Liga Champions adalah gelar yang diidam-idamkan hampir semua pesepakbola yang bermain di liga-liga Eropa. JIka seorang pemain itu mampu meraihnya, lengkap sudah kariernya sebagai pesepakbola.
Akan tetapi, tak sedikit pemain hebat yang gagal memenangkan trofi Liga Champions selama menjadi pemain. Perjalanan mereka menjadi pemain berkategori bintang, di sepak bola jadi kurang afdol, karena melewatkan kesempatan memenangkan mahkota “Si Kuping Besar”.
Nah, berikut ulasan mengenai 10 pemain bintang di dunia yang belum pernah merasakan gelar Liga Champions di sepanjang karier mereka.
Daftar Isi
Francesco Totti
Pangeran Roma, Francesco Totti merupakan sosok pemimpin yang paling setia dengan satu klub yakni AS Roma. Ia turut merasakan indahnya juara liga, Piala Dunia, dan Piala Dunia. Namun, Totti belum pernah sekalipun mengangkat Si Kuping Besar.
Ia termasuk salah satu legenda Italia yang belum pernah juara Liga Champions. Ia hanya mampu membawa AS Roma ke perempat final Liga Champions 2006/2007, dan langsung disingkirkan Manchester United.
đ„ Francesco Totti = Roma Hall of Fame member đ
â€ïž Games 786
đ Goals 307
â€ïž Seasons 25#UCL pic.twitter.com/6QhgcW595lâ UEFA Champions League (@ChampionsLeague) November 30, 2018
Eric Cantona
Erik Cantona adalah bagian penting dalam skuad Sir Alex Ferguson saat United memenangkan beberapa gelar domestik. Akan tetapi, belum ada satupun gelar Liga Champions yang diraihnya.
Pencapaian terbaik Cantona selama di Liga Champions adalah menjadi semifinalis musim 1996/1997. Sayangnya, ketika itu Manchester United harus kalah dari Borussia Dortmund
Ironisnya, ketika ia memutuskan gantung sepatu pada usia 30 tahun pada tahun 1997, dua tahun kemudian pada tahun 1999, ternyata MU malah bisa memenangkan Liga Champions.
Eric Cantona
Borussia Dortmund vs Man Utd
Signal Iduna Park – Dortmund
1997 #MUFC #BVB pic.twitter.com/d9JybencAqâ Man Utd: ThroughTheLens (@ManUnitedLens) May 17, 2021
Ronaldo Nazario
Karier Ronaldo Nazario, striker plontos asal Brasil itu terbengkalai karena serangkaian cedera yang dideritanya. Padahal sepanjang kariernya, Ronaldo adalah salah satu striker terbaik yang pernah ada di dunia dengan beberapa rekor gol fenomenal. Sampai-sampai ia dijuluki sebagai IL Phenomenon.
Meskipun bermain untuk klub-klub besar macam Barcelona, ââââInter Milan, Real Madrid dan AC Milan, ia tidak pernah bisa memenangkan Liga Champions.
Pencapaian IL Phenomenon terbaik adalah di semifinal Liga Champions musim 2002/2003 dengan Real Madrid. Akan tetapi, Madrid gagal melaju ke final setelah kalah dari Juventus.
đ§đ· Ronaldo NazĂĄrio, O FenĂŽmeno.
âȘ What’s your favourite moment of his time at Real Madrid?
đȘđș We can’t look past his Champions League hat-trick away at Old Trafford in 2003.
đ His sublime performance earned him a standing ovation at ‘The Theatre of Dreams’!#LLL
đ§ĄđȘđžâœ https://t.co/mUiCUP6Lf2 pic.twitter.com/AakneEHtlTâ La Liga Lowdown đ§ĄđȘđžâœïž (@LaLigaLowdown) September 2, 2021
Fabio Cannavaro
Fabio Cannavaro menjadi satu di antara pemain penting Timnas Italia ketika menjuarai Piala Dunia 2006. Cannavaro pun pernah membela tim top Eropa seperti Inter Milan, Juventus, dan Real Madrid.
Namun, bek legendaris Italia tersebut sama sekali belum pernah meraih gelar Liga Champions. Pencapaian terbaik Fabio Cannavaro di Liga Champions adalah melaju hingga semifinal pada musim 2002/2003 bersama Inter Milan. Di balik kegagalannya meraih gelar Liga Champions, Cannavaro tetaplah menjadi bek terbaik yang pernah dimiliki Italia.
Fabio Cannavaro en el Inter. Temporada 2003/04 đ
đž Getty Images pic.twitter.com/GmEY4V9n5r
â Soy Calcio (@SoyCalcio_) March 28, 2020
Gianluigi Buffon
Buffon adalah salah satu kiper yang apes, karena telah tiga kali kehilangan trofi Liga Champions setelah mencapai partai final Liga Champions bersama Juventus di tahun 2003, 2015, dan 2017.
Kiper berusia 42 tahun tersebut juga gagal merasakan titel juara ketika membela PSG. Di luar kegagalannya meraih gelar Liga Champions, Buffon masih dianggap sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki Italia.
đEsta foto destruye a cualquier amante del fĂștbol.
đGianluigi Buffon y la Champions League, una relaciĂłn que nunca tuvo final feliz.
đ„Gigi perdiĂł 3 finales con Juventusđźđč pic.twitter.com/TedOaNFPxW
â De Taquito (@De_Taquitoo) February 21, 2022
Patrick Vieira
Legenda Arsenal, Patrick Vieira juga hanya bisa nyaris menggenggam trofi Liga Champions. Meskipun secara gelar domestik bersama Arsenal, bisa ia raih.
Ia mencari tantangan baru untuk merantau ke Liga Italia bersama Juventus pada 2005. Ia hampir saja kecewa, ketika mantan klubnya Arsenal langsung bisa masuk final Liga Champions pada 2006.
Semasa di Juventus, ia juga belum bisa merasakan gelar Liga Champions. Kemudian ia memutuskan pindah ke klub rival Inter Milan. Pada tahun 2010 di Inter, di bawah asuhan Jose Mourinho, ia dilepas ke Manchester City di bursa transfer Januari 2010.
ON THIS TRANSFER DAY: In 2010, Patrick Vieira signed for Man City from Inter Milan on a free transfer. pic.twitter.com/7c1tdSKE1F
â Squawka Football (@Squawka) January 8, 2018
Ketika itu padahal jika ia tidak dilepas, ia akan merasakan rasanya mengangkat trofi Liga Champions bersama Inter, ketika Inter berhasil mengalahkan Bayern Munchen di final Liga Champions di 2010.
Maradona
Sebagai seorang legenda sepak bola yang pernah merumput di Benua Biru, sayang sekali Diego Maradona belum pernah memenangi trofi Liga Champions. Sederet prestasi sudah dicapai Maradona semasa hidupnya. Dari trofi piala dunia, hingga trofi domestik ketika membela klub seperti Barcelona dan Napoli.
Di level klub, pencapaian Maradona di panggung Eropa adalah membawa Napoli menjuarai Piala UEFA yang sekarang bernama Europa League, pada musim 1988/1989.
Maradona’s Napoli won the Uefa Cup on this day 1989 pic.twitter.com/nDAz3w5Ktl
â Vintage Football Shirts (@VFshirts) May 17, 2021
Dennis Bergkamp
Legenda Arsenal, Dennis Bergkamp, juga termasuk dalam kategori yang apes dalam hal meraih gelar Liga Champions.
Nasib apes Bergkamp terjadi ketika ia pergi meninggalkan Ajax pada tahun 1993 dan memutuskan merantau ke Italia bersama Inter Milan. Meskipun banyak klub besar lain yang menawarkan jasanya ketika itu, seperti Real Madrid atau Juventus.
Andaikan saja, ia masih berada di Ajax, ia mampu meraih gelar Liga Champions pada tahun 1995 ketika Ajax juara. Ataupun jika saja ia memilih Juventus daripada Inter Milan, ia mungkin sudah merasakan gelar itu pada tahun 1996 ketika Juventus juara.
Hal yang mengejutkan lagi, ia kemudian setelah dari Inter malah merantau ke klub Inggris Arsenal yang notabene minim pengalaman di Liga Champions.
Akan tetapi, seiring waktu berjalan di Arsenal, meskipun hanya duduk di bangku cadangan ketika itu, ia mendapatkan secercah harapan meraih trofi pada final Liga Champions 2006 ketika Arsenal menjadi finalis. Ia hampir saja merasakannya jika Arsenal tidak dikalahkan Barcelona.
Dennis Bergkamp scored his final goal for @Arsenal #OnThisDay in 2006.
RT if he is your favourite #AFC player… pic.twitter.com/Jbt0YtLq33
â UEFA Champions League (@ChampionsLeague) April 15, 2015
Michael Ballack
Michael Ballack mengalami situasi yang suram pada musim 2001/2002. Ballack gagal membantu klubnya Bayer Leverkusen meraih gelar juara Bundesliga, DFB Pokal, Liga Champions, maupun Piala Dunia bagi Timnas Jerman.
Ballack kemudian pindah ke Bayern Munchen. Bersama Die Roten, Ballack mampu meraih tiga gelar Bundesliga dan dua gelar DFB Pokal. Akan tetapi, harapan pindah ke Munchen supaya bisa memenangkan gelar Liga Champions, juga gagal.
Kemudian Ballack pindah ke Inggris bersama Chelsea. Harapan untuk mengangkat trofi Liga Champions terbuka lebar saat The Blues berjumpa MU di final Liga Champions musim 2007/2008. Lewat drama adu penalti Ballack sekali lagi harus menerima pil pahit kegagalan merengkuh trofi Liga Champions setelah Chelsea kalah dari MU.
Micheal Ballack was a brilliant for footballer & a @ChelseaFC legend. Two seasons where he has so much bad luck was 2002 & 2008. Lost Champions league final in both 2002 & 2008, lost a World cup in 2002 & the Euros in 2008. Lost the league titles in last day both years. pic.twitter.com/VzrAep0ge7
â Frank Khalid (@FrankKhalidUK) January 22, 2022
Lothar Matthaus
Lothar Matthaus, pemain yang satu ini dikenal telah meraih banyak gelar bergengsi selama masih menjadi pesepak bola. Gelandang legendaris Jerman tersebut pernah merasakan titel juara Piala Dunia bersama Jerman,
Namun, Matthaus tidak dapat melengkapi tinta emas karier sepakbolanya di Liga Champions, karena gagal meraih gelar pada musim 1998/1999 bersama Bayern Munchen. Dalam laga final, The Bavarians kalah 1-2 dari Manchester United.
Who else had memories of 1999 when they saw Lothar Matthaus? #mufc pic.twitter.com/KAg2nWEUwy
â Stretford Paddock (@StretfordPaddck) March 26, 2016
https://youtu.be/8ofIEdJ4pug
Sumber Referensi : bleacherreport, skysports, givemesport
