Kisah di Balik Stadion Bersejarah di Dunia

spot_img

Kehadiran stadion menjadi salah satu perhatian paling menarik dalam sepakbola. Tak jarang, stadion mampu memberi hiburan tersendiri bagi para pecinta sepakbola, baik itu melalui desain, cerita, atau fasilitas yang berada di dalamnya.

Sepanjang sejarah sepakbola, terdapat beberapa stadion yang sangat layak disebut sebagai yang terbaik nan bersejarah. Ada banyak kenangan, cerita, hingga hal-hal tertentu yang kemudian membuat stadion tersebut jadi perhatian para penikmat olahraga si kulit bundar.

Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan coba merangkum deretan stadion terbaik dan bersejarah di dunia. Penasaran seperti apa? Simak ulasannya berikut ini.

Soccer City, Afrika Selatan

Piala Dunia 2010 telah memberikan kita banyak sekali kenangan. Gelaran akbar yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di benua Afrika itu juga memunculkan nama stadion Soccer City yang disebut banyak menarik perhatian.

Dibuka pada tahun 1989, Stadion Soccer City direnovasi pada tahun 2009 menjelang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Pada 2010 lalu, Jerome Valcke yang merupakan sekretaris Jenderal FIFA, menyebut bila Soccer City adalah stadion terbaik yang pernah ia saksikan di dunia.

“Di FIFA kami menyelenggarakan tak kurang dari 20 turnamen dalam empat tahun. Aku bisa katakan ini adalah stadion terindah yang pernah aku lihat dalam empat tahun ini,” katanya.

Stadion Soccer City bisa menampung sebanyak 78 ribu penonton, dimana itu merupakan kapasitas terbesar ketiga di Afrika. Seiring berjalanya waktu, stadion ini mengalami penambahan kapasitas hingga menyentuh angka 94.700 kursi.

Stadion ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Tepat pada 1990 lalu ketika tempat ini masih disebut sebagai FNB Stadium, pernah digunakan Nelson Mandela untuk menyampaikan pidato pertamanya setelah bebas dari kurungan penjara selama 27 tahun. Di tempat itu pula, tim nasional Afrika Selatan pernah berjaya dan menjuarai Piala Afrika 1996.

Pada gelaran Piala Dunia pada 2010 silam, kebisingan Vuvuzela kian meningkatkan aroma Afrika yang begitu bersejarah dalam sepakbola.

Maracanã, Rio de Janeiro

Berikutnya ada Stadion Maracana yang terletak di Rio de Janeiro. Maracana menjadi salah satu satu stadion paling populer dalam sejarah sepakbola. Stadion ini sendiri memiliki nama resmi Estadio Jornalista Mario Filho, yang merujuk pada sosok bernama Mario Filho. Mario Filho merupakan jurnalis paling vokal terhadap pembangunan ini.

Maracana sendiri pernah menjadi stadion terbesar yang menyelenggarakan laga final Piala Dunia 1950 antara Uruguay melawan Brasil. Dihadiri oleh sekitar 200 ribu orang orang dimana itu jadi rekor pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa, malah menyisakan luka pada kubu Brasil setelah mereka harus menelan kekalahan atas Uruguay.

Brasil yang secara mengejutkan kalah dalam laga final itu pun kemudian menciptakan sebuah kenangan suram bernama Tragedi Maracanazo. Namun begitu, stadion tersebut juga sekaligus menjadi saksi bisu dari terciptanya gol ke 1000 Pele di laga melawan CR Vasco da Gama yang ditonton 65.157 orang pada 1969.

Pada tahun 2000, Maracana kemudian mengalami perkembangan secara bertahap. Hal itu dilakukan sebagai persiapan untuk menyambut Piala Dunia 2014, Olimpiade dan Paralympics 2016. Sempat terbengkalai usai menggelar hajatan akbar, Maracana yang kini berkapasitas 95 ribu penonton telah kembali beroperasi.

Selain ciptakan banyak sejarah dari segi olahraga sepakbola, Stadion Maracana juga pernah menjadi saksi dari hebatnya aksi bintang kenamaan dunia seperti Frank Sinatra, Tina Turner, Paul McCartney, KISS, Guns N’ Roses, Sting, Madonna, The Rolling Stones, The Police, Foo Fighters, Backstreet Boys, Pearl Jam hingga Coldplay.

San Siro, Italia

Stadion San Siro telah banyak memberikan kenangan bagi seluruh pemain, klub, hingga pecinta sepakbola di seluruh dunia. Mulanya, Stadion San Siro berstatus sebagai markas AC Milan. Namun pada tahun 1935, klub tersebut mengalami kebangkrutan hingga harus dijual ke pemerintah kota.

Dari situ, rencana pengembangan San Siro kemudian muncul dari pemerintah kota Milan, dengan nama Insinyur Armando Ronca dan Ferruccio Calzolari muncul sebagai sosok terpentingnya. Kabar terjualnya Stadion San Siro ke pemerintah kota Milan pun akhirnya sampai ke telinga Inter Milan, yang merupakan klub sekota AC Milan.

Inter yang awalnya menggunakan Arena Civica untuk berlatih dan pertandingan pun kemudian memilih untuk menyewa San Siro dari Pemerintah Milan pada 1947. Sejak saat itu, stadion ini digunakan untuk dua klub tersebut sebagai kandangnya.

Di Stadion tersebut, terdapat museum yang menyimpan banyak koleksi berharga. Mulai dari sepatu yang pernah dipakai pemain pada masanya, hingga kostum-kostum dan piala.

Tercatat sebagai salah satu venue paling bersejarah di dunia, Stadion San Siro pernah menggelar sejumlah partai besar, termasuk final Liga Champions Eropa tahun 2016 ketika Real Madrid berhasil keluar sebagai juara.

Azteca, Meksiko

Berada di ketinggian 2.195 meter di atas permukaan laut Estadio Azteca merupakan stadion terbesar di Meksiko. Club America, Cruz Azul, dan Timnas Meksiko, memainkan laga kandangnya di stadion ini. Diarsiteki ole Pedro Ramírez Vázquez dan Rafael Mijares Alcérreca, Stadion Azteca mulai dibangun pada tahun 1961.

Peresmian stadion pada tahun 1966 ditandai oleh tendangan pertama yang dilakukan oleh Presiden Meksiko, Gustavo Diaz Ordaz. Stadion ini tercatat telah banyak menyelenggarakan pertandingan besar, khususnya turnamen sepakbola di Amerika. Diantaranya Olimpiade musim panas 1968, Piala Dunia 1970, Pan American Games 1975, FIFA World Youth Championship 1983, Mexico City Cup 1985, Piala Dunia 1986, CONCACAF Gold Cup 1993, FIFA Confederations Cup 1999, CONCACAF Gold Cup 2003 dan Piala Dunia U-17 2011.

Nama Azteca sendiri diambil dari penghormatan warna Meksiko perada suku Aztec yang disebut telah memberikan warisan di Negeri Sombrero. Saat ini, kapasitas Stadion mencapai lebih dari 87 ribu kursi.

Di Stadion tersebut, terdapat plakat bersejarah sebagai peringatan “Game of the Century” ketika Italia mengalahkan Jerman Barat dengan skor akhir 4-3 untuk kemenangan Italia pada semifinal Piala Dunia 1970 serta “Goal of the Century” ketika Diego Maradona mencetak gol ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986. Seperti diketahui, Maradona berhasil mencetak salah satu gol paling sensasional sepanjang sejarah atau yang biasa disebut “Hand of God” di stadion tersebut.

Menjadi saksi bisu dari banyaknya aksi fenomenal, serta pernah menggelar aksi menggelegar bintang seperti Michael Jackson, U2, Paul McCartney hingga Shakira, membuat Estadio Azteca dinobatkan sebagai salah satu stadion paling terkenal dan ikonik di dunia.

Wembley, Inggris

Sudah tidak diragukan lagi bila Stadion Wembley menjadi salah satu yang paling bersejarah di dunia. Berlokasi di London, stadion ini telah banyak ciptakan momen tak terlupakan. Stadion ini dibangun pada tahun 1923. Bangunan lama stadion ini memiliki dua menara indah yang berdiri menjulang sebagai memoar sejarah olahraga Inggris.

Meski sempat digunakan sebagai pertandingan final FA Cup pada tahun 1923, mulanya, Wembley dibagun sebagai arena eksebisi Kerajaan Inggris. Kapasitas bagunan ini ketika itu sempat mencapai angka 127 ribu orang. Seiring berjalannya waktu, Wembley lebih dikenal sebagai arena pertandingan sepakbola.

Pada tahun 1966, stadion ini bahkan menjadi saksi dari hebatnya aksi tim nasional Inggris dalam memenangkan trofi Piala Dunia pertama dan satu-satunya sepanjang sejarah. Di partai puncak, Inggris berhasil mengalahkan Jerman Barat yang ketika itu menjadi salah satu kekuatan sepakbola terbesar di dunia.

Selain itu, Wembley pada tahun 1963 juga sempat digunakan oleh AC Milan dan Benfica yang melakoni laga final Liga Champions Eropa. Tak hanya itu, final Liga Champions pada tahun 1968 yang mempertemukan MU dan Benfica juga terselenggara di stadion ini. Dalam kurun waktu sedekade terakhir, Wembley juga menjadi venue dari dua laga final Liga Champions Eropa yang terjadi pada tahun 2011 dan 2013.

Meski banyak menggelar pertandingan bersejarah, pada tahun 2000, Stadion ini resmi ditutup dan dirobohkan dua tahun kemudian. Lalu pada tahun 2003, bangunan baru kembali didirikan di tempat yang sama.

Pada 19 Mei tahun 2007, stadion ini kemudian kembali dibuka. Delapan hari sebelum pembukaan, patung Bobby Moore diresmikan oleh Sir Bobby Charlton di luar pintu masuk stadion. Laga pertama yang digelar tepat setelah Wembley kembali resmi dibuka adalah pertandingan final Piala FA tahun 2007 yang mempertemukan Manchester United melawan Chelsea.

Di laga tersebut, MU harus menelan pil pahit setelah gol semata wayang Didier Drogba berhasil membawa Chelsea naik ke panggung juara.

Memiliki sekitar 90 ribu kursi, Wembley menjadi stadion terluas kedua di Eropa setelah Nou camp di Barcelona yang berkapasitaskan 98.000 kursi. Wembley yang benar-benar berstatus sebagai stadion paling bersejarah di dunia pun mendapat julukan “The Home of Football”.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru