Beranda blog Halaman 96

MU Wajib Singkirkan Pemain Ini, Datangkan Ruben Amorim Saja Tidak Cukup

0

Sedih dengar kabar pemecatan Erik ten Hag dari Manchester United. Kita jadi kehilangan satu bagian terlucu di alam semesta. Namun, bagi fans MU berita ini dinanti-nantikan. Memecat Ten Hag dan menggantinya dengan pelatih baru, menerbitkan harapan lagi. Harapan untuk jaya lagi, impian buat tsunami trofi. Soal nanti sama saja, bisa diurus belakangan.

Namun MU kalau mau berbenah nggak usah nanggung napa. Kemarin INEOS jadi pemilik, seluruh jajaran manajemen dirombak. Seharusnya perombakan juga tidak berhenti pada memecat Ten Hag dan menggantinya dengan Ruben Amorim. Tapi juga menyingkirkan pemain yang tak perlu.

Di skuad MU sekarang, beberapa pemain mesti disingkirkan. Entah dipecat, diakhiri kontraknya, atau dilelang ke klub lain. Kalau tidak, para pemain ini malah bisa jadi batu sandungan buat Amorim. Siapa saja mereka?

Christian Eriksen

Kedatangan Christian Eriksen ke Manchester United terbilang heroik. Sang pemain mengisi kekosongan lini tengah, dan terbukti bisa menjawab kebutuhan itu. Eriksen bermain di 31 dari 32 pertandingan pertama MU di era Ten Hag. Umpan-umpannya yang licin melahirkan keyakinan bahwa MU akan jadi penantang gelar.

Ya, ya, MU emang penantang gelar. Tapi gelar Piala Permen.

Sekarang… ya ampun, Eriksen sudah tua. Usianya 32 tahun, jauh meninggalkan masa puncaknya. Eriksen tak lagi lincah, umpan-umpannya tak lagi licin. Sebaliknya, Eriksen malah jadi beban dan mulai bermasalah pada kebugaran.

Januari lalu, cedera pergelangan kaki yang serius menerpanya. Itu jelas menandai betapa kakinya kian renta. Sekaligus sinyal bahwa sudah saatnya menyingkiran Eriksen. Kontraknya berakhir tahun 2025. Jika MU malah memperpanjang kontraknya, lawak sih.

Casemiro

Nama lainnya adalah Casemiro. Yes, kamu benar, pemain yang memiliki lima medali Liga Champions di rumahnya. Ha tapi itu dulu, pas di Real Madrid. Jangan samakan Real Madrid dan Manchester United. Meski sama-sama berakhir huruf “d”, jelas beda.

Bukan hanya klubnya, tapi penampilan Casemironya juga. Saat masih berseragam Real Madrid, Casemiro berada di titik terbaiknya. Ibarat bunga, Casemiro bunga yang mekar. Semerbak harumnya masih tercium. Sementara di MU, lain ceritanya.

Betul bahwa di awal-awal kedatangannya, Casemiro memukau. Tekel, intersep, dan kemampuan reading the game-nya patut diacungi 14 jempol. Tapi serupa bunga yang harumnya berkurang dan kelopaknya mulai kusut, begitulah Mas Case di MU.

Casemiro sering terlihat seperti pemain yang lemah, kalah dalam sebagian duel, salah menempatkan umpan sederhana, dan kesulitan mengikuti tempo permainan cepat.

Kemarin, ketika United menahan imbang Chelsea, Casemiro memang menyuguhkan atraksi heroik: memarahi Garnacho yang kehilangan bola. Tapi caranya menghentikan laju Pedro Neto juga busuk sekali.

Mungkin benar kata pendukung, Casemiro sebaiknya pensiun saja. Usianya juga sudah kepala tiga. Jika tidak, bagaimanapun MU wajib melepas Casemiro. Casemiro udah nggak layak 350 ribu pounds (Rp7,1 miliar) per pekan.

Mason Mount

Halo…. ada yang ingat Mason Mount itu pemain MU? Orang ini dulunya dibeli dengan harga yang tinggi banget: 60 juta poundsterling atau Rp1,2 triliun. Tapi apa kontribusinya selain menambah tagihan rumah sakit? Selama berseragam Setan Merah, doi tiga kali cedera. Terakhir cedera hamstring, tapi sebetulnya bisa bermain pada September 2024.

Namun, Mount malah seperti pemain akademi yang berusaha menembus tim utama. Yassalam, di empat laga terakhir di Liga Inggris saja, dia nggak masuk skuad, lho. Eh, lagian kalau masuk skuad, Mount mengisi posisi mana?

Menggantikan Bruno Fernandes? Yang benar saja! Menduetkannya dengan Bruno? Ih mending nonton duet Aldi Taher dan Dewi Perssik. Setan Merah itu aneh, aneh banget asli. Mount salah satu pemain Chelsea yang tampil buruk selama musim 2022/23, eh malah dibeli mahal sama MU.

Nggak kaget kalau Mount justru menyalurkan penampilan buruknya. Dan untuk mendapatkan hal-hal buruk dari Mount, MU harus membayarnya 250 ribu pounds (Rp5 miliar) per minggu. Edan. Mending jual aja nggak, sih?

Tapi menjual Mount juga rasanya sulit. Kontraknya baru habis tahun 2028. Mount juga tidak memancing minat dari klub lain. Yah… kalau gitu, MU mungkin perlu membuang Mount ke tim muda dan menghapus tiga nol di belakang gajinya.

Luke Shaw

Ada lagi nih pemain sakit-sakitan yang masih dipelihara MU. Namanya Luke Shaw. Kalau lagi bugar, Shaw bisa menjelma jadi bek kiri terbaik di galaksi bima sakti. Ia kuat dalam tekel, sering unggul dalam bergerak maju, dan kerap melahirkan umpan-umpan matang. Oh ya, Shaw juga dianugerahi kemampuan membaca permainan dengan baik.

Tapi apa? Yak, Luke Shaw sering cedera. Selama 10 musim di Old Trafford, Shaw bahkan hanya bermain sekitar 30 pertandingan saja di Liga Inggris. Musim lalu, ia hanya main 12 laga. Musim ini Shaw cuma turun di game Pro Evolution Soccer mode “Exhibition Match”.

Jarang main gini, apakah Shaw tetap digaji? Sialnya pesepakbola tidak seperti karyawan swasta. Shaw masih mendapat gaji 150 ribu pounds per minggu. Ha yo enak banget jadi dia. Cuma leyeh-leyeh dapat Rp3 miliar per pekan. MU harus segera memecatnya sih.

Marcus Rashford

Romantisme Marcus Rashford dan Manchester United harus segera diakhiri. Pada musim 2022/23 Rashford menjadi salah satu pemain spektakuler di MU. Tak kurang dari 30 gol dicetak musim itu. Tapi ya cuma musim itu thok. Musim berikutnya keyakinan pada Rashford runtuh.

Sang pemain berkali-kali mempermalukan dirinya sendiri. Momentum serangan United acap kali gagal ketika Rashford terlibat dalam serangan. Pengambilan keputusannya tak menentu, ditambah kemampuan teknisnya kecil.

Tidak ada perubahan yang lebih baik dari Rashford musim ini. Tengoklah statistiknya di Fotmob. Sebagian besar merah! Ya oke, Rashford pernah menjadi pahlawan bagi Manchester United. Tapi hari-hari semacam itu tidak ada lagi. Yang dilakukan Rashford hari ini hanyalah menahan laju tim.

Jadi mau nggak mau dia mesti dilepas. Ah, sialnya, kontrak Rashford baru akan habis tahun 2028. Kalau mau menyingkirkannya, MU perlu usaha keras mencari klub yang berminat.

Nggak usah muluk-muluk nyari pelanggan di lima liga top Eropa. Mengingat usianya sudah 27 tahun, coba deh tawarin Rashford ke Liga Swedia atau Liga Cyprus. Biar posisinya entar diisi Pedro Goncalves dari Sporting CP.

Victor Lindelof

Saat membeli Lindelof, Jose Mourinho memujinya sebagai pemain yang sangat berbakat. Tapi ya, itu cuma kepongahan Mourinho. Terbukti kan, di MU Lindelof hanya pemain cadangan, selama tiga musim terakhir bahkan. Kehadiran Harry Maguire, Lisandro Martinez, hingga Matthijs de Ligt sampai Jonny Evans kian mematenkan Lindelof di bangku cadangan.

Ketika diturunkan pun, Lindelof nggak bisa memenuhi tanggung jawabnya. Contoh saja di laga melawan Leicester City di Carabao Cup kemarin. MU menang sih, tapi pertahanan yang diisi Lindelof gampang dieksploitasi pasukan The Foxes. Kurangnya kecepatan yang dimiliki Lindelof penyebabnya.

Singkat kata, Lindelof tidak memberi nilai tambah di skuad. Ia hanya nggo ganep-ganep. Malah bisa jadi, kehadiran Lindelof akan membuat United tim medioker saklawase. Kebetulan kontraknya akan berakhir 2025 mendatang. Nilai pasarnya juga menurun. Jadi, MU bisa menjualnya Januari nanti.

Antony Gasing

Sudah nggak perlu dijelaskan banyak-banyak kan? Pembelian Antony mungkin hanya didasari perasaan Erik Ten Hag sesaat. Tapi kok ya bisa-bisanya uang hampir 100 juta euro dikeluarkan buat membeli gasing?!

Mahal bagus okelah, lah ini mahal Antony, duh. Pemain ini kontraknya juga baru akan habis pada tahun 2027 dan karena performanya bapuk saja belum, harganya jadi turun drastis. Haishh… sial betul. 

Bagaimanapun Antony tetap harus pergi. Amorim juga nggak segabut itu buat main gasing. Tapi ya MU kudu rugi besar kalau menjual Antony. Bagi INEOS ini harusnya nggak masalah. Ya, kan?

Sumber: Goal, MadAboutEPL, TeamTalk, EuroSport, FotMob

Kelebihan Ruben Amorim yang Tidak Dimiliki Ten Hag

0

Laga terakhir Ruben Amorim bersama Sporting CP berakhir dengan indah. Selain berhasil mengalahkan Manchester City, manajemen dan fans Sporting menyiapkan pesta perpisahan yang sangat mewah. Dari mulai souvenir, guard of honour, hingga banner raksasa bergambarkan Ruben Amorim pun terbentang di Estadio Jose Alvalade.

Dengan begitu, status Ruben bukan lagi pelatih Sporting, melainkan pelatih Manchester United. Pria asal Portugal itu muncul dan mengalahkan nama-nama pelatih hebat lain seperti Zinedine Zidane, Massimiliano Allegri, hingga Gareth Southgate sebagai opsi pengganti Erik Ten Hag.

Keputusan Setan Merah untuk menggaet Ruben terdengar menarik, mengingat ia belum punya banyak pengalaman di lima liga top Eropa. Lalu, apa yang membuat United yakin bahwa Ruben Amorim adalah pelatih yang lebih baik dari Ten Hag?

Kepribadian dan Background

Ada beberapa faktor yang menunjang keputusan Manchester United dalam penunjukan Ruben Amorim. Yang pertama adalah soal kepribadian dan background sang pelatih. Ruben memiliki kepribadian yang lebih santai dan tidak kaku. Itu akan memangkas jarak antara pelatih dan pemain di sesi latihan.

Berbeda dengan Erik Ten Hag yang lebih kaku. Di sesi latihan, Ten Hag merupakan pribadi yang serius. Jarang berkomunikasi apalagi bercanda dengan para pemainnya. Peran itu lebih sering diambil oleh asistennya, Darren Fletcher dan Ruud Van Nistelrooy, yang mana keduanya adalah mantan pemain Manchester United.

Sebetulnya Starting Eleven Story sudah pernah mengingatkan soal ini saat pertama kali melatih MU. Tapi MU masih aja ngeyel. 

