Beranda blog Halaman 657

Mengintip Kamp Latihan Mewah Milik Leicester City

0

Tidak ada yang lebih mengesankan dari Leicester City, selain raihan trofi Liga Primer Inggris pada tahun 2016 lalu. Tampil sebagai tim yang sama sekali tidak diunggulkan, The Foxes, berhasil keluar sebagai juara dengan mengalahkan banyak tim unggulan lainnya.

Dilatih oleh pria Italia bernama Claudio Ranieri, barisan pemain seperti Nโ€™Golo Kante, Jamie Vardy, hingga Riyad Mahrez, sukses menjadi beberapa nama penting yang mampu memberi sejarah luar biasa bagi tim yang bermarkas di King Power Stadium.

Sejak saat itu, perjalanan Leicester di persepakbolaan Inggris mulai tidak bisa diremehkan. Meski sempat terlempar ke posisi 12 tepat setelah menjadi juara, dalam kurun waktu lima tahun selanjutnya, mereka tak pernah lepas dari posisi 10 besar Liga Inggris. Konsistensi Leicester City dalam bersaing di kasta tertinggi sepakbola Inggris pun kemudian menjadi satu yang paling menarik perhatian selama ini.

Seiring berjalannya waktu, ketika topik tentang musim ajaib Leicester City di tahun 2016 mulai ditinggalkan, klub yang kini diasuh Brendan Rodgers kembali membuat gebrakan. Bukan dari aksi spektakuler di atas lapangan, namun justru dari tempat latihan. Ya, belum lama ini, Leicester City telah meresmikan tempat latihan baru mereka, yang dianggap sangat mewah dan penuh dengan fasilitas berkualitas.

Kamp Latihan di Seagrave

Pada akhir tahun 2020 lalu, muncul kabar bahwa Leicester City hampir merampungkan kamp latihan mereka yang sangat luar biasa, setelah mendapat dukungan dana senilai 100 juta poundsterling. Belvoir Drive yang sebelumnya telah menjadi tempat latihan mereka selama kurang lebih 56 tahun lamanya, terbilang sulit untuk dikembangkan. Hal itu terjadi setelah kawasan tersebut banyak dikelilingi oleh komplek perumahan.

Setelah proses pembangunan sempat mengalami kendala menyusul persoalan pandemi yang menyerang dunia, kini, para pemain Leicester City sudah bisa menggunakannya dengan bebas. Disebutkan oleh banyak pihak, kamp latihan Leicester City menjadi salah satu yang paling mewah di dunia. Dengan fasilitas berupa lapangan golf pribadi dan yang lainnya, para pemain dianggap memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk terus memberikan yang terbaik bagi klub.

โ€œMereka mendapatkan apa yang tidak semua pemain sepakbola mendapatkannya. Ada banyak alat untuk menunjang kinerja. Dengan itu, mereka seharusnya bisa menjadi yang terbaik dan itu memang sudah menjadi tanggung jawab mereka,โ€ ujar Rodgers (via Sky Sport)

Fasilitas Mewah Kamp Latihan Leicester City

Dibangun di atas tanah dengan luas 185 hektar, banyak sekali fasilitas mewah yang terdapat di kamp latihan Leicester City. Seagrave, yang menjadi wilayah sekaligus nama dari tempat latihan tersebut, dianggap telah menjadi rumah dari seluruh pemain dan penggawa akademi untuk saat ini, maupun untuk generasi mendatang.

Dikatakan, terdapat sebanyak tujuh bangunan utama, termasuk King Power Center dan Sports Turf Academy. Dalam membentuk bangunan yang begitu mewah dan berkualitas, setidaknya dibutuhkan sebanyak 185 ribu batu-bata untuk disusun. Selain itu, disediakan pula 1.121 meter persegi lantai Terrazzo, yang terdiri dari kepingan marmer, kuarsa, granit dan kaca, untuk menciptakan kesan elegan dan kokoh dalam setiap bangunan yang berdiri.

Lalu, kamp latihan baru Leicester juga kabarnya telah menghabiskan sebanyak 1.780 ton baja yang digunakan sebagai rangka struktural di setiap bangunan, yang terletak di seluruh lokasi.

Selain itu, tempat latihan ini juga dilengkapi dengan sebanyak 21.593 pohon dan tumbuhan yang tersebar di seluruh lokasi. Hal ini memang sengaja dilakukan untuk membantu kehidupan satwa liar di sekitar secara alami. Kabarnya, puluhan ribu tanaman tersebut tumbuh di atas area seluas 86 ribu meter persegi.

Lebih lanjut, di area tersebut juga terdapat kolam rendaman yang berfungsi untuk menampung air hujan, yang juga bisa dimanfaatkan oleh kehidupan flora dan fauna sekitar.

Yang tak kalah hebat adalah, kamp latihan mewah Leicester menyediakan sebanyak 1,5 juta liter air yang disimpan di lokasi untuk irigasi semua lapangan, yang membentang di jalur irigasi sepanjang 9 kilometer.

Bagi para pemain sendiri, terdapat fasilitas yang sangat memanjakan berupa 30 kamar tidur yang memang sengaja disediakan untuk mereka. Terdapatnya fasilitas ini jelas menjadi perubahan besar yang dilakukan Leicester City. Pasalnya, di tempat latihan sebelumnya, para pemain harus membayar sewa kamar yang tidak disediakan oleh klub.

Sekarang, dengan fasilitas tersebut, mereka bisa menginap lebih dulu di kamar yang sudah tersedia bila harus menjalani pertandingan sampai larut malam.

Belum cukup sampai disitu, di area sekitar juga disiapkan lahan seluas 600 meter persegi, yang bisa dimanfaatkan oleh para koki klub hingga staf dan pemain untuk menanam buah atau sayuran nya sendiri.

Uniknya lagi, terdapat juga danau pemancingan yang disebut menjadi tempat favorit kebanyakan pemain The Foxes. Selain terdapat banyak sekali stok ikan yang disediakan, area tersebut juga bisa dijadikan sebagai tempat bersantai untuk melepas lelah pasca seharian beraktivitas.

Untuk fasilitas penunjang fisik, jangan diragukan lagi. Terdapat lapangan indoor yang disiapkan guna menghindari cuaca dingin yang dilengkapi dengan peralatan dengan teknologi tinggi dan tentunya sangat berkualitas.

Brendan Rodgers, selaku pelatih kepala, merespon baik hal tersebut. Menurutnya, area, alat, hingga fasilitas lainnya akan membuat kinerja para pemain lebih maksimal. Baginya, fasilitas yang diberikan oleh klub akan dibayar kontan, bahkan lebih, oleh para pemain karena mereka merasa sangat diperhatikan.

โ€œKetika kita bisa menciptakan lingkungan yang semangat, orang-orang yang berada disini tidak akan buru-buru pergi. Mereka akan senang untuk bertahan dan berpotensi memberikan sesuatu yang lebih. Itulah gunanya fasilitas mewah yang disediakan disini,โ€ ujar Rodgers. (via Sky Sport)

Selanjutnya, seperti yang dikabarkan oleh situs resmi klub, fasilitas lainnya yang tersedia di kamp latihan Leicester adalah adanya sebanyak 200 televisi yang dipasang di berbagai bangunan pusat, termasuk di ruang konferensi, kantor, kamar tidur, dan area rekreasi.

Lalu ada sebanyak 21 lapangan untuk digunakan, dimana 14 diantaranya menggunakan ukuran standar permainan sepakbola. Dalam menciptakan lapangan yang berkualitas, pihak klub menyediakan sebanyak 7.140 ton benih rumput yang dimanfaatkan untuk menghidupkan susunan lapangan.

Dua dari seluruh lapangan yang tersedia, sengaja disiapkan untuk menyelenggarakan pertandingan tertentu oleh Development Squad, Academy dan LCFC Women. Di lapangan tersebut, telah disiapkan sebanyak 499 kursi untuk masyarakat umum dan media yang berkunjung, lengkap dengan lampu sorot yang mengarah langsung ke lapangan.

Lagi-lagi, Brendan Rodgers merasa senang dengan fasilitas yang disediakan. Dia mengatakan kalau area tersebut bisa membuatnya lebih dekat dengan masyarakat sekitar, yang tentunya mendukung Leicester sebagai tim kesayangan mereka. Selain itu, dia juga bisa berkomunikasi langsung dengan para pemain muda Leicester City.

“Aku bisa jalan-jalan, aku bisa melihat anak-anak, aku bisa berbicara dengan mereka. Sebagai seseorang yang suka berada di klub dan melihat dari atas ke ujung segalanya, itu benar-benar brilian.” ucap Rodgers. (via Sky Sport)

Menurut pihak Leicester City, terciptanya kamp latihan yang begitu mewah merupakan buah dari pemikiran pemilik klub terdahulu, Vichai Srivaddhanaprabha. Namun sayang, Vichai tidak bisa menyaksikan langsung puncak dari visinya itu. Terlepas dari kesedihan yang sampai saat ini masih membelenggu, pihak klub mengatakan bila meski Vichai tidak dapat menyaksikan langsung buah dari pemikirannya, dampak yang telah diberikan sangatlah luar biasa.

Ini bisa dibilang sebagai warisan Vichai Srivaddhanaprabha yang telah meninggal sekitar tiga tahun silam akibat kecelakaan helikopter. Spritnya masih terus tertuang dalam mentalitas setiap pemain yang bertanding. Bersama semangatnya yang telah dibangun pula, Leicester City tumbuh menjadi klub yang jauh lebih kompetitif dari sebelumnya.

Sumber referensi: Sky Sport, Leicester, Sport Sindo

Expected Goals (xG) dan Fungsinya dalam Analisis Sepak Bola

0

Selama beberapa tahun terakhir, data dan statistik telah menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dalam dunia sepak bola. Dengan makin berkembangnya sepak bola modern, penggunaan data dan statistik juga semakin luas.

Semenjak munculnya perusahaan penyedia data dan statistik, seperti Opta, Whoscored, hingga Wyscout, makin banyak pula varian data dan statistik sepak bola baru yang bermunculan. Salah satu yang kini makin nyaring terdengar penggunaanya adalah Expected Goals atau yang sering disingkat xG.

