Beranda blog Halaman 79

6 Pemain di Piala AFF 2024 Ini Bakal Jadi Aset Masa Depan Timnas Indonesia

0

Regenerasi menjadi masalah laten Timnas Indonesia. Tetapi semenjak kursi kepelatihan dipegang Shin Tae-yong, masalah itu pelan-pelan teratasi. Lihat saja, di Timnas Indonesia sekarang, semuanya terintegrasi.

Mulai dari kelompok umur paling muda, menengah, hingga tim senior. Shin Tae-yong juga beberapa kali mencampur pemain usia muda dengan senior di satu tim nasional. Seperti halnya di Piala AFF 2024. Malahan di turnamen ini STY lebih banyak memainkan pemain muda.

Maka muncullah pemain-pemain muda yang memiliki karakter dan kemampuan luar biasa di Piala AFF 2024. Mereka bisa menjadi aset Timnas Indonesia di masa depan. Siapa saja para pemain itu?

Kadek Arel Priyatna

Namanya tidak asing. Tentu saja karena Kadek Arel langganan dipakai Shin Tae-yong. Sebelum di Piala AFF 2024, Kadek sudah membela tim kelompok umur. Ia memulainya dari tim U-19, U-20, lalu di tim U-23. Selama membela timnas kelompok umur penampilan Kadek konsisten.

Salah satu yang mungkin menjadi perjalanan terbaik dalam kariernya adalah turut mengantarkan Indonesia juara di Piala AFF U-19 tahun 2024. Nah, di Piala AFF 2024, Kadek yang baru berusia 19 tahun terlihat lebih dewasa. Kematangan Kadek dalam membaca permainan berguna bagi skema Shin Tae-yong.

Tidak hanya itu, kecakapan berduel juga menjadi atribut lain yang dimiliki Kadek. Usia yang masih belia juga tidak membuatnya minder menghadapi para striker berpengalaman seperti Nguyen Tien Linh dan Nguyen Van Toan.

Kadek bahkan menjadi salah satu pemain yang bersinar saat Indonesia dibekuk Vietnam. Statistik membuktikannya. Di laga tersebut, Kadek menciptakan sekurang-kurangnya 10 sapuan dan dua kali memblok tendangan lawan. Dan, satu lagi, ia juga pandai mencetak gol.

Dony Tri Pamungkas

Selanjutnya masih dari sektor belakang. Ada nama Dony Tri Pamungkas. Saking hebatnya talenta muda yang satu ini, Dony bahkan dibuatkan konten khusus oleh Starting Eleven Story. Ya, Dony memang semengagumkan itu. Di Piala AFF 2024, di usia yang masih 19 tahun, kapasitas Dony sangat terlihat.

Posisi naturalnya adalah bek sayap, tapi Shin Tae-yong beberapa kali menempatkannya di posisi bek tengah dalam formasi 3-4-3. Di tiga pertandingan pertama, hanya laga melawan Laos, Dony ditempatkan di posisi aslinya.

Baik di bek sayap maupun sebagai bek tengah, penampilan Dony sama bagusnya. Bila di posisi bek sayap, terutama di sebelah kiri Dony bagai prototipe Calvin Verdonk. Tenang, tangkas, cepat, dan cerdik menjadi identitas permainan Dony. Saat pemain pribumi yang ditempa di liga lokal tak becus melakukan tendangan bebas, Dony hadir.

Di laga kontra Laos, Indonesia mendapat tendangan sudut. Skor masih 2-2, dan tendangan sudut itu adalah peluang mencuri keunggulan. Dony berada di balik bendera. Ia memberi tanda akan mengirim bola ke kotak 5 yard. Biasanya pemain lain juga akan melakukan itu, tapi bolanya terlalu jauh atau terlalu dekat.

Tapi Dony tidak. Sebuah umpan ala Roberto Carlos ia luncurkan. Muhammad Ferrari muncul di belakang pemain Laos, menyongsong umpan itu. Gol pun tercipta.

Victor Dethan

Seandainya PSSI tidak berencana memakai skuad muda di Piala AFF 2024, mungkin Victor Dethan untuk kesekian kali mengubur impiannya membela Timnas Indonesia. Dethan kerap dipanggil ke timnas. Namun hanya sampai tahap seleksi. Untuk masuk ke tim utama, baik itu di level senior maupun kelompok umur, belum pernah.

Nah, Piala AFF 2024 adalah ajang pertama sekaligus pembuktiannya di tim nasional. Ini juga boleh dikatakan lesatan karier yang luar biasa. Belum pernah bermain di kelompok umur, tapi Dethan bisa menembus turnamen senior, walau baru skala Asia Tenggara.

Dethan takkan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia tidak peduli menjadi pilihan utama atau tidak. Dipanggil ke timnas saja cukup. Pemain seperti Dethan sulit masuk starter di tim STY. Tapi Coach Shin cukup jeli dengan memberi debut pada Dethan di laga pertama.

Dethan masuk di babak kedua saat Indonesia bertamu ke Myanmar. Ketika dia masuk, serangan-serangan timnas yang kurang menggigit sebelumnya menjadi lebih berbahaya.

Sentuhan, tusukan, dan umpan-umpannya membantu mengacak-acak pertahanan Myanmar. Terbukti di laga itu, Dethan mengemas 14 umpan akurat dan 3 umpan kunci.

Dethan punya keberanian saat pegang bola dan memiliki kecepatan, demikian kata mantan pemain Timnas Indonesia, Alexander Saununu. Katanya, Dethan yang baru menjalani debut di timnas jauh lebih bagus dari Hokky Caraka. Kamu setuju dengan pernyataan ini football lovers?

Achmad Maulana

Di laga melawan Vietnam, Shin Tae-yong memberi kejutan. Tidak, tidak, bukan kalah untuk pertama kali dari Kim Sang-sik, tapi menurunkan Achmad Maulana. Sekali lagi, Achmad Maulana bukan Arman Maulana suaminya Dewi Gita. Shin Tae-yong menaruh Achmad Maulana untuk bermain di tengah bersama Arkhan Fikri dan Rivaldo Pakpahan dalam formasi 3-5-2.

Ini debut pemain bernama lengkap Achmad Maulana Syarif di tim senior. Sebelum ini, dia pernah memperkuat tim U-20 dan U-22. Namun, di tim senior kali ini STY tidak menaruh Maulana di posisi naturalnya. Di klub, ia sering bermain melebar, tapi Tae-yong menempatkannya di barisan tengah.

Ibarat aktor yang manut sutradara, Maulana juga nurut apa yang dimau STY. Walau begitu, Maulana menjawabnya dengan penampilan memukau. Sejak menit awal, determinasinya terlihat. Tapi efek paling nyata terjadi di babak kedua. Maulana menggantikan peran Pakpahan yang ditarik keluar.

Tugasnya menjaga kedalaman sehingga tugas Arkhan Fikri berkurang. Jobdesk itu ia jalani sepenuh hati. Duel dan intersep beberapa kali ia lakukan. Maulana juga lumayan rajin melakukan umpan dan di laga itu, akurasi umpannya nggak jelek-jelek amat, yakni 61%.

Rivaldo Enero Pakpahan

Achmad Maulana beruntung bisa makin menonjol setelah mengemban peran Rivaldo Pakpahan. Di laga kontra Vietnam itu, sebenarnya yang bertugas sebagai tukang sapu adalah Rivaldo Enero Pakpahan. Namun, Rivaldo hanya bertahan sekitar 40 menit.

Dari segi kualitas, pemain Borneo FC ini sejatinya piawai memutus alur serangan. Tekel, duel, dan intersep adalah anugerah yang ada dalam dirinya. Ihwal kemampuan pemain yang satu ini pernah diulas Starting Eleven Story. Jika kamu terlewat, kamu bisa menontonnya lagi.

Sayangnya Rivaldo harus cedera. Kata Sumardji, Rivaldo cedera engkel. Usai laga melawan Vietnam, Rivaldo terpaksa dibantu tongkat hanya untuk berdiri dan berjalan. Meski begitu pemain yang satu ini tetap menjadi aset masa depan Timnas Indonesia.

Cahya Supriadi

Tidak semua pelatih punya kejelian mencari pemain. Terutama jika yang sedang kita bicarakan adalah pelatih Timnas Indonesia. Tapi Shin Tae-yong, yang baru-baru ini digoyang posisinya dan terus disalahkan akibat performa buruk di Piala AFF, punya kejelian itu. Kalau tak jeli, bagaimana ia menemukan Cahya Supriadi?

Suatu hari saat masih menangani Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong menemukan Cahya Supriadi. Tepatnya pada tahun 2022. Ia lalu memberikan debut pada Cahya saat Timnas U-19 keok 5-1 atas Korea Selatan U-19 di laga uji coba. Menariknya, saat ditemukan Cahya bukanlah pemain reguler di klub.

Pada saat itu saja, Cahya kesulitan menembus tim utama Persija Jakarta. Kariernya cuma berkutat di Persija Muda. Ini membuktikan bahwa sebenarnya klub-klub Indonesia memiliki pembinaan usia dini. Namun buat nembus ke tim utama susahnya setengah mampus.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Vivagoal (@vivagoal)

Karena tidak dipakai, Persija melegonya ke FC Bekasi City pada 2024. Selama berkubang di Liga 2, Cahya tetap berusaha keras. Jika di Persija yang tak tembus tim utama, di Bekasi City, Cahya tampil reguler. Tak ayal jika ia kemudian dipanggil oleh STY.

Cahya menjawab kepercayaan itu. Di Piala AFF 2024, dalam tiga laga pertama Cahya cuma kebobolan satu gol. Bahkan ketika kalah dari Vietnam pun, Cahya mengemas lima penyelamatan. Pemanggilan Cahya ke timnas tak cuma menunjukkan bahwa pembinaan tim-tim lokal berjalan, tapi juga membuktikan anggapan STY tak memantau kompetisi lokal, keliru besar.

Itulah tadi pemain-pemain di Piala AFF 2024 yang bisa menjadi aset masa depan Timnas Indonesia. Menurut football lovers siapa yang sanggup tampil konsisten dan akan terus dipanggil oleh Shin Tae-yong?

Sumber: CNNIndo, VivaGoal, Bolacom, Kumparan, DetikSport, HarianFajar, CNNIndo, Antara

Bagi Olympique Lyon Musim Ini Tidak Ada Gunanya!

0

Perasaan muak para penggemar Olympique Lyon sepertinya sudah mencapai pada puncaknya terhadap pemilik klub John Textor. Fans kecewa klub kesayangan itu harus terancam turun kasta dari liga utama Prancis ke liga dua. Mereka tak kuasa menahan diri untuk menulis kalimat-kalimat yang menyinggung Textor secara frontal seperti yang dilansir The Athletic.

“Multi-Club Ownership” ”Stock Market Gambling”, “We Don’t Trust You”(tak perlu VO).

Turunnya kasta itu adalah sebuah fakta yang menyakitkan bagi fans Olympique Lyon. Bagaimana tidak? Klub saat ini mendiami klasemen 5 Liga Prancis dan memungkinkan ikut kompetisi Eropa harus buyar di depan mata. Lantas apa sih yang membuat Olympique Lyon sampai harus terancam terdepak secara tragis ke Liga dua?

Kabar Buruk dari DCNG

Jumat sejatinya adalah hari yang berkah, setidaknya menurut dawuh para khatib ketika shalat Jumat. Namun bagi fans Olympique Lyon sepertinya hari Jumat, tepatnya 15 November itu adalah sumber kekecewaan yang paling mendalam. Pasalnya, Direction Nationale du Contrôle de Gestion (DNCG) Prancis, memutuskan bahwa klub Olympique Lyon menderita finansial dalam jumlah besar.

DNCG yang berperan sebagai polisi keuangan itu sudah mengendus sejak musim lalu, bahwa Les Gones berpotensi kesulitan uang. Polisi keuangan mengawasi secara ketat gerak-gerik Olympique Lyon dalam bursa transfer 2023. Untungnya, tak ada masalah keuangan yang berarti sehingga DNCG tak mempermasalahkannya.

