Nama Jack Wilshere mendadak kembali viral di musim panas 2021. Mantan gelandang Arsenal itu kembali jadi buah bibir. Namun sayangnya, bukan prestasi yang membuat nama Jack Wilshere kembali tenar, melainkan nasibnya yang kini terkatung-katung tanpa arah yang jelas.
Wilshere yang dulu dicap sebagai wonderkid kini berstatus Free Agents alias menganggur tanpa klub. Status tersebut ia dapat pasca dilepas klub Championship, Bournemouth di akhir musim lalu. Hingga kini, belum ada klub yang mau mengontrak Wilshere. Mantan gelandang Arsenal dan West Ham itu sulit meyakinkan klub lain akibat riwayat cederanya yang panjang dan kambuhan.
Former Arsenal and England midfielder Jack Wilshere opens up on his struggles after failing to find a new club 😞
An unbelievable talent on his day, is there a way back for him❓#Arsenal #PremierLeague #Wilshere #England pic.twitter.com/w4yGsA2rLl
— Sportskeeda Football (@skworldfootball) September 24, 2021
Nasib Wilshere adalah sebuah ironi, pasalnya pengoleksi 141 penampilan di Premier League itu baru berusia 29 tahun. Nasib pahit tersebut bahkan sampai membuat Arsene Wenger, mantan bosnya di Arsenal merasa bertanggung jawab atas masalah cedera yang kini merusak karier Jack Wilshere.
Akan tetapi, Jack Wilshere bukanlah satu-satunya mantan bintang Eropa yang masih menganggur pasca penutupan jendela transfer musim panas. Ada beberapa pemain yang nasibnya juga mirip dengannya, bahkan mungkin lebih mengenaskan. Siapa saja mereka, berikut daftarnya.
Daftar Isi
1. Wilfried Bony
Masihkah kamu ingat dengan nama Wilfried Bony? Striker asal Pantai Gading itu pernah begitu bersinar di Eropa, khususnya saat tampil bagi Vitesse di Eredivisie Belanda. Bony membela Vitesse selama 3 musim dari periode 2010 hingga 2013. Di musim 2012/2013, ia berhasil mencetak 31 gol dari 30 penampilan yang membuatnya mendapat gelar top skor dan pemain terbaik Belanda.
Prestasi itu yang membuat klub Premier League, Swansea City berani memecahkan rekor transfer klub kala menebusnya dengan harga 12 juta poundsterling di musim panas 2013. Di Swansea, Bony jadi sensasi. Ia langsung mencetak 16 gol di 34 penampilannya di Liga Primer Inggris.
Namun karier Bony mulai meredup kala dirinya hijrah ke Manchester City di bulan Januari 2015. 2 musim berseragam The Citizens, ia hanya mampu mencetak 6 gol dari 36 capsnya di Liga. Sejak saat itu kariernya terus meredup hingga membuatnya terlempar ke Liga Qatar dan Liga Arab Saudi.
2015: Manchester City sign Wilfried Bony for £28 million, rejecting the chance to sign Paulo Dybala and selling Edin Džeko and Álvaro Negredo to make way for him.
2021: Newly promoted Allsvenskan side Halmstads BK reject the chance to sign Bony on a free transfer. pic.twitter.com/KBV8THb7pt
— Zach Lowy (@ZachLowy) March 18, 2021
Tahukah kamu, Wilfried Bony yang kini berusia 32 tahun sudah berstatus tanpa klub sejak mengakhiri kontraknya bersama Al-Ittihad pada 1 November 2020. Artinya, sudah 1 tahun dirinya menganggur. Beberapa waktu lalu, klub promosi Liga Swedia, Halmstads diketahui menolak kesempatan untuk mengontrak Bony dengan status bebas transfer. Kepada BBC, Bony yang kini mati-matian menjaga kondisi kebugarannya mengaku pasrah dan bersedia bermain di klub mana saja di dunia ini.
2. Ramires
Nasib tak kalah miris juga dialami Ramires Santos do Nascimento atau yang biasa dikenal sebagai Ramires. Gelandang tengah yang kini berusia 34 tahun itu dulu begitu dipuja pendukung Chelsea. Ramires berseragam The Blues selama periode 2010 hingga 2016.
Selama berseragam Chelsea, mantan penggawa timnas Brasil itu sukses mempersembahkan 5 trofi, yakni trofi Premier League, FA Cup, EFL Cup, serta trofi Europa League 2013 dan Champions League 2012. Di UCL musim 2011/2012 itulah jasa Ramires begitu dikenang. Ia mencetak gol krusial ke gawang Barcelona di partai semifinal yang kemudian sukses mengantar The Blues ke partai final dan menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya.
Ramires –
“Chelsea will always be my second home. I would love to return there before I retire.”
Loved Ramires, his match engine was insane 💙 pic.twitter.com/jC3uuT4cFr
— Simon Phillips (@siphillipssport) March 4, 2018
Sayangnya, nasib Ramires saat ini tak semanis dulu. Sama seperti Wilfried Bony, ia sudah lama menganggur. Sejak memutuskan berpisah dengan Palmeiras pada 28 November 2020, Ramires masih berstatus tanpa klub hingga hari ini. Sempat ada kabar ketertarikan klub Liga Jepang dan Korea. Namun, ada kabar pula yang menyebut bahwa mantan pemain Jiangsu Suning itu siap pensiun dalam waktu dekat.
3. Fernando Llorente
Beikutnya ada nama Fernando Llorente. Striker jangkung bertinggi badan 193 cm itu adalah legenda Athletic Bilbao dan dikenal di Spanyol dengan julukan “El Rey Leon” alias “The Lion King”. Bersama Bilbao, Llorente berhasil mencetak 118 gol dari 333 caps di berbagai ajang.
Periode tersuksesnya terjadi saat membela Juventus selama periode 2013 hingga 2015. Meski bukan jadi pilihan utama, Llorente berhasil menyumbang 27 gol dari 92 penampilannya di berbagai kompetisi. Ia berhasil meraih 5 trofi domestik kala berseragam Juventus.
Lepas dari Juventus, karier Llorente mengalami pasang surut. Kariernya bak yoyo, ia berpindah-pindah dari Sevilla, Swansea City, Tottenham Hotspur, Napoli, hingga terakhir membela Udinese di sisa musim 2020/2021.
🚨Tottenham will consider initiating contact with Fernando Llorente’s agent over a potential move back to Tottenham. Inter Milan has rejected a chance of signing him. pic.twitter.com/heD0sQHyiQ
— Spurs Access (@AccessSpurs) September 2, 2021
Nasib mengenaskan diterima Llorente di akhir musim lalu. Di Udinese, ia sebenarnya mendapat kontrak berdurasi 1 setengah tahun. Namun baru berjalan setengah tahun, kontraknya diputus. Performa buruknya yang hanya mampu mencetak 1 gol selama 14 pertandingan disinyalir jadi penyebabnya.
Hal itu membuatnya berstatus tanpa klub di musim panas ini. Sebenarnya, jelang penutupan bursa transfer kemarin, Fernando Llorente dikabarkan sampai menawarkan diri ke Inter Milan untuk jadi pelapis Edin Dzeko. Sayangnya, Inter menolaknya.
4. Nabil Bentaleb
Kisah berbeda dialami Nabil Bentaleb. Dulu, ia digadang-gadang sebagai gelandang masa depan Tottenham Hotspur. Pemain asal Aljazair itu merupakan produk akademi Spurs. Sayangnya, selama membela Spurs ia tergolong kalah saing hingga membuatnya dijual ke Schalke di musim panas 2016.
Selama membela Schalke, Bentaleb berhasil mencetak 19 gol dari 107 caps dalam waktu 4 musim. Ia juga pernah mendapat penghargaan Bundesliga Goal of the season di musim 2016/2017. Sayangnya, akhir kariernya di Schalke tak berakhir dengan indah.
Karena alasan indisipliner, Bentaleb pernah didrop 2 kali ke tim U-23 pada periode Maret hingga April 2019. Di musim lalu, ia kembali mendapat hukuman skorsing dari Schalke. Itulah kenapa dirinya hanya mencatat 9 penampilan di Bundesliga musim lalu sebelum akhirnya dilepas Schalke yang terdegradasi ke kasta kedua.
🇩🇿 Algeria international midfielder Nabil Bentaleb has started training with French club Angers to stay in shape in hopes of finding a new club, the 26-year old is currently without a club after the end of his contract with Schalke pic.twitter.com/cP8WEZoAOF
— DZfoot English 🇩🇿⚽️ (@DZfoot_EN) September 23, 2021
Sejak saat itu, dirinya tercatat sebagai free agents. Sebuah perjalanan karier yang cukup miris. Pasalnya, Bentaleb terancam menggangur lama di kala usianya baru menyentuh 26 tahun. Bentaleb dikabarkan tengah menjajaki potensi transfer ke Angers setelah dirinya terlihat ikut berlatih dengan klub Ligue 1 tersebut. Namun hingga hari ini belum ada kata deal di antara kedua belah pihak.
5. Hatem Ben Arfa
Satu lagi pemain yang gagal memaksimalkan potensi besarnya di masa muda. Dia adalah Hatem Ben Arfa. Ben Arfa dulu begitu disanjung karena bakatnya yang luar biasa. Skill olah bolanya di atas rata-rata. Produk akademi Clairefontaine itu bahkan disebut sebagai salah satu talenta terbaik Prancis.
Benzema, Ben Arfa and Nasri in 2004 pic.twitter.com/x30Gndbkcx
— Vintage Football Shirts (@VFshirts) September 16, 2021
Namun ada satu kekurangan yang begitu melekat dalam diri Hatem Ben Arfa. Winger yang kini berusia 34 tahun itu kerap dikritik habis-habisan karena perilakunya yang kurang disiplin. Itu mengapa Ben Arfa tak pernah bisa bertahan lama di klub yang ia bela dan nyaris selalu pergi dengan cara yang kurang baik.
Sepanjang kariernya, Ben Arfa telah membela 9 klub berbeda. Mantan pemain Newcastle United itu terakhir membela Bordeaux, di mana ia hanya mencetak 2 gol dan 5 asis di 24 pertandingan di Ligue 1 musim lalu. Sayangnya, kontraknya tak diperpanjang oleh Bordeaux setelah Ben Arfa dianggap tak memenuhi beberapa kriteria.
Kini, dirinya termasuk salah satu mantan bintang Eropa yang berstatus free agents alias menganggur. Sebenarnya, apa yang ia alami tahun ini merupakan sebuah pengulangan. Sejak tahun 2018, Ben Arfa selalu sibuk mencari klub baru di bursa transfer.
Menurut kabar dari Get Football News France, Ben Arfa sangat diminati klub asal Tunisia, Esperance Tunis. Sang presiden sangat berhasrat mengontrak Ben Arfa setelah mengetahui yang bersangkutan juga merupakan penggemar Esperance. Namun, Ben Arfa mengaku masih menyimpan hasrat untuk dapat tetap bermain di Eropa.
Espérance Tunis 🇹🇳 President is big fan of ex-France star Hatem Ben Arfa (34) and wants to sign him for upcoming season.
Ben Arfa is currently unattached after leaving Girondins Bordeaux in July.
He played 24 matches in Ligue 1 last term, scored 2 goals and provided 5 assists. pic.twitter.com/OhqE56CYLm
— NUHU ®️ (@NuhuAdams_) September 10, 2021
Itulah beberapa mantan pemain bintang yang kini nasibnya masih terkatung-katung. Mereka hanyalah sebagian contoh. Di luar nama-nama tadi, masih ada mantan pemain bintang seperti Andy Carroll, Daniel Sturridge, Kwadwo Asamoah, Serge Aurier, Sergio Romero, Paulinho, hingga Dani Alves yang masih berstatus free agents hingga hari ini.
Here’s James Rodriguez arriving at Al Rayyan stadium after signing his contract. The Colombian star joined Qatari club from Everton. 🇨🇴🇶🇦 #James #EFC #transfers pic.twitter.com/toXrcqnjpk
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) September 23, 2021
Dengan sudah ditutupnya bursa transfer Eropa, maka pilihan pemain-pemain tadi hanyalah liga dari benua Afrika, Amerika Selatan, atau Asia. Seperti James Rodriguez yang baru saja pindah ke Liga Qatar bersama Al Rayyan. Jika menghendaki bermain di Eropa lagi, maka mereka mesti menunggu sedikit lebih lama hingga bursa transfer kembali dibuka.
***
Sumber Referensi: Transfermarkt, Goal, Get Football News France, BBC, Kumparan, Indosport, Get Football News France 2.


