Beranda blog Halaman 592

Inilah 10 Legenda Sepakbola Yang Nihil Gelar Liga Champions

Liga Champions adalah gelar yang diidam-idamkan hampir semua pesepakbola yang bermain di liga-liga Eropa. JIka seorang pemain itu mampu meraihnya, lengkap sudah kariernya sebagai pesepakbola.

Akan tetapi, tak sedikit pemain hebat yang gagal memenangkan trofi Liga Champions selama menjadi pemain. Perjalanan mereka menjadi pemain berkategori bintang, di sepak bola jadi kurang afdol, karena melewatkan kesempatan memenangkan mahkota “Si Kuping Besar”.

Nah, berikut ulasan mengenai 10 pemain bintang di dunia yang belum pernah merasakan gelar Liga Champions di sepanjang karier mereka.

Francesco Totti

Pangeran Roma, Francesco Totti merupakan sosok pemimpin yang paling setia dengan satu klub yakni AS Roma. Ia turut merasakan indahnya juara liga, Piala Dunia, dan Piala Dunia. Namun, Totti belum pernah sekalipun mengangkat Si Kuping Besar.

Ia termasuk salah satu legenda Italia yang belum pernah juara Liga Champions. Ia hanya mampu membawa AS Roma ke perempat final Liga Champions 2006/2007, dan langsung disingkirkan Manchester United.

Eric Cantona

Erik Cantona adalah bagian penting dalam skuad Sir Alex Ferguson saat United memenangkan beberapa gelar domestik. Akan tetapi, belum ada satupun gelar Liga Champions yang diraihnya.

Pencapaian terbaik Cantona selama di Liga Champions adalah menjadi semifinalis musim 1996/1997. Sayangnya, ketika itu Manchester United harus kalah dari Borussia Dortmund

Ironisnya, ketika ia memutuskan gantung sepatu pada usia 30 tahun pada tahun 1997, dua tahun kemudian pada tahun 1999, ternyata MU malah bisa memenangkan Liga Champions.

Ronaldo Nazario

Karier Ronaldo Nazario, striker plontos asal Brasil itu terbengkalai karena serangkaian cedera yang dideritanya. Padahal sepanjang kariernya, Ronaldo adalah salah satu striker terbaik yang pernah ada di dunia dengan beberapa rekor gol fenomenal. Sampai-sampai ia dijuluki sebagai IL Phenomenon.

Meskipun bermain untuk klub-klub besar macam Barcelona, ​​​​Inter Milan, Real Madrid dan AC Milan, ia tidak pernah bisa memenangkan Liga Champions.

Pencapaian IL Phenomenon terbaik adalah di semifinal Liga Champions musim 2002/2003 dengan Real Madrid. Akan tetapi, Madrid gagal melaju ke final setelah kalah dari Juventus.

Fabio Cannavaro

Fabio Cannavaro menjadi satu di antara pemain penting Timnas Italia ketika menjuarai Piala Dunia 2006. Cannavaro pun pernah membela tim top Eropa seperti Inter Milan, Juventus, dan Real Madrid.

Namun, bek legendaris Italia tersebut sama sekali belum pernah meraih gelar Liga Champions. Pencapaian terbaik Fabio Cannavaro di Liga Champions adalah melaju hingga semifinal pada musim 2002/2003 bersama Inter Milan. Di balik kegagalannya meraih gelar Liga Champions, Cannavaro tetaplah menjadi bek terbaik yang pernah dimiliki Italia.

Gianluigi Buffon

Buffon adalah salah satu kiper yang apes, karena telah tiga kali kehilangan trofi Liga Champions setelah mencapai partai final Liga Champions bersama Juventus di tahun 2003, 2015, dan 2017.

Kiper berusia 42 tahun tersebut juga gagal merasakan titel juara ketika membela PSG. Di luar kegagalannya meraih gelar Liga Champions, Buffon masih dianggap sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki Italia.

Patrick Vieira

Legenda Arsenal, Patrick Vieira juga hanya bisa nyaris menggenggam trofi Liga Champions. Meskipun secara gelar domestik bersama Arsenal, bisa ia raih.

Ia mencari tantangan baru untuk merantau ke Liga Italia bersama Juventus pada 2005. Ia hampir saja kecewa, ketika mantan klubnya Arsenal langsung bisa masuk final Liga Champions pada 2006.

Semasa di Juventus, ia juga belum bisa merasakan gelar Liga Champions. Kemudian ia memutuskan pindah ke klub rival Inter Milan. Pada tahun 2010 di Inter, di bawah asuhan Jose Mourinho, ia dilepas ke Manchester City di bursa transfer Januari 2010.

Ketika itu padahal jika ia tidak dilepas, ia akan merasakan rasanya mengangkat trofi Liga Champions bersama Inter, ketika Inter berhasil mengalahkan Bayern Munchen di final Liga Champions di 2010.

Maradona

Sebagai seorang legenda sepak bola yang pernah merumput di Benua Biru, sayang sekali Diego Maradona belum pernah memenangi trofi Liga Champions. Sederet prestasi sudah dicapai Maradona semasa hidupnya. Dari trofi piala dunia, hingga trofi domestik ketika membela klub seperti Barcelona dan Napoli.

Di level klub, pencapaian Maradona di panggung Eropa adalah membawa Napoli menjuarai Piala UEFA yang sekarang bernama Europa League, pada musim 1988/1989.

Dennis Bergkamp

Legenda Arsenal, Dennis Bergkamp, juga termasuk dalam kategori yang apes dalam hal meraih gelar Liga Champions.

Nasib apes Bergkamp terjadi ketika ia pergi meninggalkan Ajax pada tahun 1993 dan memutuskan merantau ke Italia bersama Inter Milan. Meskipun banyak klub besar lain yang menawarkan jasanya ketika itu, seperti Real Madrid atau Juventus.

Andaikan saja, ia masih berada di Ajax, ia mampu meraih gelar Liga Champions pada tahun 1995 ketika Ajax juara. Ataupun jika saja ia memilih Juventus daripada Inter Milan, ia mungkin sudah merasakan gelar itu pada tahun 1996 ketika Juventus juara.

Hal yang mengejutkan lagi, ia kemudian setelah dari Inter malah merantau ke klub Inggris Arsenal yang notabene minim pengalaman di Liga Champions.

Akan tetapi, seiring waktu berjalan di Arsenal, meskipun hanya duduk di bangku cadangan ketika itu, ia mendapatkan secercah harapan meraih trofi pada final Liga Champions 2006 ketika Arsenal menjadi finalis. Ia hampir saja merasakannya jika Arsenal tidak dikalahkan Barcelona.

Michael Ballack

Michael Ballack mengalami situasi yang suram pada musim 2001/2002. Ballack gagal membantu klubnya Bayer Leverkusen meraih gelar juara Bundesliga, DFB Pokal, Liga Champions, maupun Piala Dunia bagi Timnas Jerman.

Ballack kemudian pindah ke Bayern Munchen. Bersama Die Roten, Ballack mampu meraih tiga gelar Bundesliga dan dua gelar DFB Pokal. Akan tetapi, harapan pindah ke Munchen supaya bisa memenangkan gelar Liga Champions, juga gagal.

Kemudian Ballack pindah ke Inggris bersama Chelsea. Harapan untuk mengangkat trofi Liga Champions terbuka lebar saat The Blues berjumpa MU di final Liga Champions musim 2007/2008. Lewat drama adu penalti Ballack sekali lagi harus menerima pil pahit kegagalan merengkuh trofi Liga Champions setelah Chelsea kalah dari MU.

Lothar Matthaus

Lothar Matthaus, pemain yang satu ini dikenal telah meraih banyak gelar bergengsi selama masih menjadi pesepak bola. Gelandang legendaris Jerman tersebut pernah merasakan titel juara Piala Dunia bersama Jerman,

Namun, Matthaus tidak dapat melengkapi tinta emas karier sepakbolanya di Liga Champions, karena gagal meraih gelar pada musim 1998/1999 bersama Bayern Munchen. Dalam laga final, The Bavarians kalah 1-2 dari Manchester United.

https://youtu.be/8ofIEdJ4pug

Sumber Referensi : bleacherreport, skysports, givemesport

Burnley dan Upayanya Lolos dari Degradasi Premier League 2021/2022

Musim 2021/2022 menjadi musim yang berat bagi salah satu kontestan Premier League, Burnley. Musim ini juga bisa dibilang sebagai musim terburuk bagi Burnley sejak mereka kembali promosi ke kasta tertinggi pada musim 2016/2017. Tak tanggung-tanggung, klub berjuluk The Clarets itu sempat beberapa pekan menghuni posisi juru kunci.

Burnley sejatinya memulai musim 2021/2022 dengan modal yang terbilang cukup. Bahkan jika dibanding dengan musim lalu, persiapan Burnley jauh lebih baik. Hal itu bisa dilihat dari jumlah belanja The Clarets di bursa transfer pemain yang jauh lebih banyak.

Start Buruk Burnley di Premier League Musim Ini

Musim lalu, Burnley hanya mengeluarkan 1,10 juta euro untuk belanja pemain baru. Hasilnya fatal! Dengan skuad yang pas-pasan, mereka sangat kesulitan untuk bersaing di ketatnya kompetisi Premier League. Di musim 2020/2021, The Clarets hanya sanggup mengakhiri liga di posisi 17 setelah hanya mampu meraih 10 kemenangan dan 9 kali imbang dalam 38 pertandingan.

Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, di bursa transfer musim panas kemarin, The Clarets merogoh koceknya hingga nyaris 32 juta euro untuk mendatangkan beberapa pemain anyar. Adapun beberapa pemain anyar yang didatangkan Burnley di awal musim ini antara lain, Maxwel Cornet, Nathan Collins, Connor Roberts, Wayne Hennessey, dan Aaron Lennon.

