Beranda blog Halaman 98

Berita Bola Terbaru 31 Oktober 2024 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Serie A, Inter Milan berhasil menang 3-0 di kandang Empoli. Usai Empoli bermain dengan sepuluh pemain lantaran Saba Goglichidze dikartu merah, Inter mendominasi. Inter langsung cetak tiga gol di babak kedua yang masing-masing dilesakkan oleh brace Davide Frattesi menit 50 dan 67. Serta satu gol dari Lautaro Martinez menit 79. Dengan tambahan 3 poin, La Beneamata masih tertahan di posisi dua.

Venezia juga menang 3-2 atas Udinese. Sebenarnya Udinese unggul lebih dulu melalui Sandi Lovric menit 19 dan Iker Bravo menit 25. Namun, setelah Souleymane Touré dikartu merah pada babak kedua, Venezia mengambil alih permainan. Tiga gol pun langsung disarangkan berkat brace Joel Pohjanpalo menit 41 dan 86, serta satu gol dari tendangan bebas Hans Nicolussi Caviglia menit 56. Kemenangan ini belum bisa bikin Venezia keluar dari zona degradasi.

Di pertandingan lain, Juventus ditahan imbang Parma dengan skor 2-2. Parma unggul lebih dulu melalui Enrico Del prato menit 3 dan Simon Sohm menit 38. Namun berhasil disamakan oleh Weston McKennie menit 31 dan Timothy Weah menit 49. Dengan tambahan satu poin, Parma merangkak ke posisi 14 klasemen sementara.

Dari Italia kita berlayar ke Inggris. Dalam ajang Carabao Cup, Liverpool menang 3-2 dari Brighton. Gol The Reds lahir dari brace Cody Gakpo menit 46 dan 63, serta satu gol tambahan dari Luis Diaz menit 85. The Seagulls hanya mampu membalas dua kali lewat aksi Simon Adingara menit 81 dan Tariq Lamptey menit 90. Dengan begitu, Liverpool akan menghadapi Southampton di ronde berikutnya.

Hasil memuaskan juga didapat Arsenal kala melumat Preston North End dengan skor 3-0. Gol Meriam London dicetak oleh Gabriel Jesus menit 24, Ethan Nwaneri menit 33, dan Kai Havertz menit 57. Di ronde berikutnya Arsenal akan menantang Crystal Palace yang mengalahkan Aston Villa.

Tim London yang lain, yakni Chelsea justru kalah 2-0 dari Newcastle United. Gol The Magpies dicetak oleh Alexander Isak menit 23 dan gol bunuh diri Axel Disasi menit 26. Mereka akan menjamu Brentford di ronde berikutnya.

KEMENANGAN PERDANA MU TANPA TEN HAG

Sementara itu, Manchester United meraih kemenangan perdana setelah ditinggal Erik Ten Hag. Kemenangan itu didapat usai mengalahkan Leicester City dengan skor 5-2 di ajang Carabao Cup. Dilansir The Athletic, Bruno Fernandes dan Casemiro jadi bintang lapangan dengan masing-masing mencetak dua gol. Di ronde berikutnya, mereka akan menghadapi Spurs. Kemenangan ini bakal jadi modal positif jelang menghadapi Chelsea akhir pekan nanti.

AMORIM BARU AKAN DATANG DI AKHIR NOVEMBER

Masih dari Manchester United, fans Setan Merah kabarnya harus lebih bersabar karena sang pelatih anyar, Ruben Amorim diragukan akan langsung memimpin pertandingan di akhir pekan nanti. Dilansir Daily Mail, Ruben Amorim dilaporkan tidak akan tersedia di Inggris sampai jeda internasional berikutnya. Itu berarti, Amorim baru akan terbang ke Manchester akhir November nanti. Dirinya mengaku masih harus menyelesaikan beberapa tanggung jawabnya di Sporting Lisbon. Dengan begitu, Amorim kemungkinan baru akan melatih MU pada pertandingan melawan Ipswich Town. 

CITY KALAH DAN DILANDA BADAI CEDERA

Bergeser ke rival sekota, Manchester City alami nasib buruk di Carabao Cup. Anak asuh Pep Guardiola harus puas menerima keunggulan Tottenham dengan skor 2-1. Yang makin parah, pertandingan tersebut justru menambah daftar cedera pemain City. Dilansir Goal, Pep padahal sudah menurunkan skuad lapis kedua. Pemain-pemain inti seperti Erling Haaland dan Ederson Moraes tidak dimainkan. Namun, cederanya Savio telah memperpanjang daftar pemain cedera. Karena sebelumnya Jack Grealish, Kevin De Bruyne, Rodri, hingga Jeremy Doku sudah lebih dulu masuk ruang perawatan. Pep menggambarkan situasi ini sebagai masalah yang besar.

RODRI EJEK VINI DI PESTA KEMENANGAN BALLON D’OR

Masih seputar Manchester City, Rodri dikabarkan mulai menabuh genderang perang dengan rivalnya di penghargaan Ballon d’Or, Vinicius. Dilansir Sport Illustrated, Rodri dikabarkan melangsungkan pesta perayaan usai meraih penghargaan Ballon d’Or. Dalam video yang beredar di media sosial, Rodri yang sedikit mabuk meneriaki nama Vini. Rodri menyanyikan lagu Italia, “Bella Ciao” namun mengganti liriknya menjadi “Ciao Vini” yang apabila diterjemahkan menjadi “Selamat tinggal Vini” Nyanyian itu mengartikan bahwa Rodri telah jauh meninggalkan Vini yang masih sibuk mengeluhkan sistem France Football.

BOS NOTTINGHAM FOREST DITUDUH JADI BANDAR NARKOBOY

Masih dari sepakbola Inggris, ada kabar kurang mengenakan dari salah satu klub Liga Inggris, Nottingham Forest. Bos Nottingham Forest, Evangelos Marinakis telah mendapat tuduhan dari lawan bisnisnya, Irini Karipidis bahwa dirinya terlibat dalam beberapa kasus pengaturan skor, organisasi kriminal, hingga perdagangan obat-obatan terlarang. Namun, dilansir The Athletic, Marinakis menyangkal tuduhan itu. Kini, bos Nottingham sedang melayangkan gugatan atas pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Karipidis. Kasus ini pun sudah masuk meja pengadilan di London.

FANS ROMA LAKUKAN PROTES LAGI

Dari Inggris, kita pindah ke Italia untuk membahas fans AS Roma yang lagi-lagi melakukan protes kepada manajemen klub. Dilansir Football Italia, sejumlah fans kembali mengirimkan pesan melalui media sosial dan spanduk agar manajemen segera memecat sang pelatih, Ivan Juric. Roma yang tertekan pun kabarnya mulai mengeksplorasi opsi pelatih baru yang tersedia di pasar. Memanggil kembali Daniele De Rossi adalah opsi termudah yang bisa dilakukan manajemen klub.

LAUTARO CETAK REKOR BARU DI INTER

Satu gol Lautaro Martinez ke gawang Empoli tadi malam telah membawanya mencapai rekor menarik di Inter Milan. Dilansir Football Italia, golnya ke Empoli jadi gol ke-134 bersama Inter Milan. Itu membuat Lautaro menjadi pemain non Italia dengan gol terbanyak untuk Inter Milan. Dirinya menyalip pemegang rekor sebelumnya, Istvan Nyers dengan selisih satu gol saja.

MISTERI HILANGNYA JAY IDZES DARI SKUAD VENEZIA

Masih dari Serie A, Venezia memang mencatatkan kemenangan dramatis atas Udinese tadi malam. Sempat tertinggal dua gol lebih dulu, mereka berhasil bangkit dan menang dengan skor 3-2. Namun, yang menarik perhatian adalah tidak adanya nama Jay Idzes di line up Venezia. Lantas, ke mana perginya Bang Jay? Dilansir Goal, bek tim nasional Indonesia itu ternyata memang tidak tergabung dalam skuad yang berangkat ke pertandingan melawan Udinese. Dirinya telah meminta izin kepada pelatih Eusebio Di Francesco untuk meninggalkan tim. Kabarnya, izin tersebut terkait permasalahan keluarga di Belanda.

LAGA VALENCIA VS REAL MADRID TERANCAM DITUNDA

Dari Italia, kita terbang ke negeri asal Antonio Banderas, Spanyol. Di La Liga muncul wacana untuk menunda pertandingan antara Valencia dan Real Madrid yang akan diselenggarakan akhir pekan ini. Menurut Sport Illustrated, laga yang akan dimainkan di markas Valencia itu dirasa terlalu beresiko jika dilangsungkan minggu ini. Itu karena Valencia sedang diterjang badai dahsyat yang mengganggu akses transportasi baik darat maupun udara. Bahkan, bencana alam ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan hilangnya 50-an nyawa masyarakat Valencia.

BARCA PANTAU LEAO

Masih dari Liga Spanyol, Barcelona dikabarkan tengah menaruh perhatian pada pemain sayap AC Milan, Rafael Leao. Dilansir Tribal Football, Leao kabarnya mulai terpinggirkan dari skuad asuhan Paulo Fonseca. Sang pelatih lebih menggemari Noah Okafor ketimbang Leao. Dirinya pun mulai bosan dengan situasinya di Milan. Nah, situasi tersebut pun akan dimanfaatkan Barca untuk menggoda Rafael Leao untuk pindah ke Spanyol. Namun, Barca akan bergerak jika Milan mau melepas sang pemain dengan harga yang masuk di kantong klub.

LEGENDA BELANDA YAKIN INDONESIA LOLOS PIALA DUNIA

Setelah berkeliling Eropa, kini kita akan membahas sepakbola Tanah Air yang mendapat perhatian dari legenda sepakbola Belanda, Patrick Kluivert. Dilansir Kumparan, Kluivert paham betul banyak pemain berkualitas di Belanda yang memiliki darah Indonesia entah dari ayah atau ibunya. Eks pemain Barcelona itu bahkan menyarankan PSSI untuk terus mengeruk pemain berbakat dari Belanda. Kluivert yakin, dengan dukungan pemain-pemain keturunan, Indonesia bisa bersaing dan lolos ke Piala Dunia 2026.

FIFA LARANG PEMAIN INI BELA TIMNAS INDONESIA

Masih seputar Timnas Indonesia, baru-baru ini ada kabar bahwa bek PSV Eindhoven, Ryan Flamingo terbuka untuk membela Indonesia. Namun, niatnya akan terhalang oleh regulasi FIFA. Dilansir TVOnenews, otoritas sepakbola dunia itu kabarnya tidak akan semudah itu mengizinkan Flamingo membela Timnas Indonesia, meski sang pemain punya hasrat yang tinggi untuk bergabung. Karena menurut FIFA, garis keturunan Flamingo terlalu jauh. Dirinya punya darah Indonesia tapi dari buyutnya yang berasal dari Suriname. Itu berarti sudah lebih dari tiga generasi. Kasus ini sama dengan yang dialami Mauresmo Hinoke.

NEWCASTLE TARGETKAN MBEUMO

Bryan Mbeumo kini jadi target klub-klub Liga Inggris di bursa transfer mendatang. Salah satu klub yang berminat memboyongnya adalah Newcastle United. Dilansir Eurosport, Newcastle sedang mempelajari kemungkinan untuk membelinya dari Brentford. Namun, menurut laporan, The Magpies terkendala satu hal. Yakni budget yang minim. Mereka masih jadi pantauan UEFA dan FA terkait biaya pengeluaran tim yang tidak seimbang dengan pemasukan.

AMORIM BAKAL BAWA 2 STAFF-NYA

Calon manajer baru Manchester United, Ruben Amorim kabarnya akan membawa dua asisten yang selama ini bekerja di Sporting Lisbon. Menurut United in Focus, dua orang tersebut adalah Carlos Fernandes dan Adelio Candido. Keduanya merupakan asisten Amorim sejak dirinya melatih Braga. Kabarnya, jika ingin memboyong kedua staf itu, United harus menambah 5 juta euro lagi. Menariknya, kedua orang itu juga masih berusia muda. Fernandes berusia 29 tahun dan Candido baru berusia 28 tahun.  

LUKE SHAW ALAMI CEDERA LAGI

Masih dari Manchester United, belum juga kembali bermain Luke Shaw dikabarkan mengalami cedera lagi. Menurut 90min, Manchester United telah mengkonfirmasi bahwa Shaw mengalami kemunduran dalam upaya pemulihan cedera betis. Kabarnya, proses penyembuhannya tidak berjalan dengan baik. Ketika mulai pulih dan melakoni latihan ringan, otot betisnya justru kembali bermasalah. Padahal tim medis United sudah berhati-hati dalam menangani cedera Luke Shaw ini.

PEP PRIORITASKAN KESEHATAN PEMAINNYA

Masih seputar cedera, Pep Guardiola punya siasat untuk mengatasinya. Jadwal pertandingan yang kian padat membuat Guardiola mengalihkan fokus saat melatih Manchester City. Kini, sang pelatih akan lebih memprioritaskan kesehatan pemainnya ketimbang memenangkan laga setiap pekan. Dilansir Goal, Pep Guardiola mulai memutar otak untuk membagi kelompok pemain. Pemain yang sudah bermain di Liga Inggris tidak dibebani dengan laga-laga di Carabao Cup. Tujuannya kali ini hanya menyelesaikan pertandingan tanpa harus menambah daftar cedera. Urusan hasil, bisa dipikir nanti.

ARSENAL PANTAU SANE

Dari Manchester bergeser ke London, di mana Arsenal mulai mempertimbangkan untuk mencari pemain sayap baru. Hal ini diungkapkan langsung oleh mantan pencari bakat Manchester United, Tottenham, dan West Ham, Mick Brown. Kepada Football Insider, Brown berkata bahwa Leroy Sane sedang menarik perhatian tim-tim Inggris. Apalagi karena kontraknya bersama Bayern Munchen akan segera berakhir. Menurut Brown, Arsenal jadi yang terdepan untuk mendatangkannya. Mereka bahkan dilaporkan tengah menyusun proposal untuk Sane. Target Arsenal adalah mendapatkan Sane secara gratis.

MOURINHO BELUM MOVE ON DARI KEKALAHAN FINAL EUROPA LEAGUE

Terbang ke Italia, Jose Mourinho baru-baru ini membangkitkan memorinya bersama AS Roma. Ia mengaku masih ada satu momen yang mengganjal di hatinya hingga sekarang. Dilansir Football Italia, momen itu adalah saat dirinya mengalami kekalahan di final Europa League tahun 2023. Saat itu, Roma asuhannya bermain imbang 1-1 di waktu normal. Namun, takluk dari Sevilla di babak adu penalti. “Saya kalah di final dengan cara yang masih tidak bisa saya terima. Dan saya memikirkannya sejak saat itu. Saya pikir itu tidak adil” tutur Mourinho. 

FONSECA AKUI OKAFOR LEBIH BAIK DARI LEAO

Selepas menelan kekalahan dari Napoli, Paulo Fonseca menjelaskan tentang pemilihan starting line up nya. Disitu, ia menjelaskan alasan mengapa ia lebih memilih Noah Okafor ketimbang Rafael Leao. Seperti yang diwartakan Football Italia, menurut Fonseca, Napoli adalah tim yang bertahan cukup dalam. Maka dari itu, ia lebih memilih Okafor. Sebetulnya ini hanya murni soal selera. Pemilihan pemain adalah hak pelatih dan Fonseca merasa Okafor bermain lebih baik ketimbang Leao dalam beberapa pekan terakhir.

ATLETICO TARGETKAN GELANDANG BERTAHAN DI JANUARI

Mampir sebentar ke sepakbola Spanyol, Atletico Madrid sedikit membeberkan rencana transfernya musim depan. Dilansir Football Espana, Atletico kini sedang memprioritaskan gelandang bertahan. Menurut Diego Simeone, sektor gelandang jadi yang terlemah di Atletico. Sebetulnya, ini sudah jadi masalah sejak musim lalu. Namun, Simeone tak kunjung menemukan pemain yang tepat. Arthur Vermeeren yang ditebus dengan mahar 18 juta euro Januari lalu pun tak kunjung nyetel dengan permainan Simeone dan malah dipinjamkan ke RB Leipzig.

JERSEY TIMNAS INDONESIA DIPAMERKAN DI JEPANG

Brand lokal yang memproduksi jersey serta menjadi apparel Timnas Indonesia, Erspo, mulai membawa seragam skuad Garuda ke kancah internasional. Menurut Liputan6, produk-produk jebolan Erspo belum lama ini dipamerkan di Jepang, tepatnya dalam acara Indonesia-Japan Friendship Festival (IJFF) di Yoyogi Park, Shibuya, Tokyo. Melalui IJFF, Erspo berupaya memperkenalkan produk garapan anak bangsa. Salah satu produknya adalah jersey tim nasional Indonesia. Di samping itu, langkah ini jadi upaya menjaring dukungan bagi skuad Garuda yang bakal berlaga melawan Jepang dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, November mendatang.

TIKET INDONESIA VS JEPANG DIJUAL TANGGAL 2 NOVEMBER

Masih seputar laga tim nasional Indonesia melawan Jepang, para fans harus mulai mempersiapkan diri untuk war tiket. Dilansir Medcom, Tiket laga Timnas Indonesia akan mulai dijual pada 2 November 2024. Dalam pengumuman tersebut belum ada informasi harga serta kategori tiket. Namun, apabila merujuk laga Timnas Indonesia vs Australia, tiket termurah dibanderol Rp250 ribu dan termahal mencapai Rp1,5 juta. Namun, tidak menutup kemungkinan jika nanti harganya akan kembali naik.

Waduh! Ada Apa Ini, Erick Thohir Mendadak Bicara Tinggalkan PSSI?

0

Terpilihnya Erick Thohir sebagai ketua umum PSSI membawa harapan baru bagi persepakbolaan Indonesia. Tagline “BEDA” yang diusung selama kampanye, seakan-seakan ingin menunjukkan bahwa Erick Thohir berbeda dengan para ketua umum PSSI era sebelumnya.

Pun begitu, gaya kepemimpinan juga visi yang dicanangkan Erick Thohir tak sama dengan para ketum PSSI sebelumnya. Kalaupun sama, satu-dua mungkin. Erick membawa sepak bola Indonesia ke ruang bercahaya yang, meski remang-remang, setidaknya menuju ke sana.

Walau masih banyak yang perlu dibenahi, minimal ada beberapa sektor yang sudah lebih baik. Salah satunya yang paling kentara, Timnas Indonesia. Namun, di tengah rekonstruksi PSSI, Erick Thohir tiba-tiba membicarakan masa depannya di induk sepak bola dalam negeri itu.

Ia bicara bahwa suatu hari nanti akan meninggalkan PSSI. Waduh! Benarkah demikian? Apa yang mendorong Erick Thohir mendadak ngomong begitu? Kita akan membahasnya.

Erick Thohir Tinggalkan PSSI?

Belum lama ini, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir membincangkan masa depan Timnas Indonesia dan PSSI jika tidak ada dirinya di sebuah siniar atau podcast di kanal YouTube Liputan6.

Dalam video yang kemudian diunggah lagi oleh akun Instagram @garudaonside itu, host acara memancing sebuah pertanyaan intinya, apakah program-program yang dicanangkan Erick Thohir akan berlanjut setelah ia tak lagi di PSSI.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Garuda Onside (@garudaonside)

Belum selesai pertanyaan itu diutarakan, Erick Thohir mencegatnya dengan menjawab, “Amin, 2027 selesai, kan.” Lalu ketika ditanya kembali akan lanjut atau tidak, dengan mantap Erick Thohir justru mengatakan “Tidak tahu.”

Pernyataan itu seolah-olah memperlihatkan keraguan Erick apakah akan memimpin PSSI setelah 2027. Ini bukan karena belum yakin dengan kemampuannya. Kita semua tahu kecakapan Erick Thohir dalam mengelola sepak bola. Hanya saja ia bilang, umur tidak ada yang tahu.

Erick juga sepertinya tak yakin akan menjadi ketua umum PSSI hingga akhir periode tahun 2027 mendatang. Mengapa demikian? Karena, kata Erick, banyak yang tidak suka dengan keberadaannya di PSSI. Lho, kok begitu?

Erick Thohir Suka Bersih-Bersih

Erick menyinggung dirinya yang suka bersih-bersih di sebuah lembaga. Dan kebetulan, selama memegang PSSI, selain membangun tim nasional, Erick Thohir belum lama ini juga lakukan pembersihan dan perbaikan di manajemen. Ingat tidak, kemarin PSSI mem-PHK banyak karyawannya?

Starting Eleven Story pernah membahas itu. Ada 43 karyawan yang dipecat PSSI. Erick Thohir merespons bahwa itu bagian dari “bersih-bersih” yang dijanjikan ketika mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI. “Kami fokus mengenai bersih-bersih. Kami ubah pola pikirnya, kami perbaiki,” kata Erick Thohir mengutip Jawa Pos.

Memang benar, setelah duduk di kursi ketua umum PSSI, frasa “bersih-bersih” selalu digaungkan Erick Thohir. Tidak hanya di tim nasional, tapi juga di liga domestik. Mengutip Jawa Pos, Erick mengatakan bahwa Liga 1 juga menjadi sasaran bersih-bersihnya, terutama dari match fixing. Dan itu sudah dilakukan sehingga tidak muncul lagi kasus-kasus pengaturan skor.

“Kalau ada, kita gigit. Saya juga sampaikan untuk Liga 2. Kalau ada yang macem-macem, laporin,” tegas Erick Thohir.

Jika tidak lupa, sebulan usai terpilih sebagai ketua umum PSSI, Erick Thohir juga membentuk dua satuan tugas (satgas) sekaligus. Hal itu agar PSSI lebih transparan dan akuntabel. Adapun dua satgas yang dibentuknya saat itu adalah Satgas Pengawasan Pengaturan Skor dan Satgas Pengawasan Keuangan PSSI.

Erick menjelaskan, anggota dua satgas itu berasal dari komite eksekutif PSSI dan beberapa figur independen. Kedua satgas tersebut bertugas mengumpulkan data dan melakukan kajian, baik dalam hal pengaturan skor yang mungkin melibatkan wasit maupun kelengkapan laporan keuangan PSSI.

Di BUMN Juga Bersih-Bersih

Beberapa bulan setelah itu, terbukti ada yang kena. Agustus 2024 lalu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengkonfirmasi bahwa PSS Sleman disanksi pengurangan tiga poin karena kasus match fixing. Selain pengurangan poin, Laskar Sembada juga didenda Rp150 juta.

Tidak hanya soal kasus pengurangan poin, beberapa tindakan melenceng lain juga sudah atau akan diberikan sanksi oleh PSSI. Selama Bulan Oktober 2024, Komite Disiplin PSSI telah merilis beberapa hasil sidang yang berisi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan beserta sanksinya.

Ini membuktikan bahwa apa yang disebut Erick Thohir PSSI akan lebih transparan, benar. Hasil sidang itu bisa dilihat langsung di situs resmi PSSI. Um… “Bersih-Bersih” tampaknya sudah menjadi slogan sekaligus gaya kepemimpinan Erick Thohir. Di BUMN, ia juga aktif melakukan itu.

Belum lama ini, setelah ditunjuk kembali menjadi Menteri BUMN, mengutip Okezone, Erick Thohir bilang akan membersihkan BUMN dengan memangkas jumlahnya menjadi 30 saja. Itu menjadi bagian dari rencananya membersihkan perusahaan negara dari tikus-tikus berdasi.

Menyiapkan Pondasi

Sebelum mengemasi barangnya di PSSI, ia juga bicara akan meninggalkan sistem untuk sepak bola Indonesia. Lulusan National University, San Diego, California itu sudah menyampaikan blueprint alias rencana untuk sepak bola Indonesia sampai 2045 kepada FIFA. Dan ia mengatakan, bahwa tolok ukurnya adalah membangun pondasi.

Menurutnya, mustahil bisa merakit sepak bola Indonesia hanya dalam waktu empat sampai lima tahun. Nah, untuk sekarang, mengutip Kompas, fokus pembenahannya pada tim nasional. Meskipun Erick tidak akan menganaktirikan kompetisi liga maupun klub. Mengapa begitu?

Kalau ketum PSSI yang dulu sukar atau malas menjelaskan mengapa hanya fokus ke tim nasional, Erick punya penjelasannya. Bagi Erick, pembenahan tim nasional lebih dulu penting karena untuk menarik sponsor. Bagaimanapun demi melakukan pembenahan sepak bola total membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Sementara PSSI bisa mendapat pendanaan besar apabila tim nasionalnya berprestasi. Dengan timnas yang berprestasi, perusahaan-perusahaan, entah dalam maupun luar negeri akan datang menjadi sponsor PSSI. Selain itu, ehm, jika timnasnya bagus, kan, lebih mudah menjual nasionalisme dan fanatisme. 

Ujungnya orang-orang mulai berminat lagi nonton timnas main. Tidak hanya di stadion yang bisa meningkatkan pendapatan lewat tiket yang mahal, tapi juga lewat siaran televisi. PSSI bisa menjalin kesepakatan yang profitabel dari pemilik hak siar, khususnya hak siar tim nasional.

Seakan licik dan kapitalistik ya? Tapi kalau tidak begitu, PSSI tidak mendapatkan uang. Tidak ada dana, melaksanakan program kerja hanya bisa terjadi di alam mimpi. Sesederhana itu.

Naturalisasi Berlanjut

Karena fokusnya adalah tim nasional, segala aspek yang menunjang akan digenjot. Termasuk program naturalisasi. Harusnya sampai sini nggak ada yang berdebat terkait istilah “naturalisasi”, ya. Erick Thohir berharap bahwa program pencarian pemain keturunan ini terus dilanjutkan. Disamping pembinaan talenta lokal juga berjalan.

Segala sesuatu yang menunjang untuk itu, seperti database kabarnya sudah disiapkan sedemikian rupa. Erick berharap ketua umum PSSI, siapa pun itu yang menggantikan dirinya setelah selesai menjabat pada 2027 mendatang, akan meneruskan pondasi yang dibangun. Menurut Erick itu tidak sulit. Asalkan pemimpin PSSI setelah dia mau melanjutkan.

Erick menggambarkan ketika mengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia atau PERBASI. Selama memimpin PERBASI dari 2006 hingga 2010, Erick membangun fundamentalnya. Karena pengurus PERBASI waktu itu dan sampai sekarang satu pemikiran dengan Erick Thohir, maka sampai hari ini basket baik-baik saja.

Pernah Ingin Cabut dari PSSI

Isu Erick Thohir akan meninggalkan PSSI sebetulnya pernah juga berhembus tahun 2023 lalu. Hanya beberapa bulan setelah ia menjabat ketua umum. Waktu itu Erick Thohir diisukan mengikuti kontestasi Pilpres 2024. Namanya masuk bursa calon wakil presiden.

Namun, pria yang juga pernah menjabat Ketua Komite Olahraga Indonesia itu komitmen untuk bertahan di PSSI. “Saya harus profesional dan menyelesaikan tugas dengan baik,” kata Erick Thohir dikutip Bola Sport. Dalam kesempatan yang sama pula, Erick Thohir mengatakan bakal tetap memimpin PSSI sampai periode jabatannya habis, kecuali kalau tiba-tiba ada KLB.

Hm…. kita doakan saja ya football lovers. Mudah-mudahan Erick Thohir sehat selalu dan kalau tidak bisa menambah masa jabatan, minimal posisinya aman hingga 2027 mendatang. Tidak “dijegal” lewat Kongres Luar Biasa oleh….

https://youtu.be/kV5W0JotxwE

Sumber: Suara, Bolasport, TribunJakarta, PSSI, Tempo, Sportdetik, Antara

Berulang di MU? Pemain Melempem Jadi Ngeri di Tangan Ruben Amorim

Bak seorang magician, tangan dingin Ruben Amorim telah terbukti memoles beberapa pemain muda Sporting CP menjadi permata berharga yang bisa laku mahal. Tentu dong, ada beberapa strategi yang dilakukan Amorim supaya sukses memoles pemain. Mau tau siapa saja pemain muda Sporting CP yang telah disulapnya menjadi bintang mahal? Simak videonya berikut ini.

Tapi sebelumnya, kalian baiknya subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya dulu agar tak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven.

Pedro Porro 

Menurut kalian Pedro Porro mulai main bagus ketika berseragam Tottenham Hotspur? Ah, itu salah besar. Sebelum hijrah ke The Lilywhites, pemain ini sudah gacor duluan di Sporting CP. Sebelum di tangan Amorim, Porro ini dulunya hanyalah mas-mas bek kanan biasa yang sulit bersaing menembus skuad inti Pep Guardiola di Manchester City. 

Lalu pada Juli 2022, Porro akhirnya direkrut oleh Amorim. Amorim saat itu butuh sosok bek kanan agresif untuk dijadikan wing back kanan yang bisa menunjang format 3-4-3 miliknya.

Padahal sebelumnya, Porro jarang bermain di posisi tersebut. Namun setelah digembleng oleh Amorim, Porro tampil menggila di posisi barunya tersebut. Dua musim setengah Porro bekerjasama dengan Amorim. Ia menjelma menjadi salah satu wingback agresif terbaik di Eropa. 

Di tangan Amorim, pemain kelahiran Don Benito ini telah mencatatkan 12 gol dan 20 assist dari 98 laga di semua kompetisi. Catatan apiknya itulah yang membuatnya direkrut oleh Conte saat melatih Spurs dengan mahar mencapai 34,4 juta pounds.

Nuno Mendes

Saat meraih gelar Liga Portugal bersama Amorim, partner Porro di sektor wing back adalah Nuno Mendes. Pemain bau kencur berusia 18 tahun tersebut, di musim sebelumnya hanya berada di Sporting U-23.

Namun oleh Amorim ia ditarik ke skuad utama. Amorim butuh pemain berkaki kidal untuk dijadikan sebagai wing back kiri. Meski masih belia, Mendes sudah berani menerima tantangan tersebut. Tak tanggung-tanggung, ia langsung diberikan tempat sebagai starter selama semusim oleh Amorim. Mental Mendes pun semakin terasah ketika ia terus diberi kepercayaan penuh.

Bedanya dengan Porro, Mendes ini lebih difungsikan bertahan di sisi kiri karena atribut bertahannya yang lebih menonjol. Hal itu dibuktikan dengan Mendes yang tidak banyak menciptakan peluang, assist, maupun gol. Dari 35 laga yang dijalani di musim 2020/21, ia hanya mencetak 1 gol dan 2 assist.

Keberhasilan Mendes sebagai pemain inti Sporting, langsung diendus oleh PSG. Klub Paris  itu tanpa pikir panjang mengangkut Mendes di musim 2021/22 dengan status pinjaman, sebelum akhirnya dibeli permanen dengan mahar 38 juta euro

Matheus Nunes

Sama halnya dengan Porro dan Mendes. Gelandang Matheus Nunes juga masuk dalam pemain kloter pertama yang diorbitkan Amorim di tahun 2020. Nunes sebelumnya hanya pemain U-23 Sporting. Namun saat Amorin datang, ia langsung dipromosikan ke skuad utama.

Nunes yang saat itu masih berusia 22 tahun, sudah dipercaya penuh sebagai salah satu gelandang pivot di format 3-4-3 ala Amorim. Oleh Amorim, Nunes diduetkan dengan Joao Palhinha, pemain yang baru saja selesai dari masa peminjamannya di Braga.

Double pivot tersebut terbukti kokoh dan menjadi salah satu kunci keberhasilan Sporting meraih gelar Liga Portugal. Selain bertugas menyeimbangkan lini tengah, Nunes juga sering ditugaskan untuk membantu serangan dibanding Palhinha. Nunes sering diinstruksikan untuk berada di belakang striker ketika sedang menyerang. 

Kemampuan serba bisa Nunes tersebut membuat Pep Guardiola tertarik. Namun apa daya, Nunes yang mampu mencatatkan 8 gol dan 9 assist selama di Sporting, direkrut oleh Wolves duluan di tahun 2022 dengan mahar 42,2 juta pounds. Meski kini akhirnya berseragam Manchester City.

Joao Palhinha

Partner Nunes yang sama-sama hengkang di tahun 2022, Joao Palhinha juga tadinya hanyalah gelandang biasa-biasa saja. Di bawah pelatih Sporting sebelumnya, ia malah dibuang ke Braga. 

Namun Amorim melihat potensi pada diri Palhinha. Dengan postur yang ideal, ia dipercaya mengisi peran sebagai “destroyer” atau perusak serangan lawan. Tak hanya kuat dalam duel atau tekel, di bawah gemblengan Amorim, Palhinha juga mahir dalam mengatur tempo permainan. Oleh Amorim, Palhinha lebih diposisikan berada tepat di depan tiga bek sejajar yang juga ditugasi menjadi orang pertama yang memulai serangan.

Kemampuan komplit Palhinha itulah yang membuat dirinya dilirik oleh Fulham. Meski agak sedikit kecewa, Amorin saat itu hanya bisa merelakan Palhinha diboyong ke Craven Cottage dengan mahar 17 juta pounds. 

Manuel Ugarte

Seakan ketagihan mengorbitkan gelandang seperti Nunes dan Palhinha, Amorim di musim 2021/22 membeli satu gelandang muda dari klub Portugal, Famalicao, yakni Manuel Ugarte. Pemain asal Uruguay tersebut dipersiapkan Amorim sebagai pengganti Nunes dan Palhinha kalau-kalau mereka hengkang.

Ketika dibeli, Ugarte masih berusia 19 tahun. Di musim pertamanya, Ugarte tampil secara bergantian dengan Palhinha maupun Nunes. Posisi terkuat Ugarte di bawah Amorim adalah gelandang bertahan. Ia menjelma menjadi seorang gelandang bertahan kokoh di sistem double pivot Amorim. Mirip apa yang diperagakan oleh Palhinha. Oleh sebab itu, ketika Palhinha cabut, Ugarte dengan mudah menggantikan perannya.

