Mengenal “El Gran Derbi”, Rivalitas Paling Bergairah di Sepak Bola Spanyol

spot_img

El Clasico, laga derby yang mempertemukan Barcelona dan Real Madrid kerap dianggap sebagai rivalitas terpanas di sepak bola Spanyol. Namun, apakah anggapan tersebut benar? Saran kami, pertimbangkanlah kembali. Meski keduanya adalah klub Spanyol paling berprestasi saat ini, sepak bola Negeri Matador tak hanya berkutat soal Barcelona atau Real Madrid.

“Tanpa mengetahui tentang derby Spanyol yang hebat, Anda kehilangan beberapa momen paling menarik di LaLiga.” Begitulah pernyataan Antonio Barradas, direktur LaLiga di Afrika.

“LaLiga memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan selain El Clasico, jadi sangat penting bahwa media internasional dapat menemukan lebih banyak tentang derby, kota, budaya, dan tim lokal kami.”

Ya, selama ini, media internasional terlalu berfokus kepada El Clasico. Terkadang, duel dua tim terbesar di Spanyol itu juga digoreng berlebihan, khususnya saat kedua tim masih diperkuat Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Hingga akhirnya banyak penikmat sepak bola tak memperhatikan bahwa di Spanyol ada beberapa laga derby yang punya rivalitas panas dan jauh lebih mengakar ketimbang El Clasico. Salah satunya adalah Derbi Sevillano atau yang kini lebih dikenal dengan sebutan “El Gran Derbi”.

Sejarah dan Rekor Pertemuan “El Gran Derbi”

Tak banyak yang tahu soal “El Gran Derbi”. Maklum, derbi tersebut hanya mempertemukan 2 klub asal Andalusia, Sevilla FC dan Real Betis Balompie. Dua klub tersebut juga tak terlalu terkenal di Indonesia. Namun, jangan sekali-kali meremehkan rivalitas 2 klub tersebut. Keberadaan Sevilla FC dan Real Betis Balompie telah membelah kota Sevilla jadi 2 bagian, Si Merah dan Si Hijau.

Tahukah kamu, di kota metropolitan dengan populasi terbesar keempat di Spanyol itu hanya punya 2 klub sepak bola, yakni Sevilla dan Real Betis. Sevilla Futbol Club terbentuk lebih dulu pada 25 Januari 1890. Berdomisili di distrik Barrio de Nervion, Sevilla FC bermarkas di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan yang berkapasitas 42.714 kursi. Klub berkostum Rojiblancos alias merah putih itu cenderung didukung oleh orang-orang kelas menengah ke atas kota Sevilla.

Sementara itu, Real Betis Balompie baru terbentuk pada 12 September 1907. Klub berkostum Verdiblancos atau hijau putih itu berbasis di Heliopolis dan bermarkas di Estadio Benito Villamarin yang punya kapasitas 60.720 kursi. Berbeda dengan rivalnya, Betis cenderung didukung oleh orang-orang kelas menengah ke bawah kota Sevilla.

Menurut catatan sejarah, pertemuan pertama kedua klub terjadi pada tahun 1915. Hingga hari ini, Sevilla dan Real Betis sudah berjumpa sebanyak 134 kali di kompetisi mayor, dengan rincian 100 pertandingan di La Liga, 18 pertandingan di Copa del Rey, 2 pertandingan di Europa League, dan 14 pertandingan di Segunda Division.

Dari rekor penampilan pemain, Joaquin Sanchez dan Jesus Navas jadi pemain yang masih aktif dengan rekor penampilan terbanyak di laga derbi. Joaquin, winger Real Betis yang kini berusia 40 tahun sudah mengoleksi 24 caps di “El Gran Derbi”. Sementara itu, Jesus Navas sudah tampil 22 kali di “El Gran Derbi” untuk Sevilla. Navas yang kini berusia 35 tahun punya kesempatan untuk memecahkan rekor penampilan terbanyak di laga derbi.

Dari rekor pertemuan kedua tim di “El Gran Derbi” lebih berpihak kepada Sevilla. Sevilla unggul dengan 63 kemenangan berbanding Betis yang baru menang 39 kali. Real Betis juga kalah produktif, mereka baru menghasilkan 157 gol berbanding Sevilla yang sudah mencetak 206 gol di laga derbi.

Secara prestasi, Sevilla juga lebih unggul ketimbang Real Betis. Sebanyak 14 trofi mayor berhasil Sevilla raih, dengan rincian 1 trofi Primera Division, 5 trofi Copa del Rey, 1 trofi Supercopa, 6 trofi Europa League, dan 1 trofi UEFA Super Cup.

Sementara sang rival sekota hanya mengoleksi 3 trofi mayor. Sepanjang sejarahnya, Real Betis hanya pernah menjuarai Primera Division sekali di musim 1934/1935 dan menjuarai Copa del Rey 2 kali di tahun 1977 dan 2005.

Rivalitas Mengakar Sevilla vs Real Betis

Catatan prestasi itulah yang kerap dibangga-banggakan pendukung Sevilla di hadapan pendukung Real Betis. Namun, meski timnya kurang berprestasi, pendukung Real Betis tak mau kalah, mereka punya kebanggan tersendiri. Di tribun Stadion Benito Villamarin tertulis, “De padres a hijos, de abuelos a nietos, una pasion llamada BETIS”, yang berarti “Dari ayah ke anak, dari kakek ke cucu, satu semangat bernama BETIS.”

Pendukung Sevilla boleh saja berbangga diri. Selain prestasi mereka lebih mentereng, klub mereka juga jauh lebih rapi secara manajemen. Finansial Sevilla juga jauh lebih kuat dan stabil ketimbang Betis.

Namun, Real Betis punya kebanggaan dan mentalitas yang sulit untuk dijelaskan. Sejarah mereka yang penuh dengan gejolak dan perjuangan lolos dari jurang kebangkrutan dan degradasi membuat Real Betis punya moto yang sangat istimewa. Moto tersebut berbunyi “Viva El Betis Manque Pierda!” yang artinya “Hidup Betis bahkan ketika mereka kalah!”.

Persaingan pendukung kedua klub memang sangat luar biasa dan begitu mengakar ke seluruh sendi kehidupan kota Sevilla. Nyaris tak ada ruang di kehidupan penduduk kota tersebut yang tak terpengaruh oleh rivalitas Sevilla dan Real Betis. Jangan harap ada fans Barcelona, Real Madrid, atau klub lain di kota ini. Kalau tidak Sevilla, ya Real Betis, hanya itu pilihannya.

Banyak cerita unik tentang bagaimana panasnya duel antara Sevilla dan Real Betis. Salah satunya berasal dari Frederic Kanoute, mantan penggawa Sevilla yang juga memegang rekor sebagai salah satu pencetak gol terbanyak di “El Gran Derbi”.

“Saya bermain di banyak derby di London, dengan West Ham, dengan Tottenham; tapi saya belum pernah melihat derby seperti di Sevilla. Dengan semua yang terjadi di sekitar pertandingan itu, bahkan sebelum pertandingan; ini gila. Dan pada hari pertandingan, panas dan atmosfernya sangat berbeda dengan pertandingan lainnya,” kata Frederic Kanoute dikutip dari Goal.

Kisah lain juga dituturkan oleh Colin Millar, jurnalis sepak bola asal Irlandia Utara. Ketika singgah ke kota Sevilla, ia langsung kagum dengan sejarah, budaya, dan kisah rivalitas 2 klub sepak bola di sana. Saking bergairahnya “El Gran Derbi”, ia sampai menuangkannya dalam buku berjudul, “The Frying Pan of Spain: Sevilla vs Real Betis: Spain’s Hottest Football Rivalry” yang terbit pada 1 November 2019.

“Di Spanyol, penggemar merasakan identitas yang lebih besar dengan klub, terlepas dari apa yang mereka dukung. Anda selalu Betis atau Sevilla, tidak hanya untuk pertandingan. Hanya dalam jarak dua atau tiga kilometer, ada dua klub raksasa. Inilah rivalitas yang memecah belah hampir semua keluarga, yang tidak terjadi di manapun. Itu membuatnya jauh lebih menarik dan lebih baik,” kata Colin Millar dikutip dari sevilla.abc.es.

Apa yang dikisahkan Colin Millar memang benar adanya. Rivalitas yang terjalin di antara kedua klub tersebut memang bisa membelah keluarga menjadi 2 kubu. Seperti yang diceritakan Guillermo Jimenez Balleste, presiden Pena Sevillista El Relente, sebuah kelompok suporter resmi Sevilla FC. Ia bertutur, “Saya Sevilla, tetapi dua anak saya Real Betis”.

Atmosfer derbi juga tak hanya terjadi di sekitar stadion saat “El Gran Derbi” digelar. Atmosfer persaingan juga terasa di restoran, bar, jalanan, kantor, hingga sekolah-sekolah, dan tak mengenal usia dan jenis kelamin. Ini yang membuat Derbi Sevillano selalu mendapat perhatian khusus dan pengawalan ketat kepolisian Spanyol. Bahkan helikopter pernah diterbangkan untuk memantau situasi kota Sevilla agar tak terjadi gesekan antarsuporter.

Inilah yang membedakan rivalitas Sevilla vs Real Betis yang tak dimiliki klub lain, khususnya mereka yang berasal dari Spanyol. Tak bisa dipungkiri bahwa Kota Sevilla sendiri adalah kota sepak bola paling bergairah di Spanyol. Atmosfer, emosi, rivalitas, warna, dan gairah telah membuat derbi antara Sevilla FC dan Real Betis Balompie disebut sebagai “El Gran Derbi” alias “The Great Derby”.

Meski mereka terpecah menjadi 2 kubu, yakni Si Merah dan Si Hijau, kedua pendukung Sevilla dan Real Betis tetap bersatu dan saling berbagi ruang dan kehidupan dalam kesehariannya. “El Gran Derbi” bukanlah pertandingan biasa, melainkan sebuah pesta sepak bola.

“Jika Anda ingin melihat pertandingan sepak bola nyata, di kota yang penuh gairah, dengan stadion yang mereka kenakan…. di Sevilla Anda dapat menikmati salah satu derby terbaik di dunia,” kata Ramon Loarte, Direktur Pemasaran Sevilla FC, dikutip dari eldesmarque.com.


***
Sumber Referensi: Goal 1, Goal 2, Goal 3, La Liga, Sevilla.abc, El desmarque, AS.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru