah memberikan 158 penalti sepanjang kariernya sebagai wasit.
Satu hal yang menarik tentang kontroversinya adalah, ketika ia sumringah saat Tottenham Hotspur mencetak gol. Mike Dean terlihat berlari kegirangan saat Spurs cetak gol di laga melawan Arsenal pada tahun 2012 dan Aston Villa tahun 2015.
Selain itu, Dean juga tercatat melakukan aksi kontroversialnya saat memberikan kartu merah kepada pemain West Ham Tomas Soucek saat melawan Fulham, dan pemain Soton Jan Bednarek di laga melawan MU.
Namun, kartu merah yang diberikan Dean tersebut akhirnya dianulir oleh FA lewat banding. Alhasil, sikap Dean tersebut mendapat kecaman di media sosial. Sampai-sampai, ia sempat diancam akan dibunuh.
Tom Henning Ovrebo
Wasit botak meresahkan berikutnya adalah Tom Henning Ovrebo. Fans Chelsea di seluruh dunia pasti tak akan lupa dengan wasit asal Norwegia ini. Orang yang sebelumnya berprofesi sebagai psikolog ini, sebenarnya sudah menjadi wasit FIFA sejak tahun 1994 silam.
Dalam perjalanannya, Ovrebo sempat menjadi salah satu wasit terbaik di UEFA pada tahun 2008. Namun, pada tahun 2009, satu noda kontroversial telah mempengaruhi kariernya. Noda dalam karier Ovrebo tersebut datang saat ia memimpin laga Chelsea kontra Barcelona di semifinal leg kedua Liga Champions, Mei 2009. Dalam laga ini, setidaknya ada empat keputusan kontroversial Ovrebo yang menguntungkan Barcelona, yang akhirnya lolos ke final.
Pasca kejadian tersebut, reputasi baik yang sebelumnya ia miliki telah berubah 180 derajat. Setelah pensiun pada tahun 2010, ia mengakui bahwa ia telah membuat kesalahan besar di laga tersebut yang berimbas pada kariernya.
Mateu Lahoz
Wasit botak berikutnya adalah Antonio Mateu Lahoz. Terhitung sejak 2008, Lahoz mulai bekerja sebagai wasit di kompetisi kasta teratas Spanyol, dan menjadi salah satu wasit terbaik yang ada di negeri Matador.
Dalam perjalanan kariernya, ia sempat terkena noda kontroversial. Seperti saat memimpin laga Piala Dunia 2022 antara Belanda vs Argentina. Nama Mateu Lahoz saat itu mendadak jadi perbincangan dunia karena mengeluarkan “rekor” 17 kartu kuning dan satu kartu merah di laga tersebut.
Berkat keputusan kontroversialnya tersebut, akhirnya sang wasit pun dipulangkan oleh FIFA, dan tak menyelesaikan tugasnya sebagai wasit di Piala Dunia 2022. Setahun setelahnya, tepatnya di tahun 2023 ia lalu memutuskan untuk pensiun.
Ahmed Al-Kaf
Siapa yang tak kenal wasit botak mirip pala kelereng, Ahmed Al-Kaf. Ia kini adalah musuh bersama pecinta sepakbola Indonesia, karena keputusan kontroversialnya merugikan Timnas Indonesia saat melawan Bahrain.
Perlu diketahui, wasit berjidat hitam ini adalah seorang wasit AFC yang berasal dari Oman. Ia debut sebagai wasit di Liga Oman sejak 2008. Selama kariernya, ia dikenal sebagai salah satu wasit yang “ringan kartu”. Al-Kaf pernah mengeluarkan sepuluh kartu kuning saat memimpin partai leg kedua perempat-final Liga Champions Asia 2024 antara Al-Nassr vs Al Ain.
Keputusan kontroversial Al-Kaf di laga Bahrain vs Indonesia, juga bukan yang pertama kalinya. Ia juga sempat memberikan keputusan kontroversial di laga Arab Saudi vs Thailand di Piala Asia U-23 2020. Saat itu, Al-Kaf memberikan penalti kontroversial kepada Arab Saudi dan membuat Thailand kalah.
Sumber Referensi : mirror, goal, express, essentiallysports, mirror, sportsindonews