Namun di musim 2024/25 secara mengejutkan pemilik Olympique Lyon memberi tahu kepada DNCG, bahwa klubnya punya hutang yang besar. Jumlahnya mencapai 505,1 juta euro atau setara 8,5 triliun rupiah. Kabar buruk itu pun menyebar cepat sampai ke kuping fans Olympic Lyon. Hal ini karena dipublikasikan oleh DNCG sebagai pengawas keuangan klub..

Jelas pengumuman itu bikin syok para penggemar. Bagaimana nasib Olympic Lyon? Akankah berakhir tragis seperti Girondins Bordeaux, klub tradisional Prancis, yang distempel bangkrut itu? Klub Girondins Bordeaux akhirnya terdegradasi gara-gara tak mampu bayar hutang. Klub ini akhirnya hanya bermain di Liga 4 Prancis.

Melanggar Aturan FFP

Hari-hari kelabu menyelimuti para penggemar Lyon yang sedang menunggu kabar demi kabar terbaru soal nasib klubnya kelak. Tentu saja ini menyangkut masalah hutang klub. Apakah sudah diselesaikan atau belum oleh John Textor? Sebab ancamannya tak main-main. Klub bisa saja dilarang bermain di Ligue 1. Sanksi tegas untuk klub yang punya hutang lebih besar daripada pendapatannya.

Seperti yang sudah dijelaskan di dalam aturan Football Fair Play Eropa, klub yang punya hutang melebihi 100 juta Euro, akan dikenai sanksi. Tentu saja jika melihat hutang Olympique Lyon, jelas melebihi batas maklum klub. Alhasil Olympique Lyon berpotensi kena sanksi.

Dalam kasus Olympique Lyon, klub ini menanggung tagihan yang cukup besar. Mulai dari tagihan gaji pemain, pelatih, hingga perawatan stadion yang mengeluarkan banyak uang. Hal itu sangat masuk akal sebab dalam lima tahun terakhir, Olympique Lyon sudah mengalami kerugian sebesar 3o0 juta Euro. Puncaknya adalah akhir tahun ini, hutangnya makin menumpuk.

Klaim John Textor

Di tengah bencana finansial yang dialami Lyon, John Textor, sang pemilik klub malah menanggapi masalah itu dengan rileks. Kendati ia kaget bukan kepalang karena laporan keuangan klub dibocorkan ke publik oleh DNCG, sehingga siapapun tahu termasuk para penggemar klub. Inilah yang memicu ketidakpuasan fans terhadap John Textor.

Maka di tengah tekanan publik, John Textor secara gentlemen mengklaim kalau Olympique Lyon akan baik-baik saja. Jika ditotal, aset yang dimiliki klub mencapai 700 juta Euro. Maka seandainya semua aset dijual, tentu bisa membuat hutang impas dan bahkan masih tersisa. Inilah yang diyakini oleh John Textor.

Textor sudah punya strategi dan rencana untuk menghadapi masalah keuangan yang serius ini. Pengusaha Amerika yang membeli Lyon pada tahun 2023, dari Jean Michel Aulas itu mencoba meyakinkan pihak DNCG, dengan upaya yang tengah dilakukan Textor dan manajemen klub.

John Textor menegaskan kalau manajemen klub akan menghasilkan uang yang banyak. Sebab Olympique Lyon punya saudara yakni klub lain di luar Prancis yang juga milik Textor. Textor bisa mengandalkan dana dari klub Molenbeek dan Botafogo yang juga dia kelola.

Jadi, istilahnya subsidi silang. Textor yakin dengan adanya dua saham di dua klub itu, bisa menyelamatkan Olympique Lyon dan para penggemar pun terpenuhi ekspektasinya.

Tapi dari pihak DNCG tak mempercayai begitu saja optimisme John Textor. Polisi keuangan sepak bola Prancis itu menilai argumentasi Textor tak cukup meyakinkan. Sebab organisasi itu bukan berasal dari dalam negeri. Anggapan inilah yang membuat John Textor sedikit kesal karena DNCG tak melihat Olympique Lyon secara global. Di mana 77 persen saham Les Gones dimiliki Eagle Footbal Group.

“Komisaris lokal hanya melihat klub sepak bola Prancis dan tidak mempertimbangkan ratusan juta dolar yang akan datang dari berbagai bagian organisasi kami,”keluh John Textor.

Olympique Lyonnais Terancam Degradasi

Klaim John Textor soal organisasi internasional yang mampu memperbaiki keuangan Olympique Lyon, memang ada benarnya. Sebab Lyon merupakan bagian dari Eagle Football Group. Kucuran dana dari Eagle bisa mengurangi beban hutang klub atau bahkan melunasinya.

Namun itu semua belum pasti. Hal ini karena pihak DNCG menilai manajemen klub belum melakukan sertifikasi akun. Ini bisa berdampak buruk bagi masa depan klub pernah berjaya sebelum oligarki minyak asal Qatar mengakuisisi Paris Saint-Germain.

Olympique Lyon bisa saja kena hukuman degradasi jika pengusaha Amerika itu tak mampu membuktikan kata-katanya. Dan fans pun harus gigit jari. Klub yang sudah pernah juara liga 7 kali itu mungkin nasibnya sama seperti Girondins Bordeaux, yang harus jadi klub amatir di Liga Prancis.

Selain itu, harapan Olympique Lyon untuk tampil di kompetisi Eropa pupus di depan mata. Karena meskipun pada akhirnya finish di lima besar, tapi mereka harus terdepak begitu saja. Maka salah satu solusi agar terhindar dari degradasi, Lyon harus mencicil hutangnya di awal Januari sebesar 100 juta Euro.

Tentu saja, Olympique Lyon dilarang untuk membeli pemain baru di saat kondisi keuangan klub sedang tak baik-baik saja. Ini sebagai salah satu solusi untuk memperbaiki masalah finansial yang kritis di tubuh Les Gones.

Menjual Aset Berharga

Terhitung dari sekarang, Les Gones hanya diberi waktu beberapa bulan saja untuk menyelesaikan semua masalah yang menghinggapinya. Bulan Mei 2025 mereka harus terbebas dari klaim hutang. Kalau tidak, ya terpaksa sanksi degradasi diberlakukan.

Maka untuk mencegah hal buruk itu terjadi, pengusaha asal Missouri itu harus menjual pemain. Dari penjualan itu dia bisa mendapat uang sekitar 20 juta euro dan mengurangi beban pembayaran gaji pemain.

Tak cukup itu saja, John Textor harus siap menjual aset yang ada. Aset itu di antaranya Stadion Groupama dan sahamnya di Crystal Palace yang bisa memberi dana 200 juta euro.

Kini, nasib Olympique Lyon sedang di ujung tanduk. Antara selamat atau sekarat. Bisakah John Textor menyelamatkan Olympique Lyon dari ancaman degradasi?

https://youtu.be/kBuqxIQ8uAY

Lequipe, Bluewin, nytimes, actu, Sportdetik, Eagle Football Group, One Football,

Terusir Dari Copenhagen, Kemana Kevin Diks Harus Berlabuh?

0

Beberapa hari lalu, Starting Eleven membuat konten tentang pemain-pemain Indonesia yang laris manis di pasaran usai tampil apik bersama Timnas Indonesia. Salah satu pemain yang tampil di konten tersebut adalah Kevin Diks. Dirinya dirumorkan semakin dekat dengan pintu keluar FC Copenhagen.

Kontrak Kak Kev memang akan berakhir pada Juni 2025 dan sang pemain diperbolehkan mengadakan diskusi dengan klub lain per tanggal 1 Januari mendatang. Menariknya, semua ini bukan keinginan Kevin. Loh, berarti Kevin Diks dipaksa pergi oleh FC Copenhagen? Kurang lebih begitu. Lantas, jika beneran hengkang, kemana Kevin Diks harus berlabuh?

Diminta Pergi

Kevin Diks sendiri sudah berseragam FC Copenhagen sejak tahun 2021. Dibeli dari Fiorentina, Kevin diikat dengan kontrak berdurasi empat tahun. Maka dari itu, tahun 2025 akan jadi tahun terakhirnya di Parken Stadium. Selama memperkuat Copenhagen, Kevin tampil sangat baik. 

Siapapun pelatihnya dan dimanapun Copenhagen bermain, Kevin hampir selalu jadi pilihan utama. Selama hampir empat musim bermain di Denmark, Kevin dinilai sebagai bek pekerja keras. Dirinya membantu transisi dengan sangat baik. Selain itu, Kevin juga dikenal sebagai bek yang produktif. Terutama setelah ditunjuk sebagai eksekutor penalti Copenhagen. 

Hingga narasi ini ditulis, Kevin sudah mencatatkan 20 gol dan 19 assist untuk Copenhagen. Musim ini barangkali jadi yang terbaik baginya. Ia mencetak sembilan gol dan tiga assist dalam 31 penampilan. Dirinya juga telah menghadirkan tiga gelar untuk klub. Itu jadi statistik yang fantastis untuk seorang pemain belakang sepertinya. 

Namun, tampil bagus saja belum cukup bagi klub. Manajemen klub sepakat untuk tidak memperpanjang kontrak Kevin musim depan. Direktur Olahraga FC Copenhagen, Sune Smith-Nielsen bahkan mempersilahkan sang pemain pergi dan berkarir di luar Denmark. Padahal, Diks sangat ingin bertahan. Ia dan keluarganya bahagia tinggal di Copenhagen.

Feyenoord

Jika sudah begini, pilihannya cuma satu, yakni angkat kaki dari Parken Stadium. Dalam beberapa bulan terakhir, ada beberapa klub yang dikabarkan menunjukan ketertarikan pada Kevin Diks. Mereka bisa jadi opsi destinasi menarik bagi Kevin. Yang pertama menaruh hati adalah klub Eredivisie, Feyenoord.

Dilansir situs Transfermarkt cabang Belanda, Feyenoord masih membuka kemungkinan untuk mendatangkan Kevin. Probabilitasnya masih berada di angka lebih dari 50%. Jika Feyenoord benar-benar serius bergerak, maka ini akan jadi opsi menarik bagi Kevin. Karena Feyenoord bukan lah klub yang asing baginya. Sebab, Kevin pernah berseragam Feyenoord musim 2017/18.

Kala itu, Kevin bergabung dengan status pinjaman dari Fiorentina. Bersama Feyenoord kala itu, Kevin mampu tampil apik. Mencatatkan 31 penampilan dan menyumbangkan dua gelar, yakni KNVB Beker dan Dutch Super Cup. Toh Belanda adalah tanah kelahirannya. Jadi, soal adaptasi lingkungan dan bahasa, ia tak akan mengalami kesulitan. 

Borussia Monchengladbach

Klub selanjutnya yang dikabarkan sedang memantau situasi Kevin Diks adalah raksasa Bundesliga, Borussia Monchengladbach. Mantan klub dari Marco Reus itu kabarnya ingin memperkuat lini belakang mereka. Dan Kevin adalah salah satu opsi menarik. Ketertarikan mereka dikonfirmasi langsung oleh jurnalis ternama asal Jerman, Florian Plettenberg. 

Melalui akun X-nya yang bernama @Plettigoal, Florian menuliskan bahwa Gladbach ingin memperkuat lini bertahannya dan ingin mengusahakan merekrut Kevin pada bursa transfer Januari mendatang. Gladbach memandang Kevin sebagai pemain belakang yang memiliki naluri menyerang sangat baik. Itu jadi nilai plus yang dirasa cocok untuk skema permainan klub.

Bergabung dengan Gladbach tentunya jadi peningkatan karir bagi Kevin. Ia akan bermain di salah satu dari lima liga terbaik di Eropa. Bermain di Bundesliga juga bisa menjaga asa Kevin untuk terus tampil di kompetisi Eropa. Namun, belum ada pergerakan konkret dari Monchengladbach. Tampaknya, mereka juga sedang memantau beberapa pemain lain di posisi yang sama.