Lalu, background sebagai pesepakbola profesional juga menjadi pertimbangan. Ten Hag juga dulunya pemain, tapi karirnya tidak secemerlang Ruben Amorim. Ten Hag bahkan tak pernah mencatatkan caps bersama Timnas Belanda. Berbeda dengan Ruben yang pernah membela Benfica dan Braga serta mengantongi 14 caps bersama Timnas Portugal. 

Pengalaman Ruben sebagai pesepakbola profesional yang cukup sukses membuatnya lebih mengerti situasi yang dialami pemain di lapangan. Secara batin, dirinya lebih mudah terkoneksi dengan pemain, ketimbang Ten Hag. Apalagi Amorim memainkan sepakbola di generasi yang jauh lebih modern ketimbang Ten Hag. Ibaratnya kalau mau bercanda pun jokes-nya masih relate. Bukan pakai jokes bapak-bapak. 

Bahasa Inggris yang Bagus

Masih seputar kemampuan komunikasi, faktanya Ruben Amorim lebih fasih berbahasa Inggris ketimbang Ten Hag. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada mantan pelatih, tapi cara berbicara Ten Hag jika menggunakan Bahasa Inggris terlihat lucu. Coba saja kalian putar video konferensi pers-nya. Ten Hag selalu terbata-bata dan kesulitan menemukan kosa kata yang pas.

Lain hal dengan Ruben yang lebih lihai dalam menggunakan Bahasa Inggris. Perbendaharaan katanya pun cukup kaya. Dirinya tidak terbata-bata meski Bahasa Inggris bukan bahasa utama di Portugal. Bahasa Inggris yang bagus akan memudahkan Ruben untuk berkomunikasi dengan para petinggi klub, seperti Keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe yang notabene penutur bahasa Inggris.

Tak cuma itu, skill tersebut akan membantu Ruben Amorim saat berusaha menjaga hubungan baik dengan para fans yang hadir di stadion. Alasan bahasa juga yang membuat Zinedine Zidane dicoret dari daftar calon manajer baru Manchester United. Legenda Real Madrid itu memang menguasai banyak bahasa seperti Prancis, Italia, Spanyol, Arab, dan Berber. Tapi tidak dengan Inggris.

Adaptif, Tidak Kolot

Secara taktik, Ruben Amorim dinilai lebih fleksibel dan adaptif ketimbang Ten Hag. Ruben tahu kapan harus bermain menyerang dan kapan harus bermain bertahan. Jika melawan tim yang kualitasnya lebih baik, maka Ruben tak segan untuk bermain pragmatis dan melancarkan serangan secara sporadis.

Sedangkan Erik Ten Hag selalu berusaha membawa gaya mainnya selama di Ajax ke Manchester United. Itu sudah terlihat sejak hari pertama ia menginjakkan kaki di Old Trafford. Sejak itu, dirinya mulai membawa pemain-pemain yang pernah dilatih di Ajax ke MU.

Sebut saja seperti Lisandro Martinez, Antony, Mattijs De Ligt, hingga Noussair Mazraoui. Bahkan Ten Hag dengan lancang menyingkirkan David De Gea demi memberikan ruang untuk Andre Onana. Apakah membuahkan hasil? Ya, setidaknya Ten Hag meraih dua trofi domestik dalam dua musim pertamanya.

Namun, apalah arti trofi jika Manchester United harus bermain buruk dan menelan hasil negatif setiap pekannya. Saat dikritik soal gaya main United yang amburadul, Ten Hag selalu berkelit kalau gaya bermain sebuah tim bersifat subjektif. Tak apa main jelek, yang penting tim sudah berkembang dengan mendapat trofi, begitu kira-kira yang ingin disampaikan Ten Hag.

Padahal sebelumnya, Ole Gunnar Solksjaer pernah berkata kalau perkembangan sebuah tim tidak bisa semata-mata dinilai dari gelar juara saja. Apalagi gelar juara yang diraih hanya sekelas piala domestik. 

Gaji Lebih Murah

Di luar urusan sepakbola, Manchester United memilih Ruben Amorim karena gajinya yang lebih murah. Menurut The Sun, mantan pemain Benfica itu mengantongi 6,5 juta pound per musim. Lebih rendah 250 ribu pound dari Ten Hag. Meski selisihnya tidak banyak, itu tetap sebuah upaya penghematan.

Ya, di tangan INEOS, United dituntut ngirit. INEOS sedang berusaha memangkas biaya-biaya yang dirasa tidak perlu. Bahkan INEOS dengan berani memberhentikan Sir Alex Ferguson sebagai duta global klub. Selain karena penghematan, upaya ini dilakukan agar United bisa membangun stadion baru musim depan.

Bukan Pelatih Boros

Masih soal keuangan klub, Manchester United memandang Ruben Amorim sebagai pelatih yang lebih hemat di bursa transfer. Tidak memaksakan kehendak untuk membeli pemain dengan harga tinggi. Hal itu dibuktikan dengan statistik transfernya selama menangani Sporting CP. Ruben lebih suka memoles pemain-pemain muda berharga murah.

Sebetulnya, sebelum gabung MU, Ten Hag juga sama. Dirinya membangun tim bermodalkan pemain-pemain muda dan murah. Tapi menurut data yang diungkap oleh Give Me Sport, Ten Hag tetap dinilai lebih boros dari Ruben Amorim. 

Dalam kurun waktu yang kurang lebih sama, Ten Hag telah menghabiskan 200 juta euro untuk mendatangkan 29 pemain di Ajax. Sedangkan Ruben Amorim telah menghabiskan 253 juta euro selama menukangi Sporting. Lebih banyak memang, tapi dengan uang segitu Ruben bisa membeli 42 pemain. 

Ten Hag mulai boros saat bergabung dengan Manchester United. Bergabung dengan klub yang memiliki finansial jauh lebih baik, Ten Hag terkesan aji mumpung. Dengan enaknya Ten Hag menguras uang MU untuk mendatangkan pemain-pemain gagal seperti Mason Mount dengan 64 juta euro dan Antony yang nyaris menyentuh 100 juta euro.

Untuk mencegah hal itu terulang lagi, INEOS telah memberi pagar tinggi untuk Ruben. Dirinya hanya akan dilibatkan dalam diskusi soal pembelian pemain baru. Ruben tetap bisa mengusulkan nama pemain, tapi keputusan akan tetap di tangan manajemen tim.

Portugal dan Sporting CP

Faktor terakhir adalah karena Ruben Amorim dari Sporting CP. Sebetulnya tidak ada alasan valid yang menguatkan faktor ini. Tapi menurut data, United memang punya hubungan baik dengan orang-orang Portugal dan Sporting CP itu sendiri. Selain punya hubungan baik dengan Jorge Mendes dan Jose Mourinho, United tak pernah zonk jika berbisnis dengan Sporting.

Dilansir situs Transfermarkt, jika tidak memasukan nama Bebe, tiga dari lima pemain berkewarganegaraan Portugal yang bermain untuk Manchester United dibeli langsung dari Sporting CP. Dan semuanya mendulang kesuksesan. 

Dari Cristiano Ronaldo, Luis Nani, hingga Bruno Fernandes, semuanya pasti mengemban peran penting di skuad Setan Merah. Tak heran jika manajemen sangat yakin untuk mempercayakan masa depan klub kepada pria bernama Rúben Filipe Marques Amorim.

Sumber: Team Talk, ESPN, GMS, Premier League, The Sun

Berita Bola Terbaru 6 November 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil laga lanjutan babak Grup UCL, AS Monaco kembali belum terkalahkan setelah menang tipis 1-0 atas tuan rumah Bologna. Gol satu-satunya Monaco dicetak oleh bek Tilo Kehrer di menit 86. Dengan hasil ini pasukan Adolf Hutter sementara ini berada di peringkat 3 Grup UCL dengan 10 poin.

Kemenangan juga diraih oleh Dortmund setelah mengandaskan Sturm Graz di Signal Iduna Park 1-0. Gol semata wayang pasukan Nuri Sahin dicetak oleh Donyell Malen di menit 85. Berkat hasil positif ini Die Borussen sementara berada di peringkat 4 Grup UCL dengan 9 poin.

Sementara itu di Inggris, Liverpool sukses merusak reuni mantan pemainnya, Xabi Alonso setelah menggasak Leverkusen empat gol tanpa balas. Di laga tersebut pemain sayap asal Kolombia, Luis Diaz menggila dengan mencetak hattrick. Sementara satu gol The Reds lainnya dicetak oleh Cody Gakpo. Dengan poin penuh tersebut, pasukan Arne Slot sementara ini memimpin klasemen sementara Grup UCL dengan 12 poin.

Kemenangan empat gol tanpa balas juga diraih wakil Belanda PSV Eindhoven setelah mengandaskan tamunya, Girona. Masing-masing gol dari pasukan Peter Bosz dicetak oleh Flamingo di menit 16, Tillman di menit 33, Bakayoko di menit 83, dan gol bunuh diri Krejci di menit 88. Kemenangan pertama PSV di UCL tersebut, membuat mereka sementara berada di peringkat 21 Grup UCL dengan 5 poin.

Sementara itu di Prancis, hasil kurang memuaskan diraih Juventus setelah ditahan imbang tuan rumah Lille 1-1. Sempat ketinggalan duluan lewat gol Jonathan David di menit 27, anak asuh Thiago Motta mampu membalasnya di menit 60 lewat gol dari Dusan Vlahovic. Dengan hasil ini, Bianconeri sementara harus berada di peringkat 10 Grup UCL dengan 7 poin.

Hasil positif justru diraih wakil Italia lainnya AC Milan setelah berhasil mengobok-obok Real Madrid di Santiago Bernabeu dengan skor 3-1. Tiga gol Rossoneri dicetak oleh Thiaw di menit 12, Morata di menit 39, dan Tijani Reijnders di menit 73. Sementara El Real, hanya mampu mencetak gol lewat titik putih dari Vinicius. Hasil ini membuat pasukan Paulo Fonseca kini berada di peringkat 18 Grup UCL dengan poin 6, sama dengan poin yang diraih Real madrid yang berada di peringkat 17.

Hasil mengejutkan juga tercipta di Lisbon. Sporting CP asuhan Ruben Amorim sukses mempermalukan pasukan Pep Guardiola dengan skor 4-1. Meski The Citizens cetak gol lebih dulu lewat Phil Foden di menit 4, namun hattrick dari Viktor Gyokeres serta gol dari Maximiliano Araujo, membuat anak asuh Pep terkapar tak berdaya. Berkat kemenangan meyakinkan ini Sporting CP berhasil naik ke peringkat 2 klasemen Grup UCL dengan 10 poin. Sementara itu, City masih tertahan di peringkat 6 dengan 7 poin.

PERMALUKAN PEP, AMORIM DIPUJA PUJA FANS MU

Kemenangan besar Sporting atas Manchester City, disambut meriah oleh para fans MU. Dilansir dari Goal, fans MU bangga dan bahkan mulai memuja-muja pelatih barunya, Ruben Amorim yang sudah terbukti mampu membantai seteru abadinya. Bahkan nih, ada fans Setan Merah yang sampai membandingkan Amorim dengan Sir Alex Ferguson. Yang lebih menarik lagi, saking bangganya ada fans yang menginginkan agar manajemen Red Devils segera membuatkan patung Ruben Amorim di luar Old Trafford.

PENGHORMATAN PADA AMORIM OLEH FANS SPORTING

Sementara itu sebelum laga UCL antara Sporting vs Manchester City dihelat, para fans Sporting memberikan penghormatan pada pelatihnya Ruben Amorim. Dilansir dari The Sun, terlihat para fans Sporting di stadion membentangkan spanduk besar yang menampilkan ilustrasi Amorim dengan tangan terlipat, serta lima trofi yang dimenangkannya sebagai bos Sporting. Spanduk itu bertuliskan “Obrigado” yang berarti “terima kasih”. Penghormatan tersebut dilakukan karena laga tersebut adalah laga terakhir Amorim di kandang Sporting sebelum ia hijrah ke Old Trafford.

KONTROVERSIAL, WASIT LAGA PSV VS GIRONA DIKECAM

Masih kabar dari laga UCL. Dilansir Goal, terjadi kontroversi di laga PSV vs Girona. Wasit Inggris, Michael Oliver dikecam banyak pihak termasuk fans Girona, setelah mengesahkan gol pemain PSV, Ryan Flamingo. Kontroversi tersebut terjadi pada menit ke-16 ketika bek PSV Ryan Flamingo menyundul bola hasil lemparan jauh yang dilakukan Malik Tillman. Banyak fans Girona yang mempertanyakan apakah lemparan ke dalam Tillman itu sah atau tidak. Pasalnya, tampak kaki Tillman telah melewati garis putih lapangan saat ia melempar bola. Meski kontroversial, namun gol tersebut tetap saja disahkan oleh Michael Oliver.

JUDE BELLINGHAM NGAMUK

Sementara itu di laga Real Madrid vs AC Milan, sebuah video heboh muncul yang menampilkan reaksi bintang Real Madrid Jude Bellingham saat ditarik keluar lebih awal oleh Ancelotti. Dilansir dari Sportbible, Bellingham terlihat kesal dan mengamuk saat ditarik keluar di menit 74. Pemain berusia 21 tahun itu menendang botol air setelah keluar lapangan. Ia menunjukkan kekecewaannya atas penampilan buruk timnya. Padahal, dirinya juga tidak bermain baik di laga tersebut. Ia tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Sementara dalam 11 penampilannya di semua kompetisi musim ini, Bellingham juga belum mencetak gol bagi El Real.

REAL MADRID LEBIH MUDAH DARI MONZA

Masih dari laga Real Madrid vs AC Milan. Dilansir Football Italia, pelatih AC Milan, Paulo Fonseca sedikit menunjukan kesombongannya usai membantai Real Madrid. Dalam konferensi pers, ia mengatakan bahwa pasukannya bisa menaklukkan Real Madrid karena mereka menunjukkan keberanian dalam menyerang. Ia juga menyebut bahwa dalam beberapa hal, ternyata bermain di UCL lebih mudah daripada di Serie A. Fonseca bahkan sempat membandingkannya dengan laga saat melawan Monza di Serie A yang menurutnya lebih sulit daripada saat melawan Real Madrid.

ODEGAARD BISA MAIN LAWAN INTER

Kabar berikutnya datang dari Arsenal. Dilansir Goal, jelang laga melawan Inter Milan di UCL, The Gunners mendapat kabar gembira. Kapten Martin Odegaard telah sembuh dari cederannya dan sudah berlatih secara penuh. Sang gelandang asal Norwegia tersebut mengatakan sudah “gatal” untuk melakukan comeback-nya ke lapangan hijau yang sudah lama ia nantikan. Besar kemungkinan Arteta akan memberinya menit bermain saat melawan Nerazzurri pada Rabu malam. Namun Arteta belum mengatakan apakah Odegaard akan jadi starter atau masuk sebagai pemain pengganti.

LAMPARD KE WEST HAM?

Dari kabar Odegaard beralih ke legenda Chelsea, Frank Lampard. Dilansir dari Goal, Frank Lampard telah didukung untuk segera kembali melatih klub Liga Inggris, daripada melatih AS Roma. Pembawa acara talkSPORT Breakfast, Jeff Stelling, mendukung Lampard untuk mengambil alih West Ham jika mereka mendepak Julen Lopetegui. Lampard dianggapnya tahu seluk beluk West Ham, dan punya peluang membangkitkan The Hammers yang sedang terpuruk. Fans juga berharap Lampard segera kembali ke klub awal ia meniti kariernya tersebut.

BARCELONA NEGOSIASI REKRUT GYOKERES

Dari Inggris pindah ke kabar dari Sepakbola Spanyol. Dilansir dari Sportbible, Barcelona dilaporkan menjadi klub pertama yang memulai negosiasi internal dengan bintang Sporting, Viktor Gyokeres. Setelah ditinggal Amorim, penyerang Swedia tersebut dilaporkan segera mencari pelabuhan baru musim depan. Menurut laporan media Portugal A BOLA, Direktur Olahraga Barca, Deco sudah berada di Lisbon untuk melakukan negosiasi dengan agen sang pemain dan pihak manajemen Sporting. Deco menawarkan uang sekitar 40 juta euro plus Vitor Roque demi membujuk Sporting. Deco berharap tawaran itu diterima.

POGBA DAN SPEED EJEK FANS SPURS

Beralih ke kabar lainnya yang datang dari youtuber I Show Speed. Dilansir dari Instagram redsandblackunited, Speed kembali beraksi dengan membuat video streaming dengan mantan pemain MU, Paul Pogba. Selain diajari ngomong bahasa Indonesia seperti “minggir lu miskin”, Pogba dan Speed juga mengejek salah satu fans Tottenham Hotspur. Pogba membalas seorang penggemar Spurs yang mengatakan mereka lebih baik dari United secara klasemen. Pogba membalasnya dengan mengatakan bahwa setidaknya MU meraih trofi Piala FA, ketimbang Spurs. Pogba dan Speed juga menyuruh fans Spurs itu menghubunginya lagi saat Spurs sudah meraih trofi.

FIFA ANCAM KLUB DI PIALA DUNIA ANTARKLUB 2025

Lanjut ke kabar selanjutnya. Dilansir Goal, FIFA resmi telah merilis buku peraturan Piala Dunia Antarklub 2025 dengan berbagai ketentuan, termasuk ketentuan skuad. FIFA telah menguraikan peraturan untuk Piala Dunia Antarklub 2025 yang diantaranya adalah persyaratan agar semua klub wajib menurunkan tim terkuat mereka. FIFA melarang klub hanya membawa skuad lapis kedua yang sempat banyak diisukan sebelumnya. Apabila klub tak menuruti persyaratan tersebut, FIFA sudah menyiapkan sanksi berat.

PSSI BLAK-BLAKAN SEBUT CARI STRIKER BARU TIMNAS

Dari FIFA kini beralih ke kabar dari sepakbola tanah air. Dilansir dari Okezone, ada kabar gembira bagi fans sepakbola tanah air setelah PSSI blak-blakan segera akan menaturalisasi striker untuk Timnas Garuda. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekjen PSSI, Yunus Nusi. Menurutnya, naturalisasi tidak berhenti sampai di Kevin Diks. PSSI segera menaturalisasi striker keturunan setelah Diks. Kini, prosesnya masih berlangsung. Menurut Yunus Nusi nama striker tersebut sudah ada di kantong Erick Thohir. Yunus tak mau menyebutkan secara spesifik nama striker tersebut. Namun yang jelas, media nanti akan tahu siapa striker yang akan salaman dengan Erick Thohir.

SIAPA TEPAT GANTIKAN JENNER?

Beralih ke kabar berikutnya. Dilansir dari CNN Indonesia, dengan absennya Ivar Jenner di melawan Jepang, muncul beberapa pertanyaan siapa yang tepat menggantikannya. Pasalnya, dalam empat laga terakhir Jenner selalu jadi pilihan utama STY. Absennya Jenner, membuat lini tengah tersisa tiga pemain, yakni Haye, Nathan, dan Kambuaya. Kemungkinan terbesar, Nathan akan dipilih sebagai gelandang bertahan menemani Haye. Namun, jika STY tidak memainkan Haye sejak menit awal, Nathan bisa berduet dengan Hubner. Menyatukan Hubner dan Nathan bukan hal baru. Keduanya sudah pernah diduetkan di lini tengah di Piala Asia U-23 2023. Mengingat Jepang punya daya serang yang kuat, Coach Shin bisa jadi memakai duet Nathan dan Hubner agar lebih solid dalam bertahan.

ENZO FERNANDEZ HENGKANG DARI CHELSEA?

Dilansir dari The Sun, gelandang Chelsea, Enzo Fernandez dilaporkan mulai gerah karena terus dibangkucadangkan oleh Enzo Maresca di beberapa laga Liga Inggris musim ini. Terakhir di laga melawan MU, Maresca sempat mengaku lebih memilih duet Lavia dan Caicedo di posisi double pivot karena lebih kuat secara fisik. Enzo dilaporkan tak mau lama-lama berada di Stamford Bridge jika tak diperlukan lagi. Mendengar kondisi Enzo tersebut, dua klub besar yakni Barcelona dan Inter milan, dikabarkan sedang memantau kondisinya untuk bisa merekrut gelandang Argentina tersebut.

PEDRO PORRO SUMBANGKAN GAJINYA UNTUK KORBAN BANJIR VALENCIA

Kabar berikutnya datang dari pemain Spurs, Pedro Porro. Dilansir The Sun, bek sayap asal Spanyol tersebut dilaporkan telah menyumbangkan sebagian besar gajinya untuk membantu korban bencana banjir di Valencia. Ia berharap dana sumbangannya tersebut bisa memulihkan kondisi area terdampak banjir. Sebagai warga Spanyol, jika waktunya memungkinkan ia ingin sekali mengunjungi lokasi terdampak banjir dan bertemu dengan para warga di sana.

ENDRICK AKAN DIPINJAMKAN

Beralih ke kabar dari pemain Real Madrid, Endrick. Dilansir dari Fichajes, pihak manajemen Real Madrid dilaporkan mempertimbangkan perkembangan Endrick dengan cara membuka peluang untuk dipinjamkan di bursa transfer bulan Januari 2025. Pihak El Real percaya, meminjamkannya ke klub lain adalah pilihan terbaik untuk memastikan Endrick terus berkembang dan mendapat menit bermain reguler. Endrick di Los Blancos hanya bermain selama 39 menit di La Liga musim ini, itupun melalui 7 kali sebagai pemain pengganti. Tim-tim seperti Tottenham Hotspur dan Juventus dilaporkan menjadi klub yang mau menampung Endrick di bulan Januari.

RUANG GANTI BERNABEU AKAN DILELANG

Masih kabar soal Real Madrid. Dilansir dari The Sun, ruang ganti pemain yang ikonik milik Real Madrid di Santiago Bernabeu akan dilelang. Ruang ganti bersejarah El Real tersebut akan dilelang oleh perusahaan lelang Sotheby’s. Menurut laporan, lelang tersebut akan dimulai pada 12 November mendatang, dan berdurasi hingga dua minggu. Angka penawaran akan dimulai di nominal 10 ribu pounds. Nantinya penawar akan ditawari 24 loker individual yang pernah digunakan oleh para bintang, seperti Cristiano Ronaldo, David Beckham, Zinedine Zidane, Luis Figo, hingga Sergio Ramos.

STADION BOLOGNA AKAN DIRENOVASI BESAR-BESARAN

Kabar berikutnya masih mengenai stadion. Namun yang satu ini stadion di Italia milik Bologna. Dilansir dari The Sun, markas bersejarah Bologna, Renato Dall’Ara telah diumumkan akan direnovasi secara besar-besaran dengan mahar yang cukup besar mencapai 167 juta pounds. Namun renovasi stadion yang berdiri sejak 1927 tersebut, banyak dikritik para fans Rossoblu. Fans Bologna ada yang menyebut bahwa identitas serta budaya tradisional yang ada di Renato Dall’Ara akan musnah dengan adanya renovasi tersebut. Ada juga fans yang mengatakan desain baru stadion tersebut buruk, dan mirip mangkok toilet.

PEMERINTAH TURKI MELARANG LAGA BESIKTAS VS TEL AVIV

Selanjutnya ada kabar yang datang dari sepakbola Turki. Dilansir dari Goal, Pemerintah Turki resmi melarang laga Europa League antara Besiktas vs Maccabi Tel Aviv pada 28 November, digelar di Turki. Pelarangan tersebut dikarenakan ketegangan antar negara Turki dan Israel yang terus meningkat. Pihak Besiktas pun sudah merilis pernyataan soal laga tersebut, dan mengatakan bahwa laga tersebut akan dipindahkan ke tempat netral. Diskusi antara pihak Besiktas dan UEFA pun masih berlangsung untuk menentukan tempat netral yang akan menggelar laga tersebut.

CR7 KERJASAMA DENGAN 21 STAF UNTUK KELOLA YOUTUBENYA

Beralih ke kabar dari mega bintang Cristiano Ronaldo. Dilansir dari Goal, terungkap sudah ada berapa staff CR7 yang dipekerjakan untuk mengelola akun Youtube nya. Menurut laporan, ada sebanyak 21 staf yang bekerja untuk akun Youtube CR7. Dari 21 staff tersebut, 16 diantaranya berasal dari perusahan Dentsu Creative Iberia yang ditugasi fokus untuk mengelola akun Youtube UR Cristiano. Sedangkan dan lima staf lainnya berasal dari perusahaan Inggris Whisper dan ditugasi membuat konten yang berhubungan dengan CR7.

ANGGOTA DPR DIRUJAK NETIZEN KARENA TANYA UANG TRANSFER KEVIN DIKS

Beralih ke kabar dari sepakbola tanah air. Dilansir dari Suara, Anggota DPR RI kena rujak netizen gara-gara pertanyaannya saat rapat Komisi X DPR RI yang membahas soal naturalisasi Kevin Diks. Anggota DPR RI tersebut adalah Lita Machfud Arifin dari Fraksi Partai Nasdem. Saat itu, Bu Lita bertanya apakah ada nilai transfer Kevin Diks ke Timnas Indonesia?. Sontak, netizen sepakbola tanah air pun tertawa, dan langsung merujak Anggota DPR RI tersebut dengan berbagai komentar. Dalam unggahan @garudaletsgo.id, netizen sudah kadung kasih cibiran ke Bu Lita. Banyak netizen yang menganggap, sekelas anggota DPR di komisi yang membidangi olahraga, tidak tahu sepak bola.

BERHARAP TUAH WASIT UZBEKISTAN SAAT LAWAN ARAB SAUDI

Dari kabar Anggota DPR kocak tersebut, beralih ke kabar dari wasit yang akan memimpin laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi pada 19 November mendatang. Wasit yang ditunjuk di laga tersebut adalah wasit dari Uzbekistan bernama Rustam Lutfullin. Track record wasit Uzbekistan ini pernah sekali memimpin laga Timnas Indonesia. Tepatnya ketika Timnas Garuda menang 2-0 saat melawan Filipina di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 di GBK. Di laga tersebut, keputusan wasit Rustam Lutfullin terbukti tak banyak merugikan Timnas Indonesia. Bahkan, wasit ini terbilang irit kartu pada pemain Indonesia. Netizen berharap tuah wasit Rustam Lutfullin bisa kembali memberikan kemenangan bagi Indonesia saat jumpa Arab Saudi nanti.

STY DIRIKAN STY FOUNDATION, BUAT APA?

Kabar berikutnya datang Shin Tae yong yang baru saja meluncurkan yayasan STY Foundation. Dilansir dari Bolasport, dalam peluncuran STY Foundation di kawasan BSD City Tangerang, Coach Shin membawa serta dua pemainnya yakni Rizki Ridho dan Witan Sulaiman. Perlu diketahui, STY Foundation adalah yayasan yang bertujuan untuk memberikan dukungan dan fasilitas bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan karakternya dalam bidang olahraga, khususnya sepakbola. Coach Shin melalui STY Foundation berharap dapat membuka peluang besar bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan potensinya dan cita-citanya sebagai bintang sepakbola.

Buntut Keserakahan UEFA, Manchester City Kacau

0

Hattrick Viktor Gyokeres ke gawang Ederson Moraes mempermalukan Manchester City di ajang Liga Champions. Dengan mengejutkan, City kalah 4-1 dari wakil Portugal tersebut. Ini jadi kekalahan ketiga secara beruntun yang dialami pasukan Pep Guardiola. Sebelumnya mereka kalah dari Bournemouth di Liga Inggris dan tersingkir oleh Spurs di Piala Liga.

Situasi sulit memancing beragam komentar. Bernardo Silva bahkan menyebut ini momen yang mengecewakan. City seperti sedang terjebak dalam lembah kegelapan. Sementara netizen ada yang mengatakan bahwa ini adalah sebuah karma. Karena Rodri telah mencuri Ballon d’Or dari Vinicius. Benarkah demikian? Simak pembahasannya berikut ini.

Pertama Kali Sejak 2018

Sebelum menelan kekalahan dari calon pelatih baru Manchester United, skuad asuhan Pep Guardiola lebih dulu dihukum Tottenham di Carabao Cup. Ini bukan kekalahan yang mengejutkan. Mengingat City memang selalu kesulitan jika menghadapi tim asal London yang satu ini. 

Menariknya, Pep seakan sengaja untuk kalah di laga tersebut. Itu terlihat dari raut wajah Pep dan beberapa pemain di bangku cadangan. Mereka tidak menunjukan perasaan gundah atau semacamnya. Usut punya usut, Pep sengaja melepas Carabao demi memberi ruang bagi pemain-pemainnya.

Rencananya sih, mungkin gitu. Tapi malapetaka malah berlanjut ke ajang Premier League saat mengunjungi Bournemouth. City dipecundangi oleh The Cherrys dengan skor 2-1. City bahkan dibuat kewalahan menghadapi serangan-serangan cepat Antoine Semenyo cs.

Ini jelas sebuah pemandangan yang tidak lazim bagi Manchester City. Apalagi jika rangkaian kekalahan itu diterima hanya dalam waktu satu minggu. Terakhir kali The Sky Blue mengalami itu adalah pada musim 2017/18. Tepatnya pada April 2018, City kalah dua kali dari Liverpool di Liga Champions dan sekali dari Manchester United di Liga Inggris.

Badai Cedera

Jika ada yang berpikiran bahwa ini adalah bentuk dari karma City kepada Vinicius, itu salah besar. Karena pada dasarnya, badai cedera yang menjadi penyebab utama penurunan performa Manchester City. Kita bisa melihat langsung bagaimana bangku cadangan City terlihat sepi saat menghadapi Sporting CP.

Itu karena Pep Guardiola cuma membawa 14 pemain fit ke Estádio José Alvalade. Sebetulnya, hanya 13 pemain yang tersedia. Namun, Pep memanggil bala bantuan dari skuad muda Manchester City, yakni Jahmai Simpson-Pusey untuk menjadi partner Manuel Akanji di lini belakang. Sementara Kyle Walker dan Nathan Ake tidak dimainkan.

Itu adalah gambaran separah apa badai cedera yang menerpa skuad Manchester City. Pep Guardiola kehilangan banyak pemain penting seperti Jack Grealish, Ruben Dias, Kyle Walker, John Stones, hingga sang pemenang Ballon d’Or, Rodri. Pemain muda Oscar Bobb juga menambah daftar cedera. Guardiola mengaku ini merupakan krisis cedera terparah yang pernah dihadapinya selama mengarsiteki Manchester City.

Gara-gara UEFA

Selain meratapi kondisi pemainnya, Pep Guardiola juga meyakini bahwa jadwal padat menjadi penyebab krisis cedera yang dialami timnya. Berbeda dengan klub-klub dari liga lain, klub papan atas Liga Inggris biasanya menjalani empat kompetisi sekaligus dalam satu musim. 

Jelas, ini sudah menjadi tantangan tersendiri bagi klub-klub Inggris, tak terkecuali Manchester City. Pep Guardiola sebetulnya sukses mengatasi itu dengan kedalaman skuadnya. Namun, ketika UEFA mengubah format Liga Champions, itu jadi masalah baru bagi Pep dan City.

Kompetisi antarklub nomor satu di Benua Biru itu sekarang melibatkan 36 tim. Yang berarti, ada tambahan dua pertandingan di fase penyisihan grup. Dengan begitu, pertandingan fase grup Liga Champions akan berakhir hingga akhir Januari, bukan pada pertengahan Desember seperti biasanya.

Selain itu, jadwal yang kian padat memaksa Manchester City untuk memainkan dua hingga tiga pertandingan setiap minggu. Pekan ini saja, City sudah memainkan tiga pertandingan di tiga kompetisi yang berbeda. Jika ditotal, City sudah memainkan 17 pertandingan dalam tiga bulan pertama musim 2024/25. 

Itu berarti Manchester City bisa memainkan hampir enam pertandingan setiap bulan. Bahkan, menurut perhitungan yang dipublikasikan oleh Kompas, satu pemain Manchester City berpeluang memainkan 70 pertandingan dalam satu musim jika berhasil menjuarai semua kompetisi dan konsisten tampil bersama tim nasional.

Protes

Sebetulnya, jadwal padat sudah terjadi sejak musim-musim lalu, namun ini seperti klimaksnya bagi City. Kelelahan di musim lalu pun terakumulasi dengan kelelahan di musim ini. Itu menyebabkan para pemain cedera. Ditambah jadwal yang kian padat, Pep terpaksa memainkan pemain yang belum fit 100%. Alhasil, cedera yang lebih parah pun datang dan kini, pemain City telah mencapai batas maksimalnya.

Keluhan tentang terlalu banyaknya pertandingan pun sudah diutarakan oleh sejumlah pelatih, termasuk Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu selalu menyampaikan aspirasinya di sesi jumpa pers. Namun, UEFA seperti tutup mata dan tutup telinga dengan apa yang terjadi di lapangan. 

Jika boleh beropini, yang dilakukan UEFA sudah setara dengan eksploitasi makhluk hidup. Mereka menganggap pemain sepakbola layaknya seekor sapi perah yang terus diperas tenaganya demi menciptakan lebih banyak laga. Semakin banyak pertandingan, maka semakin banyak pula perputaran uangnya. UEFA akan mengambil keuntungan dari situ.

Produktivitas Menurun

Badai cedera yang dialami Manchester City pun menciptakan efek domino terhadap performa pemain di lapangan. Dengan minimnya opsi di lini depan dan para pemain yang mulai kelelahan, produktivitas gol City kian menurun. Hal itu diakui langsung oleh Pep Guardiola selepas kekalahan melawan Sporting CP.

Eks pelatih Barcelona itu mengakui timnya tampil kurang efektif. Pep juga mengatakan kalau timnya hanya bisa bermain maksimal selama 45 menit pertama. Di babak kedua, intensitas mulai menurun sehingga tim sulit menciptakan gol.

Jika dilihat dari statistiknya, apa yang dikatakan Pep Guardiola memang benar adanya. City memang tetap bisa melepaskan tembakan, tapi karena kelelahan, konsentrasi dan akurasinya menurun. Contohnya saat melawan Bournemouth kemarin. Dari 18 tembakan, hanya empat yang menyasar gawang. Sisanya menyasar apa pun itu selain gawang.

Tak hanya secara keseluruhan. Secara individu pun mulai kelihatan. Sang mesin gol utama, Erling Haaland tak ubahnya macan ompong tanpa support dari Kevin De Bruyne atau Jeremy Doku. Dari enam pertandingan terakhir, striker asal Norwegia itu baru mencatatkan satu gol saja. 

Pertahanan Bobrok

Lini serang masih belum seberapa. Setidaknya Manchester City masih punya Erling Haaland. Yang parah banget tuh lini bertahan. Hampir semua pemainnya cedera. Hanya tersisa Manuel Akanji yang berstatus fit 100%. Sisanya diperkirakan baru bisa main setelah jeda internasional Bulan November.

Minimnya opsi di lini bertahan membuat Pep Guardiola menggunakan pemain-pemain muda dari akademi. Jelas kualitasnya kalah jauh dari para pemain utama seperti Ruben Dias atau John Stones. Materi pemain yang tidak lengkap juga mengakibatkan pertahanan City jebol. Mereka sudah kebobolan delapan gol hanya dari tiga pertandingan. Jauh lebih buruk dari Nottingham Forest yang sepanjang musim baru kebobol tujuh gol. Miris.

Untuk fans City, yang sabar ya. Kalian nggak sendirian kok. Bahkan, Manchester United dan Newcastle United sudah mengalami mengalami fase ini akhir musim lalu. Sekarang, City, tapi besok bisa saja Real Madrid, Arsenal, atau klub kesayangan kalian. Karena kebijakan UEFA akan terus mengincar tumbal.

 

Sumber: ESPN, SI, Sportingnews

Dari Anak Penjual Sayur, Witan Sulaeman Tak Pernah Luput Dipanggil Timnas Indonesia

0

Mencari pemain sayap di Indonesia tidaklah sulit. Tahun ke tahun Timnas Indonesia dianugerahi sayap-sayap lincah. Iswadi Idris, Oktovianus Maniani, Ilham Udin Armaiyn, hingga Jeam Kelly Sroyer contohnya. Maka menjadi pemain sayap bukan sesuatu yang istimewa. 

Karena berlari, menyisir sisi kiri maupun kanan lalu mengirim umpan, sudah menjadi semacam DNA para talenta di Indonesia. Namun, persoalannya lain jika berkaca pada sepak bola modern. Utamanya apa yang diusung Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.

Tidak banyak pemain Indonesia yang punya kemampuan lebih dari sekadar berlari dan mengirim umpan. Apalagi jika ia pemain sayap. Namun, dari yang tidak banyak itu, kita boleh menyebut salah satunya adalah Witan Sulaeman.

Sampai hari ini, Witan selalu menjadi andalan Timnas Indonesia. Tentu berada di titik ini bukan perjalanan mudah. Pada kenyataannya Witan berjuang dari bawah. Dari keluarga sederhana yang orang tuanya bekerja sebagai pedagang sayur. Bagaimana kisahnya?

Hidup Sederhana Witan

Untuk mengetahui cerita masa kecil Witan, kita akan pergi ke Palu, Sulawesi Tengah, kota yang jaraknya 2.120 kilometer dari Jakarta. Di sana, 23 tahun lalu, tepat pada 8 Oktober 2001, Witan Sulaeman lahir. Bung Karno pernah menjuluki Palu sebagai Mutiara di Khatulistiwa. Julukan itu juga rasanya tepat disematkan pada Witan.

Namun, sebelum mentas, mutiara berada di dasar laut. Begitu pula Witan. Sebelum menjadi salah satu sayap andalan Timnas Indonesia, Witan berjuang dari titik pijak paling rendah. Witan lahir dari pasangan Humaidi dan Nurhayati.

Kedua orang tuanya berasal dari Lombok dan Kalimantan. Keluarga Witan bukan orang berada. Sang ayah, Humaidi, adalah penjual sayur keliling. Kamu bisa bayangkan, berapa kira-kira penghasilan pedagang sayur di Palu. Demi menambah penghidupan, orang tua Witan juga nyambi sebagai tukang galon.

Perjuangan Awal di Sepak Bola

Kehidupan yang boleh dikata berada tipis di garis kemiskinan itu membuat Witan sulit mengembangkan bakat sebagai pesepakbola. Padahal minatnya pada sepak bola tumbuh dari kecil. Himpitan ekonomi memaksa Witan fokus ke pendidikan saat SD. Ia baru merasakan didikan sepak bola saat SMP.

Witan masuk SSB Galara Utama Palu yang dikelola masyarakat setempat. SSB ini biasa latihan di Lapangan Sepak Bola Galara di Kelurahan Duyu. Satu di antara sedikitnya lapangan di Kota Palu. Lulus SMP, Witan meminta izin orang tuanya untuk merantau demi membuka jalannya sebagai pesepakbola.

Orang tua merestui, tapi tak memberi dukungan banyak uang kepada Witan. Itu bukan kali pertama dan terakhir Witan meminta restu orang tua. Kelak, setelah sukses selalu menelepon orang tua, meminta doa sebelum bertanding.

Untunglah, ketika memutuskan merantau, Witan diterima di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan. Kebetulan SKO Ragunan dikelola pemerintah, jadi Witan tak perlu mengeluarkan biaya.

Seusai lolos seleksi di SKO Ragunan, Witan langsung menunjukkan bahwa ia layak di SKO Ragunan. Witan pun berhasil mencuri perhatian selama bermain di SKO Ragunan. Bakatnya ini terendus oleh Indra Sjafri yang melatih Timnas Indonesia kelompok umur.

Di Tangan Indra Sjafri

Pelatih kelahiran Sumatera Barat itu memasukkan Witan ke skuad U-19 yang berlaga di Turnamen Toulon pada tahun 2017. Witan masuk di laga melawan Brasil U-20. Meski kalah, setidaknya laga itu menjadi debut internasional pertama Witan. Setelah melihat penampilannya di Turnamen Toulon, Indra makin naksir dengan Witan.

Bukan hanya karena kemampuannya, tapi juga kerja kerasnya. Pemain berpostur 170 cm itu sejak awal bertekad menjadi pemain sepak bola hebat. Ambisi itu yang terus membawa Witan ke taraf yang lebih tinggi. Setelah dari Toulon, Witan dipanggil lagi. Kali ini di Piala AFF U-18 tahun 2017. Turnamen itu lalu seolah jadi turnamennya.

Witan benar-benar menggila. Dua gol ia borong saat mencukur Brunei Darussalam 8-0. Sayangnya, Indonesia hanya finis di posisi tiga. Tapi di perebutan tempat ketiga, Witan sukses menyumbangkan satu gol dalam kemenangan 7-1 atas Myanmar.

Seusai Piala AFF itu, Indra ditunjuk menukangi Timnas Indonesia di Piala Asia U-19 tahun 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah. Indra yang kebacut tresno memanggil kembali Witan. Dari Toulon, AFF, lalu Piala Asia, jelas ini peningkatan bagi Witan. Kesempatan itu pun tak disia-siakan.

Witan langsung menghentak di laga pertama. Dua gol diborong ketika Indonesia menghajar Chinese Taipei. Meski kalah dari Qatar, Indonesia berhasil mengalahkan Uni Emirat Arab dan melenggang ke perempat final untuk pertama kali setelah 40 tahun. Kemenangan itu diraih berkat gol semata wayang Witan Sulaeman.

Perjalanan di Klub

Cerita Witan yang terus dipanggil Indra Sjafri kelak berlanjut. Selain saat meraih medali perak SEA Games 2019, juga ketika Indonesia menyabet emas SEA Games 2023 lalu. Nah, penampilan mentereng di timnas kelompok umur membawa Witan dilirik oleh PSIM Yogyakarta.

Tahun 2019, Witan menandatangani kontrak profesional pertama pada usia 17 tahun bersama PSIM. Namun, episode Witan di PSIM pendek. Hanya bermain dalam tujuh laga. Witan lebih banyak bermain di timnas, ketimbang Laskar Mataram. Itu yang boleh jadi membawa Witan ke luar negeri.

Pada tahun 2020, ketika Witan berusia 18 tahun, ia diangkut klub Liga Serbia, Radnik Surdulica. Tak main-main, klub Serbia itu mengikat Witan dengan kontrak tiga setengah tahun. Namun, Covid-19 membuat liga ditangguhkan selama 2 setengah bulan. Selama itu Witan kembali ke Indonesia, dan baru menjalani debut di laga melawan Radnicki Nis di Superliga Serbia.

Hanya lima kaps, Witan lalu pindah ke Lechia Gdansk. Kepindahannya ke klub fenomenal di Polandia itu sempat menggegerkan. Tapi cuma itu, karena Witan nyatanya tak diberi kesempatan bermain barang semenit. Justru Lechia meminjamkannya ke FK Senica, klub Liga Slovakia. Masa peminjaman di Senica dimanfaatkan dengan cukup baik oleh Witan.

Ia turun di delapan laga, termasuk saat menghadapi raksasa Slovan Bratislava. Selain itu, Witan setidaknya mencetak dua gol di FK Senica. Dari Senica ia pindah ke klub Slovakia lain, AS Trencin pada tahun 2022. Witan mengalami peningkatan dalam jumlah kaps di Trencin daripada di tiga klub Eropa sebelumnya. 

Sepuluh kaps dibukukan dan mencetak satu gol kala Trencin membantai Slovan Hlohovec di Piala Slovakia 14-0. Di tahun yang sama, Witan mempersunting Rismahani. Setelah menikah, demi keluarga, pemain yang mengidolakan Messi ini akhirnya pulang ke Indonesia, berseragam Persija pada tahun 2023.

Dipanggil Timnas Senior

Meski terlempar ke Indonesia, Witan konsisten di timnas. Witan sudah dipercaya di tim senior pada tahun 2021, saat Shin Tae-yong sudah di balik kemudi. Di laga persahabatan menghadapi Afghanistan, Witan menjalani debut di tim senior. Ndilalah ajian Witan juga bekerja pada Shin Tae-yong.

Witan dipanggil lagi oleh STY di Kualifikasi Piala Asia 2023 babak play-off. STY pun dibuat kagum usai Witan mencetak gol debutnya menghadapi Chinese Taipei, di mana Indonesia menang 3-0. Sejak itu STY selalu menyertakan Witan. Di Kejuaraan AFF 2020 dan putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023, Witan dipanggil.

Witan tak melepas begitu saja kesempatan bermain di Kualifikasi Piala Asia 2023. Ia memborong dua gol kala Indonesia menghabisi Nepal 7-0. Keyakinan Shin Tae-yong pada Witan kian besar. 

Suatu hari, STY berkelakar bahwa ia pernah semaput gara-gara Witan membuang peluang emas di laga melawan Thailand di fase grup Piala AFF 2022 lalu. Bagi fans mungkin tindakan itu tak bisa dimaafkan. Namun, tidak menurut Shin Tae-yong.

Kesalahan di Piala AFF 2022 tak lantas menggugurkan seluruh kualitas yang ada pada Witan. Dengan tekun Shin Tae-yong terus memoles Witan. Oleh STY, Witan tak hanya menjadi sayap lincah, tapi juga disulap jadi second striker.

Entah menjadi second striker maupun sayap, Witan berguna dalam skema Shin Tae-yong. Tidak mengherankan apabila sampai hari ini, nama Witan tak pernah hilang dari “Garuda Calling”. Pernah Witan tak dipanggil timnas. Tapi itu pun karena ia mendapat panggilan ke Baitullah.

Begitulah Witan Sulaeman. Mungkin di antara kita ada yang suka sebel dengannya. Bahkan mungkin berteriak agar Witan tak usah dipanggil lagi, tanpa tahu betapa berat perjuangannya tiba di titik ini. Lagi pula Witan sudah paham taktik Shin Tae-yong. Berharap Witan tak dipanggil lagi serupa menginginkan Stephen Strange rujuk dengan kekasihnya.

https://youtu.be/nxQsc5NzAdY

Sumber: Suara, Bolacom, Suara, SindoNews, Bolacom, Antara, BolaSport, PSSI

Pakai U-22, Begini Ngerinya Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2024

0

Kalian terlalu fokus pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 sampai lupa kalau turnamen kesayangan kita, Piala AFF akan segera dimulai. Namun, senada dengan penikmat sepakbola, PSSI pun tampaknya juga tidak memprioritaskan kompetisi tersebut. 

Hal itu dibuktikan dengan Shin Tae-yong yang mengumumkan kalau Indonesia hanya akan memberangkatkan skuad muda berusia di bawah 22 tahun untuk Piala AFF 2024. PSSI dan STY bahkan sepakat untuk tidak memakai banyak pemain muda yang sudah terdaftar di skuad utama Timnas Indonesia, demi menciptakan generasi baru.

Lantas, bagaimana kerangka tim terbaik jika berisikan pemain-pemain U-22? 

Kiper

Tak berbeda jauh dengan tim nasional senior, Shin Tae-yong juga kerap menggunakan skema tiga bek dalam formasi 3-4-3 atau 5-4-1 saat menangani Garuda Muda. Formasi itu sering digunakan STY saat menukangi Timnas Indonesia kala berkompetisi di Piala Asia U-23. 

Maka dari itu, di Piala AFF nanti, STY diperkirakan akan kembali mengandalkan skema ini. Nah, untuk mengisi skuad Piala AFF, mari kita bahas bersama. Dari penjaga gawang, pilihan nomor satu Indonesia adalah Ernando Ari Sutaryadi. Usianya masih 22 tahun, tapi sudah mengantongi segudang pengalaman internasional bersama tim nasional senior.

Di Piala Asia U-23, Ernando juga jadi andalan STY. Jadi, akan sangat pas jika Ernando kembali dipilih untuk mengawal pertahanan Indonesia di Piala AFF nanti. Namun, kondisinya Ernando sedang dalam pemulihan cedera bahu. Video yang menampilkan momen dislokasi bahunya pun sempat viral di media sosial.

Menurut perkiraan, Ernando akan pulih pada akhir 27 November. Tapi jika dirasa terlalu beresiko, posisi penjaga gawang bisa diisi oleh Daffa Fasya dari Borneo FC. Secara postur, Daffa lebih bagus daripada Ernando. Dia juga masih sangat muda. Usianya 20 tahun. Namun, sudah masuk skuad Piala Asia U-23 sebagai kiper ketiga. Piala AFF 2024 bisa jadi ajang pembuktian bagi kiper yang juga berpangkat Bripda ini.

Bek Tengah

Untuk sektor bek tengah, Shin Tae-yong akan menurunkan tiga pemain terbaik yang dimilikinya. Jika berkaca pada Piala Asia U-23 kemarin, Komang Teguh sudah pasti akan menjadi pilihan utama. Meski terkadang suka blunder di area permainannya sendiri, Komang tetap berstatus sebagai salah satu bek muda paling potensial saat ini.

Selain bertahan, dirinya juga bisa diandalkan dalam skema bola mati. Komang termasuk pemain yang produktif jika ikut membantu lini serang. Dua gol di Piala Asia U-23 jadi buktinya. Nah, yang jadi partner Komang adalah Muhammad Ferrari. Pemain yang juga berprofesi sebagai polisi itu selalu masuk daftar pemain favorit STY.

Bahkan di setiap pertandingan tim nasional senior selalu ada nama Ferrari. Yaaa, walaupun jarang main juga sih. Bek asal Persija yang masih berusia 21 tahun itu akan memainkan peran sebagai ball playing defender laiknya Rizky Ridho. Sedangkan Komang akan mengambil pekerjaan kotornya.

Lantas, siapa yang akan melengkapi trio ini? Nama Kadek Arel terdengar paling pas untuk itu. Arel bak gabungan dari Komang dan Ferrari. Meski masih berusia 19 tahun, Arel punya kedewasaan dalam pengambilan keputusan. Dia tenang dan pandai membaca permainan. Selain itu, dirinya juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan.

Bek Sayap

Bek sayap akan diisi Bagas Kaffa di kanan dan Donny Tri Pamungkas di kiri. Pemilihan dua nama ini sudah tidak bisa diganggu gugat. Mereka jadi yang terbaik di kelasnya. Kita semua telah disuguhkan permainan luar biasa dari kedua bek ini. Donny misalnya. Pemain yang masih berusia 19 tahun itu menyandang status sebagai pemain terbaik Piala AFF U-19 2024.

Di kompetisi tersebut, Donny memang tidak mencetak gol. Tetapi kontribusinya di sektor flank dalam menjaga kedalaman pertahanan hingga membantu serangan sangat luar bisa. Terbukti dia mampu memberikan dua assist untuk Garuda Muda. Donny juga punya kualitas dribbling yang bagus. Melalui skill individunya, dia bisa membuka ruang dan menciptakan peluang untuk rekan-rekannya.

Kualitas yang kurang lebih sama juga dimiliki oleh Bagas Kaffa. Bedanya, Bagas lebih berani untuk mengambil resiko. Tekel keras dan duel satu lawan satu khas Liga Indonesia jadi identitas permainan dari saudara kembar Bagus Kahfi ini. Untuk menghadapi sayap-sayap cepat milik Vietnam dan Filipina, Bagas adalah pilihan ideal untuk sektor kanan.

Gelandang

Untuk sektor tengah, pilihannya cukup sulit. Bukan karena minim opsi, tapi karena banyak pemain muda yang sudah dipanggil ke Timnas senior. Namun, Starting Eleven sudah memilih dua dari jajaran pemain terbaik. Jika bukan Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan, maka pemain yang layak mengisi sektor tengah adalah Ananda Raehan dari PSM Makassar dan Rayhan Hannan dari Persija Jakarta.

Nama Hannan jelas sudah tak asing lagi ditelinga para Football Lovers. Pemain yang berusia 20 tahun itu sudah masuk skuad Piala Asia U-23 Januari lalu. Namun, dirinya hanya mencatatkan satu penampilan saja, yakni saat Indonesia menghadapi Yordania. Kelebihan Hannan adalah kreativitas dan fleksibilitas. Selain bisa bermain sebagai gelandang serang, Hannan bisa bermain sebagai sayap.

Di tengah pemain-pemain asing Persija, Hannan mampu meraih kepercayaan Carlos Pena. Itu dibuktikan dengan 8 caps bersama Macan Kemayoran musim ini. Hanan bisa bertugas sebagai gelandang serang di formasi 3-4-3 ini. Nantinya, yang akan mengemban tugas bertahan adalah Raehan.

Dirinya digadang-gadang bakal jadi generasi baru gelandang jangkar PSM Makassar. Setelah Rasyid Bakrie, kini Raehan yang memegang tanggung jawab itu. Di usianya yang masih sangat muda, Ananda Raehan pun jadi pilar penting atas kesuksesan PSM menyabet gelar juara Liga 1 musim 2022/23. Raehan juga punya pengalaman di tim nasional saat tampil bersama Timnas Indonesia U-22 asuhan Indra Sjafri.

Sayap 

Bergeser ke sektor penyerangan, Shin Tae-yong diperkirakan akan menggunakan dua sayap. Itu terlihat dari skema permainan yang diusung saat menukangi Timnas Indonesia U-23. Dan jika berkaca dari turnamen tersebut, Jeam Kelly Sroyer dari PSBS Biak bisa kembali diandalkan untuk Piala AFF 2024 mendatang.

Layaknya pemain sayap asli dari Indonesia Timur, Sroyer merupakan pemain yang kuat dan cepat. Pergerakan dan manuver Sroyer di sektor kiri penyerangan dipercaya dapat membuat pemain belakang lawan tidak bisa bermain nyaman sepanjang pertandingan. Selain itu, Sroyer punya power tendangan yang luar biasa. Sepakan jarak jauhnya bisa jadi senjata rahasia Indonesia di Piala AFF nanti.

Jika Sroyer di kiri, maka yang paling tepat untuk mengisi sektor kanan sebetulnya adalah Witan Sulaeman. Berkaki kiri, lincah, piawai memainkan kombinasi umpan pendek, Witan adalah pilihan ideal untuk mengisi posisi itu. Namun, jika STY benar-benar ingin memakai pemain under 22 tahun, maka Riski Afrisal bisa jadi plan B. Riski sudah jadi andalan di skuad Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-20.

Penyerang

Susunan skuad seperti ini akan kurang afdol jika tak mengandalkan striker cerdas nan tajam, Jens Raven. Karena di FC Dordrecht statusnya masih pemain muda, maka kemungkinannya Raven bisa membela Indonesia di Piala AFF Desember nanti. Jika ditanya mengapa harus Raven? Piala AFF U-19 2024 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 lah jawabannya. 

Di dua turnamen itu, Raven jadi salah satu pemain yang bersinar. Raven menjelma jadi mesin gol baru di skuad asuhan Indra Sjafri. Di babak final Piala AFF U-19, Raven bahkan membawa Garuda Muda juara lewat gol semata wayangnya ke gawang Thailand. 

Sebagai penyerang, Raven bukan sosok pemalas. Dirinya tidak hanya beredar di area kotak penalti saja. Raven kerap turun untuk menjemput bola dan lebih terlibat dalam build up serangan. Lengkap sudah prediksi line up Piala AFF 2024 versi Starting Eleven. Jika kalian jadi Shin Tae-yong, kira-kira siapa yang akan kalian pilih? komen di bawah ya!

Sumber: Detik, CNN, Bola, Liputan6

Nottingham Forest Musim Ini: Sorry Nih Tim London, Kalian Gue Kangkangi

0

Melihat nama Nottingham Forest di papan atas Liga Inggris musim 2024/25, bak melihat sesuatu yang janggal. Sama halnya dengan seorang pria yang pergi ke kondangan, tapi mengenakan kaos band Morfem. Sah-sah saja, tapi kurang pas aja gitu. Sebab, Forest memang biasanya lebih akrab dengan zona degradasi ketimbang zona Liga Champions. 

Namun, kita tak bisa menolak fakta bahwa Forest memang layak berada di empat besar Liga Inggris musim ini. Bersama pelatih berkepala gundul, Forest menunjukan bahwa klub yang sempat tersandung kasus dan diganjar sanksi juga bisa unjuk gigi. 

Lantas, bagaimana cara Forest menjelma dari sebuah klub medioker, menjadi klub penantang gelar Liga Inggris? Sebelum kita cari tahu jawabannya, kalian bisa subscribe dan nyalakan lonceng terlebih dahulu agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven Story.

Musim yang Melelahkan

Sebelum kita mengulas tentang siasat jitu Nottingham Forest di musim ini, kita akan mundur sedikit untuk membahas kiprah klub yang satu ini. Kisah perjalanan Nottingham Forest di Liga Inggris dalam dua musim terakhir layak dikategorikan sebagai kisah inspiratif. Sebab, klub yang bernuansa merah putih ini sebelumnya telah menjalani musim-musim yang melelahkan sebagai klub medioker.

Namun, musim 2023/24 sepertinya jadi salah satu yang terberat untuk dijalani. Usai kembali terseok-seok di papan bawah, Forest memutuskan untuk merombak kursi kepelatihan. Pada Desember 2023, Forest pun menunjuk Nuno Espirito Santo sebagai suksesor Steve Cooper. Penunjukan Nuno jelas memunculkan keraguan. Terlebih, Nuno dipungut dari Liga Arab Saudi. 

Sedang berusaha bangkit, Forest justru tertimpa musibah. Forest yang terlunta-lunta malah dijatuhi sanksi pengurangan poin oleh FA. The Tricky Trees mendapat pengurangan empat poin karena melanggar aturan finansial Premier League tentang Keuntungan dan Keberlanjutan atau PSR.

Forest mencatatkan kerugian sebesar 95,5 juta pound pada musim 2022/23. Itu melebihi batas maksimal yang ditetapkan Premier League, yakni 61 juta pound. Alhasil, Forest pun terlempar ke zona degradasi pada bulan Maret 2024.

Beruntungnya, di akhir musim Luton Town dan Burnley bermain lebih buruk daripada Forest. Mengumpulkan dua kemenangan dari tiga pertandingan terakhir musim 2023/24, Chris Wood dan kolega pun bisa bernapas lega setelah finis di urutan ke-17. Satu tingkat di atas zona degradasi.

Kangkangi Arsenal

Nasib yang nelangsa di musim 2023/24, bikin ekspektasi terhadap Nottingham Forest di musim ini tidak tinggi. Bahkan beberapa pengamat sepakbola berpendapat kalau Forest hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali ke Divisi Championship. Namun, perkiraan orang-orang justru meleset jauh. Di awal musim 2024/25, The Garibaldis justru bangkit.

Dari sepuluh pertandingan pertama Liga Inggris musim ini, baru Fulham yang bisa mengalahkan Nottingham Forest asuhan Nuno Espirito Santo. Sisanya, Forest mengantongi lima kemenangan dan empat hasil imbang.

Sering imbang memang, tapi itu adalah buah dari meningkatnya daya juang pemain. Nuno ingin timnya berusaha semaksimal mungkin, meski itu laga tandang. Mereka menolak kalah. satu poin jadi target minimal yang harus dicapai Forest. Alhasil, Forest tak terkalahkan di kandang lawan dan menembus empat besar Liga Inggris.

Urutan ketiga jadi peringkat tertinggi yang bisa dicapai Forest sejak 26 tahun lalu. Yang bikin makin menarik, pelatih yang mirip Syekh Puji itu membawa Forest mengangkangi tim-tim besar seperti Chelsea, Tottenham, dan tentunya sang calon juara musim ini dan musim-musim berikutnya, Arsenal. 

Transfer Irit

Padahal Nottingham Forest memulai musim dengan cara yang berbeda dari biasanya. Jika musim-musim sebelumnya The Tricky Trees sibuk membeli pemain, musim ini Forest lumayan pasif. Mereka malu-malu untuk bergerak terlalu vulgar di bursa transfer lantaran masih dipantau oleh FA dan Premier League.

Selidik punya selidik, ternyata Forest mengubah cara mainnya. Mereka tidak asal lagi dalam menggaet pemain. Forest mempertimbangkan kebutuhan, kualitas, dan harga pemain. Maka muncullah nama-nama ekonomis tapi punya track record yang oke. Contohnya seperti Nikola Milenkovic, Alex Moreno, James Ward-Prowse, serta Elliot Andersen.

Forest sebetulnya mengincar satu striker handal awal musim lalu. Sempat dirumorkan akan menggaet Eddie Nketiah dari Arsenal dan Santiago Gimenez dari Feyenoord, Forest justru kena PHP. Nketiah lebih pilih ke Crystal Palace sementara Gimenez tetap melanjutkan perjuangannya di Stadion De Kuip. 

Mendaur Ulang Pemain

Untuk mengatasi itu, Nuno Espirito Santo pun mendaur ulang pemain-pemain warisan Steve Cooper. Salah satu yang mulai terlihat hasilnya adalah Chris Wood. Di tangan pelatih asal Portugal itu, Wood bermain lebih efektif dan mampu melebur dalam skema permainan tim. Yang terpenting, Wood kini tampil trengginas di pertahanan lawan.

Nuno meminta Wood untuk memanfaatkan postur, kecerdasan, dan kemampuannya dalam membaca ruang. Jika kalian melihat dengan seksama, Wood selalu berdiri di posisi offside ketika timnya menguasai bola. Itu akan membuat bek lawan mengabaikan pergerakannya. Namun, dari sini gameplay Wood dimulai. Ketika pemain lawan mulai terfokus pada bola, maka Wood akan menyelinap untuk mencari ruang di kotak penalti.

Ia tidak banyak memegang bola. Cukup kontrol, putar badan, dan melepaskan tembakan. Bahkan kebanyakan golnya tercipta melalui tap in. Tapi itulah tugas seorang striker, utamanya nomor sembilan klasik macam Wood. Kini, pemain asal Selandia Baru itu telah mencetak delapan gol dari sepuluh laga yang dimainkan. Itu lebih dari setengah jumlah gol yang dicetak Forest musim ini (14 gol).

Selain Wood, masih ada banyak yang mengalami perkembangan pesat di tangan Nuno. Salah satunya Callum Hudson-Odoi. Pemain buangan dari Chelsea itu disulap menjadi sayap kreatif oleh Nuno. Odoi kini berstatus sebagai pemain yang paling sering menciptakan peluang di skuad Forest. Menurut Fotmob, Odoi sudah menciptakan 18 peluang musim ini.

Pertahanan Solid 

Tak cuma meningkatkan kualitas tiap individu. Nuno juga memperhatikan kualitas lini bertahan secara keseluruhan. Dirinya paham kalau Forest bukan tim unggulan. Maka dari itu, akan terlalu naif jika mengandalkan sepakbola menyerang. Dan hadirnya Nikola Milenkovic jadi solusi untuk meningkatkan kualitas bertahan Forest.

Eks bek Fiorentina itu membangun koneksi yang apik dengan Murillo. Duet keduanya telah meringankan kerja Matz Sels di bawah mistar. Dengan postur tinggi dan kekar, Milenkovic dan Morillo menutup kelemahan Forest, yakni menghadapi skema bola mati. Musim lalu, Forest kebobolan 23 gol dari skema bola mati. Namun, musim ini mereka baru kebobolan satu gol saja dari skema tersebut. 

Selain itu, pertahanan berlapis yang didukung Ryan Yates dan Nicola Domingues juga jadi penyebab Matz Sels jarang menerima tembakan on target. Menurut Fbref, musim ini, Forest baru menghadapi 34 tembakan tepat sasaran. Itu paling sedikit ketiga di liga. Tak heran apabila Forest baru kebobolan tujuh gol dalam sepuluh pertandingan. Lebih sedikit dari Manchester City.

Serangan Balik

Pertahanan yang kokoh membuat tim itu dilengkapi dengan kemampuan membangun serangan balik cepat. Mengandalkan pemain-pemain lincah macam Ola Aina, Callum Hudson-Odoi, dan Anthony Elanga, Forest sangat merepotkan. Meski skema serangan balik ini tak selamanya berhasil. Variasi serangan pun harus dimiliki oleh skuad asuhan Nuno Espirito.

Dari sayap, umpan lambung, hingga skema bola mati pun kerap dijajal oleh Forest. Tapi, yang paling sering adalah tendangan spekulasi. Menurut Fbref, Forest jadi tim yang paling sering melepaskan tembakan dari kotak penalti. Contohnya saja di laga lawan West Ham United kemarin. 

Dua gol The Tricky Trees yang dicetak oleh Odoi dan Aina lahir dari sepakan luar kotak penalti. Keren juga ya. Dengan skuad seadanya, tapi Nuno bisa bikin tim yang kaya dengan skema permainan. Tinggal kita lihat, ia bisa mempertahankan performa tim hingga akhir musim atau tidak.

https://youtu.be/ApAcexBSk-w

Sumber: BBC, The Athletic, Sport Optus, Fbref

Berita Bola Terbaru 5 November 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil laga lanjutan giornata 11 Serie A, Genoa sukses membungkam tuan rumah Parma dengan skor tipis 1-0. Laga tersebut juga diwarnai aksi debut Mario Balotelli di Genoa. Gol dari pasukan Alberto Gilardino dicetak oleh Pinamonti di menit 79. Berkat hasil tersebut Genoa sementara keluar dari zona degradasi yakni berada di peringkat 17 dengan poin 9.

Beralih ke hasil lanjutan laga Liga Inggris pekan ke 10. Tuan rumah Fulham sukses meraih tiga poin setelah mengandaskan tamunya Brentford 2-1. Meski ketinggalan lebih dulu di menit 24 oleh gol Janelt, Fulham mampu comeback dramatis di menit akhir dengan dua gol dari Harry Wilson yang dicetak di menit 90+2 dan 90+4. Hasil positif ini membuat The Cottagers sementara berada di posisi 9 Liga Inggris dengan 15 poin.

AMORIM DIPERINGATKAN SOAL TAKTIK TIGA BEK

Dilansir dari Goal, mantan bek Manchester United Phil Jones berani memperingatkan pelatih baru MU, Ruben Amorim masalah taktik tiga beknya. Jones mengatakan bahwa penerapan taktik tiga bek di MU tidaklah mudah, dan akan membutuhkan banyak waktu. Jones mengatakan hal tersebut di acara Match of the Day 2. “Kami memainkan tiga bek di bawah Louis van Gaal, dan menghabiskan banyak waktu di sesi latihan untuk mengatur jarak antar pemain dengan benar,” kata Jones. Jones juga menggambarkan betapa sulitnya menerapkan taktik tersebut di lapangan. Ia juga mengatakan bahwa hanya ada segelintir pelatih yang sukses dengan formasi tersebut di Liga Inggris.

EDU TINGGALKAN ARSENAL

Dari MU beralih ke kabar Arsenal. Dilansir dari The Sun, bestie Mikel Arteta di Arsenal yakni direktur olahraga Edu Gaspar, dilaporkan telah resmi hengkang. Pria Brazil tersebut merupakan sosok di balik kesuksesan Arsenal dalam merekrut beberapa pemain yang dibutuhkan Arteta. Sebelum hengkang, Edu telah melakukan pembicaraan dengan petinggi klub. Menurut laporan, hengkangnya Edu dikarenakan adanya masalah terkait perombakan di internal petinggi Arsenal. Setelah hengkang, Edu rencananya akan mengambil peran baru menjadi Direktur Olahraga klub yang dipunyai taipan Yunani, Evangelos Marinakis, seperti Nottingham Forest, Olympiacos, maupun Rio Ave.

MBAPPE SUMBER MASALAH DI MADRID

Beralih ke kabar dari La Liga. Dilansir dari Daily Mail, Ancelotti telah mengidentifikasi Kylian Mbappe sebagai sumber masalah terbesar dalam perjuangan Real Madrid saat ini. Ancelotti menyalahkan pemain berusia 25 tahun itu atas ketidakmampuannya membantu tim saat bertahan. Penolakan Mbappe untuk membantu pertahanan, atau membantu mendapatkan kembali penguasaan bola dari lawan, telah menyebabkan ketidakseimbangan tim. Menurut Ancelotti, hal itu berakibat pertahanan El Real menjadi lebih terbuka dan rentan terhadap serangan balik lawan.

ANCELOTTI MINTA LA LIGA DIBERHENTIKAN

Masih soal Ancelotti. Dilansir dari BBC, pelatih berambut putih tersebut meminta agar La Liga seharusnya dihentikan setelah adanya banjir bandang yang menewaskan lebih dari 215 orang di wilayah Valencia. Ancelotti merasa pihak La Liga dan Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF), tidak bersikap adil ketika mereka membatalkan sejumlah laga, namun laga lainnya tetap berjalan di pekan lalu. Begitupun di Copa Del Rey tengah pekan ini, beberapa laga ada yang ditunda dan ada yang dimainkan. Allenatore asal Italia itu meminta pihak La Liga dan Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) untuk bertindak lebih adil dan tegas dalam menyikapi hal ini.

BARCELONA VS ATLETICO GAGAL DIGELAR DI AS

Kabar berikutnya juga datang dari La Liga. Dilansir dari Football Espana, laga La Liga Barcelona vs Atletico Madrid yang rencananya akan dihelat di AS pada bulan Desember nanti, batal dilaksanakan. Hal itu disebabkan karena Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) memutuskan untuk tidak menyetujui gagasan Javier Tebas tersebut. Federasi merasa bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk mendorong perubahan seperti itu pada kompetisi. Mengingat adanya beberapa ketidakstabilan dan masalah di dalam negeri.

MESSI BERSEDIA HADIR DI ULANG TAHUN BARCELONA

Lanjut ke kabar selanjutnya. Dilansir dari Football Espana, pemain Inter Miami Lionel Messi dilaporkan bersedia hadir di peringatan ulang tahun ke-125 tahun Barcelona bulan ini. Namun itu pun jika diundang oleh pihak Barcelona. Mengingat, hubungannya dengan Presiden Barcelona Joan Laporta, masih renggang. Menurut laporan, Messi juga terbuka untuk melakukan apapun yang diminta oleh Barca di perayaan ulang tahunnya tanggal 29 November, yang rencananya akan dihelat di Liceu.

JARANG MAIN, LEAO JADI STARTER LAWAN REAL MADRID

Kabar berikutnya datang dari sepakbola Italia. Dilansir dari Football Italia, jelang lawan Real Madrid di UCL, pelatih AC Milan Paulo Fonseca telah mengkonfirmasi bahwa penyerangnya Rafael Leao akan bermain sebagai starter. Padahal di tiga laga sebelumnya, pemain internasional Portugal itu dibangkucadangkan oleh Fonseca. Dalam konferensi pers jelang laga Fonseca pun menegaskan bahwa dia tidak memiliki masalah sama sekali dengan Leao. Ia mencadangkan Leao murni soal taktik, bukan sentimen pribadi. Ia meminta pers tidak membesar-besarkan hal tersebut.

FEDERASI SEPAKBOLA PRANCIS DIPROTES DEMONSTRAN PRO PALESTINA

Dari sepakbola Prancis, tersiar kabar bahwa sekitar 25 pengunjuk rasa pro Palestina menggeruduk kantor Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada 4 November 2024. Dilansir dari Get Football News France, demonstran pro Palestina tersebut datang untuk memprotes keputusan federasi mengadakan laga Prancis vs Israel di Stade de France pada tanggal 14 November nanti. Berkat adanya desakan tersebut, Bruno Retailleau selaku Menteri Dalam Negeri Prancis akhirnya buka suara dan mengkonfirmasi bahwa laga yang akan berlangsung di Stade de France tersebut kemungkinan akan dilangsungkan secara tertutup demi menghindari insiden yang tak diinginkan.

NEYMAR CEDERA LAGI

Lanjut ke kabar berikutnya yang datang dari Neymar. Dilansir dari Sportbible, kembalinya Neymar dari cederanya saat laga Liga Champions AFC antara Al Hilal vs Esteghlal FC, justru harus berakhir tragis. Neymar yang memulai dari bangku cadangan pada menit ke-58, hanya mampu bertahan di lapangan selama 29 menit saja. Pasalnya, jelang laga berakhir Neymar kembali mengerang kesakitan dan meminta untuk diganti. Menurut laporan Fabrizio Romano, Neymar kini mengalami cedera hamstring.

CATATAN KONTROVERSIAL WASIT INDONESIA VS JEPANG

Berikutnya beralih ke kabar dari sepakbola tanah air. Dilansir dari Okezone, laga Timnas Indonesia Vs Jepang di tanggal 15 November nanti akan dipimpin oleh wasit asal Iran Mooud Bonyadifard. Namun ternyata, sang wasit asal Iran tersebut memiliki catatan kontroversial saat pimpin Timnas U-19 Indonesia hingga Liga 1. Di laga Timnas U-19 Indonesia Vs Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-19 tahun 2017, sang wasit tak memberikan peringatan apapun kepada pemain Malaysia Nabil, saat melakukan tekel keras kepada Saddil Ramdani. Kemudian catatan lainnya terjadi saat memimpin laga Persija vs PSM di Liga 1 2017. Di laga tersebut, Bonyadifard dinilai kontroversial karena menganulir gol pemain PSM Wiljan Pluim pada menit ke-85 karena dinilai handball.

WASIT AL-KAF NGOCEH LAGI

Masih kabar soal wasit. Dilansir dari Okezone, wasit kontroversial Ahmed Al Kaf kembali tampil dan ngoceh di media sosial jelang laga Timnas Indonesia vs Jepang di matchday kelima Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. Di stories Instagram-nya, @ahmedalkaf, ia bicara soal kematian. Sang pengadil asal Oman itu meminta kepada Allah SWT untuk mengampuni semua umat muslim yang telah meninggal dunia. Menariknya, postingan berbau rohani tersebut adalah unggahan pertama wasit botak tersebut di Instagram pasca memimpin laga kontroversial Bahrain vs Indonesia

TIKET TIMNAS INDONESIA VS JEPANG SOLD OUT

Sementara itu, jelang laga Indonesia vs Jepang, dilaporkan bahwa tiket laga yang dijual telah Sold Out alias habis terjual. Dilansir dari Bolasport, meski tiket laga melawan tim Samurai Biru sudah habis terjual, namun tiket laga Indonesia vs Arab Saudi di tanggal 19 November, masih tersisa. Jadi, untuk fans yang tak kebagian tiket laga melawan Jepang, bisa membeli tiket laga yang melawan Arab Saudi. Dengan habisnya tiket, bisa dipastikan tribun GBK akan penuh sesak. Bisa jadi, penonton di laga melawan Jepang nanti akan menyamai penonton terbanyak saat melawan Australia yakni 70 ribuan penonton.

HILGERS DATANG 11 NOVEMBER

Masih jelang laga melawan Jepang. Dilansir dari Suara, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong, membawa kabar baik dengan memastikan bahwa bek andalan Timnas Garuda Mees Hilgers akan tetap bergabung dengan skuad Garuda, meski dilaporkan masih mengalami cedera. “Dia akan tetap datang ke sini, mungkin akan datang pada tanggal 11 November nanti,” kata Shin Tae-yong. Lantas, apakah Hilgers akan siap tampil saat Timnas Indonesia menghadapi Jepang? Shin Tae-yong masih enggan memberikan kepastian tentang hal tersebut.

KEVIN DIKS AMBIL SUMPAH KAMIS, MAIN LAWAN ARAB SAUDI

Kabar baik lainnya datang dari proses naturalisasi Kevin Diks. Dilansir dari Bola.net, pasca proses naturalisasinya disetujui oleh DPR dalam rapat kerja Komisi X DPR RI pada hari Senin 4 November 2024, dilaporkan bahwa Kevin Diks segera akan mengambil sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pada Kamis 7 November 2024 di Copenhagen. Hal tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Denmark di Copenhagen. Pihak kedutaan kini sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyelenggarakan acara pengambilan sumpah tersebut. Setelah nantinya disumpah, Sekjen PSSI, Yunus Nusi berharap Kevin Diks bisa tampil di laga melawan Arab Saudi 19 November mendatang.

MU SISIHKAN UANG UNTUK BELI TIGA PEMAIN SPORTING

Dilansir dari The Sun, Manchester United telah menyisihkan sejumlah uang sekitar 175 juta pounds demi memboyong tiga pemain Sporting CP yang dibutuhkan pelatih Ruben Amorim. Namun menurut laporan, uang itu akan dibelanjakan pada bursa transfer musim panas mendatang, bukan Januari. Tiga pemain tersebut diantaranya adalah bek Goncalo Inacio, gelandang Morten Hjulmand, dan striker Viktor Gyokeres. Ketiganya telah menjadi prioritas Amorim untuk dibawa ke Old Trafford musim depan.

AL NASSR SAINGI MU DAPATKAN GYOKERES

Namun untuk mendapatkan salah satu pemain incarannya, Viktor Gyokeres, Red Devils harus bersaing dengan uang minyak Arab Saudi. Pasalnya seperti dilansir dari tribalfootball, klub Arab Saudi Al-Nassr, juga telah melakukan pendekatan kepada striker asal Swedia tersebut. Meski klausul 100 juta yang diminta pihak Sporting dinilai terlalu mahal, namun Al- Nassr tetap akan terus menegosiasikannya pada awal tahun 2025 nanti agar tercapai harga yang jauh lebih rendah.

VAN NISTELROOY INGIN KEJELASAN DARI MU

Masih kabar soal MU. Dilansir dari tribalfootball, pelatih Interim Ruud Van Nistelrooy kini segera meminta kejelasan soal masa depannya di MU setelah kedatangan Ruben Amorim. Seperti diketahui, mantan striker MU tersebut masih ingin bertahan di Old Trafford, untuk menjadi salah satu staf pelatih di bawah Amorim. Namun masalahnya, Amorim sudah mengatakan bahwa ia akan membawa serta seluruh gerbong stafnya di Sporting ke Old Trafford. Untuk itulah Van Nistelrooy tengah meminta kejelasan sikap manajemen United, paling tidak dalam minggu ini.

ROBERTO MANCINI KE AS ROMA?

Dari kabar Van Nistelrooy, beralih ke kabar Roberto Mancini. Dilansir dari Eurosport, setelah didepak dari Timnas Arab Saudi, nama Roberto Mancini kini mencuat sebagai kandidat kuat pelatih baru AS Roma. Pemilik Giallorossi, Friedkins tampaknya sudah semakin muak dengan hasil minor yang diraih pelatih Ivan Juric selama ini. Menurut laporan, Friedkins telah menyiapkan beberapa nama termasuk Roberto Mancini. Mancini dianggap berpengalaman dan sukses menangani klub besar Italia seperti Inter. Ia juga pernah lama hidup di Kota Roma ketika menjadi pemain Lazio. Namun selain Mancini, Friedkins juga menyiapkan nama-nama lain seperti pelatih kawakan Claudio Ranieri, maupun Frank Lampard.

JELANG UCL, RODRYGO GOES PULIH

Beralih ke kabar selanjutnya yang datang dari Real Madrid. Dilansir dari Football Espana, jelang laga krusial di UCL melawan AC Milan pada hari Selasa 5 November, El Real tengah mendapatkan kabar baik kalau strikernya Rodrygo Goes telah kembali pulih dari cedera pahanya. Pemain yang absen di El Clasico tersebut telah berlatih penuh di Valdebebas. Menurut laporan, Carlo Ancelotti juga telah mengindikasikan bahwa Rodrygo bisa saja ia turunkan menjadi starter di laga melawan Rossoneri nanti.

UEFA RILIS PERNYATAAN RESMI SOAL KONTROVERSI BALLON D’OR

Kabar berikutnya datang dari UEFA. Dilansir dari tribalfootball, UEFA resmi merilis klarifikasi bahwa pihaknya tak ikut cawe-cawe soal pemilihan Ballon d’Or. Sebelumnya, beredar kabar bahwa UEFA mengintervensi pemilihan pemenang Ballon d’Or. Menurut UEFA, mereka maupun atas nama pribadi presidennya, tidak pernah membuat pernyataan atau komentar apapun tentang hasil pemilihan Ballon d’Or. Laporan yang menyudutkan UEFA dianggap tidak berdasar. UEFA juga memperingatkan bahwa pihaknya dapat mengambil tindakan hukum terhadap pihak manapun yang terlibat dalam penyebaran pernyataan keliru tersebut.

MALAYSIA HARUSNYA TIRU ERICK THOHIR

Lanjut ke kabar selanjutnya. Dilansir dari CNN Indonesia, anak raja Malaysia yang juga pemilik klub Johor Darul Takzim, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, menyebut Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) butuh sosok seperti Erick Thohir yang dianggap sukses sebagai Ketum PSSI dan memimpin sepak bola Indonesia. Erick Thohir dianggap Tunku Ismail punya kemampuan finansial, serta koneksi internasional yang kuat untuk membuat sepak bola Indonesia melangkah maju. Sebaliknya, Tunku Ismail malah mengatakan bahwa para pemimpin Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) masih kekurangan visi, komitmen, pengetahuan, serta semangat dalam mengelola organisasi.

FC DALLAS TAKUT-TAKUTI JEPANG DAN ARAB SAUDI

Kabar berikutnya datang dari klubnya Maarten Paes, FC Dallas. Dilansir dari okezone, lewat sebuah artikelnya di website fc dallas.com, klub tersebut tengah memamerkan catatan gemilang Maarten Paes untuk bisa menakut-nakuti Jepang dan Arab Saudi. Dalam artikel tersebut, FC Dallas menyampaikan beberapa penghargaan Paes. Seperti telah mencatatkan sebanyak 118 penyelamatan di MLS 2024, maupun mencatat sembilan penyelamatan dalam satu laga. Tak hanya itu, sederet prestasi Paes juga tak luput disebutkan, seperti tampil di MLS All Star 2024, serta meraih MLS Save of The Year 2024.

TIGA RIBU FANS JEPANG GERUDUK GBK

Masih soal kabar jelang laga Timnas Indonesia melawan Jepang dan Arab Saudi di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dilansir dari okezone, sebanyak tiga ribuan fans Jepang dilaporkan akan geruduk SUGBK pada 15 November nanti. Namun menurut Shin Tae-yong, jumlah tersebut bukan jadi masalah karena masih terlalu kecil dibanding fans Indonesia. Apalagi menurut Coach Shin, akan ada sebanyak dua ribuan fans asal Korea Selatan yang akan dikerahkan untuk ikut mendukung Timnas Indonesia di SUGBK nanti.

STY PEDE CAPAI TARGET DI PIALA AFF

Sementara itu dari kabar lainnya, Coach Shin Tae-yong terlihat sangat percaya diri untuk mencapai target di Piala AFF 2024 nanti. Dilansir dari bolasport, meski tak diunggulkan dan bukan skuad yang terkuat karena hanya akan memakai pemain U-22, namun STY yakin Timnas Indonesia bisa masuk final Piala AFF 2024. Pelatih berpaspor Korea Selatan tersebut juga mengatakan bahwa dengan kemampuan para pemain muda yang terus berkembang, target tersebut bukan mustahil dapat tercapai.