Statistik ini pertama kali dibahas dalam paper karya Vic Barnett dan Sarah Hilditch yang terbit pada 1993. Hingga kemudian Sam Green dari Opta mempopulerkannya pada 2012 silam.

Expected Goals menjadi salah satu matriks performa yang paling luas penggunaannya dalam analisis, bahkan bukan hanya sepak bola saja yang memakai data expected goals. Saking spesialnya, James Tippet sampai membahasnya dalam bukunya yang berjudul โ€œThe Expected Goals Philosophy: A Game-Changing Way of Analysing Footballโ€.

โ€œDengan model ini kita dapat melihat tembakan setiap pemain dan menghitung probabilitas masing-masing dari tembakan tersebut menjadi gol untuk memberikan nilai gol yang diharapkan (xG)โ€, kata Sam Green dikutip dari StatsPerform.

Mengenal Lebih Jauh Expected Goals (xG)

Expected Goals secara sederhana dapat diartikan sebagai gol yang diharapkan. Data xG dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja tim dan pemain sepak bola. Meski belum familiar di telinga pecinta sepak bola tanah air, data xG sangat berguna dalam memperlihatkan efektivitas sebuah serangan.

Secara sederhana, Expected Goals atau yang biasa disingkat xG adalah nilai yang mengukur kualitas sebuah peluang. xG memperhitungkan kemungkinan setiap peluang tembakan menjadi sebuah gol.

Besarnya nilai xG dipengaruhi oleh beberapa variabel, antara lain; lokasi, jarak, dan sudut tembakan ke gawang, jenis asis yang diterima, bagian tubuh yang digunakan untuk melepas tembakan, hingga posisi kiper saat tembakan terjadi. Pola atau serangan seperti open play, tendangan bebas, hingga sepak pojok juga sangat berpengaruh.

Nilai xG diukur pada skala antara nol dan satu. Semakin besar nilai xG yang dihasilkan, semakin besar pula kemungkinan sebuah peluang berbuah menjadi gol. Namun ada beberapa kesepakatan khusus. Seperti penalti yang diberi nilai konstan 0,79. Untuk mengetahui nilai Expected Goals seorang pemain, tak perlu repot-repot menghitungnya lagi. Situs penyedia data dan statistik sepak bola seperti Opta, Understat, dan FBref telah menyediakannya secara gratis.

Lalu, apa saja kegunaan dari Expected Goals?

Penerapan xG yang paling sering digunakan adalah untuk mengukur seberapa hebat seorang penyerang. Kita sering kali mengukur ketajaman seorang penyerang dari jumlah gol atau persentase golnya. Padahal, cara ini kurang adil. xG bisa menjadi solusinya.

Misalnya, siapa yang lebih tajam, Roberto Firmino atau Diogo Jota? Jika memakai data musim lalu, Jota lebih tajam ketimbang Firmino. Keduanya memang sama-sama menghasilkan 9 gol di Premier League musim lalu. Namun, Jota membuat 9 gol dengan hanya mencatat nilai xG sebesar 6,6. Artinya, ada beberapa peluang sulit yang berhasil ia konversi menjadi gol.

Sebaliknya, Roberto Firmino harusnya bisa mencetak lebih dari 9 gol. Pasalnya, nilai xG yang ia catat musim lalu adalah 12,6. Artinya, ia gagal memaksimalkan beberapa peluang yang berpotensi besar menghasilkan gol. Mungkin ini pula yang membuat Jurgen Klopp makin sering memasang Diogo Jota sebagai striker utama Liverpool sejak menit pertama.

Analisis sederhana tersebut juga bisa jadi acuan untuk mengevaluasi performa sebuah tim. Untuk mengetahuinya, kita perlu memahami bahwa Expected Goals sendiri dibagi menjadi 2, yakni xGF atau xG For dan xGA atau xG Againts. xG For merupakan Expected Goals yang dihasilkan sebuah tim dari serangannya, sementara xG Againts merupakan Expected Goals yang diderita dari hasil serangan lawan.

Contoh penerapannya ada di analisis laga final Liga Champions 2021, Chelsea mampu menghasilkan nilai xG yang lebih tinggi ketimbang Manchester City. Chelsea menghasilkan xG sebesar 1,59 sementara Man City hanya menghasilkan xG sebesar 0,52. Secara teori, anak asuh Thomas Tuchel menghasilkan peluang lebih baik ketimbang Pep Guardiola. Terbukti, The Blues mampu menundukkan The Citizens dengan skor 1-0.

Namun, ada juga tim yang gagal mencetak gol atau mencetak gol lebih sedikit dari nilai xG yang mereka catat. Hal tersebut menandakan bahwa penyelesaian akhir mereka kurang bagus dan serangan mereka kurang efektif. Sebagai contoh ada Wolverhampton Wanderers yang kalah 1-0 dari Manchester United di pertandingan pekan ketiga Liga Primer Inggris. Padahal, Wolves mampu mencatat xG sebesar 1,80 berbanding MU yang hanya mencatat xG sebesar 0,94.

Jika ditarik lebih jauh, kini kita bisa melihat performa buruk Wolverhampton. Mereka mampu mencatat nilai xG atau xG For sebesar 8,22 tetapi pada kenyataannya mereka baru menghasilkan 2 gol. Pertahanan mereka juga biasa saja. Wolves mencatat xGA sebesar 5,85 dan sudah kebobolan 5 gol.

Namun jika dilihat dari nilai xG yang dicatat, sejatinya Wolves punya serangan yang berbahaya, sehingga apa yang harus mereka perbaiki adalah kualitas penyelesaian akhirnya. Inilah pentingnya menganalisis Expected Goals lebih lanjut untuk mengetahui kondisi aktual sebuah tim atau seorang pemain.

Mengenal Goals Prevented

Selain untuk mengukur kualitas peluang menjadi gol, Expected goals juga bisa digunakan untuk menganalisis kualitas penyelamatan. Seperti yang sudah dibahas, data yang dipakai adalah xG Againts. Semakin rendah xGA yang dihasilkan menandakan tim tersebut mampu menumpulkan serangan lawan.

Data tersebut juga bisa dipakai untuk mengukur kemampuan atau kehebatan seorang penjaga gawang secara adil. Selain dengan melihat catatan penyelamatan, akurasi saves, jumlah clean sheets, serta aksi defensif maupun ofensif lainnya, ada statistik yang disebut sebagai Goals Prevented.

Secara sederhana, Goals Prevented dihitung dari total expected goals on target (xGOT) conceded atau xGA dikurangi jumlah kebobolan. Misalnya, di musim 2019/2020, David de Gea mencatat xGOT Conceded sebesar 33 dan kebobolan 32 gol. Artinya, nilai Goals Prevented-nya adalah +1,0.

Sementara itu, Dean Henderson yang kala itu bermain untuk Sheffield United mencatat nilai xGOT conceded 39,4 dengan total kebobolannya sebanyak 32 gol. Dengan begitu, nilai Goals Prevented-nya adalah +7,4. Semakin tinggi dan positif nilai Goals Prevented-nya, maka semakin bagus pula kemampuan penjaga gawang tersebut.

Expected Goals Untuk Berburu Pemain di Busa Transfer

Kegunaan lain dari Expected Goals adalah sebagai data acuan untuk menganalisis pemain incaran di bursa transfer. Di video sebelumnya, Starting Eleven pernah membahas topik ini dengan contoh Brentford yang menerapkannya melalui konsep moneyball.

Brentford mengaplikasikan xG untuk mencari pemain tajam underrated dengan harga miring. Hasilnya, mereka berhasil mendapat Neal Maupay, Ollie Watkins, hingga Said Benrahma dengan harga murah dan kemudian berhasil mereka jual dengan harga fantastis. Cara yang sama mereka pakai hingga mendapat Ivan Toney, striker underrated yang sejauh ini tampil bagus dan sudah menghasilkan 2 gol dan 1 asis dalam 5 penampilan.

Kini pertanyaannya, apakah angka-angka statistik tadi bersifat mutlak untuk menentukan kemampuan seorang pemain?

Pada kenyataannya, xG tak sesempurna itu. Terkadang seorang pemain dengan nilai xG tinggi belum tentu mampu menghasilkan banyak gol. Pun sama dengan klub. Dalam sebuah pertandingan, tim dengan nilai xG yang besar terkadang kalah dengan tim yang nilai xG nya di pertandingan tersebut lebih kecil.

Statistik seperti exepected goals memang dapat dijadikan sebagai bukti ilmiah yang kuat. Namun data seperti itu sifatnya adalah pendukung. Meski semua serba dimudahkan dengan adanya data dan statistik, masih perlu pengamatan secara langsung. Bagaimana laga berjalan dan situasi riil di lapangan tak dapat dilihat hanya lewat angka-angka saja.

Di tangan orang awam, data statistik seperti expected goals takada artinya. Namun di tangan orang yang membaca dan menganalisisnya dengan baik, data seperti itu akan sangat berguna dalam analisis sepak bola.
***
Sumber Referensi: The Analyst, The Analyst 2, Bundesliga, Sportskeeda, StasPerform, Understat.

Kehebatan Bali United di Tangan Stefano Cugurra

0

Cara bertahan yang baik adalah menyerang. Mungkin filosofi itu masih dipakai Bali United FC. Klub berjuluk Serdadu Tridatu tampaknya belum move on memakai siasat itu untuk meredam amukan lawan. Dari saat ditukangi Widodo Cahyono Putro sampai kini Stefano Cugurra a.k.a Teco.

Teco kembali mengandalkan siasat itu saat Bali United menghadapi Persib Bandung, 18 September 2021. Di laga itu, Bali United harus bermain dengan sepuluh orang setelah Leonard Tupamahu dikartu merah menit ke-29. Buntutnya Bali United yang semula unggul di menit ke-7 lewat kaki Ilija Spasojevic harus kebobolan dua gol. Kedua gol Persib Bandung dicetak Beckham Putra dan satu di antaranya karena kesalahan Wawan Hendrawan dan Haudi Abdillah.

Haudi sendiri adalah pemain yang menggantikan Rizki Pellu untuk membantu lini belakang Bali United yang sudah kehilangan satu bek. Tertinggal, Teco pun merancang taktik baru. Gelandang pengangkut air, Hariono ditarik keluar menit ke-54 dan digantikan pemain baru Bali United dari Brazil, Eber Bessa.

Teco memasukkan Bessa untuk meningkatkan produktifitas serangan. Dan hasilnya pun sungguh di luar dugaan. Robert Rene Alberts, pelatih Persib dibuat kelabakan mengatur strategi menghentikan Bessa yang acap kali melakukan penetrasi.

Hanya dengan sepuluh pemain, Teco justru terus meminta para pemain Bali United melakukan serangan tujuh hari tujuh malam ke pertahanan Persib Bandung. Setelah gol kedua Beckham Putra, Bali United justru menguasai jalannya pertandingan.

Hal itu berbuah manis ketika Bessa sukses mengirim umpan direct ke pertahanan Persib Bandung. Melalui pergerakan tanpa bola, Yabes Roni Malaifani menerima umpan itu dan menyundulnya dengan sangat cantik. Gol Yabes di menit ke-56 membuat Bali United sukses menahan imbang Persib 2-2, sekaligus memperpanjang rekor tak pernah kalah dari Tim Maung Bandung.

Barangkali jika Teco tak memasukkan Bessa dan memilih Stefano Lilipaly di depan alih-alih Yabes Roni, mungkin ceritanya akan lain. Namun, Stefano Cugurra adalah pelatih yang tahu kelemahan dan kelebihan tim. Taktiknya hampir selalu manjur ketika tim dalam kondisi kritis.

Bahkan berkat taktiknya yang aduhai ciamik, Bali United berhasil menjadi Juara Liga 1 Indonesia tahun 2019. Padahal di tahun sebelumnya Tim Serdadu Tridatu hanya bisa finis di posisi 11. Stefano Cugurra membuat Bali United menjadi tim yang luar biasa. Berkat dia, BRI Liga 1 jadi lebih kompetitif, tidak hanya melulu soal Persib Bandung, Persija Jakarta, atau Persipura Jayapura. Lalu, siapa sebenarnya sosok Teco?

Perjalanan Teco

Sosok Stefano Cugurra sejatinya tidak asing di Liga Indonesia. Pelatih asal Brazil itu tercatat pernah menjadi pelatih fisik Persebaya Surabaya tahun 2004. Saat itu Bajul Ijo masih ditangani Jacksen F. Tiago. Hanya menjadi bagian dari tim pelatih, Teco memilih pergi ke Malaysia.

Di Negeri Jiran, karier Teco naik. Tim asal Liga Malaysia, Kuala Muda Naza mengangkatnya menjadi pelatih kepala di tahun 2008. Dua tahun di Malaysia tampaknya sudah cukup bagi Teco untuk melanjutkan karier kepelatihannya. Tahun 2010 ia melancong ke Negeri Gajah Putih.

Teco melatih empat tim di Liga Thailand. Chiangrai United, Phuket, Osotspa Samut Prakan, dan Royal Thai Navy. Dari keempat tim tersebut, hanya Chiangrai United yang dilatihnya lebih dari satu tahun, yaitu pada 2010-2013. Ia juga memenangkan gelar Thai Premier League of The Month pada Februari 2015.

Barangkali karena hal itu, Persija Jakarta kepincut untuk mendatangkan Teco ke GBK. Jadilah pada 2017, Teco resmi direkrut Persija sebagai pelatih. Namun, alih-alih memenuhi ekspektasi The Jak Mania, Teco justru kena cibiran keras.

Bahkan belum juga tahun baru 2018, Teco diminta mundur oleh suporter Persija. Namun tentu Teco tak mau memenuhi permintaan The Jak Mania yang nggak sabaran itu. Hasilnya, pria kelahiran Rio De Janeiro itu mempersembahkan double winner bagi Persija: Piala Liga 1 2018 dan Piala Presiden.

Setahun berselang Stefano Cugurra memilih pindah ke Bali United. Ia menandatangani kontrak sebagai pelatih Serdadu Tridatu pada Januari 2019. Berkat tangan dingin Teco, Pulau Dewata tak sebatas indah dan eksotis di sektor wisata, melainkan juga di kancah sepak bola.

Teco menghadiahi rakyat Bali dengan gelar Liga Indonesia tahun 2019. Hebatnya lagi, itu adalah gelar piala liga pertama yang berhasil diraih Bali United sejak terbentuk tahun 2015. Fyi, sebelumnya Bali United adalah Persisam Putra Samarinda.

Setelah diambil alih dua pengusaha dari Bali, Pieter dan Yabes Tanuri, nama dan logo diubah menjadi Bali United yang kita kenal sekarang. Markasnya pun pindah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali.

Lisensi Kepelatihan Pernah Bermasalah

Jalan Stefano Cugurra di Bali United tak selamanya mulus. Lisensi kepelatihan Teco pernah bermasalah. Sebab itu ia tidak bisa mendampingi Bali United di ajang Liga Champions Asia tahun 2020. Asosiasi Sepak bola Asia (AFC), melalui dokumen Competition Operation Manual 2019, menyebutkan bahwa per 2020, pelatih untuk AFC Champions League harus berlisensi AFC A Pro. Sementara saat itu Teco hanya berlisensi AFC A.

Sampai bergulirnya Liga 1 musim 2021/22, Teco belum juga mendapat lisensi A Pro dari AFC. Hal itu yang bikin Bali United mesti main patgulipat agar Teco tetap bisa melatih. Di laga perdana menghadapi Persik Kediri, 27 Agustus 2021, Teco tetap mendampingi anak asuhnya. Namun ia tidak menjabat sebagai pelatih, Bali United menggeser posisinya menjadi seorang manajer klub.

Teco sebatas mengantongi lisensi dari ABTF atau lisensi Asosiasi Pelatih Brazil. Ia mendapat pengakuan dari CONMEBOL. Dengan pengalamannya melatih Timnas Brazil U-20, Brescia, Korea, Thailand, dan lain-lain semestinya bukan perkara sulit bagi Teco memperoleh lisensi kesetaraan A Pro dari AFC.

Beberapa hari jelang menghadapi Persib Bandung, urusan lisensi Teco sudah beres. Ia mengatakan kalau AFC telah mengirimkan surat Recognition of Experience and Current Competence (RECC) ke PSSI. Dengan begitu seharusnya lisensi kepelatihan Stefano Cugurra sudah tak perlu dipersoalkan lagi.

Cara Teco Meramu Bali United

Teco, tak bisa dipungkiri telah berhasil membawa perubahan di tubuh Bali United. Tim Jalak Bali itu telah menjadi salah satu klub favorit juara Liga Indonesia. Lebih-lebih Bali United dipenuhi pemain-pemain yang bisa dianggap bintangnya sepak bola Indonesia.

Kita bisa menyebut seperti Stefano Lilipaly, salah satu pemain termahal Liga BRI. Lalu ada Ilija Spasojevic, Fadil Sausu, Hariono, Rizki Pellu, Lerby Eliandry, Gavin Kwan, Yabes Roni, Ricky Fajrin, Fahmi Al-Ayyubi, sampai Nadeo Argawinata yang sering disebut Kepa versi kearifan lokal.

Ditambah, Bali United adalah salah satu klub yang Elite Pro Academy-nya berjalan. Teco tahu betul materi pemain yang dia miliki, dan ia coba manfaatkan itu. Dia adalah tipikal pelatih yang jarang mengubah-ubah susunan Starting XI.

Ketimbang melakukan hal itu, Teco lebih memilih memperkuat pondasi Bali United dengan mendatangkan atau mempertahankan pemain. Willian Pacheco, Melvin Platje, dan Brwa Mauri dipertahankan Teco untuk mengisi pos masing-masing.

Sementara Rizki Pellu dijadikan alternatif pengganti pemain tengah yang sudah uzur. Ya meskipun Pellu sendiri bukan pemain yang muda lagi. Formasi 4-2-1-3 atau 4-3-3 mungkin akan selalu jadi pilihan Teco.

Selain itu, Teco tipikal pelatih yang mau bicara face to face dengan para pemain. Cara ini tentu membuat pemain terasa akrab dengannya. Teco pun jadi tahu apa kebutuhan dari para pemainnya. Maka wajar saja jika Bali United sekarang termasuk tim gacor di Liga Indonesia.

Sumber referensi: goal.com, bola.com, nusabali.com, cnnindonesia.com, bolaskor.com, panditfootball.com

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 22 September 2021

PELE KEMBALI MASUK RS, BEGINI KONDISI TERBARUNYA

Kesehatan legenda Timnas Brasil, Pele membaik setelah sebelumnya kembali masuk unit perawatan intensif (ICU) Rumah Sakit Albert Einstein di Sao Paulo, Brasil, Jumat (17/9) malam waktu setempat. Pele mengabarkan kondisi kesehatannya yang terkini lewat akun Instagram-nya. Menurutnya, dia selalu berpikir positif agar bisa sembuh dan keluar dari rumah sakit. “Seperti yang kalian bisa lihat, saya memukul udara merayakan hari-hari yang lebih baik. Perasaan baik adalah obat terbaik dan saya memiliki banyak akan hal itu,” tulis Pele, dikutip dari Instagram-nya, Senin (20/9).

BUKAYO SAKA JADI REBUTAN JUVENTUS DAN ATLETICO MADRID

Wonderkid Arsenal, Bukayo Saka berpotensi hengkang dari Emirates Stadium. Menurut laporan terbaru dari Daily Mail, Juventus dan juara bertahan La Liga, Atletico Madrid siap bersaing mendapatkan tanda tangan sang pemain di bursa transfer musim panas 2022 mendatang. Meski kontrak Saka masih tersisa sampai tahun 2024, Arsenal dikabarkan sama sekali tak menutup peluang untuk melepas, bahkan klub asal London itu juga sudah menetapkan harga yakni paling tidak sebesar 43 juta pound atau sekitar 50 juta euro.