Pemain yang dibeli dari klub antah berantah tersebut, kemudian mampu menjadi metronom lini tengah Sporting sepanjang musim 2022/23. Meski tuah Ugarte belum mengantarkan Sporting meraih gelar juara Liga Portugal lagi, namun berkat polesan Amorim talentanya diminati klub besar. Benar saja, Ugarte lebih cepat meninggalkan Sporting karena di tahun 2023 dibeli PSG dengan mahar mencapai 60 juta euro.

Goncalo Inacio

Pemain berikutnya pemain yang satu angkatan dengan Nuno Mendes, Porro, Palhinha, dan Nunes, yakni Goncalo Inacio. Bedanya dengan empat pemain tersebut, Inacio masih bertahan di Sporting hingga sekarang.

Pada tahun 2020, bek tengah berusia 19 tahun tersebut dipromosikan ke skuad utama dari skuad U-23. Sejak saat itu Amorim mempercayainya sebagai salah satu pilar utama di sistem tiga bek.

Inacio terus berkembang di bawah komando Amorim hingga akhirnya bisa masuk Timnas Portugal. Ketangkasan, jago duel, serta mampu produktif, menjadi beberapa kekuatan dari Inacio. Sebagai seorang bek tengah yang mengoleksi 17 gol dan 11 assist selama di bawah Amorim, bisa dibilang hal yang sangat luar biasa.

Vitor Gyokeres

Kalau pemain yang satu ini, baru dibeli oleh Amorim di musim 2023/24. Ia adalah penyerang mematikan asal Swedia, Viktor Gyokeres. Pemain ini menjadi bukti kejelian Amorim mencari bakat bertalenta. Siapa sangka, Gyokeres ini sebelumnya hanya bermain di level Championship bersama Coventry City. 

Kepercayaan Amorim pada kemampuan Gyokeres, membuat sang pemain tambah gacor. Sebagai seorang striker tunggal, selain kecepatan dan finishing, ia juga mahir dalam duel satu lawan satu. Selama diasah Amorim, rekor golnya pun makin bertambah. Dari musim lalu hingga sekarang, ia sudah koleksi 57 gol. 

Namun ada satu yang berbeda dari perkembangan Gyokeres, yakni soal assist. Di bawah Amorim, selain mencetak gol, ia lebih bisa melayani rekannya. Terbukti dari torehan 20 assist yang sudah dikemasnya selama dua musim ini. Tak heran jika kemampuan kompletnya itu, membuat Gyokeres mulai diincar oleh tim-tim raksasa. Bukan tidak mungkin, cepat atau lambat ia akan hijrah ke klub besar. Mengikuti pelatihnya ke MU, misalnya.

https://youtu.be/SvmNqi6jjYw

Sumber Referensi : desporto, transfermarkt, thirdmanrun, transfermarkt, onefootball, transfermarkt, unitedfocus, transfermarkt

Ruben Amorim: Pensiun Dini, Romantisme MU, Hingga Jose Mourinho

0

Goodbye Ten Hag, Welcome Ruben Amorim. Ya, pundak pria brewok asal Portugal tersebut kini pasti dipenuhi harapan tinggi fans United di seluruh dunia. Namun siapa sangka, sebelum gabung MU pria brewok tersebut sudah punya segudang romantisme dengan Red Devils, terutama sejak menjadi pemain. 

Meskipun saat menjadi pemain, kariernya sempat terbengkalai hingga terpaksa pensiun dini. Sampai akhirnya, ia pun bertemu dengan Jose Mourinho yang memberinya banyak ilmu untuk menjadi seorang pelatih. Mau tahu bagaimana kisah lengkap karier mas brewok yang satu ini? Mari kita ulas. 

Siapa Amorim?

Bernama lengkap Ruben Filipe Marques Amorim. Ia adalah seorang pesepakbola asal Portugal yang lahir di Lisbon, 27 Januari 1985. Saat masih bermain, Amorim biasa bermain sebagai gelandang. 

Ia memulai karier juniornya di klub Pontinha dan Belenenses, sebelum akhirnya mendapat kontrak profesional pertamanya bersama Benfica pada tahun 2008. Di Benfica-lah, ia akhirnya banyak meraih prestasi. Dia sempat mengantarkan Benfica juara Liga Portugal sebanyak tiga kali.

Debut Di Timnas

Meski banyak meraih prestasi bersama Benfica, namun Amorim sama sekali tak dilirik Timnas Portugal. Amorim saat itu sadar diri punya banyak pesaing untuk bisa masuk skuad Selecao das Aquinas. 

Namun rezeki siapa yang tahu. Jelang Piala Dunia 2010, satu pemain bintang Portugal dari MU yakni Luis Nani dicoret karena mengalami cedera parah. Dicoretnya Nani ternyata membawa berkah bagi Amorim yang akhirnya dipanggil ke Timnas Portugal oleh Carlos Queiroz. 

Mimpi yang menjadi kenyataan. Amorim menjadi bagian dari skuad Portugal di Piala Dunia 2010, serta menjalani debut pertamanya saat melawan Pantai Gading pada 15 Juni 2010. Amorim merasa berhutang budi pada Luis Nani. Bayangkan, jika Nani tak cedera, ia nggak bakalan bisa merasakan momen istimewanya debut bersama Timnas Portugal. 

Selang setahun, Amorim pun akhirnya bertemu dengan Luis Nani, sosok yang berpengaruh dalam karier sepakbolanya. Pertemuan langsung Nani dan Amorim terjadi saat mereka bentrok di lapangan sebagai musuh. Pertemuan itu terjadi saat Benfica bentrok dengan MU di Old Trafford pada laga babak Grup UCL musim 2011/12. 

Cedera Parah

Setelah mampu debut di timnas dan bermain di level tertinggi, karier sepakbola Amorim kemudian menemui musibah di pertengahan tahun 2014. Tepatnya di laga melawan Boavista pada bulan Agustus 2014. 

Saat itu, Amorim mengalami cedera parah. Amorim dibawa keluar lapangan dengan tandu. Secara hasil tes tim medis, Amorim dinyatakan mengalami robekan total pada ligamen anterior cruciatum lutut kanannya. Akibat cedera parahnya itu, ia pun absen hingga setahun lamanya.

Dibuang Ke Qatar Lalu Pensiun

Hantu cedera itulah yang membuat karier sepakbola Amorim terganggu. Performanya saat kembali dari meja perawatan pun tak seperti sebelumnya. Amorim benar-benar menurun, dan akhirnya oleh Benfica dibuang ke Qatar. 

Amorim dipinjamkan ke klub Qatar, Al-Wakrah FC pada Agustus 2015. Selama semusim ia berlaga di sepakbola Timur Tengah. Itu pun cuma berlaga 10 kali saja di Liga Qatar, karena cedera kambuhannya. 

Sampai akhirnya, ia pun kembali ke Benfica di musim 2016/17. Namun saat kembali lagi ke Benfica, dirinya memilih untuk tidak bermain lagi. Amorim memilih untuk fokus pada pemulihan total cederanya. 

Setelah dipertimbangkan oleh dirinya dan keluarga, Amorim akhirnya mantap untuk berhenti sebagai pesepakbola per April 2017. Ia memilih pensiun dini di usia yang baru menginjak 32 tahun. Setelah pensiun, Amorim sudah punya niat akan menjalani pendidikan S2 olahraganya, serta kursus kepelatihan.

Belajar Dengan Mourinho, Tapi Anti Mourinho

Saat mengambil kuliah S2, di tahun 2017 Amorim sempat magang di MU saat masih diasuh Jose Mourinho. Amorim sempat berada satu pekan di Manchester. Saat magang, Amorim mendapat banyak ilmu dari The Special One. Mourinho saat itu sempat berbagi banyak ilmu, termasuk tentang bagaimana MU asuhannya bisa mengalahkan Ajax di final Europa League 2017.

Amorim terinspirasi dengan cara Jose Mourinho meniti karier kepelatihan sejak usia muda. Selain banyak ilmu yang diserap dari Mou, ia juga ingin meniru kisah keberhasilan karier kepelatihan Jose Mourinho. 

Meski begitu, tak serta-merta juga semua Ilmu dari Mourinho ditiru olehnya. Filosofi permainan misalnya. Amorim punya pemikiran sendiri yang bisa dibilang berbeda jauh dengan Mou. Amorim lebih suka filosofi permainan menyerang dan atraktif, berbeda dengan Mourinho yang identik suka main bertahan.

Taktik Amorim

Ketika Amorim akhirnya meniti karier sebagai pelatih sejak 2018, ia pun membawa pemahaman filosofi permainan menyerangnya tersebut ke dalam timnya. Baik itu sejak di Casa Pia, Braga, maupun di Sporting CP.

Sejak di Sporting pada tahun 2020, Amorim selalu mengandalkan formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1. Formasi tersebut juga bisa berubah jadi lima bek sejajar ketika mode bertahan. Sporting racikan Amorim, sangat mengandalkan serangan dari sisi sayap. Termasuk dua bek sayapnya yang selalu naik saat mode menyerang. Adapun tiga pemain di lini serang, ditugaskan bergerak fleksibel untuk mencari ruang.

Selain itu, tim racikan Amorim ini juga identik pada tekanan atau pressing. Sporting asuhannya bisa merebut bola di pertahanan lawan dengan cepat, dan langsung menciptakan transisi serangan yang cepat. Gaya itu hampir mirip dengan gegenpressing-nya Klopp.

Meski bermain menyerang dengan intensitas pressing yang tinggi, Amorim juga terkadang punya pendekatan adaptif. Amorim pernah mengatakan bahwa ia sering bermain dengan menyesuaikan kekuatan lawan. Artinya, dia tidak selalu saklek pada keyakinannya, namun juga memikirkan kondisi.

Bisa dilihat contohnya saat mereka menyingkirkan Arsenal di babak 16 besar UCL musim lalu. Meski bermain di rumah sendiri pada leg pertama, ia tak terlena menyerang untuk memburu gol. Yang ia lakukan malah banyak bertahan. Pasalnya ia sadar kalau hanya sibuk bermain terbuka dan menyerang, timnya akan dengan mudah dihukum oleh Arsenal. 

Kelebihan Lain Amorim

Selain taktik, kelebihan terbesar Amorim lainnya adalah kemampuan komunikasi, serta kedekatannya dengan pemain. Amorim bisa membuat para pemain muda dan veteran merasa nyaman berada dalam satu tim. 

Selain segi komunikasi, Amorim juga jeli dalam menemukan talenta berkualitas. Bisa dibilang, Amorim ini tidak bergantung pada satu atau dua pemain bintang saja ketika di lapangan. Terbukti, Sporting tetap bisa bersaing hingga saat ini, meski pemain-pemain andalannya dulu macam Palhinha, Nuno Mendes, Matheus Nunes, Pedro Porro, hingga Manuel Ugarte sudah laku dijual.

Menuju MU

Kesuksesan Amorim di Sporting CP, membawanya hijrah ke Liga Inggris. Ia memilih pergi melatih Manchester United, tim yang sempat memberinya banyak kenangan indah. Selain Nani, Old Trafford dan Jose Mourinho, rekan-rekannya dulu saat bermain di Benfica juga sempat berbagi pengalaman saat berseragam MU. Sebut saja Angel Di Maria, Nemanja Matic, maupun Victor Lindelof.

Tak hanya itu, reuninya dengan Manuel Ugarte di Old Trafford juga sudah ia nantikan. Ya, banyak romantisme antara Amorim dengan Red Devils. Harapannya, dengan pengalaman serta racikannya, sang setan bangkit dari kubur. Amorim harus bisa membuat sang setan kembali ditakuti setiap lawannya. Semoga!

https://youtu.be/YTDcJ6iVXMk

Sumber Referensi : independent, skor, qsl,qa, transfermarkt, thesun, transfermarkt, uefa, transfermarkt, uefa

Berita Bola Terbaru 30 Oktober 2024 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan Serie A, AC Milan harus takluk oleh Napoli 2-0 di kandang sendiri. Gol Il Partenopei dicetak oleh Romelu Lukaku menit 5 dan Khvicha Kvaratskhelia menit 43. Di babak kedua, Milan gagal menyamakan kedudukan. Kemenangan ini bikin Napoli tetap kokoh di puncak klasemen dengan 25 poin. Sementara Milan tertahan di urutan kedelapan klasemen

Di pertandingan lain, Bologna juga menang 2-0 atas tim tuan rumah Cagliari. Gol skuad asuhan Vincenzo Italiano dicetak oleh Riccardo Orsolini menit 35 dan Jens Odgaard menit 51. Tambahan tiga poin ini membuat Bologna naik ke urutan 10 dan Cagliari masih tertahan di urutan 15 klasemen sementara.

AMORIM HERE WE GO KE MU

Baru juga kemarin pecat pelatih, kini Manchester United udah satset menyegel kesepakatan dengan Sporting CP untuk memboyong sang pelatih, Ruben Amorim. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, statusnya sudah Here We Go! United akan membayar biaya kompensasi 10 juta euro kepada Sporting. Ruben diperkirakan akan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dan akan mendapat gaji sekitar 7 juta pound per musim di Manchester.

AMORIM PAMIT KE FANS SPORTING

Ruben Amorim pun sudah mengucapkan pesan perpisahan kepada fans Sporting CP tadi malam. Untungnya, laga terakhir Ruben berakhir dengan kemenangan atas Nacional Dilansir The Sun, Ruben tak menyangka laga tersebut akan jadi laga perpisahan. Karena sebelumnya, Ruben berambisi meraih gelar Liga Portugal ketiganya musim ini. Namun,  semuanya terjadi begitu cepat. Fans pun terpecah jadi dua. Ada yang sedih, ada juga yang mendukung perkembangan karir sang pelatih.

LIVERPOOL SIAP TEBUS MAHAL ARDA GULER

Bergeser ke rival Manchester United, Liverpool. Arne Slot merasa Liverpool butuh suntikan di lini depan. Maka dari itu, pelatih berkepala gundul ini menekan klub untuk mendatangkan pemain depan baru di bursa transfer Januari. Dilansir Caught Offside, Arne mengusulkan satu nama, yakni Arda Guler dari Real Madrid. Meski belum mendapatkan banyak menit bermain di Spanyol, Arne yakin Guler adalah tipe pemain yang cocok dengan skema permainannya. Kini, Liverpool pun telah menyiapkan dana sekitar 70 juta euro untuk memboyong Guler ke Anfield. Itu angka yang tinggi untuk cadangan mati seperti Guler.

FA MINTA MAAF PADA PESEPAKBOLA MUSLIM

Masih dari sepakbola Inggris, namun kali ini dari sepakbola wanita. Federasi sepakbola Inggris baru saja merilis permintaan maaf kepada pesepakbola wanita muslim, Iqra Ismail. Dilansir Sky Sport, sebelumnya FA melarang pemain United Dragons itu untuk bertanding karena menggunakan celana panjang yang menutupi auratnya. Namun, kini FA telah mengakui kesalahannya. Mereka merasa bersalah karena telah mengabaikan unsur keyakinan agama sang pemain. Kini, FA sudah mengizinkan pesepakbola wanita yang beragama Islam untuk mengenakan celana panjang alih-alih celana pendek.

NAPOLI OPTIMIS JUARA SERIE A LAGI

Dari Inggris, kita menyebrang ke Negeri Pasta, Italia. Di situ ada Napoli yang baru saja menang 2-0 atas AC Milan. Kemenangan ini membuat kepercayaan diri skuad Napoli terus meningkat. Dilansir Football Italia, para punggawa Il Partenopei bahkan dengan percaya diri mengatakan kalau musim ini timnya akan kembali meraih scudetto. Hal tersebut dikemukakan oleh Khvicha Kvaratskhelia dan Alex Meret. Melihat performa Napoli yang kian melesat, mereka berambisi untuk terus bermain apik setiap laga dan meraih juara sekali lagi di akhir musim nanti. 

MANCINI MENUJU ROMA?

Sementara itu, dari kubu AS Roma telah terjadi gonjang-ganjing yang melibatkan pelatih baru, Ivan Juric. Fans dan pengamat bola ramai-ramai menekan Roma untuk segera memecat Juric. Mereka percaya kalau seharusnya Roma dilatih oleh pelatih yang jauh lebih berkompeten. Dilansir Football Italia, Antonio Cassano jadi yang paling getol menyuarakan pendapatnya. Ia bahkan meminta Roma untuk mempertimbangkan Roberto Mancini yang kini sedang menganggur usai dipecat Arab Saudi. Cassano merasa Mancini lebih punya kapasitas untuk menukangi skuad Giallorossi.

PRESIDEN KLUB BANTAH JUAL TORINO KE RED BULL

Masih dari sepakbola Italia, Presiden Torino, Urbano Cairo memberikan respon terhadap isu yang mengatakan kalau Torino telah dijual. Dilansir Football Italia, Cairo membantah rumor tersebut. Dirinya belum ada niatan untuk menjual Torino. Apalagi ke perusahaan minuman berenergi, seperti Red Bull. Perusahaan asal Austria itu memang benar sedang mempertimbangkan untuk investasi di Serie A. Tapi Cairo bisa memastikan kalau klub yang diincar Red Bull bukan Torino. “Dulu Ciuccariello, sekarang Red Bull. Topiknya berubah, tetapi yang tetap sama adalah berita yang dipublikasikan itu sepenuhnya keliru,” kata Cairo. 

VALENCIA MINTA LAGA COPA DEL REY DITUNDA

Sementara dari Spanyol, Valencia telah mengirimkan permintaan khusus kepada Federasi Sepakbola Spanyol untuk menunda pertandingan Copa Del Rey melawan CP Parla Escuela. Dilansir Football Espana, seharusnya pertandingan itu diselenggarakan pada dini hari nanti. Namun, penundaan pertandingan dinilai sebagai tindakan yang paling tepat. Mengingat dampak serius dari Badai Dana yang sedang melanda wilayah Valencia. Kini tinggal menunggu respon dari Federasi Sepakbola Spanyol.

TEBAS SEBUT MADRID TAK PUNYA MENTALITAS

Sikap Real Madrid untuk tidak hadir di acara penghargaan Ballon d’Or telah menimbulkan berbagai respon. Namun, respon yang paling keras justru datang dari pihak La Liga. Dilansir Football Espana, Javier Tebas selaku Presiden La Liga menyayangkan keputusan El Real. “Seharusnya, dalam sepakbola menang kalah adalah sebuah hal yang lumrah. Jika kalah, Madrid bisa menjabat tangan yang menang. Namun, saya pikir Real Madrid sudah lama kehilangan mentalitas itu,” tutur Tebas. Ia juga mengatakan kalau Los Blancos seharusnya tetap menghormati acara dan datang tanpa mempertanyakan sistem France Football yang transparan.

FANS VINI MALAH SERANG AKUN OLIVIA RODRIGO

Selain Javier Tebas, fans fanatik Vinicius pun mulai memberikan opininya. Mereka menganggap Rodri telah merampok Ballon d’Or dari pemain idolanya. Namun, yang lucu adalah cara mereka menyampaikannya. Fans Vini malah koar-koar di akun media sosial yang salah. Dilansir Foot Boom, alih-alih menyerang akun Instagram Rodri, fans Vini justru menyerang akun Instagram penyanyi pop ternama, Olivia Rodrigo. Entah karena tidak memperhatikan atau hanya menganggapnya lelucon, fans Vini menuliskan “Anda tidak pantas mendapatkan Ballon d’Or. Viní lebih pantas mendapatkannya” di postingan Olivia. 

RONALDO GAGAL PENALTI, AL-NASSR TERSINGKIR DARI KING’S CUP

Dari Eropa, kita melipir ke Asia untuk membahas Cristiano Ronaldo yang gagal membawa Al-Nassr melaju lebih jauh di ajang Piala Raja Arab Saudi. Dilansir ESPN, sebetulnya, Ronaldo berpotensi menyamakan kedudukan melalui sepakan penalti di akhir laga. Namun, ia gagal. Bola justru melambung jauh di atas mistar. Alhasil, Al-Nassr tersingkir dari Piala Raja karena kalah 1-0 dari Al-Taawoun.

MARSELINO DEBUT DI OXFORD

Sementara dari sepakbola Tanah Air, bintang muda Indonesia, yakni Marselino Ferdinan akhirnya mencatatkan debut bersama Oxford United. Namun, baru dapat kesempatan di tim U-21. Dilansir CNN Indonesia, Marselino masuk skuad Oxford U-21 yang menghadapi Notts County U-21. Bermain sebagai starter, Marceng membantu Oxford menang dengan skor 3-1 atas tim muda Notts County. 

SAYAP GACOR, MILIANO JONATHAN OTW GABUNG INDONESIA

Sementara dari tim nasional Indonesia, kabarnya PSSI akan kembali mendatangkan pemain keturunan baru. Nama yang diisukan bakal segera bergabung adalah bintang Vitesse Arnhem, Miliano Jonathan. Dilansir Kumparan, Jonathan mengaku sudah mendapat panggilan dari PSSI. Ia bahkan sedang mendiskusikan tawaran itu dengan keluarganya. Bagi Jonathans, kans membela Timnas Indonesia merupakan kesempatan yang menarik. Ia menganggap Indonesia memiliki atmosfer sepakbola yang sangat luar biasa. “Luar bisa PSSI tertarik pada saya. Saya pikir saya akan membuat pilihan di akhir musim ini,” tutur Jonathans.

RESPONS AFC SOAL KEJANGGALAN INDONESIA VS AUSTRALIA

Masih dari Timnas Indonesia, kejanggalan yang terjadi di laga Indonesia U-17 vs Australia U-17 kemarin telah menarik perhatian internasional. Tidak sedikit, peserta Kualifikasi Piala Asia U-17 yang lain justru menilai bahwa laga ini ada indikasi pengaturan skor demi lolos ke putaran final. Namun, menurut VIVA, AFC justru membela Timnas Indonesia. Meski banyak sorotan negatif ihwal pertandingan ini, AFC menilai Indonesia dan Australia telah memainkan sepakbola yang baik. Mereka melihat pertandingan ini sebagai laga yang positif. Tidak adanya gol yang tercipta karena pertahanan kedua tim yang kokoh, bukan pengaturan skor.