Trabzonspor

Dari Liga Turki, ada Trabzonspor yang kabarnya sudah memantau situasi Kevin Diks sejak lama. Mereka dilaporkan serius ingin merekrut Diks yang kontraknya akan habis di Bulan Juni mendatang. Dilansir Puska Sport, salah satu media asal Turki, klub yang sempat menjuarai Liga Turki pada musim 2021/22 itu sudah melayangkan tawaran resmi kepada Copenhagen.

Eks klub dari Burak Yilmaz ini mengirimkan proposal yang bernilai 1,15 juta euro untuk melancarkan transfer ini. Angka tersebut sangat jauh dari market value Kevin yang kini berada di 4,5 juta euro. Namun, karena tahun ini adalah tahun terakhir dalam kontraknya, Trabzonspor berharap Copenhagen mau melepasnya dengan harga yang lebih ekonomis.

Selain itu, Puska Sport juga melaporkan bahwa Kevin akan digaji 1,25 miliar setiap musimnya. Nantinya, Kevin akan diikat dengan kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi tambahan satu tahun. Tawaran ini cukup menarik, tapi saat ini Trabzonspor sedang terancam degradasi. Kecil kemungkinannya untuk Kevin tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Brondby IF

Jika ingin membalas dendam pada FC Copenhagen, maka tawaran dari Brondby IF akan jadi kesempatan yang menarik. Menurut Bold.dk, Kevin jadi salah satu target potensial Brondby. Sebagai rival, Brondby memandang Kevin sebagai talenta yang tak bisa disia-siakan. Apalagi, Kevin bisa didapatkan secara gratis di akhir musim.

Sudah berkali-kali menghadapi FC Copenhagen, Brondby kagum dengan gaya bermain Kevin. Dirinya kuat dan piawai dalam membantu lini serang. Secara skema, Kevin juga cocok dengan Brondby. Musim ini, pelatih Brondby, yakni Frederik Birk Christensen menggunakan skema tiga bek. Jadi, Kevin bisa bermain sebagai bek sayap yang menyerang.

Keuntungan bermain untuk Bornby adalah, Kevin tidak perlu mengurus perpindahan tempat tinggal. Karena jarak dari Copenhagen ke Brondby tidak terlalu jauh. Paling cuma setengah jam. Yang jadi masalah, jika Kevin pindah ke Brondby, ia akan dianggap pengkhianat oleh fans Copenhagen. Hidupnya bisa saja tidak tenang karena terus-terusan diteror oleh publik Parken.

Como FC

Namun, jika Kevin Diks tak mau jadi Villain di hadapan publik Copenhagen, Como FC bisa jadi opsi. Menurut beberapa media Indonesia, Como pernah menunjukan ketertarikannya kepada Kevin pada awal musim 2024/25. Namun, kesepakatan batal terjadi karena satu dan lain hal. Meski begitu, di situs Transfermarkt, status ketertarikan Como masih berada di angka 50%. 

Itu tandanya masih ada kemungkinan untuk Kevin bergabung dengan klub asal Serie A tersebut. Asal, pihak Como membangkitkan minatnya lagi pada pemain Timnas Indonesia itu. Tentu akan menarik melihat duel Indonesia antara Jay Idzes dan Kevin Diks di Serie A. Ini akan menjadi sebuah sejarah baru bagi persepakbolaan Tanah Air.

Selain itu, sepakbola bukan suatu hal yang asing bagi Kevin. Selama berpetualang di sepakbola Eropa, Italia pernah jadi salah satu persinggahannya. Kevin tercatat pernah membela dua klub Italia, yakni Fiorentina dan Empoli. Meski saat itu bukan jadi pengalaman yang baik, sepakbola Italia masih jadi salah satu yang menunggu untuk ditaklukan.

Klub Milik Pengusaha Indonesia

Nah, di luar klub-klub tersebut Kevin masih punya opsi lain. Tidak lain dan tidak bukan adalah klub-klub yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia. Selain Como yang dimiliki oleh PT Djarum, masih ada klub-klub Eropa lain yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh orang-orang Indonesia. Contohnya seperti Oxford United, FCV Dender, Brisbane Roar, dan sebagainya.

Yang paling worth it sih Oxford ya. Klub Divisi Championship itu bisa jadi opsi yang oke untuk Kevin Diks. Secara level kompetisi dan jenjang karir, Championship terbilang masih lebih bagus ketimbang Liga Australia atau Liga Belgia. Bermain di kasta kedua Liga Inggris bisa bikin Kevin disorot klub-klub Premier League.

Sumber: VOI, Puska Sport, Plettigoal, Bold.dk, Bola.net

Cara Vini Sumpal Mulut Fans Spanyol yang Rasis

0

Penghargaan Ballon d’Or yang disematkan kepada Rodri yang penuh tanda tanya itu telah membuat hati Vinicius terluka. Sebab, menurutnya, secara statistik ia lebih layak daripada gelandang tengah Manchester City itu. Masalah semakin besar setelah kontroversi ini merambah ke dapur Real Madrid.

Pihak klub merasa bahwa selama ini Vini telah diragukan kemampuannya. Warna kulitnya yang berbeda pun diperkirakan jadi masalah utama dalam beberapa tahun terakhir. Lantas bagaimana Vini menyumpal semua keraguan yang disematkan pada dirinya?

Sebelum mengulas lebih lanjut, yuk Subscribe dan nyalakan notifikasi agar tak ketinggalan video-video terbaru dari Starting Eleven Story.

Perkenalannya dengan Sepak Bola

Vinicius baru saja meraih penghargaan Pemain Terbaik Dunia Versi FIFA. Namun salah satu pencapaian individu terbaik di dunia itu tak akan pernah ia raih, jika di masa lalu, Vini lebih memilih Futsal ketimbang sepakbola.

Tidak seperti kebanyakan pemain hebat lain, Vinicius tidak memulai karirnya dari lapangan hijau, melainkan lapangan karet. Ya, Vini yang masih berusia sembilan tahun justru menekuni futsal terlebih dahulu.

Sampai-sampai, bakatnya terendus oleh salah satu perwakilan klub terbesar di Brazil, Flamengo. Namun, setibanya di kamp latihan Flamengo, pelatih Flamengo, yakni Eduardo Junior merasa bahwa Vini masih terlalu muda dan lemah untuk sepakbola. Ia diminta untuk tetap menekuni futsal saja, ketimbang sepakbola.

Tapi, tekad Vini lebih besar dari pandangan sinis orang-orang di Flamengo. Melihat hamparan rumput hijau, ia merasa bahwa ini lah sepakbola sesungguhnya. Vini pun tidak mendengarkan saran itu dan tetap berlatih sepakbola di Flamengo muda.

Vini memulai debutnya pada pertandingan melawan Atletico-MG tahun 2017. Kala itu, Vini diturunkan pada menit ke-82. Meski hanya bermain sekian menit, sang pelatih merasa bahwa Vini memiliki potensi yang terpendam.

Meski pada akhirnya tidak selalu jadi starter di Flamengo, tapi sekalinya tampil dia mampu membayar kepercayaan sang pelatih. Vini pasti menghasilkan assist maupun menciptakan gol. Penampilan konsistennya pun sampai menarik perhatian raksasa La Liga, Real Madrid pada tahun 2018.

Diboyong ke Real Madrid

Menariknya, talenta Vini yang dianggap begitu potensial bagi Madrid, membuat klub Spanyol itu bersedia untuk merogoh kocek yang cukup dalam. Kala itu, Madrid rela mengeluarkan 45 juta euro. Padahal, bagi sebagian orang, Vini hanya pemain Brazil mentah. Banyak pemain yang punya kualitas sama sepertinya.

Beberapa pengamat sepakbola merasai nilai yang dikeluarkan Los Blancos itu terlalu gila untuk pemain seperti Vini. Dengan kualitasnya yang masih abu-abu, Vinicius dinilai tidak layak jadi pemain termahal kedua Brasil setelah Neymar yang kala itu diboyong Barca dengan mahar 54 juta Euro. Nah, disitulah konsekuensi berat harus dihadapi.

Di Brazil, mungkin Vini dipuja-puja berkat skill individunya. Tapi ketika di Real Madrid Vini bagaikan anak kemarin sore yang belum tahu apa-apa. Real Madrid sebagai klub besar memaksa Vini belajar lebih banyak lagi soal sepakbola dan atmosfer Santiago Bernabeu.

Bermain untuk Real Madrid butuh sesuatu lebih dari sekadar kemampuan individu. Seperti yang ditekankan Karim Benzema, sepakbola adalah soal kerja sama tim. Dan Vini masih bermasalah soal itu. Terbukti, ia kesulitan saat awal-awal bergabung dengan salah satu klub elite tersebut.

Tantangan yang Berat

Di sisi lain, timing Vinicius Junior bergabung dengan Real Madrid sebenarnya tidak tepat. Karena El Real kala itu sedang masa transisi. Hal ini sedikit membuat perkembangan karir Vini sempat terhambat.

Madrid sedang limbung secara performa. Apalagi semenjak ditinggalkan Cristiano Ronaldo yang pergi ke Juventus di tahun 2018, Real Madrid tak lagi punya mesin gol. Gareth Bale yang diharapkan bisa jadi mesin gol belum mampu gantikan peran CR7.

Sementara dari sisi pelatih, Madrid juga lagi labil. Real Madrid bergonta-ganti pelatih. Saat itu Real Madrid dilatih oleh Julen Lopetegui yang memang tidak menaruh kepercayaan pada Vini. Dirinya dinilai gagal untuk mengerek performa tim. Dan berakhir dengan pemecatan. Ia digantikan oleh Santiago Solari.

Di era Santiago Solari, baru lah Vinicius jadi lebih sering bermain. Ia mendapat kesempatan bermain sebanyak 31 kali di musim 2018/19. Dari penampilan tersebut, Vini menciptakan 3 gol dan 12 assist. Performa yang terbilang lumayan bagi pendatang baru sepertinya.

Lalu saat Zinedine Zidane melatih EL-Real lagi tahun 2019, Vini mendapat kesempatan bermain yang cukup banyak. Tapi performa Vini tak sebanding dengan laga yang dimainkan. Ia hanya mengemas 3 gol dan 2 assist dari 29 laga di La Liga musim 2019/20.

Ini adalah performa yang mengecewakan, mengingat Vini didatangkan Madrid untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Cristiano Ronaldo.

Hujatan Rasis

Belum juga membuktikan kapasitas sebagai pemain top dunia dipecahkan, Vini malah mendapat perlakuan tak menyenangkan. Vinicius mendapat penghinaan rasis dari suporter di Spanyol.

Operator kompetisi La Liga mencatat kalau sudah ada sembilan pengaduan pelecehan rasisme terhadap Vini sejak Oktober 2021. Di tahun selanjutnya pelecehan itu makin menjadi dengan patung yang digantung dekat jembatan tol dekat tempat latihan Real Madrid.

Serangkaian bentuk rasisme membuat hati kecil Vini tersayat-sayat. Ia merasa tak dihargai layaknya seorang manusia. Hal itu terlihat saat Vini diwawancarai The Athletic, Vini tak kuasa menahan tangis. Punggawa El Real itu mengeluhkan pelaku-pelaku rasis itu tak dihukum. Sehingga mereka tetap bebas melakukan serangan rasisme kepadanya.

“Saya hanya ingin bermain, dan saya hanya ingin pergi ke stadion tanpa ada yang mengganggu saya karena warna kulit saya.” ucap Vini.

Melawan Rasisme di Spanyol

Dari sini, Vini bertekad untuk melawan rasisme yang dilakukan oleh oknum fans sepakbola di Spanyol. Vini mengancam akan meminta tim untuk meninggalkan pertandingan jika nyanyian-nyanyian berbau rasisme terdengar lagi. Menurutnya, itu akan membuat para oknum merugi karena membayar denda yang lebih besar.

Meski pada akhirnya tidak semua fans membayar denda, tapi cara seperti itu menurut Vini cukup efektif meredam serangan rasisme. Ancaman Vini dan Real Madrid itu akhirnya menginspirasi operator kompetisi La Liga, untuk meminta Pemerintah Spanyol merevisi peraturan tentang rasisme agar lebih tegas lagi.

Dengan penegasan aturan tersebut, serangan rasisme itu menjadi surut. Vini akhirnya bisa fokus untuk bermain sepak bola tanpa perlu lagi mendengar kata-kata “Monyet”, “Vini Mati Saja.” dari oknum fans yang ingin merendahkannya.

Performa Terbaik

Kini, siapa saja berhati-hati untuk mengatakan rasis pada Vini. Jika ada yang nekat, siap-siap saja untuk mendapatkan hukuman yang lebih berat. Dengan seperti itu, Vini berharap bisa mengubah persepsi fans Spanyol terhadap kulit hitam.

Seiring berjalannya waktu, Vini yang mengabaikan nada-nada berbau rasis performanya kian meroket. Di tangan Carlo Ancelotti, Vini dilatih sebagaimana pemain top dunia bermain. Tak cuma skill tapi juga paham soal visi bermain sepak bola. Hasilnya sungguh mengejutkan.

Vini nyaris saja menyabet gelar Ballon D’or 2024. Sebab perform Vini di musim 2023/24 sangat impresif. Vini mencetak 25 gol dan 12 assist di semua kompetisi. Tak cuma itu, Vini juga membantu Madrid mengawinkan gelar Liga Spanyol dan Liga Champions di musim tersebut.

Tapi, karena dasarnya Ballon d’Or adalah penghargaan yang mengandalkan vote, Ballon d’Or Vini dibegal Rodri, pemain Manchester City yang secara statistik tak terlalu membanggakan. Boleh dibilang lebih rendah daripada Vini. Namun ia unggul 41 poin dari Vini.

Meski demikian, kehebatan Vini di lapangan tetap diakui oleh khalayak umum. Tak terkecuali dari para praktisi sepakbola. Oleh karena itu, dia tetap menjadi kandidat kuat untuk memperoleh penghargaan Pemain Terbaik versi FIFA. And ya, dengan 48 poin yang diperoleh dari rekan-rekan sejawat, Vini berhak membawa pulang penghargaan tersebut.

Meskipun penghargaan tersebut kalah bergengsi dari Ballon d’Or, setidaknya capaian ini jadi pembungkaman telak terhadap para fans Spanyol yang rasis itu. Mau dihina bagaimana pun, Vini tetap bisa membuktikan bahwa ia adalah yang terbaik di dunia.

 

FootballFaithful, Goal, SportDetik, isfootball, Bolanet, Liputan6, New York Times, 90 Menit

Berita Bola Terbaru 19 Desember 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil laga Final Piala Interkontinental di Doha, Qatar, Real Madrid sukses menjadi kampiun setelah mengandaskan Pachuca, dengan skor 3-0. Tiga gol dari El Real di laga ini, masing-masing diciptakan oleh Kylian Mbappe di menit 37, Rodrygo Goes di menit 53, serta gol penalti Vinicius Junior di menit 84.

Sementara itu dari ajang Coppa Italia babak 16 besar, Atalanta sukses menang besar atas tamunya Cesena 6-1. Parade enam gol dari La Dea, masing-masing dilesakkan oleh Zappacosta, Brescianini, brace dari De Keteleare, serta brace dari Samardzic. Berkat kemenangan ini, pasukan Gian Piero Gasperini berhak melaju ke babak 8 besar untuk menghadapi Bologna.

Dari laga lainnya, AS Roma sukses melangkah ke 8 besar setelah meraih kemenangan atas Sampdoria 4-1. Brace dari Artem Dovbyk, serta satu gol masing-masing dari Baldanzi dan Shomurodov, membuat Giallorossi akan ditantang AC Milan di babak 8 besar nanti.

Beralih ke hasil laga Ligue 1 pekan ke-16. PSG sukses permalukan tuan rumah AS Monaco dengan skor 4-2. Gol kemenangan pasukan Luis Enrique di laga ini, masing-masing diciptakan oleh Desire Doue, brace dari Ousmane Dembele, serta satu gol dari Goncalo Ramos. Hasil ini membuat Les Parisien makin kokoh di puncak klasemen Ligue 1 dengan koleksi 40 poin.

Berikutnya ada hasil dari laga perempat final Carabao Cup. Newcastle berhasil lolos ke babak semifinal, setelah mengandaskan tamunya Brentford di Saint James Park dengan skor 3-1. Tiga gol dari pasukan Eddie Howe, masing-masing diciptakan oleh brace dari Sandro Tonali, dan satu gol dari bek Fabian Schar.

Sementara itu di Emirates, Arsenal juga sukses melangkah ke babak semifinal Carabao Cup setelah meraih kemenangan 3-2 atas tamunya Crystal Palace. Kemenangan The Gunners ini dipersembahkan oleh Gabriel Jesus lewat hatricknya menit 54, 73, dan 81.

Tiket semifinal Carabao Cup lainnya, juga diraih oleh Liverpool setelah sukses menghentikan langkah Southampton dengan skor 2-1. Dua gol kemenangan The Reds di laga ini, masing-masing diceploskan oleh Darwin Nunez di menit 24, serta Harvey Elliot di menit 32.

DITOLAK INTER, MU CARI BEK KIRI LAIN

Dari Manchester, tersiar kabar bahwa MU telah ditolak oleh Inter Milan mengenai tawarannya kepada bek kiri, Federico Dimarco. Menurut laporan Goal, pemain yang didambakan Amorim di sektor wing back kiri tersebut, juga secara pribadi menolak pinangan ke Old Trafford, karena alasan ingin perbaharui kontrak di Giuseppe Meazza. Dengan adanya penolakan Dimarco dan Inter, manajemen MU bergerak cepat mencari bek kiri lain. Pilihan itu kini mengerucut pada satu nama, yakni mantan anak buah Amorim di Sporting yang kini membela PSG, Nuno Gomes.

RASHFORD DITAMPUNG ARSENAL?

Kabar berikutnya datang dari Marcus Rashford, yang kabarnya siap memulai tantangan baru di luar MU. Dilaporkan oleh Footbal London, bahwa klub yang paling mungkin menampung Rashford dengan gajinya yang mencapai 315 ribu per minggu, adalah Arsenal. The Gunners masih butuh bala bantuan penyerang baru. Meski sudah mendatangkan Sterling dengan status pinjaman, langkah itu belum berjalan sesuai rencana. Manajemen Arsenal dilaporkan akan segera memulai negosiasi dengan sang pemain terkait opsi keluar dari Old Trafford.

KLUB-KLUB LIGA INGGRIS TERTARIK IKUT UNIFY LEAGUE

Lanjut ke kabar berikutnya. Dilaporkan oleh The Sun, bahwa sepuluh klub di Liga Inggris secara pribadi telah mengisyaratkan dukungan mereka untuk mengambil bagian dalam Liga Super Eropa yang baru atau Unify League. Meski tidak disebutkan secara spesifik siapa sepuluh klub tersebut, namun menurut laporan, keikutsertaan sepuluh klub Liga Inggris tersebut di Unify League tak akan mengganggu statusnya sebagai klub Liga Inggris.

WAJAH DONNARUMMA PENUH DARAH

Sementara itu dari Prancis, tersiar kabar bahwa kiper PSG, Gianluigi Donnarumma tengah mengalami cedera parah pada mukannya. Peristiwa itu terjadi saat melawan AS Monaco. Dilansir Sportbible, muka kiper asal Italia itu terkena sepakan keras dari kaki pemain Monaco, Wilfried Singo. Akibatnya, muka Donnarumma berlumuran darah dan langsung mendapat perawatan. Donnarumma hanya bermain 20 menit di laga tersebut. Kabarnya, Donnarumma mendapat beberapa jahitan seusai pertandingan.

DUA KEMENANGAN SPESIAL YANG DIUNGKAP ANCELOTTI

Kabar berikutnya datang dari Real Madrid yang baru saja sukses menggondol trofi Piala Interkontinental. Menurut laporan dari Goal, trofi tersebut akhirnya membuat Carlo Ancelotti tercatat sebagai pelatih Los Blancos tersukses sepanjang sejarah dengan koleksi gelar terbanyak yakni 15 trofi. Namun ketika ditanya wartawan, trofi spesial Ancelotti bersama El Real, bukanlah Piala Interkontinental ini. Melainkan dua trofi UCL, yakni ketika mendapat La Decima saat mengalahkan Atletico Madrid di tahun 2014, serta Trofi UCL tahun 2022 di Paris saat mengalahkan Liverpool.

THIAGO KEMBALI LATIH KE BARCELONA

Lanjut ke kabar berikutnya yang datang dari rIval Real Madrid, Barcelona. Dilansir dari Marca, Barcelona kini kembali akan kedatangan staf pelatih yang sempat bersama Hansi Flick di awal musim, Thiago Alcantara. Sebelumnya, Thiago terlihat membantu Flick di Barca pada saat jalani tur pramusim di Amerika Serikat. Barca menganggap sosok Thiago masih dibutuhkan oleh tim. Maka dari itu, di bulan Januari nanti Thiago Alcantara akan segera dimasukan oleh Barca sebagai salah satu asisten tetap Hansi Flick bersama Marcus Sorg, Toni Tapalovic dan Heiko Westermann.

TAMBAH PEMASUKAN, BARCA JUAL KOLEKSI TATO

Masih kabar dari Barcelona. Dilaporkan oleh Goal, Barcelona telah menciptakan cara baru untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Yakni dengan cara berjualan koleksi Tato. Bekerja sama dengan studio Tato Catalan Oshun, Barca telah meluncurkan lebih dari 30 desain koleksi Tato yang siap dijual. Menurut laporan, fans Barca akan diundang untuk menandai peluncuran bisnis Tato ini di Barca Store. Fans nantinya juga disuruh berdonasi dengan cara membuat Tato di acara tersebut. Selain Tato, fans nantinya juga akan mendapatkan berbagai keuntungan dan diskon khusus nonton pertandingan Barca. Pasalnya, di Tato tersebut juga menyertakan sertifikat bernomor resmi yang memberi pelanggan berbagai akses.

GENOA RESMI GANTI PEMILIK

Dari Barcelona yang sedang butuh uang, beralih ke kabar dari sepakbola Italia. Dilansir dari Football Italia, Genoa kini telah resmi memiliki pemilik baru. Pengusaha asal Rumania, yakni Dan Șucu, telah resmi mengakuisisi saham mayoritas klub tersebut pada hari Rabu 18 Desember 2024. Dan Sucu mengambil alih Genoa setelah pemilik sebelumnya 777 Partners mengalami kebangkrutan sejak bulan Oktober lalu. Menurut laporan, Sucu telah membayar lebih dari 45 juta euro, untuk mengamankan 77% saham Genoa.

NAPOLI DAN FIORENTINA SEGERA TUKAR PEMAIN

Masih dari Italia, Dilaporkan oleh Corriere Dello Sport, Napoli dan Fiorentina akan segera melakukan bisnis pertukaran pemain di bursa transfer bulan Januari nanti. Kedua tim akan bertukar pemain di posisi yang sama, yakni bek kiri. Dimana bek kiri La Viola Cristiano Biraghi akan ditukar dengan bek kiri Partenopei, Leonardo Spinazzola. Kedua klub telah bersepakat soal bisnis “win win solution” tersebut. Kini kedua klub tinggal melengkapi detail transfernya di bulan Januari nanti. Bisnis ini dilakukan kedua klub tanpa mengeluarkan nominal uang transfer.

TIMNAS FILIPINA KELELAHAN TERBANG KE INDONESIA

Beralih ke kabar berikutnya dari Piala AFF 2024. Dilansir dari Superball, jelang laga melawan Indonesia di Solo, Timnas Filipina mengaku menderita kelelahan. Tanpa jeda istirahat, pasca mati-matian bertempur melawan Vietnam, pasukan The Azkals memilih untuk langsung terbang ke Solo. Kondisi fisik pemain Filipina dikatakan banyak yang menurun. Pelatih mereka Albert Capellas dalam wawancaranya dengan media mengaku bahwa timnya hanya punya waktu istirahat dua hari saja jelang hadapi Indonesia. Capellas mengatakan bahwa anak asuhnya sampai tidak bisa tidur dan istirahat dengan nyenyak, ketika harus cepat-cepat terbang ke Solo.

NATURALISASI JAIRO BATAL?

Dari kabar lainnya, dilaporkan oleh Okezone bahwa proses naturalisasi Jairo Riedewald kemungkinan besar urung terjadi dalam waktu dekat. Dalam channel YouTube-nya yang bertajuk “Bebas”, Arya Sinulingga mengatakan bahwa peluang PSSI menaturalisasi Jairo Riedewald, masih berat karena satu dan lain hal. Padahal, rumor Jairo menjadi WNI telah berhembus kencang tahun ini. Bahkan jika tidak mengalami cedera, eks pemain Crystal Palace ini dikabarkan sudah tiba di Indonesia untuk menjalani proses naturalisasi sejak Maret lalu.

Kevin Diks Ke Liga Turki?

Sementara itu kabar menghebohkan datang dari Kevin Diks. Pemain yang berpeluang besar hijrah dari FC Copenhagen di akhir musim ini itu, kini dilaporkan akan segera bergabung ke klub Liga Turki, Trabzonspor. Menurut laporan akun x @PuskaSport, Trabzonspor telah resmi melayangkan tawaran dua tahun kontrak, plus opsi satu tahun perpanjangan pada Diks. Pemenang tujuh kali juara Liga Turki itu kabarnya rela merogoh kocek sebesar 1,15 juta euro (Rp19,3 Miliar) untuk menebus Diks. Sementara itu, Diks diperkirakan akan mendapatkan gaji sebesar 1,25 juta euro (Rp 21 miliar) dari kesepakatan itu.

CUNHA DIDAKWA FA

Dilaporkan oleh Sky Sports, pemain Wolves Mateus Cunha, telah resmi didakwa bersalah oleh FA atas tindakan penyerangan terhadap staf Ipswich Town pasca laga Wolves vs Ipswich di Molineux. FA merilis surat resmi yang mendakwa penyerang asal Brazil itu karena bertindak dengan cara yang tidak pantas dalam lapangan. Cunha kini memiliki waktu hingga Kamis 19 Desember untuk memberikan tanggapan terkait dakwaannya tersebut. Jika tidak ada tanggapan, Cunha bisa terancam sanksi larangan bermain di beberapa laga.

FANS SPURS KECAM DANI LEVY KARENA NETFLIX

Sementara itu dari London Utara, tersiar kabar bahwa beberapa fans Tottenham Hotspurs kini sedang mengecam keras pemiliknya sendiri Daniel Levy. Dilansir dari Goal, fans makin muak dengan tindakan The Lilywhites yang baru saja resmi mengumumkan kerja sama dengan Netflix, untuk mendukung peluncuran musim kedua serial Squid Game. Fans marah karena Levy dianggap terlalu fokus pada kepentingan di luar lapangan. Sebagai sikap tegas, fans yang makin muak itu pun berencana menyelenggarakan aksi protes terhadap Levy jelang laga melawan Liverpool di Liga Inggris, Minggu ini.

ALASAN ROBERTSON BISA MAIN LAWAN SPURS

Dari kabar lainnya, dilaporkan oleh 90min bahwa bek kiri Liverpool, Andrew Robertson ternyata bisa dimainkan saat laga melawan Spurs di Liga Inggris pekan depan. Hal itu dikarenakan hukuman kartu merah yang diterima Robertson saat melawan Fulham hanya satu laga saja, dan berlaku di kompetisi lain selain Liga Inggris. Artinya, hukuman yang diterima bek kiri asal Skotlandia tersebut hanya akan berlaku di laga tengah pekan saat melawan Southampton di Carabao Cup.

MARSELINO BAKAL DILATIH LEGENDA CHELSEA?

Masih kabar dari Inggris, klub Marselino Ferdinan Oxford United kini sedang gencar memburu pelatih baru pasca mendepak Des Buckingham. Dilansir dari Tribalfootball, klub milik Erick Thohir dan Anindya Bakrie itu sedang bergerak membidik legenda bek Chelsea, John Terry sebagai pelatih baru. Terry yang saat ini menjabat sebagai staf akademi The Blues, dilaporkan tertarik mengemban jabatan pelatih utama Oxford di Championship. Namun Terry akan bersaing dengan nama lain yang juga dijagokan, yakni mantan pelatih Birmingham City, Gary Rowett.

PEMAIN VERONA DAN AC MILAN AKAN BAWA ANAK ANJING

Beralih ke kabar dari Serie A. Menurut laporan Football Italia, akan ada hal menarik di laga Serie A giornata 17, antara Verona vs AC Milan. Laga yang akan dihelat di Marc Antonio Bentegodi pada Jumat 20 Desember itu, akan diawali dengan beberapa pemain kedua tim yang membawa anjing penyelamat. Sebanyak tujuh anjing dari Badan Perlindungan Hewan Nasional (ENPA), akan dibawa oleh dua kapten tim, dan lima pemain dari kedua tim. Kampanye ini ditujukan untuk memberi perlindungan serta kesetaraan pada hewan. Kedua tim juga rencananya akan menggunakan kaos spesial, yang nantinya akan diperjualbelikan untuk mendanai tempat penampungan hewan yang ada di Italia.

BARU GABUNG, BALOTELLI MAU HENGKANG DARI GENOA

Masih kabar dari sepakbola Italia. Dilaporkan oleh Foot Italia bahwa pemain yang baru gabung Genoa, Mario Balotelli, sudah tidak kerasan lagi berada di klub. Si bengal dilaporkan ingin hengkang pada bulan Januari ini karena tidak cocok dengan pelatih baru Genoa, Patrick Vieira. Balotelli mengaku bahwa kedatangannya ke Genoa atas permintaan langsung pelatih sebelumnya Alberto Gilardino, bukan Vieira. Asal tahu saja, Balotelli dan Vieira ini dulunya juga sempat bersitegang ketika masih di OGC Nice. Surat kabar lokal Repubblica juga telah mengungkapkan sebuah klausul dalam kontrak Balotelli yang membolehkannya untuk mengakhiri perjanjiannya lebih awal, meski kontraknya akan berakhir pada 30 Juni 2025

PRESIDEN LA LIGA KECAM KERAS UNIFY LEAGUE

Dari Italia, beralih ke kabar dari Spanyol. Menurut laporan Marca, Presiden La Liga Javier Tebas tengah mengecam keras ide “Unify League” yang baru saja dilaunching oleh A22 Sports. Tebas yang dari awal mengecam ide Super League itu, menganggap ide Unify League ini hanya akan membahayakan stabilitas ekonomi liga-liga nasional, beserta klub-klubnya. Menurut Tebas, orang-orang di dalam A22 Sports itu tak paham sepakbola, karena tak mengkaji lebih jauh apa dampak ekonomi dan olahraga dari digelarnya Unify League terhadap setiap klub.

NASIB MOUKOKO DI NICE, BAKAL DIPERTAHANKAN?

Kabar berikutnya datang dari nasib pemain yang baru dihebohkan dengan skandal pemalsuan umur, Youssoufa Moukoko. Dilansir dari Get Football News France, banyak beredar kabar soal nasib Moukoko yang semakin tidak menentu di klubnya sekarang, Nice. Pemain yang dipinjam dari Dortmund ini, diprediksi akan dikembalikan lebih cepat, setelah adanya kasus tersebut. Namun, pelatih Nice Franck Heise pasang badan. Ia menepis kabar bahwa Moukoko akan dikembalikan lebih awal ke Dortmund. “Saya berkomitmen, dan pemain juga sudah berkomitmen. Pikiran tentang pemutusan pinjaman tidak ada. Sebaliknya, kami kini sedang berpikir tentang bagaimana Moukoko bisa lebih tajam lagi di lapangan,” kata Heise.

MEDIA KOREA SELATAN BELA STY SETELAH DISENTIL ERICK THOHIR

Beralih ke kabar dari sepakbola nasional. Dilansir dari Suara, media Korea Selatan Best Eleven, telah memberikan pembelaan bagi Shin Tae-yong usai dikritik Erick Thohir soal sikapnya yang banyak mengeluh. Best Eleven menganggap apa yang dilakukan Shin Tae-yong itu adalah hal yang wajar. “Dari sudut pandang pelatih, kekhawatirannya dapat dimengerti. Jika para pemain tidak bermain dalam kondisi maksimal, tentu sulit untuk mengevaluasi skill, dan potensinya dengan baik,” tulis Best Eleven.

TIBA DI SOLO, SKUAD INDONESIA LANGSUNG LATIHAN

Sementara itu jelang laga terakhir babak grup Piala AFF 2024 melawan Filipina, Timnas Indonesia telah tiba di Solo pada Rabu 18 Desember siang. Dilaporkan oleh Okezone, skuad Timnas Garuda tiba di Solo setelah sebelumnya mereka beristirahat penuh di Jakarta pada hari Selasa. Namun setibanya di Solo, pada Rabu sorenya Arkan Fikri dan kawan-kawan dijadwalkan untuk langsung digembleng latihan fisik sebagai persiapan laga hidup mati melawan Filipina. Indonesia sengaja memilih lebih banyak porsi berlatih jelang laga di hari Sabtu, guna memperbaiki performa.

Berita Bola Terbaru 18 Desember 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil babak 16 besar Coppa Italia, Juventus sukses kandaskan langkah Cagliari dengan skor telak 4-0. Empat gol kemenangan dari pasukan Thiago Motta itu, masing-masing diceploskan oleh Dusan Vlahovic, Teun Koopmeiners, Fransisco Conceicao, dan Nico Gonzalez. Hasil ini membuat Bianconeri melaju ke babak 8 besar Coppa Italia untuk menantang Empoli yang sebelumnya sukses mengandaskan Fiorentina.

FIRMA HUKUM POGBA DAMPINGI MUDRYK

Dari Inggris tersiar kabar bahwa firma hukum yang bertanggung jawab menangani banding kasus doping Paul Pogba, kini telah disewa oleh pihak Mykhailo Mudryk. Dilaporkan oleh Goal, bahwa firma hukum Morgan Sports Law, akan mendampingi pihak Mudryk setelah sang pemain diskors sementara oleh pihak Premier League atas kasus doping yang sedang menjeratnya. Sebelum diskors, pemain sayap Chelsea itu sudah menampik bahwa dirinya sengaja menggunakan doping. Mudryk sudah angkat bicara dan merasa tidak bersalah atas kandungan zat terlarang yang ada dalam tubuhnya.

RASHFORD DIPULANGKAN DARI LATIHAN

Sementara itu dari Manchester, ada laporan dari Mirror yang mengatakan bahwa Marcus Rashford telah dipulangkan dalam sesi latihan tim pada hari Senin. Rashford dipulangkan karena pihak dokter mengatakan kondisinya tidak fit untuk berlatih. Padahal Rashford dalam keadaan baik-baik saja. Terbukti pada hari Selasa, ia terlihat bugar menghabiskan hari di sekolah dasar lamanya dengan membagikan 420 hadiah Natal kepada anak-anak setempat. Di tempat itulah, Rashford mengatakan kepada jurnalis Henry Winter, bahwa ia ingin meninggalkan Old Trafford dan mencari tantangan baru.

GARNACHO KE ATLETICO MADRID?