Dengan modal deretan pemain baru tersebut, tentu ada perbaikan performa dan hasil yang patut diharapkan. Sayangnya, meski telah mencoba memperkuat skuadnya dengan deretan pemain baru, hasil yang diraih Burnley di musim ini justru lebih parah.

Tak tanggung-tanggung, The Clarets gagal meraih kemenangan di 9 laga pertama Premier League musim ini. Dalam 9 pertandingan tersebut, anak asuh Sean Dyche hanya sanggup mengumpulkan 4 poin hasil dari 4 kali imbang. Tak ayal, hasil tersebut langsung menempatkan mereka di zona degradasi, tepatnya di peringkat 18.

Burnley baru berhasil merasakan kemenangan pertamanya di Liga Premier musim ini di pekan ke-10. Menjamu tim promosi Brentford, James Tarkowski dan kolega berhasil memetik kemenangan dengan skor 3-1.

Akan tetapi, para pendukung Burnley tak bisa berlama-lama bernapas lega. Setelah kemenangan tersebut, penyakit The Clarets yang begitu kesulitan meraih poin penuh kembali kambuh. Pasukan Sean Dyche memang jarang kalah, tetapi mereka terlalu banyak memetik hasil imbang.

Belum juga bangkit dari keterpurukannya, masalah lain sudah datang menggerogoti skuad Burnley. Di awal bursa transfer musim dingin 2022, striker andalan mereka, Chris Wood memilih hengkang ke klub rival Newcastle United yang menawari dirinya gaji yang lebih banyak.

Kepergian Chris Wood adalah sebuah kehilangan besar. Bagaimana tidak, striker Selandia Baru betinggi badan 191 cm itu adalah top skor Burnley selama 3 musim terakhir. Bisa dibilang, Wood adalah nyawa dari lini serang The Clarets.

Alhasil, tanpa pemain andalannya tersebut, Burnley semakin sulit meraih kemenangan. Puncaknya, pada akhir bulan Januari, hasil imbang melawan Arsenal mengantar Burnley terjun bebas ke posisi juru kunci Premier League.

Menjadi penghuni dasar klasemen adalah sebuah konsekuensi yang memang harus diterima Burnley. Sebab bagaimana tidak, mereka hanya sanggup memetik satu kemenangan dan baru mengumpulkan 12 poin dalam 18 pertandingan. Sebuah hasil yang sangat memprihatinkan, bukan?

Usaha Burnley Lepas dari Zona Degradasi

Langkah perbaikan kemudian ditempuh manajemen Burnley. Tak tanggung-tanggung, di akhir bursa transfer Januari kemarin, The Clarets sukses membuat kejutan. Sebagai ganti Chris Wood, mereka berhasil menggaet striker timnas Belanda, Wout Weghorst.

Kabarnya, demi memboyong Weghorst dari Wolfsburg, dana tak kurang dari 14 juta euro dikeluarkan manajemen Burnley. Tak ayal, kedatangan striker bertinggi badan 197 cm itu ke Turf Moor membuat pendukung The Clarets kembali optimis menatap musim ini.

Selain tinggi, gaya main Weghorst juga dinilai cocok dengan taktik yang diterapkan Sean Dyche. Striker timnas Belanda berusia 29 tahun itu bisa dibilang sebagai salah satu target man terbaik saat ini. Bahkan jika dibandingkan dengan Chris Wood, kualitas Wout Weghorst jauh lebih baik.

Dalam 2 musim terakhirnya di Wolfsburg, Wout Weghorst selalu berhasil mencetak lebih dari 20 gol dalam semusim. Sebelum bergabung dengan Burnley, ia juga sudah mencetak 8 gol bersama Wolfsburg di semua kompetisi. Total, Weghorst telah mencetak 70 gol dan 22 asis dalam 144 penampilannya selama berseragam Wolfsburg.

Dengan catatan mentereng itu, maka wajar bila Burnley yang kini tengah dalam ancaman degradasi dianggap sangat beruntung mendapat jasa Wout Weghorst dengan harga hanya 14 juta euro. Ada keuntungan sekitar 16 juta euro didapat Burnley karena sebelumnya mereka melepas Chris Wood ke Newcastle United dengan harga 30 juta euro.

Benar saja, striker timnas Belanda itu langsung memberi pengaruh positif terhadap performa Burnley. Weghorst mencetak 1 asis saat Burnley sukses menahan imbang Manchester United di pekan ke-24. Lalu, ia berhasil menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-0 Burnley atas Brighton & Hove Albion di pekan ke-26.

Kemenangan atas Brighton tersebut juga jadi kemenangan kedua Burnley di Premier League musim ini. Terbaru, The Clarets berhasil mencatat kemenangan ketiganya setelah diluar dugaan berhasil menundukkan Tottenham Hotspur.

Tambahan 6 poin di 2 pertandingan tersebut berhasil mengangkat posisi Burnley dari dasar klasemen. Kini, pasukan Sean Dyche menempati peringkat 18 dengan koleksi 20 poin, hasil dari 3 kali menang dan 11 kali imbang dalam 23 pertandingan. The Clarets masih sangat berpeluang untuk sesegera mungkin keluar dari zona degradasi karena masih punya tabungan 3 laga tunda yang belum dimainkan.

Analisis Peluang Burnley Bertahan di Premier League

Selain karena masih punya laga tunda, kesempatan Burnley untuk bertahan di Premier League terbilang lebih besar ketimbang tim lain di zona degradasi. Penyebabnya, Burnley sejatinya bukanlah tim yang paling memprihatinkan di Premier League musim ini.

Statistik mereka musim ini jadi buktinya. Meski sempat menghuni posisi juru kunci selama 4 pekan dan dekat dengan jurang degradasi, Burnley bukanlah tim dengan pertahanan terburuk. Yang ada, pertahanan mereka justru termasuk sulit ditembus.

Sejauh ini, gawang Burnley baru bobol 29 kali dalam 23 pertandingan. Catatan tersebut bahkan lebih baik dari Manchester United dan West Ham United yang tengah berebut posisi di zona Liga Champions.

Performa Nick Pope di bawah mistar gawang juga patut diapresiasi. Kiper asal Inggris itu tercatat sudah membuat 66 saves atau 3,1 saves per laga. Ia juga telah 7 kali mencatat clean sheets. Statistik tersebut bahkan jauh lebih baik dari kiper timnas Inggris, Jordan Pickford.

Selain itu, meski pasukan Sean Dyche sulit memetik poin penuh, bukan berarti mereka jadi tim yang mudah dikalahkan. Faktanya, dalam 23 pertandingan yang sudah dijalani, Burnley baru menelan kekalahan sebanyak 9 kali. Catatan tersebut jauh mengungguli 2 tim lain di zona degradasi, yakni Watford dan Norwich City.

Masalah Burnley musim ini sebenarnya ada dua. Pertama, mereka bukannya sulit meraih kemenangan, tetapi The Clarets terlalu banyak meraih hasil imbang. Setengah dari laga yang sudah Burnley jalani selalu berakhir dengan 1 poin. Hasil inilah yang membuat poin yang mereka kumpulkan tidak maksimal.

Kedua, masalah Burnley adalah lini depan mereka yang masih minim menghasilkan gol. Sejauh ini, anak asuh Sean Dyche baru menghasilkan 21 gol dalam 23 pertandingan. Catatan tersebut bahkan jadi yang terburuk kedua setelah Norwich City. Top skor sementara Burnley saat ini hanyalah Maxwel Cornet yang baru mencetak 6 gol.

Burnley sejatinya punya modal bagus untuk bertahan di Premier League. Sebab formasi klasik 4-4-2 yang diterapkan Sean Dyche sudah cukup ampuh dalam meredam serangan lawan. Namun, skema tersebut belum efektif saat menyerang.

Dilihat dari statistik dan performa yang ditampilkan, Burnley punya kesempatan besar untuk bertahan di Premier League. Jika Burnley mampu mencetak lebih banyak gol, secara teori mereka mampu lebih banyak memetik kemenangan, apalagi jika mereka berhasil memaksimalkan kehadiran Wout Weghorst di lini depan. Jika sudah demikian, lepas dari jeratan degradasi hanya tinggal menunggu waktu saja.

“Perjalanan masih panjang, hanya satu kemenangan dan tiga poin, dan kami benar-benar membutuhkan lebih dari itu. Tetapi ini adalah langkah yang bagus, dan kami harus melanjutkannya. Saya ingin membantu tim dan klub, saya ingin membayar mereka kembali dan ini semua tentang gol sebagai striker,” kata Wout Weghorst dikutip dari FourFourTwo.

https://youtu.be/ZlDOmbzavks
***
Sumber Referensi: Transfermarkt, FBref, SkySports, Express, BBC, Fourfourtwo.

Tiga Aktor di Balik Kebangkitan Real Betis

Musim lalu Real Betis menjadi sorotan tim-tim La Liga karena finis di tempat keenam. Musim ini pasukan Los Verdiblancos berada di tangga ketiga klasmen dengan mengoleksi 46 poin dari 25 pertandingan. Terpaut 5 poin dari peringkat kedua Sevilla dan 11 poin dari Real Madrid.

Pemandangan anak asuh Manuel Pellegrini di klasemen mengusik kemapanan “trio” penghuni tetap tiga besar klasemen, Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid dalam empat tahun terakhir.