ARSENAL & CHELSEA SAINGI BARCA DAPATKAN NICO

Bergeser ke London, dua raksasa Ibukota, Arsenal dan Chelsea dikabarkan siap masuk dalam antrian untuk mendapatkan pemain sayap Athletic Bilbao, Nico Williams. Fichajes melaporkan bahwa kedua tim London itu siap bersaing dengan Barcelona dan PSG untuk mendapatkan Nico. Mereka bahkan tak keberatan jika harus menyiapkan uang sebesar 150 juta euro, angka yang diminta Bilbao untuk mengamankan talenta asal Spanyol itu.

LIVERPOOL INCAR GELANDANG BENFICA

Sementara Liverpool justru belum puas dengan komposisi lini tengahnya. Mereka dikabarkan sedang memantau gelandang Benfica, Orkun Kokcu. Dilansir Sport Illustrated, hal itu dikonfirmasi langsung oleh ayah Kokcu. Ayah dari gelandang asal Turki itu mengatakan kalau anaknya akan senang jika bisa kembali bermain di bawah asuhan Arne Slot. Kini, halangan Liverpool cuma satu, yakni harga Kokcu uang dipatok mahal oleh Benfica. Jika The Reds serius, mereka hanya bisa memboyong Kokcu dengan mahar tidak kurang dari 65 juta pound.

TAMPIL GACOR, WOOD BAKAL DIHADIAHI KONTRAK BARU

Masih dari Liga Inggris, Chris Wood yang tampil moncer dalam beberapa pertandingan terakhir akan mendapat hadiah khusus dari Nottingham Forest. Dilansir The Athletic, Forest berencana untuk memberikan kontrak baru pada sang penyerang. Kontrak Wood akan berakhir di tahun 2025. Namun, karena performanya yang terus melesat, Forest mulai mempertimbangkan untuk mempertahankannya satu atau dua tahun lagi. Kini, Chris Wood sudah mencetak tujuh gol dari sembilan laga dan kemungkinan akan terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan diri sang pemain.

RAUL TUAI KRITIK DI REAL MADRID CASTILLA

Dari Inggris, kita melipir ke Spanyol untuk membahas pelatih tim muda Real Madrid, Raul Gonzalez. Dilansir Tribal Football, Raul mulai mendapat teguran dan kritikan dari banyak pihak seiring menurunnya performa Real Madrid Castilla. Mereka belum meraih kemenangan dalam satu bulan terakhir. Serangkaian hasil buruk pun membawa Castilla berada di zona degradasi Divisi Tiga sepakbola Spanyol. Kini, manajemen Madrid pun sedang mempertimbangkan untuk memecat Raul.

CARVAJAL DINILAI LEBIH LAYAK RAIH BALLON D’OR

Masih dari Madrid, meski kebanyakan orang-orang Real Madrid memprediksi Vinicius yang seharusnya meraih Ballon d’Or, beberapa media justru berpikir sebaliknya. Mereka merasa kalau Dani Carvajal lebih layak meraih Ballon d’Or. Bahkan lebih layak dari Rodri. Dilansir Foot Boom, secara prestasi dan trofi, Dani Carvajal lebih lengkap. Dirinya membantu Madrid menjuarai La Liga dan Liga Champions musim lalu. Selain itu, dirinya juga jadi bagian penting Timnas Spanyol yang menjuarai Piala Eropa 2024. Calvin Verdonk cabang Spanyol itu hanya kalah dalam urusan performa individu, dalam hal ini gol dan assist.

LOTITO SINDIR ROMA

Dari Ibukota Spanyol, kita terbang ke Ibukota Italia, Roma. Disitu ada Presiden Lazio, Claudio Lotito yang melemparkan psywar kepada rival abadinya, AS Roma. Dikutip Foot Italia, Lotito membandingkan keberhasilan Lazio dengan Roma. Dengan bangga, Lotito menyebut Lazio akan selalu lebih baik dari Roma. “Sejak saya menjadi presiden, Roma selalu finis di bawah Lazio, kecuali tahun lalu. Dalam hal trofi yang dimenangkan, angka-angka berbicara sendiri. Saingan saya bukan dengan Roma,” tutur Lotito. 

DIKRITIK, JURIC DIBELA LEGENDA ROMA

Sementara itu, dari kubu AS Roma, Ivan Juric mendapat kritikan pedas usai timnya dilumat Fiorentina 5-1. Bahkan beberapa petinggi Roma mulai geram dengan gaya bermain Juric. Namun, pihak klub mengkonfirmasi kalau pertandingan berikutnya melawan Torino akan tetap dipimpin oleh Juric. Dilansir Football Italia, situasi yang dialami Juric memancing legenda Roma, Giuseppe Giannini untuk berkomentar. Menurutnya, melatih Roma tidak semudah itu. Jadi wajar jika Juric membutuhkan waktu lebih untuk beradaptasi. “Saat ini, semua terasa sulit di tubuh Roma. Bahkan sekelas Guardiola akan kesulitan jika melatih Roma yang sekarang.” tutur Giannini.

ELIANO PERPANJANG KONTRAK DI ZWOLLE?

Dari sepakbola Italia, kita menyebrang ke Belanda untuk membahas pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders. Mengutip salah satu media Belanda, AD.nl, Eliano dikabarkan belum ada niatan untuk pindah dari PEC Zwolle. Dirinya bahkan diisukan akan segera meneken kontrak baru dengan klub Eredivisie itu. Pembicaraan antara klub dan Eliano pada prinsipnya menghasilkan kesepakatan untuk perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun, hingga pertengahan 2027. Kesepakatan sudah berada di tahap akhir dan akan ditandatangani pekan ini.

STY BERNIAT CURI 4 POIN SAAT LAWAN JEPANG & ARAB

Masih seputar Timnas Indonesia, selain diminta harus finis di urutan empat besar, PSSI meminta Shin Tae-yong untuk menuai hasil positif di dua laga melawan Jepang dan Arab Saudi pertengahan November nanti. Dilansir Bolanas, PSSI menargetkan bisa meraih empat poin dari Jepang dan Arab Saudi. Satu poin saat menjamu Jepang, dan wajib tiga poin kala menghadapi Arab Saudi. Menurut PSSI, itu adalah target realistis yang harus dicapai Indonesia. 

Sengeri Itu Herve Renard!? Pelatih Baru Arab Biasa Ngalahin Tim Besar, Indonesia Harus Waspada

0

Waduh, perjalanan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 akan semakin pelik. Arab Saudi dan Australia yang ditahan imbang mulai berbenah. Australia dengan pelatih barunya, Tony Popovic menuju arah positif. Mengalahkan China dan menahan seri Jepang.

Di tempat lain Arab Saudi menyingkirkan Mancini. Pelatih rewel dan problematik itu digantikan Herve Renard. Renard, pelatih yang juga pernah menukangi Arab Saudi. Dari segi nama tak sementereng Mancini.

Tapi lain perkara jika bicara menukangi tim kecil. Selama melatih tim-tim kecil, Renard terbiasa mengalahkan tim besar. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

Pantai Gading 2012

Ajang AFCON 2012 menjadi salah satu episode terbaik Timnas Zambia. Zambia yang tidak difavoritkan membawa pulang trofinya, justru dengan mengalahkan tim favorit, Pantai Gading. Tim berjuluk Chipolopolo ini hakikatnya adalah tim lemah di Afrika.

Lolos Piala Dunia belum pernah. Mencapai final Piala Afrika jarang. Terakhir kali Zambia ke final Piala Afrika terjadi di tahun 1994. Setahun setelah 18 anggota tim Zambia dinyatakan tewas saat berangkat ke Gabon.

Kemenangan Zambia di AFCON 2012 tiada lain berkat sentuhan Herve Renard. Renard sendiri pernah memimpin Zambia pada tahun 2008. Ia membawa tim itu ke perempat final AFCON 2010, perempat final Piala Afrika pertama bagi Zambia. Namun, Renard mundur dan baru ditunjuk lagi pada tahun 2011.

Tidak ada pemain ternama dalam kendali Renard. Sebaliknya, Zambia menghadapi Pantai Gading yang diperkuat Boubacar Barry, Kolo Toure, Didier Zokora, Gervinho, Salomon Kalou, hingga Didier Drogba. Meski begitu pertahanan solid Zambia memastikan Drogba dan kolega frustrasi.

Di sisi lain, Zambia bisa mengancam lewat eksekusi bola-bola mati. Namun, hasil 0-0 hingga babak tambahan waktu memaksa laga berlanjut ke adu penalti. Ide gila Renard pun muncul. Ia meminta kiper Kennedy Mweene jadi salah satu algojo.

Dan… sang kiper menuntaskan tugasnya. Di adu penalti, hanya satu pemain Zambia yang gagal. Sementara eksekusi Kolo Toure ditepis dan tendangan Gervinho terbuang percuma.

Senegal 2012

Kemenangan Zambia di AFCON 2012 terasa sejak laga pertama. Anak asuh Herve Renard sudah lebih dulu mengalahkan Senegal di pertandingan pembuka. Ya, Senegal. Tim yang menjadi salah satu kekuatan Afrika.

Senegal menurunkan kekuatan penuh. Pelatih Amara Traore memasang sang bomber, Demba Ba di lini depan. Bermaksud untuk menghajar duluan. Tapi yang terjadi di atas lapangan justru sebaliknya. Membawa semangat yang bahan bakarnya tragedi ‘93, Renard yang gila meminta pemainnya memukul Senegal duluan.

Rencana itu tercapai. Hanya dalam waktu 20 menit, dua gol bersarang ke gawang Senegal. Masing-masing dicetak Emmanuel Mayuka dan Rainford Kalaba. Usai turun minum, Senegal giliran mendominasi. Pasukan Renard terhimpit.

Berkali-kali Senegal mengancam, termasuk dari Demba Ba. Namun, gol yang bersarang ke gawang Zambia hanya satu, berasal dari Dame N’Doye. Kemenangan Zambia pun tak bisa diganggu gugat.

Slovakia 2018

Setelah jaya di Zambia, Herve Renard diburu tim-tim besar. Tapi ia malah kembali ke negaranya, dan melatih FC Sochaux. Setelah 33 pertandingan, Renard ke luar negeri lagi. Pantai Gading merekrutnya. Usaha Les Elephants merekrut Renard membuahkan satu trofi Piala Afrika.

Seusai mengantarkan Pantai Gading juara Piala Afrika, ia pulang ke negaranya. Melatih Lille namun hanya sebentar, dan ngacir lagi ke Afrika. Pria kelahiran Aix-les-Bains di Prancis timur itu lagi-lagi melatih timnas kecil. Kali ini Timnas Maroko pada 2016.

Lho, Maroko kok tim kecil, min? Kalian perhatikan tahunnya. Awal 2016, Maroko tidak masuk lima besar ranking FIFA zona CAF. Maroko bahkan berada di bawah Cape Verde! Nah, di tangan Renard, Maroko yang berada di posisi 76 FIFA berubah menjadi tim yang dahsyat. Salah satu buktinya ketika bertemu Slovakia.

Beberapa bulan jelang Piala Dunia 2018, Maroko menggelar uji tanding melawan Slovakia. Dominasi dan tekanan lebih dulu dipertahankan Renard. Menghadapi Slovakia yang diperkuat Milan Skriniar, Marek Hamsik, hingga Stanislav Lobotka, Maroko memukau dengan terus menekan. Tapi ini melahirkan lubang di lini belakang mereka.

Lubang itu dimanfaatkan Jan Gregus untuk membawa Slovakia unggul lebih dulu. Tapi selang lima menit, Ayoub El Kaabi sukses menyamakan kedudukan. Setelah itu, Maroko tidak mengendurkan serangan. Hingga Younes Belhanda berhasil menggandakan keunggulan buat Singa Atlas. 