Tak hanya Rashford yang dikabarkan akan pergi dari Old Trafford. Menurut laporan dari Fichajes, rekan Rashford, Alejandro Garnacho juga kemungkinan besar akan hengkang pada bulan Januari ini ke klub lamanya, Atletico Madrid. Simeone yang merupakan pengagum pemain sayap asal Argentina tersebut yakin Garnacho bisa menjadi kunci untuk memperkuat lini serang timnya, bersama rekannya sesama Argentina, Julian Alvarez. Menurut laporan, pihak MU juga telah bersedia memfasilitasi kepergian sang pemain untuk kembali ke klub lamanya tersebut. Fyi, Garnacho pernah menghabiskan lima tahun di klub ibu kota Spanyol tersebut sebelum menuju Old Trafford.

OLMO HENGKANG GRATIS JANUARI?

Potensi kehilangan pemain juga kemungkinan besar akan dialami Barcelona di bulan Januari. Dilaporkan oleh Eurosport, bahwa kesulitan memenuhi kewajiban batasan gaji, akan membuat Dani Olmo meninggalkan Blaugrana di bulan Januari ini secara cuma-cuma. Desakan beberapa klub yang menuntut La Liga untuk menaati aturan batasan gaji, membuat Barcelona sulit bergerak mendaftarkan Olmo di paruh musim kedua. Barcelona kini harus mencari siasat lain seperti pemasukan keuangan secara besar, agar Olmo bisa dimasukkan ke dalam skuad mereka secara resmi, tanpa terkena masalah batasan gaji.

MANCINI DAN SARRI DISIAPKAN AC MILAN

Beralih ke kabar dari Serie A. Laporan dari Football Italia pada hari Selasa 17 Desember, menunjukkan bahwa mantan pelatih kepala Timnas Italia, Roberto Mancini telah menjadi salah satu calon kuat pelatih AC Milan menggantikan Paulo Fonseca jika klub tersebut memutuskan untuk mendepaknya. Kini, Fonseca dilaporkan masih dalam tekanan pemecatan, apalagi jika Rossoneri gagal raih kemenangan melawan Verona di Serie A hari Jumat nanti. Namun selain nama Mancini, nama eks pelatih Napoli Maurizio Sarri, juga telah disiapkan manajemen AC Milan untuk dipertimbangan sebagai suksesor Fonseca. .

DYBALA DILEPAS KE GALATASARAY?

Masih kabar dari Italia. Pemain AS Roma, Paulo Dybala santer dilaporkan akan segera menuju Turki untuk berseragam Galatasaray pada bulan Januari. Menurut laporan Bein Sports, agen Dybala Carlos Novel bahkan telah berada di Istanbul untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan pihak manajemen Galatasaray. Giallorossi juga tidak menutup kemungkinan akan menguangkan Dybala di bulan Januari, sebelum pergi pada akhir musim secara gratis karena kontraknya habis. Dybala disebut menginginkan kontrak di Galatasaray senilai 15 juta dolar per musim. Galatasaray pun kabarnya tidak menolaknya, karena butuh tambahan amunisi penyerang baru setelah Mauro Icardi mengalami cedera panjang.

PEMAIN DAN FANS BREST TOLAK RELOKASI VENUE DI UCL

Beralih ke kabar berikutnya yang datang dari klub Ligue 1, Stade Brestois. Dilansir dari Get Football News France, Brest sedang berupaya memindahkan markas untuk menggelar laga fase knockout UCL di Stade de France. Sebelumnya, di fase grup UCL, Brest bermarkas di Stade de la Roudourou di Guingamp. Namun, upaya pemindahan markas ditolak oleh beberapa pemain Brest dan fans. Kapten klub Brendan Chardonnet, mengatakan bahwa dirinya lebih suka bermarkas di Guingamp karena jaraknya tak jauh dari rumah fans maupun rumah para keluarga pemain. Selain Chardonnet, fans juga sudah menentang untuk direlokasi ke Stade de France fans. Mereka bahkan sudah mengkampanyekan penolakan tersebut dengan membentangkan sebuah spanduk bertuliskan, “Stade de France, kami tidak menginginkannya.”.

REAL MADRID BORONG PENGHARGAAN FIFA

Beralih ke kabar selanjutnya. Dari Doha Qatar, dilaporkan bahwa Real Madrid telah memborong beberapa penghargaan FIFA The Best 2024. Vinicius Junior yang gagal meraih Ballon d’Or, akhirnya diganjar sebagai Pemain Pria Terbaik FIFA 2024. Ia mengalahkan pemain seperti Rodri, Haaland, Bellingham, hingga Messi. Selain Vini, pelatih El Real Carlo Ancelotti juga dinobatkan sebagai Pelatih Pria Terbaik FIFA 2024, mengalahkan Xabi Alonso, Luis de la Fuente, Pep, hingga Scaloni. Tak hanya itu, sebanyak lima pemain Los Blancos seperti Rudiger, Toni Kroos, Bellingham, Carvajal hingga Vinicius, masuk dalam FIFA Best XI 2024.

PUSKAS AWARD JADI MILIK PEMAIN MU

Tak hanya penghargaan pemain dan pelatih terbaik saja yang diumumkan FIFA di Doha Qatar pada 17 Desember, penghargaan lain seperti Puskas Awards 2024 juga diumumkan. Pemain MU, Alejandro Garnacho terpilih sebagai penerima penghargaan tersebut lewat gol salto indahnya ke gawang Everton di Goodison Park. Gol salto Garnacho mengungguli 10 nomine lainnya, usai meraih 26 poin dari voting. Ia mengungguli gol akrobatik lainnya yang dibuat pemain Timnas Aljazair, Yassine Benzia ke gawang Afrika Selatan. Gol Benzia itu hanya mendapatkan 22 poin.

LIGA SUPER EROPA RESMI GANTI NAMA

Lanjut ke kabar berikutnya. Dilansir dari ESPN, Liga Super Eropa yang diinisiasi oleh Florentino Perez dan kawan-kawan, kini telah berganti nama menjadi “Unify League”. Promotor Liga Super A22 Sports mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal kepada UEFA dan FIFA, agar mereka secara resmi mengakui haknya untuk menyelenggarakan kompetisi Eropa baru tersebut. A22 juga mengatakan bahwa proposal terbarunya juga mencakup perubahan pada formatnya. Unify League nantinya akan diikuti 96 klub yang dibagi menjadi empat tingkatan. Dua liga teratas, yakni “Star” dan “Gold,” masing-masing akan diisi 16 klub, yang dibagi menjadi delapan grup. Lalu untuk kasta di bawahnya yakni “Blue” dan “Union”, masing-masing akan diisi 32 klub, yang juga dalam delapan grup.

MILIANO JONATHANS RESMI KE UTRECHT

Beralih ke kabar dari pemain keturunan indonesia yang membela klub Vitesse Arnhem, Miliano Jonathans. Dilansir dari Bolasport, pemain berdarah Depok itu kini telah resmi bergabung dengan klubnya Ivan Jenner dan Ole Romeny, FC Utrecht. Menurut laporan dari Voetbal International, tim papan atas Eredivisie itu mengeluarkan mahar 300 ribu euro atau setara 5 miliar rupiah guna mengangkut Jonathans. Jonathans telah meneken kontrak hingga 2028 di Utrecht. Selain menerima uang, Vitesse bakal mendapatkan persentase keuntungan dari transfer Jonathans jika Utrecht menjualnya ke klub lain.

OLE ROMENY KE OXFORD?

Sementara itu, kehadiran Miliano Jonathans ke Utrecht diprediksi akan mengancam posisi Ole Romeny. Dilansir Bola.com dari VoetbalPrimeur, Romeny sedang dipantau oleh klub Marselino Ferdinan, Oxford United. Klub milik Erick Thohir dan Anindya Bakrie itu dikabarkan bersedia membayar sejumlah nominal transfer berkisar enam digit untuk segera mendapatkan Romeny. Jika transfer ini terealisasi, itu akan menandai langkah asing pertama dalam karier penyerang kelahiran Nijmegen tersebut. Pasalnya, selama ini Romeny belum pernah hijrah dari klub di Belanda.

KIPER TIMNAS KAMBOJA DISELIDIKI DUGAAN PENGATURAN SKOR

Dari kabar transfer para pemain keturunan Indonesia, kini beralih ke kabar dari Piala AFF 2024. Dilansir Bolasport, tersiar kabar bahwa Timnas Kamboja kini sedang terseret kasus skandal pengaturan skor di Piala AFF 2024. Federasi sepak bola Kamboja (FFC) kini telah melakukan investigasi kepada kiper mereka, Dara Vireak atas indikasi keterlibatan dalam pengaturan skor saat melakukan blunder menghadapi Singapura. Presiden FFC, Jenderal Sao Sokha, menjelaskan bahwa ada kejanggalan yang terjadi saat laga melawan Singapura. Fans Timnas Kamboja juga menuntut ada kejelasan.

INDONESIA HADAPI THAILAND DI SEMIFINAL PIALA AFF?

Masih dari kabar Piala AFF 2024. Kemungkinan laga klasik Thailand vs Indonesia di semifinal Piala AFF 2024 terbuka lebar, setelah Thailand hampir dipastikan menjadi juara Grup A setelah mengandaskan Singapura 4-2. Sebagai juara Grup A, Thailand bakal berjumpa runner-up dari Grup B. Indonesia berpeluang besar menjadi lawannya di semifinal, andai bisa mengalahkan Filipina. Kemenangan melawan Filipina akan membuat Timnas Garuda mengoleksi 7 poin dan dinobatkan sebagai runner up Grup B di bawah Vietnam.

ENAM CALON PELATIH BARU SOUTHAMPTON

Dilaporkan oleh Mirror, bahwa manajemen Southampton telah bergerak cepat mencari pengganti pelatih Russel Martin yang baru dipecat. Enam kandidat sudah masuk kantong. Mereka di antaranya pelatih Sheffield Wednesday asal Jerman, Danny Rohl, pelatih West Bromwich asal Spanyol, Carlos Corberan, David Moyes, Graham Potter, maupun mantan pelatih Coventry, Mark Robins. Namun selain nama-nama itu, mantan pelatih Interim Timnas Inggris, Lee Carsley juga masuk dalam kandidat yang sedang dipertimbangkan Soton.

CHELSEA SEGERA PUNYA SPONSOR BARU DI JERSEYNYA

Dari kabar lainnya, Chelsea dilaporkan akan segera mempunyai sponsor baru yang akan terpampang di depan jersey mereka. Dilansir oleh 90min, pihak manajemen The Blues kini sedang menerima tawaran kesepakatan kerjasama sponsor dengan lima perusahaan sekaligus. Menurut laporan, kelima perusahan tersebut terdiri dari tiga perusahaan maskapai penerbangan dan dua dari perusahaan teknologi. Meski tak disebutkan secara spesifik, namun kelima perusahan tersebut kini sedang berusaha keras meyakinkan Chelsea.

MUDRYK POSITIF DOPING?

Masih kabar soal Chelsea. Dilaporkan oleh media Ukraina Tribuna, pemain Chelsea Mykhailo Mudryk disebut positif menggunakan doping. Sampel “A” dari pengujian Mudryk bulan Oktober lalu, menunjukkan keberadaan zat terlarang dalam tubuhnya. Kini semua tengah menunggu hasil dari sampel “B”, alias tes kedua yang bisa memberikan konfirmasi, apakah Mudryk benar-benar melanggar aturan anti-doping atau tidak. Jika hasilnya masih positif, pemain asal Ukraina ini menghadapi risiko skorsing berat di dunia sepakbola, termasuk hukuman 4 tahun larangan bermain.

CHRIS WOOD AKAN DAPAT GAJI BESAR

Beralih ke kabar lainnya yang datang dari striker Nottingham Forest, Chris Wood. Dilaporkan oleh Tribalfootball, striker asal Selandia Baru tersebut bakal mendapatkan kontrak baru dengan kenaikan gaji yang cukup signifikan. Asal tahu saja, top skor Nottingham Forest itu kontraknya akan habis pada akhir musim ini. Meski sudah berusia 33 tahun, namun keberadaan Wood di tim Nuno Espirito Santo masih sangat berpengaruh. Menurut laporan, Wood akan mendapat kenaikan gaji sebesar 100 ribu pounds per pekan, yang membuatnya tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi di Nottingham Forest.