Apalagi Real Betis terus tampil impresif setidaknya dalam lima pertandingan terakhir dengan empat kemenangan dan sekali kalah dari Villarreal. Pada gelaran Copa Del Rey, Real Betis menang di leg pertama semifinal 2-1 atas Rayo Vallecano. Di pentas UEFA Europa League, Nabil Fekir dan kolega berhasil menang dari wakil Rusia, Zenit St. Petersburg.

Capaian klub asal Seville terbaik dalam satu dekade terakhir bukan dikerjakan sehari semalam. Ada pelatih yang menguras isi kepala agar taktiknya di lapangan dapat mempengaruhi hasil. Pemain-pemain harus mandi keringat agar klub bisa memenangkan pertandingan. Terakhir, fans Real Betis Los Balompedistas tak pernah lelah bernyanyi di tribun saat laga tandang maupun kandang.

Dukungan bagi Real Betis di musim 2021/22 untuk merengkuh satu trofi dari tiga kejuaraan yang sedang diikuti sangat terbuka. Tinggal bagaimana skuad ini mampu diramu oleh entrenador Manuel Pellegrini.

Target Bersama Real Betis Strategi Manuel Pellegrini

Peran Manuel Pellegrini di Real Betis sebagai sosok pelatih kenyang asam garam di La Liga dan UEFA. Sejak awal musim tiba di Stadion Benito VillamarĂ­n, ia ingin mengincar tiket ke kompetisi UEFA.

“Sudah 15 tahun menjadi pemain dan 33 tahun sebagai pelatih. Saya ingin memberikan semuanya ke Betis sehingga mereka bisa berjuang untuk bermain di Eropa setiap tahunnya,” kata sang pelatih.

Manuel Pellegrini di Real Betis sangat menekankan pada kontrol bola saat permainan. Taktik control possession dengan pola formasi 4-2-3-1. 

Real Betis di tangannya menjadi klub yang menampilkan permainan umpan yang dibangun dari belakang dan melakukan sirkulasi bola untuk mempertahankan penguasaan bola selama mungkin.

Nabil Fekir berperan sebagai “nomor 10”. Kemampuannya melancarkan umpan, melakukan drible, maupun tembakan ke arah gawang diberikan kebebasan oleh pelatih. Alasannya untuk mendapatkan man to man marking kepada keduanya, bukan ke penyerang. 

Urusan sisi tepi paling sering digunakan untuk melakukan menang jumlah pemain (overload). Juanmi di sayap kiri didukung Moreno serta Rodri Sanchez di sayap kanan dengan support dari Bellerin. 

Di tengah, kekuatan double pivot Carvalho dan Rodriguez digunakan untuk mendukung saat tim melakukan penyerangan. Carvalho di plot membantu sirkulasi bola ke posisi yang ditinggalkan Fekir saat masuk ke area kotak penalti lawan. Kompatriotnya, Rodriguez akan ajek di area tengah untuk mengantisipasi serangan balik. 

Urusan bertahan Manuel Pellegrini, Batra dan Gonzales membentuk dua bek tengah dan full-back kanan diisi Bellerin sedangkan Moreno berada di full-back kiri. Dengan empat bek yang terorganisir memberikan keamanan saat tim digempur oleh penyerang lawan.

 

Versatile Nabil Fekir di Real Betis

Nabil Fekir juga menjadi sosok penting di tubuh Real Betis. Fekir datang ke Stadion Benito Villamarín dengan kemampuan finisher berkelas dan mampu membuat asis dengan umpan-umpan kreatifnya untuk membelah pertahanan lawan. 

Kemampuannya terlihat saat menggiring bola. Fekir membuat dirinya menjadi pemain serbaguna karena mampu bermain di posisi menyerang mana pun (versatile).

Versatile Nabil Fekir bersama Real Betis tercermin pada musim 2020/21. Diturunkan sebanyak 38 kali ia pernah bermain di lima posisi berbeda. 29 kali sebagai attacking midfielder, 3 kali winger kanan, 1 kali winger kiri, second striker, dan penyerang. Di musim kedua bersama Los Verdiblancos, ia berhasil menyumbangkan 6 gol dan 6 asis. 

Sebagai gelandang serang, ia ikut andil pressing saat lawan melakukan  build-up. Tercatat ia mampu mencatatkan 484 kali percobaan pressure, masing-masing di area pertahanan lawan 165 kali dan area tengah 256 kali, dan sisanya di pertahanan sendiri.

Wajar bila Manuel Pellegrini menugaskan Fekir dan Iglesias untuk melakukan tekanan kepada lawan dengan model bangun serang dari belakang karena kepiawaian bertahan yang dimiliki Fekir.

William Carvalho Kunci Lini Tengah 

Sejak pindah dari Sporting Lisbon performa William Carvalho terus menanjak. Ia berduet sebagai pivot bersama Guido Rodriguez dalam skema Pellegrini.

Pria asal Portugal tercatat telah melakukan 880 percobaaan umpan dengan tingkat keberhasilan 80.3% atau 778 kali umpan. Ia menapaki tangga keempat untuk urusan melakukan umpan, kalah dari pemain lainnya seperti Sergio Canales dan Nabil Fekir yang masing-masing mencatat 1009 dan 827 passing. Per 90 menit William Carvalho melakukan percobaan passing 65,35.

Berperan sebagai “Nomor 8”, Carvalho banyak didorong menggantikan pos yang ditinggalkan Nabil Fekir saat melakukan akselerasi di area penalti. Carvalho akan menjadi penghubung area bertahan ke lini serang atau mengubah umpan ke sisi tepi. 

Urusan bertahan, William Carvalho sama baiknya. Ia melakukan 32 percobaan tekel 19 di antaranya dari area tengah. Ia berhasil melancarkan 195 pressure dengan keberhasilan 30,3%.  

Sebagai pemain tengah dengan mobilitas tinggi, Carvalho banyak melakukan pressure di tengah sebanyak 111. Angka ini mengindikasikan area operasi Carvalho sebagai “No 8” dengan kemampuan melakukan 15,21 pressure per 90 menit, saat serangan memasuki area tengah.

Di mata Pellegrini, Carvalho memiliki fungsi seperti Yaya Toure (Manchester City) atau Thomas Soucek (West Ham) saat dilatih oleh pria asal Cile. Kepercayaan ini membuat Carvalho semakin betah di Real Betis.  

“Pelatih banyak berbicara kepada saya, dia benar-benar mempercayai saya dan saya juga percaya padanya, dia menyukai cara saya bermain, berlatih dengan baik dengan gelandang lain, mereka bekerja sangat keras. Dengan tim bermain berkualitas baik, itu membuat segalanya lebih mudah,” ungkapnya.

­­­Referensi: Laliga, Laliga, BreakingLine, Get Spanish,  Fbref, Transfermarkt, Understat, The Real Champs.

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Bola Terbaru 24 Februari 2022 – Starting Eleven News

BARCA, MADRID, JUVE AGENDAKAN PRAMUSIM DI AMERIKA

Menurut ESPN, kabarnya Real Madrid, Barcelona dan Juventus merencanakan serangkaian pertandingan persahabatan di Amerika Serikat pada musim panas nanti. Ketiga klub tersebut juga sedang mendekati AC Milan untuk terlibat di agenda turnamen pramusim tersebut. Pertandingan ini diadakan untuk meraup untung guna menambal kerugian besar yang mereka alami sejak pandemi 2020.

LONDON JADI OPSI PELAKSANAAN FINAL LIGA CHAMPIONS

Dengan memanasnya hubungan Rusia dengan Ukraina, lokasi pelaksanaan Final Liga Champions yang tadinya akan diselenggarakan di Rusia pun terancam akan dipindah. Sementara itu, Stadion Wembley, Inggris disebut menjadi alternatif final Liga Champions. Stadion dengan kapasitas 90.000 orang itu diperkirakan dapat membawa keuntungan hingga 60 juta poundsterling atau senilai Rp1,1 triliun. Angka itu bisa meningkat apabila ada klub Inggris yang dapat mencapai laga final.

LIVERPOOL TERANCAM TANPA FIRMINO DAN JOTA DI FINAL CARABAO CUP

Liverpool terancam tampil tanpa Diogo Jota dan Roberto Firmino di Final Carabao Cup pada 27 Februari mendatang. Hal itu mengingat Jota yang sedang mengalami cedera pergelangan kaki saat Liverpool menang atas Inter Milan di Liga Champions. Sementara Firmino mengalami masalah otot. Manajer Liverpool, Jurgen Klopp berharap mereka berdua bisa pulih lebih cepat jelang laga Final melawan Chelsea. 

FRED KRITIK KEBIJAKAN KLUB

Dikutip dari TNT Sports Brazil, Fred mengakui bahwa ia cukup mempertanyakan keputusan Manchester United yang memilih Ralf Rangnick sebagai manajer sementara hingga akhir musim. Fred juga telah mengkritik klub, karena klub seakan-akan tidak membuat rencana jangka panjang dengan baik. “Saya tahu dalam sepak bola penting untuk mendapatkan hasil yang baik sesegera mungkin, tetapi juga penting untuk memiliki rencana jangka panjang.” Ucap Fred.

KLOPP BERJANJI AKAN MENYULITKAN CITY

Jurgen Klopp mengakui peluang Liverpool untuk menyalip Manchester City mungkin tidak datang musim ini. Namun, Klopp berjanji akan selalu menjadi klub yang “menyebalkan” bagi Pep Guardiola. “Kami berusaha semenyebalkan mungkin sampai ada kesempatan untuk menyalip.” Pungkas Jurgen Klopp saat jumpa pers sebelum laga melawan Leeds semalam.

THOMAS TUCHEL JUGA SEDIKIT CEMAS JELANG FINAL CARABAO CUP

Kemenangan atas Lille kemarin harus dibayar mahal oleh cedera yang dialami Mateo Kovacic dan Hakim Ziyech. keduanya dipaksa keluar lapangan dalam kemenangan 2-0 Selasa atas Lille dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Sekarang Tuchel sedang harap-harap cemas apakah mereka akan tersedia untuk laga Final Carabao Cup melawan Liverpool akhir pekan nanti.

MCTOMINAY PAMERKAN BEKAS LUKA PASCA LAGA LAWAN LEEDS

Setelah kemenangan MU 4-2 atas Leeds, Gelandang Manchester United Scott McTominay memamerkan beberapa bekas luka pergelangan kaki yang parah setelah pertandingan yang keras. Didukung laga yang diguyur hujan, Mctominay kerap melakukan tekel-tekel keras kepada pemain Leeds. Pemain berusia 25 tahun itu pun memposting foto pergelangan kaki yang penuh luka di media sosial pribadinya.

AUBAMEYANG CETAK SEJARAH

Aubameyang cetak hattrick kala Barcelona bertemu Valencia dalam laga lanjutan Liga Spanyol kemarin. Dengan hattricknya tersebut Aubameyang berhasil mengukir sejarah dengan menjadi pemain pertama di abad ke 21 yang dapat mencetak hattrick di empat liga top Eropa yaitu Liga Inggris, Ligue 1, Bundesliga dan sekarang LaLiga. 

ARTETA DILEMA SAAT PILIH KAPTEN BARU ARSENAL

Selepas kepergian Aubameyang ke Barcelona, praktis ban kapten diturunkan ke Alexandre Lacazette. Namun, dengan keadaan yang memungkinkan Lacazette akan hengkang di akhir musim, Arteta sedikit kebingungan untuk memilih siapa yang akan menggantikan Lacazette sebagai kapten tim. Pasalnya Granit Xhaka mengisyaratkan bahwa ia sudah tak mau mengenakan ban kapten. Nama-nama seperti Martin Odegaard dan Kieran Tierney pun muncul sebagai opsi.

LIVERPOOL MINAT DATANGKAN LAUTARO MARTINEZ

Dengan Inter yang berniat untuk belanja besar-besaran pada akhir musim nanti. Mereka berniat melepas beberapa pemain penting mereka, Lautaro Martinez salah satunya. Menurut Calciomercato, Liverpool berminat datangkan penyerang Argentina tersebut. Kini Lautaro memiliki harga pasar sekitar 80 juta euro atau sekitar Rp. 1,3 triliun. 

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan babak 16 besar Liga Champions semalam, Manchester United menahan imbang Atletico Madrid di Wanda Metropolitano. Skor akhir 1-1 tersaji di akhir laga. Atletico tampil dominan di awal-awal laga dengan gol yang dicetak oleh Joao Felix pada menit ke 7. Namun United dapat menyamakan kedudukan lewat pemain pengganti Anthony Elanga pada menit 80 buah umpan dari Bruno Fernandes.

Di pertandingan lain ada laga seru Ajax Amsterdam melawan Benfica. Skor 2-2 tersaji di akhir laga. Laga berjalan seru lantaran kedua tim saling berbalas gol. Gol Ajax dicetak oleh Dusan Tadic di menit 18 dan Sebastien Haller di menit 29. Sedangkan gol Benfica terjadi di menit 26 buah dari gol bunuh diri Haller dan Roman Yaremchuk di menit 72

Sedangkan dalam lanjutan Liga Inggris, Tottenham yang kemarin baru saja mengalahkan sang pemuncak kelasemen Man City, kini mereka kembali ke setelan pabrik. Spurs kembali alami kekalahan 1-0 dari Burnley yang mana tim papan bawah kelasemen liga. Gol semata wayang Burnley dicetak oleh Ben Mee di menit 71.

Di pertandingan lain ada Liverpool yang menang besar 6-0 atas tamunya Leeds United. Gol dicetak oleh Mo Salah lewat titik penalti di menit 15 dan 35. Lalu Joel Matip di menit 30. Brace Sadio Mane di menit 80 dan 90+1, dan terakhir Virgil Van Dijk di menit 90+3. Kemenangan ini membantu The Reds untuk kembali memangkas jarak poin dengan Man City yang berada di puncak kelasemen.

CONTE MERASA TIDAK PANTAS MELATIH SPURS

Antonio Conte mulai pesimis. Ia mempertanyakan apakah dia adalah manajer yang tepat untuk membantu Tottenham kembali ke empat besar setelah kekalahan memalukan oleh Burnley. Mereka membuat kekalahan keempat Spurs dalam lima pertandingan Liga Inggris. “Saya mencoba melakukan segalanya untuk mengubah situasi tetapi situasinya tidak berubah” Ucapnya kala jumpa pers setelah match lawan Burnley

LIVERPOOL TEMPEL MAN CITY

Liverpool kembali meraih hasil positif pada laga tunda melawan Leeds semalam. Posisi Liverpool kini bisa memepet Manchester City di klasemen Liga Inggris. The Reds hanya terpaut tiga poin dari City dengan melakoni jumlah laga yang sama yaitu 26 pertandingan. Perebutan titel juara Liga Inggris pun dipastikan akan semakin ramai.

FANS ARSENAL MINTA DATANGKAN JOAO FELIX

Setelah penampilan apik Joao Felix kala melawan Manchester United semalam, Penggemar Arsenal kabarnya telah mendesak direktur klub, Edu untuk mencoba mendatangkan bintang Atletico Madrid tersebut pada akhir musim panas nanti. Arsenal memang sedang krisis striker setelah kepergian Aubameyang. Melalui desakan fans, Joao Felix bisa saja jadi opsi yang menarik untuk Arsenal.

HAALAND BAKAL ABSEN LAGI DI LEG KEDUA KONTRA RANGERS

Erling Haaland kembali dinyatakan tidak tersedia pada laga leg kedua Liga Europa melawan Rangers nanti. Saat ini Haaland sedang melanjutkan pemulihan dari cedera otot yang ia alami minggu lalu. Setelah mengalami kekalahan 4-2 di leg pertama, hal ini menjadi kerugian besar bagi Dortmund yang ingin mengejar ketertinggalan agregat gol.

ELANGA JURUSELAMAT MANCHESTER UNITED

Manchester United sempat mengalami masa sulit ketika tertinggal satu gol oleh Atletico Madrid. Namun sang juruselamat Anthony Elanga datang diwaktu yang tepat. Elanga masuk di menit 75 menggantikan Marcus Rashford dan setelah lima menit berselang, Elanga langsung mencetak gol penyeimbang untuk memberi nyawa tambahan kepada United di Liga Champions. Praktis Elanga jadi pencetak gol termuda United di fase gugur Liga Champions, dengan usia 19 tahun dan 302 hari.

TIMNAS PUTRI AMERIKA MENANGI GUGATAN KESETARAAN GAJI

Timnas putri Amerika Serikat akhirnya memenangi perjuangan menuntut kesetaraan gaji setelah mencapai kesepakatan dengan federasi sepak bola Amerika Serikat, US Soccer. Dalam perjanjian tersebut, federasi menjanjikan upah yang sama untuk tim putra dan putri. Menurut The New York Times, kesepakatan itu juga mencakup pembayaran kompensasi dari US Soccer sebesar 24 juta dolar AS atau sekitar Rp. 344 miliar untuk para atlet timnas putri Amerika Serikat.

AUBAMEYANG AKAN KEMBALI KE ITALIA

Aubameyang akan sedikit bernostalgia pada lanjutan Liga malam jum’at nanti. Bagaimana tidak? Pierre-Emerick Aubameyang memiliki ikatan yang mendalam dengan Italia di masa mudanya. Ia menghabiskan masa kecilnya di Italia, dan sempat bermain di tim muda AC Milan untuk beberapa tahun. Dan sekarang ia siap untuk kembali ke Italia bersama Barcelona untuk pertandingan Liga Europa melawan Napoli.

MISI WAJIB MENANG NAPOLI

Napoli asuhan Luciano Spalletti harus meraih kemenangan bersejarah atas Barcelona jika mereka ingin memastikan tempat di babak sistem gugur Liga Europa. Namun, dengan hasil imbang di leg pertama dan sudah tak berlakunya peraturan gol tandang, peluang Napoli untuk menang masih terbuka lebar.

GERARD PIQUE SIAP TAMPIL LAWAN NAPOLI

Xavi telah mengumumkan skuad yang akan dibawa ke Italia untuk pertandingan melawan Napoli di Stadio Diego Armando Maradona. Menurut Marca, Gerard Pique telah kembali ke skuad. Ia sempat absen lantaran sedang menjalani hukuman akumulasi kartu. Kini Pique siap membantu Barca untuk mengamankan satu tiket ke babak selanjutnya Liga Europa.

MAGUIRE KEMBALI DAPAT KRITIKAN

Maguire kembali jadi bulan-bulanan netizen yang budiman lantaran aksinya yang gagal mencegah gol Joao Felix. Maguire dihujat karena bergerak terlalu lambat dalam menjaga Joao Felix, yang mengakibatkan Felix dapat meloloskan diri dari penjagaan yang lemah  untuk menghasilkan sundulan yang luar biasa di menit 7 babak pertama.

QATAR MENGAMBIL PERAN DALAM SAGA TRANSFER MBAPPE

Menurut Mundo Deportivo, Saga transfer Mbappe memasuki babak baru. Kali ini Qatar sedikit terlibat dalam drama ini. Kabarnya pihak dari Qatar lah yang meminta PSG untuk menyodorkan perpanjangan kontrak untuk Mbappe. Qatar memberikan instruksi kepada PSG untuk mempertahankan Mbappe dengan segala cara, lantaran Qatar menginginkan Mbappe datang ke Piala Dunia dengan masih berstatus pemain PSG. 

MLS: DISINI BUKAN RUMAH PENSIUN

Pemain depan PSG, Neymar baru-baru ini menyatakan minatnya untuk bermain di MLS pada tahap tertentu dalam karir sepakbolanya. Ia merasa kompetisi MLS yang lebih pendek akan memberikan banyak waktu libur untuknya. Statement tersebut mengundang respon dari komisaris MLS, Don Garber. Ia memberi peringatan kepada para bintang yang memasuki masa-masa akhir di sepak bola, bahwa MLS bukanlah liga untuk rumah pensiun. “Jika mereka datang namun tidak bermain dan menjadi kontributor besar bagi klub dan Liga dan tidak menghormati Liga dan penggemarnya, maka kami tidak ingin mereka ada di MLS” Ucap Don Garber kepada ESPN.

Karena Ini Sepak bola Asia Dipandang Sebelah Mata

0

Orang bilang sepak bola adalah olahraga sejagad. Namun, kenyataannya tidak begitu. Kualitas sepak bola di masing-masing negara di dunia nyatanya tidak merata.

Bahkan di skala benua saja kualitas sepak bolanya sangatlah timpang. Kita tahu bahwa Benua Eropa menjadi yang nomor satu, kemudian Benua Amerika Latin, sampai Afrika.

Bagaimana dengan Asia? Yup, benar sekali. Sepak bola di Asia acap kali dipandang sebelah mata. Asia masyhur sebagai benua yang tidak bisa bermain bola. Bahkan kualitasnya masih di bawah Benua Afrika. Mengapa demikian?

Prestasi yang Tidak Mentereng di Piala Dunia

Hal pertama yang membuat Benua Asia begitu tertinggal, dan justru dipandang sebelah mata adalah karena prestasinya yang tidak bagus di ajang Piala Dunia. Kita tentu tahu bahwa Piala Dunia merupakan pembuktian bagi negara-negara di seluruh dunia dalam kancah sepak bola. Prestisenya hampir sama dengan Olimpiade.

Bagi negara yang jarang tampil, atau bahkan tak pernah mencicipi Piala Dunia modern tentu akan dianggap ketinggalan di dunia sepak bola. Kita lihat saja bagaimana tertinggalnya sepak bola Indonesia.

Namun, dampaknya itu bukan hanya bagi negaranya sendiri, tapi juga para pemain. Pemain-pemain dari satu negara itu jadi nggak terkenal. Nah, lebih luasnya lagi dampaknya justru benua yang ditinggali suatu negara dipandang sebelah mata.

Kita tinggalkan dulu Indonesia. Karena negara-negara di Asia sendiri memang lebih sering menjadi penonton sepak bola. Alih-alih berpartisipasi dan berprestasi terutama di Piala Dunia.

Negara-negara di Asia memang jarang sekali punya prestasi mengilap di Piala Dunia. Ya, kecuali ada satu, Korea Selatan yang sukses mencapai semifinal Piala Dunia 2002. Sisanya? Hanya lebih banyak berperan dalam hak siar doang.

Minim Program Jangka Panjang dan Sistem Kacau

Kunci sukses dalam sepak bola adalah program jangka panjang. Nah, Eropa dan Amerika Latin, bahkan Afrika sudah memulainya. Sementara, Asia kendati sudah ada yang memulai, tapi masih sedikit. Ibarat kata Asia baru melangkah sekali, dan benua lain sudah melangkah puluhan kali.

Itu tidak mengada-ada. Manajer asal Inggris yang sudah khatam sepak bola Asia, Steve Darby mengakui hal itu. Secara umum negara-negara di Asia masih belum memiliki program jangka panjang.

Baginya, satu-satunya negara Asia yang memiliki program jangka panjang yang bagus hanyalah Jepang. Negara-negara seperti Laos, Sri Lanka, Filipina, dan lainnya masih sulit menerapkan program jangka panjang.

Selain itu sistem sepak bola di Asia juga masih terbilang buruk. Mantan Pelatih Iran, Carlos Queiroz terang-terangan menyebut bahwa Benua Asia masih memiliki sistem sepak bola, dari kompetisi sampai federasi yang tertinggal dari Benua Eropa dan Amerika Latin.

Apakah Karena Orang Asia Bertubuh Mungil?

Sepak bola Asia dipandang sebelah mata juga karena orang-orang di Asia banyak yang bertubuh mungil. Tapi, apa itu benar? Dalam dunia olahraga, apa pun cabangnya, fisik memang sesuatu yang krusial.

Hal itu jelas tidak dapat ditampik. Namun, khusus untuk sepak bola, soal fisik seperti tinggi badan, jelas tidak sepenuhnya menjadi penentu. Kita toh melihat betapa Messi dengan tubuh mungilnya justru langganan Ballon d’Or.

Kita juga bisa melihat sosok Son Heung-Min yang meski tubuhnya tidak tinggi, tapi kecepatan larinya bikin bek lawan kesulitan. Dan sampai sekarang masih diandalkan Tottenham Hotspur. Jadi, ukuran tinggi badan bukanlah faktor utama kenapa sepak bola Asia dipandang sebelah mata.

Kekurangan Nutrisi

Nah, persoalannya justru bukan pada tinggi badan. Tapi mampukah fisik para pemain Asia sanggup bertahan selama 90 menit?

Studi yang dikutip Unreserved menunjukkan bahwa asupan mikro dan makro nutrien pada 1000 hari umur seseorang, dari pembuahan sampai usia dua tahun, dapat membentuk perkembangan fisik dan mental seseorang. Ironisnya, tak semua orang di dunia mendapat nutrisi yang penuh.

Dalam studi itu juga menunjukkan kalau dua pertiga dari anak-anak yang lahir “kerdil” di dunia dan kekurangan gizi tinggal di Benua Asia. Jadi wajar sepertinya kalau pemain dari Asia gampang capek.

Tidak Ada Sosok yang Berpengaruh

Sepak bola Asia dipandang sebelah mata karena tidak menghasilkan sosok yang berpengaruh di dunia sepak bola. Soal pelatih, negara dan klub-klub di Asia masih banyak yang bergantung pada pelatih dari Eropa maupun Amerika Latin.

Asia tak memiliki sosok pelatih yang mampu memberi warna di dunia sepak bola, seperti misalnya Marcelo Bielsa, pelatih asal Amerika Latin yang mampu mendobrak persepakbolaan di dunia. Atau Jesse Marsch yang menjadi sosok penting dalam revolusi taktik sepak bola dari Amerika Serikat.

Begitu pula para pemain. Asia minim menghasilkan pemain yang berpengaruh di dunia sepak bola. Kebanyakan tenar karena menjadi legenda dari satu klub ternama, misalnya Park Ji-Sung dan Hidetoshi Nakata. Pun yang tenar karena rekornya saja, seperti Ali Daei itu pun sudah dipecahkan pemain Eropa.

Sedangkan di benua lain, misalnya Afrika, banyak lahir pemain yang berpengaruh di dunia sepak bola, terutama untuk mengangkat nama baik negara serta benuanya. Seperti Samuel Eto’o, Didier Drogba, sampai yang teranyar Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Pebisnis Asia Malah Investasi Keluar

Pengucilan Benua Asia di kancah sepak bola makin kentara karena para pebisnis Asia justru berinvestasi ke klub luar. Banyak klub-klub Eropa justru kini dikuasai oleh pebisnis asal Asia.

Misalnya, PSG dengan Nasir Al-Khelaifi; Sheikh Mansour yang mengakuisisi Manchester City; Pangeran Arab di Newcastle United; Suning Grup yang menguasai Inter; sampai Guo Guangchang pemilik Wolverhampton.

Tampaknya benua lain seperti Eropa sudah mulai memikirkan soal investasi ini. Sepak bola di Eropa sudah bukan lagi sekadar euforia mendapat piala atau olahraga pengisi waktu luang, tapi juga lahan untuk berbisnis.

Sementara, Benua Asia belum sepenuhnya mengarah ke situ. Padahal jika para investor kelas wahid itu lebih suka berinvestasi ke klub-klub di Asia, mungkin ceritanya bakal lain.

Minim Mentalitas

Sulit mengatakan kalau sepak bola Asia itu minim mentalitas. Tapi, kenyataanya memang demikian. Hal itu tampaknya berkaitan dengan laku budaya di Asia yang lebih sering nrimo ing pandum.

Belum lagi, orang-orang di Asia punya sisi individualistik yang tinggi. Itu yang membuat mentalitas bermain sepak bola yang notabene membutuhkan kerja sama tim, sulit terbentuk. Kebudayaan di Asia juga selalu menempatkan sosok pecundang.

Maksudnya, setiap orang yang gagal pasti akan diejek. Itu sampai memunculkan mental penakut dari orang-orang di Asia. Dan ini sangat sulit dipraktikkan dalam dunia sepak bola. Belum apa-apa sudah takut duluan, belum apa-apa sudah minder duluan.

Sumber referensi: unreservedmedia.com, kumparan.com, ligalaga.id

Joao Felix : Bintang Kepagian yang Timbul Tenggelam di Atletico Madrid

0

Joao Felix Sequeira, berhasil menyumbangkan satu gol Atletico Madrid ketika bermain seri 1-1 menjamu MU di babak 16 besar Champions League. Gol ini seakan menandakan kembalinya performa sang wonderkid asal Portugal itu yang sempat turun.

Pasalnya, performa Joao Felix sejak kedatangannya di Atletico Madrid, tak cukup mentereng. Meskipun Joao Felix sebetulnya digadang-gadang sebagai calon mega bintang masa depan dengan nilai transfer yang fantastis.

Profil Singkat Joao Felix

Mengawali karier di akademi muda Porto saat usia 8 tahun, Felix justru mengalami masa-masa sulit di sana. Ia orangnya cenderung mudah homesick dan sering ingin pulang ke rumah bertemu ibunya.

Sampai pada tahun 2014 di Porto, akhirnya petaka mulai datang. Ia tidak diperpanjang Porto karena dianggap tidak berkembang dan secara postur dianggap terlalu ringkih dan pendek.

Joao Felix pun dipinjamkan ke Padroense. Ia bersama klub itu selama satu tahun sebelum akhirnya bergabung ke Benfica pada tahun 2015. Ia memulai debutnya bersama klub Benfica B di tahun 2016.

Dalam waktu singkat, Felix mulai menemukan kepercayaan diri dan berhasil mendapatkan perhatian. Akhirnya, Felix menjalani debut seniornya di Benfica pada tahun 2018, tepat saat usianya masih 18 tahun. Dia muncul sebagai salah satu pencetak gol terbanyak klub dengan 15 gol di Liga Portugal.

Datang Ke Atletico Madrid

Dengan performa apik pemuda 18 tahun itu di Benfica membuat banyak klub langsung berminat kepadanya di bursa transfer musim panas 2019/20. Akan tetapi, Atletico Madrid yang dilatih Diego Simeone menjadi yang terdepan menginginkan wonderkid Portugal itu. Bahkan Atletico berani menawarnya dengan harga 127 juta pounds atau Rp 2 triliun untuk seorang wonderkid.

Alhasil kesepakatan pun terjadi antara kedua pihak. Atletico Madrid sepakat membayar 127 juta pounds pun untuk Joao Felix. Hal itu membuatnya sebagai pemain termahal. Nilai transfer itu bahkan melebihi Cristiano Ronaldo.

Dengan harga yang mahal, ekspektasi publik terhadap Felix pun tinggi. Ia harus mampu jadi juru dobrak Atletico.

Benar saja, Felix menghidupkan harapan para suporter Atletico di hari-hari pertamanya termasuk pra musim. Meskipun di debut awal liga melawan Numancia, ia sempat mengalami gangguan cedera pada kakinya.

Setelah menggebrak di awal kedatangannya, Joao Felix justru kerap diterpa cedera. Mulai dari cedera pergelangan kaki sampai otot lutut.

Sering Cedera

Cedera yang menimpa Felix membuatnya absen di beberapa laga Atletico Madrid. Di musim pertamanya, Felix tercatat dua kali mengalami cedera. Cedera pertama dengan durasi kurang lebih satu bulan, dan cedera kedua dengan durasi dua minggu. Hal tersebut semakin menyulitkan proses adaptasi Felix di Atletico.

Riwayat cederanya juga berlanjut di musim keduanya. Ketika Atletico Madrid mencapai musim terbaiknya menjadi juara La Liga, Felix malah mengalami cedera pada April 2021 ketika melawan Real Betis.

Felix kembali menjalani pemeriksaan dan harus absen dua pekan lamanya. Sebelumnya, Felix juga sempat mengalami sedikit masalah sekembalinya dari menjalani tugas internasional bersama Portugal sehingga ia tidak bisa fit tepat waktu.

Menjelang musim 2021/22 bergulir, Joao Felix malah harus menjalani operasi untuk mengurangi rasa sakit. Ia pun melewatkan pertandingan pra-musim Atletico, hingga pekan-pekan awal La Liga.

Kurang Cocok Dengan Tipe Sepakbola Simeone

Selain berurusan dengan masalah cedera, karier Joao Felix di Atletico dipengaruhi oleh keadaan klub saat itu. Dari faktor permainan, Simeone masih terlihat karakter kuat bertahannya dengan mengoptimalkan seluruh pemain secara fisik untuk siap bertahan ketika dikurung lawan.

Hal ini mau tidak mau harus diterima seorang wonderkid lincah yang bertipe menyerang seperti Joao Felix. Ia berubah perannya tidak seperti kala bersinar di Benfica. Felix cenderung bertahan, bekerja bersama tim, yang membuat keunggulan skill individunya jarang terlihat.

Ketidakcocokan Simeone dan Felix makin kentara karena kontribusi Felix di lini depan juga tidak maksimal. Format 4-4-2 ala Simeone menerapkan strategi compact defense yang tak jarang menuntut untuk melakukan strategi parkir bus ketika bertemu klub besar.

Hal itu membuat musim pertama Felix di bawah Simeone bisa dikatakan masih meraba-raba, apa yang dimaui pelatih dan potensi apa yang bisa dimanfaatkan dari seorang Felix.

Simeone yang dicap dengan stigma pelatih bertipe bertahan, sepertinya menjadi salah satu faktor yang menghambat kecepatan adaptasi Felix di Atletico. Selain di bawah bayang-bayang pemain depan Atletico lainnya, potensi Felix di Atletico kurang bisa dimanfaatkan oleh sang pelatih. Hal ini berdampak pada karier Felix kedepannya.

Pencapaian Felix Di Atletico Madrid

Penampilan Joao Felix di Atletico Madrid pun cenderung timbul tenggelam. Pada musim 2019/20, Felix hanya mampu mencetak 9 gol dan 3 assist di semua kompetisi yang ia mainkan sebanyak 36 kali. Musim yang boleh dikatakan lumayan, tapi untuk ukuran pemain wonderkid mahal, itu adalah suatu pertanyaan.

Musim keduanya di Atletico, ia mampu tampil lebih mengesankan ketika beberapa pola diubah sang pelatih yang lebih membebaskan ia bergerak “free role” di lapangan. Pada musim itu, ia 10 gol dan 6 assist di semua kompetisi yang ia mainkan sebanyak 40 kali. Felix pun mampu menjadi bagian dari skuad Atletico yang meraih gelar La Liga musim 2020/21.

Memasuki musim 2021/2022, Felix absen di awal liga karena cedera dan baru bermain ketika melawan Barcelona di La Liga pada Oktober 2021. Sampai Februari 2022, Felix masih mencatatkan 5 gol dan 5 assist di semua kompetisi dari total 25 partai yang sudah ia jalani, termasuk terakhir gol Felix di La Liga ketika menang 3-0 atas Osasuna, dan 1 gol melawan MU di Leg pertama 16 besar Champions League.

Secara umum, pencapaian karier Joao Felix terbilang tidak konsisten sebagai wonderkid mahal. Hal itu belum mampu dijawab oleh Joao Felix itu sendiri. Maka, ia seharusnya bisa segera bangkit untuk membuktikan bahwa Atletico tak salah membayarnya dengan harga mahal di usia muda.

https://youtu.be/TnD7w_QqXX4

Sumber Referensi : transfermarket, theanalyst, geeksportsguide, bleacherreport, sportsshow

Melempemnya PSM Makassar Di Liga 1, Apa Penyebabnya?

PSM Makassar dihajar Persib Bandung beberapa waktu lalu di lanjutan BRI Liga 1. PSM kembali menunjukkan tren negatif setelah kalah 2-0. Hal itu tentu saja memperjelas bahwa Juku Eja sedang tidak baik-baik saja.

Padahal di era 2000-an, PSM Makassar termasuk rajanya Liga Indonesia. Setelah itu PSM seperti kehilangan kekuatannya. Gelagat melempemnya PSM juga kelihatan pada BRI Liga 1 musim 2021/22.

Meski cukup meyakinkan di seri pertama dengan mengalahkan Persebaya dan Bali United, tapi performa buruk memang sudah terlanjur menempel pada Juku Eja. Hingga laga kontra Persib Bandung kemarin, PSM kini hanya menduduki peringkat 13.

Faktor Internal Klub

Performa buruk PSM Makassar sudah kelihatan di awal musim 2021/22. Mereka memulai kompetisi dengan keadaan yang sakit. Di mana permasalahan internal jelang Liga 1 bergulir tampaknya sedang menghantui tubuh PSM Makassar.

CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin yang mempunyai basis dukungan besar suporter PSM mendadak kalah pada ajang pemilihan Walikota Makassar di pilkada Desember 2020. Basis dukungan sebagai pemilik PSM tampaknya tidak bisa memuluskan jalan sang CEO duduk di kursi Makassar 1.

Hal itu sedikit berpengaruh pada kondisi internal PSM di tahun 2021. Mengingat sebelum Pilkada, prestasi PSM cenderung mentereng termasuk menjuarai Piala Indonesia 2019/2020 ketika mengalahkan Persija.

Imbas nyata kisruh di tubuh internal PSM mulai terlihat pada tahun 2021 menjelang Liga 1 bergulir. Banyak pemain PSM yang mengalami penunggakan gaji. Gaji para pemain PSM yang belum terbayar itu menjadi sorotan banyak pihak termasuk PSSI, PT LIB, dan APPI. Akibatnya, nasib PSM terkatung-katung menanti keputusan apakah mereka terancam tidak bisa mengikuti Liga 1 2021/2022.

PSM diharuskan membayar gaji para pemainnya paling lambat 45 hari setelah tanggal putusan dijatuhkan. Setelah jatuh tempo selama dua bulan, PSM Makassar akhirnya melunasi tunggakan gaji terhadap 17 pemainnya senilai Rp 5 miliar sehari jelang bursa transfer Liga 1 ditutup.

Bagaimanapun kasus sepele menjelang Liga 1 musim ini bergulir membuat gangguan mental tersendiri bagi skuad PSM. Masalah internal tersebut pun akhirnya mulai merambat ke pembelian dan penjualan pemain PSM Makassar.

Transfer Dan Adaptasi Pemain

PSM kehilangan para pemain bintangnya yang berperan dalam meraih gelar Piala Indonesia tahun 2019. Mereka adalah Marc Klok, Zulham Zamrun, Asnawi Mangkualam, Rizky Pellu, sampai Benny Wahyudi.

Penjualan pemain pilar ini tak dibarengi pembelian yang cerdik dari PSM. Pemain seperti Sutanto Tan, Friska Womsiwor, Ilhamudin Armain, Serif Hesic, sampai Anco Jansen tak bisa berbuat banyak.

PSM mencoba memperbaiki komposisi pemainnya pada Januari 2022. Mengingat pada paruh pertama PSM compang-camping. Perombakan skuad adalah pilihan yang tak bisa dihindarkan.

PSM Makassar pun menjadi salah satu kontestan yang paling menggeliat dalam perburuan pemain pada bursa transfer paruh musim Liga 1 2021/22. Hal ini tampak dari jumlah pemain yang didatangkan oleh PSM Makassar sebelum menghadapi putaran kedua Liga 1.

PSM Makassar mendatangkan pemain seperti Aditya Putra Dewa, Manda Cingi, Delvin Rumbino, Ferdinand Sinaga, Ganjar Mukti, serta pemain asing , Gol Gol Mebrahtu, dan Adam Miter. Tapi pemain-pemain tersebut belum bisa nyetel langsung dengan komposisi skuad ramuan pelatih.

Lini Depan Tumpul Dan Pertahanan Rapuh

Akibatnya, performa yang kerap tidak konsisten kerap menimpa skuad PSM. Hal yang perlu disorot dari inkonsistensi ini adalah lini pertahanan PSM Makassar. Pertahanan PSM di musim ini sampai Februari 2022 saja telah kebobolan 34 gol dari 26 pertandingan.

Sektor pertahanan yang dijaga kiper Hilmansyah, bek senior Zulkifli Syukur, maupun dua bek asing baru belum mampu mengubah performa pertahanan PSM. Bahkan dalam 4 kali pertandingan terakhir di Liga 1, PSM menelan kekalahan beruntun dengan kebobolan 8 gol dan tidak memasukan satu gol pun.

Mencetak gol ternyata juga menjadi masalah tersendiri. Tumpulnya lini depan dipengaruhi tidak adanya striker pembunuh di kubu Juku Eja sekarang. Praktis hanya ada Ferdinand Sinaga dan Ilhamudin yang juga harus disuplai oleh Anco Jansen dan Pluim sebagai kunci permainan yang akhir-akhir ini juga kerap tidak konsisten.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya dibutuhkan pelatih yang cocok untuk menangani segala permasalahan pelik yang diderita kubu PSM ini. Paling tidak kehadiran sosok pelatih yang cocok mampu mengurangi sedikit masalah yang ada dengan racikan strateginya.

Faktor Pelatih Baru

Awal musim 2021/22, PSM dilatih Milomir Seslija. Skuad arahan Coach Milo awalnya cukup mengesankan. Selain menang atas Persebaya dan Bali United, PSM juga mampu menahan imbang Arema.

Akan tetapi, kurangnya kedalaman skuad yang mumpuni, membuat sang pelatih kesulitan saat dihadapkan pada cedera dan absennya pemain. Di sisi lain, Coach Milo juga kelimpungan dengan jadwal padat dan menurunnya performa pemain kunci seperti Pluim yang tidak bisa digantikan oleh pemain lain.

Alhasil, dengan inkonsistensi performa PSM, Milomir Seslija pun diberhentikan di paruh pertama liga dan digantikan oleh pelatih sementara Syamsudin Batolla. Manajemen PSM baru mengumumkan kehadiran pelatih utama baru mereka asal Belanda, Joop Hall pada 29 Desember 2021.

Joop Gall tampaknya didukung dengan pembelian sejumlah pemain di paruh musim. Namun, dengan skuad yang didominasi muka baru membuatnya justru mengalami kesulitan dalam hal adaptasi.

PSM kerap tidak konsisten. PSM bermain baik ketika lawan Madura dalam debut Gaal dan mampu menang, tetapi kemudian kalah melawan Persebaya. Gaal juga mampu menahan seri gempuran Bali United, tapi setelah itu kalah empat kali beruntun lawan Borneo, Tira Kabo, Persita, dan Persib

Joop Gaal seperti belum sepenuhnya beradaptasi dengan atmosfer Liga di Indonesia. Jadwal liga yang padat sempat dikritik oleh Joop Gall. Akhir-akhir ini Gaal juga mengeluh karena banyak dari pemainnya yang terkena covid.

Terlepas dari itu, pola permainan PSM Makassar di tiap laga belum maksimal. Anak asuh Joop Gall masih perlu mengasah transisi bertahan dan menyerang. Jika PSM Makassar tak mau turun ke kasta kedua.

Sumber Referensi : skorid, transfermarket, tribunnews, bola.net, detik.com

Berita Bola Terbaru 23 Februari 2022 – Starting Eleven News

BERITA TERBARU DAN TERKINI

DEPAY DAN LENGLET SIAP TAMPIL LAWAN NAPOLI

Duo Barcelona Clement Lenglet dan Memphis Depay telah kembali berlatih penuh menjelang perjalanan tengah pekan mereka untuk menghadapi Napoli. Blaugrana menghadapi raksasa Serie A Napoli di leg kedua babak 16 besar Liga Europa setelah bermain imbang 1-1 di Camp Nou pekan lalu. Dilaporkan Marca, Lenglet dan Depay dipastikan akan melakukan perjalanan ke kota Naples, setelah mereka masing-masing cedera dan absen dalam beberapa pekan.

MORATA SENANG BERTAHAN DI JUVENTUS 

Alvaro Morata menegaskan bahwa dia senang dapat bertahan di Juventus menyusul keterkaitan transfernya dengan Barcelona dan Arsenal. Morata kembali ke Juve dengan status pinjaman dari Atletico Madrid pada September 2020, dan Bianconeri memperpanjang perjanjian itu untuk satu musim tambahan musim panas lalu. Juve memiliki opsi untuk membeli morata pada akhir musim, tetapi sampai saat ini hal itu belum mengindikasikan apakah juventus akan mempertahankan jasanya atau tidak. 

DE GEA PENGGEMAR MUSIK SLIPKNOT DAN SYSTEM OF A DOWN 

Penjaga gawang Manchester United dan Spanyol David de Gea telah mengungkapkan bahwa musik heavy metal memberikan motivasi tersendiri baginya. penjaga gawang MU itu ternyata penggemar berat grup band Slipknot dan System of a Down.“Saya suka musik heavy metal dan rock. Ini benar-benar memotivasi saya dalam setiap pertandingan yang saya jalani” kata de gea. de gea juga mengatakan bahwa dirinya mulai suka lagu metal dari sejak ia kecil ketika tinggal di kota madrid.

MOURINHO DIHUKUM TIGA KALI LARANGAN MENDAMPINGI ROMA 

jose mourinho dijatuhi sanksi larangan mendampingi bertanding AS Roma selama tiga kali. hal ini menyusul insiden kartu merah dirinya ketika meluapkan rasa protes yang berlebihan ketika laga kontra verona. tentu hal ini akan sedikit berdampak pada semangat skuad AS Roma yang sedang membutuhkan sentuhan motivasi untuk berjuang merebut posisi empat besar. 

AUBAMEYANG MINTA DEMBELE BERTAHAN 

Penyerang Barcelona Pierre-Emerick Aubameyang memohon kepada Ousmane Dembele untuk menandatangani kontrak baru. Pasalnya Dembele belum memperpanjang kontraknya yang akan habis musim panas ini. Penyerang asal Gabon itu juga menyebut Dembele sebagai pemain dengan keterampilan serta bakat yang langka di dunia. hubungan auba dan dembele terlihat erat ketika mereka juga pernah bermain bersama membela dortmund.

CR 7 BERTERIMAKASIH ATAS 400 JUTA FOLLOWERS 

Cristiano Ronaldo secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada para penggemar setelah followersnya mencapai 400 juta di platform Instagram. Ronaldo berkata “Hai teman-teman, 400 juta… wow
angka yang luar biasa..sekarang, saya bisa mengatakan ‘Siuuu!….Ini fantastis, momen yang luar biasa bagi saya, tanpa anda semua ini tidak mungkin terjadi. Dari lubuk hati saya, sekali lagi saya harus mengucapkan terima kasih”

SHAQIRI MENJELASKAN KENAPA DIA BERGABUNG KE CHICAGO FIRE

Xherdan Shaqiri, Mantan pemain Bayern Munich dan Liverpool menjelaskan mengapa ia bergabung dengan tim Chicago itu. ” Liga MLS sekarang menjadi lebih baik, bagi saya, ini kesempatan bagus bagi saya berada di sini, saya memang ingin pergi dari Prancis dan kesempatan itu datang, dan tidak akan saya sia-siakan” kata Shaqiri.

KONDISI NAPOLI JELANG SECOND LEG MELAWAN BARCELONA

Napoli fokus pada pertandingan tengah pekan menjamu Barcelona di leg kedua Liga Europa. Akan tetapi kondisi buruk menimpa kedalaman skuad napoli, Matteo Politano, Hirving Lozano, Lorenzo Insigne dan Stanislav Lobotka semuanya berisiko absen karena cedera. André Zambo Anguissa juga akan absen dalam pertandingan karena masalah otot, dan Kevin Malcuit diragukan tampil setelah mengalami masalah betis saat bermain imbang dengan Cagliari.

ELANGA DITAWARI PINDAH KEWARGANEGARAAN 

Kamerun mencoba menawarkan kewarganegaraan pada pemain muda MU Anthony Elanga. Elanga tercatat lahir di Swedia dan pernah bermain di kelompok usia muda swedia. akan tetapi lewat faktor ayahnya yang berdarah kamerun ia dibujuk oleh federasi kamerun untuk menjadi warga negara kamerun. hal itu sempat ditolak agen elanga, dan elanga sendiri lebih memilih untuk debut di timnas senior swedia, ketika ia dipanggil timnas swedia untuk beberapa laga uji coba internasional.

POGBA DAN GRIEZMANN SALING TELPON JELANG ATLETICO VS MU 

Manchester united akan bertandang ke madrid jelang 16 besar champions league melawan atletico madrid. paul pogba gelandang MU jelang berangkat ke spanyol sempat menelpon sahabatnya sesama prancis yang kini membela atletico madrid yakni griezmann. keduannya lewat instagram story pogba terlihat saling ngobrol akrab jelang bentrok mereka di lapangan. hal ini tidak terlepas dari ikatan pertemanan keduanya yang sangat erat ketika bahu-membahu membela negaranya prancis sejak usia muda.

HASIL PERTANDINGAN

Pertandingan Liga Champions semalam mempertemukan antara sang juara bertahan Chelsea dengan sang juara Liga Prancis musim lalu Lille. Hasil Chelsea vs Lille yang berlangsung di Stadion Stamford Bridge, London itu berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan skuad asuhan Thomas Tuchel. Dua gol kemenangan Chelsea, masing-masing dicetak oleh Kai Havertz pada menit ke 8 dan Christian Pulisic di menit 63.

Di pertandingan lain, Juventus berhasil ditahan imbang oleh sang tuan rumah Villarreal dengan skor 1-1. Juve berhasil unggul cepat melalui striker anyar mereka yaitu Dusan Vlahovic di menit pertama. Namun, berhasil di samakan oleh Dani Parejo di menit 66.

VLAHOVIC CETAK REKOR FANTASTIS DI LIGA CHAMPIONS

Dusan Vlahovic kembali menyita perhatian dengan mencatatkan sejarah di Liga Champions. Ia mencetak gol untuk Juventus hanya dalam 32 detik pertama laga debutnya di kompetisi antar klub termegah di benua biru tersebut. Vlahovic jadi pemain debutan Liga Champions pertama yang berhasil mencetak gol dalam waktu secepat itu.

MCKENNIE CEDERA PARAH, JUVE MAKIN PUSING

Menurut Football Italia, Weston McKennie telah didiagnosis mengalami patah tulang ganda pada kaki kirinya setelah bermain imbang 1-1 saat laga Juventus menghadapi Villarreal, di Liga Champions. Allegri selaku pelatih telah mengkonfirmasi bahwa pemain internasional Amerika Serikat itu telah dibawa ke rumah sakit terdekat guna menjalani X-Ray langsung setelah pertandingan tersebut. Kabarnya McKennie mengalami patah tulang metatarsal kedua dan ketiga di kaki kirinya. McKennie menambah daftar panjang cedera di skuad Juventus.

RUSIA TERANCAM BATAL GELAR FINAL LIGA CHAMPIONS

UEFA siap untuk menangguhkan St Petersburg, Russia sebagai tempat perhelatan Final Liga Champions tahun ini. Hal itu mengingat krisis militer dengan Ukraina yang semakin memanas. Meski belum mengambil keputusan, UEFA mendapat tekanan untuk segera memindah venue Final Liga Champions. Kabarnya, para petinggi termasuk presiden UEFA, Alexander Ceferin, sedang berdiskusi mengenai opsi lokasi baru untuk menyelenggarakan pertandingan Final. 

CANDAAN BRUNO TERHADAP MAGUIRE

Bruno Fernandes berbicara pada sesi jumpa pers jelang pertandingan melawan Atletico Madrid di Liga Champion. Ia mengungkapkan candaan tentang semangat tim Manchester United saat meraih kemenangan melawan Leeds kemarin. Bruno berkata bahwa ia sedikit menggoda Harry Maguire yang berhasil mencetak gol pada laga tersebut. “Akhirnya kau mencetak gol dengan kepalamu yang besar itu” Ungkap Bruno sambil tertawa. Fans memang kerap menjuluki Maguire “Slabhead” atau si kepala besar.

SENGKETA LOGO MAN CITY BERLANJUT

Kabar terbaru dari sengketa Man City dengan klub Chile, Santiago City berlanjut. Pihak Manchester City telah mengeluarkan surat permohonan menghentikan penggunaan logo tersebut ke Santiago City. City Football Group (CFG) mengecam bahwa logo yang dipakai Santiago City memiliki kesamaan dengan lambang Man City. Hal itu akan memberikan kesan bahwa Santiago CIty adalah bagian dari CFG, padahal bukan. Pengacara City pun akhirnya melayangkan tuduhan penggunaan merk dagang dan desain karakteristik secara ilegal.

KEGEMARAN RONALDO NYEKOR KE GAWANG ATLETICO

Rekor Atlético Madrid di babak gugur Liga Champions UEFA memang cukup luar biasa, dari 14 pertandingan sejak 1997, mereka mencatatkan sembilan kemenangan dan tidak pernah kekalahan. Namun, kali ini mereka akan bertemu Manchester United yang memiliki sosok yang dapat memberikan mimpi buruk pada Atletico, siapa lagi kalau bukan Cristiano Ronaldo. Bak Kryptonite bagi Atletico, Ronaldo telah mencetak 25 gol sepanjang kariernya melawan Atletico Madrid, dengan tujuh diantaranya terjadi di Liga Champions. Patut disimak bertemu kembalinya Ronaldo dengan Atletico Madrid nanti malam.

BRUNO TETAP KALEM, SIMEONE WASPADA

Dalam jumpa pers jelang laga melawan Atletico Madrid Bruno nampak percaya diri, ia mengatakan bahwa United lebih memiliki identitas saat diasuh oleh manajer sementara, Ralf Rangnick. Bruno juga menyatakan bahwa mereka siap melakoni laga 16 besar Liga Champions pertama mereka sejak tiga tahun lalu. Sedangkan Diego Simeone mengindikasikan bahwa timnya harus waspada saat melawan tim asuhan Rangnick “Kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, jika tidak salah mereka hanya mengalami satu kali kekalahan dalam 14 pertandingan terakhir ” kata Simeone

PESAN ANTONIO CONTE KEPADA HARRY KANE

Antonio Conte telah memberi saran kepada Harry Kane untuk mengesampingkan ambisi mengejar rekor gol dan mulai memfokuskan untuk memenangkan trofi. Striker Spurs itu, mengakui bahwa ia sangat ingin mengalahkan rekor Liga Inggris sepanjang masa milik Alan Shearer dengan 260 gol, dan saat ini ia tertinggal 87 gol. Namun, Conte menegaskan bahwa pemain juga perlu mengangkat trofi untuk menuliskan namanya dalam buku sejarah klub. Conte juga berjanji akan menghadirkan trofi pertama untuk Harry Kane.

CHELSEA LEBIH BAIK TANPA LUKAKU

Chelsea berhasil menang dua gol tanpa balas atas Lille di ajang Liga Champions. Chelsea justru tampil apik tanpa Romelu Lukaku. The Blues menampilkan permainan yang fleksibel dan cerdas layaknya sang juara bertahan. Daripada harus mengandalkan Lukaku, Chelsea dirasa jauh lebih efektif dengan memasang Kai Havertz yang memiliki mobilitas tinggi di lini depan.

PRESIDEN LA LIGA INGINKAN HAALAND DAN MBAPPE MAIN DI SPANYOL

Presiden La Liga Javier Tebas mengatakan dia ingin melihat Barcelona mengontrak Erling Haaland dan Real Madrid untuk mendaratkan Kylian Mbappe musim panas ini demi kebaikan kompetisi. “Saya ingin La Liga memiliki keberuntungan yang sempat dimiliki di masa lalu ketika kami memiliki dua pemain hebat, seperti Messi dan Ronaldo, yang berada di dua tim terbaik di dunia.” Ungkap Javier Tebas kepada ABC Futbol.

BEK TORINO DIINCAR BAYERN, INTER, HINGGA CHELSEA

Perebutan tanda tangan bek Torino, Bremer makin memanas. Karena menurut laporan media Jerman, Bayern Munich telah bergabung dengan Inter , Milan , Chelsea, Newcastle United dalam perlombaan untuk mendapatkan Gleison Bremer. Meski bek tengah Brazil itu baru-baru ini menandatangani perpanjangan kontrak dengan Toro hingga Juni 2024. Namun, bukan tidak mungkin Bremer dapat pergi akhir musim ini.

MESSI UNGKAP HUBUNGANYA DENGAN NEYMAR DAN MBAPPE

Menurut Football Espana, Messi merasa beruntung bisa satu tim dengan Neymar dan Mbappe. “Saya tahu Di Maria dan Neymar dari sebelumnya, Namun, saya tidak begitu mengenal Kylian, tetapi sedikit demi sedikit kami saling mengenal dan mencoba terhubung lebih baik di lapangan, untuk lebih nyaman satu sama lain. Saya beruntung bisa bersama yang terbaik di Barcelona dan juga di PSG. Saya senang dan saya ingin terus melakukannya.” Ungkap Messi saat ditanyai tentang hubunganya dengan Mbappe.

DYBALA PUNYA PELUANG GABUNG BARCA

Mengingat keadaan keuangan klub yang kurang baik. Barca memperhatikan pemain-pemain yang akan habis kontrak pada akhir musim ini, salah satunya Paulo Dybala. Kabarnya pemain asal Argentina itu juga tertarik untuk bergabung dengan Barcelona dan ingin mencicipi atmosfer La Liga. Dybala merasa petualanganya dengan Juve sudah cukup, ia ingin mencari tantangan baru.Â