Gol itu mengunci kemenangan Maroko. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Maroko atas Slovakia.

Jamaika 2020

Aktivitas meremukkan tim raksasa berlanjut. Kali ini saat Renard menukangi Arab Saudi pada tahun 2020. Saat itu seluruh dunia dihajar corona. Sepanjang tahun Arab Saudi asuhan Renard tak bermain. Namun ketika manggung lagi di pentas internasional pada November 2020, kemenangan telak diraih atas tim raksasa, Jamaika.

Jamaika saat itu duduk di peringkat tiga FIFA zona Concacaf (48 FIFA), sedangkan Arab Saudi di posisi 67. Di sini sihir Renard kembali bekerja. Arab Saudi menjadi lebih enerjik dan menekan dengan keras. Mereka pun mendominasi lini tengah lewat kolaborasi solid Salem Al-Dawsari dan Mohamed Kanno.

Sejak menit awal, sepertiga pertahanan Jamaika terintimidasi Arab Saudi. Alhasil, baru 10 menit berjalan, Salem Al-Dawsari menjebol gawang Jamaika. Berturut-turut dua gol berikutnya tercipta. Di paruh babak, Saleh Al-Shehri menggandakan keunggulan Saudi. Baru di babak kedua, tambahan satu gol dari Firas Al-Buraikan mengunci kemenangan Saudi 3-0 atas Jamaika.

Jepang 2021

Setahun berikutnya giliran raksasa Asia yang jadi korban keganasan taktik Herve Renard. Di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Jepang yang dilatih Hajime Moriyasu mengincar kemenangan di Jeddah, Arab Saudi, agar nafasnya di Kualifikasi Piala Dunia tak megap-megap. Maklum, Jepang sudah kalah dari Oman.

Celakanya, Arab Saudi yang akan dihadapi adalah Arab Saudi versi Herve Renard. Green Falcons sukses menguasai bola, menjajah pertahanan Jepang, dan beberapa kali membuat Shuichi Gonda menggigil. Saudi sanggup merusak ritme permainan Jepang. Hal itu dikatakan sendiri oleh Hajime Moriyasu.

Irama permainan yang koyak dimanfaatkan Arab Saudi untuk mencuri gol. Di tengah para pemain Jepang yang juga kelelahan, pada menit 71, Firas Al-Buraikan memaksa Gonda memungut bola dari gawangnya sendiri. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang.

Argentina 2022

Yang terakhir sekaligus yang paling gila, ketika Renard membawa Arab Saudi mengalahkan Argentina. Ya, sekali lagi, Argentina. Itu terjadi di laga pembuka Grup C Piala Dunia 2022. Menariknya lagi, itu adalah kemenangan comeback. Green Falcons tertinggal lebih dulu lewat P Lionel Messi menit ke-10.

Nah, ide sinting Renard baru benar-benar dikeluarkan di babak kedua. Arab Saudi meninggikan garis pertahanan. Tak peduli kalau Argentina akan menyerang balik via celah di lini belakang Arab Saudi. Pokoknya menekan, menekan, dan menekan.

Pada 15 menit awal paruh kedua, para pemain Arab Saudi membanjiri wilayah Argentina. Pemenang Copa America itu akhirnya tersentak setelah gawang Emi Martinez jebol oleh sepakan Saleh Al-Shehri. Hanya butuh lima menit, ya, lima menit, Arab Saudi lalu melipatgandakan gol lewat Salem Al-Dawsari.

Pasukan Renard akhirnya bisa mempertahankan keunggulan, sekaligus menyenangkan rakyat Saudi dengan hari libur tambahan. Kemenangan ini inspirasinya datang di jeda babak pertama. “Kami memiliki pelatih yang gila,” kata Abdulelah Al-Malki.

Gelandang Arab Saudi itu mengaku, saat jeda, Renard memotivasi tim dengan mengatakan bahwa apa pun situasinya, mereka harus mengalahkan Argentina. “Motivasi itu seolah membuat kami ingin makan rumput,” kata Al-Malki yang tak percaya timnya sanggup mengalahkan Argentina.

Begitulah Herve Renard. Di balik perawakannya yang tenang namun temperamental, tersimpan sosok kuat dan kharismatik. Hal itu membawa orang lain bersamanya yakin, bahwa tim akan tampil lebih baik. Timnas Indonesia mesti waspada akan kekuatan Arab Saudi di bawah Herve Renard. Slovakia dan Argentina saja dikalahkan, apalagi, ehm, cuma Indonesia.

https://youtu.be/orjkANdrM7s

Sumber: BBC, AlJazeera, Kingfut, Kyodonews, TheGuardian, TheAthletic, ArabNews

Kesombongan Ten Hag Berakhir Tragis, Omongan Ronaldo Terbukti!

0

“Era Comes to an End”, yang berarti, sebuah era pasti akan berakhir. Begitulah sabda Ten Hag di awal ia menukangi MU. Bak api yang berkobar-kobar, meneer Belanda tersebut pede bisa mengakhiri era kejayaan Pep Guardiola di City dan Jurgen Klopp di Liverpool. 

Namun pada akhirnya, perkataan Ten Hag tersebut justru balik menerpanya. Era yang berakhir, ternyata era dia memimpin Red Devils. Ya, perjalanan Ten Hag yang berliku sebagai pelatih MU akhirnya berakhir juga. Hal itu seakan membuktikan perkataan CR7 dulu tentang Ten Hag. 

Kesombongan Ten Hag

Sebagai penantang baru di Liga Inggris, Ten Hag dianggap wajar ketika berusaha menanamkan rasa optimisme pada publik Old Trafford maupun pasukanya. Ketika ditanya seorang reporter mengenai pesaing beratnya yakni Pep di City, maupun Klopp di Liverpool. pria belanda berusia 54 tahun itu dengan lantang mengatakan bahwa ia ingin segera mengakhiri dominasi mereka di Liga Inggris. 

Sontak respons dari publik pun beragam. Ada yang mengatakan ia adalah pelatih yang berani, dan cocok untuk melakukan perubahan di MU, namun ada juga yang mengatakan bahwa ia terlalu kepedean, bahkan cenderung sombong.

Ten Hag vs CR7

Mendengar respons publik yang beragam, Ten Hag tak peduli. Ia tetap fokus pada prinsipnya, yakni membangun tim menurut apa yang ia yakini. Pria Belanda itu percaya bahwa metode dan pendekatan baru dalam melatih, akan berimbas di MU. Termasuk dari segi kedisiplinan. 

Celakanya, ada beberapa pemain yang tidak begitu suka dengan pendekatan Ten Hag tersebut. Misalnya saja CR7, ia termasuk pemain bintang yang terganggu dengan perubahan pendekatan yang dilakukan Ten Hag. Hal itulah yang mengakibatkan hubungan keduanya menjadi toxic. Terlebih ketika Ten Hag tak pandang bulu mencoret CR7 dari skuad karena dianggap indisipliner. 

Kekesalan CR7 pada Ten Hag akhirnya memuncak saat ia diwawancarai oleh Piers Morgan. Meski masih berstatus sebagai pemain MU, CR7 berani menyatakan secara terbuka bahwa ia merasa telah dikhianati oleh MU karena ulah dari Erik ten Hag. 

Setelah CR7 benar-benar hengkang dari Old Trafford, rasa gedeknya terhadap Ten Hag pun masih terpendam. Ia lalu kembali mengeluarkan kritikannya pada Ten Hag ketika berbicara di acara Podcast Rio Ferdinand Presents pada awal musim ini.

Menurut CR7, Ten Hag bukanlah orang yang tepat menangani klub sebesar MU. Mentalitas pemenang Ten Hag patut dipertanyakan. CR7 juga meminta manajemen MU agar segera merombak tim termasuk pelatih, agar bisa cepat meraih gelar lagi.

Perkataan CR7 Masuk Akal?

Beberapa kritik CR7 terhadap Ten Hag tersebut ternyata ada benarnya juga. Meski telah mempersembahkan dua trofi selama dua musim beruntun, secara data, Ten Hag ternyata terbukti bukan pelatih yang tepat bagi MU, pasca era Sir Alex Ferguson. 

Misal dari segi persentase kemenangan. Ia hanya mencatatkan 54,69% dari 128 laga yang dijalani dari periode 23 Mei 2022 hingga 28 Oktober 2024. Persentase kemenangan Ten Hag itu masih kalah jauh dari Jose Mourinho ketika di MU, yang mengemas 58,33% dalam 144 laga. 

Secara trofi, Ten Hag juga tak bisa menyaingi Mou. The Special One sudah mampu memberikan tiga trofi bagi setan merah, yaitu Liga Eropa, Piala Liga Inggris, dan Community Shield.

Selain itu, dilansir dari website Premier League, dari 23 Mei 2022 hingga 28 Oktober 2024, rata-rata poin yang diperoleh Ten Hag di MU hanya 1,72 per pertandingan. Hanya sedikit di atas MU era David Moyes, yang memperoleh 1,68 poin per pertandingan.

Boros, Dan Finish Terburuk

Tak hanya data mengenai kemenangan maupun poin per pertandingan saja. Dilihat dari segi pengeluaran, MU era Ten Hag ini adalah yang paling boros di antara pelatih MU lainnya pasca Sir Alex Ferguson.

Merujuk data Transfermarkt, selama di MU Ten Hag telah menghabiskan total 645,8 juta pounds atau sekitar Rp13,2 triliun. Pengeluaran yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan Mourinho (466,1 juta pounds/Rp9,52 triliun) dan Ole Gunnar Solskjaer (450,8 juta pounds/Rp9,21 triliun).

Namun apa hasilnya? Dari pengeluaran yang superbesar itu, Ten Hag justru mencoreng sejarah klub. Ten Hag sempat membawa MU duduk di peringkat terburuk di era Premier League, yaitu di posisi kedelapan pada musim 2023/24. 

Reaksi Pemilik

Namun dari beberapa rentetan dosa Ten Hag tersebut, ia masih saja selamat dari pemecatan. Meski sempat dalam tekanan di akhir musim lalu, ia dipertahankan pemilik setelah adanya pertemuan rahasia dirinya dengan Sir Jim Ratcliffe di Monaco.

Namun tampaknya pemilik khilaf saat itu. Pasalnya, MU kembali menggelontorkan banyak uang untuk Ten Hag di musim 2024/25, tapi hasilnya masih saja nihil. Alhasil, kesabaran pemilik pun sudah sampai ubun-ubun. Terjadilah pertemuan darurat yang melibatkan seluruh petinggi MU di London pada Selasa 8 Oktober 2024. Pertemuan tersebut salah satu agenda terbesarnya adalah membahas masa depan Ten Hag.

Meski pertemuan tersebut tak menghasilkan keputusan yang pasti tentang Ten Hag, namun dari gerak-geriknya, pemilik sudah mulai ancang-ancang untuk memberhentikan Ten Hag. Tanda-tanda itu terlihat dari adanya pembicaraan petinggi MU dengan beberapa pelatih seperti Xavi, Edin Terzic, Thomas Frank, maupun Ruben Amorim.

Kronologi Pemecatan

Banyak publik yang menerka-nerka bahwa sepertinya proses pemberhentian Ten Hag hanya tinggal menunggu momen yang tepat. Benar saja, momen tersebut pun hadir ketika Red Devils menyerah di markas West Ham 2-1. 