MBAPPE DIBAWA KE QATAR

Beralih ke kabar dari Spanyol. Menurut laporan ESPN, Real Madrid telah resmi memasukan Kylian Mbappe dalam daftar skuad yang dibawa ke Qatar untuk laga final Piala Interkontinental melawan Pachuca, Rabu 18 Desember 2024. Mbappe yang dikabarkan mengalami cedera dan diperkirakan absen lama sudah terlihat di Valdebebas. Ia mengikuti sesi latihan tim di hari Senin pagi dan setelahnya, Mbappe juga turut serta terbang ke Qatar bersama anggota tim El Real lainnya.

BENZEMA PUTUSKAN PENSIUN TAHUN 2025?

Sementara itu senior Mbappe di Timnas Prancis, Karim Benzema dilaporkan akan lebih cepat pensiun. Mengutip Relevo, Wak haji Benzema ingin mengakhiri karier sepakbolanya di akhir bulan Mei 2025. Benzema berubah pikiran tidak akan menghabiskan kontraknya hingga tahun 2026 di Al-Ittihad. Menurut laporan, ia sudah lelah dengan rutinitas aktivitas sepakbola di lapangan. Benzema ingin menikmati sepakbola, salah satu caranya dengan menjadi ambassador atau duta besar mantan klubnya, Real Madrid.

POGBA INGIN BERLATIH DI GALATASARAY

Kabar berikutnya datang dari rekan Benzema, Paul Pogba. Setelah banyak rumor beredar dirinya diincar berbagai klub seperti Marseille maupun Manchester City, kini Pogba justru ingin berlatih di Turki, tepatnya di klub Galatasaray. Menurut laporan Football Italia, Pogba sudah menghubungi sang agen untuk bisa membawanya berlatih di Galatasaray mulai Januari nanti. Agen Pogba pun sudah mengkonfirmasi, bahwa pihaknya sudah menghubungi langsung pihak Galatasaray. Menurut laporan, Pogba tampaknya ingin berlatih dulu di sebuah klub secara rutin, sebelum nantinya pada bulan Maret ia kembali ke dunia sepakbola profesional.

TRAGEDI PEMAIN AUSTRIA ALAMI RETAK TENGKORAK

Beralih ke kabar lain. Dilaporkan oleh BBC, telah terjadi tragedi penyerangan di Austria yang menyebabkan salah seorang pesepakbola klub Rapid Vienna, Guido Burgstaller, terluka parah. Striker 35 tahun tersebut menjadi korban penyerangan orang tak dikenal di Kota Vienna akhir pekan lalu. Kepala mantan striker Cardiff City itu mengalami pendarahan, karena tulang tengkoraknya retak. Menurut saksi mata, kepala Burgstaller dihajar berkali-kali oleh pelaku hingga terjatuh. Pihak kepolisian setempat masih mengejar untuk menangkap pelaku, dan akan menyelidiki motif penyerangan tersebut. Namun dengan tragedi ini, Burgstaller akhirnya harus absen berbulan-bulan.

PELATIH THAILAND MINTA MAAF PADA MADAM PANG

Lanjut ke kabar dari Piala AFF. Dilansir dari Superball, Pelatih Timnas Thailand asal Jepang, Masatada Ishii, telah meminta maaf langsung kepada fans Thailand sekaligus Presiden Federasi Sepakbola Thailand (FAT), Madam Pang. Masatada minta maaf atas sikapnya pasca laga melawan Malaysia. Ketika itu Masatada langsung masuk ruang ganti, dan tak memberi penghormatan kepada suporter Thailand. Bahkan pelatih asal Jepang tersebut menyuruh media dan pemainnya tak berlebihan merayakan kemenangan dengan fans di tribun. Pasalnya, Masatada mengaku kecewa dengan performa anak asuhnya yang hanya menang tipis atas Malaysia. Namun tampaknya, sikap itu ditentang oleh Madam Pang.

ERICK THOHIR SENTIL STY

Sementara itu dari Indonesia, tersiar kabar bahwa Ketum PSSI Erick Thohir secara tidak langsung telah menyentil sikap pelatih Shin Tae-yong, yang akhir-akhir ini banyak mengeluh ke media soal Piala AFF 2024. Menurut Pak Erick, saat ini adalah saat untuk fokus ke kompetisi yang sedang berjalan. Jadi kalau soal keluhan dan lain-lain, harus dikesampingkan. “Jangan banyak bicara, jangan banyak ngeluh, kita fokus sajalah. Kita fokus di program yang kita sudah sepakati. Bahwa program PSSI sudah baik, pemain dan pelatihnya juga harus baik,” ucap Erick Thohir.

Pro Kontra Naturalisasi Jordy Wehrmann

0

Baru-baru ini, media asal Belanda bernama Voetbal Primeur menggemparkan jagad sepakbola Indonesia. Mereka mengabarkan bahwa Indonesia akan mendapat pemain keturunan baru dari Belanda. Tapi, yang mereka sebut bukan Ole Romeny. Bahkan, pemain yang dimaksud bukan berposisi sebagai bek atau penyerang.

Pemain yang dimaksud media Belanda adalah Jordy Wehrmann. Dalam sesi wawancara dengan Voetbal Primeur, sang gelandang menyebut bahwa PSSI sudah menawarkan kesempatan membela Timnas Indonesia pada Agustus kemarin. Jordy yang punya darah Indonesia pun terbuka dengan kesempatan itu. 

Jordy mengaku siap membantu Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, belum ada konfirmasi langsung dari PSSI terkait hal ini. Baru ada konfirmasi dari Jordy saja. Benar atau tidaknya, kita mesti tahu siapa sebenarnya Jordy? Lalu, sudah tepat kah jika PSSI menaturalisasi Jordy? 

Siapa Jordy Wehrmann?

Berita tentang proses naturalisasi Jordy Wehrmann menimbulkan pro dan kontra di kalangan fans sepakbola Indonesia. Namun, sebelum terlalu jauh membahas dampak positif dan negatif dari kehadiran Jordy, lebih baik kita mengenal lebih dulu, siapa sebenarnya pemain berambut gondrong ini.

Pemain yang memiliki nama lengkap Jordy Hendrik Nicolaus Wehrmann adalah pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah. Namun, gaya bermainnya cenderung lebih bertahan dan dinamis. Oleh karena itu, beberapa kali Jordy diturunkan sebagai gelandang bertahan, entah itu dalam skema single pivot atau double pivot.

Lahir di Den Haag, Belanda, Jordy memulai karier sepakbolanya di akademi Feyenoord. Untuk ukuran tim junior, karir Jordy di Feyenoord terbilang sukses sebelum akhirnya menembus tim utama pada 2020. Dan saat ini, dirinya bermain untuk klub Indonesia, Madura United. 

Meski lahir dan besar di Belanda, unsur Indonesia dalam diri Jordy cukup kental. Darah Indonesia mengalir deras dari keluarga ibunya. Jordy dibesarkan dengan budaya, tata krama, dan makanan Indonesia. Itu menjadi alasan kuat bagi Jordy untuk menerima tawaran bergabung dengan Skuad Garuda. 

Berpengalaman di Eropa

Namun, setelah Jordy mengkonfirmasi bahwa dirinya sudah dihubungi PSSI terkait kesempatan untuk membela Timnas Indonesia, respons publik justru beragam. Ada yang senang, tapi tak sedikit yang mempertanyakan. “Memang harus banget merekrut Jordy?” Daripada berdebat, maka kita bahas saja plus minus PSSI jika menaturalisasi Jordy.

Kita mulai dari sisi baik-baiknya dulu. Seperti yang sudah disampaikan di awal, Jordy ini pemain yang punya segudang pengalaman di Eropa. Meski berstatus sebagai produk asli Feyenoord, debut Jordy di sepakbola profesional terjadi kala dirinya dipinjamkan ke klub kasta kedua Liga Belanda, FC Dordrecht. 

Tepatnya pada musim 2019/20. Musim tersebut, Jordy jadi bagian penting Dordrecht. Dirinya mengantongi 22 penampilan di kasta kedua Liga Belanda. Bukan sekadar main, dirinya mencatatkan 1.776 menit bermain. Dirinya hampir selalu jadi pilihan utama pelatihnya saat itu, Harry van den Ham.

Sukses di masa peminjaman, Jordy mendapat menit bermain di skuad utama Feyenoord. Dirinya mencatatkan tujuh penampilan di Eredivisie musim 2020/21. Di musim itu pula, Jordy mencicipi panggung Europa League. Ia diberikan kesempatan oleh Dick Advocaat untuk tampil selama 19 menit di laga melawan CSKA Moscow. 

Selain Feyenoord, Jordy juga pernah bermain untuk klub Swiss, FC Luzern, ADO Den Haag, dan klub Kroasia, HNK Vukovar. Untuk level internasional, Jordy mentok hanya di Timnas Belanda U-20. Dia pernah satu tim dengan Tyrell Malacia, Sven Botman, dan Cody Gakpo. Itu jadi pengalaman yang luar biasa bagi pemain yang kini berusia 25 tahun.

Pelapis Thom Haye

Dari segi permainan, ternyata Jordy Wehrmann tidak hanya piawai memainkan peran sebagai gelandang. Dirinya juga bisa bermain sebagai sayap, gelandang serang, bahkan bek tengah. Dirinya mencatatkan sembilan penampilan sebagai bek tengah saat memperkuat Feyenoord muda.

Pemain serba bisa akan sangat berguna bagi Timnas Indonesia. Kemampuan itu sangat diperlukan dalam mendukung sistem permainan Shin Tae-yong. Namun, jika Jordy hanya dinaturalisasi untuk posisi gelandang saja, itu pun tak masalah. Dirinya bisa jadi pelapis dari Thom Haye.

Bedanya, eks FC Luzern itu unggul dalam akselerasi. Jordy masih bisa berlari dan menggiring bola, tidak seperti Thom Haye. Jika tidak sebagai pelapis, keberadaan Jordy di skuad Indonesia juga bisa jadi persaingan sehat di lini tengah. Ivar Jenner dan Nathan Tjoe-A-On bisa terpacu menjadi lebih baik jika posisinya diancam oleh Jordy.

Bisa Main di Piala AFF

Di luar itu, Jordy Wehrmann yang bermain di Madura United tentunya siap sedia jika ada agenda internasional. PSSI tak perlu menempuh proses perizinan dan surat menyurat yang ribet jika Shin Tae-yong ingin memanggil Jordy ke Timnas Indonesia. Tinggal telpon saja, pasti Madura United mau melepas sang pemain.

Bermain di Indonesia juga bikin Jordy bisa diandalkan untuk turnamen kelas dua macam Piala AFF. Kita semua tahu, skuad Piala AFF edisi ini tampil kurang maksimal tanpa kehadiran Ivar Jenner di lini tengah. Sang pemain tidak mendapat izin dari Jong Utrecht untuk tampil di Piala AFF. Nah, Jordy bisa jadi solusi dari masalah itu. Setidaknya, Madura United lebih bisa dinego lah ya ketimbang Utrecht.

Performa di Liga 1

Tapi, bermain di Liga 1 Indonesia juga bak dua mata koin bagi Jordy Wehrmann. Mengapa demikian? Karena dia berstatus pemain asing di Liga Indonesia, berarti kualitasnya sudah jauh menurun. Bisa dibilang, level Jordy bukan pemain Eropa lagi. Mau dari Belanda kek, Brazil kek, kalau mainnya di Liga Indonesia ya sama aja.

Levelnya sekarang sama dengan Marc Klok. Mas-mas Belanda biasa. Bedanya, Jordy agak lebih muda aja. Terlebih, klub yang dibelanya saat ini adalah MU, alias Madura United. Sama halnya dengan MU di Inggris, MU cabang Pamekasan ini juga sedang terpuruk. Mereka terjerembab di dasar klasemen sementara BRI Liga 1 musim 2024/25. 

Dari 15 pertandingan, Laskar Sape Kerap hanya menang sekali. Lantas, bagaimana performa Jordy? Biasa saja. Dari 17 pertandingan di semua kompetisi, Jordy baru cetak satu assist. Di Madura, Jordy lebih sering dimainkan sebagai gelandang tengah. Dirinya dituntut untuk rajin dalam melakukan transisi dari bertahan ke menyerang, begitu pun sebaliknya.

Semacam box to box gitu lah ya. Mungkin, faktor itu juga yang membuat performa sang pemain kurang maksimal. Mungkin kalau Jordy bermain sebagai gelandang bertahan murni, Madura tidak akan berada di posisi juru kunci. Itu masih mungkin ya, karena sepakbola bukan hanya permainan satu orang. Tapi sebelas pemain sebagai satu kesatuan tim.

Pernah Menolak Dinaturalisasi

Sisi negatif terakhir dari Jordy Wehrmann adalah sikapnya di masa lalu. Ya, Jordy bukan nama baru di daftar pencarian PSSI. Namanya sempat muncul pada tahun 2022 lalu. Saat itu, PSSI masih dipimpin oleh Iwan Bule. Keberadaan Jordy terdeteksi saat dirinya bermain di FC Luzern. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Hasani Abdulgani.

Menurut laporan Bola Okezone, mantan Exco PSSI itu mengatakan kalau Jordy Wehrmann memang sempat masuk radar PSSI. Kontak sudah dilakukan. Namun, Jordy belum mau bergabung. Dirinya lebih memilih untuk fokus pada karir klubnya. Saat itu, Jordy memang sedang mengurus kepulangannya ke Belanda untuk bergabung ADO Den Haag.

Penolakan di masa lalu membuat nasionalisme Jordy diragukan. Mungkin saja, Jordy cuma ngaku-ngaku doang telah dihubungi lagi oleh PSSI. Padahal dirinya sudah frustrasi dengan karirnya sendiri. Daripada berakhir tanpa menjadi apa-apa, mending pansos ke Timnas kan. Dapet atensi dan banyak followers.

https://youtu.be/G2eDbw2lcEU

Sumber: Bola Okezone, Jawapos, Suara, Bolasport

Mykhailo Mudryk Sudah Bapuk Terancam Di-BLACKLIST dari Sepak Bola

0

Mengheningkan cipta, mulai… Aksi ini kita lakukan untuk memberikan penghormatan kepada junjungan kita dalam sepakbola, Mykhailo Mudryk. Punggawa Chelsea itu baru saja dilanda musibah. Mudryk dinyatakan positif doping. Menurut beberapa media Inggris, ditemukan zat terlarang dalam sampel urin Mudryk yang diambil pada Oktober lalu.

Statusnya kini tidak aman, ancaman kehancuran karir pun mengintai Mudryk dari kejauhan. Kasus ini membuat publik terbagi dua. Ada yang prihatin, tapi juga ada yang mengatakan bahwa ini adalah bukti bahwa Mudryk layak dilabeli transfer terburuk dalam sejarah Chelsea. Emang seburuk apa sih Mudryk?

Konfirmasi Mudryk

Bak tersambar petir di siang bolong, Mudryk pun angkat bicara soal kasus ini. Melalui media sosial pribadinya, sang pemain pun menyampaikan pesan yang bernada pembelaan. Dalam postingan tersebut, El Dear God menegaskan bahwa ia tidak pernah mengkonsumsi zat terlarang. 

Mudryk yang kabarnya sedang sakit menyatakan terkejut ketika hasil tes urinenya menunjukkan positif doping. Ia menegaskan bahwa selama kariernya tidak pernah menggunakan doping. Sehingga ia merasa bingung tentang bagaimana sampel urinenya bisa menunjukkan hasil positif doping.

Maka dari itu, pemain sayap dari Ukraina itu percaya bahwa dirinya bisa melewati ini semua. Dirinya bahkan menggandeng pihak-pihak profesional yang ahli dalam menangani kasus seperti ini. 

Sayangnya, ia tidak dapat memberikan banyak informasi terkait kasusnya karena prosesnya bersifat sangat rahasia. Meski begitu, Mudryk tetap berharap agar situasi ini dapat segera teratasi dan ia bisa kembali beraksi di lapangan.

Ancaman Hukuman

The Athletic justru mengabarkan sebaliknya. Mereka mengatakan bahwa Mudryk yang absen selama beberapa pertandingan terakhir bersama Chelsea, bukan karena sakit, melainkan karena pihak klub sudah tahu kalau sang pemain tidak lolos tes doping. Menurut laporan, Mudryk dinyatakan positif menggunakan meldonium. 

Obat tersebut biasanya digunakan untuk mengobati kondisi jantung seperti angina. Sebagai informasi tambahan saja, angina adalah nyeri dada yang terjadi karena aliran darah ke otot jantung terganggu. Nah, meldonium sendiri memang dapat membantu meningkatkan daya tahan dan membantu pemulihan kebugaran bagi para atlet.

Saat ini, Mudryk hanya bisa menunggu hasil sampel kedua. Jika sampel kedua juga terbukti positif, maka hukuman itu tidak lagi menjadi wacana untuk eks pemain Shakhtar Donetsk itu. Lantas, hukuman apa yang bisa diterima oleh Mudryk? Biasanya, pesepakbola profesional yang dinyatakan positif doping akan menjalani hukuman skorsing. 

Durasinya pun beragam, tergantung jenis zat, intensitas konsumsi, dan riwayat doping di masa lalu. Ada yang enam bulan, 12 bulan, sampai 18 bulan. Nah, yang terberat adalah larangan bermain selama empat tahun. Mudryk tentu berpotensi dijatuhi hukuman berat jika bukti-buktinya kuat. 

Maka dari itu, meski Mudryk percaya bahwa dirinya tidak bersalah, aslinya mah dag dig dug ser juga. Karena semua pemain yang pernah positif doping juga awalnya yakin kalau mereka tidak bersalah. Tapi ya ujung-ujungnya kena sanksi juga. Sambil menunggu hasil penyelidikan, Chelsea pun mengambil langkah tegas. Mereka resmi mengeluarkan Mudryk dari skuad untuk sementara sampai situasinya jelas.

Didapat dengan Susah Payah

Meski sementara, tentunya Chelsea juga ikutan was-was. Karena mereka berpotensi kehilangan aset berharganya. Tentu tidak berlebihan menyebut Mudryk adalah aset berharga bagi The Blues. Wong buat dapetin tanda tangannya aja susahnya minta ampun. 

Kembali ke akhir tahun 2022, Mudryk yang masih berusia 21 tahun muncul sebagai talenta potensial bersama Shakhtar Donetsk. Sekali lagi, potensial. Kata itu harus digarisbawahi. Karena itu akan mempengaruhi jalan cerita kali ini. Karena kita semua tahu, nggak semua pemain potensial bisa mencapai potensi maksimalnya.

Awal tahun 2023 setidaknya ada tiga klub yang menginginkan Mudryk. Arsenal, Bayer Leverkusen, dan Liverpool. Chelsea? Belum masuk antrian. Dari tiga klub tersebut, Arsenal jadi yang terdepan untuk mendapatkan talenta Mudryk. Meriam London dilaporkan sudah lama mengejar pemain yang berposisi sayap kiri itu. Bahkan, Arsenal bersedia memberi penawaran besar.

Sejak saat itu, Arsenal pun rutin berkomunikasi dengan Mudryk. Donetsk meminta 100 juta euro, Arsenal menyanggupi. Tapi mereka ingin rincian biaya yang tidak memberatkan. Arsenal menawarkan 70 juta euro plus 30 juta euro sebagai bonus. Namun, target yang diminta tidak masuk akal. Mudryk diminta memenangkan Ballon d’Or jika ingin bonusnya cair.

Di sisi lain, perwakilan Chelsea tanpa fafifu langsung menghubungi Kepala Eksekutif Donetks, Sergei Palkin. Bahkan dua pejabat Chelsea, Behdad Eghbali dan Paul Winstanley langsung menemui Palkin. Ketiganya bertemu di Turki. Pendekatan yang lebih hangat itu membuat Palkin merasa Chelsea lebih serius dari Arsenal.

Harga Mahal dan Gaji Tinggi

Dalam diskusi tersebut, Chelsea menyanggupi harga yang diminta Shakhtar Donetsk. Rinciannya pun sama, 70 juta euro plus bonus 30 juta euro. Bedanya, target yang diminta The Blues lebih realistis daripada Arsenal. Itu membuat Shakhtar setuju untuk melepas Mudryk.

Uang muka 70 juta euro pun segera ditransfer ke rekening Shakhtar. Jika ditotal, biaya transfer Mudryk bisa menghabiskan lebih dari 100 juta euro. Karena menghabiskan tenaga dan biaya yang cukup tinggi. Tentunya, biaya akomodasi dari orang sekelas Eghball dan Paul pun tidak sedikit.

Pada Januari 2023, Mudryk menandatangani kontrak berdurasi 8,5 tahun. Dalam durasi segitu, Mudryk akan mendapatkan kenaikan gaji setiap tahunnya. Musim ini saja, dirinya telah mengantongi 6,1 juta euro per tahun. Itu cukup tinggi, karena Manchester United saja hanya menggaji Amad Diallo di angka 1,5 juta euro per musim.

Performa Flop

Sudah menghabiskan triliunan rupiah, tenaga, dan banyak waktu untuk mendapatkan tanda tangannya, Mykhailo Mudryk justru tidak menampilkan performa sesuai dengan apa yang diharapkan Chelsea. Pemain asal Ukraina itu flop. Berseragam Chelsea di paruh kedua Liga Inggris musim 2022/23, Mudryk nggak ngapa-ngapain selama enam bulan.

Memainkan 17 pertandingan di semua kompetisi, Mudryk tidak mampu menyarangkan satu bola pun ke gawang lawan. Gol debut Mudryk bahkan baru hadir di pertandingan melawan Fulham pada bulan Oktober 2023. Itu berarti, El Doping membutuhkan sepuluh bulan untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Performanya benar-benar layak untuk dihujat. Produk akhirnya sangat buruk. Secara penyelesaian, Mudryk juga mengkhawatirkan. Menyia-nyiakan peluang adalah salah satu kegemarannya di lapangan. Sepakannya selalu melenceng, entah itu ke atas maupun ke samping. 

Selain itu, pengambilan keputusannya juga jelek. Ketika seharusnya memainkan umpan-umpan pendek, Mudryk justru melepaskan tembakan. Saat sudah berada di situasi sempit, ia kadang tetap memaksakan untuk melewati lawan. Kelebihannya cuma satu, yakni kecepatan. Larinya kenceng banget kayak lagi nguber maling. Di musim 2023/24 pun dia hanya mencetak lima gol dari 31 pertandingan Liga Inggris.

Mulai Membaik, Tapi…

Tak cuma soal performa di lapangan, tapi juga kehadiran sang pemain. Mykhailo Mudryk ini sering banget absen dengan alasan yang tidak jelas. Jika melihat situs Transfermarkt, dalam satu tahun terakhir, Mudryk absen selama tujuh kali. Empat diantaranya dengan alasan yang tidak diketahui. Nggak lama sih absennya paling tiga atau empat pertandingan, tapi ya gitu, suka ilang-ilangan.

Dengan begitu, menit bermain Mudryk juga tidak banyak musim ini. Makanya agak heran juga pas tahu kalau Mudryk positif doping. Karena buat apa juga? Wong jarang main. Mau bagaimanapun, di musim 2024/25, saat Enzo Maresca mengambil alih kursi kepelatihan, performa Mudryk sebetulnya membaik.

Terutama di Conference League. Dari empat pertandingan, dirinya sudah mencetak tiga gol dan tiga assist. Saat pengamat bola sudah mulai memberikan pujian, eh malah kena kasus doping. Dari sini, jadi ngerti kan, kenapa ada tato “Talent Ain’t Enough” di leher Mudryk?

https://youtu.be/HApF0-srxkY

Sumber: Goal, The Athletic, ESPN, BBC, Eurosport