BERTAHAN, PAUL POGBA DITUNGGU GAJI SUPER DI MU

Kontrak Paul Pogba di Manchester United akan habis pada Juni 2022 alias tahun depan. Seiring dengan performanya yang baik, MU benar-benar serius ingin mempertahankan Pogba. Setan Merah dilaporkan bakal menawarkan gaji yang sangat besar jika ia mau bertahan. Gelandang asal Prancis itu akan diberi gaji 400 ribu pounds per pekan. Angka ini hanya kalah dari gaji Cristiano Ronaldo di skuad Manchester United. Manajemen MU menilai Pogba layak mendapatkan kontrak itu dan mereka berharap ia mau bertahan di Old Trafford.

ROY KEANE KRITIK PENAMPILAN HARRY KANE BERSAMA SPURS

Mantan gelandang MU, Roy Keane mengecam penampilan striker Tottenham Hotspur Harry Kane saat melawan Chelsea, akhir pekan lalu. Laga itu dimenangkan Chelsea dengan skor 3-0 atas Spurs. Saat menjadi pengamat pertandingan di Sky Sports, Keane menyebut bahwa Harry Kane tampil lesu pada pertandingan tersebut. Keane merasa bahwa Spurs bermain sangat buruk sampai pertandingan terlihat seperti duel laki-laki dewasa lawan bocah. Lebih lanjut, Keane sampai merasakan amarah dalam dirinya melihat penampilan Tottenham yang jauh dari kata bagus, terutama di babak kedua.

FIFA LANJUTKAN PEMBAHASAN PIALA DUNIA 2 TAHUN SEKALI

FIFA akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) online dengan asosiasi sepak bola dari seluruh dunia minggu depan untuk membahas penyesuaian kalender internasional sepak bola pria dan wanita, serta yang jadi agenda utama yakni wacana Piala Dunia dua tahunan. Badan pengatur dunia itu secara tersurat mendukung Piala Dunia digelar dua tahun sekali. Pertemuan puncak pada 30 September nanti menandai apa yang disebut FIFA sebagai fase baru sepak bola.

UCAPAN SETIEN SOAL MESSI SULIT DIATUR TERBUKTI DI PSG

Lionel Messi menunjukkan gestur kecewa setelah ditarik keluar Pochettino dalam laga kontra Lyon. La Pulga tampak marah dan enggan berjabat tangan sang pelatih. Perilaku penyerang 34 tahun itu mengingatkan publik dengan pernyataan Quique Setien setelah didepak dari Barcelona. Pada sebuah kesempatan wawancara dengan El Pais, November 2020, Setien menyebut Messi sebagai pemain yang susah diatur. Setien menilai Messi sebagai sosok yang pendiam. Akan tetapi menurut Setien, peraih enam gelar Ballon d’Or itu bisa membuat seseorang melakukan apapun untuk dirinya.

DANI CARVAJAL TERANCAM ABSEN BEBERAPA PEKAN

Dani Carvajal kabarnya bisa absen selama sebulan ke depan setelah kembali mengalami cedera saat memperkuat Real Madrid menghadapi Valencia. Carvajal hanya bertahan selama 25 menit kontra Valencia, digantikan oleh Lucas Vazquez, dalam laga kelimanya semenjak pulih dari cedera yang menderanya pada bulan April lalu. Menurut football espana, sang pemain timnas Spanyol kemungkinan mengalami cedera otot, yang bisa jadi akan membuatnya menepi selama sebulan ke depan.

DITAHAN IMBANG GRANADA, KOEMAN: INI BUKAN TIM 8 LALU

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman mulai melihat kenyataan dalam timnya untuk menjalani musim ini. Koeman kembali meraih hasil mengecewakan usai ditahan Granada 1-1 kemarin. Hasil ini membuat Barcelona kian mendapatkan kritik. Suporter pun kerap membandingkan Barca saat ini dengan era Pep Guardiola dari 2008 sampai 2012. Namun Koeman menegaskan, fan harus lebih realistis soal ekspektasi mereka dari klub, dengan tim yang jauh berbeda saat seperti masih dilatih Guardiola. Pelatih asal Belanda itu percaya Barca akan bangkit dan kembali meraih kemenangan.

WONDERKID SCHALKE UNGKAP PENGALAMAN PERTAMA KETEMU RONALDO

Pemain muda Schalke, Mehmet-Can Aydin, mengingat pertemuan pertamanya dengan Cristiano Ronaldo. Dia mengaku takut untuk meminta foto dengan mantan striker Real Madrid itu, jelang pertandingan Liga Champions pada 2014 silam. “Pertandingan pertama yang saya tonton sebagai pemain muda di Veltins Arena adalah pertandingan Liga Champions melawan Real Madrid,”. Aydin tidak memasukkan Ronaldo sebagai pesepakbola idolanya, melainkan Joshua Kimmich dari Bayern Munchen dan bek sayap Liverpool Trent Alexander-Arnold.

DIBURU KLUB TOP EROPA, PETINGGI DORTMUND UNGKAP SULITNYA JAGA HAALAND

Dengan ketajaman yang dimiliki Erling Haaland, CEO Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke mengakui bahwa mempertahankan Haaland yang menjadi incaran banyak klub akan sangat sulit. Dortmund dipastikan bakal mati-matian menjaganya dari kejaran tim seperti Real Madrid, Manchester United, dan Barcelona yang terus mengajukan tawaran untuk 2022 mendatang. Namun, pimpinan Dortmund tersebut menegaskan bahwa itu bukanlah hal yang mustahil. Watzke menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan apa saja agar Haaland tetap bertahan di tim.

HASIL PERTANDINGAN

Hasil Piala Liga Inggris putaran ketiga, Liverpool sukses menekuk Norwich City dengan skor 3-0. Bermain di Stadion Carrow Road, anak asuh Jurgen Klopp tak menemui kesulitan sepanjang pertandingan. Gol-gol Liverpool masing-masing dicetak oleh Takumi Minamino menit ke-4, Divock Origi menit ke-50, dan gol kedua Minamino menit ke-80. Atas kemenangan ini, Liverpool melaju ke putaran selanjutnya.

Manchester City juga meraih hasil positif saat menjamu Wycombe Wanderers di Stadion Etihad. Tampil dengan menurunkan beberapa pemain pelapis, City menang dengan skor 6-1. City sempat tertinggal lebih dulu lewat yang gol yang dicetak oleh Hanlan di menit ke-22. Namun setelah itu City mengamuk dengan memborong enam gol melalui Kevin De Bruyne, Riyad Mahrez, dan Phil Foden di babak pertama. Serta melalui Ferran Torres, gol kedua Mahrez dan ditutup oleh Palmer.ย 

Dari ajang La Liga jornada keenam, Atletico Madrid sukses mengalahkan tuan rumah Getafe dengan skor 2-1. Los Rojiblancos lebih dulu tertinggal lewat Mitrovic di babak pertama. Atletico lalu mencetak gol melalui Luis Suarez di menit ke 78, dan gol kedua Suarez yang terjadi di masa injury time babak kedua. Raihan tiga poin ini membuat Atletico naik ke posisi puncak klasemen sementara, sedangkan Getafe ada di urutan ke-19.

Dari ajang Liga Italia, Inter Milan menang 3-1 atas Fiorentina di stadio Artemio Franchi. Fiorentina membuka skor lebih dulu lewat aksi Sotil di menit ke-23. Di babak kedua, giliran Inter yang mencetak gol masing-masing lewat aksi Matteo Darmian, Edin Dzeko, dan Ivan Perisic. Dengan kemenangan ini, Inter menggeser Napoli di puncak klasemen, sedangkan Fiorentina berada di peringkat keenam.

HASIL UNDIAN FASE GRUP PIALA AFF 2020

Undian fase grup Piala AFF 2020 telah selesai digelar pada Selasa (21/9) siang WIB. Hasil undian menempatkan Indonesia di Grup B bersama dengan Vietnam, Malaysia, Kamboja dan Laos. Sedangkan di Grup A terdapat Thailand, Filipina, Myanmar, Singapura dan pemenang babak play off antara Brunei atau Timor Leste. Piala AFF tahun ini akan digelar pada Desember nanti. Untuk tuan rumah dan format turnamen akan diumumkan di kemudian hari.

MESSI ABSEN DI LAGA METZ VS PSG KARENA CEDERA LUTUT

Paris Saint Germain merilis pengumuman bahwa Lionel Messi mengalami cedera lutut. Hal ini diketahui setelah Messi menjalani pemeriksaan MRI. Setelah itu, Messi dikabarkan memiliki masalah memar pada tulangnya. La Pulga dipastikan absen saat PSG melakoni laga tandang ke klub ibu kota menghadapi Metz pada Kamis dinihari WIB pada pekan ketujuh Liga Prancis. Belum diketahui berapa lama Messi akan absen, kondisinya akan terus dipantau tim medis PSG.

MOMEN TERBAIK KOEMAN DIPECAT BARCELONA DAN KANDIDAT PENGGANTINYA

Ronald Koeman diambang pemecatan oleh pihak Barcelona setelah serangkaian hasil kurang memuaskan. Namun kapan waktu yang tepat untuk melepaskan Koeman masih jadi perdebatan karena ke depan Barcelona masih punya jadwal padat. Waktu terbaik mungkin pada pertengahan Oktober mengingat jeda internasional kedua pada musim ini. Sejumlah nama pun mulai dikaitkan untuk menjadi pengganti Koeman. Rumor yang beredar menyebutkan nama Xavi Hernandez, pelatih Belgia Roberto Martinez,ย  Antonio Conte hingga mantan pelatih Juventus, Andrea Pirlo.

TERIMA SEPATU EMAS, LEWA: SAYA TAK PERLU BUKTIKAN DIRI DI LIGA LAIN

Robert Lewandowski baru saja menyabet trofi sepatu emas Eropa setelah menjadi pencetak gol terbanyak pada musim lalu. Penyerahan trofi bergengsi itu dilakukan dalam sebuah acara yang diadakan oleh penyelenggara Liga Jerman, pada Selasa malam WIB. Lewa mencetak 41 gol dari 29 pertandingan di Bundesliga bagi Bayern musim lalu, padahal sempat absen sebulan karena cedera. Setelah menerima penghargaan tersebut, Lewandowski bersikeras bahwa ia “tak perlu membuktikan diri di liga lain”.

FIFA SANKSI HUNGARIA GELAR LAGA TANPA PENONTON

FIFA menghukum federasi sepakbola Hungaria menyusul rasisme yang dialami para pemain Inggris di kualifikasi Piala Dunia di Budapest pada 2 September. Para pendukung yang hadir di Puskas Arena juga melakukan aksi-aksi tak terpuji lainnya. Hungaria mendapat sanksi bermain tanpa penonton dalam dua pertandingan kompetisi FIFA dengan laga kedua ditangguhkan untuk masa percobaan dua tahun. Mereka juga dikenakan denda sebesar 158 ribu pounds atau setara dengan Rp2,9 miliar.

BALOTELLI AKHIRNYA BISA BALAS DENDAM KE ORANG YANG MENYEBUTKAN TAK PUNYA OTAK

Mantan pemain Manchester City, Mario Balotelli, akhirnya bisa membalaskan dendam ke orang yang menyebutnya tak punya otak pada 8 tahun lalu. Pada 2013 silam, Balotelli sempat dihina oleh komentator sepakbola yang kini jadi pelatih Besiktas, Sergen Yalcin menyusul kegagalan backheelnya saat City melawan LA Galaxy di laga pramusim. Yalcin juga mengatakan bahwa dia akan โ€˜memecatโ€™ Balotelli jika dia berada di posisi manajer Roberto Mancini pada saat itu. Balotelli pun masih mengingat perkataan Yalcin. Usia cetak gol ke gawang Besiktas, Balotelli berlari ke arah Yalcin. Ia lalu terlihat menunjuk kepalanya. Aksi tunjuk kepala ini merujuk pada komentar pelatih sebelumnya tentang dia yang โ€˜tidak punya otakโ€™.

EL TIGRE RADAMEL FALCAO BAWA RAYO MENANG DRAMATIS

Radamel Falcao kembali tampil gemilang bersama klub barunya, Rayo Vallecano di La Liga Spanyol. Pemain berjuluk El Tigre itu mencetak gol di menit ke 90+6 untuk membawa Rayo Vallecano menang dramatis 2-1 atas Athletic Bilbao. Ini jadi gol kedua Falcao bersama Rayo, setelah sebelumnya juga mencetak gol dalam kemenangan Rayo Vallecano kontra Getafe 3-0.

MASA DEPAN MARCO ASENSIO DI REAL MADRID SEGERA DIPUTUSKAN

Marco Asensio dilaporkan akan segera membahas masa depannya di Real Madrid dalam waktu dekat. Saat ini, Asensio bukanlah pilihan utama pelatih Ancelotti di lini depan Madrid dan pemain asal Spanyol itu sama sekali belum pernah menjadi starter di enam laga yang sudah dijalani Los Blancos musim ini. Dipercaya, pembicaraan antara Madrid dan Asensio akan terjadi pada beberapa pekan mendatang dan jika ia tidak mendapatkan kesempatan di Los Blancos, dirinya akan memilih untuk hengkang.

RONALDO DI USIA 36 MASIH BISA ‘TERBANG’ LARI SPRINT 32,51 KM/JAM

Bintang MU, Cristiano Ronaldo tetap mengukir sejumlah rekor meski ia kini sudah berusia 36 tahun. Dalam salah satu sprint yang dilakukannya saat melawan West Ham akhir pekan lalu, Ronaldo mampu berlari dengan kecepatan hingga 32,51 km per jam. Itu artinya, ia menjadi pemain paling cepat di lapangan kala itu, bahkan mengalahkan pemain yang usianya jauh lebih muda, Aaron Wan-Bissaka (23) dan Jarrod Bowen (24).

MARCOS ALONSO BERHENTI BERLUTUT SEBELUM KICK OFF

Bek Chelsea Marcos Alonso mengatakan tidak akan lagi melakukan aksi berlutut sebelum laga sebagai cara untuk memerangi aksi rasis di Liga Inggris. Alonso menilai gestur untuk melawan aksi rasial sudah kehilangan kekuatannya. Oleh karena itu, ia akan lebih memilih untuk menunjuk ke emblem slogan ‘No Room for Racism’ yang terletak di bagian lengan saat para pemain lain berlutut sebelum kick off. Namun demikian, Alonso mengaku belum mendiskusikan keputusan yang ia ambil itu dengan rekan-rekan setimnya.

WAPRES SURINAME USIA 60 JADI PESEPAKBOLA PROFESIONAL

Wakil Presiden Suriname, Ronnie Brunswijk bermain di ajang Liga Concacaf sebagai pesepakbola profesional di usianya yang sudah menyentuh angka 60 tahun. Ronnie tampil menjadi pemain inti untuk Inter Moengotapoe melawan Olimpia. Dia dipercaya sebagai kapten tim dan berposisi gelandang. Meski sudah berusia uzur, Ronnie berhasil mencatatkan waktu bermain selama 54 menit. Nahas, kehadirannya sebagai kapten Inter Moengotapoe tak menghindarkan timnya dari kekalahan telak saat digasak Olimpia setengah lusin gol.

GAGAL BENDUNG EMOSI, JOAO FLEXI DI SKORSING 2 PERTANDINGAN

Atletico Madrid dipastikan tidak akan diperkuat Joao Felix untuk pertandingan berikutnya, setelah Komite Kompetisi Federasi Sepak Bola Spanyol menjatuhkan hukuman larangan di dua laga menyusul kartu merah yang diterimanya akhir pekan lalu. Ada dua alasan kenapa Komite Kompetisi Federasi Sepak Bola Spanyol memutuskan untuk menskorsing dua laga bagi pemain berusia 21 tahun itu. Yang pertama soal kartu merah itu, dan kedua adalah karena sikap tak terpuji nya kepada wasit setelah menerima kartu merah tersebut. Felix sudah menepi saat Atletico menang atas Getafe. Berikutnya dia masih harus absen dalam laga kontra Alaves.

Harga Pemain Sepak bola Liga Indonesia Mahal, Kok Bisa?

0

Sebagai pemain sepak bola profesional tentu memiliki nilai transfer adalah hal mutlak. Begitu pula liga yang mengklaim liga sepak bola profesional pasti akrab dengan istilah transfer pemain. Maka, jangan dikira hanya liga-liga Eropa saja yang mengenal istilah bursa transfer, pun soal harga pemain yang mahal. Liga Indonesia, entah Liga 1,2, dan 3 juga memiliki pemain-pemain dengan nilai transfer yang melangit.

Sebut saja sosok Mark Klok. Pemain yang awalnya bermain untuk PSM Makassar lalu pindah ke Persija Jakarta, dan kini berseragam Persib Bandung itu memiliki nilai transfer Rp 8,3 miliar. Asnawi Mangkualam, pemain PSM Makassar yang kini merumput di Liga Korea Selatan bersama Ansan Greeners mempunyai nilai transfer sekitar Rp 6,1 miliar atau 4,2 juta dolar.

Salah satu jebolan akademi Persib Bandung juga dihargai mahal. Adalah Febri Hariyadi yang nilai marketnya mencapai Rp 5,6 miliar. Nilai transfer Febri mirip dengan Evan Dimas Darmono, pemain Timnas Indonesia yang kini juga bermain untuk Bhayangkara FC. Kalian tentu akan bertanya kenapa harga pemain Liga 1 Indonesia bisa memiliki harga semahal itu?

Faktor yang Mempengaruhi

Nilai transfer pemain-pemain di Liga Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor hampir sama dengan liga-liga lain, termasuk liga top Eropa. Salah satunya adalah umur. Jika pemain tersebut usianya sudah 30 tahun ke atas, nilai marketnya bakal menurun. Ya mungkin karena kalau di Liga Indonesia usia segitu tenaganya sudah mengkis-mengkis.

Belum lagi, Liga Indonesia juga begitu ganas untuk diarungi. Itu karena di dalamnya tidak hanya pemain sepak bola, para jagoan karate sampai master kungfu juga ada. Kalau nggak percaya tanyakan saja pada pemain PSG Pati.

Well, selain faktor usia, statistik juga tak kalah jadi pertimbangan harga pemain di Liga Indonesia. Gol, menit bermain, jumlah kartu, sampai seberapa sering ia dijadikan Starting XI. Mari kita ambil contoh Osvaldo Haay.

Pemain Timnas Indonesia itu kini memperkuat Persija Jakarta setelah hengkang dari Persebaya Surabaya awal 2020. Pemain asal Jayapura itu memiliki nilai jual sekitar Rp 5,6 miliar. Harga tersebut dianggap sebanding dengan kualitasnya.

Osvaldo tampil impresif kala berseragam Persebaya. Ia tidak pernah melewatkan sedikitnya 48 pertandingan bersama Tim Bajul Ijo. Dari situ, Osvaldo mengemas 16 gol dan 7 asisst. Ketika bergabung ke Persija, Osvaldo pun belum kehilangan daya magisnya.

Ia bahkan sukses mengantarkan Macan Kemayoran menjuarai Piala Menpora tahun 2021. Kendati bersama Persija per 22 September 2021, ia baru tampil sebanyak 13 kali dan mencatatkan 4 gol dan 2 asisst. Kelihatan sedikit? Memang, tapi itu bukan karena performa Osvaldo buruk, tapi karena Liga Indonesia saja yang sempat mangkrak. Nilai transfer Osvaldo tersebut bahkan naik dari Rp 5,21 miliar saat memperkuat Persebaya.

Bagaimana Klub Membayar Gaji Pemain?

Sudah pasti dengan mahalnya nilai pemain sepak bola di Liga Indonesia, muncul pertanyaan bagaimana suatu klub Indonesia mampu membayar gaji para pemain? Bukankah banyak dari klub-klub di Liga Indonesia punya keadaan finansial yang kurang dari cukup?

Seperti di liga lain, klub-klub di Liga Indonesia tentu saja memiliki pendapatan. Meskipun soal jumlah dan apalagiย  menajemennya masih acak adut. Itu bisa diurus nanti-nanti saja. Lantas, dari mana sumber pendapatan klub-klub di Liga Indonesia?

Yang jelas sama seperti di liga-liga Eropa. Persija, Persebaya, Persib, Madura United, Bali United, Persis Solo, dan sebangsanya memperoleh pendapatan dari sponsor, apparel, penjualan merchandise, penjualan tiket, subsidi liga, sampai hak siar. Tapi soal jumlahnya tolong jangan disamakan dengan Serie A atau Eredivisie Belanda.

Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda mengatakan tidak banyak klub-klub sepak bola di Indonesia yang berhasil menjual merchandise sampai diangka Rp 1 miliar. Pemasukan dari sponsor juga masih sedikit, yaitu sekitar Rp 10 miliar dan itu hanya beberapa klub saja. Subsidi dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru juga sedikit. Angkanya jika ditambah dengan hak siar paling besar Rp 7,5 miliar untuk masing-masing klub.

Padahal meski tak begitu masif dipublikasikan, namun gaji pemain di Indonesia terbilang mahal-mahal. Gaji mereka antara Rp 4 juta-Rp 300 jutaan per bulan. Fyi aja, Evan Dimas kabarnya mengantongi Rp 250 juta sebulan. Tak mengherankan jika klub-klub Indonesia akhirnya memilih jalur suram dengan menunggak gaji pemain.

PSM Makassar pernah menunggak gaji 17 pemainnya. Tak tanggung-tanggung total gaji pemain yang nunggak senilai Rp 5,8 miliar yang untungnya sudah dilunasi. Persekat Kabupaten Tegal tercatat juga pernah menunggak gaji 7 pemainnya senilai Rp 218 juta. Klub Liga 2 Indonesia lainnya sekaligus salah satu tuan rumah Liga 2, Kalteng Putra pun masih menunggak gaji pemain. Mereka dibatasi waktu sampai 10 Oktober 2021 untuk melunasi tunggakan gaji pemain.

Kendati begitu, ada juga klub-klub Indonesia yang pelan-pelan menapaki kondisi finansial yang mumpuni. Gelagat itu muncul ketika para pebisnis merambah ke industri sepak bola tanah air. Seperti Kaesang Pengarep, Erick Thohir, dan Kevin Nugroho yang membeli Persis Solo. Pesohor YouTube, Atta Halilintar dan Putra Siregar juga membeli PSG Pati.

Lalu ada artis papan atas Indonesia, Raffi Ahmad dan rekannya, Rudi Salim yang membeli Cilegon United dan kini resmi berubah menjadi RANS Cilegon FC. Klub tersebut, berdasarkan catatan Ilhamzada di Fandom konon mendapat gelontoran dana senilai Rp 300 miliar hanya untuk membangun akademi.

Hamka Hamzah, salah satu pemain RANS Cilegon FC bilang bahwa Raffi Ahmad CS tak pernah absen membayar pemain. Jadi walaupun kompetisi belum dimulai RANS Cilegon tetap rajin membayar gaji para pemainnya. Hebat bukan?

Jadi, bagaimana menurutmu football lovers? Cocok kah nilai transfer pemain-pemain di Liga Indonesia dengan kualitas yang mereka tawarkan?

Sumber referensi: unair.ac.id, jawapos.com, sportstars.com, fandom.id, football5star.com, tempo.co.

Mengenal Coverciano Sebagai Pusat Lahirnya Pelatih Berbakat Italia

Italia memang terlalu istimewa untuk ditinggalkan. Tak hanya lokasi yang banyak dijadikan sebagai destinasi wisata, disana, juga terdapat keindahan sepakbola yang banyak membuat orang terpana. Melalui permainan sebelas lawan sebelas, Italia telah kesankan dunia setidaknya sebanyak empat kali. Empat bintang yang tersusun rapi di atas logo federasi, masih menjadi kebanggaan seluruh warga penyuka spaghetti.

Lahirnya trofi bergengsi selama ini tentu merupakan buah dari kehebatan banyaknya pemain bintang yang dimiliki Italia. Namun jangan lupakan pula peran pelatih dalam meramu permainan. Pada gelaran Piala Eropa 2020 kemarin, Roberto Mancini banyak dipuji dunia setelah berhasil membawa Italia juara Eropa, meski pada tahun 2018 negara tersebut gagal tampil di gelaran Piala Dunia.

Tangan magis Mancini berhasil merubah segalanya. Buah dari pemikirannya sukses menjadikan skuad yang sebelumnya hampa menjadi lebih berwarna. Lalu, puncak dari segalanya, dia berhasil persembahkan gelar yang selama ini diidamkan oleh seluruh penggemar Italia di seluruh dunia.

Roberto Mancini, merupakan satu dari sekian banyak pelatih hebat asal Italia yang terbentuk dari sebuah pusat pelatihan khusus bernama Coverciano.

Sejarah Coverciano dan Metode yang Digunakan

Mungkin tidak semua mengetahui Coverciano. Tidak banyak pula yang memahami bagaimana cara tempat tersebut bisa menghasilkan kumpulan allenatore berkualitas. Sama seperti Hennes Weisweiler Academy yang banyak lahirkan pelatih berbakat asal Jerman, Coverciano juga punya metode sendiri untuk menghasilkan pemimpin hebat yang berdiri di pinggir lapangan.

Terletak di Florence Italia, Coverciano merupakan buah pemikiran dari seorang bernama Luigi Ridolfi. Ridolfi, seperti yang ditulis These Football Times, merupakan sosok yang lahir dari keluarga kaya di Italia. Kecintaannya tertuju pada olahraga, khususnya sepakbola.

Sebelum resmi membentuk Coverciano, Luigi Ridolfi lebih dulu mendirikan klub bernama Fiorentina pada tahun 1926. Setahun kemudian, dia juga melebarkan sayap dengan membentuk Giglio Rosso Athletics Society. Dari tahun 1926 sampai dengan 1942, dia tercatat sebagai presiden federasi atletik Italia, untuk kemudian meneruskan karirnya di federasi sepakbola Italia dengan jabatan yang sama.

Melihat sepakbola Italia yang ingin dikembangkan, dia memiliki gagasan unik berupa membangun sebuah fasilitas yang menjadi tempat berkumpulnya pelatih-pelatih terbaik dunia untuk saling bertukar ide dan pemikiran. Bersama dengan rekannya yang bernama Dante Berretti, dua sosok tersebut sangat berharap bila Coverciano bisa menjadi rumah yang penuh dengan ide inovatif.

Coverciano sendiri mulai dibangun pada tahun 1952 dan rampung lima tahun kemudian. Lalu tepat pada tahun 1958, Coverciano baru bisa benar-benar beroperasi.

Dengan misi menciptakan juru taktik kreatif nan inovatif, para calon pelatih yang berniat menimba ilmu di sana setidaknya harus menempuh beberapa langkah untuk bisa mendapat lisensi.

Pertama, mereka akan diberi waktu selama sebulan penuh untuk belajar, membentuk metode, menyempurnakan ideologi, dan membuktikan diri layak lulus ujian dengan pembinaan yang ketat.

Setelah itu, mereka harus menempuh ujian lisan dengan berbagai topik, mulai dari pertandingan, komunikasi, dan manajemen lainnya. Namun perlu dicatat bahwa sebelum mencapai tahap tersebut, para calon pelatih harus lebih dulu mengikuti program yang diberi nama il Supercorso. Kursus tersebut dilakukan selama 900 jam dalam periode dua tahun.

Setelah semua tahapan itu selesai dilakukan, bagian terakhir yang harus dilakukan bagi para calon pelatih adalah membuat tesis. Seperti tugas akhir pada umumnya, tesis tersebut nantinya akan dipaparkan di depan penguji, dengan si calon pelatih harus bisa menjelaskan mengapa tesis tersebut akan sangat berguna di masa depan.

Ya, Coverciano memang benar-benar menuntut para calon pelatih untuk membuat tesis yang sangat informatif dan eksklusif. Tidak boleh ada pengulangan bahan di masa lalu untuk dipaparkan, karena menurut Coverciano, para pelatih harus siap untuk menghadapi tantangan di masa depan, bukan terus belajar dari strategi di masa lampau.

Renzo Ulivieri, yang merupakan mantan pelatih Parma dan Napoli, yang kini jadi instruktur serta penguji di Coverciano, menjelaskan bahwa para calon pelatih di Coverciano harus menciptakan ide-ide segar yang sedari dulu telah menjadi akar dari semangat Luigi Ridolfi.

Sedikit bercerita tentang sosok Renzo Ulivieri, dia merupakan sosok pelatih yang sudah 42 tahun berkarir dengan sebanyak 22 klub telah ditangani. Dia sudah menguasai betul pemahaman tentang bagaimana mengatasi tim yang berada di lembah degradasi, menangani pemain bintang, perselisihan, dan mengelola banyak tingkatan dalam spektrum sepak bola Italia.

Kembali pada filosofi yang dipegang di Coverciano, poin terpenting dari pelajaran yang disampaikan adalah tentang bagaimana menghadapi hari ini dan esok. Bukan membicarakan tentang keberhasilan di masa lalu.

Dengan memegang erat filosofi tersebut, maka wajar bila Coverciano tidak pernah mengeluarkan buku tentang materi kepelatihan atau semacamnya.

โ€œPara pelatih yang datang ke tempat ini tidak diberikan buku apapun. Apa maksudnya? Jika aku menulis buku hari ini, mungkin membutuhkan waktu dua tahun untuk rampung, maka pada saat buku tersebut dapat diberikan, apa yang tertulis di buku itu sudah kadaluarsa selama dua tahun,โ€ kata Ulivieri (via These Football Times)

Dia lalu menjelaskan, apabila dirinya mengajarkan sesuatu dari pelatih-pelatihnya dahulu, maka siswa nya akan tertinggal 50 tahun lamanya. Tegas Ulivieri, para calon pelatih harus menyiapkan diri untuk menghadapi sesuatu yang akan terjadi pada sepakbola 10 tahun ke depan, bukan malah mengulang strategi yang telah dianggap usang.

Namun yang perlu dicatat, hal itu dilakukan bukan untuk menghilangkan sesuatu yang sudah ada sebelumnya, namun lebih kepada memperbarui prinsip-prinsip inti soal sepak bola yang sudah sangat tua dimana itu akan selalu ada.

Fasilitas dan Lulusan Terbaik Coverciano

Sejauh ini, Coverciano sudah menjadi tempat yang sangat berkembang untuk melahirkan pelatih-pelatih berbakat asal Italia. Coverciano, yang juga merupakan salah satu kantor teknis FIGC, tempat latihan Timnas U15 sampai U19, memiliki setidaknya empat lapangan dengan tiga diantaranya menggunakan rumput alami.

Selain itu, disana juga terdapat gym yang berisikan peralatan dengan teknologi terkini di dunia. Jangan lupakan pula fasilitas penunjang seperti auditorium, conference room, medical area, restoran, bar, hotel, dan perpustakaan.

Kemudian ada fasilitas yang berhasil menarik banyak perhatian, yaitu Museo del Calcio atau museum sepakbola Italia. Resmi dibuka pada tahun 2000, museum tersebut dibagi menjadi enam ruangan. Ruangan pertama berisi kenangan tentang dua trofi Piala Dunia di era 1930 an lengkap dengan jersey asli para pemain.

Ruangan kedua dan ketiga berisi tentang memorabilia legenda dan juga perkembangan sepakbola Italia dari masa ke masa. Sementara itu, ruangan keempat, kelima, dan keenam menyajikan tentang raihan trofi Piala Eropa Italia dan tambahan dua trofi Piala Dunia.

Namun meski Museo del Calcio berhasil menarik banyak minat, fasilitas perpustakaan tetap menjadi primadona disana.

Perpustakaan bisa dikatakan menjadi fasilitas paling berharga di Coverciano. Pasalnya, disana terdapat banyak sekali tesis yang dibuat oleh banyak pelatih hebat, seperti Antonio Conte, Luciano Spalletti, Roberto Mancini, Carlo Ancelotti, sampai Fabio Capello.

Antonio Conte yang lulus pada tahun 2006 membuat tesis berjudul “Pertimbangan pada 4-3-1-2 dan Penggunaan Video yang Didaktik,”. Tesis tersebut menyoroti pro-kontra dari formasi 4-3-1-2 secara bertahan, menyerang, transisi, dan bagaimana tim harus beroperasi dengan atau tanpa bola.

Dikenal sebagai sosok yang sangat detail, tesis yang dibuatnya disebut sebagai representasi sempurna dari metodologi yang diusung.

Selanjutnya ada tesis dari Luciano Spalletti yang berjudul “Sistem Permainan 3-5-2”. Melalui karya nya itu, eks pelatih Inter Milan ingin menjelaskan bahwa skema 3-5-2 penting digunakan di era sepakbola modern, meski memang dia tak selalu menerapkan formasi tersebut.

Lalu masih ada lagi tesis buatan Carlo Ancelotti yang menjelaskan tentang bagaimana aktivitas di dalam dan luar lapangan akan mengubah permainan di masa depan, melalui karya yang berjudul “Masa Depan Sepak Bola: Lebih Dinamis”.

Satu lagi, milik Roberto Mancini pada 2011 yang mengusung tema โ€œil Trequartistaโ€, dimana pada karyanya itu, Mancini ingin menyampaikan pentingnya peran gelandang serang dalam sebuah permainan.

Dengan proses yang tidak mudah serta fasilitas terbaik yang menunjang, patut dinantikan lahirnya pelatih-pelatih hebat asal Italia selanjutnya ciptaan Coverciano!

Sumber referensi: Panditfootball, thesefootballtimes

Transfer Menghebohkan Dalam Sejarah Sepakbola Indonesia

Kompetisi Liga 1 Indonesia telah bergulir setelah izin sudah diberikan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia. Sudah ada beberapa pertandingan yang tersaji sampai saat ini, dengan kekuatan masing-masing klub yang terbilang baik. Hal itu terjadi setelah beberapa dari mereka memang telah melakukan perekrutan pemain yang diinginkan.

Bicara tentang perekrutan pemain klub-klub indonesia, terdapat banyak cerita yang mengiringi bursa transfer sepakbola Indonesia. Dari mulai pemain bintang dunia hingga nilai transfer yang terbilang unik, pernah menjadi bumbu dari luar biasanya sejarah transfer sepakbola dalam negeri.

Penasaran seperti apa? Simak ulasannya berikut ini.

Indriyanto Setia Adinugroho (Pelita Jaya)

Indriyanto menjadi pemain yang terbilang populer dalam sejarah persepakbolaan Indonesia. Salah satu hal yang paling diingat dari dirinya adalah ketika dia memutuskan pindah ke Pelita Jaya dari Arseto Solo pada tahun 1996 silam.

Transfer bersejarah ini terjadi bukan karena nilai yang harus dikeluarkan Pelita Jaya tinggi. Namun justru harga sang pemain tergolong sangat murah, yaitu 100 rupiah. Transfer ini terjadi setelah terdapat polemik diantara Indriyanto dan Arseto Solo.

Tepat setelah kembali dari pelatihan primavera di Italia, Indriyanto merasa bila dia tidak mendapat kepastian dari klub Arseto. Maka dari itu, sebagai pemain muda, dia lantas menerima tawaran Pelita Jaya untuk mengarungi jenjang professional. Namun ternyata, Arseto merasa dicurangi dengan mengatakan bila Indriyanto masih menjadi bagian dari klub.

Merasa sakit hati dengan Indriyanto yang dianggap tidak mengakui Arseto Solo sebagai klubnya, mereka lalu rela melepas pemainnya itu dengan nilai 100 rupiah saja. Oleh karenanya, sang pemain lalu mendapat julukan โ€œMister Cepekโ€, dengan cerita transfer tersebut masih terus melekat dalam sejarah persepakbolaan Indonesia sampai sekarang.

Bambang Pamungkas (Pelita Bandung Raya)

Tak bisa dipungkiri bila nama Bambang Pamungkas masuk ke dalam sejarah persepakbolaan Indonesia. Sebagai pemain paling populer di Indonesia, Bepe pernah beberapa kali terlibat dalam kisah yang cukup membuatnya mendapat suara tak mengenakkan. Pertama adalah ketika dirinya memutuskan untuk berkarir di Malaysia bersama Selangor FA. Bepe ketika itu membuat para penggemar Persija kecewa, setelah diketahui bahwa pria tersebut telah menjadi pemain yang benar-benar dicintai oleh klub.

Beruntung, dia memiliki karir yang bagus di Malaysia dengan sempat menjadi top skor dan mempersembahkan sejumlah piala bergengsi untuk Selangor FA.

Kemudian, perkara transfer menghebohkan Bambang Pamungkas selanjutnya berujung pada kepindahannya ke klub Pelita Bandung Raya. Sempat kembali bermain untuk Persija, Bepe mendapat banyak cemoohan setelah bergabung dengan klub yang berbasis di Bandung. Menurut Bepe, dia rela berpisah dengan Persija karena memiliki perbedaan prinsip dengan manajemen. Soal PBR, Bepe mengaku bila klub tersebut memiliki kesamaan visi dengannya.

Karena alasan itulah dia mau bergabung dengan PBR. Namun tak berselang lama, pemain kelahiran Semarang ini kembali ke Persija dan benar-benar menjadi legenda disana.

Marc Klok (Persib Bandung)

Belum lama ini, sepakbola Indonesia dihebohkan dengan kepindahan seorang bintang bernama Marc Klok menuju Persib Bandung. Marc Klok, yang kini berusia 28 tahun sebelumnya sempat menjadi penggawa andalan Persija Jakarta, yang kita tahu merupakan rival abadi klub asal Jawa Barat.

Klok dianggap telah menyakiti hati para penggemar Persija. Apalagi, dia pindah ke klub rival setelah membawa Macan Kemayoran juara Piala Menpora 2021, dimana pada laga puncak Persija berhasil mengalahkan Persib.

Meski transfer ini banyak diperbincangkan, tidak ada penjelasan secara detail tentang mengapa alasan Marc Klok terlibat ke dalam kepindahan yang kontroversial. Akhirnya, setelah tak berselang lama usai berpisah, pemain asal Belanda tersebut menjelaskan alasannya gabung dengan Persib Bandung.

Menurutnya, dia memandang Persib sebagai klub yang siap akan segalanya. Dari segala lini, termasuk suporter, Persib disebut siap meraih gelar juara.

“Aku pikir, situasi di Persib sekarang secara tim, materi pemain, dan organisasinya memiliki peluang terbaik untuk menjadi juara,”

“Ini adalah klub besar dengan organisasiIni adalah klub besar dengan organisasi suporter terbaik,” kata Klok.

Michael Essien (Persib Bandung)

Persepakbolaan Indonesia sempat dihebohkan dengan kepindahan mantan bintang Chelsea dan Real Madrid, Michael Essien. Tepat pada tahun 2017 lalu, manajemen Persib sengaja mendatangkan Essien sebagai kado ulang tahun klub ke-84.

Kedatangan Essien ke kompetisi Indonesia ketika itu benar-benar membuat heboh seluruh pecinta sepakbola, khususnya penggemar Persib Bandung itu sendiri. Banyak yang tidak menyangka bila pemain sekelas Essien mau bermain di Indonesia. Selama satu musim, setidaknya dana sebesar 8 sampai 10 miliar digelontorkan manajemen Persib untuk menggaji Essien.

Bahkan, fasilitas berupa tempat tinggal sampai staf keamanan pribadi juga disiapkan untuk sang pemain.