Jurnalis Daily Mail, Mike Keegan, lewat cuitannya di X menyebutkan bahwa usai laga melawan West Ham, di pagi harinya, Senin 28 Oktober 2024, manajemen MU memanggil Ten Hag di Carrington. Alih-alih disuruh untuk mempersiapan latihan, Ten Hag malah diajak ngobrol dengan manajemen MU yang diwakili oleh CEO Omar Berrada dan Direktur Teknik, Dan Ashworth.

Keegan sempat menggambarkan, bahwa pertemuan tersebut berlangsung dengan damai dan saling menghormati satu sama lain. Ya, di situasi itulah Erik Ten Hag resmi diberhentikan sebagai pelatih MU.

Respon Pemecatan Ten Hag

Mendengar kabar sensasional tersebut, sontak seantero dunia heboh. David De Gea yang juga jadi korban Ten Hag, ikut memberikan respons. Ia mengunggah postingan sindiran berbentuk emoji tangan dengan gestur ala Italia. Simbol tangan tersebut kalau di Italia dapat diartikan sebagai bentuk ketidakpercayaan atau kekesalan.

Piers Morgan juga tak ketinggalan memberikan komentar. Jurnalis Daily Mail itu mengunggah foto dirinya bersama CR7, dengan isi yang cukup menohok. Isinya adalah mengingatkan kembali publik akan pernyataan CR7 perihal Ten Hag pada dua tahun silam.

Menurut Morgan, setiap kata yang diucapkan CR7 padanya terbukti benar. Ten Hag saat itu dianggap CR7 sebagai pelatih yang tidak mampu menangani talenta kelas dunia, serta mengelola klub sebesar MU.

Sebagai fans MU, perasaannya kini pasti bermacam-macam. Ada yang menyesal, pun ada pula yang puas. Hayoo..football lovers termasuk yang mana nih? Puas atau menyesal?

https://youtu.be/DZYdbW2ohKI

Sumber Referensi : newssky, espn, talksport, mirror, bbc, premierleague, mirror

Pemain Melempem yang Disulap Hansi Flick di Barcelona

Bak mawar yang sedang merekah, performa pemain Barcelona kini jadi lebih harum setelah kedatangan Hansi Flick. Di bawah tangan dingin Flick, performa beberapa pemain Barcelona ini ternyata berkembang lebih pesat. Beberapa pemain tersebut juga sudah blak-blakan mengakui tangan dingin Flick. Mau tau siapa saja pemain tersebut? Mari kita bahas satu per satu.

Eits, tapi sebelumnya kalian baiknya subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya dulu agar tak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven.

Inigo Martinez

Inigo Martinez, bek yang dibeli dari Athletic Bilbao di era Xavi ini ketiban untung di saat bek tengah Barcelona mengalami krisis di era Hansi Flick. Bek tengah yang sering dipakai Xavi musim lalu seperti Araujo maupun Christensen, mengalami cedera dan absen cukup lama. Akibatnya, bek 33 tahun itu sejak jornada pertama La Liga, sudah dipercaya sebagai starter oleh Flick, alih-alih memainkan bek tengah lainnya seperti Eric Garcia. 

Kepercayaan yang diberikan oleh Flick tersebut tak disia-siakan Inigo. Perannya sebagai sosok senior yang punya pengalaman dan ketenangan, mampu melengkapi sosok Cubarsi yang terbilang masih muda.

Dilansir dari tribuna, Inigo mengakui sendiri bahwa di bawah kendali Flick, dirinya menemukan momen kebangkitan dalam kariernya. Bukti perkembangan pesat Inigo di bawah gemblengan Flick adalah, ketika ia diperankan lebih terlibat membantu penyerangan. Sebagai catatan, dari 13 laga ia sudah mencatatkan 1 gol dan 2 assist. Berbeda dengan musim lalu, yang nihil gol dan assist.

Pau Cubarsi

Partner duet Inigo Martinez, Pau Cubarsi juga semakin matang di bawah kendali Flick. Cubarsi sempat mengatakan di awal musim, bahwa ia lebih terkesan dengan cara pelatih barunya yang bisa mengubah dirinya jadi lebih dewasa. 

Menurut Cubarsi, Flick adalah pelatih yang sangat dekat. Flick selalu berusaha membantunya baik di dalam maupun luar lapangan. Pelatih Jerman tersebut juga mau dimintai tolong jika ia butuh sesuatu. Hal itulah yang membuatnya lebih nyaman musim ini.

Dari segi peran di lapangan, hampir sama seperti Inigo Martinez. Cubarsi juga diberi keleluasaan untuk terlibat membangun serangan. Hal itu dibuktikan dari catatan fbref yang menunjukan bahwa Cubarsi menonjol dalam segi umpan sukses (91%), hingga peluang assist-nya (83%), daripada aspek tekel atau intersep.

Inaki Pena

Mirip kasusnya dengan Inigo Martinez. Kiper Barcelona, Inaki Pena juga ketiban durian runtuh setelah Ter Stegen mengalami cedera parah dan harus absen lama. Apa boleh buat, hanya ia yang tersedia untuk menggantikannya. 

Namun di awal musim ketika Barcelona gampang kebobolan, kemampuan Pena sempat tak lagi dipercaya oleh pihak manajemen barcelona. Sampai-sampai nih, pihak manajemen Barca rela mengangkut kiper yang sudah pensiun, Wojciech Szczesny. Padahal menurut Flick, ia masih percaya terhadap apa yang dilakukan oleh Pena. Pena dianggap masih cocok menjadi kiper utama Barca.

Benar saja, sejak kedatangan Szczesny, Pena nyatanya tetap dimainkan oleh Flick. Kepercayaan Flick tersebut dibayar lunas oleh Pena. Penampilannya saat bertemu Munchen dan Real Madrid, membuat posisinya sebagai kiper utama Barca makin tak tergoyahkan. 

Secara catatan kebobolannya saja makin bagus lho. Dari 6 laga La Liga, ia sudah catatkan 4 kali clean sheet. Beda jauh dari musim lalu, yang mana dari 10 laga hanya catatkan 2 clean sheet saja.

Marc Casado

Nama Marc Casado, mungkin kurang familiar di telinga musim lalu. Maklum, di bawah Xavi ia tidak dipercaya dan dilempar ke tim Barca Atletic. Namun di musim ini, Casado diminta oleh Hansi Flick untuk berada di tim utama. 

Sudah sejak pra musim, Flick menyukai gaya mainnya sebagai double pivot. Di bawah Flick, Casado berkembang dari segi kemampuannya membaca permainan, serta segi fisiknya yang tak kenal lelah. Ia bisa disebut sebagai gelandang penyaring serangan dari Barca saat ini.

Selain itu, pengaruh Flick pada Casado juga terlihat dari caranya memimpin lini tengah. Ia menjadi lebih vokal di lapangan. Casado dilatih secara khusus oleh Flick untuk mengemban tanggung jawab kepemimpinan lini tengah. Mungkin, Casado ini mau dibuat seperti Kimmich di Munchen. 

Selain aspek bertahannya, jangan lupa ia juga punya keahlian dari segi umpan terukurnya. Umpan kuncinya di El Clasico yang berbuah gol bagi Lewandowski adalah salah satu contohnya. 

Pedri

Rekan Casado di posisi double pivot, adalah Pedri. Peran menjadi double pivot sebenarnya jauh berbeda dari yang diemban Pedri di musim-musim sebelumnya. Dengan peran barunya itu, Pedri terlihat lebih berkembang secara gaya main. 

Sistem taktik Flick dengan menggunakan double pivot membuat Pedri makin bebas mengekspresikan pergerakannya. Tak hanya mengandalkan umpan akurat, namun ia juga mulai mahir mengganggu dan menekan lawan untuk menggagalkan serangan lawan.

Selain itu, aspek lain dari perkembangan Pedri di bawah asuhan Flick adalah segi fisiknya. Pedri merasakan sendiri ia lebih bugar di zaman Flick. Ia tak lagi dianggap “barang pecah belah” yang mudah sekali alami cedera. Menurutnya, metode latihan fisik di zaman Flick yang membuatnya bisa seperti ini. 

Alejandro Balde

Balde adalah pemain yang sama nasibnya seperti Pedri yang hanya keluar masuk meja perawatan musim lalu. Dengan cederanya tersebut, bek kiri ini gagal menampilkan penampilan terbaiknya. Namun di musim ini, setelah kedatangan Flick, ia terlihat lebih bugar secara fisik. Sama seperti Pedri, ia terbantu sekali merawat kondisi fisiknya dengan metode latihan Hansi Flick. 

Selain itu dari segi permainan, ia terlihat ingin difungsikan Flick mirip Alphonso Davies di Munchen. Meski sedikit berbeda dengan Davies secara skill, namun dari segi kemampuan duel 1 lawan 1, umpan-umpan cut-back, serta transisi dalam menyerang dan bertahan, Balde terlihat 11-12 dengan Davies ketika digembleng Hansi Flick.

Pablo Torre

Pablo Torre adalah jebolan La Masia yang musim lalu hanya dipinjamkan ke Girona oleh Xavi. Namun, setelah kedatangan Flick, Pablo Torre justru dilarang pergi ke klub lain.

Sejak dipercaya oleh Flick, ia mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Meski hanya tampil dari bangku cadangan, Pablo Torre sudah langsung memberikan pengaruh besar bagi tim. Tercatat, dari 5 laga yang sudah dilakoni dari bangku cadangan, ia sudah mencetak 3 gol dan 1 assist. Ngeri nggak? 

Peran Torre berbeda dengan Pedri dan Casado. Di sistem Flick, ia lebih diposisikan sebagai gelandang yang fokus menyerang. Mirip seperti tugas yang biasa diemban Fermin Lopez atau Olmo, yang sering berada di belakang striker. 

Raphinha

Pemain berikutnya yang tak menyangka akan segacor musim ini adalah Raphinha. Pemain asal Brazil ini adalah seorang sayap cepat yang skilfull sejak di Leeds maupun di Barca arahan Xavi. Ia terkenal sebagai sayap eksplosif yang menyusur sisi flank, baik untuk melakukan penetrasi ataupun umpan.

Namun di bawah Flick, peran Raphinha diubah. Raphinha lebih cair dalam bermain di berbagai posisi penyerangan, tidak hanya di sisi sayap. Ia dibebaskan bertukar posisi dengan Yamal maupun Lewandowski. 

Bahkan terkadang, ia juga sering bermain dari lini tengah. Kebebasan itulah yang membuatnya nyaman dan ternyata lebih produktif. Tak hanya assist, tapi golnya juga. Kematangan Raphinha terlihat. Ia sudah mencetak 6 gol dan 8 assist dari 11 laga La Liga. 

Selain aspek menyerangnya yang lebih komplit musim ini, aspek bertahannya juga meningkat signifikan. Ia mau bergerak mundur untuk membantu tim dalam melakukan transisi. Raphinha juga menjadi lebih disiplin, seperti tahu kapan harus mengambil risiko, dan kapan harus tenang. Flick sungguh-sungguh mengubah Raphinha jadi mesin baru. Padahal dulu, pemain yang bernama lengkap Raphael Dias Belloli ini nyaris diuangkan oleh Barcelona.

Sumber Referensi : tribuna, barcauniversal, transfermarkt, barcauniversal, voi, transfermark, fbref