Beranda blog Halaman 656

Masih Berstatus Free Agents, Bagaimana Nasib 5 Mantan Bintang Eropa Ini?

0

Nama Jack Wilshere mendadak kembali viral di musim panas 2021. Mantan gelandang Arsenal itu kembali jadi buah bibir. Namun sayangnya, bukan prestasi yang membuat nama Jack Wilshere kembali tenar, melainkan nasibnya yang kini terkatung-katung tanpa arah yang jelas.

Wilshere yang dulu dicap sebagai wonderkid kini berstatus Free Agents alias menganggur tanpa klub. Status tersebut ia dapat pasca dilepas klub Championship, Bournemouth di akhir musim lalu. Hingga kini, belum ada klub yang mau mengontrak Wilshere. Mantan gelandang Arsenal dan West Ham itu sulit meyakinkan klub lain akibat riwayat cederanya yang panjang dan kambuhan.

Nasib Wilshere adalah sebuah ironi, pasalnya pengoleksi 141 penampilan di Premier League itu baru berusia 29 tahun. Nasib pahit tersebut bahkan sampai membuat Arsene Wenger, mantan bosnya di Arsenal merasa bertanggung jawab atas masalah cedera yang kini merusak karier Jack Wilshere.

Akan tetapi, Jack Wilshere bukanlah satu-satunya mantan bintang Eropa yang masih menganggur pasca penutupan jendela transfer musim panas. Ada beberapa pemain yang nasibnya juga mirip dengannya, bahkan mungkin lebih mengenaskan. Siapa saja mereka, berikut daftarnya.

 

1. Wilfried Bony

Masihkah kamu ingat dengan nama Wilfried Bony? Striker asal Pantai Gading itu pernah begitu bersinar di Eropa, khususnya saat tampil bagi Vitesse di Eredivisie Belanda. Bony membela Vitesse selama 3 musim dari periode 2010 hingga 2013. Di musim 2012/2013, ia berhasil mencetak 31 gol dari 30 penampilan yang membuatnya mendapat gelar top skor dan pemain terbaik Belanda.

Prestasi itu yang membuat klub Premier League, Swansea City berani memecahkan rekor transfer klub kala menebusnya dengan harga 12 juta poundsterling di musim panas 2013. Di Swansea, Bony jadi sensasi. Ia langsung mencetak 16 gol di 34 penampilannya di Liga Primer Inggris.

Namun karier Bony mulai meredup kala dirinya hijrah ke Manchester City di bulan Januari 2015. 2 musim berseragam The Citizens, ia hanya mampu mencetak 6 gol dari 36 capsnya di Liga. Sejak saat itu kariernya terus meredup hingga membuatnya terlempar ke Liga Qatar dan Liga Arab Saudi.

Tahukah kamu, Wilfried Bony yang kini berusia 32 tahun sudah berstatus tanpa klub sejak mengakhiri kontraknya bersama Al-Ittihad pada 1 November 2020. Artinya, sudah 1 tahun dirinya menganggur. Beberapa waktu lalu, klub promosi Liga Swedia, Halmstads diketahui menolak kesempatan untuk mengontrak Bony dengan status bebas transfer. Kepada BBC, Bony yang kini mati-matian menjaga kondisi kebugarannya mengaku pasrah dan bersedia bermain di klub mana saja di dunia ini.

 

2. Ramires

Nasib tak kalah miris juga dialami Ramires Santos do Nascimento atau yang biasa dikenal sebagai Ramires. Gelandang tengah yang kini berusia 34 tahun itu dulu begitu dipuja pendukung Chelsea. Ramires berseragam The Blues selama periode 2010 hingga 2016.

Selama berseragam Chelsea, mantan penggawa timnas Brasil itu sukses mempersembahkan 5 trofi, yakni trofi Premier League, FA Cup, EFL Cup, serta trofi Europa League 2013 dan Champions League 2012. Di UCL musim 2011/2012 itulah jasa Ramires begitu dikenang. Ia mencetak gol krusial ke gawang Barcelona di partai semifinal yang kemudian sukses mengantar The Blues ke partai final dan menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya.

Sayangnya, nasib Ramires saat ini tak semanis dulu. Sama seperti Wilfried Bony, ia sudah lama menganggur. Sejak memutuskan berpisah dengan Palmeiras pada 28 November 2020, Ramires masih berstatus tanpa klub hingga hari ini. Sempat ada kabar ketertarikan klub Liga Jepang dan Korea. Namun, ada kabar pula yang menyebut bahwa mantan pemain Jiangsu Suning itu siap pensiun dalam waktu dekat.

 

3. Fernando Llorente

Beikutnya ada nama Fernando Llorente. Striker jangkung bertinggi badan 193 cm itu adalah legenda Athletic Bilbao dan dikenal di Spanyol dengan julukan “El Rey Leon” alias “The Lion King”. Bersama Bilbao, Llorente berhasil mencetak 118 gol dari 333 caps di berbagai ajang.

Periode tersuksesnya terjadi saat membela Juventus selama periode 2013 hingga 2015. Meski bukan jadi pilihan utama, Llorente berhasil menyumbang 27 gol dari 92 penampilannya di berbagai kompetisi. Ia berhasil meraih 5 trofi domestik kala berseragam Juventus.

Lepas dari Juventus, karier Llorente mengalami pasang surut. Kariernya bak yoyo, ia berpindah-pindah dari Sevilla, Swansea City, Tottenham Hotspur, Napoli, hingga terakhir membela Udinese di sisa musim 2020/2021.

Nasib mengenaskan diterima Llorente di akhir musim lalu. Di Udinese, ia sebenarnya mendapat kontrak berdurasi 1 setengah tahun. Namun baru berjalan setengah tahun, kontraknya diputus. Performa buruknya yang hanya mampu mencetak 1 gol selama 14 pertandingan disinyalir jadi penyebabnya.

Hal itu membuatnya berstatus tanpa klub di musim panas ini. Sebenarnya, jelang penutupan bursa transfer kemarin, Fernando Llorente dikabarkan sampai menawarkan diri ke Inter Milan untuk jadi pelapis Edin Dzeko. Sayangnya, Inter menolaknya.

 

4. Nabil Bentaleb

Kisah berbeda dialami Nabil Bentaleb. Dulu, ia digadang-gadang sebagai gelandang masa depan Tottenham Hotspur. Pemain asal Aljazair itu merupakan produk akademi Spurs. Sayangnya, selama membela Spurs ia tergolong kalah saing hingga membuatnya dijual ke Schalke di musim panas 2016.

Selama membela Schalke, Bentaleb berhasil mencetak 19 gol dari 107 caps dalam waktu 4 musim. Ia juga pernah mendapat penghargaan Bundesliga Goal of the season di musim 2016/2017. Sayangnya, akhir kariernya di Schalke tak berakhir dengan indah.

Karena alasan indisipliner, Bentaleb pernah didrop 2 kali ke tim U-23 pada periode Maret hingga April 2019. Di musim lalu, ia kembali mendapat hukuman skorsing dari Schalke. Itulah kenapa dirinya hanya mencatat 9 penampilan di Bundesliga musim lalu sebelum akhirnya dilepas Schalke yang terdegradasi ke kasta kedua.

Sejak saat itu, dirinya tercatat sebagai free agents. Sebuah perjalanan karier yang cukup miris. Pasalnya, Bentaleb terancam menggangur lama di kala usianya baru menyentuh 26 tahun. Bentaleb dikabarkan tengah menjajaki potensi transfer ke Angers setelah dirinya terlihat ikut berlatih dengan klub Ligue 1 tersebut. Namun hingga hari ini belum ada kata deal di antara kedua belah pihak.

 

5. Hatem Ben Arfa

Satu lagi pemain yang gagal memaksimalkan potensi besarnya di masa muda. Dia adalah Hatem Ben Arfa. Ben Arfa dulu begitu disanjung karena bakatnya yang luar biasa. Skill olah bolanya di atas rata-rata. Produk akademi Clairefontaine itu bahkan disebut sebagai salah satu talenta terbaik Prancis.

Namun ada satu kekurangan yang begitu melekat dalam diri Hatem Ben Arfa. Winger yang kini berusia 34 tahun itu kerap dikritik habis-habisan karena perilakunya yang kurang disiplin. Itu mengapa Ben Arfa tak pernah bisa bertahan lama di klub yang ia bela dan nyaris selalu pergi dengan cara yang kurang baik.

Sepanjang kariernya, Ben Arfa telah membela 9 klub berbeda. Mantan pemain Newcastle United itu terakhir membela Bordeaux, di mana ia hanya mencetak 2 gol dan 5 asis di 24 pertandingan di Ligue 1 musim lalu. Sayangnya, kontraknya tak diperpanjang oleh Bordeaux setelah Ben Arfa dianggap tak memenuhi beberapa kriteria.

Kini, dirinya termasuk salah satu mantan bintang Eropa yang berstatus free agents alias menganggur. Sebenarnya, apa yang ia alami tahun ini merupakan sebuah pengulangan. Sejak tahun 2018, Ben Arfa selalu sibuk mencari klub baru di bursa transfer.

Menurut kabar dari Get Football News France, Ben Arfa sangat diminati klub asal Tunisia, Esperance Tunis. Sang presiden sangat berhasrat mengontrak Ben Arfa setelah mengetahui yang bersangkutan juga merupakan penggemar Esperance. Namun, Ben Arfa mengaku masih menyimpan hasrat untuk dapat tetap bermain di Eropa.

Itulah beberapa mantan pemain bintang yang kini nasibnya masih terkatung-katung. Mereka hanyalah sebagian contoh. Di luar nama-nama tadi, masih ada mantan pemain bintang seperti Andy Carroll, Daniel Sturridge, Kwadwo Asamoah, Serge Aurier, Sergio Romero, Paulinho, hingga Dani Alves yang masih berstatus free agents hingga hari ini.

Dengan sudah ditutupnya bursa transfer Eropa, maka pilihan pemain-pemain tadi hanyalah liga dari benua Afrika, Amerika Selatan, atau Asia. Seperti James Rodriguez yang baru saja pindah ke Liga Qatar bersama Al Rayyan. Jika menghendaki bermain di Eropa lagi, maka mereka mesti menunggu sedikit lebih lama hingga bursa transfer kembali dibuka.


***
Sumber Referensi: Transfermarkt, Goal, Get Football News France, BBC, Kumparan, Indosport, Get Football News France 2.

Sudah Saatnya Menyebut Napoli Calon Kuat Scudetto Musim Ini?

Napoli menyambut musim baru 2021/2022 dengan serius. Setelah berpisah dengan Gennaro Gattuso yang memberi mereka gelar Coppa Italia 2020, klub berjuluk I Partenopei itu mengontrak mantan pelatih AS Roma, Inter Milan, dan Zenit Saint Petersburg, Luciano Spalletti sebagai allenatore anyar dengan kontrak berdurasi 2 tahun.

Meski berada di bawah kendali pelatih anyar, klub asal kota Naples itu terhitung berhemat di bursa transfer pemain. Napoli hanya mempermanenkan Matteo Politano dari Inter dan meminjam Andre-Frank Zambo Anguissa dari Fulham. Serta mendatangkan Juan Jesus dan David Marfella secara gratis. Total, mereka hanya menggelontorkan dana 19,6 juta euro di jendela transfer musim panas kemarin.

Start Sempurna Napoli di Serie A 2021/2022

Walaupun begitu, Napoli malah mampu memulai perjalanannya di Serie A musim ini dengan langkah sempurna. Di giornata pertama, I Partenopei langsung tampil meyakinkan dengan menundukkan tim promosi Venezia dengan skor 2-0 lewat gol yang dicetak Lorenzo Insigne dan Eljif Elmas.

Di giornata kedua, Napoli berhasil mencuri poin penuh kala bertandang ke markas Genoa. 2 gol dari Fabian Ruiz dan Andrea Petagna berhasil membawa Napoli menang 2-1. Namun, perhatian serius baru mulai tertuju kepada I Partenopei di giornata ketiga.

Menjamu Juventus di Stadio Diego Armando Maradona, pasukan Luciano Spalletti membuktikan kualitasnya. Tertinggal lebih dulu oleh gol Alvaro Morata di babak pertama, Lorenzo Insigne dkk bangkit di babak kedua. 2 gol dari Matteo Politano dan Kalidou Koulibaly sukses membalikkan keadaan dan membuat Napoli keluar sebagai pemenang.

Kemenangan atas Juventus di giornata ketiga seperti membuka wajah asli Napoli. Di 2 giornata berikutnya, mereka tampil trengginas di laga tandang dan berhasil menang dengan skor besar. Napoli menang 4-0 atas Udinese lewat gol-gol yang dicetak Victor Osimhen, Amir Rrahmani, Kalidou Koulibaly, dan Lorenzo Insigne. I Partenopei kembali mengulang skor yang sama kala menundukkan Sampdoria 4 gol tanpa balas lewat brace Victor Osimhen dan 2 gol dari Fabian Ruiz dan Piotr Zielinski.

Total, anak asuh Luciano Spalletti telah menghasilkan 14 gol dan baru kebobolan 2 gol. Kemenangan beruntun dalam 5 giornata juga membuat Napoli meraih poin sempurna. Kini, I Partenopei bertengger di puncak klasemen sementara Serie A dengan koleksi 15 poin, mengungguli juara dan runner up musim lalu, Inter Milan dan AC Milan. Lalu, dengan hasil sementara itu, apakah sudah saatnya menyebut Napoli sebagai calon kuat scudetto musim ini?

Napoli Calon Kuat Scudetto?

Jika menilik perjalanan tim asal kota Naples itu dalam beberapa musim terakhir, Napoli memang selalu jadi salah satu tim yang difavoritkan juara. Mereka hampir pasti selalu masuk perburuan scudetto di tiap musimnya. Sejak musim 2010/2011, Napoli hanya sekali keluar dari lima besar, yakni di musim 2019/2020 kala dibesut Gennaro Gattuso.

Dalam kurun waktu 1 dekade terakhir, I Partenopei bisa disebut sebagai pesaing utama Juventus di Liga Italia. Mereka 4 kali menyandang status runner-up di musim 2013, 2016, 2018, dan 2019. Jadi, hasil sempurna yang membuat Napoli kini jadi pemuncak klasemen sementara Serie A Italia sebenarnya bukan sebuah hasil yang begitu mengejutkan.

Akan tetapi, ada yang membuat wajah Napoli di musim ini berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Napoli memainkan salah satu sepak bola paling atraktif di Eropa kala dilatih Maurizio Sarri. Sepak bola menyerang yang mereka tampilkan jadi sebuah sensasi tersendiri, tetapi seperti yang kita tahu, mereka tak memenangkan gelar apapun.

Sementara itu, di bawah asuhan Gattuso yang sukses memberi gelar Coppa Italia 2020, Napoli cenderung bermain taktis. Lalu, bagaimana dengan Luciano Spalletti? Bisa dibilang, Spalletti adalah allenatore komplet. Ia punya 2 hal yang dimiliki Sarri dan Gattuso. Spalletti memang cenderung pragmatis, tetapi yang membedakannya adalah pengalamannya dan taktiknya yang reaktif.

Kelebihan dan Kekurangan Taktik Luciano Spalletti

Di bawah kendali Spalletti, Napoli bermain dengan berbagai variasi formasi. Mereka pernah memulai laga dengan formasi 4-2-3-1, 4-1-4-1, dan 4-3-3. Taktik Spalletti cukup reaktif dan tidak terpaku pada 1 formasi baku. Saat menyerang, formasi Napoli juga berubah menjadi 2-3-5.

Skema demikian bisa disebut sebagai positional play. Para pemain Napoli tidak terpaku pada posisi murni mereka. Saling berotasi dan menutup lubang satu sama lain. Ini menjadi kelebihan sekaligus kekurangan bagi pasukan Luciano Spalletti andai mereka gagal menerapkannya dengan sempurna.

Sejauh ini, Napoli mampu menghasilkan persentase penguasaan bola tertinggi di liga, yakni 59,9%. Permainan mereka cukup rapi, terbukti dengan akurasi umpan mereka yang mencapai 89,3%, terbaik di antara tim lain. Hasilnya, Napoli mampu menghasilkan 7 shots on target per laga, yang lagi-lagi jadi catatan terbaik di Serie A musim ini. Mereka juga sukses menghasilkan 2,8 gol per laga, hanya kalah dari Inter yang menghasilkan 3,6 gol per laga.

Napoli sebenarnya tak terlalu menyerang dengan jumlah, tetapi menyerang dengan kualitas dan efektivitas tinggi. Pilihan taktik yang tepat nyatanya juga mampu membangkitkan keganasan Victor Osimhen. Osimhen yang dibeli dengan harga 70 juta euro di musim panas 2020 baru berhasil membuktikan kualitasnya kala dilatih Spalletti. Striker asal Nigeria yang tercatat sebagai pembelian termahal Napoli itu sudah mencetak 3 gol dari 4 penampilannya di Serie A musim ini.

“Saya senang dengan gol dan penampilan ini. Sayang sekali bahwa COVID dan cedera memengaruhi saya musim lalu. Spalletti banyak membantu saya, dia mempercayai saya, dan cara terbaik untuk membalasnya adalah dengan mencetak gol.” kata Osimhen dikutip dari Cult of Calcio.

Selain Osimhen, keunggulan lain dari Napoli adalah banyaknya stok winger berbahaya yang mereka miliki. I Partenopei punya Lorenzo Insigne, Matteo Politano, Hirving Lozano, hingga Dries Mertens. Gelandang serang mereka juga cukup berbahaya. Eljif Elmas punya skill dribble yang mumpuni, sedangkan Adam Ounas punya kecepatan yang kerap memecah pertahanan lawan.

Selain mereka, para pendukung Napoli juga dibuat terkesan dengan permainan Andre-Frank Zambo Anguissa. Sebagai pemain pinjaman, Anguissa tampil reguler di bawah asuhan Spalletti. Napoli yang punya opsi pembelian sebesar 15 juta euro disebut ingin segera mempermanenkannya.

Meski meraih hasil sempurna dari 5 pertandingan pertamanya, Luciano Spalletti tak mau jumawa. Spalletti yang pernah membawa AS Roma menjuarai Coppa Italia 2 kali dan membwa Zenit Saint Petersburg menjuarai Liga Primer Rusia 2 kali sangat menyoroti kekurangan lain dari timnya, yakni kedalaman skuad.

“Mungkin, kami kekurangan pemain yang memungkinkan kami melakukan pergantian pemain, menjaga level tim tetap tinggi. Dan kita harus tahan lama, berapa banyak game yang bisa kita mainkan di level ini? Ini akan membuat perbedaan. Milan sangat kuat, Inter telah bekerja dengan baik meskipun ada beberapa penjualan besar. Mereka membawa pemain penting dan mereka memiliki lini tengah yang kuat.” kata Spalletti dikutip dari Football-Italia.

Dejavu, Jangan Jumawa Napoli!

Apa yang dikatakan Spalletti benar adanya. Mereka harus menyadari posisinya dan tak boleh jumawa. Apa yang Napoli raih di 5 pertandingan awal Serie A musim ini hanyalah pengulangan sejarah. I Partenopei pernah meraih hasil serupa di musim 1987/1988 dan 2017/2018 di mana mereka juga sukses menyapu bersih 5 giornata pertama Serie A dengan hasil sempurna.

Namun seperti yang kita tahu, di 2 musim tersebut Napoli gagal meraih scudetto. Sama-sama memulai musim dengan mulus, I Partenopei seolah kehabisan bensin jelang akhir musim. Konsistensi adalah apa yang paling dibutuhkan Napoli saat ini.

Jika menilik dari durasi kontraknya, kuat dugaan bahwa Luciano Spalletti memang hanya diberi tugas jangka pendek. Tugas pertama jelas mengembalikkan posisi I Partenopei ke 4 besar Serie A. Sejauh ini, ia telah berhasil melakukannya dan mungkin saja sang presiden Aurelio De Laurentiis menghendaki hasil yang jauh lebih tinggi.

Tak bisa dipungkiri bahwa Napoli adalah tim besar Italia. Tiap tahun mereka nyaris selalu bersaing di papan atas. Mungkin terlalu dini menyebut I Partenopei sebagai calon kuat scudetto musim ini, namun yang pasti mereka adalah seorang pesaing yang siap bertarung untuk mengakhiri puasa gelar Serie A yang terakhir mereka dapat di tahun 1990.


***
Sumber Referensi: Football-Italia 1, Football-Italia 2, SindoNews, Total Football Analysis, Cult of Calcio, Transfermarkt.

Kemerosotan Drastis Karir James Rodriguez

Dentuman mematikan di gelaran Piala Dunia 2014 tercipta lewat sontekan James Rodriguez. Melalui sebuah tendangan yang dianugerahi sebagai yang terbaik sepanjang gelaran itu, nama James kian melambung. Puncaknya, klub raksasa asal Spanyol, Real Madrid, rela menyingkirkan nama Angel di Maria hanya untuk memberi tempat buatnya.

Bermain apik di musim pertama dan kedua, nama James terus tuai pujian. Nahas, perubahan kursi kepelatihan yang kemudian dipegang Zinedine Zidane membuat namanya tersingkir. Mulai dari pencadangan secara terus-terusan hingga berakhir pada sebuah perpisahan, James merasa bahwa dirinya telah disia-siakan Zidane.

FC Bayern, lantas menjadi tim selanjutnya yang ia bela. Sayang, performa pemain asal Kolombia di raksasa Jerman kurang membuat manajemen terkesan, hingga membuatnya dipulangkan ke Spanyol. Bukannya diterima, nasib James justru terkatung-katung usai klub berjuluk Los Galacticos tampak sudah tidak mau menerimanya lagi.

Sebagai langkah pembersihan diri, James lalu memutuskan bergabung dengan Everton, yang disitu terdapat nama Carlo Ancelotti. James mengaku bila sang pelatih menjadi alasan utamanya mau bergabung dengan The Toffees. Akan tetapi, sekali lagi, dunia tampak tak menginginkannya kembali.

Di awal perjalanannya di kompetisi Premier League, James memang menunjukkan performa memukau. Namun beberapa saat setelahnya, dia mengalami penurunan performa. Karirnya kian tak jelas setelah Carlo Ancelotti yang memintanya bergabung, malah memilih jalan pulang ke Real Madrid.

Kini, tak ada yang menyangka bila karir James akan mengalami penurunan yang begitu drastis. Untuk ukuran pesepakbola top, sejatinya James bisa bertahan di level tertinggi. Namun nyatanya, hal itu tidak pernah terjadi. Everton yang sempat dijadikannya sebagai tempat untuk mengulang segalanya, malah membuat nasibnya kian merana.

Kira-kira, apa yang kemudian membuat karir James kian merosot ketika bergabung dengan Everton?

Situasi James di Everton

Kegagalan James Rodriguez tampil menawan di Everton tentu membuat banyak penggemar kecewa. Pasalnya, semua tahu bila sosok asal Kolombia itu tergolong ke dalam salah satu bakat terbaik di dunia. Namun mereka malah menemukan sesuatu yang tidak diinginkan ketika terdapat nama James di dalam skuad kebanggaan suporter.

Dalam hal ini, kemerosotan karir James sangat dipengaruhi oleh kepergian tiba-tiba Carlo Ancelotti ke Real Madrid. Ketika pintu keluar telah terbuka untuk sang manajer, maka secara otomatis, James yang dulu dibawa ke Goodison Park juga diprediksi bakal segera temui lembar terakhirnya.

Pada musim lalu sendiri, performa James yang hanya moncer di awal musim gagal membantu Everton meraih tempat terbaik di kompetisi Liga Primer Inggris. The Toffees, pada musim 2020/21 hanya mencatatkan 59 poin dari 38 pertandingan. Dengan raihan tersebut, mereka hanya mampu duduk di tangga ke sepuluh.

Pencapaian itu bahkan lebih buruk dari West Ham United yang berhasil duduk di peringkat ke enam, dan tim promosi, Leeds United yang mampu mengakhiri musim dengan bercokol di tangga ke 9.

Menurut data yang dilansir Sky Sport, Everton yang melakoni laga sebanyak 17 kali tanpa memainkan James berhasil memetik 9 kemenangan (52,9% win percentage). Namun ketika James dimasukkan ke dalam 21 laga, hanya sebanyak 8 kemenangan saja yang berhasil diraih (38,1% win percentage). Hal itu menunjukkan bahwa James tidak mampu menginspirasi Everton untuk tampil lebih baik.

Tepat setelah kepergian Carlo Ancelotti, klub langsung menunjuk Rafael Benitez sebagai suksesor. Dari situ, kediaman James benar-benar terusik. Dia tampak tidak menjadi prioritas eks juru taktik Liverpool dalam skemanya. Hal itu pula yang kemudian memunculkan kabar bahwa James dan pelatih Rafael Benitez tidak memiliki hubungan yang baik, yang kemudian sekaligus membuat menit bermain sang pemain makin tidak karuan.

Rafael Benitez menyebut bila James Rodriguez tidak memiliki kebugaran yang baik ketika tim melakoni pramusim.

Sebagai pengingat, ketika Rafael Benitez ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada 2016 lalu dan sempat menukangi James, dirinya juga sempat mengeluhkan kondisi sang pemain yang dinilai kurang maksimal bila harus dimasukkan ke dalam skuad asuhannya. James disebut sebagai pemain yang rentan cedera dan kurang memiliki ritme dalam skema yang diusung ketika itu.

Tampaknya masalah yang sama pun muncul ketika kedua nya bertemu di Everton. Dari laga pramusim yang sudah timbulkan sedikit kisruh, Benitez kian menunjukkan ketidaksukaannya terhadap James ketika dia memilih untuk tidak memasukkan namanya ke dalam skuad yang bertanding melawan Southampton pada pekan pertama Liga Primer Inggris.

Saking buruknya hubungan keduanya, James sampai tidak tahu bila Everton harus melakoni laga di pekan kedua EPL melawan Leeds United.

“Aku pikir aku akan mulai berlatih pada hari Senin,”

“Pada akhir pekan nanti aku tidak akan bermain, aku bahkan tidak tahu siapa lawan Everton, bisakah kamu memberitahuku?,” tutur James (19/8)

Situasi pelik James Rodriguez di Everton kemudian menyita perhatian pelatih Kolombia, Reinaldo Rueda. Dia menyebut apabila James ingin kembali membela timnas, maka dia harus memberikan 500% kemampuannya, karena menurut pria 64 tahun tersebut, hanya memberikan 100% untuk tim nasional sangatlah tidak cukup.

“Semuanya sudah jelas. Kami tidak bermaksud untuk menyakiti James. Kami tahu kemampuannya dimana dia pernah menjadi andalan kami. Namun aku telah memberitahu ke seluruh pemain bahwa dibutuhkan kemampuan sebanyak 500% untuk bisa membela tim nasional. Hal itu juga berlaku untuk James,” ucap Reinaldo Rueda (via goal)

Beberapa bulan sebelumnya, James Rodriguez memang sempat merasa sakit hati setelah dirinya dicoret dari daftar pemain Kolombia yang bakal melakoni laga kualifikasi Piala Dunia dan turnamen Copa America. Namun semua sudah jelas bahwa tidak dipanggilnya James ke dalam skuad adalah karena kondisinya dianggap tidak berada pada titik maksimal.

Apalagi, performanya bersama Everton tergolong biasa-biasa saja. Dalam hal ini, cedera menjadi momok terbesarnya hingga membuat menit bermain bersama Everton benar-benar terpangkas.

Hengkang ke Qatar

Kini, setelah tidak diikutkan sama sekali ke dalam skuad Everton pada musim 2021/22, James akhirnya pergi. Sempat dilaporkan menarik tim-tim Eropa termasuk AC Milan, nama James justru terlempar ke Qatar.

James resmi bergabung dengan klub Qatar Al-Rayyan. Dia yang kini berusia 30 tahun bergabung dengan biaya yang tidak dijelaskan oleh klub.

Mengomentari hal tersebut, pelatih Rafael Benitez tampak lega. Dia mengaku sudah mengetahui gerak-gerik James yang akan bergabung dengan klub asal Qatar beberapa minggu sebelumnya. Lebih dari itu, dia memang menginginkan sang pemain dengan gaji 200 ribu pounds per pekan itu pergi, demi mengurangi beban klub agar terhindar dari masalah Financial Fair Play.

“Kami berbicara tentang situasi khusus untuk klub ini. Dengan peraturan financial fair play, kita harus mengelola semuanya dengan cara terbaik yang kita bisa,”

 

 

Sumber referensi: Sky Sport, The Guardian, The Guardian 2, Goal, Express

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 24 September 2021

IHWAL COMEBACK MARCUS RASHFORD, BEGINI KATA SOLSKJAER

Pekan lalu, Marcus Rashford tertangkap kamera berlatih di Carrington, markas latihan MU. Alhasil banyak yang menilai Rashford sudah pulih seutuhnya dari cedera bahu. Ole Gunnar Solskjaer membenarkan bahwa Rashford kini sudah berlatih kembali bersama MU. Ia juga menyebutkan sang striker mengalami kemajuan yang pesat dalam proses pemulihannya. Menurut Solskjaer, ia tidak mau buru-buru memaksakan Rashford segera tampil di timnya. Ia menyebut paling cepat Rashford baru bisa bermain di pertengahan Oktober nanti setelah Jeda internasional.

UEFA DESAK FIFA HENTIKAN RENCANA PIALA DUNIA DUA TAHUNAN

UEFA mendesak FIFA untuk berhenti mendorong rencana Piala Dunia dua tahun dan merubah kalender pertandingan internasional. UEFA mengaku khawatir rencana itu hanya akan membuat perhelatan sepak bola dunia itu kehilangan arti dan akan mempengaruhi kesejahteraan para pemain serta kompetisi sepak bola putri. UEFA juga mengecam cara FIFA mempromosikan rencananya, yang secara mayoritas lewat media massa dan konferensi pers.

ANFIELD AKAN JADI STADION TERBESAR KETIGA INGGRIS

Anfield akan jadi stadion ketiga terbesar di kancah Liga Inggris. Hal ini setelah Liverpool diberi izin menambah kapasitas Anfield. Saat ini Anfield masih ada di posisi keenam stadion terbesar di Inggris dengan 53.394 tempat duduk. Rencananya klub ingin menambah kapasitas tempat duduk sekitar 7.000 sehingga Anfield nantinya mencapai total 61.000 ribu penonton. Sayangnya, rencana itu sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Barulah per Rabu (22/9), pihak kota Liverpool memberikan izin kepada The Reds untuk segera merenovasi Anfield Road End.

MEDIA SOSIAL MARCUS RASHFORD MASUK KURIKULUM SEKOLAH

Lembaga pendidikan General Certificate of Secondary Education (GCSE) akan menggunakan media sosial penyerang MU, Marcus Rashford, sebagai bagian dari modernisasi dan diversifikasi kurikulum. Rashford selama ini memanfaatkan akun medsosnya untuk memerangi kemiskinan dan kelaparan, dengan mengumpulkan uang untuk amal, dan berbagai hal baik lainnya. Kepala kurikulum seni kreatif AQA, Sandra Allan mengatakan, Rashford adalah salah satu anak muda paling berpengaruh dan inspiratif di Inggris, sehingga siswa dapat belajar banyak dari bagaimana ia menggunakan media sosial untuk membuat dampak nyata.

HANNIBAL MEJBRI PEMAIN YANG DISEBUT THE NEXT PAUL SCHOLES

Reda Bekhti, mantan pelatih Hannibal Mejbri di Paris FC, meyakini bahwa mantan anak asuhnya itu akan menjadi seorang bintang. Reda Bekhti mendukung Hannibal Mejbri menjadi “Paul Scholes masa depan” di Manchester United. Bekhti menyebut Hannibal Mejbri sebagai the next Scholes. “Ia bisa menjadi Paul Scholes masa depan di Manchester United. Ia memiliki semua kualitas di lini tengah untuk menjadi seorang pemimpin.” Mejbri baru saja menjalani debut bersama tim senior Setan Merah pada pertandingan Liga Inggris pekan lalu.

BARCELONA BERTEMU PERWAKILAN DEMBELE BAHAS KONTRAK

Barcelona dilaporkan telah bertemu dengan perwakilan Ousmane Dembele untuk membahas perpanjangan kontrak. Awalnya, Dembele masuk daftar jual. Namun karena cedera selama Euro 2020 yang membuatnya absen setidaknya hingga Oktober penjualannya dianggap tak mungkin. Kontraknya kini tersisa kurang dari satu tahun. Barcelona perlu memperpanjang kesepakatan untuk menghindari kehilangan dia secara gratis. Diperkirakan Dembele akan ditawari pengurangan persyaratan mengingat situasi keuangan klub yang tak sehat.

CARLO ANCELOTTI TEMUKAN POSISI TERBAIK MARCO ASENSIO

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, memberi pujian kepada Marco Asensio setelah dia mencetak hattrick di laga lawan Mallorca. Ancelotti merasa Asensio harus bermain di belakang penyerang untuk bisa optimal. Biasanya, pelatih Madrid sebelumnya seperti Zinedine Zidane memakai formasi 4-3-3 dan Asensio akan bermain lebih sering sebagai winger kanan. Namun pada laga itu, Ancelotti memainkan formasi 4-2-3-1 dengan Asensio berada di belakang Karim Benzema, lalu Vinicius dan Rodrygo berada di posisi sayap.

ANSU FATI BISA SEGERA BERMAIN LAGI

Penyerang muda Barcelona, Ansu Fati berada di jalur yang benar untuk segera bisa kembali bermain. Fati telah absen dalam 50 pertandingan sejak cedera lutut serius pada November lalu. Namun sekarang Fati akan kembali membuktikan diri bahwa ia bisa kembali ke level sebelumnya. Melansir dari laman Football Espana, Pemain 18 tahun tersebut diharapkan siap dimainkan melawan Levante akhir pekan nanti di Camp Nou. Dia akan bersama skuad Barcelona meski di bangku cadangan.

TERBONGKAR GAJI MESSI TERNYATA TAK SETARA NEYMAR DI PSG

Bintang anyar PSG, Lionel Messi sempat dihantam oleh kabar palsu yang ditulis oleh media Prancis, L’Equipe. Messi diberitakan mempunyai gaji setara Neymar dan di atas Mbappe. Menurut laporan eksklusif L’Equipe, Messi akan menerima gaji bersih sebesar 110 juta euro (Rp 1,83 triliun) selama tiga musim di PSG dengan syarat Messi harus memenuhi seluruh kontrak yang telah ditandatangani bareng Les Parisiens, di mana Messi mendapat kontrak tetap dua tahun dan tambahan opsi satu tahun. Akan tetapi, berita dari L’Equipe tersebut dibantah oleh Direktur Olahraga PSG, Leonardo. Leonardo dengan sangat yakin menyebut laporan L’Equipe 100 persen salah.

MENANDUK LAWAN, PEMAIN FC VIKTORIA DIHUKUM LARANGAN 48 LAGA

Nasib sial dialami pemain asal Rusia, Raschid Arsanukaev usai menanduk hidung pemain lawan hingga patah dan berakhir dengan hukuman skorsing. Raschid memperkuat klub amatir Austria Viktoria 62 Bregnez melawan Gofis Satteins. Insiden bermula dari rasa tidak puas menjurus kekesalan Raschid terhadap wasit, Romano Giovanni yang mengganjarnya dengan kartu kuning kedua pada menit ke-87. Raschid sempat berkata sesuatu kepada wasit sebelum melancarkan aksi menanduk hidung lawan. Akibat perbuatannya ini, Raschid diskorsing 48 pertandingan dan dipecat oleh klubnya.

HASIL PERTANDINGAN

Klub raksasa Spanyol, Barcelona kembali gagal meraih poin penuh. Pada ajang La Liga pekan keenam, mereka ditahan imbang tuan rumah Cadiz dengan skor 0-0. Atas hasil negatif ini, Barcelona untuk sementara masih bertengger di peringkat ke-7 dengan perolehan 9 poin dari 5 laga, sedangkan Cadiz berada di urutan ke-14 dengan 6 poin.

Dari ajang Serie A, AS Roma sukses membungkam Udinese dengan skor 1-0. Bermain di stadion Olimpico. pasukan Jose Mourinho meraih kemenangan berkat gol semata wayang penyerang Tammy Abraham di menit ke-36. Atas hasil ini Roma naik ke urutan ke-4 dengan 12 poin, sedangkan Udinese berada di peringkat ke-10.

LIONEL MESSI DIRAGUKAN TAMPIL KONTRA MONTPELLIER

Lionel Messi ternyata masih dihantui memar tulang dari cedera lututnya. PSG telah memberikan pembaruan yang mengatakan bintang Argentina itu mengalami cedera lutut. Sehingga, melewatkan perjalanan tengah pekan mereka ke Metz di Ligue 1. Pemain 34 tahun itu juga diragukan tampil untuk pertandingan kandang melawan Montpellier akhir pekan ini. Messi sebenarnya harus berpacu dengan waktu untuk fit dalam pertandingan besar Liga Champions melawan Manchester City minggu depan.

JEROME BOATENG DITUDUH JADI PENYEBAB CEDERA MESSI

PSG telah menyampaikan bahwa Lionel Messi mengalami cedera lutut. Hal itu menjawab keraguan publik yang mempertanyakan keputusan Pochettino menarik keluar Messi dalam laga kontra Lyon akhir pekan lalu. Usut punya usut benturan dengan bek Lyon, Jerome Boateng, beberapa saat sebelum ia digantikan adalah penyebab Messi terluka. Tidak ada pelanggaran namun kontak minim tersebut sudah cukup menimbulkan problem.

PERANGI RASISME DI SEPAKBOLA, LUKAKU INGIN BERTEMU PEMIMPIN PERUSAHAAN MEDIA SOSIAL

Striker Chelsea, Romelu Lukaku geram dengan tindakan rasisme di sepak bola. Lukaku bahkan mengatakan aksi berlutut sebelum laga dimulai nyatanya tidak cukup untuk memerangi tindakan rasisme. Dia meminta untuk bertemu dengan perusahaan media sosial agar dapat lebih memerangi aksi rasisme yang terus terjadi di dunia sepak bola. Lukaku menyatakan pesepak bola dapat berbuat lebih banyak untuk mengatasi rasisme dibanding hanya berlutut. Karena menurutnya para pemain terus menerima tindakan pelecehan tersebut.

BARCELONA TIBA-TIBA REKRUT WONDERKID DARI TURKI

Barcelona secara tiba-tiba mendatangkan wonderkid Turki, Emre Demir dari Kayserispor. Remaja 17 tahun ini baru akan bergabung dengan Barcelona musim depan. Di awal karirnya, Emre Demir akan main bersama tim B Barcelona terlebih dahulu. Untuk mendapatkan Emre Demir, Barcelona membayar mahar dua juta euro. Emre Demir langsung dikontrak lima tahun sampai Juni 2027. Barcelona sampai mematok kluasul pelepasannya mencapai 400 juta euro.

DIIMBANGI TIM PROMOSI, KOEMAN SAMPAI ANGKAT BICARA SOAL BAYARAN KARTU MERAH WASIT

Barcelona bermain imbang 0-0 melawan Cadiz. Pada laga itu Barcelona harus bermain dengan 10 orang setelah gelandang Frenkie De Jong mendapatkan kartu merah dari wasit. Dilansir Football Espana, dari akun Twitter milik Barcelona, Ronald Koeman berbicara tentang bayaran yang harus didapatkan akibat kartu merah tersebut. “Di negara ini Anda mendapatkan kartu merah tanpa bayaran. Anda harus menganalisis apa yang telah dilakukan tim, sikap mereka,” kata Koeman.

PINDAH KE QATAR, ADA KLAUSUL RAHASIA JAMES BERKAITAN DENGAN PSG

Pemain asal Kolombia, James Rodriguez resmi mendarat ke klub Qatar, Al-Rayyan. Namun dilansir Football Espana, Kamis (23/9) terdapat klausul dalam kontrak James yang akan memungkinkan sang pemain untuk pindah ke klub besar. Sumber tersebut mengklaim James memiliki persyaratan dalam kontrak barunya untuk pemutusan kerja secara sepihak. James diizinkan pergi ke klub Ligue 1 Paris Saint-Germain, jika manajemen Les Parisien mengajukan tawaran.

METZ VS PSG RICUH, SIKAP MBAPPE DIKRITIK

Pelatih FC Metz, Frederic Antonetti menyindir perilaku buruk striker PSG Kylian Mbappe saat kedua tim bertemu pada pekan ketujuh Liga Prancis di Saint-Symphorien. Dalam laga itu, aksi kontroversial dilakukan Mbappe yang memprovokasi kiper Metz Alexandre Oukidja usai gol kedua Hakimi. Merasa diperlakukan buruk, Oukidja mengejar Mbappe yang berlari ke arah rekan-rekannya yang berselebrasi. Respons Oukidja itu pun mengundang keributan dari pemain kedua tim. Melihat kejadian ini, Antonetti berpendapat, Mbappe akan terlihat lebih baik apabila memiliki sikap rendah hati.

KARIM BENZEMA CETAK 200 GOL DI LA LIGA

Striker Real Madrid Karim Benzema mencetak dua gol saat Madrid menghancurkan Mallorca dengan skor 6-1. Dua gol terhadap Mallorca menggenapkan koleksi Benzema di La Liga bersama Real Madrid menjadi 200 gol. Raihan 200 gol merupakan sebuah prestasi yang hanya dicapai oleh tiga legenda klub lainnya, yakni Cristiano Ronaldo (312), Raúl (228) dan Di Stéfano (216). Saat pertandingan berakhir, pada Kamis, presiden klub Florentino Pérez menghadiahkan Benzema jersey kenang-kenangan. Kaos itu bertuliskan 200, sebagai tanda 200 gol untuk Benzema.

RONALDO DAN VARANE DATANG, TAGIHAN GAJI MU MEMBENGKAK

Manchester United harus mengeluarkan biaya 140 juta euro atau sekitar Rp 2,3 triliun untuk memboyong Jadon Sancho, Varane, dan Ronaldo. Kedatangan pemain kelas dunia yang disebutkan di atas juga berarti tagihan upah klub meningkat drastis. Dilaporkan Marca, tagihan gaji pemain di Old Trafford meningkat sebesar 75 juta euro atau sekitar Rp1,2 triliun. Tagihan upah MU mencapai 452 juta euro atau Rp7,6 triliun musim ini. Ronaldo menjadi pemain dengan gaji terbesar di Setan Merah dengan gaji 29,25 juta euro per tahun.

BUNDESLIGA DIMINTA LAKUKAN PERUBAHAN UNTUK AKHIRI DOMINASI BAYERN

Bayern Munchen menjadi klub yang mendominasi Bundesliga dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menyebabkan mantan CEO klub rival meminta Bundesliga melakukan perubahan format guna membuat kompetisi tersebut lebih menarik. Mantan CEO Bayer Leverkusen Wolfgang Holzhauser menyebut salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengubah situasi adalah dengan memperkenalkan play-off. “Saya lebih suka menyebutnya sebagai babak knockout. Empat tim teratas dalam klasemen akan menjalani semifinal melawan satu sama lain pasca musim Bundesliga reguler berakhir,” ujar Holzhauser.

BAYERN MUNCHEN DEKATI ANTONIO RUDIGER

Bayern Munchen tampaknya sangat berambisi datangkan Antonio Rudiger. Die Roten pun langsung dekati agen bek andalan Chelsea tersebut. Masa depan Rudiger di Stamford Bridge sendiri saat ini masih tidak jelas, meskipun ia jadi andalan Thomas Tuchel. Pasalnya, pemain internasional Jerman itu belum memulai negosiasi kontrak barunya sejauh ini, walau kontraknya akan berakhir di penghujung musim ini. Situasi inilah yang dipantau klub-klub besar Eropa. Selain Bayern, PSG dan Real Madrid juga tertarik menggaet Rudiger.

PAULO DYBALA SEGERA TEKEN KONTRAK BARU DI JUVENTUS

Paulo Dybala akan segera meneken kontrak baru berjangka panjang di Juventus. Masa bakti sang pemain berusia 27 tahun tersebut akan segera berakhir pada musim panas tahun depan, dan pembicaraan intens sudah dilaksanakan oleh manajemen Bianconeri dengan Jorge Antun selaku agen yang mewakili Dybala. Wakil presiden Juventus Pavel Nedved telah mengindikasikan bahwa negosiasi akan segera selesai, namun masih ada beberapa rincian yang belum diselesaikan.

BAGI-BAGI UANG DI RUANG GANTI LAWAN, WAPRES SURINAME DISELIDIKI

Wakil Presiden Suriname, Ronnie Brunswijk sedang dalam penyelidikan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) usai bermain untuk Inter Moengotapoe melawan Olimpia. Penyelidikan akan lebih mendalam, karena Brunswijk harus memberikan keterangan setelah terbukti membagi-bagikan uang di ruang ganti lawan. Belakangan, Brunswijk yang sudah menginjak usia 60 tahun viral karena bermain untuk Inter Moengotapoe dalam laga resmi melawan tim asal Honduras, Olimpia pada laga lanjutan Liga CONCACAF. Pihak CONCACAF prihatin karena beredar video Brunswijk membagi-bagikan uang kepada tim lawan pasca pertandingan.

Strategi Klub-klub di Indonesia Mendapat Pemain Muda

0

Penampilan mengesankan diperlihatkan Beckham Putra Nugraha. Pemain muda Persib Bandung itu mencetak brace ke gawang Bali United. Tak cukup hanya satu, Beckham mencetak dua gol perdana di saat Persib Bandung ditahan imbang Bali United di lanjutan BRI Liga 1 musim 2021/22.

Pemain 19 tahun itu hanya contoh kecil pemain muda berbakat yang mengarungi BRI Liga 1. Banyak klub-klub di Indonesia yang bahkan kini diperkuat oleh para pemain muda. Bali United punya Komang Tri Arta, bek yang masih 19 tahun; dan Kadek Dimas seorang striker muda yang siap menjadi pelapis Ilija Spasojevic atau Stefano Lilipaly.

PSIS Semarang yang kini performanya sedang naik daun itu juga tak bisa lepas dari peran pemain muda, seperti Alfeandra Dewangga (20 tahun), Damas Damar (20 tahun), sampai Pratama Arhan (19 tahun). Persija Jakarta juga tak kekurangan pemain muda yang dibawa ke BRI Liga 1.

Macan Kemayoran kini diperkuat pemain muda seperti Alfrianto Nico (18), Salman Alfarid (19), Braif Fatari (19), sampai Taufik Hidayat (21). Barito Putera apalagi. Selain wingback muda andalan Timnas Indonesia, Bagas Kaffa, Barito juga diperkuat Lutfi Kamal (23), Rafi Syarahil (20), sampai Muhammad Riyandi (21). Masih kurang?

Persikabo 1973 atau TIRA Persikabo juga tak kalah dihuni pemain muda. Nama-nama seperti Hanis Saghara (21), Firza Andika (22), sampai Andre Oktaviansyah (18) ikut memperkuat Laskar Padjajaran. Kita juga bisa menambahkan nama Fajar Fathurahman (19) dan Komang Teguh (19) di skuad Borneo FC. Tentu kalau dirunut masih banyak lagi, dan bisa pembahasannya habis hanya untuk menyebut satu-satu pemain muda yang berlaga di Liga Indonesia.

Banjirnya pemain-pemain muda yang tampil di Liga Indonesia selain membuat kompetisi jadi lebih menarik, juga ini menjadi semacam penanda kalau sepak bola Indonesia akan menuju yang lebih baik. Nggak usah lah kalian tanya “Memangnya dulu nggak baik?”. Kita tak usah mengingat-ingat masa lalu juga, anggap saja sepak bola Indonesia sedang menapaki jalan mulus yang selama ini tak keurus karena pengurusnya tak becus.

Well, kehadiran pemain-pemain muda di klub-klub Indonesia menimbulkan satu pertanyaan. Dari mana klub-klub tersebut mendapat para pemain muda? Apa startegi yang dipakai? Pertanyaan itu tentu saja muncul karena banyak yang mengira kalau klub-klub di Indonesia masih merusut dari kata profesional.

Dennis Wise, legenda Chelsea sekaligus pernah menjadi direktur teknik Garuda Select mengatakan, pembinaan usia muda di klub-klub Indonesia terkesan buruk. Jika kita prihatin pada kondisi negara, Dennis Wise justru merasa perlu menaruh rasa keprihatinannya pada pembinaan klub-klub di Indonesia. Katanya, hanya ada dua klub yang serius membangun fasilitas akademi dan melakukan perubahan.

Kalau begitu bagaimana caranya klub-klub di Indonesia mendapat pemain muda? Apa mungkin dengan cara menggosok-gosok lampu ajaib kemudian keluar jin dan meminta pemain muda? Ah tentu saja tidak.

Menerapkan Pemandu Bakat atau Scout

Sebetulnya perkembangan klub-klub di Indonesia tak selambat perekonomian dalam negeri. Pun tak selambat apa yang kita pikirkan. Banyak klub yang mulai sadar bahwa pemandu bakat atau scout adalah bagian terpenting kalau ingin menjadi klub sepak bola profesional.

Mungkin sudah banyak yang tahu kalau Persija Jakarta dan Persib Bandung memiliki semacam pemandu bakatnya masing-masing. Maka lebih baik kita tepikan dulu sejenak dua klub itu. Mari kita ambil contoh yang jarang dibahas saja.

Adalah PSIS Semarang yang mulai gencar dengan pemandu bakat. Setelah memiliki PSIS Development, Laskar Mahesa Jenar tampaknya serius untuk melakukan pembinaan usia dini. Keseriusan itu tak sekadar kembang lambe, tapi ditunjukkan dengan dibangunnya pusat pelatihan.

PSIS Development bahkan mengambilalih Stadion Citarum, Semarang untuk menjadikannya pusat pelatihan pengembangan bibit-bibit pemain muda. Targetnya anak-anak usia 6-18 tahun. Tak perlu sampai puluhan tahun untuk melihat hasilnya.

Kini, PSIS Semarang menjadi tim hebat yang dihuni para pemain muda. Laskar Mahesa Jenar bisa melaju hingga partai perempat final di ajang Piala Menpora 2021. Bukan itu saja, para pemain PSIS, khususnya usia muda juga terangkat namanya. Sebutlah sosok Pratama Arhan, Farrel Arya, Eka Febri Yoga, dan tentu saja Alfeandra Dewangga.

Mengambil dari SSB

Tak semua klub di Indonesia mempunyai scout, maka yang sering dilakukan adalah mencomot pemain-pemain dari Sekolah Sepak bola (SSB) yang ada di Indonesia. Mengingat jumlah SSB di Indonesia sangat menjamur. Catatan tahun 2010 saja jumlah SSB di 33 provinsi mencapai 1978.

Nah, klub dalam negeri acap kali tinggal mencomot para pemain muda dari SSB di tiap-tiap daerah. SSB-SSB di Indonesia hampir tak pernah kehilangan talenta muda. Sebut saja sosok Egy Maulana Vikri dan Muhammad Hargianto yang alumni SKO Ragunan, SSB milik DKI Jakarta.

Jika kamu pernah menonton film “Garuda 19” tentu akrab dengan nama Desa Tulehu. Ya, Tulehu adalah salah satu desa di Ambon yang menghasilkan para talenta-talenta hebat. Hal itu karena di Tulehu tersebar banyak SSB.

Ada empat SSB yang dianggap besar di Tulehu. Keempat SSB itu adalah SSB Tulehu Putra, SSB Hurnala Putra, SSB Maehanu, dan SSB Nusa Ina. Nama-nama seperti Abduh Lestaluhu, Rizki Pellu, sampai Yabes Roni Malaifani lahir dari daerah ini.

Maka dari itu, peran SSB dalam sepak bola Indonesia sangatlah penting. Bahkan kalau ditakar-takar, peran SSB porsinya jauh lebih besar daripada PSSI untuk pengembangan sepak bola di dalam negeri. Ketua Umum Asosiasi Sekolah Sepak bola Indonesia (ASSBI), Taufik Jursal Effendy bahkan menulis, seumpama sepak bola Indonesia ingin bangkit kuncinya ada pada SSB.

Membeli Pemain Muda Asing

Masyarakat Indonesia tentu sangat menyukai mi instan. Nyaris tidak ada satu pun warga +62 yang nggak doyan mi instan. Mi instan malah menjadi salah satu kuliner yang memang sangat nusantara. Pun kalau ada satu cara yang teruji klinis mampu membuat seseorang kaya secara instan, tentu banyak warga Indonesia yang berebut.

Maka bukan mustahil jika Dimas Kanjeng Taat Pribadi memiliki banyak pengikut. Namun pada kenyataannya bukan hanya soal penghidupan dan kuliner saja yang instan. Di ranah sepak bola Indonesia, sesuatu yang instan tentu lebih menggiurkan.

Wajar saja apabila masih banyak klub-klub Indonesia yang menyukai jalur instan. Bahkan hal itu juga diterapkan pada perekrutan pemain muda. Masih banyak klub di Indonesia yang justru membeli pemain muda asing. Mari kita menuju ke contohnya.

Arema FC tahun 2020 telah mengontrak Hugo Guilherme Corre Grillo, pemain 18 tahun asal Brazil. Singo Edan juga merekrut satu lagi pemain Brazil, Pedro Henrique Bartoli yang berusia 19 tahun. Bukan hanya Arema yang mendatangkan pemain muda dari luar.

Madura United juga turut mendatangkan pemain muda dari Brazil, Robert Junior Rodrigues Santos. Persija Jakarta tak mau ketinggalan. Pada 2020, Macan Kemayoran juga mendatangkan dua pemain muda yang baru berumur 19 tahun asal Brazil: Thiago Apolina Pereira dan Maike Henrique Irine De Lima.

Tentu tak masalah bila klub di Indonesia memilih mendatangkan pemain muda dari luar negeri. Namun, jika hal itu diketahui publik mungkin akan menjadi ontran-ontran. Publik boleh jadi akan menyindir klub-klub tersebut karena tak mau, tak becus, atau tak sanggup mendapatkan pemain muda lokal.

Kendati problem sesungguhnya lebih kompleks daripada itu. Klub yang memilih membeli pemain muda dari luar negeri dan mengabaikan potensi lokal seolah alpa terhadap SSB. Padahal SSB kan sudah menjamur. Hal itu juga tak senada dengan sepak bola modern yang mulai menerapkan sistem scouting atau pemandu bakat. Namun, sekali lagi perlu ditekankan, bahwa dari tadi yang kita bahas adalah sepak bola Indonesia.

Sumber referensi: skor.id, bolasport.com, tirto.id, fandom.id, bolanusantara.com, medcom.id, tempo.co.

Mengenal “El Gran Derbi”, Rivalitas Paling Bergairah di Sepak Bola Spanyol

El Clasico, laga derby yang mempertemukan Barcelona dan Real Madrid kerap dianggap sebagai rivalitas terpanas di sepak bola Spanyol. Namun, apakah anggapan tersebut benar? Saran kami, pertimbangkanlah kembali. Meski keduanya adalah klub Spanyol paling berprestasi saat ini, sepak bola Negeri Matador tak hanya berkutat soal Barcelona atau Real Madrid.

“Tanpa mengetahui tentang derby Spanyol yang hebat, Anda kehilangan beberapa momen paling menarik di LaLiga.” Begitulah pernyataan Antonio Barradas, direktur LaLiga di Afrika.

“LaLiga memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan selain El Clasico, jadi sangat penting bahwa media internasional dapat menemukan lebih banyak tentang derby, kota, budaya, dan tim lokal kami.”

Ya, selama ini, media internasional terlalu berfokus kepada El Clasico. Terkadang, duel dua tim terbesar di Spanyol itu juga digoreng berlebihan, khususnya saat kedua tim masih diperkuat Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Hingga akhirnya banyak penikmat sepak bola tak memperhatikan bahwa di Spanyol ada beberapa laga derby yang punya rivalitas panas dan jauh lebih mengakar ketimbang El Clasico. Salah satunya adalah Derbi Sevillano atau yang kini lebih dikenal dengan sebutan “El Gran Derbi”.

Sejarah dan Rekor Pertemuan “El Gran Derbi”

Tak banyak yang tahu soal “El Gran Derbi”. Maklum, derbi tersebut hanya mempertemukan 2 klub asal Andalusia, Sevilla FC dan Real Betis Balompie. Dua klub tersebut juga tak terlalu terkenal di Indonesia. Namun, jangan sekali-kali meremehkan rivalitas 2 klub tersebut. Keberadaan Sevilla FC dan Real Betis Balompie telah membelah kota Sevilla jadi 2 bagian, Si Merah dan Si Hijau.

Tahukah kamu, di kota metropolitan dengan populasi terbesar keempat di Spanyol itu hanya punya 2 klub sepak bola, yakni Sevilla dan Real Betis. Sevilla Futbol Club terbentuk lebih dulu pada 25 Januari 1890. Berdomisili di distrik Barrio de Nervion, Sevilla FC bermarkas di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan yang berkapasitas 42.714 kursi. Klub berkostum Rojiblancos alias merah putih itu cenderung didukung oleh orang-orang kelas menengah ke atas kota Sevilla.

Sementara itu, Real Betis Balompie baru terbentuk pada 12 September 1907. Klub berkostum Verdiblancos atau hijau putih itu berbasis di Heliopolis dan bermarkas di Estadio Benito Villamarin yang punya kapasitas 60.720 kursi. Berbeda dengan rivalnya, Betis cenderung didukung oleh orang-orang kelas menengah ke bawah kota Sevilla.

Menurut catatan sejarah, pertemuan pertama kedua klub terjadi pada tahun 1915. Hingga hari ini, Sevilla dan Real Betis sudah berjumpa sebanyak 134 kali di kompetisi mayor, dengan rincian 100 pertandingan di La Liga, 18 pertandingan di Copa del Rey, 2 pertandingan di Europa League, dan 14 pertandingan di Segunda Division.

Dari rekor penampilan pemain, Joaquin Sanchez dan Jesus Navas jadi pemain yang masih aktif dengan rekor penampilan terbanyak di laga derbi. Joaquin, winger Real Betis yang kini berusia 40 tahun sudah mengoleksi 24 caps di “El Gran Derbi”. Sementara itu, Jesus Navas sudah tampil 22 kali di “El Gran Derbi” untuk Sevilla. Navas yang kini berusia 35 tahun punya kesempatan untuk memecahkan rekor penampilan terbanyak di laga derbi.

Dari rekor pertemuan kedua tim di “El Gran Derbi” lebih berpihak kepada Sevilla. Sevilla unggul dengan 63 kemenangan berbanding Betis yang baru menang 39 kali. Real Betis juga kalah produktif, mereka baru menghasilkan 157 gol berbanding Sevilla yang sudah mencetak 206 gol di laga derbi.

Secara prestasi, Sevilla juga lebih unggul ketimbang Real Betis. Sebanyak 14 trofi mayor berhasil Sevilla raih, dengan rincian 1 trofi Primera Division, 5 trofi Copa del Rey, 1 trofi Supercopa, 6 trofi Europa League, dan 1 trofi UEFA Super Cup.

Sementara sang rival sekota hanya mengoleksi 3 trofi mayor. Sepanjang sejarahnya, Real Betis hanya pernah menjuarai Primera Division sekali di musim 1934/1935 dan menjuarai Copa del Rey 2 kali di tahun 1977 dan 2005.

Rivalitas Mengakar Sevilla vs Real Betis

Catatan prestasi itulah yang kerap dibangga-banggakan pendukung Sevilla di hadapan pendukung Real Betis. Namun, meski timnya kurang berprestasi, pendukung Real Betis tak mau kalah, mereka punya kebanggan tersendiri. Di tribun Stadion Benito Villamarin tertulis, “De padres a hijos, de abuelos a nietos, una pasion llamada BETIS”, yang berarti “Dari ayah ke anak, dari kakek ke cucu, satu semangat bernama BETIS.”

Pendukung Sevilla boleh saja berbangga diri. Selain prestasi mereka lebih mentereng, klub mereka juga jauh lebih rapi secara manajemen. Finansial Sevilla juga jauh lebih kuat dan stabil ketimbang Betis.

Namun, Real Betis punya kebanggaan dan mentalitas yang sulit untuk dijelaskan. Sejarah mereka yang penuh dengan gejolak dan perjuangan lolos dari jurang kebangkrutan dan degradasi membuat Real Betis punya moto yang sangat istimewa. Moto tersebut berbunyi “Viva El Betis Manque Pierda!” yang artinya “Hidup Betis bahkan ketika mereka kalah!”.

Persaingan pendukung kedua klub memang sangat luar biasa dan begitu mengakar ke seluruh sendi kehidupan kota Sevilla. Nyaris tak ada ruang di kehidupan penduduk kota tersebut yang tak terpengaruh oleh rivalitas Sevilla dan Real Betis. Jangan harap ada fans Barcelona, Real Madrid, atau klub lain di kota ini. Kalau tidak Sevilla, ya Real Betis, hanya itu pilihannya.

Banyak cerita unik tentang bagaimana panasnya duel antara Sevilla dan Real Betis. Salah satunya berasal dari Frederic Kanoute, mantan penggawa Sevilla yang juga memegang rekor sebagai salah satu pencetak gol terbanyak di “El Gran Derbi”.

“Saya bermain di banyak derby di London, dengan West Ham, dengan Tottenham; tapi saya belum pernah melihat derby seperti di Sevilla. Dengan semua yang terjadi di sekitar pertandingan itu, bahkan sebelum pertandingan; ini gila. Dan pada hari pertandingan, panas dan atmosfernya sangat berbeda dengan pertandingan lainnya,” kata Frederic Kanoute dikutip dari Goal.

Kisah lain juga dituturkan oleh Colin Millar, jurnalis sepak bola asal Irlandia Utara. Ketika singgah ke kota Sevilla, ia langsung kagum dengan sejarah, budaya, dan kisah rivalitas 2 klub sepak bola di sana. Saking bergairahnya “El Gran Derbi”, ia sampai menuangkannya dalam buku berjudul, “The Frying Pan of Spain: Sevilla vs Real Betis: Spain’s Hottest Football Rivalry” yang terbit pada 1 November 2019.

“Di Spanyol, penggemar merasakan identitas yang lebih besar dengan klub, terlepas dari apa yang mereka dukung. Anda selalu Betis atau Sevilla, tidak hanya untuk pertandingan. Hanya dalam jarak dua atau tiga kilometer, ada dua klub raksasa. Inilah rivalitas yang memecah belah hampir semua keluarga, yang tidak terjadi di manapun. Itu membuatnya jauh lebih menarik dan lebih baik,” kata Colin Millar dikutip dari sevilla.abc.es.

Apa yang dikisahkan Colin Millar memang benar adanya. Rivalitas yang terjalin di antara kedua klub tersebut memang bisa membelah keluarga menjadi 2 kubu. Seperti yang diceritakan Guillermo Jimenez Balleste, presiden Pena Sevillista El Relente, sebuah kelompok suporter resmi Sevilla FC. Ia bertutur, “Saya Sevilla, tetapi dua anak saya Real Betis”.

Atmosfer derbi juga tak hanya terjadi di sekitar stadion saat “El Gran Derbi” digelar. Atmosfer persaingan juga terasa di restoran, bar, jalanan, kantor, hingga sekolah-sekolah, dan tak mengenal usia dan jenis kelamin. Ini yang membuat Derbi Sevillano selalu mendapat perhatian khusus dan pengawalan ketat kepolisian Spanyol. Bahkan helikopter pernah diterbangkan untuk memantau situasi kota Sevilla agar tak terjadi gesekan antarsuporter.

Inilah yang membedakan rivalitas Sevilla vs Real Betis yang tak dimiliki klub lain, khususnya mereka yang berasal dari Spanyol. Tak bisa dipungkiri bahwa Kota Sevilla sendiri adalah kota sepak bola paling bergairah di Spanyol. Atmosfer, emosi, rivalitas, warna, dan gairah telah membuat derbi antara Sevilla FC dan Real Betis Balompie disebut sebagai “El Gran Derbi” alias “The Great Derby”.

Meski mereka terpecah menjadi 2 kubu, yakni Si Merah dan Si Hijau, kedua pendukung Sevilla dan Real Betis tetap bersatu dan saling berbagi ruang dan kehidupan dalam kesehariannya. “El Gran Derbi” bukanlah pertandingan biasa, melainkan sebuah pesta sepak bola.

“Jika Anda ingin melihat pertandingan sepak bola nyata, di kota yang penuh gairah, dengan stadion yang mereka kenakan…. di Sevilla Anda dapat menikmati salah satu derby terbaik di dunia,” kata Ramon Loarte, Direktur Pemasaran Sevilla FC, dikutip dari eldesmarque.com.


***
Sumber Referensi: Goal 1, Goal 2, Goal 3, La Liga, Sevilla.abc, El desmarque, AS.

Kisah di Balik Stadion Bersejarah di Dunia

0

Kehadiran stadion menjadi salah satu perhatian paling menarik dalam sepakbola. Tak jarang, stadion mampu memberi hiburan tersendiri bagi para pecinta sepakbola, baik itu melalui desain, cerita, atau fasilitas yang berada di dalamnya.

Sepanjang sejarah sepakbola, terdapat beberapa stadion yang sangat layak disebut sebagai yang terbaik nan bersejarah. Ada banyak kenangan, cerita, hingga hal-hal tertentu yang kemudian membuat stadion tersebut jadi perhatian para penikmat olahraga si kulit bundar.

Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan coba merangkum deretan stadion terbaik dan bersejarah di dunia. Penasaran seperti apa? Simak ulasannya berikut ini.

Soccer City, Afrika Selatan

Piala Dunia 2010 telah memberikan kita banyak sekali kenangan. Gelaran akbar yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di benua Afrika itu juga memunculkan nama stadion Soccer City yang disebut banyak menarik perhatian.

Dibuka pada tahun 1989, Stadion Soccer City direnovasi pada tahun 2009 menjelang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Pada 2010 lalu, Jerome Valcke yang merupakan sekretaris Jenderal FIFA, menyebut bila Soccer City adalah stadion terbaik yang pernah ia saksikan di dunia.

“Di FIFA kami menyelenggarakan tak kurang dari 20 turnamen dalam empat tahun. Aku bisa katakan ini adalah stadion terindah yang pernah aku lihat dalam empat tahun ini,” katanya.

Stadion Soccer City bisa menampung sebanyak 78 ribu penonton, dimana itu merupakan kapasitas terbesar ketiga di Afrika. Seiring berjalanya waktu, stadion ini mengalami penambahan kapasitas hingga menyentuh angka 94.700 kursi.

Stadion ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Tepat pada 1990 lalu ketika tempat ini masih disebut sebagai FNB Stadium, pernah digunakan Nelson Mandela untuk menyampaikan pidato pertamanya setelah bebas dari kurungan penjara selama 27 tahun. Di tempat itu pula, tim nasional Afrika Selatan pernah berjaya dan menjuarai Piala Afrika 1996.

Pada gelaran Piala Dunia pada 2010 silam, kebisingan Vuvuzela kian meningkatkan aroma Afrika yang begitu bersejarah dalam sepakbola.

Maracanã, Rio de Janeiro

Berikutnya ada Stadion Maracana yang terletak di Rio de Janeiro. Maracana menjadi salah satu satu stadion paling populer dalam sejarah sepakbola. Stadion ini sendiri memiliki nama resmi Estadio Jornalista Mario Filho, yang merujuk pada sosok bernama Mario Filho. Mario Filho merupakan jurnalis paling vokal terhadap pembangunan ini.

Maracana sendiri pernah menjadi stadion terbesar yang menyelenggarakan laga final Piala Dunia 1950 antara Uruguay melawan Brasil. Dihadiri oleh sekitar 200 ribu orang orang dimana itu jadi rekor pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa, malah menyisakan luka pada kubu Brasil setelah mereka harus menelan kekalahan atas Uruguay.

Brasil yang secara mengejutkan kalah dalam laga final itu pun kemudian menciptakan sebuah kenangan suram bernama Tragedi Maracanazo. Namun begitu, stadion tersebut juga sekaligus menjadi saksi bisu dari terciptanya gol ke 1000 Pele di laga melawan CR Vasco da Gama yang ditonton 65.157 orang pada 1969.

Pada tahun 2000, Maracana kemudian mengalami perkembangan secara bertahap. Hal itu dilakukan sebagai persiapan untuk menyambut Piala Dunia 2014, Olimpiade dan Paralympics 2016. Sempat terbengkalai usai menggelar hajatan akbar, Maracana yang kini berkapasitas 95 ribu penonton telah kembali beroperasi.

Selain ciptakan banyak sejarah dari segi olahraga sepakbola, Stadion Maracana juga pernah menjadi saksi dari hebatnya aksi bintang kenamaan dunia seperti Frank Sinatra, Tina Turner, Paul McCartney, KISS, Guns N’ Roses, Sting, Madonna, The Rolling Stones, The Police, Foo Fighters, Backstreet Boys, Pearl Jam hingga Coldplay.

San Siro, Italia

Stadion San Siro telah banyak memberikan kenangan bagi seluruh pemain, klub, hingga pecinta sepakbola di seluruh dunia. Mulanya, Stadion San Siro berstatus sebagai markas AC Milan. Namun pada tahun 1935, klub tersebut mengalami kebangkrutan hingga harus dijual ke pemerintah kota.

Dari situ, rencana pengembangan San Siro kemudian muncul dari pemerintah kota Milan, dengan nama Insinyur Armando Ronca dan Ferruccio Calzolari muncul sebagai sosok terpentingnya. Kabar terjualnya Stadion San Siro ke pemerintah kota Milan pun akhirnya sampai ke telinga Inter Milan, yang merupakan klub sekota AC Milan.

Inter yang awalnya menggunakan Arena Civica untuk berlatih dan pertandingan pun kemudian memilih untuk menyewa San Siro dari Pemerintah Milan pada 1947. Sejak saat itu, stadion ini digunakan untuk dua klub tersebut sebagai kandangnya.

Di Stadion tersebut, terdapat museum yang menyimpan banyak koleksi berharga. Mulai dari sepatu yang pernah dipakai pemain pada masanya, hingga kostum-kostum dan piala.

Tercatat sebagai salah satu venue paling bersejarah di dunia, Stadion San Siro pernah menggelar sejumlah partai besar, termasuk final Liga Champions Eropa tahun 2016 ketika Real Madrid berhasil keluar sebagai juara.

Azteca, Meksiko

Berada di ketinggian 2.195 meter di atas permukaan laut Estadio Azteca merupakan stadion terbesar di Meksiko. Club America, Cruz Azul, dan Timnas Meksiko, memainkan laga kandangnya di stadion ini. Diarsiteki ole Pedro Ramírez Vázquez dan Rafael Mijares Alcérreca, Stadion Azteca mulai dibangun pada tahun 1961.

Peresmian stadion pada tahun 1966 ditandai oleh tendangan pertama yang dilakukan oleh Presiden Meksiko, Gustavo Diaz Ordaz. Stadion ini tercatat telah banyak menyelenggarakan pertandingan besar, khususnya turnamen sepakbola di Amerika. Diantaranya Olimpiade musim panas 1968, Piala Dunia 1970, Pan American Games 1975, FIFA World Youth Championship 1983, Mexico City Cup 1985, Piala Dunia 1986, CONCACAF Gold Cup 1993, FIFA Confederations Cup 1999, CONCACAF Gold Cup 2003 dan Piala Dunia U-17 2011.

Nama Azteca sendiri diambil dari penghormatan warna Meksiko perada suku Aztec yang disebut telah memberikan warisan di Negeri Sombrero. Saat ini, kapasitas Stadion mencapai lebih dari 87 ribu kursi.

Di Stadion tersebut, terdapat plakat bersejarah sebagai peringatan “Game of the Century” ketika Italia mengalahkan Jerman Barat dengan skor akhir 4-3 untuk kemenangan Italia pada semifinal Piala Dunia 1970 serta “Goal of the Century” ketika Diego Maradona mencetak gol ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986. Seperti diketahui, Maradona berhasil mencetak salah satu gol paling sensasional sepanjang sejarah atau yang biasa disebut “Hand of God” di stadion tersebut.

Menjadi saksi bisu dari banyaknya aksi fenomenal, serta pernah menggelar aksi menggelegar bintang seperti Michael Jackson, U2, Paul McCartney hingga Shakira, membuat Estadio Azteca dinobatkan sebagai salah satu stadion paling terkenal dan ikonik di dunia.

Wembley, Inggris

Sudah tidak diragukan lagi bila Stadion Wembley menjadi salah satu yang paling bersejarah di dunia. Berlokasi di London, stadion ini telah banyak ciptakan momen tak terlupakan. Stadion ini dibangun pada tahun 1923. Bangunan lama stadion ini memiliki dua menara indah yang berdiri menjulang sebagai memoar sejarah olahraga Inggris.

Meski sempat digunakan sebagai pertandingan final FA Cup pada tahun 1923, mulanya, Wembley dibagun sebagai arena eksebisi Kerajaan Inggris. Kapasitas bagunan ini ketika itu sempat mencapai angka 127 ribu orang. Seiring berjalannya waktu, Wembley lebih dikenal sebagai arena pertandingan sepakbola.

Pada tahun 1966, stadion ini bahkan menjadi saksi dari hebatnya aksi tim nasional Inggris dalam memenangkan trofi Piala Dunia pertama dan satu-satunya sepanjang sejarah. Di partai puncak, Inggris berhasil mengalahkan Jerman Barat yang ketika itu menjadi salah satu kekuatan sepakbola terbesar di dunia.

Selain itu, Wembley pada tahun 1963 juga sempat digunakan oleh AC Milan dan Benfica yang melakoni laga final Liga Champions Eropa. Tak hanya itu, final Liga Champions pada tahun 1968 yang mempertemukan MU dan Benfica juga terselenggara di stadion ini. Dalam kurun waktu sedekade terakhir, Wembley juga menjadi venue dari dua laga final Liga Champions Eropa yang terjadi pada tahun 2011 dan 2013.

Meski banyak menggelar pertandingan bersejarah, pada tahun 2000, Stadion ini resmi ditutup dan dirobohkan dua tahun kemudian. Lalu pada tahun 2003, bangunan baru kembali didirikan di tempat yang sama.

Pada 19 Mei tahun 2007, stadion ini kemudian kembali dibuka. Delapan hari sebelum pembukaan, patung Bobby Moore diresmikan oleh Sir Bobby Charlton di luar pintu masuk stadion. Laga pertama yang digelar tepat setelah Wembley kembali resmi dibuka adalah pertandingan final Piala FA tahun 2007 yang mempertemukan Manchester United melawan Chelsea.

Di laga tersebut, MU harus menelan pil pahit setelah gol semata wayang Didier Drogba berhasil membawa Chelsea naik ke panggung juara.

Memiliki sekitar 90 ribu kursi, Wembley menjadi stadion terluas kedua di Eropa setelah Nou camp di Barcelona yang berkapasitaskan 98.000 kursi. Wembley yang benar-benar berstatus sebagai stadion paling bersejarah di dunia pun mendapat julukan “The Home of Football”.

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 23 September 2021

FERDINAND SARANKAN LIVERPOOL PULANGKAN STERLING

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand menyarankan Liverpool kembali merekrut Raheem Sterling. Hal ini setelah apa yang dialami pemain timnas Inggris itu di Manchester City. Ferdinand heran dengan performa buruk Sterling dalam beberapa pertandingan bersama City. Ferdinand menyebut Sterling kehilangan kepercayaan diri karena jarang dimainkan Pep Guardiola. Padahal, musim lalu Sterling merupakan pemain yang produktif. Selama bertahun-tahun, Sterling selalu memberikan gol saat dibutuhkan. 

SAMUEL ETO’O CALONKAN DIRI JADI KETUA PSSINYA KAMERUN

Mantan pemain internasional Kamerun, Samuel Eto’o akan mencalonkan diri sebagai calon presiden federasi sepak bola negaranya (Fecafoot). Kabar itu terungkap setelah Eto’o membuat pengumuman di media sosial bahwa ia telah mengambil keputusan untuk ikut memperbaiki sepakbola Kamerun. Eto’o menjadi orang ketiga yang mencalonkan diri, setelah sebelumnya terdapat nama Jules Denis Onana dan Emmanuel Maboang Kessack. Pemilihan presiden FECAFOOT sendiri yang sempat tertunda diperkirakan akan dilangsungkan pada 11 Desember 2021 mendatang.

NAMA LUIS SUAREZ BERGEMA DI LAGA LIVERPOOL VS NORWICH

Nama Luis Suarez bergema di laga Norwich vs Liverpool dalam Piala Liga Inggris 2021/22. Para fans The Reds yang menonton langsung laga di Carrow Road itu terdengar menyanyikan nama Suarez saat laga berlangsung, Rabu malam. Menariknya, Suarez baru saja menjadi pahlawan Atletico dalam laga Liga Spanyol melawan Getafe di waktu yang sama. Suarez memang layak dikenang fans Liverpool. Apalagi di laga melawan Norwich, Suarez telah mencetak 12 gol dalam bentuk dua hattrick dan tiga assist untuk Liverpool dalam enam penampilan melawan The Canaries.

SCHOLES: RONALDO PUNYA KUALITAS LEBIH OKE KETIMBANG CANTONA

Legenda MU, Paul Scholes, mengklaim Cristiano Ronaldo memiliki kualitas yang lebih bagus ketimbang pendahulunya, Eric Cantona. Cantona merupakan salah satu pemain terhebat yang pernah dimiliki oleh MU. Pemain berpaspor Prancis itu sukses membantu Sir Alex Ferguson mendominasi Premier League pada masa kejayaannya. Pasca era Cantona, ada beberapa pemain yang mengisi posisinya. Salah satunya adalah Ronaldo.  “Eric sangat mirip tetapi Cristiano masih berada di level lain dari itu. Eric memang keluar dan berlatih tetapi ia bukan orang yang berolahraga,” ujar Scholes

TOTTENHAM TAMPIL LEBIH BAIK TANPA HARRY KANE

Permainan Tottenham Hotspur dianggap lebih baik tanpa kehadiran sang bintang, Harry Kane. Kane sudah tampil empat kali di Liga Inggris 2021/22. Top skor Premier League musim lalu itu masih belum mampu menceploskan satu gol pun ke gawang lawan. Performa Kane mendapat kritikan keras dari mantan pemain Spurs, Jamie O’Hara. Dia menilai kehadiran Kane justru memperlambat permainan The Lilywhites. O’Hara juga menyoroti aksi Kane yang banyak turun ke sektor tengah. Padahal, tenaga Kane justru lebih banyak dibutuhkan di lini serang Spurs.

PESEPAKBOLA LIGA PRIMER TERTANGKAP MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM DI JET PRIBADI

Seorang pesepakbola Liga Primer belum lama ini disebutkan melakukan hubungan seks di jet pribadi. Hal itu disampaikan oleh pramugari yang bertugas di jet tersebut. Pramugari yang bernama Lori itu menjelaskan bahwa dirinya melihat pesepakbola Inggris yang melakukan hubungan intim di pesawat selama beberapa dekade – tidak hanya sekali atau dua kali. Pesepakbola yang tak diungkapkan namanya itu disebutkan telanjang di depan pramugari dan rekannya serta istri pesepakbola itu melakukan hubungan seks di pesawat.

ARSENAL TERTARIK DATANGKAN LUKA JOVIC KE EMIRATES

Striker Real Madrid, Luka Jovic dikabarkan menjadi incaran Arsenal. Pemain internasional Serbia itu gagal memenuhi harapan sejak pindah ke Bernabeu dari Frankfurt pada 2019, di mana hanya mencetak dua gol dalam 35 penampilan untuk Los Blancos. Arsenal menyukai Jovic di tengah ketidakpastian seputar masa depan Lacazette. Namun, laporan tersebut menambahkan bahwa West Ham juga ikut bersaing, sementara Jovic sendiri kemungkinan akan menolak minat dari klub Liga Primer untuk kembali ke Jerman atau menandatangani kontrak dengan klub di Serie A.

TORREIRA TUDING ARSENAL HAMBAT KARIRNYA BERSAMA URUGUAY

Gelandang internasional Uruguay, Lucas Torreira merasa lebih baik dipinjamkan ke Fiorentina daripada tetap memperkuat Arsenal. Seperti diketahui, Torreira dipinjamkan the Gunners ke Fiorentina pada musim panas ini. Ia senang dengan keputusan tersebut karena mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk bermain daripada di Arsenal. Hal tersebut membuat peluangnya memperkuat timnas Uruguay lebih besar untuk Piala Dunia 2022. Ia mengklaim dampak dari kurangnya menit bermain di Arsenal menjadikannya baru dipanggil timnas pada babak terakhir kualifikasi Piala Dunia 2022.

BARCELONA INGIN DATANGKAN MARTIAL MUSIM DEPAN

Melanism dari laman Goal Internasional, Barcelona bisa memburu tanda tangan penyerang Manchester United Anthony Martial pada musim panas 2022. Pemain internasional Prancis itu makin terpuruk setelah MU menandatangani Cristiano Ronaldo dan diperkirakan akan mengakhiri karirnya di Old Trafford. Menurut kabar, MU bersedia membiarkan penyerang bernilai 40 juta pounds itu pergi pada Januari dengan harga yang tepat. Namun, laporan itu menambahkan bahwa gaji Martial 250 ribu pounds per minggu dapat menjadi penghalang dalam negosiasi dengan klub di tempat lain.

RONALDO PEMAIN DENGAN PENDAPATAN TERTINGGI DI DUNIA

Cristiano Ronaldo kembali memuncaki daftar pesepakbola dengan pendapatan tertinggi di dunia menurut media Forbes. Ronaldo mengungguli trio PSG – Lionel Messi, Neymar dan Kylian Mbappe – yang berada tepat di bawahnya. Laporan terbaru Forbes menyebutkan bahwa Ronaldo memiliki pendapatan kotor sebesar 107 juta euro atau sekitar Rp 1,786 triliun pada musim ini saja. Nilai itu didapatkan Ronaldo dari gajinya di MU yang bisa mencapai 60 juta euro atau sekitar Rp 1 triliun dan kontrak sponsor sekitar 40 juta euro atau sekitar Rp 667,9 miliar.

HASIL PERTANDINGAN TERLENGKAP

Manchester United tersingkir pada putaran ketiga Piala Liga Inggris atau Carabao Cup usai dipecundangi West Ham dengan skor 1-0. Bertanding di Old Trafford, gol semata wayang West Ham tercipta berkat aksi Manuel Lanzini di menit ke-9. Pada pertandingan lain, Arsenal menang 3-0 atas AFC Wimbledon melalui gol dari Alexandre Lacazette, Smith Rowe, dan Eddie Nketiah. Chelsea menang adu penalti 4-3 atas Aston Villa, dan Tottenham Hotspurs yang juga menang adu penalti atas Wolverhampton.

Dari ajang Serie A, AC Milan memetik tiga poin atas Venezia. Bertanding di San Siro, Milan menang 2-0 melalui gol Brahim Diaz di menit ke-68, dan Theo Hernandez di menit ke-82. Sementara itu, Juventus meraih kemenangan perdananya musim ini. Mereka mengalahkan tuan rumah Spezia dengan skor 3-2. Gol-gol Juve dicetak oleh Moise Kean, Federico Chiesa, dan Matthijs De Ligt. Sementara Spezia membuat gol melalui Emmanuel Gyasi, dan Janis Antiste. 

Di Liga Prancis, PSG sukses membungkam tuan rumah Metz 2-1. Bertanding tanpa Lionel Messi, PSG membuka skor lewat aksi Achraf Hakimi di menit ke-5. Metz lalu menyamakan kedudukan lewat aksi Kouyate di menit ke-39. Kemenangan PSG akhirnya ditentukan melalui gol kedua Hakimi di menit ke 90+5. 

Pada kompetisi Liga Spanyol, Real Madrid pesta enam gol ke gawang Real Mallorca. Gol-gol Madrid dicetak oleh Karim Benzema menit ke-3, Marco Asensio menit ke-24, menit ke- 29, dan menit ke- 55 serta tambahan dari Benzema lagi di menit ke- 78, dan ditutup oleh gol Isco di menit ke- 84. Mallorca hanya mampu mencetak satu gol melalui aksi Lee Kang In di menit ke- 25. Pada hasil lain di pekan keenam, Sevilla menang 3-1 atas Valencia, dan Villarreal menang 4-1 atas Elche.

HASIL DRAWING BABAK 16 BESAR PIALA LIGA INGGRIS

Undian putaran keempat atau babak 16 besar Piala Liga Inggris 2021/22 telah dilakukan. Manchester City akan bertemu West Ham, Arsenal berjumpa Leeds United, Stoke City versus Brentford,  Leicester City kontra Brighton, Tottenham akan melawan Burnley, QPR kontra Sunderland, dan Liverpool akan menantang Preston North End. Putaran keempat sendiri akan dimainkan pada akhir bulan Oktober mendatang.

DITERPA ISU PEMECATAN, RONALD KOEMAN BOIKOT JUMPA PERS

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman walk out saat konferensi pers jelang lawan Cadiz pada laga lanjutan Liga Spanyol, Jumat (24/9) dini hari WIB. Koeman irit bicara saat menemui wartawan jelang laga melawan Cadiz. Dia hanya membacakan sebuah pernyataan tertulis tanpa menerima pertanyaan dari media. Nakhoda Belanda itu menyebutkan semua penggemar harus bersabar jika ingin melihat Barcelona kembali berjaya. Sebab saat ini klub telah melalui masa krisis finansial. 

TERJADI KETEGANGAN DI BARCELONA, KOEMAN VS LAPORTA

Ronald Koeman saat ini tengah menjalankan pekerjaan sulit sebagai pelatih kepala Barcelona. Isu pemecatan menerpa dirinya menyusul hasil kurang memuaskan dalam sejumlah laga. Dalam pernyataannya jelang lawan Cadiz, Koeman membela diri menyusul spekulasi bahwa presiden Joan Laporta ingin menyingkirkannya. Laporta dan Koeman akan bertemu saat Barcelona menghadapi Cadiz di Estadio Ramon de Carranza, meski tidak ada rencana untuk membuat pernyataan. Klub berkomitmen untuk mengakhiri ketegangan di Camp Nou.

PUJI LIONEL MESSI, CARA RONALD KOEMAN CARI AMAN?

Ronald Koeman melayangkan pujian tinggi untuk mantan pemain Barca Lionel Messi. Dia mengklaim bahwa Messi adalah pemain yang luar biasa. Menurut Koeman, Messi adalah pemain perfeksionis di sesi latihan. Messi membuat pemain-pemain lain berlatih lebih keras, akhirnya berdampak dengan permainan lebih baik di lapangan. Sayangnya, pujian ini dinilai sebagai salah satu dalih Koeman atas kesulitannya di Barcelona.  Diduga, Koeman sengaja bicara soal Messi untuk menurunkan tekanan yang sekarang dipikulnya.

BARCELONA TERPURUK, JOAN LAPORTA BUJUK GUARDIOLA BALIK KE CAMP NOU

Presiden Barcelona, Joan Laporta kabarnya berharap Pep Guardiola mau balik ke Spanyol untuk menangani Ansu Fati dan kolega. Laporta mulai kehilangan kesabaran dengan Ronald Koeman yang tak kunjung memperbaiki performa Barcelona di kompetisi domestik maupun Eropa. Sejumlah dewan direksi klub bahkan banyak yang menuntut Laporta berani mengambil tindakan untuk segera memecat Koeman. Sebagai gantinya, Laporta ingin membawa Guardiola yang saat ini tengah membesut Man City.

TINGGALKAN EVERTON, JAMES RODRIGUEZ RESMI BERGABUNG KE AL RAYYAN

James Rodriguez akhirnya meninggalkan Everton untuk bergabung dengan klub Qatar, Al Rayyan. Gelandang Kolombia itu tidak masuk dalam rencana pelatih The Toffees, Rafael Benitez, musim ini. Kepastian James bermain di Qatar diumumkan langsung oleh Al Rayyan SC pada Rabu (22/9). James akan langsung bergabung dengan kontrak selama satu tahun. Belum diketahui berapa uang yang diterima Everton dengan menerima proposal dari Al Rayyan untuk merekrut pemain 30 tahun tersebut. Namun yang pasti, Everton bisa mengurangi beban gaji hingga 200 ribu pounds per pekan dari kepergiannya.

SEBELUM MENINGGAL, SANG IBU INGIN RONALDO GABUNG SPORTING LISBON

Ibu Cristiano Ronaldo, Dolores Aveiro, berharap suatu saat nanti putranya bisa kembali bergabung ke Sporting Lisbon. “Ronaldo harus kembali ke sini (Sporting), bagi saya dia akan ada di sini, ia suka menonton pertandingan Sporting. Saya sudah mengatakan kepadanya ‘Nak, sebelum saya mati, saya ingin melihat Anda kembali ke Sporting,” kata Aveiro. Namun, jika itu tidak terjadi dia menginginkan agar cucunya, Ronaldo Jr bisa membela klub asal Portugal tersebut. Aveiro ingin melihat anggota keluarganya mengenakan seragam Sporting Lisbon sekali lagi.

18 BULAN KE DEPAN, RONALDO GANTIKAN SOLSKJAER SEBAGAI PELATIH MU

Mantan manajer Tottenham Hotspur, Tim Sherwood menjagokan Cristiano Ronaldo dapat menjadi pelatih Manchester United dalam waktu dekat. Sherwood bahkan memperkirakan Ronaldo bakal jadi pengganti Ole Gunnar Solskjaer. “Kami telah melihat dia melakukannya di panggung internasional, terakhir di Euro, meneriakkan perintah. Anak itu akan menjadi manajer 100%. Saya akan bertaruh dia menjadi manajer Manchester United dalam 18 bulan,” kata Sherwood.

BADAI KRISIS, KLUB ASUHAN WAYNE ROONEY DIHUKUM MINUS 12 POIN

Derby County dihukum minus 12 poin oleh English Football League (EFL) di tengah badai krisis finansial yang membuat mereka dinyatakan bangkrut. Padahal, musim ini Derby baru mengumpulkan 10 angka, berkat dua kemenangan, 4 hasil imbang. Otomatis, sekarang mereka menempati posisi terbawah Divisi Championship dengan angka minus 2. Sebagai informasi, The Rams, yang diarsiteki oleh Wayne Rooney, kehilangan lebih dari 1,3 juta pounds per bulan menurut sang pemilik, Mel Morris.

TERLIBAT KECELAKAAN SAMPAI FERRARINYA RUSAK, BEGINI KONDISI ARTHUR MELO

Gelandang Juventus yang sedang pemulihan cedera, Arthur Melo mengalami kecelakaan saat hendak menjalani pemeriksaan rutin pada Rabu (22/9) pagi waktu setempat di Turin. Menurut laporan, kecelakaan yang dialami Arthur itu membuat mobil Ferrarinya mengalami kerusakan di sisi kanan bagian depan. Untungnya Arthur dalam kondisi baik-baik saja. Laporan itu juga menyebut, Arthur tak bertanggung jawab atas kecelakaan itu. Jadi tak ada konsekuensi hukum yang akan diterimanya. Namun laporan itu tak menyebut apa penyebab kecelakaan tersebut.

CHELSEA RAMAIKAN PERBURUAN MATTHIJS DE LIGT

Chelsea dikabarkan berencana merekrut bek Juventus, Matthijs De Ligt, di bursa transfer paling dekat. Pihak the Blues sedang mempelajari klausul pembelian bek asal Belanda itu. Menurut laporan, klausul pembelian De Ligt akan aktif pada musim panas 2022 mendatang. Chelsea pun harus menggelontorkan setidaknya 150 juta euro. Pemain 22 tahun itu saat ini terikat dengan masa bakti hingga 2024 mendatang. Namun dengan banderol yang tinggi, bukan tak mungkin Juventus akan luluh dan melepasnya.

KARIM BENZEMA MASUK BUKU REKOR LA LIGA, RONALDO MESSI LEWAT

Karim Benzema tampil cemerlang saat Real Madrid melibas Mallorca. Dengan dua gol dan dua assist, Benzema melanjutkan catatan hebatnya di awal musim ini. Baru enam pertandingan dilalui, Benzema sudah bikin delapan gol dan tujuh assist di La Liga. Total keterlibatan 15 gol Benzema lebih banyak ketimbang pemain lain di lima liga besar Eropa. Bahkan Ronaldo atau Messi tidak punya statistik sementereng ini. Dikutip Opta, Benzema jadi pemain pertama yang melakukan itu di abad ke-21 ini dalam periode enam pertandingan.