Sayangnya, penampilan pemain asal Ghana itu tak berjalan sesuai harapan. Dia hanya bertahan selama semusim setelah pelatih Mario Gomez tidak memasukkan namanya ke dalam rencana.

Mario Kempes & Roger Milla (Pelita Jaya)

Mario Kempes dan Roger Milla,adalah dua bintang Piala Dunia yang pernah berjaya bersama negaranya. Kempes merupakan pemain yang menjadi bagian dari skuad juara Argentina pada ajang Piala Dunia tahun 1978. Kemudian, tepat di tahun 1993, di usia yang sudah tak lagi tergolong muda Kempes memutuskan untuk menjajal sepakbola Indonesia.

Dia bergabung dengan Pelita Jaya dan memainkan sebanyak 18 pertandingan. Meski kemampuannya tak lagi garang seperti sedia kala, Kempes tetap berhasil catatkan sebanyak 12 gol bagi Pelita Jaya.

Kemudian ada nama Roger Milla, yang bersinar bersama timnas Kamerun di ajang PIala Dunia 1990 dan 1994. Ketika usianya sudah memasuki masa senja, tawaran yang datang dari klub Indonesia Pelita Jaya membuatnya tergoda untuk menerima. Hasilnya, Roger Milla bergabung dengan klub tersebut pada tahun 1994.

Tak hanya di Pelita Jaya, Roger Milla juga pernah tercatat membela tim Indonesia lainnya, yaitu Putra Samarinda, pada musim berikutnya.

Honorable Mention

Selain nama-nama tersebut, kompetisi sepakbola Indonesia juga pernah dihebohkan dengan kedatangan sejumlah pemain bintang dunia, seperti Lee Hendrie ke Bandung FC, Marcus Bent ke Mitra Kukar, Eric Djemba-Djemba ke Persebaya Surabaya, Peter Odemwingie ke Madura United, sampai Carlton Cole ke Persib Bandung.

Harap-Harap Cemas Menanti Magis Lionel Messi

Bursa transfer musim panas tahun ini dibuat megah dengan terlibatnya kepindahan banyak pemain bintang. Satu yang sempat menyita perhatian dunia adalah kedatangan Lionel Messi ke Paris Saint Germain. Sejatinya, langkah Messi dalam memilih bergabung dengan PSG sudah bisa ditebak. Barcelona yang masih kesulitan finansial hingga tak mampu melawan regulasi La Liga harus rela kehilangan sang pemain andalan. Lalu, siapa yang berani mengambil bakat Messi dengan gaji tinggi selain PSG?

Klub kaya raya yang telah buktikan diri sebagai yang paling mumpuni soal gaji, tak mau berlama-lama lewatkan kesempatan untuk menggaet Messi. Jadilah pada musim panas kemarin, Messi bergabung dengan PSG.

Euforia kepindahan Messi ke PSG dirasakan oleh seluruh elemen klub, meski di sisi lain kabar itu juga sekaligus membuat penggemar Barcelona menangis.

Setelah resmi diperkenalkan sebagai bintang baru tim asal Prancis, satu hal selanjutnya yang paling dinanti tentu debut sang pemain. Sayangnya, hal tersebut tidak lekas terjadi. Ada beberapa hal yang mendasari dipinggirkannya Messi dari skuad Les Parisians. Pertama Pochettino ketika itu memang masih belum yakin untuk langsung menurunkan Messi. Kedua, Messi memang tengah sibuk dengan panggilan tim nasional Argentina di ajang Internasional.

Kemudian pada pekan keempat Liga Prancis, Messi akhirnya dimasukkan Pochettino ke dalam skuad PSG yang akan berlaga pada pertandingan melawan Reims. Kabar dimasukkannya Messi ke skuad PSG pada akhir Agustus itu pun langsung menarik atensi yang begitu besar, khususnya yang datang dari para penggemar.

Dilaporkan oleh Mirror, lebih dari 10,5 juta pemirsa menonton tayangan laga Stade Reims vs PSG. Angka itu lantas menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penayangan Liga Prancis di Negeri Mode. Tak hanya itu, dari Negeri Matador, pertandingan yang membawa serta nama Messi yang melakoni debut juga memecahkan rekor penonton.

Melalui saluran televisi terestrial Telecino, rata-rata ada 2,2 juta penonton di Spanyol yang menyaksikan laga debut Lionel Messi di Liga Prancis.

Debut Biasa-Biasa Saja dan Belum Bisa Cetak Gol

Namun begitu, pada pertandingan yang digelar di Stadion Auguste Delaune tersebut, Messi tak langsung ambil bagian sejak menit awal. Setidaknya hingga babak pertama berakhir, Pochettino masih belum mau menurunkan Messi ke pertandingan. Lalu tepat pada menit ke 66, Messi akhirnya masuk menggantikan Neymar Jr.

Seakan masih diminta untuk terus bersabar dengan ledakan yang telah disiapkan, para penggemar khususnya yang datang langsung ke stadion tidak langsung dijejali dengan aksi magis Messi.

Jadi dari situ, setidaknya ada beberapa tahapan yang membuat penonton harap-harap cemas dalam menanti aksi spektakuler La Pulga. Pertama, sejak didatangkan PSG Messi tak langsung bisa melakoni debut. Kedua, pada laga dimana dia dimasukkan ke dalam skuad, bangku cadangan masih menjadi teman setianya.

Kemudian, saat riuh penonton mengiringi langkahnya masuk ke dalam pertandingan dalam balutan jersey PSG, sebuah aksi spektakuler yang dinanti juga urung ditunjukkan. Debut Messi dengan kostum PSG terbilang biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa, selain sumringah nya ekspresi para suporter yang tampak tidak memikirkan apa-apa selain melihat sang legenda tampil untuk tim kesayangan.

Dalam laga tersebut, selain kegagalannya dalam membentuk kerja sama apik dengan Kylian Mbappe, nyaris tidak ada sesuatu yang spesial yang ditampilkan Messi.

Melempem nya performa Lionel Messi tak hanya terjadi pada laga debut saja. Pada pertandingan-pertandingan berikutnya, dia juga belum bisa ciptakan sesuatu yang memesona seperti yang biasa ditunjukkan ketika tampil dalam balutan jersey FC Barcelona.

Pada laga Ligue One berikutnya melawan Clermont, Messi tidak memiliki kesempatan untuk tampil karena baru saja melakoni laga Internasional bersama timnas Argentina. Bahkan tidak hanya dirinya saja yang absen, namun ada Neymar hingga Angel Di Maria yang memiliki alasan yang sama.

Berlanjut ke kompetisi Liga Champions Eropa, sebuah hasil mengejutkan didapat Paris Saint Germain. Bertandang ke Stadion Jan Breydel markas Club Brugge, PSG secara mengejutkan hanya tampil sama kuat 1-1 dengan statistik tidak biasa. Mereka harus rela digempur dengan sebanyak 16 tendangan dimana 7 diantaranya mengarah ke gawang.

Meski penguasaan bola Brugge hanya mentok di angka 36% saja, nyatanya jumlah total 9 tendangan yang dilancarkan PSG tak mampu membuat tim tuan rumah merana.

Satu sorotan lagi-lagi tertuju pada sosok Lionel Messi.

Messi yang diprediksi bakal mengamuk di kompetisi yang sudah biasa ditemui benar-benar gagal tunjukkan sesuatu yang istimewa. Tampil 90 menit lamanya, peraih trofi Copa America bersama timnas Argentina ini hanya mampu melepas tiga tembakan dengan satu diantaranya mengarah ke gawang.

Bukannya mencetak gol, Messi juga malah mendapat kartu kuning, usai melakukan pelanggaran keras terhadap pemain lawan, Mats Rits.

Buntut dari performa yang jelas mengecewakan itu, Messi langsung mendapat kritikan, tak terkecuali dari Michael Owen. Eks bintang Real Madrid itu bahkan berani mengatakan bila kehadiran Messi justru membuat PSG lemah. Menurutnya, Messi dinilai tak terlibat dalam proses tekanan yang dilakukan PSG dan hanya membuat tim jadi tak seimbang.

Lebih dari itu, Owen berujar bila pembelian Messi yang dilakukan PSG hanya sebatas kepopuleran belaka dan tak berdampak pada performa di lapangan sesungguhnya.

Belum lama ini, performa Lionel Messi juga terganggu dengan sikap kontroversial nya kepada sang pelatih, Mauricio Pochettino. Di laga melawan Lyon, La Pulga terlihat sangat kesal ketika ditarik keluar oleh pelatih asal Argentina tersebut. Eks penggawa Barcelona itu menolak jabat tangan Pochettino dan memilih untuk langsung duduk di bangku cadangan.

Seusai laga, Pochettino mengaku bahwa dia ingin memanfaatkan kedalaman skuad yang ada. Menurutnya, pilihan tersebut memang akan timbulkan pro kontra. Namun dia yang merupakan pemegang kendali skuad dan tahu betul kondisi anak asuhnya, meminta semua untuk menghargai keputusannya.

Meski pada akhirnya PSG berhasil memenangkan laga tersebut lewat gol Mauro Icardi di akhir pertandingan, belum moncernya performa Messi masih menjadi perhatian semua pecinta sepakbola. Apalagi, Cristiano Ronaldo sebagai pesaingnya sudah lebih dulu ciptakan ledakan mematikan bersama Setan Merah. Dia yang baru bergabung beberapa minggu lalu sudah berhasil mencetak gol dalam setiap laga yang dijalani.

Sedikit banyak, fakta tersebut tentu memberi tekanan tersendiri bagi Lionel Messi.

Bila performa Messi terus seperti ini, sorotan juga tertuju pada penghargaan Ballon Dโ€™or tahun 2021 ini. La Pulga yang dulunya difavoritkan untuk meraih penghargaan itu kini mulai diragukan. Apalagi disana terdapat nama Robert Lewandowski yang tak berhenti mencetak gol, serta Jorginho yang baru saja memenangkan trofi pemain terbaik Eropa.

Kira-kira, butuh waktu berapa lama lagi bagi penggemar PSG untuk menanti magis Lionel Messi?